Latest Event Updates

KENAPA DZIKIR SUFI MENGUNDANG JIN ?

Posted on

dzkikir sufi

Ritual sufi banyak mengundang jin hingga mengakibatkan kesurupan bahkan banyak yang menjadi gila karena ikut ritual tarekat sufi dikarenakan salah satunya mereka berdzikir membayangkan wajah mursyidnya,
Hal menghadirkan wajah seorang Wali-Mursid itu dalam istilah Thariqat Naqsyabandiyyah disebut dengan “Rabithah”.

TAREKAT SUFI jika berzikir dengan duduk sebagaimana ia duduk Tasyahhud dalam keadaan berwudu dan menghadap kiblat dengan mata terpejam, dan membayangkan wajah mursyidnya, dan berkeyakinan bahwa berkah atau bantuan yang diperoleh dari mursyidnya itu sesungguhnya berasal dari Rasulullah ” lalu tidak lama kemudain terjadi trance , berteriak teriak merasa sudah terjadi proses wihdatul wujud (bersatunya hamba dengan Tuhan). ya betul mereka sudah bersatu dengan jin sebab tuhan mereka jin yang membuat jadi gila dan kesurupan.

Lihat bukti dzikir tarekat membuat jadi trance / kesurupan jin dihttps://www.youtube.com/watch?v=uDh4s02Hfkw

Allah Ta’ala menyatakan dengan firman-Nya:
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ
Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin (beryatawalla) dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah QS:16/100.

Penegasan Allah Ta’ala itu artinya : bahwa hanya kepada sekelompok orang yang telah mengambil setan Jin sebagai wasilah atau jalan untuk mendekat (beryatawalla) dan orang-orang yang telah berbuat syirik saja, setan Jin dapat memperdaya hingga kesadaran mereka dapat dikuasai walau hanya sebentar.

Firman Allah Ta’ala يَتَوَلَّوْنَهُ . “Yatawalla” artinya berwasilah kepadanya. Apabila hal tersebut dipraktekkan dalam amal ibadah ala sufi maka yang dimaksud yatawalla adalah tawassul. Untuk tujuan inilah orang berthoriqoh bertawassul kepada Rasulullah melalui tawassul kepada guru mursyidnya. Hal tersebut dilakukan supaya dapat terjadi hubungan ruhaniyah secara berkesinambungan antara murid dengan gurunya sampai kepada Rasulullah.

Barangkali seperti keadaan inilah apa yang terjadi dalam pelaksanaan “dzikir sufiyah” tersebut, ketika orang-orang yang berdzikir itu sambil pikirannya menerawang wajah mursyinya , tanpa disadari ternyata justru mereka itu sedang menerapkan pelaksanaan ayat tersebut yakni bertawasul kepada setan Jin, maka pantas saja, hingga sedemikian mudahnya orang yang yang ikut tarekat sufiyah itu banyak yang memiliki khodam jin dan kesurupan Jin bahkan menjadi gila.

Korban pengikut tarekat hingga jadi gila lihat dihttps://www.youtube.com/watch?v=ie7pb0I5e_g

Sesungguhnya perbuatan tersebut hakikatnya adalah syirik di dalam amal “asy Syirku Fil Amali”. Dan itu identik dengan perbuatan Jin yang memang selalu bersyirik ria dengan manusia sebagaimana yang telah ditegaskan Allah Ta’ala dengan firman-Nya:
وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَولَادِ
“Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak”. QS:17/64.

Tarekat sufi ini tidak semata bid’ah. Bahkan, di dalamnya terdapat banyak kesesatan dan kesyirikan yang besar, hal ini dikarenakan mereka mengkultuskan syaikh atau guru mereka dengan meminta berkah darinya, berdzikir membayangkan wajah mursyidnya dalam hati agar bisa khusyuk dan penyelewengan-penyelewengan lainnya bila dilihat dari Kitab dan sunnah

Tawassul kepada Rasulullah melalui guru-guru mursyidnya adalah bid’ah! Ini bisa menyebabkan pada kemusyrikan. Yaitu jika ia mempercayai bahwa Allah membutuhkan perantara. Sebagai-mana seorang pemimpin atau penguasa. Sebab dengan demikian ia menyamakan Tuhan dengan makhluk-Nya. Abu Hanifah berkata, “Aku benci memohon kepada Allah, dengan selain Allah.” Demikian seperti disebutkan dalam kitab Ad-Durrul Mukhtaar.

Kesimpulannya bertawassul kepada Rasulullah melalui guru-guru mursyidnya adalah syirik. Sebab bertentangan dengan firman Allah : “dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui” (QS. Fathir :13-14)

Membayangkan Mursyid
Ajaran Sufi mengatakan bahwa orang-orang yang ber-thariqah dapat menghadirkan (membayangkan-red) gurunya secara ruhaniyah (didalam hati-red) di saat melaksanakan ibadah untuk diajak bersama-sama menghadapkan wijhah atau ber-tawajjuh kepada Allah ta’ala. Hal tersebut dilakukan supaya ibadah yang dilaksanakan lebih terfasilitasi kekhusyu’annya dan terbukanya pintu ijabah Allah Ta’ala.

Pernyataan ini adalah pernyataan syirik dan bid’ah. Bertentangan dengan sabda Rasulullah :“Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Ia yang melihatmu”.(HR. Muslim). Inilah martabat tertinggi, engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Ketika tidak seorang pun dapat melihat Allah SWT didunia, maka Rasulullah bersabda, sembahlah Allah dengan keyakinan bahwa ia melihatmu, ini merupakan salah satu martabat Ihsan; pengawasan Allah SWT. Sementara para sufi yang tidak mengerti akan hal ini menjadikan para syeikh mereka pengawas dan penuntun, sebagai ganti pengawasan Allah terhadap dirinya. Apa yang mereka lakukan ini merupakan perbuatan syirik dan kesesatan.

Wallahu a’lam….

Yang Hobi Ke Pantai wajib baca ini..

Posted on

11066771_1045232248821726_2250894290793179346_n11242562_1045232232155061_6234224242124036615_n11261676_1045232222155062_4168993991454564923_n11269789_1045232218821729_6842938632745646833_n

Yang Hobi Ke Pantai wajib baca ini..

Hal yang perlu anda amati saat anda pergi Pantai Cukup 2 Menit Akan merubah Hidup anda..

Klau anda melihat Seperti gambar 1 ada jalan gelombang laut tidak mencoba memasuki atau bermain di pantai. ini akan membawa anda jauh ke dalam laut..

Mari saling memperingati jika kita melihat seperti ini baik keluarga maupun teman disekitar kita..

Hipnotis Bagian Dari Konspirasi?

Posted on

Assalamu’alaikum wr wb

Saat ini sedang marak pelatihan-pelatihan hipnotis untuk terapi penyakit, untuk pendidikan anak dan yang lain-lain. Saya pun pernah mengikuti pelatihan itu dimana mentornya adalah ahli hipnoterapi. Awalnya saya sangat percaya bahwa hipnotis murni science. yang menggunakan sugesti yang dimasukkan pada pikiran bawah sadar.

Saya masih percaya itu hingga saya menonton vidio “Arrival” karya noreagaa dan archenar. saya lupa pada episode berapa, tapi disitu jelas disebut hipnotis memang dikembangkan dan diupayakan agar diterima oleh masyarakat dunia sebagai murni science. sehingga masyarakat buta akan unsur syirik yang sebenarnya ada didalamnya.

yang membuat saya sedih lagi, banyak ustad dan pengajar muslim yang memakai ilmu ini, karena mereka yakin hipnotis sama sekali bebas dari syirik dan tidak ada unsur bantuan jin. Sebagaimana doktrin yang memang di sampaikan pada semua pelatihan hipnotis.

Dalam rubrik tanya jawab ustad menjawab sendiri telah ada jawaban bahwa hipnotis ada campur tangan mahluk halus/ jin. /ustadz-menjawab/hipnotis-menurut-islam.htm .  Tetapi itu dibantah oleh orang yang merasa yakin hipnotis itu bukan syirik di /suara-kita/suara-pembaca/tanggapan-tentang-jawaban-ustadz-menjawab-soal-hipnotis.htm. Saya kembali mencari rujukan lain dan saya menemukan web seorang sarjana psikolog yang memang percaya hipnotis itu masih ada unsyur syirik.

Wa’alaykumsalam wr.wb. Terimakasih atas pertanyaan anda. Semoga anda selalu diberikan keberkahan oleh Allah Subhana wa ta’ala. Saya mendapat pertanyaan serupa seperti saudara untuk menjelaskan bagaimana posisi Hipnosis sebagai bentuk konspirasi kabbalis dan iluminasi. Oleh karena itu, saya coba akan jelaskan terlebih dahulu kaitan antara Hipnosis dan New Age.

Hipnosis dan Konspirasi New Age

Jadi, yang anda katakan tersebut memang tidak salah, sejarah hipnotis memang terkait akan misi Zionis yang saya sederhanakan disini menjadi New Age Movement.

Paradigma New Age sendiri lahir dari ketidak percayaan Barat terhadap agama. Agama, dalam termin Barat, memang bermasalah. Ia gagal memberi pencerahan bagi masyarakat dalam dua hal, yakni rasionalitas dan spiritualitas.

Hal inilah yang membuat masyarakat Barat mencari spiritualitas model baru yang tidak terlalu formil layaknya Kristen. Anda mungkin tahu kasus ucapan bahwa “Tuhan Sudah Mati” ala Frederich Nietsczhe? Itu mungkin contoh kecilnya.

Namun, yang ingin saya garis bawahi adalah bahwa spiritualitas dalam termin New Age bukan berarti sama dengan religiusitas dalam konteks Islam yang tidak memberi ruang terhadap dunia mistik dan musyrik. New Age sendiri lebih kepada spiritual mistis dan penyatuan agama-agama dimana tidak ada lagi sekat teologis di dalamnya.

Nah dimana hubungan hipnotis dengan New Age? Hipnotis hampir tidak mengenal unsur keagamaan yang sejalan dengan misi New Age. Akidah menjadi tidak terlalu penting dalam hipnotis. Ya mungkin para ahli hipnotis bisa bergeming dengan menyatakan ajaran kami bebas dari musyrik.

Ya itu tidak masalah. Saya sendiri tidak menyalahkan para praktisi hipnosis yang bisa jadi juga masih awam dengan NAM, karena itu tadi sifat sejati Hipnosis yang sebenarnya membawa misi Kabbalah menjadi tertutup pada awalnya ketika diperkenalkan.

Dan ini diamini oleh Sherry Shriner penulis buku-buku konspirasi dan pengkaji Bible yang menyatakan bahwa karakter New Age memang seperti itu. Para pengusung New Age yang sejatinya adalah kabalis tahu betul bahwa orang Kristen tidak bisa menerima serangan frontal doktrin okultism, sehingga mereka mengubah kata-kata sihir ke dalam istilah Kristen seperti “iman,” “Tuhan,” “Kristus,” dan “kelahiran kembali” dan banyak gereja terkecoh. Termasuk dengan menggunakan hipnosis, spiritual intelligence, emotional intelligence, dan sebagainya.

Makanya ketika kita ikut training hipnosis tanpa banyak kita ketahui adalah bahwa konteks alam bawah sadar yang dikenalkan dalam Hipnosis tidak lain adalah ajaran Sigmund Freud, seorang Yahudi atheis yang sudah dikenal sebagai pengusung psikoanalisis yang sangat bermasalah dalam Islam.

Kealpaan para praktisi hipnosis itu juga terlihat jelas ketika mereka tidak menjelaskan apakah yang dimaksud alam bawah sadar dalam versi Freud yang tidak lebih sebagai manifesto terpendam dari seksualitas manusia.

Lalu kenapa ini menjadi samar? Kita kembali lagi ke perkataan Shery Shinner tadi, karena para pengusung New Age tahu betul bahwa mereka tidak bisa menjelaskan ajaran sejati mereka (baca: kabbalis) jika bertindak terlalu frontal.

Oleh karena itu Nancy Percy, seorang pengkaji worldview dari Philadhelphia Biblical University, dalam tulisannya, “Modern Islam And The New Age Movement”, menyatakan bahwa gerakan NAM seperti Hypnosis hanyalah ekspresi yang lebih baru dari kecenderungan lama untuk mengimpor panteisme Timur ke dalam budaya Barat, yang dimulai dengan doktrinasi Plotinus dan neo-Platonisme.

Hipnosis: Tidak Efektif Bagi Umat Islam

Oke baiklah itu kaitan antara NAM dan Hipnosis dalam kajian konspiratif. Sekarang kita bisa menjajal keampuhan hipnosis, jika hipnosis memang dikatakan bukan pseudo sains. Ada dua hal yang bermasalah dari statement itu. Pertama, bukan berarti bahwa karena hipnosis adalah sains murni, dia tidak cacat dari segi keilmuan. Kedua, kita bisa membuktikan apakah betul hipnosis adalah metode yang ampuh dalam menterapi masalah manusia.

Saya ingin bercerita pengalaman saya ketika mengikuti training hipnosis dan mempraktekannya saat menjadi guru. Kami, para guru kala itu, dikumpulkan dalam satu ruangan oleh trainer. Trainer tersebut mensugesti kami agar kedua telapak tangan masing-masing diantara kami saling mencengkeram hingga jari jemari kami seakan-akan lengket dilumuri lem.

Saat proses tersebut kami diajarkan untuk mendengarkan sugesti trainer saja (baca: taqlid), jangan banyak berfikir (baca: tidak boleh kritis) dan jangan melawan sugesti. Bagi saya, orang yang dominan dan sangat rasionalis terhadap apa-apa yang datang dalam diri saya, akan mudah sekali melawan sugesti itu.

Akan tetapi, apa yang dilakukan trainer saat itu, melihat kami-kami yang mencoba kritis atas sugestinya? Ia mulai mengeluarkan jurus sakti, yakni mensugesti buta peserta bahwa peserta yang mau mengikuti segala perkataan trainer tanpa menggubris sedikit pun adalah calon guru yang baik. Nah disinilah gaya-gaya undermind control ala zionis. Mirip sekali. Karena itu pikiran diarahkan hanya pada satu instrument hingga kita tidak sadar telah mengikutinya.

Itu kan seakan-akan bermakna bahwa orang yang tidak mau mengikuti perkataan sugestor bukanlah orang yang baik. Padahal Allah mengajarkan kita untuk kritis setiap kali datang sebuah permintaan. Apalagi sugesti yang bisa jadi bertentangan dengan Islam. (Bayangkan jika anda perempuan yang dihipnotis, lalu anda tertidur di pelukan trainer pria, bukankah itu menyalahi konsep hijab dalam Islam?)

Selain itu kelemahan hypnosis bahwa sugesti itu mudah sekali dipatahkan. Anda boleh mencoba. Makanya, ketika saya menerapkannya di sekolah, hipnosis menjadi tidak efektif. Karena memang murid-murid saya memang sudah kritis sejak awal.

Terlebih orang-orang yang dominan pada otak kiri. Kekuatan mereka dalam logika akan serta merta meruntuhkan sugesti hipnosis. Hampir pasti saya katakan bahwa mereka amat tidak cocok dihipnotis.

Skenario Menghancurkan Islam: Hanya Berfikir Yang Praktis

Ketika umat Islam memandang praktis urusan “makna hidup”, disitulah zionis akan bermain. Umat Islam akhirnya jauh dari ilmu, mereka sudah terpesona pada paket-paket pelatihan praktis dan paket kilat dalam mencapai kesempurnaan.

Oleh karena itu menurut saya, ketimbang kita habiskan uang untuk megikuti pelatihan yang relative cukup mahal. Lebih baik kita belanjakan uang itu untuk membeli buku-buku Islam dari ulama yang luas ilmunya.

Kita bisa mengenalkan anak-anak kita akan kitab-kitab ulama seperti Ibn Taimiyyah, Ibn Qayyim, Al Ghazali, Ibnu Katsir. Kita isi rumah kita dengan buku biografi para ulama. Didik diri kita dan anak kita lewat Al Qur’an dan Hadis.

Menurut saya itu lebih efektif membentuk kepribadian muslim sejati. Selain karena berpahala, membelanjakan uang bagi keilmuan Islam mendekatkan diri kita kepada Allah. wallahu’alam

Rizki Ridyasmara

Pelajaran dari Fitnah Terhadap Adam Amrullah, Pengungkap Paham Menyimpang LDII

Posted on Updated on

Telah muncul berita yang cukup mengagetkan tentang salah satu saudara kami yang juga peruqyah, yaitu Adam Amrullah. Beliau diklaim sebuah situs islam sebagai anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Berita palsu tentang Adam Amrullah. Sumber: Muslimmedia News
Berita palsu tentang Adam Amrullah. Sumber: Muslimmedia News

Setelah dulu menayangkan program televisi kontroversial bertajuk “Khazanah” yang menganut faham wahabi salafi, salah satu tokoh praktisi ruqyah syari’ah dalam program televisi Trans7 yakni, Ustadz Adam Amrullah diduga adalah Anggota ISIS…!

Sumber: http://www.muslimedianews.com/2015/03/ada-apa-dengan-trans7-adam-amrullah-dan.html

Situs tersebut, Muslimedia News, mengambil referensi dari situs yang diklaim sebagai situs Adam Amrullah yang berjudul Ruju’ Ilal Haq. Artikel rujukan situs tersebut berjudul Menyambut Panglima Baru ISIS (Indonesia) Ustad Adam Amrullah.

Berita Bersumber dari Situs Palsu

Perlu kami sampaikan bahwa rujukan Muslimedia News salah, sehingga informasi yang disampaikannya pun salah. Metafisis pernah wawancarai Adam Amrullah di awal 2013, sebelum beliau masuk TV acara ruqyah. Lihat wawancaranya di Wawancara dengan Adam Amrullah, Mantan anggota LDII, Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH). Perhatikan link juga referensi dalam wawancara tersebut, alamat situs FRIH adalah rujuilalhaq.blogspot, bukan ruju-ilalhaq.blogspot.com (ada stripnya antara ruju dan ilalhaq). Situs terakhirlah yang menjadi rujukan Muslimedia News. Baca entri selengkapnya »

Fatwa Tentang Keberadaan Alien, Manusia Ciptaan Alien, dan Alien Membantu Fir’aun

Posted on Updated on

Artikel ini adalah kiriman dari Lukman Mubarok, salah satu pembaca Metafisis dan HIW. Artikel ini adalah terjemahan dari fatwa dari Markaz Fatwa yang membidani situs IslamWeb milik dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Daulah Qatar. Semoga fatwa ini bisa menjawab kegundahan para pembaca situs kami yang menemukan bahwa paham aneh semacam ini menyebar di sebagian kalangan muslimin.

BC5002-001.jpg  UFO

Apakah Ada Alien di sana?

Tanya:

Saya ingin bertanya kepada anda tentang alien.. apakah disebutkan dalam al Qur’an ataupun as Sunnah? Apakah bener ada alien, jika memang jawabnya iya ada … kenapa bisa tidak disebut dalam Al Qur’an dan As Sunnah? Dan bila jawabannya tidak ada maka darimana datangnya istilah “alien”? apa pendapat anda terhadap orang yang mengatakan bahwa makhluk ini (alien) yang menciptakan manusia dengan semacam DNA? dan bahwa alien itu yang membantu para fir’aun mesir? Dan bahwa alien itu punya kekuatan luar biasa yang digunakan untuk menjelma wujud manusia dan bentuk-bentuk alien yang kami lihat di internet? Apakah alien itu nyata ataukah karangan fiksi? Dan apa tujuan meyakinkan manusia tentang keberadaan alien?

Jawab:

Ba’da mengucap Alhamdulillah, shalawat dan salam atas Rasulullah beserta keluarga dan sahabatnya :

Perlu diketahui bahwa Dzat Yang menciptakan manusia dari tidak ada, Yang membentuknya, Yang meniup ruh ke dalam diri manusia dari ruh-Nya, dan Yang menjelaskan penciptaan keberadaan manusia dengan keajaiban-keajaibannya adalah Dzat Yang Mahakuasa untuk menciptakan alien. Dan sungguh Al Qur’an telah menunjukkan adanya makhluk-makhluk yang tidak diketahui manusia pada masa kenabian dan menunjukkan hal itu atas peran penyingkapan ilmu pengetahuan dan bahwasannya janji pada setiap khabar itu akan dinampakkan. Dzat Yang Maha Agung berfirman : dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. {An Nahl 8}, dan berfirman : Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. {Al An’am 67} Baca entri selengkapnya »

VIRUS MAHABARATA, RAMAYANA, MAHADEWA

Posted on

Sungguh tak layak bagi keluarga muslim untuk menyetiakan diri di depan layar televisi sambil bersimpuh khusyu’ menonton Mahabarata, Khrisna, Mahadewa, dan sejenisnya yang merupakan parade kisah sesembahan-sesembahan orang musyrik. Ini adalah virus akidah yang tak layak berakar di beranda rumah seorang muslim yang meyakini hanya Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang berhak disembah dengan benar.

Sungguh kisah-kisah fiktif yang merupakan rentetan kisah yang mereka dewakan bukanlah nutrisi, madu atau susu yang harus disuplai di hadapan anak-anak termasuk di hadapan orang tua sendiri. Suapan-suapan kisah yang ada justru akan menjadi virus yang akan menghantam jantung akidah seorang muslim.

Rasanya begitu memilukan sekiranya keluarga muslim menjadi hamba bagi kisah fiktif Mahabarata. Mereka menyediakan dan mengkhususkan waktu untuk mendengar, menonton dan menikmati kisah dusta lagi kufur.

Tak ada risih. Tak ada rasa malu terhadap mushaf al-Quran yang ada di rak. Tak ada malu terhadap al-Qur’an yang tersimpan dalam dada. Tak ada risih terhadap maksiat yang diperagakan oleh artis India itu. Begitu asyik dan begitu menikmati.

Kesetiaan mereka untuk duduk di majelis tontonan ini menandakan adanya ketertarikan terhadap kisah yang ada. Dewa dan anak dewa yang ditokohkan oleh lelaki dan wanita yang mempertontonkan aurat telah mampu menarik hati sebagian kaum muslimin.

Bagaimana mungkin keluarga muslim duduk asyik mencerna potongan-potongan kisah orang musyrik?

Dimanakan wibawa bulan-bulan haram yang mestinya dimuliakan? Kenapa justru membiarkan kisah Mahabarata menjadi suapan dan tuntutan?

Di manakah kewibawaan tauhid yang bersarang di dada sehingga tak mampu beranjak dari hadapan layar kaca?

Sungguh, kesempurnaan tauhid tergapai apik dengan meninggalkan sesembahan lain termasuk kisah picisannya. Ketika Islam mengharamkan parade ritual kesyirikan yang dilakoni millah lain maka Islam mengharamkan pula kaum muslimin untuk larut dalam kisah-kisah mereka.

Allah berfirman:

فاجتنبوا الرجس من الأوثان واجتنبوا قول الزور

“. . .Maka jauhilah penyembahan berhala yang najis itu dan jauhilah pula qaula az-zur.” (QS al-Hajj: 30)

Para ulama menyebutkan bahwa makna “qaul az-zur” adalah semua ungkapan-ungkapan yang diharamkan termasuk pula ungkapan dusta. Para ulama juga menjadikan tontonan terhadap “qaul az-Zur” adalah hal yang haram.

Lihatlah Allah menggandengkan larangan terhadap “qaul az-zur” dengan larangan menjauhi sesembahan dan berhala. Anehnya, justru sebagian kaum muslimin menjadikan kisah Mahabarata dan sejenisnya yang lebih dari “qaul az-zur” sebagai hiasan mata dan telinga di depan layar kaca.

Rumah kita adalah rumah cahaya yang dipenuhi dengan binar dan kemilau ilmu dan amal. Rumah kita adalah bahtera untuk menyelematkan penghuninya dari terpaan ganasnya gelombang fitnah sehingga kelak berlabuh syahdu di taman Surga dengan kehendak Allah Rabb alam semesta.

Rumah kita adalah rumah al-Qur’an yang di dalamnya terbaca ayat-ayat Allah agar terpahami dengan baik titah-titah Rabb hingga menjadi pedoman untuk mengukuhkan iman di musim kemarau yang menggersangkan mata air takwa.

Rumah kita adalah rumah al-Qur’an yang ayat-ayatnya terlantukan oleh para penghuninya agar qalbu tersirami dengan Kalam Rabbina bak musim hujan yang menyirami pohon-pohon hingga ia menyemikan bunga-bunga iman.

Rumah kita adalah madrasah mini yang didalamnya dibacakan hadits-hadits yang merupakan konsep hidup sang nabi shllallahu ‘alaihi wasallam hingga para penghuninya memahami dengan baik bahwa sang nabi adalah teladan dalam segala lini kehidupan ini.

Tak ada teladan lain selain keteladan yang pernah diperagakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam. Tak ada sosok lain yang lebih mengagumkan dan layak dikagumi selian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam. Tak ada kisah lebih heroik yang pernah terkisahkan di muka bumi sepanjang masa dibandingkan kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam.

____
Kebun Nanas, Jakarta Timur, 21 Dzulhijjah 1435 H

Penyusun: Fachriy Aboe Syazwiena

Ket: Foto hanya illustrasi.

Foto Perdana Akhmad Lakoni.
Foto Perdana Akhmad Lakoni.
Foto Perdana Akhmad Lakoni.
Foto Perdana Akhmad Lakoni.
Foto Perdana Akhmad Lakoni.

Meruqyah Korban Belajar Buku REIKI

Posted on

Ruqyah Syar’i Pengobatan Qurani
Seorang kakek sakit2an sekitar 2 tahun setelah mempraktikan instruksi di buku Reiki. Keluar masuk RS, terakhir pipis dimana2 meski sudah memakai pampers, badanya sering panas meski berkipas-kipas. Keluarga sudah ikhlas, jika si kakek sudah sampai ajalnya, mudah2an dengan ruqyah dimudahkan wafatnya.

Sy sendiri susah mencari tempat duduk karna hampir semua kursi najis dikencingi. Awalnya hendak ruqyah di Baitur Ruqyah, namun sesaat setelah nyampai, si kakek minta pulang karena dada deg-degan (banyak pasien yg begini).

Saya meruqyah dengan kondisi kakek serileks mungkin karena tidak Betah duduk dan berbaring lama satu posisi. Sikakek bertelanjang dada karena salah satu sakitnya adalah badan selalu kepanasan meski pakai kipas.

Si kakek mengaku pernah mempraktikan tenaga dalam dari buku (seperti di foto) lalu sempat ada energi masuk ke badannya (padahal tipu daya syetan yg datang). Sejak itulah dia sakit2an.
Sy membaca ayat ruqyah standar dilanjutkan Yasin, Waqiah dan Al Mulk. Selesai satu jenis surat, dibacakan 4 ayat akhir Al Fajr dgn niat dikembalikan semua nafsnya (yg mungkin ada di luar raganya) dan dmudahkan meninggal jk telah sampai umurnya, lalu meniup kepalanya dan ke alat media (pena antena) dan menyapukan dari kepala hingga ujung kaki dgn niat semoga semua yg menyengsarakan akhir hayatnya pergi/hilang.

Sikakek tidak bisa berlama2. Setelah Satu Jam minta berhenti dan minta ruqyah di lain waktu. Sy minta keluarga untuk mengoleskan rebusan daun kapuk dan teh QHI selesai mandi dan jika mengeluh badan kepanasan. Lalu lanjut menyemprot pojokan2 rumah dan kamar2 utamanya gudang yg pernah lihat ada penampakan.

Saat hendak pulang, si kakek menyalami saya dan minta ruqyah lagi lain waktu. Sudah takdir Allah SWT, sekitar 36 Jam kemudian, saya di sms keluarganya : Bapak telah Meninggal.