Fatwa Ulama Tentang Atraksi Ilmu Debus / Ilmu Kesaktian

http://wegah.files.wordpress.com/2009/07/debus1.jpg?w=652

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia se-Jawa dan Lampung mengeluarkan fatwa bahwa kesenian tradisional debus dengan menggunakan bantuan jin, setan dan mantera-mantera, hukumnya adalah haram karena termasuk kategori sihir.

http://fc03.deviantart.com/fs31/f/2008/203/4/6/Debus_by_BANDUNGS.jpg

Ketua MUI Provinsi Banten bidang Ormas dan Hubungan Luar Negeri KH Aminuddin Ibrahim di Serang, , dalam rakorda MUI se-Jawa dan Lampung tersebut dibahas bahwa debus dan atraksi-atraksi sejenisnya dalam pandangan Islam ada yang dibolehkan namun ada yang tidak dibolehkan.

http://kbmwbu.jawatengah.go.id/img/budaya/debus2.jpg

Menurut Aminuddin, diantaranya yang tidak dibolehkan tersebut adalah atraksi-atraksi yang menggunakan bantuan tenaga jin, setan atau mantera-mantera karena termasuk sihir dan perbuatan syirik termasuk di dalamnya debus yang menggunakan kekuatan tersebut maupun dengan ayat-ayat qur`an yang dibolak-balik.

“Tetapi kalau kemampuan itu diperoleh dari latihan keterampilan dan oleh tubuh tidak ada masalah asal jangan dicampur-campur juga,” katanya usai penutupan rakor tersebut.

ngajleng.jpgfes-debus-b2.jpgcew-kpla.jpgjln-di-api.jpg

Aminuddin mengatakan, fatwa tersebut bukan bertujuan menghilangkan nilai seni dan budaya dari debus yang selama ini menjadi ciri khas atau ikon suatu daerah seperti di Banten, tetapi berlaku untuk di semua daerah mana pun juga, sepanjang debus atau atraksi sejenis menggunakan kekuatan-kekuatan setan, jin atau mantera-mantera.

Dalam fatwa tersebut, MUI menimbang bahwa debus serta hal-hal lain yang sejenis akhir-akhir ini semakin merebak dengan bebas dan tersiar secara luas di tengah-tengah masyarakat, baik melalui media cetak dan elektronik, maupun media komunikasi modern.

Dengan demikian, dalam kenyataan debus telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, terutama generasi muda pada akidah Islamiyah maupun terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat yang beradab dan berilmu pengetahuan.

http://indospiritual.com/gambar/debus.jpg

http://foto.detik.com/images/content/2008/05/11/157/debus1.jpg

Selain itu debus sudah menjadi ikon suatu daerah dan sebagian besar umat Islam dan bangsa Indonesia, baik masyarakat umum maupun para penyelenggara negara, dianggap belum memberikan perhatian maksimal dan belum mengetahui secara tepat pandangan Islam terhadap debus serta hal-hal terkait lainnya.

Selain fatwa tentang debus, maka rakor ke VII MUI se-Jawa dan Lampung di Serang 11-12 Agustus tersebut yang dihadiri sekitar 150 peserta juga mengeluarkan fatwa mengenai hipnotis dan hukum khitan bagi perempuan yang masih terdapat perbedaan antara wajib dan sunat.










Fatwa Atraksi Debus

Oleh : Syekh Abdul Aziz bin BaazMufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia-rahimahullah rahmatan wasi’ah-
Pertanyaan:
Seseorang bertanya : Di sebagian tempat di Yaman kami temui orang-orang yang disebut As-Saadah. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang menafikan agama seperti meramal dan lain-lain. Mereka mengaku dapat mengobati orang-orang yang sakitnya kronis, dan sewaktu-waktu memperlihatkan atraksi menusuk-nusuk tubuh mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka secara berulang-ulang tanpa hal tersebut membuat mereka menderita. Di antara mereka ada yang shalat, namun sebagiannya lagi tidak shalat. Mereka menikahi orang-orang dari selain sanak keluarga mereka, namun tidak menikahkan sanak keluarga mereka dengan orang lain. Dan ketika berdoa bagi orang yang sakit, mereka mengucapkan, “Ya Allah, ya Fulan (nama salah satu leluhur mereka)”.

Para manusia mengagungkan mereka, menganggap mereka sebagai paranormal dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Bahkan mereka disebut sebagai “Lelakinya Allah”. Dan sekarang masyarakat terpecah dalam permasalahan ini. Sebagian menolak mereka, mereka adalah golongan para pemuda dan sebagian penuntu ilmu. Sebagian lagi senantiasa berpegang dengan mereka, mereka ini adalah golongan tua dan selain penuntut ilmu. Ini membutuhkan kesediaanmu untuk menjelaskan hakikat pemasalahan ini.

Jawaban:
Orang-orang tersebut dan juga yang seperti mereka merupakan sekelompok sufi yang memiliki amalan-aman mungkar serta perbuatan-perbuatan yang batil. Mereka juga merupakan sekelompok peramal yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) dan bertanya kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (HR. Muslim 11/273, Ahmad 33/457, 47/199)
Ini karena pengakuan mereka mengetahui perkara gaib, pelayanan dan penyembahan mereka kepada para jin, serta penipuan mereka terhadap manusia dengan perbuatan sihir yang mereka lakukan, dimana Allah berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Fir’aun :
قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ
Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan). (Al-A’raf:116).
Maka tidak boleh mendatangi mereka, bertanya kepada mereka karena hadits mulia dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Hakim 1/18, Thobroni Al-Kabir 8/403, AlAusath 3/470).
Adapun do’a yang mereka panjatkan kepada selain Allah serta istighotsah (meminta dihilangkannya bala) kepada selain Allah, persangkaan mereka bahwa bapak-bapak mereka serta leluhur-leluhur mereka memiliki pengaruh terhadap kejadian di dunia ini, penyembuhan mereka terhadap penyakit, atau mereka mewajibkan berdo’a bersama orang-orang yang telah mati serta orang-orang yang ghaib (dari golongan mereka), maka ini semua adalah kufur kepada Allah ‘azza wa jalla dan termasuk ke dalam syirik akbar.
Maka wajib mengingkari mereka, tidak mendatangi, bertanya serta membenarkan mereka. Hal ini karena mereka dalam amalan tersebut telah menggabungkan antara perdukunan, peramalanan dengan amalan musyrik penyembah selain Allah. Begitu pula meminta pertolongan dari selain Allah. Meminta bantuan jin, orang-orang yang telah mati, dan kepada pihak-pihak lain yang cocok bagi mereka, dan mereka mengira bahwa itu adalah bapak-bapak serta leluhur-leluhur mereka. Atau meminta bantuan dari orang-orang yang mengira mereka memiliki derajat kewalian atau karomah. Bahkan semua ini merupakan amalan klenik, perdukunan, peramalan yang munkar dalam syariat yang suci ini.
Adapun atraksi-atraksi mungkar mereka seperti menusuk-nusuk diri mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka, maka semuanya ini merupakan tipuan terhadap manusia (seperti atraksi debus, pent.) Dan kesemuanya ini merupakan jenis sihir yang haram, dimana telah ada nash-nash pengharaman serta peringatan terhadapnya dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Maka tidak selayaknya bagi orang yang berakal untuk terpikat dengan hal tersebut. Ini merupakan jenis yang yang difirmankan oleh Allah ta’ala tentang para tukang sihir Fir’aun :
يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى
Terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.” (Thaha : 66)
Maka mereka telah menggabungkan antara sihir dengan klenik, perdukunan, serta peramalan, antara syirik akbar, meminta bantuan dan istighotsah kepada selain Allah dengan mengaku-aku tahu tentang perkara gaib dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Ini merupakan bentuk kebanyakan syirik akbar dan kekafiran yang jelas, dan juga merupakan amalan perdukunan yang telah Allah ‘azza wa jalla haramkan, dan termasuk pula mengaku tahu tentang perkara gaib yang tidak diketahui melainkan hanya Allah saja, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An-Naml : 65)
Maka wajib bagi seluruh muslim yang mengetahui perkara mereka untuk mengingkari mereka serta menjelaskan kebejatan perilaku mereka dan menjelaskan bahwa itu semua adalah kemungkaran. Dan hendaknya dia mengangkat permasalahan ini kepada pemerintah jika berada di negara Islam sampai mereka dihukum sebagai perealisasian syariat untuk mencegah kejahatan mereka dan melindungi kaum muslimin dari kebatilan serta penipuan mereka. Dan Allahlah Maha Pemilik Taufik.[1]

[1] Sumber: Hukmus Sihri wal Kahanaati wa ma Yata’allaq bihima, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, 18-21

18 gagasan untuk “Fatwa Ulama Tentang Atraksi Ilmu Debus / Ilmu Kesaktian

  1. ass….
    maaf jika saya kurang sependapat dengan syekh abdul aziz bin baaz. karena debus berbeda dengan amalan para sufi. dan para sufi pun bukan termasuk orang yang sesat. seharusnya beliau dapat melakukan tinjauan ulang mengenai para sufi. justru para sufi juga melakukan sumbanagn terbesar bagi ummat. seperti al ghazali, syekh abdul qodir,serta sufi lainnya. bukankah umar bin khatab juga dapat melihat sesuatu yang ghaib? ketika beliau berteriak diatas mimbar???? alangkah baiknya sesama ummat islam itu saling bersatu bukan berseteru, saling mengingatkan bukannya menghina?

    wass…

  2. weleh-weleh…………alangkah pedasnyo cakap wong tu dak katik prasaan cak mano kalu dio yang cak itu,yang aku tau kalu debus tu jugo pernah dipakai sultan banten untuk pnyebaran agamo yang kito anut nie…..berkacolah dulu cik kalu nak becakap jngn nak senak hati awak be becakap tu….salam wongkito galo….

  3. Setuju..hati2 jgn pake jin…tapi gbr di atas ada yg atraksi perayaan agama lain, selain islam…jadi ya sah2 aja menurut kepercayaan mereka…tapi gak semua debus itu sesat…

    • artinya, di alam raya ini milik Allah ya…? tapi dari semua milik Allah ada juga lho yang dilarang NYA untuk di lihat, di pegang, di makan, dipelajari, diajarkan, disebarkan, dan yang lain2nya….

  4. Semua pandangan memang benar tp kita lihat tingkat kebenaran dan maksud yang dituju, debus sudah pasti berusaha untuk menampilkan kesaktian……Adakah gunanya…??????

    tolong kasih komen…..

  5. Ping-balik: Fatwa Atraksi Kekebalan Tubuh | Islam & Aliran Sesat

  6. jaman sekarang, siapapun dia, berpotensi melakukan kesalahan : salah baca, salah tafsir, salah pemahaman, salah praktek, salah dan lain2nya…

    • debus tentu sdh masuk Syirik krna itu sma saja dgn sihir, menggunakn bantuan jin. walau pd masa dulu debus mungkin masih murni dan tdk ada atraksi macam itu, namun debus yg skrg sdh brbeda dan tentuny sebagai umat muslim kita hrs meninggalkannya.
      Wallahu a’lam.
      Mudah2an Allah menunjukkan kpd kita jln yg benar.

      • Trus bagaimana kalo kita menggunakan bantuan manusia ?
        setau saya yang namanya syirik itu kalo jika kita menyekutukan agama ? lha kalo kita minta menggunakan jin untuk berbuat kebaikan bagaimana ? maaf saya yang awam minta penjelasan tks

  7. Assalamu Alaikum Wr.. Wb..

    Mohon maaf, seharusnya kita jangan sembarangan mngeluarkan argumen, jngan trlalu gegabah dalam mnyimpulkan sesuatu..
    Sesuatu yg mnurut penafsiran kita benar belum tntu benar..
    saya kurang setuju dengan pendapat syekh abdul aziz bin baaz yg mnyamakan pemahaman maupun amalan para sufi dengan org2 yg bersekutu dengan setan ataupun hal semacam itu..

    Hal2 yg diluar batas kewajaran seperti hal semacam itu bila di lihat dari sudut pandang syari’at memang sulit diterima.. Faktax seorang yg berpemahaman syari’at sering kali mudah menjudge org yg menurut mereka pemahamanx itu sudah melebihi garis batas syari’at.. bhkn mereka berani menggunakan kata sesat.. Rasulullah dan para sahabatx berani menggunakan kata sesat karena pemahaman mereka ttg agama telah melebihi org2 pda masa itu, lebih2 rasul junjungan kita Muhammad SAW.
    Ia mengetahui pasti mana hal yg sesat dan mana yg bukan
    karna telah menjadi kodratx sebagai penerang bagi umat manusia sampai akhirul jaman.

    lalu sekarang prtanyaanx apakah anda, saya, atau mereka tahu apakah argumentasi kita ataupun pendapat kita dari sudut pandang kita sudah pasti benar??

    jika kita mengatakan “ya”..
    Apakah menurut kajian kita sekalian bahwasanya kita tidak takabur karna mendahului perkara Allah..
    yg bila dikaji apa yg kita lakukan itu sebenarnya serupa dengan para peramal yg dikatakan tadi?..

    Karna sesungguhnya kebenaran adalah perkara ghaib.. yg tahu pasti ttg kebenaran itu hanyalah Allah semata..

    Ingat, hal2 diluar batas kewajaran itu selalu hadir disekitar kita..
    Namun yg jadi pertanyaan kita sekarang apakah semua hal yg bersentuhan dengan perkara ghaib itu adalah sesuatu yg salah karena diluar pemahaman kita??

    tentunya tidak, Allah memberikan potensi, kemampuan, dan tingkatan pemahaman yg berbeda-beda pada tiap manusia..
    Setahu saya Ada 4 tingkatan pemahaman yaitu pemahaman yg berdasarkan:
    -syariat
    -tarekat
    -hakekat
    -dan ma’rifat

    Allah melimpahkan rahmatnya pada org yg tak terduga dengan itensitas yg tak terduga-duga pula..

    Jika saat ini ada yg mengatakan bahwa si fulan dapat melihat masa depan, belum tentu ia adalah peramal dan belum tentu ia adalah seorang yg sesat..
    siapa tahu ia mendapatkan kemampuannya itu karena rahmat dari Allah SWT.

    Demikian pula dengan golongan sufi dan ahli tasawuf.. bukan salah mereka apabila kemampuan mereka melebihi jangkauan pemahaman kita karena mungkin Allah melimpahkan rahmat yg lebih kepada mereka atas apa yg mereka yakini dan mereka ketahui..

    Yg memecah belah persatuan kita sebenarnya adalah ketidaksamaannya pendapat antara satu dengan yg lain..
    jdi alangkah baiknya bila perbedaan ini kita jdikan ajang untuk mengintrospeksi diri kita msing2 dan membuka pikiran kita masing2..

    saya seperti halnya manusia biasa adalah ladang khilaf dan ladang kesalahan oleh karena itu saya memohon maaf yg sebesar-besarnya pada pihak yg merasa terdzolimi ataupun kurang berkenan..

    Saya bukannya ingin sok pintar di tengah anda2 sekalian tetapi saya hanya ingin berkomentar atas pendapat yg bagi saya terlalu gegabah..

    lebih dan kurangnya saya mohon maaf..

    Wassalamu Alaikum Wr… Wb..

    • Bismillaahi washsholaatu wassalaamu ala Rosulillaah.
      Saudara yang saya hormati, kebenaran itu dinilai bukan menurut timbangan akal dan perasaan setiap manusia, sebab akan muncul jutaan pendapat yang berbeda. Biasakanlah kita selalu kembali kepada Al Qur’an dan Hadits2 shahih dalam setiap perselisihan yang terjadi. Dan tentunya yang lebih selamat adalah yang mengikuti qur’an sesuai penafsiran salaf (nabi, sahabat, tabiin) dan hadits/sunnah sebagaimana yang diamalkan oleh salaf. Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah adalah ulama panutan ummat, selalu berfatwa di atas ilmu yang shahih.
      Dan ajaran nabi dan sahabat tidak pernah mengenal istilah pembagian agama SYARIAT, HAKEKAT, THARIKAT, MARIFAT.
      Wassalaam
      Baarakallaahu fiykum

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s