KESESATAN DAN PENIPUAN TRANSFER PENYAKIT KE HEWAN

iklan-internet-17-agust-copy2

Tags: ,

Kita melihat fenomena adanya seorang kyai bernama Ustadz Haryono atau juga para paranormal diberbagai majalah perdukunan (misteri, posmo) mengiklankan dirinya dapat mengobati berbagai macam penyakit dengan mentranfer penyakit tersebut ke hewan, Apakah ini syar’i dalam kacamata Islam dan Apakah memindahkan penyakit ke hewan benar-benar nyata atau sekedar penipuan / mari kita kritisi bersama.

Fenomena masyarakat ramai-ramai mengecam pengobatan alternatif dengan cara memindahkan penyakit ke binatang kambing terus berlanjut. Aksi ini didukung pernyataan sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang mempersoalkan keabsahan pengobatan nyeleneh ini. Sebelumnya, di media massa online (internet) kalangan agamis ramai mengecam pengobatan ini, bahkan menyebut sebagai kegiatan haram.
Salah seorang dai muda asal Kendal, Zulfikar Al Fayeth (23), mengatakan, bahwa penyembuhan penyakit dengan cara mentransfer ke hewan hukumnya bisa diharamkan. Pernyataan haram itu, menurut alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo Jatim ini, bahwa seseorang yang mengaku ahli mengobati dengan cara memindah penyakit dari diri orang ke binatang itu suatu kebohongan belaka.
“Dari ajaran Islam saya yakin itu tidak ada dalilnya. Ajarannya pun suatu hal yang tidak mungkin. Karena apa, hewan yang kabarnya dibuang ke kambing itu sangat-sangat tahayul. Hewan itu sama-sama ciptaan Allah. Terus kalau ada orang sakit lalu penyakitnya dipindah ke kambing, dan kambingnya dibunuh itu kan sama-sama berbuat dosa. Lha dosa inilah yang patut diharamkan. Haram perbuatannya,” ujar pemilik salah satu showroom mebel terbesar di Jl Soekarno–Hatta Kota Kendal, kepada koran ini, kemarin.
Dikatakan Zulfikar, selama ia belajar hukum Islam di Pondok Modern yang cukup terkenal tersebut, ajaran penyembuhan dengan cara transfer penyakit ke hewan tidak pernah ada. Apalagi dalil-dalilnya. Ia menduga, jika ada orang yang mengaku kyai dan ahli mengobati dengan cara seperti itu adalah ilmu yang patut dicurigai.
“Sakit itu ujian. Nah, bagaimana kita cara menghadapi ujian. Berdoa dan tawakal terus berusaha untuk mencari pengobatan yang tidak merugikan sama-sama mahkluk Allah. Kalau kita yakin mau berdoa, dengan iklas Allah akan memberikan petunjuk seseorang yang sakit sembuh dari penyakitnya,” ujar Zulfikar.
Tidak ada ajaran cara penyembuhan tersebut juga diakui oleh ulama kondang asal Kaliwungu Kendal Dimyati Rois alias Mbah Dim. Ketika ditemui Koran ini di kediamannya, ia mengaku tidak tahu kalau ada ajaran semacam itu. “Karena tidak tahu saya tidak berkomentar dulu saja,” ujarnya singkat, kemarin. (jec)  

** Disinyalir Rawan Penipuan dan Syirik

Pengobatan alternatif dengan cara memindahkan penyakit ke binatang kambing belakangan oleh sebagian kalangan ramai dipersoalkan keabsahannya. Sejumlah data yang dikumpulkan dari media massa online (internet), paling banyak mengecam pengobatan nyeleneh ini adalah kalangan agamis yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Bahkan, pengobatan tak lazim ini dinyatakan haram karena tidak bisa dibenarkan dan hanya menyakiti binatang.
Pernyataan tersebut diperkuat tidak adanya ayat dan hadits yang mengajarkan pengobatan dengan cara memindahkan penyakit ke binatang. Paling dikhawatirkan kalangan ini, adalah cara penyembuhan ini melibatkan ilmu sihir, bahkan sumber dikumpulkan menyebutkan, jika dalam praktiknya ada yang menggunakan serum yang disuntikkan kedalam tubuh kambing agar jerohan kambing yang masih hidup itu lebam kebiru-biruan dan hancur.
Alih-alihnya, keadaan jerohan kambing yang sudah tidak sehat itu diklaim bahwa penyakit si pasien telah dipindah kedalam kambing tersebut. “Duh, kasihan kan kambingnya. Saya sangat prihatin jika pengobatan seperti ini diterapkan. Saya tidak menampik jika pengobatan semacam ini rawan sekali penipuan,” ujar Riadi warga Banyumanik kepada wartawan, kemarin.
Penipuan yang dimaksud Riadi, diantaranya, dikhawatirkan ada yang dengan modus pasien diminta membayar mahar sebesar harga kambing dan keperluan ritual lainnya yang amat tinggi, namun sejatinya kambing yang katanya untuk memindah penyakit itu oleh pelaku pengobatan hanya disewa dari pemilik kambing.
Penyembuhan penyakit ke binatang belakangan menjadi sorotan, menyusul hasil Sidang Dewan Hisbah di Pesantren Persis Lembang, Jawa Barat, belum lama ini, yang peserta memperoleh pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah, K.H. Akhyar Syuhada dan sejumlah pakar yang membahas persoalan tersebut yakni Dr. H.M. Abdurrahman, M.A (Sekretaris Dewan Hisbah), Drs. K.H. Shiddiq Amien, M.B.A., Drs. K.H. Uus M. Ruhiat, K.H. Usman Shalehuddin, dll.
Sidang Dewan Hisbah VII Persis mengeluarkan fatwa yang diantaranya, menyatakan cara penyembuhan dengan memindahkan penyakit kepada binatang atau makhluk lain adalah mustahil dan yang mempercayainya adalah syirik.
Larangan tersebut juga berdasarkan hadits-hadits Nabi. Salah satunya, menyebutkan, “Janganlah kalian menjadikan makhluk yang bernyawa sebagai sasaran.” (HR Muslim no 1957). Imam Nawawi menegaskan, “Larangan dalam hadits ini sampai tingkatan haram. Untuk itulah Nabi SAW dalam riwayat Ibnu Umar bersabda, “Allah melaknat orang yang melakukan ini, karena ini adalah penyiksaan terhadap binatang.” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim 13/108). (jek) sumber:meteor

K0nsultasi hukum memindahkan penyakit ke hewan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya seorang muslimah yang menderita suatu penyakit yang ± 4 tahun saya rasakan dan belum kunjung sembuh. Saya sudah berobat ke dokter, tapi belum terlihat hasilnya, pernah juga berobat ke pengobatan lain dengan cara yang tidak syar’i, dengan menggunakan keris dan sebagainya, karena kasihan dengan orang tua. Yang terakhir kalinya orang tua mengajak berobat ke pengobatan dengan bantuan dzikir dan diberikan sebotol air putih yang di dalamnya ada selembar kain putih bertuliskan ayat al-Qur’an untuk diminum dan minyak yang berisi sama dengan di air, untuk dioleskan ke yang sakit. Jika penyakitnya berat bisa di pindahkan ke kambing sedang biaya untuk beli kambing sebesar 6 jutaan.

Pengobatan ini tidak dihijab/dipisah antara laki-laki dengan perempuan, jadi campur, bahkan berdesak-desakan. Pertanyaan saya adalah :

1. Apakah pengobatan alternatif pertama termasuk pengobatan yang menyebabkan saya syirik?
2. Apakah pengobatan alternatif kedua yang telah saya uraikan ada atau dibenarkan secara syar’i? Bagaimana dengan media kambing itu?
3. Lalu efek bagi diri saya setelah menjalani kedua pengobatan alternatif itu bagaimana? Apakah ada jin yang masuk pada tubuh saya?
Mohon jawaban ustadz karena saya sangat bimbang, mohon do’a dan penjelasannya serta solusi dari ustadz.
Anik, Lampung
Jawab :
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Saudari Anik dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang setia, marilah kita saling mendoakan di antara kita semua, yang pasti setiap kita memiliki problem yang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan sakit, kemiskinan, usaha gagal, belum punya anak, belum punya pasangan hidup, pengangguran dan sebagainya. Kami dari kantor redaksi turut mendoakan untuk semua pembaca yang setia, semoga Allah segera mengangkat semua problem yang kita hadapi, amien.
Sebelum menjawab pertanyaan, kiranya saudari Anik sudi memaafkan karena tidak semua isi suratnya dicantumkan di sini karena terlalu panjang. Tetapi, walaupun diringkas saya kira tidak mengganggu maksud yang telah disampaikan. Mengenai pertanyaan pertama, tidak diragukan lagi bahwa pengobatan dengan menggunakan keris/jimat adalah bertentangan dengan aqidah Islam yang benar dan itu termasuk pebuatan syirik karena jelas-jelas meminta bantuan kepada selain Allah. Sedang bagi yang mendatanginya memiliki tingkatan hukum berbeda:
Pertama: Apabila ia datang ke dukun kemudian bertanya atau meminta bantuannya maka termasuk dosa besar karena tidak diterima sholatnya selama 40 malam. Sebagaimana terdapat dalam hadits Rasulullah yang artinya, “Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).
Kedua: Jika ia mendatangi dukun lalu bertanya atau meminta bantuannya dan membenarkannya maka sangsinya lebih berat lagi, hukumnya sama dengan hukum orang yang mengingkari al-Qur’an. Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan membenarkan apa yang ia katakan maka dia telah kufur (ingkar) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad clan Hakim)
Alhamdulillah saudari telah menyadari dan bertaubat. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun dan Penerima taubat. Sebesar apapun dosa manusia bila sebelum meninggalnya telah bertaubat dengan benar insya Allah telah bersih dari dosa-dosanya itu.
Mengenai pengalihan penyakit ke hewan seperti kambing atau yang lainnya, tentu hal ini sangatlah aneh karena dalam kedokteran modern belum kita dengar istilah memindahkan penyakit ke hewan atau ke benda lainnya. Yang kita dengar dalam kedokteran modern adalah pencangkokan organ tubuh. Selanjutnya bahwa jika benar penyakit itu dipindah ke kambing berarti telah melakukan kezholiman terhadap hewan, apa dosanya kambing? Rosulullah telah melarang kita menyiksa binatang atau menjadikannya sebagai sasaran lomba panahan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata, “Bahwasanya ia melewati beberapa pemuda Quraisy yang mengikat burung hidup-hidup kemudian mereka memanahinya dengan anak panah, mereka memberikan anak panah yang tidak kena burung ke pemilik burung. Ketika mereka melihat Ibnu Umar mereka berhamburan, maka Ibnu Umar berkata: Siapa yang berbuat ini? Allah melaknat orang yang melakukan ini, sesungguhnya Rasulullah melaknat siapa saja yang menjadikan sesuatu yang ada ruhnya menjadi sasaran.” (Muttafaqun `alaihi).
Dari hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa menjadikan kambing sebagai sasaran penyakit jelas dilarang bahkan dilaknat, Na’udzubillah.
Pengalaman kami ketika meruqyah, pernah mendapatkan pasien seorang mahasiswa yang terkena gangguan sehingga ia banyak bengong dan aneh, lalu dibawalah ia oleh bapaknya ketempat yang sama seperti yang saudari ceritakan. Ketika pulang ia melakukan pesannya yaitu meminum airnya dan mengoleskan minyaknya ke dahinya. Yang terjadi adalah semakin menjadi-jadi sakitnya sampai-sampai ia buka baju dan celananya sambil berlarian keluar rumah. Ketika diruqyah, terbukti kerasukan bahkan yang mengherankan malah ketambahan dari tempat ia berobat, ini menurut pengakuan jin-jin yang berhasil diajak dialog melalui pasien. Alhamdulillah setelah jinnya keluar semua, ia kembali normal.
Keberhasilan pengobatan dengan cara-cara supranatural janganlah menjadikan kita terkecoh. Jangan juga terkecoh oleh penampilan luar sang ‘ustadz’. Karena sebenarnya disamping ada yang berhasil, banyak sekali yang gagal. Tetapi yang gagal tidak pernah dipublikasikan. Dalam hal ini pernah ada pasien rumah sakit yang terkena kanker di lidahnya dan penyakitnya benar-benar medis kemudian mengikuti pengobatan pengalihan seperti diatas sampai habis belasan juta. Tetapi tetap saja harus dioperasi oleh dokter.
Dari beberapa peristiwa dan pengalaman lapangan ketika meruqyah ada pengakuan dari jin tentang pengalihan penyakit tersebut. Yakni ada dua kelompok jin yang berbagi tugas, satu kelompok masuk ke tubuh binatang yang bertugas menyakiti organ tubuh binatang itu sesuai organ yang diduga sakit pada pasien sehingga ketika disembelih akan ada tanda-tanda penyakitnya. Lalu satu kelompok yang lain masuk ke tubuh pasien yang bertugas untuk menahan syaraf-syaraf rasa sakit yang ada di organ yang sakit sehingga si pasien merasa sakitnya telah sembuh.
Jadi, pengobatan dengan pengalihan ke binatang bukan saja menyakiti binatang tetapi juga menyesatkan. Semoga kita selalu dalam penjagaan Allah. Wallahu A’lam.

33 thoughts on “KESESATAN DAN PENIPUAN TRANSFER PENYAKIT KE HEWAN

  1. ironis banget, yang disebut-sebut kyai bernama Ustadz Haryono tapi kok gambar yang ditampilkan bukan seorang ustadz dengan baju kebesarannya ya…. wah ngaco ni penulis artikel… sama aja fitnah lho pak ustadz… sesama ustadz saling tunjuk menunjuk kok orang laen yg kena getahnya… asal comot foto…
    aduh kalo ngasih nasehat yang bener dong, ngasih nasehat pake mitnah orang segale….
    lha emang ni yang nulis artikel bisa nyembuhin penyakit ga? kalo iya kasih dong saran2 / doa2 mujarabnya + kesaksian yang udah ngebuktiin doa2nye. jadi imbang gituh… asal ngejelekin orang laen tapi ga bisa nunjukin cara nyang bener.. ame juga boong…
    orang boong juga kagak bakalan masuk surga. begitu guru ngaji gua ngajarin dulu!

  2. jangan selalu menuduh yg tidak ada buktinya,skrg gini ustadz hariyono itu pemimpin dzikir indonesia dan pengobatan alternatif dan tidak ada dengan memakai media kambing,ini hanya orang yang syirik dan iri kpd ustadz hariyono.jgn ,menjelek2an org yang tidak ada buktinya .ustadz hariyono diberikan kelebihan dari allah swt dan ustadz cuma sebagai perantara..manusia mempunyai penyakit sembuh dan tidak sembuhnya semua dari alllah swt…..jd jgn slhkn ustadz hariyono.karena penyakit itu semua dari allah…sembuh or tidak sembuhnya semua kembali kepada allah swt….

    kasian yang iri mungkin ga lakuu….hhahahahaa sabar aja dehhhh mungkin blum rezeki…

  3. kita orang muslim kagak usah saling sok benar.ingat hadis nabi barang siapa menutupi aib saudaranya kelak dihari kiamat Allah akan menutupi aibnya. jangan asal omong orang alumni gontor kok gitu.kalo gak senamg dengan org cukup dalam hati. berarti kamu ngajinya belum nyampe jang. belajar ama saya dulu .belajar toreqat dulu biar hati antum bersih.

  4. Untuk keluarga kami pengobatan Ustadz Haryono dengan transfer penyakit ke kambing terbukti BOHONG BELAKA !!! Saya sendiri mengantarkan ayah mertua saya untuk pengobatan tersebut dan membayar Rp 8,5 juta utk biaya kambing, pengajian dan sebagainya. Hasilnya sama sekali TIDAK ADA!!! Sejak uang ditransfer ketika Ayah Mertua masih merasa sakit sang Ustadz tidak bisa dihubungi baik di HP maupun di lokasi pengobatan di Bekasi dengan alasan sibuk. Selamat untuk KAMBING SANG USTADZ… kok gak diajak dzikir di TV…???

    • boleh di tunjukan bukti keluar uang ke Ustd Haryono, dan tolong di scan Ya,lalu Upload disini Yang asli dan bukan foto copi dan lain kali makanya di pikir dulu dan sadar diri serta intropeksi diri dulu sebelum mencari obat,Mas,Jagalah Pikiranmu

  5. Bukankah di dalam islam untuk mengadili suatu perkara harus ada 2 orang yang terlibat ??? Bukankah islam mengajarkan kita untuk khusnuzon kpd sesama ??? Apakah Ustd Haryono sudah memverifikasi keterangan2 Ini ??? jangan bertepuk sebelah tangan dong !!!nanti infonya sesat dan menyesatkan lho ,,,KESIMPULAN : Jadi siapa yg benar ??? yg nulis atau yg ditulis ??? sy rasa orang yg beriman dan bertaqwa pasti bisa menjawab…..

  6. Benar pasti logis, tapi logis belum tentu benar. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,,, islam itu damai bukan membuka aib dan menebar kebencian kepada sesama apalagi sesama islam toh ??. semuanya harus ada fakta yang jelas,,,, anak SD juga tau….he he. Semoga Allah merahmati Ust Haryono dan kita semua amin…

  7. Saya bingung berobat begitu mahalnya sekarang,tdk ada toleransinya,seakan2 orang miskin tidak layak sehat dan bebas penyakit,saya huatir klo dinegri ini sudah tidak ada keiklasan lg membantu sesama saudara.apa ini sifat2 allah apa ini sifat2 nabikita….

  8. Mari kita berbicara sederhana berdasarkan Al Qur’an dan sunnah Rosululloh SAW
    1. Allah memerintahkan kita utk saling menyayangi kpd sesama makhluk Allah termasuk kpd binatang. Kalau sekarang ada orang yg mengaku bisa memindahkan penyakit kpd binatang apakah hal ini sdh sesuai dng Al Qur’an dan sunnah Rosul? dan apakah bisa diterima akal sehat?
    2. Ajaran Islam memerintahkan kita utk saling menolong terutama mereka yg sdg ditimpa kesulitan/kemalangan. Lalu bila ada pengobatan yg pasang tarif tinggi padahal pasienya golongan tdk mampu, bagaimana dng pengobatan tsb?

  9. yaaaa orang – orang yang ga paham,,,,,,,,,ya udah aja pengetahuan nte22 cuma sampe disitu aja…….bagi saya bisa memindahkan penyakit kebinatang baik secara langsung maupun tidak langsung atau bantuan jin,,,,,,,tapiiiiiiiii saya tidak akan pernah melakukannya semua 1. saya tidak akan pernah mau berhubungan dengan jin, yang 2. suatu kemudaratan mending binatangnya disembelih trus kita makan atau kita bagiin ke tetangga bisa dapet pahala……..

    kalau kita tidak boleh mendatangi dukun lalu bagaimana tentang kang perdana akhmad yang menyatakan bahwa perukiyah adalah dukun yang ilami….dukun juga tuh,,,,,,,waaduh berarti yang dirukiyah semuanya ga bener ibadahnya

  10. wah seru dong, ustd hariono sama penulis yg bisa meruqiah tlg jangan saling menghina satu sama lain kalian di beri ilmu oleh ALLAH pasti punya kekurangan dan kelebihan, sama-sama nolong orang cuma caranya beda. semuanya ambil hikmah nya dan jalankan tugas dari ALLAH masing-masing masalah surga dan neraka ALLAH yg menentukan jangan saling mengejek nanti di tertawakan non muslim kalian harus bema’afan dalam 3 hari tdk tegur sapa sama muslim dosa semoga ALLAH melindungi kita semua Amien ya robbal alamin….

  11. Pada Hakikatnya…Kebenaran itu akan terungkap dengan sendirinya..Bila ada seorang yg ditimpa penyakit..kemudian ia berobat kesana kemari termasuk kedukun atau paranormal penipu..itu merupakan suatu ujian baginya…jika ia kemudian datang kepada seorang yg mengaku ahli pengobatan namun tak juga menemukan kesembuhan maka itu juga merupakan cobaan baginya.. Memang mengingatkan agar orang tdk salah langkah itu hal baik..Tapi tdk pula kita harus semerta-merta seperti itu. karna sebaik apapun kedok seorang penipu pasti akan terbuka dengan sendirinya..dan orang2 yg termakan tipuan itu merupakan termasuk orang2 yg sedang diuji kesabarannya. Jika anda yg merasa diberikan kelebihan dan keistimewaan ilmu sebaiknya tdk beriklan melalui media seperti ini. siapapun ya..
    Karna hal itu hanya akan menampakan kelemahan anda bukan kehebatan anda.. Karna bagaimanapun akan terbesit rasa ingin dipuji oleh orang yg membaca iklan/blog anda semua. Saya hanya mengingatkan agar kita semua bisa lebih arif dan bijaksana.

  12. saya kenal dan tahu ustadz haryono dari guru saya yai anggoro suryoloyo (Gus Anggoro ).Beliau mengatakan “Nek soal loro wis divonis gak isoh mari,moro ow neng gus haryono.Matur aku sing ngakon”(kalau penyakit kronis,datang saja ke ustadz haryono.Bilang aju yang menyuruh)
    setelah guru saya gus anggoro menulis surat untuk ustadz haryono.Saya datang ke beliau ustadz haryono.Beserta ayah saya.alhamdullilah walaupun belum pulih benar.Saya bersyukur ayah saya udah agak mendingan.

    • hehehe..itumah karna kkn, lihat postingan yg mengalami secara langsung bukan karna utusan kyai dsb. Rahmatan lil alamin maksudnya apa, dan buat siapa ya ? apa seenaknya kita menyakiti binatang termasuk anjing yg katanya haram ?? coba deh pelajari dahulu dengan ayatNya, apakah kitabullah hanya buat bacaan2 nina bobo’. salam…

  13. Pengobatan cara apapun yg menggunakan label agama Islam dan tidak sesuai dg Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasululloh SAW, maka itu kebatilan. Penyembuhan dalam Islam hanya berdasarkan keikhlasan karena Alloh SWT, bukan untuk komersil. Semua Pihak dapat berkaca pada Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang suatu kebenaran.

  14. maaf, saya yang awam ini ikut campur, bukankah kita tidak bisa sembarangan menyesatkan orang ya pak, memang benar Allah yang memberikan kesehatan bukan manusia, tapi sebaiknya kan kita memahami sesuatu lebih bijaksana lagi

  15. waduuuh…yang sakit kalau baca begini malah jadi tambah stress deh…saran saya jika jenis pengobatan di atas tidak syar`i gak usahlah anda menunjuk nama ust nya, apapun alasan yang anda lakukak itu namanya gibah..(ust tau makna gibahkan..!!) saran saya buat teman yg lain mending kita bersama berdo`a kepada alloh semoga alloh swt memberikan kesembuhan bagi saudara saudara kita yang saaat ini tengah sakit,,,semoga alloh berikan kesembuhan,dan semoga alloh ganti seluruh penyakitnya dengan sesuatu yang lebih baik dari sebelum nya…Alfatihah…!!

  16. sekarang begini saja……: jellas bahwa menuduh adalah tidak baik…….apalagi menuduh….dengan tanpa dasar dan bukti yang kuat……:
    1. buktikan……bahwa…para pasien membayar uang puluhan juta……( kalau ada kwitansi…silahkan di…scan…dan up load….)
    2. apakah benar…ustad Hariono…meminta uang untuk pengobatan dengan uang jutaan..
    3. dan apakah benar atau tidak di tahun 2013…..adakah pemaksaan untuk pembelian kambing….dengan alasan pengobatan,
    4 ini sangat sulit dibuktikan kalau para penderita….tidak memberi tahu yang sebenarnya….tentang jenis pengobatannya,….dan tata cara ustad Hariono….karena…dari on line ini…justru kita nanti akan terjerumus masuk ke fitnah…..
    5. Maka dari itu…..supaya tidak menjadi fitnah memfitnah dan ..untuk memperoleh data yang benar,,,,,,,,,silahkan ,masukkan data data pasien…siapa saja…..dan…apa saja keluhan pasien.
    6. Paling mudah lagi…..lihat cara sholat Ustad Hariono. Adakah…kegelisahan…..ataukah ketenangan setelah melakukan Sholat. Karena jelas….bahwa..Aloh pasti memberikan kesabaran untuk orang-orang yang khusuk sholatnya.( karena ini janji Alloh)

    “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al Baqarah, 2: 45-46

  17. kalo begitu brarti obat medis juga haram dong?
    pembuatan obat medis bahannya ada yg dari tumbuhan/hewan dengan cara diekstrak/digiling/ditumbuk
    itukan sama saja menyiksa.

  18. Assalamualaikum, ijin bertanya kepada yang punya blog ini atau siapapun yg mau bantu comment :
    Kalau pengobatan penyakit di rumah sakit Islam ataupun non Islam apakah sudah dijamin halal ataukah memang bertentangan dengan kitab suci Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW ?

    mohon pencerahannya
    Wassalamualaikum

    • Tergantung jenis, cara, dan bahan-bahan yang digunakan dalam pengobatannya. Secara umum, tidak ada ulama yang mengharamkan metode pengobatan konvensional, misalnya penggunaan obat kimia, jarum suntik, infus, opname, ICU, dst.

  19. yang masih percaya monggo..yang nga percaya nga usah saling menjelekan dan saling ejek..musuh Islam pada ketawa liat kita seperti ini

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s