21 Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan

Tahukah Anda apa persamaan malaikat dengan jin? Jawab: sama-sama makhluk Allah. Sama-sama makhluk gaib. Sekarang, tahukan Anda apa perbedaan malaikat dengan jin? Jawab: Kalau malaikat itu makhluk yang tunduk kepada Allah, kalau jin ada yang tunduk ada yang membangkang kepada Allah. Apalagi? Malaikan diciptakan dari cahaya, kalau jin dari api. Lalu apalagi ya? Nah di bawah ini ada sekitar 21 perbedaan malaikat dengan jin a.k.a setan dan disertai penjelasannya. Silakan menyimak.

Di antara kaum muslimin ada yang tidak mengetahui tentang perbedaan antara malaikat yang mulia dengan jin dan syaitan. Bahkan penyimpangan sebagian umat sampai kepada taraf menyamakan antara malaikat dengan jin. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam kitab At Tafsir Al Kabir yang disandarkan kepadanya (7/381), “Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab meyakini adanya malaikat meskipun mayoritas mereka menganggap bahwa malaikat dan syaitan itu merupakan satu jenis. Maka siapa diantara mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah Subhaanahu wata’aala, jatuhlah kedudukannya dan menjadi syaitan. “Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab mengingkari bahwa iblis adalah nenek moyang jin dan mengingkari pula bahwa jin itu menikah, melahirkan, makan dan minum. Bahkan sebagian orang Arab menyangka bahwa malaikat adalah keturunan jin sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian ahli tafsir.

Penyebutan perbedaan keduanya bisa membantu kita untuk mengenal malaikat dengan pengenalan yang benar.

Perbedaan-perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Malaikat diciptakan dari cahaya sedangkan jin diciptakan dari api. Hal ini ditunjukkan dalam hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha dalam Shahih Muslim (2996) dia berkata, “bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :

2. خُلِقَتِ المَلَائِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ الجَانُّ مِنْ مَارِ

“Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari api yang bercampur dengan hitamnya api.”

Ini merupakan perbedaan yang mencolok dalam hal asal penciptaan, terlebih lagi ada perbedaan lain dalam sifat dan perbuatannya.

3. Nama-nama malaikat berbeda dengan nama-nama jin baik secara global maupun terperinci. Adapun nama-nama malaikat mengandung makna utusan. Maka malaikat bermakna para utusan Allah dan nama At Tasyaitan artinya yang melampaui batas. Nama-nama ini secara global sudah menunjukkan perbedaan apalagi secara terperinci. Sedangkan Al Iblis berasal dari kata Al Iblas, artinya yang berputus asa dari rahmat Allah Subhaanahu wata’aala.

Perhatikanlah nama Jibril, Mikail, Israfil dan yang lainnya. Engkau mendapati bahwa nama-nama malaikat itu adalah nama-nama yang indah dan bagus, sedangkan nama-nama jin dan syaitan itu jelek.

4. Para malaikat diciptakan oleh Allah Subhaanahu wata’aala dengan tabiat selalu taat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, dan tidak ada pilihan bagi malaikat apakah dia mau taat atau tidak. Berbeda dengan jin, dimana Allah Subhaanahu wata’aala, menjadikan mereka mempunyai pilihan dan kehendak sebagaimana manusia. Siapa yang ingin beriman, maka dia memilihnya dan siapa yang ingin kekufuran, maka dia memilihnya. Tatkala jin diberi pilihan tersebut, banyak dari kalangan mereka yang memilih kekufuran daripada keimanan.

5. Para malaikat tidak memiliki syahwat. Oleh karena itu, mereka tidak makan, tidak minum dan tidak menikah. Adapun para jin, mereka makan, minum, menikah dan yang lainnya.

6. Para malaikat tidak pernah bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, sedikit pun walaupun hanya sekejap mata. Adapun mayoritas jin adalah kafir bahkan kekufuran pada mereka lebih banyak jika dibandingkan dengan kekufuran pada manusia. Apa yang tersebar bahwa Harut dan Marut adalah nama 2 malaikat, tidaklah benar bahkan keduanya adalah jin. Barangsiapa yang berpendapat bahwa keduanya adalah malaikat, mereka bersandar pada kisah-kisah Israiliyyat yang tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dan tidak bisa ditegakkan sebagai hujjah serta tidak ada satu pun hadits shahih tentang hal ini.

7. Malaikat jauh lebih kuat daripada jin

Bahkan sebagian malaikat, ada yang tidak bisa dibandingkan kekuatannya dengan seluruh jin seperti Malakul Maut. Malakul Maut hanya seorang diri, namun dia mampu mencabut ruh-ruh dari penduduk barat dan timur dalam waktu sekejap. Sungguh Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, telah melihat Jibril dan dia memiliki 600 sayap. Hadits ini terdapat dalam Shahih Bukhari (4856) dari hadits Ibnu Mas’ud radiallohu ‘anhu.

Ada juga 8 malaikat yang memikul ‘Arsy. Sungguh Allah Subhaanahu wata’aala, telah menjadikan para malaikat sebagai bala tentaranya yang paling kuat dan Allah Subhaanahu wata’aala memperlihatkan seluruh jagat raya kepada mereka dan kekuatan mereka pun berbeda-beda.

Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman:
جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathir : 1)

8. Para malaikat lebih utama daripada para jin baik dalam hal penciptaan, bentuk, perbuatan maupun keadaan.

9. Malaikat memiliki jumlah yang sangat banyak dan jumlahnya melebihi jumlah jin, manusia dan hewan karena mereka senantiasa mengurusi para makhluk tersebut dan mengurusi yang lainnya. Diantara mereka ada yang ruku’, ada yang sujud, adapula yang bertasbih dan beristighfar serta yang lainnya.

10. Allah Subhaanahu wata’aala, menciptakan malaikat untuk melayani bani Adam dan merekapun (para malaikat) senantiasa melakukan tugas tersebut. Adapun mayoritas jin berusaha menyesatkan manusia dan menyimpangkan mereka dari jalan Allah Subhaanahu wata’aala,. Yang berada di baris terdepannya adalah nenek moyang mereka yaitu Iblis sebagaimana yang telah diketahui secara pasti dalam agama ini.

11. Para malikat bertugas mengurusi jin dan membantu mereka sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala.

12. Malaikat mampu melihat jin di setiap waktu. Adapun jin tidak bisa melihat malaikat kecuali jika malaikat itu berubah bentuk dengan bentuk yang mampu dilihat oleh jin. Karena jika jin melihat malaikat, maka tidak tersisa sedikitpun dari ilmu ghaib yang wajib diimani oleh mereka.

13. Allah Subhaanahu wata’aala menciptakan malaikat sebelum menciptakan jin. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah bahwa di antara para malaikat ada yang bertugas memikul ‘Arsy, sedangkan kita sudah mengetahui bahwa Arsy itu diciptakan sebelum Allah Subhaanahu wata’aala menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya.

14. Malaikat merupakan alam ghaib bagi jin. Oleh karena itu, Allah? Subhaanahu wata’aala, mewajibkan kepada jin untuk beriman kepada para malaikat.

15. Malaikat mampu menguasai jin dengan izin Allah Subhaanahu wata’aala. Oleh karena itu, malaikat mampu melihat jin dan mencabut ruh-ruh mereka serta mampu menghalangi kaum jin ketika hendak menyakiti manusia sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala. Adapun jin tidak mampu menguasai para malaikat dan hal ini sudah diketahui secara pasti.

16. Para malaikat secara umum disifati dengan sifat-sifat yang terpuji.

Allah Subhaanahu wata’aala ?berfirman tentang mereka:

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُ

“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan.” (QS. An Nahl : 50)

وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

“Dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al-Anbiya: 28)

Allah? Subhaanahu wata’aala juga berfirman :

لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ


“Dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Allah Subhaanahu wata’aala juga berfirman :

بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ

“Bahkan mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.” (QS. Al Anbiya:26-27)

Adapun mayoritas jin memiliki sifat-sifat yang jelek, seperti memberikan waswas, menghiasi perbuatan jelek sebagai satu kebaikan, memalingkan, membuat makar dan tipu daya, melampaui batas serta berbuat zhalim dan sebagainya.

17. Malaikat tidak berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Kaum jahiliyah telah terjatuh ke dalam kesalahan yang besar ketika mereka mengatakan : “Para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.”

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :
وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثًا أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.” ( QS. Az Zukhruf :19)

Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman mengabarkan tentang mereka:

أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

“Apakah Tuhan memilih anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?” Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan?” (QS. Ash Shaffaat : 153-154 )

Mereka (para malaikat) tidak disifati laki-laki karena hal ini mengharuskan bahwa diantara mereka ada yang perempuan, akan tetapi mereka dikatakan sebagai hamba-hamba Ar Rahman dan tentara-tentara Allah Subhaanahu wata’aala sebagaimana Al-Qur’an menamakan mereka dengan hamba-hamba Ar Rahman. Adapun jin, ada yang laki-laki dan ada juga yang perempuan. Hal ini sudah diketahui secara pasti dalam agama.

Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman tentang iblis nenek moyang jin:

أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ

“Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?” ( QS. Al -Kahfi : 50 )

18. Para malaikat senantiasa menolong di atas kebaikan kepada para nabi dan rasul serta para pengikutnya. Oleh karena itu, malaikat merupakan sumber kebaikan terhadap manusia dengan cara memberikan ilham kepada manusia. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” 4/34 ) : “Maka sumber ilmu yang benar dan kehendak yang baik itu berasal dari ilham para malaikat dan sumber keyakinan yang batil serta kehendak yang buruk dari bisikan syaitan.”

Malaikat tidak pernah menolong para tukang sihir dan ahli nujum dan tidak pula membantu orang-orang yang sesat, rusak dan menentang syari’at. Berbeda dengan syaitan dari kalangan jin. Mereka memberi kekuatan dan pertolongan pada setiap kejelekan, kerusakan dan kejahatan. Bahkan mereka adalah sumber segala kefasikan, kekufuran dan kefajiran.

19. Para malaikat tinggal di langit. Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman :

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.”

( QS. Asy Syura : 5 )

Yang menjadi inti adalah lafazh “dari atas mereka.”

Allah? Subhaanahu wata’aala juga berfirman :

فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ

“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.” (QS. Fushshilat : 38 )

Allah Subhaanahu wata’aala, juga berfirman :
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ

“Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (QS. Maryam : 64)

Maka mereka turun dari langit ke bumi. Adapun para syaitan dimana iblis berada di baris terdepan, mereka tinggal di bumi. Mayoritas mereka tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat-tempat najis, tempat sampah, tempat buang air kecil dan besar serta tempat-tempat lainnya yang kotor. Maka demikian jauh perbedaan antara yang tinggal dilangit dan yang tinggal di bumi. Bagaimana mungkin dibandingkan dengan yang biasa tinggal di tempat-tempat yang kotor?

20. Para malaikat bisa terbang ke langit yang tinggi karena asal penciptaan malaikat mampu terbang ke atas langit yang tinggi dan kemana saja sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala .?Berbeda dengan jin dimana asal penciptaan mereka tidak mampu terbang namun hanya berjalan melata di permukaan bumi dan bisa terbang jika mereka berubah bentuk. Adapun kemampuan terbang jin itu sangat lemah jika dibandingkan dengan kemampuan terbang para malaikat.

21. Para malaikat mampu menembus penghalang-penghalang bahkan bisa sampai menembus ke bumi yang ketujuh, sebagaimana yang telah diketahui bahwa para malaikat senantiasa mengurusi dunia dan segala isinya. Allah? Subhaanahu wata’aala, berfirman menyebutkan tentang sifat malaikat:

فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا

” Dan yang mengatur urusan.” (QS. An Naziat : 5)

Permusuhan antara jin dan para malaikat itu akan senantiasa ada. Para malaikat memusuhi iblis dan siapa saja yang bersamanya bahkan mereka melaknat iblis dan para pengikutnya. Allah Subhaanahu wata’aala, befirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.” (QS. Al Baqarah :161 )

Dan dalil-dalil lain baik dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam.

Dari perbedaan-perbedaan tersebut diatas jelaslah bahwa malaikat tidak bisa disamakan dengan jin dan syaitan baik dalam hal penciptaan, bentuk, nama, sifat, dan perbuatan dari awal sampai akhirnya. Barangsiapa yang menyamakan antara keduanya, sungguh dia telah sesat dari jalan yang lurus.

Sumber : Kitab Terjemah : “HUKUM BERINTERKASI DENGAN JIN” Hal 25-36,

18 thoughts on “21 Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan

  1. sebenarnya malaikat, iblis, jin dan setan itu sama sama diciptakan dari esensi yang sama,
    iblis diciptakan dari api (NAR)
    malaikat diciptakan dari cahaya (NUR)
    akan tetapi perbedaan mereka itu hanya dari segi sifat saja…….. kalau syaithan itu tidak lah berbentuk seperti jasat atau tubuh seperti manusia,jin, ataupun malaikat…… tapi hanya merupakn sifat jelek dari jin itu dikatakanlah dengan setan………mau balas komentar saya silahkan balas ke email saya

  2. yaaa si… manusia dijadikan dari tanah tapi punya sifat api.
    Suka Mengapi-apikan antara satu sama lain…

    kebenaran sudah ada. Apa lagi dituntasi lagi….
    buat nyalain api kok…

  3. Mohon koreksi dan penjelasannya Pak Ustadz :
    Ghoib menurut pandangan saya adalah sesuatu yang hanya dapat dijangkau oleh keimanan, bukan oleh panca indera atau ilmu pengetahuan. Kalau sesuatu sudah dapat dijangkau oleh panca indera atau diketahui/dipecahkan oleh ilmu pengetahuan, maka statusnya bukan ghoib lagi.
    Malaikat diciptakan dari cahaya. Cahaya bisa dilihat, dirasakan namun tidak bisa disentuh atau ditangkap
    Jin diciptakan dari api. Api bisa dilihat, dirasakan, namun tidak bisa disentuh atau ditangkap.
    Angin bisa dirasakan, tidak bisa dilihat, namun bisa disentuh dan ditangkap.
    Keledai dan anjing bisa melihat jin, ayam jago bisa melihat malaikat.
    Ada benda2 tertentu yang tidak bisa dilihat oleh manusia, tapi bisa terlihat oleh binatang, ada suara2 dengan frekuensi tertentu yang tidak terdengar oleh manusia, tapi terdengar oleh binatang.
    Jadi yang ghaib menurut pandangan saya adalah :
    Allah SWT, hari Kiamat, Surga & Neraka, Ajal, Jodoh, Rezeki, Alam Barzah.
    Jin bukanlah ghaib, karena jin hanya tidak terlihat wujud aslinya, tetapi dapat berinteraksi dengan manusia (masih dapat dijangkau dengan panca indera). Jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia, seperti kuman/virus/bakteri masuk ke dalam pembuluh darah manusia. Virus dan bakteri tidak terlihat dengan mata telanjang. Tapi terlihat dengan mikroskop, begitu pun dengan atom, proton dan elektron.

    ” Katakanlah : Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta dari padanya. ”
    (Q.S. An-Naml : 65-66)

    “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yg ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya”.
    (QS. Jin: 26-27).

    “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya semata pengetahuan tentang (kapan terjadinya) hari kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang bisa mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia dapatkan di hari esok. Dan tiada seorang pun yang bisa mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)

    “Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kalian perkara-perkara ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara para Rasul-Nya.” (Ali `Imran: 179)

    • Wah @mas Ari bisa sampe segitunya mikirin ghaib.. :)

      rasanya ini pembahasan sensitif… tapi boleh juga sy sebenernya pengen tau juga.. semoga aja ustadz PA berkenan memberikan pencerahan khususnya tentang jin…

      hmm.. btw… kalo malaikat bisa dideteksi.. seharusnya manusia pada beriman semuanya yah :) atau kita cegatin malaikat pembawa rohmat biar belok ke rumah kita.. :) *becanda*

    • Ghoib menurut pandangan saya adalah sesuatu yang hanya dapat dijangkau oleh keimanan, bukan oleh panca indera atau ilmu pengetahuan. Kalau sesuatu sudah dapat dijangkau oleh panca indera atau diketahui/dipecahkan oleh ilmu pengetahuan, maka statusnya bukan ghoib lagi.
      Malaikat diciptakan dari cahaya. Cahaya bisa dilihat, dirasakan namun tidak bisa disentuh atau ditangkap
      Jin diciptakan dari api. Api bisa dilihat, dirasakan, namun tidak bisa disentuh atau ditangkap.
      Angin bisa dirasakan, tidak bisa dilihat, namun bisa disentuh dan ditangkap.
      Keledai dan anjing bisa melihat jin, ayam jago bisa melihat malaikat.
      Ada benda2 tertentu yang tidak bisa dilihat oleh manusia, tapi bisa terlihat oleh binatang, ada suara2 dengan frekuensi tertentu yang tidak terdengar oleh manusia, tapi terdengar oleh binatang.

      ketahuilah bahwa didunia ini ada dua macam keghoiban, yaitu ghoib ghaib mutlak (yang tidak dapat terungkap sama sekali) dan ada yang ghaib relatif (suatu saat akan terungkap, bisa karena perkembangan pengetahuan atau hal lainnya).

      Yang anda sebutkan diatas adalah ghoib nisbi,Ghaib Nisbi (Relatif) Keghaiban yang bisa dibuka tabirnya dengan riset, penelitian dan keahlian. Misalnya seorang dokter spesialis kandungan bisa memprediksi kelahiran bayi. Seorang pengamat cuaca bisa memprediksi hujan berdasarkan data yang diterimanya lewat satelit. Keghaiban relatif banyak ditemukan dalam dunia ilmiah-empiris. Karena itu, salah satu tugas ilmu adalah membuat prediksi atau ramalan ilmiah. Jadi, dunia ilmu sesungguhnya berada dalam teritorial keghaiban nisbi. Oleh karena itu, hasil penemuan ilmiah bersifat nisbi atau relatif.
      Begitu juga malaikat, jin termasuk makhluk ghoib yang nisbi (relatif)sebab bisa dilihat oleh orang-orang khos (khusus) seperti nabi dan rasul atau ketika jin dan malaikat menampakkan diri maka tidak menjadi ghoib lagi bagi kita. Jin dengan alam ghoib merupakan bentuk ghoib nisbi, sebab suatu hari nanti kita dapat bebas melihat jin yaitu ketika hari penghakiman tiba di padang mahsyar, ketika manusia dan jin berkumpul jadi satu mempertanggung jawabkan perbuatannya

      tidak usahlah anda mencontohkan makhluk ghoib, bahkan motor anda yang hilang digondol maling sudah merupakan bentuk ghoib nisbi bagi anda dan tidak bagi pencuri, jika anda ternyata memasang alat GPS di motor anda hingga motor anda bisa diketahui kemana perginya maka tidak menjadi ghoib lagi bagi anda, motor menjadi ghoib karena tidak terjangkau dengan pancaindra fisik anda yang terbatas itu.

      Jadi yang ghaib menurut pandangan saya adalah :
      Allah SWT, hari Kiamat, Surga & Neraka, Ajal, Jodoh, Rezeki, Alam Barzah.
      Jin bukanlah ghaib, karena jin hanya tidak terlihat wujud aslinya, tetapi dapat berinteraksi dengan manusia (masih dapat dijangkau dengan panca indera). Jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia, seperti kuman/virus/bakteri masuk ke dalam pembuluh darah manusia. Virus dan bakteri tidak terlihat dengan mata telanjang. Tapi terlihat dengan mikroskop, begitu pun dengan atom, proton dan elektron.

      Pandangan/pendapat anda kurang tepat sebab anda sama sekali tidak bisa membedakan antara ghoib mutlak dan nisbi, anda menyamakan kiamat, surga-neraka, jodoh, rezeki (ghoib mutlak) dengan jin, kuman, virus bakteri (ghoib nisbi)

      Kesimpulan: Bila sesuatu yang ghaib, memiliki potensi dapat diungkap dengan menggunakan sunatullah (berdasarkan riset, penelitian dan keahlian) maka ia akan masuk ke dalam ghaib nisbi, yang suatu saat dapat diprediksi terlihat/terjadi, tetapi terlihatnya atau terjadinya setelah diciptakan oleh Allah.

      Sedangkan bila keghaiban itu tidak memiliki potensi untuk diungkapkan oleh sunatullah, kecuali hanya dengan keterangan Quran dan atau hadits, atau telah terjadi maka ia akan masuk ke dalam ghaib absolut.

      • @perdana: ktanya ente gk percaya manusia bsa liat jin.apkh ente skrg mo ngeralat pernyataan ente ‘manusia gk bisa liat jin’. aneh klo analogi jin trmsk gaib nisbi krn bsa diliat pas di padang mahsar, trs padang mahsar jg trmsk gaib nisbi donk? segala sesuatu mengenai padang mahsar, itu dah masuk wilayah akhirat.

        penggolongan gaib nisbi itu ketika saat ini di dunia, contoh oksigen gk bsa diliat cma bsa dirasakan, tpi skrg org bsa liat oksigen. saat ini pun manusia bisa liat jin, mis: anak2 indigo. ente tlh memvonis anak2 indigo itu diganggu setan ato ada kelainan jiwa brdsrkn asumsi belaka, pdhl para ahli melakukan penelitian ttg org2 indigo dan blm final. itulah ente, segala sesuatu hnya berdasar prasangka doank, trs berani2nya main vonis mengatasnamakan agama…ckck

      • tIDAK ada yang berubah, memang pada dzahirnya manusia tidak dapat melihat jin sebagaimana firman Allah “Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Qs. Al-A’raf:27)

        namun banyak riwayat para sahabat dapat melihat jin seperti Abu Hurairah yang menangkap setan, Khalid Ibn walid yang membunuh Dewi Uza (jin uza) , jin dapat dilihat dalam keadaan tasyakul (penyerupaan) manusia, hewan dll. orang tersebut bekerja sama sedangan jin ( ilmu ngimpleng hikmatul iman contohnya itupun kalau benar :) ) , penderita serangan sihir, para nabi, Wali, orang-orang khos (khusus) namun mereka tidak dapat sekehendak hati untuk melihat jin apalagi didapat dari belajar ilmu khusus disertai puasa, merapal mantra ribuan kali, menghisap energi alam dll

      • @PA: “..itupun kalau benar” ..hahaha syukurlah, ada sdkt kemajuan ternyata, PA skrg dah mulai melunak.. :D
        ok..ane konfirmasi lagi…. kami Hikmatul Iman tidak bekerja sama dgn jin!!! selama ini yg paling keras menuduh kami ada apa2nya dgn jin cuma ente doank bung PA… dan tdk ada satu pun bukti yg kuat yg mndukung tuduhan ente,..itu artinya: tuduhan ente yg dulu2 msh masuk kategori fitnah. sekali lagi ane tegaskan…kami Hikmatul Iman tidak bekerja sama dgn jin!!!

  4. Malaikat diciptakan dari cahaya
    kecepatan cahaya 300.000km/detik….diamnya malaikat =300.000km/detik
    Manusia diciptakan dari tanah
    kecepatan tanah=0km/detik
    Diamnya manusia=0km/detik
    coba anda diam berapa kecepatan anda???
    cahaya bisa berpindah tempat atau memancar ke segala arah,mau keatas,kebawah, kesamping….apalagi malaikat jgn diragukan lg mampu terbang…soalnya dia makhluq yg lebih tinggi tingkatannya dari makhluq awal penciptaannya yaitu cahaya…
    bukankah tanah yg diam bisa berpindah tempat setelah menjadi manusia???
    silahkan untuk dikupas…tapi tanpa saling menghujat yaa…hehehe..:D

  5. <:$ __,
    )')  Terimaaa kassiiihh..!!
    _// to infonya karna saya bingung karna guru saya mengatakan malaikat itu sebangsa jin hati saya ttp menolak karna setau saya penciptan keduanya aja berbeda mailakat tdk ada nafsu sedankan jin punya nafsu

  6. Nar dan Nur itu identik, sama2 partikel plasma.
    Secara bahasa arab juga hampir sama, hanya pada huruf wawu dan alif, mungkinkah wawu yang bengkok itu menandakan ketundukan pada Sang Pencipta sementara alif yang tegak menandakan kesombongan.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s