ILMU HIKMAH YANG BERUPA SANTET

PENGANTAR ADMIN :

Tulisan ini saya kutip dari http://totalsantet.blogspot.com/ walau tata tulisan agak “rumit” namun cukup layak dijadikan sumber pengetahuan

BERIKUT INI ARTIKENYA :

SANTET
SANTET adalah Jenis ilmu Hikmah untuk menghancurkan musuh, agar musuhnya lumpuh, buta, muntah darah, gila, rumah tangganya hancur, Jodohnya ditutup, usahanya bangkrut, mati dengan sangat menderita. Dll.

ILMU HIKMAH,
adalah ilmu untuk kepentingan dan kebutuhan manusia di Dunia. Jika ingin kaya, cantik, berkharisma, dicintai Setengah mati, sakti, ahli mengobati penyakit medis, ahli mengobati Sihir dan Guna-Guna, ahli menghancurkan orang yang Dibenci.

RAJAH / WIFIK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENJAGA (KHODAM) HURUF HIJAIYAH

Yang dimaksud huruf Hijaiyah adalah huruf arab. Berbicara tentang huruf hijaiyah berarti berbicara tentang huruf – huruf yang terdapat dalam dalam ayat suci Al- Qur’an…..Khodam selalu Muncul bersamaan munculnya sebuah tulisan…..Semakin banyak Rajah ditulis para Ahli Hikmah, semakin banyak pula Khodam – Khodam itu ( Buku Rahasia Ilmu Khodam, karangan Romo Kyai Drs. Hartoyo, hal 100)


KAJIAN ATAS ILMU HIKMAH, JENIS : MENGHANCURKAN MUSUH

Daftar Pustaka buku-buku Ilmu Hikmah :

  1. Daya Kesaktian Bathin. Disusun oleh KH. A. Zaenury AY. Penerbit Mahkota Surabaya. Tidak ada Tahun penerbitan
  2. Buku Mujarobat dan kunci kesembuhan. Karangan Ustad Labib MZ. Penerbit. CV. Pustaka Agung Harapan, Surabaya. Tidak ada Tahun penerbitan
  3. Santet, E – book, Karangan Masruri Ahmad
  4. Imam Ghozali. Kumpulan Ilmu Ghaib. Alih Bahasa. Ust. Masrap Suhaemi. Penerbit Mahkota. Surabaya. Tahun 1984
  5. Buku Silahul Mukmin, Kumpulan Mantra, Wirid, Do’a dan Obat tradisional. Karangan K. Mahfudz Sya’Roni. Penerbit Ampel suci Surabaya. Tidak ada tahun penerbitan,
  6. Mujarobat dan kunci kesembuhan. Ust. Labib MZ. CV Pusataka Agung Harapan Surabaya
  7. Ilmu Kekuatan Gaib, Imam Al Ghazali, Ilmu Hikmah – Tolak Bala – Thorekot, Dll, Oleh Abd. Hamid Zahwan, penerbit CV. Aneka Solo, Tahun 2004
  8. Ilmu Pasang Susuk Bertuah, Cara memasang Susuk Dengan Ilmu Hikmah, Karangan Imam Suroso S. Sos, Penerbit CV. Aneka Solo, Tahun 2004
  9. Rahasia Ilmu Khodam, Berguru Ilmu Gaib Sumber Daya Linuwih, Oleh Romo Kyai Drs. Hartoyo, Penerbit CV. Aneka Solo, Tahun 2006

Ilmu Hikmah dibagi Dalam 6 jenis, yaitu :

  1. Untuk Menghancurkan Musuh, yaitu SANTET
  2. Untuk Percintaan, yaitu Pelet, Asihan, Biar Bersetubuh tahan lama dan nikmat, Dll
  3. Untuk Kesaktian, yaitu Kebal Senjata, Ahli Pasang Susuk, Menaklukan Jin dan meminta pertolongan Jin, membaca pikiran orang, Cepat menerima Ilmu Dll.
  4. Untuk Pengobatan Medis, yaitu Sakit Gigi, Asma, sakit mata, Dll
  5. Pengobatan Non Medis, yaitu untuk ngobatin yang sihir, guna-guna (disantet). Jadi meraka sendiri yang tahu kunci-kunci Santetnya, seperti orang yang menciptakan Virus hanya mereka yang tahu Anti Virusnya. Dan juga Ilmu yang mengajarkan bagaimana membuat racun dan penawar racun tersebut.
  6. Untuk Kerejekian, yaitu cara-cara untuk menjadi orang Kaya.

Dalam buku-buku ilmu Hikmah, berbagai cara atau tehnik untuk menghancurkan musuh dengan berbagai ritual yang harus dilakukan. Tetapi dilihat yang terjadi pada banyak korban santet, yang paling banyak digunakan adalah tehnik PASANG SUSUK.

SUSUK
Adalah benda kecil yang sengaja dibuat untuk tujuan dimasukan ketubuh dengan maksud-maksud tertentu (hal 33) Ilmu Pasang Susuk Bertuah, cara memasang Susuk Dengan Ilmu Hikmah, Karangan Imam Suroso S. Sos,

TEHNIK PASANG SUSUK
Yaitu Proses memasukan benda keras kedalam tubuh sesorang tanpa rasa sakit. Susuk tersebut dimasukan kebadan seseorang di ’dawamkan’, di’link’ kan atau di ’ on’ kan dengan membaca amalan – amalan atau mantera – mantera tertentu.
Susuk Sebelum dimasukan kedalam tubuh seseorang ’diisi’ atau ’diasmak’ terlebih dahulu, Amalan IV (Mengisi Getaran) Ilmu Pasang Susuk Bertuah, Cara memasang Susuk Dengan Ilmu Hikmah, Karangan Imam Suroso S. Sos, Hal 28 sd hal 31.

TUJUAN PASANG SUSUK
Adalah untuk agar pengguna terlihat cantik atau wibawa, maka dimasukanlah susuk kepada tubuh korban berlian atau emas, tanpa melukai kulit pemakai dan tanpa merasa sakit.
Karena didalam berlian tersebut sudah diisi, diasmak sehingga didalamnya ada Khodam atau Jin pembantu, membuat pemakai terlihat cantik atau berwibawa.

Karena itulah pemakai susuk, biasanya akan susah meninggal, karena ketika malaikat Izroil akan mencabut nyawa seseorang, tersangkut oleh roh Khodam yang ada pada susuk nya. ( Pengantar Admin : Anggapan ini keliru, yang benar adalah orang yang memakai susuk telah berbuat syirik pada Allah dan tidak bertaubat karena sampai sakratul maut tidak membuang susuknya maka matinya akan mendapatkan siksaan/tersiksa karena akan meninggal secara su’ul khotimah/mati dengan cara jelek)

TUJUAN SANTET

Untuk menghancurkan musuhnya, emas dan berlian diganti dengan barang-barang yang sangat berbahaya dan mematikan seperti paku, jarum, belatung, kawat, keris, boneka, dll. Semakin tinggi ilmu seseorang semakin besar benda yang bisa dimasukan kedalam tubuh seseorang.

Bisa masuk kedalam tubuh seseorang dari jarak jauh, karena pertolongan Jin. Dalam Ilmu Hikmah ada cara-cara menaklukan Jin dan meminta pertolongannya.

Sama juga dengan Susuk, orang yang Disantet akan tetap menderita sebelum paku, Jarum dan semua barang atau Mahluk yang berbahaya dicabut dari Tubuhnya.

Karena itu hati-hatilah. Anda niatnya untuk pasang susuk biar cantik atau berwibawa, jika tukang pasang susuknya tidak suka sama Anda, bisa-bisa dimasukan barang-barang yang berbahaya, berujung di penderitaan atau malah kematian.

Santet dimasukan kedalam tubuh korban, karena dibantu Oleh Jin, dalam ilmu Hikmah diajarkan bagaimana menaklukan Jin dan meminta pertolonggan kepada Jin.

Buku Silahul Mukmin, Kumpulan Mantra, Wirid, Do’a dan Obat tradisional. Karangan K. Mahfudz Sya’Roni.

No. 87. Doa mendatangkan Jin (hal 88).
No. 88. Doa Mendatangkan Raja (hal 90).
No. 89. Cara Yang Lain Mendatangkan Jin (91).

Dan hampir semua buku – buku ilmu Hikmah mengajarkan bagaimana meminta pertolongan Jin. Sehingga barang-barang Santet yang disimpan diluar tubuh Korban tidak terlihat oleh mata biasa karena memakai Ilmu Halimun (ilmu menghilang).

Tingkatan serangan Santet

1. Tingkat Rendah
Mengirim pasukan Jin kedalam tubuh korban. Tanpa DIKUNCI
Jenis jin yang dikirim kedalam tubuh korban akan memanivestasikan jenis siluman yang ada ditubuh korban. Jika dikirim siluman ular, korban akan merayap-rayap seperti ular dan mulut melet-melet, jika dikirim siluman harimau, korban akan mengaum-ngaum layaknya harimau.

2. Tingkatan tinggi / berat
Mengirim pasukan siluman alam tubuh korban dan pasukan jin itu DIKUNCI dengan Rajah / wifik / Hikmah Code.

3. Tingkatan sangat berat
Mengirim pasukan Jin, disertai berbagai barang, seperti paku, jarum, bubuk besi, kawat, keris, duri landak, belatung, ulat dll. Semuanya dikunci dengan Rajah / Wifik atau Hikmah Code.

Nasib Korban, jika disantet:

  1. Berakibat 100 % sesuai dengan keinginan dukun santet.
    Muntah Darah, lumpuh, buta, gila, jomlo seumur hidup, koma sampai meninggal.
  2. Berakibat 50 atau 25 % dari keinginan dukun santet.
    Terkapar, menderita sakit sekujur tubuh .
  3. Berakibat 0 % atau tidak pengaruh dari keinginan dukun santet.

Semua itu tergantung nasib, takdir dan izin Allah.

Yang terjadi di lapangan sekarang berbagai ilmu penghancur manusia lainnya terus berkembang, tergantung kreatifitas dukun tersebut. Dia menjadi dukun santet yang sangat sakti, bahwa dia sakti, karena mendapat bantuan dari Raja/ Ratu Jin dengan mewadalkan Nyawa.

Ilmu Hikmah untuk penghancur musuh, telah disalahgunakan oleh manusia setan, manusia pengecut, untuk menghancurkan orang lain karena iri dan dengki. Mereka hancurkan rumah tangganya, bisnisnya, kehidupannya. Mereka bertindak sebagai hakim, algojo, pencabut nyawa manusia lain, dan mereka bisa cuci tangan karena tidak bisa dibuktikan secara hukum, sehingga mereka terbebas dari Hukum Negara.

ORANG – ORANG YANG MEMPUNYAI ILMU HIKMAH, BERPOTENSI MENJADI SEORANG KRIMINAL, SEPERTI :

  1. Dukun Santet, sama dengan ’Pembunuh Bayaran’. Yang paling berbahaya dari orang yang mempunyai ilmu Hikmah ialah orang yang mempunyai Ilmu Kesaktian dan Ilmu Untuk Menghancurkan Musuh atau Santet, dengan melakukan ritual-ritual dan symbol-symbol untuk mencelakakaan orang yang dituju, ditambah membuat Rajah/wifik atau Hikmah Code, lalu dapat pertolongan dari raja atau ratu Jin dengan mewadalkan nyawa.
  2. Dukun Santet, untuk Pelet agar orang mencintai dirinya diluar kesadarannya. Untuk menutup Jodoh seseorang karena ditolak cintanya, agar seorang wanita tidak bisa menikah dengan orang lain.
  3. Penggandaan Uang, karena dia akan meminta pertolongan Jin untuk menggandakan uang korbannya dalam sekejap, sebagai contoh agar korban nya tergiur untuk menyerahkan uang yang lebih banyak. Karena akhirnya dia tidak bisa menggandakan uang dalam bentuk nyata, maka dia bunuh para Korbannya.
  4. Penipuan dengan kedok berburu Harta Karun, Para Korban akan dibawa ke suatu tempat. Lalu Ahli Hikmah tersebut meminta pertolongan Jin untuk mensilapkan mata para Korban, dibawah tanah tersebut akan terlihat banyak perhiasan dari Emas Berlian. Ahli Ilmu Hikmah tersebut akan meminta uang yang sangat banyak kepada para Korban sebagai uang penggalian Harta karun dan biaya pengusiran Khodam penunggu harta tersebut. Setelah mendapat uang dari Korban, dia akan kabur.
  5. Perampok, Pencopet banyak yang diisi ilmu kekebalan atau memegang zimat untuk kekebalan yaitu tubuh mereka menjadi kebal terhadap rasa sakit setelah tubuhnya diisi oleh orang yang mempunyai Ilmu Hikmah untuk kekebalan atau kesaktian, agar ketika ketangkap oleh Masyarakat kemudian disiksa, dipukulin, walaupun badannya berdarah-darah, dia tidak akan merasa kesakitan. Beberapa hari kemudian lukanya akan tertutup kembali.

MUI, telah memfatwakan Haram, terhadap Susuk dan Debus, tetapi tidak memfatwakan Haram terhadap Ilmu Hikmah sebagai sumber bencana, karena Ilmu tersebut sangat sarat dengan Mudharat dari pada Maslahat, apalagi telah menyalah gunakan kekuatan Ayat-ayat Suci Al-qur’an dan Asmaul Husna yang dimasukan kedalam benda-benda berupa cin-cin, keris, batu, isim, sabuk, tongkat, atau Tulisan (RAJAH/WIFIK/HIKMAH CODE) yang dianggap sebagai AZIMAT kemudian membuat ritual – ritual, dan symbol – symbol seperti POCONG DAN BONEKA kemudian MEMINTA PERTOLONGAN JIN agar terlaksana keinginannya untuk agar bisa mencelakakan orang lain.

SEBARKAN INFORMASI INI , SEHINGGA ORANG TIDAK AKAN ATAU MAU MEMPELAJARI ILMU HIKMAH ATAU BAHKAN MALU JIKA MENGAKU MEMPUNYAI ILMU HIKMAH

MUI harus secepatnya memfatwakan HARAM terhadap IlMU HIKMAH, sehingga jika ada PESANTREN yang mengajarkan Ilmu Hikmah agar segera DIHENTIKAN, sehingga tidak akan ada lagi JATUH KORBAN, akibat DISANTET atau PENGGANDAAN UANG atau PERBURUAN HARTA KARUN, ataupun PENCOPET, PERAMPOK YANG TIDAK AKAN MERASA SAKIT WALAU DISIKSA . Amin.

Sepanjang MUI tidak melarang Ilmu Hikmah, karena diperkirakan ada pesantren-pesantren tradisional yang mengajarkan iLmu Hikmah maka Dukun Santet masih akan terus berpraktek menebarkan terror, maut karena mereka terlepas dari hukum Negara. (pengantar Admin : TIDAK semua pesantren tradisonal dan kyai mengajarkan ilmu hikmah yang berupa ilmu sihir, yang ada hanya oknum)

Ciri-Cirinya adalah JIKA MASIH ADA PARANORMAL YANG MENG- IKLANKAN ASIHAN, PELET, PASANG SUSUK , maka ditempat lain MASIH AKAN ADA ORANG YANG MENJUAL JASA SANTET.

33 gagasan untuk “ILMU HIKMAH YANG BERUPA SANTET

  1. Pak ustad saya pernah nemu orang px ilmu pembaca pikiran
    Bisakah pak ustad jelaskan cara kerja ilmu ni dan cara menangkalnya?
    Ni orang suka ngerjain saya pake ilmu ni pak ustad

    • Sebenarnya saya mau memberikan informasi cara kerjanya (dari artikel) yang pernah saya baca, namun masih mengurungkan niat karena nickname anda “serem”. Seandainya nickname “lagi tobat” atau sejenisnya mungkin saya berani menginformasikannya saat ini.

      Maaf mas ya, bercanda… :)

  2. Sebelumnya saya mohon maaf. Membicarakan “pesantren tradisional” saya rasa agak sensitif dan sangat perlu berhati-hati, karena dikhawatirkan niat dan tujuan dakwah tidak tercapai hanya karena kurang hati-hati dalam merangkai kata dan akhirnya menimbulkan kesalah fahaman pada “pihak lain”.

    Untuk saudara-saudaraku, saya hanya sekedar mengingatkan agar tidak cepat “emosi” dalam mendiskusikan masalah ini. Lebih baik ditanyakan dulu jika ada keterangan yang mungkin tidak difahami nantinya.

    Saya pribadi sangat ingin mendiskusikan masalah ini dan kita kaji bersama untuk tujuan yang baik (dalam menyikapinya).

    Berbicara mengenai “pesantren tradisional” saya teringat masa kecil, yaitu tinggal dilingkungan (luar) pesantren tradisional. Walau demikian saya belum banyak mengerti tentang pesantren tradisional tersebut.

    Sebelumnya saya ingin menanyakan “apa definisi dari pesantren tradisional dikaji dari sistem pendidikan dan kurikulumnya?” hal ini saya rasa perlu diketahui terkebih dahulu untuk mengetahui apakah ilmu “hikmah” yang dimaksud terdapat pada kurikulum atau karena ada oknum pengajar atau pengelola yang menyalahi aturan syariat?

  3. Saya mengkritisi dua paragraf terakhir agar diedit ulang atau diberikan keterangan khusus, karena dapat menimbulkan persepsi yang keliru bagi orang “awam”.

    “Sepanjang MUI tidak melarang ilmu Hikmah, karena diperkirakan ada pesantren-pesantren tradisional yang mengajarkan ilmu Hikmah, maka Dukun Santet masih akan terus berpraktek menebarkan terror, maut karena terlepas dari hukum Negara.”

    Dari keterangan tersebut saya akan coba berpikir secara umum (awam).
    1. Berarti (diperkirakan) pesantren tradisional memproduksi dukun santet.
    2. Pesantren tradisional juga identik dengan ustadz dan kyai. Dikhawatirkan menimbulkan antipati terhadap ustadz & kyai secara umum. Menurut saya lebih baik disebut sebagai “OKNUM”.

    “Ciri-cirinya adalah, JIKA MASIH ADA PARANORMAL YANG MENGIKLANKAN ASIHAN, PELET, PASANG SUSUK, maka ditempat lain MASIH AKAN ADA ORANG YANG MENJUAL JASA SANTET.”

    Mengenai hal ini seperti iklan di media massa, mereka (paranormal) leluasa menggunakan label ustadz dan kyai. Saya mendukung para ulama atau pihak berwenang melakukan pembenahan/razia terhadap paranormal tersebut.

    • syukron mas “nyimak aja” atas koreksinya, betul seekali apa yang anda katakan,tidak semua pesantren tradisional buruk dan tidak semua kyai itu mengajarkan kesyirikan. sayapuu dulu sempat mondok di pesantren tradisional namun tak pernah diajarkan ilmu hikmah berupa santet.insya Allah nanti akan sy berikan catatan khusus

      On Wed Jun 16th, 2010 2:52 PM EDT

    • Alhamdulillah.. Terimakasih atas responnya. Sebenarnya sayapun pernah melihat/mengetahui praktek tersebut pada beberapa “oknum santri dan oknum kyai”, namun nanti saya ceritakan setelah adanya batasan/pembeda bahwa kita sepakat mereka yang melakukan adalah “oknum”.

      Syukron katsiron.

  4. kebetulan saya seorang santri :)

    apa yang tertera dalam artikel di atas, sama sekali tidak diajarkan dalam pesantren :)
    itu adalah ilmu perdukunan yang dilarang dipelajari oleh para kiai pesantren

    pesantren mengajarkan keilmuan islam,ushul fiqh,fiqh,ilmu hadist,nahwu syaraf,dan masih banyak lagi
    mereka belajar hampir2 total pada keilmuan.Jadi,kagak sempat u hal lain :)

    saya merasa yakin :)
    bung nyimak bukanlah santri,hehe
    pesantren tidaklah mengajarkan bikin jimat.Tapi ilmu syariat Islam secara keseluruhan.Bukan asrama kesaktian,hehe

    arti/definisi ilmu hikmah dalam artikel diatas,malah ditertawakan oleh para santri

    ilmu hikmah adalah ilmu untuk mengambil ibrah/pelajaran,dari peristiwa kehidupan,agar lebih dekat kepada Allah.Boleh disebut,ilmu hikmah adalah ilmu jiwa/psikologi keislaman.Bedanya,ilmu hikmah itu lebih ke ajaran tauhid/yakni memahami maksud-maksud Allah memberikan kehidupan ini dg segala problematikanya

    sekali lagi,jika artikel diatas dibawa ke seorang santri,dia malah bingung,ato malah terbahak-bahak.Pesantren sama dengan SD,SMP,SMA,PERGURUAN TINGGI

    salam bung nyimak dan bung PA :)

  5. [Dari keterangan tersebut saya akan coba berpikir secara umum (awam).
    1. Berarti (diperkirakan) pesantren tradisional memproduksi dukun santet.
    2. Pesantren tradisional juga identik dengan ustadz dan kyai. Dikhawatirkan menimbulkan antipati terhadap ustadz & kyai secara umum. Menurut saya lebih baik disebut sebagai “OKNUM”.]

    kira-kira bung nyimak ada data ttg pesantren semacam ini?
    saya kira,tak 1 pun pesantren yang seperti itu

    mana sempat?? Banyak sekali ilmu2 yang harus dikhatamkan.

    tetapi,saaat ini,banyak orang barangkali mengiklankan diri sbg dukun,dan memberi istilah pesantren?
    kalopun ada,cari tempatnya.Teliti,apa benar dia seorang kiai?dan punya pesantren?

    sejauh pengalaman saya,kalo dia memang kiai pesantren,patut diteliti hingga jelas.Jangan2,dia hanya sedang promosi dan jualan saja.

    sebagai santri,jujur saja saya agak tersinggung dg posting kali ini.Meski bung nyimak nyebut dg istilah oknum.Sebuah pandangan hrs didasarkan pd penelitain.Sebab, bisa jadi fitnah besar.

    meski begitu,saya maklum adanya,semoga ini bagian dari sharing antum.amin.

    pesantren tradisional dan modern,saya pikir,bedanya hanya pada format,dan lebih ringkas,jg ditambah dg teknologi.Gontor,misalnya :)

    salam hangat :)
    salam ukhuwah selalu

    • kira-kira bung nyimak ada data ttg pesantren semacam ini?
      saya kira,tak 1 pun pesantren yang seperti itu

      Ada bahkan sangat banyak di jawa timur

      sebagai santri,jujur saja saya agak tersinggung dg posting kali ini.Meski bung nyimak nyebut dg istilah oknum.Sebuah pandangan hrs didasarkan pd penelitain.Sebab, bisa jadi fitnah besar.

      Masak tersinggung bos :) jika saya sebutkan fakta ilmiah dan dari penelitian apa anda masih juga ga menerima ?
      Kenyataan bahwa ada pesantren yang mengajarkan ilmu sihir dan santet dari kitab-kitab sesat yang telah dijelaskan pada artikel diatas memang telah lama terjadi dan telah dijelaskan pada Majalah ALKISAH ( No. 04/13-26 Februari 2006. halaman 31)sebagai berikut : “Materi wifiq atau isim (jimat) terdapat dalam be¬berapa kitab karya ulama besar, seperti Syam¬sul Ma’arif dan Manba’u Ushul Al-Hikmah karya Imam Ali Al-Buni; Kitabul Aufaq karya Imam Gha¬zali; dan Khazina¬tul Asrar karya Sa¬yid Muhammad Haqqi An-Nazili. Seberapa doa yang bisa dipakai sebagai wifiq juga terdapat dalam Al¬-Adzkar karya Imam Nawawi.
      Kitab-kitab tersebut memang tidak lazim diajar¬kan di kelas-kelas madrasah di pesantren. Biasanya pengajaran kitab-kitab seperti itu disampai¬kan secara maraton dalam pengajian kilatan bulan Ramadhan yang juga disebut pengaji¬an pasan (dari kata pasa, puasa). Atau pada bulan-bulan tertentu, seperti Rajab di Pesan¬tren Selojari, Purwodadi, Jawa Tengah, yang diasuh oleh K.H. Ishaq Al-Hafizh. Pengajian serupa juga bisa ditemukan di beberapa pesantren lain di Jawa Timur.”

      sangat miris memang, pada bulan ramadhan bukannya mengkaji imu syar’i tapi mengkaji ilmu sihir dan perdukunan

      M. Sadat Ismail (alumnus Aqidah-Filsafat IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. M. Sadat Ismail pernah mondok dipesantren ‘Al-Munawir’ Krapyak Yogyakarta, dan sempat juga mondok di Pondok ‘Sirajul Muchlasin’ Payaman Magelang. M. Sadat Ismail telah khusus menulis buku yang berjudul “The Magic of Kyai” Kemusyrikan di Balik Selubung Kesalehan. Untuk membongkar kedok pesantren-pesantren yang mempunyai Kyai yang merangkap tukang sihir yang mengajarkan atau melakukan ilmu sihir melalui media wirid, jimat atau Hizib yang bid’ah lagi syirik.) menjelaskan , dalam dunia wirid terdapat sebuah hizib yang disebut Hizib Sakron. Kata sakron berasal dari bahasa Arab yang berarti mabuk, artinya Hizib ini ketika diwirid selama jangka waktu tertentu dan dalam hitungan dan jumlah tertentu dapat menjadikan sasaran atau si korban mabuk atau hilang ingatan. Konon “kemabukan” ini bias juga ‘ditembakkan’ kepada dua orang yang berbeda jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan. Ketika keduanya sama-sama mabuk. Si laki-laki akan mabuk pada si permpuan, begitu juga sebaliknya siperempuan akan mabuk pada si laki-laki. Kemabukan ini sama-sama tidak mampu untuk menahan diri. Maka kemungkinan besar kedanya secara tidak sadar akan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar norma-norma susila maupun norma-norma agama.
      Ada juga sihir yang mempu menjadikan korbannya menderita kanker otak. Sihir ini dikalangan santri biasa disebut dengan amalan Hizib Namruz atau sihir Namruz, setidak-tidaknya begitulah penuturan seorang santri yang pernah beguru kepada seorang kyai yang memiliki perbendaharaan ilmu sihir. Entah disadari atau tidak, seseorang yang memiliki ilmu sihir ini sejatinya telah menyiapkan diri untuk menjadi penyihir, meski dia bergelar kyai. Ada lagi sebuah hizih yang memiliki kegunaan yang tidak kalah jahadnya, yang biasa disebut dengan Hizib bal’am atau Hizib la’nat. Sesuai dengan namanya, hizib ini konon merupakan warisan Bal’am.
      Kisah Bal’am diabadikan dalam al-Qur’an sebagai pengingat bahwa ketinggian ilmu Hikmah “gadungan” atau pun kesaktian yang sering diajarkan para Kyai pesantren tidak menjadi jamiman bahwa seseorang dapat selamat dunia akhirat, akan tetapi sebaliknya justru bisa menjadi sebab laknat yang dapat mengantarkan pada kehancuran dan kesengsaraan dunia akhirat.(“The Magic of Kyai” Kemusyrikan di Balik Selubung Kesalehan. Penerbit mediacita. Hal 110.)

      BAHKAN Ada oknum Kyai yang terang-terangan akan menyantet orang yang menghina GUS DUR !!!

      Pada tahun 2000 merebak berita tentang skandal Gus Dur dengan Ariyanti Boru Sitepu. Fotonya beredar luas, Gus Dur bercelana pendek memangku Ariyanti yang berstatus isteri orang. Terhadap merebaknya berita skandal itu, seorang Kiyai bernama Chalil Bisri dari Rembang Jawa Tengah, tokoh terkemuka NU, dan bahkan termasuk penggagas didirikannya PKB, membela Gus Dur dengan ungkapan yang di luar batas kewajaran seorang Muslim, seperti berita berikut ini:
      …Kalangan ulama Nahdliyin (Nahdlatul Ulama/ NU, pen) dengan terang-terangan membela mati-matian Gus Dur. Kyai Cholil Bisri misalnya bahkan secara “gila-gilaan” berpendapat apa yang dilakukan Gus Dur dengan fakta gamblang dalam foto memangku wanita bukan isterinya itu dianggapnya sebagai hal yang wajar saja. Ia malah mengaku dirinya juga akrab dengan santri-santri watinya, juga dengan tokoh artis seperti Neno Warisman. Akrab yang ia maksudkan tentu saja setara dengan foto Gus Dur memangku Aryanti Boru Sitepu. Na’udzubillahi min dzalik! Belum apa-apa, bahkan tokoh NU ini mengancam jika ia diperlakukan seperti Gus Dur ia mengancam semua yang menyebar-nyebarkan berita slingkuh itu akan ia santet, tidak peduli apakah itu dosa atau tidak. (Media Dakwah, Rajab 1421/ Oktober 2000, halaman 8-9).

      ayo Tidak ada manusia yang sempurna bahwa sosok Kyai dan pesantren ada yang sesat dan menyesatkan (namun tidak semua lho :) )

      • Agak Sedikit Rancu,anda tidak setuju dengan amalan wirid2 yg di ajarkan di pesantren tradisional karena di anggap bagian sihir, padahal amalan2/ wiridan yg di ajarkan disana sumber nya dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi Bagaimana Ini apakah anda mau mengatakan bahwa Al Qur’an itu juga bagian dari sihir, Kalau berbicara syirik atau tidak itu tergantung hati nya masing-masing, Kita tidak Bisa mencap seseorang itu syirik, yg Berhak Hanya Allah,Jika Anda ke Dokter lalu di beri Obat lalu Sembuh dan Anda percaya dengan Obat serta Dokternya, Anda sudah melakukan perbuatan syirik

    • > Benar, saya bukan santri (pernah mondok/belajar di pesantren), tapi waktu masih kecil pernah tinggal di lingkungan (diluar) pesantren di Kabupaten Pandeglang-Jawa Barat.

      > Mengenai “pesantren” yang dimaksudkan, mas Perdana sudah sebutkan.
      Saya cuma ada pengalaman bertemu dengan oknum kyai yang mempunyai pesantren di daerah Pamijahan kalo ga salah di Tasik/Garut, saya lupa.

      Waktu itu saya diajak main sama teman SMA (4 orang). Singkatnya, di sana saya melihat kakeknya salah satu teman (oknum kyai) kedatangan tamu dari daerah Bogor. Teman saya itu menceritakan tamunya minta agar segera naik pangkat. Yang mengagetkan, teman saya itu menceritakan syaratnya berat, pakai “tumbal” tapi tumbalnya bisa diganti dengan binatang.
      Teman saya itu menceritakan setelah dia ikut nimbrung sama kakek & tamunya.

      Ketika pulang, saya & teman2 diberikan isim. Saat itu saya “tidak enak” untuk menolak pemberianya & kami terima. Sampai dirumah kami ber tiga (tidak termasuk cucu oknum kyai tersebut) berdiskusi mengenai isim yang diberikan & sepakat menanyakan kepada kyai (imam masjid) di daerah kami. Singkatnya, isim tersebut disuruh dibakar atau di buang (dikubur), akhirnya kami kubur.

      Itu sedikit pengalaman saya mengenai kyai dan “oknum kyai” yang pernah saya alami.

      Untuk kebenaran cerita tersebut, saya hanya berkata “Allah sebagai saksinya”.

      Oleh sebab itu saya tertarik membahas “oknum kyai” yang melakukan praktek-praktek yang dilarang oleh syariat islam.

      > Yang saya tau di kalangan Jamaah Ahmadiah pun menggunakan sebutan ustad dan kyai. Bagi orang awam tentunya akan bingung jika kita hanya menyebut kata ustad atau kyai yang menyimpang tanpa tambahan “oknum”.

  6. Pak ustad saya merasa terganggu akan adanya ilmu ni, kayak di penjara tak ada privasi
    Coba bayangin kalo pak ustad lagi berpikir sesuatu tiba2 ada yang komen2 padahal kita gak ngomong tapi tu orang bisa denger
    Apa tak ada penangkalnya pak ustad

    • Jika dia mempertontonkan kemampuannya untuk mengetahui isi hati seseorang sekehendak hatinya maka ketahuilah ilmunya adalah ilmu sihir. Ada riwayat pada zaman rasulullah seorang paranormal yang bisa tahu isi hati seseorang bernama Ibnu Shayyad. Lalu rasulullah menguji Ilmu sihirnya. Diriwayatkan bahwa Nabi Kedatangan Ibnu Shayyad. Lalu Nabi menyembunyikan surat Ad-Dukhan (kabut) dalam hatinya. Lalu beliau bertanya kepadanya, apakah yang beliau sembunyikan untuk Ibnu Shayyad. Ibnu Shayyad menjawab :Asap”. Nabi bersabda, “Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampawi kemampuanmu” (RIwayat Bukhari dan Muslim).

      Dari riwayat diatas menjelaskan bahwa Ibnu Shayyad yang mengaku bisa tahu isi hati seseorang (ilmu telepaty) hampir bisa menebak apa yang tersembunyi pada hati rasulullah. namun Ibnu Shayyad cuma bisa menjawab asab dan tidak mampu menjelaskan ayat-perayat surat Ad-Dukhan yang disembunyikan Rasulullah dalam hatinya.

      Penangkal ilmu sihir telepaty anda bisa membaca ayat kursi, An-Naas dan surat Al-Mu’minuun ayat 97-98 niatkan untuk perlindungan dari tipu daya ilmu sihir telepaty, namun anda ketika menghadapinya harus berwudhu dulu sebab orang yang suci dari hadas kecil atau besar dan dalam keadaan wudhu akan didampingi malaikat dan orang yang dalam keadaan wudhu doa mudah diijabah Allah Ta’ala..

      Anda bisa juga bisa menggagalkan sihirnya dengan “menantangnya” untuk mengetahui isi hati anda. ketika dia berusaha untuk tahu isi hati anda, anda bacakan dalam hati ayat ruqyah ayat kursi, An-Naas dan surat Al-Mu’minuun ayat 97-98. anda membacanya harus dengan keyakinan dan kehusyu’an yang tinggi. Insya Allah ilmunya akan bisa hilang.

      namun selain sihir ada juga ilmu sulap permainan telepaty namun semuanya memakai trik belaka, sebagaimana sulap kartu demian yang bisa tahu/menebak kartu yang disembunyikan seseorang.

      • Terima kasih pak ustad
        Sekarang mereka memang tidak lagi mengganggu saya mungkin karena kasihan saya hampir jadi orang gila pak ustad
        Ilmu tu bukan dari sulap pak ustad sudah saya selidiki
        Ilmu tu kayak TD pake di isi dan ada kelemahannya

        1. Mereka tidak bisa membaca warna bentuk hanya suara dlm hati yang mereka bisa baca contoh klo kita bayang warna merah tapi kita ucap dlm hati warna putih mereka akan menganggap kita bayang warna putih

        2. Mereka tdk bsa berhenti mendengarkan, sudah saya buktikan saya melawan mereka dengan sebisa mungkin mengejek, baca buku, ngomong sendiri pokoknya hati saya berbicara terus dan mereka marah ”ngomong tok tak berhenti2” bahkan klo mlm saya sengaja tak tidur untuk siksa mereka, merekapun komen2.

    • Alhamdulillah, sudah dijelaskan oleh mas Perdana, jadi saya tidak perlu jelaskan lagi?

      Kalau boleh saya memberikan tambahan. Jangan diladeni jika dipikiran anda masih ada hal2 seperti yang diceritakan tersebut. Mengapa?

      1. Anda sudah kena perangkapnya juga untuk meladeni syetan tersebut. Jika itu dilakukan oleh syetan dari jenis jin, maka dia tidak rugi dari segi tenaga & waktu untuk mengganggu anda, krn itu memang sudah kerjaan syetan. Tapi sebaliknya, jika anda meladeni, maka anda akan rugi (sia2).

      2. Lebih baik ditangkal dengan doa-doa syar’i yang sudah disebutkan oleh mas Perdana, karena anda akan mendapat keuntungan yaitu pahala dari membaca doa, dll. Kalau saya ketika tidak khusyu dalam shalat, saya ta’audz “aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk” (mau tulis arabnya takut salah), lalu meludah kecil/tipis 3 kali. Itu yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
      Selain itu, jika dalam beraktifitas saya tidak fokus (melantur) saya terapkan juga. Alhamdulillah, saya merasakan manfaatnya.

      Ada yang memaknai dari meludah kecil/tipis, yaitu sebagai “bentuk penghinaan” terhadap syetan yang mengganggu. Wallahu A’lam.

      3. Ambil hikmah dari yang anda alami.

      Salam kenal bung Tobat :)

  7. sip bung PA, penjelasannya :)

    tetapi antum harus masuk ke dalam untuk mengetahui hakikat apa yang disangkakan (sihir)

    pengalaman saya, berbagai amalan zikir di pesantren tidaklah seseram yang jenengan paparkan.Apalagi sampai2 sedramatis itu :)

    setiap amalan ada penjelasannya. Saya sendiri mengamalkan zikir tasbih.

    namun yang tidak jenengan ketahui,itu ada pengajian/pembahasan dibalik amalan zikir.

    bahasan ini memang khusus santri yang sudah khatam syariat Islam beserta pemahamannya.

    sebagai contoh: amalan asmaul husna,kajiannya sama dengan ESQ (Ary Ginanjar)

    yang berbeda adalah, mas Ary mengomparasikan dengan sains dan psikologi modern.Juga dg menggunakan istilah-istilah keren.Di pesantren dijelaskan dengan bahasa biasa saja,menggunakan istilah-istilah pesantren.

    Contoh:mengamalkan ayat kursi.Maka,membaca ayat kursi sebenarnya sambil menyelami kajian ayat kursi.Memahami keagungan Tuhan di jagad raya.Dengan begitu, timbul rasa takjub akan kuasa-Nya.

    kalimat Takbir, membuat pengamalnya,tak lagi angkuh dan sombong.Karena semuanya akan berhadapan dengan Allah Swt.

    bacaan tasbih: membuat pelakunya membuang perilaku,kata,dan sifat-sifat buruk.Kemudian bertasbih kepada Allah.Dengan cara mencintai semua ciptaan-Nya dengan welas Asih,yg juga jadi intisari bismillah.

    ini hanya sekelumit yang saya ketahui dan dapat saya bagi.

    mengutip kata mutiara kawan saya dulu (sayang kami berpisah,dan g punya hubungan lagi.hiks)

    mendengar belum benar, melihat belum tentu tepat.
    MENYAKSIKAN adalah JALANNYA

    inilah taraf haqqul yaqin :)

    salam hangat :)

  8. kalo masalah GD dan kasus santetnya
    saya kurang tahu.Belum baca,hehe :)

    tetapi jika memang ada kiai yang demen santet-santetan
    wah,bisa berabe tuh,hehe

    semoga kita selalu berada dalam lindunganNya
    amin…

  9. Sebaiknya kalo menuangkan tulisan jangan ngawur mas, dalam ilmu hikmah tidak menggunakan buku2 yang anda sebutkan diatas, ilmu hikmah adalah ilmu yang berasal dari alquran dan hadist kalo tidak ada ilmu hikmah akan banyak manusia yg pergi ke dukun, orang yg menguasai ilmu hikmah adalah orang2 pilihan allah dan yg dipercaya oleh allah, dan tidak menganjurkan santet karena dihikmah tidak ada yg namanya ilmu santet, perlu diingat bahwa banyak juga orang/organisasi yang mengakui mereka mempunyai ilmu hikmah atau menamakan alhikmah padahal nyata2 mereka adalah dukun yang berkolaborasi dengan jin, karena orang2 hikmah mempunyai kode tertentu yg tidak dimiliki orang lain, ilmu hikmah adalah sareat karena hakekatnya adalah allah yang mengijabah doa, sekali lagi dalam ilmu hikmah tidak diajarkan ilmu santet.

    • Sebaiknya kalo menuangkan tulisan jangan ngawur mas, dalam ilmu hikmah tidak menggunakan buku2 yang anda sebutkan diatas,

      justru buku-buku diatas banyak dipelajari oknum-oknum kyai yang mengajarkan ilmu hikmah berupa sihir dan perdukunan
      penjelasan lengkapnya lihat di http://metafisis.wordpress.com/category/ilmu-hikmah/

      karena orang2 hikmah mempunyai kode tertentu yg tidak dimiliki orang lain,

      kenapa orang-orang yang merasa punya ilmu hikmah merahasiakan ilmunya, rasulullah ketika menyampaikan khasiat atau amalan tertantu dari Al-Qur’an dan sunnah TIDAK ada menetapkan kode rahasia atau mengatakan anak diumur 17 tahun dilarang belajar ilmu hikmah nanti gila, atau harus ada ijazah kyai kalau tidak amalannya ga manjur, atau amalan ini ga cocok karena auranya ga cocok dan berbagai paham/keyakinan salah seputar pengamalan ilmu hikmah.
      Tidak ada satupun ayat atau hadits shahih yang menjelaskan bahwa maksud dari ilmu al-Hikmah adalah ilmu kesaktian atau kadigdayaan, yang menjadikan pemiliknya kebal senjata tajam, tidak terbakar oleh api, bisa menghilang, mampu menerawang atau meramal, bisa melihat jin dan syetan, serta tujuan kesaktian lainnya. Apalagi kalau dalam proses mendapatkan ilmu seperti itu dengan puasa atau shalat serta wirid bacaan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah.

      • salam bung PA :)
        saya sarankan antum menjadi santri aja dulu :)
        sehingga paham betul,apa itu santri,kiai,pesantren dan keilmuannya

        kalau antum nanya2 ke santri tentang ilmu hikmah spt yang antum pelajari di internet dan barangkali di pasar2..(saya belum tahu drmn antum memperoleh info ttg ilmu hikmah versi jenengan itu)

        para penghuni pesantren bisa jadi terbengong2
        dan mungkin akan bertanya heran: loh,emang ilmu hikmah ada kaitannya dengan ilmu kesaktian??? Saya kok baru denger??

        ilmu kesaktian adalah ilmu keajaiaban di atas kemampuan manusia umumnya (ini definisi versi saya hehe)
        sementara ilmu hikmah adalah ilmu memahami kehidupan berdasarkan Alquran dan Alhadist… :)

        nah,ini cuma sharing dan tambahan informasi saja bung PA.Meski tak total di pesantren, saya banyak bergaul dengan santri masalahnya.Dan, saya banyak belajar ilmu nahwu,sharaf,dll pada mereka.Dan, mereka tidak pernah menawarkan hal-hal aneh bin ajaib…

        begitu tambahan saya.Semoga ada manfaatnya.Amin…

      • maaf mas..perlu anda tahu saya 3 tahun lebih mondok dipesantren ihya ussunnah degolan yogyakarta pimpinan ustadz ja’far umar thalib. 4 tahun labih menjadi asisten Ustadz Fadlan Abu Yasir Lc. di klinik ruqyah, herbal dan bekam di Kota gede Yogyakarta. sudah sangat sering mengisi kajian,seminar.bedah buku,ruqyah massal. sudah 5 judul buku yang saya buat dan selalu mencantumkan fotnote referensi tulisan.semua ada rujukannya tidak asal nulis.jika anda meragukan semua artikel itu hak anda.saya tidak merasa tersinggung sama sekali :) .saya tahu seluk beluk kehidupan santri kok, saya menyebut oknum dan jika anda tetap ga terima dgn tulisan saya gapapa :) .

      • JIka saya berikan anda referansi adanya Kyai Besar yang menyebutkan Ilmu Hikmah secara keliru apa anda akan rujuk dari pendapat anda yang salah ????

        Data ini saya ambil dari Majalah ALKISAH No. 04/13-26 Februari 2006. Halaman 25 :
        Menurut Dr. Said Agi Siradj, salah satu ketua PBNU, ilmu hikmah bukan bagian dari tasawuf, juga bukan karamah. Sebab, jika diamalkan sesuai kaifiyatnya, biasanya berhasil- tak peduli apakah yang mengamalkannya orang baik, setengah baik, atau jahat sekalipun. Berbeda dengan karamah, yang merupakan anugerah dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang terpilih, yaitu orang-orang shaleh.
        Karena itu, seorang tokoh ilmu hikmah seperti Imam Ali Al-Buni, penyusun kitab legendaries Syamsul Ma’arif dan Manba’u Usul al-Hikmah, tidak mesti identik sebagai sufi. Meskipun, ada juga beberapa ulama sufi yang menguasai ilmu hikmah. Ibnu Sina dikenal sebagai ulama sufi pecinta wafaq, atau rajah, yaitu rangkaian beberapa huruf Arab yang diyakini dapat mendatangkan kekuatan dengan izin Allah SWT. Demikian pula dengan Imam Ghazali, yang juga menguasai ilmu hikmah dan menciptakan rajah-rajah kecil.
        Menurut Syekh Abdullah Sahat At-Tasturi, ilmu hikmah ialah ilmu awa-il, ilmu kuno yang diturunkan oleh Allah SWT khusus kepada Hurmus, tokoh yang konon pertama kali menterjemahkan nilai-nilai gaib menjadi kenyataan.”

        Berbanding terbalik dari pendapat para “ulama” (saya beri tanda kutip ;) ) diatas Pengertian ilmu Hikmah yang syar’i adalah ilmu panduan, yang membimbing kita kita mengenal ajaran-ajaran Allah dan sunnah-sunnah Rasul-Nya, sehingga kita bisa mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang. Dengan ilmu hikmah seperti itulah, kita akan menjadi orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan. Itulah sejatinya ilmu Hikmah! Jadi akan salah sekali dan fatal akibatnya jika Dr. Said Agi Siradj, salah satu ketua PBNU mengatakan bahwa “ilmu hikmah bukan bagian dari tasawuf, juga bukan karamah. Sebab, jika diamalkan sesuai kaifiyatnya, biasanya berhasil- tak peduli apakah yang mengamalkannya orang baik, setengah baik, atau jahat sekalipun” dan Juga penjelasan dalam majalah ALKISAH ( No. 04/13-26 Februari 2006. Halaman 38) yang mengemukakan bahwa ” Dulu, orang Hindu banyak yang sakti. Mereka mampu membangun Candi Pram¬banan, misalnya, dengan peralatan dan teknologi yang belum secanggih seperti sekarang. Mereka menggunakan ilmu apa kalau bukan ilmu kesaktian? Itu semua tentu berupa tenaga dalam. Misalnya, membenamkan batu dalam waktu yang tepat dan cepat. Ingat, ilmu hikmah tidak ada kaitannya dengan akidah. Jadi, kalau orang Hindu bisa sakti, orang Buddha dan Konghucu pun tentu bisa sakti.”
        Dr. Said Agi Siradj dan penjelasan dalam majalah ALKISAH sesungguhnya masih terjebak dalam pemikiran dan keyakinan keliru bahwa ilmu hikmah adalah semacam ilmu kesaktian yang bisa didapat oleh orang baik dan orang jahat.
        Juga akan sangat keliru jika Syekh Abdullah Sahat At-Tasturi, mengatakan “ilmu hikmah ialah ilmu awa-il, ilmu kuno yang diturunkan oleh Allah SWT khusus kepada Hurmus, tokoh yang konon pertama kali menterjemahkan nilai-nilai gaib menjadi kenyataan.” Na’udzubillah !! Syekh Abdullah Sahat At-Tasturi sangat fatal mengatakan bahwa ilmu hikmah itu semacam ilmu ghaib yang khusus diturunkan pada Hurmus ( Menurut Majalah ALKISAH Hurmus dipercaya hidup di zaman Babylonia di mana Nabi Idris hidup ) . Siapa sebenarnya Hurmus ? Tokoh Hurmus Ini sama sekali tidak ada diceritakan dalam Al-Qur’an, Jika Tokoh Hurmus ini adalah orang Khusus yang pertama kali menterjemahkan nilai-nilai ghaib yang diberikan Allah maka tokoh Hurmus akan menjadi sangat-sangat penting untuk diketahui manusia dan sudah pasti akan diceritakan dalam Al-Qur’an dan juga pasti akan dikhabarkan oleh rasulullah dalam hadits-haditsnya. Kenyataannya Tokoh Hurmus ini sama sekali tidak ada dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah. Saya mengkhawatirkan tokoh Hurmus ini dimunculkan oleh Iblis untuk menyesatkan manusia dengan menganggungkan ilmu kesaktian ghoib yang dibisikkannya pada para wali-wali setan yang mengaku punya segudang ilmu kesaktian.

        Kesimpulannya! Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu Ghaib melainkan ilmu syari’at yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Seperti yang telah dijelaskan oleh para ulama (yang telah saya rangkum) bahwa ilmu hikmah itu adalah pintar dalam memahami agama Allah dengan pengetahuan dan pemahaman yang dalam lalu mengikuti ajarannya dan mengamalkannya. Memahami apa yang dikandung al-Qur’an dan sunnah dengan rasa takut kepada Allah dan bersifat wara’ (hati-hati dalam masalah halal dan haram).”

        Jika anda bung Tomy masih juga belum puas akan saya berikan fakta dan data dari Kyai Mahrus Ali yang banyak membongkar banyak kesesatan oknum Kyai yang merangkap jadi dukun dan tukang sihir dengan juga mengajarkan sihir ilmu hikmah

      • ilmu kesaktian adalah ilmu keajaiaban di atas kemampuan manusia umumnya (ini definisi versi saya hehe)

        Keajaiban syirik dari bantuan jin :)

        sementara ilmu hikmah adalah ilmu memahami kehidupan berdasarkan Alquran dan Alhadist… :)

        Saya adu dech pendapat anda dengan pendapat Dr. Said Agi Siradj. Beliau mengatakan ” ilmu hikmah bukan bagian dari tasawuf, juga bukan karamah. Sebab, jika diamalkan sesuai kaifiyatnya, biasanya berhasil- tak peduli apakah yang mengamalkannya orang baik, setengah baik, atau jahat sekalipun. Berbeda dengan karamah, yang merupakan anugerah dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang terpilih, yaitu orang-orang shaleh.
        Karena itu, seorang tokoh ilmu hikmah seperti Imam Ali Al-Buni, penyusun kitab legendaries Syamsul Ma’arif dan Manba’u Usul al-Hikmah, tidak mesti identik sebagai sufi. Meskipun, ada juga beberapa ulama sufi yang menguasai ilmu hikmah. Ibnu Sina dikenal sebagai ulama sufi pecinta wafaq, atau rajah, yaitu rangkaian beberapa huruf Arab yang diyakini dapat mendatangkan kekuatan dengan izin Allah SWT. Demikian pula dengan Imam Ghazali, yang juga menguasai ilmu hikmah dan menciptakan rajah-rajah kecil.
        Menurut Syekh Abdullah Sahat At-Tasturi, ilmu hikmah ialah ilmu awa-il, ilmu kuno yang diturunkan oleh Allah SWT khusus kepada Hurmus, tokoh yang konon pertama kali menterjemahkan nilai-nilai gaib menjadi kenyataan.”

        Gimana anda berani tidak mengkritik beliau ??? Jika anda tidak mempunyai dalil dan ilmu yang cukup maka anda akan tersesat dalam memahami hakikat ilmu hikmah.

        nah,ini cuma sharing dan tambahan informasi saja bung PA.Meski tak total di pesantren, saya banyak bergaul dengan santri masalahnya.Dan, saya banyak belajar ilmu nahwu,sharaf,dll pada mereka.Dan, mereka tidak pernah menawarkan hal-hal aneh bin ajaib…

        Bersyukurlah jika anda memang menemukan pesantren yang tidak mengajarkan ilmu hikmah berupa sihir. Tetapi yang saya katakan OKNUM KYAI ATAU PESANTREN, anda terus-terusan hendak meyakinkan bahwa tidak ada 1 pesantrenpun mengajarkan ilmu hikmah berupa sihir tapi anda menutup diri dari kemungkinan memang ada pesantren yang mengajarkan kesyirikan.
        Sekarang anda saya tanya : Apakah semua Kyai dan Pesantren bersih semua ga pernah berbuat salah dan dosa ????

  10. salam hangat bung PA :)

    1. [Sekarang anda saya tanya : Apakah semua Kyai dan Pesantren bersih semua ga pernah berbuat salah dan dosa ????]

    hahaha… :D

    oke,oke bung PA :)
    dengan rendah hati saya katakan:kesempurnaan hanya milik Allah belaka.Tentu saja, jika antum menyukai istilah `oknum`, saya dg senang hati menerima :)

    Nah, setelah beberapa saat saya tekuni ulang.Nyatanya memang ada beberapa jenis pesantren.Maksud saya, tidak semua pesantren sama dengan pesantren yang pernah saya temui :)

    Ada pesantren milik golongan ini dan itu
    tentunya, saya harus memahami hal ini.Hal ini baru saya sadari setelah antum memberikan tempat antum pernah nyantri.Saya tersadar, loh, ini kan banyak pesantren,tapi belum tentu sama isinya.
    Mk, barangkali, ada kiai dan pesantren spt yang jenengan kisahkan…

    2. (Saya adu dech pendapat anda dengan pendapat Dr. Said Agi Siradj. )

    wah, saya lebih berpandangan,tidak perlu diadu,hehe :)
    masalahnya memang berbeda ya akhi…

    di pesantren yang sempat saya cicipi, bahkan melarang para santri mengamalkan ilmu kesaktian.U ilmu2 kesaktian, justru lebih dikenal dg ilmu karomahan.Dan beda 180 derajat dg ilmu hikmah,yg lebih kepada ilmu kejiwaan yang sifatnya tauhid

    saya kira sudah bisa menjawab ini :)
    (Jika anda tidak mempunyai dalil dan ilmu yang cukup maka anda akan tersesat dalam memahami hakikat ilmu hikmah)

    Masalah dalil,saya rasa sudah banyak.Saya tidak perlu mengajukannya.Sebab,ranahnya beda.Ilmu Hikmah dalam pembahasan saya,sama sekali tdk ada kaitannya dg kesaktian kecuali ttg ilmu kejiwaan yang sifatnya ketauhidan

    saya tidak mau berdebat dg antum ttg level syirik/sesat
    setelah saya pelajari lebih seksama,kita tdk akn pernah ktm,dan pst berdebat terus :)

    spt yg sering saya kemukakan,saya sangat apresiatif dg visi bung PA..bagi saya itu sangat mulia.Bahkan,itu juga yang saya lakukan selama ini,mengenai pelurusan tauhid terutama.

    masukan saya u antum: lebih baik tabayyun saja selain melalui tulisan buku dan internet.Saya sedih sekali,kita saling berselisih urat syaraf…padahal kita seiman…
    dan kdg salah paham,msk niat dan tujuannya baik

    sungguh,saya merasa pilu
    salam ukhuwah selalu :)

  11. agar lengkap saya sumbang kisah bagus bung PA

    saya tertawa dulu :D
    hehe

    GUS MUS JUGA PENDEKAR

    Nama beliau, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), beliau kini pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma’shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo di samping di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa, Raudlatuth Thalibin Rembang.

    Menikah dengan St. Fatma, dikaruniai 6 (enam) orang anak perempuan : Ienas Tsuroiya, Kutsar Uzmut, Raudloh Quds, Rabiatul Bisriyah, Nada dan Almas serta seorang anak laki-laki: Muhammad Bisri Mustofa. Kini beliau telah memiliki 5 (lima) orang menantu: Ulil Abshar Abdalla, Reza Shafi Habibi, Ahmad Sampton, Wahyu Salvana, dan Fadel Irawan serta 7 (tujuh) orang cucu: Ektada Bennabi Muhammad; Ektada Bilhadi Muhammad; Muhammad Ravi Hamadah, Muhammad Raqie Haidarah Habibi; Muhammad Najie Ukasyah, Ahmad Naqie Usamah; dan Samih Wahyu Maulana.

    Selain sebagai ulama dan Rais Syuriah PBNU, Gus Mus juga dikenal sebagai budayawan,Pelukis, Pujangga dan penulis produktif.

    Tapi adakah yang tahu bahwa beliau adalah seorang Pendekar yang mencintai silat sebagai khasanah budayanya sendiri?

    Ini kisah lucu tentang beliau (Gus Mus) dan kakaknya, Gus Kholil yang ditulis oleh Gus Yahya Cholil Staquf dalam notesnya :

    Sebelum mondok di Krapyak, Yogya, Gus Mus dan Gus Kholil muda sempat mondok di Lirboyo, Kediri. Pada waktu itu Lirboyo terkenal gudangnya ilmu hikmah dan kanuragan. Maka dua santri kakak-beradik ini pun tak ketinggalan, getol mesu diri, tirakat, menekuni gemblengan untuk mempelajari berbagai ilmu kejadugan.

    Sampailah akhirnya kesempatan pulang kampung di waktu liburan. Sebagai orang-orang “dhugdheng alu gembreng”, dua bersaudara ini pulang ke Rembang dengan bersengaja mengenakan pakaian dan perhiasan yang menegaskan kejadugan mereka:

    1. Rambut gondrong sampai ke punggung pertanda tak mempan dicukur
    2. Baju kutung dan celana komprang sebatas dengkul, semua serba hitam, khas pendekar
    3. Ikat kepala batik dan terompah kayu yang tebalnya hampir sehasta yang mungkin mereka kira mirip kepunyaan Sunan Kalijaga; dan lain-lain.

    Sepanjang perjalanan, mereka benar-benar bergaya super-pendekar yang membuat jerih siapa pun disekitarnya. Memandang langsung kepada mereka pun orang tak berani, takut dikira nantang.

    Tak dinyana, begitu sampai di rumah, Mbah Bisri, ayahanda mereka marah besar!
    Segala pakaian dan perhiasan kependekaran mereka dilucuti dan dibakar. Karena tak ada yang mampu mencukur rambut mereka —benar-benar jadug rupanya, Mbah Bisri sendiri yang turun tangan membabat habis rambut mereka. Pendek kata mereka divonis harus berhenti main jadug-jadugan!

    Kenapa Mbah Bisri melakukan semua itu
    “AKU SAJA CUMA KIYAI KOK KALIAN MAU JADI WALI!”

    http://silatindonesia.com/2010/06/gus-mus-seorang-kiyai-dan-pendekar/

    • setiap ulama darimana pun dia, NU,MUHAMMADIYAH,PERSIS, DLL..

      masing2 punya kearifan.So, kearifan inilah yang banyak diabaikan oleh umat.

  12. saya punya temen nih, yang emang dari lahir punya kemampuan spt orang sakti. bisa melihat hal2 ghaib. apa ini termasuk kemasukan jin ya? krn dia udah coba hilangkan, gak bisa. malah dia bisa masuk kepantai selatan n mencuri emas.Dia juga bisa melihat hal2 apa yang terjadi diatas kubur, katanya ada yang jahit, ada yang minta dikirimi fatihah, krn lama anaknya gak ada yang jenguk kekubur, malah pernah ada yang kasih alamat rmhnya suruh anaknya kekubur(apa ini qorin ya). Dia malah dimarahi ama seorang syekh dari golongan jin, bahwa kemampuan itu gak bisa dihilangkan. itu udah takdirmu. kehebatan dia, dia mampu mengcopy ilmu seseorang (bkn ilmu kimia, atau matematika) tp ilmu ghoib seseorang dgn hanya berjabat tangan, dan bisa mempraktekan gimana orang itu memakainya. udah pernah nyoba copy punya dukun2 santet, dukun sdsb. dia udah coba menghilangkan n pingin hidup normal spt kita2 yang gak pingin punya kemampuan macem2. dia bisa obati orang yang kena ganggu jin, biasanya kalo jinya nakal sekal, dia kunci diguci terus dia kunci ama surat alquran.

    • @ Nurul

      Assalamu’alaikum.

      Salam kenal mba.

      Kalau mba bisa, coba tanyakan pada tmn mba tsb. Apakah ada ritual2 tertentu yg dilakukan pada saat menggunakan/tdk menggunakan kemampuannya?
      Coba minta jawabannya dengan juju, atau mba bs sarankan, jika ada ritual2 tertentu yg tdk bs diksh tau ke orang lain, suruh cek dengan ilmu agama (hukum islam) dari ritual2 yg dilakukannya. Mba tidak usah memaksanya untuk mengaku. Jika dia memang berniat untuk mengetahui hakikat kemampuannya, insya Allah akan dia lakukan saran mba.

      Mba juga bs bilang, jika dia mau konsultasikan masalah hukum agama, konsultasikan pada ahlinya (ustadz/ulama). Untuk validitas bs dilakukan pada lebih dari 3 orang (ustad) yg berbeda. Katakan padanya, jangan mendiskusikan sendiri (dengan khodam jinnya) karena tentunya dia (jin) tidak mau dikonfirmasi mengenai keberadaan maupun saran2 yg diberikannya.

      Yg ini sekedar informasi saja bahwa, kemampun tmn mba bs dimungkinkan dr kturunan (klrg) yg dulunya mempelajari/punya kemampuan tsb.

      Itu saja yg bs saya berikan sebagai saran.

      Semoga Allah menunjukkan jalan yg terbaik untuknya, amin.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s