KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 1) : CONTOH KYAI DUKUN SESAT

Alhamdulillah, tiada terkira kami bisa menyelesaikan kesaksian ini, setumpuk lembaran untuk menunjukkan berbagi kesyirikan yang banya dilakukan oleh masyarakat. Berbagai kalangan, dari rakyat jelata hingga pejabat, yang awam hingga yang pintar, tidak sedikit yang mempercayai dan mengamalkannya. Artis yang berangan-angan mendapat popularitas biasa menjadikannya pegangan. Pejabat yang ingin mendapat popularitas biasa menjadikannya pegangan. Pejabat yang ingin mendapatkan wibawa untuk mengekalkan kekuasaanya pun berbekal dengannya. Pendek kata banyak masyarakat yang menyimpan jimat, dzikir syirik, rajah-rajah, haekal, sihir, santet, gendam, gangguan jin, pelunutr kekebalan dan berbagai ilmu laku yang berasal dari dunia antah-berantah. Celakanya ilmu laku tersebut dihiasi dengan lafal, tulisan, dan amaiah yang sering dipandang bagian dari ajaran islam. Akibatnya banyak orang yang tertipu

Ada beberapa kasus yang membuat saya ingin menyusun buku ini. Ketika di makkah al-Mukarramah, tepatnya daerah al-Falaq di maktab Syeikh Abdulhamid Muktar Sedayu, saya pernah berjumpa dengan sesorang. Dia memimpin rombongan jamaah haji dari daerah Bondowoso Surabaya. Pengajar dan pengasuh pondok pesantren tersebut pernah berkata kepada saya, “tadi malam gedung yang dihuni jamaah haji ini mau terbakar karena arus pendek, bahkan pi sudah memercik dari sebagian kabel. Berhubung saya selalu mengenakan sabuk jimat ini, maka api segera padam, hingga gedung ini tidak jadi terbakar. Walau masih terbenam dalam Lumpur kesyirikan saya masih toleran terhadap jimat. Sekarang, saya bias mengatakan bahwa prilaku Kyai tersebut adalah Syirik!!!!!

Ada kasus lagi, saya punya teman saat menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren terkenal, bias dikatakan sebagai golongan tertentu. Sebelumnya dia sempat belajar di pondok modern Gontor. Dia pandai membaca kitab kuning,bias berbahasa Arab (pandai membaca dan melagukan Al-Qur’an) yang pernah menjadi juara I tingkat kabupaten. Saat berdagag ke Lamongan, babat dan Tuban jawa timur selalu mengenakan jimat di sabuknya dan baju onto kusumo. Orang ini (Kyai) juga teman-teman yang selevel/setingkat keilmuan agamanya ternyata tidak mngerti  bahwa jimat merupakan  kesyirikan, pemakainya bias jatuh ke dalam status musrik. Lantas bagaimana lagi keadaan santri di bawahnya, apalagi orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan agama dibawahnya di pesantren????

Salah satu pondok pesantren terkenal yang  berumur hamper seabad, pernah mengadakan acara mandi bersama untuk mendapakan kekebalan. Santri-santrinya kemudian disuruh menelan gotri (bola-bola kecil dari besi/klaker-jawa) . Hal itu terjadi di era Presiden Suharto ketika banyak Babinsa yang mengintimidasi rakyatnagar memilih golkar atau mencegat massa partai PPP yang akan mendatangi kampanye. Tidak terkira dalam fikiran saya saat itu, seorang pengasuh pondok pesantren terkenal ternyata tidak paham bahwa jimat adalah syirik!!!

Saya juga pernah  menjumpai seorang kepala keamanan di salah satu pondok pesantren terkenal. Selain pandai membaca kitab kuning dan menguasai ilmu fikih, pikirannya cerdas tapi biasa menjual sabuk jimat baik didalam pesantren atau di lingkungan sekitarnya.

Waktu saya belajar dipesantren kedatangan seorang habaib yang kemudian bertempat dikantor asrama pondok. Suatu ketika dia menyuruh eman saya untuk mengumulkan teman-temannya yang lain.  Saya termasuk dalam santri yang ikut berkumpul. Lalu dia memberi ijazah guna-guna kepada santri. Kemudian tak lupa ia meminta uang mahar kepada santri. Para santri memberi uang yang cukup besar kepadanya. Seingat saya dia mendapatkan dua puluh ribu rupiah. Uang sebanyak itu waktu (tahun 70-an) bagi saya bias untuk makan selama satu bulan di pesantren. Kejadian tersebut sepengetahuan pengurus pondok pesantren. Ternyata pengurus pun mengangap jimat atau guna-guna adalah hal yang baik, bukan termasuk syirik. Di sinilah  nampak peran setan dalam menyesatkan kebanyakan orang begitu kentara. Allah berfirman :

Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; Maka janganlah dirimu binasa Karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat(QS.Surat fathir :8)

Saya punya kenalan orang yang nyantri sejak kecil hingga selesai saat menikah.. Selepas mondok pulang kampong tinggal di rumah, tetap saja hobi dengan “ilmu kanuragan”, membaca kitab Dalail al-khairat yang dikritik oleh seluruh ulama Saudi sebagai kitab Syirik.

Ada seorang Kyai dukun yang dikenal di masyarakat suka membuat jimat, dia anti MUHAMMADIAH, AL-IRSYAD DAN SALAFY (DI KATAKAN KELOMPOK WAHABI). Orang ini menganggap orang-orang dalam berbagai organisasi tidak termasuk ahlus sunnah wal jamaah. Kyai dukun ini kalau tengah berceramah sering menggunakan hadits, tapi tapi tidak selektif. Hadits lemah dan palsu dengan begitu ringan disampaikan tanpa rasa jengah dan malu. Dia jebolan sebuah pondok pesantren di Jombang. Sayapun pernah belajar  mengaji al-Qur’an kepadanya. Sabuknya yang berwarna hitam penuh dengan jimat dan selalu digunakan , termasuk saat sholat, mengimami si Suraunya atau di masjid ketika berkhutbah. Orang ini tak mengerti pul bahwa jimat termasuk syirik.

Ada seseorang yang bekerja di pabrik. Meskipun sudah punya istri, tapi dia masih senang kepada perempuan lain. Untuk bias memikat perempuan lain, dia mengenakan jimat mahabbah. Saat dia berkunjung ke tempat saya, jimatnya saya baker. Dia sempat merasa khawatir bila ada sesuatu yan membahayakan ketika jimat tu dibakar. Saat jimat itu dibakar ternyata iblis diam saja.

Ada juga seorang guru qiraah ditemat saya didaerah Giri gresik jawa Timur. Dulu menjadi imam si Surau saya. Dia selalu mengenakan jimat saat keluar rumah atau akan menjadi imam waktu jamaah. Jimatnya ditaruh dalam sabuk hitam. Orangnya kurus, rezekinya seret, terserang penyakit paru-paru,dan saat usia tua baru berhasil mendapatkan istri. Hingga mengingalnyapun belum mampu menunaikan ibadah haji  hidupnya sangat kekurangan.

Ketika saya masih cukup muda, banyak kalangan remaja yang dating pada saya untuk minta doa-doa atau guna-guna. Alhamdulillah saya sering tidak mau mengabulkannya. Sungguhpun demikian. Karena tidak mengerti, saya juga pernh memberikan jimat. Padahal dimana-mana yang menjadi pegangan saya adalah KItab. Saya termasuk seorang Kutu Buku. Seringkali saya membeli buku baru untuk dibaca, setelah usai saya impan dalam almari. Menjelang hari rayapun, saya sering mendahulukan untuk membeli buku daripada membeli pakaian.

Disuatu daerah pernah ada pancuri kambing yang tertangkap masa. Dia seorang preman yang selalu mengunakan jimat disabuk dan lengannya. Ketika dia tertangkap pencuri tersebut dibakar hidup-hidup oleh massa. Ternyata jimatnya memang tidak pernah mampu menolongnya. Pembakaran ini sebenarnya juga tidak diperkenankan oleh syari’at, termasuk penyiksaan yang melampaui batas.

Saya dengar pula wanita tuna susila (WTS) alias pelacur minta tolong kepada Kyai Dukun. Saya kenal dengan Kyai dukun tersebut. Tiap sepekan sekali sang Kyai  dukun pergi kelokalisasi pelacuran, lalu banyak wanita tuna susila yang meminta guna-guna atau mahabbah kepadanya. Tiap pecan guna-guna itu dipersegar. Pajak maharnya lima puluh ribu rupiah setiap melakukan pengisian mahabbah. Hasil jualan jimat guna-guna itu kemudian untuk makan anak dan istrinya, bahkan untuk biaya berangkat haji.

Dikalangan pejabatpun banyak yang meminta jimat kepada para Kyai dukun. Mereka biasanya punyai Kyai/Habih?Gus Dukun khusus, kadang tidak cukup satu. Jimat-jimat itu dipakai untuk meningkatkan kewibawaan di masyarakat. Bahkan saya dengar akhir-akhir  ini golongan ahli hadits yang menggunakan system tat pada Amir dan tidak menerima hadits diluar  (LDII) juga senang dengan aktifitas yang berbau sihir dan jimat.Jadi hamper seluruh lapisan masyarakat tidak mengerti bahwa jimat itu syirik.

Di Surabaya ada seorang Kyai dukun pengasuh pondok pesantren menempelkan brosur iklan di papan pengumuman masjid Agung Sunan ampel, Surabaya. Isinya di papan pengumuman bahwa dia menawarkan untuk memberi ijazah missal Manakib, syamsul Ma’arif, al-Aufaq dan KItab Durratun Nashihin yang banyak khurafanya.Bahkan suah ada yang menterjemahkan kitab syamsul ma’arif yang dikenal sebagai kitab terbesar di bidang perdukunan/perjimatan dan laku keras dipasaran. Ironisnya penerjemah Syamsul Ma’arif tersebut juga menerjemahkan Shahih al-Buhari. Akibatnya masyarakat jadi bingung.

Namun harus saya tegaskan tidak semua KYAI, HABIB dan GUS melakukan praktek dan mengamalkan ilmu perdukunan. Ini perlu saya sampaikan agar tidak mmenimbulkan salah paham/salah persepsi kemudian hari.

(Mantan Kyai Nu membongkar praktek syirik Kyai, habih, dan Gus Ahli Bid’ah, penerbit Laa tasyuki press)

34 thoughts on “KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 1) : CONTOH KYAI DUKUN SESAT

  1. Menilai Syirik ato bkn syirik ats dasar syariat jgn dg nafsu anda d kedangkaln pengetahuan.Niat dlm hati org tdk pernh dpt kita baca.
    Apa menrut anda nabi Musa dg tongktnya jg pelaku syirik?Knp dia g minta aj spy Allah m’belah lautan tnpa hrs lmpar tongkt?d Knp Allah hrs suruh Musa lempar tongktnya u belah laut merah jk dg kuasaNya bs m’belah laut itu?
    Mknya jgn kebanyakn belajr agama dari toko buku d pengjian praktis bung !!! Belajr agama itu lebih sulit dr belajr buat pswat terbang.

    • asalamualaikum..
      afwan ya akhi..
      anda harus ingat bahwa apa yang terjadi di jaman Nabi Musa AS itu disebut mu’jizat, dimana hanya dianugerahkan kepada nabi2 tertentu..
      dan Allah memberikannya semata2 hanya untuk menunjukkan kekuasanNya didepan firaun dan bani israil.
      sedangkan Nabi kita Muhammad SAW mu’jizat terbesarnya adalah Alquran.
      harusnya kita bisa bayangkan dan renungkan bahwa rosul kita yg sangat dicintai oleh Allah saja tidak bisa terbang, bisa berdarah apabila terkena sabetan pedang ketika berperang, tidak bisa berjalan diatas air, dll, dia hanyalah manusia biasa,
      namun apakah anda tidak heran jika ada seseorang umatnya yg bahkan tidak ada jaminan surga layaknya Rosulullah SAW hidup di jaman ini kemudian mengaku bisa kebal terhadap pedang tajam, bisa terbang, bisa berjalan di atas air, dsb.
      kemampuan ini sangat tidak wajar bagi seorang manusia yg bukan nabi yg hidup di jaman dahulu, kemampuan ini memang bisa diusahakan melalui laku puasa ‘mutih’, tirakat2 lain yg tidak disyariatkan dan hal ini sangat dekat dengan syirik.
      kita harus berhati2, karena syirik adalah dosa yg sangat dibenci oleh Allah SWT, dan dosanya tidak diampuni.
      Naudzubillahi mindzalik…
      jazakallah khoiron katsiron…

    • asslamualaikum
      maaf sebelumya anda belum mengert niat allah d belik itu semua

      menurut saya pertebal dulu ilmu dan iman anda baru komen

  2. BTW…. tentang mahrus ali ya…..hmm….ada pertanyaan besar bagi para wahabi yg gemar membid’ahkan bahkan mengkafirkan kaum muslimin……terkhusus perdana akmad…

    Bagaimanakah sujud solat anda,….di tanah ataukah di ubin…??? klo di ubin berarti bid’ah lhoohhh….gak ada sujud di atas ubin jaman rosul…dan setiap bid’ah adlh dholalah……
    silahkan jawab….!!!!!!!!

    sdkt info….mahrus ali sujudnya di tanah tuh,,…soalnya di ubin ktanya gk ada djamana nabi…dianggap bid’ah oleh mahrus ali….wkwkwkwk…..ampyunnnn dijeeeee….

    eits…jgn suudzon dulu ya…ada buktinya nih..lgkp dgn foto….
    http://ummatiummati.wordpress.com/2010/11/19/h-mahrus-ali-shalat-pakai-sandal-jepit-dan-sujud-di-tanah-mencontoh-nabi/

    • Alhamdulillah bisa ngenet lagi via laptop :) . Kian santang, saya harap anda dalam menulis tanggapan disertai sikap tawaduk dalam mencari ilmu dan bukan disertai sikap kesombongan yang terlihat jelas dari tulisan anda yang sama sekali tidak berilmu. Saya juga mengingatkan anda lagi untuk tidak menulis tanggapan yang tidak ada hubungannya dengan tema seputar beladiri tenaga dalam dan ilmu metafisika. Jika ingin mengkritisi kritisi langsung pada pokok bahasa pada artikel diatas.
      Mas Kian santang (semoga mendapatkan hidayah Allah).
      Sesungguhnya shalat memakai sendal/sepatu ada tuntunannya dari rasulullah.

      * Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu ditanya: “Apakah Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mengerjakan sholat dengan mengenakan sandal beliau ?” Anas menjawab: “Ya, pernah.” [Sunan An Nasaa’i dlm kitab Al-Qiblah(677)]

      * Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Ketika Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengerjakan sholat bersama sahabat-sahabat beliau, tiba-tiba beliau melepas kedua sandalnya dan meletakkannya di samping kiri beliau, ketika sahabat melihat hal itu merekapun ikut melepas sandal mereka. Dan ketika beliau melihat para sahabat melepas sandal mereka, maka selepas sholat RasulullohShallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: ” Apakah yang mendorong kalian melepas sandal ?” Mereka menjawab: “Kami lihat Anda melepas sandal maka kamipun melepas sandal-sandal kami.” Maka Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Sesungguhnya malaikat Jibril datang menemuiku dan mengabariku bahwa pada kedua sandalku terdapat kotoran”-atau beliau berkata:adzaa (najis)-.” Lalu beliau berkata: “Jika salah seorang dari kamu datang ke masjid hendaklah ia memeriksa sandalnya. Apabila terdapat kotoran atau najis hendaklah ia bersihkan dulu kemudian sholatlah dengan memakainya.”
      Secara umum tidak ada larangan seseorang shalat memakai sepatu/sendal. Dan orang yang anda anggap sebagai wahabi ( salafy, muhammadiah, Persis, Jama’ah Tablik, Hizbut Tahrir) tidak ada yang membid’ahkan jika shalat tidak memakai sepatu lalu tidak sah shalat jika tidak memakai sepatu / sendal. Coba anda pergi ke Masjid yang sekiranya anda yakini orang tersebut adalah wahabi lihatlah apakah dia shalat di luar masjid dan memakai sepatu karena sujud diubin bid’ah dan memakai sepatu adalah sarat sah shalat????
      Anda lihat di Arab saudi yang dianggap tempatnya wahabi, semuanya pake ubin dan para ulama shalat dengan kepala menyentuh ubin dan tidak memakai sendal/sepatu, tidak ada satupun ulama yang membid’ahkannya. dan jikapun ada yang memakai sepatu/sendal (anda bisa lihat ketika siaran langsung shalat tarawih di mekkah) itu dari askar (polisi) yang masuk dalam masjid berjaga-jaga bahkana ada askar yang shalat pake sepatu juga para ulama tidak mempersalahkannya karena tidak ada larangan dari rasulullah masuk masjid tidk boleh pake sepatu asal sepatu/sendalnya bersih dari najis. Blog yang anda jadikan sandaran untuk menghujad sunnah rasul tersebut adalah blog kumpulan pembenci wahabi jadi membuat fitnah, saya akan menelpon penerbit laa tasyuk press (penerbit buku Kyai Mahrus Ali) agar mereka bisa membuat bantahan foto tersebut adalah bukan mahrus ali.

      sdkt info….mahrus ali sujudnya di tanah tuh,,…soalnya di ubin ktanya gk ada djamana nabi…dianggap bid’ah oleh mahrus ali….wkwkwkwk…..ampyunnnn dijeeeee….

      perkataan anda ini akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak jika yang anda katakan berupa kebohongan, tolong sebutkan redaksi perkataan mahrus ali selalu shalat ditanah dan selalu pake sendal sebab dianggap bid’ah oleh beliau, jika anda tidak bisa memberikan bukti sudah cukup anda dikatakan membohong dan penipu. Allahumusta’an..

      • @perdana akhmad
        tanggapan yg manakah yg dianggap tdk berhbgn?? bknkah sy sdh menulis sesuai dgn artikelnya….ini mengenai narasumber artikel ini adalh mahrus ali…sy mndptkn data bhw mahrus ali spt ini itu…sy kan sdh brkn link nya…adapun smbrnya anda anggap dri blog yg mghujat wahabi….well…bknkah mrka jg sma.. hnya mengkritik saja…..spt yg sering ente katakan….tulisan balas tulisan….ilmiahkah sumber trsbt…coba cek lgi… ada fotonya loh…kmgknn mrk sdh tabayun tuh…tdk asal kritik….ada bukti tertulisnya jg tuh…VALID….jd kta siapa mreka mghujat….mreka sdh punya bukti dan bertabayun…..tdk spt ente…gk mw tabayun….
        agk geli dgn prnyataan anda “Blog yang anda jadikan sandaran untuk menghujad sunnah rasul tersebut adalah blog kumpulan pembenci wahabi jadi membuat fitnah”

        sunnah rosul yg mana yg ente maksud..??
        klo emg rosul menconto solat pke sandal…. trus gmn dgn anda…apakh sholat pke sandal…..ayo jawab…jgn dkit2 terdesak lgsg tuduh tanggapanya gk nyambung…aplgi klo smpe maen apus lgi….gawat tuch….wkwkwk

        ini lagi…maen suudzon trus…” tolong sebutkan redaksi perkataan mahrus ali selalu shalat ditanah dan SELALU pake sendal sebab dianggap bid’ah oleh beliau, jika anda tidak bisa memberikan bukti sudah cukup anda dikatakan membohong dan penipu. Allahumusta’an”

        wkwkwk….coba deh jgn emosian gitu om….relax aja omm…..coba redaksi yg mana ane nulis “SELALU” pake sndal…..knpa ente nambah2 prnyataan ane…wkwkwk

        bwt om PA “jika anda(PA) tidak bisa memberikan bukti sudah cukup anda dikatakan membohong dan penipu. Allahumusta’an”

        utk bkti..ane udh ksh linknya kan…slhkn aja crosscheck k blognya….oceh..

      • k

        lo emg rosul menconto solat pke sandal…. trus gmn dgn anda…apakh sholat pke sandal…..ayo jawab…jgn dkit2 terdesak lgsg tuduh tanggapanya gk nyambung…

        Saudaraku Kian Santang (semoga mendpatkan hidayah dan ampunan Allah), Demi Allah, saya pernah beberapa kali shalat memakai sepatu TNI di Ambon beberapa tahun yang lalu, saya alhamdulillah masih bisa melaksanakan Sunnah rasul yang mulai ditinggalkan. Semoga anda juga bisa menghidupkan dan mencontoh rasulullah shalat memakai sepatu :)

        wkwkwk….coba deh jgn emosian gitu om….relax aja omm…..coba redaksi yg mana ane nulis “SELALU” pake sndal…..knpa ente nambah2 prnyataan ane…wkwkwk

        Pengunjung blog ini bisa menilai apakah tulisan saya emosian atau malah tulisan anda penuh dengan emosi negatif (orang bisa menilai bahwa tulisan anda bernada meremehkan orang lain dan tulisan anda sangat jauh dari kesan ilmiah dan syar’iyyah)

      • hahaha…simple aja om…klo anda pernah shlt pke sptu yo wiss toh….itu pilihan anda…. tpi kan yg jd persoalannya…dlm link tsbt dkatakan bhwa mahrus ali mengangap bid’ah sholat berlantaikan ubin….ini saya kutip isi dr blog tsb
        “Kelompok Wahabi pecah; satu dengan lainnya saling menyesatkan, bahkan saling mengkafirkan. Salah satu sub sektenya adalah Ajaran Mahrus Ali dengan kelompoknya yang memandang shalat di atas ubin (tempat yang dikramik) atau semacamnya adalah BID’AH SESAT. Mereka mengatakan di zaman Rasulullah; masjid nabi berlantaikan tanah, dan Rasulullah serta para sahabatnya shalat di atas tanah.”
        http://ummatiummati.wordpress.com/2010/11/19/h-mahrus-ali-shalat-pakai-sandal-jepit-dan-sujud-di-tanah-mencontoh-nabi/

        nah pertanyaannya….saudara PA sholatnya di atas ubin ataukah tanah????
        jika diatas ubin mnrt mahrus ali, itu bid’ah sesat….eits…bkn kata sy loh…check link tsb!!

        jdi hati2 bwt anda bung PA… klo bnyakan sholat d atas ubin ktnya bid’ah sesat tuh mnrt mahrus ali…

        klo ane sih trs trg bnyakan sholat di atas ubin…bsa pke sejadah ato jg karpet…dn gk kbrtan dibilang bid’ah oleh mahrus ali…. skrg gmn dgn anda????

      • benar gak ada hadist yang mengharamkan solat di manapun tempat

        semua itu kembali pada niat awalnya , asalkan tempat itu suci maka halal untuk solat ….

        sandal ubin tanah gak ada masalahnya

  3. hohoho….benarkah itu bkn H mahrus ali….jgn bilang om PA blm prnh liat foto mahrus ali ya….hhe :D ….ups nama dpnya pke H(haji) mahrus ali… pke gelar haji,… aduh..bid’ah gk yaa….. :D

    sekalian jg bahas nih link terkait dgn pengakuan tertulis mahrus ali ttg label mantan kiyai NU…yg hnya digunakan bwt abisi infiltrasi wahabi di indonesia…
    http://ummatiummati.wordpress.com/2010/11/24/h-mahrus-ali-korban-ambisi-infiltrasi-jaringan-wahabi-di-indonesia/#more-2404

    btw….om PA sholat di atas ubin ato tanah??
    klo di atas ubin kira2 ada gk ya pas jaman rosul??
    termsk bid’ah gk yaaa..?? ini penting bgt, soalnya ini menyangkut ibadah mahdoh lhoooh…..hooh bner pntg bgt… segala sesuatunya harus sesuai dgn sunah rosul…. :D
    dtunggu jawabannya yaa…

  4. dah maret 2011
    ko g ada balasannya dari ustad PA.. jgn2 ustad PA bingung nih nyari pembenarannya..

    Sy yakin semua kian santang (murid HI) juga benci yang namanya jimat..
    tp dia g gampang membid’ah kan orang kecuali yg sudah jelas..! sesama muslim sebaiknya jgn terlalu gampang mengatakan org sesat kecuali dah jelas dah terang benderang sesatnya.

  5. dah maret 2011
    ko g ada balasannya dari ustad PA.. jgn2 ustad PA bingung nih nyari pembenarannya..

    Sy yakin kian santang (murid HI) juga benci yang namanya jimat..
    tp dia g gampang membid’ah kan orang kecuali yg sudah jelas..! sesama muslim sebaiknya jgn terlalu gampang mengatakan org sesat kecuali dah jelas dah terang benderang sesatnya. Salam.

    • @abdul :tapi jika ada ada kyai yang mengaku pernah mengaku menangkap jin dan melihat jin dalam bentuk asli maka kyai itu bohong dan musyrik>

      sekarang saya tanya apakah ada sahabat rossulullah yang pernah menagkan jin dalam bentuk asli ? jawaban saya tidak.
      apakah ada kyai yang ilmunya dan imannya melebihi sahabat2 rosulluah ,???

      apakah pernah rosulluallah memakai jimat ,

      munkin anda memang kaya ilmu agama tapi anda tidak tau maksud ilmu agama tsbt,
      di pelajari dan d praktikan bukan hanya d hafalkan saja mas abdul>
      suudzon memang dosa tapa nas alquran adalah fakta.

  6. Assalamu’alaikum wr wb,Kok jd gini ya, klo cukup ilmunya lebih baik untuk syiar aja ke org2 yg lum islam, bukan kepd sesama muslim, beda dikit dianggap menyimpang. padahal hadist yg skr kita pakai adalah hasil bid’ah ( coba yg ngaku ilmunya banyak, th berapa kitab hadist yg petama ditulis? nabi Muhammad SAW masih hidup?)
    Bahkan Alquran yg kt pakai jg hasil bid’ah, ada harokatnya, ada latinnya, ada terjemahnya, ada warna2 nya dll
    Klo kita yakin bahwa nabi Muhammad SAw adalah nabi akhir jaman, mestinya kita jg sadar bahwa jaman nabi Muhammad itu adalah dari semenjak beliau dilahirkan s/d nanti akhir jaman ( bukan sampai beliau meninggal )
    Coba sy mo tanya, apakah ada dasar perintahnya untuk menuliskan ayat2 Quran/Hadist dg huruf latin pd kesaksian2 yg dimuat disini? semasa Nabi Muhammad jg lum ada internet .
    wassalam

    • tulisan arab atau lati gak pernah ada maslahnya , semua kembali pada niatna …..

      anda pernah berdoa dalam hati atau dalam lisan gak munkin atau gak selalu dengan bahasa arabkan tapi allah maha mengetaui segalanya .
      dengan bahasa apa aja allah akan mengetahuinya .

      Coba sy mo tanya, apakah ada dasar perintahnya untuk menuliskan ayat2 Quran/Hadist dg huruf latin pd kesaksian2 yg dimuat disini? semasa Nabi
      Muhammad jg lum ada internet .
      wassalam

      tulisan anda ini secara tidak langsung mengangap allah tidak mengetahui segalanya . dan itu juga mengingkari asmaul husna yang d sebutkan allah maha mengetahui segalanya ,

      mohon d dalami dulu iman anda mas?mbak nug

  7. Memang kebanyakan orang orang aliran kejawen itu beribadah dan berakidah bercampur dengan agama hindu, jadi mereka masih belom ikhlas menjalankan islam secara kaffah, masih campur yakin pada keyakinan nenek moyang yang sesat, termasuk kebanyakan kyai2 dukun,…….

  8. Assalamu’alaikum wr wb.
    Sdrku sesama muslim di manapun berada. Marilah kita semua memperjuangkan agama ini dengan sepenuh jiwa raga, dan jangnlah kita bercerai berai dengan saling membenci, saling su’udzdzon, saling merasa paling benar ” FALAA TUZAKKUU ANFUSAKUM, HUWA A’LAMU BIMANITTAQOO”. Jika kita saling membenci dan bercerai berai, kapan kita majunya? jangan mau diadu domba oleh yahud n nashoro, hingga mereka akan sorak gembira dengan hancurnya kita. Maukah Anda semua menjadi penyebab hancurnya agama ini?, jika memang ada kesalahan/kemungkaran dari sdr kita sebaiknya kita bernahi mungkar dengan aktifitas/berbuat untuk merubah yang tidak baik untuk menjadi baik (BIL HIKMAH WAL MAU’IZHOTIL HASANAH).
    Lihatlah prestasi para wali songo, dengan tangan dingin merekalah Allah memberikan hidayah kepada rakyat indonesia. Andaikan saat itu para wali songo hanya mengandalkan cacian, cemoohan, dan kekerasan dalam berda’wah, apakah Anda semua yakin Indonesia bisa berpenduduk mayoritas islam?
    Marilah kita semua bermuhasabah (jawa:grayai salahe awak dewe) untuk kemajuan bersama.
    Wassalam

  9. @kian santang
    Anda ini bisa terima ga ya penjelasan dr PA, atawa ente belum pernah liat teve ya..waktu ramadhan kemaren apa gemar melakukan hal-hal yg ga berguna sampe2 ga sempat liat siaran tarawih dari Mekkah..klaupun liat mgkn cuma sekilas..liat yg bener dunk apa di Mekkah itu Masjidil Haram pake ubin atau sejenisnya? Trus apa mereka sholat pake sendal/sepatu apa kagak? Use your brain..not your hatred..

  10. kaum muslimin….
    kalau berhujjah jangan pake nafsu.
    pasti tidak bisa adil.
    masing masing harus bisa adil
    kalau salah akui salah
    kalau keliri akui keliru
    walaupun banyak benarnya.

  11. Astaghfirullah….. ini forum apa??????? kok isinya saling menghujat serta mencela??????? padahal sama2 Islam!!!!!! mungkin orang non muslim yg membaca mereka tertawa terbahak2 memlihat kalian saling menghujat kafir, bid’ah dll… istighfar woyyyyyy istighfar!!!!!

  12. Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah

    Kategori: Aqidah

    19 Komentar // 6 April 2010

    Kaum muslimin, semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam yang haq. Sesungguhnya salah satu penyebab utama kemunduran dan kelemahan umat Islam pada masa sekarang ini adalah karena mereka tidak memahami hakikat kejahiliyahan yang menimpa bangsa Arab di masa silam. Mereka menyangka bahwasanya kaum kafir Quraisy jahiliyah adalah orang-orang yang tidak beribadah kepada Allah sama sekali. Atau lebih parah lagi mereka mengira bahwasanya kaum kafir Quraisy adalah orang-orang yang tidak beriman tentang adanya Allah [?!] Duhai, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan lembaran sejarah yang tercatat rapi dalam kitab-kitab hadits ?

    Kaum Kafir Quraisy Betul-Betul Mengenal Allah

    Janganlah terkejut akan hal ini, cobalah simak firman Allah ta’ala,

    Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,

    قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

    Dalil kedua, firman Allah ta’ala,

    وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ

    “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

    Dalil ketiga, firman Allah ta’ala,

    لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

    “Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)

    Dalil keempat, firman Allah ta’ala,

    أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَئِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

    “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml: 62)

    Perhatikanlah! Dalam ayat-ayat di atas terlihat bahwasanya orang-orang musyrik itu mengenal Allah, mereka mengakui sifat-sifat rububiyyah-Nya yaitu Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta. Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan muslim dan selamat. Kenapa? Karena mereka mengakui dan beriman pada sifat-sifat rububiyah Allah saja, namun mereka menyekutukan Allah dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, Allah katakan terhadap mereka,

    وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

    “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)

    Ibnu Abbas mengatakan, “Di antara keimanan orang-orang musyrik: Jika dikatakan kepada mereka, ‘Siapa yang menciptakan langit, bumi, dan gunung?’ Mereka akan menjawab, ‘Allah’. Sedangkan mereka dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya.”

    ‘Ikrimah mengatakan,”Jika kamu menanyakan kepada orang-orang musyrik: siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka akan menjawab: Allah. Demikianlah keimanan mereka kepada Allah, namun mereka menyembah selain-Nya juga.” (Lihat Al-Mukhtashor Al-Mufid, 10-11)

    Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa kaum musyrikin pada masa itu mengakui Allah subhanahuwata’ala adalah pencipta, pemberi rezki serta pengatur urusan hamba-hamba-Nya. Mereka meyakini di tangan Allah lah terletak kekuasaan segala urusan, dan tidak ada seorangpun diantara kaum musyrikin itu yang mengingkari hal ini (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat) Dan janganlah anda terkejut apabila ternyata mereka pun termasuk ahli ibadah yang mempersembahkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

    Kafir Quraisy Rajin Beribadah

    Anda tidak perlu merasa heran, karena inilah realita. Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah menceritakan bahwasanya kaum musyrikin yang dihadapi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang rajin beribadah. Mereka juga menunaikan ibadah haji, bersedekah dan bahkan banyak berdzikir kepada Allah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik juga berhaji dan melakukan thowaf adalah dalil berikut.

    Dan telah menceritakan kepadaku Abbas bin Abdul ‘Azhim Al Anbari telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Yamami telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar telah menceritakan kepada kami Abu Zumail dari Ibnu Abbas ia berkata; Dulu orang-orang musyrik mengatakan; “LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA (Aku memenuhi panggilanMu wahai Dzat yang tiada sekutu bagiMu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ فَيَقُولُونَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ

    “Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; ILLAA SYARIIKAN HUWA LAKA TAMLIKUHU WAMAA MALAKA (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. (HR. Muslim no. 1185)

    Mengomentari pernyataan Syaikh Muhammad At Tamimi di atas, Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan bahwa kaum musyrikin Quraisy yang didakwahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum yang beribadah kepada Allah, akan tetapi ibadah tersebut tidak bermanfaat bagi mereka karena ibadah yang mereka lakukan itu tercampuri dengan syirik akbar. Sama saja apakah sesuatu yang diibadahi disamping Allah itu berupa patung, orang shalih, Nabi, atau bahkan malaikat. Dan sama saja apakah tujuan pelakunya adalah demi mengangkat sosok-sosok tersebut sebagai sekutu Allah atau bukan, karena hakikat perbuatan mereka adalah syirik. Demikian pula apabila niatnya hanya sekedar menjadikan sosok-sosok itu sebagai perantara ibadah dan penambah kedekatan diri kepada Allah. Maka hal itu pun dihukumi syirik (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Dua Pelajaran Berharga

    Dari sepenggal kisah di atas maka ada dua buah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Pertama; pengakuan seseorang bahwa hanya Allah lah pencipta, pemberi rezki dan pengatur segala urusan tidaklah cukup untuk membuat dirinya termasuk dalam golongan pemeluk agama Islam. Sehingga sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur belum bisa menjamin terjaganya darah dan hartanya. Bahkan sekedar meyakini hal itu belum bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan Allah.

    Kedua; apabila peribadatan kepada Allah disusupi dengan kesyirikan maka hal itu akan menghancurkan ibadah tersebut. Oleh sebab itu ibadah tidak dianggap sah apabila tidak dilandasi dengan tauhid/ikhlas (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Dengan demikian sungguh keliru anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwasanya tauhid itu cukup dengan mengakui Allah sebagai satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan dengan modal anggapan yang terlanjur salah ini maka merekapun bersusah payah untuk mengajak manusia mengenali bukti-bukti alam tentang keberadaan dan keesaan wujud-Nya dan justru mengabaikan hakikat tauhid yang sebenarnya. Atau yang mengatakan bahwa selama orang itu masih mengucapkan syahadat maka tidak ada sesuatupun yang bisa membatalkan keislamannya. Atau yang membenarkan berbagai macam praktek kesyirikan dengan dalih hal itu dia lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Atau yang mengatakan bahwa para wali yang sudah meninggal itu sekedar perantara untuk bisa mendekatkan diri mereka yang penuh dosa kepada Allah yang Maha Suci. Lihatlah kebanyakan praktek kesyirikan yang merebak di tengah-tengah masyarakat Islam sekarang ini, maka niscaya alasan-alasan semacam ini -yang rapuh serapuh sarang laba-laba- yang mereka lontarkan demi melapangkan jalan mereka untuk melestarikan tradisi dan ritual-ritual syirik.

    ‘Kita ‘Kan Tidak Sebodoh Kafir Quraisy’

    Barangkali masih ada orang yang bersikeras mengatakan,“Jangan samakan kami dengan kaum kafir Qurasiy. Sebab kami ini beragama Islam, kami cinta Islam, kami cinta Nabi, dan kami senantiasa meyakini Allah lah penguasa jagad raya ini, tidak sebagaimana mereka yang bodoh dan dungu itu!” Allahu akbar, hendaknya kita tidak terburu-buru menilai orang lain bodoh dan dungu sementara kita belum memahami keadaan mereka. Saudaraku, cermatilah firman Allah ta’ala,

    قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (84) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (85) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (87) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (88) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ (89)

    “Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)

    Nah, ayat-ayat di atas demikian gamblang menceritakan kepada kita tentang realita yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dahulu. Meyakini tauhid rububiyah tanpa disertai dengan tauhid uluhiyah tidak ada artinya. Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam. Sebagian orang mungkin berkomentar, “Akan tetapi mereka ini ‘kan kaum muslimin” Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab,“Maka kalau dengan perilaku seperti itu mereka masih layak disebut muslim, lantas mengapa orang-orang kafir Quraisy tidak kita sebut sebagai muslim juga ?! Orang yang berpendapat semacam itu tidak memiliki pemahaman ilmu tauhid dan tidak punya ilmu sedikitpun, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti hakikat tauhid” (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi dan Muhammad Abduh Tuasikal

    Artikel http://www.muslim.or.id

  13. Assalamualaikum.. Uuuh.. Mas PA koq masih tetep “make” si maruk (makhrus ali) sebagai referensi dakwah paling bener se dunia khususnya indonesia yaak.?? Kan sudah banyak yang tau si maruk ali itu, seorang murtad dari islam dan murtad dari kristen… hehehehe. Dia orang islam kyai NU, masuk kristen jadi pendeta, masuk islam lagi truus bosen masuk kristen lagi, eeeh mendadak dia si maruk ali dapat hidayah trus masuk lagi islam, katanyaaaaa.. G tau dah kalo nanti dia dapat belaian KASIH dan URAPAN ( atau kurapan kulit yaa.. ) Dari si tukang Ngangon Domba yang seumur-umur di pantek dipapan kontrakan itu, apa dia masuk kristen lagi..?????@$,’€.. Kesaksian si maruk ali masuk islam lagi ada di youtube. Buwat mas PA, saluuut untuk dakwah “islamnya” yang paling bener dan rujukannya dari ulama saudi, entah itu pecahannya dari wahabi, salafi atau apa kek.. Kalo bisa menjamin saya masuk surga, saya ikutin sepenuh hati…. Saya jujur benci kepada ulama wahabi saudi.. Berkata bid’ah,syirik,haram kepada sesama umat islam yang beda dengan mereka.. Tetapi diam terkesan mengahalalkan periilaku penguasanya, banyak anggota kerajaan yang berbuat hal – hal yang melanggar agama tapi ulama wahabi ” ngajedog ” aja.. Tak ada bantuan bahkan seruan untuk membantu umat islam dibelahan bumi lain yang tertindas, tanah haram yang betul – betul haram untuk diinjak oleh kaum kafir “non muslim” sekarang banyak bercokol disana beranak pinak.. Mana katanya “wahabi” sebagai pelurus umat, penegak agama.. Preeeeeeeeeetttttt.!!!! Mas PA, knapa dulu tidak bersilaturohim kepada kyai ulama sepuh seperti abah anom, guru sekumpul, tuanku guru ijai, dan lainnya supaya beliau-beliau ini sadar dengan ke bid’ah-anya dan kembali ke treck lurus bila memang islamnya anda paling bener… Hati – hati lho mas, pertanggung jawabanya kepada ALLAH SWT… Afwan kalo ada koment yang g berkenan dari saya.. Wassalam.
    Hasan
    Si Bid’ah kata “mereka”

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s