URUN PENDAPAT : MEMAHAMI HADITS RASULULLAH DARI SISI ILIMIAH DAN SYARI’AH “RUQYAH DAN GARAM”

Saya mau mendengar pendapat rekan-rekan sekalian mengenai hadits dibawah ini :

1. Rasulullah Mengusap dengan Air Garam

Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau disengat Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang disengat Kalajengking, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan anNas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/111).

2. Rasulullah Mengguyur dengan Air Garam

Ali bin Abi Thalib berkata, “Pada suatu malam, ketika Rasulullah sedang shalat, saat beliau meletakkan tangannya di atas tanah (sedang sujud), ada Kalajengking yang menyengatnya. Kemudian beliau mengambil sandal (terompahnya), lalu membunuhnya. Setelah selesai, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya, juga tidak pandang nabi atau lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam, dan mencampurkannya di wadah (baskom). Kemudian beliau mengguyurkannya ke tangan yang disengat Kalajengking, dan mengusapnya seraya membaca surat al-Falaq dan an-Nas.” (HR. al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah).

3. Rasulullah Merendam dengan Air Garam

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika Rasulullah sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda,’Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, sampai beliau merasa tenang (rilek).” (HR. al-Baihaqi dan Imam al-Haitsami menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)

Dari hadits diatas ada dua metode pengobatan yang dilakukan rasulullah dalam mengatasi racun kalajengking yaitu dengan menggunakan air garam dan ruqyah. ( INgatlah! terutama untuk bung jiwa01, dari hadits diatas rasulullah dalam bertindak selalu didasari dari berbagai sudut pandang ilmu ilmiah dan syar’iyyah sebagaimana saya juga ittiba’ur rasul dalam menilai sesuatu selalu dari berbagai sudut pandang/keilmuan …hehehe sekedar intermezo.)

JIka dikaji dari sisi ilmiah tanpa dibarengi dengan menggabungkan dari sisi syariat maka tentu yang menyembuhkan adalah garam sebab garam menurut penuturan Imam Ibnul Qayyim  “Garam sangat diperlukan tubuh manusia dan merupakan unsur utama dalam makanan. Banyak benda yang kita pakai memerlukan garam dalam perawatannya. Seperti emas dan perak. Garam mengandung zat yang bisa menjadikan emas semakin nampak warna kuningnya, dan perak semakin kinclong warna putihnya. Bisa juga untuk memutihkan gigi, menguatkan gusi, menetralisir bahaya racun, mencegah menjalarnya luka atau borok, serta banyak manfaat lainnya.” (Lihat Kitab Thibbun Nabawi: 310).

Ibnu Sina, berkata, “Garam berfungsi untuk menetralisir racun yang ada akibat sengatan Kalajengking (binatang berbisa lainnya). Karena dalam garam ada zat yang bisa menyedot dan menetralisir racun. Racun akibat sengatan Kalajengking mengandung unsur panas. Maka dari itu Rasulullah memadukan antara air yang dingin dengan garam yang bisa meneralisir. Dan ini merupakan pelajaran bagi kita, bahwa pengobatan penyakit yang diakibatkan racun adalah dengan mendinginkan dan mentralisirnya.” (Kitab Faidhul Qadir: 5/270)

Jika dilihat dari penjelasan ilmiah dua ulama yang juga ahli pengobatan diatas (IBnu Qayyin dan Ibnu Sina) Maka tentu ruqyah (bacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa rasulullah) tidak punya fungsi penyembuhan apapun kecuali efek placebo/sugesti belaka ( murid-murid HI semoga tidak tepuk tangan kegirangan dahulu :) ) Orang-orang yang mengedepankan rasionalitas dan science tentu tidak akan percaya ruqyah bisa menyembuhkan dan ruqyah akan jadi sarana bahan tertawaan saja ( meminjam istilah Bung jiwa01 )

NAMUN…………………………. ada  Hadits yang meriwayatkan hanya dengan murni meruqyah dengan membaca Al_fatihah saja sudah cukup untuk mengobati sakit karena racun/bisa.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: “Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke salah satu kampung Arab dan mereka berharap agar boleh diterima sebagai tamu penduduk kampung tersebut (tampaknya penduduk kampung itu adalah orang-orang kafir atau orang-orang bakhil dan brengsek sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim dalam buku Madarijus Salikin). Namun ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka. Kemudian ketua atau penghulu kampung kami disengat binatang berbisa. Mereka sudah mengusahakan berbagai macam pengobatan namun tidak mujarab. Salah seorang penduduk kampung itu berkata: “Bagaimana jika kalian temui rombongan tadi, barangkali mereka memiliki sesuatu yang dapat menyembuhkan!?” Penduduk kampung itupun datang menemui mereka lalu berkata: “Wahai rombongan yang mulia, kepala kampung kami tersengat binatang berbisa, kami telah mengusahakan berbagai macam pengobatan namun tidak manjur, apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki sesuatu untuk menyembuhkannya?” Salah seorang dari Sahabat menjawab: “Demi Allah saya mampu meruqyahnya, namun kami tadi meminta kalian menerima kami sebagai tamu namun kalian menolaknya, kami tidak akan melakukannya hingga kalian memberi sesuatu imbalan kepada kami!”. Mereka pun sepakat memberi beberapa ekor kambing. Lalu iapun menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan membacakan surat Al-Fatihah. Kemudian ketua kampung tersebut sembuh dapat berjalan seperti sedia kala tanpa terasa sakit lagi. Merekapun diberi beberapa ekor kambing sesuai dengan perjanjian. Salah seorang anggota rombongan berkata: “Bagilah kambing-kambing itu!” sahabat yang meruqyah tadi menimpali: “Jangan bagikan dulu sebelum kita laporkan kepada Rasulullah, kita ceritakan apa yang telah terjadi dan kita menunggu apa perintah beliau!” merekapun pulang menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan menceritakan pengalaman tersebut. Setelah mendengar kisah mereka itu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tahukah engkau, bahwa Al-Fatihah itu memang merupakan ruqyah.” Kemudian baginda bersabda lagi: “Tindakan kalian benar, bagilah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kalian.”(H.R Al-Bukhari no:2276 dan Muslim no:2201)

Bahkan lebih dari itu………… penelitian mutakhir sekarang ini telah membuktikan adanya frekuensi suara bacaan ruqyah yang mengandung efek penyembuhan lihat di http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/energi-penyembuh-dalam-al-qur-an-antara-sain-dan-keyakinan-2.htm

PERTANYAAN :

Bagaimana sikap kita sebagai umat muslim dalam menyikapi hadits diatas?

1. cukup percaya sarana ilmiah (seperti garam/obat-obatan/pengobatan modern) tanpa disertai dengan sarana ilahiyah dengan membaca doa ruqyah? (maka akan jadi inkar sunnah)

2. cukup baca AlFafihah saja toh dari hadits diatas Al fatihah bisa jadi sarana penyembuhan dari sakit fisik (penghilang racun, penyembuh sakit dll) juga???? (maka akan menjadi taklid buta dan tidak bersikap ilmiah)

3. Atau ada penjelasan lain?

Urun pendapat rekan-rekan Insya Allah akan jadi bahan diskusi bagi kita dalam menilai hadits Rasulullah dari sisi ilmiah dan syar’iyyah………….

terutama dari rekan-rekan hikmatul iman saya tunggu tanggapannya ya………….. :) semoga dalam menilai ruqyah dan ilmiah bisa balance……



44 gagasan untuk “URUN PENDAPAT : MEMAHAMI HADITS RASULULLAH DARI SISI ILIMIAH DAN SYARI’AH “RUQYAH DAN GARAM”

  1. Sdr Tsubat..

    mhn maaf, apakah anda seorang muslim? Jika anda muslim, hadist2 tentang ruqyah sangat kuat untuk dibantah. Sebaiknya anda pelajari dulu tentang ruqyah dan dalil2nya. Komentar anda walaupun sederhana sebenarnya sudah mengejek sunnah nabi.

    Ruqyah Syar’i semata-mata hanyalah dakwah islam, peruqyah syar’i tidak mencari nafkah lewat ruqyah. Jika ada tarif di dalamnya, ia hanya untuk perawatan sarana saja, bukan untuk mengenyangkan perut.. Jangan anda samakan dengan paranormal di luar sana. Sy bukan peruqyah. Kewajiban sebagai muslim saja jika melihat syariat islam diejek.

    Anda akan lihat sendiri, dihujat ribuan kalipun Penegak/Pejuang Sunnah tetap berdiri dan terus berjuang dengan dakwahnya. Jika anda tidak butuh ruqyah, diluar sana masih banyak orang membutuhkan informasi tentang ruqyah.

    Koruptor itu bukan karena agamanya yang ia peluk menjadikan dirinya koruptor.

    Sebaiknya pelajari dulu dalil2 tentang ruqyah sebelum anda mengejeknya, sebab jika anda muslim, anda secara tidak langsung melecehkan syariat agama sendiri. Takutlah kepada pertanyaan Allah di akhirat kelak!

    • JAWABAN SELALU SAMA PADA YG TAK SEPAHAM
      mhn maaf, apakah anda seorang muslim? Jika anda muslim, hadist2 tentang ruqyah sangat kuat untuk dibantah. Sebaiknya anda pelajari dulu tentang ruqyah dan dalil2nya. Komentar anda walaupun sederhana sebenarnya sudah mengejek sunnah nabi.

      • “JAWABAN SELALU SAMA PADA YG TAK SEPAHAM”.

        Kalau dihadits tidak ada keterangan mengenai ruqyah yang syar’i, baru kita sepaham dengan pemahaman para ingkar sunnah… lha wong buktinya banyak hadits2 yang menunjukkan ruqyah yg syar’i.

        Jadi harusnya bagaimana? apakah kami yang mengimani ruqyah syar’iyyah harus mengikuti para INGKAR SUNNAH (Ruqyah)?

      • ada berapa hadistkah mengenai ruqyah??

        seandainya ada bnyk hadist mengenai ruqyah, kira2 penekananya pada diwajibkannya…ataukah dibolehkannya???

        mengenai hadist sohih..lantas jk ada yg mendoifkannya, atau mensohihkan yg doif….apakah statusnya dr org tsb??

        dr prtnyaan ini jgn blg sy tdk tahu agama,..sy hnya ingin tahu pendapat dri org2 yg sefaham dgn PA sj..trims

      • mohon maaf karena kekurangan ilmu saya saya tidak tahu hadits tentang ruqyah yang dhoif atau didhoifkan ulama, tolong anda dahulu jelaskan dalil ruqyah yang menurut anda dhoif? sebab yang saya tahu dalil ruqyah semuanya tidak ada yang dhoif ?

      • @PA
        mksd dr pertanyaan ane,…mendoifkan yg shahih atau menshahihkan yg doif… tdk terkhususkan dalam hadist berkenaan dgn rukyah….melainkan hadist pada umumnya….klo anda mau, ane bisa posting ato kirim via email ke anda…

      • NYIMAK BILANG
        Jadi harusnya bagaimana? apakah kami yang mengimani ruqyah syar’iyyah harus mengikuti para INGKAR SUNNAH (Ruqyah)?

        ___________
        PERTANYAAN SAYA
        Apakah bila ada orang yg beda dg Anda
        lalu pantas anda hukumi Ingkar Sunnah?

        BICARA DALIL-DALIL…
        Saya kira tidak bisa asal serobot
        diblog ini contohnya. Bicara tenaga dalam, padahal g mecing sama hadistnya.

        SIHIR DAN TENAGA DALAM/METAFISIKAN
        ITu penting dijelaskan definisi masing2 dg JELAS

        BARU BICARA MAKSUD DARI ISI HADIST
        Tapi yang terjadi? Yg beda langsung kena VONIS?
        Kan g ilmiah tu…

      • INI CUMA MASUKAN DAN SARAN SAJA
        Ada baiknya Anda dan PA lebih mengedepankan akhlaqul karimah. Banyak kok hadist2 menarik ketika nabi harus berhadapan dg orang2 yang mungkin harus menggunakan pola dakwah yang berlainan

        AKHLAKUL KARIMAH
        Adalah kelebihan dakwah Rasulullah SAW ketimbang Nabi lainnya

        BEGITU…

      • @ tower

        Coba anda tanya sama Aa Gym di Bandung.

        “Bila ada orang tidak mempercayai hadits2 shahih lalu pantas disebut Ingkar Sunnah?” dan tanyakan lebih spesifik yaitu tentang sunnah ruqyah.

        Semoga Anda mudah faham kalau yg menjelaskannya Beliau :)

      • @ tower

        Nanti kalau Aa Gym menjawab BENAR bahwa orang yg mengingkari sunnah disebut ingkar sunnah, lalu anda jangan nanya sama Aa Gym: “Aa Gym temannya Perdana Akhmad ya?” :)

      • MENARIK SEKALI NYIMAK:: ANDA BERKATA:
        Coba anda tanya sama Aa Gym di Bandung.
        “Bila ada orang tidak mempercayai hadits2 shahih lalu pantas disebut Ingkar Sunnah?” dan tanyakan lebih spesifik yaitu tentang sunnah ruqyah.

        PERTANYAAN SAYA KEPADA ANDA
        1. Apakah Aa Gym pernah mensesatkan oranglain begitu rupa, seperti halnya di blog ini?

        2. Kenapa halayak ramai bisa menerima dakwah beliau?
        SEMENTARA DI BLOG INI: YG DIDAKWAHI MALAH MURKA BEGITU RUPA?

        3. LALU KENAPA REAKSI ORANG ITU BISA BEDA?
        Artinya: jika anda menyamakannya dg orang sekelas Aa Gym: saya tanya balik: apakah yang membuat orang2 memiliki reaksi/respon yg tidak sama tersebut?

        ATAU, MEMANG INI ADA MISTERINYA?

      • COBA ANDA TANYA SAMA AA GYM DI BANDUNG:
        “Apa sebab atau faktor-faktor yg bikin orang lain justru murka ketika dikasih sesuatu yg benar?

        dan tanyakan lebih spesifik yaitu tentang cara berdakwahnya, yg benar itu seperti apa yg beliau gunakan? apakah sama dg model di blog ini?

        SEMOGA ANDA MUDAH FAHAM KALAU YANG MENJELASKANNYA Beliau

      • @ tower

        “Apa sebab atau faktor-faktor yg bikin orang lain justru murka ketika DIKASIH SESUATU YG BENAR?

        Dari pertanyaannya sangat jelas terlihat bahwa anda sebenarnya FAHAM dan MENGIMANI hadits ruqyah seluruhnya (syirkiyyah dan syar’iyyah), namun anda dan mungkin juga Bung Kian Santang serta lainya demikian.

        Insya Allah nanti saya lanjutkan tanggapan saya kepada anda. Untuk beberapa hari ini waktu senggang saya agak sempit, harap dimaklum :)

      • BUNG NYIMAK BILANG:
        Dari pertanyaannya sangat jelas terlihat bahwa anda sebenarnya FAHAM dan MENGIMANI hadits ruqyah seluruhnya (syirkiyyah dan syar’iyyah), namun anda dan mungkin juga Bung Kian Santang serta lainya demikian.
        :)

        SAYA KIRA, ANDA JUGA SUDAH MAKLUM
        Apa yang menjadi keprihatinan itu. Sebagai sesama muslim, bagi saya, kebenaran jika disampaikan dg cara kurang benar, maka hasilnya juga kurang benar. KONTRAPRODUKTIF

        JADI SAYA MERASA
        Emang sekali, jika kemudian umat memahaminya dg salah paham. Meski tujuan dan niatnya sangat bagus…

        Begitu Mas Nyimak :)

  2. @ Tsubat,

    “He Pa,Napa Lo Gencar Iklanlin Ruqiah,Sich,”
    Memangnya kenapa mas? apa anda dirugikan dengan ruqyah yang sudah Rasulullah SAW contohan?

    “Coba Yang korup Di Ruqiah Sadar Kagak”
    Pertanyaan itu menunjukkan anda sebagai orang yang tidak mengenal ilmu agamanya sendiri (hadits).

    Sebaiknya anda perhatikan apa yang dikatakan Ms Balung: “Sebaiknya pelajari dulu dalil2 tentang ruqyah sebelum anda mengejeknya, sebab jika anda muslim, anda secara tidak langsung melecehkan syariat agama sendiri. Takutlah kepada pertanyaan Allah di akhirat kelak!”

    • JAWABAN SELALU SAMA PADA YG TAK SEPAHAM
      Pertanyaan itu menunjukkan anda sebagai orang yang tidak mengenal ilmu agamanya sendiri (hadits).

      LANGSUNG DIBERI STIGMA
      Ini tentu tidak dialogis, bukan diskusi yg ilmiah

      • “He Pa,Napa Lo Gencar Iklanlin Ruqiah,Sich,Coba Yang korup Di Ruqiah Sadar Kagak”.

        Apakah ini pertanyaan ilmiah?????…

      • @ nyimak
        klo sy boleh bertanya dr tggpn anda thd tsubat…”apa anda dirugikan dengan ruqyah yang sudah Rasulullah SAW contohan?”

        Rosululloh contohkan ataukah bolehkan ttg rukyah??
        wajibkah stp pengobatan dgn rukyah?? seandainya mempunyai teknik pengobatan lain, selain rukyah boleh tdk??

        ” “Coba Yang korup Di Ruqiah Sadar Kagak”
        Pertanyaan itu menunjukkan anda sebagai orang yang tidak mengenal ilmu agamanya sendiri (hadits).”

        benarkah pertanyaan spt itu mjd kriteria seseorang yg tdk mengenal ilmu agama??
        kira2 kriteria org yg sdh mengetahui agamanya itu spt apakah??

      • om nyimak::::
        bila anda tersinggung, segeralah wudhu
        ITU BERARTI HATI SEDANG DIRAYU/DIKIPASI SYAITAN

        PERTANYAAN BALIK SAYA
        Apakah respon anda sendiri sudah ilmiah?

        BILA TIDAK/BELUM ILMIAH CARA MERESPON
        Maka tidak perlu menuntut oranglain agar bersifat ilmiah

        JADIKAN DIRI ANDA ILMIAH SEBAGAI TELADAN
        Baru boleh suruh oranglain ber-ilmiah

      • @ kian santang

        “Rosululloh contohkan ataukah bolehkan ttg rukyah??” maaf saya kurang faham pertanyaannya tolong diperjelas.

        “wajibkah stp pengobatan dgn rukyah??”
        Menggunakan metode ruqyah itu hukumnya sunnah (berpahala jika dilakukan dan tidak berdosa jika tidak dilakukan), tapi meng”itikadkan dan memohon kesembuhan kpd kepada Allah SWT itu wajib.

        “seandainya mempunyai teknik pengobatan lain, selain rukyah boleh tdk??”
        Selama proses, cara, dsb tidak melanggar syariat tentu tidak mengapa.

        “Coba Yang korup Di Ruqiah Sadar Kagak”
        Pertanyaan itu menunjukkan anda sebagai orang yang tidak mengenal ilmu agamanya sendiri (hadits).” benarkah pertanyaan spt itu mjd kriteria seseorang yg tdk mengenal ilmu agama??”

        Untuk lebih mudah difahami sy buat pertanyaan juga, “Coba Yang korup Disuruh Shalat Sadar Kagak”. Jika kalimat yang sy buat dapat difahami Insya Allah dapat memahami juga jawaban dari pertanyaan “Coba Yang korup Di Ruqiah Sadar Kagak”.

        “kira2 kriteria org yg sdh mengetahui agamanya itu spt apakah??” Agak sulit untuk dijawab karena terlalu luas maknanya. Intinya ya orang yg mau belajar mengenai ilmu agamanya saja.

      • @ kian santang

        Melanjuti pertanyaan anda sebelumnya.

        “wajibkah stp pengobatan dgn rukyah??”

        Saya sudah jelaskan hukumnya dan saya bersyukur anda sudah faham dan mengimaninya, bukankah begitu?

    • NYIMAK:@ Alhamdulillah saya tidak sedang tersinggung dengan komentar2 anda, semoga anda juga demikian, amin

      hemmm
      ANDA MEMANG ILMIAH KALO BEGITU :)

      salam hangat untuk Anda
      Senang dengan Respon Anda

      • Alhamdulillah, salam hangat juga buat anda Bung Tower. Semoga banyak pelajaran yg dapat kita raih dari diskusi ini, amin.

      • Betul mas, Kyai dukun ini nyepam dimana-mana, saya sangat repot untuk neghapus spamnya, ada lebih dari 20 spam bertebaran. tulisannya sama semua ditiap kolom komentar pada tiap artikel yang berbeda, saya hapus agar pengunjung ga bingung dan fokus pada tema artikel :)

  3. @PA
    “NAMUN…………………………. ada Hadits yang meriwayatkan hanya dengan murni meruqyah dengan membaca Al_fatihah saja sudah cukup untuk mengobati sakit karena racun/bisa.”

    sekilas dlm fikiran sy…..PA berani membuktikan pernyataannya gk ya…seandainya PA disengat bisa trus merukyah diri sendiri…???

    • ya, dalam berbagai kesempatan saya selalu meruqyah diri sendiri, ketika keluar rumah, ketika terjatuh, ketika sakit, bahkan ketika dahulu saya disengat lipan saya meruqyah diri sendiri juga….Semoga anda diberikan hidayah dari Allah untuk tidak lagi menjadi golongan penghina sunnah ruqyah :)

      • ya…trims ats doanya….smg engkau jg mndpt hidayah….bukan termasuk golongan yg menjisimkan 4jjl, dan pemalsu hadist…..

      • sabar bung PA….. ane cuma berdo’a semoga engkau bukan termasuk……!!!!
        tpi persoalanya anda mengaku 100% wahabi,….dan mnrt sumber yg ane dptkn…akidah wahabi menjisimkan 4jjl ,…dan ada sebagian ulama wahabi yg mendoifkan hadist yg sohih dan mensohihkan yg doif…klo anda mau…ane posting isi/linknya…ato kirim via email…..
        tpi jgn anggap ane nyepam klo ane posting linknya….

      • sumber anda sudah saya berikan link bantahannya impas bukan ? yang mengatakan wahabi menjizimkan Allah sudah ada bantahannya juga masalah hadits dhoif atau sahih juga sudah saya sertakan link bantahannya jika anda masih berkutat masalah yang sudah jelas ada tanggapannya anda jalan ditempat bung ;) saya ga merasa menjizimkan Allah dan mendoifkan hadits dan ga penting dibahas sebab saya ga mengakuinya dan link-link anda sangat ga penting dibahas . OK bung kian santang

      • nah bgtu donk….klo kita mw fair,..seandainya ane posting link mengenai wahabi…silahkan bantah lgi dgn link bantahannya…..mengenai dibahas enggaknya…selama ini ane gk pernah bahas tuh…..ane cuma posting link doang…..artikel balas artikel,..link balas dng link…..nah biarkan para bloger yg melakukan pengecekan….dan penilaiannya kita serahkan kpd bloger sendiri…that is so simple,isn’t it…..then we have no spam isue right!!

  4. @PA
    “PERTANYAAN :
    Bagaimana sikap kita sebagai umat muslim dalam menyikapi hadits diatas?
    1. cukup percaya sarana ilmiah (seperti garam/obat-obatan/pengobatan modern) tanpa disertai dengan sarana ilahiyah dengan membaca doa ruqyah? (maka akan jadi inkar sunnah)”

    ane mw tanya nih…..sgt urgensi melihat segala sesuatunya slalu dituduhkan dgn ingkar sunnah….
    Bagaiman statusnya kaum muslimin yg saat ini banyak melakukan pengobatan modern(kedoteran)…trmsk dlm hal disengat bisa? apakah trmasuk ingkar sunnah???
    kita liat kenyataan dilapangan,….sepengetahuan ane jk dbdgkn dgn jmlah dokter yg bca rukyah dgn yg tdk…mk hmpr dktakan tdk ada seorang dokter mengobati pasiennya smbil baca rukyah… mshkh engkau menganggap kaum muslimin yg berobat ke dokter dikatakan ingkar sunnah???

    • @ kian santang

      “…..ane mw tanya nih…..sgt urgensi melihat segala sesuatunya slalu dituduhkan dgn ingkar sunnah…. mshkh engkau menganggap kaum muslimin yg berobat ke dokter dikatakan ingkar sunnah???”

      Baru baca2 lagi nih coment dr temen2. Btw kutipan diatas itu berdasarkan keterangan yg mana? saya cari2 tidak ada penjelasan seperti itu?

  5. –#Ada cerita unik :
    (..

    ketika sy berkunjung ke daerah Tasikmalaya, Jabar, 8 thn lalu, saat itu sy sedang menambal ban mbl sy dipinggir jalan. Datang seseorang menyapa tukang tambalnya, ”Gimana Cup usahanya, ramai?”. Ucup (tkg tambal) menoleh dan berkata, ”Eh kang Roni (mungkin pengusaha dan petani cabe??), darimana kang?

    Roni : Dari Pak Haji Has, nanya2 cabe (cabe merah). Sy téh salut ama panennya Pak Haji, untung terus, padahal pupuknya ngirit.

    ucup : kok bisa begitu kang?

    Roni : Sy ulik2, Pak Haji juga bingung, cuma dia bilang/cerita begini, ”Pak haji téh sebelum menyemai biji cabe, dia rendam dulu biji cabenya dengan air di dalam air, lalu dibacain Al Fatihah, An Nas, Al Falaq, dan Al Ikhlas berulang2 sambil sesekali meniup ke arah rendaman biji cabe, lalu berdoa kepada Allah. Begitu juga pada saat mau nanam bibit cabenya, dia membaca surat2 tsb dan berdoa, ”Ya Allah, Hanya engkau yang menumbuhkan cabe ini, berikanlah manfaat kepada kami, lindungilah tanaman kami, berikanlah kami pahala atas mahluk2mu (hama2) yang menumpang hidup (mencari makan) ditanaman ini”. Doa seperti tersebut juga selalu dibaca ketika Pak Haji Has sedang merawat (memupuk, menyiram dll) tanamannya. Bahkan Pak haji selalu mendoakan pohon cabe yang sakit (kena hama, cuaca dll), dia membacakan surat tsb pada seember air lalu menyiramkannya pada tanaman yg sakit. (Roni sambil garuk2 kepala dan geleng2 kepala, ntah apa maksudnya?).

    ucup : Atuh Kang, coba ikutin caranya Pak Haji, siapa tau bisa bagus juga.

    Roni : Iya, sy juga mau, Insya Allah. Ga nyangka ternyata ga selalu harus pake pupuk bagus. Kalau aja sy tau dari dulu.

    (note : Dialog asli pakai Bhs Sunda, dan sy ringkas intinya saja. Dan bunyi doa kurang lebih seperti itu).

    Ketika itu sy belum tahu apa yang disebut ruqyah, dan pada dialog/obrolan tsb tidak terdengar kata ruqyah atau jampi)
    —

    (….

    Biasanya sy kalau nanam cabe di pot/halaman dpn rmh) seringnya gagal, padahal udah ngikutin buku cara nanam cabe. 7 bulan lalu sy teringat obrolan tsb, dan coba ikuti cara pak Haji tsb.Hasilnya : sy punya 1 phn cabe rawit yg montok, 2 phn cabe merah yg montok juga (sudah beberapa kali berbuah). Serta phn cabe rawit yg tadinya kena penyakit kutu dan terinjak2 kucing, lalu sy rawat, hasilnya 2 phn tsb sehat dan sedang tumbuh dgn baik. Padahal jika melihat kondisi tanah, lahan seadanya dan phn cabe tsb terjepit oleh rumput dan tumbuhan hias lain, biasanya dgn keadaan seperti itu, phn cabe tsb kerdil dan buahnya sedikit.

    8 thn lalu ketika mendengarkan obrolan di atas, dlm hati saja mengejek, ”haji haji, ada2 saja si haji”. Semoga Allah memaafkan sy.
    (..

    @Mas Perdana, mhn penjelasannya/ulasannya diatas dan juga masukannya, sbb :

    1. Apakah boleh membaca ruqyah kepada air dan lainnya ( pupuk) untuk tanaman?

    2. Apakah boleh membacakan ruqyah kepada air (obat) untuk kucing sakit? (sy mempunyai kucing buta (kena penyakit dari keci) , matanya keluar dan membesar seukuran dukuh sedang, yg sangat bergantung kepada sy) dan kadang sy merawat kucing jalanan yg sakit atau terluka oleh kendaraan. Entahlah, dari sy kecil sampai skrg ada saja kucing liar/kampung sakit yg dtg seolah minta dirawat.
    note : sy tidk meruqyah kucingnya/tanamannya, tapi pada air.

    3a. Apakah boleh mendoakan kucing atau tanaman sakit? biasanya sy lakukan usai sholat.

    3b. Td/tm pengobatan tranfers energi jika dicoba pada tanaman dan binatang, gatot alias gagal total. Cmiiw! (ini pengujian td/tm ke 3 yg kami ungkap diblog ini).

    4. Apa hukum dilewati kucing (melintas dan diam sejenak diatas sejadah) saat sholat. Sy tidak mengulangi sholat pd sholat sunnat, kadang kucing sy hanya sekedar menghampir lalu menjauh sedikit menunggu sy selesai sholat.

    5. Melihat populasi kucing liar, bagaimana hukum mengangkat rahim kucing liar betina?

    6. Bagaimana hukum memelihara kucing hias (anggora dll)? Coba pertimbangkan harga pakan dan perawatannya (bisa di atas 500rb/
    bulan), apalagi pemilik kucing punya khodam bergaji 300rb/bln hehe.! Hemat sy ada pertanyaan besar diakhirat kelak jika memelihara untuk kesayangan/hiasan semata.

    7 Apa hukum memelihara burung hias/ocehan/kontes dalam sangkar? Sedangkan dia punya sayap dan punya naluri berkembang biak? Apakah burung itu akan menuntut kita di akhirat?

    8. Shohihkah ini : ” Pada setiap sedekah (pemberian) terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan mendapat ganjaran kebaikan” (Bukhari-Muslim). Sy hanya mengaitkan pada tanaman dan hamanya, dan binatang lapar/sakit, serta ternak yg jelas manfaatnya.

    Ditunggu ulasannya, dan terima kasih.

  6. Terkait Artikel di atas, sy menemukan ini pada sebuah buku jadul yg kulit covernya sdh tak ada : (sy ketik sesuai teks aslinya)

    a. Dari kharijah bin Shalt, bahwa pamannya pernah jampi seorang gila dengan Al Fatihah dan ludah tiga hari tiap-tiap hari dua kali; pagi dan petang. Lalu Sembuh. Ia dapat upah dua ratus kambing. Rasulullah halalkan upah itu. Riwayat Ahmad dan Abu Dawud.

    b. Dari Sah-I bin Sa’d bahwasanya Rasulullah SAW, ada nikahkan seorang perempuan kepada seorang laki-laki dengan mas-kawin mengajarkan perempuan itu beberapa surah dari Al-Qur’an. Riwayat muttafaq ‘alaih. ket : Ini berarti Qur’an dijadikan Upah.

    #shohihkah hadist ini?? tepatkah keterangan hadist no 2??#

    (..

    sy coba simpulkan seperti ini :
    1. Al Fatihah bisa sembuhkan orang gila. (Ada seorang ketua RW di Bekasi yg menampung orang sakit jiwa, salah satu pengobatan dengan menggunakan Al Fatihah, ayat kursi dan surat2 lain (sy tdk tahu), yang ditiupkan kepada ubun2 pasien, beberapa kali diliput Televisi.
    2. Ruqyah boleh menarik Upah. (kalau melihat hadist, tarif para peruqyah sekarang ternyata tidak mahal yah?)

    @Para Pembaca, mhn pencerahannya bagi yg ada pengetahuannya.
    Terima Kasih.

  7. @mas nyimak mendingan tower & geng g ush d tanggenpn mas nyimak,omnganya toer& tmnx g ono isne babar blassss.wasalam

    • Tugas kita menyampaikan/mengingatkan kebenaran :

      Suroh Al A’raf 174 :
      Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, agar mereka bertaqwa.

      maka bersabarlah dlm menyampaikan/mengingatkan kebenaran.

  8. Allah s.w.t. berfirman, maksudnya:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu kumpulan (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan kumpulan lelaki yang lain, (kerana) boleh jadi kumpulan yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu kumpulan dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan kumpulan perempuan yang lain, (kerana) boleh jadi kumpulan yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka;

    Dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain; dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah dia beriman. Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.” [al-Hujurat 49:11]

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s