SANG KYAI DAN ILMU PUTIH

DITULIS OLEH AHMAD ZAIN AN NAJAH, MA DI KAIRO MESIR.

Di akhir kepemimpinan presiden Soeharto, terjadi pembantaian ulama dan kyai di daerah Jawa Timur. Tragedi pembantaian tersebut masih belum sirna dari ingatan kita. Sebagai kaum muslimin , banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran . Namun pada tulisan ini, ada point penting yang mungkin belum tersentuh oleh banyak pengamat. Masalah tersebut adalah ilmu putih, sebuah ilmu unik yang yang dimiliki oleh beberapa kyai di tanah Jawa , ilmu ini sering digunakan ketika terjadi bentrokan antara kelompok hitam ( para penjahat ) dan kelompok putih ( sebagian orang-orang pesantren )

Bagi kita kaum muslimin, sudah sepakat bahwa ilmu hitam merupakan bagian dari alam hitam yang tidak boleh didekati. Tapi untuk ilmu putih, sebagian kaum muslimin Indonesia masih menganggapnya suatu ilmu biasa, yang setiap orang boleh mempelajarinya. Alasan mereka, bahwa ilmu putih adalah ilmu untuk menegakkan kebenaran, membela yang lemah dan menjaga diri dari serangan- serangan orang-orang jahat. Mereka tidak mau tahu bagaimana cara- cara mendapatkan imu putih tersebut, atau mungkin sebagian dari mereka memang tidak tahu cara- cara tersebut. Bagi mereka, sesuatu yang dikerjakan oleh kyai atau orang alim yang mereka segani, adalah sah- sah saja. Sampai sekarang-pun kebanyakan dari kita, khususnya yang bergelut dibidang ilmu- ilmu syareah, ataupun ilmu-ilmu eksata, tidak mengetahui istilah ilmu putih tersebut. Paling jauh, yang kita dengar hanya sebatas berita atau kisah seorang kyai yang mampu mengetahui orang yang mencuri dengan cara melihat dari sebuah bejana yang berisi air yang sudah dibacakan doa-doa tertentu, bisa menangkal tenun, santet dan sihir dll.

Jadi ilmu putih itu hakikatnya seperti apa ? Apakah ilmu tersebut merupakan salah satu ilmu yang Islam telah memerintahkan umatnya untuk mencarinya, walaupun sampai ke negeri Cina ? ataukah dia termasuk ilmu hitam yang untuk mendapatkannya harus dengan bantuan jin ? atau ilmu yang menggabungkan ajaran- ajaran Islam dengan bantuan jin dan roh- roh halus lainnya ?

Antara Karomah dan Ilmu Putih

Kalau kita runtut Sejarah Islam –khususnya pada periode pertama dulu yaitu pada masa keemasannya- yang penuh dengan kemenangan dan kejayaan, akan sulit kita dapati, bahkan mungkin tidak ada seorang sahabat dan tabi’in memiliki ilmu putih, seperti sekarang ini, apalagi ilmu hitam. Mereka hanya mengandalkan apa yang mereka dapatkan dari Rosulullah saw dengan berpedoman Al Quran dan Hadits saja, …tidak lebih dari itu. Tapi mereka mampu menaklukan dua ngara super power pada waktu itu ( Romawi dan Persia ), mereka mampu berkuasa dan menebarkan keadilan di alam ini .

Secara aklamasi para ahli sejarah menyatakan bahwa kemenangan- kemenangan yang diraih umat Islam pada waktu itu merupakan keajaiban dunia yang belum pernah terjadi di panggung sejarah kehidupan manusia. Bagaimana tidak, bangsa Arab, bangsa pengembala kambing di tengah-tengah lautan padang pasir yang sangat panas, tak pernah dilirik sedikitpun, bahkan dipandangnya dengan sebelah mata oleh bangsa- bangsa besar pada waktu itu, tiba-tiba muncul hanya dalam waktu 10 tahun , mampu menaklukkan dua Imperium yang telah membangun kekuasan mereka selama ratusan tahun lamanya. Hanya dengan keimanan yang benar dan kuat saja, akan muncul karomah- karomah dan hal-hal yang luar biasa, yang jauh kewajaran manusia.

Dan itu semua merupakan bentuk pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang taat dan konsisten serta istiqomah. Ini juga terjadi pada diri para sahabat secara individu, seperti halnya tongkat kayu milik seorang sahabat yang bernama Usaid bin Hudair yang bisa memancarkan sinar benderang di tengah-tenah kegelapan . Juga terjadi pada diri Abu Muslim al Khulani, yang dilempar oleh Aswad Al ‘Insi ( pemimpin kaum murtad ) ke api yang membara, kemudian bisa keluar darinya dengan selamat tanpa cacat sedikitpun, juga terjadi pada diri ‘Alak al Khudrami yang mampu berjalan di atas air ketika menyeberang lautan untuk menaklukan pasukan musuh yang ada di negri seberang.

Karomah-karomah semacam itu, juga terjadi pada orang-orang sholeh sebelum kedatangan nabi Muhammad saw, seperti apa yang dialami Maryam, yang mengandung tanpa tersentuh oleh seorang laki-laki, dan selalu mendapatkan makanan di mihrabnya, tanpa seorangpun tahu dari mana asalnya. Begitu juga yang dialami Ashabul Kahfi yang tidur lebih dari 300 tahun lamanya. Semua itu terjadi pada diri mereka tanpa sengaja, itu hanyalah semata-mata pemberian dari Allah swt, karena keimanan dan keistiqomahan mereka terhadap ajaran- ajaran Allah. Intinya , kehebatan-kehebatan mereka itu bukan karena mereka memiliki ilmu putih, sebagaimana yang sering dibanggakan oleh sebagian orang Islam zaman sekarang.

Beberapa Contoh Ilmu Putih

Masalah Ilmu Putih ini, mengingatkan penulis pada cerita seorang mahasiswa yang mengatakan bahwa pamannya dahulu pernah mempunyai ilmu putih, kemudian dia bertaubat dan meninggalkannya, kata pamannya : “ ilmu putih itu sebenarnya sama dengan ilmu hitam , cuma bedanya ilmu hitam digunakan untuk kejahatan sedang ilmu putih digunakan untuk kebaikan “ Bahkan, kita dapatkan sebagian orang yang sering disebut kyai, justru menggunakan jalan yang tidak pernah diajarkan oleh Rosulullah saw untuk mendapatkan ilmu putih semacam ini. Pada musim haji sekitar tahun 1995, kebetulan penulis bertemu dengan penyuluh agama ( mursyid haji ) di salah satu rombongan haji dari Jawa Tengah. Dia dipercaya oleh jama’ah karena berkali-kali pernah naik haji. Dia pernah berkata : “ kalau saya dihadapkan pada suatu masalah, maka saya tidak akan bertindak sampai ada sesuatu yang membisikkan di telinga saya “ . Mendengar pernyataan itu, penulis bertanya : “ Gimana caranya pak, untuk bisa seperti itu ? “. “ Kita harus bisa makan nasi putih saja, selama beberapa hari tanpa lauk dan sayur “ , jawabnya santai.

Ajaran Islam mana, yang menyuruh seseorang hanya makan nasi putih saja . Mungkin banyak umat Islam yang akan keluar dari Islam kalau mereka hanya dibolehkan makan nasi putih saja, tanpa lauk dan sayur. Kasihan bapak ini , naik haji berpuluh- puluh kali , tapi tidak memahami bahwa haji merupakan bentuk ketundukan dan kepatuhan terhadap ajaran-ajaran Allah, dengan tanpa menambah – nambahnya dengan selera akal dan nafsunya.

Bertepatan itu pula beberapa saat yang lalu, ada seorang pelajar Malaysia mengaku bahwa nenek moyangnya berasal dari Jawa asli, katanya, neneknya menganjurkan kepadanya untuk puasa “mutih “ ( bukan puasa putih lho ). “ Menurut anda puasa mutih itu apa ? “ , tanya penulis. “ Puasa mutih itu berpuasa dalam beberapa hari dan tidak berbuka kecuali dengan nasih putih “, jawabnya.

Penulis juga pernah membaca makalah yang berjudul “ Ilmu Estu Pamungkas “ , suatu ilmu yang salah satu cara untuk mendapatkannya harus berpuasa mutih selama beberapa hari dan beberapa malam, dan dia hanya diperbolehkan makan dan minum air putih satu kali saja dalam sehari semalam, yaitu pada waktu tepat tengah malam. Setelah melakukan aksi puasa, maka dia dituntut satu hal lagi, yaitu untuk melakukan puasa ngebleng selama beberapa malam. Puasa ngebleng ini berbeda dengan puasa Pati Geni. Kalau Pati Geni , seseorang harus berdiam diri di suatu kamar yang tertutup tanpa ada seleret sinarpun yang masuk kedalam kamar. Selama itu pula dia tidak boleh buang kotoran, buang air kecil, makan, dan minum. Tetapi pada puasa ngebleng boleh terdapat sinar yang masuk, hanya kita dilarang keluar kamar sebagaimana Pati Geni, serta tidak boleh makan, minum maupun buang air besar maupun kecil selama dia melakukan hal itu.

Konon orang yang memiliki ilmu Estu Pamungkas ini juga memiliki larangan dan pantangan, diantara adalah : tidak boleh takabur (sombong) serta mempergunakan ilmu ini untuk merugikan orang lain, seperti merusak rumah tangga orang lain, serta dilarang keras menggunakan ilmu tersebut setiap waktu. Dari keterangan diatas, nampaknya secara sekilas Ilmu Estu Pamungkas ini adalah Islami, karena mengajarkan untuk berpuasa dan melarang untuk mengganggu orang lain serta tak boleh takabbur.

Tapi di sisi lain, kita daptkan bahwa cara yang dipakai adalah cara-cara misterius, puasa mutih dan nasi putih. Makanya, lebih tepat kalau amalan- amalan ini kita sebut “ talbis al-haq bi al-bathil “ ( salah satu bentuk mencampur-adukkan antara kebenaran dengan kebatilan ).

Talbis seperti ini akan sangat berbahaya bagi keutuhan agama Islam, karena banyak orang awam yang terkecoh kepada suatu amalan, yang kelihatannya baik, padahal sebenarnya adalah ajaran gado-gado dari berbagai keyakinan dan aliran kepercayaan.

Waktu terjadi pembantaian kyai oleh para ninja, salah satu mahasiswa yang kebetulan sedang berada di Indonesia, tepatnya di salah satu pesantren yang sedang diincar, mengatakan : “ Salah satu dari kyai menyuruh seseorang untuk mengejar ninja yang sedang bersembunyi di kuburan…. agar para ninja tersebut takut dan lari terbirit- birit, maka orang yang akan mengejar tadi harus telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun di atas tubuhnya, lantas aja pengejar tersebut menurut nasehat kyai tadi, telanjanglah dia, dan ternyata benar, ketika para ninja tersebut melihat orang telanjang langsung kabur ambil langkah seribu.“

Penulis jadi geli dan risih mendengar cerita tersebut, dari mana orang tadi mengetahui kalau telanjang bulat itu membuat ninja takut ? Kalau di Mesir , orang yang berbuat seperti itu ( bertelanjang ria ) , justru akan menjadi tontonan anak kecil. Macam- macam saja orang Islam zaman sekarang ini, benarlah apa yang di predeksikan Rosulullah saw, bahwa salah satu tanda akhir zaman, adalah dihapusnya ilmu syare’ah dengan meninggalnya para ulama yang konsisten dengan ajarannya, kemudian digantikannya dengan orang-orang bodoh dan aneh-aneh. Sehingga yang benar menjadi salah dan salah menjadi benar.

Salah satu masalah yang sering ditanyakan kepada penulis, adalah operasi memburu pencuri dengan metode baru ( yang sebetulnya sudah kuno ), dan mungkin belum pernah dilakukan oleh badan intelejent manapun juga, yaitu melalui bejana air yang di bacakan doa atau mantera, dan banyak dipraktekan di beberapa tempat. Bahkan disana ada sebuah ilmu yang bernama “ Aji Tunggeng Mogok “ sebuah ilmu yang bisa membuat pencuri terpaku ditempat. Di dalam buku-buku hadits “kutubus sittah “ ataupun “kutubut tis’ah”, tidak didapati hadits yang menyebutkan do’a untuk menangkap pencuri, atau supaya pencuri terpaku ditempat. Kalau untuk membentengi diri dari Jin dan syetan, atau mengusir jin yang bercokol di dalam tubuh atau di rumah, atau menolak bala’, sihir dan santet , itu memang banyak dan sangat di anjurkan dalam Islam.

Dengan membaca Ayat Kursi umpamanya, atau membaca dua ayat di akhir surat Al Baqarah, atau membaca mu’awadzatain ( surat Al-Falaq dan Surat An-Nas ) , atau membaca dzikir pagi dan petang , atau membaca surat Al Kahfi setiap Jum’at, dn lain- lainnya yang jelas- jelas diajarkan oleh Islam dan termaktub di dalam buku-buku hadits. Kenapa bukan itu saja yang dipraktekan dan diajarkan kepada umat Islam ? apakah belum cukup apa yang diajarkan oleh Rosulullah saw, sehingga harus mencari ajaran-ajaran baru yang kita belum tahu sumbernya dan belum jelas kebenarannya.

Kalau terbukti bahwa ilmu-ilmu semacam itu tidak terdapat dalam ajaran Islam , maka seorang muslim tidak boleh ikut-ikutan, walaupun yang mengerjakan itu seorang kyai. Seorang kyai tidak bisa dijadikan standar, karena dia tidak maksum. Allah berfirman :

ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر الفؤاد كل أولئك كان عنه مسئولا

“ Janganlah engkau mengikuti (sesuatu amalan ) yang engkau tidak mengetahui hakikatnya. Sesungguhnya pendengran, penglihatan dan hati ini akan dimintai pertanggung jawabannya “ ( QS. Al Isra’ : 36 )

Ada sebuah cerita menarik yang pernah dimuat salah satu mass media terkenal. Di sebuah daerah di pulau Jawa bagian Timur, ada seorang kyai yang disegani masyarakat. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang ahli ibadah, tapi juga memiliki berbagai kelebihan. Ia mampu berjalan di atas air, dan kebal senjata tajam. Di luar dugaan, ia meninggal dunia dalam keadaan tragis, sekujur tubuhnya merah kehitam-hitaman. Ia menjerit-jerit seperti serigala. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir ia sempat bertutur, bahwa untuk memiliki berbagai “kesaktian” itu, ia harus melakukan transaksi dengan jin. Bentuk transaksi itu sangat sederhana. Setiap malam Jum’at, tepat pukul 12.00 malam, ia harus melakukan hubungan badan dengan jin. Na’udzubillahi min dzalik.

Bahkan yang lebih mengerikan lagi dan membuat setiap orang Islam bulu kuduknya berdiri, apa yang pernah diceritakan orang yang sangat dekat dengan penulis, dan dia mendapatkannya dari seorang anak Kyai di salah satu daerah pulau Jawa. Di daerahnya tersebut, terdapat seorang Kyai yang terkenal sangat dermawan dan baik sekali, bahkan dia mengajarkan kepada anaknya perbuatan-perbuatan yang baik, namun yang menjadi pertanyaan kenapa ketika dia meninggal dunia tidak nampak dalam dirinya tanda-tanda khusnul khotimah, justru yang terdengar adalah jeritan histeris yang keluar dari mulutnya di saat-saat dia menghembuskan nafasnya yang terakhir ? Tak pelak, anaknya yang sudah lama terdidik dengan kebaikan-kebakan itu menjadi heran dan bertanya-tanya , kenapa hal itu terjadi ? Dia teringat bahwa di salah satu sudut rumahnya ada sebuah kamar yang selama ini, dia dan keluarganya tidak boleh tahu apa yang ada dalamnya. Karena penasaran, di dobraklah pintu kamar tersebut…” astaghfirullah ……!!!!!!!!! betapa terkejutnya anak Kyai besar tadi, di dalam kamar kecil yang angker itu ternyata adalah sebuah WC dan mushaf Al-Quran yang di penuhi dengan tahi. La haula wala quwwata illa billah….Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari syetan yang terkutuk.

Kalau cerita diatas benar, maka jelas bahwa kyai itu telah murtad dan kafir karena dia menyembah syetan dan menghina kitab suci yang dimuliakan oleh kaum muslimin .

Al Qur’an dan Hadits Sumber Kemuliaan

Sangatlah tepat apa yang dikatakan Umar bin Khottob, ra — sahabat Rosulullah saw yang terhebat setelah Abu Bakar As-Siddiq ra — : “ Kita telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka barangsiapa yang mencari kemulian selain Islam, maka Allah akan menghinakannya “ Benar,…Allah telah memuliakan Umar dan para sahabat yang mengikuti petunjuk Islam, Allah telah memuliakan mereka dengan keimanan dan kekuasaan yang mempunyai wilayah sangat luas, bukan hanya Imperium Persi dan Romawi saja yang ketakutan dengan mereka, bahkan syetanpun lari terbirit- birit ketika bertemu dengan Umar….Subhanallah !!!. Maka barang siapa diantara umat Islam yang yang mencari kemulian dan kesaktian melalui Syetan dan Jin, bukannya kemulian yang mereka dapatkan, tapi kehinaan di dunia , mereka hidup dibawah ketiak Syetan dan Jin , dan diinjak-injak serta ditindas oleh penguasa- penguasa kafir ( sebagai syetan-syetan manusianya ) …dan di akhirat akan mendapatkan adzab yang pedih…na’udzubillahi min dzalik. Maha Benar Allah di dalam Firman-Nya :

أيبتغون عندهم العزة ، فإن العزة لله جميعا

Apakah mereka ( orang-orang munafik) mencari kekuasan dan kemulian dari sisi mereka. Sesungguhnya kemulian hanya ada di sisi Allah semata. “ ( Qs. An Nisa’ : 139 )

بل كانوا يعبدون الجن أكثرهم بهم مؤمنون

“ …Bahkan mereka menyembah jin dan kebanyakan mereka beriman kepada jin tersebut ( QS Al Saba’ : 41 )

Umat Islam Indonesia – khususnya daerah Jawa- hendaknya kembali kepada ajaran Islam yang asli, yang bersumber kepada Al-Quran dan Hadits serta petunjuk para sahabat, dan wajib meninggalkan ilmu-ilmu klenik yang hanya akan menambah kehinaan demi kehinaan. Tidak ada dalam Islam ilmu hitam, ilmu putih, ilmu hijau, ilmu biru, atau ilmu kuning, tapi hanya ada ilmu Al-Quran dan Hadits serta perangkat yangmendukungnya. Tiada pula ilmu aji tunggeng mogok, mantera pelet media rokok, ilmu kontak, ajian mahabbah, pengasih, ilmu debus, mantra guru sajab. Ilmu- ilmu semacam itu tiada lebih dari peninggalan ajaran- ajaran Hindu dan Budha yang dicampur adukkan dengan Islam sehingga menjadi sesat dan menyesatkan. Wallahu a’lam

43 thoughts on “SANG KYAI DAN ILMU PUTIH

  1. Tulisan ini menggeneralisitr
    seolah2 semua kiai seperti kisah Anda

    yang harus Anda lakukan adalah penelitian ke semua kiai,setidaknya beberapa kiai sahabat…

    jika tidak disertai pebnelitian atau bukti semacam itu,Anda akan mendapatkan kebalikkannya, yakni: fitnah besar.Naudu billah summa naudu billah min dalik,la ilaha illallah muhammad rasulullah…semoga Allah mengampuni kita semua.Amin.

    cobalah,periksa kondisi hati nurabni Anda setelagh mengepos catatan ini.Seperti apa kondisinya?

    mari kita banyak2 istighfar…
    Allahumma Anta maksudi wa ridha-Ka madlubi

    akutini Mahabbataka wa makrifataka…Amin

  2. Saya berbagi pengalaman ya akhi…

    Suatu saat saya datang ke seorang kiai karena suatu hal berupa ketakuan akan ancaman. Lalu dia ngasih saya amalan Allahu Akbar. Saat itu, ada sekitar 3 orang. Mereka juga dikasih amalan berupa mengamalkan bismillah. Dibaca sehabis solat 5 waktu 1000 kali.

    Tetapi saya beda. Cukup baca 11 kali saja. Setelah 3 orang keluar, pak kiai menyuruh saya menginap. Semalaman beliau ngobrolin tentang hakikat Allahu Akbar. Karena ngantuk dia menyediakan kopi dan sebungkus rokok,sehingga nggak ngantuk.

    Beliau bilang alasan kenapa saya dijelaskan hakikat takbir karena saya mahasiswa, jurusan psikologi lagi. Jadi, mubazir jika tidak dijelaskan. Kemudian beliau jelaskan sesuai jurusan saya,yakni secara kejiwaan takbir.

    Kata beliau, kenapa 3 orang amalkan 1000x? Sebab, mereka adalah para preman yang merasa terancam oleh musuh-musuhnya. Mereka juga jarang shalat,bahkan seringkali mabuk. Dikasih amalan berat tersebut, dg tujuan mereka akrab dg Allah tanpa mereka sadari, yakni mereka lebih banyak berzikir. Beliau tidak kasih penjelasan panjang lebar seperti saya, krn tipe orang awam. Jd, terpenting, gmn mereka ke jalan Allah dulu. Dg amalan itu setiap waktu, dg sendirinya ingat Allah. Dg ingat Allah, dg sendirinya kejahatan2 mereka terkurangi pelan-pelan.

    Kenapa harus bismillah? Agar hati mereka menjadi terisi kasih dan sayang sehingga hati mereka yang ganas dan garang menjadi terlembutkan pelan-pelan. Kenapa saya harus takbir? Karena saya sedang mengalami ketakutan akan suatu ancaman, dengan memahami takbir, maka saya menjadi maklum bahwa `cukuplah Allah yang menghakimi dan menjadi sang Penolong`. Sebab, Allah-lah yang Menguasa Segala Medan Keadaan.

    Allahu Akbar. Setelah menyimak petuah beliau selama semalaman tentang intisari pemahaman TAKBIR. Saya menjadi KUAT. Dan rasa cemas sayapun terkurangi. Alhamdulillah…..

    Selain itu, Setiap minggu—malam jumat—mereka sering wajib ikuti pengajian. Pengajian ini berisi pengajian Asmaul Husna. Jadi, sambil lalu mereka mengamalkan ayat tersebuit, mereka pelan2 diajarkan makna asmaul husna, sesuai dengan taraf pemahaman mereka.

    Jadi, menurut saya, telitilah dulu sebelum Anda berMAIN-MAIN dengan VONIS, JIN, atau kesesatan. Sebab, itu SANGAT BERBAHAYA. Bukan Cuma terhadap pemahaman orang yang BACA.

    Tapi juga, terhadap kebersihan lahir batin Anda. Ketika kita mensesatkan orang tanpa ILMU tanpa PENGETAHUAN, apa JADINYA?

    Ada juga kiai yang kesurupan dunia sehingga mengalami seperti CATATAN ANDA. Tapi, TIDAK SEMUA KIAI.

    Subhanallah. Mahasuci Allah. Semoga Allah menyucikan PEMAHAMAN kita SEMUA. Amin. Meskipun begitu, salam hormat saya kepada PA dan sang penulis.

    Salam berbagi pengetahuan dan hikmah Allah bagi kita semua. Bila ada kata kurang berkenan, saya mohon maaf lahir dan batin kepada semua pembaca. Semoga, Allah senantiasa mengayomo kita dalam ampunan dan hikmahNYA.

    amin…

  3. eh, mas….tolong jangan pakai istilah ilmu hitam atau putih. Kalau ada yg bilang ilmu hitam itu utk kejahatan atau ilmu sihir itu namanya RASIS!

    buatlah istilah ilmu jahat dan baik. Di mana ilmu baik ialah :

    1. ilmu yg dipelajari dng niat yg baik.
    2. ilmu yg dipelajari dng cara yg baik.
    3. ilmu yg digunakan utk kebaikan setelah dikuasai.

    ilmu jahat ya sebaliknya…..ilmu jahat juga bisa berarti dicampur, artinya kalau anda belajar di sekolah dng cara yg jujur tapi setelah lulus ilmunya dimanfaatkan utk hal yg jahat berarti ilmu jahat namanya.

    pada dasarnya ilmu itu netral jadi tolong jgn pakai kata hitam dan putih, ….kecuali kalau kita pernah diajah Afrika.
    LOL

  4. pertama kali saya membaca tulisan yang ada di website ini…
    ah…penilaian saya terhadap anda langsung negatif..seakan2 anda sendiri yang merasa paling benar keislamannya…hehehhehe…nyuwun ngapunten nggih,..semoga ucapan saya ini anda anggap sebagai jamu…ya ,,,memang pahit tapi akan menyembuhkan penyakit ROHANI anda….nuwun…

  5. @ tomieguanteng: justru kelihatannya anda yang tidak memahami inti dari tulisan di atas. Di atas tidak pernah dikatakan SEMUA KIYAI tapi anda mengatakan bahwa penulis meen-generalisir semua kiyai. Tolong dipahami dulu… Kedua, yang harus kita ikuti itu adalah ATIULLAH WA ATIURRASUL WA ULIL AMRI MINKUM. Maksudnya: Kita harus mengikuti aturan ALLAH, aturan RASUL dan pemimpin diantara kita. Ingat! tidak pernah disebutkan mengikuti ATURAN PEMIMPIN. Karena aturan hanya dari ALLAH dan RASUL, kalau pemimpin kita tidak sesuai dengan ALLAH dan RASUL, jelas HARAM diikuti. Dan sudah jelas RASUL tidak pernah mengajari berDZIKIR sebanyak ribuan kali. Yang dicontohkan RASUL hanya 33 kali. Jadi dalam menhikuti ibadah harus jelas ada acuan dari ALLAH dan RASUL. Jadi jangan hanya ikut-ikutan ibadah hanya berdasarkan KATA USTAD atau KATA KIYAI tanpa pernah me-rechek acuan QUR’AN dan HADITS.
    @ ikutan: dari komentar anda jelas anda adalah (kalau boleh terus terang) pengamal ilmu2 semacam itu (batin/tenaga dalam/sejenisnya. Dan 3 definisi anda tentang ilmu baik jelas SALAH. Ilmu yang baik adalah ilmu yang berasal dari ALQUR’AN dan ALHADITS. Walaupun berpuasa atau apapun yg sepertinya baik, dengan niat baik dan dengan cara baik, kalau TIDAK SESUAI dengan QUR’AN jelas ILMU TIDAK BAIK (SESAT). Tidak ada ilmu NETRAL. Yang ada adalah BAIK dan BURUK. Yang BAIK adalah QUR’AN. Selain itu BURUK.
    @mbah jonggreng: Penulis tidak pernah menganggap dirinya paling baik keislamannya. Anda menuduh penulis kena penyakit rohani. Astaghfirullah. Setiap tuduhan apalagi tuduhan terhadap perkataan yang berasal dari QUR’AN, berarti tuduhan tersebut berasal dari SYETAN dan antek2nya…. Yaitu para pengamal KESYIRIKAN…. Bertobatlah saudaraku….. Mumpung belum terlambat….

    • saya kutip dr mas elmer:
      ” Dan sudah jelas RASUL tidak pernah mengajari berDZIKIR sebanyak ribuan kali. Yang dicontohkan RASUL hanya 33 kali.”

      mas elmer…
      di Alquran ada ayat yg menganjurkan kita berdzikir kepada Allah dgn sebanyak-banyaknya.

      btw, saya mau nanya pada semuanya, bedanya dzikir dgn wirid apa ya?

      • Dzikir, dalam bahasa arab berarti “mengingat”. Dzikir didalam Al-Qur’an diartikan sebagai “mengingat Allah”. Allah ta’ala berfirman:
        “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al Ahzab:41)
        Didalam Al-Qur’an tidak disebutkan kapan waktu khusus untuk ber-dzikir (mengingat) Allah. Akan tetapi yang sering adalah perintah untuk ber-dzikir (mengingat) Allah, kapanpun, tidak bergantung pada waktu.
        Setiap orang yang beriman diwajibkan untuk senantiasa berdzikir, karena jika lalai dalam ber-dzikir, maka ia termasuk dalam orang-orang yang merugi, seperti dalam firman-NYA :
        “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS:Al-Munaafiqun:9)

        Sedangkan Wirid, Secara bahasa, wirid berasal dari kata “Warada-Yaridu-Wuruudan-Wirdan” yang berarti hadir atau datang.
        Secara istilah, wirid didefinisikan sebagai amalan-amalan keagamaan baik berupa bacaan Al-Quran atau doa-doa tertentu maupun aktifitas ibadah seperti shalat sunah, malam, atau siang hari yang dilakukan secara continue atau terus menerus.
        namun yang jadi masalah adalah adanya tata cara dan ketentuan yang aneh ketika seseorang membaca amalan /wirid yang tidak memakai standar Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah, dan ini termasuk dalam kategori bid’ah, yang mana syetan lebih menyukai bid’ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.

        contohnya seseorang melakukan “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta’ala, seperti membaca Al-Fatihah 1000 kali, Al-Ikhlas 1000 kali dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok, dan sudah ditentukan jika kurang dari 1000 maka amalannya batal. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca; bid’ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah atau ilmu hikmah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta’ala.

        Dengan kata lain, intinya sumber ilmu-ilmu kesaktian itu sendiri bukan pada soal wiridnya.Tapi pada bantuan jin (khodam) yang dipersembahkan kepadanya dengan bacaan wirid-wirid ataupun mantra-mantra itu sebagai bentuk penyesatan yang tentunya akan menurus pada kesyirikan. Salah satunya akan menimbulkan keyakinan akan kesakralan wirid-wirid (buatan dengan tata cara yang aneh) itu dibanding bacaan-bacaan doa perlindungan yang telah dituntunkan Rasulullah dan membentuk sikap sombong dalam diri karena punya kekuatan ghoib yang membentuk sikap takabur dan pastinya akan lebih lagi melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah dan sesat yang lebih parah.

        Harus kita ketahui bahwa adanya kewajiban membaca wirid secara berlebihan selain menyalahi sunnah Rasulullah bacaan tersebut dapat membuat sibuk dan meninggalkan kewajiban yang lain.membaca wirid yang sangat banyak akan membuat kita melupakan makna yang terkandung dalam kalimat yang dibaca,bahkan dengan membacanya dengan diucapkan secara langsung secara jahr (keras) dengan jangka waktu yang lama akan merubah susunan kalimat bacaan wirid yang kita ketahui bahwa satu huruf saja yang berbeda dalam pengucapan akan merubah arti kalimat dalam bahasa Arab. Contohnya jika kita diwajibkan membaca kalimat Lailahailallah sebanyak lima puluh ribu kali maka tentu kita akan secepatnya menyelesaikannya,hingga melupakan untuk menghayati kalimat tauhid dan sangat besar kemungkinan kita salah dalam pengucapan karena saking lama dan cepatnya kita mengucapkannya menjadi La Allah (tidak ada Allah), ana Allah (saya Allah) atau pun berubah menjadi bahasa yang tidak diketahui artinya. Sudah sangat banyak orang yang tersesat karena membaca wirid yang begitu panjang dan pada akhirnya diperdaya syaitan dengan pengalaman mistis dan mendapatkan kemampuan ghoib.

      • Matur suwun penjelasannya mas perdana. btw, boleh dijabarkan lagi gak, maksud “mengingat” itu yg bagaimana? misalnya gini, kalau kita lagi konsen sama kerjaan, kayaknya susah sambil mengingat Allah.

      • @ Murid:

        Matur suwun penjelasannya mas perdana. btw, boleh dijabarkan lagi gak, maksud “mengingat” itu yg bagaimana? misalnya gini, kalau kita lagi konsen sama kerjaan, kayaknya susah sambil mengingat Allah.

        > :)

      • Praktik mengingat Allah sangat banyak bentuknya seperti berdikir menyebut Asma’ul Husna, mengucap kalimat tauhid, syahadat, mengucap tasbih, tahlil tahmid, mengerjakan segala bentuk ibadah merupakan cara kita untuk mengingat Allah. Adapun bentuk mengingat Allah jika anda lagi berkonsentrasi dalam suatu pekerjaan, terkadang kita lupa untuk berdzikir atau malah susah jika sembari berdzikir dalam hati kita juga fokus memikirkan sesuatu. kasus ini kadang banyak ditanyakan ;) . pemecahannya agar ketika kita konsen dengan pekerjaan kita tidak lupa tetap mengingat Allah, adalah awali setiap pekerjaan kita dengan mengucap bismillah dan akhiri dengan hamdalah, ketika berdiskusi serius dengan kolega ucapkan subhanallah jika teman kita mengucapkan ide yang cemerlang dalam bekerja, ucapkan istighfar jika kolega kita menginformasikan kasus yang sulit (fadhilah istighfar ada 3 : 1. dimudahkan rizki, terhindar dari musibah, ada masalah akan ada jalan keluar) .
        jika kita sedang sendiri dan sangat fokus memikirkan / mengerjakan sesuatu selalu selingi dengan dzikir. contoh : sedang mengetik di komputer ada kesalahan ketik bisa ngucapkan Astaghfirullah, ketika selesai mengetik ucapkan Alhamdulillah :) . Ternyata sangat mudah mengingat Allah :) dan kita akan selalu mendapat pahala, jalan keluar dan dalam perlindungan Allah :)
        Dalam hadits qudsi Allah berfirman :
        “Aku bersama sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Maka apabila dia menyebut-Ku dalam dirinya. Akupun akan menyebutnya dalam diri-Ku. Dan jika dia menyebut-Ku ditengah banyak orang, maka Aku akan menyebutnya ditengah makhluk yang lebih banyak yang lebih baik dari mereka (Muttafaq Alaih)

    • sukron ala hidmatikum bung mas elmer :)

      memang tidak disebutkan semua kiai.Tetapi, penekanan pada kata KIAI cukup kuat.Anda bisa merasakannya.

      masalah harus 33 atau lebih,apa ada larangan dari Nabi Saw? :) kalau lagi waktu luang,sangat bagus diisi dengan zikir kan akh?

      ttg persepsi antum saya pengamal ilmu batin itu benar adanya.Saya mengolah batin saya agar selalu ingat kepada Allah setiap saat,setiap waktu dg mengamalkan tasbih tersebut,ketimbang melamun atau buang2 waktu,lebih baik diisi dengan zikir… :)

      ilmu itu netral menurut saya.Artinya, akan buruk jika digunakan hal buruk meski itu ilmu kebaikan.Tetapi hal-hal buruk digunakan pada hal baik,tetap saja buruk.Sama dengan membersihkan najis dg air najis.
      ilmu Alquran dipelajari para orintalis, kan jadi beda manfaatnya kan?

      sukron mas almer
      salam dan hangat ukhuwah selalu :)

    • sukron ala hidmatikum bung mas elmer :)

      memang tidak disebutkan semua kiai.Tetapi, penekanan pada kata KIAI cukup kuat.Anda bisa merasakannya.

      masalah harus 33 atau lebih,apa ada larangan dari Nabi Saw? :) kalau lagi waktu luang,sangat bagus diisi dengan zikir kan akh?

      ttg persepsi antum saya pengamal ilmu batin itu benar adanya.Saya mengolah batin saya agar selalu ingat kepada Allah setiap saat,setiap waktu dg mengamalkan tasbih tersebut,ketimbang melamun atau buang2 waktu,lebih baik diisi dengan zikir… :)

      ilmu itu netral menurut saya.Artinya, akan buruk jika digunakan hal buruk meski itu ilmu kebaikan.Tetapi hal-hal buruk digunakan pada hal baik,tetap saja buruk.Sama dengan membersihkan najis dg air najis.
      ilmu Alquran dipelajari para orintalis, kan jadi beda manfaatnya kan?

      sukron mas almer
      salam dan hangat ukhuwah selalu :)

  6. Ilmu2 metafisik tsb hasil pembauran dgn tradisi kejawen. saya pribadi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yg masih cetek ini yakin, ada campur tangan jin pada ilmu2 tsb.

    disebut ilmu hitam krn digunakan untuk perbuatan tercela dan mendapatkannya dgn cara yg tercela juga atau dgn perjanjian2 tertentu spt tumbal.

    disebut ilmu putih krn digunakan untuk kemashlahatan umat dan mendapatkannya dgn tirakat yg “keliatan” wajar.

    bagi para pelakunya, ilmu itu ditempatkan sebagai “tools”. sama dgn kita menggunakan komputer untuk keperluan kita, bukan berarti minta tolong pada jin. jadi bagi mereka itu bukan syirik.

    terlepas bagi Allah itu syirik atau bukan, yg jelas jin tetap aja jin. kalau”ngasih” ilmu putih ke manusia pasti ada maunya. apalagi kalo bukan numpang makan dan tinggal di tubuh manusia. jadi gak perlu ngais2 makanan di kuburan misalnya. makanya banyak orang yg punya ilmu ini susah meninggalnya krn lupa mencabut ilmunya atau jinnya bandel gk mau ninggalin tubuh empunya.

    mengenai puasa mutih, saya sih husnuzhon aja selagi itu hanya diniatkan untuk tirakat pengendalian hawa nafsu, bukan untuk niat mendapatkan ilmu2 tertentu. lidah kita ini kan suka dgn makanan yg berbumbu enak, kendaraan yg bagus bagi hawa nafsu. makanya lidah ini ditahan dgn hanya diberi nasi putih yg tawar, agar hawa nafsu kehilangan kendaraannya.

    lagian beras jaman dulu mah bagus, masih ada bekatulnya. gak kayak beras sekarang yg ngulitinya pake mesin, sehingga bekatulnya hilang. contoh aja, mertua saya kalo lagi sakit maunya cuma makan nasi putih segenggam dan tiduran/istirahat. gak mau minum obat. dgn cara itu malah cepat sembuh.

  7. @ Murid:

    ingat Allah tak harus selalu menyebut2 nama-Nya
    tetapi ketika setiap usaha dan kerja diniati ibadah.. :)

    menyebut2 nama-Nya jg tidak ada manfaatnya
    jika perilaku dalam pikir,keputusan,maupun tindakan tidak bermuatan nilai-nilai-Nya :)

    Ingat Allah,berarti pula meresapkan nilai/ajaran-Nya
    berpadu dalam pikiran/hati, keputusan, dan tindakan/aktualisasi segala kehidupan :)

    salam :)

  8. : (seseorang melakukan “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta’ala, seperti membaca Al-Fatihah 1000 kali, Al-Ikhlas 1000 kali dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok, dan sudah ditentukan jika kurang dari 1000 maka amalannya batal.)

    SETUJU :)

    saya nambah ya,hehehe

    Namun bila: membaca Al-Fatihah 1000 kali, Al-Ikhlas 1000 kali dan lain sebagainya dengan tujuan agar makin ikhlas,makin khusyuk kepada yang menciptakannya.

    afwan bung PA :)
    semoga tidak masalah…

    • Niatnya sih ga salah.. Lebih baik ga usah ditarget kecuali yg ada kterangannya misal Rasulullah SAW istigfar 100 kali/hari. Saya sedang membiasakan kalau di kendaraan jarak jauh istighfar dan dzikir lainnya tanpa batas (tidak dihitung).

    • Namun bila: membaca Al-Fatihah 1000 kali, Al-Ikhlas 1000 kali dan lain sebagainya dengan tujuan agar makin ikhlas,makin khusyuk kepada yang menciptakannya.
      afwan bung PA :)
      semoga tidak masalah…

      Al-Qur’an surat Al-Ahzab 41 Allah berfirman:“Hai orang-orang yan beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.”
      sebanyak-banyaknya adalah tanpa batas kecuali yang memang telah disunnahkan seperti membaca TAhlil, tahmid, takbir 33x (sebab Rasul telah menetapkan juga fadhilahnya), adapun menetapkan bilangan 1000x atau 20.000x adalah membuat batasan dalam dzikir tanpa ada dalil dari Rasulullah maka hindarilah, sebab mengapa kita membatasi mengingat Allah 1000x atau bilangan lainnya, keikhlasan kita jangan dibatasi bilangan tetapi istiqamah berzikir sebanyak mungkin tanpa ada batasan khusus.
      ada banyak oknum kyai yang menetapkan batasan dalam dzikir tanpa dalil dari Al-Qur’an dan sunnah disertai fadhilah (keutamaan) yang mereka karang sendiri, Contoh dzikir Ya Qowiyyu ya Matinu 10.000x dibaca 40 malam untuk kebal dsb (bisa dilihat pada buku-buku tema Asma’ul huzna di pasaran semuanya menetapkan bilangan dan keutamaan tanpa dalil sama sekali malah membuat tersesat orang mengamalkannya)
      jika oknum kyai itu mengarang fadhilah sendiri maka apa dia seperti nabi dan rasul yang memang punya kapasitas mendapatkan wahyu dari Allah dalam menetapkan keutamaan dzikir dengan batasan tertentu ????

  9. hehehe :)
    saya tidak menyebut itu batasan
    jika pengen zikir lebih ato kurang,yo monggo :)

    antum terlalu bung PA
    masukilah dunia para kiai sehingga jenengan tidak selalu salah paham atas mereka
    agar,jenengan mengerti kenapa harus begini dan begitu

    antum kok malah jadi seorang hakim keagamaan toh :)
    beliau2 juga tidak sembarangan,apalagi ngawur2an loh .. :)
    dalam menentukan sebuah amalan

    kalo bicara harus ada tuntunan dari Rasulullah Saw
    aopakah Nabi Saw pernah berdakwah model jenengan?

    antum menyesat2kan orang lain,hanya perkara itu-itu aja (tuntunan nabi/napak tilsas. seakan2 harus PLEK dengan zaman nabi. Yang benar saja :) )

    ketahuilah: banyak hal yang harus kita pahami dari zaman ke zaman…

    VONISLAH SESUATU SETELAH KITA MENELITI KEBENARAN DAN MAKSUD SESUATU DILAKUKAN.

    SUngguh,beliau tidak pernah mengagung2kan rukyah spt antum.Ini bid`ah…

    rukyah itu hanyalah kosakata Arab saja
    substansi dari rukyah…itulah yang harus dimengerti

    T-E-R-L-A-LU,hehe :)

    afwan ya akhi
    gemes,apa2 kok jadi serba sesat
    sekali lagi,afwan katsir…

    • seorang muslim akan mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan meninggalkan seluruh ajaran yang menyimpang dari ajarannya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia tidak akan terburu-buru dalam meyakini dan mengamalkan suatu ajaran dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala walaupun menggunakan ayat suci Al-Qur’an. Akan tetapi dia akan menimbang terlebih dahulu tata cara amalan ibadahnya apakah sesuai dengan amalan dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila sesuai maka diterima, namun apabila bertentangan maka dia akan menolak, dari manapun datangnya (dari Kyai, Habib, Ustadz, Ajengan, paranormal, dukun dll) . Karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      Artinya : “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada syariatnya dari kami maka amalan tersebut ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

      Perkara berdzikir kepada Allah sudah jelas syari’at menjelaskan tata caranya, maka jangan kita membuat tata cara baru yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah, apalagi tata cara yang aneh bin ajaib. Khusus untuk anda bung Tomi saya akan mempostingkan contoh bentuk dzikir/ingat kepada Allah yang sama sekali jauh dari landasan syari’at yang dilakukan kaum sufi di http://metafisis.wordpress.com/2010/06/21/contoh-dzikir-bidah-kaum-sufi/

  10. salam hangat :)

    {Perkara berdzikir kepada Allah sudah jelas syari’at menjelaskan tata caranya, maka jangan kita membuat tata cara baru yang tidak pernah dicontohkan )

    berarti antum memberikan fatwa nih,hehehe
    sebab, antum yang memberi kriteria boleh tidaknya :)
    sesat/syirik ato tidaknya..

    antum banyak menyorot polah para kiai/sufi dll
    dengan versi jenengan..

    saya pun punya versi sendiri
    dan, barangkali kesesatan/kesyirikan/tidak ada tuntunan dari Rasulullah Saw yang akan dialamatkan ke saya nantinya, juga versi jenengan… :)
    tidak apalah..

    sesat/syirik menurut jenengan bagi saya tidak masalah
    karena hal itu, belum tentu Allah menghukuminya demikian..

    maka,hukum sesat/syirik yang Antum jatuhkan…
    itu hanya dalam alam pikir antum saja…

    jangan selalu mengutip-utip dalil2 hadist/Alquran
    kemudian antum tafsir sekehendak pikir antum…

    sungguh: Allah-lah yang menjadi Sang Hakim
    sesungguhnya Allah tidak menyukai hal-hal berlebihan….

    • Assalamu’alaikum mas Tomi.

      Alhamdulillah, semakin bertambah wawasan saya mengikuti diskusi ini.

      Langsung saja, kalau boleh tolong lampirkan dalil-dalil yang diberikan mas Ahmad yang mas Tomi anggap keliru (atas kehendak sendiri/versi sendiri) penafsirannya. Untuk pembanding berarti harus ada keterangan dari mas Tomi juga mengenai penafsiran dari dalil2 yang dimaksud nantinya.

  11. 49. Al Hujuraat
    11.
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. ”
    12.
    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. “

  12. Akan ada pertanggung jawaban dari segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita di dunia ini,
    Kenikmatan itu diantara yang sangat penting adalah waktu atau kesempatan…
    Sebagian besar orang yang telah sampai ajalnya selalu minta waktu lagi walau sedetik saya supaya diberi kesempatan untuk bertaubat demi setelah mengetahui hukuman apa yang akan dialaminya dari akibat dosa-dosanya..
    Berzikir sebanyak-banyaknya bagi saya adalah memanfaatkan waktu dan kesempatan semaksimal mungkin setiap detiknya untuk beribadah, yang pada akhirnya akan menjadi kebaikan/keuntungan untuk diri kita sendiri di hari hisab nanti.
    Detik-detik waktu yang digunakan untuk selain ibadah, apalagi kemaksiatan akan menjadi perhitungan yang sangat berat bagi kita semua.
    Dengan berzikir secara istiqomah, diharapkan pada saat kita mendapat rahmat dari Allah sehingga kita ditakdirkan sedang melakukan zikir itu di saat menghadapi sakaratul maut yang datang sewaktu-waktu.
    Kekuatan, kesaktian, karomah, kelemahan, kekayaan, kemiskinan, kekuasaan, ketidak berdayaan, semua itu hanya ujian saja untuk menguji jalan mana yang kita tempuh saat kita ditimpa semua itu, menjadi sombong ujub takabur, atau justru rendah hati; menjadi pelit atau dermawan; menjadi kufur nikmat atau pandai bersyukur; menempuh jalan setan atau jalan takwa…
    Kekuatan, kekayaan, kesaktian, kekuasaan yang membuat seseorang jauh dari Ridho dan Rahmat Allah bukanlah nikmat, tetapi justru itu adalah azab dan petaka..
    Ibadah yang kita lakukan hendaknya hanya untuk mengharap Rahmat Allah semata, semoga dicurahkan kepada kita semua, hidayah petunjuk jalan yang lurus dan keteguhan iman tauhid ini hingga akhir hayat

  13. saya tidak setuju jika memakai label kiai untuk dalam segmen di atas langsung saja sama orang yang anda maksud misalnya nama kiainya langsung di sebut jangan memakai label kiai itu sama saja merusak nama baik seseorang yang di panggil dgn kiai belum tentu semua kiai seperti itu saran saya gak usah menjelekan orang lain apalagi yang di jelekan itu ahli ilmu………
    kalau anda menjelekan kiai sama saja anda menjelekan semua kiai yang pernah ada….
    dan kalaubuat artikel itu yang fakta dunt dan ada bukti dan saksi bukan isu atau cerita orang yang belum tentu keabsahannya….. terimakasih

  14. Sebelum ngomong harus tahu dulu tentang masalah ilmu, ilmu adalah alat untuk mendekatkan diri kepada allah. contohnya kita kalau mau pergi jauh kalau tanpa menggunakan ilmu kapan nyampenya,nah begitu juga ilmu batin yang bisa juga disebut hakekat. nah masalah do’a yang penting tujuannya kepada Allah, mengagungkan Allah, masalah bahasa tidak tidalarang mau bahasa arab, sunda, jawa dll, tapi disunahkan pakai bahasa alqur’an, jadi belajar dulu ilmu batin nah kalau udah belajar pasti anda tahu jangan asal sesumbar menyalahkan orang lain , lihat diri kita dulu, islam bukan buat berdebat, buat diamalkan, awas jaga mulut anda ….

  15. ASSALAMUALAIYKUM…MAS AHMAD ZAIN AN NAJAH YG SAYA HORMATI…
    SAYA TIDAK PERDULI DI MANAPUN ANDA BERADA, ENTAH DI MESIR, DI ARAB ATO YG LAINNYA. BUAT SAYA YANG TERPENTING ADALAH KEADAAN HATI SESEORANG YG BERSIH DARI PENYAKIT2 HATI..SAYA MENYARANKAN KEPADA SAMPEAN UTK JANGAN SOMBONG DAN TINGGI HATI. BACALAH BANYAK2 KITAB ULAMA2 SALAF, JANGAN HANYA KARENA MEMBACA BEBERAPA KITAB TERJEMAHAN MEMBUAT SAMPEAN NGOMONG CEPLAS CEPLOS MENJUSTIFIKASIKAN SEORANG KIAI.. INGATLAH, SETIAP AMAL ADA PERTANGGUNG JAWABANNYA,

  16. Artikelmu ini kya GUAATELL,..ngapain km melarang2 larang kami,to cri ilmu2 pelet dn kesaktian..urusin aj selingkuhanmu di mesir sana..istrix org yg km xxxxxxxxx(sensor admin),,,dasar munafik…ASxxx??? (sensor admin)………..

  17. bagi yang paham tolong lemah lembut lah dalam menjelaskan dan bagi yang kurang paham tolong mau mencoba mengkaji lagi.jangan memaksakan kehendak seolah kebenaran milik diri sendiri dan tidak santun dalam penyampaiannya.semoga ilmu yang sudah anda pahami selama ini memberikan manfaat bagi anda sendiri dan orang banyak bukan sebaliknya.

  18. If people only understand about monotheism in
    theory. Not the strength of unity that was built
    with dhikr and wirid that istiqomah in the liver,
    then the dominant monotheism was born with a speech in
    lip service, often actualized with
    mensyirikkan and people worship membid’ahkan
    other. Consequently, in addition to scream like a thief
    thief, because in fact, they went unnoticed
    like himself who do shirk and innovations, it also
    statements that can be disturbing people and disunity
    people everywhere.

    • Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      Subhanalloh …. ok !! was the one who was let go as a lesson, let us toward ukuwah Islamiah which leads to unity and the unity of the ummah, ……..go for moslem !!!

      Maybe the gods give hidayah to us all, god is with us … … amen blessings for you !

  19. Gitu aja kok repot,, yang begitu ♈α᪪ biar begitu dan yang begini ♈α᪪ biar begini,,,sebab bisa terjadi begitu begini semua atas kehendakNYA,,,,​Huâªkªªkàâ=))..нuªªkàâªkªª=))

  20. Ingan Tujuan kita
    1. meninggal dengan Husnul khotimah
    2. Melaksanakan islam dengan sempurna
    3. Melaksanakan tujuan tauhid dengan benar
    4. Melaksanakan Hukum islam dengan benar
    Apakah anda akan menyangkal kebenaran Al Quran dan Hadis ?
    Apakah anda melaksanakan amalan tanpa dasar dan tujuan yang jelas ?
    Kalao tujuannya tidak jelas mengapa anda lakukan ?
    Apakah anda meyakini Tujuan anda ?
    apakah anda menyangsikan kesempurnaan islam sehingga membuat amalan yang tidak dulakuan nabi SAW.!
    Apakah anda yakin amalan baru akan membuat anda masuk ke surganya ALLAH SWT. !
    Apakah anda melakuakn sesuatu dengan dasar kata orang tanpa melihat dassar Al quran dan hadist !
    Apakah anda mau spekulasi dengan Allah tentang amalan anda !
    Apakah anda tahu definisi Kiai !
    Apakah kiai itu sesuatu yang di tuakan atau orang yang banyak ilmunya !
    Apakah sebuah Gong yang Bernama Kiayi …. Akan anda anut !
    Apakah anda menyalahkan/membenarkan orang lain dengan dasar kiayi atau Quran dan hadis !
    Apakah kiayi itu Maksum seperti nabi SAW yg menerima wahyu dari Allah tentang kebenaran !
    bukankah Kiayi itu seperti kita !
    apakah kita mempercayai sesuatu yang tidak jelas dasrnya !
    asshadualaa ilahailalloh, wa asshaduana muhammadarosuulullah SAW.
    Maaf sodaraku diskusi ini mengarah kemasalah organisasi keagamaan tolong dihentikan ! semoga Allah SWT. Memberi hidayah pada hati kita Amin Thank you all……….

  21. Pada ngomongin apa sih…..hati2…….?????
    Orang ber-Ilmu akan tergelincir karena ke-ilmuannya,
    Orang kaya akan tergelincir karena kekayaannya,
    Pejabat akan tergelincir oleh Jabatannya dstnya……
    Semua yang kita saksikan semua dari Allah….
    Lebih baik mulailah dari diri kita sendiri, kenapa mesti meneliti kelemahan Orang lain,,,,,

    Sudahkah kita mengerti dan memahami tafsir al-Qur’an seluruhnya???
    Berapa Hadist yang telah kita ketahui dan kita mengerti????
    Setiap manusia tingkat pengertian dan pemahamannya tidak sama, itu adalah salah satu bukti kekuasaan Allah.
    Atau saudara ingin di akui ke-Ilmuannya??????? Itu syah2 saja…..

  22. Assalamu alaikum wr wb
    Benar posting anda, kalaupun sakti harusnya memang karna Allah SWT yang menganugerahkannya, bukan hasil dari mencari kesaktian

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s