15 Panduan Islam untuk Menjelajah Alam Jin

Oleh: Ust. Hasan Bishri, Lc. (Peruqyah Klinik Ghoib Senen)
Bismillah wash-Shalatu was-Salamu ‘Ala Rasulillah, Amma Ba’du

Mukaddimah

Alam jin adalah bagian dari alam ghaib, Alam yang tak tersentuh oleh panca indera manusia, karenanya perlu ada penjelasan yang akurat dari sumber terpercaya, yang bisa dijadikan rujukan oleh setiap muslim. Hingga tidak ada keraguan dalam meyakini keberadaannya yang merupakan bagian dari keimanan kepada yang ghaib (lihat QS. Al-Baqarah: 1-3).
Apalagi bila mencermati media massa –cetak atau elektronik- yang sangat gencar menyajikan informasi keghaiban tapi tidak disikapi secara Syari`at. Dan kalaupuan ada, terkadang tidak akurat bahkan melenceng dari aturan syari’at. Karena itu sudah seharusnya kita menjauhi media massa yang berbau mistik dan klenik yang tidak sesuai syari`at. Sebab tayangan seperti itu bisa mejadikan pemirsanya penakut dan paranoid, atau percaya pada mitos dan takhayyul, yang belum tentu benar.
Berikut ini beberapa prinsip Islam yang harus di ketahui agar saat kita menerima informasi tentang dunia jin, tidak melahirkan keyakinan yang salah dan menyimpang.

Prinsip Islam dalam Menjelajah Alam Jin:
1. Ikuti panduan Al-Qur’an dan as-Sunnah, jangan cari referensi sembarangan untuk menjelajah alam Jin agar tidak tersesat di jalan. Setiap informasi tentang alam Jin yang tidak bersumber dari keduanya harus kita tolak, apalagi info itu bertentangan dengan keduanya.
Kita tidak boleh mendahului ketentuan al-Qur’an dan as-Sunnah atau berseberangan dengan keduanya. Allah berfirman dalam al-Qur’an, “Wahai orang orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kalian kepada Allah sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. al-Hujurat: 1).

2. Jin punya misi hidup yang sama dengan manusia. Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. (QS. adz-Dzariat: 56).

3. Jin diciptakan dari percikan api yang sangat panas, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an. “Dan dia (Allah) menciptakan jin dari percikan api neraka”. (QS. ar-Rahman:15).

4. Jin adalah ummat seperti halnya manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang mukmin dan ada yang kafir. Mereka bertingkat tingkat, seperti yang dijelaskan oleh Allah, “Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang sholeh dan di antara kami ada yang tidak demikian kami berbeda beda jalan hidup kami”. (QS. al-Jin:11).

5. Iblis adalah termasuk komunitas jin, karena ia membangkang perintah Allah maka disebut dengan Iblis. Ia bukanlah dari golongan malaikat. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah, “Dan ketika kami katakan kepada para malaikat bersujudlah kalian kepada Adam, maka bersujudlah mereka semua kecuali Iblis adalah dia dari golongan jin maka dia durhaka dari perintah tuhannya”. (QS. al-Kahfi: 50).

6. Jin bisa melihat wujud asli manusia sedangkan manusia tidak bisa melihat wujud asli jin, kecuali kalau dia menampakkan diri (berubah wujud). Seperti yang difirmankan Allah, “Sesungguhnya dia (Iblis) dan bangsanya bisa melihat kalian wahai manusia dan kalian tak bisa melihat mereka”. (QS. al-A’raf: 27).
Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar lolongan anjing atau ringkikan keledai di malam hari, maka berlindunglah kepada Allah. Karena mereka (hewan tersebut) melihat apa yang tidak bisa kalian lihat.” (HR. Abu Daud).

7. Syetan itu sifat. Syetan bukan sosok makhluk tersendiri, tapi hanyalah sifat dan sebutan bagi setiap pembangkang dari golongan jin dan manusia, dan sebagai musuh bagi setiap orang beriman. Terkadang Allah menyebut Iblis dalam al-Qur’an dengan sebutan syetan. Allah berfirman, “Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin”. (QS. al- An`am: 112).

8. Haram minta pertolongan kepada jin. Meminta pertolongan Jin atau kerjasama dengan mereka hukumnya haram, karena jin tidak akan pernah membantu manusia kecuali dengan imbalan. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya ada sekelompok laki laki dari manusia meminta pertolongan kepada laki laki dari kelompok jin maka bertambalah bagi mereka kesesatan”. (QS. al –Jin: 6).

9. Jaminan perlindungan dari Allah. Orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan syirik mereka mendapat jaminan perlindungan dari Allah dari kejahatan Jin. Al-Qur’an menyatakan, “Dan orang orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kesyirikan, mereka akan mendapatkan keselamatan dan mereka itulah oarang orang yang di beri petunjuk”. (QS. al-An`am: 82).

10. Gangguan jin itu mushibah. Orang mukmin yang terkena gangguan jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah, maka kita harus membantunya dan jangan mencibir atau mengucilkannya. Gangguan jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi, maka tak akan terjadi. Jika Dia menghendaki, maka terjadilah. “Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah.”. (QS. al-Baqarah: 102).

11. Kesurupan jin pada manusia itu benar adanya, bukan mitos atau takhayul. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim).

12. Gangguan jin pada manusia merupakan perbuatan zhalim. Gangguan jin terhadap manusia dengan masuk ke dalam jasadnya adalah tindakan zhalim yang harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi. Rasulullah bersabda, “Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi, para shahabat bertanya : ‘Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?’ Jawab Beliau, “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

13. Ruqyah syar’iyah solusi cerdas dan tepat serta aman. Jika kita atau orang lain diganggu Jin, obatilah dengan terapi ruqyah yang syar’iyah (sesuai tuntunan Rasulullah). Ruqyah syar’iyyah adalah terapi solutif yang tepat dan dijamin aman dari kesyirikan.
Alllah berpesan, “Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-A’raf: 200). ‘Aisyah ra. bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau bersabda: ”Obatilah ia dengan al-Qur’an”. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

14. Jihad dengan praktik Ruqyah syar’iyah. Terapi ruqyah syari`yyah adalah bagian dari jihad fi sabilillah, karena kita melawan para tukang sihir, para dukun sesat, serta melawan kejahatan musuh Allah, yaitu syetan atau jin zhalim. Maka jangan asal ruqyah, pastikan terapi ruqyah yang kita pilih adalah yang syar’iyah. Karena di luaran sana banyak praktik ruqyah syirik/ ruqyah syar’iyah gadungan. Mari kita dukung praktik ruqyah syar’iyah untuk mengikis bejibunnya praktik perdukunan yang marak di masyarakat.
Allah berfirman, “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”. (QS. an-Nisa’: 76).

15. Jin makhluk ghaib tapi tidak mengetahui segala keghaiban. Jin walaupun masuk dalam kategori makhluk ghaib, tapi tidak serta merta mereka tahu segala yang ghaib. Mereka punya keterbatasan seperti halnya manusia. Jin mengakui sendiri akan kelemahan dan keterbatasan mereka tersebut seperti yang diberitakan Allah dalam al-Qur’an. “Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka”.(QS. Al-Jin: 10).

Di ayat yang lain Allah menyatakan, “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, jin baru mengetahuinya. Kalau sekiranya mengetahui hal yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”. (QS. Saba’: 14).

Penutup
Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan jin dan syetan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media massa akhir-akhir ini. Karena jin dan syetan hanya bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya. Adanya Allah dan para malaikat-Nya, Surga dan neraka, kehidupan di alam barzakh, kebangkitan manusia di padang makhsyar adalah termasuk keghaiban yang tidak diketahui manusia atau jin, tapi harus dipercayai dan dijadikan sebagai pilar-pilar iman. Semua itu menjadi rahasia Allah dan Rasul yang telah diberi wahyu tentangnya.
Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan kita, yang termasuk kategori ghaib karena tidak bisa kita indra dengan panca indra. “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tiada suatu pun yang basah dan kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. al-An’am: 59).
Dalam ayat lain, Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk meberitahukan kepada umatnya tentang ketidaktahuannya seputar yang ghaib, “Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raf: 188).
Maka dari itu, janganlah berbicara tentang hal yang ghaib bila tanpa dasar yang valid dan autentik, yaitu Syari’at Islam, termasuk berbicara seputar kehidupan jin dan syetan agar keimanan pada yang ghaib dan aqidah kita tidak salah.

Wallahu A’lam.

Untuk Layanan Terapi Ruqyah yang Syar’iyah, kunjungi kami di:
Klinik Ghoib
Ruqyah Syar‘iyah & Bekam
Alamat:
Gedung UNAS Blok G 1. Jl. Kalilio 17-19, Senen-JakPus
Tlp. (021) 380 2239 / 7037 4645 Hp.0815 11311 554, 0813 8185 5656
Jam Praktik: Setiap Hari, Pukul: 08.30 – 16.00 WIB

68 thoughts on “15 Panduan Islam untuk Menjelajah Alam Jin

  1. orang menjelajah hutan misalnya, pasti tahu seluk beluk dan pasti bisa melihat alam sekitarnya. bukannya cuma meraba2 saja.

    jadi bagaimana kondisi alam gaib itu?

    • Apa anda tidak merasa cukup dengan penjelasan dari Al-Qur’an dan sunnah hingga anda katakan meraba-raba ? Rasulullah tidak pernah mengajarkan seseorang menelajah alam jin.
      namun jika anda katakan ingin menjelajah alam ghoib seperti alam kubur, tidak perlu khawatir anda dan seluruh makhuk hidup akan mengalaminya nanti, tinggal nunggu giliran saja

  2. Sedikit mengingatkan. Di bumi ini ada banyak agama & kpercayaan.Masing2 memiliki ptunjuk alam ghaib brdasarkan sumber dr kitabnya. Untuk umat islam agar hati2 & selektif sehingga tdk memahami jin & alam ghaib yg tdk bersumber dr Al Qur’an & Hadist

  3. Assalamu’alaikum ustad. Saya mau menanyakan mengenai telepati. Sejujurnya, saya tdk pernah belajar ilmu ghaib & tng dlm. Sejak kecil saya hanya membiasakan baca surat Al Fateha, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, doa tidur & doa untuk orang tua tiap pagi & mlm. Dengan malu saya katakan sampai saat ini shalat saya msh belum istiqomah pelaksanaannya.
    Singkatnya, 1 th lalu saya pernah berhadapan dengan para preman & oknum mengenai masalah yg bersifat massa (tdk disebutkan). Pd saat itu pernah ada dipikiran saya seperti disibukkan dengan perdebatan (kasus) & terkadang ditanya dengan kalimat-kalimat yg tidak ada maknanya, diantaranya saya disuruh jangan ikut campur, intervensi, dsb, namun tdk saya ikuti perintah tsb. Sebelumnya saya tdk pernah mengalami hal seperti itu maka saya coba menganalisa & akhirnya saya memperkirakan bahwa itu mungkin telepati yg dilakukan oleh seseorang.
    Pertanyaan:
    1. Apakah kalimat “dari bisikan jin & manusia” yg terdapat dlm surat An Nas itu serupa dengan telepati?
    2. Saya pernah baca artikel2 mengenai telepati, benarkah telepati itu ada yg ilmiah & ghaib?
    3. Apakah pd saat itu di dalam tubuh saya terdapat jin sehingga saya dapat menerima telepati?
    4. Permasalahan sdh selesai & berlalu lebih dr 1 th, namun akhir2 ini terkadang saya masih merasakan gejala telepati yg membahas diskusi umum bahkan ada ajakan disuruh mempelajari ilmu ghaib sambil dijelaskan cara-cara & manfaatnya, krn takut syirik saya tolak ajakan tsb. Apakah bisikan2 (telepati) tersebut berasal dari manusi atau jin?
    Sebenarnya masih ada pertanyaan lain, namun ini dulu yang saya tanyakan.
    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas waktu & ilmu pengetahuan (jawaban) yg akan ustad berikan. Wassalamu’alaikum wr wb.

    • 1. Apakah kalimat “dari bisikan jin & manusia” yg terdapat dlm surat An Nas itu serupa dengan telepati?
      telepati yang saya pahami dulu dari sudut pandang ilmu metafisika adalah kemampuan seseorang mengirimkan “daya kehendak” hingga orang yang kita tuju menuruti/mengetahui keinginan kita. pada level tinggi seseorang diyakini dapat bercakap-cakap dengan orang lain yang punya kemampuan serupa tanpa mengeluarkan suara.

      Sedangkan makna bisikan jin jahad (setan) adalah benar-benar setan tersebut berada dalam hati manusia yang akan membuat kita terkadang memiliki “niat” buruk sampai melakukan perbuatan dosa.

      2. Saya pernah baca artikel2 mengenai telepati, benarkah telepati itu ada yg ilmiah & ghaib?

      Segala keluarbiasaan yang bersifat ghoib yang dipelajari seperti telepati walau kadang dibumbui oleh klaim ilmiah tetap akan masuk ketagori sihir. Sebab jika memang ilmu telepati itu ada maka tentu rasulullah akan lebih dahulu mengirimkan telepati pada para sahabat hingga tidak perlu diperlukan lagi kurir pengantar surat/pesan untuk rasulullah.

      3. Apakah pd saat itu di dalam tubuh saya terdapat jin sehingga saya dapat menerima telepati

      anda yang dalam hatinya seperti disibukkan dengan perdebatan (kasus) & terkadang ditanya dengan kalimat-kalimat yg tidak ada maknanya, diantaranya disuruh jangan ikut campur, intervensi, dsb. bisa dikarenakan “kiriman” jin dari orang lain yang membuat kekacauan pada hati anda.

      Jika dikaji dari sisi psikologis dikarenakan adanya gangguan kognisi pada persepsi pada diri anda: seperti merasa mendengar (mempersepsikan) sesuatu bisikan yang menyuruh jaga ikut campur, intervensi, mengajak mempelajari ilmu ghoib dll. padahal orang di sekitarnya tidak mendengarnya dan suara tersebut sebenarnya tidak ada hanya muncul dari dalam diri individu sebagai bentuk kecemasan yang sangat berat diarasakan. Hal ini sering disebut halusinasi, penderita bisa mendengar sesuatu, melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

      4. Permasalahan sdh selesai & berlalu lebih dr 1 th, namun akhir2 ini terkadang saya masih merasakan gejala telepati yg membahas diskusi umum bahkan ada ajakan disuruh mempelajari ilmu ghaib sambil dijelaskan cara-cara & manfaatnya, krn takut syirik saya tolak ajakan tsb. Apakah bisikan2 (telepati) tersebut berasal dari manusi atau jin?

      Saya sarankan kepada anda untuk TIDAK lagi mengajak bicara/dialog dengan “suara” dihati anda, apalagi anda merasakan suara tersebut bukan merupakan bagian dari diri anda dari sudut pandang psikologi anda sudah mengalami split personalitiy (kepribadian ganda). Lebih baik anda diskusi dengan orang lain untuk menyelesikan masalah anda. ketika kita memikirkan sesuatu lalu berpendapat akan sangat berbeda dengan anda memikirkan sesatu lalu muncul suara yang berbicara. pendapat/solusi dari diri anda berupa ketetapan hati bukan bisikan suara.

      Perbanyak dizikir Istiqhfar sebab fadilah istiqhfar kita akan dimudahkan rizeki, dijauhkan dari balak atau musibah, jika ada masalah akan ada jalan keluar. amalkan surat Al-Mu’minuun ayat 97-98 untuk mencegah bisikan setan pada diri kita

  4. Assalamu’alaikum ustadz.
    Saya ingin menanyakan perihal:
    1. Kitab Al-Qaulul Mufid
    2. Fatawa ‘Aqidah Wa Arkanul Islam
    3. Majmu Fatawa
    kitab2 tersebut digunakan oleh siapa (aliran/kelompok)?
    Jika diijinkan saya mau bertanya-tanya melaui email ustadz untuk menimba ilmu dan mendapatkan penjelasan. Terimakasih saya ucapkan atas waktu dan jawaban yg akan diberikan.

  5. Walaikum salam wr wb.

    saudaraku nyimakaja atau simpatisanaja, dalam Islam tidak ada ajaran telepati, itu semua ulah jin kafir.

  6. Harus diperjelas dulu yg termasuk jin ini apa saja? Dari dimensi mana? Jangan semua makhluk halus nanti dibilang jin. Ada makhluk2 dari dimensi tinggi. tapi ada yg bilang kl malaikat termasuk jin juga:)) Udah ngaco kl gini main sama rata aja. Ilmu perlu diperdalam pengertiannya spy jangan ngaco2 apalagi langsung menyalahkan yg diluar pengetahuan yg dangkal itu, apalagi kl sampai merusak orang lain.. wow.. serasa jadi Tuhan di bumi ini..

    Kl yang tertulis cuma huruf “A” itu bukan berarti huruf B, C, D, E tidak ada apalagi kl blg huruf lain selain “A” itu salah. lol

    Mungkin yg tertulis sebatas “A” krn manusia2 waktu itu belum mampu untuk mengerti B dan seterusnya. Manusia2 jaman sekarang hrsnya lebih pintar & mempelajari lebih dalam darimanapun sumber belajarnya. Bukannya ada yg pnh blg: Belajarlah sampai ke negeri Cina??
    Berarti kita ga boleh jadi kodok dalam tempurung yg gamau terima & pelajari pengetahuan2 dari sumber2 lain.

    Semoga lebih terbuka pikirannya..:)

  7. Kpd Dan: berarti kita ga boleh menjadi kodok dalam tempurung yg gamau trima dan plajari pngetahua2 dr sumber lain.
    Untuk pengetahuan dunia spt iptek tdk mslh, tp tdk utk urusan yg berhubungan dgn akidah. Silahkan diplajari dulu mngenai akidah yg islami, perbedaan antara jin & malaikat yg sesuai dgn ptunjuk dr Al Quran & hadits.

  8. Apakah jin bisa membantu manusia,tapi bukan atas dasar kerjasama,tapi atas kehendak Allah.Sepeti di surah An Naml,in adalah termasuk tentara Nabi Sulaiman yang bisa diperintah.Tolong juga jelaskan tentara Allah di bumi dan di langit di surah Al Fath ayat 4 dan 7,apakah termasuk jin ini?. Balas.

  9. @ abu: sy mengetahui bhw jin dpt berbuat kbaikan & kburukan thdp manusia atas khendaknya sendiri, namun itu semua dpt terjadi dengan seijin Allah. Sy mengetahui hal tsb dr membaca berbagai artikel mengenai jin & alam ghaib yg dibahas oleh ustad2 di http://www.eramuslim.com http://www.asysyariah.com & situs2 islami lainnya. Mengenai tafsir qur’an sy bukan orang yg kompeten & berhak utk menjelaskannya, hal tsb kita serahkan pd ustad2.

  10. SALAM SANTUN DAN ISLAMI

    saya cuma ingin nambah masukan

    1.Tidak semua orang kesurupan itu dampak dari Jin
    2.Tidak semua perbuatan buruk itu bisikan setan
    3. Ngapain susah-susah mikin jin segala?

    saya termasuk heran dengan fenomena rukyah,kenapa apa-apa dianggap dari setan dan jin?

    Hanya Allah yang Mengetahui alam ini.Kita hanya mengimani.

    ini soal klasik yang tetap menjadi bagian dari MISTERI Allah akh…

    jadi, nggak perlu didramatisir segala

    bacalah AlQuran dengan niat ibadah, dan mengerti maknanya:::BIAR KITA MAJU. JADI NGGAK ORANG BARAT TERUS YANG MASUK ISLAM GARA2 MENEMUKAN PENELITIAN DI ALQURAN

    KAPAN GILIRAN KITA?YG PUNYA ALQURAN?
    JANGAN DIJADIKAN MANTERA MELULU DONG…

    KITA SEKARANG PERLU MASUK ISLAM SECARA BATINIAHNYA LOOO

  11. Nyimak aja, @ ngurusi keburukan diri sendiri adalah lebih penting, ketimbang selalu disasar pada makhluk Jin. Kasian lo, bisa jadi mereka sebenarnya malah g ta apa-apa.Jangn suudon terus sama makhluk Allah itu.Salam hangat

    Simpatisanaja,@@
    ingat kembali masa sebelumnya
    1.Apa anda pernah baca2 ttg hal ghaib? atau suka mendengarnya?
    2. Apa pernah melakoni hal2 mistik??

    saya kira Anda tersugesti saja pada pengalaman tertentu sebelumnya, YANG BAGI ANDA SANGAT KENTAL DAN ASYIK,BAHKAN SEREM!

    Bisikan itu berasal dari dugaan2 Anda..
    sangkaan2 Anda…

    keragu-raguan Anda…

    PERIKSA KEMBALI ISI PENGALAMAN MASA LALU ANDA
    TEMUKAN KORELASINE.SALAM

    MAAF, SAMA PEMILIK BLOG.KADANG SAYA KASIAN SAMA SAHABAT2 YG DIKLAIM KEJINAN DAN SEJENISNYA

    SAYA TERMASUK SALAH SATUNYA.MENGALAMI HAL TIDAK ENAK TERKAIT BISIKAN.PADAHAL,BISA DILACAK DR PENGALAMAN YANG DULU2

    SALAM ..

  12. @ Tomie> apa yg anda ketahui tentang ruqyah yg (syar’i & musyrik). Jika kepanjangan utk menjelaskannya silahkan lampirkan bahan/sumber pengetahuan anda mengenai ruqyah pd saya. Saya niatkan untuk menambah wawasan.

  13. @ Tomie> Satu pertanyaan untuk anda. Tahukah anda mengenai Khorin yg menyertai manusia, termasuk Rasulullah saw?

  14. Sebelumnya saya mohon maaf pada pengelola blog ini, karena saya turut menjawab pertanyaan2 yg ada. Saya berniat turut berdakwah dengan kemampuan saya yg masih terbatas & mohon evaluasinya apabila terdapat keterangan2 dari saya yang keliru.
    Banyak manfaat yg saya dapat dari blog ini, selain untuk menambah wawasan yaitu sebagai ajang latihan berdakwah dengan tulisan.

    • Subhanallah saudaraku, kontribusi anda sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi dukungan anda, saya sungguh kesulitan untuk menjawab semua pertanyaan yang ada setelah 1 bulan saya tinggal pergi ke “desa”, saya hanya bisa mengontrol tanggapan yang masuk dan saya approve lewat internet melalui handphone, sekarang saya masih mencoba menyicil semua tanggapan dan pertanyaan yang masuk diblog ini…

  15. @ tomie>
    “2. Tidak semua perbuatan buruk itu bisikan setan
    3. Ngapain susah2 mikirin jin segala”.

    Penjelasan saya atas masukan anda
    2. Coba anda cari tau tugas khorin yg Allah ciptakan untuk manusia, insya Allah nanti anda tau jawabannya
    3. Setan itu musuh yg nyata bagi manusia. Kalau setan dari golongan manusia mungkin sudah kita “ketahui” cara2 mereka dalam menyesatkan manusia, namun cara2 setan dari golongan jin masih agak “awam” kita ketahui. Oleh karena itu pengetahuan mengenai cara2 setan (dari golongan jin) perlu kita ketahui agar tidak terjebak oleh tipu muslihatnya.

  16. salam hangat semuanya,jg pemilik blog,mas perdana
    salam maaf bg mas perdana nimbrung
    sebelumnya saya bersandar pada hadist nabi sebeumnya.

     Dari Abu Umamah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, Aku dapat menjamin sebuah rumah di kebun surga untuk orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar. Dan (menjamin sebuah rumah) di pertengahan surga bagi orang yang tidak berdusta meskipun bergurau. Dan (menjamin sebuah rumah) di bagian yang tinggi dari surga bagi orang yang baik budi pekertinya’. ” Hasan: Ash-Shahihah (273)

    Dari Haritsah bin Wahb, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak akan masuk surga, orang yang berjalan dengan angkuh dan berhati keras’.” Shahih: Al Misykah (5080

     Dari Auf bin Malik, dia berkata: Pada Masa Jahiliyah kami pernah melakukan rukyah (bacaan yang tidak syar’i), kemudian kami bertanya, “Wahai Rasulullah SAW,! Bagaimana pendapatmu tentang hal itu?” beliau bersabda, “singgkirkanlah rukyah kalian dariku, dan tidak mengapa rugyah yang didalamnya tidak mengandung syirik.” (Shahih: Muslim), Ash-Shahihah, 1066

    “Ambillah. Banyak orang yang makan penghasilan dari rukyah yang batil dan menyesatkan, namun kamu telah makan penghasilan dari hasil rukyah yang haq.” (Shahih), Ash-Shahihah, 2027

    sy tak jawab scr khusus ttg jin yg dimaksud.Tetapi,Jin juga senang dg bacaan AlQuran::

    Dari Abdullah bin Mas’ud RA tentang ayat yang berbunyi: “Para jin yang mereka (manusia) seru itu, mereka (jin) mencari jalan kepada Tuhan mereka. (Qs. AI Israa'(17): 57) Abdullah bin Mas’ud berkata, “Konon ada beberapa orang yang menyembah jin. Tak lama kemudian, jin yang mereka sembah itu masuk Islam, tetapi mereka tetap saja menyembah jin-jin tersebut. Akhirnya turunlah ayat, Para jin yang mereka (manusia) seru itu, mereka (jin) sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka. (Muslim: 8/442)

    pada visi mas perdana,sebenarnya sy sepakat aja,tetapi caranya jangan sambar-menyambar. Bukankah kita ini bodoh dalam hal kegaiban??

    salam hangat

  17. sebagai tambahan
    kita ini bukan hanya dr perkara kesurupan setan atau jin saja yg mesti berhati-hati

    yang paling berbahaya ketika kita kesurupan makhluk cerdas bernama manusia.

    nah,saya tutp dg doa nabi dalam hadist::
    Dari Abu Musa Al Asy’ari RA dari Nabi Muhammad SAW, bahwasanya beliau pernah berdoa sebagai berikut, “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan, dan perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku, kemalasanku, dan ketidaksengajaanku serta kesengajaanku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosa yang mendatang, dosa yang aku samarkan, dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku, Engkaulah yang mengajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan, serta Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” {Muslim 8/81}

    wassalam

  18. Kutipan dari artikel diatas:

    11. ..Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim).

    Bro, hadist-nya menjelaskan tentang “syaitan” yg mengalir melalui aliran darah, bukan “jin” yg mengalir melalui aliran darah.

    jadi gak ada keterangan bahwa “jin” bisa masuk ke tubuh manusia. yg ada adalah “syaitan” yg mengalir melalui aliran darah.

    Bro sendiri sudah menjelaskan di no. 7:

    7. Syetan itu sifat. Syetan bukan sosok makhluk tersendiri, tapi hanyalah sifat dan sebutan bagi setiap pembangkang dari golongan jin dan manusia.

    Berarti dalam darah manusia ada “sifat syaitan” (bukan jin) dong…. ???

    • Assalamu’alaikum wr wb.

      @ Murid: Salam Kenal :)
      Awalnya diblog ini saya hanya menyimak & Alhamdulillah saya dapat mengerti dgn apa yg dijelaskan pd blog ini (belum semuanya). Sejujurnya (bukan bercanda), tingkat pengetahuan agama saya jika diukur mungkin masih setingkat SD (blm lulus).

      Seiring berjalannya waktu, saya banyak baca pertanyaan dr tmn2 yg (Insya Allah) sudah saya fahami penjelasannya & oleh krn itu saya terdorong untuk menjelaskan kembali dengan bahasa saya yg mungkin lbh bs dimengerti.

      1. (Syetan itu ada pada golongan manusia & jin). Saya rangkai lagi dengan kalimat lainnya agar mudah dimengerti, yaitu (manusia & jin disebut syaitan, jika memiliki sifat & perilaku syetan).
      Saya memohon dengan sangat pada anda jangan bertanya lagi mengenai “sifat & perilaku syetan itu seperti apa?”

      2. Pada hadits “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim).

      Dari keterangan nmr 1 & 2, pilih jawab di bawah ini yg menurut anda benar:

      A) Syetan yg dimaksud pada hadits tsb adalah syetan dari golongan jin
      B) Syetan yg dimaksud pada hadits tsb adalah syetan dari golongan manusia
      C) Syetan yg dimaksud pada hadits tsb adalah syetan dari golongan manusia & jin.
      D) Jawaban A, B, dan C salah semua. Jelaskan!

      • Dari pertanyaan anda saja, jawaban orang bisa berbeda sesuai pemahamannya.
        pemahaman seseorang sesuai dgn kadar ilmu/teori dan pengalaman masing2.

        kalau milih A, apa buktinya?, begitu jg B, C, D…
        padahal kita tidak melihat jin dan pemahaman dari hadist itu saja sudah berbeda2. jadi, apa garansi bahwa pendapat kita yg paling benar?

      • Dalam mentafsirkan Al-Qur’an dan Hadits memang tidak sembarangan, harus menguasai beberapa di siplin ilmu diantaranaya yang masih saya ingat adalah harus bisa/mengerti bahasa arab (bahasa Al-Quran) karena di dalam Al-Quran dan Hadits terdapat kata dan kalimat-kalimat yang maknanya jelas dan tersirat.
        Contoh: dalam Al-Quran terdapat kata-kata “tangan Tuhan”. Itu bukan berarti tangan seperti kita “manusia” miliki (untuk memegang benda) tapi maksudnya adalah KEKUASAAN ALLAH.

        Pada hadits “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim).

        Untuk memastikan kalimat pada hadits tersebut terkandung makna yang tersirat atau tidak lebih baik kita tanyakan pada Ahli Hadits atau orang yang berhak menjelaskan (memiliki disiplin ilmunya).

        Dari yang saya ketahui makna hadits tersebut jelas (tidak ada makna yang tersirat seperti yang saya contohkan di atas). Wallahu A’lam.

        Menanggapi jawaban anda:

        “kalau milih A, apa buktinya?, begitu jg B, C, D…
        padahal kita tidak melihat jin”.
        > Apakah anda harus dapat melihat dulu jin yang mengalir melalui darah baru anda mempercayai Hadits tersebut?
        atukah pernah terpikir pula anda harus dapat melihat Allah SWT dulu baru percaya dengan keberadaan Allah?

        Saya jadi teringat dengan Hadits yang menyeru kita untuk Berlindung pada Allah dari bisikan Syaitan.

        Sabda Rasulullah saw :
        Bisa saja syaitan datang diantara kalian dan membisikkan : siapa yg mencipta ini?, siapa yg mencipta itu?, hingga syaitan berkata : siapa yg mencipta Tuhan Mu?. Jika sampai pada hal itu maka berlindunglah (Ta;awwudz) pada Allah, dan hentikan pemikiran itu” (Shahih Bukhari).

        Melanjuti jawaban anda
        “pemahaman dari hadist itu saja sudah berbeda2. jadi, apa garansi bahwa pendapat kita yg paling benar?”

        > Tolong jelaskan pemahaman anda mengenai hadits yang dimaksud, agar saya dapat mengetahui perbedaannya.

        n/b: Kita tidak bicara siapa yang paling benar tapi kita berdiskusi untuk sama-sama mencari ridho Allah SWT.

      • Salah satu bentuk bisikan syetan yg saya ketahui adalah, bisikannya bisa menyelinap dalam bentuk pemikiran kita sendiri, contohnya:
        1. Seperti tertulis pada hadits di atas
        2. Terpikir (berniat) untuk mencuri, dll yg sudah jelas dilarang oleh agama.
        Ini adalah contoh umum yg terkadang tidak kita sadari bahwa itu berasal dari bisikan syetan.

    • Sekedar informasi:
      Saya pernah baca dari sebuah artikel, kurang lebih isinya seperti ini: “Para ulama pada umumnya mengimani hakekat jin yg dapat memasuki tubuh manusia, namun hanya satu kelompok yaitu JOL (Jaringan Orang Liberal) yg tidak meyakininya. Penyebabnya adalah dalam menafsirkan Al Qur’an & Hadits, mereka (JOL) lebih mendahulukan rasio dari pada iman. Wallahu A’lam.

    • “Salah satu bentuk bisikan syetan yg saya ketahui adalah, bisikannya bisa menyelinap dalam bentuk pemikiran kita sendiri, contohnya:
      1. Seperti tertulis pada hadits di atas
      2. Terpikir (berniat) untuk mencuri, dll yg sudah jelas dilarang oleh agama.
      Ini adalah contoh umum yg terkadang tidak kita sadari bahwa itu berasal dari bisikan syetan.”

      Nah… contoh diatas klop dengan hadist yg saya tanyakan.

      siiip….matur suwun.

  19. Kutipan artikel:
    15. Jin makhluk ghaib tapi tidak mengetahui segala keghaiban.

    Ada yg bisa share referensi ttg definisi “Ghaib” & referensi tentang jin adalah tergolong makhluk ghaib?

    matur suwun

    • Saya pernah baca artikel mengenai hal tersebut tp tdk saya save. Insya Allah next time saya kabarkan. Yg masih saya ingat kurang-lbh adalah: Kiamat termasuk salah satu perkara ghaib.

      • Sabar ya mas, Insya Allah saya kirimkan artikel lainnya mengenai hal tersebut, untuk sama-sama menambah wawasan kita, amin.

  20. @ tomie: tolong jelaskan & beri contohnya dong maksud dari “kesurupan mahluk cerdas bernama manusia” ? Terus terang saya blm ngerti.

    • Maaf saya sering on line dgn hp & tampilan mobile, menu “balas” tdk tampil. Ternyata hrs pakai tampilan “full site” :)

  21. wah,kok asyik obrolane bung Nyimak,hehe
    salam bung Murid..

    pada zaman Hujjatul Islam,debat perkara setan dan jin adalah hal biasa dikalangan ulama.Bahkan,bg alghazali sudah berlebihan.Sbb,debat tsbt malah buat para ulama melupakan soal-soal urusan keumatan

    maka,beliau meminta tidak perlu diteruskan,krn itu urusan Allah belaka pengetahuan tentang mereka.Kemudian beliau menengahi gn:TIDAK PERLU RIBUT TENTANG HAKEKAT SETAN DAN KEGAIBAN DLL. Jika dalam hatimu, tersimpan amarah,demdam,kebencian,iri hati dan dengki,MAKA cepat2lah melakukan penyucian diri kalian dari sifat-sifat tersebut.

    Karena itulah setan yang sebenarnya.

    KESURUPAN MANUSIA? hehehe
    KULTUS merupakan bagian dr kesurupan manusia
    fanatik hg berlebihan pd pemikiran seseorang yg dianggap berilmu hg menciptakan permusuhan dan fitnah pd sesama.INI YANG DIMAKSUD KESURUPAN MANUSIA

    YANG MELUPAKAN KITA DARI AKHLAK DAN WELAS ASIH ALLAH SWT.Bikin kita brutal,baik dr sifat,sikap,kata-kata,maupun apa yang TERPENDAM DAN BERGOLAK DALAM DADA.

    Saya rasa,semua sudah terjawab dari penjelasan Alghazali ini. Lebih lanjut dan detil,silahkan baca dalam kitab beliau “Al-Ajaib al Qulb”

    • O… itu maksudnya makna dan contoh dari KESURUPAN MANUSIA. Makasih atas penjelasannya :)

      Saya setuju dengan JANGAN FANATIK BERLEBIHAN, apalagi fanatiknya tanpa dasar (sandaran ilmu; referensi;dalil) yang jelas.

    • Saya belum baca buku karya Imam Ghazali tersebut, namun mengenai perdebatan jin dan alam gaib saya pernah baca juga dari sumber yang berbeda.

      Intinya kita menghindari pembicaraan mengenai jin & alam gaib yg tanpa dasar/tidak dari sumber yg valid. Selain itu saya melihat pembahasan mengenai jin & alam gaib yg kita bicarakan pada artikel ini masih dalam pembahasan yg umum/dasar dan dari sumber yang jelas (Al Qur’an & Hadits).

      Secara pribadi saya melihat (tanya-jawab/komentar) kita ini masih sebagai diskusi, entahlah kalau teman2 melihatnya sebagai perdebatan.

  22. s7 bung tomie.
    Pemahaman orang bisa berbeda2. bahkan pada diri sendiri tiap saat berbeda.
    jadi menghakimi pemahaman orang lain, sama saja merasa pemahamannya saat itu adalah yg paling benar.
    nah…itu kali yg namanya setan….

  23. @ Murid> Ini artikelnya mengenai Jin, Semoga dapat menambah wawasan dan pemahaman yang baru mengenai Eksistensi Jin, amin.

    EKSISTENSI JIN

    Oleh
    Ustadz Abu Nida`Chomsaha Sofwan

    KEBERADAAN JIN
    Jin termasuk perkara ghaib yang wajib kita imani keberadaannya, karena dalil-dalil Al Qur`an dan As Sunnah telah menjelaskannya. Ini termasuk di antara asas akidah Islam, yaitu beriman kepada perkara ghaib. Bahwa beriman kepada yang ghaib merupakan salah satu sifat orang-orang yang bertakwa, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
    “Alif laam miim. Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”. [Al Baqarah : 1-3].

    Perkara ghaib, sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Mas‘ud, ialah seluruh perkara yang ghaib yang telah diberitakan Allah dan RasulNya kepada kita. Begitu pula dengan keberadaan jin, bahwa Allah dan RasulNya telah mengabarkan melalui Al Qur`an ataupun hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    1). Dari Al Qur`an, di antaranya:

    “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur`an”. [Al Ahqaf : 29].

    “Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini”. [Al An‘am : 130]

    “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur`an), lalu mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur`an yang menakjubkan’” [Al Jin : 1].

    “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”.[Al Jin : 6]

    2). Dari As Sunnah, di antaranya :
    Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Pada suatu malam, kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kami kehilangan dirinya. Maka kami pun mencari-cari Beliau di lembah-lembah dan di jalan-jalan di gunung (namun tidak menemukan Beliau), sehingga kami berkata,’Beliau dibawa terbang jin, atau Beliau telah dibunuh secara rahasia’. Maka kami melewati malam itu sebagai sejelek-jelek malam yang dialami suatu kaum. Tatkala datang pagi, tiba-tiba Beliau muncul dari arah gua Hira’. Maka kami berkata,’Wahai, Rasulullah! (Semalam) kami kehilangan dirimu, lalu kami mencari-carimu, tetapi tidak menemukanmu, maka kami melewati malam itu sebagai sejelek-jelek malam yang dialami suatu kaum’. Beliau berkata,‘Seorang utusan jin mendatangiku, maka aku pun pergi bersamanya (mendatangi para jin), lalu aku membacakan Al Qur`an kepada mereka’.” Ibnu Mas‘ud berkata,”Lalu Beliau mengajak kami dan memperlihatkan kepada kami bekas mereka (jin) dan bekas api mereka.”
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Tidak ada satupun dari segolongan kaum muslimin yang berpendapat lain dalam masalah eksistensi jin, dan tidak pula dalam masalah bahwa Allah telah mengutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka. Mayoritas kaum kafir juga telah mengakui eksistensi mereka. Adapun ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, mereka menetapkan keberadaan jin sebagaimana kaum muslimin menetapkannya, meskipun di antara mereka ada yang mengingkarinya, sebagaimana di antara kaum muslimin (juga) ada yang mengingkarinya … seperti Jahmiyah dan Mu‘tazilah. Namun sebagaian besar golongan dan para imam mereka menetapkannya. Hal itu, karena keberadaan jin telah mutawatir disebutkan dalam berita-berita para nabi dengan sifat mutawatir yang dimaklumi secara dharuri. Dan telah dimaklumi secara dharuri, bahwa mereka (para jin) hidup dan berakal, melakukan perbuatan dengan kehendak mereka, dan bahkan mereka (juga) diperintah dan dilarang. Mereka bukanlah sifat-sifat atau gejala-gejala yang menimpa pada manusia atau selainnya, sebagaimana yang dinyatakan oleh para mulhid (atheis). Karena masalah jin ini telah mutawir beritanya dari para nabi dengan sifat mutawatir yang telah dikenal oleh orang awam maupun khas, maka tidak mungkin satu pun golongan yang menisbatkan diri kepada para rasul yang mulia untuk mengingkari keberadaan jin”. [Majmu‘ Fatawa, XIX:13].

    ALAM JIN ADALAH ALAM YANG TERSENDIRI
    Alam jin merupakan alam tersendiri, yang bukan alam manusia dan bukan pula alam malaikat. Dari bentuk fisiknya, pandangan mata manusia tak mampu melihatnya. Itulah sebabnya mereka dinamakan jin, dikarenakan ketertutupan (ijtinan) fisiknya dari pandangan mata manusia. Di dalam Al Qur`an, Allah berfirman, yang artinya : …… Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka…… . [Al A‘raf : 27].

    Meski antara manusia dan jin berbeda alam, tetapi antara jin dan manusia terdapat titik persamaan, yaitu memiliki sifat berakal dan berpikir, mempunyai kemampuan yang sama untuk memilih jalan yang baik dan jalan yang buruk. Meski terdapat sifat yang sama, tetapi dalam banyak hal, jin juga memiliki perbedaan dengan manusia. Dan yang terpenting ialah dalam masalah asal penciptaannya.

    Allah Azza wa Jalla mengabarkan, jin diciptakan dari api, yang artinya : Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. [Al Hijr : 27]

    “Dia menciptakan jin dari nyala api”. [Ar Rahman : 15]

    Ibnu Katsir menyebutkan, bahwa Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, dan Al Hasan Al Bashri serta yang lainnya menafsirkan kalimat “min marij min nar” dalam ayat di atas sebagai “bagian ujung dari lidah api”. Dalam riwayat lain disebutkan “dari bagian inti api”.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Malaikat diciptakan dari cahaya, Jan (nenek moyang jin) diciptakan dari nyala api, dan Adam (nenek moyang manusia) diciptakan dari apa yang telah disebutkan (dalam Al Qur`an) kepada kalian”.

    KEMAMPUAN-KEMAMPUAN YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA JIN
    Allah telah memberikan kepada jin kemampuan-kemampuan yang tidak diberikan kepada manusia. Sebagian kemampuan tersebut di antaranya ialah:

    a). Mampu bergerak dan berpindah dengan sangat cepat.
    ‘Ifrit dari golongan jin pernah berjanji kepada Nabi Sulaiman Alaihissallam untuk menghadirkan singgasana Ratu Saba di Yaman ke Baitul Maqdis hanya dalam waktu seseorang berdiri dari duduknya; sebelum mata berkedip. Dalam Al Qur`an Allah berfirman, yang artinya : Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata: “Ini termasuk karunia Rabb-ku…… ”. [An Naml : 39-40].

    b). Mendahului manusia dalam mencapai ruang angkasa.
    Sudah sejak lama jin mampu naik ke tempat-tempat di langit dunia, lalu di sana mereka mencuri dengar berita-berita langit untuk mengetahui peristiwa sebelum terjadinya. Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, maka langit diperketat penjagaannya. Allah berfirman, yang artinya : Dan sesungguhnya kami (para jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). [Al Jin:8-9].

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan cara mereka mencuri dengar berita-berita langit.

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Apabila Allah menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya karena patuh kepada firmanNya, seolah-olah firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu, sehingga memekakkan mereka. Tatkala hati mereka telah hilang dari rasa takut, mereka bertanya,’Apa yang baru saja difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab,’(Perkataan) yang benar, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar’. Ketika itulah, (jin-jin) pencuri berita (wahyu) itu mendengarnya. Keadaan mereka seperti ini. Sebagian mereka bertumpu di atas sebagian yang lain -Sufyan bin Uyainah (salah seorang perawi hadits ini) menggambarkannya dengan telapak tangannya, ia merenggangkannya dan membuka jari-jemarinya-. Maka ketika (jin-jin) pencuri berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, mereka lalu menyampaikannya kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi, kadangkala para pencuri berita itu terkena syihab (panah-panah api) sebelum sempat menyampaikan berita yang disadapnya itu. Dan kadangkala mereka sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab. Lalu dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal melakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal berkata),’Bukankah dia telah memberitahukan kepada kita, bahwa pada hari anu akan terjadi peristiwa anu (dan itu benar-benar terjadi)?’ Sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari langit”.

    c). Pengetahuan jin tentang teknologi.
    Allah mengabarkan bahwa Dia telah menundukkan bangsa jin untuk Nabi Sulaiman Alaihissallam. Bangsa jin banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk beliau yang menuntut kemampuan, kepandaian dan kemahiran atau keahlian. Allah berfirman, yang artinya : Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaanya) dengan izin Rabb-nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami membuatnya merasakan azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). [Saba` : 12-13].

    d). Kemampuan untuk beralih rupa atau bentuk.
    Jin memiliki kemampuan beralih rupa atau bentuk, ke bentuk manusia dan hewan. Mereka pernah mendatangi kaum musyrikin dalam wujud Suraqah bin Malik untuk menjanjikan kemenangan bagi mereka. Demikian pula, sejumlah sahabat, di antaranya Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, pernah didatangi mereka dalam wujud orang tua yang ingin mencuri zakat yang sedang dijaganya. Mereka dapat beralih rupa menjadi unta, keledai, sapi, anjing atau kucing. Seringnya mereka berubah bentuk menjadi anjing hitam dan kucing. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, bahwa lewatnya anjing hitam di depan orang yang shalat memutuskan shalat orang itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebabnya :

    “Karena anjing hitam itu setan”.

    Jin sering berubah menjadi hewan, lalu menampakkan diri kepada manusia. Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh ular yang muncul di dalam rumah, sebab dikhawatirkan itu merupakan jelmaan jin yang telah masuk Islam. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Sa ‘id Al Khudri, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat satu dari mereka, maka mintalah kepada mereka untuk keluar (dalam jangka waktu) tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia itu setan”.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecualikan untuk ular tertentu. Dari Abu Lubabah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Janganlah kalian (langsung) membunuh ular (di dalam rumah), kecuali setiap ular yang terpotong (pendek) ekornya dan memiliki dua garis di punggungnya, karena ular jenis ini dapat menggugurkan kandungan dan membutakan mata. Maka bunuhlah ia”.

    e). Setan mengalir dalam tubuh Bani Adam sebagaimana mengalirnya darah di urat nadi.
    Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, dari Anas, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia sebagaimana mengalirnya darah”.

    KELEMAHAN DAN KETIDAKMAMPUAN JIN
    Sebagaimana halnya manusia, jin juga memiliki kekuatan dan kelemahan. Sebagian di antara kelemahan jin yang disebutkan Allah dan RasulNya ialah :

    a). Jin tidak memiliki kemampuan untuk menundukkan hamba-hamba Allah yang shalih.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberikan kemampuan kepada setan untuk menguasai manusia dan memaksakan kepada mereka kesesatan dan kekafiran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu (setan) tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabb-mu sebagai Penjaga. [Al Isra` : 65].

    “Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu”. [Saba` : 21].

    Artinya, setan tidak mempunyai jalan untuk menguasai manusia, baik dari sisi hujjah maupun dari sisi kemampuan. Kenyataan ini telah diakui sendiri oleh setan.

    “Iblis berkata: “Ya, Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka (manusia) memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. [Al Hijr : 39-40].

    Adapun yang mampu mereka kuasai hanyalah hamba-hamba yang rela dengan pemikiran setan, mengikutinya dengan penuh kerelaan dan ketaatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu (setan) terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. [Al Hijr : 42].

    “Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka membuat maksiat dengan sungguh-sungguh”. [Maryam : 83].

    b). Setan takut dan lari dari sebagian hamba Allah.
    Jika Islam telah tertancap kuat pada seorang hamba, iman telah tegak di dalam hatinya, dan dia senantiasa menjaga batasan-batasan yang telah digariskan Allah, maka setan akan menjauh dan lari darinya. Sebagaimana Rasulullah bersabda kepada Umar bin Al Khaththab: “Sesungguhnya setan takut kepadamu, wahai Umar”. [HR At Tirmidzi, no. 2913].

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda tentang Umar: “Sesungguhnya aku telah benar-benar melihat bahwa setan dari kalangan jin dan manusia benar-benar lari dari Umar”. [HR At Tirmidzi, no. 2914].

    c). Jin ditundukkan untuk Nabi Sulaiman Alaihissallam.
    Allah telah menundukkan sebagian golongan jin dan setan untuk Nabi Sulaiman Alaihissallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : Kemudian kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dia kehendaki, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu. [Shad : 36-38].

    Semua itu sebagai wujud dikabulkannya doa Nabi Sulaiman :

    “Ia berkata: “Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku”. [Shad : 35].

    d). Jin tidak mampu menciptakan mukjizat.
    Jin tidak mampu berbuat sesuatu yang setara dengan mukjizat yang dibawa oleh para rasul untuk menunjukkan kebenaran risalah yang mereka bawa. Tatkala sebagian orang-orang kafir menilai bahwa Al Qur’an merupakan buatan setan, maka Allah berfirman, yang artinya : Dan Al Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Qur`an itu, dan mereka pun tidak akan mampu. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar Al Qur`an itu. [Asy Syuara’ : 210-212].

    e). Jin tidak bisa menyerupai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi seseorang.
    Di dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda :

    “Barangsiapa melihatku dalam mimpinya, maka sungguh dia telah melihatku (bukan setan yang menyerupaiku), karena sesungguhnya setan tidak mampu menyerupai diriku”.

    Zhahir dari hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna menunjukkan, bahwa setan tidak mampu meniru bentuk dan rupa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun tidak berarti ia tidak mampu meniru bentuk dan rupa orang selain Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengaku sebagai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, seseorang yang bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak boleh memastikan bahwa dia benar-benar telah bermimpi melihat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdalil dengan hadits-hadits tersebut, kecuali orang yang dilihatnya dalam mimpi itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan ciri-ciri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan dalam kitab-kitab hadits.

    f). Jin tidak mampu menembus batasan-batasan tertentu di ruang angkasa.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga, maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya). [Ar Rahman : 34-35].

    g). Jin tidak mampu membuka pintu yang ditutup dengan membaca bismillah.
    Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Jika gelapnya malam telah merayap datang atau waktu senja telah datang, maka tahanlah anak-anak kecil kalian, karena para setan mulai menyebar pada waktu itu. Dan jika telah berlalu satu waktu dari malam, maka lepaskanlah mereka. Dan tutuplah pintu-pintu dengan menyebut nama Allah, karena setan tidak mampu membuka pintu yang ditutup”.

    Demikian penjelasan singkat tentang jin, yang keberadaannya harus kita imani sebagai makhluk ghaib yang diciptakan Allah Azza wa Jalla. Sebagai makhluk, maka setiap perbuatan yang dilakukan oleh jin, pasti sepengetahuan dan atas izin Allah Azza wa Jalla .

    Maraji’:
    ‘Alam Al Jin Wa Asy Syayathin, oleh Syaikh Al Asyqar.

    [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04//Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

  24. salam bung nyimak
    saya menganggapnya sedang sharing dan debat,hehehe

    mengenai referensi,saya rasa, inti ato maksudnya sama saja menurut saya.

    jin tetap GAIB
    kita sedikit saja mengetahuinya

    menurut saya,semakin kita menperdebatkan,akan makin runyam,hehe
    kita tahu,perdebatan macam ini sudah lama sekalian,ratusan tahun bahkan lebih lagi…

    hasilnya? tetap NOL,hehe
    jadi bagi saya,itu adalah wilayah keimanan

    saya setuju mengenai rukyah.Namun, tidak perlu panjang lebar dijelaskan.AKAN TETAP BEGITU2 SJ. MUTER2 G SELESAI

    saya sangat respin dg mas PA.
    Tetapi,tidak perlu terlalu,apalagi sampai mengklailm yang di sana yang disini, ada jinnya.TIDAK PERLU menurut saya

    sebab,saya pun YAKIN, mas PA
    sama saja dg kita, TIDAK PAHAM APA2 TTG JIN

    tidak 1 pun bs buktikan apakah TM/TD itu dr jin apa nggak…

    allah ya`lam…

    saya kagum sama Alghazali
    kalo dalam jiwamu tercetus amarah/emosian,demdam, benci, iri hati dll..

    ya itulah yg kita cari,dan segeralah menyucikannya

    saya kira begitu

    salam bung PA
    saya respon untuk semangat anda.
    barangkali perdebatan di zaman beliau (algazali) perlu dijadikan referensi ttg [perdebatan alam halus ini,shg banyak hikmah.

    akhlak bagi saya yang penting
    di zaman nabi,akhlaklah yang bikin manusia bergetar atas keagungan islam.wallahu a`lam

    semoga kita selalu dalam lindungan welas asih-Nya.Amin

    terima kasih bung nyimak,referensine
    jg bung murid obrolane,sip :)

    • MENYIKAPI MASALAH RUQYAH

      Salah Faham?

      Dari beberapa tanggapan yang diberikan mengenai ruqyah (khusus ruqyah) saya melihat seperti ada kesalah fahaman. Ada beberapa komentator yang sepertinya memahami ruqyah sebagai “sebuah ilmu yang diajarkan dan terkait dengan perguruan ilmu beladiri tertentu (TD/TM)”.

      Diantara penyebab hal tersebut bisa terjadi karena tidak mengetahui “apa itu As-Sunnah/Hadits”.

      Ruqyah itu merupakan “salah satu” contoh SOLUSI yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw dari berbagai permasalahan hidup umatnya. Pada hadits-hadits yang berhubungan dengan ruqyah memberikan contoh solusi untuk masalah-masalah penyakit diantaranya, karena sengatan kalajengking, gangguan jin kafir, dll. Jadi, untuk orang Islam doa-doa Ruqyah itu bersifat umum untuk digunakan.

  25. sori ada kesalahan,hehe
    pada poin:
    saya menganggapnya sharing dan bukan debat

    karena debat,hanya soal KALAH-MENANG
    bukan kebenaran dan kebaikan

    kalo sharing,kita bisa bicara santai,rilek, tapi juga mantap seriusnya,hehe

  26. ngomong2
    menurut bung nyimak
    apa sih kesurupan itu?

    jadi,bisa nyambung pemahaman kita
    sharing bisa mengasyikkan,dan semoga membawa kebaikan dan persaudaraan sesama muslim.amin

    • Alhamdulillah.. dengan pembicaraan dan perkenalan ini jadi menambah teman dan rasa persaudaraan kita, walaupun masih di dunia maya :)

      Sedikit mengenai biografi saya: Kegiatan saya dalam olah raga bela diri hanya olah fisik saja (sudah tidak aktif) dan tidak pernah mempelajari ilmu-ilmu kebatinan/gaib apapun, namun dalam kehidupan bermasyarakat tema tersebut bukan hal yang asing untuk dibicarakan dan terkadang menarik untuk didengarkan (sekedar tau).

      keterlibatan saya di blog ini awalnya hanya untuk ingin tau saja dan akhirnya tertarik untuk ikut berdiskusi.

      Mengenai fenomena KESURUPAN memang agak sering kita jumpai dan beragam reaksinya (dari yang pernah saya lihat).

      Saya memahami fenomena ini dari dua sisi, yaitu sisi gaib (turut campurnya jin) dan sisi kejiwaan. Adapun penyebabnya saya baru mengetahui dua hal.
      Pertama karena DISENGAJA untuk kesurupan dengan “maksud tertentu” seperti sambatan dan kuda lumping. Kedua karena TIDAK DISENGAJA, bisa karena stres (tekanan jiwa) dan pengaruh gaib juga.

      Itu saja yang saya ketahui mengenai kesurupan mas tomie. Mungkin bisa kasih informasi yang lebih?

  27. MENYIKAPI MASALAH RUQYAH

    Salah Faham?

    Dari beberapa tanggapan yang diberikan mengenai ruqyah (khusus ruqyah) saya melihat seperti ada kesalah fahaman. Ada beberapa komentator yang sepertinya memahami ruqyah sebagai “sebuah ilmu yang diajarkan dan terkait dengan perguruan ilmu beladiri tertentu (TD/TM)”.

    Diantara penyebab hal tersebut bisa terjadi karena tidak mengetahui “apa itu As-Sunnah/Hadits”.

    Ruqyah itu merupakan “salah satu” contoh SOLUSI yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw dari berbagai permasalahan hidup umatnya. Pada hadits-hadits yang berhubungan dengan ruqyah memberikan contoh solusi untuk masalah-masalah penyakit diantaranya, karena sengatan kalajengking, gangguan jin kafir, dll. Jadi, untuk orang Islam doa-doa Ruqyah itu bersifat umum untuk digunakan.

  28. salam hangat bung nyimak :)

    saya sepakat dg definisi antum ttg kesurupan diatas..
    jd g ada tambahan,hehehe :)

    trs, apa yg dimaksud dg Diantara penyebab hal tersebut bisa terjadi karena tidak mengetahui “apa itu As-Sunnah/Hadits”.?

    tttg ini: [Ruqyah itu merupakan “salah satu” contoh SOLUSI yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw dari berbagai permasalahan hidup umatnya. Pada hadits-hadits yang berhubungan dengan ruqyah memberikan contoh solusi untuk masalah-masalah penyakit diantaranya, karena sengatan kalajengking, gangguan jin kafir, dll. Jadi, untuk orang Islam doa-doa Ruqyah itu bersifat umum untuk digunakan.}

    saya setuju :)
    soalnya, saya sendiri sering melakukan rukyah. :)

    yg saya g setuju adalah,ketika harus berpanjang kata dan sibuk mencari kambing hitam (menyesatkan) orang yg berbeda dg kita.Dan, seolah2 mereka sesat semua, waduh,hehe

    padahal hukum sesat baru boleh dijatuhkan jika sudah diteliti secara akurat dan valid di lapangan.Selain itu, kan g semuanya to?

    salam bung Nyimak
    senang dg sambutan jenengan :)

    • > “… Hadits atau disebut juga dengan Sunnah, adalah segala sesuatu yang bersumber atau didasarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, atau taqrirnya. Hadits, sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Qur’an. …”

      Untuk baca-baca dan lebih jelasnya bisa lihat di
      http://opi.110mb.com/haditsweb/index.htm atau http://mediabilhikmah.multiply.com/journal/item/20
      Referensi dari buku bisa lihat pada buku-buku pelajaran hadits.

      > “Di antara penyebab hal tersebut bisa terjadi karena tidak mengetahui As-Sunnah/Hadits.”
      Maksudnya adalah, ketidaksukaan seeorang terhadap hadits bisa dikarenakan:

      1. Tidak tau apa itu hadits
      2. Menerima informasi yang salah mengenai pengertian dan isi hadits (dari individu atau kelompok untuk kepentingannya)
      3. Ingkar Sunnah (ini yang berbahaya)
      4. Dll .

    • > Hadits atau disebut juga dengan Sunnah, adalah segala sesuatu yang bersumber atau didasarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, atau taqrirnya. Hadits, sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Qur’an.

      Untuk lebih jelasnya bisa lihat referensi dari buku-buku pelajaran hadits.

      > “Di antara penyebab hal tersebut bisa terjadi karena tidak mengetahui As-Sunnah/Hadits.”
      Maksudnya adalah, ketidaksukaan seeorang terhadap hadits bisa dikarenakan:

      1. Tidak tau apa itu hadits
      2. Menerima informasi yang salah mengenai pengertian dan isi hadits (dari individu atau kelompok untuk kepentingannya)
      3. Ingkar Sunnah (ini yang berbahaya)
      4. Dll .

      • Wah.. agak repot posting dari HP ya? beberapa kali saya posting tidak sukses tapi pas cek di PC postingnya sudah masuk double.
        Maaf untuk admin saya persilahkan delete posting saya yang double. Syukron.

  29. karena itu, menurut saya
    sekarang adalah bagaimana caranya menunjukkan kepada saudara2 kita bahwa rukyah itu sangat dianjurkan bagi kita umat Islam

    dengan cara-cara yang akhlakul karimah
    tanpa menimbulkan emosi,demdam,kemudian menimbulkan pertikaian tidak perlu sebagai sesama muslim,baik dalam kata,perbuatan,juga dalam hati dan pikiran masing2

    saya kadang merasa risih dan malu sama non-muslim yang baca.Tp y gimana lagi

    Allah.Allah ya ghafurrr
    semoga kita semua dalam lindungan dan ampunan-Nya.Amin…

  30. ternyat memang benar adanya jin merasuki tubuhb mnusia itu, selma ini banyk orang yang berfikiran bahwa itu hany mitos belaka tau hanya main-main saja..
    makhul ap saja yang sebangsa dengan jin?
    terimkasih

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s