KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 3) : RITUAL BERTEMU DENGAN RAJA JIN ABU YUSUF

Sewaktu saya masih mengikuti ajaran yang syirik. Saya diijazahi oleh Gus Ali, Tulangan Sidoarjo. Dengan ijazah itu saya katanya bisa bertemu dengan Abu Yusuf (raja jin). Bila bertemu dengannya, saya bisa minta apapun darinya. Bahkan membayar hutang atau untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Harta itu diambilkan dari permata yang ada dilaut, emas yang masih terpendam didasar laut atau kapal-kapal yang tenggelam dan masih berada didasar laut yang memuat benda-benda yang berharga. Janji Gus Ali, saya bisa bertemu dengnnya, Dia bilang,”Abu Yusuf memang yang datang pada saya, bukan saya yang minta dia datang. “Saya disuruh melakukannya di makam Sunan Giri.  Ijazahnya saat itu membaca surat Jin atau surat al-Ikhlas, entah berapa kali saya lupa. Karena belum punya pekerjaan sementara punya tanggungan anak istri, saya waktu itu tanpa pikr panjang bersedia melakukannya. Saya berfikir bila bertemu dengan Abu Yusuf akan bisa minta apapun yang saya maukan, karena dia raja Jin. Kisahnya juga ada tercantum dalam kitab Syamsul ma’arif, bahwa raja jin itu akan datang dengan wajah bersinar seperti rembulan, lalu bertanya apa yang kamu maukan?’

Bila dijawab saya butuh dana untuk bayar hutang dan pergi haji dia akan menoleh pada pelayan di belakangnya dan disuruh mengambilkannya.

Waktu yang ada dalam benak saya tidak ada hal yang sia-sia atau syirik, karena  kepada sesama makhluk seperti minta kepada bupati, pak kepala esa, dan lain-lain. Saya disuruh berpuasa agar cepat bertmu dengannya. Bahkan saya berpuasa sampai 40 hari.

Setelah saya jalankan beberapa malam, ternyata masih belum ketemu.

Saya jalankan terus tidak putus harapan. Mungkin sekali sebentar lagi Abu Yusuf mau datang, kan enak juga pikir saya.

Kemudian di permulaan malam saya baca doa-doa perlindungan (murni diajarkan rasulullah dalam haditsnya) , saya baca doa berikut ini :

أعُوْذُ بِكَلِمَا تِ اللهِ التَّا مَّا تِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Lalu membaca surat An-naas, Al falaq.

Saya baca surat jin. Padahal hati saya masih ada perasaan agak takut, belum mantab. Jangan-Jangan jika jin nanti datang saya malah lari. Banyak orang yang tidak tahan lalu lari, tapi jin mengejarnya dan bertemu dihadapanya.Baik dari belakang, jin tetap akan mengejar dan akan bertemu kembali dihadapannya. Begitu jua bila lari arah kiri dan kanan. Tapi dengan semangat ingin bertmu dan mendapat apa yang dijanjikan itu, akhirnya saya beranikan dan berusaha terus pantang menyerah seblum bertemu.

Saya baca lagi ijazahnya. Juga saya baca doa-doa perlindungan di awal malam. Udara di belakang rumah saya saat itu sangat ingin. Banyak nyamuknya lagi. Untuk mengatasinya saya menggunakan lotion anti nyamuk. Terkadang saya menggunakan obat anti nyamuk baker juga.

Ditengah makan rupanya ada jin yang datang. Langsung lampu listri dirumah saya padam dan terdengar suara aneh. Taar……..! istri saya yang tidur dirumah ditemui jin dalam mimpi. Jin itu bepesan agar pagar ghaib (ayat ruqyah syar’iyyah yang dibaca) saya tidak usah dibaca bila ingin beretmu dengannya. Saya jalankan berkali-kali tidak juga ketemu. Jadi janji bisa bertemu itu belum terwujud dalam pengalaman saya.

Saya mungkin memang tidak berbakat jadi orang super, tidak bias jadi paranormal. Tidak punya keanehan-keanehan sehingga orang menyebut saya wali seperti gus-gus kebanyakan. Saya sudah puasa tidak makan sesuatu yang mempunyai ruh atau yang terbuat dari hewan. Mengapa mereka tidak bias bertemu dengan saya. Sekarang saya baru sadar, kira-kira saat itu saya berada di tengah-tengah antara bid’ah dan ahi hadits. Latar belakang pendidikan saya juga antara ahli bid’ah juga ada yang dari ahli hadits. Saya mengerjakan hadits (membaca doa ruqyah syar’iyyah yang murni dicontohkan rasulullah) sedikit-sedikit sehingga jin tidak mau (tidak mampu) berjumpa dengan saya (karena ada benteng dari ruqyah yang dibaca). Akhirnya sia-sia belaka ijazah dari Gus Ali, Tulangan Sidoarjo itu.

Kesyirikan dalam laku ini adalah puasa bukan atas perintah Allah. Allah dan Rasul-Nya tidak memerintahkan saya untuk melakukan hal semacam itu. Saya berpuasa karena memenuhi persyaratan untuk bertemu dengan raja jin. Jadi saya syirik saat itu karena Allah berfirman :

Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.(surat al-kahfi :110)

(Mantan Kyai Nu membongkar praktek syirik Kyai, habih, dan Gus Ahli Bid’ah, penerbit Laa tasyuki press, hal 380)

30 thoughts on “KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 3) : RITUAL BERTEMU DENGAN RAJA JIN ABU YUSUF

  1. Assalamuialaikum Ustadz.
    Mohon maaf jika salah.Kyai mhrus Ali itu apa yg katanya habib itu ya?dan murtadin itu ya?di youtube ada tuh videonya.Kayaknya sekarang jadi Nasrani.menjelek-jelekan islam.Apa betul yang itu?

    • MAHRUS ALI DENGAN Ali Makhrus BEDA JAUH MAS, mahrus ali awalnya memang seorang muslim sedangkan ali markhus seorang kristen nama aslinya Markus Margiyanto, ali markus ini dari kristen pindah islam ngakunya salah satu ketua cabang FPI, pernah jadi pimpinan lasyakr jihad (padahal pimpinan LJ ga ada yang bernama Ali Makhrus), ngakunya Juga seorang habib,semuanya bualannya saja. lalu pindah kristen lagi dan terakhir beritanya pindah islam lagi :) ga beres orangnya :D

      berikut ini bioadata ali makhrus
      Lahir di Bangil, Jawa Timur 29 Maret 1962, Ali Makhrus bernama asli Markus. Sejak kecil Markus (kini Makhrus) dididik dan dibesarkan dalam keluarga Kristen. Ayahnya, M. Yusuf (60) tahun adalah seorang pendeta yang kini masih aktif di GSJA (Gembala Sidang Jemaat Allah), Jalan Pogot Surabaya. Selain itu juga memiliki jemaah di gereja GPPS Sepanjang, Surabaya.

      Selain ayah dan ibunya yang seorang aktivis gereja, kakak dan pamannya, semuanya adalah seorang pendeta.

      Saat remaja, Makhrus dikirim sang ayah untuk melanjutkan studi di Sekolah Teologi (STH) Gereja Tuhan, Medan dan lulus tahun 1989. Lulus kuliah ia lantas ditugaskan di gereja Bethani dan GSJA Surabaya.

      berikut ini sekelumit biodata dan kisah kyai mahrus ali :
      Pada awalnya beliau seorang santri yang rajin dan tekun dalam mengamalkan ilmu-ilmu agama. Pengagum Ustad Abdul Qodir Persis ini sangat taklid, apapun amalan yang diberikan gurunya selalu dijalankan baik mulai dari tasawuf, sholawat-sholawat hingga belajar jimat, kesaktian serta berbagai ilmu kanuragan yang dipercaya untuk sarana keselamatan. Bahkan di tempat pondok pesantrennya dikenal sebagai orang yang sakti, “dung-deng”, disegani, dihormati dan ditakuti.

      Mulai Sadar
      Tujuh tahun di Pondok Langitan, Tuban Beliau selalu menjadi yang terbaik, khususnya pendalaman kitab Kuning. Karena kepandaian dan kecerdasannya itu, pada tahun 1977 dipepercaya oleh gurunya KH Abdullah Faqih untuk memimpin dan mengajar nahwu, sorof, Faraidl, hadist dan tafsir di Pondok pesantren Yapi, Bangil yang ternyata kini menjadi pusat aliran syiah di Indonesia (*Mantan Kyai NU Menggugat..red). Baginya menuntut ilmu tidak ada batasnya, sambil mengajar, beliau terus menggali dan menggali kajian Islam hingga akhirnya melanglang buana ke Mekkah. Selama tujuh tahun belajar di Jamaah Tahfidhil Qur’an, Mekkah Mahrus Ali mendalami hadis yang sanadnya terus bersambung dari guru keguru sampai Rasulullah SAW, ilmu fiqh, tafsir serta ilmu lainnya. Alhamdulillah ..Dari sanalah cahaya kebenaran mulai datang sehingga apa yang didapatkan selama ini sungguh-sungguh jauh melenceng dari yang disyariatkan Rasulullah SAW. Ia sadar, bahwa selama ini telah hanyut kedalam berbagai bentuk kesyirikan, khurafat dan bid’ah. Para ahli hadist yang dulunya ia benci karena dianggap ekstrim, keluar jalur, kini mulai dekat dihatinya, dan menjadikannya guru dan secepatnya Ia bertobat, bertauhid lurus, mau mencontoh perbuatan Nabi beserta sahabatnya.

      Jihad di Tanah Air
      Setiba di tanah air lembaran baru mulai dibuka, genderang jihad mulai ditabuh, kebenaran sudah saatnya disuarakan. Apa yang didapat dari sana ia syi’arkan lewat dunia tulis-menulis. Puluhan buku yang sudah diterbitkan, diantaran karya-karyanya yang menghebohkan dan menggemparkan adalah “Mantan Kyai NU Menggugat Sholawat Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulub. Isi buku ini menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa beberapa amalan yang selama ini diagung-agungkan oleh para ulama, kyai dan di pondok-pondok pesantren selama ini dipercaya mempunyai khasiat luar biasa tersebut, ternyata hampir seluruhnya berlumur dengan kalimat syirik dan kufur kepada Allah !. Beliau mengkaji dan memaparkan seluruhnya berdasar Al-Quran dan Al-Hadits, juga petuah-petuah ulama Saudi Arabia tentang berbagai kesyirikan yang banyak terjadi di tengah masyarakat seperti persembahan, rajah, jimat, “kutang Ontokusumo”, keris dan benda-benda sakti lainnya yang pernah ia koleksi dan dipercaya sebagai sarana keselamatanpun dinyatakan syirik…sesat !. Beliau menilai bahwa kaum muslim sekarang ini banyak yang meninggalkan, mengacuhkan ilmu serta pengetahuan Qur’an dan hadist, sehingga dengan mudahnya mereka terjebak dalam jurang kebid’ahan yang berujung kesyirikan. Harta, kesuksesan dunia digapai sementara pemahaman agama kian terbenam, bahkan setanpun dianggap bisa memberi perantara kepada Rabbnya.

      Tantangan dari Para Kyai
      Para ulama, kyai dan tokoh-tokoh NU Jawa Timurpun “merah” telinganya setelah membacanya. Mereka mengecam, mengucilkan, mencemooh bahkan menuding sesat, keluar dari ahlussunnah wal jamaah, kafir dan sebagainya. Namun semua itu Beliau tanggapi dengan sesuatu yang biasa, wajar dalam menegakkan kebenaran. Karena dulu Rasulullah SAW pun juga begitu perjuangannya, malah lebih hebat lagi tantangannya, diusir keluar dari Mekkah bahkan sampai mau dibunuh oleh kafir Quraisy.

      Bio Data :
      H Mahrus Ali
      Lahir 28 Desember 1957 di desa Sidomukti Giri, Gresik, Jawa Timur.
      Pendidikan
      - MI-NU Sidomukti (1970-1971), 7 tahun “nyantri” di Ponpes Langitan, Tuban
      - Berguru Jamaah Tahfidhil Qur’an, Makkah dan para ulama Saudi Arabia

      • oh lulusan saudi toh. pantes si makhrus ini suka menghujat, kagum pada wahabi toh? hehehhehee.
        wahabi itu apa? mereka menggunakan agama untuk disesuaikan dengan adat dan tradisi mereka saja. bagaimana mungkin melarang sesuatu yang tidak dilarang dalam islam? wanita mengemudi misalnya, kalau anda tinggal di saudi pasti tahu segalanya…,

      • oh lulusan saudi toh. pantes si makhrus ini suka menghujat, kagum pada wahabi toh?

        coba anda baca artikel itu dengan hati lapang niscaya ada kebenaran dalam tahdziran makhrus ali tersebut dan bukan hujatan, kami kaum wahabiyyin akan selalu berusaha memurnikan islam dari segala bentuk kesesatan dan kesyirikan :)

        bagaimana mungkin melarang sesuatu yang tidak dilarang dalam islam? wanita mengemudi misalnya

        bagaimana jika ada seorang istri yang suaminya tidak ridho istrinya mengemudikan mobil sendiri? tentunya hukumnya haram toh :) Islam menjaga harkat dan martabat seorang wanita……….

      • kenapa ya? orang2 yg habis dr arab, jd suka melaknat sana-sini? Menghujat, dan menghakimi oranglain, tp ketika didebat balik malah berkata: inkarus sunnah! bid`ah, dan seterusnya??? rata-rata menganggap orang lain suka menghujat, padahal ya kata-katanya sendiri penuh hujatan? kenapa ya.. logika wolak walik g karuan

  2. blog ini cuma sepihak….seolah2 kyai identik dengan hal seperti itu, padahal kalo kyai td tdk gagal mungkin kisahnya tdk dimuat dblog ini…segala sesuatu tergantung niat dan juga ridho Alloh, niatnya karena Allah semata…kalo org tersebut ga pnya ilmu tapi korupsi dan maling tetep aja itu dilarang agama…

    • saya kok seperti ngerasa aneh dengan foto di web tsb. kenapa, soalnya Pa Mahrus Ali masih menulis di blognya. Menurut saya tidak mungkin seorang yang sudah menyerah kok masih suka menulis bantahan. jadi menurut saya tulisan Tim Sarkub perlu diteliti lagi kebenarannya. Malah saya merasa lucu Tim kebenaran kok namanya SARKUB (Sarjana Kuburan)…

  3. Iblis laknatullah telah melihat Allah, surga, penciptaan adam dan hawa… kebenaran sdh di depan matanya, karena kesombongan Iblis ia menolak perintah Allah, nauzubillah minzalik. sekarang kebenaran di depan mata, terserah nafsi masing2 mau jadi seperti iblis atau menjadi abu sofyan yang akhirnya bertaubat, semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua

  4. wahabi wahabi tetap saja kelakuannya seperti itu…geli lihat sekarang banyak yang pakai celana cingkrang jenggot panjang tapi ilmunya cetek….sesungguhnya islam bukanlah agama arab namun islam adalah rahmatan lil alamin..tidak mungkin sesuatu yang rahmat menghalangi sesuatu yang baik ( Budaya,seni dll ) selama hal itu tidak syirik..sengaja wahabi dibentuk oleh amerika untuk melemahkan kekuatan islam ,kecerdasan dan khazanah budaya yang universal…dengan dalih islam yang kaffah dll…terbukti saat IAIN Surabaya mengadakan debat secara cerdas dengan metode penelitian ilmiah perwakilan ali mahrus terlihat kikuk dan hanya beragumen kaku serta tidak ilmiahhal itu membuat bagaiman selama ini streotipe orang NU yang kolot atau deso mampu berdebat secara ilmiah dan terukur…

    • Antum yang cetek ilmu…….antum yang harus banyak belajar…….perkataan antum menunjukan kedangkalan ilmu dan kedengkian kepada manhaj salaf.

    • Islam bukan Agama Arab, tapi Agama yg di turunkan di Arab.
      dan orang Arab yg lebih mengerti bahasanya.
      bukan belajar dari kuburan

  5. Yaa ikhwanii fillaah…kenapa kita selalu berburuk sangka kepada orang2 yg berusaha menegakkan amar ma’ruf nahi munkar??? Seharusnya kita bersyukur masih ada orang yang peduli dan mau mengingatkan kita….

  6. perhatikan diri lebih baik,menghujat bukan ajaran islam…sudah benarkah penghambaan qt pd tuhan,,syariah aja msh compang camping,.,

  7. siapa antum brani bilang ilmunya cetek kepada orang NU… Klo mau dg jln baik ayo,klo mau debat ayo ,bahkan dg kekerasan saya truti prmintaan anda… Klo gg trima, maju ngeneeh. Saya ora cilacap.. Antum belum tau jotozsane sayyidina umar bin khatab yaah. . . . Ngneh ae ,tek jotoz nang q gsit. . . By. Anak pesantren Nusakambangan.

  8. Berteman dengan Gus Ali, Bumi Shalawat, telah saya jalani cukup lama. Insya Allah sekitar 20 tahunan, karena saya kenal beliau saat saya masih berusia 23 tahunan dan kini saya berusia 47 tahun.

    Selama saya berteman dan mengaji dengan beliau, sekali pun tidak pernah saya melihat perilaku syrik Gus Ali lakukan. Kalau saja dia memberikan ijazah untuk bertemu Raja Jin Abu Yusuf dengan membaca Surah Al Ikhlas 100 kali dan Surah Jin 40 kali, sesungguhnya dia bukan ingin mengajari kita untuk bertemu Raja Jin. Namun, beliau ingin mengajari kita tentang ilmu TAUHID yang sesungguhnya.

    Ajakan untuk mendalami ilmu Tauhid itu diujudkan dengan meminta KYAI MAHRUS ALI membaca Al Ikhlas dan Surah Jin. Seharusnya permintaan itu tidak ditelan secara gramatikal, tapi harus dicari makna yang terkandung dari membaca kedua surat tersebut. Setahu saya, Surah Al-Ikhlas merupakan salah surat yang “MEMURNIKAN TENTANG KEESAAH ALLAH SWT”, sementara Surah Jin merupakan surat yang diturunkan Allah untuk memperkuat keimanan setiap mukmin terhadap mahluk gaib.

    Artinya, dengan meminta KYAI MAHRUS ALI membaca kedua surat tersebut, sesungguhnya Gus Ali tengah memberikan proses penyadaran terhadap KYAI MAHRUS ALI (muda). Sebab bukan tidak mungkin, Gus Ali mengetahui isi hati KYAI MAHRUS ALI yang ingin mendapatkan rezeki secara gampang. Karena itu, Gus Ali untuk memintanya membaca kedua surat tersebut.

    Dalam kapasitas sebagai seorang muslim, seharusnya saat diberikan kedua surat tersebut untuk dibaca, KYAI MAHRUS ALI segera berkaca diri dan bertanya pada dirinya…tentang makna dari pemberian surat tersebut. Bukanlah langsung menbaca ngotot kedua surat tersebut dengan tujuan untuk bertemu Raja Jin Abu Yusuf. Mengapa demikian.

    Sebab dalam hidup ini, sesungguhnya semua manusia dan umat Allah yang hidup di bumi dan di alam raya itu berdetak mengikuti skenario Allah yang telah ditunjukkan pada setiap ruh yang akan turun ke bumi dalam proses klahiran seorang jabang bayi. Ironisnya isi skenario yang ditunjukkan saat di Loh Mahfud itu menjadi terlupakan dalam perjalanan ruh menuju kandungan ibunya.

    Kekecewaan mengingat komunikasi ilahiah dengan Allah saat akan diturunkan, lupa dengan indahnya perjalanan yang dialami dari Loh Machfud menuju bumi, lupa dengan kepastian waktu meninggal, lupa dengan nama seorang gadis yang menjadi jodoh kita, lupa dengan profesi yang disiapkan untuk kita, lupa dengan kisah perjalanan yang akan kita alami di dunia, dan lupa-lupa lainnya itulah yang kemudian membuat setiap bayi yang lahir menjadi menangis.

    Karena itu, saya ingin tersenyum saat KYAI MAHRUS ALI (muda) melakukan ajaran Gus Ali secara gramatikal bersama puluhan ekor nyamuk. Namun, saya menjadi tersentuh saat KYAI MAHRUS ALI dalam bukunya menuding Gus Ali mengajarkan kemusrikan. Dalam pandangan saya, seharusnya KYAI MAHRUS ALI membaca diri sendiri dulu sebelum menuding sirik pada Gus Ali. Mengapa demikian.

    Tudingan pada Gus Ali tengah mengajarkan kemusrikan atas dua surat yang diajarkan, sesungguhnya secara ndak langsung menuding diri sendiri KYAI MAHRUS ALI sebagai pelaku musrik yang disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menerjemahkan makna dari kewajiban membaca Al Iklas dan Surat Jin.

    Semoga tulisan ini menjadi sebuah pencerahan agar tidak terjadi kesalahfahaman antar sesama muslim. Dan, saya berharap KYAI MAHRUS ALI ndak sakit hati atas kelancangan saya mengungkap peristiwa yang terjadi dibalik peristiwa itu. Amien

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s