FATWA KYAI MAHRUS ALI : MENJADI KASYAF BERKAT KHADAM MALAIKAT RAJAH ASMA’ AL-LATHIF

Abul Abbas Ahmad bin Ali al-Buni dalam kitabnya Syamsul Ma’arif menjelaskan. Barangsiapa yang membaca jimat tersebut akan dipermudah rezekinya, cepat mencapai tujuan dan akan mendapatkan belas kasih dari Allah (Syamsul Ma’arif halaman 462). Bila seseorang membuat tempat untuk khalwat dengan melakukan tirakatan/riyadhah sembari membacanya sebanyak 16641 sampai empat puluh kali yakni sekitar empat puluh hari, maka malaikat bernama Qatya’il kan turun padanya. Di berkata, ‘wahai Tuhanku!Hamba-Mu memanggilku dan minta kepadaku untuk memenuhi hajatnya.” Malaikat tersebut akan turun, baik saat tengah terjaga atau tidur, sesuai kemampuan dan kesiapan jiwanya. Lalu orang tersebut diberi kasyaf yakni bisa melihat kaan matinya atau hidupnya dan mengetahui apa yang dikehendakinya bahkan diberi beberapa keisimewaan lagi. Asma’ tersebut bisa untuk kebaikan dan keburukan, sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat. Bila dibaca oleh orang yang mengalami kesulitan maka kesulitannya akan dipermudah.”

Ini adalah bentuk bacaan dan rajah asma’ Al-Lathif versi kitab sihir Al-Aufaq :

rajah asma’ Al-Lathif versi Al-Buni (syamsul ma’arif)

Komentar Kyai Mahrus Ali :

Sungguh besar sekali kekeliruan al-Buni yang menyatakan bahwa orang yang membaca asma’ tersebut dan memperbanyaknya akan kasyaf yakni tahu kapan matinya. Tentang dimana orang akan mati atau kapan akan mati, malaikat, nabi, dan jin pun tidak mengetahui apalagi manusia biasa.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Saba’ ayat 14 : Maka tatkala kami Telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia Telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.

Para jin yang bekerja atas perintah Nabi Sulaiman itu memang tunduk dan patuh kepada beliau. Mereka merasakan susah payah, karena selalu dijaga dan diawasi oleh Nabi Sulaiman ketika bekerja. Sampai nabi Sulaiman meninggal dunia, mereka tidak mengetahuinya, sehingga rayap memakan tongkatnya dan nabi sulaiman terjatuh. Setelah itu baru jin-jin sadar bahwa Nabi sulaiman telah meninggal dunia dan mereka pergi seketika itu.

Masalah mati kita adalah masalah ghoib yang hanya Allah yang tahu dan siapapun orangnya tidak mengetahui. Rasulullah bersabda :”Kunci ghoib ada lima tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui apa yang ada dalam kandungan kecuali Allah dan tidak ada yang mengetahui kapan terjadi hujan kecuali Allah, seseorang tidak akan mengetahui dimana akan mati dan tidak mengetahui kapan terjadi kiamah kecuali Allah. (Shahih Bukhari).

Mufti Abdulmajid Sulaiman berkata”Imam Qatadah berkata, lima perkara tersebut tidak diberitahukan kepada para malaikat atau para nabi ( fatawa Lajnatil Fatwa al-Azhar no.651)

Dalam tulisannya al-buni juga menyatakan bahwa malaikat Qatya’il akan turun. Lalu bagaimana bila yang datang itu iblis yang mengaku Qatya’il.

Perlu diingat dan tidak dilupakan bahwa malaikat tidak bisa dipanggil seenaknya apalagi dengan cara memakai jimat, puasa bid’ah dan dengan tatacara yang tidak ada tuntunan syari’at. Malaikat tidak akan turun atas perintah manusia melainkan atas perintah Allah, sebagaimana dalam al-qur’n surat maryam ayat 64, Allah berfirman :

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

Kisah penampakan semacam ini sering terjadi ada yang mengaku didatangi malaikat , Lia aminudin merasa didatangi malaikat Jibril dan mendapatkan wahyu darinya. Yang terakhir Achmad Mushaddeg mengaku nabi dan didatangi malaikat.. Seorang imam besar Ahlussunah (BUKAN SUFIYAH) yaitu al-Imam Abdul Qadir al-Jilani yang punya kitab mahsyur berjudul al-Ghuniyah pernah didatangi iblis yang menyaru malaikat jibril bahkan mengaku Allah.

Prof. hasanu Simon dalam karyanya yang berjudul Mistri Syaikh siti jenar, menukil dalam buku Abdul Qadir Jaelani (1985:31) berbicara tentang kasus serupa. Dalam salah satu proses  perjalannya dalam menuntut ilmu dan menempa akhlak Abdul Qadir didatangi oleh makhluk yang mengaku malaikat jibril. Makhluk itu mengaku menyampaikan undangan dari Allah kepada Abdul Qadir al-Jilani. Ditawarkan pula kendaraan berupa buraq untuk perjalanan beliau menuju sidratul muntaha. Bukannya gembira ingga hilang kewaspadaannya, justru beliau menghardik“kamu tidak lebih dari iblis yang hendak menyelakakan saya” Secara halus iblis masih menggodanya “baiklah dengan keluasan ilmumu engkau berhasil menyelamatkan diri“. Tanpa kehilangan control hingga bangga diri Abdul Qadir al-Jilani masih berucap “enyahlah engkau. Aku bukan selamat karena ilmuku, melainkan karena rahmat dan hidayah Allah” Iblispun ngacir sambil gigit  jari.

Tak patah semangat iblis menyusun scenario berikutnya. Ketika Abdul Qadir  berada dalam hutan hingga kekurangan makanan dan minuman. Tiba-tiba munculah awan disusul hujan. Dengannya beliau melepas dahaga. Seketika tampak cahaya diangkasa seraya terdengar suara,”akulah tuhanmu, mulai sekarang aku halalkan semua yang haram bagimu”. Sekali lagi bukan riang gembira mendengar ucapan tersebut, justru Abdul Qadir berta’awudz“A’udzu billahi minasy syaithaanir raajim“. Dalam kesempatan itu iblis gagal lagi.

Dari kisah diatas dapat diambil ibroh bahwa iblis bisa menyerupa apapun yang dia inginkan, jika ada orang yang melakukan riyadhoh bid’ah lalu didatangi sesosok akhluk bercahaya yang mangaku malaikat maka itu tidak lain iblis yang menyamar untuk menyesatkan manusia

Pengarang syamsul ma’arif tersbut juga menyatakan bahwa asma’ tersebut bisa digunakan untuk kebaikan dan keburukan,bermanfaat atau membahayakan orang. Sesungguhnya omongan yang keluar dari mulut yang tak bertulang, alias asal komentar. Tiada dalil yang menyatakan atas kebenaran pernyataan tersebut. Sungguh tidak tepat dan tidak beradap/kurang ajar bila nama Allah diputar balik kegunaannya yaitu untuk kejahatan dan membahayakan orang lain. Allah tidak akan mengabulkan permohonan jahat. Dalam suatu hadits mengatakan, “sesungguhnya Allah baik dan tidak akan menerima kecuali yang baik (surat l-mukminun 51) dalam suatu ayat diterangkan “kepada-nyalah naik perkatan-perkatan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan”(Surat Fathir 10)

(Mantan Kyai Nu membongkar praktek syirik Kyai, habib, dan Gus Ahli Bid’ah, penerbit Laa tasyuki press, hal 308)

64 thoughts on “FATWA KYAI MAHRUS ALI : MENJADI KASYAF BERKAT KHADAM MALAIKAT RAJAH ASMA’ AL-LATHIF

  1. Assalamualaikum wr wb.. Afwan akhi apa boleh ana copas artikel yang ada disini untuk ana sharing di blog yang mengandung “TBC” yang semakin menjamur.. Dengan harapan semoga para pembaca blog TBC dapat titik hidayah jika membaca artikel yang pernah di posting disini yang ana share.. Syukron katsiron..

  2. assalamu’alaikum wr.wb.
    Benar sekali yg saudara sampaikan, hanya saja tidak semua bisa digeneralisir…jika saudara tahu Hakikat didalamnya. akan bisa memilah2 dan lebih Arif..
    ..contoh ttg kasyaf… kl yg diatas jelas sebuah kekeliruan krn rajah asma’ sprt diatas yg mendompleng adlah khodam jin yg kadang2 mengaku malaikat, akan tetapi ada juga Orang shaleh yg memang kasyaf atas Rahmat Allah, dan kasyafnya itu tidak bisa digunakan semaunya kecuali atas ijin Allah.

    Ttg al-Imam Abdul Qadir al-Jilani … siapa sebenarnya dia, itu tergantung cara pandang yg menilai, Beliau memang imam besar Ahlussunah fiqihnya bersandar/yg diajarkan mengikuti Imam Ahmad bin Hambal + Imam Syafi’i… dia juga seorang Sufi yg bersih (Bukan Sufiyah)

    ttg keGaiban sprt Hadits bukhari juga tidak bisa diGeneralisir dan di terima secara textual…sprt Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali Allah.. dlm kalimat itu ada kecualinya yaitu Allah.. jika Allah mengijinkan dan memberi Rahmat kpd HAMBA-NYA utk mengetahui mk tahulah Hamba itu…. contoh yg Shahih adlh Rosulullah mengetahui 10 org yg akan masuk surga, Rosulullah mengetahui Uwais Al-Qarni dll

    dan sebenarnya tidak hanya Rosulullah yg di beri Ijin/rahmat tsb… Orang2 Shalih yg Kasyaf juga kadang diberi Rahmat tsb hanya sj dg Kualitas yg Jauh berbeda dg Rosulullah..
    Wallahu A’lam
    Salamun qoulammirrobirrohim

  3. Setuju apa yang dikatakan oleh sdr. Lormuria, kiyai Mahrus Ali terlalu berlebihan dalam mengkritik dimana beliau menyemaratakan semuanya. Bagi Aulia Allah banyak hal-hal yang diluar akal manusia bisa dilakukannya, ini fakta yg kita temukan dalam kehidupan kita.
    Kemudian masalah bid’ah seperti yang sering dikatakan (perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat) itupun agak rancu karena kalau seperti itu pengertiannya maka al-Qur’an kita sekarang bid’ah jugakan karena pada masa Rasulullah dan sahabat belum diberi titik, harkat/baris dan tanda baca, itu ditambahkan pada masa tabi’in.
    Mohon tidak cepat menyatakan sesat sesama muslim karena jika tidak terbukti maka akan terpulang sesat itu bagi orang yang menyatakannya (hadist)
    wassalam

  4. mungkin kyai mahrus ali terlalu kaku lidahnya sehingga tidak ada sesuatu hikmah yang keluar dari lidah beliau maaf kyai lebih baik anda memperbanyak dzikir dari pada melakukan sesuatu yang mendiskreditkan ulama lain sesuatu yang ghaib milik allah apabila syekh.ali albuni mendapatkan karomah itu urusan allah

  5. Seorang ulama besar Syech abu Hasan As Sadzali pun tidak pernah mengatakan dan menuduh sihir jg sesat pada Syech Imam al buni, Syech abu Hasan As Sadzali hanya mengatakan “khawatir kalau orang awan tergantung kepada ilmu kedhohiran padahal sebetulnya ilmu itu dapat mendekatkan diri kepada Allah”.

    Syech Imam al buni dalam kitab Jami’u Karamatil Auliya,disebut sebagai waliyullah. Mungkinkah seorang auliya mengamalkan dan mengarang kitab yang mengakibatkan sihir dan dosa kepada umat . Beliau diberi kelebihan oleh Allah SWT menguak yang terkandung dalam Al Quran dengan maksud menunjukan keistimewaan dalam Al Quran itu sendiri.

    Tidak bijaksana apabila kita kyia atau manusia yang hanya baru belajar agama islam dari buku-buku bacaan telah menuduh orang sembarang, apalagi yang dituduh seorang auliya allah SWT. mohon maaf
    wassalam

    • namax bukan kelasx,..ya harap maklum lah,….yunior lawan senior,..apalgi jurusx jurus mabuk…he2

  6. Ustadz…suami saya baru2 ini tertarik ikt ilmu pengobatan dengan mengamalkan ajaran2 islam yg sebenarnya benar2 menyimpang dari agama,tapi sudah saya bawa utk di ruqyah kok kekuatannya malah bertambah dan makin kuat keimanannya pada ajaran sesat tsb,saya yg dituding tdk beriman…mohon solusinya untuk mengembalikan kpa jln yg benar krn ortux mendukung sang anak utk belajar ilmu tsb(pemahan islamx berdasarkan ajaran2 turun temurun tnp mengkaji al-qur’an)

    • @ibu nia

      Jika tidak sembuh dengan ruqyah, bukan ruqyahnya yg salah. Syarat kesembuhan (kesembuhan dari Allah) dengan ruqyah sangat ketat.

      Kalau hatinya cenderung kpd kesesatan dan tidak ingin sembuh dengan ayat Allah, diruqyah puluhan kali yah tdk akan Allah kabulkan. Allahualam.

      Coba ibu kumpulkan dalil2 untuk membantah yg suami Ibu pelajari. berikan agar dia mau membacanya (letakan ditempat yg mudah dilihatnya) Mudah2 Allah memberikan kemudahan.

      @Para pengunjung yg ada pengetahuannya tlg lengkapi komen sy. Trm Ksh.

  7. setahu saya kasyaf itu bukan tahu kapan kita mati, dan syekh buni tidak menjelaskan dalam kitab syamsulma’arif bahwa siapa mengamal asma diatas akan tahu kapan matinya

    kesimpulan peradan itu hanya tukang fitnah

    bagaimana ia tahu apa yang tertera dalam kitab syamsul ma’arif, lawong baca kitab arab saja tak mengerti, apalagi syamsul ma’arif disamping kitab arab, juga kitab hikmah yang butuh kecerdasan tingkat tinggi untuk memahaminya

    ha ha ha ha

    satu lagi kebodohan perdana terbongkar, tukang fitnah yang tak pernah baca syamsul ma’arif lalu memfitnah ali buni bahwa siap ayang mengamal asma itu tahu kapan matinya, padahal iamm buni tidak pernah mengatakn demikian

    ha ha ha memang wahabi bodoh tukang fitnah ulama

  8. Adakah satu manusia yang masih hidup sekarang yang pernah melihat langsung cara ruqyah nya Rasul?Melalui hadits!Terus,dengan diruqyah,siapakah yang membantunya?(mungkinkah Allah turun langsung?)

    • Pak Syafrizal,

      Pertanyaannya awal Bapak serem, jangan gitu ah, Nanti sholat umat islam dipertanyakan ”Ada yg pernah liat nabi sholat, puasa, haji dll?

      Perbedaan memahami ruqyah, waduh jadi serem yah?

      Kalau sy dalam keadaan takut, terus inget baca2 surat, mis ayat kursi, apakah itu bisa disebut ruqyah juga? kalau akhirnya ketakutan bisa hilang karena membaca ayat kursi, siapakah yg menolong kita?

  9. salam. Mas perdana kamu nyantri dimana? Brani nyalah2in ulama? Kalau mau ceramah kaya gitu jangan di indonesia,ingat setiap ucapan ada pertanggungan jawabnya kelak di akhirat, kamukamu merasa benar ap berani sumpah atas nama Allah bahwa amalan yg di kitab2 klasik itu sesat?

  10. semoga mahrus ali selalu mendapat lindungan dari allah, dan keberkahan……. tapi anda tolong teliti kembali kitab asli imam abul abbas ahmad bin ali buny, selalu beliau berkata kalau yang belum mampu memahami alqur’an atau hadits dan akidah tauhidnya belum stabil jangan sekali-kali mengamalkan kitab syamsul ma’arif. nanti bisa keliru. itulah pesan-pesan beliau………anda jangan langsung pukul rata saja….jangan2 anda ada niat mecah belah umat islam

  11. Amboh ambohhh wes d kandani nek kematian karo rezki serta jodh seng ngerti cman Allah kok iseh ono seng kpengen khasafffff, aneh aneh ae yo yo. mboh pkren dewe dewe ae bngng aq

  12. Semoga dakwah akhi perdana selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT, senantiasa diberi kesabaran dan kekuatan iman oleh Allah SWT dalam menghadapi berbagai tantangan yang menghadang dakwah ini. Amiin..

      • @Tukang sandal, mudah2an pian sekeluargaan juga selalu dalam lindungan Allah SWT, diberi kesehatan lawan dilimpahkan rejeki yang banyak,halal & barokah.Amiin. Mari kita dukung terus dakwah tauhid dari saudara kita Perdana Ahmad

  13. @cungwang amiiin,uln lg bljr jua lwn ustdz perdana & lwn kkwnn yg d sni cz ilmu agma uln kurang mumpni hehehehe,alhamdulillah sng bnr uln bs ktmu lwan pain

  14. mau dong belajar ilmu kyasaf,, seperti syyidina umar bin khattab,, yang memimpin perang,,, padahal beliau sedang hutbah jumat,.
    atau seperli seoarng yg lebih alim dari nabi musa seperti yg dikisahkan Al quran…

  15. Assalamualaikum, Kalau saya usul yai, baik kita husnudhon terhadap karya sesama ulama’, belaiupun menggunakan segala kemampuan dirinya untuk memberikan kontribusi dalam syiar Islam, “Orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah adalah orang yang sangat takut untuk menyakiti perasaan saudaranya”. Aamiin

  16. Alhamdulillah…!!! saya ucapkan dan bersyukur krn hingga di zaman ini Allah SWT msh mmberikan kita kesempatan untuk bljar dari orang yg sprti ustad Perdana Ahkmad ini yg benar2 teguh dlm pendirian sesuai dgn saran dari Nabi Muhammad SAW yaitu :Tetep berpedoman kpd “kompas” Al quran dan Sunnah Rasul.
    Karena memang hidup ini sprti mngarungi Samudera yg sangat luas hingga tak terliahat tepian pantai,jika tanpa “Kompas” pasti kita tak tahu kemana arah tujuan.
    buat ustad Perdana: Semoga Allah selalu memberikan Ketabahan dan Kesabaran Dlam menghadapi berbagai tanggapan Negatif,tetap semangat…!!!!

    • menurut saya untuk hal-hal tertentu, gak perlu kita pegang kompas sendiri-sendiri….. dalam masalah fiqih misalnya, sudah ada imam mahzab yang memberikan penjelasan panjang lebar…. tinggal kita ikut yang mana….

      Al qur’an juga sudah ada tafsirnya…. tinggal kita pilih tafsir mana yang paling mantab di hati…

  17. Pak Mahrus Ali Dalam setiap bukunya selalu mengaku-ngaku “Mantan Kyai NU”…

    Ternyata itu hanya ulah penerbit agar bukunya Laris…. tapi kenapa pak mahrus ali nya gak protes..???

  18. Rasulullah bersabda :”Kunci ghoib ada lima tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui apa yang ada dalam kandungan kecuali Allah dan tidak ada yang mengetahui kapan terjadi hujan kecuali Allah, seseorang tidak akan mengetahui di mana akan mati dan tidak mengetahui kapan terjadi kiamah kecuali Allah. (Shahih Bukhari).

    Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada hadits di atas. Pertama diteliti kembali keshahihannya atau hati2 dalam menafsirkan isi hadits tersebut.
    Dua hal dalam hadits tersebut, yaitu :
    1. Apa yang ada dalam kandungan : Dijawab dengan teknologi USG
    2. Kapan terjadi hujan : Dijawab dengan kecanggihan teknologi satelit

    Jadi dua hal di atas bisa jadi sudah tidak ghoib lagi.

    Masalah takdir kematian pun ada pengecualian untuk orang2 yang dibunuh, dihukum mati dan bunuh diri.

    • kematian itu tidak bisa dimajukan atau di mundurkan walaupun sesaat…. meskipun sudah di vonis mati / niat bunih diri / atau direncanakan di bunuh, kalau takdirnya gak mati ya gak akan mati….

    • Apa Pak Ari ini ahli takhrij hadits sehingga perlu mempertanyakan keshahihan shahih Bukhari?

      Lebih baik diam jika tidak tahu ilmunya.

      • He..he .. kalau saya ahli takhrij hadits, saya tidak akan berkomentar… dengan berkomentar.. pasti akan ada bantahan alias tambahan ilmu……

    • @mas ARI,

      1. Bayi/janin dalam kandungan.. masih menyimpan banyak perkara ghoibnya.. kita masih belum tau warna kulit, jenis rambut, keadaan mata dsb.. dan kita tdk pernah tau nasib bayi tsb kelak.. baik rezeki, jodohnya.. (quroish shihab)… masih banyak bagian tubuh janin yg belum/tidak terbaca oleh usg.

      2. ini berkaitan dengan musim juga mas… tepatnya kapan hujan akan turun, berapa lama, wilayah mana saja, kalau tidak ada awan hujan.. siapa yg tau hujan akan turun. (lupa sumbernya :) )

      • Betul Mas TD, jawaban2 yang seperti inilah yang saya harapkan keluar, baik dari ahli agama, maupun dari teknokrat dan ilmuwan. Apa yang saya tuliskan diblog ini juga tidak 100% hasil pemikiran dan persepsi saya. Malahan saya berharap ada keluar definisi Al Ghaib dan Al Ghuyub. Saya tidak sependapat dengan Mas Widjojo dengan kalimat lebih baik diam kalau tidak tahu ilmunya. Dengan diam, malah kita akan semakin taqlid dan bodoh. Dengan banyak bertanya, berkomentar… Insya Allah Ilmu dan wawasan saya akan bertambah. Sekalian sedikit memperkenalkan diri juga. Saya pernah mengenyam pendidikan informal di Persatuan Islam Pajagalan, kedua orang tua saya (Alm) mantan pengurus Organisasi tersebut, dan juga teman dekat salah seorang guru bela diri Thifan Pokhan, yang sekarang sudah Almarhum dan terkenal sebagai dokter pengobatan Islami. Walau tidak bernaung di bawah Komando Ustadz Jafar Umar Thalib, saya pun ikut berpartisipasi membela saudara2 kita di Ambon, walaupun secara tidak langsung.
        Teman2 saya pun banyak yang dari kalangan Muhammadiyah, NU, HTI dan sebagainya. Semua agama itu “Benar” menurut pemeluknya. Semua mahzab itu “benar” menurut pengikutnya. Sebagai seorang muslim, saya pun merasa yakin Islamlah yang benar. Mengenai mahzab, sampai sekarang pun saya masih mempelajari sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Apakah di Jaman Rasululloh masih hidup, Islam sudah sampai ke Indonesia ?… Saya masih mencari tahu “Sanad”nya golongan2 Islam yang ada di Indonesia hingga ke Rasululloh.

    • 1. Apa yang ada dalam kandungan : Dijawab dengan teknologi USG
      2. Kapan terjadi hujan : Dijawab dengan kecanggihan teknologi satelit

      Mas ari anda harus paham pengetian ghoib.yang ada dalam kandungan itu masih dalam kategori ghoib Nisbi Yakni sesuatu yang diketahui sebagian orang sedangkan yang lain tidak tahu. seperti orang tidak tahu apa yang ada dalam kandungan namun USG mengetahuinya, sedangkan takdir yang ada dalam kandungan (ajal, senangnya dll) adalah ghoib mutlak yang hanya Allah yang tahu.

      kecanggihan teknolgi satelit cuma sebatas PRAKIRAAN CUACA! namanya prakiraan yang cuma bisa mempediksi bisa benar atau salah dan bukan memastikan kapan terjadi hujan”’

      Hati-hati jangan sampai anda beranggapan hadits Rasulullah itu tidak berlaku lagi dizaman modern ini

  19. la makhrus ali jelas sudah di ketahuan ko dan ketahuan bodohnya gak berani menghadapi debat terbuka tidak berani mempertanggung jawabnya msh saja dipakai copas buku sesatnya.bahkan pentolan faham wahabi yg datang saja tdk ada setengah jam ko disudahi panitia la jauh dr imbang pengetahuan ilmu.
    kejadian yg terakhir tokoh salafy wahaby balikpapan yg kalau dakwah mulutnya keras di ajak debat hujah di hadapan orang byk saja di ko oleh kyai nu dr jatim.cari saja di ummatipress kejadiannya.

    • Itulah..kyai yg masih menginginkan ketenaran,..bahkan dengan tdk sadar ia telah memakai jimat, semat dan pangkat,..bahkan ia tdk rela semua itu di miiliki oeleh orang lain,..bahkan ia tdk tahu siapa Syekh Ahmad bin Ali al buni itu,…asala komentar,..asal telaah dg logika kerdil,..hanya demi sesuap nasi,….hem…apalagi memakai atribut kyai lagi,….Seandainya ia seorang yg patut dijadikan contoh bagi umat,..karya apa yg dia hasilkan,..pasti hx berkoar2,..inilah aku kyai,..turunan kyai itu,..raden itu,….wah2..pantas aja umat Islam di Indonesia selalu tdk selaras dg perkembangan jaman,…apalagi keselerasan untuk hari nanti,..dirinya sendiri aja tdk tahu,…Semoga engka yg mengaku kyai,..hai Makhrus Ali,..segera bertobat,..lacaklah jejeak2 syekg ahmad al buni,..jika engkau ingin bebas dari siksa dunia,…..engkau masih level Astral logika,….itu hanyalah dasar semata…….

  20. Yg pasti setiap yg bernyawa itu akan mati

    dan rezki ,umur, dan jodoh itu rahasia allah swt
    tapi silaturahmi bisa memperpanjang umur ( nah umur ap itu), rejeki dapat dilipat gandakan oleh allah (dgn sedekah) jodoh itu baru rahasia allah yg tidak bisa ditawar lagi dan kematian itu pasti datang

    dan jgn memponis suatu kaum itu lebih buruk dari kaum yg lain

    saran saya boleh berdakwah tapi jangan menyolok2

    jgn2 iblis sudah masuk tanpa kita sadari

    bacalah lebih byk hadits dan al-qur’an

  21. Allah SWT telah memberikan dua jalan yang kita tempuh, ..jalan kebenaran atau jalan kesesatan,…semuanya sudah jelas,..makanya ngajinya yg bener,..Ingat Iblis adalah musuh yg nyata bagi kita semua,…Hanya Allah lah penolong (wali) bagi orang mukmin, yg mengeluarkan kita dari kegelapan (kesesatan) menuju Cahaya-Nya (kebenaran),..

  22. batasanya jelas, benar salah itu dari pedoman Al Quran dan hadist… bila ada dalilnya yang melarang dan tidak diajarkan Rasulullah mengapa mata hati kita begitu tertutup, …… pengarang kitab Ad Durrun Napis dari Kalsel menulis “kewalian itu bukannya bisa terbang, berjalan di atas air atau melintasi tempat dengan cepat karena iblis laknatullah pun bisa melakukannya, kewalian itu adalah kita tetap istiqomah dalam memengang Al Quran dan Sunnaturrasul…

  23. Bijak membawa damai …
    Ya Alloh Ya Lathiif engkaulah yang maha mengetahui sampai ke hal yang sehalus-halusnya. Berikanlah kami sikap bijak supaya dunia ini damai. Amin …Ya Allohu Ya Lathiif ….

  24. Tetap semangat bro,berjuang dan gali terus ilmu agama. lama-lama anda kembali lagi ke NU, tapi setelah kembali ke NU lagi dilarang menjelek-jelekkan yang lain. takabbur bos.

  25. adakah seorang yg mencela imam ahmad al buni ini seorang yg lbh terhormat di mata allah adakah ilmu nya melebihi ilmunya imam ahmad buat lah satu amalan yg menurut anda tdk bidah yg bs menunjukan keajaiban sbgai bukti bahwa anda lbh benar n mulia di mata allah drpd imam ahmad dgn kitab sihirnya…

  26. assalamualaikum permisi izin nyimak bila saya lihat komen diatas saya rasa penjelasan saudara lormuria lebih bijaksana dan lebih tepat

  27. hati hati akan tiga hal:
    1. kekuatan marah
    2 kekuatan syahwat
    3 kekuatan ilmu
    agar kita semua umat bisa selalu tahu dengan diri dan lebih bijaksana dalam menilai sesuatu

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s