Mengintip Karomah para Wali

Manusia Di Indonesia khususnya sangat senang jika membaca kisah karomah para wali, buku-buku tentang karomah para wali laris manis bak kacang goreng. Bahkan sudah banyak orang yang berusaha agar mendapatkan karomah wali tersebut, ada yang belajar silat, ngalap berkah kubur wali, sampai berdo’a dan berkurban kepada sang wali tersebut. nah apa sebenarnya karomah itu, benarkah karomah bisa dipelajari ? berikut penjelasannya..

Anggapan keliru tentang wali :

1. Wali harus punya kromah. senantiasa memiliki kesaktian yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu sekehendak dia.

Banyak anggapan di masyarakat bahwa seorang wali itu mesti memiliki karomah yang nyata bahkan bisa dipertontonkan kepada khalayak ramai. Seperti tahan pedang dan sebagainya. Tapi sebetulnya itu semua adalah tipuan setan. Seorang wali boleh jadi ia diberi karomah yang nyata boleh jadi tidak, tapi karomah yang paling besar di sisi wali adalah istiqomah dalam menjalankan ajaran agama, bukan berarti kita mengingkari adanya karomah tapi yang kita ingkari adalah asumsi banyak orang bila ia tidak memiliki karomah berarti ia bukan wali. Oleh sebab itu Abu ‘Ali Al Jurjaany berpesan: “Jadilah engkau penuntut istiqomah bukan penuntut karomah, sesungguhnya dirimu lebih condong untuk mencari karomah, danTuhanmu menuntut darimu istiqomah”.

Betapa banyaknya para sahabat yang merupakan orang terdepan dalam barisan para wali tidak memiliki karomah. Begitu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai hamba yang paling mulia di sisi Allah waktu berhijrah beliau mengendarai unta bukan mengendarai angin, begitu pula dalam perperangan beliau memakai baju besi bahkan pernah cedera pada waktu perang uhud. Karomah bukan sebagai syarat mutlak bagi seorang wali. Karomah diberikan Allah kepada seseorang boleh jadi sebagai cobaan dan ujian baginya, atau untuk menambah keyakinannya kepada ajaran Allah, atau pertolongan dari Allah terhadap orang tersebut dalam kesulitan.

Para ulama menyebutkan seseorang yang tidak butuh kepada karomah lebih baik dari orang yang butuh kepada karomah. Bahkan kebanyakan para ulama salaf bila Mereka mendapat karomah justru Mereka bersedih dan tidak merasa bangga karena mereka takut bila hal tersebut adalah istidraaj (tipuan). Begitu pula mereka takut bila di akhirat kelak tidak lagi menerima balasan amalan mereka setelah mereka menerima waktu di dunia dalam bentuk karomah. Begitu pula bila mereka di beri karomah, mereka justru menyembunyikannya bukan memamerkannya atau berbangga diri di hadapan orang lain.

ketahuilah, selain ada wali Alloh ada juga wali syaithon !!

wali syaiton ini lah yang mengelabuhi manusia, ia mendapatkan berbagai kemampuan aneh karena bekerjasama dengan syaiton, naudzubillah. karena karomah dan sihir ada perbedaannya :

Karomah :

kejadian di luar kebiasaan yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad, 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah, 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin—rahimahullah).

Karomah itu tanpa dipelajari, dan tidak bisa diulang-ulang dan dimainkan sesuka hatinya dan tidak bisa diwariskan atau diturunkan (sebagaimana ilmu tenaga dalam, metafisik, dkk).

Sihir :

datangnya dari syaiton dan bisa dipelajari, bisa diturunkan / diwariskan asalkan memenuhi persyaratan syaiton tsb.

Apakah Setiap yang Di Luar Kebiasaan Disebut Karamah?
Sesuatu yang terjadi di luar kebiasaan, bisa dikelompokkan menjadi tiga:
- Mukjizat, terjadi pada para rasul dan nabi.
- Karamah, terjadi pada para wali Allah.
- Tipuan setan, terjadi pada wali-wali setan.
(At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).
Lalu bagaimana membedakan antara karamah dan tipu daya setan? Tentunya, dengan mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan masing-masing orang yang mendapatkan hal luar biasa tersebut, maka benarlah apa yang di ucapkan oleh Imam Syafi’i rohimahulloh.

Al Imam Asy Syafi’i—rahimahullah—berkata, “Apabila kalian melihat seseorang berjalan di atas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193).

K.H. Hasyim Al Asy’ari—rahimahullah—(tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, NU) berkata, “Barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah tanpa mengikuti sunnah, maka pengakuannya adalah kebohongan.” (Ad Durar Al Muntasirah, hal. 4).

2. Wali mengatahui yang ghoib ??!!

Maka keliru, pemahaman yang berkembang di masyarakat kita saat ini, bahwa wali itu identik dengan ulama atau kyai yang memiliki keajaiban dan ilmu yang aneh-aneh. Meskipun dia adalah seorang kyai yang banyak meninggalkan kewajiban syariat, pernyataannya sering merugikan dan menyakiti umat Islam, mengobok-obok syariat, bahkan menjadi penolong musuh-musuh Allah, Yahudi dan Nasrani.

“Di sisi-Nya (Allah) segala kunci-kunci yang gaib, tiada yang dapat mengetahuinya kecuali Dia (Allah)”. (QS. Al An’aam, ayat : 59). Dan firman Allah, “Katakanlah” :tiada seorang pun di langit maupun di bumi yang dapat mengetahui hal yang gaib kecuali Allah”. (QS. An Naml, ayat: 65).

Termasuk para nabi dan rasul sekalipun tidak dapat mengetahui hal yang gaib kecuali sebatas apa yang diwahyukan Allah kepada Mereka. Sebagaimana firman Allah kepada Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa di sisiku gudang-gudang rezeki Allah, dan aku pun tidak mengetahui hal yang gaib”. (QS. Al
An’aam, ayat: 50). Dan firman Allah: “Katakanlah: aku tidak memiliki untuk diriku manfaat dan tidak pula (menolak) mudarat, dan jika seandainya aku mengetahui hal yang gaib tentulah aku akan (memperoleh) kebaikan yang amat banyak dan tidak akan pernah ditimpa kejelekan”. (QS. Al
A’raaf, ayat: 188). Asumsi sesat ini telah menjerumuskan banyak manusia kejalan kesyirikan, sehingga Mereka lebih merasa takut kepada wali dari pada takut kepada Allah, atau meminta dan berdoa kepada wali yang sudah mati yang Mereka sebut dengan tawassul. Yang pada hakikatnya adalah kesyirikan semata. Karena meminta kepada makhluk adalah syirik. Tidak ada bedanya dengan kesyirikan yang dilakukan oleh kaum Nuh ‘alaihis salam. Dan orang-orang kafir Quraisy pada zaman jahiliyah. Dengan argumentasi yang sama bahwa Mereka para wali itu orang suci yang akan menyampaikan doa Mereka pada Allah. Hal inilah yang dilakukan kaum
musyrikin sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firman-Nya: “Ingatlah; milik Allah-lah agama yang suci (dari syirik), dan orang-orang mengambil wali (pelindung) selain Allah berkata: kami tidak menyembah Mereka melainkan supaya Mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az Zumar, ayat: 3).

3. Berlebihan kepada wali

Sesungguhnya menghormati wali bukanlah dengan berdoa di kuburannya, justru ini adalah perbuatan yang di benci wali itu sendiri karena telah menyekutukannya dengan Allah. Manakah yang lebih tinggi kehormatan seorang wali di sisi Allah dengan kehormatan seorang nabi? Jelas nabi lebih tinggi. Jangankan meminta kepada wali kepada nabi sekalipun tidak boleh berdoa. Jangankan saat setelah mati di waktu hidup saja nabi tidak mampu mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain setelah mati!. Kalau hal itu benar tentulah para sahabat akan berbondong-bondong ke kuburan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Mereka kekeringan atau kelaparan atau saat diserang oleh musuh. Tapi kenyataan justru sebaliknya, saat paceklik terjadi di Madinah, Umar bin Khaththab mengajak kaum muslimin melakukan shalat istikharah kemudian menyuruh Abbas bin Abdul Muthalib berdoa, karena kedekatannya dengan Nabi, bukannya Umar meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena kehidupan beliau di alam barzah tidak bisa disamakan dengan kehidupan di alam dunia.
Kemudian bentuk lain dari cara setan dalam menyesatkan wali-walinya adalah dengan memotivasi seseorang melakukan amalan-amalan bid’ah, sebagai contoh kisah yang amat mashur yaitu kisah Sunan Kalijaga, kita tidak mengetahui apakah itu benar dilakukan beliau atau kisah yang didustakan atas nama beliau, namun kita tidak mengingkari kalau memang beliau seorang wali, yang kita cermati adalah kisah kewalian beliau yang jauh dari tuntunan sunnah, yaitu beliau bersemedi selama empat puluh hari di tepi sebuah sungai kemudian di akhir persemedian beliau mendapatkan karomah. Kejanggalan pertama dari kisah ini adalah bagaimana beliau melakukan shalat, kalau beliau shalat berarti telah meninggalkan shalat berjamaah dan shalat Jum’at? adakah petunjuk dari Rasulullah untuk mencari karomah dengan persemedian seperti ini? Dengan meninggalkan shalat atau meninggalkan shalat berjamaah dan shalat Jum’at.

Banyak orang berasumsi bila seseorang memiliki atau dapat melakukan hal-hal yang luar biasa dianggap sebagai wali. Padahal belum tentu, boleh jadi itu adalah tipuan atau sihir, atas bantuan setan dan jin setelah ia melakukan apa yang diminta oleh jin dan setan tersebut. Seperti ada orang yang bisa terbang atau berjalan di atas air atau tahan pedang atau bisa memberi tahu tentang sesuatu yang hilang, oleh sebab itu yang perlu dicermati dari setiap orang memiliki halhal yang serupa adalah bagaimana amalannya apakah amalannya sehari-hari menurut sunnah atau tidak?  Karena setan bisa membawa seseorang untuk terbang, atau memberi tahu para walinya sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain. Sebagaimana Dajjal yang akan datang di akhir zaman memiliki kekuatan yang luar biasa. Begitu pula para kaum musyrikin dapat mendengar suara dari berhala yang mereka sembah, pada hal itu adalah suara setan. Dan banyak sekali kejadian yang luar biasa dimiliki oleh orang-orang yang sesat begitu pula orang yang murtad dsb. Yang kesemuanya adalah atas tipuan setan.

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam kisah seorang Nabi palsu Mukhtar bin Abi ‘Ubaid, yang mengaku sebagai Nabi. Ia mengaku bahwa dia menerima wahyu, lalu seseorang berkata kepadaIbnu ‘Umar dan Ibnu ‘Abbas: sesungguhnya Mukhtar mengaku diturunkan kepadanya wahyu? Dua orang sahabat tersebut menjawab: benar, kemudian salah seorang dari Mereka membaca firman Allah: “Maukah kamu Aku beritakan kepada siapa turunnya para setan? Mereka turun kepada setiap pendusta yang banyak dosa “. (Asy Syu’araa, ayat: 221-222). Dan yang lain membaca firman Allah, “Dan sesungguhnya para setan itu mewahyukan kepada wali-wali Mereka untuk membantahmu”. (QS. Al An’aam, ayat: 121).

Oleh sebab itu bila seseorang mendapat ilham dia tidak boleh langsung percaya sampai ia mengukur kebenarannya dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya dalam diri anak Adam terdapat bisikan dari setan dan bisikan dari malaikat”. (HR. A t Tirmizy no. 2988).

Berkata Abu Sulaiman Ad Daraany: “Boleh jadi terbetik di hatiku apa yang terbetik di hati Mereka (orang-orang sufi) maka aku tidak menerimanya kecuali dengan dua saksi dari kitab dan sunnah.”

17 gagasan untuk “Mengintip Karomah para Wali

  1. atas berkat rahmat allah,kami siap membantu bagi saudara yg mengalami permasalahn hidup,
    1)penyakit yg disebabkan kerna guna guna atau santet
    2)memisahkan pil atau wil
    3)hidup yg selalu dirundung susah(ditipu dlm bisnis,utang menumpuk dll)
    4)sulit jodoh dll
    semoga kita semua dapat perlindungan dari allah azza wajalla
    silahkan konsultasi di
    anwarmuhaxxxxx@yahoo.co.id (sensor admin)
    semoga bermanfaat
    wslm

  2. Apa kah anda tau waili Alloh itu sp?
    Apakah anda tau kisah2 perjuangan wali songo menegak kan islm di tanah jawa?, walisongo atau ulama’ adalah warosatul ambiak? Karomah itu hak dri Alloh wali , songo itu di beri ma unah dr Alloh.. Nabi juga di beri ma unah.wali songo ialah kekasih Alloh…

  3. dulu saya ketemu dg org miskin dari pelosok kampung, meski dia gk punya apa apa tp dia tetap sabar, ikhlas dan saya liat org itu tdk prnh marah, tdk prnh sedih, tdk prnh mengeluh dll apakah dia seorg wali?

  4. Ass.sodaraku seiman,saya setuju dgn pendapat pr wali,tpi saya ahlusunah,tawasul dianggp bid’ah ato sesat dasarnya apa.dan berapa kitab dan apa sja,kita ini org kotor tdk akan mampu lgsg ke ALLAH

    • @Andrea : Yang mengatakan begitu siapa? Adakah Allah atau Rasulnya mengatakan bahwa orang kotor tidak akan mampu langsung ke Allah? Atau itu hanya kata guru2 anda supaya anda berdoa melalui perantara mereka?

      Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al Baqoroh 186)

      Nah bukankah pendapat itu bertentangan dengan ayat di atas?
      Lagipula, berdasarkan ayat di atas, maka jika anda tidak memenuhi perintah Allah, maka bertawasul kepada siapapun tentu tidak akan ada gunanya.

      Minta didoakan orang2 soleh sih boleh2 aja. Tapi jangan harap terkabul akalu anda tidak memenuhi perintah Allah. Dan kalau ada yg mengklaim bisa mengabulkan hajat anda dengan karomah dan kesaktiannya, apalagi dengan syarat2 tertentu, maka berhati2lah.

      Kemungkinan orang itu bekerjasama dengan syaitan.

  5. Kenabi jg sgt,umat akhir jaman kalo tdk ada syafaat rosul,karomah wali.mau kesiapa.coba anda pelajari islam scr bener dgn guru jg yg bener.jgn bisanya mencela.wasslm

  6. Karomah yg dimiliki para wali, pada zamannya itu..merupakan hak dari ALLAH kpada para wali,dikarenakan Kondisi sosial masyarakat indonesia pada saat tersebut..yg diperoleh para Wali melalui Riyadloh, agar bisa membantu syiar agama islam..Semakin banyak yg hanya berdasarkan tulisan kemudian memberikan cap bahwa para waliyullah, tawassul, tahlilan..Bid’ah..tanpa mengetahui bagaimana para wali berjuang menegakkan syiar islam.. Jazakumullah..

  7. TIDAK ADA KECAP YG NOMER 2, SEMUA INGINNYA NMR SATU, PALING BAIK,PLNG BENAR,KEBNARAN HNYA MILIK ALLAH,BAGI SELURUH USTADZ SALAF JGN “SOK” BENAR DGN SEMUA AJARAN SALAF,SHRUSNYA ANDA SBG USTADZ MEMBRIKAN CNTOH BAIK DGN MENGHORMATI AJARAN LAIN MSKPUN ITU BLM TENTU SALAH /BNRNYA KRN MERKAPUN JG PUNYA DASAR2 KUAT,KITA KEMBALIKAN AJA PD DIRI MASING-2 BUKANNYA MALAH MENYEBAR FITNAH DGN MENG”KLAIM” SESAT PD AJARAN LAIN….!!!,KETAHUILAH JIKA”-MANUSIA MENJELEK-JELEKKAN YG LAIN ITU BRARTI BAHWA “DIRINYA” JG TIDAK LEBIH DARI ORANG YG DIJELEKKAN”- DGN KATA LAIN JIKA AJARAN SALAF MENGKLAIM SESAT AJRAN LAIN,BRARTI TDK MNTUP KMUNGKINAN BHWA AJARAN SALAF JG SESAT”, WALLAHUALAM….!

  8. pahamilah ayat-ayat Al Qur’an secara keseluruhan jangan sepotong-sepotong dan kalau tidak mampu maka kita wajib mengikuti para ulama salaf (tp bukan salafy) yang mereka semua itu sudah mencapai derajat ma’rifat kepada ALLOH

  9. sesuatu yang menjadi kehendak Allah maka itu sudah menjadi urusan Allah,hanya Allahlah yang Maha tahu dan berhak menghukumi sesuatu

  10. Jalani dan taailahlah apa yang kalian yakini, karena keyakinan tidak bisa dipaksakan.
    Jangan saling menyalahkan!
    Yang benar adalah yang tidak menyalahkan/menjelek-jelekkan keyakinan orang lain…

    Tanyakan pada diri kalian masing2 :…Apakah keyakinan kita mau disalahkan/dipaksakan?

  11. Ojo Sombong lan ojo ngeroso bener trus nyalahke uwong. seng oleh sombong lan nduwe sifat Maha Benar kui mung Alloh..! opo ora wedi sampean lak mlebu neng ancamane Alloh “Man kana Bi Qolbi Dzarrotun Minal Kibri Dakholannar” (artine : Sopo wong lak neng atine ono roso takabur setitik wae mongko bakal mlebu neroko). Ilmu iku dipelajari supaya kita menjadi manusia yang lebih baik dan supaya kita bisa wusul atau kembali kepada Alloh dalam keadaan khusnul khotimah, bukan ilmu dipelajari untuk menyalahkan orang atau memusrikkan orang atau mengkafirkan orang….!

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s