SYEKH SITI JENAR TOKOH SUFI SESAT SEPANJANG SEJARAH DI INDONESIA

Posted on Updated on

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, asholatu wassalaamu’ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi wa mantabi’ahum bil ikhsan.

“Islam adalah sunnah, sunnah adalah Islam”, demikian al Imam al Barbahari menyampaikan di awal poin-poin kajiannya dalam Syarhussunnah.

Jika kita ingin menjadi orang yang baik, orang yang shalih, orang yang dekat dengan Allah, orang yang diridhai Allah, orang yang mencapai derajat ketakwaan tertinggi disisi Allah, semua itu diraih tidak lain dengan jalan orang yang paling bertakwa dan paling dicintai Allah, dialah Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Adalah sebuah kenaifan apabila ada seseorang yang mendakwakan diri mampu mengajarkan ajaran yang mendekatkan diri kepada Allah tetapi dengan jalan atau cara yang tidak dituntunkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam. Sebagian propaganda sufi mengiming-imingi kemampuan membuka tirai antara hamba dengan Allah, membuka kunci perjumpaan dengan Allah, bahkan cara melebur sukma dengan ‘ruh’ Allah, atau konsep bersatunya antara hamba dengan Allah. Akan tetapi, tujuan dan cara yang mereka lakukan tidak diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam, tidak juga oleh para shahabatnya. Maka sudah pasti, cara yang diada-adakan itu adalah jalan yang sesat.

Salah satu tokoh sesat yang akhirnya dihukum mati, megikuti jejak Al Hallaj dan Ibnu Arabi, adalah ‘Syaikh’ Siti Jenar.


Berbagai tulisan tentang Siti Jenar dari para peneliti di Indonesia, yang mengungkapkan pengaruh Al Hallaj-Ibnu Arabi di Indonesia.

Konsep kawula-gusti, dimana terjadi penyatuan antara keduanya. Siti Jenar D i dalam dzikirnya mengklaim menjadi Yang Maha Suci (menyatu dengan Allah) ADALAH keyakinan paling sesat lihat di http://metafisis.wordpress.com/2011/03/03/kita-tidak-mungkin-%e2%80%9cbersatu-dengan-allah%e2%80%9d/

Perkembangan ajaran di masyarakat menengah, sangkan paraning dumadi, manunggaling kawulo gusti. Ini persis dengan ajaran Al Hallaj-Ibnu Arabi.

Ini salah satu tarekat penerus ajaran Siti Jenar.

Ini tokohnya, ya semacam mursyidnya-lah. Pak Amat. Tak lupa ada sebatang rokok di tangannya. Bagi yang berpikir cerdas, harusnya tahu bahwa dzikir itu akan diwujudkan dalam amaliah nyata. Seseorang yang meninggalkan apa yang diharamkan Allah, apa-apa yang ‘makruh’ (karohah/dibenci), merupakan bentuk dzikir yang sangat tinggi.

Siti Jenar, penerus pemahaman Al Hallaj dan Ibnu Arabi di Indonesia.

Uaneh tenan. Kuburannya Siti Jenar bisa di beberapa tempat. Masing-masing tempat ngaku disitu kuburannya (biar laris sih). Jadi inget alkisah ada seseorang yang ngubur kuda, terus ke masyarakat bilang ada makam wali yang dikubur disitu. Akhirnya jadi deh tempat itu dimintai berkah.

Pada minta-minta ke penghuni kubur, ada yang bener-bener minta supaya dagangannya laris, ada yang meminta penghuni kubur menyampaikan do’anya kepada Allah. Semua itu adalah syirik.

Buat para wahabi yang muwahhidin, bener-bener da’wah tauhid harus lebih disampaikan dengan cara yang paling baik dan berbagai sarana.

Wallahu a’lam bisshawab.

801 thoughts on “SYEKH SITI JENAR TOKOH SUFI SESAT SEPANJANG SEJARAH DI INDONESIA

    Khozin A said:
    April 14, 2011 pukul 4:00 pm

    Petramak nyimak..

      Temannya Darno said:
      April 16, 2011 pukul 2:04 am

      Sy yg ke 2 (nyerobot antrian)!
      ^_^

        begoilmu said:
        Mei 9, 2012 pukul 1:34 pm

        Lebih baik mana ?..

        Memandang Allah ta’ala dalam Kesatuan (Widahtul wujud) atau
        memandang Allah ta’ala dalam satu bayangan (Mengira-ngira).

        Yang mengira Allah ta’ala itu berada diatas langit adalah mereka yang selalu membayangkan bentuk wujud dari Allah ta’ala, mereka hanya mengira-ngira saja, entah itu berupa cahaya, berupa tulisan, berupa mahluk seperti raja atau apalah ?..yang menurut mereka itulah dia Allah ta’ala. Apa yang mereka kira itu adalah Allah sesungguhnya itu bukanlah Allah, itu adalah BERHALA yang mereka ciptakan sendiri dalam bayangnnya. Mereka bersujud pada BERHALA yang mereka kira itu dialah Allah.
        BERHALA yang tidak berwujud akan tetapi ada dalam pandangan mereka..

        Al Qur’an surah FAATHIR (35) ayat 8.

        Maka apakah orang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk, lalu MEYAKINI pekerjaan itu baik.
        Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakinya;
        maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.
        Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

      Wayan said:
      Desember 22, 2011 pukul 6:36 am

      SAYA SUKA SEKALI SYEKH SITI JENAR… SIPPP,,, MANUNGGAL KAWULO GUSTI ” I LIKE IT!!!

      “KITA TAK TAHU APA KEBENARAN YANG SESUNGGUHNYA, MANUSIA HANYA SEBAGAI PENGKLAIM”

      sadarilah, kita punya keterbatasan untuk menangkap segala halnya,,, heheheheh..
      https://www.facebook.com/tino99

        advin said:
        Mei 11, 2012 pukul 3:36 pm

        Manunggaling kawula gusti. ajaran yang dimakan mentah oleh orang yang kurang memahaminya. Bukan ajaran sang syeh yang keliru tapi pemahaman orang yang keliru

      johnimo said:
      Januari 17, 2012 pukul 10:04 am

      kalau anda tau sesat itu apa(dalam artian menuju allah) pasti anda tidak akan mengatakan sekalipun kpd org lain

      Abdullah Fajar said:
      Maret 12, 2012 pukul 3:06 am

      sekarang orang islam suka banyak ngomong kurang berbuat nyata. bisanya ngutik2 agama dan kepercayaan orang lain oh dasar bangsat. apakah mereka merasa paling tahu dan paling pintar

    Khozin A said:
    April 14, 2011 pukul 4:06 pm

    Pd zamanya syeih siti jenar memang di anggap hebat dan di bs bilang paling cepat tuk menyebarkan keyakinannya..di bilang cpt krn cara n metodenya sangat berbeza dgn syeikh syeikh lainya..dgn trik sulapnya dan sihirnyalah syeikh siti jenar jd lp dgn ajaran yg sebenarnya..dst.

      Temannya Darno said:
      April 16, 2011 pukul 2:10 am

      wah ada Ki Khozin nih, Salam Hangat Ki.

      Pernyataan anda :
      ”…..dgn trik sulapnya dan sihirnyalah syeikh siti jenar jd lp dgn ajaran yg sebenarnya..dst.”

      – Bisa anda jelaskan lebih lanjut?! matur suwun.

      awan said:
      Januari 14, 2012 pukul 11:05 am

      boong itu

      Masjoko said:
      Februari 23, 2012 pukul 11:02 am

      Syech Siti Jenar itu bukan pesulap dan tidak mencari pengikut dengan cara sulap. tapi ya itulah kalau manusia sudah Dekat dengan Kuasa Allah, maka apa yang diinginkan jadilah.

        lukman mubarok said:
        Februari 23, 2012 pukul 12:57 pm

        ah… kata siapa dekat dengan KuasaNya? cerita yang dikarang orang…

        Masjoko said:
        Februari 24, 2012 pukul 9:03 am

        Posted by http://www.MHabibM22.blogspot.com on 05:13

        Assalamu’alaikum saudara muslim sekalian. Kali ini saya terbitkan sebuah kisah yang mana jika kita dapat menghayatinya maka hati kita akan tersentuh bahkan tak kuasa mnahan air mata yaitu ketika Habibullah Muhammad kekasih kita mendapat ujian untuk membuktikan kenabian-Nya. Namun dia , ehh salah namun sebaiknya langsung saja dibaca ceritanya daripada sulit memahami salam saya ini. hhhe :D ^_^

        Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. (Ar-R’ad 13:11)
        Pada zaman jahiliah di antara beberapa orang raja ada seorang raja yang bernama raja Habib lbnu Malik di kota Syam. Orang-orang arab menggelarnya “Raihanah Quraisyin.”
        Ketika Raja Habib bersama angkatan tenteranya seramai 12,000 orang singgah di Abthah, iaitu suatu tempat dekat kota Makkah maka datanglah Abu Jahal beserta pengikut pengikutnya memberikan berbagai-bagai hadiah kepada raja Habib.
        Setelah itu Abu Jahal dipersilakan duduk di sebelah kanan raja Habib. Berkata raja Habib: “Wahai Abu Jahal katakan kepadaku tentang Muhammad.”
        Berkata Abu Jahal: “Tuan, silalah tuan tanya tentang Muhammad itu dari Bani Hasyim.”
        Raja Habib pun bertanya kepada Bani Hasyim: “Wahai Bani Hasyim, katakan pada beta tentang Muhammad itu.”
        Berkata Bani Hasyim: “Sebenarnya kami telah mengenal Muhammad itu sejak dia kecil lagi, orangnya sungguh amanah dan setiap katanya benar; dia tidak akan berkata selain dari yang benar. Apabila umur Muhammad meningkat pada 40 tahun dia telah mula mencela Tuhan kita dan dia membawa agama baru yang bukan datangnya dari nenek moyang kita.”
        Sebaik sahaja raja Habib mendengar penjelasan dan Bani Hasyim maka dia pun berkata: “Bawa Muhammad mengadap dengan cara baik, kalau Muhammad degil maka gunakan kekerasan.
        Setelah itu mereka pun mengutus salah seorang untuk menjemput Muhammad SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima pesanan raja, baginda pun bersiap-siap untuk pergi, sementara itu Abu Bakar ra dan Siti Khadijah menangis kerana takut baginda dizalimi oleh raja tersebut.
        Rasulullah SAW berkata: “Janganlah kamu berdua menangis, serahkanlah urusanku ini kepada Allah SWT.”
        Kemudian Ahu Bakar ra pun mengaturkan pakaian untuk RasuIulIah SAW yang terdiri dari baju berwarna merah dan serban berwarna hitam.
        Setelah Rasulullah SAW mengenakan pakaian tersebut maka baginda bersama Abu Bakar ra dan Khadijah ra pun pergi menghadap raja Habib. Setelah sampai di hadapan raja, Abu Bakar ra berdiri di sebelah kanan Rasulullah SAW sementara Siti Khadijah berdiri di belakang Rasulullah SAW.
        Apabila raja Habib melihat baginda Rasulullah SAW berdiri dihadapannya maka raja Habib pun bangun memberi hormat mempersilakan Rasulullah SAW duduk di sebuah kerusi yang diperbuat dari emas. Sementara itu Siti Khadijah yang merasa cemas berdoa kepada Allah SWT: “Ya Allah, tolonglah Muhammad dan mudahkanlah dia menjawab sebarang pertanyaan.”
        Sewaktu baginda duduk di hadapan raja Habib maka keluarlah cahaya memancar dari wajah baginda dan baginda duduk dengan tenang tanpa rasa takut.
        Raja Habib memulakan pertanyaan: ‘Wahai Muhammad, kamu pun tahu bahawa setiap Nabi itu ada mukjizatnya, jadi apakah mukjizat kamu itu?”
        Bersabda Rasulullah SAW: “Katakan apakah yang kamu kehendaki?”
        Berkata raja Habib: Aku mahu matahari itu terbenam dan bulan pula hendaklah turun ke bumi dan kemudiannya bulan hendaklah terbelah menjadi dua, kemudian masuk di bawah baju kamu dan separuh keluar melalui lengan baju kamu yang kanan dan sebelah lagi hendaklah keluar melalui lengan baju kamu yang kiri. Setelah itu bulan itu hendaklah berkumpul menjadi satu di atas kepala kamu dan bersaksi atasmu, kemudian bulan itu hendaklah kembali ke langit dan mengeluarkan cahaya yang hersinar dan hendaklah bulan itu tenggelam. Sesudah itu hendaklah matahari yang tenggelam muncul semula dan berjalan ke tempatnya seperti mulanya.”
        Setelah mendengar begitu banyak yang raja Habib kehendaki, maka baginda Rasulullah SAW pun bersabda:
        Apakah kamu akan beriman kepadaku setelah aku melakukan segala apa yang kamu kehendaki?”
        Berkata raja Habib: “Ya, aku akan beriman kepadamu setelah kamu dapat menyatakan segala isi hatiku.”
        Abu Jahal yang sedang menyaksikan percakapan itu segera melompat ke hadapan sambil berkata: “Wahai tuanku, tuanku telah mengatakan yang cukup baik dan tepat.”
        Rasulullah SAW pun keluar lalu pergi mendaki gunung Abi Qubais, kemudian baginda mengerjakan solat dua rakaat lalu berdoa kepada Allah SWT. Setelah berdoa maka turunlah malaikat Jibril as bersama dengan 12,000 malaikat dengan memegang panah di tangan mereka.
        Malaikat Jibril as berkata: “Assalamu alaika yaa Rasulullah, sesungguhnya Allah telah bersalam kepadamu dan berfirman:
        “Wahai kekasihku, janganlah kamu takut dan bersusah hati. Aku akan sentiasa bersamamu di mana sahaja engkau berada dan telah tetap dalam pengetahuanKu dan berjalan di dalam qada kepastianKu di zaman azali apa-apa yang diminta oleh raja Habib bin Malik pada hari ini; pergilah kamu kepada mereka dan berikan hujjahmu dengan tepat dan jelaskan keadaanmu dan keutusanmu. Ketahuilah sesungguhnya Allah SWT telah menundukkan matahari, bulan, malam dan siang. Sesungguhnya raja Habib itu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai kedua tangan, kedua kaki dan tidak mempunyai kedua mata. Dan katakan kepadanya bahawa Allah SWT telah mengembalikan kedua tangannya, kedua kakinya dan kedua matanya.”
        Setelah itu Rasulullah SAW pun turun dari gunung Abi Qubais dengan rasa tenang dan rasa gembira. Malaikat Jibril as di angkasa dan para malaikat berbaris lurus dan Rasulullah SAW berdiri di maqam Ibrahim. Dan adalah saat itu matahari terbenam.
        Matahari mulai seakan-akan berlari cepat, ertinya matahari cepat-cepat terbenam dan menjadi gelap gelita. Kemudian bulan terbit dengan terangnya, setelah bulan naik meninggi baginda Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan dua jari-jarinya kepada bulan itu, dan bulan seakan-akan berlari turun ke bumi dan berdiri di hadapan baginda Rasulullah SAW. Kemudian bulan itu bergerak-gerak seperti awan lalu bulan itu terbelah menjadi 2 dan bulan itu masuk di bawah baju Rasulullah SAW separuhnya keluar melalui lengan sebelah kanan baju baginda sementara yang sebelah lagi keluar melalui lengan sebelah kiri baju baginda. Kemudian bulan kembali bercantum mengeluarkan cahaya dengan terang lalu berdiri di atas kepala Rasulullah SAW dengan berkata: “Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu hamba Allah dan RasulNya sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang membenarkan engkau Muhammad dan rugilah orang-orang yang menyalahi engkau.”
        Setelah bulan berkata demikian maka bulan pun kembali ke langit menjadi terang dan menghilangkan dirinya. Sebaik sahaja bulan menghilangkan dirinya maka matahari pun timbul kembali. Oleh kerana raja Habib telah mengatakan bahawa Rasulullah SAW mesti memberitahu rasa hatinya maka diapun berkata: ‘Wahai Muhammad, kamu masih ada satu syarat lagi.”
        Belum sempat Habib hendak berkata maka baginda Rasululah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai dua tangan, tidak mempunyai dua kaki dan dia juga tidak mempunyai dua mata dan sesungguhnya ketahuilah olehmu Allah SWT telah mengembalikan kedua tangan, kedua kaki dan kedua matanya.”
        Sebaik sahaja raja Habib mendengar dan meihat segala galanya maka dia pun berkata: “Wahai ahli Makkah, tidak ada kufur sesudah iman dan tidak ada keraguan sesudah yakin, oleh itu ketahuilah oleh kamu sekelian bahawa sesungguhnya aku bersaksi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang satu dan tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahawa sesungguhnya Muhammad itu hambaNya dan utusan-Nya.”
        Raja Habib dan semua bala tenteranya masuk Islam. Kemarahan Abu Jahal meluap-luap dan dia berkata: “Wahai tuan raja, apakah tuan percaya kepada ahli syihir ini sehingga syihir itu telah mempersonakan tuan.”
        Raja Habib tidak menghiraukan kata-kata Abu Jahal, sebaliknya raja Habib kembali ke negerinya Syam. Apabila raja Habib masuk ke dalam istananya dia disambut oleh anak perempuanya dengan mengucap: “Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu” (Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan AlIah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu adalah pesuruhNya dan utusanNya).
        Raja Habib tercengang dengan kalimah yang diucapkan oleh anaknya maka dia pun berkata: “Wahai anakku, siapakah yang mengajarkan kepada kamu kalimah ini?”
        Berkata anak raja Habib: “Sebenarnya sewaktu saya tidur, telah datang seorang lelaki lalu berkata kepada saya: “Sesunguhnya ayah kamu telah masuk Islam, kalau kamu mahu masuk Islam maka aku kembalikan segala anggota kamu dengan baik.” Setelah itu saya pun tidur dan pagi ini diri saya tidak ada yang
        kurang seperti yang ayah lihat sekarang”
        Kemudian raja Habib bersyukur sujud kepada Allah SWT agar nikmat iman dan bertambahlah keyakinan. Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba
        dikirimkan kepada Rasulullah SAW.
        Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama kuncu-kuncunya lalu berkata: “Kamu semua milik siapa?”
        Berkata rombongan itu: “Kami semua ini milik raja Habib bin Ibnu Malik dan kami hendak pergi pada Rasullulah SAW.”
        Sebaik sahaja Abu Jahal mendengar jawapan dari rombongan itu maka dia cuba merampas semua barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh kerana rombongan itu enggan menyerahkan barang-barang tersebut maka berlakulah pergaduhan antara kedua belah pihak. Apabila berlaku peperangan diantara kedua belah pihak maka berkumpullah penduduk kota Makkah dan datang bersama mereka Rasulullah SAW.
        Melihat akan kedatangan orang ramai maka berkata rombongan diraja itu: “Kesemua barang yang kami bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berhajat untuk rnenghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW.”
        Abu Jahal berkata: “Raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada saya.”
        Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua suka kalau aku mencadangkan sesuatu?”
        Berkata penduduk Makkah: “Ya, kami setuju.”
        Bersabda Rasulullah SAW: “Kita hendaklah memutuskan percakapan unta ini, untuk siapakah sebenarnya harta ini.
        Berkata Abu Jahal: “Kita tentukan perkara ini esok pagi.”
        Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok hari maka Abu Jahal pun balik dan terus pergi kepada berhala-berhala yang disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.
        Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama bapa saudara baginda danAbu Jahal bersama kuncu-kuncunya. Sebaik sahaja Abu Jahal sampai maka dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata: “Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata.” Setelah Abu Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namum unta-unta itu tidak berkata apa-apa.
        Maka berkata penduduk kota Makkah: ‘Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad pula untuk melakukannya.”
        Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata: ‘Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan kekuasaan Allah.”
        Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima ekor unta lalu berkata: “Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Ibnu Malik untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.”
        Sebaik sahaja unta itu berkata demikian maka RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan semua emas dan perak yang
        ada di atas unta lalu dikumpulkan sehingga menjadi bukit lalu berkata: “Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi pasir.”
        Kemudian dengan sekejap sahaja kesemua emas dan perak itu menjadi bukit sehingga sekarang.

        fatan said:
        Maret 27, 2012 pukul 10:13 am

        sy stj dg masjoko, klo cmn bs baca ya….mn bs tau maksudnya, apalag prakteknya =0…..

        Rahardjo wong wetan said:
        Mei 3, 2012 pukul 9:59 pm

        setuju… siip…emang mudah dpt gelar Syech..? kl pesulap ya.. pesulap.. tp Syech itu sdh jls2 tokoh yg jd panutan..

        Nurani said:
        Mei 5, 2012 pukul 12:38 pm

        Karena 9 sunan itu tidak memiliki/tidak bisa menyamai “daya linuwih” eyang syech siti jenar lalu berbuat bodoh dan takut kehilangan pengikut lalu menganggap sesat ajaran SSJ. Padahal kalau kita mau mengikuti ajaran SSJ maka “betapa indahnya dunia karena tidak akan ada kekerasan, pemaksaan kehendak, egoisme, merasa paling benar, angkuh, sombong, congkak, dan sifat-sifat dan nafsu setan yang menjangkiti manusia pasca “Sugengnya SSJ di Dunia ini”. Pasti juga tidak ada tafsir2 yang membingungkan maupun aliran-aliran islam yang saling cari pengaruh dan pengikut. Islam hanya satu yaitu Islam Sejati. Islam yang tdk sejati itu Islam yang sudah direcoki oleh tafsir-tafsir hasil manipulasi pikiran dan nafsu manusia belaka. Sedangkan Islam Sejati itu dipimpin oleh pemimpin Islam sejati pula. guru juga guru sejati sehingga dijamin suci dan tidak “Ngapusi”.

      Zei Rangga Lawe said:
      Mei 10, 2012 pukul 11:40 am

      Tidak satu pun sihir yg dilakukan oleh syeikh…Anda jgn asal bicara jika tidak pernah mengerti akan yg hak… sebenar”nya ajaran ya itu yg diajarkannya,hanya saja karna otak anda dangkal dan tidak bisa menerima Ilmu ALLAH yg tlah disi’ar kan….ga salah klo aq bilang anda Dazal….krna anda hanya bisa mencela dan menghina

    Nice Article said:
    April 14, 2011 pukul 4:53 pm

    Assalamualaikum wr wb..

    sebuah pemaparan yang menarik untuk di diskusikan.konsep wahdatul wujud atau manunggaling Kawulo memang cukup fenomenal. Untuk akhi perdana saya minta pendapat antum tentang metode dakwah yang diterapkan para wali.ada yang menggunakan unsur kebudayaan dengan gending atau wayang dengan maksud agar lebih bisa di terima masyarakat kala itu.menurut antum bagaimana dengan cara dakwah seperti itu? Syukron katsiron

    wassalamualaikum wr wb..

      otongdarsa said:
      April 15, 2011 pukul 3:52 pm

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      alhamdullillah,………ahirnya tiba juga saatnya penegasan yang telah lama ditunggutunggu, file terSPEKTAKULER,………..Suatu pemahaman yang benar2 BEJAD,……..pemahaman yang super INGKAR !!!

      hakekat TERBUKANYA TABIR ANTARA MAHLUQ DAN PENCIPTANTA hanya akan diperoleh pada saat kita disurga !!!

      WAHDATUL WUJUD………suatu pemahaman yang keliru dengan menghilangkan DZAT LAESA KAMISLIHI SYAE’UN !!!!!!!!

      =======================

      Untuk Admin……..usul…. kenapa tdk sekalian dicari reperensi dan diurai bagian2 mana yang menyesatkannya !!??

      jalan terus dakwah kita……….mdh2an dgn IDZIN ALLAH berhasil…………amiiiin !!

      wasalam !!

        jeruk-purut said:
        Mei 25, 2011 pukul 10:48 am

        otongdarsa: wong kisah siti jenar itu banyak yang tak menggunakan bahasa langsung. ada bahasa perumpaan, pemisalan…mbok sampean khatam bacane, klo tak menguasai ILMU BAHASA, ya sia-sia mas… sebagai contoh, saya hapal orderdil mobil, tak kemudian saya bisa paham soal mobil dan onderdilnya… anda harus paham ilmu-ilmu alat2nya…

        KIYAI EDAN said:
        November 29, 2011 pukul 7:50 pm

        semoga terbuka hijab

        hadiningrat said:
        November 30, 2011 pukul 12:14 am

        Assalamu’alaykum wr. wb.

        Waduh… murid-muridnya Syeh Siti Jenar saja salah memahami konsep
        Manunggaling kawula gusti, apalagi kita-kita yang hidup jauh sesudah beliau.

        Mas ……, saya ingin berbagi ‘key word’ yang diajarkan pembimbing saya
        untuk mengatarkan kita kepada pemahaman ttg manunggaling kawula gusti.
        Mudah-mudahan bermanfaat.

        1. gusti (dengan g kecil), berbeda dengan Gusti.
        2. Manunggaling kawula gusti, adalah ‘manunggal’-nya hamba dengan gusti.
        3. Kalau kita bisa memahami QS. 24:35, kita akan mengerti, siapakah itu
        gusti?
        4. Kalau kita bisa memahami Hadits Qudsi “Tidaklah memuat dzat-Ku seluruh
        petala langit dan bumi. Yang memuatnya hanyalah qolb al-mu’minuun”, kita
        akan mengerti, apa itu manunggaling.
        5. Analogi berikut adalah tafsiran bebas saya dari analoginya Imam
        Al-Ghazali: Di suatu kamar, ada lampu dan cermin. Lampu memancarkan cahaya,
        cermin memantulkannya. Lampu selain hadir dalam sosoknya sebagai lampu,
        iapun hadir dalam wujud bayangan di cermin. Bayangan lampu di cermin, 100%
        persis seperti sang Lampu. Bila lampu meredup, bayangan pun meredup. Bila
        lampu goyang-goyang, bayanganpun goyang goyang. Pokoknya, nggak mungkin sang
        bayangan mengkhianati sang lampu. :)
        Itulah analogi Gusti dengan gusti. Sang lampu ibarat sang Gusti, dan sang
        bayangan lampu di cermin ibarat sang gusti. Sedangkan cermin itu sendiri,
        ibarat qolb al-mu’minuun.

        Mudah-mudahan bermanfaat.
        Wassalamu’alaykum wr. wb.

        hadiningrat said:
        November 30, 2011 pukul 12:21 am

        Sejarah Syekh Siti Jenar, salah satu dari generasi para Wali di tanah Jawa, memang berbeda dengan Husein bin Manshur al-Hallaj, walaupun tragedi historisnya hampir bermiripan, tetapi sebenarnya kasusnya juga berbeda. Jika al-Hallaj memang memiliki otentitas sejarah dengan data-data akurat, bahkan karya-karyanya yang bisa dibaca oleh generasi sufi, seperti Kitab Ath-Thawasin dan yang lainnya, lain lagi dengan Syekh Siti Jenar.

        Data tentang Syekh Siti Jenar ini, lebih banyak menggunakan data sekunder. Sehingga para sejarawan Islam sendiri banyak yang tidak bisa menunjukkan orisinalitasnya, lebih banyak interpretasi dari para penulis sejarah itu sendiri. Film Walisongo yang sangat terkenal dengan eksekusi terhadap Syekh Siti Jenar juga tidak sepenuhnya benar. Apalagi di kemudian hari banyak sekali sejarah dengan versi yang berbeda-beda. Ironisnya, sejarah yang tidak akurat itu dianut oleh sekelompok aliran kebatinan di Jawa yang mengklaim dirinya bermadzhab Syekh Siti Jenar, yang sangat ekstrem, yakni tidak perlu bersyari’at dalam menjalankan agamanya (Islam).

        Apakah benar bahwa sesungguhnya yang dibunuh itu adalah Syekh Siti Jenar? Itulah awal polemik sesungguhnya. Sebab versi lain juga mengatakan pada dasarnya Syekh Siti Jenar tidak dibunuh, tetapi hidup sampai akhir hayat dalam ‘uzlahnya. Nama beliau adalah Abdul Jalil, dan kelak populer sebagai Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang.

        Apa yang diucapkan oleh Syekh Siti Jenar, kemudian dianggap kontroversial itu memang sama dengan pandangan al-Hallaj. Namun pandangannya tentang Manunggaling Kawulo Gusti, tidak bisa sama sekali diartikan sama dengan pantheisme atau Wahdatul Wujud. Terminologi “Ittihad” dalam pandangan al-Hallaj juga bukan berarti pantheisme atau Wahdatul Wujud. Ittihad berarti menyatu. Apa yang menyatu? Yang menyatu adalah syuhudnya, bukan wujudnya. Sebagaimana ketika Anda sedang bercermin, hati Anda secara otomatis mengatakan: “Itulah aku”. Sebuah ungkapan reflektif di luar kesadaran. Anda sebenarnya menyatu dengan gambar yang memantul dalam cermin itu. Tetapi ketika Anda katakan kepada banyak orang bahwa cermin itu adalah Anda sendiri, tentu salah. Sebab cermin ya cermin, Anda ya Anda. Kalau ada interaksi antara Anda dengan cermin, itu semata karena adanya pantulan yang Anda saksikan, dan yang pertama kali menyaksikan adalah hati Anda. Kesaksian itulah yang disebut syuhud. Jadi yang menyatu bukan wujudnya tetapi syuhudnya.

        Karena itu, istilah Wahdatul Wujud adalah salah besar kalau dialamatkan kepada kedua belah pihak (baik Syekh al-Hallaj maupun Syekh Siti Jenar). Kalimat Wahdatul Wujud, muncul pertama kali dari lisan seorang ulama yang anti terhadap gerakan tasawuf yang menuduh Ibnu ‘Arabi itu musyrik karena menganut pantheisme atau Wahdatul Wujud. Ulama itu tidak lain adalah Ibnu Taimiyah.

        Dalam seluruh naskah ulama salaf sufi, ternyata tidak satu pun kata Wahdatul Wujud ada di sana. Bahkan kalangan pemikir Islam modern dan pakar filsafat Islam masih “terjerumus” dalam terminologi tersebut, dengan mengklaim tasawuf identik dengan Wahdatul Wujud. Suatu kesalahan yang sangat rancu dalam pandangan kefilsafatan Islam.

        Mengapa mereka demikian? Karena mereka tidak menyelami tasawuf secara ‘amaliyah, dan bahkan belum menghayati sampai pada tingkat ahwal yang hakiki. Apa yang mereka katakan tidak lebih dari pandangan ilmiah yang keliru belaka.

        Mengenai drama eksekusi Syekh Siti Jenar, kalau toh kita toleran terhadap tragedi itu, semata hanya untuk menjunjung syari’at agar tidak lepas dari hakikat. Atau dengan kata lain jangan sampai orang yang memasuki dunia hakikat terkena tipu daya dan mengklaim dirinya telah sampai kepada Allah, padahal masih di “pintu gerbang”-Nya belaka. Hal yang sama, jangan sampai orang-orang syari’at sombong dengan fiqihnya, karena fiqih tanpa hakikat akan terjerumus dalam ke-zindik-an yang tragis.

        Jadi, lebih baik kita vakumkan dulu sebelum ada penelitian yang lebih konprehensif mengenai sejarah Syekh Siti Jenar. Dengan begitu kita tidak segera menjatuhkan vonis kepada Walisongo.

        Lebih dari itu, aliran kebatinan perlu juga merefleksi ulang terhadap ajaran yang tidak bersyari’at. Harus diingat bahwa syari’at itu bukanlah sarana mencapai hakikat. Karena ditinjau dari segi lain, syari’at itu juga hakikat dan hakikat adalah syari’at. Syari’at datangnya dari Allah, karena itu menjalankan syari’at itu merupakan perintah Allah, bukan sarana untuk mencapai Allah. Hakikat juga disebut syari’at, karena hakikat juga aturan-aturan Ilahi dalam jiwa manusia, karena itu posisinya sama, dan satu sama lain tidak boleh dipisahkan.

        Abdullah Fajar said:
        April 13, 2012 pukul 10:50 pm

        aku tak yakin kalau otongdarsa bisa masuk surga. pikirannya saja sok suci sok islamic, surga mana yang mau nerima. Tapi kalau mampir di kayu atau di batu malah mungkin ituh. xaxaxaxaxaxa

        Nurani said:
        April 14, 2012 pukul 9:40 am

        dakwah apa jual obat ya otongdarsa ini ? orang disuruh makan makanan enak aja belum tentu mau, eh kok cuma disuruh ndengerin orang ngomong, ya jenuh doooong. lagian yang diomongin cuma dosa, pahala, surga, neraka. yang semua itu juga pada kagak tahu yang sebenarnya … kayak dongeng kancil nyolong mentimun aja …. xaxaxaxaxaxa

        mozaik said:
        Mei 1, 2012 pukul 10:57 am

        Jangan sembarang ucap….sebab apa yang kita ucapkan akan kita pertanggung jawabkan kelak….jgn cepat mengambil kesimpulan dengan pengetahuan kita yang masih dangkal…….

    Temannya Darno said:
    April 16, 2011 pukul 2:12 am

    @All,

    Googling dgn kata kunci ”ajaran sesat siti jenar”.

    ‘-

    siti jenar said:
    April 17, 2011 pukul 5:00 am

    syeh siti jenar tdk sesat dlm ajaran nya begitu jg dgn ibnu arabi dn halaj.. Kerna tdk mempunyai ujud hakiki. Yg sesat ada lah manusia yg selalu merasa diri memiliki itu dn ini sehingga segala amal terbersit sifat sombong dn takabur kerna merasa diri berbuat dgn kekuatan sendiri. @otong antum masih belum faham maksud dr kata2 wahdatul ujud @khozin apa kah antum pernah belajar sihir dn sulap?? sehingga tau bahwa siti jenar menguna kn sihir dn sulap di-zaman nya. Yg kita tdk tau jgn sekali begitu mudah kita kata kn sesat. Antum semua yg menyata kn siti jenar sesat ibnu arabi dn halaj jg sesat pernah belajar dgn nama2 yg antum semua tuduh sesat.. Sedang kn antum tdk hidup di-zaman nya. Antum semua masih tidur dn di-buai mimpi yg indah. Sebelumseluroh langit dn bumi ada atau wujud dn sebelum nabi dn para malaikat di-cipta siapa yg wahdatul ujud dulu??? Semoga antum semua di-terima amalan baik mu akan tetapi seandai nya siti jenar,ibnu arabi dn halaj itu islam yg hakiki semoga Allah balas atas tuduhan dn fitna kalian. Kerna menuduh sesama muslim kafir atau sesat amat bahaya kerna ini di-larang oleh rasul saw. Siti jenar,ibnu arabi dn halaj apa kah kalimah tauhid dn kalimah shahadat nya menyimpang dr yg nabi ajar sehingga di-vonis kafir dn sesat… Apa kah kalian menyaksi kn bahwa beliau yg ana sebut td semua sesat? Dn kalian tau isi hati siti jenar,ibnu arabi dn halaj? Apa kah kalian semua merasa benar dlm islam kalian? Sehingga wewenag menyesat kn saudara muslim yg lain? Kalian dr sudut kata2 aja udah bisa menyesat kn goblog!!! Punya akal dn fikiran tp masih aja menurut nafsu dlm memvonis orang sesat…… Ane orang yg tdk punya ujud yg hakiki tp Alhamdulillah belum 1x ane memvonis saudara mulim an yg mengucap shahadat sesat. Antum punya ilmu tinggi kok senang sekali memvonis sesama muslim sesat…Allah kurnia kn antuk kebijaksanaan seharus nya pelajari dulu sebelum menuduh agar lebih bijaksana dlm mensikapi ilmu para sufi di-atas….la maujud fil wujudi ilallah……………

      musafir ilmu said:
      April 17, 2011 pukul 7:11 pm

      you kebakaran jenggot ya ??!!

        Danurim Ritas said:
        Juli 24, 2011 pukul 7:27 pm

        Assalamualaikum wr wb..

        janganlah anda terlalu cepat memvonis sesorang sesat,bagaimana seandainya keyakinan anda di anggap orang lain sesat.maka buarjanlah seseorang dengan keyakinannya.Bukankah rasullah menyebarkan agama islam tanpa adanya paksaan dan tekanan.Mungkin saja pendapat saya ini salah .seseorang diberikan hidayah untuk menghambakan diri kepda allah mungkin lewat banyak jalan.misalnya Si A diberikan jalan lwt syariat dan si B mungkin diberikan lwt Ma’rifat.Jadi Allah memberikan apa yg ingin Ia berikan kepada ciptaanya menurut daya kemampuan masing2 individu. Bagaimana seandainya anda diberi ilmu lewat jalan ma’rifat dan diberikan keridhoaanya untuk dapat melihat tersingkapnya Hijab dalam arti lain anda diberi kesempatan untuk mengintip rahasiaNYA walaupun sesungguhnya Rahasianyanya itu amat luas.Mungkin andapun akan sepert STJ. Yang menganggap menyatunya dirinya dengan Sang Pemilik Alam semesta ini, karena sudah tak ada tirai penutup.Hal semacam ini memang tak di ajarkan Rasullah.Tapi kita tahu semua bahwa segala tingkah laku,perbutan dan ahlak dari Nabi Muhammad saw yang sangat terpuji, mulia dan dapat dipercaya. manusia terbaik yg pernah ada di muka bumi ini (ini menurut pendapat saya) jadi dari sini mungkin ilmu tasawub itu berasal yaitu(sifat2 yg ada dari diri Rasullah saw dan para sahabatnya).Rasullah memang meninggalkan Alqur’an & hadist untuk umatnya sebagai peganggan hidup. Dalam Alqur’an sendiri terdapat 3 bagian yaitu tentang Ketuhanan(tauhid),Kisah-Kisah(sejarah) dan ilmu hukum/Fiqih .Dan 3 bagian itu menjadi satu kesatuan yg tak tapat dipisahkan.Dalam ilmu Tauhid bukankah ada ayat yg menerangkan bahwa kita wajib mengenal adanya Tuhan yg Maha Esa yaitu Allah yg tidak bersekutu dengan siapanpun juga dan Dia ada/wujud.Kalau boleh saya beranalogi misalnya kita hanya mengenal nama sesorang yg bernama si Fulan yg kata orang dia cantik,anggun dan mempesona tapi itukan baru kata orang dan timbullah keinginan kita untuk membuktikannya dengan berbagai dan jalan cara tentunya untuk dapat bertemu si fulan tentunya.Dalam perjalanan menemui si fulan ini tentu kita mematuhi segala peraturan lalu lintas agar kata tidak tercebur ke lobang atau di tangkap polisi(peraturan lalu-lintas dalam hal ini saya anggap syari’at).karena kita belum tahu persis di mana alamat si fulan sesungguhya tentu kita bertanya kepada sesorang yg tahu benar tentang si fulan,kalau kita bertanya kepada org yg nggak tau pasti kita nyasar(ini saya angaggap bagian dari kisah yg ada dalm Alqur’an) Dan akhirnya kita dapat bertemu dengan si fulan tersebut. Yang ternyata Ia adalah Penguasa/Raja.(dalam hal ini saya anggap ma’rifat).Setelah kita mengenal si fulan Raja. Manusia mana yg tak ingin dekat dan dicintai oleh Raja penguasa.Dan kalau kita sudah sangat mengenal dan sangat dekat, serta memperoleh kepercayaan dari Raja(dalam hal ini Raja dan rakyatnya tidak lagi tersekat dinding Istana. Prajurit mana yg bisa Menghalangi kita untuk bertemu sang Raja setiap saat.Dan orang yg sudah sangat dekat dengan raja berarti dia sudah menjadi orang pilihan Sang Raja.Jadi kesimpulan saya: Syari’at,tarekat,hakekat,dan ma’rifat tidak bisa dipisahkan satu sama lain.Jadi orang2 yg telah mendapatkan ma’rifat dengan keridhoanNya yang bisa melihat Wujud Tuhannya.Bukannya saya ingin membela STJ, Tapi yg pernah saya baca tentang ajaran STJ dia tidak mengajarkan ajaranya mengenai Dzat Nya dan saya bedakan penulisan zat dengan Dzat. Dan Rasullah sendiri melarang kita untuk bertanya tentang Dzatnya karena akal dan pikiran kita tidak akan pernah sanggup untuk memikirkan Dzatnya walaupun dia seorang jenius seperti albert Einstien dan imam Al Ghozali. Yang diajarkan STJ disini tentang zat Nya dan wujudnya yg paling utama yaitu hanya ada satu Tuhan yang Esa selalu bersama dia yg tak mungkin terpisahkan lagi antara Jiwanya Dan penciptaNya.Jadi yang selalu ia ingat hanya Allah dan yg dia takuti Dan yg perlu diperhatikan dalam era STJ ini sebenarnya Ada unsur Politik antara Kerajaan2 Islam di tanah Jawa
        Yang ingin saya tanyakan kepada penulis di blog ini bagaimana caranya kita mengajak umat islam untuk menjalankan syari’at yg yg ada dalam Alqur’an yg dibawa nabi Muhammad Saw dengan benar???? Sementara orang yg kita ajak bersyari’at tidak mengerti untuk apa sebanarnya syari’at dan untuk siapa Syari’at itu???Pada kenyataannya kita lihat syaria’t mereka buat sebagai tameng untuk menghalalkan segala kecurangan hidup di dunia hanya untuk memenuhi nafsu keduniawian.kalau boleh saya ambil contoh adalah pelaku korupsi dari kalangan Departemen Agama yg membawahi Agama Islam. Kenapa orang2 yg ingin naik haji harus di pungli, surat nikah yg biayanya mahal dan untuk bersekolah di MTsN/MAN dan kenapa murid yg nilainya tinggi tidak lulus.tapi kenapa murid dengan Kwalitas rendah dengn hanya membawa beberap puluh lemar soekarno-Hatta bisa diterima Padahal di lembaga tersebut tempat berkumpulnya para ahli hukum agama Islam dan mereka selalu berpegang kepada syari’at.
        kemana sholat mereka ???yg tidak pernah tertinggl 5 kali sehari. padahal dalam sholat mereka berjanji dan bersaksi bahwa sholatnya dan ibadahnya hanya untuk allah semata dan bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasullah.Tapi sehabis sholat mereka melakukan korupsi berjama’h, mereka seolah-olah mentiadakan adakan Tuhannya.Padahal pada saat mereka melakukan korupsi, Allah berada sangat dekat bahkan lebih dekat ari urat lehernya.Kalau menurut saya mudah2an ini salah. Sesorang akan mejalankan syari’at sesuai yg dengan Alqur’an dan hadist apabila telah mengenal dan mengerti akan Tuhanya dan wujudnya melalui Asma’ul Husna dan namaNya yg paling utama yaitu Allah zat yg awal ada dan mengakhir segalanya.
        Dan keberadaanya Mutlak Hanya Satu. Jadi Syari,at sebenarnya untuk melindungi iman ketauhitan kita agar tak mudah rusak dan tergoda syaitan. Demikianlah tanggapan saya yg ilmunya hanya ibarat air setetes di tengah samudra yg luas .

        barakah hi said:
        November 27, 2011 pukul 12:06 am

        ajaran sesat. harus mengaji surat al ikhlas tuh.

        Kawer-kawer said:
        Februari 25, 2012 pukul 7:43 am

        Assalamu’alaikum saudara muslim sekalian. Kali ini saya terbitkan sebuah kisah yang mana jika kita dapat menghayatinya maka hati kita akan tersentuh bahkan tak kuasa mnahan air mata yaitu ketika Habibullah Muhammad kekasih kita mendapat ujian untuk membuktikan kenabian-Nya. Namun dia , ehh salah namun sebaiknya langsung saja dibaca ceritanya daripada sulit memahami salam saya ini. hhhe :D ^_^

        Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. (Ar-R’ad 13:11)
        Pada zaman jahiliah di antara beberapa orang raja ada seorang raja yang bernama raja Habib lbnu Malik di kota Syam. Orang-orang arab menggelarnya “Raihanah Quraisyin.”
        Ketika Raja Habib bersama angkatan tenteranya seramai 12,000 orang singgah di Abthah, iaitu suatu tempat dekat kota Makkah maka datanglah Abu Jahal beserta pengikut pengikutnya memberikan berbagai-bagai hadiah kepada raja Habib.
        Setelah itu Abu Jahal dipersilakan duduk di sebelah kanan raja Habib. Berkata raja Habib: “Wahai Abu Jahal katakan kepadaku tentang Muhammad.”
        Berkata Abu Jahal: “Tuan, silalah tuan tanya tentang Muhammad itu dari Bani Hasyim.”
        Raja Habib pun bertanya kepada Bani Hasyim: “Wahai Bani Hasyim, katakan pada beta tentang Muhammad itu.”
        Berkata Bani Hasyim: “Sebenarnya kami telah mengenal Muhammad itu sejak dia kecil lagi, orangnya sungguh amanah dan setiap katanya benar; dia tidak akan berkata selain dari yang benar. Apabila umur Muhammad meningkat pada 40 tahun dia telah mula mencela Tuhan kita dan dia membawa agama baru yang bukan datangnya dari nenek moyang kita.”
        Sebaik sahaja raja Habib mendengar penjelasan dan Bani Hasyim maka dia pun berkata: “Bawa Muhammad mengadap dengan cara baik, kalau Muhammad degil maka gunakan kekerasan.
        Setelah itu mereka pun mengutus salah seorang untuk menjemput Muhammad SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima pesanan raja, baginda pun bersiap-siap untuk pergi, sementara itu Abu Bakar ra dan Siti Khadijah menangis kerana takut baginda dizalimi oleh raja tersebut.
        Rasulullah SAW berkata: “Janganlah kamu berdua menangis, serahkanlah urusanku ini kepada Allah SWT.”
        Kemudian Ahu Bakar ra pun mengaturkan pakaian untuk RasuIulIah SAW yang terdiri dari baju berwarna merah dan serban berwarna hitam.
        Setelah Rasulullah SAW mengenakan pakaian tersebut maka baginda bersama Abu Bakar ra dan Khadijah ra pun pergi menghadap raja Habib. Setelah sampai di hadapan raja, Abu Bakar ra berdiri di sebelah kanan Rasulullah SAW sementara Siti Khadijah berdiri di belakang Rasulullah SAW.
        Apabila raja Habib melihat baginda Rasulullah SAW berdiri dihadapannya maka raja Habib pun bangun memberi hormat mempersilakan Rasulullah SAW duduk di sebuah kerusi yang diperbuat dari emas. Sementara itu Siti Khadijah yang merasa cemas berdoa kepada Allah SWT: “Ya Allah, tolonglah Muhammad dan mudahkanlah dia menjawab sebarang pertanyaan.”
        Sewaktu baginda duduk di hadapan raja Habib maka keluarlah cahaya memancar dari wajah baginda dan baginda duduk dengan tenang tanpa rasa takut.
        Raja Habib memulakan pertanyaan: ‘Wahai Muhammad, kamu pun tahu bahawa setiap Nabi itu ada mukjizatnya, jadi apakah mukjizat kamu itu?”
        Bersabda Rasulullah SAW: “Katakan apakah yang kamu kehendaki?”
        Berkata raja Habib: Aku mahu matahari itu terbenam dan bulan pula hendaklah turun ke bumi dan kemudiannya bulan hendaklah terbelah menjadi dua, kemudian masuk di bawah baju kamu dan separuh keluar melalui lengan baju kamu yang kanan dan sebelah lagi hendaklah keluar melalui lengan baju kamu yang kiri. Setelah itu bulan itu hendaklah berkumpul menjadi satu di atas kepala kamu dan bersaksi atasmu, kemudian bulan itu hendaklah kembali ke langit dan mengeluarkan cahaya yang hersinar dan hendaklah bulan itu tenggelam. Sesudah itu hendaklah matahari yang tenggelam muncul semula dan berjalan ke tempatnya seperti mulanya.”
        Setelah mendengar begitu banyak yang raja Habib kehendaki, maka baginda Rasulullah SAW pun bersabda:
        Apakah kamu akan beriman kepadaku setelah aku melakukan segala apa yang kamu kehendaki?”
        Berkata raja Habib: “Ya, aku akan beriman kepadamu setelah kamu dapat menyatakan segala isi hatiku.”
        Abu Jahal yang sedang menyaksikan percakapan itu segera melompat ke hadapan sambil berkata: “Wahai tuanku, tuanku telah mengatakan yang cukup baik dan tepat.”
        Rasulullah SAW pun keluar lalu pergi mendaki gunung Abi Qubais, kemudian baginda mengerjakan solat dua rakaat lalu berdoa kepada Allah SWT. Setelah berdoa maka turunlah malaikat Jibril as bersama dengan 12,000 malaikat dengan memegang panah di tangan mereka.
        Malaikat Jibril as berkata: “Assalamu alaika yaa Rasulullah, sesungguhnya Allah telah bersalam kepadamu dan berfirman:
        “Wahai kekasihku, janganlah kamu takut dan bersusah hati. Aku akan sentiasa bersamamu di mana sahaja engkau berada dan telah tetap dalam pengetahuanKu dan berjalan di dalam qada kepastianKu di zaman azali apa-apa yang diminta oleh raja Habib bin Malik pada hari ini; pergilah kamu kepada mereka dan berikan hujjahmu dengan tepat dan jelaskan keadaanmu dan keutusanmu. Ketahuilah sesungguhnya Allah SWT telah menundukkan matahari, bulan, malam dan siang. Sesungguhnya raja Habib itu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai kedua tangan, kedua kaki dan tidak mempunyai kedua mata. Dan katakan kepadanya bahawa Allah SWT telah mengembalikan kedua tangannya, kedua kakinya dan kedua matanya.”
        Setelah itu Rasulullah SAW pun turun dari gunung Abi Qubais dengan rasa tenang dan rasa gembira. Malaikat Jibril as di angkasa dan para malaikat berbaris lurus dan Rasulullah SAW berdiri di maqam Ibrahim. Dan adalah saat itu matahari terbenam.
        Matahari mulai seakan-akan berlari cepat, ertinya matahari cepat-cepat terbenam dan menjadi gelap gelita. Kemudian bulan terbit dengan terangnya, setelah bulan naik meninggi baginda Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan dua jari-jarinya kepada bulan itu, dan bulan seakan-akan berlari turun ke bumi dan berdiri di hadapan baginda Rasulullah SAW. Kemudian bulan itu bergerak-gerak seperti awan lalu bulan itu terbelah menjadi 2 dan bulan itu masuk di bawah baju Rasulullah SAW separuhnya keluar melalui lengan sebelah kanan baju baginda sementara yang sebelah lagi keluar melalui lengan sebelah kiri baju baginda. Kemudian bulan kembali bercantum mengeluarkan cahaya dengan terang lalu berdiri di atas kepala Rasulullah SAW dengan berkata: “Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu hamba Allah dan RasulNya sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang membenarkan engkau Muhammad dan rugilah orang-orang yang menyalahi engkau.”
        Setelah bulan berkata demikian maka bulan pun kembali ke langit menjadi terang dan menghilangkan dirinya. Sebaik sahaja bulan menghilangkan dirinya maka matahari pun timbul kembali. Oleh kerana raja Habib telah mengatakan bahawa Rasulullah SAW mesti memberitahu rasa hatinya maka diapun berkata: ‘Wahai Muhammad, kamu masih ada satu syarat lagi.”
        Belum sempat Habib hendak berkata maka baginda Rasululah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai dua tangan, tidak mempunyai dua kaki dan dia juga tidak mempunyai dua mata dan sesungguhnya ketahuilah olehmu Allah SWT telah mengembalikan kedua tangan, kedua kaki dan kedua matanya.”
        Sebaik sahaja raja Habib mendengar dan meihat segala galanya maka dia pun berkata: “Wahai ahli Makkah, tidak ada kufur sesudah iman dan tidak ada keraguan sesudah yakin, oleh itu ketahuilah oleh kamu sekelian bahawa sesungguhnya aku bersaksi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang satu dan tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahawa sesungguhnya Muhammad itu hambaNya dan utusan-Nya.”
        Raja Habib dan semua bala tenteranya masuk Islam. Kemarahan Abu Jahal meluap-luap dan dia berkata: “Wahai tuan raja, apakah tuan percaya kepada ahli syihir ini sehingga syihir itu telah mempersonakan tuan.”
        Raja Habib tidak menghiraukan kata-kata Abu Jahal, sebaliknya raja Habib kembali ke negerinya Syam. Apabila raja Habib masuk ke dalam istananya dia disambut oleh anak perempuanya dengan mengucap: “Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu” (Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan AlIah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu adalah pesuruhNya dan utusanNya).
        Raja Habib tercengang dengan kalimah yang diucapkan oleh anaknya maka dia pun berkata: “Wahai anakku, siapakah yang mengajarkan kepada kamu kalimah ini?”
        Berkata anak raja Habib: “Sebenarnya sewaktu saya tidur, telah datang seorang lelaki lalu berkata kepada saya: “Sesunguhnya ayah kamu telah masuk Islam, kalau kamu mahu masuk Islam maka aku kembalikan segala anggota kamu dengan baik.” Setelah itu saya pun tidur dan pagi ini diri saya tidak ada yang
        kurang seperti yang ayah lihat sekarang”
        Kemudian raja Habib bersyukur sujud kepada Allah SWT agar nikmat iman dan bertambahlah keyakinan. Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba
        dikirimkan kepada Rasulullah SAW.
        Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama kuncu-kuncunya lalu berkata: “Kamu semua milik siapa?”
        Berkata rombongan itu: “Kami semua ini milik raja Habib bin Ibnu Malik dan kami hendak pergi pada Rasullulah SAW.”
        Sebaik sahaja Abu Jahal mendengar jawapan dari rombongan itu maka dia cuba merampas semua barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh kerana rombongan itu enggan menyerahkan barang-barang tersebut maka berlakulah pergaduhan antara kedua belah pihak. Apabila berlaku peperangan diantara kedua belah pihak maka berkumpullah penduduk kota Makkah dan datang bersama mereka Rasulullah SAW.
        Melihat akan kedatangan orang ramai maka berkata rombongan diraja itu: “Kesemua barang yang kami bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berhajat untuk rnenghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW.”
        Abu Jahal berkata: “Raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada saya.”
        Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua suka kalau aku mencadangkan sesuatu?”
        Berkata penduduk Makkah: “Ya, kami setuju.”
        Bersabda Rasulullah SAW: “Kita hendaklah memutuskan percakapan unta ini, untuk siapakah sebenarnya harta ini.
        Berkata Abu Jahal: “Kita tentukan perkara ini esok pagi.”
        Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok hari maka Abu Jahal pun balik dan terus pergi kepada berhala-berhala yang disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.
        Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama bapa saudara baginda danAbu Jahal bersama kuncu-kuncunya. Sebaik sahaja Abu Jahal sampai maka dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata: “Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata.” Setelah Abu Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namum unta-unta itu tidak berkata apa-apa.
        Maka berkata penduduk kota Makkah: ‘Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad pula untuk melakukannya.”
        Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata: ‘Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan kekuasaan Allah.”
        Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima ekor unta lalu berkata: “Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Ibnu Malik untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.”
        Sebaik sahaja unta itu berkata demikian maka RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan semua emas dan perak yang
        ada di atas unta lalu dikumpulkan sehingga menjadi bukit lalu berkata: “Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi pasir.”
        Kemudian dengan sekejap sahaja kesemua emas dan perak itu menjadi bukit sehingga sekarang.

        Nurani said:
        Maret 14, 2012 pukul 8:17 am

        Mengaku Islam ? apa buktimu. Janganlah percaya pada makhluk yang namanya manusia apapun derajat dan pangkatnya. Percayalah pada Allah dan Al Quran saja. Jika percaya pada manusia itu berarti telah menyekutukan Allah. Musriklah jika manusia percaya sama manusia.

        ekoman said:
        Juni 20, 2012 pukul 4:57 am

        maaf jawaban anda kurang tepat mas musafir ,jawablah dengan lugas dan bijak agar kita semu mendapat manfaat , …..terimakasih….

      musafir ilmu said:
      April 18, 2011 pukul 11:33 am

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh !

      @ siti jenar !

      Pernyataan anda *** @otong antum masih belum faham maksud dr kata2 wahdatul ujud, @khozin apa kah antum pernah belajar sihir dn sulap?? sehingga tau bahwa siti jenar mengunakn sihir dan sulap di-zaman nya. Antum semua yg menyata kn siti jenar sesat ibnu arabi dn halaj jg sesat pernah belajar dgn nama2 yg antum semua tuduh sesat.. SEDANGKAN ANTUM TDK HIDUP DI-ZAMAN NYA ***

      Jawab : anda mengajak kepada jalan KILAS BALIK secara dzohir, itu suatu pemikiran yg sempit, tidaklah masuk akal,……….apakah anda menganut islam karena anda mengalami jaman BERSAMA Rasululloh ? tentunya tidak bukan ??!!………cobalah belajar dari beberapa sumber, supaya wawasan kita luas, cobalah juga belajar sejarah !,

      Contoh, Jika anda seorang islam, coba sekali2 anda belajar tahu apa itu Kristen, budha, hindu dll, sehingga anda akan mengetahui perbedaan2 paham dari masing2 agama, lalu anda simpulkan mana yg lebih bisa diterima. Dengan demikian wawasan kita akan luas, dan keimanan kita PASTI.
      = = = = = = = = = = = = = =

      Pernyataan anda *** Antum semua yg menyatakn siti jenar sesat ibnu arabi dn halaj jg sesat pernah belajar dgn nama2 yg antum semua tuduh sesat ?. Sedang kn antum tdk hidup di-zaman nya ***

      Jawab : jangan berfikir kerdil saodaraku, dijaman hidupnya siti jenar dan ibnu arabi, hidup juga ORANG2 YANG PANDAI,……….mengapa siti jenar dan ibnu arabi sampai dieksikusi ?…………..itu lah, ….coba sedikit luangkan waktu untuk cari tahu kenapa ???,
      yg menyatakan siti jenar sesat, ibnu arabi dan halaj jg sesat, itu MEREKA dijamannya !!
      = = = = = = = = = = = = = =

      Pernyataan anda *** Antum semua masih tidur dn di-buai mimpi yg indah. Sebelumseluroh langit dn bumi ada atau wujud dn sebelum nabi dn para malaikat di-cipta siapa yg WAHDATUL UJUD DULU??? ***

      Jawab : itu pertanyaan anak TK ndak bobot ! jawab saja dengan persimu sendiri !!
      = = = = = = = = = = = = = =

      Maaf jika sedikit tegas, maklum anda dan saya saling silang pemahaman

      Wasallam !!

        jeruk-purut said:
        Mei 13, 2011 pukul 4:35 pm

        pelajarilah ilmu bahasa, ilmu mantiq, ilmu sastra, ilmu kalam, ilmu akhlak… MAKA SEMUANYA AKAN TERANG BENDERANG tentang apa yang anda bahas dg debat-kusir itu sahabat… membahas sebuah ilmu, wacana, atau pemikiran, tak bisa engkau bedah atau engkau cerna dengan asal dilogis2kan, atau asal dibenar2kan, atau disalah2kan… PELAJARILAH PEMIKIRAN YANG DIBAHAS DG UTUH… PELAJARILAH DG SESUAI ILMUNYA… TENTU, ILMU JIWA TAKKAN ENGKAU PAHAMI, JIKA ENGKAU BAHAS DENGAN ILMU KIMIA. KAGAK NYAMBUNG. atau, jangan suruh tukang batu bikin pesawat. Karena yg mereka miliki adalah ilmu membuat batu. Bukan bikin pesawat…

        arfan tambunan said:
        Mei 18, 2011 pukul 7:08 am

        akan datang suatu jaman dimana umat islam ribut akan islam.sesat seseorang bukan berarti bisa kita ucapkan dari apa yang kita lihat .kita ribut masalah sitijenar .tapi kita tidak mau berjuang mengikuti sunnah rasul.apakah kalian tau sitijenar disiksa di alam kubur pasti tidak .serah kan semua ini kepada allah swt .

        danurim said:
        Juli 24, 2011 pukul 8:53 pm

        Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

        Maaf bagi anda yg pernah membaca buku2 Tentang STJ dan juga penulis blog ini saya ingin bertanya?? Apakah ada tentang Ajarannya STJ yg mengajarkan untuk mengetahui Dzatnya, mohon di bedakan kata zat dan Dzat.
        Setahu saya yg dilarang oleh Baginda Rosullah itu ialah Kita dilarang untuk mengetahui tentang Dzat NYA. Karena akal dan pikiran manusia tak akan pernah sampai Sekalipun Manusia tersebut sangat Jenius seprti Imam Ghozali, Albert Einstein, Newton. Kalau sampai ada ajaran dari STJ Al-Hallaj , Ibnu Arabi mengenai Dzatnya itu adalah sesat. tapi kalau yg ada cuman ajaran tentang zat dari Allah
        yang fungsinya untuk memudahkan manusia untuk mengenal dan keberadaan akan Tuhannya saya berpendapat itu bukanlah ajaran yang sesat.
        Bukankah Di Alqur’an 1/3 bagianya tentang ilmu Tauhid.
        Bukankah Allah sendiri mengajak manusia dapat bertemu dengan Dia
        dimana kita orang islam diberi kesempatan untuk menemukanya memalui sifatnya yg tecantum dalam Asmaul Husna.Yg sebagian sifatnya ada pada diri kita seperti Al Rahman, Al Rahim,(sesunggunya kasih sayang Allah sangat luas dan tak terbatas) demikian juga Rahim yg di miliki oleh wanita, berartikan kita juga sudah melihat wujud rahim itu bagaimana (yg sering liat tuh dokter kandungan) jadikan sebenarnya Allah itu sudah bisa lihat di dunia lwt sifatNya tersebut.
        Yang Maha Kuasa : Sinar Bulan purnama yg bergantung di langit tanpa bingkai bukan kah itu wujud tuhan . dan lain dengan kesegala KeMahaannya
        Jadi menurut saya wujud Allah sudah bisa di lihat di dunia.Mengapa mesti menunggu kita harus mati dulu.kalau menunggu mati dulu itu mah keburu kita nggak menggenal tuhan. Emangnya kita tau umur kita sampai berapa tahun??????

        Terus saya juga mau tanya nih kenapa ya banyak korupsi di dirjen Bimas Islam di Depag dan lembaga pendidikanya sperti di MTsN dan MAN.padahalkan di situ tempatnya para Ahli di bidang Syari’at yg belajarnya konon sampai ke Negara2 asal-usul Islam. Apa memang mereka yg ada di Depag(oknum yg suka korupsi) tsb menunggu mati dulu baru menemui tuhannya.Terus semasa hidupnya apakah tidak menyadari bahwa sifat Allah ada di dirinya???(Sifat dan keberaan Allah itu ada di setiap mahluknya terutama manusia))))

        mohon maaf saya hanya orang awan yg nggak paham, mengapa kita sebagai yg hanya mahluk Ciptaanya begitu mudahnya mengatakan Sesat, bid’ah dll yg bernada memfitnah?????

        Terus bagaimana seandainya penulis yg mengulas STJ di blok ini mendapatkan rahmatnya berupa ma’rifat wahdahiyah / tinggkatan wali Allah dan tersingkapnya rahasia alam ini. Apa yg akan penulis katakan. Dan bagaimana bila ada yg mengatakan anda sesat

        Nurani said:
        Maret 14, 2012 pukul 8:22 am

        Rupanya anda merasa paling mengerti, paling paham tentang Islam. Tapi aku tidak akan mempercayai apapun syiar anda. toh anda tidak punya sertifikat dari Allah kan, buat apa dipercaya

        Hamba ALLAH said:
        April 11, 2012 pukul 12:34 am

        Assalamualaikum.wr.wb. Saya selalu mengamati dan menyimak blog ini,tp tolong untuk menyangkut waliyulloh beribu2 maaf pada admin tolong di kaji lbh mendalam dahulu yah.. Berikut ini harap dibaca kalau mau mempelajari sejarah dan jangkauan batin”
        closed. Merajut sebuah ilmu dan menjadikannya sehelai kain yang didalamnya penuh akan keindahan corak dan warna, inilah yang diidamkan seluruh ahli sufi. rajutan demi rajutan tentang segala pemahaman ilmu, penghayatan dan keluasan tentang segala kebesaran Allah SWT, perjalanan dan pengorbanan yang selalu dilakoninya sedari kecil, membuat segala macam ilmu yang ada padanya menjadikannya serajat seorang waliyulloh Kamil.
        Dalam pandangan para Waliyulloh, dimana badan telah tersirat asma Allah dan segala tetesan darahnya telah mengalir kalimat tauhid, dimana setiap detak jantung selalu menyerukan keagunganNya dan setiap pandangan matanya mengandung makna tafakkur, tiada lain orang itu adalah seorang waliyulloh agung yang mana jasad dan ruhanuyahnya telah menyatu dengan dzat Allah. inilah senjungan yang dilontarkan oleh seluruh bangsa wali kala itu pada sosok Kanjeng Syeikh Siti Jenar.
        Rohmat yang tersiram didalam tubuhnya, ilmu yang tersirat disetiap desiran nafasnya, pengetahuan tentang segala makna ketauhidan yang bersemayam didalam akal dan hatinya, membuat kanjeng Syeikh Siti Jenar menjadi seorang guru para Wali, lewat kezuhudan yang beliau miliki serta keluasan ilmu yang dia terpkan, membuat segala pengetahunnya selalu dijadikan contoh. beliau benar- benar seorang guru agung dalam mengembangkan sebuah dhaukiyah kewalian / tentang segala pemahaman ilmu kewalian. tak heran bila kala itu banyak bermunculan para waliyulloh lewat ajaran ilafi yang dimilikinya.
        Diantara beberapa nama santri beliau yang hingga akhir hayatnya telah sampai kepuncak derajat Waliyulloh kamil, salah satunya, sunan Kali Jaga, Raden Fatah, Kibuyut Trusmi, Kigede Plumbon, Kigede Arjawinangun, Pangeran Arya Kemuning, Kiageng Demak Purwa Sari, Ratu Ilir Pangabean, Gusti Agung Arya Diningrat Caruban, Pangeran Paksi Antas Angin, Sunan Muria, Tubagus Sultan Hasanuddin, Kiageng Bimantoro Jati, Kisubang Arya Palantungan dan kigede Tegalgubug.
        Seiring perjalanannya sebagai guru para wali, Syeikh Siti Jenar mulai menyudahi segala aktifitas mengajarnya tatkala Syarif Hidayatulloh / Sunan Gunung Jati telah tiba dikota Cirebon. bahkan dalam hal ini bukan hanya beliau yang menyudahi aktifitas mengajar pada saat itu, dedengkot wali jawa, sunan Ampel dan sunan Giri juga mengakhirinya pula. mereka semua ta’dzim watahriman / menghormati derajat yang lebih diagungkan, atas datangnya seorang Quthbul muthlak / Raja Wali sedunia pada zaman tersebut, yaitu dengan adanya Syarif Hidayatulloh, yang sudah menetap dibumi tanah jawa.
        Sejak saat itu pula semua wali sejawa dwipa mulai berbondong ngalaf ilmu datang kekota Cirebon, mereka jauh-jauh sudah sangat mendambakan kedatangan,
        Syarif Hidayatulloh yang ditunjuk langsung oleh Rosulullos SAW menjadi sulthan semua makhluk (Quthbul Muthlak). Nah sebelum misteri kupas tuntas tentang jati diri, syeikh siti jenar, tentunya pembaca majalah kesayangan kita agak merasa bingung tentang jati diri Syarif Hidayatulloh yang barusan dibedarkan tadi “mengapa Syarif Hidayatulloh kala itu sangat disanjung oleh seluruh bangsa wali?”
        Dalam tarap kewalian, semua para waliyulloh tanpa terkecuali mereka semua sudah sangat memahami aakan segala tingkatan yang ada pada dirinya. dan dalam tingkatan ini tidak satupun dari mereka yang tidak tahu akan segala derajat yang dimiliki oleh wali lainnya, semua ini karena Allah SWT jauh-jauh telah memberi hawatief pada setiap diri para waliyulloh tentang segala hal yang menyangkut derajat kewalian seseorang.
        Nah, sebagai pemahaman yang lebih jelas, dimana Allah SWT menunjuk seseorang menjadikannya derajat waliyulloh maka pada waktu yang bersamaan nabiyulloh Hidir AS yang diutus
        langsung oleh malaikat Jibril AS, akan mengabarkannya kepada seluruh para waliyulloh lainnya tentang pengangkatan wali yang barusan ditunjuk tadi sekaligus dengan derajat yang diembannya. disini misteri akan menuliskan tingkatan derajat kewalian seseorang dimulai dari tingkatan yang paling atas ” Quthbul Muthlak – Athman – Arba’ul ‘Amadu – Autad – Nukoba – Nujaba – Abdal dan seterusnya”
        Nah dari pembedaran ini wajar bila saat itu sekuruh wali jawa berbondong datang ngalaf ilmu ketanah Cirebon, karena tak lain didaerah tersebut telah bersemayam seorang derajat Quthbul Muthlak yang sangat dimulyakan akan derajat dan pemahaman ilmunya.
        Kembali kecerita syeikh Siti Jenar, sejak adanya Syarif Hidayatulloh yang telah memegang penting dalam peranan kewalian hampir seluruh wali kala itu belajar arti ma’rifat kepadanya, diantara salah satunya adalah syeikh Siti Jenar sendiri.
        Empat tahun para wali ikut bersamanya dalam “Husnul Ilmi Al Kamil” / menyempurnakan segala pemahaman ilmu. dan setelah itu Syarif Hidayatulloh menyarankan pada seluruh para wali untuk kembali ketempat asalnya masing- masing. mereka diwajibkan untuk membuka kembali pengajian secara umum sebagai syiar islam secara menyeluruh. Tentunya empat tahun bukan waktuyang sedikit bagi para wali kalaitu, mereka telah menemukan jati diri ilmu yang sesungguhnya lewat keluasan yang diajarkan oleh seorang derajat Quthbul Muthlak sehingga dengan kematangan yang mereka peroleh tidak semua dari mereka membuka kembali pesanggrahannya. Banyak diantara mereka yang setelah mendapat pelajaran dari Syarif Hidayatulloh, segala kecintaan ilmunya lebih diarahkan kesifat Hubbulloh / hanya cinta dan ingat kepada Allah semata. hal seperti ini terjadi dibeberapa pribadi para wali kala itu diantaranya Syeikh Siti Jenar, Sunan Kali Jaga, Sulthan Hasanuddin Banten, Pangeran Panjunan, Pangeran Kejaksan dan Syeikh Magelung Sakti. mereka lebih memilih hidup menyendiri dlaam kecintaannya terhadap Dzat Allah SWT, sehingga dengan cara yang mereka lakukan menjadikan hatinya tertutp untuk manusia lain. keyakinannya yang telah mencapai roh mahfud membuat tingkah lahiriyah mereka tidak stabil, mereka bagai orang gila yang tidak pernah punya rasa malu terhadap orang lain yang melihatnya. seperti halnya Syeikh Siti Jenar beliau banyak menunjukkan sifat khoarik / kesaktian ilmunya yang dipertontonkan didepan kalayak masyarakat umum, sedangkan sunan kali jaga sendiri setiap harinya selalu menaiki kuda lumping yang terbuat dari bahan anyaman bambu. sulthan Hasanuddin lebih banyak mengeluarkan fatwa dan selalu menasehati pada binatang yang dia temui. Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan kakak beradik ini setiap harinya selalu membawa rebana yang terus dibunyikan sambil tak henti-hentinya menyanyikan berbagai lagu cinta untuk tuannya Allah SWT. dan Syeikh Magelung Sakti lebih dominan hari-harinya selalu dimanfaatkan untuk bermain dengan anak-anak.
        Lewat perjalanan merka para hubbulloh / zadabiyah / ingatannya hanya kepada Allah SWT semata. tiga tahun kemudian mereka telah bisa mengendalikan sifat kecintaannya dari sifat bangsa Dzat Allah, kembali kesifat asal yaitu syariat Dhohir. namun diantara mereka yang kedapatan sifat Dzat Allah ini hanya Syeikh Siti Jenar, yang tidak mau meninggalkan kecintaannya untuk tuannya semata (Allah). beliau lebih memilih melestarikan kecintaannya yang tak bisa terbendung, sehingga dengan tidak terkontrol fisik lahiriyahnya beliau banyak dimanfaatkan kalangan umum yang sama sekali tidak mengerti akan ilmu kewalian.
        Sebagai seorang waliyulloh yang sedang menapaki derajat fana’, segala ucapan apapun yang dilontarkan oleh Syeikh Siti Jenar kala itu akan menjadi nyata, dan semua ini selalu dimanfaatkan oleh orang- orang culas yang menginginkan ilmu kesaktiannya tanpa harus terlebih dahulu puasa dan ritual yang memberatkan dirinya. dengan dasar ini orang-orang yang memanfaatkan dirinya semakin bertambah banyak dan pada akhirnya mereka membuat sebuah perkumpulan untuk melawan para waliyulloh. dari kisah ini pula Syeikh Siti Jenar berkali kali dipanggil dalam sidang kewalian untuk cepat-cepat merubah sifatnya yang banyak dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, namun beliau tetap dalam pendiriannya untuk selalu memegang sifat Dzat Allah. bahakan dalam pandangan Syeikh Siti Jenar sendiri mengenai perihal orang-orang yang memanfaatkan dirinya, beliau mengungkapkannya dalam sidang terhormat para waliyulloh. “bagaimana diriku bisa marah maupun menolak apa yang yang diinginkan oleh orang yang memanfaatkanku mereka semua adalah makhluk Allah, yang mana setiap apa dikehendaki oleh mereka terhadap diriku, semua adlah ketentuanNya juga” lanjutnya ” diriku hanya sebagai perantara belaka dan segala yang mengabulkan tak lain dan takbukan hanya dialah Allah semata. karena sesungguhnya adanya diriku adanya dia dan tidak adanya diriku tidak adanya dia. Allah adalah diriku dan diriku adalah Allah, dimana diriku memberi ketentuan disitu pula Allah akan mengabulkannya. jadi janganlah salah paham akan ilmu Allah sesungguhnya, karena pada kesempatanmya nanti semua akan kembali lagi kepadaNya.
        Dari pembedaran tadi sebenernya semua para waliyulloh , mengerti betul akan makna yang terkandung dari seorang yang sedang jatuh cinta kepada Tuhannya, dan semua waliyulloh yang ada dalam persidangan kala it tidak menyalahkan apa barusan yang diucapkan oleh Syeikh Siti Jenar. hanya saja permasalahannya kala itu, seluruh wali sedang menapaki pemahaman ilmu bersifat syar’i sebagai bahan dasar dari misi syi’ar Islam untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat luas yang memang belum mempunyai keyakinan yang sangat kuat dalam memasuki pencerahan arti islam itu sendiri, wal hasil semua para wali pada saat itu merasa takut akan pemahaman dari Syeikh Siti Jenar yang sepantasnya pemahaman beliau ini hanya boleh didengar oleh orang yang sederajat dengannya, sebab bagaimanapun juga orang awam tidak akan bisa mengejar segala pemahaman yang dilontarkan oleh Syeikh Siti Jenar. sedangkan pada saat itu,
        Syeikh Siti Jenar yang sedang kedatangan sifat zadabiyah, beliau tidak bisa mengerem ucapannya yang bersifat ketauhidan, sehingga dengan cara yang dilakukannya ini membawa dampak kurang baik bagi masyarakat luas kala itu.
        Nah, untuk menanggulangi sifat Syeihk Siti Jenar ini seluruh para wali akhirnya memohon petunjuk kepada Allah SWT, tentang suatu penyelesaian atas dirinya, dan hampir semua para wali ini mendapat hawatif yang sama yaitu ” Tiada jalan yang lebih baik bagi orang yang darahnya telah menyatu dengan Tuhannya, kecuali dia harus cepat-cepat dipertemukan dengan kekasihnya ” dari hasil hawatif para waliyulloh akhirnya Syeikh Siti Jenar dipertemukan dengan kekasihnya Allah SWT, lewat eksekusi pancung. dan cara ini bagi Syeikh Siti Jenar sendiri sangat diidamkannya. karena baginya mati adalah kebahagiaan yang membawanya kesebuah kenikmatan untuk selama- lamanya dalam naungan jannatun na’im.

        pro SSJ said:
        April 11, 2012 pukul 12:37 pm

        Oklah, Cuma ngabisin tenaga dan pikiran saja diskusi ini. Toh semua yang berpendapat tidak tahu sebenarnya dan tidak kenal sama Syech Siti Jenar. Menurutku semua orang yang telah bergelar Syech pasti keilmuannya benar. Kecuali orang yang mengaku Syech. Maka untuk menghemat tenaga dan pikiran, Musyafir Ilmu sajalah yang paling benar di dunia ini melebihi Eyang Syech Siti Jenar,

      ahfadzh said:
      Agustus 5, 2011 pukul 2:09 pm

      sabar siti jenar, ana cuma mau memberi tahu bahwa salah satu pembatal keislaman adalah tidak mau menyesatkan perbuatan sesat,padahal dia tahu klo itu sesat.
      tapi karena anda belum tahu apa bentuk kesesatan itu maka kami tidak bisa mengatakan anda sesat.
      tapi bagi orang2 yang tahu kesesatan tersebut,sudah selayaknya dia memberi tahu klo itu sesat,seperti jika anda makan ayam goreng dan ana tahu itu di kasih racun,bolehkah ana bilang ke antum?

      hai siti jenar,jangan makan itu ayam,ada racun di dalamnya..!

      apakah anda akan menjawab:

      “emang kamu siapa? kamu dah nyoba ayam ini belum?!”

      klo ana ikut nyoba makan bukankah saya yang bodoh?

      jika saya tidak mengingatkan anda,bukankah saya tidak sayang kepada saudara sesama muslim?

      jadi mengingatkan kesesatan itu bukan boleh lagi dalam keadaan spt itu,tapi wajib.

      bisa d terima?

        AMONGJITUN said:
        Juli 5, 2012 pukul 9:14 pm

        SAYANG SEKALI ANDA BUKAN ORANG JAWA YANG TIDAK MENGENAL ASAL USUL ORANG JAWA

      SHEVA said:
      Oktober 31, 2011 pukul 4:43 am

      ohhhhh ternyata anjing menggonggong keluar dari sarang ular hahaha krik…… krik…….. krik…………. hahahaha

        Abdullah Fajar said:
        April 28, 2012 pukul 3:07 am

        wuuuuh anjing menyalak bersuara kambing, embeeek,,,embeeek….terakhir berbunyi emmmmmbeeeeel …. eeemmmmmmbeeeeeeeeeeeeeellll

      andri said:
      November 23, 2011 pukul 12:01 am

      sesat atau tidak sesat bukan hanya didasari cerita atau pandangan fiktif belaka. katakanlah dengan bukti dan selami terlebih dulu sebelum menyatakan sesuatu.
      Allah berfirman dalam surat Al-Fatihah “Iya kana bu’du wa iya kanasta’in : Beribadahlah terlebih dulu dan barulah kamu meminta.
      Ini sangat jelas sekali,artinya jangan ambil gaji terlebih dulu kalau kerja belum selesai atau kalau masih makan bubur ya jangan makan nasi, pasti sakit kalau makan nasi maksudnya, kalau ibadahnya saja baru belajar ya jangan main menyalahkan atau memvonis ajaran seseorang itu sesat.
      kalau syeh siti jenar sesat, maka saya pun beranggapan sunan kalijaga pun sesat sebab dia sudah bertapa atau berdiam diri ditepi sungai tanpa maksud yang jelas dan meninggalkan syariat ( sholat ).
      dan sama halnya dengan syech Muhyidin Abdul Qodir Jaelani yang bisa menghidupkan orang mati dengan bahasa “Ya mayyit Kun BI Ijni” yang artinya “hey Mayyit Bangkitlah kau karena kehendak KU” sama juga dengan Al-Hallaj “Anal – Haq. semuanya itu perlu pemahaman, kenapa para ulama besar itu bisa berucap seperti itu, pasti ada sebab dan akibatnya. ada banyak keterangan yang menjelaskan seperti Lataharok fil jasad ila bi ijni ruh – Lataharok fil ruh ila bi ijnillah : Ga kan bisa jasad bergerak, berbicara, jantung berdetak darah mengalir tanpa seijin RUH, dan ga kan bisa Ruh bergerak tanpa ijin ALLAH. Kalau kita cermati yang membuat kita bisa bicara, mendengar, menghirup nafas dan lain maka itu adalah perbuatan ruh dan Ruh adalah Ghaib lebih atau lebih halus bahkan lebih Mulya dibanding Jin dan Syetan dan jika Allah memerintahkan kepada Ruh, “hey Ruh gerakanlah mulut Al-Hallaj dengan Ucapan “ANAL-HAQ” maka yang akan terucap dari bibir Al-Hallaj adalah “ANAL HAQ”
      Mata kasat yang MELIHAT, telinga kasar yang MENDENGAR akan memvonis “Al-Hallaj atau Siti Jenar atau Ibnu ARABI SESAT”
      Tapi orang-orang yang terbuka mata hatinya semua akan mengucap “SUBHANALLAH”..

    siti jenar said:
    April 18, 2011 pukul 11:03 pm

    @musafit yg berfikiran yg tdk faham tentang ajaran wahdatul wujud yg antum pelajari hanya suka mengkafir kn sesama muslim dn membuat tuduhan sesat. Coba antum koreksi diri antum apa antum sudah mengamal kn apa2 yg alquran dn sunah nabi??? Taik cicak itu di-buang doank dulu baru bicara.. Ana rasa kalian yg pintar baca quran dn konon nya mengikut sunah hanya sebatas kata2 kalo nabi bersikap saperti antum mungkin gak akn ada berkembang agama kita.. Golongan antum menyalah kn dn mensirik kn selawat nariayah dn selawat nurizati sesat dn bid ah… Nah antum selawat aja pd perdana. Antum tau siapa yg mencipta selawat nariyah dn selawat nurizati??? Ana bermohon kalo selawat itu benar biar antum terima musibah dr Allah atas kata2 yg mengata kn selawat tersebut sesat….. Harus nya otak antum dn golongan antum harus di-cuci pake sabun biar bersih dr fitnah para sufi yg haq.. Antum dn golongan antum masih tidur kerna merasa diri hebat dn alim mengaku2 berbuat amal….malu doank…

      barakah hi said:
      November 27, 2011 pukul 9:42 pm

      saat ni ane sependapat sama wahabis.
      jenar sesat titik. heran banget kalau ada org muslim yg bertauhid masih mencari pembenaran atas keterang benderangan dari kesesatan paham “bla2 wujudnya”. setahu ane yg suka ngebela jenar biasanya dari kaum jimat, kuburiyin n kaum pembela GUSDUR! yg selalu bersebrangan dgn ulama islam. yg selalu berpihak pada kaum KAFIR. cuih!

      silahkan kaji lagi surah Al ikhlas!!

        wonG ndeso said:
        Desember 1, 2011 pukul 1:31 pm

        ORANG YANG SUKA MENCACI TIDAK LEBIH DARI SETAN…

        rollis said:
        Maret 4, 2012 pukul 10:49 am

        mas, mbak, mbah,..nuwun sewu…apa yang telah diperdebatkan ini akan menyelesaikan suatu pencarian kebenaran yang hakiki?….
        nusantara ( indonesia ) adalah tempat yang benar2 suci…mengapa…karena para nabi tidak ada yang diturunkan di negeri yang indah ini. Para nabi diturunkan di daerah yang sebagian besar adalah timur tengah…karena daerah tersebut memang sangat memerlukan seseorang atau utusan yang bisa menuntun manusia kembali ke fitrah serta titahnya…menjadi manusia yang baik.
        …artinya pada waktu itu di timur tengah banyak sekalli terjadi hal – hal yang tidak diperkenankan sang pencipta.

        itu alasan mengapa para nabi tidak diturunkan di nusantara ini…khususnya Indonesia ini.

        lalu mengapa ada wali dan lainnya di negeri ini…?
        karena para manusia di zaman itu mulai terpengaruh lingkungan ( budaya luar, khususnya budaya timur tengah…)

        selama ini kita hanya melihat bungkusnya, selimutnya, jaketnya atau istilah keren dan istilah yang terkenal adalah…Casing-nya saja.

        coba cari dan runut kesemuanya dari asal mulanya, sejarah yang murni ..bukan yang diputar balikkan.
        atau klw ndak mau repaot jauh dan terlalu jauh mencari sejarah mereka…yang deket saja lah…seperti “G 30s/ PKI” …sebuah contoh pemutar balikan fakta.
        dan hal itu terjadi pula pada sejaran tuntunan kehidupan yang ada di dunia ini yang kemudian disebut secara umum dengan AGAMA.

        mudahnya begini saja…kan kita semua tahu bahwa kita hidup dengan ruh yang ditiupkan sang pencipta ke jiwa dan raga kita…( hati ). beliaulah yang bisa menunjukan dan menuntun kita semua untuk mengetahui semua yang terkubur rapi.

        ndak perlu berdebat….karena dengan berdebat pun ndak akan menemukan titik temu.

        yuk mari perbaiki diri kita masing – masing untuk menuju sebuah kehidupan yang hakiki kelak…siapa tahu 5 menit nanti setelah kita membaca, ataupun seminggu kemudian kita mati. iiihhiiiirrrr…..

        klw belum bisa melihat dengan jelas apa isi, apa yang ada di alam kubur..hendaknya tidak mengatakan / memvonis ini itu..seperti ini dan seperti itu…
        karena dari awal hingga saat ini pun belum ada yang menemukan titik terang nya kan?

        :)

        Mas Joko said:
        Maret 11, 2012 pukul 6:42 pm

        Mungkin kita tidak perlu menghujat apapun pada agama maupun kepercayaan lain. Ada orang-orang tertentu saja yang suka “bikin ulah”, termasuk orang Islam sendiri terhadap Islam, kan?! Agamanya, insyaallah tidak mengajarkan yang mencerca dan mencaci agama lain, para penganutnya yang suka salah! Islam pun mengakui ini. “Al-islamu mahjubun bil-muslim” (kebenaran dan keindahan hakiki Islam itu suka tertutupi oleh perilaku tak terpuji orang Islam tertentu).

    siti jenar said:
    April 18, 2011 pukul 11:13 pm

    @musafir antum kata yg menyesat kn ibnu arabi,siti jenar dn halaj adalah orang pintar di-zaman nya. Lalu kenapa antum dn golongan antum mengikut dalam menyesat kn sesama muslim. Antum harus di-mandi di-sumur 7 biar fikiran antum jd waras dn sadar….hehehehe jgn marah doank bergurau aja udah panas. Syeh otong apa kabar nya udah bangun apa belum bersama teman darno. Kok masih tdur udah kesiangan hari ni hehehe.

      Temannya Darno said:
      April 19, 2011 pukul 3:21 am

      Hallo Siti Jenar,

      belakangan ini koneksi lelet bgt, ana nyimak dulu. dilanjut…

        Temannya Darno said:
        April 19, 2011 pukul 3:36 am

        oh ya,

        Salam buat keluarga dan teman antum di singapore, Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, amin.

      sie kuncunk said:
      Mei 4, 2011 pukul 7:25 pm

      WAHABI ELO AJAK DEBAT FREIND………….. SMPE LO TUA GA BKAL NGERTI MEREKA……..!!!!!!!!!!!!!

      “akeh kang apal qur’an hadise….
      seneng ngafirke marang liyane…….
      kafire dewe ga’ di gatekke….
      yen iseh kotor ati akale….”

        M.Soege-Ardhianto said:
        Mei 11, 2011 pukul 11:04 am

        Robbanaghfirlanaa djunuubanaa maa ’alimnaa minhaa, wamaa lam na’ lam

    Temannya Darno said:
    April 19, 2011 pukul 3:28 am

    ‘-
    @Admin,

    Kalo ada waktu tlg buat artikel tentang ”Al-Kufru al-Asghar dan Al-Kufru Akbar”. tdk sedikit pengunjung yg belum mengetahui makna ”kafir”.

    Thks.

    najma said:
    April 19, 2011 pukul 2:37 pm

    Anda mengatakan bahwa syekh siti jenar sesat?? apakah saudara pernah secara langsung berhadapan dengan beliau? apakah anda cuma tahu dari buku dan ceritanya? bisa jd org2 yang mengatakan beliau pada zaman dahulu tidak mengerti dengan ajaran beliau…banyak kemungkinan mas…anda hanya mengerti dari cerita jangan kau simpulkan dari satu sisi…

      Temannya Darno said:
      April 19, 2011 pukul 3:36 pm

      @Mas Najma,

      Pernyataan anda :

      ”…anda hanya mengerti dari cerita jangan kau simpulkan dari satu sisi…”

      – Bisa anda jelaskan dari sisi pandangan anda mas?! Thks.

        musafir ilmu said:
        April 19, 2011 pukul 3:45 pm

        Temannya Darno !! antum knl ana nggak ??

        Temannya Darno said:
        April 19, 2011 pukul 3:56 pm

        @Kang Padang Ratu,

        Maksudnya apa Kang?
        Sy kenal Akang sebatas diblog ini, belum kenal/tidak mengetahui siapa Akang sebenarnya di dunia nyata.

        Sengaja sy menghindar email atau FB dan sejenisnya, sebagai pagar tobat dan belajar salaf sy.

        PC/Laptop dan HP sy aja, tidak menampilkan Java dan picture, palaur ah! ^_^

        Mas Joko said:
        Maret 11, 2012 pukul 6:43 pm

        Bahagialah orang yang paham di kepahamannya, dan paham di ketidakpahamannya, daripada orang yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu, dan juga tidak tahu bahwa ia sebenarnya tahu, apalagi tahu bahwa ia pura-pura tahu, atau bahkan lebih jauh lagi, tahu bahwa ia sok tahu, tetapi ia pura-pura tidak tahu dan tetap saja sok tahu. Celaka lagi yang tidak tahu bahwa ia suka menganggap orang lain tidak tahu dan hanya ia yang paling tahu.

    To_meneng said:
    April 19, 2011 pukul 5:18 pm

    Blok apa ini,… isinya kok hanya mengkafirkan sesama muslim.
    Sedangkan Rasulullah saja dengan orang kafir tidak mau menjelek-jelekkan.

      musafir ilmu said:
      April 19, 2011 pukul 7:33 pm

      ditelaah dulu gan !!!

        Abdullah Fajar said:
        April 28, 2012 pukul 3:16 am

        Setelah ditelaah, ditelan, rasa2 nya blog ini blog bodhoh, pengunjungnya bodhoh termasuk aku mengapa terSESAT masuk BLOG SESAT INI >>>

      kundalini said:
      Mei 27, 2011 pukul 8:01 am

      betul mas yang berhak memfonis seseorang itu hanya Allah saja wong kita ini sama 2 manusia yg tak luput dari dosa kok sok benar…ngaca dong solatrmu dah benar belum..? solat ko mengharap pahala dan surga coba kalo surga ga pernah diciptakan Allah mau ga manusia solat..?

        Abdullah Fajar said:
        April 28, 2012 pukul 3:19 am

        Ini cerdas ini kundalini. ini.betul kun …

      Muhamad Sirkham said:
      November 4, 2011 pukul 11:10 am

      allah maha pengasih dan pengampun ,,ampuni hambamu ini yang banyak dosa,,, antum semua istigfarlah,,,jagan sampai ini jd permusuhan ,,,, tak ada yang pintar termasuk aku selain allahh,,,kl emang stj sesat kita doakan biyar diampunkan dosanya,karnamungkn tidak mengerti,,,kl tidak sesat ampunilah orang yang menyesatkan stj karn mungkn juga tak mengerti,,,allah maha pengampun saudaraku mari kita beristighfar,,,,,, almuslim akhul muslim apappun itu aliranya,,,kita lakukan aliran yang kita ya kini,,, dan biyarkan mereka lkukan aliranya sendiri ,,, kl udaah melafalkan shahadatain mk mereka semua saudara kita ,,, mhon maaf kl ada yag tersingung

    Temannya Darno said:
    April 19, 2011 pukul 9:31 pm

    Assalamualaikum
    @Ust Perdana,

    Teman lama kita ternyata masih suka ngintip tuh.

    ‘-
    @Ust Firanda
    @Ust Hartono Ahmad Jaiz,

    Anda berdua ditantang adu hujah :
    infonya disini :
    http://wongalusaceh.wordpress.com/2011/04/18/wahdatul-wujud-sesat-atau-tidak/

    Wongalusaceh dakwahnya sambil promosi illmu kesaksiannya..

      musafir ilmu said:
      April 19, 2011 pukul 10:19 pm

      hebat juga tuh orasinya sidukun gila, keukeuh karena berhubungan dengan periuknya, takut bila jimatnya tak laku mana mungkin dia dapat makan !!!

        danurim said:
        Juli 24, 2011 pukul 9:40 pm

        Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

        Seorang Taswub sejati yg sudah mencapai mar’fat tak pernah akan takut akan kehilangan rezekinya mereka umumnya tidak lagi tertarik akan duniawi.Mereka punya prinsip dunia untuk akhirat. Dalam arti kata mereka benar2 menghambakan dirinya dan sisa umurnya untuk akhirat. Ada juga dari mereka yg mengenal tasawub hanya sebatas tarekat(itupun tarekatnya blom sempurna dalam artikata baru dalam masa transisi dari dari tarekat menuju hakekat mereka ini yg mengatakan dunia untuk akhirat kemudian mereka mengumpulkan sebanyak mungkin materi. Karena di antara tarekat dan hakikat inilah adanya ujian dan pangkat setan yg mengodanya pun sudah jenderal bintang dua….Disitulah umumnya banyak sufi yg tersesat dengan ilmunya.Mreka yg sperti inilah yg biasnya takut akan kehilangan periuk nasinya(takut miskin) dan suka pamer ilmu/riya dan suka menyalahgunakan ilmunya

        kawulo alit said:
        Februari 5, 2012 pukul 2:49 am

        gan..!anda mengkfrkn orng & menngp orng yg tdk sphm dg anda itu sesat,ap anda yakin pst anda plng bnr???? inget kbnrn sejati hnya milik alloh, kita ini hny bs brusha mncr jln yg bnr, khtm kn dl ngj anda,biar tau sdkt ilmu alloh yg sjti

      musafir ilmu said:
      April 19, 2011 pukul 10:23 pm
        Temannya Darno said:
        April 20, 2011 pukul 6:53 pm

        Alhamdulillah, terima kasih kang, Semoga menjadi ladang amal. Sdh sy kunjungi, but posting komennya gagal mulu. Insyaallah sy coba lagi.

        pro SSJ said:
        April 11, 2012 pukul 12:40 pm

        Musyafir Ilmu hanyalah manusia yang juga bisa kentut baik lewat dubur maupun lewat mulut. Sayangnya kentut yang lewat mulut itu yang justru lebih berbau daripada kentut yang lewat duburnya. sehingga yang ngebaca bisa gebes-gebes akibat bau kentutnya.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 20, 2011 pukul 9:54 am

      Saya,sudah siap gantian bertandang ke blog wongalusaceh,namun kolom komentarnya tak pernah dimunculkan,TANYA KNAPA :)

      On Tue Apr 19th, 2011 10:32 AM EDT

        musafir ilmu said:
        April 20, 2011 pukul 10:32 am

        KARENA takut diserang

        jika kolom komentarnya dibuka lantas diserang terus terusan dukun itu kawatir jualan jimatnya tidak laku, kemana akan mengadu dgn masalah periuk ?

        Temannya Darno said:
        April 20, 2011 pukul 6:57 pm

        Insyaallah sy akan bikin surat terbuka dan sms dia. Lagi padat nih, mau ngirim barang dulu.. ^_^

    siti jenar said:
    April 19, 2011 pukul 11:48 pm

    musafir mulut mu kok kaya naga menuduh wongalusaceh sedemikian rupa antum goblog bin tolol masih belum tau lg sapa kasi rezaki sampe begitu kamu menghina mau masuk sorga puuuih bahasa kamu aja tdk menurut sunah nabi bodoh kamu rezeki aja kagak tau dr mana. Oh ya teman darno terima kasih doa nya ucapan doa yg sama buat antu semoga selalu di-berkahi Allah. Sy tdk ada niat sombong dgn musafir gila tp kalo dia merasa sombong ana akn lebih sombong la… Umur masih ingusan baru tau satu dua hadith gaya nya kaya imam besar hehe

      musafir ilmu said:
      April 20, 2011 pukul 12:18 am

      ketahuan kan bahwa ente sedang menyamar,…rindu ni ye sama blognya wahabi,………selincah lincahnya kejahilan takan dpt membohongi kebajikan,…..kena lu !!!!!!!!

        M.Soege-Ardhianto said:
        Mei 13, 2011 pukul 11:32 am

        Kanjeng Siti Jenar Merupakan Wali Islam Di Tanah Jawa,Yang Detik Ini Masih Tetap Paling Terkenal Dan Paling Unik Saking Uniknya Sampai Di Bahas Di Blog Ini,Bahkan Saling Sikut,Sana Sikut Sini,Bahkan Saling Caci Dan Memojokan Satu Dengan Yang Lain,Wah Kalo Ini Menjadi Diskusi Yang Nyata Bukan Lewat Sebuah Dunia Maya,Saya Ngak Bisa Membayangkan Apa Jadinya,Bisa-Bisa Asbak Mampir Di Muka Dan Perang Pengetahuan.”Apakah Begitu Ya Yang Di Ajarkan Nabi Muhammad Saw”

        Siti Jenar Itu Adalah Mistikus Falsafi Atau Tasawuf Yang Pertama Dan Paling Penting Dalam Literature Islam Jawa,Loh Mas

        Sekarang Saja Angka Siti Jenar Lahir Tidak Dapat Dan Ngak Ada Yang Bisa Memastikan-Nya,

        Syekh Siti Jenar Yang Dulu Masih Cilik Memiliki Nama San Ali,Dan Sebagai Syekh Abdul Jalil Adalah Putro Dari Syekh Datuk Shaleh Bin Syekh’isa ‘Alawi Jamaludin Husai Bin Syekh Abdullah Khanuddin Bin Sayid’abdul Malik Al-Qazam,Maulana Abdullah Khanuddin Adalah Putro Syekh Abdul Malik Atau Asamat Khan,Nama Yang Paling Akhir Itu Adalah Syekh Kalangan Alawi Yang Terkenal Di Ahmadad,India Berasal Dari Hadramaut.

        Nama Legendaries Syekh Siti Jenar Adalah Siti Jenar,Siti Jenar Sendiri Di Sebut Sebagai Nama Filosofi Dan Mistik.Karena Arti Nama Siti Jenar Adalah Lemah Abang (Tanah Merah)
        Siti Jenar Lebih Menujukan Sebagai Simbolisme Ajaran Utama Siti Jenar Sebagai Ilmu Kasampurnan,Ilmu Sangkan-Paran Ing Dumadi,Asal Muasal Kejadian Manusia,Dan Tempat Kemana Manusia Akan Kembali,Karena Manusia Di Ciptakan Dari 4 Unsur Yaitu’tanah,AIR,UDARA’API,Nah Maka Dari Itu Jazad Manusia Itu Ngak Akan Bisa Kekal Dan Awet Terkecuali Mendapat Izin Dari Gusti Allah Swt.

        Bagi Siti Jenar Sendiri Haji Bukanlah Semata-Mata Melaksanakan ,Ihram,Thawaf,Sa’i,Wuquf,Bermalam Di Muzdalifah Dan Masy’ar Al-Haram,Dan Melempar Jumrah Secara Badani Saja,Tapi Makna Haji Bagi Siti Jenar Adalah Beribadah Yang Mampu Membawa Seorang Hamba Dalam Mendaki Maqam Jasadiyah Ke Maqom Rohaniyah,Yang Merupakan Tindakan Menapai Jalan Jejak Nabi Adam Yang Terusir Dari Surga,Tapi Kalo Haji Sekarang Sudah Ngak Religious Lagi,Malah Banyak Naik Haji,Sifat Ngak Bisa Berubah,

        Jadi Kalo Menurut Saya Adalah ,Untuk Dan Mengapa Kita Berdebat,Lebih Baik Datangi Pasebahan Yang Membahas Siapa Syekh Siti Jenar Itu Sendiri,Lalu Untuk Apa Kita Membenarkan Dan Mempertahankan Ego,Nafsu,Serta Yang Akan Berujung Salin Caci,Serta Makaian,Saya Yakin Jika Syekh Siti Jenar Masih Hidup ,Apakah Kalian Bisa Berkata Dengan Apa Yang Kalian Tulis Disini

        “Akan Dating Pada Manusia Satu Zaman,Di Kala Islam Tidak Tinggal Melainkan Tinggal Tulisannya Saja,Masjid-Masjid Umat Islam Bagus Banget,Namun Kosong Dari Petunjuk,Ulama-Ulamanya Termasuk Manusia Paling Jelek Yang Berada Di Bawah Kolong Langit.Karena Dari Mereka Timbul Beberapa Fitnah Dan Akan Kembali Kepadanya”(R.Baihaqi Dari Ali)
        Siti Jenar Adalah Orang Yang Paling Berani Di Jamannya Karena Berani Mengkritik Para Wali Songo Di Jamannya Itu.Sudah Umum Orang Jawa Beraggap-Pan Kalo Yang Namanya Wali Itu Sakti,Maka Siapa Yang Berani Mengkritik Wali Tentunya Bukan Orang Sembarang ,Tentunya Kesaktian Orang Tersebut Lebih Di Atas Wali Songo
        Namun Bagi Saya Ilmu Hikmah,Adalah Kebijaksanaan,Sikap Arif,Dan Bijaksana,Serta Welas Dan Asih,

        Jadi Menurut Hemat Saya,Walaupun Itu Ajaran Yang Banyak Di Tentang Dan Di Katakana Tidak Benar,Toh Nyatanya Banyak Yang Mempelajari,Di Daerah Jawa,

        Kita Lihat Siapa Yang Mengatakan Dan Mengucapkan Kalimat Syahadat,Maka Berarti Dia Mengucapkan,AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH,DAN AKU BERSAKSI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH Swt.
        Kenapa Setiap Mengucapkan Itu Harus Ada Kata”AKU” Dan Itu Di Ulang Sampai Kedua Kali,Serta Ini Artinya Aku Ini Menunjuk Diri Saya Sendiri,Diri Kawan Sendiri ,

        Siti Jenar Sangat Malu Kalo Di Ajak Berdebat Soal Agama,Karena Setiap Agama Sebelum Islam Semua Dari Allah Swt,Semua Menyembah Allah Swt.Namun Dalam Prakteknya Semua Tentu Punya Cara Dalam Menyebutkan Tuhan-Nya Dan Menjalankan Ajaran Dengan Cara Yang Saya Yakin Belum Sama,Walau Orang Islam Pun Kalo Sholat Pasti Ada Gerakan Yang Beda,Walau Raka’at Dan Bacaannya Pun Pasti Beda Juga,Namun Hakekatnya Satu Yaitu Sholat Menjalankan Perintah Agama,

        Siti Jenar Juga Mengajarkan Dan Mengutamakan Prinsip Ikhlas, Dalam Menjalankan Ibadah,Orang Yang Beribadah Mengharap Surge Atau Pahala Maka Bagi Siti Jenar Belum Ikhlas,Apakah Kita Sudah Ikhlas,Saat Lebaran Tak Punya Baju Baru,Tak Bisa Membelikan Baju Untuk Anak Kita,”Saya Yakin Nanti Masuk Lebaran Akan Ada Orang Yang Mencuri Dengan Alibi Ngak Punya Uang Untuk Biaya Lebaran,Hehe,Anda Tahu Kan Orang Yang Lebaran Agamanya Apa”

        Pendukung Siti Jenar Pun Punya Pendapat Loh,Kalo Siti Jenar Itu Tidak Menyebut Dirinya Tuhan Yang Maha Esa,Manunggaling Kawula Gusti Di Anggap Bukan Berarti Bercampur-Nya Tuhan Dengan Makhluk-Nya,Melainkan Tuhan Adalah Tempat Kembali Bagi Semua Makhluk Hidup,Dan Dengan Kembali Kepada Tuhan-Nya Maka Manusia Telah Menjadi Sangat Dekat Dengan Tuhan-Nya,

        Dan Dalam Ajaran Manunggaling Kawula Gusti, Berarti Bahwa Dalam Diri Manusia Terdapat Ruh Yang Berasal Dari Tuhan Sesuai Ayat Al-Qu’an,Yang Menerangkan Penciptaan Manusia

        “Dan Ingatlah Ketika Tuhan-Mu Berfirman Kepada Malaikat,:”Sesungguh-Nya Aku Akan Menciptakan Seorang Manusia Dari Tanah,Maka Apabila Telah Kusempurnakan Kejadiannya Dan Kutiupkan Kepada-Nya ,Maka Hendaklah Kamu Tersunggur Dengan Bersujud Kepadanya”(Q.S.Sad {38}:71-72)

        Dengan Demikian Maka Kalian Piker Lah Semuanya,Yang Ada Disini,Apakah Kalian Tidak Takut Akan Siksa Dan Jagalah Lidah Kalian Semua Agar Tidak.

        “Siapa Dari Kalian Mengetahui Kemungkaran,Maka Robohkanlah Dengan Kedua Tangannya (Kekuasaannya) ,Apabila Tidak Kuasa Maka Robohkanlah Dengan Lisannya,Apabila Tidak Kuasa Maka Robohkanlah Denga Hatinya (Merasa Benci)Dan Demikian Itu Adalah Selemah-Lemahnya Iman”

        Berhati-Hatilah Bisa Jadi Dia Tidak Mau Menerima Alasan-Mu Itu

        Ngopi Dulu Gan..!!1

        lukman mubarok said:
        Mei 24, 2011 pukul 9:31 am

        Dalam bukunya (“Aliran Kepercayaan dan Kebatinan dalam Sorotan” oleh Rahnip M. BA, Penerbit Pustaka Progressif, Surabaya, 1984) Rahnip M. BA mengumpulkan beberapa aliran yang beliau katagorikan aliran Dajjal, salah satunya adalah jaran siti jenar :

        -Ajaran Siti Jenar
        Dia beraliran Tantrayana, suatu sekte Budha yang sudah ada sejak jamanbIndia Kuno, merupakan suatu tradisi yang tidak menghiraukan segala tabu dalam masyarakat. Pengikutnya menganggap dirinya suci sehingga tidak ada larangan bagi orang yang suci termasuk judi, lacur, mabuk dsb.Aliran Tantrisme dicampuradukkan dengan ajaran zindik yang musyrik dari tasauf Al Hallaj, suatu mistik yang menelan mentah-mentah pendapat filosof Plotinus, yang berpengaruh terhadap sufisme wihdatul wujud, terkenal dulunya dengan istilah Pantheisme.

        Saya berpikir terhadap Siti Jenar yang sudah dihukum mati oleh para ulama ini, kalau ia masih hidup barangkali akan diangkat sebagai “maha guru” oleh banyak pengikut thariqat sekarang ini. jadi sai baba nya indonesia yang juga mengaku ana al haq, fir’aun mengaku tuhan bahkan DAJJAL besar yang akan di bunuh Nabi Isa kelak juga mengaku Tuhan. Bayangkan jika ajaran sufi yang mengaku “Saya adalah Tuhan” diterima oleh khalayak ramai/umat Islam maka tentunya ketika Dajjal tiba umat islam akan menyambut dajjal sebab dajjal juga mengaku dirinya reinkarnasi “Tuhan semesta alam”……..

        Siti jenar = dajjal = sai baba = fir’aun sebab sama-sama mengatakan ANA AL HAQ

      Abdullah Fajar said:
      Mei 10, 2012 pukul 10:00 am

      Musyafir ilmu itu kan maunya dianggap sebagai imam besar dalam blog ini tapi kok yang besar cuma mulutnya doang. xaxaxaxaxaxaxa

    Mashudi said:
    April 20, 2011 pukul 12:23 pm

    @Siti jenar
    menurut anda ajaran yang haq yang mana?

    mardin sihombing said:
    April 20, 2011 pukul 11:04 pm

    banyak orang sok tau ….yang ternyata pengetahuanya sebatas kulitnya saja mengupas buah dengan mengupas bawang sangatlah berbeda

    jatimoro said:
    April 21, 2011 pukul 1:28 pm

    siti jenar/wongalusaceh jenggotnya kebakar..
    siap2 nambah monyet baru lg di blognya wongalusaceh.. he he..

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 13, 2011 pukul 2:10 pm

      Sungguh Apa Yang Di Kuatirkan Oleh Nabi Muhammad Saw Sudah Mendekati Kebenaran,
      1-Umat Islam Di Buat Rebutan
      2-Islam Tinggal Nama-Nya Saja
      3-Tidak Peduli Halal Haram
      4-Umat Islam,Jadi Egois
      5-Banyak Orang Menjual Agama
      6-Meremekan Amanat
      7-Yang Miskin Berlomba Membangun
      8-Ucapan Manis Tapi Hati Srigala
      9-Mendukung Pimpinan Yang Dholim
      10-Mencari Debat Dalam Kebodohan
      11-Mencari Makan Dengan Cara Haram/Ma’syiat
      12-Merajalelanya Riba,Judi,Protitusi,Perselingkuhan,Pembunuhan,Bayi Di Buang,Murahnya Nyawa Manusia
      13-Agama Islam Menjadi Asing Di Tengah Orang Islam
      14-Al’qur’an Kembali Kepadamu Ya Allah,
      15-Orang Naik Haji Untuk Berwisata
      16-Para Ulama,Kyai,Ustd,Saling Lempar Fitnah Dan Saling Hujat,Satu Sama Lain,Walau Itu Seagama,Seiman
      Sungguh Para Ulama Itu Kaya Bintang Jika Bintang Tenggelam Maka Umat Akan Kesasar Jalannya Dan Tersesat Aqidahnya

        Abdullah Fajar said:
        Mei 10, 2012 pukul 10:04 am

        M. Soege Ardhianto ini cuma nulis nukilan dari nukilan. Islam itu sejak dulu isinya cuma beda pendapat yang disodorkan oleh ulama pendahulu yang mengaku paling benar. Lalu dimana itu “Islam Sejati” yang benar2 tidak terkontaminasi pikiran busuk manusia ???

        popokusi said:
        Juni 17, 2012 pukul 8:35 pm

        M.Soege-Ardhianto!!!! tahu banget loe ya, tapi setau gw sich muhammadkan deket ma Tuhannya, ngapain dia khawatir?!! gw jadi bingung…..

      masjoko said:
      Desember 8, 2011 pukul 9:10 pm

      JANGAN MEREMEHKAN AJARAN SYECH SITI JENAR, LEBIH BAIK KALAU TIDAK TAHU YANG SEBENARNYA GAK USAH BIKIN KOMENTAR DARI PADA PATING BLASUR. BAGAIMANAPUN SSJ LEBIH BAIK DARI YANG MENGAKU BAIK. SSJ BELUM PERNAH MEMBUNUH ORANG LAIN. SEDANG YANG MENGAKU BAIK DAN BENAR MALAM MEMBUNUH SSJ. JADI MANA YANG LEBIH BAIK ??? YANG PERNAH MEMBUNUH ATAU YANG BELUM PERNAH MEMBUNUH. APAPUN ALASANNYA MEMBUNUH ITU TELAH MENGHILANGKAN NYAWA ORANG. APAKAH SEBELUM MEMBUNUH SUDAH MINTA IZIN ALLAH ? KALAU SUDAH, APAKAH ALLAH MEMBERI JAWABAN KALAU BOLEH MEMBUNUH ???

    siti jenar said:
    April 22, 2011 pukul 2:11 am

    Alhamdulillah Allah sedang menguji kesabaran Ane. Antum yg mengaku muslim dlm mengikuti alquran dn sunah rasul selalu mengkafir kn dn menuduh sesat sudah mendarah daging dlm diri antum. Saperti nya antum jg menyimpang dr Jalan yg di-redhoi Allah.. Kerna sering mengkafir kn sesama muslim. @musafir antum jgn merasa hebat nyawa antum dn diri antum kepunyaan Allah jd antum jgn takabur dgn tuduhan yg tdk benar, antum boleh ikut apa yg antum pecaya tp antum dn perdana dlm menvonis orang sufi banyak yg tdk benar,. Antum jgn lah jd penebar fitnah kerna hujung2 nya antum bisa celaka sendiri mungkin tdk hari ini tapi esok atau kapan…hanya Allah yg tau.. Antum gak percaya antum terus kn lah dgn fitnah antum pd sufi2 yg memperjuang kn yg Haq nanti antum akn ketahui dn rasa kn sendiri terkena doa orang yg antum fitnah, antum harus ingat oarang kafir sekali pn kalo di-zalimi akn terkabul doa nya langsung ka-hadrat Allah…. Apa lg yg benar2 muslim yg ibadah nya dn amal kn semata kerna mencintai Allah tanpa mengharap sorga dn pahala sedikit pn..kerna tdk merasa kn yg mereka yg berbuat amal kerna segala amal kembali pd Gusti Allah. ane nasihat kn antum bertaubat lah dr menebar fitnah agar tdk celaka hidup antum di-masa akn datang…jgn menyesal. Semoga tdk akn berlaku musibah pd antum dgn ucapan antum sendiri..kalo ane pernah menyingong antun dgn kata yg lalu ane mhn maaf semoga Allah meredhoi nya.

    siti jenar said:
    April 22, 2011 pukul 2:16 am

    ane bukan main2 antum boleh gak percaya tp antum tunggu lah musibah yg bakal terjadi di-atas penabur fitnah yg tdk benar ka-atas kaum yg di-mulia kn Allah.. Ane mohon barang siapa memusuhi para Wali2 Allah akn terima padah nya antum lihat lah nanti dn rasa kn atas fitnah antum.

      Abdullah Fajar said:
      Mei 10, 2012 pukul 10:07 am

      siti jenar hendaklah anda tidak mengaliaskan nama anda dengan siti jenar, pakailah alias yang lain. Kalau memang tinggi ilmumu tentunya anda faham maksud saya ini.

    siti jenar said:
    April 22, 2011 pukul 2:26 am

    menyakiti sesama mahluk tdk di-sukai oleh Allah apa lg sesama saudara muslim. @mashudi jalan yg haq tentu anda maklum tp sedar kah antum atau faham kah antum maksud dr kalam Allah dn hadith rasul.. Apa kah sama solat dn sunah yg kita jalan kn sudah sempurna?? Sedang ibadah kita masih jauh dr mengikuti nabi saw dn sahabat2 nya. @jatimoro jgn mencari dosa dgn sesama manusia kerna yg antum fitnah…antum sendiri belum tau gimana iman dn islam mereka seharus nya antum berdoa pd Allah bukan dgn penghinaan. Apa kah penghinaan satu dr yg nabi ajar kn??? Antumtunjuki lah sopan antum walau antum tdk suka tp jgn menghina itu saja nasihat sy bersih kn hati mu kalo mau dpt hidayah Allah…

    Mashudi said:
    April 22, 2011 pukul 7:29 am

    @siti jenar
    maaf… saya tau anda sebetulnya ingin beribadah kepada Allah tetapi saya bukan niat menggurui karena hidayah datangnya dari Allah, banyak orang yang terjebak tentang memaknai ridhoNya….akhirnya dengan mudahnya orang melakukan pemikiran..pemikiran syariat…syariat yang tidak ada tuntunan dalam agama.pernah saya menjumpai sekte tarikat…tarikat saling mencibir satu sama lain karena perbedaan pemikiran….”ajaran opo iku ikiloh ajaranku sing paling bener soale guruku sing paling sakti”…wis talah engko lak ero dewe wong nek gurung ngincipi uya iku asin sopo sing ngerti uya putih iku asin ” tandasnya dalam dakwahnya…. Bayangkan berapa banyak sekte…sekte mempunyai syariat…syariat sendiri apakah itu yang di maksud pemersatu?selain Alqur’an dan as sunnah!!!!

    Lukman Mubarok said:
    April 22, 2011 pukul 8:02 am

    @Mashudi ente punya nama sama ama temen ane yang binaan jaafar umar tholib di solo. Tpatnya di alamat pustaka mantiq solo. Tapi ente bukan beliau karena udah meninggal syahid 10 tahun lalu

    Temannya Darno said:
    April 22, 2011 pukul 11:01 am

    @Saudaraku Siti Jenar,

    Sebaiknya anda babarkan alasan argumen anda bahwa ”Syeh Siti Jenar tidak sesat”. Blog ini memberikan HAK JAWAB kepada siapa saja. Kami akan sangat mengapresiasi jika penjelasannya didukung data/fakta/dalil.

    Mari kita mulai berdiskusi kembali, semoga tidak ada caci maki di dalamnya.

    siti jenar said:
    April 22, 2011 pukul 12:16 pm

    ass.wth.wb.. Sabenar nya ane paling tdk suka menuduh sesama muslim atau orang yg mengucap LA ILAHA ILALLAH SESAT ATAU KAFIR.. Kerna bisa kesesatan itu kembali pd diri kita sendiri. Selama ini ane sering kasar pd antum semua ane mohon maaf kalo ada kata2 ane yg menyingong perasaan antum. Semoga antum yg pernah ane kasari atau meneror ane mohon maaf. Walau pn kita beda pendapat itu sah2 aja dlm berpendapat.. Semoga antum semua di-berkahi Allah dn terus kuat kn agama yg di-redho Allah.. Wassalam

    jatimoro said:
    April 22, 2011 pukul 2:00 pm

    apa bedanya sesat sama kafir?..
    tidak semua sufi sesat..
    dikatakan sesat karena ada bukti2 yg tampak dari pengakuan dn ajaran2 yg menyelisihi alquran dan sunnah.
    ingat! siapa yg paling mulia disisi ALLAH?..
    ingat! apa yg dilihat ALLAH dr kita?.. hatinya bukan?.. tp ana yakin semua yg ada disini mempunyai niat yg baik, tp kadang kala bisikan2 syetan yg tersembunyi kadang tdk sanggup kita tepis..
    he he..

      ahfadzh said:
      Agustus 7, 2011 pukul 9:49 pm

      lebih baik mas jelaskan,sufi mana yang gak sesat mas.. barangkali memang benar ada,bisa jadi tambahan ilmu buat kita..

    siti jenar said:
    April 22, 2011 pukul 5:02 pm

    kalau yg kata sesat dn kafir itu hak Allah bukan hak kita utk apa kita campuri urusan Allah. Kerna dia yg maha tau… Bagai mana kalo hati nya gak sesat kerna antum sendiri yg berkata tuhan melihat hati. Alangkah bijaksana kalo kita koreksi kelemahan yg ada pd kita agar bertambah hidayah Allah di-situ. Kerna dgn mengikut2 kata Allah yg di-suruh kita laku kn yg di-larang kita jauhi…tp bukan mengikut firman Allah dlm menyesat kn sesama umah..tentu Allah jg akn murka kerna urusan nya di-campuri oleh mahluk yg lemah mcm kita…

    siti jenar said:
    April 22, 2011 pukul 5:08 pm

    antum jatimoro menyata kn tuhan tau hati hamba nya sesat atau tdk. Lho kok antum campuri urusan Allah kerna turut menyesat kn sesama muslim. Antum tentu tdk di-beri wewenang utuk itu. Kerna itu kn firman Allah yg tdk bisa di-turut campur oleh makhluk yg kotor saperti kita? Kalo hal lain termasuk perintah nya ya sah2 saja dn sila kn..tp utk menyata kn sesat biar Allah penentu nya.

    Mashudi said:
    April 23, 2011 pukul 9:08 am

    @siti jenar
    Saya setuju dengan anda tentang tidak boleh mengkafirkan dan menyesatkan sesama muslim ,….tolong tunjukkan ajaran syeh siti jenar termasuk muslim? ……Tatkala ada orang mungucap Lailahailallah merampok saya akan saya penggal,.. Tatkala ada orang mengucap Lailahaillallah memperkosa hukum rajam …Tatkala ada orang mengucap Laillahaillallah membunuh maka hukum qishos berlaku….Tatkala ada orang mengucap lailahaillallah mengaku nabi baru dan mengaku Tuhan maka pemerintah, ulil amri, para ulama memutuskan hukum mati….

    lukman mubarok said:
    April 23, 2011 pukul 9:10 am

    bukti kesesatan syekh siti jenar adalah ketika ia mengaku manunggaling kawula gusti. ia mengaku sebagai Allah dan mempermainkan syuro para sunan di Demak. dia dipangggil tidak mau hanya mau kalau dia dipanggil sebagai Allah dan Siti Jenar. para syuro langsung bersyuro dalam tahkim hingga berfatwa bahwa Siti Jenar telah melakukan syirik akbar atau telah kufur. maka hukuman maati pun diterapkan sebagai hadd dari hudud atas siti jenar yang tsesat.
    masihkah orang berkeyakinan seperti itu? sungguh keyakinan yang telah menyimpang harus dikenai hadd. beda dengan qishosh. kalau qishosh adalah jinayah antar manusia. lha ini kejahatah dzulmun adzim atas keesaan Allah. jadi pantaskah ia hidup di bumi Allah dan makan dari karunia Allah yang dibentangkan di seluruh dunia? murtadd hukumannya mati!

      jeruk-purut said:
      Mei 13, 2011 pukul 1:10 pm

      mas lukman, anda terlalu lugu membaca kisah siti jenar. Memahami kisah walisongo vs siti jenar tak bisa mencernanya dg logika mentah begitu… sekali lagi, saran saya belajarlah ilmu makna. Jangan membaca harfiah terus… dalam term filsafat, untuk memahami kisah Jenar, anda harus paham ILMU EPISTEMOLOGI… ah, jangan2 nanti anda bilang: bid`ah, itu ilmu orang kafir. Masalahnya, tulisan latin yg anda pake itu juga buatan orang kafir, belum lagi internetnya. MAKSUDKU, JANGAN MEMBACA SESUATU JIKA TANPA ILMU MEMADAI KAWAN.. SAYA JADI MIRIS..

        lukman mubarok said:
        Mei 24, 2011 pukul 9:36 am

        bagi saya syekh siti jernar bagaikan filologi seorang Dajjal. Sangat miris bila filologinya sama dengan Dajjal terus diikuti tanpa reserv

      pro SSJ said:
      April 11, 2012 pukul 12:52 pm

      Hoooe Lukman Mubarok, hendaknya kamu ngeyam dulu ajaran Syekh Siti Jenar. Sayang sekali kamu masih sangat sangat dangkal dengan keilmuan dari Syekh SJ tapi kok sudah bisa memvonis negatif. Cobalah mandikan jasad dan jiwamu sebelum ikut diskusi ini agar pikiranmu tak ngalor ngidul seperta orang mabuk.

    siti jenar said:
    April 23, 2011 pukul 11:41 am

    ane rasa pengakuan siti jenar bukan lah bermaksud utk mengaku Allah ane rasa beliau orang yg bijaksana tdk mungkin akn mengaku demikian. Mungkin di-zaman nya di-salah faham kn oleh manusia di-zaman nya. Manusia yg paling bodoh di-dunia ini aja gak mungkin akn mengaku Allah..@mashudi antum berkata kalo orang merampok anda akn antum bacok dgn golok..antum salah rasa… Antum percaya sama Allah sebagai perlindung mahluk nya seharus nya sebelum di-rampok kita harus siap pagar kn diri kita dgn benteng2 Allah agar tdk kejadian rampok terjadi atas kita. Di-mana kah keyakinan antum sebagai muslim? Kalo Allah bisa menjadi kn langit dn bumi apa kah berat bagi Allah utk melindungi manusia sekecil kita dr Bahaya? DEMI ALLAH ANE PERNAH MENHADAPI SITUASI DI-MANA PERNAH DI-KELILINGI MUSUH YG SIAP MENYERANG TP BERKAT DN RAHMAT ALLAH PENYERANG MEMATONG TANPA DAYA SEDIKIT PN. Hanya dgn kalimah2 Asma Allah.. Kerna Allah bersifat pelindung dn siap membantu kita seandai kita sudah benar2 pasrah tanpa merasa kekuatan diri sendiri. Kerna golok tdk dpt memberi bekas dgn sendiri tanpa ijin Allah kerna setiap yg baharu pasti tdk dpt memberi bekas dgn kuasa sendiri.. Kita di-ajar oleh nabi berbagai2 kalimah tammah kenapa kisana gak mau menguna kn? Dn apa bila terjadi sesuatu di-kejadian saperti antum sebut kn bererti antum yg salah saperti di-rampok…kejadian yg ane alami adalah ats kebesaran Allah kerna energy Allah tdk kemana2 tp ada di-mana2 salam berkah dr ane buat antum dn semua saudara2 di-sini.

    siti jenar said:
    April 23, 2011 pukul 11:57 am

    siti jenar tauhid nya mantep. Dn mengajar kn tauhid yg Haq. Sehingga beliau merasa gak punya apa2 pn selain Allah sehingga diri nya jg kehilangan di-dalam keyakinan beliau pd Allah. Kita masih jauh dr standar beliau. Kerna beliau benar2 mencintai Allah sehingga beliau fana’ dn baqa bersama Allah di-dlm setiap hal. Kalo antum dn ane rasa nya cinta Allah dn rasul hanya sebatas ucapan aja..dn masih lg beribadah mengharap sorga dn imbalan dr Allah. Sama kah kita dgn para Auliya yg benar di-sisi Allah mereka beribadah tanpa pamrih dn hanya mengharap keredhoan Allah.. Tdk terkecuali kanjeng syeh siti jenar. Soal sesat kita jgn turut campur urusan Allah kerna yg bisa menyesat kn hanya Allah kalo hal ibadah bisa kita jalan kn. Tp dlm soal menyesat kn jgn sekali2 alang kah rugi nya kita kelak seandai nya yg di-tuduh di-redhoi Allah lalu kita yg menuduh di-sesat kn oleh Allah kerna mencampuri urusan nya dn mendapat murka nya. Lupa kah antum bahwa Allah zat yg amat mengasehani dn zat yg maha pengampun dn keampunan ada lah milik Allah justru itu kita tdk tau di-saat akhir kalam kita bagaimana jadi nya. Dn kalo yg kita tuduh lalu mendapat keampunan dn redho Allah lalu sapa yg jad rugi tentu kita kerna telah berbuat dosa dgn menkafir kn syeh siti jenar dn para sufi yg lain.

      arfan tambunan said:
      Mei 18, 2011 pukul 7:00 am

      allah lebih tau ..

      ahfadzh said:
      Agustus 7, 2011 pukul 10:02 pm

      salah satu kesesatan “beliau” yang paling besar adalah sebuah pertanyaan.

      pertanyaan itu ialah :apakah “beliau” lebih dekat dengan Allah,lebih mengetahui tentang Allah,dan Lebih bertauhid daripada Rosulullah?

      lupakah kita bahwa Allah telah mengutus seorang penutup Rosul dan Nabi?
      samakah ajaran syekh siti jenar dengan Ajaran Rosulullah (lihat hadist2 shahih).

      jangan lupa juga saudara2 seislam,
      Nabi di perangi,dicaci,dan di musuhi ,namun beliau bersabar.
      apa tujuan dakwah beliau?
      bukankah menjelaskan dan menegakkan kebenaran serta memadamkan dan menjelaskan kesesatan kaumnya?

    siti jenar said:
    April 23, 2011 pukul 2:35 pm

    mashudi antum menyata kn tatkala orang berzina di-hukum rejam itu emang benar tp maksud ane apa kah orang yg di-hukum rejam itu kafir..? Orang yg mengucap shahadat tetap islam. Masa antum tau hati orang yg bershahadat kafir kerna dosa… Antum jgn menjadi kn Allah saperti antum dn teman2 yg lain tdk ada sedikit dlm hati antum memaaf kn. Sedang kn Allah maha pencipta maha pengampun dn pengasih apa kah Allah yg antum yakini bersifat beringas dn kejam kerna tdk ada tolenrensi??? Dlm menghukum hamba nya? Antum harus tau jg bahwa Allah zat yg pengasih dr segala yg kasih. Tdk layak Allah yg kita puja selama ini bersifat dgn yg antum sifati. Jgn mashudi antum jgn sekali berniat Allah itu saperti manusia wahabi sering banget menyesat kn sesama muslim. Kalo ente wahabi dn berfaham di-atas yg ane kata kn bererti antum extrimist saperti teroris kerna memaksa orang untuk mengikut fahaman antum

    siti jenar said:
    April 23, 2011 pukul 2:39 pm

    kita tdk bisa dn jgn jadi saperti itu. Bagi ane pecaya setinggi apa pn dosa ane tetap mendapat ampun dr Allah yg ane yakini pengasih dn pemaaf kerna Allah lebih tau keadaan umat nya yg dhoif dn tdk bisa lepas dr dosa.

    siti jenar said:
    April 23, 2011 pukul 2:49 pm

    nabi saw adalah contoh yg benar tdk pernah beliau balas saat di-zalimi dgn kezaliman. Kanapa antum harus balas kejahatan dgn kejahatan? Apa kah tdk ada sedikit maaf atau kasih sayang di-antara golongan antum?? Lalu antum dn sekelompok antum merasa diri yg selalu benar kerna hanya tau segelintir hadis dn alquran..ane rasa golongan antum hanya membaca alquran tanpa memikir kn isi dn maksud dr ayat2 tersebut. Antum melihat hanya yg tersurat tanpa memikir kn yg tersirat dr makna alquran. Dalami lah ilmu alquran agar antu dn golongan antum tdk tersasar dlm memahami islam yg mana penuh dgn kasih sayang dn damai bukan dgn saling menyesat kn sesama muslim. Ane tdk salah kn antum jgn terlalu mengikut ulama indanas ikuti lah ulama yg bisa menjadi kn kamu sadar akn sifat kasih nya Allah pd mahkluk nya.. Kembali lah antum ke jalan yg di-redho nya…semoga antum dn teman2 antum yg berfaham estrim kembali pd kasih sayang Allah.

    musafir ilmu said:
    April 23, 2011 pukul 5:29 pm

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    @ siti jenar

    syaran…….., ma’af…., coba kalau antum comment di tik dulu pada microsoft word, lalu baca lagi, setelah dirasa cukup, baru dicofy paste ke colom comment. perhatikan titik komanya, supaya yang baca bisa mengerti dgn yang antum tulis,………pembaca bingung menelaah tulisan antum !!

    wasalam !!

      pro SSJ said:
      April 11, 2012 pukul 12:56 pm

      Musyafir Ilmu ketahuan banget kalau kagak bisa ngenanggapi si @siti jenar. Cuma bisa ngekritik tata tulis kayak pembimbing aja. SALUT BUAT @SITI JENAR.

    Mashudi said:
    April 23, 2011 pukul 10:36 pm

    @siti jenar
    anda masih belum bisa membuktikan bahwa ajaran syeh siti jenar muslim!sadarkah anda telah memutar balikkan fakta bagaimana mungkin seseorang sudah mengaku Tuhan anda bilang maksudnya bukan Tuhan, pada zaman itu orang salah paham!inilah kelebihan pemikiran para sufi:suka otak..atik kata mirip kuis ….sering kali saya jumpai mereka menafsirkan Qur’an dengan akalnya sendiri(ra’yu).sadarkah anda siapa yang membuat syariat…hanya Allahlah yang berhak!!Bagaimana mungkin Allah itu butuh “mahkluk” kita manusia lah yang butuh Allah sadarkah dari perkataan anda bahwa hukum Allah anda tentang.siapa yang tidak percaya Allah maha pencipta dan maha pengampun.pernahkah saya ngomong!!tentang anda menawarkan pemagaran diri agar tidak dirampok…jelas saya TOLAK bagaimana mungkin janji Allah barang siapa yang menjaga hartanya dari perampok, apabila kamu menang maka kamu dapat pahala apabila kamu meninggal mati SYAHID” janji ini saya tolak?apakah para sufi seperti anda takut mati syahid.saya hanya sekedar tertarik coba lihatlah pemagaran..pemagaran diri yang di lakukan para israel dan para amerika dengan senjata NUKLIRnya berlindung dengan akalnya!maaf!dari pengalaman anda yg sedang berhadapan dengan musuh semua matong!kalau itu benar dari Allah boleh jadi anda masih di beri waktu untuk bertobat kalau dari khodam jin anda….??????sudah berapa banyakkah syariat…syariat yang anda dan para sufi lainnya buat???? Dari sini siapa yang extrime

      daniel said:
      Desember 1, 2011 pukul 9:33 pm

      hehehe……
      trnyt dunia ini banyak org2 benarnya,,jd ane yg bodoh mau tanya dikit ne,,karena bingung smua pade bener,,jadi sebenarnya apa itu KEBENARAN???dan seandainya tanpa dibarengi sesuatu yg dianggap SALAH bagaimana kt membedakannya ya,,.waa ane jg puyeng…hehehe,lebih puyeng ada yg pingin buktiin itu muslim at apa,,trus kalo udah kebukti dikasih KTP MUSLIM br sah sebagai UMAT/MAHLUK??hehehe,trus ad lg ne yg g puyeng…semua pada triak SURGA am NERAKA,,emang ente2 udh pernah pergi ya/////kalo seandainya hakikat SURGA am NERAKA it ga ad ap ad yg masih ingat namanya ALLAH???wa gt aj kok repot

    siti jenar said:
    April 24, 2011 pukul 12:48 am

    masya Allah kalo ane tdk bersekutu ama jin jg sufi2 yg lain ane akn tuntut ente di-yaumil ma’sar dgn tuduhan2 antum semua. Wassalam.. Antum begitu wewenang menvonis kn ane pake jin dn ane tdk redho dunia Akhirat. Kalo ane menguna kn jin biar hidup ane tdk berkah. Tp andaikata ane tdk menguna kn khidmat jin mudah2an ente jg tdk akn mendapat ketenangan selama hidup ente. ya Allah demi kemuliaan mu dn kemurahan mu seanadai nya kami di-fitnah mohon di-beri balasan mu pd tukang fitnah sedang kn ya malika yaumid din iya kanak budu wa iya kanas ta in….ini lah ucapan yg di baca kn oleh nabi saw. Saat musuh menyerang. Mana mungkin kalimah ini bila bermohon lalu Allah dtg kn jin utk membantu. Kamu mashudi tunggu aja apa yg bakal terjadi dlm waktu terdekat ini. Ketawa lah sekehendak mu nanti juga kamu akn menyesal dgn fitnah mu lihat aja dn saksi kn lah kebesaran Allah terhadap orang yg kamu fitnah wassalam.

    siti jenar said:
    April 24, 2011 pukul 12:58 am

    antum bertaubat lah dr fitnah dn tuduhan terhadap orang2 sufi kerna akhlak mereka tdk sejelek yg kamu fitnah kn dl bertauhid pd Allah. Apa kah antum tdk takut berdosa dgn fitnah2 antum.. Kalo antum mau di-panggil alim gak apa2 ambil lah tp mohon jgn menghina kaum sufi yg standar antum masih jauh di- bawah mereka bertaubat lah dr fitnah kerna itu lebih bahaya dr membunuh. Samoga antum dn sekte2 ente di-ampun kn segala dosa dr fitnah yg ente tebar kn. Wassalam

      Orang Awam said:
      April 24, 2011 pukul 8:04 am

      Assalamualaikum,

      Berpendapatnya kok jadi debat kusir, bukan kah lebih baik pada saat semua pendapat telah dikemukakan..dan kedua pihak tetap kukuh pada masing2 pendapat maka semua urusan terkembali kepada Allah…tidak ada paksaan dalam Islam…Islam terpecah pada beberapa golongan dan masing2 menganggap paling benar golongannya…saya sendiri tidak tahu apakah Syeikh Siti Jenar ini seperti yang terjadi kepada Nabi Isa AS ataukah tidak, dimana umat setelah beliau menyimpangkan semua ajarannya padahal Nabi Isa AS tidak berkehendak mensyirikan Allah…namun pada saat perbedaan pendapat berarah pada penghujatan dan perpecahan tanpa ditemukan sebuah solusi yang memberikan manfaat maka berlakulah…Bagimu agamamu dan bagiku agamaku…Laa hujjata baynana wa baynakum, Allahu yajma’u baynana wailaihil mashiiru [Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada Nya lah kita kembali] —- As Syuuroo : 15….monggo silakan diteruskan perbincangannya…

    Mashudi said:
    April 24, 2011 pukul 8:01 am

    @siti jenar
    saya bilang begitu bukan tanpa alasan pernah saya jumpai sekte sufi..sufi ada yang sebagian ngaku memakai khodham jin gaman, ada yang mengaku kekuatannya dari malaikat yg di bilang gurunya seperti itu!tak jarang mereka sering adu ilmu katanya!bagaimana mungkin karomah Allah bisa di demokan seperti itu.pernah saya jumpai si sufi ini sedang melakukan ritual tolak hujan trus saya dekati trus saya tanyak sambil becanda…anda tidak faham bagaimana mungkin malaikat anda mengkabulkan do’a anda kalau do’a para petani jauh di sana lebih membutuhkan hujan si sufi ini malu di tengah ritualnya berhenti.Allah tidak pernah berbohong.pernah saya tanya bagaimana mungkin anda mendapatkan karomah Allah sedangkan separuh hidup anda mengkonsumsi yang di haramkan (rokok) si sufi marah apane yang haram tutupen ae pabrike jawabnya.bagaimana dengan anda siti jenar?

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 26, 2011 pukul 11:34 am

      saya pernah didatangi seorang wanita yang mengadukan masalah pada saya, dia cerita suaminya mengikut tarekat sufi aliran naqsyabandiyah, ketika dia diajak suaminya disuatu ruangan khusus ternyata dia ketakutan sebab gaya dzikir mereka sangat aneh! ada yang berguling-guling, kejang-kejang, melompat-lompat, teriak-teriak, berprilaku seperti binatang. ketika ditanya wanita tersebut kenapa mereka dzikirnya menakutkan jawab mereka sudah menyatu dengan Allah dan prilaku mengerikan tersebut tidak bisa mereka tahan karena sedang mengalami trance/mabuk cinta pada Allah……na’udzubillah!!! begitukah cara mereka berdzikir?? Adakah rasulullah berdzikir seperti orang gila lalu rasulullah mengatakan “saya bersatu dengan Allah”????

        jeruk-purut said:
        April 27, 2011 pukul 9:15 am

        mas perdana, antum sarjana lho… masak hanya berdasarkan cerita orang, lalu antum ambil kesimpulan? antum harus datang melakukan riset langsung sebelum mengambil kesimpulan! ah…

        rinto supm said:
        Januari 13, 2012 pukul 8:03 pm

        ass.wr.wb
        sy jg ikut tarekat naqsabandiyah,tp tak pernah berdzikir seperti itu,….

    Mashudi said:
    April 24, 2011 pukul 10:02 am

    @siti jenar
    dalam forum ini anda keliatannya menilai antara menang dan kalah….saya tidak pernah memfonis sekte sufi masuk neraka hanya memfonis sesat tatkala semasa akhir dalam hidupnya si sufi bisa bertobat…wallahu a’lam bisshawab.karena masuk neraka atau surga hak preogratif Allah swt.baiklah di sini saya menyeru kepada anda segera bertobat!!terserah tatkala anda masih berkutat dengan ajaran sufinya syeh siti jenar manunggaling kawula gusti bahkan kalau anda benar..benar berani menanggung resikonya dakwahkan secara terang..terangan di bumi indonesia ini sangat luas dari ujung barat-ujung timur niscaya Insya Allah anda akan menemukan jawaban!!

      musafir ilmu said:
      April 24, 2011 pukul 11:52 am

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      @ Mashudi,

      sudahilah perdebatan dgn siti jenar, antum sepaham dengan ana !
      ini masalahnya soal aqidah, masing2 akan KEUKEUH pada keyakinannya.

      biarkanlah tinggal menunggu proses datangnya hidayah dari yang maha Kuasa, kewajiban kita telah gugur dgn mengingatkan saudara kita siti jenar.

      wasalam !!!!!

    Lamongan said:
    April 24, 2011 pukul 5:14 pm

    @ lemah abang
    antum orang yg berpendirian teguh, mesti agak tempramental. he he salut.
    @ kang otong
    betul kang, ana setuju. banyak jalan menuju hidayah, mungkin blm saat yg tepat.

    siti jenar said:
    April 25, 2011 pukul 12:14 am

    @all sy tdk membela siapa2 tp ane membela manusia yg mengucap kn la ilaha ilallah haram darah kerna nabi yg menyata kn ane tdk pintar saperti antum semua. Jgn kerna ada sufi gadungan lalu kita menuduh semua sufi itu sesat nabi tdk pernah menuduh sesat atau mengkafir kn sesama muslim. Hak apa yg ada pd antum tuduh dgn alasan antum. Ane udah kata kn kalo hal ibadah kita wajib ikut alquran kerna itu firman Allah tp jikalau Allah menyesat kn mahluk nya…kita tdk bisa campur urusan Allah. Kerna itu urusan Allah. Kalo contoh nya begini kamu awal nya muslim lalu akhir kalam nya kafir itu kn urusan Allah dgn siti jenar yg merepot kn kamu kenapa. Ane benar2 kagum dgn tauhid syeh siti jenar sehingga nyawa di-hujung pedang beliau tetap teguh dgn fahaman nya tdk bergeming sedikit pn. Lalu anda mengaku pecaya pd Allah dn nabi tp gigitan nyamuk aja udak gak tahan gimana. Siti jenar di-beri anugerah Allah di-zaman nya dgn tauhid yg murni sehingga yg sekecil pn beliau tdk sanggup sehingga beliau di-fana kn Allah dn baqa bersama Allah…tp kita apa yg ada kita baqa dgn nafsu serakah kita tak cukup di-situ di-tambah dgn tuduh sesat sesama muslim. Kalo suatu saat Allah bolak balik kn hati antum semua kafir dn sesat gimana???? Jgn buat fitnah dn tuduhan itu haq Allah bukan manusia kecil mcm antum mau capuri urusan Allah solat mu di-perbaiki dulu jgn hamya pandai baca alquran saja murni kn tauhid mu.. Kamu saksi aja masih BOHONG DLM SHAHADAT DGN KATA ….AKU NAIK SAKSI TDK ADA TUHAN SELAIN ALLAH.. Bohong pertama…kamu lihat Allah lalu kamu naik saksi???? Dn antum lihat muhammad saw dn naik saksi beliau? Apa kah antum mashudi melihat nabi saw dgn kesaksian antum bererti antum DDUSTA DGN KESAKSIAN ANTUM PD ALLAH DN RASUL DI-MANA ANTUM TDK MELIHAT ALLAH LALU NAIK SAKSI???? Maka nya fahami lah yg tersirat jgn hanya yg tersurat saja..

      ahfadzh said:
      Agustus 7, 2011 pukul 10:18 pm

      mas siti jenar ,tulisan anda :sy tdk membela siapa2 tp ane membela manusia yg mengucap kn la ilaha ilallah haram darah kerna nabi yg menyata kn ane tdk pintar saperti antum semua.

      jawab,ana benar2 terharu,karena anda sptinya sosok yang merindukan kebenaran dan ingin dapat petunjuk. saya sepakat anda benar bahwa ada hadist shahih tentang haramnya darah,harta,dan kehormatannya seorang muslim yang mengucap laa ilaaha illallaah.

      diriwayatkan oleh Imam Bukhari ra dan Imam Muslim ra dari Sahabat Abdullah bin Umar ra::
      أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام وحسابهم على الله.
      “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan dua kalimat syahadat (Asyhadu alla Ilaha illAllah wa anna Muhammad Rosulullah), mendirikan shalat dan membayar zakat, lalu apabila mereka telah melaksanakan itu terjagalah darah dan harta mereka kecuali dengan adanya hak Islam dan mereka dijamin oleh Allah SWT.”

      dan jika kita telusuri,ternyata kita dapatkan banyak penyimpangan dalam ajaran siti jenar yang tdk sesuai hadist shohih,dan itu melanggar hak islam.

    siti jenar said:
    April 25, 2011 pukul 1:00 am

    kenapa antum merepot kn diri antum dgn siti jenar? Beliau sesat di-mata antum itu bukan urusan antum tp Allah. Seharus nya antum yg mengaku berserah diri pd Allah sudah pasrah terus ini gak malah masih aja merasa diri memiliki akhir nya merasa diri yg berbuat amal gimana pengakuan antum dgn hawqalah tdk ada daya dn upaya melain kn dgn Allah?? Sudah murni kah tauhid antum? Bagaimana antum mengingati Allah yg antum tdk kenal? Antum kenal Allah sebatas nama mungkin.. Kalo ane memang tdk kenal kerna masih dlm perjalanan utk itu. Nabi sendiri mengenal Allah dgn Allah tdk ada siapa yg mengenal kn beliau pd Allah.. Kecuali Allah sendiri yg mengenal kn diri nya dgn diri nya… Dr tutur kata antum ane dapati antum masih aja merasa megah dgn segala amal yg antum buat sehingga orang lain semua nya sesat dn kafir kalo tdk mengikut golongan antum. Tdk kah antum malu dgn Allah? Segala gerak dn geri antum di-gerak kn oleh Allah? Lalu gimana kamu mengaku kamu yg berbuat oh ya yg kamu berbuat ada lah sering banget menyesat dn menuduh sesama muslim sesat n bid ah… Mashudi kenali lah diri mu sabelum mengenal Allah jgn bicara ikut nafsu mu akn binasa diri mu sendiri maaf! Antum jg masih mencari2 jalan yg haq cuma antum merasa antum udah benar dlm beragama dn mengikut sunah… Antum menuduh org sufi menafsir kn quran menurut akal. Lalu antum giman? Lupa kah antum waktu nabi ibrahim di-minta qurban kn ismail as tanpa menguna kn akal beliau patuh dgn segera kerna ketika itu akal tdk ada peranan nya yg ada hanya iman. Antum sendiri dlm menafsir kn ayat2 suci hanya sebatas erti yg lahir tanpa lihat yg batin… Sedang kn Allah al zahiru wal batini…cuba antum tafsir kn erti nya antum kn pintar quran dn hadith.. Apa nya yg zahir? Dn apa nya yg batin? Huwal awalu wal akhiru.. Apa nya yg awal dn apa pula yg akhir nya??? Jgn di-baca mengikut nafsu mu coba renongi erti dr sudut hakikat nya…jgn hanya ikut2 aja bisa2 nanti antum di-perbudak kn oleh nafsu antum sendiri dgn tafsir nya yg zahir. Mohon maaf sadulur2 komentar du-atas ada yg salah ketik kerna ada urusan lain jd gak sempurana.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 25, 2011 pukul 4:07 pm

      BUAT SEMUA YANG DISKUSI DENGAN SITI JENAR INI GA USAH BINGUNG DENGAN TULISANNYA YANG TANPA TITIK DAN KOMA JUGA TANPA PARAGRAF YANG JELAS DAN INTI TULISAN YANG KABUR…..JAWABNYA HARUS MENGGUNAKAN LOGIKA DAN PERTANYAAN BALIK DAN SURUH DIA SENDIRI YANG MENJAWABNYA………

      SITI JENAR SEHARUSNYA ANDA BELAJAR DULU TEKHNIK MENULIS YANG BAIK, BERIKAN PARAGRAF DAN TITIK DAN KOMA PARA TULISAN ANDA, PEMBACA SAMA SEKALI TIDAK BISA MEMAHAMI MAKSUD DAN TUJUAN TULISAN ANDA.

      kenapa antum merepot kn diri antum dgn siti jenar?.

      Kenapa pula ulama repot dengan a-halaj dan siti jenar sampai harus mengeksekusinya……….

      Beliau sesat di-mata antum itu bukan urusan antum tp Allah

      kENAPA PULA rasulullah memberikan rambu-rambu bahwa ada umat sepeninggal beliau banyak yang tersesat dan berbuat kesyirikan dan tentunya rasulullah mengurusi urusan Allah??? sebab Rasulullah utusan Allah begitu juga dengan ulama lainnya mengurusi urusan Allah……..
      (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (QS al-Fatihah [1]: 07)
      urusan manusia untuk menjabarkan kesesatan setelah diberi ilmu oleh Allah……….

      Seharus nya antum yg mengaku berserah diri pd Allah sudah pasrah terus ini gak malah masih aja merasa diri memiliki akhir nya merasa diri yg berbuat amal gimana pengakuan antum dgn hawqalah tdk ada daya dn upaya melain kn dgn Allah??

      islam adalah penyerahan diri, keikhlasan terhadap agama yang sudah sempurna. bukankah kita adalah manusia yang diberi akal oleh Allah SWT untuk berpikir?

      Sudah murni kah tauhid antum? Bagaimana antum mengingati Allah yg antum tdk kenal?

      Sudah murnikah tauhid anda ???? Berikan saya dalil dari ulama 4 mahzab yang mengajarkan konsep wihdatul wujud????

        danurim said:
        Juli 25, 2011 pukul 12:12 am

        Sedangkan Buya Hamka mengemukakan bahwa faham Wahddatul Al-Wujud yang melahirkan ajaran Martabat Tujuh muncul karena tak dibedakan atau dipisahkan antara asyik dengan masyuknya. Dan apabila ke-Ilahi-an telah menjelma di badan dirinya, maka tidaklah kehendak dirinya yang berlaku, melainkan kehendak Allah.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 25, 2011 pukul 4:11 pm

      Bagaimana antum mengingati Allah yg antum tdk kenal?

      Dengan berdzikir pada Allah, mengenal Allah lewat utusan Allah, dengan melihat bukti ciptaan Allah dll

      sungguh ulasan siti jenar ini sangat standar tulisannya namun setiap orang yang membacanya akan dibuat pusing tujuh keliling sebab tulisannya sama sekali tidak dapat diambil ibroh sedikitpun kecuali rasa mual (maaf….sekali lagi maaf) sebab tulisannya tidak tertata dengan baik

        musafir ilmu said:
        April 25, 2011 pukul 4:26 pm

        salam ustd ! dikira hanya ana yg bingung dgn tulisan St Jnr !!!

    penegak sunnah said:
    April 25, 2011 pukul 2:38 pm

    ustaz jahil pemimpin wahabi mengkafirkan sby, pendapat basyir pernah dijadikan landsan oleh perdana untuk mengkafirkan gusdur. masih ragukah kalian bahwa wahabi dan perdana itu sesat menyesatkan???????/

    Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kafir. Hal itu dikatakan terdakwa kasus terorisme Rais al-Am Majelis Anshor At-Tauhid Abu Bakar Ba’asyir dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/4).

    Menurut Ba’asyir, SBY pantas disebut kafir karena gagal menjalankan syariat Islam di Indonesia. “Itu sudah menjadi konsekuensi, jika seorang pemimpin di negara ini tidak menjalankan syariat Islam dengan benar. Sangat pantas jika saya mengatakan bahwa SBY itu seorang kafir,” tegas Ba’asyir.

    “Pemimpin manapun yang memimpin negara ini, tetapi tidak menjalankan hukum Islam dengan sebagaimana mestinya, maka hukuman yang layak diberikan kepada orang itu adalah hukum kafir,” ungkap Ba’asyir.

    Apalagi, lanjutnya, selama pemerintahan SBY, umat Islam selalu terpojokan dengan berbagai macam fitnah dan tuduhan. Karena itu, cara yang harus ditempuh seorang pemimpin adalah menjalankan hukum Islam secara benar.

    Dalam konsep daulah Islamiyah yang dimaksud Ba’asyir, semua warga negara yang tidak melaksanakan hukum Islam secara benar maka itu kafir. “Itu sudah menjadi konsekuensi atas perbuatannya,” ujarnya. (MI/**

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 26, 2011 pukul 11:25 am

      jika saya mengutip pendapat seseorang bukan berarti saya mengambil seluruh paham orang tersebut. saya mengutip pendapat ust. Ba’asyir bukan berarti saya mengambil seluruh keyakinan/paham takfiri ust.Ba’asyir. Saya dalam masalah pengkafiran pemerintah sangat bertolak belakang dengan ust.Ba’asyir dan masih mengikuti fatwa Ustadz Ja’far Umar Thalib, lihat postingan video youtube yang sudah saya upload di http://www.youtube.com/watch?v=m3h1jEQFNhI&feature=related dan maaf saya tidak mau membahas lebih jauh tentang terorisme sebab blog ini bukan membahas masalah tersebut…….

    Lamongan said:
    April 25, 2011 pukul 10:13 pm

    ana juga sama dg ust perdana, ya namanya juga dunianya tanpa koma, jd tulisannya juga tanpa titik dan koma.

      musafir ilmu said:
      April 25, 2011 pukul 10:21 pm

      wah penggemar wongalus ni ye !!!!

    Anto said:
    April 26, 2011 pukul 9:42 am

    Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

    Salam sejahtera untuk ikhwan dan ukti semuanya.

    Hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah, contohlah Rasulullah SAW dalam menjalankan agama Islam. Tidak usah bingung dengan berbagai pemikiran rumit yang ada. Hal ini sudah disampaikan dalam Al Quran, supaya kita meneladani Rasul dalam setiap laku ibadah kita.

    Kedua, hindarilah mengatakan kafir/sesat kepada sesama muslim yang telah berikrar mengucap kata syahadat. Sesungguhnya yang berhak menentukan benar salah adalah Allah SWT semata. Kita manusia hanya berusaha memahami dan mempersepsi formanNYA dan seringkali keliru dalam memahaminya. Bisa jadi perjalanan spiritual orang berbeda-beda untuk mencapai Allah SWT. Semoga semua perjalanan tersebut masih dalam korido dan ridho-NYA.

    Ketiga, buat temen-temen yang mendalami tasawuf, ingatlah bahwa sufi terbaik dalah Rasulullah SAW. Beliau adalah hamba Allah yang paling bersyukur di muka bumi ini, paling dekat dengan Allah, tetap menjalankan ibadah shalat, puasa, berzakat, berkurban, berhaji dan sederet amalan lainnya yang kita rasanya tidak mungkin untuk menandinginya. Kekaguman pada ulama atau pun wali atau pun sejenisnya, mesti dipulangkan kembali pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang menjadi perantara ajaran Islam di muka bumi ini.

    Semoga sesama muslim tetap saling menyayangi. Perbedaan pendapat tidak harus membuat kita terpecah belah…

    bukansitijenar said:
    April 26, 2011 pukul 2:20 pm

    Siti Jenar itu mengkafirkan ulama yang konon walisongo, mengkafirkan banyak ahlussunnah, mengkafirkan nabi Muhammad saw, bagaimana mungkin syekh siti jenar adalah manusia dengan tauhid mantap?

    bukansitijenar said:
    April 26, 2011 pukul 2:28 pm

    Syekh siti jenar mengkafirkan penguasa demak yakni Raden Abdul Fattah, mengkafirkan golongan lain yang tidak satu guru, mengkafirkan para muallaf, mengkafirkan orang Jawa, padahal mereka semua muslim. Syekh siti jenar nggak sholat, adanya semadi, begitukah muslim? syekh siti Jenar juga menyuruh pengikutnya maksiat, mabuk, madat, madon, main, maling

      musafir ilmu said:
      April 26, 2011 pukul 2:44 pm

      waooow…………..naudzubillah !!

      lukman mubarok said:
      Mei 24, 2011 pukul 9:38 am

      Dalam bukunya (“Aliran Kepercayaan dan Kebatinan dalam Sorotan” oleh Rahnip M. BA, Penerbit Pustaka Progressif, Surabaya, 1984) Rahnip M. BA mengumpulkan beberapa aliran yang beliau katagorikan aliran Dajjal, salah satunya adalah jaran siti jenar :

      -Ajaran Siti Jenar
      Dia beraliran Tantrayana, suatu sekte Budha yang sudah ada sejak jamanbIndia Kuno, merupakan suatu tradisi yang tidak menghiraukan segala tabu dalam masyarakat. Pengikutnya menganggap dirinya suci sehingga tidak ada larangan bagi orang yang suci termasuk judi, lacur, mabuk dsb.Aliran Tantrisme dicampuradukkan dengan ajaran zindik yang musyrik dari tasauf Al Hallaj, suatu mistik yang menelan mentah-mentah pendapat filosof Plotinus, yang berpengaruh terhadap sufisme wihdatul wujud, terkenal dulunya dengan istilah Pantheisme.

      Saya berpikir terhadap Siti Jenar yang sudah dihukum mati oleh para ulama ini, kalau ia masih hidup barangkali akan diangkat sebagai “maha guru” oleh banyak pengikut thariqat sekarang ini. jadi sai baba nya indonesia yang juga mengaku ana al haq, fir’aun mengaku tuhan bahkan DAJJAL besar yang akan di bunuh Nabi Isa kelak juga mengaku Tuhan. Bayangkan jika ajaran sufi yang mengaku “Saya adalah Tuhan” diterima oleh khalayak ramai/umat Islam maka tentunya ketika Dajjal tiba umat islam akan menyambut dajjal sebab dajjal juga mengaku dirinya reinkarnasi “Tuhan semesta alam”……..

      Siti jenar = dajjal = sai baba = fir’aun sebabnya sama-sama mengatakan ANA AL HAQ

    siti jenar said:
    April 27, 2011 pukul 5:55 pm

    @bukan siti jenar hebat antum bisa tau siti jenar mengkafir kn nabi? Jika tdk bagaimana??? Ane lihat golongan wahabi ini senang banget menyesat kn sesama muslim.. Antum semua hanya bikin kotor nama nabi saja,,.ikut sunah nabi tp akhlak kalian gak ada kerna ucapan antum dgn perdana terlalu xtrim melulu tanpa fikir apa akibat nya.. Dlm menyesat kn sesama ummah..padahal nabi gak ajar kita menuduh atau menyesat kn..@bukan siti jenar kalo siti jenar tdk menuduh nabi kafir dn wali songgo kafir gamana ya antum kira2???????? Ane rasa antum lebih busuk dr najis kerna mulut mu yg durjana. Ane mohon dgn Allah yg mana jiwa ane di-dalam gengaman nya andai kata siti jenar tdk menuduh nabi dn para wali songgo kafir biar mulut ente terima padah dn musibah dr orang yg kamu fitnah di-dunia ini dgn segera…amin3x ya rabbal alamin.

      musafir ilmu said:
      April 28, 2011 pukul 12:56 am

      ana allah, ana al haq, tak kuperkenankan do’a mu !

    Lukman Mubarok said:
    April 27, 2011 pukul 7:36 pm

    Lanaa a’maalunaa wa lakum a’maalukum

    siti jenar said:
    April 28, 2011 pukul 2:18 am

    @musafir kamu juga munafik! Menyebut anal haq sedang kn kamu masih merasa diri wujud hakiki… Antum bukan hanya musafir tp juga sinting kerna perkataan bejat mu kamu mengaku ana allah.. Pak perdana dn temanya darno ayo kafir kn dn sesat kn teman aliran mu yg bego mengaku allah. Siti jenar mengaku anal jaq dlm beliau fana’ pd allah…antum musafir mengaku allah dlm kesedaran ente…ente sama kaya FIR’AUN….ANA RASA ANTUM SEMUA MASIH TIDUR KERNA SEDANG BERMIMPI YG ANTUM SEMUA UJUD YG HAKIKI…PERDANA DIMANA ANTUM AYO DOANG DI-PANCUNG KEPALA MUSAFIR KERNA MENGAKU ALLAH ANTUM DN TEMAN2 ANTUM KN PAKARRRRRRR DLM SOAL MENYESAT KN DN MENSIRIK KN….SITI JENAR MENGAKU ALLAH TP TDK TAKUT MATI DI-HIJUNG PEDANG..ANTUM MUSAFIR MUNAFIK DI-GIGIT NYAMUK AJA GAK TAHAN HEHEHEHE! Belum lg yg lain

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 28, 2011 pukul 5:15 am

      Dalam bukunya (“Aliran Kepercayaan dan Kebatinan dalam Sorotan” oleh Rahnip M. BA, Penerbit Pustaka Progressif, Surabaya, 1984) Rahnip M. BA mengumpulkan beberapa aliran yang beliau katagorikan aliran Dajjal, salah satunya adalah jaran siti jenar :

      -Ajaran Siti Jenar
      Dia beraliran Tantrayana, suatu sekte Budha yang sudah ada sejak jamanbIndia Kuno, merupakan suatu tradisi yang tidak menghiraukan segala tabu dalam masyarakat. Pengikutnya menganggap dirinya suci sehingga tidak ada larangan bagi orang yang suci termasuk judi, lacur, mabuk dsb.Aliran Tantrisme dicampuradukkan dengan ajaran zindik yang musyrik dari tasauf Al Hallaj, suatu mistik yang menelan mentah-mentah pendapat filosof Plotinus, yang berpengaruh terhadap sufisme wihdatul wujud, terkenal dulunya dengan istilah Pantheisme.

      Saya berpikir terhadap Siti Jenar yang sudah dihukum mati oleh para ulama ini, kalau ia masih hidup barangkali akan diangkat sebagai “maha guru” oleh banyak pengikut thariqat sekarang ini. jadi sai baba nya indonesia yang juga mengaku ana al haq, fir’aun mengaku tuhan bahkan DAJJAL besar yang akan di bunuh Nabi Isa kelak juga mengaku Tuhan. Bayangkan jika ajaran sufi yang mengaku “Saya adalah Tuhan” diterima oleh khalayak ramai/umat Islam maka tentunya ketika Dajjal tiba umat islam akan menyambut dajjal sebab dajjal juga mengaku dirinya reinkarnasi “Tuhan semesta alam”……..

      Siti jenar = dajjal = sai baba = fir’aun sebab sama-sama mengatakan ANA AL HAQ

        jeruk-purut said:
        Mei 13, 2011 pukul 9:24 am

        belajarlah ilmu mantiq, ilmu sastra, ilmu ruhani perdana…agar anda paham ALUR BAHASA YG BANYAK JENISNYA ITU. Jangan kacamata kuda… bicara masalah kesamaan, di dunia ini banyak yang sama sodaraku. jangan lalu dikatakan `ini pasti pengaruh dari sono…` WAH GAWAT. KLO ANDA BELAJAR KEJAWEN SODARA, ITU SANGAT TAUHID. SANGAT ESA. YANG BERBEDA ADALAH, KEJAWEN ITU RITUALNYA BEDA… LALU APA KEMUDIAN DIKATAKAN, JANGAN2 ISLAM ITU TERPENGARUH OLEH KEJAWEN???? BISA FRUSTASI ANTUM…

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 28, 2011 pukul 8:58 am

      “Seseorang tidak akan terfitnah apabila mengatakan ‘Rabbku ALLAH’ sedang bagi yang berkata ‘Engkau (Dajjal) Rabbku’ maka ia akan terfitnah.” sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mughafal (HR. ath-Thabrani)

      Betapa terfitnahnya kaum sufiyyah jika mengatakan wahai “siti jenar, Al hallaj, Ibnu Arabi engkau adalah Rabb”, mari kita semua jaga hati kita dari syubhat yang dihembuskan antek-antek dajjal yang banyak mengaku ana al haq………………

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        April 28, 2011 pukul 9:14 am

        Aliran-aliran thariqat, sekalipun yang dianggap atau diklaim sebagai thariqat yang mu’tabar, banyak yang menjadikan ajaran penyatuan dengan Tuhan sebagai bagian dari pemahaman mereka. Apabila seseorang sudah bisa bersatu dengan Allah, inilah puncak kesempurnaan seseorang dalam ketakwaannya atau dalam kesufiannya.
        Tokoh sufi kufur Al Hallaj mengajarkan cara “hulul” yaitu Tuhan menjelma kedalam insan. Ia berkata,”Keinsananku tenggelam kedalam ketuhanan-Mu,tetapi tidak mungkin percampuran, sebab ketuhanan-Mu itu senantiasa mencampuri akan keinsananku”
        Metode lain yang diajarkan oleh tokoh sufi kufur Ibnu ‘Arabi (Bedakan dengan Ibnul Arabi, seorang ulama ahlussunnah) dengan cara wihdatul wujud (yang ada hanya satu), dimana dia berkata,”Yang menyembah dan yang disembah itu satu) (Dari buku tasawwuf sendiri yaitu “Kunci Memahami Ilmu Tasawwuf” oleh Dr Mustafa Zahri, PT Bina Ilmu, Surabaya.).
        Ibnu Arabi juga berkata,”Tuhan adalah hamba dan hamba adalah Tuhan“.
        Hal ini karena ketika Tuhan sudah bersatu dengan hamba, maka tidak ada lagi pemisahan antara keduanya. Seorang penyair dengan faham yang sama berkata,”Bukanlah anjing dan babi kecuali Tuhan kita”(Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitab “Al Firqatun Najiyah”). Hal ini karena yang ada di alam ini tiada lain kecuali Tuhan yang telah menyatu dengan mahluk-Nya.

        Diantara pehaman Al Hallaj yang menyebabkan ia dihukum mati ialah:

        1. Dia mengaku mengetahui rahasia hati orang lain
        2. Dia mengaku sebagai ilah atau Tuhan.
        3. Mempelajari sihir dan meminta bantuan kepada setan dan jin.
        4. Sangat antusias kepada syi’ah rafidlah.

        Beberapa pemahaman sesat Ibnu Arabi:
        1. Dia menganggap ilmunya dan kitabnya (Fushushul Hikam) diambil dari Rasulullah Shalalallahu’alaihi wassalam secara langsung.
        2. Kaum Hud yang notabene kafir berada diatas al haq (jalan yang lurus).
        3. Fir’aun (yang menyatakan “ana rabbukumul a’la”, pen.)adalah seorang mukmin yang sempurna imannya dan telah lebih dahulu mengenal Allah daripada Nabi Musa alaihissalam.
        4. Nabi Harun telah berbuat salah karena melarang Bani Israil pengikut/kaumnya Nabi Musa beribadah kepada anak sapi dan berhala tersebut merupakan sesembahan yang benar(Dari resensi buku “Hamzah Fansuri, Risalah Tasawwuf dan Puisi-puisinya”, dalam “Salafy” V/Dzulhijjah 1416).

      musafir ilmu said:
      April 28, 2011 pukul 9:41 am

      alhamdulillah….. sadar juga, ….. dgn comment anda menghujat musafir, berarti anda BENAR2 waras ! itulah yang ana harafkan !

      pernyataan ** ana allah, ana al haq ** , adalah pernyataan Al Hallaj dan Siti Jenar dlm keadaan SAKAU. ………….. subhanalloh ana tidak sekali kali mengatakan itu.( astagfirullah ana mohon ampun pd yg maha kuasa ). …. alhamdulillah pancinganku berhasil, kupanjatkan syukur padaMu ya allah, ….. amiiiiiiiiiin.

    Lukman Mubarok said:
    April 28, 2011 pukul 10:01 am

    Saya setuju sama bung perdana dan referensi yang disebutkan. Tidak seperti den bagus siti jenar yang 1. Berandai-andai lalu melaknat. 2. Mengutamakan dzauq atau perasaan. 3. Bernada amarah. 4. Tidak mengilmui apa yang dikatakan. 5. Tidak mengenal hukum syariat

    siti jenar said:
    April 28, 2011 pukul 2:33 pm

    @perdan antum jg bertauhid setengah2 bukan 100% kerna melihat dn merasa kn kuasa Allah lalu ada jg kuasa jin dn lain2 kok masih belum tau kalau Allah itu sumber segala2 nya tdk ada ruang dn tempat yg tdk ada Allah.. Kalo antum beriktikad jin dn malaikat atau siapa yg milik kuasa tersendiri itu sesat yg terang..kerna……WAHUWA BI KULLI SHAI’IN QADIR…. Apa kah ini bukan firman Allah. Ana memang tdk pandai dn bijak di-dalam penulisan…tp antum orang bijak dlm penulisan tp masih aja bodoh di-dalam memahami pandangan orang2 sufi saperti ibnu arabi dn lain2 kenapa???? Tdk lain melain kn kerna kesombongan dn kebodohan mu di-dalam memahami erti maaksud dr kata al halaj dn ibnu arabi serta golongan tarikat2 yg ada di-muka bumi.

      musafir ilmu said:
      April 28, 2011 pukul 3:02 pm

      okelah golongan wahabi perdana cs, seperti apa yg antum nyatakan :
      ***Tdk lain melain kn kerna kesombongan dn kebodohan mu di-dalam memahami erti maaksud dr kata al halaj dn ibnu arabi serta golongan tarikat2 yg ada di-muka bumi.**

      ya ana wahabi bodoh !!!

      ana pengin tahu coba terangkan apa kebenarannya menurut antum pernyataan al halaj dn ibnu arabi ttg “ANA ALLAH dan ANA AL HAQ”

      coba teraaaaaaaaangkaaaaaaaaaan sejauh mana pemahaman antum sehingga begitu taklidnya antum pada 2 dajjal tersebut !!!!!!!!

    Mashudi said:
    April 28, 2011 pukul 11:19 pm

    @siti jenar
    tauhid anda 100% benar!! Benar-benar keluar dari agama!!segeralah bertobat!!dari segi keilmuan shufi anda masih tergolong tingkatan yang masih rendah sebatas wilayah syariat. Yang mudah untuk di bohongi oleh gurunya. Dengan modal doktrin-doktrin sesat yang di poles dengan amalan-amalan yang kelihatannya baik cukup untuk menyesatkan murid-muridnya termasuk anda!! Contoh: “Allah tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana bahkan lebih dekat dari urat nadi” weeehhh!! Hebat Allah menyatu dengan anda!! Anda tau benih jagung!! Benih padi !! Benih gandum?? Kira-kira komposisinya anda bisa menjelaskan? Saya tidak tanya kandungannya, para ilmuwan memaparkan terdapat karbohidrat pada masing-masing benih di atas!! Yang saya tanya komposisi?? Kalau Allah menyatu dengan anda pasti tau!! Biar pun pake dalil anda nggak akan pernah ngerti!! Agama itu ada ilmunya!!

      musafir ilmu said:
      April 28, 2011 pukul 11:38 pm

      pedes sekali kawan !!!!!!

    Pengen Tahu said:
    April 29, 2011 pukul 1:24 pm

    Pengen Tahu ni :
    diawal kejadian dunia/alam semesta apakah ada zat lain selain zat allah ? jika ada berarti Allah tidak sendiri pada waktu itu awal kejadiannya, mohon penjelasan ? Jika memang Tidak ada zat lain apakah bukan berarti allah telah menciptakan sesuatu dengan zatnya itu sendiri, jika demikian apakah bukan berarti kita ini adalah zat allah ( jasad dan ruh ), pertayaanya Apakah kita merupakan satu kesatuan zat Allah ? trims.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      April 29, 2011 pukul 2:28 pm

      Tafakkaru fi alaillah wa la tafakkaru fi Dzatillah azza wa jalla
      Sebelum saya menjawab saya ingin menasihati anda! berfikirlah tentang ciptaan dan kebesaran Allah dan jangan memikirkan dzat Allah Ta’ala, sebab jika kita memikirkan dzat Allah maka syetan akan membuat syubhat didalam hati kita hingga akan timbul kegoncangan keimanan dalam hati/pusing kepala dan akhirnya bisa jadi gila! ini bukan menakut-nakuti tapi sebuah peringatan untuk kita semua!
      ” Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-sekali engkau berfikir tentang Dzat Allah ” (Hadits hasan, Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah)
      Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ” Sesungguhnya syaitan mendatangi salah seorang dari kamu, lalu berkata: ‘Siapakah yang telah menciptakan ini ? Siapakah yang telah menciptakan itu ? ‘ Hingga syaitan berkata kepadanya: ‘Siapakah yang menciptakan Rabbmu ?’. Jika sudah sampai demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dengan mengucapkan isti’adzah dan berhenti ” (HR Al Bukhari dan Muslim)

      Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Sesungguhnya umatmu akan terus-menerus bertanya apa ini, apa itu ? ” Hingga mereka bertanya: ‘Allah telah menciptakan ini dan itu lalu siapakah yang menciptakan Allah ? ” (HR Muslim)
      Dalam riwayat lain ditambahkan: ” Jika demikian halnya, mereka akan tersesat ”

      diawal kejadian dunia/alam semesta apakah ada zat lain selain zat allah ? jika ada berarti Allah tidak sendiri pada waktu itu awal kejadiannya, mohon penjelasan ?

      Jika ada dzat lain disisi/disamping Allah maka Allah bukan yang Esa, sedangkan kita meyakini Tiada Tuhan/dzat Lain selain Allah!
      Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Esa lagi. Tapi banyak atau berbilang. Politheist atau Syirik!
      Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Pencipta lagi. Tapi cuma 1/3 pencipta.Atau kalau yang satu tidak mencipta sama sekali, maka dia bukan Tuhan Maha Pencipta.
      Kalau Tuhan lebih dari 1, misalnya ada 3. Maka Tuhan itu bukan Maha Kuasa lagi. Tapi terbatas kekuasaannya. Cuma 1/3 saja!

      Jika memang Tidak ada zat lain apakah bukan berarti Allah telah menciptakan sesuatu dengan zatnya itu sendiri,jika demikian apakah bukan berarti kita ini adalah zat allah ( jasad dan ruh )

      Wahai saudaraku pahamilah jikaTuhan juga diciptakan.Maka, dia bukan Sang Pencipta. Jika Tuhan menciptakan dirinya sendiri. maka Ini absurd, menyalahi akal sehat; diciptakan sekaligus menjadi pencipta dalam waktu yang sama. yang benar Tuhan tidak berawal dan berakhir. Inilah yang logis.
      Adapun pertanyaan anda jika Allah menciptakan sesuatu dengan zatnya sendiri maka bukankah kita zat Allah?
      Dzat Allah dengan zat ciptaan-Nya itu beda wahai Bung “pengen tahu”. Jika Allah.swt disamakan dengan zat, yg notabene adalah ciptaan-Nya sendiri, maka itu amat mustahil. Atom diciptakan oleh Allah.swt masa Dia sendiri “mencipta” dirinya dengan atom? Masuk akal nggak mobil diciptakan sama mobil?
      Maka kalau kita menyebut Dzatullah (Dzat Allah), tidak berarti dzat di sini sama dengan ciptaan-Nya (zat cair, zat gas, cat padat). Sama seperti ketika kita mengatakan bahwa Allah mendengar, bukan berarti mendengar seperti makhluknya dengan indera dengar (telinga misalnya).
      Kata Dzat selalu dirangkai dengan sifat Kemahaan-Nya dipakai untuk menyebut kata ganti Allah SWT Pencipta Jagat Raya. Sedangkan hakikat Allah tidak dapat ditangkap dengan indera makhluk-Nya. Allah tidak sama dengan zat-zat yang diciptakan-Nya.“dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS.Al-Ikhlas:4)
      Kesimpulannya Eksistensi Dzat Allah tidak sama dengan zat ciptaan-Nya, jika sufi mengatakan bahwa dirinya sama dengan dzat Allah maka dia kufur dengan surat Al Ikhlas ayat 4 sebab merasa setara dengan Allah karena diciptakan Allah padahal Allah sangat berbeda dengan ciptaan-Nya.wallahua’lam………
      maaf, Saya belum cukup ilmu untuk membahas dzat Allah…….tidak secuil ilmuku untuk membahasnya karena kekotoran dan kehinaan diriku dihadapan Allah, maka marilah kita cukupkan diskusi ini dengan nasihat Rasulullah:”berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah tapi jangan berpikir mengenai DzatNya

    Lukman Mubarok said:
    April 29, 2011 pukul 3:06 pm

    Tafakkaruu fii kholqillaahi walaa tafakkaruu fillaahi

    Bukanmain said:
    April 29, 2011 pukul 3:16 pm

    Bung siti jenar argumennya ngawur. tobat aja. Kasihan, dirimu sendiri. Jangan2 Islam KTP

    Lukman Mubarok said:
    April 29, 2011 pukul 3:45 pm

    1. Ajaran sesat menyuruh yang tabu = ajaran siti jenar
    2. Menyesatkan ulama sholih = ajaran siti jenar
    3. Ngeyel = ajaran siti jenar
    4. Tak sesuai perkembangan jaman = ajaran siti jenar
    5. Bahaya laten = ajaran siti jenar

    Pengen Tahu said:
    Mei 2, 2011 pukul 12:37 pm

    Terima kasih utk jawabannya.
    Saya berharap kita semua bisa memahami islam dengan sebenar-benarnya, jadi apabila ada yg bertanya tentang islam kita bisa jawab apa itu islam.
    Begini pak perdana, mo minta ilmu lagi ni, kalo ada yg bertanya tentang syahadat yg artinya kan ” Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah, dan aku bersaksi bahwa muhammad adalah Rosul utusan Allah” .
    Lazimnya, kalo Aku bersaksi berarti ada yg kita saksikan yaitu allah, pertanyaan allah yg mana? tentu allah bukan hanya sekedar tulisan kalimah ALLAH karena dia maha sempurna.
    ALLAH adalah yang maha melihat, pencipta, maha mengetahui, tidak sama dengan mahluk, maha mendengar, dan berdiri sendiri (tiada yg menciptakan), dll.
    Lalu apakah dengan segala kesempurnaannya itu kita tidak boleh tahu Siapa Allah ? Dimana Allah ? Dimana Arsy Allah ?
    Pada saat berdoa misalnya ” Ya Allah lindungilah aku dari godaan syaitan yg terkutuk ” tentulah kita berharap allah yg kita sembah melindungi kita, karena allah maha perkasa, besar harapan kita agar dilindungi oleh allah, pertanyaanya apakah do’a kita sampai pada allah kalo kita tidak kenal dengan allah yg kita mintai pertolongan, sementara kita hanya tahu sifat2 allah.
    makasih.

      Temannya Darno said:
      Mei 2, 2011 pukul 6:56 pm

      @Pengen tau,

      Menganalisa tulisan anda, sy cenderung berpikir sesungguhnya anda paham atas pertanyaan2 anda. Pertanyaan anda sekilas sederhana, tapi membutuhkan jawaban pintar. Sebab jawaban yg akan diberikan akan mengundang pertanyaan2 lagi yg menurut sy rada nyeleneh yg biasa dilakukan oleh kaum yg bertujuan memurtadkan kaum muslim, Mhn maaf jika analisa sy keliru dan membuat anda tersinggung.
      ^_^.
      Ada baiknya anda turut menyampaikan kebenaran di blog ini mas.

      sedikit menjawab pertanyaan anda :
      http://abunamira.wordpress.com/2011/01/05/tahukah-anda-di-mana-allah/

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 2, 2011 pukul 9:13 pm

      Bung “Pengen tahu” yang dirahmati Allah, tulisan anda seolah-olah hendak mengatakan saya ragu-ragu/tidak percaya teks kitab suci (Al-Qur’an) yang memberikan informasi keberadaan Allah dengan segala sifat ke-Mahaan-Nya sebab saya tidak melihat Allah, tidak tahu dimana Allah dan tidak melihat Arsy Allah! dan Allah yang kukenal (melalui Al-Qur’an dan Hadits) Tuhan yang seperti apa?

      Pertanyaan menjebak ini sangat sering ditanyakan oleh kaum Atheis untuk menggoncangkan keimanan (dalam perdebatan yang kami lakukan) dan sudah sangat sering saya jawab :).

      Saya masih berbaik sangka anda adalah seorang pencari ilmu dan bukan seorang Atheis (lawan debat saya dahulu yang sekarang mencoba datang lagi ke blog saya untuk mencoba lagi memberikan syubhat dengan argument usang) yang mencoba untuk melogikakan dan merasionalkan segala sesuatunya dengan pancaindra

      Sense adanya Tuhan ada disetiap makhluk

      Bung “Pengen tahu” yang dirahmati Allah Manusia yang sehat akalnya, tidak dapat mengingkari adanya Tuhan , sense (perasan) adanya Tuhan sudah ada dalam jiwa setiap manusia, makanya suku-suku primitif tanpa sentuhan peradaban atau filsafat apapun telah merasa “perlu” menyembah sesuatu, mengakui kehidupannya tergantung pada “sesuatu”, bersyukur akan anugerah dari “sesuatu” yang agung yang mereka wujudkan pada berbagai berhala, upacara pengurbanan, mengkhususkan tempat-tempat tertentu… mengkeramatkan batu, pohon atau obyek apapun yang mereka anggap mewakili sebuah “keagungan” yang mempengaruhi hidup mereka. Mereka tidak berbicara logika dan rasio ketika jiwa mereka meyakini (iman) bahwa ada sang Maha “sesuatu” yang mereka yakini berkuasa di alam semesta ini.
      Maka ….sense yang dimiliki setiap manusia yang meyakini keberadaan Tuhan diperlukan pembimbing (utusan Allah seperti Nabi, Rasul, Wali, Ulama) agar sense yang sudah dianugerahkan Allah pada mereka mengenal Tuhan yang Maha Esa yaitu Allah Ta’ala dan agar tidak tersesat.

      Bisakah Mengenal Tuhan lewat panca indra?
      Suatu yang mustahil, jika anda mampu monitor keberadaan Allah Ta’ala, apakah dengan keyakinan, dengan rasio, dengan imajinasi, apapun itu, jika pembuktiannya mau realita, bisa dilihat, dipegang, dirasakan seperti angin menghembus diri kita terasa dingin dan sejuk atau diketahui ada bau durian yang menyengat, kemudian diyakini ada durian disekitar bau nyengat itu ! Apakah ini yang dikehendaki manusia untuk mencari Tuhan ? Jika dia sebagai Pencipta, kemudian manusia yang diciptakan mau mengetahui rahasia perusahaan-NYa, yaaa, nanti dulu !
      Jika memang Tuhan diyakini Maha segalanya, maka tidak ada yang akan bisa menemukannya. Karena perangkat yang ada pada diri manusia sangatlah terbatas untuk menangkap Tuhan yang Absolut tidak terbatas. Yang melampaui segala ukuran. Melampaui segala dimensi. Melampaui segala perangkat yang ada pada seisi alam.

      Termasuk kaum sufi yang mengaku menemukan Tuhan dalam hati. Maaf. Hati itu juga termasuk benda alam yang terbatas yang tidak akan mungkin mampu menyingkap “pribadi” Allah Ta’ala walaupun seorang nabi-pun! karena keterbatasan perangkat jasad (panca indra) Nabi Musa, Nabi Musa tidak bisa melihat wujud Allah karena langsung jatuh pingsan!!!! Ketika tidak dapat melihat Allah maka akan mustahil jika akan bersatu dengan Allah ( Wihdatulwujudnya sufi) sebab perangkat jasad dan Ruh manusia tidak akan pernah bisa setara dengan Dzat yang maha unlimited hingga bisa bersatu atau bercampur dengan Dzat Allah!

      Bung “Pengen tahu” ketahuilah sekeras dan secanggih apapun akal bekerja untuk merasionalkan hakikat keberadaan Tuhan, tidak akan berhasil sebab Allah bersifat Ghoib yang tidak bisa diukur dengan rasio.

      Dulu, kita hanya mengenal atom (= tidak terbagi ), sekarang partikel yang ukurannya sepersekian juta dari ukuran atom sudah ditemukan.
      Dulu, kita hanya tahu matahari, bulan dan bintang, dengan anggapan mereka berputar mengelilingi bumi. Sekarang, sudah tidak terhitung benda langit yang bisa kita pelajari dan ditelliti.
      Semakin banyak yang diteliti, justru semakin banyak yang tidak diketahui.
      Kalo dulu peneliti cukup menggunakan alat yang sederhana, misalnya untuk meneliti benda langit cukup dengan teleskop, sekarang harus mengirimkan alat ke luar angkasa untuk mendapatkan informasi yang semakin bertambah banyak.
      Intinya, ilmu yang kita dapat/sains harus menjadi alat untuk menjadikan kita semakin yakin akan keberadaan Tuhan tanpa harus melihat secara langsung (dengan mata) dan bercakap-cakap (dengan mulut) dengan Tuhan untuk meyakini keberadaan Allah Tuhan semesta Alam.

      Tuhan memang tak bisa kita liat, tapi kita bisa melihat hasil ciptaannya (Sifat Allah adalah Maha Pencipta). untuk memikirkan bagaimana proses penciptaannya terwujud, butuh pemikiran. lalu, bagaimana kita mencoba membuat semacam simulasinya, dibutuhkan kerjasama yang baik antara akal dan pikiran untuk membuktikannya. kerjasama akal dan pikiran akan menciptakan cara berpikir logis dan ilmiah. Itulah sebabnya Allah nyuruh kita buat membaca ( Al-Alaq:1-2) membaca bukan dalam makna cuman membaca saja, tapi sekaligus memahami. dengan memahami cara kerja sesuatu, keyakinan kita pada NYA juga meningkat. jadi iman itu tidak hanya terucap di bibir, tapi juga di hati. begitulah cara Tuhan mengajari manusia supaya beriman.
      Keimanan bisa timbul tidaklah harus dengan langsung melihat eksistensi Allah melainkan harus mentadabburi Ciptaan Allah. Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa sifat Allah itu Tuhan maha Pencipta, Maha Kuasa, maha Sempurna:

      Allah Ta’ala berfirman : “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” (Ar Ra’d:2),
      “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imron:191)

      Dimanakah Allah dan dimana Arsy Allah?

      Link yang diberikan Bung “Temannya Darno” sudah sangat pas dalam menjawab pertanyaan anda ;) .

      Kesimpulan yang dapat saya jabarkan dari Link yang sudah diberikan “temannya darno” Allah berada dilangit dan bersemayam diatas Arsy-Nya! Ilmu dan kekuasaan Allah meliputi semua citaan-Nya dan jangan membayangkan, mentakwil dengan rasio/akal dan panca indra kita yang terbatas ini sebab akan menjadi tersesat (lihat penjelasan saya diatas akan mustahilnya perangkat tubuh manusia untuk tahu hakikat Allah) !!!!!!

      Dan Allah Tidaklah dibatasi oleh Makhluk Ciptaan-Nya seperti langit, bumi, kursi, arsy dan sebagainya karena hal itu mustahil bagi Allah karena Allah tidak mungkin dibatasi dan diliputi oleh makhluk, bahkan Dia lebih besar dan agung, bahkan kursi-Nya saja meliputi langit dan bumi.

        Sam said:
        Juli 8, 2012 pukul 4:50 pm

        waw…. gak bisa berkata apa2 setelah membaca penjelasan Mr. Perdana
        lengkap sekali dan mudah dipahami

      lukman mubarok said:
      Mei 11, 2011 pukul 9:00 pm

      anda bisa baca buku ma’rifatullah ada tuh di toko buku

    siti jenar said:
    Mei 3, 2011 pukul 2:09 am

    salam kenal@ pengen tahu…..ane faham maksud dr soalan ente namun biar lah menjadi rahsia kita yg mungkin sama fahaman. @perdana jawaban antum tdk nuambung dn terkeluar dr maksud dr pertanyaan pengen tahu. Teman nya darno antum jg sama…sampai akhir hayat pn antum dn teman setia antum @otong tetap aja merasa kn ujud antum dn pengetahuan antum itu benar2 mengikut sunah dn alquran konon nya….antum hanya baca quran dn hadith tp ane rasa sampe mati pn antum tetap memahami quran sebatas huruf dn erti nya saja ilmu nya gak pernah di-kupas kn lebih jauh..musafir ane rasa ente tdk layak berdakwah kerna ente muslim munafik naik saksi terhadap Allah dn nabi tetapi antum sendiri masih teraba2 dn dlm khayalan kerna menyaksi kn yg antum tdk tahu di-dalam shahadat lalu kalo bukan munafik apa nama nya???kalo kesaksian antum bohong hanya mengikut2 nabi konon nya. Antum tdk layak di-gelar musafir ilmu seharus nya di-tukar aja nikname nya menjadi gagak musafir kerna selalu menfitnah kaum2 sufi yg bertauhid pd ilahi..ente terus kn dgn memakan bangkai sesama muslim terlebih daging orang muslim yg sufi hakiki itu banyak racun jgn terlalu banyak makan daging nya bisa bahaya nanti perut mu kerna tp oleh kerna keenakan kamu makan juga ujung2 nya nanti kamu ka-RS kerna kebanyakan racun. Wassalam

      jeruk-purut said:
      Mei 11, 2011 pukul 1:30 pm

      blog ini bung siti jenar, terjebak pada poros: mau terlihat rasional, ilmiah, dan sesuai syariat…. sayangnya mereka malah terjebak pada logika materialis (dalam term filsafat) padahal mereka tak suka pada sifat material. sebab, katanya nanti larinya pada konsep ateis… jadi susah berdiskusi dg logika awut-awutan begini.

      jadi, maunya membahas agama dg model yg macam apa ya? saya juga masih tanda tanya..

    Lukman Mubarok said:
    Mei 3, 2011 pukul 3:38 am

    Siti jenar, 1. ente bisanya mencela. 2. Tunjukin yang jelas dong apa yang salah dari mereka, terus analisis menggunakan dalil yang shorikh rojih. 3. Apakah anda faham semua yang dikatakan dalam blog ini? 4. Anda sendiri yang tidak nyambung! 5. Tidak tahu merasa tahu. 6. Pengikut perasaan dan khayalan

      musafir ilmu said:
      Mei 3, 2011 pukul 4:47 am

      ach boro boro ngerti isi dari blog ini, NYI SITI itu masih mengeja baca dan belajar nulis, lihat saja bahasa dan tata tulisnya, ga ngerti titik dan koma. ………… bllas ora nyambung………. liiiiiiiiiieuuuuuuuuuuuurrrrrrrrr !!!

        jeruk-purut said:
        Mei 11, 2011 pukul 1:32 pm

        bos musafir ilmu, anda ini kok suka mencela toh? katanya tak boleh mencela?

        musafir ilmu said:
        Mei 11, 2011 pukul 1:51 pm

        @ jeruk-purut
        betul mas, sesama umat tak boleh saling mencela,
        ini terjadi antara sy dan siti jenar, saking jengkelnya sehingga ana khilaf akan kebenaran, mohon maaf pada siti jenar termasuk juga pd anda, semoga dgn pengertian ‘tak ada gading yg tak retak’ anda memaklumi.
        ana bertaubat pada yg maha kuasa !!!!

        jeruk-purut said:
        Mei 12, 2011 pukul 9:36 am

        hehehe, mas musafir…sama-sama mas… namanya juga manusia, kadang ketika terjadi dialog ketika berpendapat timbul hal macam itu. smoga kita selalu akur dalam keimanan, msk punya pendapat lain.. namanya juga alam dunia, kita hanya berusaha mencari yg pling baik dan benar menghadap kebenaranNya, amin..

    Lukman Mubarok said:
    Mei 3, 2011 pukul 3:16 pm

    Aku dan temannya darno, sama-sama makhluk. Tapi tak bisa bersatu ruh dan jasad. Aku dan siti jenar juga begitu. Sesama makhluk aja ga bisa bersatu, apalagi antara makhluk yang berbuat tabu bersama Tuhan Yang Mahasuci. Memang siti jenar tidak merasakan betapa susahnya cari rizki hingga ngaku bersatu dengan Yang Maha Pemberi Rizki?

      jeruk-purut said:
      Mei 11, 2011 pukul 1:49 pm

      bung lukman
      anda cobalah belajar tentang ilmu bahasa, ilmu sastra, atau ilmu logika… sehingga jawabannya masuk akal gitu loh… bahasa `menyatu` itu adalah bahasa rasa, bukan bahasa logika… itulah yg hrs ente dalami maksud-maksudnya…

      misale begini: seorang bos berkata pada anak buahnya: AGAR KERJA TEAM KITA BISA BERJALAN SUKSES: MAKA KALIAN HARUS SATU HATI, SATU LANGKAH!!

      gimana bung?
      atau, cek ayat berikut ini:
      “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS. Ali Imran 103).

      bagaimana bung lukman mengartikan ayat ini:
      “berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”

      berpegang pada tali lho..
      maksudnya tali itu lalu apa? ini kan tak bisa diartikan dg logika yang sering anda agung2kan ktk mendebat balik lawan diskusimu?

    Terserah said:
    Mei 3, 2011 pukul 7:23 pm

    Aneh, Heran dan Membingungkan . . . orang” aneh.

    atuk said:
    Mei 3, 2011 pukul 8:38 pm

    waduh..waduh…baru aje perkataan siti jenar sufi sesat..masing2 udah ribut..

    Zam Zam said:
    Mei 4, 2011 pukul 12:39 pm

    Kok ada keributan, sesama orang Islam beginikah kalo diskusi. Di blog ini saya membaca ttg kesopanan yg diajarkan nabi saw yaitu hal2 yg dilakukan dengan anggota kanan, namun nyatanya dalam diskusi ini kata2 kasar menceruat disana-sini tak beraturan. Pada pendapat saya, orang Islam saat ini hanya pandai menasehati orang lain tapi tak pandai menasehati diri sendiri dan saya berfikir hukuman tuhan yg berupa bencana2 ini mungkin karena sikap umat Islam yg seperti ini.

    Kembali ke masalah Syekh Siti Jenar, saya tidak pernah hidup di zaman SSJ dan kalian pun saya yakin tidak pernah hidup di zaman SSJ, tapi kenapa kalian bisa ada yg mengatakan SSJ sesat atau SSJ tidak sesat. Kalian semua sudah termakan GHIBAH mungkin juga FITNAH. Bagaimana kalian bisa mengatakan SESAT seorang muslim lain yg kalian sendiri tidak pernah mengenal atau bertemu atau mengetahuinya secara yakin?
    Jangan-jangan pendapat kalian juga mencerminkan pengetahuan kalian ttg tuhan kalian………??!

    Menurut sepengetahuan saya SSJ adalah penganut tasawuf…itu saja…..

    Saya pernah membaca pendapat Ibnu ‘Athaillah :
    “Barang siapa yg bertasawuf tanpa berfikih, maka ia zindik. Barangsiapa yg berfikih tanpa bertasawuf, maka ia fasik. Barangsiapa yg menggabung keduanya maka ia mencapai hakikat.”

      musafir ilmu said:
      Mei 4, 2011 pukul 5:35 pm

      sy kembalikan kata2 anda :

      ********Kembali ke masalah Syekh Siti Jenar, saya tidak pernah hidup di zaman SSJ dan kalian pun saya yakin tidak pernah hidup di zaman SSJ, tapi kenapa kalian bisa ada yg mengatakan SSJ sesat atau SSJ tidak sesat. Kalian semua sudah termakan GHIBAH mungkin juga FITNAH. Bagaimana kalian bisa mengatakan SESAT seorang muslim lain yg kalian sendiri tidak pernah mengenal atau bertemu atau mengetahuinya secara yakin?
      Jangan-jangan pendapat kalian juga mencerminkan pengetahuan kalian ttg tuhan kalian………??!

      Menurut sepengetahuan saya SSJ adalah penganut tasawuf…itu saja…..*************
      =========== ========= =========

      ko anda bisa berpandangan
      ****Menurut sepengetahuan saya SSJ adalah penganut tasawuf…itu saja…..*****
      bukankah anda katakan tidak pernah hidup di zaman SSJ ? ………….. lalu apa dasar anda berpendapat ?

        jeruk-purut said:
        Mei 9, 2011 pukul 12:00 pm

        saya idem sama zam-zam

        ——————
        Kok ada keributan, sesama orang Islam beginikah kalo diskusi. Di blog ini saya membaca ttg kesopanan yg diajarkan nabi saw yaitu hal2 yg dilakukan dengan anggota kanan, namun nyatanya dalam diskusi ini kata2 kasar menceruat disana-sini tak beraturan. Pada pendapat saya, orang Islam saat ini hanya pandai menasehati orang lain tapi tak pandai menasehati diri sendiri

        M.Soege-Ardhianto said:
        Mei 13, 2011 pukul 10:18 am

        Saya Dukung Pak Zam-Zam,,Sukseskan dan Brantas para Syaitan Bentuk Mnusia

        Dul Pacul said:
        Mei 14, 2011 pukul 8:49 am

        Orang yg dangkal berfikir seringkali tanpa sadar menjadi sombong karena mereka tak terbiasa memanjangkan fikir, merenenung ataupun tafakur.

        Contohnya seperti ungkapan ini :

        ko anda bisa berpandangan
        ****Menurut sepengetahuan saya SSJ adalah penganut tasawuf…itu saja…..*****
        bukankah anda katakan tidak pernah hidup di zaman SSJ ? ………….. lalu apa dasar anda berpendapat ?

        Jika saya mengatakan bahwa saya tidak mengenal anda dan saya tidak hidup di dekat anda kemudian jika saya mengatakan bahwa anda adalah penganut wahabiyah………lalu apa perlu saya mengungkapkan dasar pendapat saya..???

        Letak kesombongan orang ini adalah merasa pertanyaanya merupakan pertanyaan yg cerdas, tetapi kenyataannya justru kebalikannya pertanyaan tersebut malah menunjukkan bahwa orang ini tidak cerdas.

    jeruk-purut said:
    Mei 4, 2011 pukul 2:11 pm

    kawan-kawan sekalian, termasuk mas perdana
    takkan habis2 bicara siti jenar. Nah, ada artikel menarik dari sodara Achmad Chodjim. Anda tentu mengenal siapa beliau. Silahkan di simak… soalnyya, beliau membahas perbedaan paham MKG (Manunggaling Kawula Gusti), yg dianut para wali, dan siti jenar. dua-duanya sama-sama berpaham ini. tpi beda dalam implementasine..

    coba klik:
    http://www.metasains.com/masih-relevankah-ajaran-syekh-siti-jenar-dewasa-ini/

    sungguh menarik..

      musafir ilmu said:
      Mei 4, 2011 pukul 7:43 pm

      trims atas linknya, sayang baru separo separo,….belum menyentuh esensinya, insya allah akan sy pantau terus !!
      lam hangat !!!

        Dul Pacul said:
        Mei 14, 2011 pukul 9:06 am

        Satu lagi tentang kesombongan.

        contoh kalimat:
        …….sayang baru separo separo,….belum menyentuh esensinya

        orang ini menulis seperti di atas agar para pembaca menganggapnya lebih mengerti secara menyeluruh tentang hal yg ditanggapinya dan lebih mengerti tentang esensinya, padahal dari tulisan2nya orang ini tidak menunjukkan apa yg diinginkannya.

        contoh kalimat lain:
        …insya allah akan sy pantau terus !!

        orang ini merasa dirinya pandai dan seolah2 menempatkan dirinya sebagai pemantau, karena pemantau adalah orang yg tahu tentang masalah yg di pantaunya, dengan komentar itu dia ingin orang lain menganggapnya pandai ttg masalah tsb.

        Orang sombong adalah orang yg jauh dari esensi Islam.

        Orang yg sombong biasanya bodoh, tidak bisa bernalar panjang.
        Iblis terusir dari neraka karena kesombongannya.
        Iblis tidak pernah bisa bernalar, hanya mengutamakan ego, ketika egonya merasa direndahkan karena ada sesuatu yg muncul dan ditinggikan egonya memberontak dan yg muncul kesombongan.

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Juni 25, 2012 pukul 12:27 pm

        Orang yang Ahli menilai sesat itu pada dasarnya Blo’on terhadap kaweruh Islamnya. Maka berbahagialah bagi orang yang paham di kepahamannya, dan paham di ketidakpahamannya, daripada orang yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu, dan juga tidak tahu bahwa ia sebenarnya tahu, apalagi tahu bahwa ia pura-pura tahu, atau bahkan lebih jauh lagi, tahu bahwa ia sok tahu, tetapi ia pura-pura tidak tahu dan tetap saja sok tahu. Celaka lagi yang tidak tahu bahwa ia suka menganggap orang lain tidak tahu dan hanya ia yang paling tahu.

    edi said:
    Mei 8, 2011 pukul 2:29 am

    sesat kafir taqwa beriman semua asalnya dari Alloh, Kita tak berkusa atas apapun didunia ini, hanya milikNYA semua yang ada. Alloh meliputi segala galanya.

    insan said:
    Mei 8, 2011 pukul 7:29 am

    Mas perdana janganlah saudara belajar agama hanya dari membaca kitab dan anda tafsir2kan sesuai akal & hawa nafsu anda sendiri, pada saat anda menuduh sesat pada kaum lain saya yakin pada diri anda timbul kebencian pada mereka, artinya saat itu diri anda sebenarnya masih kotor, janganlah anda hanya melihat segala sesuatu dari yang tampak atau kasatmata saja, dibalik yang dhohir ada yang batin , coba kenali diri anda sendiri (siapa mengenal dirinya dia akan mengenal tuhannya) , belajarlah pakai pembimbing yang benar2 sdh faham ilmu agama scr dohir dan batin, sebelum anda berani menulis dalam blog , agama/keyakinan bukan untuk diperdebatkan.

      jeruk-purut said:
      Mei 9, 2011 pukul 12:03 pm

      menyimak petuah sodara insan: janganlah saudara belajar agama hanya dari membaca kitab dan anda tafsir2kan sesuai akal & hawa nafsu anda sendiri, pada saat anda menuduh sesat pada kaum lain saya yakin pada diri anda timbul kebencian pada mereka, artinya saat itu diri anda sebenarnya masih kotor, janganlah anda hanya melihat segala sesuatu dari yang tampak atau kasatmata saja, dibalik yang dhohir ada yang batin , coba kenali diri anda sendiri (siapa mengenal dirinya dia akan mengenal tuhannya) ,

    siti jenar said:
    Mei 9, 2011 pukul 4:55 am

    benar insan….jgn di-ikuti musafir bego hanya ikut2 tukamg menyesat kn sesama muslim…seribu kali di-hujat agar jgn suka menyesat kn masih aja juga .. Musafir kamu sombong padahal kamu tdk lebih dr setitik mani yg tak punya apa2 maka nya sy putus kn di-dewan persidangan wahdatul ujud kamu munafik kerna merasa memiliki ilmu…wal hal ilmu kamu sebatas kulit aja. Mungkin juga merasa takabur dgn ilmu2 yg menyesat kn atau pakar ilmu sesat! Kalo gak masa dia tau itu sesat ini sesat!

      musafir ilmu said:
      Mei 9, 2011 pukul 6:52 pm

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      ah anda ini siti, bagai serigala keinjak ekor, sini musuh sana musuh, tak pernah berdikusi tepat bahasan !!

      coba simak — Dari Haritsah bin Wahb, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda : ‘‘Tidak akan masuk surga, orang yang berjalan dengan angkuh dan berhati keras’’. (Shahih: Al Misykah (5080)

      hayatilah dan camkan surah Al Maidah ayat : 2 !!!

      wasalam !!

        jeruk-purut said:
        Mei 11, 2011 pukul 9:42 am

        bang musafir bukankah kalimat anda ini:ah anda ini siti, bagai serigala keinjak ekor, sini musuh sana musuh, tak pernah berdikusi tepat bahasan !!

        BENTUK KEANGKUHAN???

    Mashudi said:
    Mei 9, 2011 pukul 1:01 pm

    @siti jenar
    maaf!! Pikiran anda JAHIL… Bagaimana tidak anda menuduh orang yang berikrar “SYAHADAT” berbohong atau munafik!! Anda memaknai syahadat, seolah-olah asal kata syahadat dari bahasa versi anda??padahal syahadat itu berasal dari arab. Jadi kalau di perinci maknanya luas.tapi pada intinya syahadat itu bermakna sumpah bahwasanya tidak ada sesembahan yang patut di sembah selain ALLAH SWT. dan nabi Muhammad saw adalah utusan ALLAH SWT.Jadi maknanya bukan saksi harus ketemu Allah secara langsung seprti riwayat rosul.maaf!! @siti jenar jangan sombong kita hanya manusia biasa bukan nabi.jadi pelajarilah lagi!!!!!bahkan anda belum termasuk shufi karena anda belum menyatu dengan Tuhan terus ikut apa? Jangan di buat bingung sendiri!!!

    siti jenar said:
    Mei 10, 2011 pukul 2:18 am

    mashudi sy gak pernah bilang sy sufi. Tp kalian mengaku umat muhammad tp perilaku kalian saperti mau membeli sorga dgn amalan mu sehingga lupa bahwa sorga yg kamu ingin miliki tdk akn kamu dapati dgn amal mu melain kn dgn rahmat Allah..masih aja kamu berbual amal kepingin sorga hehehe lucu deh kalian..islam atau kafir bukan kalian penentu nya kok kamu mashudi jd panas tenang doank kamu kira kamu dn sefaham mu aja yg benar luar dr golongan mu semua kamu label sesat…aduh kamu sakit kali masih belum faham apa yg kamu kata kn hehehe..

    Mashudi said:
    Mei 10, 2011 pukul 6:28 am

    @siti jenar
    kalau anda muslim?tidak mungkin anda membela, bahkan mengagumi shufi ( siti jenar) jelas dalam muslim tidak di perbolehkan.knapa anda tidak memeluk agama majusi,budha,hindu,kristen,konghucu, dan agama lain selain islam?dalam forum atau blog ini jelas bertujuan untuk memurnikan Islam.Siti jenar sesat karena ajarannya bertentangan dengan Al-qur’an dan As sunnah!!

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 10, 2011 pukul 8:54 am

      Aja Dumeh Mujudake Pitutur Luhur Warisane Para Leluhur Lan Pinisepuh Kang Ngemu Teges Supaya Jalma Manungsa Utawa Titah Sewantah Anggone Nglakoni Penguripane Ana Ing Alam Donya Ora Ngendelake Aji Mumpung. Dumeh, Mujudake Kahanan Kajiwan Kang Njalari Sawijining Pawongan Nggunakake Kesempatan(Aji Mumpung) Kanggo Kepentingane Dhewe Tanpa Ngelingi Sak Padhane Urip. Kesempatan Kasebut Ing Ndhuwur Bisa Maujud Drajat, Pangkat, Bandha Donya, Panguwasa, Ilmu Linuwih, Kebagusane Rupa Lan Liyane.Ing Donya Eropa Utawa Dunia Barat Uga Nduweni Sanepa “Power Tends To Corrupt” Kang Nduweni Teges Yen Kuwasa Bisa Njalari Wong Kang Nyekel Kuwasa Kuwi Nylewengake Kekuwasaane Kanggo Kepentingane Pribadhi Lan Ngianati Marang Wong Kang Ngamanati .
      Wong Urip Mono Kudu Tansah Eling Marang Kang Nitahake Urip Ing Alam Donya, Kudu Tansah Mawas Marang Sangkan Paraning Dumadi. Seko Ngendi Bibit Kawite Urip, Ana Ngendi Saiki Dumunung Lan Papan Ngendi Kang Tembene Bakal Dituju. Kahanan Kang Bisa Direngkuh Ora Kena Njalari Lali Marang Kodrate Minangka Kawulane Gusti. Kanthi Mengkono Sifat Aja Dumeh Bisa Njalari Wong Tansah Eling Marang Asal-Usule, Sahengga Ora Nglali Yen Apa Kang Diduweni Mung Minangka Titipan Utawa Amanate Kang Gawe Urip. Sikep Ini Bisa Nyurung Supaya Manungsa Tansah Nyukuri Peparingane Gusti, Kanthi Nggunakake Peparingane Mau Kanggo Nyengkuyung Kewajibane Minangka Khalifahe Gusti Ing Alam Donya, Kang Nduweni Kewajiban Memayu Hayuning Bawana.Kahanan Urip Kang Dilakoni Manungsa Kena Digambarake Kaya Dene Cakramanggilingan Utawa Rodha Kreta, Kang Ana Sakperangane Rodha Sakwijining Wektu Mapan Ing Dhuwur Nanging Ing Kala Wektu Liyane Ganti Mapan Ing Ngisor. Urip Mujudake Ganti Gumiliring Nasib. Mula Saka Kuwi Nalikane Wong Lagi Nduweni Nasib Kang Apik Ora Kena Gumedhe Lan Umuk Marang Sak Padha-Padha Lan Nalikane Ngalami Nasib Kang Ala Uga Aja Nglokro Utawa Mutung.Kadangkala Wong Urip Diparingi Kanikmatan Kang Tanpa Kinira. Ana Ing Kahanan Iki Pitutur Aja Dumeh Trep Banget Kanggo Diamalake. Wong Kudu Tansah Syukur Lan Uga Kudu Loma Marang Sak Padhaning Urip, Ora Kena Umuk Lan Gumedhe Nanging Kudu Tansah Bisa Sakmadya Lan Andhap Asor.Ana Uga Kahanane Urip Kang Lagi Diparingi Pacoban Nganti Kadangkala Wong Sing Rumangsa Ora Kuwat Nglakoni Kahanan Mau Nduweni Panganggep Yen Donyane Wis Kiamat. Ngadepi Kahanan Mengkene, Manungsa Kudu Tansah Pasrah Sumarah Marang Kang Gawe Urip Lan Sabar Anarima Ing Pandum. Manungsa Kudu Nduweni Keyakinan Yen Pacoban Mau Uga Mujudake Wujud Katresnane Gusti Kanggo Nggembleng Manungsa Supaya Tatag Lan Tanggon Anggone Nglakoni Uripe.Aja Dumeh Ngajarake Manungsa Tansah Mawas Diri Lan Nduweni Keyakinan Kang Kuat Menawa Urip Ing Alam Donya Iki Mung Sakwetara Mampir Ngombe. Kabeh Lelakone Urip Mujudake Proses Kang Ora Langgeng Lan Kabeh Bakale Dijaluk Pertanggung jawabane Mbesuk Ing Alam Akherat.
      Sifat Utawa Watak Aja Dumeh Bisa Diwedhar Kanthi Pitutur Kayadene:

      1. Aja Dumeh Kuwasa, Tumindake Daksura Lan Daksiya Marang Sakpadha-Padha.
      2. Aja Dumeh Pinter, Banjur Tumindak Keblinger.
      3. Aja Dumeh Sugih, Banjur Tumindak Lali Marang Wong Ringkih.
      4. Aja Dumeh Menang, Tumindake Sak Wenang-Wenang.
      5. Aja Dumeh Bagus, Banjur Gumagus.
      6. Aja Dumeh Ayu, Banjur Kemayu, Lan Sakpiturute.
      “Nyawa Mung Gaduhan, Bandha Donya Mung Sampiran”, Mengkono Pituture Para Winasis. Kanthi Mengkono Sejatine Manungsa Urip Ing Alam Donya Ora Duwe Apa-Apa. Kayadene Nalika Dilahirake Manungsa Ora Nggawa Apa-Apa, Smono Uga Mengko Yen Wis Tumeka Titi Wancine Sowan Ing Ngarsa Gustine Uga Ora Sangu Apa-Apa. Dadi Apa Kang Bisa Diumukake Manungsa.

    jeruk-purut said:
    Mei 11, 2011 pukul 1:16 pm

    saya hadir di blog untuk memberikan sisi banding yang seimbang, sehingga kita sebagai umat Islam tidak terjebak pada sudut pandang `kacamata kuda`

    bagi kawan2 yg serius pgn memahami siti jenar, setelah mengetahui sosok buruknya dr blog ini, telah hadir sebuah buku baru terbitan LKIS. Judulnya:

    PENGAKUAN-PENGAKUAN SITI JENAR: inilah sinopsisnya:

    Menurut Syaikh Siti Jenar, ketika alam ini dieksploitasi, ia justru akan merasa senang. Sebab, ia merasa berpeluang menguasai manusia yang mengeksploitasinya… Jadi, bencana-bencana yang melanda akhir2 ini apakah pertanda bahwa alam telah menggunakan peluang utk menguasai itu, Syaikh?

      musafir ilmu said:
      Mei 11, 2011 pukul 10:40 pm

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      @ jeruk-purut,… … salam hormat !

      pernyataan anda :
      **saya hadir di blog untuk memberikan sisi banding yang seimbang, sehingga kita sebagai umat Islam tidak terjebak pada sudut pandang `kacamata kuda`**

      apakah anda mederator ????????

      **bagi kawan2 yg serius pgn memahami siti jenar, setelah mengetahui sosok buruknya dr blog ini, telah hadir sebuah buku baru terbitan LKIS**

      apakah anda beriklan ????????

      ============ ==============

      anda hadir di blog ini, kemudian menyarankan untuk membaca buku baru terbitan LKIS, sudah jelas menunjukan anda pendukung paham siti jenar, sehalus halusnya bahasa anda, sudah jelas bagi kami anda mau mengadakan pembelaan !!!!
      jika anda memang sudah membaca buku yg anda rekomendasikan, berarti anda sdh dapat kesimpulan, sehingga kedatangan anda bukanlah dalam artian PENYEIMBANG, tapi PEMBELAAN !!!!!
      cobalah babarkan disini pembelaan anda !!!

      salah ataupun benar, anda tak perlu bersilat lidah, tunjukan dgn jantan sikap anda, coba dibabar !!!!!!

      salam ukuwah islamiah !!

        jeruk-purut said:
        Mei 12, 2011 pukul 9:27 am

        salam hormat pula musafir ilmu,
        mengenai apakah saya pembela apa bukan, saya kira ndak masalah. Tokh jika saya membela siti djenar, merupakah hak saya. Wong anda juga sudah jelas terlihat, sangat anti siti djenar bukan? nah, seimbang bukan? saya tak beriklan, cm info saja-lah. buat apa saya beriklan? klo dapat duit, baru untung saya. lha, saya g dapat duit. Kmrn saya dapat di mbah gogel, saya baca sinopsisnya, dan pernah baca 7 serinya, msk nggak tuntas… klo yg PENGAKUAN-PENGAKUAN SITI JENAR, saya belum baca..

        sya membela siti djenar, bukan berarti mendukung langkah beliau. Kenapa? langkah beliau itu, menggunakan bahasa yang sulit dipahami awam. Ya, saya lebih sreg dg Sunan Kalijaga dalam langkah dakwah.. meski begitu, saya lebih suka siti djenar dipahami dg utuh gitu loh. ..misalnya, bacalah seting sosial, budaya, dan politik ketika siti djenar hidup, shg kita dpt memahami dg baik apa yg sedang terjadi…

        salam ukuwah islamiah juga kawan musafir..

    jeruk-purut said:
    Mei 11, 2011 pukul 1:20 pm

    ANDA JUGA BISA BACA BUKU KHUSUS PEMIKIRAN SITI DJENAR YANG DITULIS OLEH Agus Sunyoto, SEBANYAK 7 SERI. JUDULNYA: SULUK SYEKH SITI JENAR

    AGUS SUNYOTO INI SUDAH MENELITI SYAIKH INI DG AKURAT, PENUH DATA, DAN REFERENSI YANG BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN….semoga diskusinya makin rasional, ilmiah, dan asal debat tanpa ilmu

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 11, 2011 pukul 2:27 pm

      sesungguhnya yang sangat saya takuti dari umatku yaitu setiap orang munafik yang pandai berbicara.

      FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN

        jeruk-purut said:
        Mei 12, 2011 pukul 9:28 am

        betul betul mas M.Soege-Ardhianto,..

    lukman mubarok said:
    Mei 11, 2011 pukul 8:46 pm

    Bung Jeruk Purut dan cs nya, ajaran yang dibawa oleh Syekh Siti Jenar memang berbahaya. Anda bisa membaca referensi Hamka dalam buku Perbendaharaan Lama dan buku beliau berjudul Tasawuf. Saya kira beliau lebih rajih dalam mencermati kesesatan Syekh Siti Jenar, al Hallaj dan ibn Arobi. dan setelah saya perhatikan bung-bung yang skeptis terhadap blog ini justru lebih mengutamakan akal dan syahwatnya sendiri. ingat, ini perkara pokok dalam Agama. kita sedang tidak main-main dalam perkara Agama.

      Temannya Darno said:
      Mei 12, 2011 pukul 6:36 am

      Agus sunyoto mendingan somasi beberapa ulama yg kemaren jewer kuping siti jenar sampe siti jenar putus leher.

      jeruk-purut said:
      Mei 12, 2011 pukul 9:32 am

      setelah saya perhatikan bung-bung yang skeptis terhadap blog ini justru lebih mengutamakan akal dan syahwatnya sendiri. ingat, ini perkara pokok dalam Agama. kita sedang tidak main-main dalam perkara Agama…

      SALING INTROPEKSI SAJA KANG..ajaran siti jenar justru lebih berbahaya, jika kita tak mengangkatnya dalam sebuah dialog dan diskusi yang utuh bos. Kalo didiskusikan–ketimbang diolok, dihujat, atau disesat2kan, saya kira orang2 justru terbuka pikirnya memahami mana yg baik dan benar…

    lukman mubarok said:
    Mei 11, 2011 pukul 8:56 pm

    Memang, tak ada kata yang lebih tepat untuk menjelaskan kata sastera arab yang tinggi. Wihdatul wujud memang diterjemahkan dengan manunggaling kawula gusti. bersatunya hamba dengan pencipta. emangnya ada kemistri? Air aja butuh Hidrogen dan oksigen untuk menjadi air atau H2O. lha kalau manusia ada H2O, dan molekul serta unsur lain. sedang sifat Allah adalah laysa ka mitslihi syai atau tak ada yang serupa dengan Nya. Allah itu Tunggal, Esa, Wahid, Ahad, dst dalam asmaul husna. bagaimana mungkin makhluk kemudian sok tahu dan membuat syariat melempaui syariat Nabi Muhammad SAW. Sudah bid’ah, sesat pula. apa nggak paham surah al Ikhlash. ane yakin, yang skeptis dengan tulisan bung Perdana adalah orang-orang yang pemaham,annya perlu diluruskan. moga hidayahNya mencerahkan para skeptis.

      jeruk-purut said:
      Mei 12, 2011 pukul 12:35 pm

      bung lukman, kata `menyatu` tidaklah dimaksudkan bahwa seorang hamba lalu `menyatu` menjadi satu dg Tuhannya, seperti halnya gula dikocok2 dalam secangkir kopi…. kata `menyatu` bisa anda pahami dg kata `akrab`, `dekat` … mereka juga tak membuat syariat baru. wong cuma suatu metode agar proses PDKT-nya dg Allah lebih mudah… jangan anda katakan begini: itu bid`ah, wong sudah dimetodekana sama nabi Saw kok… klo anda nyatakan macam ini, maka apa bedanya anda memermudah dakwah melalui media cetak dan elektronik kawan???

        lukman mubarok said:
        Mei 24, 2011 pukul 9:42 am

        PDKT kepada
        Allah swt hanya dalam syariat Nabi Muhammad. kita berlepas diri dari PDKT yang diluar syar’i

      Dul Pacul said:
      Mei 15, 2011 pukul 5:49 pm

      Tingkatan ilmu manusia berbeda, bertingkat2, mudahnya dimisalkan seperti ilmu anak2 SD…SMP…SMA…dst… ketika anak SMA membicarakan ttg atom2 dalam ilmu kimia maka jika berbicara dengan anak SD yg dipikirkan adalah bom atom ….. maka akan menjadi sesuatu yg mengerikan bukan ? ….. akibatnya menjadi salah kaprah..!

      Demikian pula membicarakan wahdatul wujud dengan lambaran ilmu tasawuf yg pas2an…maka hasilnya SALAH KAPRAH….menjadi penyatuan Tuhan dengan manusia.
      Bukan begitu cara berfikirnya, secara logika sederhana saja sudah tidak mungkin karena Dzat Allah berbeda dengan zat manusia.

      Pemisalannya yg tepat adalah seperti yg digambarkan dalam ilmu fisika yaitu “RESONANSI”, ketika frekwensi suatu benda bersesuaian atau sama dengan frekwensi benda yg lain maka benda tersebut akan bergetar. Akan lebih mudah lagi jika memahami ttg ilmu gelombang radio yaitu ketika men “tuning” radio yg artinya frekwensi pemancar radio beresonansi (“match”) dengan frekwensi radio penerima. Seperti itulah kira2 analoginya.
      Semoga tidak salah kaprah.

    wongalusaceh said:
    Mei 12, 2011 pukul 11:20 am

    temannya darno ente jadi monyet tuh diblog wongalus kasian dech lue…….

      musafir ilmu said:
      Mei 12, 2011 pukul 6:42 pm

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      eh ada tamunya bung PA, slmt dtng ustd wongalusaceh ahli ilmu hikmah, slm knl dari sy pengikut paham yng disyiarkan PA, sy juga sering ngintip blognya sampean, sayang rumah anda terkunci terus sehingga tak dapat sampaikan salam !!!

      @ temannya darno, tolong bikinkan minuman kesenangannya ustd wongalusaceh !!!!

      Temannya Darno said:
      Mei 12, 2011 pukul 6:55 pm

      @wongalusaceh,

      hehehe.
      Gambarnya lucu, mantap!
      Ente kalo ngasih info blog yang lengkap donk! masih aja ga pinter2 maen internet.

      Maaf wongalusaceh, bekam dan ruqyah ana non komersil. Alhamdulillah gaji bulanan ana bisa mensubsidi bekam dan ruqyah gratis ana, plus herbalnya. Maaf ana ga buka klinik!!

      @all,
      kalo pengen liat wongalusaceh minder/kalah omong ama ”temannya darno”, silakan kunjungi ini :
      http://wongalusaceh.wordpress.com/2011/05/11/temannya-darno-wahabi-bingung/

      TAPI AWAS HATI2, BLOGNYA CUMA JUALAN JIMAT PALSU. GA ADA KEAMPUHANNYA. JIMAT2NYA CUMA PRODUK MASAL YG MUDAH DITEMUI DILAPAK JIMAT CURAH. ILMU BOHONGNYA DIDAPAT DARI BUKU MUJAROBAT YG SUKA DIJUAL DI EMPERAN TOKO.

    musafir ilmu said:
    Mei 12, 2011 pukul 8:08 pm

    @ wong,
    lucu juga yah,….. disamping jadi ahli ilmu hikmah, ternyata pandai juga menscan gambar, ……. hanya sayang tuh temannya darno pake tasbih anda, sulit donk anda wirid 10.000 x !!!

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 13, 2011 pukul 8:50 am

      AKIDAH NASHIRUDDIN AL ALBANI
      Oleh : Ayub, SKom
      Berikut ini bukti-bukti kuat ajaran akidahnya Nashiruddin Al Albani seorang ahli hadits yang banyak dijadikan rujukan orang Islam dalam menentukan shohih tidaknya suatu hadits hingga mereka melupakan para ahli hadits di masa periwayatan haditsnya itu sendiri. Mereka tidak lagi berkata dishohihkan oleh Bukhori, oleh Muslim, oleh Tirmidzi, oleh Nasai dan sebagainya tapi mereka kini berkata dishohihkan oleh Al Albani, didoifkan oleh Al Albani, innaa lillaaHi wa innaa ilayHi rooji’uun. Berikut ini rincian akidah Al Albani yang saya kutib dari kitab AKIDAH THOHAWIYAH SYARH WAT TA’LIQ, padahal Ath ThoHawiyah adalah muslim Ahlussunnah wal jama’ah Asy’ariyah tapi kitab akidahnya disyarh dan dita’liq sedemikian rupa oleh Al Albani dan diselewengkan ajaran akidahnya :

      A. PEMBAGIAN SYIRIK MENURUT AL ALBANI
      Syirik menurut Al Albani dibagi 3 yaitu 1. Syirik pada Rububiyah yaitu meyakini bahwa ada pencipta selain ALLAH, 2. Syirik pada Uluhiyah atau ‘Ubudiyah (Penyembahan) yaitu menyembah selain ALLAH seperti menyembah para Nabi, orang-orang soleh, bersamaan dengan menyembah ALLAH, seperti melakukan ISTIGHOTSAH yaitu minta tolong dan memanggil selain ALLAH di kala kesusahan atau disebut pula sebagai TAWASSUL, 3. Syirik pada Sifat, yaitu mensifati sebagian makhluk dengan sebagian sifat yang khusus bagi ALLAH seperti yang dilakukan oleh orang-orang tasowwuf dan orang-orang yang mengambil berkah dari mereka.

      Di halaman ini Al Albani menduduh orang-orang yang melakukan ISTIGHOTSAH dan TAWASSUL sebagai penyembah selain ALLAH bersamaan menyembah ALLAH, suatu tuduhan syirik yang keji dan bisa kembali ke dirinya. Orang-orang yang beristigotsah dan tawassul mereka tidaklah melakukan penyembahan kepada selain ALLAH, tidak menyembah kepada perantara mereka ke ALLAH, mereka bukan seperti orang-orang musyrik zaman jahiliyyah dulu yang menyembah patung untuk lebih dekat kepada ALLAH, jauh sekali perbedaannya. Dan Al Albani juga menuduh orang-orang Sufi (ahli tasowwuf) sebagai orang yang mengaku mampu mengetahui ilmu gaib yang hanya diketahui oleh ALLAH. Al Albani salah dalam meyakini GHAIB, ada GHAIB yang memang disembunyikan ALLAH seperti datangnya hari kiamat, terjadinya takdir, tapi ada ghaib yang bisa diketahui oleh manusia atas kehendak ALLAH seperti orang bisa mengetahui alam jin, diberitahukan oleh ALLAH apa yang akan terjadi dan lain-lain. Orang-orang sufi mengetahui ilmu ghaib itu dari ALLAH juga bukan karena dirinya sendiri. Tidak bisa dkatakan tahunya orang-orang sufi tentang hal-hal gaib dianggap sebagai mensifati makhluk dengan sifat khusus bagi ALLAH, tuduhan syirik yang keji. Dan parahnya lagi menuduh orang-orang yang mengambil berkah kepada orang-orang sufi juga dianggap syirik, padahal mereka sama halnya dengan para sahabat Nabi SAW yang mengambil berkah air wudu’nya atau air keringatnya atau rambutnya Nabi SAW, silakan lihat hadits-hadits sohihnya di kitab shohih Muslim ada beberapa bab yang menjelaskan tentang berkahnya air wudu’, keringat bahkan rambutnya Nabi SAW. Mereka hanya mengambil berkah bukan menyembahnya.
      B. AL ALBANI ADALAH PENGANUT AJARAN WAHABI
      Dalam halaman ini disebutkan bahwa kita disuruh membaca kitab-kitab Ibnu Taymiyah, Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdil Wahhab. Jelas di sini ternyata Al Albani adalah pengikut setia ajaran Wahabi yang dipelopori oleh Ibnu Abdil Wahhab (Muhammad bin Abdul Wahhab). Baca lagi sejarah hitam Ibnu Abdil Wahhab ini, bagaimana cara mereka berakidah, menyebarkan ajarannya, yang sudah mencoreng sejarah Islam di masanya. Banyak kuburan sahabat Nabi SAW di Baqi’ hancur berantakan oleh kebiadaban ajaran akidah mereka.

      C. AL ALBANI MENUDUH IMAM AL ASY’ARI DAN AL MATURIDI SALAH MEMAHAMI KALAMULLAAH
      Al Albani mengatakan dalam halaman ini bahwa Ibnu Kilab dan Al Asy’ari meyakini bahwa kalam ALLAH itu adalah perintah, larangan, kabar dan meminta kabar, jika diibaratkan dengan bahasa Arab namanya Al Qur’an, jika bahasa Ibrani namanya Taurat. Dan Al Albani mengatakan bahwa Al Maturidi meyakini kalam ALLAH itu mengandung ma’na tegak pada Dzat-Nya yaitu yang DIA ciptakan pada selain-Nya. Ini penjelasan sangat salah, tidak sesuai dengan ajaran Asy’ariyah dan Maturidiyah yaitu bahwa Kalam ALLAH itu Qodim, tidak berawal dan tidak berakhir dan tidak baru ada dan tidak berhuruf dan tidak bersuara.

      Dalam halaman ini dinyatakan oleh Al Albani bahwa Asy’ariyah dan Maturidiyah itu orang-orang yang sama dengan Mu’tazilah yang meyakini Al Qur’an itu makhluk bukan Kalam ALLAH yang Qodim, mereka Asy’ariyah dan Maturidiyah itu menyembuyikan pengertian Al Qur’an adalah makhluk dalam penafsiran mereka bahwa Kalam ALLAH itu adalah kalam nafsi (perkataan ALLAH sendiri) yang Qodim tidak dapat didengar seorangpun dari malaikat maupun para Rosul, dan kata Al Albani bahwa Ibnu Taymiyah telah menolak penafsiran mereka, Asy’ariyah dan Maturidiyah. Tuduhan yang keji, beda sekali Mu’tazilah dengan kita, Asy’ariyah dan Maturidiyah.

      Dalam halaman ini Al Albani mengatakan aliran Asy’ariyah itu sesat dan mengingkari hikmah.

      D. AL ALBANI MEYAKINI BAHWA ALLAH BISA DILIHAT DI SORGA DENGAN BERHADAP-HADAPAN
      Dalam halaman ini dinyatakan bahwa Nabi SAW menyatakan dalam haditsnya bahwa setiap orang Mu’min di sorga nanti melihat ALLAH SWT seperti kalian melihat bulan purnama di malam itu. Al Albani menafsirkan hadits ini dengan menyatakan bahwa persamaannya itu bukan persamaan yang dilihat (ALLAH) dengan yang dilihat (bulan purnama) tapi persamaan cara melihat ALLAH dengan cara melihat bulan purnama yaitu saling berhadap-hadapan dan menunjukkan bahwa ALLAH itu ada di atas. Al Albani juga mengatakan tidak masuk akal melihat itu tanpa berhadapan, tidak masuk akal orang yang berkeyakinan bahwa melihat ALLAH itu tanpa berhubungan dengan arah depan/belakang/atas/bawah (seperti ajaran Asy’ariyah dan Maturidiyah). Al Albani meyakini ALLAH itu ada di atas, juga dia meyakini ALLAH itu bisa dilihat tanpa kayfiyat (cara) tapi anehnya dalam tulisan di halaman ini Al Albani meyakini ALLAH dapat dilihat dengan cara berhadap-hadapan.

      E. AKIDAH ALLAH DI ATAS, TURUN KE LANGIT DUNIA, DATANG DI AKHIRAT
      Ketika Ath Thohawiyah menyatakan bahwa ALLAH tidak berhubungan dengan arah, Al Albani menyatakan dengan mengutip perkataan Ulamanya dia, Ibnu Mani’, bahwa kalimat ALLAH tidak berhubungan dengan arah adalah tidak dikenal dalam aliran Ahlussunnah Wal Jama’ah, dan harus ditolak dengan Al Qur’an dan Sunnah. Dinyatakan dalam halaman ini pula bahwa ALLAH itu di atas para makhluk-Nya dan beristiwa’ di ‘Arsy dengan Dzat-Nya (diri ALLAH sendiri) dan turun tiap malam ke langit dunia dan akan datang di hari kiamat. Semuanya itu secara hakikat, tidak boleh menafsirkan YAD (tangan) ALLAH dengan kekuasaan-Nya, menafsirkan turunnya ALLAH ke langit dunia dengan turunnya perintah-Nya. Itu harus ditetapkan adanya tanpa menetapkan caranya. Demikian pernyataan Ibnu Mani’ dan Al Albani. Ibnu Mani’ juga menyatakan bahwa perkataan Thohawi ini salah tapi Ibnu Mani’ berbaik sangka saja karena Thohawi dikenal sebagai ulama besar seperti dijelaskan dalam kitab Lisanul Mizan.
      Aneh ajaran Al Albani dan Ibnu Mani’, mereka menjelaskan bahwa ALLAH itu duduk istiwa’ di ‘Arsy, turun ke langit dunia tiap malam, datang di hari kiamat, ini bukti jelas bahwa mereka menyamakan makhluk dengan ALLAH, tapi mereka menghindar dikatakan seperti itu, karena mereka hanya mengatakan adanya tanpa mengatakan bagaimana caranya. Perkataan ini juga bertentangan dengan penjelasan sebelumnya bahwa Al Albani menyatakan ALLAH dilihat di sorga dengan cara berhadap-hadapan. Mana yang benar dari 2 pernyataan ini ? Keyakinan mereka sama dengan ulama yang dikenal dalam sejarah pernah menyatakan ALLAH turun ke langit dunia seperti turunnya dia dari mimbarnya dan akibatnya ulama ini dlempari oleh-oleh para hadirin saat itu, dijelaskan dalam kitab Rihlah Ibnu Batuthoh.

      Ini juga bukti lainnya ajaran mereka bahwa ALLAH ada di atas ‘Arsy dan tidak ada makhluk lain di atas ‘Arsy padahal di atas ‘Arsy itu ada makhluk lain menurut hadits shohih berikut ini : “Ketika ALLAH menentukan qodo’ kepada makhluk-Nya, ALLAH menulis pada kitab (Lauhul Mahfuzh) yang ada di sisi-Nya di atas ‘Arsy”. HR. Bukhori. Dalam halaman ini juga dijelaskan bahwa kitab Thohawiyah ada pemalsuan menurut mereka karena menghilangkan perkataan bahwa ALLAH ada di atas ‘Arsy.

      F. NERAKANYA ORANG MU’MIN AKAN LENYAP
      Berikut ini keyakinan Al Albani akan lenyapnya nerakanya orang mu’min yang maksiat dan kekalnya nerakanya orang kafir, padahal Al Qur’an tidak pernah membagi neraka menjadi 2 bagian, nerakanya orang mu’min dan nerakanya orang kafir, yang ada hanya siksaan bagi orang mu’min yang maksiat akan dihentikan sesuai kadar amalnya dan kemudian dimasukkan ke dalam sorga, bukan nerakanya yang lenyap.

      G. WALI TIDAK BERKAROMAH
      Dalam halaman ini Al Albani meyakini para waliyyullaah itu bukan yang memiliki karomah dan kekuatan luar biasa, Al Albani menganggap karomah dan kekuatan luar biasa para waliyyullaah itu dianggap IHANAH, penghinaan buat diri wali itu.

      H. DOA DAN SEDEKAH BUAT MAYIT
      Dalam halaman ini Ath Thohawi menerangkan bahwa doa dan sedekah oleh orang hidup bermanfaat untuk orang mati, cuma kata Al Albani ada penambahan kata manfaat sedangkan di naskah lain tidak ada. Al Albani menjelaskan doa-doa orang hidup siapa saja yang berdoa maka akan sampai ke orang mati, tetapi khusus sedekah Al Albani mengatakan bahwa itu khusus sedekah dari anaknya saja. Ini berbeda dengan keterangan Ath Thohawi yang tidak mengkhususkan sedekah anak untuk orang tuanya yang sudah wafat. Di beberapa hadits memang diterangkan para sahabat Nabi SAW seperti Sa’d bin ‘Ubadah dibolehkan oleh Nabi SAW bersedekah untuk ibunya yang telah wafat dan ibunya menerma pahala sedekahnya tersebut (HR. Muslim, kitab Subulussalam bab Wasiat), tapi Nabi SAW dalam hadits-hadits tersebut tidaklah membatasi hanya sedekah anak saja yang bermanfaat untuk orang tuanya yang telah wafat, itu hanyalah contoh bahwa sedekah dari orang hidup pahalanya sampai ke orang yang sudah wafat. Selama tidak ada keterangan pengkhususan maka tidak boleh dikhususkan.

      Maha Suci ALLAH dari yang mereka tuduhkan. Kembalilah ke ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Asy’ariyah dan Maturidiyah, yang terbukti benar.
      KATAKAN TIDAK PADA WAHABI DAN SALAFI !!!

        Temannya Darno said:
        Mei 14, 2011 pukul 1:21 pm

        PENDAPAT DAN FATWA ALBANI SELALU DILANDASI DALIL SHOHIH. JIKA BELIAU KHILAF DAN KELIRU MENYAMPAIKAN PENDAPAT, BIASANYA IA KOREKSI/REVISI PADA KITAB2 KARYA BELIAU BERIKUTNYA.. YG TERGESA2 MENGKRITIK/MENCELA ALBANI, MUNGKIN BARU BACA 1 ATAU 2 KARYA/BUKU BELIAU SAJA.

        ALHAMDULILLAH, SEMUA CELAAN TERHADAP ALBANI, TERNYATA BANYAK DAN SUDAH ADA BANTAHANNYA!
        ALLAHUALAM.

        DAN SAYA SUKA DGN ALBANI DAN MANHAJ SALAF!!!!.

        jeruk-purut said:
        Mei 18, 2011 pukul 8:47 am

        lucu sekali jawaban anda, Temannya Darno???
        coba baca lagi jawbn anda itu:PENDAPAT DAN FATWA ALBANI SELALU DILANDASI DALIL SHOHIH. JIKA BELIAU KHILAF DAN KELIRU MENYAMPAIKAN PENDAPAT, BIASANYA IA KOREKSI/REVISI PADA KITAB2 KARYA BELIAU BERIKUTNYA.. YG TERGESA2 MENGKRITIK/MENCELA ALBANI, MUNGKIN BARU BACA 1 ATAU 2 KARYA/BUKU BELIAU SAJA.

        ALHAMDULILLAH, SEMUA CELAAN TERHADAP ALBANI, TERNYATA BANYAK DAN SUDAH ADA BANTAHANNYA!
        ALLAHUALAM.

        kenapa tindakan tersebut tak anda gunakan ketika mencela-mengolok2 gus dur??? MESTINYA NADA JUGA TIDAK TERGESA2 MENCELA GUS DUR SEBELUM MEMBACA SEMUA KARYA BELIAU. KRN BISA JADI ANDA BARU BACA 1/2 KARYA GUIS DUR!!

        WAH, GIMANA INI TANGGUNG JAWABNYA KEPADA ALLAH SWT??

        Temannya Darno said:
        Mei 18, 2011 pukul 8:46 pm

        @Jeruk Purut,

        Adakah tulisan2 sy yg mencela gusdur, bisa anda tunjukan?!, seingat sy… sy tdk koment buat alm gus dur diblog ini/di kolom artikel tentang gus dur.

        Artikel tentang gusdur, sdr PA telah membabarkan dgn gamblang data dan linksnya. Malah sy menunggu penjelasan/bantahan untuk artikel tentang gusdur tsb dari pengunjung2. Sampai saat ini sy belum menemukan bantahannya.

        jeruk-purut said:
        Mei 19, 2011 pukul 8:43 am

        APANYA YANG HARUS DIBANTAH DARI TULISAN SODARA PERDANA TTG GUS DUR ITU? ANDA BACA SAJA ISINYA ITU MACAM APA… ISINYA DAJJAL, SYIRIK, MUSYRIK.. DAN YANG BURUK2 TTG GUS DUR. SUDAHKAH SODARA PERDANA MEMBACA LENGKAP TTG PEMIKIRAN GUS DUR??? METODOLOGI GERAK DAKWAH BELIAU? KLO BELUM, YA, SAMA SAJA, TULISAN OMONG KOSONG BUKAN?

        jeruk-purut said:
        Mei 19, 2011 pukul 8:52 am

        Temannya Darno: catatan anda disitu mmg sedikit, sambil lalu, tetapi dr catatan itu anda juga sama dg mereka yang mengolok2. Meski begitu, saya akui anda tak sampai sangat kasar, hmm, baiklah, dg jujur saya mengakuinya. Bagi saya, akhlak itu sangatlah utama dalam Islam. Karena itulah risalah nabi kita, Muhammad Saw… adalah sangat ironis, kita terjebak oleh nafsu kita sendiri..

        lukman mubarok said:
        Mei 19, 2011 pukul 9:23 am

        bung soege ardhianto, bagus sekali sinopsis anda hingga yang bagus cuma tulisan anda dan merendahkan karya Albani yang asli. anda hanya membaca dengan sepotong dan menarik kesimpulan dengan bertele-tele hingga amat mudah bagi para salafi bahwa anda memutar keyakinan seolah Albani salah dan diikuti oleh orang bodoh. coba baca dan pahami dengan benar syarah thohawiyah. untuk itu, bagi anda yang awam agama Islam, anda perlu belajar lagi. tulisan anda kalau dibuat tesis mungkin akan memnjadi bahan tertawaan

        jeruk-purut said:
        Mei 19, 2011 pukul 12:13 pm

        bang lukman, anda hanya bisa menilai orang lain bodoh. cobalah lebih ilmiah komentari catatan di atas. Beri alasan jelas apa yg dimaksud bertele, kenpa anda bilang sepotong2, trs kesimpulan yg bgmn yg antum maksud…

    wongalusaceh said:
    Mei 13, 2011 pukul 9:44 am

    musafir ilmu saya minta ruang khusus berdebat dengan anda, boleh diblog saya, tinggal anda tunjuk mana yang menurut anda paling mudah anda kritik dibog saya, kolom diskusi hanya akan saya buka untuk anda, saya mau lihat sehebat apa sih wahabi pendatang baru ini,isi blog anda lumayan, saya jadi bergairah nich udah lama tak diskusi, tapi kalau temannya darno dan perdana, baiknya lanjutin bekam orang, pola pemikiran anda sudah tercopi, jadi hanya buang buang waktu, semoga musafir ilmu bukan seorang wahabi pengecut. kita lihat apa “dukun” atau tukang bekam yang kuat dalil dan madrak, jangan pintar berkoar kalau belum bertaji teman.

    salam tuan siti jenar, temannya darno gak usah ladeni, ini wahabi jahil dan suka mencela, berdebat hanya menurunkan nilai ilmu kita, begitu juga dengan pa, kalau musafir ilmu ini lumayan, namun pemikiran geger otaknya perlu sedikit dikasi oli. dah ya ditunggu mas otong darsa alias musafir ilmu, alias tukang bekam

      musafir ilmu said:
      Mei 13, 2011 pukul 10:35 pm

      @wongalusaceh yang sy hormati

      ***musafir ilmu saya minta ruang khusus berdebat dengan anda, boleh diblog saya, tinggal anda tunjuk mana yang menurut anda paling mudah anda kritik dibog saya, kolom diskusi hanya akan saya buka untuk anda, saya mau lihat sehebat apa sih wahabi pendatang baru ini***

      Terima kasih atas “undangan tantangannya untuk berdebat” dan terima kasih atas kesediannya membuka pintu KHUSUS untuk sy berinteraktif diblog anda, (kenapa yah kok bisa khusus buat sy saja, kenapa tidak dengan yg lainnya ?)

      Sy sdh tahu keilmuan anda dari blog ini, betapa alotnya perdebatan anda dgn sdr PA, masing2 KEUKEUH pada pendapatnya sampai2 terjadi doa MUBAHALLAH segala,

      sy tdk peduli dgn istilah wahabi ataupun salafi, itu tdk penting, toch itu hanya nisbat yang dilandasi atas dasar kepentingan pembenaran yg dicari cari, kebencian dan nafsu belaka !

      anda punya keilmuan lalu sy koreksi atas dasar perbedaan paham, kemudian anda nisbatkan sy sbg “WAHABI”, ok terima kasih !

      begitu pula karena perbedaan pemahaman, anda nyatakan bahwa anda seorang salafi umpamanya, sy pun akan nisbatkan anda dgn kata “salafi jahil”, jadi istilah itu tdk ada pengaruhnya buat sy, itu hanya luapan emosi sesa’at karena kejengkelan saja !

      Sy tdk menolak ajakan anda, tapi dgn memahami perdebatan anda dgn saudaraku PA, sy sdh tahu menyimpulkan hasilnya, sdh pasti label WAHABI JAHIL akan segera tersegel menempel lekat pada saya, dan pasti akan segera anda repot menscan monyet lagi diblog anda, lalu sy diblokir seperti rekan darno dan PA. anda akan lebih repot lagi mencari reperensi2 pembenaran yg di ADA ADAKAN untuk menjungkirbalikan saya. Anda sdh kewalahan merasa berat menghadapi sdr darno dan PA, apalagi lawan sy ! ana lebih HEBAT lagi kawan ! (ma’af untuk darno dan PA, anda sdh tahu sy)

      Jadi insyaallah jika ada WAKTU LUANG untuk sekedar ISENG melepas kejenuhan ana akan hadir !, ya sebatas JALAN2 gitu lho !

      ***isi blog anda lumayan, saya jadi bergairah nich udah lama tak diskusi***

      Segala puji bagi allah, tuhan seru sekalian alam, sy buat blog baru belajar, itupun baru sebatas cofy faste share ilmunya orang, sy sendiri belum mampu menshare ide2 pribadi, insyaalloh kedepan jika sdh mampu, sy akan buat blog tandingan untuk blog anda.

      Anda sudah lama tak diskusi, tentu saja anda merasa kesepian, karena manusia itu mahluk social, anda menutup diri dengan “KOMENTAR DIMATIKAN” dgn demikian disinyalir keilmuan anda illegal, anda takut di kritik dan anda takut dipersalahkan karena ada kepentingan pribadi yg menyangkut isi periuk, dalam hal ini berarti anda telah menolak QS Al ‘Asr ! bergaul lah kawan supaya tdk diskusi sendiri !

      *** semoga musafir ilmu bukan seorang wahabi pengecut. kita lihat apa “dukun” atau tukang bekam yang kuat dalil dan madrak, jangan pintar berkoar kalau belum bertaji teman. ***

      sy tak perlu taji, Anda ahli hikmah dan anda punya ilmu terawangan, kemanakah ilmu anda ?, Sy bukan dukun atau tukang bekam, sy musyafir ilmu, sy berusaha untuk tolab sampai mati, insyaallah dimana ada kebenaran disitu sy berusaha berdiri. Pengecut atau pemberani hanya ada dlm perang, dan itu sy military ! soal debat dan bolak balik dalil, itu keahlian anda, sejuta dalil engkau dalihkan, sepanjang ilmu yg disyiarkannya ilmu sesat, tetaplah sesat, dan itu dosa !

      ***salam tuan siti jenar, temannya darno gak usah ladeni, ini wahabi jahil dan suka mencela, berdebat hanya menurunkan nilai ilmu kita, begitu juga dengan pa, kalau musafir ilmu ini lumayan, namun pemikiran geger otaknya perlu sedikit dikasi oli. dah ya ditunggu mas otong darsa alias musafir ilmu, alias tukang bekam***

      Ini baru pembukaan, sy baru pakai dalil nalar saja, anda sudah pasti terjerembab, apalagi jika sdh mengupas dalil qur’an dan haditsnya anda akan kelabakan,

      Berdebat dgn anda HANYA MENURUNKAN NILAI ILMU !

      Wasalam.

        Temannya Darno said:
        Mei 14, 2011 pukul 2:16 am

        mantapsss kang!

        no name said:
        Mei 14, 2011 pukul 11:07 am

        saran ane bwt musafir ilmu: sbnrnya jwbn gk usah panjang2…cukup jwb iya ato tdk. smkin panjg smkn terlihat takut. masalah penilaian, para pembaca udah pd pinter kok, jdi gk usah berdiplomatis. itu aje saran ane

    wongalusaceh said:
    Mei 13, 2011 pukul 9:46 am

    salam mas sogoe, teruskan tulisan anda disini, biar wahbi wahabi jahil disini ada teman diskusi, mas jeruk perut, siti jenar, mantap……….

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 13, 2011 pukul 11:36 am

      kawan berhati-hatilah dengan ucapan,serta opinimu,bisa jadi mereka ngak terima,maka akan ada balasan-Nya,Yups,Ah

    Temannya Darno said:
    Mei 14, 2011 pukul 2:30 am

    @wongalusaceh,

    tau ga apa keterkaitan hadits bekam dan hadits Isro Mi’roj?

    ana curiga kitab2 ente banyak yg salah cetak tuh… atau halamannya ga lengkap alias banyak yg kececer!

    btw, ente debat/diskusi disini aja ama kang otong, ana tukang kipasnya!

    o ya wong, pernah kepikir ga… ana bisa ngeduplikat blog ente atau ana bisa nge-hack blog ente??? tapi maaf wong, ana lebih suka masuk pintu depan, itu juga kalo diizinin ama ente!

      Dul Pacul said:
      Mei 14, 2011 pukul 8:36 am

      Inti dari agama2 diturunkan adalah TAUHID begitu pula Islam,
      nabi Muhammad di utus adalah untu memperbaiki AKHLAK,
      jika semua itu diturunkan di tanah Arab, itu rahasia ALLAH, diantaranya adalah karena penduduk Arab waktu itu berakhlak paling rusak.

      Kemudian ketika Islam berkembang menyebar ke berbagai negara, harus ada pemisahan jelas antara Islam dan budaya Arab. RUH Islam adalah TAUHID dan AKHLAQUL KARIMAH sedangkan JASADnya adalah budaya dimana Islam berada.

      Sebagai contoh, Jika di Indonesia tidak perlu menggunakan kata2 ANA, ANTUM dan sebagainya karena Indonesia sudah memiliki kata ganti untuk kata2 tsb seperti SAYA, ANDA dll.
      Lagi, di Indonesia tak perlu menggunakan JUBAH PANJANG karena itu pakaian untuk daerah gurun karena negri ini bukan daerah gurun.
      Demikian pula JENGGOT, tidak perlu mengharuskan berjenggot seperti orang2 Arab karena genetika orang Arab berbeda dengan genetika orang indonesia dan terlihat lucu jika memelihara jenggot yg jarang2.
      Contoh2 di atas adalah contoh yg sering disalah kaprahi oleh orang2 yg dangkal terhadap pemahaman Islam, mereka lalai mengutamakan RUH islamnya tetapi malah mengedepankan JASAD islamnya saja.
      Seringkali mereka malah melakukan RIYA’ dan UJUB dengan menggunakan atribut2 tersebut agar orang menganggapnya pengikut Muhammad yg sejati, tapi justru orang2 yg dangkal seperti ini yg menghancurkan Islam membuat Islam menjadi sesuatu yg buruk dan layak dijauhi yg artinya mereka merupakan MUSUH-MUSUH Muhammad.

    Pengen Tahu said:
    Mei 14, 2011 pukul 11:53 am

    alhamdulliah, terima kasih untuk jawabannya pak PA, moga bisa menjadi penuntun untuk kita semua.
    astaghfirllahhaladzim semoga allah mengampuni saya jika ada kesalahan maksud dan arti kata dari buah pikiran saya.amin.

    pak perdana, di dunia ini kita tentu berharap segala sesuatu bisa dibuktikan dengan akal dan pikiran. pak minta ilmu lagi ni, kita punya jasad yang tampak oleh panca indra, dan kita punya ruh? pertanyaanya ? Apa itu ruh ? bagaimana bentuk ruh? apakah setiap ruh punya nama? Apakah ruh dr sejak disatukan dengan jasad hingga jasad mati mempunyai dzat yang tidak berubah dan atau berubah ? dimana letak ruh pada setiap diri manusia ? apakah ruh memiliki umur ? setelah manusia lahir ke dunia maka bersatunya antara jasad dan ruh menjadikan manusia hidup ? setelah mati maka siapa yg menerima amal di dunia, ruh atau jasad ?
    makasih untuk ilmunya pak perdana.

      Temannya Darno said:
      Mei 14, 2011 pukul 1:04 pm

      @pengen tahu,

      sambil nunggu tanggapan Ustadz PA,

      Katakanlah, “Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit ” (QS Al-Isra’ [17]: 85).

        Dul Pacul said:
        Mei 14, 2011 pukul 4:01 pm

        Menurut Prof. Dr. Muhammad Sayyid Ahmad Al-Musayyar, guru besar akidah dan falsafah Islam dalam karyanya “Alam al-Ghayb fi al-Aqidah al-Islamiyyah” , tentang ayat tersebut (QS Al-Isra’ [17]: 85) adalah :

        PERTAMA, tidak ada kesepakatan para ulama bahwa ayat tersebut hanya mempermasalahkan ruh (nyawa) manusia. Ada pendapat yg sangat berharga menyatakan bahwa ruh yg dimaksud dalam ayat tersebut adalah Al Quran, Jibril, Isa atau ciptaan Allah yg gaib yg hanya diketahui Allah.

        KEDUA, para nabi telah berbicara ttg Allah, sifat2 serta nama2 Nya yg indah, sehingga mengkaji masalah ketuhanan adalah BUKAN hal yg dilarang (haram) ataupun makruh. Jadi apakah kedudukan ruh lebih tinggi dari Allah atau lebih sulit diketahui, sehingga tidak boleh membicarakannya ??

        KETIGA, jika ruh sulit diketahui, akan dikatakan bahwa ilmu ttg ruh hanya ada di tangan Allah, seperti halnya hari Kiamat. Jika pengetahuan ttg ruh tidak mudah, berarti perintah Allah untuk memikirkan alam semesta tidak ada gunanya. Dengan demikian, firman Allah: “Mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?…..”(Al Rum (30): 8) dan firman: “Di bumi ini terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang2 yg yakin, dan (juga) pada diri kalian sendiri. Maka, apakah kalian tidak memperhatikan?” (Al Dzariyat (51) : 20-21) menunjukkan bahwa perkara ruh merupakan perkara yg bisa diketahui akal.

        KEEMPAT, firman Allah: “….Dan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (Al Isra’ (17): 85) menunjukkan bahwa ilmu ttg ruh adalah jenis pengetahuan yg dapat dicapai. Pada saat ayat ini turun, orang2 Arab dalam kondisi kebodohan, mereka belum memiliki pengetahuan yg luas. Seperti itupula halnya ketika meraka bertanya ttg bulan sabit (hilal). Mereka merasa aneh: mengapa hilal yg tampak kecil seperti benang lambat laun menjadi besar dan kemudian bundar, lalu mengecil kembali seperti semula? Al Quran lantas menjelaskan hikmah tsb tanpa menyebutkan penjelasan lebih rinci. “Mereka bertanya kepadamu ttg bulan sabit. Katakanlah, “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (untuk ibadah) haji. ……” (al Baqaraah (2): 189).

        Monggo dijawab…….
        alasannya sudah jelas bahwa ruh bukanlah hal yg tabu untuk dibicarakan……….

        musafir ilmu said:
        Mei 14, 2011 pukul 8:44 pm

        ***Menurut Prof. Dr. Muhammad Sayyid Ahmad Al-Musayyar, guru besar akidah dan falsafah Islam tentang ayat tersebut (QS Al-Isra’ [17]: 85) adalah :
        PERTAMA, ……..
        KEDUA, ………dst ***

        itu menurut beliau, apakah kita tak boleh berpendapat ?

        jika anda yakin akan keilmuan prof tsb, tentu saja anda akan menganggap bahwa ruh bukanlah hal yg tabu untuk dibicarakan……….!!

        tapi sy punya pemahaman lain ! :

        bahwa RUH yg di QS Al-Isra’ [17]: 85 adalah menerangkan ttg ruh insani (ruh manusia, hewan dsb), dalam hal ini difirmankan bahwa “Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

        sekarang siapa yang menyuruh mengatakan itu ?

        bukankah itu sang Khaliq pemilik bumi, langit dan seluruh isinya ?

        maha benar allah dgn segala firmanNya, allah tak akan pernah ingkar dgn janjiNya !

        jika allah telah menfirmankan bahwa ruh itu urusanNya, lalu kenapa kita umatnya hendak melawan kalamNya ?

        adapun allah kasih toleran ;
        “dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”

        sy berpendapat, bolehlah kita membicarakan / mempelajari ttg ruh, tapi kan “tidaklah diberi pengetahuan melainkan sedikit ” !?

        untuk itu mslh ruh tak perlu dibicarakan, toch sdh jls tegas firman allah bahwa RUH adalah urusanNya !!

        pemahaman anda bagaimana ………. ????

        Dul Pacul said:
        Mei 14, 2011 pukul 9:30 pm

        Kejumudan berfikir dan kearoganan terlihat dalam jawaban anda, anda tidak berargumentasi tetapi memaksakan kebodohan kepada orang lain.

        Argumentasi saya tentang itu adalah
        Pertama, anda merasa pemahaman anda minimal sama dengan pendapat Prof. Dr. M Sayyid Ahmad bahkan pemahaman beliau dibawah pemahaman anda, hm… sungguh kesombongan yg tidak tahu malu…… saya ingin bertanya apa prestasi yg sudah anda capai…..Profesorkah…? Doktorkah…? Saya menduga paling anda hanya sarjana psikologi….. Ini kesalahan sdr wongalusaceh yg sudah mengatakan anda lumayan yg membuat anda besar kepala yg sesungguhnya kepala anda tak berisi apa2 ini terlihat dari argumentasi2 anda.

        Kedua, menggali ilmuNya anda katakan dengan melawan kalamNya…… hm…. ketahuan siapa yg sudah sesat dan menyesatkan.

        Ketiga, logika anda amat sangat buruk.
        Kata “SEDIKIT” anda artikan “TIDAK” …. hm…anak SD akan tertawa jika membaca argumen anda.

        Saya menjadi yakin bahwa tantangan wongalusaceh untuk berdiskusi anda tolak karena anda sudah “kalah sebelum perang”…… sungguh bukan mental orang yg menamakan dirinya muslim, umat muhammad.

        Temannya Darno said:
        Mei 14, 2011 pukul 11:52 pm

        @Dul Pacul,

        koment sy tsb, hanya menyelipkan sedikit jawaban atas pertanyaan sdr@pengen tahu, sebab dia bertanya kepada Ustadz Perdana Akhmad, Sy sendiri sedang berpikir apa yg kira2 akan ditulis Ustadz PA..

        Sy setuju bahwa ruh tidaklah tabu untuk dibicarakan, tapi disitu hanya sebatas meraba2 saja sesuai dgn kemampuan akal/batas pengetahuan manusia, sebab kepastiannya… Allah telah me-warning bahwa kita hanya diberi sedikit ilmunya tentang ruh.

        sy bisa saja copas pendapatnya beberapa ulama, tapi itu tadi semuanya hanya meraba2 saja. Apakah pembahasan tsb sesuai tema artikel di atas? (mungkin ini yg dimaksudkan @Musafir Ilmu, tdk perlu dibicarakan karena diluar tema artikel, entahlah kalo di kolom lain)

        @Dul Pacul,
        Rupanya admin blog ini sedang sibuk, bagaimana kalo dari anda dulu menjawab/mengulas pertanyaan2 @sdr Pengen Tahu. Sy rasa literatur anda tentang ruh cukup banyak.

        Monggo kami persilakan. thks.

        Dul Pacul said:
        Mei 15, 2011 pukul 6:20 am

        Hm… beginikah sikap mental seorang penganut wahabiyah ?? Ketika berani mengatakan SESAT seorang syekh yg menjalani tasawuf, kemudian ditanya ttg kedalaman ilmu mengenai ruh karena pengetahuan ttg ruh erat kaitannya dengan tasawuf, tp tak ada sedikitpun jawaban yg menjelaskan ttg itu bahkan berusaha mengalihkan jawaban, yg lebih PARAH lagi berusaha melemparkan tanggung jawab tersebut ke orang lain, sungguh memalukan.
        Biginikah kualitas orang yg mengaku umat Muhammad sejati………?? Hm……

        jeruk-purut said:
        Mei 18, 2011 pukul 8:52 am

        anda benar juga sodara dul pacul..
        mereka-mereka ini, berkata tanpa ilmu. Ketika dihadirkan pemahaman yang lebih, atau dikasih tokoh yang bukan guru2 mereka…. MAKA MEREKA SPONTAN BERKATA:

        [itu menurut beliau, apakah kita tak boleh berpendapat ?

        jika anda yakin akan keilmuan prof tsb, tentu saja anda akan menganggap bahwa ruh bukanlah hal yg tabu untuk dibicarakan……….!! :]

        [Sy setuju bahwa ruh tidaklah tabu untuk dibicarakan, tapi disitu hanya sebatas meraba2 saja sesuai dgn kemampuan akal/batas pengetahuan manusia, sebab kepastiannya… Allah telah me-warning bahwa kita hanya diberi sedikit ilmunya tentang ruh.]..

        musafir ilmu said:
        Mei 18, 2011 pukul 3:15 pm

        @jeruk-purut
        kita biberikan oleh allah akal dan fikiran untuk dapat memilih dan memikirkan sesuatu agar kita yakin akan langkah keputusan yang akan kita ambil, dlm memutuskan sesuatu kita lihat keilmuan orang lain, lalu kita bandingkan dgn pendapat kita sendiri, dgn tolok ukur keilmuan kita sendiri, baru kita dpt menyimpulkan kebenaran mana yang akan kita ikuti, sehingga setelah kita ambil keputusan, langkah kita akan mantap, yakin dan percaya diri dalam bertindak.

        kita belajar dan belajar dgn keilmuan orang lain dgn filter ilmu yg ada pada kita. begitu dan begitu untuk selanjutnya sampai ajal menjemput kita !!

    M.Soege-Ardhianto said:
    Mei 14, 2011 pukul 6:50 pm

    Ke-2 asma di atas banyak dijumpai dalam pembelajaran ilmu-ilmu melayu sumatra, sulawesi, jawa, dan asia lainnya. Namun salah satu dari ke-2 asma ini sangat mudah menimbulkan efek khodam.

    Sighat kata ALLAH
    Sighat kata ALLAH sudah jelas banyak disebutkan dalam al-Qur`an dan memiliki sandaran hakekat vertikal yang tertuju kepada ilahi (Tuhan pencipta alam) dan merupakan salah satu di antara Asma`ul Husna. Dalam pembelajaran ilmu-ilmu tertentu, asma ALLAHU sering dijumpai berdiri sendiri (baik dalam wirid/semedi/pengolahan nafas tertentu) dan sering juga digabungkan dengan sighat kata lain dalam pembacaan do`a ilmu seperti AKBAR yaitu ….ALLAHU AKBAR…. (Allah maha besar), ….ALLAHU NUUR…. dst (Allah adalah cahayanya… dst). ….WALLAHU AKBAR…. (dan Allahu maha besar), dll.

    Dalam pengamalan ilmu-ilmu tertentu, penggunaan asma ALLAHU sangat jarang menimbulkan khodam apabila sandaran hakekat langsung tertuju kepada ALLAH Robbun yang menciptakan anda. Andaikata khodam tetap datang, maka status kedatangannya adalah tidak lain sebagai utusan ALLAH bagi hamba yang diinginkannya, mungkin untuk menjaga, mungkin untuk menolong, mungkin memberikan petunjuk, mungkin ingin menguji, dan lain-lain sesuai kehendak ALLAH. Dalam bahasa lain: KHODAM datang dengan RIDO Allah.

    Singhot kata HU ALLAH
    Singhat kata HU ALLAH sangat sering menimbulkan khodam. Berdasarkan pengalaman kami, banyak kami jumpai murid pengamal ilmu ini, bahkan beberapa guru spiritual supranatural yang mengamalkan ilmu dengan sighat kata HU ALLAH tidak menyadari bahwa sedang menggunakan kekuatan khodam.

    Sama halnya dengan sighat kata ALLAHU, Sighat kata HU ALLAH sering juga ditemukan berdiri sendiri baik dalam wirid/semedi/pengolahan nafas tertentu mamupun ditemukan bergabung dengan beberapa sighat kata dalam do`a ilmu lainnya. Sighat kata HU ALLAH mempunyai 2 simbol hakekat tersembunyi yang kebanyakan tidak diketahui oleh para murid spiritual-supranatural maupun gurunya. Ke-2 simbol hakekat tersebut merujuk kepada 2 sumber berbeda. Pertama, merujuk kepada penegasan “Dialah ALLAH” (Sangat berhubungan dengan kaidah bahasa arab dan ilmu tajwid/cara qira`ah al-Qur`an) dan kebanyakan para murid spiritual-supranatural maupun guru spiritual-supranatural kurang dalam pemahaman kaidah bahasa Arab dan penguasaan cara qira`ah al-Qur`an ini sehingga penegasan hakekat DIA-LAH ALLAH tidak sampai pada hakekat dimensi-NYA dan hanya sampai pada dimensi khodam. Kedua, merujuk kepada dimensi khodam tertentu (Hu dalam HU ALLAH SEBAGAI SIMBOL kunci pembuka dimensi). Pada simbol hakekat ke-2 lah kebanyakan kekuatan khodam timbul. Karenanya bagi anda pencari ilmu harap anda berhati-hati jika anda tidak ingin terjebak dengan kekuatan khodam, pengecualian bagi anda yang memang menginginkan kekuatan khodam.

    Perbedaan efek daya supranatural (Ilmu)
    Sighat kata ALLAHU pada pembelajaran ilmu spiritual-supranatural, pada umumnya melahirkan kekuatan yang lebih halus, bahkan terkadang energinya tidak dapat terdeteksi oleh para ahli maupun si pengamal ilmu itu sendiri. Proses kerjanya hanya Allah yang tahu. Secara zahir, efek kekuatan timbul lebih berkesan lambat dan tidak instan walaupun di dalam kehalusannya terkandung kekuatan yang sangat dahsyat, bahkan dalam kondisi-kondisi tertentu bagi si pengamal ilmu tertentu menemukan kegaiban yang khariqul lil Adat.

    Sighat kata HU ALLAH, pada pembelajaran ilmu-ilmu spiritual-supranatural, pada umumnya melahirkan kekuatan yang lebih kasar, dan energinya mudah terdeteksi oleh para ahli tertentu dan banyak murid si pengamal ilmu ini dapat mengetahui energi amalannya (mungkin perasaan panas, dingin, kesemutan, dll) walaupun beberapa di antaranya ada juga yang tidak dapat mengetahuinya. Proses kerjanya lebih banyak melibatkan kekuatan khodam. Secara zahir, efek yang ditimbulkan berkesan cepat dan instan serta sering bersifat demonstratif dalam kondisi ritual tertentu.

      lukman mubarok said:
      Mei 19, 2011 pukul 9:27 am

      bung soege, yang anda tulis ini mujarobat ya? kasihan sekali ilmu alat anda salah gunakan untuk mendukung para dukun berkedok ustadz

    musafir ilmu said:
    Mei 14, 2011 pukul 10:49 pm

    @Dul Pacul

    Subhanalloh, ……..istigfar kawan , anda menyimak opini sy dgn nafsu !!! adakah kebencian ??

    Sah2 saja anda menilai sy demikian, anda punya hak untuk bicara, tapi tak baik jika anda mencela lawan bicara, kita baru kenal !!!

    Disini tofik kita membahas ttg ruh !!!, yg dipertanyakan sdr @ Pengen Tahu, anda dtg untuk apa, comment anda menyimpang jauh dari pokok bahasan, anda lebih bersifat permusuhan, sy kan bertanya bagaimana pemahaman anda ttg ruh ?
    Lho larinya ko pada cercaan ? apa hubungannya ? dimanakah sy menganggap pendapat Prof. Dr. M Sayyid Ahmad sejajar atau dibawah pemahman sy ?? astagfirullah…!!

    Santai saja kawan ! kita diskusi, tak ada kata nilai plus atau minus, analisa anda aneh2, lain ditanya lain dijawab ! sy tdk lanjutkan diskusi dgn anda, tdk menyentuh esensi, malah membuat dosa, mohon maaf !!

      Dul Pacul said:
      Mei 15, 2011 pukul 6:41 am

      Silakan saja, siapa yg harus beristighfar.

      Berdiskusi adalah berargumentasi bukan beropini, jika beropini sebaiknya anda bersama ibu2 RT bergosip.

      Anda mengatakan saya berbicara dengan nafsu, coba jelaskan apa itu nafsu.

      Coba jelaskan dimana penyimpangan argumentasi saya.

      Hm… jawaban anda seperti ini:
      ……..sy tdk lanjutkan diskusi dgn anda, tdk menyentuh esensi, malah membuat dosa, mohon maaf !!

      Sudah saya duga seperti apa kualitas seorang wahabiyah….!

      Kalimat di atas identik dengan kalimat di bawah ini yg saya ambil dr jawaban anda yg lain:
      …….., sy baru pakai dalil nalar saja, anda sudah pasti terjerembab, apalagi jika sdh mengupas dalil qur’an dan haditsnya anda akan kelabakan,
      Berdebat dgn anda HANYA MENURUNKAN NILAI ILMU !

      Buktikanlah jika anda ahli mengupas dalil Al Quran dan hadist, buat saya atau yg lain kelabakan, jangan hanya berani lempar batu sembunyi tangan atau anda hanya bisa dikenal sebagai si BESAR MULUT…!

        musafir ilmu said:
        Mei 15, 2011 pukul 8:17 am

        dul…….dul….. syiar apa yang kau sampaikan ???????

        Dul Pacul said:
        Mei 15, 2011 pukul 12:05 pm

        Tidak perlu menjelaskan tentang syiar
        karena yg dicari adalah ridho ilahi
        bukan kesesatan yg ditebar
        tapi ilmu yg hakiki…….

        Namaku
        Gundul-gundul Pacul Gembelengan…..

      jeruk-purut said:
      Mei 18, 2011 pukul 8:55 am

      SODARA MUSAFIR ILMU…

      INTROPEKSI DIRI SAJA KANG….

        musafir ilmu said:
        Mei 18, 2011 pukul 3:46 pm

        insyaalloh, sy berusaha untuk tdk degil, sy akan fair terhadap diri sy sendiri dan siap menerima kritik dari rekan2, namun tentunya harap ditunjukan bagian2 yg dikritisinya, karna kadang setelah berkaca, ada tai cicak dikuduk sy tak dpt melihat kecuali ditunjukan kawan, saya siap dikritik orang lain sepanjang itu untuk kemaslahatan, mksh !!!

    imam amir said:
    Mei 15, 2011 pukul 8:06 am

    setelah menyimak isi dari dakwah / pemostingan blog ini, bagus, berkwalitas, terasa memang banyak sekali dijumpai beberapa pemahaman yg keliru yg sdh beredar dimasarakat umum. pemuatan artikel ini sarat dgn nuansa pelurusan akidah yg baik, perlu untuk didukung dan dilanjutkan !

    masalah aqidah mmg tak hentihentinya selalu menjadi pokok bahasan sepanjang masa. faham kiri paham kanan akan selalu ada.

    setelah coba ikuti kommen2 dari atas kadang ada komen yg diluar pengupasan, tak apalah sepanjang menyiarkan kebenaran, anggap saja sbg bumbu penyedap rasa yg akan memacu untuk gairah berinteraktif, namun sayang selalu saja ada orang2 yg berusaha mengalihkan poin2 keluar dari kupasan dgn segala ucapan2 meledek dan hujatan2 yg tdk perlu, padahal sy yakin mereka2 itu orang2 yg pandai ttg agama.

    majulah…….. biarkan komen2 yg miring tak perlu ditanggapi, untuk sdr pembuat blog dan para pengunjung yg turut mendukung pencerahan umat, sy sampaikan salut dan acungan jempol, lanjutkan misi anda2, jgn terpancing dgn hujat menghujat sehingga keluar dari bahasan,

    salam kenal buat seluruhnya !!!

      Dul Pacul said:
      Mei 16, 2011 pukul 4:22 pm

      Bang..bang.. tut akar kolang kaling sopo wani ngentut ditembak rojo tuwo…………!

        imam amir said:
        Mei 16, 2011 pukul 5:15 pm

        DUL ..DUL…. GUNDUL PACUL.. GEMBELENGAN
        CAH … BAGUS KO GEMAGUSAN !!!

        Dul Pacul said:
        Mei 17, 2011 pukul 6:01 am

        Gundul-gundul pacul gembelengan…..
        nyunggi-nnyunggi wakul gembelengan…..
        wakul glimpang segone dadi sak rataan……

        Ini bukan hanya sekedar tembang dolanan anak2, ini adalah nasehat orang Jawa untuk orang yg sombong, angkuh, tengil, yg merasa dirinya paling baik :

        @ Gundul-gundul pacul gembelengan….

        Gundul artinya kepala,
        pacul adalah alat untuk menggali,
        gembelengan berarti sombong, angkuh, tengil, merasa benar sendiri. Jadi:

        Jika sedang menggali ilmu janganlah sombong, baru punya ilmu sedikit tidak perlu angkuh, merasa paling benar sendiri yg lain dibilang SESAT, tidak perlu tengil membantah nasehat2 orang lain yg lebih pandai.

        @Nyunggi-nyunggi wakul gembelengan…

        Nyunggi artinya membawa dan mengangkat di atas kepala,
        wakul adalah tempat nasi, bakul,

        Ketika sudah mendapatkan ilmu yg baik harus dijunjung tinggi dibawa dengan hati2, tidak perlu teriak sana KAFIR, teriak sini SESAT itu artinya sudah bertingkah gembelengan.

        @ Wakul glimpang sego ne dadi sak ratan…

        bakul jatuh terguling nasinya berantakan di jalanan

        Glimpang artinya jatuh terguling
        ratan berarti jalan, halaman

        Maka akibat kelakuan membawa ilmu secara sombong, angkuh, tengil, merasa paling benar sendiri, ilmu yg sudah dikumpulkan yg sedianya bisa digunakan yg lebih bermanfaat hanya menjadi berantakan, kotor, tak berguna.

        imam amir said:
        Mei 17, 2011 pukul 6:19 am

        bagus, … walau nasehat berbau etnis, rada2 bingung untuk diterjemahkan, namun baik untuk disimak, ……. pencerahan yang bermanfaat …. matur suwun kang mas !!!

        Dul Pacul said:
        Mei 17, 2011 pukul 7:27 pm

        Nggih sami2 pak…

        Cukup disimak saja, ndak perlu dicari manfaatnya…

        Ndak ada yg salah dengan bau etnis, itu bukti bahwa seni budaya kita adiluhung, seni bisa menhaluskan jiwa, jadi kalo memahami seni jadi orang ndak srudak-sruduk, embat sana embat sini.

        Wah…. nama anda HEBAT juga ya…..
        Sudah …..IMAM………… AMIR…. pula..

        imam amir said:
        Mei 17, 2011 pukul 8:08 pm

        menurut penuturan nyokap n bokap ku, aku diharapkan jadi imamnya para peminpin gitu katanyo !!

        luhur sekali pengharapannya, mdh2an allah dpt megabulkan cita2nya …… amiiin !!!

        Dul Pacul said:
        Mei 18, 2011 pukul 5:40 am

        Wah bagus sekali……..
        mudah2an tidak terselip kesombogan disitu..
        sepengetahuan saya tak ada nabi maupun para sahabatnya yg bernama keduniawian sehebat anda……

    M.Soege-Ardhianto said:
    Mei 15, 2011 pukul 8:22 am

    Kang Otong/musafir ilmu
    Tuh kang Dul Nanya Ma Ente Harusnya Ente Jawab Donk Dan Jabarkan Apa Itu Nafsu Agar Tak ada saling Ejek Ya,

      musafir ilmu said:
      Mei 15, 2011 pukul 8:37 am

      hmm….mas soege mat pagi rekan !
      tak ada relepansinya sy melayani sdr dul, tanya sy aja tak dijawab, beliau ini bukan ngajak diskusi tapi ngajak berkilah bermusuhan, perbuatan sia2 mas !

        M.Soege-Ardhianto said:
        Mei 16, 2011 pukul 12:54 pm

        Banyak Musuh Kurang Dosa,Banyak Dosa Kurang Amal,Tiada Yang salah Hanya Tak pernah JUmpa Saja,,

        jeruk-purut said:
        Mei 18, 2011 pukul 8:57 am

        KANG MUSAFIR….
        lebih baik, kita SEMUA..INTROPEKSI DIRI
        JANGAN SELALU CARI KAMBING HITAM, DAN MENGANGGAP NEGATIF ORANG LAIN SELAIN ANTUM…

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:15 am

    musafir jahil.

    kalau membahas satu masalah tentukan dulu maudu’ masalah,dan tentukan mahmulnya, atau dengan kata lain tentukan dulu mahkum bih dan mahkum alaihinya. lalu istbat dalilnya dan tadqiq kenapa harus dalil itu yang harus dipakai, lalu bawa aqwal aqwal ulama untuk pengukapasan dalil, kita sepakati, ulama mana yang kita sepakat sepabagai rujukan, setelah itu kita gunakan ilmu mantiq dan usul fiqih untuk menelusuri jejak pemikiran ulama yang membahas dalil tersebut, dan ada baiknya kita gunakan ilmu mustalahul hadist dan takrij, asbabul wurdu, dan asbabun nuzul untuk ayat serta balaghah berisi ilmu bayan ma’ani dan badi’i. dan pada dimensi ini kita akan sangat tepat membahas masalah agama.

    tapi kalau anda maksud musafir ilmu adalah copi blog sana sini lalu menghakimi sesuatu,maka itu adalah musafir jahil teman, hanya dapat ilmu yang akan jauh dari kebenaran.

    saya tunggu tanggapan anda.

    teman darno baik cuci piring orang tuamu dirumah, durhaka bila kau lupakan orang taumu.

    oya masalah ilmu terawang, kalau anda tahu sedikit saja masalah terawang maka kata kata jahil anda tidak akan keluar.

    mengunakan terawang yang sahih itu membutuhkan energi yang tidak sedikit, dan sebaiknya digunakan untuk perkara yang sangat penting dan wajib. kalau sekedar untuk tahu siapa ente, memang penting ente untuk diterawangin. ha ha ha. mohon ditanggapi jangan setengah setengah

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 2:07 pm

      oya masalah ilmu terawang, kalau anda tahu sedikit saja masalah terawang maka kata kata jahil anda tidak akan keluar.
      mengunakan terawang yang sahih itu membutuhkan energi yang tidak sedikit, dan sebaiknya digunakan untuk perkara yang sangat penting dan wajib. kalau sekedar untuk tahu siapa ente, memang penting ente untuk diterawangin. ha ha ha. mohon ditanggapi jangan setengah setengah

      Saking tidak pentingnya ilmu trawangan maka Rasulullah tidak mengutus malaikat jibril untuk memata-matai kaum kafir tidak juga mengutus khodam untuk memata matai musuh, dalam dunia inteligen zaman Rasulullah cuma mengutus mata-mata dari manusia dan tekhnik ini sampai sekarang masih digunakan juga.
      Dalam setiap peperangan, baik di zaman dahulu hingga zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, operasi intelijen selalu dilibatkan dalam mendukung kesuksesan sebuah pertempuran. Salah satu tujuan operasi intelijen adalah membaca kekuatan dan pergerakan pasukan lawan. Sehingga apabila kekuatan lawan sudah terbaca, tinggal mangambil tindakan antisipasi yang tepat untuk menghadapinya. Diantara cara yang dipakai untuk mendapatkan informasi berharga ini, dilakukan dengan cara menyusupkan mata-mata atau agen rahasia langsung ke dalam pihak musuh. Umumnya agen yang disusupkan ini sudah sangat terlatih sedemikan rupa hingga tidak ada seorangpun dari pihak lawan yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Ketika pertempuran berkecamuk di antara dua pihak yang saling berperang, informasi intelijen sangat ditunggu oleh setiap komandan pasukan perang masing-masing, sebelum akhirnya membuat keputusan, apa tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Namun………………….. lihatlah sirah nabawiyah………………pada peperangan zaman Rasulullah, rasulullah tidak menggunakan ilmu trawangan “melihat tembus”, tidak pula menggunakan malaikat,khodam……… apakah peperangan yang dilakukan rasulullah sangat tidak penting hingga tidak perlu ilmu trawangan atau mengajarkan ilmu trawangan pada para sahabat?????????

      Mari kita lihat kisah “mata-mata” inteligen pada zaman Rasulullah yang sama sekali tidak memerlukan trawangan ………. semoga kisah ini jadi ibroh bahwa ilmu trawangan itu hanya tipu saya setan belaka dan dukun wongalusaceh tertipu karenanya……………sebab Rasulullah dan para sahabt tidak menggunakannya maka PAKAH DUKUN WONGALUS INI MERASA LEBIH HEBAT DARI RASULULLAH?????

      Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus 10 mata-mata yang dipimpin Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek Ashim bin al-Khaththab. Ketika mereka tiba di daerah Huddah antara Asafan dan Makkah mereka berhenti di sebuah kampung suku Hudhail yang biasa disebut sebagai Bani Luhayan.

      Kemudian Bani Luhayan mengirim sekitar 100 orang ahli panah untuk mengejar para mata-mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berhasil menemukan sisa makanan berupa biji kurma yang mereka makan di tempat istirahat itu. Mereka berkata, ‘Ini adalah biji kurma Madinah, kita harus mengikuti jejak mereka.’

      Ashim merasa rombongannya diikuti Bani Luhayan, kemudian mereka berlindung di sebuah kebun. Bani Luhayan berkata, ‘Turun dan menyerahlah, kami akan membuat perjanjian dan tidak akan membunuh salah seorang di antara kalian.’ Ashim bin Tsabit berkata, ‘Aku tidak akan menyerahkan diri pada orang kafir.’ Lalu memanjatkan doa, ‘Ya Allah, beritakan kondisi kami ini kepada Nabi-Mu shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

      Rombongan Bani Luhayan melempari utusan Rasulullah dengan tombak, sehingga Ashim pun terbunuh. Utusan Rasulullah tinggal tiga orang, mereka setuju untuk membuat perjanjian. Mereka itu adalah Hubaib, Zaid bin Dasnah dan seorang lelaki yang kemudian ditombak pula setelah mengikatnya. Laki-laki yang ketiga itu berkata, ‘Ini adalah penghianatan pertama. Demi Allah, aku tidak akan berkompromi kepadamu karena aku telah memiliki teladan (sahabat-sahabatku yang terbunuh).’

      Kemudian rombongan Bani Hudhail membawa pergi Hubaib dan Zaid bin Dasnah, mereka berdua dijual. Ini terjadi setelah peperangan Badar. Adalah Bani Harits bin Amr bin Nufail yang membeli Hubaib. Karena Hubaib adalah orang yang membunuh al-Harits bin Amir pada peperangan Badar. Kini Hubaib menjadi tawanan Bani al-Harits yang telah bersepakat untuk membunuhnya.

      Pada suatu hari Hubaib meminjam pisau silet dari salah seorang anak perempuan al-Harits untuk mencukur kumisnya, perempuan itu meminjaminya. Tiba-tiba anak laki-laki perempuan itu mendekati Hubaib bahkan duduk dipangkuannya tanpa sepengetahuan ibunya. Sementara tangan kanan Hubaib memegang silet. Wanita itu berkata, ‘Aku sangat kaget.’ Hubaib pun mengetahui yang kualami. Hubaib berkata, ‘Apakah kamu khawatir aku akan membunuh anakmu? Aku tidak mungkin membunuhnya.’

      Wanita itu berkata, ‘Demi Allah aku tidak pernah melihat tawanan sebaik Hubaib. Dan demi Allah pada suatu hari, aku melihat Hubaib makan setangkai anggur dari tangannya padahal kedua tangannya dibelenggu dengan besi, sementara di Makkah sedang tidak musim buah. Sungguh itu merupakan rizki yang dianugrahkan Allah kepada Hubaib.’

      Ketika Bani al-Harits membawa keluar Hubaib dari tanah haram untuk membunuhnya, Hubaib berkata, ‘Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan shalat dua rakaat.’ Mereka mengizinkan shalat dua rakaat. Hubaib berkata, ‘Demi Allah, sekiranya kalian tidak menuduhku berputus asa pasti aku menambah shalatku.’ Lalu Hubaib memanjatkan doa, ‘Ya Allah, susutkanlah jumlah bilangan mereka, musnahkanlah mereka, sehingga tidak ada seorang pun dari keturunannya yang hidup,’ lalu mengucapkan syair:

      Mati bagiku bukan masalah, selama aku mati dalam keadaan Islam
      Dengan cara apa saja Allahlah tempat kembaliku
      Semua itu aku kurbankan demi Engkau Ya Allah
      Jika Engkau berkenan,
      berkahilah aku berada dalam tembolok burung karena lukaku (syahid)

      Lalu Abu Sirwa’ah Uqbah bin Harits tampil untuk membunuh Hubaib. Hubaib adalah orang Islam pertama yang dibunuh dan sebelum dibunuh melakukan shalat.

      Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahu para sahabat pada hari disiksanya Hubaib, bahwa kaum Quraisy mengutus beberapa orang untuk mencari bukti bahwa Ashim bin Tsabit telah terbunuh dalam peristiwa itu, mereka mencari potongan tubuh Ashim. Karena Ashim adalah yang membunuh salah seorang pembesar Quraisy. Tetapi Allah melindungi jenazah Ashim dengan mengirim sejenis sekawanan lebah yang melindungi jenazah Ashim, sehingga orang-orang itu tidak berhasil memotong bagian tubuh jenazah Ashim sedikit pun.” (HR. Al-Bukhari, no. 3989; Abu Dawud, no. 2660.)

      Sumber: 99 Kisah Orang Shalih

      dan sesungguhnya pembahasan ilmu trawangan/kasyaf ini sudah saya tulis pembahasannya di http://metafisis.wordpress.com/2011/01/06/bantahan-buat-wongalusaceh-ilmu-kasyaf-vs-penelitian-ulama-ahli-hadits/

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:24 am

    terawang itu sahih. harus melalui taubat nasuha, istigfar ribuan kali, selawat ribuan kali, tawasul kepada seluruh aulia yang bersanad dengan ilmu terawang. lalu mengunakan asma tertentu. lalu mentaukil khodamnya, lalu pasrah pada Allah seluas apa yang diberi olehnya dalam pencarian yang ingin kita ketahui,tak jarang sweping gaib terjadi, dan wajib disembunyikan hasil terwang itu. kalau mau pake jin mah gampang tinggal perintah kasi berita, namun banyak yang ditipu. dan untuk apakah terawang bila hanya untuk tahu siapa seseorang yang menghina kita. peraturan dunia khodam yang sahih tak boleh digunakanuntuk perkara yang rendah. hanya pada keterdesakan dan hajat yang mendesak dan sesuai syariat.

    jadi salah memahami terawang bisa masuk pada kahin, arraf, dan sihir, tiada yang mebedakan semua itu kecuali ilmu, kalau wahabi itu lur biasa,coba beli majalah assunnah terbaru yang mengkritik imam ghazali dengan ihyanya

    ha ha ha ha ha ha ha ha

    andai aku dimandikantujuh samudra tak akan kuikut paham wahabi jahil bersangatan. belum tau cara mengambil dalil dan menghamal dalil penulis sudah menyalahkanghazali ha ha ha wahabi wahabi

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 1:30 pm

      terawang itu sahih. harus melalui taubat nasuha, istigfar ribuan kali, selawat ribuan kali, tawasul kepada seluruh aulia yang bersanad dengan ilmu terawang. lalu mengunakan asma tertentu. lalu mentaukil khodamnya, lalu pasrah pada Allah seluas apa yang diberi olehnya dalam pencarian yang ingin kita ketahui,tak jarang sweping gaib terjadi, dan wajib disembunyikan hasil terwang itu. kalau mau pake jin mah gampang tinggal perintah kasi berita, namun banyak yang ditipu. dan untuk apakah terawang bila hanya untuk tahu siapa seseorang yang menghina kita. peraturan dunia khodam yang sahih tak boleh digunakanuntuk perkara yang rendah. hanya pada keterdesakan dan hajat yang mendesak dan sesuai syariat.

      JANGAN dipercaya ocehan dukun ini, tulisannya seolah-olah dia maha sakti mandraguna, namun saya jamin dia ini ga bisa trawangan sama sekali cuma bisa berteori manis namun berbisa, ujung-ujungnya disuruh dzikir ribuan kali (dengan bilangan khusus dan prilaku khusus) yang sama sekali tidak ada contohnya dari Rasulullah dan kalau kita tidak mampu maka “ada kuncinya” yaitu membeli wifik, rajah dari wongalusaceh dengan membayar mahar tertentu nah UUD (ujung-ujungnya duit) saya jamin ;) yang tertipu akan kecewa…………..

      jika memang benar wongalus ini bisa trawangan maka kita harus buat pengujian :

      1. tentukan hari dan jam berapa dukun (palsu) ini mau trawangan, dukun ini harus melihat dengan “ilmu tembus pandangnya” baju dan calana yang kita pakai
      2. kita harus bersumpah dengan nama Allah bahwa kita tidak berbohong dalam pengujian ini

      BERANI GA WONGALUSACEH???? KITA UJI ILMU TRAWANGANMU !

      JIKA cuma bisa berteori dengan meyakinkan orang padahal dia sendiri ga ada ilmunya maka sama saja dengan “tong kosong nyaring bunyinya” persis pada salah satu artikel wongalusaceh yang katanya bisa nyuruh jin ambil harta karum, namun wongalus ini masih “ngemis-ngemis” jualan jimat tanda kekuarangan materi…………

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Mei 19, 2011 pukul 2:12 pm

        saya jamin wongalusaceh akan mengelak dengan seribu macam alasan………….mari kita buktikan dari tulisannya……………….

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:25 am

    massogoe buka ihya ulumuddin bab ghibah untuk membedakan upat yang haram dan boleh, yups ah

      lukman mubarok said:
      Mei 25, 2011 pukul 8:04 pm

      Ya disitu ada tersebut ghibah yang boleh bahkan wajib

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:29 am

    untuk itu mslh ruh tak perlu dibicarakan, toch sdh jls tegas firman allah bahwa RUH adalah urusanNya !!

    musafir jahil

    masalah ruh telah dibahas dengan baik oleh ghazali dalam ihya jilid tiga, dan ibnu qayyim azzauji silahkan buka kitab arabnya langsung kalau bisa, jangan lewat terjemah, yang terjemaha banyak salah. dan hasilnya enggak jahil

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:37 am

    untuk itu mslh ruh tak perlu dibicarakan, toch sdh jls tegas firman allah bahwa RUH adalah urusanNya !!

    kalau demikian anda memahami agama benar benar jahil anda. memahami ayat hanya teksnya saja. sedikit ilmu tentang ruh kepada manusia jangan kau pikir sedikit itu seperti sekilo gula, sekilo minyak, jadi tak perlu dibahas, ente ini jahil luar biasa tapi kata kata anda belagu sekali seolah olah allamah ha ha ha

      Dul Pacul said:
      Mei 15, 2011 pukul 12:41 pm

      Begitulah jika kesombongan sudah merasuk dalam hati akalpun tak berdaya dibuatnya laksana Iblis yg terhina ketika dihadap bersujud kepada Adam seketika kesombongan membara lupa siapa dirinya lupa kuasa Tuhannya lupa siksa menantinya….

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:42 am

    Singhat kata HU ALLAH sangat sering menimbulkan khodam. Berdasarkan pengalaman kami, banyak kami jumpai murid pengamal ilmu ini, bahkan beberapa guru spiritual supranatural yang mengamalkan ilmu dengan sighat kata HU ALLAH tidak menyadari bahwa sedang menggunakan kekuatan khodam.

    saya tambahkan

    kalau anad jin ditubuh dan tak bisa dikeluarkan dengan berbagai cara, maka wirdikah huu Allah, dengan cara waktu tarik nafas baca huu waktu lepas baca Allah. atau dalam hati terus baca huu Allah. hu Allah ini bisa kita baca pada surat alhasyar, diulang tiga kali, subhanallah ia ganjil dan menyukai ganjil,

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 1:18 pm

      kalau anad jin ditubuh dan tak bisa dikeluarkan dengan berbagai cara, maka wirdikah huu Allah, dengan cara waktu tarik nafas baca huu waktu lepas baca Allah. atau dalam hati terus baca huu Allah. hu Allah ini bisa kita baca pada surat alhasyar, diulang tiga kali, subhanallah ia ganjil dan menyukai ganjil,

      pada akhirnya ketika berdzikir hanya mengucap hu……hu………hu……….hu (dimaknai Dhomir Allloh) dipercaya oleh kaum sufi sesat bahwa dzikir tersebut asma Allah sudah dalam tingkat ghoib, jangan mau mendengarkan talbis wongalus, talbisnya sangat halus seperti semut yang berjalan dikegelapan malam. jika ingin jin keluar dari tubuh kita maka yang harus kita lakukan pada awalnya adalah bertaubat kepada Allah dari prilaku syirik kita dan meninggalkan perkara-perkara bidah dalam agama, lalu membaca :
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

      (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagiNya pula segala pujian.Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

      Rasul mengatakan jika dibaca Dalam sehari seratus kali, Niscaya ucapannya itu menyamai pahala membebaskan sepuluh budak. Juga, ditulis baginya seratus kebaikan dan dihapus darinya seratus kejelekan. Juga, dalam sehari itu dia dijaga dari setan sampai sore harinya. Tidak ada seorang pun yang mengamalkan sesuatu yang lebih baik darinya selain seseorang yang mengucapkan lebih banyak darinya.?(HR.Bukhari dan Muslim)

      dzikir ini saya amalkan dengan istiqmah setiap pagi (subuh) dan sore (maghrib), jadi Insya Allah walaupun dukun semacam wongalusaceh mau mengirim “setan jin” untuk menyakiti saya tidak akan bisa sebab Allah akan melindungi saya….Insya Allah………. :) . Sampai sekarangpun wongalusaceh walau katanya dahulu mau nyantet saya dengan khodam hizib nasr sama sekali “nol besar” semua ucapan dukun ini ga terbukti, jangan pernah percaya akan kata-kata manisnya namun berbisa ………… merasa sakti padahal cuma mengeruk uang saja dari orang-orang awam nan bodoh untuk diperdayanya………….. tak bisa cari usaha yang halal karena tak punya skill maka banting stir jual jimat……….

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:51 am

    terus masalah wahdatul wujud

    kalau maksud wahdatul wujud bersatu tuhan dan mahluk dengan cara hulul ittihad dan ittisal, maka amat bodohlah kalian mengabiskan waktu disini, karena hamzah fansuri, siti jenar, alhallaj bukanwahdatul wujud ini. kalau ngotot itulah bukti kaliannjahil.

    ittihad adalah seperti air dalam gelas.
    hulul adalah seperti campuran gado gado
    itisal adalah bersambung seperti pohon dan akar

    maha suci allah dari tiga perkara ini.

    maka ibnu arabi, siti jenar, hamzah fansury, alhallaz, wahdatul wujud mereka bukan seperti ini.

    kalau ada yang awam memahami lain itu ya salahmereka sendiri, sesat mereka sendiri.

    lalu kalian menuduh 4 ulama besar ini dengan whdatul wujud ittihad, hulul, ittisal. amat keji tuduhankaliankepada mereka. dan dihari akhir kalian akan bermasalh besar mengina kekasihnya.

    4 ulama itu umpama phon kelapa,kalian tuduh pohon pinang, dan pengikutnya kalian tuduh pohon pinang, wah jahil jahil,musafir jahil, temannya iblis, bertubatlah mengina para wali.

    wahabi sering menghina.

    1. imam ghazali
    2. imam syazily
    3. imam rifa’i’
    4. ali buni
    5. ibnu arabi

    musafir jahil apakah kau berada dibarisan para pencaci aulia. kalau ia,. otakmu geger teman.

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 12:17 pm

    RUH adalah urusanNya !!

    masufir jahil qulil ruhu min amri rabbi’

    katakanlah ruh adalah urusan tuhanku. bukan gini terjemah yang betul. yang benar adalah katakanlah wahai Muhammad ruh adalah suatu yang dibangsakan kepada tuhanku.

    min amri rabbi.

    min huruf jar
    amri yang dijarkan
    mudaf amri
    rabbi mufa ilahi
    mudaf rabbi ya mutakklim wahdah sebagai mudaf ilahi

    nah dalam membahas ayat kita cari dulu.

    1. makna min

    nah min itu ada bermana tab’id (sebagian) ada ibtidaiyah(permulaan) dan banyal lagi lainnya. nah dari sekian banyak min itu manakah yang tuhan kehendaki, ada kemungkinan kemungkinan yang bnyak.

    pr kita bagaimana mentarjih makna min tersebut????

    kita tak mampu kawan maka buka tafsir, sawi, jalalain, ibnu kasir, baidawi dll. maka akan jelas makna min disana.

    lalu amri apakah defenisinya, kerena amrun itu bisa bermakan perintah, bisa bermakna amrun wujudi, atau maknawi, atau marun i’tibari??

    pr selanjutnya bagaimanakah makna sebenarnya

    kembali kita tidak mampu maka buka lagi tafsir mereka

    kemudian kenapa diidafah iamrun kepada rabbi

    ini memerlukan ilmu balaghah

    misalnya
    ka;’bah baitullah
    masjid baitullah
    rumah Allah, bukan bermakna Allah disitu tapi tempat yang banyak orang mengingat allah disitu

    lalu hati orang mukmin itu rumah Allah sangat senada dengan amri rabbi ini. karena hati atau ruh adalah sinonim yang dibangsakan kepada tuhan karena mulianya.
    karena memahami Allah itu dengan tuju martabat.
    ahadiah
    wahdah
    wahidiyah
    ruh
    amsal
    ajsam insan

    3 yang awal itulah wilayah zat dan sifat tuhan. sedangkan 4yang kahir adalah wilayah af’al tuhan. dan ruh itu dekat dengan tuhan berada pada martabat keempat.

    karena itu ruh ini hanya butuh cinta dan mengenal tuhan. karena itulah kita disuruh beribadah. berzikir untuk mencintai Allah, dan disuruh tafakur untuk mengenal Allah. ruh tidak perlu makan, tidak perlu minum, tidak perlu sex, dia hanya perlu Allah, Allah dan Allah. dan yang paling mulia diantara semua ruh adalah ruh mustafa. dialah yang paling dekat dengan Allah dari segala ruh.

    adapaun insan dan ajsam kita dekat dengan binatang maka kita perlu makan, perlu minum, perlu sex. maka manusia ada unsur malakut yaitu ruhnya, ada dimensi mulku yaitu jasmaninya. lihat akhir surat yasin dan awal surat muluk.

    jasmani kemabli kepada tanah. ruh kembali kepada Alllah., masuklah kepada golongan hambaku dan masukklah kedalam surgaku.

    ruh yang mutmainnah itulah ruh min amri rabbi yang sejati

    sedangkan lawwamah dan amarah ruhnya tertawan nafsu jasmani, tidak kembali keridha dan surga tuhan dengan segera,harus keneraka dulu.

    musafir jahil gini cara memahami ayat, jangandenganterjemah bung.

    ane jahil aja bisa gini, apalagi ulama ulama warasatu ambia.

    bisa karam ente dengar penjelasan mereka.

      Dul Pacul said:
      Mei 18, 2011 pukul 6:38 am

      Bahasan anda bagus sekali, saya berharap anda sering2 mengisinya di blog ini agar para pengekor wahabi lebih memahami keilmuan Islam lebih mendalam karena pengekor2 wahabi adalah orang2 yg malas (ini untuk menghaluskan drpd menggunakan kata2 degil) untuk mendalami ilmu2 dalam Islam.
      Dan baiknya anda membuat blog dengan pembahasan2 seperti di atas.

      lukman mubarok said:
      Mei 19, 2011 pukul 9:33 am

      ada-ada aja wongalus menerangkan mengenal Allah dengan tujuh martabat. beda sama Syekh Abdul Qadir yang mengenal Allah melalui tauhid Asma wa shifat Nya. tapi ane salut dalam penjabaran kata min.

      musafir ilmu said:
      Mei 20, 2011 pukul 1:01 am

      @wongalusaceh

      sy salut mmg dgn analogi anda, pandai…. pandai…. dan pandai,hanya sayang terlalu banyak pembahasan yg ahirnya membuat salah kaprah.

      ***musafir jahil gini cara memahami ayat, jangandenganterjemah bung.***

      ***katakanlah ruh adalah urusan tuhanku. bukan gini terjemah yang betul. yang benar adalah katakanlah wahai Muhammad ruh adalah suatu yang dibangsakan kepada tuhanku.***

      subhanalloh…. RUH ADALAH SUATU YANG DIBANGSAKAN !! eling to kang mas, anda ini jebolan pesantren mana jang ? tarjamah dari mana itu ??????????????

        Dul Pacul said:
        Mei 20, 2011 pukul 6:40 am

        Makanya pelajarilah tafsir2 Al Qur’an jangan cuma terjemahan, kalau hanya terjemahan membuat anda selalu …dan…. akan selalu salah kaprah….!

      Lukman mubarok said:
      Mei 26, 2011 pukul 11:56 am

      @wong, yang anda jelaskan bukan perkara ruh tapi perkara nafs. coba manas yang benar nafsul mutmainnah atau ruh mutmainnah. aduh jan kok wong jadi salah kaprah

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 12:29 pm

    SALAM TEMAN
    Ini kesalahan sdr wongalusaceh yg sudah mengatakan anda lumayan yg membuat anda besar kepala yg sesungguhnya kepala anda tak berisi apa2 ini terlihat dari argumentasi2 anda.

    HE HE HE

    teman orang baru mau berdebat kalau dia kita kasi jus asam sunti he he ente kenal gak asam sunti.

      Dul Pacul said:
      Mei 15, 2011 pukul 12:49 pm

      haa…ha…ha…
      andalah yg tahu tentang masakan Aceh…
      di kampungku dikenal belimbing wuluh apa perlu kita kirim beliau via TELEPORTASI ….he…he…he…

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 12:31 pm

    kalau memancing musuh pengecut, pujilah ia angkatlah agar keluar dari sarang, pas keluar baru dihantam pake sapu ijuk biar jin wahabi ditubuh siotong mondar he he he.

      Dul Pacul said:
      Mei 15, 2011 pukul 12:44 pm

      Ha..ha..ha… baru kutahu siasah jitu, maaf jika salah menuju……

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 12:46 pm

      kalau memancing musuh pengecut, pujilah ia angkatlah agar keluar dari sarang, pas keluar baru dihantam pake sapu ijuk biar jin wahabi ditubuh siotong mondar he he he.

      ada baiknya dukun ini minun daun bidara 7 lembar yang sudah dihaluskan dicampur dalam air dan dibacakan Alfatihah, ayat Kursi, Al-Ikhlas, AlFalaq dan An-naas agar semua jin prewangan didalam tubuh wong dukun pada keluar dan ” otak”nya kembali waras ga jual jimat “kuat seks” lagi ;)

    Mashudi said:
    Mei 15, 2011 pukul 3:28 pm

    @wong
    ilmu terawangan anda sakti mana ama ilmunya kera sakti???maaf! Rasanya mual kayaknya mau muntah

      Temannya Darno said:
      Mei 15, 2011 pukul 7:57 pm

      @mashudi,

      betoel mas!!
      ga ada manfaatnya baca tulisan2 dukun cs.

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 6:50 pm

    maaf! Rasanya mual kayaknya mau muntah

    minum jus belimbing wuluh biar gak muntah, terus makan kulit jeruk perut, gak pake garam, moga cepat sembuh mualnya, jangan banyak nonton film, nanti jadi banyak berkhayal gak bagus, buat mashudi

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 12:42 pm

      maaf! Rasanya mual kayaknya mau muntah
      minum jus belimbing wuluh biar gak muntah, terus makan kulit jeruk perut, gak pake garam, moga cepat sembuh mualnya, jangan banyak nonton film, nanti jadi banyak berkhayal gak bagus, buat mashudi

      Ada baiknya anda minum air garam yang sudah diruqyah agar “penyakit” didalam badan anda keluar lewat muntahan anda……………

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 6:56 pm

    Jin mahkluk Alloh dalam kehidupan ini kita wajib mengimani keberadaannya.Alloh minciptakkan jin dari api yang menyala-nyala di sertai asap hitam pekat.Jin merupakan anak cucu dari iblis.Menyakup tentang alam jin tak ubahnya mirip dengan kehidupan alam manusia.Dalam kehidupan manusia pengetahuan tentang jin sangatlah penting, menghindari gangguan – gangguan dari jin dan iblis.Dalam Al-qur’an dan hadist di sebutkan bahwa manusia tidak dapat melihat jin kecuali rosul-rosulNya.Dari berbagai pengalaman manusia dapat melihat jin dalam bentuk atau wujud jin tidak wujud aslinya melainkan wujud – wujud yang disukainya.Apabila ada seorang mengaku wujud aslinya maka ucapannya berdusta tidak boleh di percaya.

    mas hudi baca kitab tafsir dong, tulisab anda kok buat ane ngerti anda jahil. iblis adalah jin, namun tidak setiap jin itu iblis. dan tidak setiap jin itu anak iblis, melihat jnin dan iblis adalah benar buka kitab ihya masalah cara menangkal tipu daya iblis, mereka menampkkan diri kok, duh mas hudi suka ngarang pake akal ya, seperti umumna wahabi

    tapi saya belum sampai muntah tuh. kalau ente mau masuk alam jin dan melihat mereka ane kasi amalanna mau????tapi jangan lari kau bung nanti, bilawujud mereka beda bgt ma kita kita ini. mas mas, jangan ikut wahabi, jual sate aja biar untung..e eeeeeeeeuuuuuuuua

      lukman mubarok said:
      Mei 19, 2011 pukul 9:35 am

      Ya, jin itu diciptakan dari Marijinminannaar. Sedang Iblis itu kaana minal jinni. pinter juga bung wongalusaceh

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 12:39 pm

      tapi saya belum sampai muntah tuh. kalau ente mau masuk alam jin dan melihat mereka ane kasi amalanna mau????tapi jangan lari kau bung nanti, bilawujud mereka beda bgt ma kita kita ini. mas mas, jangan ikut wahabi, jual sate aja biar untung..e eeeeeeeeuuuuuuuua

      jangan pernah mau dikasih amalan sama wongalusaceh sebab UUD (ujung-ujungnya duit) buktinya selalu dikatakan “saya punya kuncinya” kalau mau dapat kunci yang bayar mahar dulu :) silahkan lihat di berbagai artikel di blognya, saya jamin wongalusaceh harta bendanya tidak akan pernah barokah sebab kerja sehari-harinya jual jimat !

    musafir ilmu said:
    Mei 15, 2011 pukul 7:57 pm

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    @wongalusaceh….ahli ilmu hikmah

    sebenarnya risih sekali sy harus menanggapi anda, kita baru saja kenal dan kita baru saja akan mulai diskusi ini, sayang sekali anda terlalu pongah, dan anda terlalu mengedepankan ego pribadi yg menganggap kecil semua lawan bicara, sehingga melupakan tata krama kesopanan dan etik pergaulan,

    ilmu anda sebenarnya sdh tinggi, namun dgn cerminan kepongahan anda, menjadikan keilmuan anda kerdil,
    apakah berat jika anda sedikit saja pakai kesopanan, atau hilangkan penghujatan2 yg tdk perlu ?
    anda seorang ahli agama yang tentunya banyak dikagumi umat, namun anda tdk mencerminkan itu !

    dlm menyampaikan syiar, tdk perlu panjang lebar, tdk perlu berbelit belit, sampaikan pesan dakwah dgn singkat, padat tapi dapat dimengerti,

    lanjutkan, sy menyimak dibelakang, wasalam !

      Temannya Darno said:
      Mei 15, 2011 pukul 9:01 pm

      ah bakal ngieun tunduh kang, mending jeung jojodog sakalian, tiasa dicalikan. Kaduhung geura!

        musafir ilmu said:
        Mei 15, 2011 pukul 10:05 pm

        inaloha masyobirin ki dulur !!!

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 9:43 pm

    hai bung, kalau aku kemari dan dialog sama kau, itu karena kau suka kata kata kasar dibelakang ku, kata kata kau pedas men, tapi sekarang aku hadir niru gaya kau, apa pulak kau ceramahin aku, otong hutapea simatupang, biring biring, coba kau lembut kau koment disini dengan pengunjung disini, dan kritik punya ku baik baik, pasti kau kulepaskan kealam bebas, bah, kau seperti perdana huwa huwi suka melihat kelemahanku dan tak kau ladeni kelebihanku, maka aku mencak, sopan kau aku sopan, gila kau, aku belum gila(loghat batak)

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 12:36 pm

      ini dukun wongalusaceh beneran atau gadungan ;) sebab orang dengan nick name yang sama bisa juga ngaku-ngaku wongalusaceh ?
      jika anda benar-benar “merasa benar” maka berikan kolom koment di blog anda, seperti blog saya yang tulisan apapun yang pro dan kontra saya approve, atau anda takut jualan “jimat” anda ga laku??? Hanya Allah yang tahu :)

    wongalusaceh said:
    Mei 15, 2011 pukul 9:51 pm

    makanya kalau cari ilmu merendah teman, tak perlu kasar menilai bila ilmu baru setitik, ane aja merasa jahil dan terus belajar, tapi kalau ada yang sok alim demo didepan ane, sifat keras ane muncul. jadi ada tempatnya sopan ada tempatnya keras.

      musafir ilmu said:
      Mei 15, 2011 pukul 10:02 pm

      ya ok…. sy setuju pula, maaf jika sy menyinggung anda, tak baik kita bermusuhan, jika demikian sy mau tanggapi anda !!

      lukman mubarok said:
      Mei 19, 2011 pukul 9:36 am

      ya, merendah seperti saya ya bung wongalusaceh

    Mashudi said:
    Mei 15, 2011 pukul 11:13 pm

    @wong
    maaf!! Amalan Untuk mengetahui alam jin jelas saya tolak!! Kalau saya kepengen tahu, nggak usah anda ajarin di sekitar rumah saya banyak yang bisa bahkan lebih hebat dari anda!! Maaf!! Anda berpikirlah yang jernih dan sehat Bagaimana tidak anda menguasai ilmu-ilmu penerawangan, bahkan menggemari ilmu-ilmu ghaib apakah anda yakin semua itu dari Allah (karomah).maaf!!saya rasa anda “kurang pantas” berbicara tentang islam. Anda lebih cakap berbicara tentang keilmuan anda(kesakten). Dalam dunia pendekar kalau sudah merasa ilmunya tinggi kurang Afdhol kalau tidak di coba(lawan tanding). Kalau sudah menang sana-sini, menundukkan perguruan lain barulah puas.Timbul lah sifat sombong!!dalam blog ini anda kelihatannya kompak tampak akur!! Yakin!! tidak ada secuil pun rasa mencibir merendahkan perguruan lain!!

    Ki Wali Geni said:
    Mei 16, 2011 pukul 1:43 am

    SEMPRUL KABEEHHH!

    Ki Wali Geni said:
    Mei 16, 2011 pukul 1:52 am

    WONGALUSATJEH DUKUNN DUWIT!!! SI GENTONG KOSONG SOEGEK DUKUNN DUWIT!!! AQ PUN DUKUNN DUWIT HAHAHAHAHA….!

    SEMPRULL KABEHHH. DUKUN PODO NGOMONG LELAKON AGAMA!!!! DIAPUSI KUABEHHH!!! DUKUN AGAMANE SONTOLOYO DUWIT HAHAHAHA….

    GENTONG SEMPRULLLL..;

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 16, 2011 pukul 12:52 pm

      Betul Mbah,Dan salut Atas Komentar Anda,Mkasih

      M.Soege-Ardhianto said:
      Mei 16, 2011 pukul 1:00 pm

      saya memang tidak punya apa-apa Mbah,dan semua yang mbah Wali Geni katakan Betul,Wah,Jadi pingin Sowan,Sekalian Nambah Saudara,Hehhe,Mkasih

    Dul Pacul said:
    Mei 16, 2011 pukul 6:41 am

    Tembang Kanjeng Sunan Bonang,

    ……….
    Cah angon…cah angon penekno blimbing kuwi
    Lunyu…lunyu…. penekno
    Kanggo basuh dodo tiro
    ……….

    Blimbing yg dimaksud Kanjeng Sunan Bonang adalah Blimbing Wuluh.
    Orang Jawa dahulu menggunakannya untuk membersihkan pakaian putih jika terkena noda yg sulit.
    Di tembang ini beliau mengkiasankan sebagai pembersih yg ada di dalam dada yaitu hati/qalbu.

    Jadi, yg pertama diperintahkan sunan bonang kepada cah angon (para pendakwah) membersihkan hati, hatinya cah angon itu sendiri maupun hati yg lain. karena hati adalah awal segala kebaikan dan kerusakan.

      Susuhunan said:
      November 16, 2011 pukul 12:08 pm

      Owalah pancen,.
      Blimbing itu dijadikan simbol untuk rukun islam,karena sudutnya ada 5.
      Selanjutnya artikan sendiri. Jangan lupa cari referensi dan minta bimbingan dari yang ahli. JANGAN SOK NGAWUR MAS GUNDUL !!

    Ki Wali Geni said:
    Mei 17, 2011 pukul 3:23 pm

    HAHAHA….

    DEN MAS SOEGEK…
    QTA PERNAH NGUPII BARENG.. SAMPEYAN LALI HAHAHA…

    OJO BUKA IKLAN DIBLOG WAHABI…
    SAMPENYAN KUDUNE NGEJAGA SANTRI SANTRI SAMPEYAN, PODO NYARI DUWIT SAKAREPNE… PODO NGEBABLASAN ELMUNE… PODO PAMER JIMAT KOYO SI ATJEH!!!!

    TETANGGA TETANGGA SAMPEYAN TERGANGGU HAHAHA… SAMPEYAN MALAH BETAH DISINI HAHAHA…..

    YOK WISSSS CARI MAKAN JANGAN KELIWATAN

    KALU PERLU QTA YANG KASIH MAKAN… HAHAHA… SOEGEK LALI HAHAHAHA… SOEGEK PUN LALI ELMUNE HAHAHA… SOEGE LALI TETANGGANE HAHAHAHA….

    SALAAAM DEN MAS SOEGEK…

      musafir ilmu said:
      Mei 17, 2011 pukul 8:44 pm

      Ki Wali Geni, emang kenapa dgn para wahabi, apa anda tak sadar jika anda sendiri datang juga di blog ini ?

      janganlah anda terlalu antipati sekali, toh para wahabi hanya berusaha meluruskan ttg ahlaqul qarimah saja, apa salah ?

        jeruk-purut said:
        Mei 18, 2011 pukul 9:02 am

        KANG MUSAFIF: apakah akhlak hanya buat orang Islam saja? atau wahabi saja?? apakah orang yang tak sependapat dg anda tak harus disikpi dg akhlak yang baik???

        tambahan saya untuk anda semua, termasuk saya sendiri, tanamkan akhlak untuk rahmat kepada semesta alam.. itulah bedanya Nabi Muhammad Saw dg Nabi2 lainnya..

        musafir ilmu said:
        Mei 18, 2011 pukul 4:23 pm

        @jeruk-purut
        manusia tentunya harus berahlaq manusia, karena kita umat yang telah diberikan kelebihan dibanding umat yang lainnya,

        **KANG MUSAFIF: apakah akhlak hanya buat orang Islam saja? atau wahabi saja?? apakah orang yang tak sependapat dg anda tak harus disikpi dg akhlak yang baik???**

        sbg umat yg beragama tentunya kita harus bersikap baik terhadap setiap umat allah, …. ada apa dgn anda ini ?

        jeruk-purut said:
        Mei 19, 2011 pukul 8:39 am

        terima kasih pertanyaan balik anda. Karena itulah Musafir, akhlak itulah salah satu diantara UNSUR PEMBEDA, ajaran Nabi Muhammad Saw dg nabi2 lainnya…. APALAGI KETIKA KITA BERDAKWAH. AKHLAK SANGAT BERHARGA DI SINI. KLO KITA MASIH TIDAK SABAR BERHADAPAN DG MACAM POLAH UMAT MANUSIA, SEBAIKNYA SABAR DULU SEBELUM TERJUN MENJADI SEORANG DA`I. karena apa? dampaknya justru malah merugikan Islam itu sendiri…

      Soege-Ardhianto.Mh said:
      Mei 21, 2011 pukul 3:32 pm

      IYa Makasih,Pak
      Cuma saya Lupa Sampeyan Iku Sopo Yo,
      Yakin Saya Lupa

      Soege-Ardhianto.Mh said:
      Mei 21, 2011 pukul 3:36 pm

      IYa Pak Makasih
      Cuma saya Lupa Anda Ini Siapa Ya
      Sungguh Saya Lupa
      oh Ya ini No Hp :085759150354
      Insya Allah Sms Tak Balas,Kalo Ada Pulsa
      Dan Semoga Bisa menjalin Silturahim Yang Terputus,

    Ki Wali Geni said:
    Mei 17, 2011 pukul 3:32 pm

    ELMU BUKAN DUWIT!!!!
    DUWIT BUKAN ELMU!!!!
    ENGGAK GABLEQ DUWIT YO PUASA!!!! OJO NGAPUSII!!!

      imam amir said:
      Mei 17, 2011 pukul 7:57 pm

      lucu Ki Wali Geni !!! ikutan ha..ha..ha.. ah !

      ENGGAK GABLEQ DUWIT YO PUASA!!!! OJO NGAPUSII!!! …….. setuju den bagus !!!

    simkuring said:
    Mei 17, 2011 pukul 3:59 pm

    ASSHADUALLA ILLAHA ILLALLOH WAS HADUANNA MUHAMADAROSULULLOH………

    asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
    Mei 18, 2011 pukul 10:28 am

    assalammualaikum wr.wb.

    apakah sitiap ajaran yang di perdalam oleh seseorang itu harus di vonis sesat,?!,apabila berbeda dengan apa yang kita yakini.?!,
    sebenarnya ajaran yang sebarkan syekh siti jenar ini pernah juga disebarkankan oleh mansyur al-hallaj..

    dan apakah mungkin ajaran yang di ajarkan oleh seorang wali seperti syekh siti jenar itu sesat.?,logikanya mungkin akan seperti ini, kalau pun memang ajaran yang disebarkan oleh syekh siti jenar in benar sesat berarti semua ajaran yang di sampaikan oleh2 wali2 yamg lain pun jg sesat…

    saya jadi ingin bertanya kpd anda yg membuat thread diatas.?,dari sudut panfang mana anda menganggap bahwa syekh siti jenar itu sesat.?,apakah anda sudah punya cukup bukti untuk membuktikan bahwa syekh siti jenar iu sesat.?,seharusnya anda mencari referensi2 atau bertanya kepad orang yang lebih tau tentang hal ini..

    ajaran yang disebarkan oleh syekh siti jenar itu banyak yang berasal dari al-qur’an dan dijelaskan pula dalam hadist, bahkan di sangkut pautkan pula dengan asmaul husna dan sifat-difat allah. bahkan pula dengan alfatihah, la ilaha illalloh dan inna lillahi wa ina illahi rhajiun.

    satu pesan saya untuk anda yang membuat thred : “ANDA LEBIH BAIK DIAM DARI PADA ANDA MENYEBARKAN SEBUAH FITNAH YANG SEBENAR ANDA TAK PERNAH TAHU SEPERTI APA KEBENARANNYA.”

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Mei 19, 2011 pukul 12:30 pm

      apakah sitiap ajaran yang di perdalam oleh seseorang itu harus di vonis sesat,?!,apabila berbeda dengan apa yang kita yakini.?!,
      sebenarnya ajaran yang sebarkan syekh siti jenar ini pernah juga disebarkankan oleh mansyur al-hallaj.

      Ya dua-duanya sesat dan akhirnya dieksekusi oleh para ulama ahlussunah :) apakah anda hendak juga mengatakan wali songo itu wahabi karena memancung kepala siti jenar ? atau anda akan memanggil wahabi para ulama yang mengeksekusi al-halaj ????

        jeruk-purut said:
        Mei 20, 2011 pukul 8:24 am

        wah, menyamakan walisongo dg wahabi…
        jauh banget mas bedanya, antara langit dan dasar sumur… para wali itu santun dan tidak melukai perasaan, berpikir matang sebelum menjatuhkan kalimat seseorang, termasuk pada sebuah kaum maupun tokoh!

        jeruk-purut said:
        Mei 20, 2011 pukul 8:25 am

        maksudnya, menjatuhkan VONIS SESAT..

        asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
        Mei 21, 2011 pukul 8:54 pm

        maaf sebelumnya mas..
        syekh siti jenarkan di eksekusi karena ngegamblangin ilmu (ajaran agama yang turunnya dari ALLAH) kepada orang yang belum berhak untuk memiliki’y, atau bisa d katakan kepada orang yang belum mendapatkan petunjuk dari-NYA.. anda tau tidak sebenarnya apa yang harus d sebarkan dan yang tidak boleh disebarkan??,saya tidak akan menganggap wali songo itu wahabi dan saya jg tidak akan menganggap ulama itu adalah wahabi..

        saya jadi ingin bertanya, sebelum anda mengkomentari mungkin anda membaca threadnya dulukan, sederhana’y mungkin seperti ini. apakah ada turunan dari rasullulloh yang mengajarkan kesesatan.?,klo misalkan anda menganggap bahwa ajaran yang d ajarkan wali songo juga sesat, pasti islam ga akan ada dong di indonesia.dan anda juga mungkin tak akan menganut agama islam. kita jangan jauh” memandanglah, pakai logika sederhana aja dulu. karna kalau terlalu jauh kita akan menerawang kepada sesuatu yang sebenarnya bukan tujuan kita.

      musafir ilmu said:
      Mei 20, 2011 pukul 11:17 am

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      @asep rahmat hidayat “menuju jalan kematian”,

      **apakah sitiap ajaran yang di perdalam oleh seseorang itu harus di vonis sesat,?!,apabila berbeda dengan apa yang kita yakini.?!**

      Bagaimana anda menilai dgn hadirnya jamaat ahmadiyah yg menyatakan dirinya islam tetapi dasar syariatnya tdk sesuai dgn islam ?
      Bagaimana anda menilai dgn hadirnya sekte eden yg berniat menghapuskan islam ?
      ——– ———— ——–
      **ajaran yang disebarkan oleh syekh siti jenar itu banyak yang berasal dari al-qur’an dan dijelaskan pula dalam hadist, bahkan di sangkut pautkan pula dengan asmaul husna dan sifat-difat allah. bahkan pula dengan alfatihah, la ilaha illalloh dan inna lillahi wa ina illahi rhajiun.**

      Coba anda selami ilmu2 perdukunan, mereka mencampur adukan ayat ayat suci dgn cara yg batil, mereka bolak balikan ayat atau memenggal menggal kalimah, atau coba anda kupas wifik yang dikasih kiyai, anda akan melihat beberapa ayat yg ditulis dgn tanpa makna.
      ——— ——– ————
      **satu pesan saya untuk anda yang membuat thred : “ANDA LEBIH BAIK DIAM DARI PADA ANDA MENYEBARKAN SEBUAH FITNAH YANG SEBENAR ANDA TAK PERNAH TAHU SEPERTI APA KEBENARANNYA.”**

      Seluruh umat islam berkwajiban menyampaikan kebenaran dan mengamalkan diantaranya amanah surat Al Asr dan salah satu ayat dari Al Araf !

      Wasallam.

        asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
        Mei 21, 2011 pukul 9:38 pm

        *) ==> maaf mas kita kan berbicara dalam konteks syekh siti jenar, knp anda jadi membawa” ajaran lain, kan yg kta perbincangkan adalah syekh siti bukan sebuah kelompok atau pun yang lainnya.
        karena yang namanya agama itu urusannya vertikal ke atas bukan horizontal, kalau kita ingin membicarakan sebuah kelompok atau pun yg lainnya mungkin bukan tempatnya. dan kalau pun kita ingin membicarakan sebuah kelompok, apakah anda juga tau kalau orang YAHUDI juga shalat.?,orang YAHUDI juga shalat loh. coba anda search di youtube.

        *) ==> iah memang dalam praktek perdukunan mereka memakainya, tapi apakah mereka mengerti dan memahami apa makna dari apa yang mereka bacakan.?, {loh kok jadi membicarakan perdukunan!!!}

        *) ==> astagfirullah al’adzim..
        maaf mas sebelumnya..
        andakan menyebutkan dalam surat Al-asr dan Al-A’raf, yang ingin saya pertanyakan kepada anda adalah :
        1. apakah anda telah mempelajari isi dari apa yang anda sebutkan.?,lalu apakah anda mengamalkannya.?,bukan hanya dari penerapannya tetapi juga melekat dalam setiap hembusan nafas anda dan dalam setiap langkah anda.?,
        2. selain mengerti artinya apakah anda juga tau apa makna dari setiap huruf dan tanda bacanya dari QS: Al-Asr dan Al-A’raf tersebut.?,knp saya bertanya demikian, karena dalam setiap huruf dan tanda baca pada AL-QUR’AN memiliki arti/makna dan tujuannya.
        3. kalau anda telah memahami dari setiap huruf dan tanda bacanya, akan saya teruskan pertanyaan. lalu kebenaran dan dajaran seperti apa dan bagaimana yang harus kita sampaikan menurut QS: Al-Asr dan Al-A’raf tersebut.?,

        sekali lagi maaf mas..
        salam hormat dari saya..
        Asep Rahmat Hidayat (menuju_Jalan_Kematian)

        musafir ilmu said:
        Mei 21, 2011 pukul 11:46 pm

        Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
        @asep rahmat hidayat “menuju jalan kematian”, yang dimulikan allah !

        *** maaf mas kita kan berbicara dalam konteks syekh siti jenar, knp anda jadi membawa” ajaran lain, kan yg kta perbincangkan adalah syekh siti bukan sebuah kelompok atau pun yang lainnya.***

        Tdk bermaksud untuk membicarakan kelompok lain, Sy hanya memberi gambaran jawaban atas tanggapan anda yang menyatakan <>
        maka jawabannya itu akan sama jika sy ajukan bagaimana anda menanggapi tentang ajaran jamaat ahmadiyah yg menyatakan dirinya islam tetapi dasar syariatnya tdk sesuai dgn islam ? atau Bagaimana anda menilai dgn hadirnya sekte eden yg berniat menghapuskan islam ?,
        sudah pasti anda akan menjawab sesat bukan ? Itu lo maksud saya !
        ========= ====

        *** astagfirullah al’adzim.. maaf mas sebelumnya..
        andakan menyebutkan dalam surat Al-asr dan Al-A’raf, yang ingin saya pertanyakan kepada anda adalah : ……..
        2. selain mengerti artinya apakah anda juga tau apa makna dari setiap huruf dan tanda bacanya dari QS: Al-Asr dan Al-A’raf tersebut.?,knp saya bertanya demikian, karena dalam setiap huruf dan tanda baca pada AL-QUR’AN memiliki arti/makna dan tujuannya.
        3. kalau anda telah memahami dari setiap huruf dan tanda bacanya, akan saya teruskan pertanyaan. lalu kebenaran dan dajaran seperti apa dan bagaimana yang harus kita sampaikan menurut QS: Al-Asr dan Al-A’raf tersebut.?,***

        Sy menyodorkan surat Al-asr maksudnya bahwa kita diwajibkan untuk saling ingat meingatkan, nasihat menasihati dalam menetapi kebenaran dan kesabaran,
        adapun di salah satu surat Al-A’raf, Allah berfirman :
        ”Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: ^Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?^ Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (PELEPAS TANGGUNG JAWAB) kepada Tuhanmu , dan supaya mereka bertakwa”.

        Jadi kita tidak boleh diam jika disekeliling kita ada suatu kesesatan atau kedzoliman !
        Adapun sy memaknai dari setiap huruf dan tanda bacanya dari Qur’an, sama saja dgn huruf latin, A ya A, B ya B, artinya A itu huruf Vokal dan B konsonan, koma, titik, tanda seru, tanda tanya, sama saja. Sy tidak berlebihan !

        Maaf jika pemahaman sy tdk sesuai dgn yg anda yakini, sy hanya diskusi !

        wasalam !

        musafir ilmu said:
        Mei 21, 2011 pukul 11:52 pm

        maaf kelewat …..yg menyatakan = **apakah sitiap ajaran yang di perdalam oleh seseorang itu harus di vonis sesat,?!,apabila berbeda dengan apa yang kita yakini.?!**

    asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
    Mei 18, 2011 pukul 10:34 am

    oh iah satu lagi..
    atau mungkin anda yang membuat thread inilah yang sesat.???, dan akan menyesatkan umat.?!

    asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
    Mei 18, 2011 pukul 10:54 am

    maaf mas satu lagi ketinggalan..

    inilah Kisah 1001 negeri calo yang dimulai dari calo yg terkecil seperti calo parkir, calo angkot, calo pajak bahkan calo yg terbesar seperti calo para pemimpin, calo hukum, calo politik yang semuanya hanya ingin mengejar suatu keuntungan tanpa melihat kanan kiri, serta ada pula calo yg paling bahaya yaitu calo agama dan calo pendidik ………

      Dul Pacul said:
      Mei 19, 2011 pukul 1:51 pm

      Ini satu lagi ketinggalan mas….tak bawa in ya…. he..he..

      Semua sumber cerita tentang penghukuman Syekh Siti Jenar tak ada yg SHAHIH, fakta sejarah tentang Syekh Siti Jenar tak ada yg pernah dibuat ….. Lalu kenapa bisa ada vonis Syekh Siti Jenar …sudah SESAT.

      Ulama2 dahulu sudah mengajarkan bagaimana untuk menilai suatu berita yg shahih, hanya orang yg tak mau belajar yg tak mau menerima pelajaran.

      Pola berpikir ini patut diduga mirip pola pikir orang2 Amerika.
      Saya ingin memberi analogi yg mirip dengan ini:

      Orang2 Amerika kebanyakan selalu menghujat Nabi Muhammad, banyak kemarahan yg mereka ungkapkan untuk menggambarkan seperti apa Nabi Muhammad, dari sebagai seorang Phedophil karena menikahi Aisyah di usia 12 th, orang bodoh yg buta huruf sampai orang kasar yg menyebarkan agama dengan pedang, dll. Mereka tidak mendapatkan info yg benar ttg nabi mereka hanya berkesimpulan dari sedikit info yg mereka terima, serta beberapa informasi dari perilaku2 beberapa orang Islam yg gemar melakukan tindak kekerasan.
      Pola pikir orang Amerika ini mirip dengan pola pikir penulis blog ini dan orang2 yg sefaham, dengan hanya mendapati beberapa pengamal ajaran Syekh Siti Jenar yg menyimpang dan tidak mempunyai informasi yg akurat ttg siapa Syekh Siti Jenar yg sebenarnya tapi sudah bisa memvonis SESAT.

      Padahal Islam tidak mengajarkan pola pikir seperti itu.

        asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
        Mei 21, 2011 pukul 10:04 pm

        setuju mas.
        karena kebenaran bukan hanya sebuah perkataan atau pun hanya sebuah stament saja, tapi adalah sesuatu yang harus jelas akan bukti. baik itu bukti fisik atau pun bukti non-fisik..

    Ramlansakti said:
    Mei 19, 2011 pukul 5:19 am

    saya menilai blog ini di sukai SAITAN …..memburuk2kan sesama sendiri tanpa disedari SAITAN sedang ketawa dengan seangkuh2nya…..
    FIKIR2KAN LAH…

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 4:15 pm

    saya jamin wongalusaceh akan mengelak dengan seribu macam alasan………….mari kita buktikan dari tulisannya…

    ha ha ha kambing jahil, berarti ente gak tahu dong apa itu terawang sahih yang saya maksudkan.

    yang tahu segala isi alam semesta ini hanya Allah tidak selainnya.

    namun rasul diberitahu kejadian masa lalu dan masa yang akan datang buka tafsir ahmad sawi syarah tafsir jalalain oleh imam ahmad sawi pada kata insan yang dimaksud dengan insan kamil
    dan maksud bayan dengan ilmu dahulu dan yang akan datang (tafsir surat arrahman)

    berarti kambing lebih alim dong sama ahmad sawi

    yang kedua wahai kambing buka kitab ihya jilid tiga masalah ruh. bahwa segala peristiwa awal
    akhir telah ada pada lauh mahfuz, dan para aulia mendapat ilmu langsung kepada lauh mahfuz tampa belajar seperti kita tapi dengan riyadah, nah masa lalu dan masa yang akan datang itu telah ada pada lauh mahfuz. guru saya berkali kali mengingatkan tentang perkataan abdur rauf asingkili tentang tsunami yang akan banyak mewafatkan orang aceh, berkali kali hampir bosan diingatkan akan tsunami ini, logika kami memang tak bisa menerimanya, tapi abistsunami guru ane yang jelasin karangan abdur rauf ini jadi percaya

    jadi kambing lebih tahu dari imam ghzali dan abdur rauf assingkili, tentu akan anda bilang kebetulan bukan ha ha ha

    yang ketiga wahai kerbau

    dulu para syaitan naik kelangit 7 mencuri berita dari langit untuk disampaikan pada kepada kahin, hingga ahli nujum firaun tahu akan ada ank mesir yang akan meruntuhkan firaun, dan ternyata benar
    lalu pada nabi isa mereka tidak bisa naik sampai langit 4. dan pad

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 4:22 pm

    dulu para syaitan naik kelangit 7 mencuri berita dari langit untuk disampaikan pada kepada kahin, hingga ahli nujum firaun tahu akan ada ank mesir yang akan meruntuhkan firaun, dan ternyata benar
    lalu pada nabi isa mereka tidak bisa naik sampai langit 4. dan pada masa rasul mereka tak bisa naik kelangit 1, kalau naik syihabun tasqib siap menghantam mereka (buka tafsir sawi surat asoffat)

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 4:48 pm

    seterusnya wahai anjing dan babi (ingat wahabi gila ini menuduh para ulia seperti syazili, imam rifa;i dan lainya dengan tukang sihir dan semacamnya, tentu amat besar kata kata yang dia keluarkan tiadalah ia kecuali seorang pendusta.

    ada manusia yang dibuka mata hatinya seperti nabi dan rasul langsung oleh Allah. ada yang melalui wasitah para malaikat. ada dengan wasitah khodam, ada dengan jin islam ada dengan jin kafir.

    contoh misal dukun a punya banyak jin.

    lalu dia bilang sama jin.

    jin kau lihat kolor siperdana sama istrinya ada pake kolor atau tidak, terus bh istri perdana warnanya apa, big size atau small size. entar ente kasi tahu sama ane. lalu itu jin calling temannya yang ling jawa dan lampung, lalu bles sampe kerumah perdana. kolor dan bh istri perdana yang dijemur diintai oleh jin tersebut, kalau jin dukun pasti mau dong he he he. terus kolor mas pa sama istri lengkap dengan bhnya diinfokan pada dukun. pas pa nanya warna kolor pa apa. ya pasti dukun itu tahu he he he.seberapa lapis kolor ente pakek dia pasti tahu dong.

    dan maaf mas kambing

    kalau terawang yang ane maksud, adalah riyadah mandi taubat, lalu sunat taubat, lau istigfar 1000x, lalu shalat hajat 4 rakaat, lalu istigfar lagi, lalu tsbih, lalu selawat, lalu fatihah, lalu ayat kursi, lalu selawat munjiyat, lalu tawasul yang sangat panjang sekali, lalu doa pada Allah agar dibuka mata batin, lalu takbir, lalu selawat, lalu istigfar 1000 kali lagi, selesai deh. wuiih lega banget. terus ba’da shalat lima waktu tawasul rasul, nabi khidir, syekh abdul qadir jailani, guru, ayah ibu, sluruh kaum muslimin. lalu baca asma ul husna dua asma saja13 x, lalu taukil khodam 13 kali, lalu asma alkhabir 15 kali, setiap lima waktu.

    terus kalau mau terawang baca tawasul yang panjang sekali, terus doa sama Allah dibuka mata batin 3 x. lalu kosentrasi pasrah sama Allah. minta diberi apa yang diberi. ya apa yang dikasi sama Allah itu yang nampak, kalau tak dikasi ya tak nampak

    pertanyaan penting dijawab????? apa hubungan sama celana dalam mas perdana gila ha ha ha ha

    itul;ah wahabi jangan sok tahu ilmu orang lain, sangat banyak yang kau tulis disini hanya akal akalanmu saja, dugaan mu saja, atau referensi yang ditulis pengarang lain maksud yang kau paham lain maksud.

    pengunjung!!!!!!!!!!!!!!!!!

    mau dukung wahabi gila ini silahkan

    mau caci ane silahkan, puji dan cela seperti siang dan malam, pasang dan surut, dan menurut tinggi dan rendahnya kualitas jiwa seseorang, ha ha ha ha

    ane tak takut sedikitpun wahabi wahabi gila mencela ane, cuma ane yang tak mau difitnah seperti bio energi, kasian mereka dihajar dan difitnah wahabi wahabi gila, kalau toh mereka salah, kan bisa diskusi atau seminar dengan membawa ulama yang pro dan kontra. untung dia bukan ustaz yang punya jamaah, coba kalau ada jamaah, gara gara fitnah wahabi bisa rusak moral bangsa. semua terori indonesia ada hubungan sama wahabi. pa ini alurnya sama sama meraka, cuma beda ia ada istri dan anak, periuk nasi

    tahukah anda. perdana memang tak jual ajimat, tapi dia jual buku berisi fitnah. dan blog ini adalah sarana ia beriklan, semakin banyak pengunjung bukunya semakin laris, semakin banyak yang sesat. cuma cara dia cari makan beda jualan tapi tak secara langsung,

    satu konsep pa.

    alkhalif tu’raf mau tampil beda maka anda akan terkenal

    jadi blog ini memang dirancang untuk iklan pribadinya mengharab dia berubah tak mungkin. karena dia tampil beda dengan makan daging manusia yaitu hasil fitnah buku bukunya

      ayi jakaria said:
      Mei 24, 2011 pukul 4:04 pm

      mudah-mudahan kita dijauhkan dari cara bertutur katanya karena Rasulullah saw pun tidak prnah mencontohkan tutur kata yang kotor dan penghinaan kpd orang lain (nauudzu billahi min dzaalik)

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 4:58 pm

    cukup dulu mas wahabi kapan kapn kita bentrok lagi, hargai orang dengan kata kata yang pntas, bila tidak, anda harus siap mental menghadapi mereka. ilmu anda sangat rendah sekali

    dikit dikit apa rasul dan sahabt ada gitu???

    ha ha ha

    mas dalil harus lewat usul wifih
    mustalah hadist
    dan mantiq

    jangan mentang rasul dan sahabat tak ada, anda menafikannya ha ha ha ha

    istimbat dong tsut mahal istidlal anda, wajah dalalah anda, dan kaifiyat istidlal anda, ibnu taimiyah sih keren, tapi ente ha ha ha ha

    iklan buku nih yee. satucerita lima buku

    20 cerita 100 buku, lalu cerita itu dia buat buku baru 5 ribu exemplar

    modal dia 100 buku untuk cerita mereka. dia untung he he he. dasar wahabiu kurang ajar. waktu rukyah cewek cantik, napsu ente gimana????melihat ente budak pemerintah dan cari makan dari buku, bisa ditebak napsu ente sama wanita??? ha ha ha

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 5:12 pm

    andai kau terus menerus istigfar, azan dimesjid, baca quran dan merenung, tafakur, jangan jadi pns, banyak banyak doa. lalu mati, saya rasa ini lebih bagus untuk ente, dari siapa kamu sekang

    cuma saran fren. masih kuat hadapi ane kan. aku bulan lawan yang mudah kau talbis dengan logika rendahmu itu.

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 5:28 pm

    kalau hasil terawang mengatakan bahwa

    1. senjata pa kecil
    2. senjata pa loyo
    3. senjata pa berkurap

    bagaimana cara bung pa membuktikan bahwa hasil terawang itu salah???????

    mas pa harus memoto sang burung gagak dan dipajang disini, biar pengunjung yakin bahwa burung beo pa memang hasilnya tidak sesuai terawang.

    nah apakah mas pa berani menjawab tantangan ini?????

    kalau pa sudah gila pasti dia akan menamppakan burung beonya

    kalau tidak, dia tidak gila, tapi gimana kita bisa tahu hasil terawang itu benar atau salah teman????

    jadi hasil terawangpun akan ditolak sama pa walau hasilnya benar 100%

    gimana benar tidak????

    terus bagaimana menguji terawang itu sama pa??????

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 5:34 pm

    satu yang saya rasakan berdebat sama wahabi mengotori hati, membaca karangan ghazaly membuat kita tahu diri, membiarkan kesesatan blog ini juga membuat nurani tak tahan, bila dibantah ya seperti diatas.

    wahabi wahabi

    dulu indonesia aman tentaram dalam agama
    begitu ada pa dan kelompoknya islam jadi brsimbah darah.

    semoga gaji pns pa tak disumbangkan untuk jihad teroris amiin.

    wongalusaceh said:
    Mei 19, 2011 pukul 5:40 pm

    saya undur diri untuk jangka waktu yang lama, asal menulis tentang pa hati saya kemabli kotor, malas juga meladeni, namun cara dia memfitnah umat islam keterlaluan,oya yang sepaham dengan saya hadapi dia bentar, kalau udah kepepet nanti saya hantam lagi sigila ini

    saya nulis buku buku hikmah dulu, da da

      musafir ilmu said:
      Mei 20, 2011 pukul 1:32 am

      wonng…….. wong…….., dikau ini angkuh sekali kawan !!!

      ya sudah sana segera bikin isim buat biaya makan besok hari !!

    USMAN said:
    Mei 19, 2011 pukul 8:35 pm

    ASTAGHFIRULOH,,JANGAN LAH MEMPERGUNCINGKAN ORANG ORANG YG SUDAH MENINGGAL SAUDARAKU.. LEBIH BAIK KITA KONSEN AJA SAMA AMAL DAN PERBUATAN KITA , SUDAH KAH LAYAK ATAU BELUM ?MAAF SEBELUMNYA

    asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
    Mei 21, 2011 pukul 9:45 pm

    maaf sebelumnya..
    kepada anda yang membuat thread diatas..
    seharusnya anda mampu untuk mempertahankan argumen anda.
    kalau anda seperti ini, sama saja anda mengadu dombakan sesama muslim.
    dan anda juga seharusnya mempertanggung jawabkan thread anda ini.
    kita disini berdebat bukan untuk membuktikan siapa yang benar atau pun yang salah.
    dan bukan pula untuk memojokan kelompok atau pun seorang individu.

    TERIMAKASIH.
    salam hormat saya
    asep rahmat hidayat “menuju_jalan_kematian”

      Dul Pacul said:
      Mei 22, 2011 pukul 8:33 am

      Kita tunggu saja apa argumenasi2 mereka…..
      Bukan hanya sekedar opini dan asumsi….
      Seperti apa fakta2 yg di sodorkan…..

      Mudah2an mereka TAHU APA ARTI argumentasi, asumsi dan fakta, sehingga penjelasannya tidak menjadi BIAS sekenanya.
      Jika tidak bisa membuktikan apa yg ditulis berarti mereka cuma NGLINDUR……dan bisa dicap sebagai MUNAFIK penyebar fitnah kepada kaum mukmin.

        asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
        Mei 24, 2011 pukul 1:19 pm

        jujur saja saya sanksi mas, kalau mereka dapat menjabarkan jawabannya mengenai kesesatan syekh siti jenar ini.

    jeruk-purut said:
    Mei 23, 2011 pukul 8:51 am

    IDEM BUNG PACUL:Mudah2an mereka TAHU APA ARTI argumentasi, asumsi dan fakta, sehingga penjelasannya tidak menjadi BIAS sekenanya.
    Jika tidak bisa membuktikan apa yg ditulis berarti mereka cuma NGLINDUR……dan bisa dicap sebagai MUNAFIK penyebar fitnah kepada kaum mukmin.

      ayi jakaria said:
      Mei 24, 2011 pukul 4:00 pm

      setuju tuh, sebaiknya kita ga usah ikut2an fitnah orang, mendingan perbaiki dulu diri kita yg banyak dosa.

    ayi jakaria said:
    Mei 23, 2011 pukul 9:47 am

    membahas ttg kesesatan, seperti apa itu kesestan, seperti apa itu yang benar itu adalah hak semua orang selama orang tsb bisa mempertanggungjawabkannya disertai referensinya, akan tetapi kalau sudah mengkafirkan, menyesatkan, memusyrikkan orangnya yg tertentu (sep. menyesatkan syekh siti jenar) itu sudah tidak benar dan tidak pas dan juga termasuk ucapan orang yang sombong (sekalipun ngaku paling nyunnah), kecuali anda bertemu lgsung dg orangnya (sep siti jenar) dan langsung bertanya apa maksud dari pernyataan dan perbuatan dari orang tsb. sementara ini kan orang hanya menerka-nerka berdasarkan pengetahuannya masing-masing yg kebenarannya blm terjamin. sekian terima kasih.

      rames,jangan buncis said:
      Januari 30, 2012 pukul 4:20 pm

      sengtuju kang, eh sori setuju

    wongalusaceh said:
    Mei 24, 2011 pukul 9:21 am

    subhanalloh…. RUH ADALAH SUATU YANG DIBANGSAKAN !! eling to kang mas, anda ini jebolan pesantren mana jang ? tarjamah dari mana itu ??????????????

    duhai kambing jahil mudaf amru rabi mudaf ilahi keduanya dikatakan idafah, tahukah kamu wahai kambing makna idafah, buka kamus dong

    engkau sedang bingung dengan islam teman. orang tuamu menikah jasa ulama yang bukan wahabi makanya kau bukan anak zina, kalau jadi saksi nikah bung perdana was was fi sudurinnas

    bisa jadi anak zina ente

    tidak sah nikah kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi yang adil. perdana saksi yang tidak adil. jadi anak zina dong. tapi dia pula yang kau bela benar benar gila kau bah.

    kau bantu ortu mu jualan sana

      lukman mubarok said:
      Mei 24, 2011 pukul 9:55 am

      wongalus mudhof, aceh mudhaf ilaih. jadi wongalusaceh mudhaf ilaih dengan makna min. wongalus min aceh jadi wongalusaceh.

      ayi jakaria said:
      Mei 24, 2011 pukul 3:55 pm

      saya emang orang bodoh tp mndingan jd orang bodoh yg tau ttg kebodohannya daripada ngaku pintar tp sombong banget. saya pun tidak mau seperti yg dikatakan dlm kitab sulamuttaufiq bhw apabila kita bilang kafir kpd seseorang yg belum jelas kekafirannya (mis: dari pengakuannya), maka sifat kafir itu akan kembali pada orang yg ngomongnya. begitu pula ketika kita bilang goblok kepada orang lain secara otomatis sifat goblok itu kembali pada orang yg ngomongya. terima kasih (ada peribahasa “tong kosong bunyinya nyaring)

      musafir ilmu said:
      Mei 24, 2011 pukul 7:03 pm

      Nih saya jawabkan dgn commennya

      sdr @Erwan Al-Medaniy, di :

      http://metafisis.wordpress.com/2011/05/19/sarana-sihir-dengan-darah-haid-yang-dioleskan-di-ayat-al-quran/#comment-9603

      Buat pak wongalusaceh,

      ane secara pribadi InsyaAllah berasal dengan niatan tertulus dr hati terdalam, menasehatkan bapak untuk bersama-sama bertakwa kepada Allah,
      kekeliruan yg ada pada bapak sudah sangat jelas sekali sebagaimana jelasnya sinar matahari di siang bolong,

      klw motif bapak untuk mencari rezki, maka bersabarlah pak dalam mencari rezki-Nya,
      tempulah jalan2 yg halal walaupun memang butuh pengorbanan waktu, pikiran dan tenaga disana,
      dunia perdukunan memang menjajikan kekayaan praktis tapi sadarilah pak sesungguhnya bapak sedang bermain-main api di tepi jurang,

      jangan gadaikan aqidah dan agama kita hanya untuk sesuatu yg sedikit, rendah dan fana ini (dunia),

      marilah pak untuk kembali kpd jalan yang lurus, agama islam dengan tauhid murni dan bersih dari noda2 kesyirikan dan kebid’ahan…

    asep rahmat hidayat "menuju_jalan_kematian" said:
    Mei 24, 2011 pukul 1:11 pm

    @musafir ilmu yang d muliakan oleh ALLAH SWT..

    maaf mas, sebelumnya kalo pemahaman saya dengan anda berbeda tapi alangkah baiknya jika perbedaan yang kita miliki ini tidak menjadi suatu pembatas silaturahim kita sebagai seorang muslim..
    amin..
    mungkin seharusnya juga saya yang harus bnyak belajar dari anda dan semua orang yg berada di forum ini karena faktor usia sy yg masih berkepala dua ini mungkin pemahaman saya dalam bidan hal ini masih terlalu dangkal. jadi kalau misalkan ada kata2 saya yg tidak masuk dalam pemikiran anda, mohon di maklumi..
    hehehehehe

    kalau memang harus memandang ahmadiyah, sy tidak akan langsung mengatakan mereka sesat karen saya tidak tahu pasti hal apakah yang mereka lakukan sehingga disebut sesat oleh kebanyakan bilang, setahu saya mereka jg melakukan shalat, shaum n berzakat jg. kalu untuk pemahaman kenabian, sy pernah d beritahu oleh guru mengaji saya, bahwa dalam ilmu fiqih atau apalah sy lupa lg bahwa pemahaman nabi itu ada 2, sy tidak bisa menceritaknya, karena saya tidak berhak untuk itu.

    kalau untuk sekte eden dan “yang lainnya”,sy melihat itu jauh sekali dari pemahaman pandangan keislamannya. mereka mencampur asukan semua ajaran tanpa mereka tahu seperti apa yg mereka lakukan dan sumber yang mereka pahami jg bukan dari sesuatu yg tepat. tp dalam hal ini pula saya masih tidak mw menyebutkan mereka sesat karena kalau sy menyebutkan mereka sesat trus tau2 nya saya yg sesat. (naudzubillah)

    maaf kalau sy tidak mencap sebuah ajaran itu sesat karena buat saya agama / ajaran yang d anut oleh seseorang atau pun berkelompok itu adalah sebuah hubungan yang vertikal. tanpa harus orang lain ikut campur dengan urusannya, buat saya cukup tau saja tentang yg mereka lakukan, karena jujur saja apa yang saya lakukan jg belum tentu benarkan. kalau saya sudah benar, saya jg ingi ko mas mengajak orang yg tidak benar.
    amin..
    hehehehehe

    salam hormat saya untuk anda..
    terimakasih
    wassalam

      Temannya Darno said:
      Mei 24, 2011 pukul 9:19 pm

      Sesungguhnya hanya ”dien/ketaatan berserah diri/islam yang paling diridhoi di sisi Allah”

      Islam telah sempurna (Al Maaidah,3).

      Umat muslim diperintahkan mengikuti seperti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rosul (Al Qur’an).

    wongalusaceh said:
    Mei 24, 2011 pukul 2:23 pm

    lukman ha ha ha pintar ente

      Temannya Darno said:
      Mei 24, 2011 pukul 8:31 pm

      wongalusaceh juga pinter sebenernya, tapi sayang jualan jimat kuat sex :

      wongalusaceh, alias,
      syekh ahmad muda
      -Rais um Darus shalihin nanggroe aceh darussalam
      -Mudabbir raudhatul shalihah nangroe aceh darussalam
      -Rais um majlis hikmah al-ghazaly nangroe aceh darus salam.

      dengan embel2 kayak gitu, sangat mengherankan dia buka praktek perdukunan dan menjual jimat kiloan/eceran/curah.

        otongdarsa said:
        Mei 24, 2011 pukul 8:38 pm

        geus lah tong dioconan wae, matak loba doraka kang !

        Temannya Darno said:
        Mei 24, 2011 pukul 9:46 pm

        @Kang Otong,

        Nuhun nasehatna.

        Hanya saja, khusus dgn wongalusaceh, sy masih punya urusan dgn praktek perdukunannya. Insyaallah… ”Oconan” sy juga ada umurnya.
        ^_^.

        sakali deui, nuhun kang!

      Lukman mubarok said:
      Mei 26, 2011 pukul 11:41 am

      ente juga pinter ngelabuin pasien

    Temannya Darno said:
    Mei 25, 2011 pukul 12:21 am

    PEMIKIRAN LEVEL TINGGI :

    ”Apabila muncul bid’ah-bid’ah di tengah-tengah umatku wajib atas seorang ‘alim menyebarkan ilmunya (yang benar). Kalau dia tidak melakukannya maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Tidak akan diterima sodaqohnya dan kebaikan amalannya. (HR.Ar-Rabii’)”

    Seorang alim apabila menghendaki dengan ilmunya keridhoan Allah maka dia akan ditakuti oleh segalanya, dan jika dia bermaksud untuk menumpuk harta maka dia akan takut dari segala sesuatu. (HR. Ad-Dailami).

    Ikutilah apa yang seperti Allah turunkan dan mengikuti Rosul, dengan tidak menambah2 atau mengurangi (mengada2).

    Oleh karenanya, wongalusaceh mengajak kpd semuanya… mari kita lenyapkan penjualan jimat, Azimat, Aufak, wifiq dsb!

    By : ”syekh” ahmad muda
    the wongalusaceh.
    -Rais um Darus shalihin nanggroe aceh darussalam
    -Mudabbir raudhatul shalihah nangroe aceh darussalam
    -Rais um majlis hikmah al-ghazaly nangroe aceh darus salam.

    Dul Pacul said:
    Mei 25, 2011 pukul 8:44 am

    INI BLOG SAMPAH ,,,,!!!!!

    SEBAIKNYA DIHAPUS…!!!
    SUDAH TERBUKTI PEMBUAT DAN ANTEK2NYA MUNAFIQ….!!!

      Temannya Darno said:
      Mei 25, 2011 pukul 10:58 am

      sebenarnya ada beberapa tulisan/masukan sdr. dul pacul yg cukup baik. sy tdk tutup mata jika memang itu baik dan dpt diambil manfaatnya.

      Pernyataan dul pacul.
      INI BLOG SAMPAH ,,,,!!!!!

      sy jadi inget temen2 yg punya usaha barang rongsok/bekas/daur ulang, ”Bagi orang lain…. barang rongsok/pulung/pungut adalah SAMPAH, tapi bagi kami barang sampah adalah harta kami…

      @sdr dul pacul,
      terima kasih sudah mampir dan menjadi bagian dinamika blog/artikel ini, Semoga Allah memberikan kesehatan kepada anda.

      Bye…

      musafir ilmu said:
      Mei 25, 2011 pukul 9:21 pm

      @Dul Pacul

      terima kasih atas hujatannya, semoga sumpah serapah anda tidak menjadikan diri anda khilaf atas kebenaran yang haq, anda sedang nafsu dan tdk sadarkan diri, mudah2an alllah memaafkanmu saudaraku… amiiin !!!

        jeruk-purut said:
        Mei 27, 2011 pukul 10:29 am

        JAGONYA MAIN VONIS. BAKAT JADI HAKIM..

        SOPO SIRO said:
        Juni 5, 2011 pukul 7:42 am

        Mungkin maksud pak Jeruk Perut .. HAKIM GARIS..!

    Lukman mubarok said:
    Mei 26, 2011 pukul 11:34 am

    Dimana Allah?

    Bila anda ditanya dimana Allah?

    Maka katakanlah Allah Yang Maha Tinggi di atas langit, Istiwa’ diatas Arsy, Dan Ilmunya meliputi segala sesuatu sebagaimana Firman Allah subhanahu wa ta’ala (terjemahnya): “Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),” (QS. Thaahaa:1-8) dan juga firman Allah ta’ala (terjemahnya): “Dialah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan (pengetahuan) Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadiid: 4) dan firman Allah ta’ala (terjemahnya): “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raaf: 54) juga firman Allah ta’ala (terjemahnya): “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4) dan lihat firman Allah (QS. Al-Furqaan: 59)

    Dan dalam Hadits yang panjang dari Mu’awiyyah bin Al-Hakam As-Sulamiy radhiallaahu ‘anhu berkata: “… Maka setelah budak wanita tersebut dibawa ke hadapan beliau (Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam), beliau bertanya kepadanya: “Di mana Allah?” Dia menjawab: “Di atas langit.” Beliau bertanya lagi: “Siapa aku?” Budak itu pun menjawab: “Engkau adalah Utusan Allah.” Setelah mendengar jawaban tersebut, beliau bersabda: “Merdekakan dia, karena dia adalah seorang mukminah (wanita yang beriman).” (HR. Muslim Rahimahullaah no. 537 cetakan lain no. 836)

    Kesimpulan: Allah Yang Maha Tinggi berada di atas langit, Istiwa’ diatas Arsy, Dan Ilmunya meliputi segala sesuatu. Wallaahu Ta’ala A’lam.

      Lukman mubarok said:
      Mei 26, 2011 pukul 11:38 am

      Allah bersemayam di arasy yang tinggi, mana mungkin wihdatul wujud terjadi. apalagi manusia rendah di bumi dan banyak menebar kerusakan aqidah. bisakah bersatu dengan Allah azza wajalla? oooo tidak bisa

        Lukman mubarok said:
        Mei 26, 2011 pukul 11:39 am

        ya benar, tidak bisa

        dwi said:
        Mei 26, 2011 pukul 4:34 pm

        syekh siti jenar itu kan cuma ada dalam alam khayalnya orang2 jawakejawen yang digabung dengan sejarah wali sanga, jadi buat apa dibicarakan di blog ini.

        musyafir ilmu said:
        Mei 26, 2011 pukul 7:49 pm

        awas kang lukman antum rada2 mendekati wongalusaceh, diskusi sendiri ni ye !

        jeruk-purut said:
        Mei 27, 2011 pukul 10:31 am

        JAGONYA MENGOLOK-OLOK UMAT MUSLIM. BAKAT JADI TUKANG GOSIP

        Temannya Darno said:
        Mei 27, 2011 pukul 4:19 pm

        Ulasan/uraian ”di mana Allah”, biasanya agak sulit diurai/dijelaskan secara sederhana, Tapi ternyata Tulisan Mas Lukman cukup mengena/dpt maknanya, walaupun diurai secara simple. Dan yg unik…. dgn 3 kali posting, membacanya lebih menarik. Sy suka!

        SOPO SIRO said:
        Juni 9, 2011 pukul 6:48 pm

        Sdr muborok belum bisa menjelaskan. Apakah beliau bisa menjelaskan ????

        SOPO SIRO said:
        Juni 9, 2011 pukul 7:37 pm

        Oooo…tentu…. tidak…. bisssaaaaa….!

        Karena itu bukan tulisan sdr Muborok, beliau hanya copy paste dari suatu blog yg senada dengan aliran beliau. Dan beliau tidak me link sumbernya, sebetulnya itu melanggar adab, mengakui tulisan orang lain sebagai tulisannya, karena orang akan menganggap itu tulisan sdr Muborok karena tidak menyertakan sumber copy paste.
        Mau tau blognya…silahkan googling…

        Maka seperti itulah aliran-aliran paham ini, hanya sekedar mengikuti doktrin tanpa mau menyelidiki dengan kritis, seperti para penganut Nasrani yg hanya megikuti doktrin-doktrin dari para pemuka agamanya, jika pemukanya mengatakan Tuhan itu 3…ya mereka percaya bahwa benar 3, jika pemukanya mengatakan Tuhan mempunyai anak…maka mereka yakin bahwa Tuhan memang mempunyai anak. Naudzubillahi minzalik.
        Dan jika ada ustadz mereka mengatakan Siti jenar sesat maka mereka akan mengikuti, taklid yg membabi buta.
        Sebenarnya jika mereka mau lebih kritis, doktrin mereka akan terbantahkan, namun sayang mereka tidak punya pegangan seperti kaum Muslim yg menyatakan bahwa “pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggung jawaban”.
        Sedangkan sebagai orang Muslim yg notabene memiliki pegangan pun masih tidak bisa kritis (seperti para penghujat pemilik blog ini) apalagi mereka.

        Al Qur’an tidak pernah menyatakan Allah di atas langit tetapi selalu ber Istiwa di atas ‘Arsy……. silakan cek di 7 ayat. Tidak ada yg menyatakan di atas langit.

        Kenapa bhs Indonesia penting untuk dipelajari semenjak SD, diantaranya adalah untuk mengerti apa arti kata preposisi. Misalnya preposisi “di” dan “di atas” adalah berbeda. kata “di langit” dengan “di atas langit” sungguh berbeda apalagi dengan kata “di atas ‘Arsy”. Silakan dipelajari bahasa Indonesia dengan lebih baik kemudian baru mempelajari bhs Al Qur’an agar bisa memahami terjamahannya dengan lebih baik.

        Wa huwa ma’akum aina maa

        wa huwa = dan Dia
        ma’akum = beserta kamu
        aina maa = dimana saja

        maka ketika ma’akum diterjamahkan beserta kamu maka sdr Mubarok menerjamahkannya senak perutnya sendiri.

        dan ketika ada kata “bersatu” misalkan pada kalimat “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” maka bersatu disini tidak diartikan berlarut menjadi satu seperti gula dan air panas, tetapi ketika ada kalimat bersatu dengan Allah maka diartikan berlarut seperti gula dengan air panas, sungguh cara berfikir yg JAHIL.

        Landasan yg digunakan tulisan yg di copy paste sdr Muborok adalah hadis jariyah yg banyak sekali dipertentangkan di sana sini, tapi itulah sekali lagi orang2 JAHIL……. mereka menggunakannya untuk menghujat orang lain…….

        ASTAGHFIRULLOH……..

        link ttg hadis jariyah yg banyak diperbincangkan :
        http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/12/hadits-jariyah/
        http://myquran.com/forum/showthread.php/12576-quot-Tentang-hadits-Jariyah…-quot

      SOPO SIRO said:
      Juni 5, 2011 pukul 8:21 am

      Banyak kontroversi tulisan sdr Muborok,

      **> Kesimpulan sdr Muborok: Allah Yang Maha Tinggi berada di atas langit…….

      Atas dasar apa anda menyebutkan Allah berada diatas langit?? Sebutkan ayat-ayatnya yg menyebutkan demikian!
      ‘Arsy berbeda dengan langit.

      **>Tulisan sdr Muborok : Allah bersemayam di arasy yang tinggi, mana mungkin wihdatul wujud terjadi. apalagi manusia rendah di bumi dan banyak menebar kerusakan aqidah. bisakah bersatu dengan Allah azza wajalla?

      Tulisan tersebut kontradiksi dengan petikan ayat dr anda berikut:
      … Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadiid: 4)

      Jika sdr Muborok sudah bisa memetik ayat berarti sudah mengerti ayat tersebut, coba jelaskan penggalan ayat di atas:
      … Dia bersama kamu di mana saja kamu berada ……

        Temannya Darno said:
        Juni 7, 2011 pukul 5:57 pm

        … Dia bersama kamu di mana saja kamu berada ……

        -seandainya ana ada ditempat maksiat…. ??? Maha Suci Allah dari hamba yg hina ini dan tempat2 yg buruk :

        http://abunamira.wordpress.com/2011/01/05/tahukah-anda-di-mana-allah/

        ‘-
        ‘-

        musyafir ilmu said:
        Juni 7, 2011 pukul 6:53 pm

        Al-Hadiid: diayat 4 sdh jelas dan tegas “Dia bersama kamu di mana saja kamu berada Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

        bersama kamu dengan arti Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan jadi dengan MAHA MELIHATNYA dan MAHA MENGETAHUINYA !!!

        Temannya Darno said:
        Juni 7, 2011 pukul 11:59 pm

        ‘-
        Apakah kamu merasa aman terhadap Yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?. (QS. Al-Mulk: 16).
        ‘-

        jeruk-purut said:
        Juni 24, 2011 pukul 12:11 pm

        Temannya Darno, bilang:
        Dia bersama kamu di mana saja kamu berada ……

        -seandainya ana ada ditempat maksiat…. ??? Maha Suci Allah dari hamba yg hina ini dan tempat2 yg buru

        berarti anda menentang firman Allah sodara!
        BUKANKAH SUDAH JELAS NI AYAT?? WAH WAH…JANGAN DIPELINTIR LO YO SESUAI HATIMU

        … Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadiid: 4)

      ayi jakaria said:
      Juni 7, 2011 pukul 1:27 pm

      menrut saya ktk ada pertanyaan “di mana Allah?” pertanyaannya saja sudah salah, karena pertanyaan “dimana” sudah menunjukkan tempat sedangkan yg membutuhkan tempat hanyalah makhluk sedangkan Allah SWT itu Kholiq dan tdk membutuhkan tempat karena jika Allah SWT membutuhkan tempat apa bedanya dengan makhluq-Nya. T kasih.

        Temannya Darno said:
        Juni 7, 2011 pukul 6:07 pm
        Temannya Darno said:
        Juni 8, 2011 pukul 12:16 am

        ‘-
        ”Orang-orang yang pengasih akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihilah (makhluk) yang di atas bumi, niscaya Yang di atas langit akan mengasihi kalian” . (Shahih. HR. Abu Daud (4941), Tirmidzi (1/350), Ahmad (2/160), Al-Humaidi (591), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (8/526), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (4/159). Dan dishahihkan Al-Hakim, Ad-Dzahabi, Al-‘Iraqi, Ibnu Hajar dan lain sebagainya. Lihat As-Shahihah 3/594-595/922 oleh Al-Albani)).

        ‘-
        Dari Abu Razin berkata: Saya pernah bertanya: Ya Rasulullah, dimana Allah sebelum menciptakan makhlukNya? Nabi menjawab: Dia berada di atas awan, tidak ada udara di bawahnya maupun di atasnya, tidak makhluk di sana, dan ArsNya di atas air”. (HR. Tirmidzi (2108), Ibnu Majah (182), Ibnu Hibban (39 -Al-Mawarid), Ibnu Abi Ashim (1/271/612), Ahmad (4/11,12) dan Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (7/137). Lihat As-Shahihah 6/469).
        ‘-

      begoilmu said:
      Mei 5, 2012 pukul 11:20 am

      Memandang Allah berada diatas langit sama seperti orang2 Kristen, Bhuda, Hindu, dll.. apabila sholat dalam khusyunya membayangkan suatu bentuk Allah maka itu adalah BERHALA yang diciptakan sendiri olehnya. Sholat menyembah BERHALA.

        Nurani said:
        Mei 5, 2012 pukul 12:45 pm

        Orang yang maha “Koplak Otaknya” akan menganggap Allah ada di atas langit, masjid “rumah” Allah. ka’bah juga rumah Allah. Semua orang tak ada yang tahu dimana Allah berada dan seperti apa “Wajah” Allah. Allah Maha Suci dan Manusia itu tidak suci. mana mungkin manusia bisa mendekati Allah bahkan bertemu. Mbelll Thuuuuut.

        muh4mm4d said:
        Mei 6, 2012 pukul 3:32 pm

        maaf mba nur..anda = begoilmu
        Mmgnya gak prnh baca Alquran & hadist?

        Bahwasanya Allah ta’aala di
        atas ‘arsyNya di langit, Ia
        dekat dengan makhluknya
        sesuai dengan yang
        dikehendakiNya”
        (Al-‘Uluw li Al-‘Aliy
        Al-‘Adziim li Adz-Dzahabi
        2/1203 no 482)

        Dia adalah Rabb yang memiliki
        ‘Arsy yang agung. [At-
        Taubah/9:129]

        silahkan ditanyakan klo msh bego(blm mengerti) ya..

        Nurani said:
        Mei 7, 2012 pukul 11:33 am

        Orang yang hafal al-quran, al hadits, kalau sedang berdoa untuk dirinya sendiri tentu menggunakan bahasa rasanya sendiri.

        lukman mubarok said:
        Mei 6, 2012 pukul 8:43 pm

        Bung muh4mm4d, mereka-mereka itu pada nggak paham kalau diatasnya langit itu ada air dan di atasnya lagi ada ‘arsy. maklum, orang kalau belum pernah ngaji ya gitu deh, sama istilah dalam agamanya sendiri merasa asing

        Nurani said:
        Mei 7, 2012 pukul 11:36 am

        Lukman mubarok ini benar2 tahu dan pernah melihat itu ‘arsy.kah ? kayaknya cuma bisa ngomongnya doang.

        lukman mubarok said:
        Mei 7, 2012 pukul 3:10 pm

        Nih katanya namenya nurani, tapi kok nggak iman adanya ‘arsy

        Nurani said:
        Mei 7, 2012 pukul 3:32 pm

        Baca baik-baik, kalau gak bisa, tanya gurumu
        Rukun Iman ada enam (6) perkara :
        (1) Beriman kepada ALLAH SWT
        (2) Beriman kepada Malaikat-malaikat
        (3) Beriman kepada Kitab-kitab
        (4) Beriman kepada Rasul-rasul
        (5) Beriman kepada Hari Kiamat
        (6) Beriman kepada Qada dan Qadar

        Mana ada disebutkan Beriman kepada ‘arsy ?
        Apa ada rukun iman tambahan, eh rukun iman baru biar ada 7 ?.

        lukman mubarok said:
        Mei 7, 2012 pukul 6:45 pm

        iman adanya ‘arsy itu bagian dari iman kepada Allah SWT, juga bagian dari iman kepada Kitab Allah, juga bagian dari iman kepada Rasulullah SAW. Kalau yang enam itu namanya rukun iman. itu rukun, sedangkan iman itu semuanya saling berkaitan. kalau anda nggak iman adanya ‘arsy berarti anda tidak beriman kepada Allah SWT yang ber-istiwa di atas ‘arsy. berarti juga anda nggak beriman kepada al Quran dimana ada beberapa ayat yang menunjukkan bahwa Allah SWT ber-istiwa di atas ‘arsy. berarti juga anda tidak beriman kepada Rasulullah SAW yang telah menunjukkan di beberapa hadits shahih bahwa Allah SWT ada di atas langit, di atas ‘arsy. ingat ada iman, ada rukun iman. seperti shalat ada rukunnya, ada haehatnya, ada haeatnya, ada tuma’ninahnya, dst. dst. ngaji yok biar ilmu agamanya mendalam.

        Nurani said:
        Mei 8, 2012 pukul 10:31 am

        Okey, saya tak ngaji sama Anda Lukman Mubarok. Sekarang pelajaran bisa dimulai. saya tunggu posting-posting pelajaran dari Anda wahai sang Guru. Monggo silakan … semoga bermanfaat bagi diriku dan orang lain yang kebetulan membutuhkan. Cuma satu permintaan saya jadilah Guru yang pantas digugu dan ditiru. jangan jadi guru pekok.

        Wedang Bajigur Manis said:
        Mei 8, 2012 pukul 10:36 am

        Agama itu sebenarnya hanya rekayasa manusia untuk mencari pengikut. kelak matipun tidak akan ditanya apa agamamu. kalau gak percaya tanya aja sama mbahmu.

        Rely said:
        Mei 8, 2012 pukul 7:16 am

        Kasihan nih org2 yg taunya agama hanya belajar dari buku2 pelajaran sekolah tanpa mau membaca sendiri dlm alquran..

        Kita wajib beriman kpd Allah swt & KitabNya..dlm Alquran banyak sekali disebutkan ttg Arsy-Nya. JIka anda tdk percaya ttg Arsy-Nya berarti anda tdk percaya dong sm Alquran? Yg tdk percaya sm Alquran itu yaaa cm org2 kafir!

        Pasti anda jg tidak percaya bahwa Arsy Allah itu dipikul oleh malaikat2-Nya??? iya Kan????

        Makanya disuruh ngaji yg benar tuh sm muh4mm4d…

        Nurani said:
        Mei 8, 2012 pukul 10:25 am

        Hoe kau Rely, kamu boleh tahu, Qur’anku sdh ada tertulis di jiwa dan ragaku. Qur’anku bukan Qur’an buatan penerbit. Tauuuuu

    musyafir ilmu said:
    Mei 27, 2011 pukul 10:45 am

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    @jeruk-purut

    wilujeng sumping, monggo linggih kang mas !

    widya said:
    Mei 27, 2011 pukul 11:27 am

    apakah pengunjung blog ini dan yang memberkan komen nya semua adalah muslim?…. kalau iya, mengapa seperti itu kita semua berucap? apa kita tidak malu mengaku pengikut Rasul SAW tapi perkataan kita tidak menunjukkan kita pengikutnya? kalau mau debat pun pakailah bahasa yang baik, kita saudara, lebih kuat saudara se aqidah daripada saudara sedarah sekalipun. semoga Allah selalu melimpahkan rahmat NYa kepada kita semua.

      musyafir ilmu said:
      Mei 27, 2011 pukul 1:54 pm

      ***apakah pengunjung blog ini dan yang memberkan komen nya semua adalah muslim?…. kalau iya, mengapa seperti itu kita semua berucap? apa kita tidak malu mengaku pengikut Rasul SAW tapi perkataan kita tidak menunjukkan kita pengikutnya? ***

      sy routin jika ada kesempatan ikut memantau comment2 di blog ini, dan menyimpulkan bahwa yg dtg ada juga dari non muslim, sy melihat blog ini bebas dikunjungi siapapun mungkin dgn maksud untuk diskusi dan menyampaikan da’wah.

      ttg comment2 negatif itu tdk lepas dari wawasan keilmuan para pengunjung, ada yg arif, ada yg tempramental, ada juga yang hadir dan berkomen tak puguh alang ujurnya.

      sy sendiri kadang karena terbawa emosi suka juga lepas dari kaidah yg seharusnya, manusia mmg lemah, untuk itu jika sy hilaf maka ingatkanlah !

      “HANYA ORANG YANG BERJIWA BESARLAH YANG MAU MEMA’AFKAN KEKELIRUAN ORANG LAIN”

        Nurani said:
        Mei 7, 2012 pukul 11:44 am

        Makanya sebelum bicara/berkomen rasakan dulu tepat tidaknya, benar salahnya, dampak yang mungkin terjadi. Selama hanya menggunkan pikiran tanpa rasa, akhirnya anda bisa tersesat

    wongalusaceh said:
    Mei 31, 2011 pukul 1:39 pm

    marilah pak untuk kembali kpd jalan yang lurus, agama islam dengan tauhid murni dan bersih dari noda2 kesyirikan dan kebid’ahan…

    saya sangat yakin defenisi syrik dan bid;ah saja anda belum mengerti, dan tentu akal akalan anda, kasian kentong nasi satu ini h eh eh he he he

    jack said:
    Juni 1, 2011 pukul 8:42 am

    sampahh tulisannya !!! dasar sampah hatinyamasih suka maling sok bokin tulisan

    rhene said:
    Juni 7, 2011 pukul 3:08 pm

    @ jack

    ** sampah tulisannya !!! dasar sampah hatinyamasih suka maling sok bokin tulisan **

    Menggambarkan watak anda sendiri………..

    samudera ketidaktahuan said:
    Juni 10, 2011 pukul 11:40 am

    Sayang beliau (Siti Jenar) telah meninggal. Kalau belum, khan saya bisa bertanya apa makna sesungguhnya dari perkataan beliau.. Bertanya apa esensi dari sebuah kata yg bersifat cangkang..
    Saya yg tidak tahu ini, takut untuk berpraduga.. Takut, karena koordinat keilmuan saya yg tidak tahu apa2 ini , berbeda dengan beliau..

      wong awam said:
      Juni 13, 2011 pukul 1:05 pm

      btol

    Pengen Tahu said:
    Juni 12, 2011 pukul 3:48 pm

    Ass. Wr. Wb.
    Alhamdulilahirabillalamin. Terima kasih yg udah kasi komentar dan mau membagi ilmunya kepada saya.

    Saya mohon ilmu lagi, penalaran dan penjelasan tentang jalan dalm islam. semoga bermanfaat bagi saya, Yaitu tentang :

    PERTAMA

    SYARI’AT
    Syari’at adalah ilmu bagaimana kita mempelajari islam tentang Hukum-hukum / aturan2 Allah termasuk didalamnya adalah tentang halal/haram, kewajiban dan larangan, sunah, makruh serta mubah. bagaimana berjihad di jalan Allah, bagaimana mencari ilmu.
    Amalannya adalah Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji
    Istananya lidah
    Matinya hancur luluh tubuhnya didalam kubur.

    KEDUA
    THARIKAT
    Apakah yg dituju dg mengerjakan syari’at ? dan apa yg diharapkan dr ibadah ?
    Bukankah yg kita tuju adalah Allah dan kita ibadah berharap Ridhonya.
    Tharikat termasuk penganjur yg getol agar org bershalat, berpuasa bila orng tidak melakukannya.
    Amalannya adalah Sabar, Yakin, Ridha takdir Allah, Taubat dan Tawakal.
    Istananya Hati
    Matinya Kurus kering, Berpuluh tahun di dalam kuburan.

    KETIGA
    HAKIKAT
    Padanyalah adanya segala perjalanan walau bagaimana jauhnya, apabila syari’at dan tharikat telah dilakukan dengan benar dan sungguh tentulah akan bertemu dengn hakikat. ahli hakikat adalah orang yg telah mencapai kasyaf,tersingkaplah tabir yg menyelubungi antara manusia dengan allah.
    Amalannya : Fanabillah dan Baqabillah
    Istananya Budi dan Angan
    Matinya Putih kuning, Bercahaya tubuhnya, Tersenyum bibirnya, Berpuluh tahun tertahan didalam kuburan.

    KEEMPAT
    MA’RIFAT
    adalah ilmu sejati yg tidak dapat dicari dengan akal, pikiran dan paham.
    MA’RIFATdapat mengenal kodrat rubbubiyah, yaitu ujud tuhan yg meliputi segala ujud.
    Amalanya : Shalat tiada terhingga, shalat disetiap waktu.
    Istanaya Rokh
    Matinya Hilang lenyap tubuhnya, tak berbekas sedikitpun di dalam kuburan. kembali kepada ujud yg satu.

    Wassalam, Wr. Wb.

    Ashadualailahailallah, wa’ashaduanna muhammaddarosululloh.

    Ridhoilah insyaallah Ia meridoi…
    Al-fatihah…
    aminnnnnnn……..

      Temannya Darno said:
      Juni 13, 2011 pukul 1:30 am

      @admin,

      Kapan nih ada artikel teknik/cara mati. :) … (dgn mode on : serius minta dibikinin artikelnya)

    jeruk-purut said:
    Juni 24, 2011 pukul 12:08 pm

    sekedar tambahan, biar tambah pengetahuan ttg siti jenar….

    SIAPAKAH SYEH SITI JENAR,,,
    Irhamni Azmatkhan Oleh: KH.Shohibul Faroji Al-Robbani
    Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.
    Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid ‘Alwi ‘Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid ‘Ali Khali Qasam bin Sayyid ‘Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin Sayyid ‘Alwi al-Mubtakir bin Sayyid ‘Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid ‘Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid ‘Ali Al-‘Uraidhi bin Imam Ja’far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.
    Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun. Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan Malaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani.
    Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.
    Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad. Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.
    Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:

    1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya

    2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,

    3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara

    4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.

    Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.
    Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun. Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

    KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:
    1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….
    2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.
    3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.
    4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun. Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.
    5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama.” Tidak bisa diterima akal sehat.
    Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:
    1. Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]
    2. Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
    3. Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]
    Wahai kaum muslimin…melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati….jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam

      musyafir ilmu said:
      Juni 24, 2011 pukul 1:13 pm

      Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

      @jeruk-purut yg dirahmati allah,

      terima kasih atas rujukan penjelasannya, diterima mengerti !

      konsekwensi orang yang hidup diahir jaman akan menghadapi dilema dalam menentukan keyakinan tentang sejarah beliau syeh siti jenar,

      kita semua ahirnya kehilangan tonggak sejarah yang semestinya terjaga dengan baik.

      rujukan anda masuk diakal, namun bagaimanapun dipihak yang kontra dengan beliau ada pula punya tangkisan, dan resiko tentu kita jadi bingung untuk meyakininya,

      walohu alam, ……. biarlah sejarah berjalan dgn apa adanya dan kita yakini dgn berbaik sangka seperti yang anda argumenkan … subhanalloh !!!

      salam ukuwah islamiah.

        lukman mubarok said:
        Mei 6, 2012 pukul 8:52 pm

        aneh nih, jaman walisongo kan belanda belum masuk ke demak … bahkan portugis diusir raja demak patiunus dari wilayah jakarta, terbukti dengan tentara pimpinan fatahillah

    jeruk-purut said:
    Juni 24, 2011 pukul 2:04 pm

    kawan musyafir ilmu, ya ngapain ikut2an bingung segala? ya inilah kodrat/sunnatullah kehidupan bukan? klo pengen damai total, tak ada ujian, tak rintangan dan halangan, bersabar dulu-lah… karena semua itu hanya ada di alam akhirat sono…

    karena itulah, hanya Allah yang tau kebenaran sejati.. nggak usah ribet dan ruwet2… karena kita akan selalu berhadapan dg hal yg berbeda, berlainan dg diri kita… ya saya rasa begitu. salam ukhuwah islamiya juga :)

    endik said:
    Juli 10, 2011 pukul 9:03 pm

    hanya ALLH SWT yang tau kebenaran sejati……penulis kok gampang ya bilang syirik………… ini syirik itu syirik. merunut sejarah perkembangan islam tidak lepas dari peran sang wali…… coba sampean pelajari tasawuf nya para wali dan ulama indonesia…….

    JANGAN GAMPANG MEMVONIS SYIRIK

    DAUS said:
    Juli 23, 2011 pukul 3:04 am

    DASARNYA SEMUA BERASAL DARI FIRMAN ALLAH SWT YAITU :

    ” Carilah apa yg ada dilangit dan di bumi dgn ilmu, yang jgn engkau cari Dzat-Ku, bila engkau cari maka fana (binasa )engkau”…

    satu lagi :

    ” Bila seseorang bertanya tentang Aku, katakanlah aku lebih dekat dari urat di lehernya “……

    PERTAANNYA BAGAIMANAKAH KITA MEMAKNAI FIRMAN TSB…???

    SAYA BERTANYA PADA WAHABI, BAGAIMAN PENDAPAT ANDA…???

    BAGAIMANA ANDA MELIHAT SUATU YG GHAIB..???

    MISALNYA JIN.., BAGAIMANA CARANYA…??? BISA GAK DGN FAHAM ANDA MELIHAT JIN..?? BAGAIMANA JAWABANNYA..???

    TUBUH KITA INI BERAPA JENIS…??? MAKSUD SAYA JASADNYA…??? TOLONG DI JAWAB..???

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 7:02 am

      BAGAIMANA ANDA MELIHAT SUATU YG GHAIB..???

      MISALNYA JIN.., BAGAIMANA CARANYA…??? BISA GAK DGN FAHAM ANDA MELIHAT JIN..?? BAGAIMANA JAWABANNYA..???

      mengapa anda mengajukan pertanyaan seperti itu apa alasannya ? saya tidak akan menajwab sebelum anda menjelaskan maksud anda ;)

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 7:05 am

      DASARNYA SEMUA BERASAL DARI FIRMAN ALLAH SWT YAITU :

      ” Carilah apa yg ada dilangit dan di bumi dgn ilmu, yang jgn engkau cari Dzat-Ku, bila engkau cari maka fana (binasa )engkau”…

      Tong Sebutkan dari surat apa dan ayat berapa ? karena kebodohan saya hingga saya tidak tahu surat dan ayatnya ! saya tidak akan menjawab sebelum anda menjelaskannya ;) ;)

      satu lagi :

      ” Bila seseorang bertanya tentang Aku, katakanlah aku lebih dekat dari urat di lehernya “……

      PERTAANNYA BAGAIMANAKAH KITA MEMAKNAI FIRMAN TSB…???

      SAYA BERTANYA PADA WAHABI, BAGAIMAN PENDAPAT ANDA…???

      Tolong sebutkan surat dan ayat berapa ? Saya orang bodoh yang perlu bimbingan anda :) saya tidak akan menjawab sebelum anda menjelaskannya ;) ;)

    DAUS said:
    Juli 23, 2011 pukul 3:06 am

    PERTANYAA ITU JUGA BAGI PERDANA AHMAD, MUSAFIR ILMU / OTONG DARSA ATAU ALIAS 2 NAMA DIA YG LAIN…..

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 6:44 am

      Pertanyaan dibawah saya khusus buat anda daus dan tidak bagi yang lain!

        DAUS said:
        Juli 23, 2011 pukul 3:44 pm

        Ahhh..kan anda tau itu ayat berapa dalam al-quran..??? anda kan mengaku ustadz…??? saya dari awal-awal sdh mengatakan bkn ustadz dan ahli hadist…??? :) saya kan hanya org biasa…??

    DAUS said:
    Juli 23, 2011 pukul 3:16 am

    Tasawwuf punya sanadnya kok kitab nya ada dari jaman dulu masa wali sampai sekarang asa, nah..wahabi perodenya kapan…???? mana dahulu antara yg pertama sekali Sulthan malik Assalih di samudra pasai dan wali songo di tanah jawa…???

    Kapan lahirnya wahabi dan Ahmadiyyah…??? Negara mana perkembangan faham ini yg paling byk…???

    KEDUA AJARAN INI BERKEMBANG SEJAK KOLONIAL INGGRIS MENJAJAH masing2 asal negara tersebut…ARAB DAN INDIA…

    INGGRIS AGAMANYA APA…??? KRISTEN…!!!! KRISTEN…!!!

    Pertanyaannya :

    APA DASAR PENJAJAHAN DULU YG DIDOMINASI BANGSA EROPA…???? Jawabannya jelas…
    SAKIT HATI KRN KALAH DI PERANG SALIB…..

    Baca sejarah bung…!!! ente yg ngecap….dilain fihak ente nuduh bid’ah sana dan sini, ente sholat aja lakuin hal lain…??? apa itu..???

    dalam sholat emang ada caranya mengerjakan hal lain wkt terdesak, umpanya dalam perang, tapi ada aturannya…kiblat gak jd soal, yg penting nawaitunya..?????

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 6:24 am

      Kapan lahirnya wahabi dan Ahmadiyyah…??? Negara mana perkembangan faham ini yg paling byk…???

      mengapa anda menanyakan pertanyaan seperti tu ? apa tujuannya ? jika memang wahabi dan ahmadiayh perkembangannya paling banyak apa bisa disamakan antara wahabi dengan ahmadiyah?
      Saya tidak akan menjawab sebelum anda menjelaskan maksud anda :)

      KEDUA AJARAN INI BERKEMBANG SEJAK KOLONIAL INGGRIS MENJAJAH masing2 asal negara tersebut…ARAB DAN INDIA…

      INGGRIS AGAMANYA APA…??? KRISTEN…!!!! KRISTEN…!!!

      mengapa anda menghubungkan antara wahabi dengan kolonial inggris? Siapa bilang inggris agamanya kristen sebab ada banyak pemeluk agama lain selain kristen di inggris ?
      saya tidak akan menjawab sebelumm anda menjelaskan maksud pertanyaan anda ;)

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 6:29 am

      Baca sejarah bung…!!! ente yg ngecap….dilain fihak ente nuduh bid’ah sana dan sini, ente sholat aja lakuin hal lain…??? apa itu..???

      dalam sholat emang ada caranya mengerjakan hal lain wkt terdesak, umpanya dalam perang, tapi ada aturannya…kiblat gak jd soal, yg penting nawaitunya..?????

      nah………….lalu kenapa jika ada seseorang mengerjakan salat anda katakan mengurangi/menambah rukun shalat ketika ada gerakan lain selain rukun shalat ?

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 6:38 am

      Tasawwuf punya sanadnya kok kitab nya ada dari jaman dulu masa wali sampai sekarang asa, nah..wahabi perodenya kapan…???

      Mengapa anda mengajukan pertanyaan seperti itu apa alasannya ? sebutkan tahun berapa tawawuf sanadnya dari zaman wali sampai sekarang :) ;) , apakah anda tidak tahu wahabi sanadnya langsung dari Allah Ta’ala ? tapi saya tidak tahu periode (tahunnya) kapan pertama kali Nabi Adam turunke bumi ;) ;) ;) ;)

    DAUS said:
    Juli 23, 2011 pukul 3:21 am

    MAAF RALAT PERTANYAAN :

    mana dahulu antara yg pertama sekali Sulthan malik Assalih di samudra pasai dan wali songo di tanah jawa…dengan wahabi…???

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 6:18 am

      mana dahulu antara yg pertama sekali Sulthan malik Assalih di samudra pasai dan wali songo di tanah jawa…dengan wahabi…???

      Apa yang anda ketahui dengan wahabi hingga bisa menimbang-nimbang dan mengira-ngira yang mana duluan datang ? Siapa yang menjamin jika para wali itu bukan wahabi ? saya tidak akan menjawab sebelum anda menjelaskan ? Sebab percuma kita membahas wahabi jika anda sendiri tidak paham apa itu wahabi ?

        Temennya DUL PACUL said:
        Juli 23, 2011 pukul 2:14 pm

        Adalah benar-benar sedang bermimpi jika mengklaim bahwa para WALI adalah penganut wahabi, jika hanya mengklaim tanpa menyodorkan bukti semua orang bisa, mirip anak balita yg asal mengklaim mainan milik temannya.

        BUKTI BAHWA PARA WALI BUKAN PENGANUT PAHAM WAHABI.

        Perhatikan metodologi dakwah wahabi, mereka frontal mencaci budaya setempat yg tidak sejalan dengan pemahaman mereka.

        Tapi perhatikan metode dakwah yg dilakukan para Wali yaitu mengadaptasi budaya setempat bukan menyerangnya secara frontal.

        JELAS SEKALI PERBEDAANNYA.

        Contoh :
        Para Wali meyelipkan dakwahnya dengan cara:
        – SUNAN BONANG menciptakan beberapa perangkat alat musik Jawa (gamelan) yg salahsatu instrumennya dinamai dengan menggunakan nama beliau yaitu alat musik bonang. Juga banyak kesenian yg lain.
        – SUNAN KALIJOGO menciptakan wayang kulit beserta pagelarannya dan cerita wayang semisal DEWARUCI yg diadaptasi dari budaya setempat yg telah lekat dengan kisah Mahabarata maupun Ramayana. Dan banyak ciptaan budaya yg lain.
        – SUNAN KUDUS membangun masjid dengan arsitektur yg mirip candi.
        – DAN LAIN-LAIN, terlalu banyak jika saya tulis satu persatu, dan sangat TERLALU jika tidak tahu bukti sejarah tsb lalu mengklaim para Wali adalah wahabi.

        Contoh lain yg membuktikan para Wali bukan wahabi, para penganut wahabi tidak memiliki budaya. Perhatikan sekarang negara dimana penganut wahabi terbesar, mereka hanya menyiksa, memancung bahkan memperkosa para wanita miskin yg seharusnya menurut agama Islam wajib DILINDUNGI.

        Ahlussunah Wal Jamaah bukanlah wahabi, karena wahabi hanya bagian dari Ahlussunah Wal Jamaah. Belajar yg banyak lagi tentang sejarah Islam, kawan.

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 23, 2011 pukul 5:27 pm

        para penganut wahabi tidak memiliki budaya. Perhatikan sekarang negara dimana penganut wahabi terbesar, mereka hanya menyiksa, memancung bahkan memperkosa para wanita miskin yg seharusnya menurut agama Islam wajib DILINDUNGI.

        BUKTIKAN DALIL DARI MANA WAHABI MENGAJARKAN UNTUK MENYIKSA, MEMANCUNG, MEMPERKOSA WANITA MISKIN! INGAT SEMUA UCAPAN ANDA AKAN DIPERTANGGUNG JAWABKAN DIHADAPAN ALLAH!

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 24, 2011 pukul 5:54 am

        Adalah benar-benar sedang bermimpi jika mengklaim bahwa para WALI adalah penganut wahabi, jika hanya mengklaim tanpa menyodorkan bukti semua orang bisa, mirip anak balita yg asal mengklaim mainan milik temannya.

        BUKTI BAHWA PARA WALI BUKAN PENGANUT PAHAM WAHABI.

        Perhatikan metodologi dakwah wahabi, mereka frontal mencaci budaya setempat yg tidak sejalan dengan pemahaman mereka.

        Tapi perhatikan metode dakwah yg dilakukan para Wali yaitu mengadaptasi budaya setempat bukan menyerangnya secara frontal.

        JELAS SEKALI PERBEDAANNYA.

        Contoh :
        Para Wali meyelipkan dakwahnya dengan cara:
        – SUNAN BONANG menciptakan beberapa perangkat alat musik Jawa (gamelan) yg salahsatu instrumennya dinamai dengan menggunakan nama beliau yaitu alat musik bonang. Juga banyak kesenian yg lain.
        – SUNAN KALIJOGO menciptakan wayang kulit beserta pagelarannya dan cerita wayang semisal DEWARUCI yg diadaptasi dari budaya setempat yg telah lekat dengan kisah Mahabarata maupun Ramayana. Dan banyak ciptaan budaya yg lain.
        – SUNAN KUDUS membangun masjid dengan arsitektur yg mirip candi.
        – DAN LAIN-LAIN, terlalu banyak jika saya tulis satu persatu, dan sangat TERLALU jika tidak tahu bukti sejarah tsb lalu mengklaim para Wali adalah wahabi.

        Dua Pendekatan dakwah para wali.

        1. Pendekatan Sosial Budaya
        2. Pendekatan aqidah Salaf
        wahabi sangat mengapresiasi da’wah wali songi sebab yang dilakukan para wali pada awalnya adalah pendekatan sosial budaya lalu jika sudah banyak yang masuk islam mulai melalui pendekatan akidah salaf!
        ANDA BUKA LINK INI http://metafisis.wordpress.com/2011/07/23/tahlilan-dalam-pandangan-wali-songo/#comment-11521 MEMBUKTIKAN WALI ADALAH WAHABI YANG mengamanatkan pada generasi masa sekarang untuk menurnikan ajaran islam dari sekatenan, ruwatan, shalawatan, tahlilan, upacara tujuh bulanan yang sesungguhnya diamanatkan para sunan agar ulama masaa kini memurnikan ibadahnya untuk tidak tasyabbuh dengan tatacara orang kafir , jika anda mengikuti wali songo maka mari sama-sama membersihkan islam dari tasyabbuh dan syirik!

        Temennya DUL PACUL said:
        Juli 23, 2011 pukul 10:01 pm

        PASTI…!!!

        DAN ANDAPUN HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PEMUTAR BALIKAN KATA-KATA ANDA DI HADAPAN ALLAH..!!!

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 24, 2011 pukul 5:34 am

        perdana says:

        BUKTIKAN DALIL DARI MANA WAHABI MENGAJARKAN UNTUK MENYIKSA, MEMANCUNG, MEMPERKOSA WANITA MISKIN! INGAT SEMUA UCAPAN ANDA AKAN DIPERTANGGUNG JAWABKAN DIHADAPAN ALLAH!

        temennya dul pacul says :

        PASTI…!!!

        Perdana says:
        SAYA MINTA BUKTI DAN DALIL BAHWA WAHABI MENGAJARKAN MENYIKSA, MEMANCUNG, MEMPERKOSA WANITA MISKIN! anda tidak bisa menunjukkan tapi cuma bermodal YAKIN aja! Inalillahi!!!!!!!
        betapa bodohnya anda! Anda menantang murka Allah dengan hanya bermodal Yakin menurut syahwa sangka anda pribadi!
        Saksikanlah wahai seluruh pengunjung blog ! Orang ini HANYA BERMODAL NEKAT KEYAKINAN THOK! LALU BERANI MEMPERTANGGUNG JAWABKAN KEYAKINANNYA DIHADAPAN ALLAH!
        bagaimana jika keyakinan anda salah ????? Anda akan mendapat murka Allah !

        SARAN SAYA SECEPATNYA ANDA BERTAUBAT PADA ALLAH! Semoga Allah mengampuni anda, amin………………

      suparmin said:
      Juli 23, 2011 pukul 7:05 am

      ini ki daus dari kemaren bahasannye wahabi mulu,,,, ada apa ki daus dengan wahabi. yang ki daus maksud wahabi itu yang seperti apa coba jelaskan.

    Temennya DUL PACUL said:
    Juli 23, 2011 pukul 7:37 am

    Bung Daus,
    Percuma debat dengan WAHABI dangkal ilmu, anda hanya akan diputar-putar karena mereka tidak paham kosa kata, baik itu bahasa Arab maupun bahasa Indonesia apalagi bahasa Inggris.
    Anda hanya akan menurunkan nalar anda ketingkat terendah jika anda berdebat dengan mereka.
    Teknik yg tepat dengan mereka adalah HAJAR pendapat-pendapat mereka yg BODOH, lalu diamkan saja tanggapan BODOH mereka biar sidang pembaca menelaah sendiri.
    Sudah terbukti bahwa paham wahabi tidak diminati masyarakat Indonesia.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 7:45 am

      jika yang dimaksud kelompok wahabi adalah muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, wahdah islamiyah, Jama’ah Tablik maka anda salah besar kelompok wahabi ini sekarang sangat berkembang pesat ditanah air kita tercinta :) jika kelompok wahabi bodoh maka tidak akan mungkin sangat diminati masyarakat toh masyarakat bisa menilai sendiri :) dan tentunya kelompok tarekat sufi/ NU/ JIL sempalan (tapi masihada NU yang baik lho) yang sangat ketar-ketir dengan perkembangan wahabi hingga membuat fitnah sana-sini :)

        DAUS said:
        Juli 23, 2011 pukul 3:06 pm

        Saya tanya pd PA anda mencari kebenarankan…??? maka kebenaran itu ada tanda kemuliaan yg diberikan oleh Allah swt pd hambanya…..

        Mosok sholat , lg menghadap Allah lalu mengerjakan pekerjaan yg lain…???? ITULAH YG BID’AH…, NGARANG NAMANYA….LG SHOLAT YA SHOLAT, MENULIS ITU KAN PEKERJAAN DUNIAWI..?? DISA DIKERJAKAN NANTI-NANTI.., soal yg lain di kesampingkan dulu nanti baru dibahas satu-satu..yg pokok-pokok dulu dibahas…..

        ANDA JAWAB DULU SDR PA PERTANYAAN SAYA DI ATAS NANTI SAYA TANYA LG, BARU JELAS PERTANYAAN SAYA, SAYA MAU LIHAT PEMAHAMAN ANDA DULU..???

        nanti anda bilang saya salah dalam memamahami wahabi lagi..???

        Buktinya fakta yg saya sodorkan tdk terbantahkan oleh anda , malah anda arahkan perhatian ke arah lain….

        saya berusaha meluruskan pemahaman yg keliru oleh anda saja, anda benar tapi ada tapinya lho….ada yg belum anda ketahui.misalnya..gitu…

    DAUS said:
    Juli 23, 2011 pukul 3:18 pm

    @ PA :

    mengapa anda menghubungkan antara wahabi dengan kolonial inggris? Siapa bilang inggris agamanya kristen sebab ada banyak pemeluk agama lain selain kristen di inggris ?

    NAMANYA PEMERINTAH KOLONIAL….KOLONIIAL ( PENJAJAH MAKSUDNYA ) SDR.PA.., KITA BICARA SEJARAH… :)

    Mengerti ngak mksud saya..?? atau pura-pura tdk mengerti..? :)

    DAUS said:
    Juli 23, 2011 pukul 3:21 pm

    @ PA :

    Kan pemerintah inggris di masa lalu didominasi org kristen sdr. PA….??? :)

    bahkan sekarang jg gt..??? walaupun ada agama lain, bahkan islam jg berkembang baik disana..?? :)

    masih tdk menegerti jg maksud saya ..?????????????????? :) :) :)

    Temennya DUL PACUL said:
    Juli 23, 2011 pukul 4:21 pm

    Perdana Akhmad S.Psi, on Juli 23, 2011 at 7:45 am said:

    jika yang dimaksud kelompok wahabi adalah muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, wahdah islamiyah, Jama’ah Tablik maka anda salah besar kelompok wahabi ini sekarang sangat berkembang pesat ditanah air kita tercinta :) jika kelompok wahabi bodoh maka tidak akan mungkin sangat diminati masyarakat toh masyarakat bisa menilai sendiri :) dan tentunya kelompok tarekat sufi/ NU/ JIL sempalan (tapi masihada NU yang baik lho) yang sangat ketar-ketir dengan perkembangan wahabi hingga membuat fitnah sana-sini :)

    >>>—————

    Sudah pasti bahwa kelompok wahabi bukanlah bagian dari muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, DLL. Karena wahabi sangat asing di Indonesia.

    Anda sangat kelihatan sekali tidak mengerti tentang sejarah Islam.

    Secara singkat saya kisahkan sejarah Islam ttg ahlussunah Wal Jamaah.

    Kisahnya dimulai dari huru-hara besar pada tahun ke 40 Hijriyah. Huru-hara akibat perbedaan ijtihad antara Khalifah ke-4 Ali bin Abu Thalib dan Muawiyah bin Abu Sofyan soal tampuk kepemimpinan yg berujung pada terbunuhnya Ali. Setelah itu, jamaah muslim terpecah menjadi 3 faksi.

    – Faksi pertama, adalah kelompok yg frustasi melihat perpacahan umat. Tapi sikap mereka justru menjadi ekstrim, keluar dari jamaah muslim, bahkan mengkafirkan Ali dan Muawiyah serta para pendukung keduanya. Mereka ini yg kemudian dikenal dengan sebutan kaum KHAWARIJ.

    – Faksi kedua, pendukung Ali yg tidak mau mengakui keabsahan Muawiyah sebagai Khalifah pun bergabung dalam faksi tersendiri. Mereka menganggap Ali dan keluarganya lebih layak menjadi pemimpin kaum muslim. Mereka akhirnya mengkristal dengan sebutan SYIAH.

    – Faksi ketiga adalah mereka yg mengakui kekhalifahan Muawiyah, meskipun ada pula yg tidak sepenuhnya setuju kepadanya seperti Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud. Mereka inilah yg kemudian dikenal sebagai Ahlussunah Wal Jamaah atau kemudian disebut SUNNI. Ahlussunah Wal jamaah bermakna, mereka yg memegang dan menjaga sunnah nabi sebagai sumber hukum setelah Al Quran dan tetap berada dalam jamaah muslim.

    AHLUSSUNAH WAL JAMAAH

    Selanjutnya dalam kalangan Ahlussunah wal Jamaah berkembang pula berbagai mazhab fiqih. Itu karena perbedaan pemahaman para fuqaha (ahli fiqih) dan mujtahidin (ahli ijtihad) terhadap teks AL QURAN dan HADIS, misal MAZHAB MALIKI, HANAFI, SYAFI’I, HAMBALI dan DHAHIRI.

    Mazhab fiqih itulah yg membedakan acuan hukum dan pelaksanaan ibadah bagi individual umat Islam.

    Pada abad ke 2 Hijriyah, pengaruh pemikiran filsafat Yunani dan Persia mulai masuk dalam wacana kaum muslimin. Terutama dalam menjelaskan akidah dan kekuasaan Allah. Akhirnya, hal itu mengakibatkan kaum muslim terpecah menjadi beberapa kelompok:

    – Kelompok pertama, menitik beratkan pembahasan dengan akal dan pemikiran filsafat. Bahkan menomor duakan dalil Al Quran dan Hadis, karena itu mereka ini disebut AHLUR RA’YI (kelompok yg mengutamakan akal. Yg terkenal dari kelompok ini adalah golongan MU’TAZILAH.

    – Kelompok kedua, berseberangan dengan ahlur ra’yi adalah AHLUL HADIS. Mereka lebih mengutamakan dalil Al Quran dan Hadis sebagai sumber hukum. Bahkan mengharamkan pemakaian filsafat dalam membahas masalah keagamaan. Dalam kelompok ini adalah seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyah. Mereka sering disebut Salafi (klasik), yg bermakna orang-orang yg mengikuti paham para ulama terdahulu (salafus salihin).

    – Kelompok ketiga, adalah kelompok yg mengambil JALAN TENGAH. Mereka tidak setuju dengan cara berfikir kaum Mu’tazilah, tapi mengadopsi filsafat dan logika Yunani serta Persia untuk menjelaskan teologi Islam. Abul Hassan Al Asy’ariy dan Abu Manshur Al Maturidy merupakan tokoh yg menonjol dan menjadi nama paham teologi mereka yaitu : Asy’ariyah dan maturidiyah. Ciri paling masyhur dari paham Asy’ariyah adalah pembahasan 20 sifat Allah. Di Indonesia, paham ini biasa dipakai kalangan Nahdliyin dan Persatuan Islam.

    Memang, dari berbagai organisasi Islam di Indonesia, ada perbedaan mazhab fiqih dan kaajian teologi. Misalnya, bila NU cenderung bermazhab Syafi’iyah dan berteologi Asy’ariyah, Salafi bermazhab ahlul hadis. Tapi, baik NU maupun Salafi sebenarnya berada dalam satu gerbong : golongan AHLUSSUNAH. Begitu pula Muhammadiyah , Persatuan Islam (PERSIS) , Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, Ikhwanul muslimin, Matla’ul Anwar, Al Irsyad.
    Jadi sudah selayaknya bila setiap kelompok tidak mengklaim dirinya paling berhak memakai istilah ahlussunah wal jamaah. (HWYW, Forum keadilan).

    Lalu bagaimana dengan wahabi?
    Paham ini tidak begitu dikenal di Indonesia. Paham ini hanya muncul pada politik kekuasan kerajaan Arab Saudi. Disinyalir, paham yg dinisbatkan pada Muhammad bin Abdul Wahab juga sering mengutip dari Ibnu Taimiyah, sehingga ada yg memasukkannya pada Ahlussunah wal Jamaah.
    Bisa dimisalkan, sama dengan paham liberal yg muncul dari politik kekuasaan kaum kapitalis. Bedanya, wahabi di impor dari Arab, sedang liberal diimpor dari barat.

    Sehingga sangat ANEH dan TIDAK MASUK AKAL jika ada yg mengklaim bahwa paham-paham ini diminati oleh masyarakat Indonesia karena TIDAK MENGAKAR PADA BUDAYA BANGSA INDONESIA.

    Jadi tidak perlu Ge eR, karena tidak ada yg khawatir dengan wahabi karena hanya beberapa gelintir saja yg ada di Indonesia. Sayapun menyanggah tulisan-tulisan di blog ini bukan karena khawatir, tapi hanya karena JENGAH, TIDAK SUKA, SEBEL ada orang yg mencaci dan mengkafirkan saudara-saudara muslim saya, juga membahas Islam yg kadang-kadang tanpa ilmu.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 23, 2011 pukul 4:54 pm

      Sudah pasti bahwa kelompok wahabi bukanlah bagian dari muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, DLL. Karena wahabi sangat asing di Indonesia.

      Anda sangat kelihatan sekali tidak mengerti tentang sejarah Islam.

      justru anda yang tidak mengerti sejarah! FAKTANYA muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, wahdah islamiyah, Jama’ah Tablik dikatakan wahabi !
      1. Muhamammadiyah, Al-Irsyad, Persis Adalah Wahabi (reales tuduhan )
      2. Salafi dikatakan Wahabi.
      3. Ulama Ulama NU di daerah daerah menyebut setiap persoalan perbedaan cabang cabang tawhid dan ibadah yang jika berbeda dengan amaliah dengan NU, disebut wahabi .
      4. Tidak menyukai maulid dan qunut dianggap wahabi.
      5. Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia, KH Syuhada Bahri mengungkapkan bahwa ada keinginan dari kelompok tertentu yang tidak ingin melihat Islam berkembang maju. Caranya adalah dengan mengkaitkan aksi terorisme dengan ajaran wahabi.
      6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikatakan wahabi
      dll

      POKOKNYA YANG BEBEDA PAHAM SEDIKIT SAJA DENGAN ALIRAN TAREKAT/ NU LANGSUNG DIKATAKAN WAHABI !

      jaringan islam liberal mengkategorikan salafy, Jama’ah tablik, HT, IM, sebagai wahabi dan termasuk dalam jaringan islam transnasional yang dijelaskan dalam Buku “Ilusi Negara Islam” karangan JIL . lihat penjelasan asep sobari di hidayatullah yang membahas kampanye JIL (wahabi dan islam transnasional) da termasuk diri anda yang mengkampanyekan wahabi juga :) http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8998:2009-08-10-23-38-58&catid=71:wawancara&Itemid=73
      ucapan anda tidak beda dengan ucapan kalangan JIL (jaringan Islam Liberal) yang dalam bukunya : ILUSI NEGARA ISLAM “Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”
      mengatakan bahwa Jama’ah tarbiyah (PKS)/ikhwanul muslimin, Hizbuttahrir, Jama’ah tabliq, Salafy , FPI, FUI, sebagai gerakan islam transnasional alias wahabi. bahkan dahulu muhammadiyah/persis juga dijuluki wahabi.
      maka jika anda sealur dengan JIL dengan memfitnah semua ormas diatas, saya dengan tidak ragu mengatakan sayalah wahabi ^_^ , sebab saya tidak mau seidiologi dengan JIL
      JIKA muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, DLL DIKATAKAN WAHABI MAKA KAMI TIDAK KHAWATIR SEBAB KAMI MAYORITAS DI INDONESIA INI :) dan kelompok tarekat sufi / NU adalah minoritas di indonesia hehehe

        wuming said:
        Juli 25, 2011 pukul 3:51 pm

        PA slalu mendistorsikan NU dgn JIL…lalu ngaku2 teman dgn HT dan IM…wkwkwk…dkit aja saran dari ane…coba deh googling….siapa sbnernya yg nuduh sesat HT dan IM lewat blog….puluhan blog wahabi menyesatkan HT dan IM…. Kaum muslimin hati2 dgn adu domba dr perdana akhmad….dsini dia bilang kawan dgn HT dan IM…didalam dia sesatkan meraka….kira2 termasuk golongan apakah yg seperti ini….perlu bukti….. ane tantang bwt Perdana Akhmad… silahkan nyatakan apakah status dari HT dan IM mnrt om perdana akhmad… sesat atokah tidak???? silahkan jawab!!!!

        – bwt om momod…mhn dmuat ya postingan ane …kec klo takut…kebongkar muna nya….hahaha

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 26, 2011 pukul 7:34 am

        Saling kritisi dan mengkritisi adalah hal yang wajar dalam Umat islam, tak jarang komunitas salafy mengkritisi HT , JT (jama’ah tablik) dan IM dalam hal furu’ dan dalam masalah manhaj bahkan dalam masalah akidah, behitupun HT.IM, JT dalam blog-blog mereka juga mengkritisi dan saling menasihati salafy. saling kritisi dan menasihati adalah anjuran Rasul :“Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan untuk para orang awamnya.” ( H.R Bukhari)

        Apakah jika kami mengritisi HT,JT,IM kami harus memusuhi personalnya sampai pada taraf tidak saling bekerjasama? TIDAK ! SALAFY TEGAS DALAM MENYAMPAIKAN KEBENARAN DAN LEMBUT DALAM MU’AMALAH BAHKAN PADA ORANG YANG KAMI KRITISI! BAHKAN DALAM BISNIS KAMI MAU BEKERJASAMA DAN SALING MEMPERCAYAI LIHAT BUKTINYA DI http://metafisis.wordpress.com/2011/04/17/kemesraan-jt-salafi-saat-jamaah-tabligh-%e2%80%9crukun%e2%80%9d-dengan-salafi/

        wuming said:
        Juli 26, 2011 pukul 10:24 am

        apa!!!…”Saling kritisi dan mengkritisi ” ..wkwkwk…ngarang deh loe…apa perlu ane posting isi penyesatan wahabi trhdp HT dan IM … dibilang HT aqidahnya muktazilah, IM aqidahnya sufiyah…udah jelaskan dblog ini sufiyah dihukumi apa ma blog ente…sesat,kafir,musyrik kah ????

        katanya dilarang bergaul dengan ahlul bid’ah…nyatanya ngaku2 teman….wkwkwk…ngakak ane gan..

        udah bosen ane klo bca blog wahabi…kosakata buat selain golongan wahabi gak jauh dari sesat menyesatkan, kafir, musyrik, bid’ah…weekks

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 26, 2011 pukul 10:36 am

        apa!!!…”Saling kritisi dan mengkritisi ” ..wkwkwk…ngarang deh loe…apa perlu ane posting isi penyesatan wahabi trhdp HT dan IM … dibilang HT aqidahnya muktazilah, IM aqidahnya sufiyah…udah jelaskan dblog ini sufiyah dihukumi apa ma blog ente…sesat,kafir,musyrik kah ????

        apapun bentuka aqidahnya namun kita bertauhid dengan murni pada Allah tidak bisa dihukumi kafir, musyrik! HT dan IM tak terlepas dari kesalahan begitu juga dengan salafy tak ada yang terbebas dari dosa dan kesalahan didunia ini termasuk saya dan anda! mengkritisi dan saling menasihati bahkan saling mengingatkan (mentahdzir) boleh menggunakan kata sesat. kata sesat bukan kata tabu yang tidak boleh dipakai dalam sarana ‘wah!

        katanya dilarang bergaul dengan ahlul bid’ah…nyatanya ngaku2 teman….wkwkwk…ngakak ane gan..

        maksud Dilarang bergaul dengan ahli bid’ah jika orang itu tidak mau dinasihati, menyebarkan kebid’ahannya dan kita tidak punya ilmu untuk membantah hujjah sesatnya maka lebih baik menghindar dan tidak bergaul dengan ahli bid’ah

        udah bosen ane klo bca blog wahabi…kosakata buat selain golongan wahabi gak jauh dari sesat menyesatkan, kafir, musyrik, bid’ah…weekks

        Fokus da’wah kami adalah tauhid makanya tidak akan lepas dari kata syirik, bid’ah dan khurafat, percuma berbuat baik jika berbuat syirik pada Allah karena amalnya akan menjadi debu yang berbangan :)

        wuming said:
        Juli 26, 2011 pukul 10:53 am

        “apapun bentuka aqidahnya namun kita bertauhid dengan murni pada Allah tidak bisa dihukumi kafir, musyrik! HT dan IM”…wkwkwk…kalimat ini hanya retorika…pernah dengar qutbiyah…pernah dengar khawarij? bukankah kata-kata ini telah disematkan ke IM / sayid qutb…apalagi kta2 khawarij…kalian sematkan ke mereka…

        simplenya gni…apa status khawarij, qutbiyah dan sufiyah ???? kafir mutlak ato tidak?? …

        karena ini berhubungan dgn isi blog dan pernyataan2 ente sebelumnya…jangan bnyk ngeles….jawab ke inti pertanyaan ya

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 26, 2011 pukul 11:06 am

        simplenya gni…apa status khawarij, qutbiyah dan sufiyah ???? kafir mutlak ato tidak?? …

        quthbiyah menisbahkan diri pada sayyid qutb, khawarij dan sufi walau mereka pelaku dosa besar tetap muslim selama mereka tidak menyembah selain Allah dan hukuman pelaku dosa besar walau dia muslim adalah neraka jika mereka berbuat kesesatan dan tidak mau bertaubat, maka tidak ada yang kafir mutlak seperti kafirnya non muslim :)

        wuming said:
        Juli 26, 2011 pukul 11:53 am

        brti scr tidak langsung ente mengatakan HT dan IM dan siapapun yg tergolong sufiyah,muktazilah…ato pendek kata selain wahabi adalah pelaku dosa besar dan akan masuk neraka …begitu bukan????

        wew…mnrt ane …serem amat pernyataannya…

        sdkt inpoh neh om.. http://www.scribd.com/doc/4081192/Part-I-Hizbut-Tahrir-Mutazilah-Gaya-Baru ..neh bru satu reff lho…msh bnyk lg tinggal tanya mbah google

        pernyataan ente emg senada dgn doktrin wahabi… HT difatwakan sesat / masuk neraka!!! walaupun ente sdkt bda…diaku tmen ma ente…ckckck

        teman tpi masuk neraka…hmm..bingung jg ane..-?-

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 26, 2011 pukul 12:06 pm

        begitupun SALAFY : walau mereka pelaku dosa besar tetap muslim selama mereka tidak menyembah selain Allah dan hukuman pelaku dosa besar walau dia muslim adalah neraka jika mereka berbuat kesesatan dan tidak mau bertaubat, maka tidak ada yang kafir mutlak seperti kafirnya non muslim , dimana serem pernyataan saya ???? percuma anda menunjukkan link, sebab saya juga bisa menunjukkan link bagaimana HT,IM, JTmengkritik SALAFY dan ini bukan fokus persoalan bung ! saya bisa menunjukkan ratusan link bagaimana antar kelompok umat islam yang saling beradu hujjah! Seperti halnya kelompok NU Gus Dur melawan kelompok NU Muhaimin iskandar yang sampe sekarang saling serang!

        HT difatwakan sesat / masuk neraka!!! walaupun ente sdkt bda…diaku tmen ma ente…ckckck

        Orang yang sesat TIDAK PERNAH DAN JANGAN DIPASTIKAN MASUK NERAKA! SEBAB masih ada kesempatan mereka bertaubat dan masuk syurga :) adapun menjelaskan ancaman masuk neraka yang diingatkan bagi pelaku kesesatan adalah merupakan bentuk peringatan bagi sesama muslim berlaku bagi semua golongan umat islam baik salafy, HT,IM,JT, NU, Muhammadiyah dll

        wuming said:
        Juli 26, 2011 pukul 12:22 pm

        persoalannya bkn pengen pamer link..cma ane pengen komenk soalan pernyataan ente yg ngaku2 teman ama HT dan IM dsisi lain ente menganggap sesat HT & IM…. jeruk kok makan jeruk…. knpa jg gk bilang nu jg temen wahabi..siti jenar jg temen wahabi..sufi jg temen wahabi….toh sama2 kalian sesatkn jg kan

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Juli 26, 2011 pukul 2:52 pm

        waduh mas, anda kembali pada pertanyaan awal maka saya ulangi lagi tenggapan dari saya :)
        Saling kritisi dan mengkritisi adalah hal yang wajar dalam Umat islam, tak jarang komunitas salafy mengkritisi HT , JT (jama’ah tablik) dan IM dalam hal furu’ dan dalam masalah manhaj bahkan dalam masalah akidah, behitupun HT.IM, JT dalam blog-blog mereka juga mengkritisi dan saling menasihati salafy. saling kritisi dan menasihati adalah anjuran Rasul :“Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan untuk para orang awamnya.” ( H.R Bukhari)

        Apakah jika kami mengritisi HT,JT,IM kami harus memusuhi personalnya sampai pada taraf tidak saling bekerjasama? TIDAK ! SALAFY TEGAS DALAM MENYAMPAIKAN KEBENARAN DAN LEMBUT DALAM MU’AMALAH BAHKAN PADA ORANG YANG KAMI KRITISI! BAHKAN DALAM BISNIS KAMI MAU BEKERJASAMA DAN SALING MEMPERCAYAI LIHAT BUKTINYA DI http://metafisis.wordpress.com/2011/04/17/kemesraan-jt-salafi-saat-jamaah-tabligh-%e2%80%9crukun%e2%80%9d-dengan-salafi/

        wuming said:
        Juli 26, 2011 pukul 5:02 pm

        mengulang pertanyaan…hahaha…ok deh kita focuskn lg deh…ente bilang saling mengkritisi…walaupun dgn saling menyesatkan bgtu bkn…dan mnrt ente itu ketegasan….hahaha whatever lah…itu mgkn pndtmu mas..

        ente ksh link satu conth JT harmonis dg wahabi….perlu ditegaskan lagi dlm artikel trsbt…yg ngajak berteman adalah JT… mrka membeli barang dari wahabi….sdgkn setau ane JT blm ada komentar/kritik apapun mengenai wahabi…berbanding terbalik wahabi sdh bnyk mencerca JT…biasalah ujung2nya sesat…. jd yg berbesar hati itu siapa…wahabi ato JT ???

        boleh gk mnta conto lain…kemesraan antara HT / IM dgn wahabi???
        terlepas doktrin tabdi….tidak bergaul dgn ahlul bid’ah..

    Temennya DUL PACUL said:
    Juli 23, 2011 pukul 9:56 pm

    Ini tulisan saya :

    Sudah pasti bahwa kelompok wahabi bukanlah bagian dari muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, DLL. Karena wahabi sangat asing di Indonesia.

    Anda sangat kelihatan sekali tidak mengerti tentang sejarah Islam.

    >>——

    Dan ini tulisan anda :

    JIKA muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, DLL DIKATAKAN WAHABI MAKA KAMI TIDAK KHAWATIR SEBAB KAMI MAYORITAS DI INDONESIA INI

    >>——

    Lagi-lagi anda mengklaim bahwa wahabi adalah bagian dari Muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin….. ha…ha..ha… anda bermimpi…..

    TANYAKAN … KAMI TIDAK SUKA WAHABI ADA DI NEGRI INI……!!!!

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      Juli 24, 2011 pukul 4:34 am

      Lagi-lagi anda mengklaim bahwa wahabi adalah bagian dari Muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin….. ha…ha..ha… anda bermimpi…..

      coba anda tanya dengan kyai-kyai NU atau mursyid-mursyid tarekat sufi, tanya juga dengan jaringan islam liberal, wahid institude tanyakan pada mereka apakah Muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin wahabi ? mereka pasti akan menajawab wahabi! bukan kata saya tapi kata mereka!
      manhaj saya salafy saya tidak suka jimat, tahlilan,
      salafy,muhammadiah, HT,IM, PERSIS mengharamkan azimat lalu dijuluki wahabi
      salafy, HT,IM, PERSIS tidak menyukai tahlilan lalu dijuluki wahabi
      salafy,muhammadiah, HT,IM, PERSIS mengharamkan tenaga dalam, ilmu metafisika dijuluki wahabi
      salafy,muhammadiah, HT,IM, PERSIS mengharamkan minta-minta barokah pada kuburan dijuluki wahabi
      INI FAKTA MAS!
      KAMI TIDAK MENJULUKI DIRI KAMI WAHABI NAMUN KETIKA KAMI MENISBAHKAN DA’WAH KAMI PADA SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DIJULUKI WAHABI MAKA SAKSIKANLAH KAMI ADALAH WAHABI!
      Sebagaimana Ada sya’ir oleh Imam Syafi’i yang bunyinya: “Jika mencintai Ahl al Bayt disebut Rafidah, maka saksikanlah bahwa aku penganut paham Rafidhah.” .
      Maka saya juga mengatakan” Jika mencintai da’wah tauhid (da’wahnya Rasul) yang dibawa Syaikh Muhammad bin ABDUL WAHAB disebut wahabi , maka saksikanlah aku penganut paham wahabi!
      kesimpulan saya adalah wahabi :)

        wuming said:
        Juli 25, 2011 pukul 3:40 pm

        mungkin sebagian mengatakan “apakah Muhammadiyah, PERSIS, Salafy, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin wahabi ?” …kykya PA mo nyari teman neh.. dan fakta berbicara dari puluhan web wahabi…HT & Ikhwanul Muslimin disesatkan wahabi…silahkan tanya mbah google….jd wahabi ni siapa??? wkwkwk

        — bwt om momod…mhn dmuat ya postingan ane …kec klo takut…hahaha

    wong bankwo said:
    Juli 25, 2011 pukul 6:05 am

    apakah Nabi Muhammad SAW wahabi? Sebenarnya siapakah yg harus diikuti Nabi Muhammad SAW atau si wahab , kenapa umat islam lebih bangga dg golongannya dan masing2x merasa dirinyalah paling benar, tolong dijawab…!

      DAUS said:
      Juli 25, 2011 pukul 1:58 pm

      setuju mas…

      ahfadzh said:
      Agustus 5, 2011 pukul 2:17 pm

      apakah Nabi Muhammad SAW wahabi?
      jawab :
      nabi muhammad adalah pembawa ajaran islam.
      “wahabi” adalah sebutan yang dilancarkan musuh2 dakwah tauhid kepada ahlussunnah.

        wuming said:
        Agustus 6, 2011 pukul 1:58 pm

        @ahfadz: lalu nabi Muhammad SAW berdakwah tauhid gk??
        klo iya, nabi Muhammad SAW bisa dsbt wahabi gk??

        mgo mas ora isin2 jawab,..selama ini perdana & sekutunya di blog ini selalu membangga2kan diri dsbt wahabi,..malahan sampai ada klaim walisongo = wahabhi ….weizzz!! :D :D

        ahfadzh said:
        Agustus 6, 2011 pukul 5:38 pm

        nabi Muhammad SAW berdakwah tauhid gk?

        —-ya,anda benar.

        klo iya, nabi Muhammad SAW bisa dsbt wahabi gk?

        —-lupakan istilah wahabi, karena itu tdk penting. dan jika anda orang yang benar,ikutilah Nabi Muhammad dengan mempelajari hadist2 yang shohih dari beliau.

        jangan mengikuti aliran wahabi jika menurut anda itu sesat, tapi ikutilah sesuai petunjuk AL QUR’AN DAN SUNNAH.

        dan jangan juga kita menyebut umat islam lain dgn sebutan wahabi jika kita menganggap itu aliran sesat,karena itu sama saja menyesatkan orang lain.

        kemudian jika ada yang menjelaskan tentng syirik,bid’ah,dan maksiat, kita cari ada dalilnya atau gak? klo ada,kita gak boleh marah,bahkan harus mengikuti, atau kita teliti sendiri klo kita memang punya ilmu untuk meneliti, dan bersabar. namun jika tak punya ilmu ttg itu lbh baik diam (no coment), karena orang gak punya ilmu itu lebih pantas diam.

        karena klo ilmu sedikit,biasanya kata2nya ada kata cacian, marah2,tersinggung,membela aliran sendiri,tersenyum menghina,dsb.

        semoga kita terhindar dari sifat2 buruk.

        wuming said:
        Agustus 7, 2011 pukul 8:18 am

        @ahfadz: okok…ane ckp salut dgn jwbn nte yg tenang. klo ente mo nasehatin ane, thanks ats msknya, tpi coba teliti lg, sbnrnya siapa yg memulai menyesatkan,mencela,mengejek..klo ente ckp jujur bukankah tmen2 ente jg sangat sering melakukanya di blog ini,yuk kita evaluasi diri kita masing2…jgn asal maen tuduh aja…

        bgni mas, klo ngikut dakwah Rosul SAW, semua golongan jg pasti tujuannya ksana, yg berbeda hnya metodologi sj.penafsiran hal yg dianggap syirik & bid’ah oleh golongan ente blm tntu sama dgn penafsiran warga NU. klo emg ente bner2 punya niat tulus berdakwah, tentu saja jgn asal maen tuduh sesat,kafir,musyrik, bid’ah…trs cma teriak2 doank di web kyk pengecut. coba deh adakan diskusi dgn para tokoh agama NU, klo tokohnya dah setuju tentu saja warga pun akn segera mengikuti. pertanyaannya, sudahkah hal ini dilakukan??
        ente bilang klo gk punya ilmu lbh baik diam…nah ini jg berlaku buat kita semua dsni…termasuk perdana bserta konco2nya. tul gk?? dgn demikian ane pengen negasin lagi, klo emg ente semua pengen dakwah bil hikmah…mempunyai niat yg baik, silahkan berkunjung kpd mereka para tokoh agama/pesantren2 utk berdialog. tentu saja hal ini dakwah yg damai. silahkan buktikan niat tulus kalian!!!

        1 hal lg, mas ahfadz terkesan tdk setuju dgn penyebutan wahabi, sdgkn perdana akhmad dan konco2nya bgtu semangatnya mendeklarasikan dirinya wahabi, bahkan dimuatnya artikel utk merasa bangga dgn sebutan wahabi….bagi saya pribadi jd pertanyaan besar..ada apakah?? …tpi yg ini d note aja dlu yak…let’s talk abt this later.. cu^^

      ahfadzh said:
      Agustus 18, 2011 pukul 7:06 pm

      gini mas,terus terang ana punya banyak kawan dari berbagai aliran, mulai dari NU,MUHAMMADIYAH,JT,GURU TENAGA DALAM,SUFI,HABIB2,dsb… bahkan ana juga bincang2 dan bertamu kpd kiai2 dari berbagai aliran tsbt. cuma dari pengalaman dan pembelajaran,mulai dari hinaan,pukulan,dan lain2 sampai pembelajaran kitab2 gundul saya lebih condong untuk mengakui kesesatan hal2 yang ana sampaikan. bahkan dalam kesempatan yang baik,ana menyampaikan kpd salah seorang guru tenaga dalam pada waktu subuh dengan 4 mata (takut beliau malu jika banyak orang).dan al hasil mas tau jawabannya?

      jawabannya kira2 seperti ini:
      “iya,saya sebenarnya tahu klo yang kulakukan ini salah,cuma saya belum bisa meninggalkannya. “

    ABi Yasmin said:
    Juli 25, 2011 pukul 9:10 am

    Insya Allah, dakwah Ust Perdana dalam blog ini sangat bermanfaat. Semoga aja banyak yang sadar kesalahannya selama ini. Bagi yang masih suka mendebat (dbt kusir), Insya Allah sebenarnya dalam hati mengakui kebenaran dakwah ini, cuma masih malu kalau kalah dalam debat. Semoga dalam prosesnya nanti meninggalkan bid’ah dlm syariat, dan meninggalkan taklid buta.

    DAUS said:
    Juli 25, 2011 pukul 1:14 pm

    @ SDR. PA….DAN SEDULURKU SEKALIAN…

    Kayaknya sdr.PA ada kecendrungan membentur-bentur kan antar golongan islam, baik itu secara lembaga atau faham, saya khawatir…dia adalah antek asing kaum kapitalis….hati-hati ya PA…artikel itu jgn sampai anda hapus…!! sdh saya cpas ni….!!!! koment ada ini jadi bukti…!!! dia artikel lain secara tdk langsung dia mengaku kelompoknya membuat kerusuhan di indonesia, tapi dia membantahnya, padahal tulisannya jelas -jelas menyiratkan adanya indikasi ini….saya juga diskusi dgn teman saya yg katanya mantan wahabi..pendapatnya jg seperti ini…

    Soalnya PA ini ngotot banget..kelihatan dia buat GAP antara kelompok dia dgn kelompok lain, makanya saya sebut faham saya dgn kalimat “KAMI” BIAR JELAS BATASANNYA ANTARA SAYA DGN DIA…

      wuming said:
      Agustus 6, 2011 pukul 2:07 pm

      klo kita bca isi2 artikel blog ini emang diindikasikan spt itu mas,…klo ane liat dia bkin gap antara NU dgn klmpk lain HT,IM,PERSIS,Muhamadiyah… seolah2 selain NU dianggap teman wahabi malah dianggap wahabi,…disisi lain, HT & IM dkatakan SESAT oleh wahabi. bsa di crosschek via google di web2 wahabi. WASPADALAH!!!!!

    Keblondrok Asmara said:
    Juli 25, 2011 pukul 1:21 pm

    PENDAPAI DAN OPINI TOLOL…INGIN DIANGGAP SBG USTAT TABI GUOBLOGNYA MINTA AMPUN…. MENYEBARKAN KEBODOHAN…. KEKACAUAN,, CITRA ISLAM YANG KADANG DIKAMBING HITAMKAN…… orang berpendidikan koq kayak getooo!!maklumlah orang sumatra..bahasanya…pantek mamak ang busuaak!

      barakah hi said:
      November 28, 2011 pukul 8:06 am

      woi bego, bahasa minang g ngaruh ke PA tolol. pake bahasa palembang!!! dia bukan org minang.

    DAUS said:
    Juli 25, 2011 pukul 1:56 pm

    @ mas keblondrok asmara..

    Kalimatnya pada siapa ditujukan..??? jgn bawa-bawa nama daerah / SARA..?? ujung-ujungnya kena semua..ini diskusi masalah agama, bukan suku atau ras..

    Keblondrok Asmara said:
    Juli 25, 2011 pukul 5:31 pm

    @ om daus: ditujukan untuk USTAT perdana akhmad…wkwkkw,, nah itu NU di ludahi… kena sumua bukan???????

      DAUS said:
      Juli 26, 2011 pukul 1:16 am

      @ keblondrok asmara…
      Dia PA tu org padang to mas..?????

        barakah hi said:
        November 28, 2011 pukul 7:57 am

        woi pandia bana ang ma.. ngawur.
        jgn asal lo
        PA tu orang palembang.

    TD said:
    Juli 26, 2011 pukul 11:54 pm

    @ALL,

    Suku/asal daerah bukan tema diskusi.

    Kirogo Sukmo said:
    Agustus 1, 2011 pukul 10:49 pm

    Buta mata belum tentu membahayakan kehidupan kita.Namun jika mata hati telah buta,maka pertanda hancurlah kehidupan kita.[Salam Rahayu]KIrogo

    ferdi cinta damai said:
    Agustus 4, 2011 pukul 11:52 pm

    bingung saya lihat orang pintar saat ini,semuanya hanya bisa mgomong doang tanpa ada bukti dari tindakan sehari-hari nya,kita ga usah menghakimi orang lain,berkaca dulu liat diri kita masing2,nabi ja ga pernah menjelek-jelekkan orang apalagi membuka aib orang,kita berbuat kebaikan di dunia ini hanya mengharapkan rido nya Tuhan semata.orang berilmu sudah pasti beragama,orang beragama belum tentu berilmu,so,,manusia di suruh berpikir ma Tuhan,karna manusia berilmu pasti beragama.
    duluan mana ilmu atau agama??,,,klo da yg bisa jwb berikut alasannya saya acungin jempol….di tunggu,by ferdi_20aries@yahoo.com

    Jingga Suci said:
    Agustus 13, 2011 pukul 10:10 pm

    Seandainya saya non Muslim saya akan senang melihat Semua yang ada disini..
    Tapi saya muslim…
    jadi saya Prihatin…,
    jika ditanya prihatin apa..??
    ya prihatin tentang semua yang terjadi disini…

    Vanya Tri Hapsari said:
    Agustus 18, 2011 pukul 1:17 pm

    Bapak2,Ibu2.Mas2 dan mbakyu. Anda ini rebutan yang belum pernah tahu dan mengalami sendiri, Ayo ibadah saja yang baik,petunjuk hidup untuk masing2 orang tidak sama. coba direnungkan pada tengah malam.Biar hati kita tenang,

    warsito said:
    September 10, 2011 pukul 3:17 am

    Tulisan yang tidak bermutu!

    walid salman said:
    September 24, 2011 pukul 4:31 am

    Ass,,
    Jika anda tidak sependapat dengan tokoh-tokoh Islam yg anda sebutkan diatas (Al Hallaj, Ibnul Arabi, Siti Jenar) itu masalah anda.
    Namun anda jangan pernah berani menuduh mereka SESAT apalagi KAFIR karena mereka semua adalah muslim yang berdiri pada kalimah “La Ilaha Illallah Muhammadarrasulullah”, haram darah mereka untuk ditumpahkan. Karena mereka semua saudara kita.
    Firaun saja ketika mengaku dirinya Tuhan, Allah SWT tidak lantas menyuruh Nabi Musa AS membunuh dia, melainkan menasihati dengan baik-baik.
    Lalu apakah anda sudah merasa menjadi orang yang dekat dengan Allah SWT karena anda hafal berbagai Ayat dan Hadist, sehingga Anda berhak menghakimi mereka.
    Cam’kanlah Saudaraku….

      barakah hi said:
      November 28, 2011 pukul 8:11 am

      Al Hallaj, Ibnul Arabi, Siti Jenar kafir kuadrat.
      Gusdur fasik n munafik antek yahudi

    muslim said:
    Oktober 22, 2011 pukul 9:35 pm

    kalian semua hanya membingungkan para pembaca saja, hanya pamer ilmu agama islam. baru kalian pelajari secuil saja sudah berani berdebat dan merasa paling benar. Agar kalian sefaham dan tak berdebat lagi saya beri tahu gudangnya ilmu.
    Yaitu pelajarilah ilmu “LILLAH DAN BILLAH”
    Kalau tak ketemu dan tak tahu apa itu LILLAH DAN BILLAH carilah guru dari ilmu itu ada di mana, insyaalloh kalian menemukanya.

    sabdo palon said:
    November 1, 2011 pukul 8:25 pm

    Pak ustad yg terhormat,Qur’an dan Hadist bkn hny skdr dibaca dgn mata dan mulut tetapi dgn pikiran dan hati.Katanya anda ustad tapi knp kok terlalu muda mengkafirkan bilang syirik bid’ah ternyata anda tdk pandai mengkaji ayat2 Tuhan cuma pandai,apa salah murid syeh siti jenar blng ”di dadamu ada Alqur’an”sesuai nggak dgn firman Allah swt (sebenarnya Al Qur’an itu adlh ayat2 yg nyata yg ada didada orang2 yg diberi ilmu dan tdk ada yg mengingkari ayat2 Kami kecuali orang2 yg zalim – srt Al ankabuut ayat 49)berarti ada itu termasuk orang yg diberi ilmu,dan knp kok muda anda bilang Allah berfirman Fir’aun itu kafir tapi fir’aun yg mana semua raja mesir itu bergelar fir’aun,alangkah baiknya anda bljr mengkaji lbh dulu seblm menyesatkan orang lain.jangan cuma sekedar omong syirik bid’ah gak sesuai sunah rosul,sunah yg mana ?tirulah akhlak mulia kanjeng nabi Muhammad bukan cuma meniru pakaian pelihara jenggot makan tdk pakai sedok katanya sunah rosul,apa saudarah gak tau Kanjeng nabi yg dimkn kurma dan roti,dedekot Qurais abu jahal & abu lahal yg memusuhi nabi juga pelihara jenggot,alang baiknya pelajari dulu ajaran kanjeng Syeh siti jenar jangan asal ngomong

    Muhamad Sirkham said:
    November 4, 2011 pukul 11:32 am

    asalamualaikum ya,,,,, ikhwan,, aku adalah hamba yang banyak dosa,,,tak ada yang pintar selain allah kita hanya di berei ilmu setitik,,,mari kita beristihgfar kpada allah ,,,karna allah maha pengampun maha penyayang jangan sampai rubrik ini meningalkan rasa gak enak di hati sesama muslim ,,,,almuslim akhul muslim ,,,bagi yang sudah melaflkn shahadatain adalah saudara kita,apapun aliranya kita haram menhardik dan mnhinanya,kita lakukan aliran kita dan biyarkan mereka melakukan aliran mereka sendiri,,,kl emang STJ sesat moga2 allah mengampuninya mungkin dia tak tau,, kl tidak sesat moga 2 allah mengampuni kita yang udah mengfitnahya karna juga mungkin kita tak tau,,,, hanya itu pesanku ilmu bukan tuk mencari kesalahan orang lain tp mencari kesalahan dan kekurangan diri kita sendiri,,,,saya mohon maaf kepdasemuanya kl ada yang merasa tidak enak hati,,,,,ya allah ampuni aku yang dosanya sangat banyak bak buih di lautan,amiennnnnn
    ku tingal kan sedikit kisah ketika para auliya memngal stj bkn dg pmaksaan stj berani di pengal kl diya sesat dan para auliya dmi menyelamatkan orang AWAM mk melakukanya ketika vonisnya di lakukakn darah yang keluar dari lehernya membentuk tulisan sahadatain ,,,ketika itu para aulia semua ber istigfar
    WAALLAHU A’LAM

    Bodong said:
    November 5, 2011 pukul 2:37 pm

    Assalamu’allaikum wr. wb.
    Jujur saya sebagai orang awam yg masih bodoh lama lama muak membaca satu sama lain yg merasa paling benar. Kenapa sih saling menghujat sesama hamba Allah, Diskusi akan baik jika dengan bahasa yg baik, tapi kalau sudah saling melecehkan satu sama lain jelas tidak akan ada titik temunya. Ada pepatah mengatakan ” kenalilah musuhmu dengan baik sehingga kamu bisa mengatasinya ” Saya berharap ini tidak menjurus ke arah itu. Teladanilah sifat Rosululloh yg welas asih. Kenapa harus berdebat tanpa ujungnya kalau masih banyak umat yg membutuhkan saudara saudara sekalian.
    Wassalamu’allaikum wr. wb.

    Himawan Noorkanji said:
    November 5, 2011 pukul 11:52 pm

    jelas kok sebenarnya syeh siti jenar seorang sufi, anda akan mengerti jika belajar tarekat. tapi kalo tidak mau juga gpp,

    sekedar memberi tahu saja, klaim kebenaran yg anda yakini itu syah2 saja, sepanjang itu tdk anda digunakan untuk menjatuhkan derajat seseorang karena anda anggap berbeda pendapat dengan anda.

    intinya, hargailah perbedaan itu. karena orang2 yg menghargai perbedaan itulah yg sebenarnya nanti satu2nya golongan yg akan menciptakan kedamaian dunia. (disinilah makna rahmatan lilalamin)

    semoga anda mengerti

    Tanpo aran said:
    November 6, 2011 pukul 9:43 pm

    Saudara2 sekalian apapun aliran kalian alang baik kita tdk saling menjelekan menyesat ataupun apa sebutannya,karena perbedaan adlh rahmat.
    Dan buat yg gak ngerti dan gak tau mslh sjeh siti jenar mendingan cari tau yg sbnrnya mslh ssj dan gak usa sok tau dalil mending kaji dulu Al’quran yg bener jngn cuma skdr pandai baca tanpa tau maknanya,krn Al’quran diperuntukan bagi orang yg berpikir dan berpengetauan

    wawan karyasejati said:
    November 7, 2011 pukul 2:59 pm

    Sesat atau tidak sesatnya suatu pemaknaan ajaran itu tergantung penilaian pribadi manusia dan sang pencipta serta sesuai tingkat keyakinannya masing-masing.
    Kita semua tidak berhak meng-klaim itu sesat dan tidak benar dan kita tidak sesat dan paling benar, krn ALLAH menciptakan alam semesta ini mutlak utk kepentingan semua mahkluknya utk belajar memproses pribadinya utk mengenal pd pencipta alam semesta ini dan leewat berbagai macam metode “dng catatan tidak merusak akhlaq pd manusia satu dng yg lainnya (budi pekerti) yg sdh di ajarkan lewat semua nabi-nabi yg menjadi utusan-NYA.
    krn yg paling pokok pd setiap manusia itu adalah melakukan kebajikan dan selalu membuat manfaat yg terbaik di alam semesta ini ..!!

    dany said:
    November 9, 2011 pukul 3:48 pm

    Ass wr wb
    pak ustad yg terhormat,ada sedikit pertanyaan dari sy. Apakah anda bila melakukan perjalanan jauh dengan menunggangi onta??? atau dengan mengendarai motor,mobil,pesawat dll??? jika anda menggunakan motor,mobil,pesawat dll berarti anda sudah berbuat bid’ah,karena menurut anda jika tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam itu termasuk perbuatan Bid’ah…?tolong dijawab dengan syariat….

      Nyimak said:
      November 10, 2011 pukul 1:41 pm

      @ Dany

      Salam kenal mas. Sekedar informasi seputar bid’ah anda bisa kunjungi blog ini http://qohhar7abadi.wordpress.com/2011/04/25/ringkasan-hukum-hukum-seputar-bid%E2%80%99ah/

      Semoga bermanfaat informasinya, amin.

        dany said:
        November 12, 2011 pukul 1:59 am

        @ Nyimak
        pertanyaan sy td untuk pak ustad,dan pertanyaan sy blm selesai sebatas itu krn itu awal dari sebuah akhir yg merujuk agar supaya dalam menterjemahkan suatu ayat/hadits agar tidak sembrono,shg tidak gampang untuk mengatakan kafir/sesat. karena banyak sy baca dr blog pak ustat ini membingungkan,sebab disisi lainnya beliau mengatakan ini itu tidak boleh,bid’ah,sesat dll. tp di sisi lainnya tanpa beliau sadari(dr cerita),beliau telah melakukannya.

        Nyimak said:
        November 13, 2011 pukul 2:18 pm

        @ Dany

        Maksudnya itu SEKEDAR INFORMASI saja (bukan jawaban) sambil menunggu jawaban langsung dari Mas Perdana.

        barakah hi said:
        November 28, 2011 pukul 8:22 am

        Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)

        dari difinisi diatas berarti TD HI bukan bid’ah!
        KD tidak pernah menganggap kalau Tenada dalam/Tenaga metafisik HI adalah ibadah agama!
        dan metoda latihannya pun tidak mendekati syirik. silahkan buktikan dgn melihat metoda latihan HI.

      Perdana Akhmad S.Psi said:
      November 12, 2011 pukul 8:52 pm

      wa’alaikumsalam. ada kunjungi saja http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2940-mengenal-bidah-4-benarkah-hp-dan-pesawat-termasuk-bidah.html ada jawaban lengkap tentag pertanyaan anda itu :)

    Nyimak said:
    November 10, 2011 pukul 1:39 pm

    @ Dany

    Salam kenal mas. Sekedar informasi seputar bid’ah anda bisa kunjungi blog ini http://qohhar7abadi.wordpress.com/2011/04/25/ringkasan-hukum-hukum-seputar-bid%E2%80%99ah/

    Semoga bermanfaat informasinya, amin.

    sedihku said:
    November 12, 2011 pukul 6:52 am

    lihat begitu mudahnya perdana ahmad menggunakan kata sesat pada tokoh syekh siti jenar
    apakah ini kelakuan seorang ustad
    apa yang namanya ustad itu bisa menjelekan-jelekan orang lain seenaknya
    apakah perdana ini lebih baik dari syekh siti jenar???
    silahkan para pengunjung blog ini melihat sendiri

    Beni tri kanali bin hasan stad said:
    November 14, 2011 pukul 12:20 pm

    Janganlah kamu gunakan pikiranmu untuk menilai seseorang., karena disaat kamu berpikir maka disitulah akan masuk 6 bisikan yakni 4 hawa nafsu ditambah 1 syetan melawan 1 hakekat suara hati dimana 1 melawan 5..! apakah penilaianmu masuk dalam kata hati atau hanya budak syetan & hawa nafsu yang dilantarkanmu….
    hanya 1 pesan utk sesama muslim…( cobalah mengenali dirimu sendiri sebelum mengenali orang lain)

    Susuhunan said:
    November 16, 2011 pukul 2:13 pm

    Aq bersaksi tiada tuhan selain ALLAH, dan Muhammad adalah utusan ALLAH.
    sy akan mencukupkan diri dengan apa yg sudah diwajibkan dan disunahkan dalam agama ini, dgn tauladan MUHAMMAD ROSULULLOH, karena insyaAllah itulah kadar yang telah ditakarkan ALLAH untuk qt.
    jikalau ilmu wahdatulwujud, terawangan, tenaga dalam, dll, itu suatu kebenaran dlm berislam maka pastilah Rasulullah org pertama yg mngajarkannya.
    dan kalau ternyata Rasul tidak pernah mengajarkannya, insyaAllah saya pun tidak ingin mengikutinya.

      barakah hi said:
      November 27, 2011 pukul 9:51 pm

      kenapa pula TD dibawa-bawa n disamakan seperti paham sesat jenar yg jelas2 sesat. inikah cara wahabis menghujat sesama muslim?

      jgn kebodohan anda membawa anda ke dosa yg lebih besar.
      lihat dulu metoda melatih TD nya.. ada syiriknya apa tidak…
      jgn asal pukul rata seperti perdana!

      Bejo said:
      Juli 18, 2012 pukul 10:07 am

      Anda sholat di masjid beralas keramik atau karpet…padahal Rasul beralaskan tanah dan Rasul bukan pertama2 yg mengajarkannya kenapa anda melakukannya..??

      Anda jika berangkat haji dari rumah ke Makkah seharusnya menggunakan unta sebab begitulah yg dilakukan nabi dan anda harus mengikutinya…bukan mengikuti orang2 yg menggunakan bus dan pesawat..karena Rasul bukan orang pertama yg melakukannya..!!

      Kenapa anda wudhlu menggunakan keran air bukankah Rasul tidak mengajarkan dan bukan orang yg pertama kali melakukannya..??

      Jika anda melakukan apa yg sy tulis berarti tulisan anda di atas adalah tulisan orang munafik… yg hanya melakukan yg menguntungkan anda.. karena anda tidak berfikir dan bertindak sebagaimana seorang muslim sejati yaitu OBYEKTIF…!!

      Dalam istilah orang Jawa disebut ’empan papan” melakukan sebagaimana mustinya… seperti… Topi digunakan untuk kepala.. sedangkan sepatu digunakan untuk kaki… itu namanya empan papan bukan topi digunakan di kaki.. dan sepatu digunakan di kepala… ini perbuatan orang gila… tapi orang Jawa karena perangainya yg halus tidak pernah menyebutkan sebagai orang gila paling disebut sebagai orang tolol. Dan saya tidak mengatakan anda tolol tapi itu hanya contoh perbuatan orang yg tolol.
      Pendapat tidak empan papan seperti anda inilah yg membuat Islam tak pernah mendapat kemajuan pada abad2 akhir ini… orang2 Islam selalu dijajah oleh orang Barat baik dalam bidang ilmu maupun ekonomi.. karena kesalahan berfikir yg berlarut2.

      Ibadah yg harus mengikuti apa yg dilakukan Rasul adalah ibadah Mahdhoh… dan anda harus banyak belajar..apa saja yg masuk ibadah mahdhoh….

      Sedangkan ilmu yg anda sebutkan itu adalah dalam lingkup muamalat… ilmu itu merupakan alat… yg namanya alat tidak bisa membawa kepada kekafiran atau tidak …itu sangat tergantung sekali kepada yg menggunakan ilmu tersebut. Contohnya: rekan anda sebangsa yg bernama Gayus dia terjerumus kedalam kesesatan korupsi bukan karena dia ahli dalam ilmu akutansi atau ilmu hitung pajak… tetapi karena hatinya tak dapat mengendalikan keserakahan dalam dirinya, orang seperti ini jika menguasai ilmu apapun tak akan pernah beres dan akan membawanya terus kepada kemaksiatan sebelum hatinya dipenuhi iman yg dapat mengendalikan nafsunya.

      Begitupula anda @ustad Susu..hu… lebih baik anda tidak perlu menguasai ilmu terawangan… karena mental anda masih lemah yg bisa-bisa anda cuma selalu menerawang orang2 mandi….. mungkin saja…………barangkali…..wk..wk..wk…

    Ahkmad taufiq attohiry said:
    November 26, 2011 pukul 8:13 am

    Ustadz wahabi ,mf ni orang HPA tuan haji ìsmail bn h ahmad
    Atau bkn? Pengikut rosullulloh bkan wahabi tau , yg melarang sholawat nariyah- BAGI UMAT NABI AKHIR SANGAT DI ANJURKAN BACA SHOLAWAT NARIYAH ,BUKANYA MELARANG NYA..

    Ahkmad taufiq attohiry said:
    November 26, 2011 pukul 9:07 am

    Wahabi nangudzu billahi min dzalik

    Ki Ageng Pandan Alas said:
    November 27, 2011 pukul 4:03 am

    Ass. Wr Wb
    _
    Semakin Saya Ikuti Perdebatan SaudaraKu Yg Diatas Kok Semakin Lucu.
    _
    Yang Satu Mencoba MelurusKan Atas Tuduhan Yg Tidak SepatutNya Di Ungkap,
    Dan Yang Satu Lagi Entah Membela Ato Mengingatkan.
    _
    Dari Pada Anda Berdebat Menurut Saya Mending Anda Mempersiapkan Diri Untuk Panggilan Allah Yg Terakir.
    _
    Tidak Perlu Menuduh Sesat, Karna Anda Pun Belum Tentu Benar.
    Serahkan Kepada Allah Swt Saja.
    Semakin Tinggi Ilmu Anda SeharusNya Anda Semakin Menunduk Toh.

      Abdullah Fajar Cinta Damai said:
      Juni 25, 2012 pukul 12:04 pm

      Bagus bro, Ki Ageng Pandan Alas boleh juga komenmu, Tuh liat banyak orang yang ngaku lurus nan tak sesat pada peyot mulutnya karena tertonjok komentarmu. Bagus dilanjut.

    Ki Ageng Pandan Alas said:
    November 27, 2011 pukul 4:21 am

    Lanjutan.
    _
    Lucu Nya Itu Semakin Pandai, Banyak PengetahuanNya, Hafal Hadist-Hadist, Paham Al-Qur’an. Tpi Malah Buat Mengkafirkan Sesama Muslim,
    _
    Gak Sama Di Anggap Kafir, Gak Sepaham Di Anggap Kafir, Sedikit Ada Yg Salah Tunjuk Lagi Kafir. “Emangnya Surga Punya Emak Elo” Hahaha. . . Ya Allah Ya TuhanKu.
    SharusNya Klian Gunakan Ilmu Anda Anda Untuk MenyebarKan Agama Bukan Debat Sesama.
    _
    MemperSiapKan Diri Untuk Paggilan Allah Yg Terkhir, Itu Lebih Penting SaudaraKu.
    _
    Jo Di Gebyah Uyah Podo Asine.
    _

    Kiki said:
    November 27, 2011 pukul 11:48 am

    Gini aja deh logika gampang kalau siti jenar tidak sesat kenapa di penggal?, klo ada yg beranggapan siti jenar benar/ tidak sesat berarti mengingkari wali songo yg mengaggap sesat, jadi terlihat tidak masuk akal mengamini siti jenar dan wali songo bersamaan.

      barakah hi said:
      November 28, 2011 pukul 8:25 am

      kok yg mempermasalah ST(M)J pasti orang Jawa. kami orang sumatra g ada tuh pernah kenal dengan paham sesat macam STMJ ni.

      untung aja para ulama di sumatra g ada yg nyeleneh macam STMJ n Gusdur.

        Kiki said:
        November 28, 2011 pukul 8:53 am

        Yang orang jawa siapa? G usah bawa2 pulau sy juga liat di sumatra ada jg yg nyeleneh.

        barakah hi said:
        November 28, 2011 pukul 9:15 am

        jujur aja deh brother kiki, yg tukang nyeleneh kan kebanyakan dari jawa :)
        sebaiknya ini jd bahan renungan utk anda.. bukannya langsung protes.

        Kiki said:
        November 28, 2011 pukul 12:56 pm

        Jangan gtu mas orang jawa jg banyak yg lurus aqidahnya, bukan masalah banyak yg sesat tp saya g suka cara mas bawa2 suku, saya bukan orang jawa, saya lahir dan besar di sumatra jg (lampung), jelas saya protes mas bawa2 suku, yg santun jgn buat orang lain tersinggung.

        barakah hi said:
        November 28, 2011 pukul 2:14 pm

        brother ki..lagian siapa yang bawa suku? :) org keturunan jawa kan bukan dijawa aja. dilampung juga ada kan seperti kiki ini misalnya. di kalimantan juga banyak tuh org jawa. mereka saudara seiman dan g aneh2.

        nah yang saya bilang kan dari pulau jawa. tanpa menyudutkan suku tertentu mungkin saja loh ini akibat dari pengaruh budaya hindu dan budha. bukankah dahulu pusatnya disana.
        kejawen misalnya.. atau kyai slamet- kebo sakti yg tahinya diperebutkan, nyiroro kidul..semar..penunggu gunung merapi mbah marijan, gusdur dan banyak lainnya.
        kenapa kok paham menyimpang gampang sekali hidup di tanah jawa.
        gitu loh kiki…..

        Bejo said:
        Juli 18, 2012 pukul 1:35 pm

        Gak perlu jauh2, kalo kalian mau lihat statistik di kepolisian…. Penjahat2 besar berasal dari Sumatra terutama Sumatra Selatan khususnya sekitaran Palembang, kenapa bisa begitu??
        Asal muasalnya dari sejarah masa lalu, waktu itu Kerajaan Sriwijaya diakhir masa kejayaannya, Sriwijaya terkenal sebagai kerajaan maritim. Ketika ada penguasa utama yg ditakuti maka kerajaan akan aman tenteram tapi ketika penguasa utama jatuh maka masing2 penguasa2 kecil2 akan mulai melakukan tindakan demi keuntungan pribadinya. Dari sinilah timbul perompak2 dan perampok2 yg mencegat kapal2 armada dagang di laut maupun di darat, kejadian ini berlangsung selama berabad2 dan membentuk kedalam budaya ataupun kebiasaan2 warganya….. Jadi jangan heran jika bertemu dengan orang dengan watak yg tidak tahu aturan karena itu adalah warisan nenek moyangnya.

        Tentang orang Jawa, menurut orang yg tidak tahu sejarah alias orang bodoh banyak hal2 yg dibilang ANEH2, tapi untuk orang yg punya keluasan ilmu akan mengatakan bahwa itu karena kekayaan dan keragaman adat istiadat, keragaman adat istiadat di dapat karena ketinggian budaya orang2 Jawa…. itupun kata para antropolog dari Barat yg kredibel bukan kata saya semata.

        Bejo said:
        Juli 19, 2012 pukul 10:52 am

        Para ahli IT internasional pun menggunakan kata JAVA dan GAMELAN pada karya2 perangkat lunak mereka sebagai apresiasi pada keunggulan budaya orang Jawa…..
        Mana ada nama kreatifitas apapun yg menggunakan nama….wong kito…. wak..kak..kak..kak…..

    Ki Ageng Pandan Alas said:
    November 28, 2011 pukul 3:46 am

    Di Baca Lagi Kang, Di Atas Saya Tidak Sedikitpun Tulis Kata. “Siti Jenar Sesat Atau Tidak Sesat”
    Itu Bkan Urusan Saya. Itu Hak Allah SWT.
    _
    Yg Saya Tulis
    “Jangan Pernah Mengkafirkan Orang Lain,”
    Wong Ya Sama2 Hanya Dengar Dari Sejarah, Saling Ngotot Saling Ungkap Sana Sini, Pandai Dlm Kebodohan SbnarNya. Semakin Tau Semakin Pandai Pintar Kok Malah Di Buat Debat Dan Mengkafirkan Orang Lain.
    Malah Anggapan Saya “Ada Iblis Yg Membawa Bendera Islam Untuk Menjadikan Permusuhan Dan Menghacurkan Umat Islam.”

      Abdullah Fajar Cinta Damai said:
      Juni 25, 2012 pukul 12:08 pm

      Benul Ki, eh betul Ki. sebenarnya mereka itu “tak Tahu di tahunya”

    Ki Ageng Pandan Alas said:
    November 28, 2011 pukul 4:14 am

    Lanjutan
    _
    _
    Anda Jg Bilang Gak Masuk Akal Klo Mengamini Siti Jenar,
    Nah Lebih Gak Masuk Akal Lagi Kalau Kalian PerdebatKan Hal Itu. Alasan.
    1. Anda Tidak Hidup Di Jaman Itu.
    2. Anda Tidak Menyaksikan Langsung Di PenggalNya Siti Jenar.
    3. Apa Alasan PastiNya Dia Di Penggal.
    _
    Ilmu Sejarah Punya Batas Karna Rangkaian Cerita, Jdi Klo Ada Yg PerdebatKan Sejarah, Itu ORANG BODOH Buat Saya. Merugi.
    _
    Saya Netral Disini Pembaca Yg Ketawa Liat Debat Di Page Ini.
    Dan Jg Bukan Di Pihak Sesat/ Tidak Sesat. . Gila Itu

    Ki Ageng Pandan Alas said:
    November 28, 2011 pukul 12:40 pm

    Bener2 Yg Namanya Setan IBLIS.
    _
    Debat SEJARAH Sesat/Tdk Sesat, Saling Kementus Sudah Selesai.
    _
    Eh Lha Kok Sekarang Ganti Pulau Jawa Di Buat Pembuka Debat Baru,
    _
    Salut Buat Manusia Berhati Iblis, Yg Pintar Banyak Jalan Mencari Cara Hancurkan Umat Islam.
    _
    Selisih Siti Jenar Sudah Tutup,
    Eh Ada Lagi, Pulau Jawa Bserta OrangNya.
    _
    IBLIS

    Kiki said:
    November 28, 2011 pukul 2:35 pm

    “kok yg mempermasalah ST(M)J pasti ORANG JAWA. kami orang sumatra g ada tuh pernah kenal dengan paham sesat macam STMJ ni………”

    Baca lagi tulisan anda jelas2 anda tulis ORANG JAWA gimana dibilang g bawa2 suku. G usah ngeles mas liat aja sendiri tulisan anda.

      barakah hi said:
      November 28, 2011 pukul 6:05 pm

      terserah ente deh.

      iqbal said:
      November 29, 2011 pukul 7:07 am

      Ikhwan fillah rohimakumullah, jgn berdiskusi mengenai keburukan. tanya jawablah mengenai kebaikan. tidak usah membahas siti jenar dan lainnya. itu bukan perintah Allah. mendekatlah kepada Allah dengan amal wajib dan sunnah. kita manusia tidak akan di tanya dari golongan mana, atau dari organisasi mana. yang akan di pertanggungjawabkan adalah amal kita. mudah-mudahan antum semua dapat hidayah, amin.

    Cah angon said:
    November 28, 2011 pukul 5:18 pm

    Assalamualaikum poro sesepuh sedoyo.
    Sebelumnya saya minta ma’af cuma sekedar menambahkan, jangan mudah percaya sama buku2/sebuah sejarah karna itu smua adalah sebuah pemikiran manusia, jadi jangan mudah bilang sesat kepada seseorang kalau yang anda tau cuma dari buku2 sejarah.

    slamet said:
    November 28, 2011 pukul 11:53 pm

    Assalaamu’alaikum wr.wb.
    Kita semua msh pd hidup, belum bs disimpulkan. Perjalan msh jauh bertemu Allooh termasuk yg jasadnya mati, JANGANLAH TERBURU-BURU MENYIMPULKAN, bukankah setlh dunia msh ada barzah? yaumul hisab? dan alam-alam lain?

    Dalam perjalanan, Allooh wenang untuk merubah apa pun.

    Wassalaamu’alaikum, wr.wb.

    Adi said:
    November 29, 2011 pukul 4:08 am

    Kebenaran milik allah,Jgn lah menilai manusia sesat, berkaca lah diri sindiri apa kita udah benar atau sesat?

    wonG ndeso said:
    Desember 1, 2011 pukul 1:55 pm

    WELEH…WELEH RAME NICH.. TUJUANNYA KAN MASUK SURGA .. JALANNYA BANYAK..TINGGAL MAU LEWAT MANA MAS BRO…MONGGO..TIDAK USAH SALING CACI n MAKI..

    biasa said:
    Desember 1, 2011 pukul 8:27 pm

    orang yang berilmu pun kalau bicaranya seperti orang kentut,
    maka akan bau omongannya. gak bermanfaat. ini yang saya lihat
    di forum ini. sedikit yang bicaranya meneduhkan hati dan pikiran. wahai saudaraku jauhilah kentut. kentut bisa membatalkan wudhu.

    berwudhu lagilah. gak ada yang menjamin kalau semua jawaban
    kalian benar. yang ada hanya hawa nafsu yang menyelinap, sehingga
    forum ini semakin bau dengan pamer ilmu yang gak jelas. selama seorang belum mengenal dirinya, bagaimana mungkin bisa mengenal
    sesamanya, apalagi Tuhannya.

    hery said:
    Desember 3, 2011 pukul 7:24 pm

    Ajaranya Siti Jenar sesat bagi yg tidak mengetahuinya,,Siti Jenar mmg Kafir dimata manusia tp beriman/muslim di mata Allah!gak usah berdebat msalah agama toh kebenaran di dunia ini hanyalah satu yaitu Allah dan semua ajaran di dunia ini kalau sudah mencapai tingkatanya adalah sama,,sharusnya kita malu kpd para pnyebar agama islam terdahulu dan kita tinggal meyakininya pd zaman skarang in,,berbeda sarana beribadah spp toh tujuanya jg sama kpd Allah SWT

    XXXX said:
    Desember 6, 2011 pukul 8:12 pm

    INI YANG POSTING GAK PAHAM ILMU TAUHID YA..
    BELAJAR DULU GIH, BARU MENYATAKAN ORANG LAIN ATAU SYEKH SITI JENAR ITU SESAT.

    APAKAH ISLAM ANDA SUDAH BENAR?
    SYAHADAT ANDA APA?
    LA ILAHAILLALLAH ITU SYAHADAT ALLAH
    MUHAMMAD RASULULLAH ITU SYAHADAT MHAMMAD
    SYAHADAT ANDA APA?

    AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD UTUSAN ALLAH

    KAPAN ANDA BERTEMU ALLAH?
    KAPAN ANDA BERTEMU MUHAMMAD?
    KALAU ANDA TIDAK PERNAH BERTEMU KENAPA ANDA BERSAKSI?

    PELAJARIDULU AGAMAMU DENGAN BENAR, BARU POSTING.
    PAHAM????

    nas said:
    Desember 7, 2011 pukul 11:12 pm

    jgn menghukum seseorang itu kafir
    kita doakan aja semoga org itu ke syurga
    sepertimana kita mengharapkan syurga Allah
    buat apa bergaduh sedangkan kita pon blum tahu
    mana kita ditempatkan nanti

    satrio said:
    Desember 11, 2011 pukul 12:05 am

    kenapa mesti pada rebut bener,padahal alhaqqu mi robbikum [bener hanya milik Alloh.dan rosullullah muhamad jg bersabda janganlah kamu berdebat meskipun kmu itu benar.balajarlah dari sejarah saudaraku dan teruslah menimba ilmu sebanyak2nya sebab masih banyak yang belum kita ketahui .baru ngerti sedikit aja dah merasa dir inya pandai,ingat pesan gus dur ,jangan pernah mengoreksi kekafiran orang lain koreksilah kekafiran kita sendiri artinya jangan pernah kita menganggap orang lain sesat padahalkita sendiri belum tau apa2 alias masih tersesat.kita sebenarnya masih meraba2 tentang hidup.berkata sakit ketika telah terantuk,mengeluh ketika terjedot..baik bener nurut omongan orang lain..berjalannya baru nurut buku.Pandainya baru nurut tulis.belajarlah dulu saudaraku carilah ilmu sebanyak2nya sampai kita menemukan ilmu yang tidak berwujud dan berhuruf. Terakhir saudaraku mintalahfatwa kepada hatimu sprti kata Rossulullah.

    Mamat said:
    Desember 15, 2011 pukul 8:06 pm

    Bila Anda Semua Merasa yakin Bahwa ALLah, S.w.t, menerima amal ibadah anda, dan merasa yakin bahwa Anda Berada di Jalan yang lurus yg diridhoi Oleh Allah. S.w.t. Siapa diantara Anda yang Ingin Mati TerLebih dahulu ???

    Bila anda masih memiliki rasa takut Untuk MATI..,yakinkanlah kembali diri ANDA SEMUA..sudah bertemukah anda dengan Jati Diri Anda..???

    ugy zaenudin said:
    Desember 18, 2011 pukul 6:41 am

    assala mua’laikum wr wb …saya mandor camel / wali ke sepuluh,maaf nimbrung . Dari kalian semua ini mengenai SJ baik yang pro maupun yang kontra ,ini menunjukan bahwasanya islam yang ada sekarang ini adalah islam- islam yang belum sempurna di sebabkan tidak tercapainya ma’rifat akan hakekat akan ke’esa’an Allah swt secara sempurna,walaupun syariat dan torekatnya mungkin sudah benar .ini akibat alqur’an dan assunah yang salah dalam penafsiran dari semua pihak .Guru2 kalian semua sama seperti kalian2 juga dalam mengajarkan syariatnya ,sehingga sampai akhir duniapun hal2 yang sedemikian masih akan tetap terulang .Kalau kalian adalah calon ahli syurga , syuga itu akan anda dapatkan di kehidupan yang sekarang dan kehidupan yang akan datang …”.wassalam.

    Hendra said:
    Desember 18, 2011 pukul 1:04 pm

    “Islam adalah sunnah, sunnah adalah Islam”, demikian al Imam al Barbahari menyampaikan di awal poin-poin kajiannya dalam Syarhussunnah.(ini adalah palsu tidak dari rasullulah) tetx arab nya saja tak pernah dijumpai.

    dari awal penulisan blog udah mengada2 seterusnya yan mengada2 juga, penulisan berdasarkan pikiran sempit dan terpengarus hawa nafsu merasa benar dan hebat………………..

    SELAMAT ATAS PENULISAN BLOG INI YANG INSYAALAH NANTI AKAN TERGANTUNG DI DINDING NERAKA BERSAMA PEMBUATNYA….INSYAALLAH.

    DENI said:
    Desember 19, 2011 pukul 2:47 pm

    ASLMUALAIKAUM…
    KASIHAN ORANG ISLAM,,,,, BANYAK FITNAH HANYA KARENA KETERBATASAN PENGETAHUAN,,,,,
    TIMBULNYA SALING MENGEJEK…. BENAR KITA HARUS SALING MENGINGATKAN…
    SELAMA BERDIRI DIATAS SYARI’AT YANG BENAR. TIDAKLAH HAL( TAREKAT/ TASSAWUF/SUFI ) ITU SESAT..
    JANGAN MEMBENCI SESAMA MUSLIM,, SEBAB YANG KAU BENCI BELUM TENTU SALAH,, JANGAN KAU MEMBENARKAN SESUATU HAL JUA KARENA YANG KAU ANGGAP BENAR BELUM TENTU BENAR DIMATA ALLAH SWT,,,
    HANYA MEMOHON PETUNJUKNYA SAJA KITA BISA TAHU YANG BENAR ITU BENAR, YANG SALAH ITU SALAH,,KARENA KITA MEMILIKI KETERBATASAN..

    SAYA MENGAMALKAN TAREKAT NAQSYABANDIAH,, TAPI TAREKAT YANG BENAR,, BUKAN NAQSYABANDIAH YANG DZIKIR SEPERTI BINATANG YANG DI DENGAR OLEH ABANGDA PERDANA,,, KARENA BANYK YANG MENGAKU NAQSYABANDIAH,, DAN BELUM TENTU BENAR.
    SAYA JADI SEDIH KARENA PENGAMAL NAQSYABANDIAH YANG BENAR JADI TERCEMAR.DAN KAMIPUN DISESATKAN OLEH ORANG..HANYA KARENA MEMILIKI NAMA YANG SAMA PADAHAL BERBEDA…

    “TAREKAT YANG BENAR, BERDIRI DIATAS SYARI’AT YANG BENAR”
    SELAMA DALAM HUKUM SYAR’IAT/SUNNAH NABI MAKA JAUHLAH DIA DARI KESESATAN..
    LAKUKAN SESUAI HATI NURANI MASING2. DAN TIDAK LEPAS DARI HUKUM SYARI’AT DAN SUNNAH. SERING2 MEMBUKA WAWASAN.. BERTANYA APABILA TIDAK TAHU
    JANGAN TERLALU ANTI SEHINGGA TIDAK MAU MEMPELAJARI, YANG BERAKHIR JADI DOGMATIS,, MAIN PERCAYA APA TIDAK,, HINGGA MENJADI SELISIH PAHAM ( RIBUT)

    WASSALM

    phen said:
    Desember 23, 2011 pukul 7:56 pm

    Kenapa Syeh Siti Jenar dibunuh?
    Kenapa Majapahit runtuh?
    Kenapa (maaf) Islam dapat berkembang di nusantara?

    Silahkan baca Serat Darmogandul!

    yaskur said:
    Januari 2, 2012 pukul 8:26 pm

    yang mengeahui semua tentang hambanya hanyalah allah,apa yang ada di muka bumi ini adalah yang terbaik buat pembelajaran…….

    Ayu Istiqamah said:
    Januari 6, 2012 pukul 2:34 pm

    bukan AL-Qur’an yg salah
    AL-Qur’an tidak pernah salah
    tapi manusinya yg bodoh tdk mengerti makna yg sesungguhnya
    sbnarnya pljaran tasawuf itu ada di dlm AL-Qur’an ttp banyak org yg tdk memahami karena awam

    Adam said:
    Januari 8, 2012 pukul 5:33 pm

    *Maaf teman-teman ikut mengomentari
    sebaiknya yang dibicarakan itu yang ada di syeh siti jenar agar teman-teman tidak berbeda-beda pendapat.
    jika sudah Faham yang ada disyeh siti jenar,maka anda tidak akan saling menyerang+

      Solihin said:
      Januari 17, 2012 pukul 3:22 am

      Ass…Pada sok tau anda yg mengklaim ajaran syeh siti jenar sesat,
      beliau hanya orang yg memakai hidup didunia yg hanya sementara untuk mencapai akhirat yg kekal.
      Beliau bisa meninggal dan hidup kembali dgn ridho ALLAH makanya beliau mempunyai banyak makam.

        Perdana Akhmad S.Psi said:
        Januari 17, 2012 pukul 6:06 am

        Beliau bisa meninggal dan hidup kembali dgn ridho ALLAH makanya beliau mempunyai banyak makam.

        Ini asumsi apa dalil ? Jika cuma anggapan belaka lebih baik jauhkan keyakinan itu dari benak anda bahwa Siti (sesat) Jenar bisa mati dan hidup sesuka dirinya hingga punya banyak makam. banyak sekali model orang-orang sesat dalam berfikir dan meyakini sesuatu model anda yang tak berdalil syar’i

    Hamba Allah said:
    Januari 10, 2012 pukul 11:52 am

    Dimana Letak Kesesatan Syech Siti Jenar…?

    Ass.nggak usah kita saling vonis memvonis saudaraku.untuk apa semua ilmu yang kita pelajari sekarang ini toh pada saat SAKARATUL MAUT semua terkunci termaksut Akal dan Hati kita.Mau diapakan ilmu ini bang???…..Marilah kita sama-sama mengajak saudara kita untuk saling menegakan Agama Islam.Untuk sesat nggak sesat itu kembalikan ke Allah SWT.Toh semua dari pada-Nya juga.Untuk berenang di lautan Ketuhanan jangan hanya didasar saja sebab yang didapat hanyalah ilmu baik dan buruk saja tapi selamilah sampai ke dasar lautnya disitu akan kita dapati wajah Allah.sesuai FirmanNya”segalanya akan hancur binasa kecuali wajah Allah”
    Wassalam

    muhammad said:
    Januari 13, 2012 pukul 12:37 pm

    wah………sok jagoan aja lantum smua……biarlah itu tuhan aja yang tau…kalian lakukanlah apa yang kalian tau saja

    kang gundala said:
    Januari 13, 2012 pukul 9:32 pm

    ah sesama sesat ga usah saling menyesatkan deh…

    lebih baik kalian kerjasama aje…

    Muhammad Tauhid Al-Rasyid Surawijaya said:
    Januari 14, 2012 pukul 4:16 am

    … AN TAQUUMUU …
    “…berusahalah kamu untuk mengetahui kebenaran…”
    WA’BID WAL MA’BUD WAHIDAN
    “Manunggaling kawula lan Gusti”
    “Bahwa anak Adam itu telah Kami muliakan”
    WAILA KAMISLIHI SYAINAN
    SUBHANALLAH YUSRIKUN
    MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI
    MAN AROFA NAFSAHU, FAKOD AROFA ROBBAHU
    “Barang siapa yang kenal akan dirinya maka ia akan kenal Tuhannya.”
    AL ‘INSYAANU SIRU WAANAA SIRUHU
    “Bahwa manusia dengan Tuhannya itu tidak ada batasnya lagi, seperti gula dengan manisnya atau seperti garam dengan manisnya.”

    Uyut Aga said:
    Januari 14, 2012 pukul 12:24 pm

    ck ck ck, luar biasa

    Pembela Keadilan said:
    Januari 14, 2012 pukul 1:16 pm

    Assalamulaikum. Wr.Wb, mohon pada admin situs ini atau YANG MULIA Sdra. PERDANA AKHMAD, kok situs ini isinya sesat menyesatkan…. kafir mengkafirkan…. klo anda menghujat dengan dasar referensi sejarah dengan uraian dari buku2 cerita2 kabar2 dll , sedangkan anda sendiri baru hidup ada dijaman ini kok nyesatkan orang yang sudah almarhum… yang tahu persis Hanya Alloh mas ” SYEKH SITI JENAR TOKOH SUFI SESAT SEPANJANG MASA “. Renungkanlah kawan.Apa Anda TUHAN ?? berani memvonis SESAT….Seorang Hakim pengadilan dunia tidak berani memvonis orang bersalah tanpa ada bukti materil yang cukup, saksi utama yang melihat dan mengalami sendiri barang bukti dll …
    Disini anda tidak tahu persis mengetahui, melihat dan mengalami sendiri ….benarkah orang yang disebut SYEKH SITI JENAR itu benar benar SESAT…..Istighfar ya mas…SEMOGA ALLOH tidak mencatat sebagai DOSA yang harus anda pertanggungjawabkan diakherat kelak…
    Wassalamualaikum.Wr.WB

    Ilham Yazid said:
    Januari 15, 2012 pukul 9:31 am

    Makin ke sini, makin susah ngasih tahu sesama Muslim. Udh jelas sesat, masih ada aja yg ngebelain, bhkn menuduh balik seolah isi situs ini sesat menyesatkan. Capeeek deehhhh….

    Urusan Syekh Siti Jenar sesat, sudah dari saya kecil guru ngaji di sekolah dan di pengajian cerita masalah ini. Cerita lama. Apa mereka yg membela Siti Jenar pada gak masuk pas pelajaran ini ?

    Eh, kok skrg di zaman era keterbukaan ini orang yg ngaku Islam malah pada berani terang2an membela tokoh yg sudah disesatkan oleh para ulama ?

    Aneh bin ajaib.

    Roni s said:
    Januari 16, 2012 pukul 12:39 pm

    kalian boleh berbeda pendapat,tpi tujan kan sama. . Jd kembalikanlah jwabab nya ke hati kalian yg suci,jngan sok sok an..sebab setan itu juga ada dgn klian.

      Abdullah Fajar said:
      Juni 14, 2012 pukul 5:55 am

      Wahai manusia, kalau didalam hatimu masih tersimpan rasa benci janganlah kamu berkata paling benar, paling tahu, karena hati yang masih tersimpan rasa benci berarti masih ada tahi dihatimu.

    Solihin said:
    Januari 17, 2012 pukul 1:43 am

    ASS…WRWB…
    …Coba anda smua Pahami arti dari surat ya’sin ayat 1-7.
    Pemahaman saya mengatakn, setiap dalam diri(semua) manusia bisa saja menjadi seperti apa yg dimiliki rosulallah ataw menjadi seperti rosulallah kalau simanusia itu bersungguh2 dalam mencari jalan kebenaran yg hak seperti halnya yg dituliskan pada sejarh nabi muhammad SAW.dlm mencari jati dirinya.
    Jd menurut sy, setiap ajaran / ilmu apapun itu tidak ada yg tidak benar karna setiap ilmu itu datangnya hanya dari ALLAH, Tidak dari guru apalagi sebuah buku, guru dan buku bagi saya hanyalah sebagai perantara (sabab-sareat) yg nyata saja, karna ALLAH BERFIRMAN “SESUNGGUHNYA ILMU HANYA DATANG DARI ALLAH”
    menurut Saya syehk siti jenar tidak sesat anda pun yg mengatakan SSJ sesat itu pula tidak , hanya saja diantara kita manusia memang memiliki ilmu dan tingkat keyakinan yg berbeda2.
    Bagi anda yg ahli hadis dan dalil tolong di ralat, sungguh Saya hanyalah orang awam, dan mohon komentarnya benar atw salah pendapat saya ini.
    Mohon maf klo banyak kata2 yg slh. Mohon bantuanya.

    IKUT NIMBRUNG said:
    Januari 17, 2012 pukul 1:38 pm

    Kesesatan Tasawuf
    Ada yang menanyakan tentang Tasawuf. Mudah-mudahan tulisan di bawah bisa bermanfaat.
    1. Kata Tasawuf sekali pun tidak pernah disebut di dalam Al Qur’an dan Hadits yang sahih. Bukankah jika Tasawuf itu begitu penting dalam Islam tentu Allah dan Rasulnya akan memerintahkan manusia untuk belajar Tasawuf? Tidak mungkin Nabi yang bersifat “Balligh” (menyampaikan) menyembunyikan perintah Allah bukan?
    Sebaliknya Nabi berkata bahwa setiap hal yang baru/diada-adakan (di bidang agama) adalah bid’ah dan sesat:
    “Sesungguhnya perkataan yang paling baik adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ,dan perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru dan setiap bid’ah adalah tersesat” ( H.R Muslim ) .
    Allah mengatakan agama Islam sudah sempurna. Jadi tak perlu lagi ditambah bid’ah seperti Tasawuf:
    “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” [Al Maa-idah:3]
    2. Tasawuf tidak jelas artinya. Ada yang menyebut dari shuffah, bulu domba, shof terdepan, bahkan dari kata Yunani: Theo Sophos. Bagaimana mungkin orang mempelajari sesuatu yang tidak jelas sebagai ajaran dari Islam yang penting?
    3. Jika sumber agama Islam adalah Al Qur’an dan Hadits yang sahih (yang dloif/maudlu ditolak):
    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ” [An Nisaa”:59]
    Sabda Rasulullah Saw: “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”(HR Ibnu ‘Abdilbarri)
    Maka sumber Tasawuf bisa dari mana saja. Istilah Abdurrahman Abdul Khaliq yang mereka jadikan sumbernya adalah bisikan yang dida`wahkan datang kepda para wali dan kasyf (terbukanya takbir hingga mereka tahu yang ghoib) yang mereka da`wahkan, dan tempat-tempat tidur (mimpi-mimpi), perjumpaan dengan orang-orang mati yang dulu-dulu, dan (mengaku berjumpa) dengan Nabi Khidir a.s, bahkan dengan melihat Lauh Mahfudh, dan mengambil (berita) dari jin yang mereka namakan para badan halus (Rohaniyyin). Banyak sekali ajaran Tasawuf yang memakai cerita-cerita yang tidak jelas sahih/dloifnya serta dari mimpi-mimpi orang yang mereka anggap wali. Belajar Tasawuf bisa membuat kita lupa dari mempelajari Al Qur’an dan Hadits yang justru merupakan sumber ajaran Islam yang asli.
    4. Adapun sumber pengambilan syari`ah bagi ahli Islam adalah Al Kitab (Al Qur`an), As Sunnah (Al Hadits), Ijma` (kesepakatan para ulama terdahulu mengenai awal Islam), dan Qiyas (perbandingan, yaitu pengambilan hukum dengan membandingkan kepada hukum yang sudah ada ketegasannya dari Nash/text Al Qur`an atau Al Hadits, dengan syarat kasusnya sama, misalnya beras
    bisa untuk zakat fitrah karena diqiyaskan dengan gandum yang udah ada nash haditsnya). Sedangkan bagi orang-orang tasawuf , perbuatan syariat mereka didirikan diatas mimpi-mimpi (tidur), khidhir, jin, orang-orang mati,syaikh-syaikh, semua mereka itu dijadikan pembuat syariat. Oleh karena itu, jalan-jalan dan cara-cara pembuatan syariat tasawuf itu bermacam-macam. Sampai-sampai
    mereka mengatakan jalan-jalan menuju Allah SWT itu sebanyak bilangan nafas
    makhluk-makhluk. Maka tiap-tiap syaikh memiliki tarekat dan manhaj/jalan untuk pendidikan dan dzikir khusus. Jika dalam Islam sumber dzikir dan do’a berasal dari Al Qur’an dan Hadits, maka dalam Tasawuf berdasarkan ajaran para syekhnya (yang mungkin berasal dari mimpi mereka)
    5. Islam itu adalah agama yang Muhaddad/jelas (ditegaskan batasan ketentuan) aqidahnya, ibadahnya, dan syari`atnya. Dalam Islam dijelaskan apa itu rukun Iman, rukun Islam, cara shalat, puasa, dzikir, doa berdasarkan Al Qur’an dan Hadits yang sahih. Selama ada sumber Al Qur’an dan Hadits diterima, jika tidak ada ditolak.
    6. Sedangkan tasawuf itu agama yang tidak ada batasannya, tidak ada pengertian (yang ditentukan secara pasti) dalam aqidah ataupun syari`at-syari`atnya. Sumber yang berasal dari mimpi orang yang dianggap wali sudah cukup bagi mereka untuk diamalkan sehingga amalan Nabi Muhammad SAW seperti dzikir, doa, sholat Tahajjud, dsb justru terlupakan. Karena ketidak-jelasan sumber dan syari’ah Tasawuf, maka orang-orang kafir memakai Tasawuf terutama untuk menghilangkan ajaran jihad dari ummat Islam. Contohnya ada di http://www.libforall.org di mana para pendeta bekerjasama dengan para sufi berusaha menghilangkan jihad dari ummat Islam lewat Tasawuf.
    7. Paham Tasawuf seperti Wihdatul Wujud (bersatunya manusia dengan Allah) itu menyesatkan. Al Hallaj mengaku sebagai Allah. Ana al Haq (Akulah Allah) begitu katanya. Demikian pula tokoh sufi lain seperti Syekh Siti Jenar yang mengaku sebagai Allah. Terakhir Ahmad Dhani, Dewa, dalam lagunya “Satu” berkata “Aku ini adalah diriMu (Allah).” Mungkin orang sufi berpendapat itu karena teramat dekatnya mereka dengan Allah sehingga sampai mengaku sebagai Allah. Padahal Nabi Muhammad SAW yang merupakan manusia sempurna dan paling dekat kepada Allah SWT tidak pernah sekalipun mengaku sebagai Allah. Bukankah Nabi dan ummat Islam selalu berkata “Iyyaka na’budu” (kepadaMu kami menyembah)? Itulah salah satu arogansi sufi. Mengaku Tuhan seperti Fir’aun. Al Hallaj dan Syekh Siti Jenar difatwa sesat dan dihukum mati oleh para ulama.
    8. Sufi Abu Yazid al-Bustami (meninggal diBistam,Iran,261 H/874 M.) Dia adalah pendiri tarekat Naqsyabandiyah. Mengaku berguru pada Imam Ja’far padahal dia baru lahir 40 tahun setelah Imam Ja’far meninggal dunia. Pada suatu waktu dalam pengembaraannya, setelah shalat Subuh Yazid Al-Bustami berkata kepada orang-orang yang mengikutinya,”Innii ana Allah laa ilaaha illaa ana fa`budnii (Sesungguhnya aku ini adalah Allah,tiada Tuhan melainkan aku, maka sembahlah aku).” Mendengar kata-kata itu, orang-orang yang menyertainya mengatakan bahwa al-Bustami telah gila.Menurut pandangan para sufi, ketika mengucapkan kata-kata itu,al-Bustami sedang berada dalam keadaan ittihad, suatu maqam (tingkatan) tertinggi dalam paham tasawuf.
    9. Al-Bustami juga pernah mengucapkan kata-kata,”Subhani, subhani, ma a`dhama sya`ni (mahasuci aku,mahasuci aku, alangkah maha agungnya aku).” Nah jika Nabi mengajarkan dzikir “Subhanallahu” (Maha Suci Allah), maka syekh Tasawuf mengajarkan “dzikir” Subhani” (Maha Suci aku). Ini jelas kesombongan yang besar yang dibenci Allah:
    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]
    Al-Bustami juga berkata,”Laisa fi al-jubbah illa Allah (tidak ada didalam jubah ini kecuali Allah).”
    10. Paham Tasawuf, kasyf (tersingkapnya hijab, hingga seorang sufi bisa mengetahui hal ghaib), juga bertentangan dengan ayat Al Qur’an. Padahal Nabi SAW sendiri tidak mengetahui yang ghaib, bahkan jelas-jelas menegaskan bahwa Nabi SAW tidak tahu apa yang diperbuat Allah SWT untuk Nabi SAW sendiri esok (lihat dalam Bab Aqidah). Allah SWT berfirman:
    “Katakanlah ! Tidak ada yang dapat mengetahui perkqara yang ghaib dilangit dan
    di bumi kecuali Allah .” (An-Naml:65)
    Ada sebagian delegasi yang datang ke Nabi SAW, mereka menganggap bahwa Nabi SAW termasuk orang yang mengaku bisa melihat yang ghaib, maka mereka menyembunyikan sesuatu didalam (genggaman) tangan mereka untuk beliau. Dan mereka berkata kepada beliau,” Kabarkanlah kepada kami, apa dia (yang ada dalam gemgaman kami ini) ? Lalu beliau menjawab kepada mereka dalam keadaan berteriak, “Aku bukan seorang dukun. Sesungguhnya dukun dan perdukunan serta dukun-dukun itu didalam neraka.” ( Diriwayatkan Abu Daud: 286 ).
    11. Banyak tarekat tasawuf yang terlalu mengkultuskan pemimpinnya dengan berbagai karomah yang tidak masuk akal. Contohnya Mawlana Syaikh Nazim, pimpinan tarekat Naqsyabandiyah saat ini, menurut mu Hakikat Sulthanul Awliya Syaikh Nazim Adil al-Haqqani menurut Syaikh Adnan mampu menjamakkan diri beliau dalam hitungan antara 70.000 sampai 700.000 dengan menampakkan diri di berbagai tempat yang berbeda di saat yang bersamaan. Akibatnya banyak orang belajar tasawuf hanya karena mencari karomah/kesaktian gurunya.
    12. Diantaranya sufi ada yang menganggap bahwa Rasulullah SAW tidak sampai pada derajat dan keadaan mereka (orang-orang sufi). Dan Nabi SAW (dianggap) jahil (bodoh) terhadap ilmu tokoh-tokoh tasawuf seperti perkataan Busthami,” Kami telah masuk lautan, sedang para nabi berdiri ditepinya.” Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, pengarang kitab Ila At-Tashawwuf ya`Ibadallaah menisbatkan perkataan tersebut kepada At-Tijani (pendiri tarekat At-Tijaniyah).
    13. Diantara orang-orang sufi ada yang mempercayai bahwa Rasulullah SAW itu adalah kubah alam, dan dia itulah dan dia itulah Allah yang bersemayam diatas arsy; sedangkan langit-langit, bumi, arsy, kursi, dan semua alam itu dijadikan dari nurnya (Nur Muhammad), dialah awal kejadian, yaitu yang bersemayam diatas Arsy Allah SWT. Inilah aqidah Ibnu Arabi dan orang-orang yang datang setelahnya/pengikutnya. Para sufi ini mengangkat derajad Nabi sedemikian tinggi sehingga seolah-olah sama kedudukannya dengan Yesus (Anak Allah) dengan Tuhan Bapak menurut kepercayaan agama Kristen.
    Padahal Allah Ta’ala berfirman :
    Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku … (Al Kahfi : 110).
    (Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat : Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat. (Shaad : 71)
    Allah SWT berfirman,” Barang siapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pemurah (AlQur`an), kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), dan syetan itulah yangmenjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az-Zukhruf:43:36)
    Pengajaran Allah SWT adalah pengajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya, yakni AlQur`an.Barang siapa tidak beriman kepada Al Qur`an, tidak membenarkan beritanya, dan tidak meyakini kewajiban perintahnya, berarti dia telah berpaling dari Al Qur`an, kemudian syetan datang menjadi teman setia baginya.
    14. Sufi juga mengecam orang yang menyembah Allah karena menginginkan surga dan takut neraka. Menurut mereka hanya boleh menyembah Allah karena cinta kepada Allah. Oleh karena itu seorang sufi, Rabiatul ‘Adawiyah berkata, “Ya Allah jika aku menyembahMu karena ingin surga, maka tutup pintu surga bagiku. Jika aku menyembahMu karena takut neraka, maka buka pintu neraka untukku” Itu adalah sifat sombong dan riya. Dalam Islam kita diajarkan untuk mencintai Allah dan Rasulnya di atas yang lain termasuk diri kita sendiri. Meski demikian kita juga diperintahkan untuk berharap akan surga dan takut api neraka.
    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [At Tahrim:6]
    Do’a yang terbaik justru bertentangan dengan para sufi tersebut:
    “Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [Al Baqarah:201]
    15. Banyak orang berusaha mengkoreksi kesesatan Tasawuf termasuk Imam Al Ghazali dalam bukunya Ihya’ ‘Uluumuddiin. Toh Imam Al Ghazali terperosok juga karena menggunakan contoh di luar Al Qur’an dan Hadits. Misalkan dalam rangka hidup sederhana memberi contoh sufi yang kelewat zuhud sehingga memakai baju bulu yang kotor dan berkutu. Padahal Nabi mengatakan kebersihan sebagian dari iman. Begitu pula kisah orang yang hanya beribadah saja sehingga tidak mampu memberi nafkah keluarganya. Untuk makan dia berkeliling ke rumah temannya. Yang punya 7 teman maka dalam 7 hari kembali lagi ke teman pertama yang dia tumpangi. Ada pula yang sebulan baru ketemu dengan teman pertama yang dia tumpangi dan ada pula yang setahun. Padahal Nabi memberi sunnah untuk berusaha dan tidak menyusahkan orang. Tangan di atas (memberi) lebih baik dari tangan di bawah. Begitu kata Nabi. Buya Hamka yang menulis buku Tasawuf modern juga menggambarkan wali Sufi begitu sakti hingga bisa mengangkat kapal yang tenggelam di laut dari jauh! Padahal Nabi Muhammad SAW saja ketika perang Uhud sampai berdarah mulutnya. Ini timbul kesan orang belajar Tasawuf untuk dapat kesaktian/karomah.
    16. Sesungguhnya dalam Al Qur’an dan Hadits kita menemukan pedoman bagaimana berakhlaq yang bagus, sederhana tidak boros, menjauhi ghibah atau buruk sangka, amar ma’ruf nahi munkar, jihad, cara beribadah/mendekatkan diri kepada Allah, dan sebagainya. Dalam Tasawuf meski ada namun sering berlebihan. Sebagai contoh dulu Tasawuf mengajarkan hidup sederhana sehingga mereka hidup seperti gembel/pengemis. Sekarang Tasawuf modern diajarkan dihotel-hotel yang mewah yang jauh dari contoh hidup sederhana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
    17. Perkataan Imam Ahmad tentang keharusan menjauhi
    orang-orang tertentu yang berada dalam lingkaran tasawuf, banyak dikutip orang.
    Diantaranya ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa
    tentang perkataan Al-Harits Al Muhasibi (tokoh sufi, meninggal 857 M.).Lalu Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku nasihatkan kepadamu, janganlah duduk bersama mereka.” (duduk dalam majlis Al-Harits Al-Muhasibi) – Ibnul Jauzi “Talbis Iblis”.
    18. Imam Syafi`i berkata, “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum Dhuhur ia menjadi orang yang dungu.” Imam Syafi`i juga pernah berkata.”Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya
    19. Ada yang menulis Imam Maliki mendukung Tasawuf, tapi itu tidak benar. Selain zaman Imam Maliki Tasawuf belum dikenal juga Imam Maliki tidak pernah menulis satu buku pun tentang Tasawuf atau mengajarkannya. Padahal beliau adalah salah satu dari Imam Madzhab yang punya banyak murid dan pengikut.
    [media-dakwah] ASAL MUASAL TASAWUF
    A Nizami
    Wed, 01 Feb 2006 22:42:01 -0800
    ASAL MUASAL TASAWUF
    suhana hana
    Wed, 10 Aug 2005 00:18:54 -0700
    Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran pertama bagi Tasawuf dan Sufi. Yang mana (di masa tabi’in) sebagian dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara’ terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan Sufi, sebagai nisbat kepada Shuuf .
    Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, karena nisbat kepadanya dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah Ta’ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi, bukan pula nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah Shafawi dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab), walaupun secara lafazh bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.
    Para ulama Bashrah yang mendapati masa kemunculan mereka, tidaklah tinggal diam. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh – Al Ashbahani rahimahullah dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin rahimahullah bahwasanya telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba, maka beliau pun berkata: Sesungguhnya ada orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba dengan alasan untuk meneladani Al Masih bin Maryam ! Maka sesungguhnya petunjuk Nabi kita lebih kita cintai (dari/dibanding petunjuk Al Masih), beliau Shallallahu alaihi wassalam biasa mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun dan yang selainnya. (Diringkas dari Majmu’ Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Juz 11, hal. 6,16 ).
    Siapakah Peletak/Pendiri Tasawuf ?
    Ibnu Ajibah seorang Sufi Fathimi, mengklaim bahwasanya peletak Tasawuf adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sendiri. Yang mana beliau –menurut Ibnu Ajibah – mendapatkannya dari Allah Ta’ala melalui wahyu dan ilham. Kemudian Ibnu Ajibah berbicara panjang lebar tentang permasalahan tersebut dengan disertai bumbu-bumbu keanehan dan kedustaan. Ia berkata: Jibril pertama kali turun kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dengan membawa ilmu syariat, dan ketika ilmu itu telah mantap, maka turunlah ia untuk kedua kalinya dengan membawa ilmu hakikat. Beliau Shallallahu alaihi wassalam pun mengajarkan ilmu hakikat ini pada orang-orang khususnya saja. Dan yang pertama kali menyampaikan Tasawuf adalah Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, kemudian Al Hasan Al Bashri rahimahullah menimba darinya.
    (Iqazhul Himam Fi Syarhil Hikam, hal.5 dinukil dari At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyah, hal. 8).
    Asy Syaikh Muhammad Aman Al Jami rahimahullah berkata:
    Perkataan Ibnu Ajibah ini merupakan tuduhan keji lagi lancang terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, ia menuduh dengan kedustaan bahwa beliau menyembunyikan kebenaran.
    Dan tidaklah seseorang menuduh Nabi dengan tuduhan tersebut, kecuali seorang zindiq yang keluar dari Islam dan berusaha untuk memalingkan manusia dari Islam jika ia mampu, karena Allah Ta’ala telah perintahkan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wassalam untuk menyampaikan kebenaran tersebut dalam firman-Nya
    (artinya): Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu oleh Rabbmu, dan jika engkau tidak melakukannya, maka (pada hakikatnya) engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. (Al Maidah : 67)
    Beliau juga berkata: Adapun pengkhususan Ahlul Bait dengan sesuatu dari ilmu dan agama, maka ini merupakan pemikiran yang diwarisi oleh orang-orang Sufi dari pemimpin-pemimpin mereka (Syi’ah). Dan benar-benar Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu sendiri yang membantahnya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail Amir bin Watsilah Radiyallahu anhu ia berkata: Suatu saat aku pernah berada di sisi Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, maka datanglah seorang laki-laki seraya berkata: Apa yang pernah dirahasiakan oleh Nabi Shallallahu alaihi wassalam kepadamu? Maka Ali pun marah lalu mengatakan: Nabi Shallallahu alaihi wassalam belum pernah merahasiakan sesuatu kepadaku yang tidak disampaikan kepada manusia ! Hanya saja beliau Shallallahu alaihi wassalam pernah memberitahukan kepadaku tentang empat perkara. Abu Thufail Radiyallahu anhu berkata: Apa empat perkara itu wahai Amirul Mukminin ? Beliau menjawab: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: (Artinya) Allah melaknat seorang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku kejahatan, dan Allah melaknat seorang yang mengubah tanda batas tanah. (At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 7-8).
    Hakikat Tasawuf
    Bila kita telah mengetahui bahwasanya Tasawuf ini bukanlah ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan bukan pula ilmu warisan dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu, maka dari manakah ajaran Tasawuf ini ?
    Asy Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata: Tatkala kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah.
    Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad Shallallahu alaihi wassalam , dan juga dalam sejarah para shahabatnya yang mulia, serta makhluk-makhluk pilihan Allah Ta’ala di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma Hindu, ibadah Yahudi dan zuhud Buddha. (At Tashawwuf Al Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28). [1]
    Asy Syaikh Abdurrahman Al Wakil rahimahullah berkata:
    Sesungguhnya Tasawuf merupakan tipu daya syaithan yang paling tercela lagi hina, untuk menggiring hamba-hamba Allah Ta’ala di dalam memerangi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wassalam. Sesungguhnya ia (Tasawuf) merupakan topeng bagi Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan ia sebagai topeng bagi setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang benar ini. Periksalah ajarannya ! niscaya engkau akan mendapati padanya ajaran Brahma (Hindu), Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah, Aplatoniyyah, Ghanushiyyah, Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah.
    (Muqaddimah kitab Mashra’ut Tashawwuf, hal. 19). [2]
    Beberapa Bukti Kesesatan Ajaran Tasawuf
    1. Al Hallaj seorang dedengkot sufi, berkata :
    Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum.
    (Dinukil dari Firaq Mua’shirah, karya Dr. Ghalib bin Ali Iwaji, juz 2 hal.600).
    Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :
    Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Asy Syuura : 11)
    Berkatalah Musa : Wahai Rabbku nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu. Allah berfirman : Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku (yakni di dunia-pen)……… (Al A’raaf : 143).
    2. Ibnu Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata:
    Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah ! (Fushushul Hikam).[3] Betapa kufurnya kata-kata ini …, tidakkah
    orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini ?!
    3. Ibnu Arabi juga berkata : Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya, dan
    Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya. (Al Futuhat Al Makkiyyah).[4]
    Padahal Allah Ta’ala telah berfirman :
    Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
    (Adz Dzariyat : 56).
    Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah
    Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.(Maryam : 93).
    4. Jalaluddin Ar Rumi, seorang tokoh sufi yang kondang berkata : Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti, bagiku tempat ibadah sama … masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala. [5]
    Padahal Allah Ta’ala berfirman :
    Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah
    akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
    yang merugi. (Ali Imran : 85)
    5. Pembagian ilmu menjadi Syari’at dan Hakikat, yang mana bila seseorang telah sampai pada tingkatan hakikat berarti ia telah mencapai martabat keyakinan yang tinggi kepada Allah Ta’ala, oleh karena itu gugurlah baginya segala kewajiban dan larangan dalam agama ini.
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
    Tidak diragukan lagi oleh ahlul ilmi dan iman bahwasanya perkataan tersebut termasuk sebesar-besar kekafiran dan yang paling berat. Ia lebih jahat dari perkataan Yahudi dan Nashrani, karena Yahudi dan Nashrani beriman dengan sebagian dari isi Al Kitab dan kafir dengan sebagiannya, sedangkan mereka adalah orang-orang kafir yang sesungguhnya (karena mereka berkeyakinan dengan sampainya kepada martabat hakikat, tidak lagi terkait dengan kewajiban dan larangan dalam agama ini, pen). (Majmu’ Fatawa, juz 11 hal. 401).
    6. Dzikirnya orang-orang awam adalah La Illaha Illallah, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus / Allah, / Huu, dan / Aah saja.
    Padahal Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam
    bersabda :
    Sebaik-baik dzikir adalah La Illaha Illallah . (H.R. Tirmidzi, dari shahabat Jabir bin Abdullah Radiyallahu anhu, dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’, no. 1104).[6]
    Syaikhul Islam rahimahullah berkata : Dan barangsiapa yang beranggapan bahwa La Illaha Illallah dzikirnya orang awam, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah / Huu, maka ia seorang yang sesat dan menyesatkan.
    (Risalah Al Ubudiyah, hal. 117-118, dinukil dari Haqiqatut Tashawwuf, hal. 13)
    7. Keyakinan bahwa orang-orang Sufi mempunyai ilmu Kasyaf (dapat menyingkap hal-hal yang tersembunyi) dan ilmu ghaib. Allah Ta’ala dustakan mereka dalam firman-Nya:
    Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah. (An Naml : 65)
    8. Keyakinan bahwa Allah Ta’ala menciptakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam dari nuur / cahaya-Nya, dan Allah Ta’ala ciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam.
    Padahal Allah Ta’ala berfirman :
    Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti
    kalian, yang diwahyukan kepadaku … (Al Kahfi : 110).
    (Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat : Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat. (Shaad : 71)
    Wallahu A’lam Bish Shawab
    Hadits-hadits palsu atau lemah yang tersebar di
    kalangan umat
    Hadits Abu Umamah
    Pakailah pakaian yang terbuat dari bulu domba, niscaya akan kalian rasakan manisnya keimanan di hati kalian(HR Al Baihaqi dlm Syu’abul Iman).
    Keterangan : Hadits ini palsu karena di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Muhammad bin Yunus Al Kadimy. Dia seorang pemalsu hadits, Al Imam Ibnu Hibban berkata : Dia telah memalsukan kira-kira lebih dari dua ribu hadits. (Lihat Silsilah Al Ahadits Adh Dhoifah Wal Maudhu’ah, no:90)
    Footnote :
    [1][2] Dinukil dari kitab Haqiqatut Tashawwuf karya Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, hal.7
    [3][4][5] Dinukil dari kitab Ash Shufiyyah Fii Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 24-25.
    [6] Lihat kitab Fiqhul Ad Iyati Wal Adzkar, karya Asy Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, hal. 173.
    (Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 46/III/I2/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli “Hakekat Tasawuf dan Sufi”. Penulis Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc. Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)

      begoilmu said:
      Mei 2, 2012 pukul 3:51 pm

      INTINYA JANGAN PERCAYA PADA ULAMA, BELAJAR SAJA SENDIRI PADA AL QUR’AN DAN AS SUNNAH ITULAH YANG BENAR.

        Nurani said:
        Mei 3, 2012 pukul 11:01 am

        Di dunia ini TIDAK ADA MANUSIA SUCI. Bagaimana mau suci keluarnya aja lewat vagina alias liang sanggama kok bilang suci. Nabi Adam saja menjadi tidak suci dan “diduniakan” gara2 makan buah kuldi. Makanya jangan sok suci walau kalian ulama, ustad, habib dsbnya. kalau keluarnya lewat miss V jangan ngaku sucilah..

    IKUT NIMBRUNG LAGI... said:
    Januari 17, 2012 pukul 1:55 pm

    Assalami’alaikum ini saya tambah lagi bagi mereka para KUBURIYUN/SUFI SEMOGA TOBAT DAN ADA MANFAATNYA

    Misteri Islamisasi Jawa

    Tulisan Dari Prof. Hasanu Simon :

    I. Sebelum saya sampaikan tanggapan dan komentar saya terhadap buku

    berjudul “Syekh Siti Jenar, Ajaran dan Jalan Kematian”, karya Dr Abdul

    Munir Mulkhan, saya sampaikan dulu mengapa saya bersedia ikut menjadi

    pembahas buku tersebut. Tentu saja saya mengucapkan terima kasih

    kepada panitia atas kepercayaan yang diberikan kepada saya di dalam

    acara launching buku yang katanya sangat laris ini.

    Saya masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1965, memilih Jurusan

    Manajemen Hutan. Sebelum lulus saya diangkat menjadi asisten, setelah

    lulus mengajar Perencanaan dan Pengelolaan Hutan. Pada waktu ada

    Kongres Kehutanan Dunia VIII di Jakarta tahun 1978, orientasi sistem

    pengetolaan hutan mengalami perubahan secara fundamental. Kehutanan

    tidak lagi hanya dirancang berdasarkan ilmu teknik kehutanan

    konvensional, melainkan harus melibatkan ilmu sosial ekonomi

    masyarakat. Sebagai dosen di bidang itu saya lalu banyak mempelajari

    hubungan hutan dengan masyarakat mulai jaman kuno dulu. Di situ saya

    banyak berkenalan dengan sosiologi dan antropologi. Khusus dalam

    mempelajari sejarah hutan di Jawa, banyak masalah sosiologi dan

    antropologi yang amat menarik.

    Kehutanan di Jawa telah menyajikan sejarah yang amat panjang dan

    menarik untuk menjadi acuan pengembangan strategi kehutanan sosial

    (social forestry strategy) yang sekarang sedang dan masih dicari oleh

    para ilmuwan. Belajar sejarah kehutanan Jawa tidak dapat melepaskan

    diri dengan sejarah bangsa Belanda. Dalam mempelajari sejarah Belanda

    itu, penulis sangat tertarik dengan kisah dibawanya buku-buku dan

    Sunan Mbonang di Tuban ke negeri Belanda. Peristiwa itu sudah terjadi

    hanya dua tahun setelah bangsa Belanda mendarat di Banten. Sampai

    sekarang buku tersebut masih tersimpan rapi di Leiden, diberi nama

    “Het Book van Mbonang”, yang menjadi sumber acuan bagi para peneliti

    sosiologi dan antropologi.

    Buku serupa tidak dijumpai sama sekali di Indonesia. Kolektor buku

    serupa juga tidak dijumpai yang berkebangsaan Indonesia. Jadi

    seandainya tidak ada “Het Book van Mbonang”, kita tidak mengenal sama

    sekali sejarah abad ke-16 yang dilandasi dengan data obyektif

    Kenyataan sampai kita tidak memiliki data obyektif tentang Sunan

    Ampel, Sunan Giri, Sunan Kalijogo, dan juga tentang Syekh Siti Jenar.

    Oleh karena itu yang berkembang lalu kisah-kisah mistik bercampur

    takhayul, termasuk misteri Syekh Siti Jenar yang hari ini akan kita

    bicarakan. Kisah Walisongo yang penuh dengan mistik dan takhayul itu

    amat ironis, karena kisah tentang awal perkembangan Islam di

    Indonesia, sebuah agama yang sangat keras anti kemusyrikan.

    Pembawa risalah Islam, Muhammad SAW yang lahir 9 abad sebelum era

    Wallsongo tidak mengenal mistik. Beliau terluka ketika berdakwah di

    Tho’if, beliau juga terluka dan hampir terbunuh ketika perang Uhud.

    Tidak seperti kisah Sunan Giri, yang ketika diserang pasukan Majapahit

    hanya melawan tentara yang jumlahnya lebih banyak itu dengan

    melemparkan sebuah bollpoint ke pasukan Majapahit. Begitu dilemparkan

    bollpoint tersebut segera berubah menjadi keris sakti, lalu

    berputar-putar menyerang pasukan Majapahit dan bubar serta kalahlah

    mereka. Keris itu kemudian diberi nama Keris Kolomunyeng, yang oleh

    Kyai Langitan diberikan kepada Presiden Gus Dur beberapa bulan lalu

    yang antara lain untuk menghadapi Sidang Istimewa MPR yang sekarang

    sedang digelar, dan temyata tidak ampuh.

    Kisah Sunan Kalijogo yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk

    membuat tiang masjid dari tatal dan sebagai penjual rumput di Semarang

    yang diambil dari Gunung Jabalkat. Kisah Sunan Ampel lebih hebat lagi;

    salah seorang pembantunya mampu melihat Masjidil Haram dari Surabaya

    untuk menentukan arah kiblat. Pembuat ceritera ini jelas belum tahu

    kalau bumi berbentuk bulat sehingga permukaan bumi ini melengkung.

    Oleh karena itu tidak mungkin dapat melihat Masjidil Haram dari Surabaya.

    Islam juga mengajarkan bahwa Nabi lbrahim AS, yang hidup sekitar 45

    abad sebelum era Walisongo, yang lahir dari keluarga pembuat dan

    penyembah berhala, sepanjang hidupnya berdakwah untuk anti berhala .

    Ini menunjukakan bahwa kisah para wali di Jawa sangat ketinggalan

    jaman dibanding dengan kisah yang dialami oleh orang-orang yang

    menjadi panutannya, pada hal selisih waktu hidup mereka sangat jauh.

    “Het Book van Mbonang” yang telah melahirkan dua orang doktor dan

    belasan master bangsa Belanda itu memberi petunjuk kepada saya,

    pentingnya menulis sejarah berdasarkan fakta yang obyektif “Het Book

    van Bonang” tidak menghasilkan kisah Keris Kolomunyeng, kisah cagak

    dan tatal, kisah orang berubah menjadi cacing, dan sebagainya.

    Itulah ketertarikan saya dengan Syekh Siti Jenar sebagai bagian dari

    sejarah Islam di Indonesia. Saya tertarik untuk ikut menulis tentang

    Syekh Siti Jenar dan Walisongo. Tulisan saya belum selesai, tapi niat

    saya untuk terlibat adalah untuk membersihkan sejarah Islam di Jawa

    ini dari takhayul, mistik, khurofat dan kemusyrikan. Itulah sebabnya

    saya terima tawaran panitia untuk ikut membahas buku Syekh Siti Jenar

    karya Dr Abdul Munir Mulkhan ini. Saya ingin ikut mengajak masyarakat

    untuk segera meninggalkan dunia mitos dan memasuki dunia ilmu.

    Dunia mitos tidak saja bertentangan dengan akidah Islamiyah, tetapi

    juga sudah ketinggalan jaman ditinjau dari aspek perkembangan ilmu

    pengetahuan. Secara umum dunia mitos telah ditinggalkan akhir abad

    ke-19 yang lalu, atau setidak-tidaknya awal abad ke-20. Apakah kita

    justru ingin kembali ke belakang? Kalau kita masih berkutat dengan

    dunia mitos, masyarakat kita juga hanya akan menghasilkan pemimpin

    mitos yang selalu membingungkan dan tidak menghasilkan sesuatu.

    II

    Siapa Syekh Siti Jenar ? Kalau seseorang menulis buku, tentu para

    pembaca berusaha untuk mengenal jatidiri penulis tersebut, mininal

    bidang keilmuannya. Oleh karena itu isi buku dapat dijadikan tolok

    ukur tentang kadar keilmuan dan identitas penulisnya. Kalau ternyata

    buku itu berwama kuning, penulisnya juga berwama kuning. Sedikit

    sekali terjadi seorang yang berfaham atheis dapat menulis buku yang

    bersifat relijius karena dua hal itu sangat bertentangan. Seorang

    sarjana pertanian dapat saja menulis buku tentang sosiologi, karena

    antara pertanian dan sosiologi sering bersinggungan. Jadi tidak

    mustahil kalau Isi sebuah buku tentu telah digambarkan secara singkat

    oleh judulnya. Buku tentang Bertemak Kambing Ettawa menerangkan

    seluk-beluk binatang tersebut, manfaatnya, jenis pakan, dan sebagainya

    yang mempunyai kaitan erat dengan kambing Ettawa.

    Judul buku karya Dr Abdul Munir Mulkhan ini adalah: “Ajaran dan Jalan

    Kematian Syekh Siti Jenar. Pembaca tentu sudah membayangkan akan

    memperoleh informasi tentang kedua hal itu, yaitu ajaran Syekh Siti

    Jenar dan bagaiamana dia mati. Penulis buku juga setia dengan

    ketentuan seperti itu.

    Bertitik-tolak dari ketentuan umum itu, paragraf 3 sampai dengan 6 Bab

    Satu tidak relevan. Bab Satu diberi judul: Melongok Jalan Sufi:

    Humanisasi Islam Bagi Semua. Mungkin penulis ingin mengaktualisasikan

    ajaran Syekh Siti Jenar dengan situasi kini, tetapi apa yang ditulis

    tidak mengena sama sekali. Bahkan di dalam paragraf 3-6 itu banyak

    pemyataan (statements) yang mencengangkan saya sebagai seorang muslim.

    Pernyataan di dalam sebuah tulisan, termasuk buku, dapat berasal dari

    diri sendiri atau dari orang lain. Pemyataan orang lain mesti

    disebutkan sumbernya; oleh karena itu peryataan yang tidak ada

    sumbemya dianggap oleh pembaca sebagai pernyataan dari penulis.

    Peryataan orang lain dapat berbeda dengan sikap, watak dan pendapat

    penulis, tetapi pernyataan penulis jelas menentukan sikap, watak dan

    pendapatnya. Pernyataan-pernyataan di dalam sebuah buku tidak lepas

    satu dengan yang lain. Rangkaiannya, sistematika penyajiannya,

    merupakan sebuah bangunan yang menentukan kadar ilmu dan kualitas buku

    tersebut. Rangkaian dan sistematika pernyataan musti disusun menurut

    logika keilmuan yang dapat diterima dan dibenarkan oleh masyarakat ilmu.

    Untuk mengenal atau menguraikan ajaran Syekh Siti Jenar, adalah logis

    kalau didahului dengan uraian tentang asal-usul yang empunya ajaran.

    Ini juga dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan (Paragraf I Bab Satu,

    halaman 3-10). Di dalam paragraf tersebut diterangkan asal-usul Syekh

    Siti Jenar tidak jelas. Seperti telah diterangkan, karena tidak ada

    sumber obyektif maka kisah asal-usul ini juga penuh dengan

    versi-versi. Di halaman 3, dengan mengutip penelitian Dalhar Shofiq

    untuk skripsi S-1 Fakultas Filsafat UGM, diterangkan bahwa Syekh Siti

    Jenar adalah putera seorang raja pendeta dari Cirebon bemama Resi

    bungsu. Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Hasan Ali alias Abdul Jalil.

    Kalau seseorang menulis buku, apalagi ada hubungannya dengan hasil

    penelitian, pembahasan secara ilmiah dengan menyandarkan pada logika

    amat penting. Tidak semua berita dikutip begitu saja tanpa analisis.

    Di dalam uraian tentang asal-usul Syekh Siti Jenar di halaman 3-10 ini

    jelas sekali penuh dengan kejanggalan, tanpa secuil analisis pun untuk

    memvalidasi berita tersebut. Kejanggalan-kejanggalan itu adalah:

    1 . Ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang raja pendeta benama Resi

    Bungsu. Istilah raja pendeta ini kan tidak jelas. Apakah dia seorang

    raja, atau pendeta. Jadi beritanya saja sudah tidak jelas sehingga

    meragukan.

    2. Di halaman 62, dengan mengutip sumber Serat Syekh Siti Jenar,

    diterangkan bahwa ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang elite agama

    Hindu-Budha. Agama yang disebutkan ini juga tidak jelas. Agama Hindu

    tidak sama dengan agama Budha. Setelah Islam muncul menjadi agama

    mayoritas penduduk pulau Jawa, persepsi umum masyarakat memang

    mengangap agama Hindu dan Budha sama. Pada hal ajaran kedua agama itu

    sangat berbeda, dan antara keduanya pernah terjadi perseteruan akut

    selama berabad-abad. Runtuhnya Mataram Hindu pada abad ke-10

    disebabkan oleh perseteruan akut tersebut. Runtuhnya Mataram Hindu

    berakibat sangat fatal bagi perkembangan Indonesia. Setelah itu

    kerajaan-kerajaan Jawa terus menerus terlibat dengan pertikaian yang

    membuat kemunduran. Kemajuan teknologi bangsa Jawa yang pada abad

    ke-10 sudah di atas Eropa, pada abad ke-20 ini jauh di bawahnya. Tidak

    hanya itu, bahkan selama beberapa abad Indonesia (termasuk Jawa) ada

    di bawah bayang-bayang bangsa Eropa.

    3. Kalau ayah Syekh Siti Jenar beragama Hindu atau Budha, mengapa

    anaknya diberi nama Arab, Hasan Ali alias Abdul Jalil. Apalagi seorang

    “raja pendeta” yang hidup di era pergeseran mayoritas agama rakyat

    menuju agama Islam, tentu hal itu janggal terjadi.

    4. Atas kesalahan yang dilakukan anaknya, sang ayah menyihir sang anak

    menjadi seekor cacing lalu dibuang ke sungai. Di sini tidak disebut

    apa kesalahan tersebut, sehinga sang ayah sampai tega menyihir anaknya

    menjadi cacing. Masuk akalkah seorang ayah yang “raja pendeta”

    menyihir anaknya menjadi cacing. Ilmu apakah yang dimiliki “raja

    pendeta” Resi Bungsu untuk merubah seseorang menjadi cacing? Kalau

    begitu, mengapa Resi Bungsu tidak menyihir para penyebar Islam yang

    pada waktu itu mendepak pengaruh dan ketenteraman batinnya? Ceritera

    seseorang mampu merubah orang menjadi binatang ceritera kuno yang

    mungkin tidak pemah ada orang yang melihat buktinya. Ini hanya terjadi

    di dunia pewayangan yang latar belakang agamanya Hindu (Mahabarata)

    dan Budha (Ramayana).

    5. Cacing Hasan Ali yang dibuang di sungai di Cirebon tersebut, suatu

    ketika terbawa pada tanah yang digunakan untuk menembel perahu Sunan

    Mbonang yang bocor. Sunan Mbonang berada di atas perahu sedang

    mengajar ilmu gaib kepada Sunan Kalijogo. Betapa luar biasa

    kejanggalan pada kalimat tersebut. Sunan Mbonang tinggal di Tuban,

    sedang cacing Syekh Siti Jenar dibuang di sungai daerah Cirebon. Di

    tempat lain dikatakan bahwa Sunan Mbonang mengajar Sunan Kalijogo di

    perahu yang sedang terapung di sebuah rawa. Adakah orang menembel

    perahu bocor dengan tanah? Kalau toh menggunakan tanah, tentu dipilih

    dan disortir tanah tersebut, termasuk tidak boleh katutan (membawa)

    cacing.

    6. Masih di halaman 4 diterangkan, suatu saat Hasan Ali dilarang Sunan

    Giri mengikuti pelajaran ilmu gaib kepada para muridnya. Tidak pemah

    diterangkan, bagaimana hubungan Hasan Ali dengan Sunan Giri yang

    tinggal di dekat Gresik. Karena tidak boleh, Hasan Ali lalu merubah

    dirinya menjadi seekor burung sehingga berhasil mendengarkan kuliah

    Sunan Giri tadi dan memperoleh ilmu gaib. Setelah itu Hasan Ali lalu

    mendirikan perguruan yang ajarannya dianggap sesat oleh para wali.

    Untuk apa Hasan Ali belajar ilmu gaib dari Sunan Giri, pada hal dia

    sudah mampu merubah dirinya menjadi seekor burung.

    Al hasil, seperti dikatakan oleh Dr Abdul Munis Mulkhan sendiri dan

    banyak penulis yang lain, asal-usul Syekh Siti Jenar memang tidak

    jelas. Karena itu banyak pula orang yang meragukan, sebenarnya Syekh

    Siti Jenar itu pernah ada atau tidak . Pertanyaan ini akan saya jawab

    di belakang. Keraguan tersebut juga berkaitan dengan, di samping

    tempat lahimya, di mana sebenamya tempat tinggal Syekh Siti Jenar.

    Banyak penulis selalu menerangkan bahwa nama lain Syekh Siti Jenar

    adalah: Sitibrit, Lemahbang, Lemah Abang. Kebiasaan waktu, nama sering

    dikaitkan dengan tempat tinggal. Di mana letak Siti Jenar atau Lemah

    Abang itu sampai sekarang tidak pemah jelas; padahal tokoh terkenal

    yang hidup pada jaman itu semuanya diketahui tempat tinggalnya. Syekh

    Siti Jenar tidak meninggalkan satupun petilasan.

    Karena keraguan dan ketidak-jelasan itu, saya setuju dengan pendapat

    bahwa Syekh Siti Jenar memang tidak pemah ada. Lalu apa sebenarnya

    Syekh Siti Jenar itu? Sekali lagi pertanyaan ini akan saya jawab di

    belakang nanti. Kalau Syekh Siti Jenar tidak pernah ada, mengapa kita

    ber-tele-tele membicarakan ajarannya. Untuk apa kita berdiskusi

    tentang sesuatu yang tidak pemah ada. Apalagi diskusi itu dalam rangka

    memperbandingkan dengan Al Qur’an dan Hadits yang amat jelas

    asal-usulnya, mulia kandungannya, jauh ke depan jangkauannya, tinggi

    muatan ipteknya, sakral dan dihormati oleh masyarakat dunia.

    Sebaliknya, Syekh Siti Jenar hanya menjadi pembicaraan sangat terbatas

    di kalangan orang Jawa. Tetapi karena begitu sinis dan menusuk

    perasaan orang Islam yang telah kaffah bertauhid, maka mau tidak mau

    lalu sebagian orang Islam harus melayaninya. Oleh karena itu sebagai

    orang Islam yang tidak lagi ragu terhadap kebenaran Al Qur’an dan

    kerosulan Muhammad Saw, saya akan berkali-kali mengajak

    saudara-saudaraku orang Islam untuk berhati-hati dan jangan terlalu

    banyak membuang waktu untuk mendiskusikan ceritera fiktif yang

    berusaha untuk merusak akidah Islamiyah ini.

    III

    Sunan Kalijogo

    Semua orang di Indonesia, apalagi orang Islam, kenal dengan nama Sunan

    Kalijogo yang kecilnya bernama Raden Mas Said ini. Dikatakan dia

    adalah putera Adipati Tuban Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur Yang

    beragama Islam.

    Silsilah Raden Sahur ke atas adalah putera Ario Tejo III (Islam),

    putera Ario Tejo II, putera Ario Tejo II (Hindu), putera Ario Tejo I,

    putera Ronggolawe, putera Ario Banyak Wide alias Ario Wiraraja, putera

    Adipati Ponorogo. Itulah asal usul Sunan Kalijogo yang banyak ditulis

    dan diyakini orang, yang sebenamya merupakan versi Jawa. Dua versi

    lainnya tidak pernah ditulis atau atau tidak dijumpai dalam media

    cetak sehingga tidak diketahui masyarakat luas (Imron Abu Ammar, 1992).

    Di depan telah saya singgung bahwa kisah Sunan Kalijogo versi Jawa ini

    penuh dengan ceritera mistik. Sumber yang orisinil tentang kisah

    tersebut tidak tersedia. Ricklefs, sejarawan Inggris yang banyak

    meneliti sejarah Jawa, menyebutkan bahwa sebelum ada catatan bangsa

    Belanda memang tidak tersedia data yang dapat dipercaya tentang

    sejarah Jawa. Sejarah Jawa banyak bersumber dari cerita rakyat yang

    versinya banyak sekali. Mungkin cerita rakyat itu bersumber dari

    catatan atau cerita orang-orang yang pernah menjabat sebagai Juru

    Pamekas, lalu sedikit demi sedikit mengalami distorsi setelah melewati

    para pengagum atau penentangnya.

    Namun demikian sebenarnya Sunan Kalijogo meninggalkan dua buah karya

    tulis, yang satu sudah lama beredar sehingga dikenal luas oleh

    masyarakat, yaitu Serat Dewo Ruci, sedang yang satu lagi belum dikenal

    luas, yaitu Suluk Linglung. Serat Dewo Ruci telah terkenal sebagai

    salah satu lakon wayang. Saya pertama kali melihat wayang dengan lakon

    Dewo Ruci pada waktu saya masih duduk di kelas 5 SR, di desa kalahiran

    ibu saya Pelempayung (Madiun) yang dimainkan oleh Ki dalang Marijan.

    Sunan Kalijogo sendiri sudah sering menggelar lakon yang sebenarnya

    merupakan kisah hidup yang diangan-angkan sendiri, setelah kurang puas

    dengan jawaban Sunan Mbonang atas pertanyaan yang diajukan. Sampai

    sekarang Serat Dewo Ruci merupakan kitab suci para penganut Kejawen,

    yang sebagian besar merupakan pengagum ajaran Syekh Siti Jenar yang

    fiktif tadi.

    Kalau Serat Dewo Ruci diperbandingkan dengan Suluk Linglung, mungkin

    para penganut Serat Dewo Ruci akan kecelek. Mengapa demikian? Isi

    Suluk Linglung temyata hampir sama dengan isi Serat Dewo Ruci, dengan

    perbedaan sedikit namun fundamental. Di dalam Suluk Linglung Sunan

    Kalijogo telah menyinggung pentingnya orang untuk melakukan sholat dan

    puasa, sedang hal itu tidak ada sama sekali di dalam Serat Dewo Ruci.

    Kalau Serat Dewo Ruci telah lama beredar, Suluk Linglung baru mulai

    dikenal akhir-akhir ini saja. Naskah Suluk Linglung disimpan dalam

    bungkusan rapi oleh keturunan Sunan Kalijogo. Seorang pegawai

    Departemen Agama Kudus, Drs Chafid mendapat petunjuk untuk mencari

    buku tersebut, dan ternyata disimpan oleh Ny Mursidi, keturunan Sunan

    Kalijogo ke-14. Buku tersebut ditulis di atas kulit kambing, oleh

    tangan Sunan Kalijogo sendin’ menggunakan huruf Arab pegon berbahasa

    Jawa. Tahun 1992 buku diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

    Saat ini saya sedang membahas kedua buku itu, dan untuk sementara saya

    sangat bergembira karena menurut kesimpulan saya, menjelang wafat

    ternyata Sunan Kalijogo menjadi kaffah mengimani Islam. Sebelumnya

    Sunan Kalijogo tidak setia menjalankan syariat Islam, sehingga orang

    Jawa hanya meyakini bahwa yang dilakukan oleh Sunan terkenal ini bukan

    sholat lima waktu melain sholat da’im. Menurut Ustadz Mustafa Ismail

    LC, da’im berarti terus-menerus. Jadi Sunan Kalijogo tidak sholat lima

    waktu melainkan sholat da’im dengan membaca Laa illaha ilalloh kapan

    saja dan di mana saja tanpa harus wudhu dan rukuk-sujud. Atas dasar

    itu untuk sementara saya membuat hipotesis bahwa Syekh Jenar sebenamya

    adalah Sunan Kalijogo. Hipotesis inilah yang akan saya tulis dan

    sekaligus saya gunakan untuk mengajak kaum muslimin Indonesia untuk

    tidak bertele-tele menyesatkan diri dalam ajaran Syekh Siti Jenar.

    Sayang, waktu saya masih banyak terampas untuk menyelesaikan buku-buku

    saya tentang kehutanan sehingga upaya saya untuk mengkaji dua buku

    tersebut tidak dapat berjalan lancar. Atas dasar itu pula saya

    menganggap bahwa diskusi tentang Syekh Siti Jenar, seperti yang

    dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan ini, menjadi tidak mempunyai

    landasan yang kuat kalau tidak mengacu kedua buku karya Sunan Kalijogo

    tersebut.

    Sebagai tambahan, pada waktu Sunan Kalijogo masih berjatidiri seperti

    tertulis di dalam Serat Dewo Ruci, murid-murid kinasih-nya berfaham

    manunggaling kawulo Gusti (seperti Sultan Hadiwidjojo, Pemanahan,

    Sunan Pandanaran, dan sebagainya), sedang setelah kaffah murid dengan

    tauhid murni, yaitu Joko Katong yang ditugaskan untuk mengislamkan

    Ponorogo. Joko Katong sendiri menurunkan tokoh-tokoh Islam daerah

    tersebut yang pengaruhnya amat luas sampai sekarang, termasuk Kyai

    Kasan Bestari (guru R Ng Ronggowarsito), Kyai Zarkasi (pendiri PS

    Gontor), dan mantan Presiden BJ Habibie termasuk Ny Ainun Habibie.

    IV

    Walisongo

    Sekali lagi kisah Walisongo penuh dengan cerita-cerita yang sarat

    dengan mistik. Namun Widji Saksono dalam bukunya “Mengislamkan Tanah

    Jawa” telah menyajikan analisis yang memenuhi syarat keilmuan. Widji

    Saksono tidak terlarut dalam cerita mistik itu, memberi bahasan yang

    memadai tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau yang bertentangan

    dengan akidah Islamiyah.

    Widji Saksono cukup menonjolkan apa yang dialami oleh Raden Rachmat

    dengan dua temannya ketika dijamu oleh Prabu Brawidjaja dengan tarian

    oleh penan putri yang tidak menutup aurat. Melihat itu Raden Rachmat

    selalu komat-kamit, tansah ta’awudz. Yang dimaksudkan pemuda tampan

    terus istighfar melihat putri-putri cantik menari dengan sebagian

    auratnya terbuka. Namun para pengagum Walisongo akan “kecelek” (merasa

    tertipu, red) kalau membaca tulisan Asnan Wahyudi dan Abu Khalid.

    Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi dari

    sumber orisinil yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki.

    Menurut sumber tersebut, temyata organisasi Walisongo dibentuk oleh

    Sultan Muhammad I. Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat itu,

    Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan

    orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang

    ilmu agama saja. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada

    pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim

    beberapa ulama yang mempunyai karomah.

    Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk fim

    beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun

    1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan

    ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab

    Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh

    Syekh Maulana Al Maghribi. Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9

    orang tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.

    2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.

    3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.

    4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.

    5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.

    6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.

    7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.

    8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.

    9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang

    dihuni jin jahat (??).

    Dengan informasi baru itu terjungkir-baliklah sejarah Wallsongo versi

    Jawa. Ternyata memang sejarah Walisongo versi non-Jawa, seperti telah

    disebutkan di muka, tidak pemah diekspos, entah oleh Belanda atau oleh

    siapa, agar orang Jawa, termasuk yang memeluk agama Islam, selamanya

    terus dan semakin tersesat dari kenyataan yang sebenamya. Dengan

    informasi baru itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu.

    Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam. Oleh

    karena gerakan ini mendapat perlawanan dengan gerakan yang lain,

    termasuk gerakan Syekh Siti Jenar.

    Latar Belakang Gerakan Syekh Siti Jenar

    Tulisan tentang Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya bersumber pada satu

    tulisan saja, yang mula-mula tanpa pengarang. Tulisan yang ada

    pengarangnya juga ada, misalnya Serat Sastro Gendhing oleh Sultan

    Agung. Buku berjudul Ajaran Syekh Siti Jenar karya Raden Sosrowardojo

    yang menjadi buku induk karya Dr Abdul Munir Mulkhan itu sebenarnya

    merupakan gubahan atau tulisan ulang dari buku dengan judul yang sama

    karya Ki Panji Notoroto. Nama Panji Notoroto adalah samaran mantan

    Adipati Mataram penganut berat ajaran Syekh Siti Jenar. Ki Panji

    Notoro memberi informasi menarik, bahwa rekan-rekan Adipati

    seangkatannya ternyata tidak ada yang dapat membaca dan menulis. Ini

    menunjukkan bahwa setelah era Demak Bintoro, nampaknya pendidikan

    klasikal di masyarakat tidak berkembang sama sekali.

    Memahami Al Qur’an dan Hadits tidak mungkin kalau tidak disadari

    dengan ilmu. Penafsiran Al Qur’an tanpa ilmu akan menghasilkan

    hukum-hukum yang sesat belaka. Itulah nampaknya yang terjadi pada era

    pasca Demak, yang kebetulan sejak Sultan Hadiwidjojo agama yang dianut

    kerajaan adalah agama manunggaling kawulo Gusti. Di samping masalah

    pendidikan, sejak masuknya agama Hindu di Jawa ternyata pertentangan

    antar agama tidak pernah reda. Hal ini dengan jelas ditulis di dalam

    Babad Demak. Karena pertentangan antar agama itulah Mataram Hindu

    runtuh (telah diterangkan sebelumnya). Sampai dengan era Singasari,

    masih ada tiga agama besar di Jawa yaitu Hindu, Budha dan Animisme

    yang juga sering disebut Agama Jawa. Untuk mencoba meredam

    pertentangan agama itu, Prabu Kertonegoro, raja besar dan terakhir

    Singasari, mencoba untuk menyatukannya dengan membuat agama baru

    disebut agama Syiwa-Boja. Syiwa mewakili agama Hindu, Bo singkat Buda

    dan Ja mewakili agama Jawa.

    Nampaknya sintesa itulah yang, ditiru oleh politik besar di Indonesa

    akhir decade 1950-an dulu, Nasakom. Dengan munculnya Islam sebagai

    agama mayoritas baru, banyak pengikut agama Hindu, Budha dan Animisme

    yang melakukan perlawanan secara tidak terang-terangan. Mereka lalu

    membuat berbagai cerita, misalnya Gatholoco, Darmogandhul, Wali Wolu

    Wolak-walik, Syekh Bela Belu, dan yang paling terkenal Syekh Siti

    Jenar. Untuk yang terakhir itu kebetulan dapat di-dhompleng-kan kepada

    salah satu anggota Walisongo yang terkenal, yaitu Sunan Kalijogo

    seperti telah disebutkan di muka.

    Jadi Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya sebuah gerakan anti reformasi,

    anti perubahan dari Hindu-Budha-Jawa ke Islam. Oleh karena itu isi

    gerakan itu selalu sinis terhadap ajaran Islam, dan hanya diambil

    potongan-potongannya yang secara sepintas nampak tidak masuk akal.

    Potongan- potongan ini banyak sekali disitir oleh Dr Abdul Munir

    Mulkhan tanpa telaah yang didasarkan pada dua hal, yaltu logika dan

    aqidah.

    Pernyataan-pernyataan

    Masalah pernyataan yang dibuat oleh penulis buku ini telah saya

    singgung di muka. Banyak sekali pernyataan yang saya sebagai muslim

    ngeri membacanya, karena buku ini ditulis juga oleh seorang muslim,

    malah Ketua sebuah organisasi Islam besar. Misalnya pernyataan yang

    menyebutkan: “ngurusi” Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan semakin tidak

    manusiawi, kelompok syariah yang dibenturkan dengan kelompok sufi,

    orang beragama yang mengutamakan formalitas, dan sebagainya.

    Setahu saya dulu pernyataan seperti itu memang banyak diucapkan oleh

    orang-orang dari gerakan anti Islam, termasuk orang-orang dari Partai

    Komunis Indonesia yang pemah menggelar kethoprak dengan lakon “Patine

    Gusti Allah” (matinya Allah,red) di daerah Magelang tahun 1965-an

    awal. Bahkan ada pernyataan yang menyebutkan bahwa syahadat, sholat,

    puasa, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji itu tidak perlu. Yang

    penting berbuat baik untuk kemanusiaan.

    Ini jelas pendapat para penganut agama Jawa yang sedih karena

    pengaruhnya terdesak oleh Islam. Rosululloh juga tidak mengajarkan

    pelaksanaan ibadah hanya secara formalistik, secara ritual saja.

    Dengan Islam mengajarkan kepada penganutnya untuk berbuat baik, karena

    kehidupan muslimin harus memenuhi dua aspek, yaitu hablum minannaas wa

    hablum minalloh.

    Di dalam buku, seperti saya sebutkan, hendaknya pernyataan disusun

    sedemikian rupa untuk membangun sebuah misi atau pengertian. Apa

    sebenarnya misi yang akan dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan dengan

    menulir buku Syekh Siti Jenar itu. Buku ini juga dengan jelas

    menyiratkan kepada pembaca

    bahwa mempelajari ajaran Syekh Siti Jenar itu lebih balk dibanding

    dengan mempelajari fikih atau syariat. Islam tidak mengkotak-kotakkan

    antara fikih, sufi dan sebagainya. Islam adalah satu, yang karena

    begitu kompleksnya maka orang harus belajar secara bertahap. Belajar

    syariah merupakan tahap awal untuk mengenal Islam.

    Penulis juga membuat pernyataan tentang mengkaji Al Qur’an. Bukan

    hanya orang Islam dan orang yang tahun bahasa Arab saja yang boleh

    belajar Qur’an. Di sini nampaknya penulis lupa bahwa untuk belajar Al

    Qur’an ada, dua syarat yang harus dipenuhl, yaitu muttaqien (Al

    Baqoroh ayat 2) dan tahu penjelasannya, yang sebagian telah

    dicontohkan oleh Muhammad Saw. Jadi sebenamya boleh saja siapapun

    mengkaji Al Qur’an, tetapi tentu tidak boleh semaunya sendiri, tanpa

    melewati dua rambu penting itu. Oleh karena itu saya mengajak kepada

    siapapun, apalagi yang beragama Islam, untuk belaiar Al Qur’an yang

    memenuhi kedua syarat itu, misalnya kepada Ustadz Umar Budiargo,

    ustadz Mustafa Ismail, dan banyak lagi, khususnya alumni universitas

    Timur Tengah. Jangan belajar Al Qur’an dari pengikut ajaran Syekh Siti

    Jenar karena pasti akan tersesat sebab Syekh Siti Jenar adalah gerakan

    untuk melawan Islam.

    Catatan Kecil

    Untuk mengakhiri tanggapan saya, saya sampaikan beberapa catatan kecil

    pada buku Syekh Siti Jenar karya Dr Abdul Munis Mulkhan ini :

    1. Banyak kalimat yang tidak sempurna, tidak mempunyai subyek

    misalnya. Juga banyak kalimat yang didahului denga kata sambung.

    2. Banyak pernyataan yang terlalu sering diulang-ulang sehingga

    terkesan mengacaukan sistematika penulisan.

    3. Bab Satu diakhir dengan Daftar Kepustakaan, Bab lain tidak, dan

    buku ini ditutup dengan Sumber Pustaka. Yang yang tercantum didalam

    Daftar kepustakaan Bab Satu hampir sama dengan yang tercantum dalam

    Sumber Pustaka.

    4. Cara mensitir penulis tidak konsisten, contoh dapat dilihat pada

    halaman II yang menyebut: …… sejarah Islam (Madjld, Khazanah,

    1984), dan di alinea berikutnya tertulis:……. Menurut Nurcholish

    Madjld (Khazanas, 1984, hlm 33).

    5. Bab Keempat, seperti diakui oleh penulis, merupakan terjemahan buka

    karya Raden Sosrowardoyo yang pemah ditulis di dalam buku dengan judul

    hampir sama oleh penulis. Di dalam buku ini bab tersebut mengambil

    hampir separoh buku (halaman 179-310). Karena pemah ditulis, sebenamya

    di sini tidak perlu ditulis lagi melainkan cukup mensitir saja.

    Beberapa catatan ini memang kecil, tetapi patut disayangkan untuk

    sebuah karya dari seorang pemegang gelar akademik tertinggi, Doktor.

    Demikianlah tanggapan saya, kurang lebihnya mohon dima’afkan. Semoga

    yang saya lakukan berguna untuk berwasiat-wasitan (saling

    menasehati,red) didalam kebenaran sesuai dengan amanat Alloh Swt di

    dalam surat Al-’Ashr

    Amien.

    IKUT NIMBRUNG LAGI said:
    Januari 17, 2012 pukul 2:06 pm

    Misteri Islamisasi Jawa

    Tulisan Dari Prof. Hasanu Simon :

    I. Sebelum saya sampaikan tanggapan dan komentar saya terhadap buku

    berjudul “Syekh Siti Jenar, Ajaran dan Jalan Kematian”, karya Dr Abdul

    Munir Mulkhan, saya sampaikan dulu mengapa saya bersedia ikut menjadi

    pembahas buku tersebut. Tentu saja saya mengucapkan terima kasih

    kepada panitia atas kepercayaan yang diberikan kepada saya di dalam

    acara launching buku yang katanya sangat laris ini.

    Saya masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1965, memilih Jurusan

    Manajemen Hutan. Sebelum lulus saya diangkat menjadi asisten, setelah

    lulus mengajar Perencanaan dan Pengelolaan Hutan. Pada waktu ada

    Kongres Kehutanan Dunia VIII di Jakarta tahun 1978, orientasi sistem

    pengetolaan hutan mengalami perubahan secara fundamental. Kehutanan

    tidak lagi hanya dirancang berdasarkan ilmu teknik kehutanan

    konvensional, melainkan harus melibatkan ilmu sosial ekonomi

    masyarakat. Sebagai dosen di bidang itu saya lalu banyak mempelajari

    hubungan hutan dengan masyarakat mulai jaman kuno dulu. Di situ saya

    banyak berkenalan dengan sosiologi dan antropologi. Khusus dalam

    mempelajari sejarah hutan di Jawa, banyak masalah sosiologi dan

    antropologi yang amat menarik.

    Kehutanan di Jawa telah menyajikan sejarah yang amat panjang dan

    menarik untuk menjadi acuan pengembangan strategi kehutanan sosial

    (social forestry strategy) yang sekarang sedang dan masih dicari oleh

    para ilmuwan. Belajar sejarah kehutanan Jawa tidak dapat melepaskan

    diri dengan sejarah bangsa Belanda. Dalam mempelajari sejarah Belanda

    itu, penulis sangat tertarik dengan kisah dibawanya buku-buku dan

    Sunan Mbonang di Tuban ke negeri Belanda. Peristiwa itu sudah terjadi

    hanya dua tahun setelah bangsa Belanda mendarat di Banten. Sampai

    sekarang buku tersebut masih tersimpan rapi di Leiden, diberi nama

    “Het Book van Mbonang”, yang menjadi sumber acuan bagi para peneliti

    sosiologi dan antropologi.

    Buku serupa tidak dijumpai sama sekali di Indonesia. Kolektor buku

    serupa juga tidak dijumpai yang berkebangsaan Indonesia. Jadi

    seandainya tidak ada “Het Book van Mbonang”, kita tidak mengenal sama

    sekali sejarah abad ke-16 yang dilandasi dengan data obyektif

    Kenyataan sampai kita tidak memiliki data obyektif tentang Sunan

    Ampel, Sunan Giri, Sunan Kalijogo, dan juga tentang Syekh Siti Jenar.

    Oleh karena itu yang berkembang lalu kisah-kisah mistik bercampur

    takhayul, termasuk misteri Syekh Siti Jenar yang hari ini akan kita

    bicarakan. Kisah Walisongo yang penuh dengan mistik dan takhayul itu

    amat ironis, karena kisah tentang awal perkembangan Islam di

    Indonesia, sebuah agama yang sangat keras anti kemusyrikan.

    Pembawa risalah Islam, Muhammad SAW yang lahir 9 abad sebelum era

    Wallsongo tidak mengenal mistik. Beliau terluka ketika berdakwah di

    Tho’if, beliau juga terluka dan hampir terbunuh ketika perang Uhud.

    Tidak seperti kisah Sunan Giri, yang ketika diserang pasukan Majapahit

    hanya melawan tentara yang jumlahnya lebih banyak itu dengan

    melemparkan sebuah bollpoint ke pasukan Majapahit. Begitu dilemparkan

    bollpoint tersebut segera berubah menjadi keris sakti, lalu

    berputar-putar menyerang pasukan Majapahit dan bubar serta kalahlah

    mereka. Keris itu kemudian diberi nama Keris Kolomunyeng, yang oleh

    Kyai Langitan diberikan kepada Presiden Gus Dur beberapa bulan lalu

    yang antara lain untuk menghadapi Sidang Istimewa MPR yang sekarang

    sedang digelar, dan temyata tidak ampuh.

    Kisah Sunan Kalijogo yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk

    membuat tiang masjid dari tatal dan sebagai penjual rumput di Semarang

    yang diambil dari Gunung Jabalkat. Kisah Sunan Ampel lebih hebat lagi;

    salah seorang pembantunya mampu melihat Masjidil Haram dari Surabaya

    untuk menentukan arah kiblat. Pembuat ceritera ini jelas belum tahu

    kalau bumi berbentuk bulat sehingga permukaan bumi ini melengkung.

    Oleh karena itu tidak mungkin dapat melihat Masjidil Haram dari Surabaya.

    Islam juga mengajarkan bahwa Nabi lbrahim AS, yang hidup sekitar 45

    abad sebelum era Walisongo, yang lahir dari keluarga pembuat dan

    penyembah berhala, sepanjang hidupnya berdakwah untuk anti berhala .

    Ini menunjukakan bahwa kisah para wali di Jawa sangat ketinggalan

    jaman dibanding dengan kisah yang dialami oleh orang-orang yang

    menjadi panutannya, pada hal selisih waktu hidup mereka sangat jauh.

    “Het Book van Mbonang” yang telah melahirkan dua orang doktor dan

    belasan master bangsa Belanda itu memberi petunjuk kepada saya,

    pentingnya menulis sejarah berdasarkan fakta yang obyektif “Het Book

    van Bonang” tidak menghasilkan kisah Keris Kolomunyeng, kisah cagak

    dan tatal, kisah orang berubah menjadi cacing, dan sebagainya.

    Itulah ketertarikan saya dengan Syekh Siti Jenar sebagai bagian dari

    sejarah Islam di Indonesia. Saya tertarik untuk ikut menulis tentang

    Syekh Siti Jenar dan Walisongo. Tulisan saya belum selesai, tapi niat

    saya untuk terlibat adalah untuk membersihkan sejarah Islam di Jawa

    ini dari takhayul, mistik, khurofat dan kemusyrikan. Itulah sebabnya

    saya terima tawaran panitia untuk ikut membahas buku Syekh Siti Jenar

    karya Dr Abdul Munir Mulkhan ini. Saya ingin ikut mengajak masyarakat

    untuk segera meninggalkan dunia mitos dan memasuki dunia ilmu.

    Dunia mitos tidak saja bertentangan dengan akidah Islamiyah, tetapi

    juga sudah ketinggalan jaman ditinjau dari aspek perkembangan ilmu

    pengetahuan. Secara umum dunia mitos telah ditinggalkan akhir abad

    ke-19 yang lalu, atau setidak-tidaknya awal abad ke-20. Apakah kita

    justru ingin kembali ke belakang? Kalau kita masih berkutat dengan

    dunia mitos, masyarakat kita juga hanya akan menghasilkan pemimpin

    mitos yang selalu membingungkan dan tidak menghasilkan sesuatu.

    II

    Siapa Syekh Siti Jenar ? Kalau seseorang menulis buku, tentu para

    pembaca berusaha untuk mengenal jatidiri penulis tersebut, mininal

    bidang keilmuannya. Oleh karena itu isi buku dapat dijadikan tolok

    ukur tentang kadar keilmuan dan identitas penulisnya. Kalau ternyata

    buku itu berwama kuning, penulisnya juga berwama kuning. Sedikit

    sekali terjadi seorang yang berfaham atheis dapat menulis buku yang

    bersifat relijius karena dua hal itu sangat bertentangan. Seorang

    sarjana pertanian dapat saja menulis buku tentang sosiologi, karena

    antara pertanian dan sosiologi sering bersinggungan. Jadi tidak

    mustahil kalau Isi sebuah buku tentu telah digambarkan secara singkat

    oleh judulnya. Buku tentang Bertemak Kambing Ettawa menerangkan

    seluk-beluk binatang tersebut, manfaatnya, jenis pakan, dan sebagainya

    yang mempunyai kaitan erat dengan kambing Ettawa.

    Judul buku karya Dr Abdul Munir Mulkhan ini adalah: “Ajaran dan Jalan

    Kematian Syekh Siti Jenar. Pembaca tentu sudah membayangkan akan

    memperoleh informasi tentang kedua hal itu, yaitu ajaran Syekh Siti

    Jenar dan bagaiamana dia mati. Penulis buku juga setia dengan

    ketentuan seperti itu.

    Bertitik-tolak dari ketentuan umum itu, paragraf 3 sampai dengan 6 Bab

    Satu tidak relevan. Bab Satu diberi judul: Melongok Jalan Sufi:

    Humanisasi Islam Bagi Semua. Mungkin penulis ingin mengaktualisasikan

    ajaran Syekh Siti Jenar dengan situasi kini, tetapi apa yang ditulis

    tidak mengena sama sekali. Bahkan di dalam paragraf 3-6 itu banyak

    pemyataan (statements) yang mencengangkan saya sebagai seorang muslim.

    Pernyataan di dalam sebuah tulisan, termasuk buku, dapat berasal dari

    diri sendiri atau dari orang lain. Pemyataan orang lain mesti

    disebutkan sumbernya; oleh karena itu peryataan yang tidak ada

    sumbemya dianggap oleh pembaca sebagai pernyataan dari penulis.

    Peryataan orang lain dapat berbeda dengan sikap, watak dan pendapat

    penulis, tetapi pernyataan penulis jelas menentukan sikap, watak dan

    pendapatnya. Pernyataan-pernyataan di dalam sebuah buku tidak lepas

    satu dengan yang lain. Rangkaiannya, sistematika penyajiannya,

    merupakan sebuah bangunan yang menentukan kadar ilmu dan kualitas buku

    tersebut. Rangkaian dan sistematika pernyataan musti disusun menurut

    logika keilmuan yang dapat diterima dan dibenarkan oleh masyarakat ilmu.

    Untuk mengenal atau menguraikan ajaran Syekh Siti Jenar, adalah logis

    kalau didahului dengan uraian tentang asal-usul yang empunya ajaran.

    Ini juga dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan (Paragraf I Bab Satu,

    halaman 3-10). Di dalam paragraf tersebut diterangkan asal-usul Syekh

    Siti Jenar tidak jelas. Seperti telah diterangkan, karena tidak ada

    sumber obyektif maka kisah asal-usul ini juga penuh dengan

    versi-versi. Di halaman 3, dengan mengutip penelitian Dalhar Shofiq

    untuk skripsi S-1 Fakultas Filsafat UGM, diterangkan bahwa Syekh Siti

    Jenar adalah putera seorang raja pendeta dari Cirebon bemama Resi

    bungsu. Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Hasan Ali alias Abdul Jalil.

    Kalau seseorang menulis buku, apalagi ada hubungannya dengan hasil

    penelitian, pembahasan secara ilmiah dengan menyandarkan pada logika

    amat penting. Tidak semua berita dikutip begitu saja tanpa analisis.

    Di dalam uraian tentang asal-usul Syekh Siti Jenar di halaman 3-10 ini

    jelas sekali penuh dengan kejanggalan, tanpa secuil analisis pun untuk

    memvalidasi berita tersebut. Kejanggalan-kejanggalan itu adalah:

    1 . Ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang raja pendeta benama Resi

    Bungsu. Istilah raja pendeta ini kan tidak jelas. Apakah dia seorang

    raja, atau pendeta. Jadi beritanya saja sudah tidak jelas sehingga

    meragukan.

    2. Di halaman 62, dengan mengutip sumber Serat Syekh Siti Jenar,

    diterangkan bahwa ayah Syekh Siti Jenar adalah seorang elite agama

    Hindu-Budha. Agama yang disebutkan ini juga tidak jelas. Agama Hindu

    tidak sama dengan agama Budha. Setelah Islam muncul menjadi agama

    mayoritas penduduk pulau Jawa, persepsi umum masyarakat memang

    mengangap agama Hindu dan Budha sama. Pada hal ajaran kedua agama itu

    sangat berbeda, dan antara keduanya pernah terjadi perseteruan akut

    selama berabad-abad. Runtuhnya Mataram Hindu pada abad ke-10

    disebabkan oleh perseteruan akut tersebut. Runtuhnya Mataram Hindu

    berakibat sangat fatal bagi perkembangan Indonesia. Setelah itu

    kerajaan-kerajaan Jawa terus menerus terlibat dengan pertikaian yang

    membuat kemunduran. Kemajuan teknologi bangsa Jawa yang pada abad

    ke-10 sudah di atas Eropa, pada abad ke-20 ini jauh di bawahnya. Tidak

    hanya itu, bahkan selama beberapa abad Indonesia (termasuk Jawa) ada

    di bawah bayang-bayang bangsa Eropa.

    3. Kalau ayah Syekh Siti Jenar beragama Hindu atau Budha, mengapa

    anaknya diberi nama Arab, Hasan Ali alias Abdul Jalil. Apalagi seorang

    “raja pendeta” yang hidup di era pergeseran mayoritas agama rakyat

    menuju agama Islam, tentu hal itu janggal terjadi.

    4. Atas kesalahan yang dilakukan anaknya, sang ayah menyihir sang anak

    menjadi seekor cacing lalu dibuang ke sungai. Di sini tidak disebut

    apa kesalahan tersebut, sehinga sang ayah sampai tega menyihir anaknya

    menjadi cacing. Masuk akalkah seorang ayah yang “raja pendeta”

    menyihir anaknya menjadi cacing. Ilmu apakah yang dimiliki “raja

    pendeta” Resi Bungsu untuk merubah seseorang menjadi cacing? Kalau

    begitu, mengapa Resi Bungsu tidak menyihir para penyebar Islam yang

    pada waktu itu mendepak pengaruh dan ketenteraman batinnya? Ceritera

    seseorang mampu merubah orang menjadi binatang ceritera kuno yang

    mungkin tidak pemah ada orang yang melihat buktinya. Ini hanya terjadi

    di dunia pewayangan yang latar belakang agamanya Hindu (Mahabarata)

    dan Budha (Ramayana).

    5. Cacing Hasan Ali yang dibuang di sungai di Cirebon tersebut, suatu

    ketika terbawa pada tanah yang digunakan untuk menembel perahu Sunan

    Mbonang yang bocor. Sunan Mbonang berada di atas perahu sedang

    mengajar ilmu gaib kepada Sunan Kalijogo. Betapa luar biasa

    kejanggalan pada kalimat tersebut. Sunan Mbonang tinggal di Tuban,

    sedang cacing Syekh Siti Jenar dibuang di sungai daerah Cirebon. Di

    tempat lain dikatakan bahwa Sunan Mbonang mengajar Sunan Kalijogo di

    perahu yang sedang terapung di sebuah rawa. Adakah orang menembel

    perahu bocor dengan tanah? Kalau toh menggunakan tanah, tentu dipilih

    dan disortir tanah tersebut, termasuk tidak boleh katutan (membawa)

    cacing.

    6. Masih di halaman 4 diterangkan, suatu saat Hasan Ali dilarang Sunan

    Giri mengikuti pelajaran ilmu gaib kepada para muridnya. Tidak pemah

    diterangkan, bagaimana hubungan Hasan Ali dengan Sunan Giri yang

    tinggal di dekat Gresik. Karena tidak boleh, Hasan Ali lalu merubah

    dirinya menjadi seekor burung sehingga berhasil mendengarkan kuliah

    Sunan Giri tadi dan memperoleh ilmu gaib. Setelah itu Hasan Ali lalu

    mendirikan perguruan yang ajarannya dianggap sesat oleh para wali.

    Untuk apa Hasan Ali belajar ilmu gaib dari Sunan Giri, pada hal dia

    sudah mampu merubah dirinya menjadi seekor burung.

    Al hasil, seperti dikatakan oleh Dr Abdul Munis Mulkhan sendiri dan

    banyak penulis yang lain, asal-usul Syekh Siti Jenar memang tidak

    jelas. Karena itu banyak pula orang yang meragukan, sebenarnya Syekh

    Siti Jenar itu pernah ada atau tidak . Pertanyaan ini akan saya jawab

    di belakang. Keraguan tersebut juga berkaitan dengan, di samping

    tempat lahimya, di mana sebenamya tempat tinggal Syekh Siti Jenar.

    Banyak penulis selalu menerangkan bahwa nama lain Syekh Siti Jenar

    adalah: Sitibrit, Lemahbang, Lemah Abang. Kebiasaan waktu, nama sering

    dikaitkan dengan tempat tinggal. Di mana letak Siti Jenar atau Lemah

    Abang itu sampai sekarang tidak pemah jelas; padahal tokoh terkenal

    yang hidup pada jaman itu semuanya diketahui tempat tinggalnya. Syekh

    Siti Jenar tidak meninggalkan satupun petilasan.

    Karena keraguan dan ketidak-jelasan itu, saya setuju dengan pendapat

    bahwa Syekh Siti Jenar memang tidak pemah ada. Lalu apa sebenarnya

    Syekh Siti Jenar itu? Sekali lagi pertanyaan ini akan saya jawab di

    belakang nanti. Kalau Syekh Siti Jenar tidak pernah ada, mengapa kita

    ber-tele-tele membicarakan ajarannya. Untuk apa kita berdiskusi

    tentang sesuatu yang tidak pemah ada. Apalagi diskusi itu dalam rangka

    memperbandingkan dengan Al Qur’an dan Hadits yang amat jelas

    asal-usulnya, mulia kandungannya, jauh ke depan jangkauannya, tinggi

    muatan ipteknya, sakral dan dihormati oleh masyarakat dunia.

    Sebaliknya, Syekh Siti Jenar hanya menjadi pembicaraan sangat terbatas

    di kalangan orang Jawa. Tetapi karena begitu sinis dan menusuk

    perasaan orang Islam yang telah kaffah bertauhid, maka mau tidak mau

    lalu sebagian orang Islam harus melayaninya. Oleh karena itu sebagai

    orang Islam yang tidak lagi ragu terhadap kebenaran Al Qur’an dan

    kerosulan Muhammad Saw, saya akan berkali-kali mengajak

    saudara-saudaraku orang Islam untuk berhati-hati dan jangan terlalu

    banyak membuang waktu untuk mendiskusikan ceritera fiktif yang

    berusaha untuk merusak akidah Islamiyah ini.

    III

    Sunan Kalijogo

    Semua orang di Indonesia, apalagi orang Islam, kenal dengan nama Sunan

    Kalijogo yang kecilnya bernama Raden Mas Said ini. Dikatakan dia

    adalah putera Adipati Tuban Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur Yang

    beragama Islam.

    Silsilah Raden Sahur ke atas adalah putera Ario Tejo III (Islam),

    putera Ario Tejo II, putera Ario Tejo II (Hindu), putera Ario Tejo I,

    putera Ronggolawe, putera Ario Banyak Wide alias Ario Wiraraja, putera

    Adipati Ponorogo. Itulah asal usul Sunan Kalijogo yang banyak ditulis

    dan diyakini orang, yang sebenamya merupakan versi Jawa. Dua versi

    lainnya tidak pernah ditulis atau atau tidak dijumpai dalam media

    cetak sehingga tidak diketahui masyarakat luas (Imron Abu Ammar, 1992).

    Di depan telah saya singgung bahwa kisah Sunan Kalijogo versi Jawa ini

    penuh dengan ceritera mistik. Sumber yang orisinil tentang kisah

    tersebut tidak tersedia. Ricklefs, sejarawan Inggris yang banyak

    meneliti sejarah Jawa, menyebutkan bahwa sebelum ada catatan bangsa

    Belanda memang tidak tersedia data yang dapat dipercaya tentang

    sejarah Jawa. Sejarah Jawa banyak bersumber dari cerita rakyat yang

    versinya banyak sekali. Mungkin cerita rakyat itu bersumber dari

    catatan atau cerita orang-orang yang pernah menjabat sebagai Juru

    Pamekas, lalu sedikit demi sedikit mengalami distorsi setelah melewati

    para pengagum atau penentangnya.

    Namun demikian sebenarnya Sunan Kalijogo meninggalkan dua buah karya

    tulis, yang satu sudah lama beredar sehingga dikenal luas oleh

    masyarakat, yaitu Serat Dewo Ruci, sedang yang satu lagi belum dikenal

    luas, yaitu Suluk Linglung. Serat Dewo Ruci telah terkenal sebagai

    salah satu lakon wayang. Saya pertama kali melihat wayang dengan lakon

    Dewo Ruci pada waktu saya masih duduk di kelas 5 SR, di desa kalahiran

    ibu saya Pelempayung (Madiun) yang dimainkan oleh Ki dalang Marijan.

    Sunan Kalijogo sendiri sudah sering menggelar lakon yang sebenarnya

    merupakan kisah hidup yang diangan-angkan sendiri, setelah kurang puas

    dengan jawaban Sunan Mbonang atas pertanyaan yang diajukan. Sampai

    sekarang Serat Dewo Ruci merupakan kitab suci para penganut Kejawen,

    yang sebagian besar merupakan pengagum ajaran Syekh Siti Jenar yang

    fiktif tadi.

    Kalau Serat Dewo Ruci diperbandingkan dengan Suluk Linglung, mungkin

    para penganut Serat Dewo Ruci akan kecelek. Mengapa demikian? Isi

    Suluk Linglung temyata hampir sama dengan isi Serat Dewo Ruci, dengan

    perbedaan sedikit namun fundamental. Di dalam Suluk Linglung Sunan

    Kalijogo telah menyinggung pentingnya orang untuk melakukan sholat dan

    puasa, sedang hal itu tidak ada sama sekali di dalam Serat Dewo Ruci.

    Kalau Serat Dewo Ruci telah lama beredar, Suluk Linglung baru mulai

    dikenal akhir-akhir ini saja. Naskah Suluk Linglung disimpan dalam

    bungkusan rapi oleh keturunan Sunan Kalijogo. Seorang pegawai

    Departemen Agama Kudus, Drs Chafid mendapat petunjuk untuk mencari

    buku tersebut, dan ternyata disimpan oleh Ny Mursidi, keturunan Sunan

    Kalijogo ke-14. Buku tersebut ditulis di atas kulit kambing, oleh

    tangan Sunan Kalijogo sendin’ menggunakan huruf Arab pegon berbahasa

    Jawa. Tahun 1992 buku diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

    Saat ini saya sedang membahas kedua buku itu, dan untuk sementara saya

    sangat bergembira karena menurut kesimpulan saya, menjelang wafat

    ternyata Sunan Kalijogo menjadi kaffah mengimani Islam. Sebelumnya

    Sunan Kalijogo tidak setia menjalankan syariat Islam, sehingga orang

    Jawa hanya meyakini bahwa yang dilakukan oleh Sunan terkenal ini bukan

    sholat lima waktu melain sholat da’im. Menurut Ustadz Mustafa Ismail

    LC, da’im berarti terus-menerus. Jadi Sunan Kalijogo tidak sholat lima

    waktu melainkan sholat da’im dengan membaca Laa illaha ilalloh kapan

    saja dan di mana saja tanpa harus wudhu dan rukuk-sujud. Atas dasar

    itu untuk sementara saya membuat hipotesis bahwa Syekh Jenar sebenamya

    adalah Sunan Kalijogo. Hipotesis inilah yang akan saya tulis dan

    sekaligus saya gunakan untuk mengajak kaum muslimin Indonesia untuk

    tidak bertele-tele menyesatkan diri dalam ajaran Syekh Siti Jenar.

    Sayang, waktu saya masih banyak terampas untuk menyelesaikan buku-buku

    saya tentang kehutanan sehingga upaya saya untuk mengkaji dua buku

    tersebut tidak dapat berjalan lancar. Atas dasar itu pula saya

    menganggap bahwa diskusi tentang Syekh Siti Jenar, seperti yang

    dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan ini, menjadi tidak mempunyai

    landasan yang kuat kalau tidak mengacu kedua buku karya Sunan Kalijogo

    tersebut.

    Sebagai tambahan, pada waktu Sunan Kalijogo masih berjatidiri seperti

    tertulis di dalam Serat Dewo Ruci, murid-murid kinasih-nya berfaham

    manunggaling kawulo Gusti (seperti Sultan Hadiwidjojo, Pemanahan,

    Sunan Pandanaran, dan sebagainya), sedang setelah kaffah murid dengan

    tauhid murni, yaitu Joko Katong yang ditugaskan untuk mengislamkan

    Ponorogo. Joko Katong sendiri menurunkan tokoh-tokoh Islam daerah

    tersebut yang pengaruhnya amat luas sampai sekarang, termasuk Kyai

    Kasan Bestari (guru R Ng Ronggowarsito), Kyai Zarkasi (pendiri PS

    Gontor), dan mantan Presiden BJ Habibie termasuk Ny Ainun Habibie.

    IV

    Walisongo

    Sekali lagi kisah Walisongo penuh dengan cerita-cerita yang sarat

    dengan mistik. Namun Widji Saksono dalam bukunya “Mengislamkan Tanah

    Jawa” telah menyajikan analisis yang memenuhi syarat keilmuan. Widji

    Saksono tidak terlarut dalam cerita mistik itu, memberi bahasan yang

    memadai tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau yang bertentangan

    dengan akidah Islamiyah.

    Widji Saksono cukup menonjolkan apa yang dialami oleh Raden Rachmat

    dengan dua temannya ketika dijamu oleh Prabu Brawidjaja dengan tarian

    oleh penan putri yang tidak menutup aurat. Melihat itu Raden Rachmat

    selalu komat-kamit, tansah ta’awudz. Yang dimaksudkan pemuda tampan

    terus istighfar melihat putri-putri cantik menari dengan sebagian

    auratnya terbuka. Namun para pengagum Walisongo akan “kecelek” (merasa

    tertipu, red) kalau membaca tulisan Asnan Wahyudi dan Abu Khalid.

    Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi dari

    sumber orisinil yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki.

    Menurut sumber tersebut, temyata organisasi Walisongo dibentuk oleh

    Sultan Muhammad I. Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat itu,

    Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan

    orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang

    ilmu agama saja. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada

    pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim

    beberapa ulama yang mempunyai karomah.

    Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk fim

    beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun

    1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan

    ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab

    Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh

    Syekh Maulana Al Maghribi. Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9

    orang tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.

    2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.

    3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.

    4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.

    5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.

    6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.

    7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.

    8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.

    9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang

    dihuni jin jahat (??).

    Dengan informasi baru itu terjungkir-baliklah sejarah Wallsongo versi

    Jawa. Ternyata memang sejarah Walisongo versi non-Jawa, seperti telah

    disebutkan di muka, tidak pemah diekspos, entah oleh Belanda atau oleh

    siapa, agar orang Jawa, termasuk yang memeluk agama Islam, selamanya

    terus dan semakin tersesat dari kenyataan yang sebenamya. Dengan

    informasi baru itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu.

    Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam. Oleh

    karena gerakan ini mendapat perlawanan dengan gerakan yang lain,

    termasuk gerakan Syekh Siti Jenar.

    Latar Belakang Gerakan Syekh Siti Jenar

    Tulisan tentang Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya bersumber pada satu

    tulisan saja, yang mula-mula tanpa pengarang. Tulisan yang ada

    pengarangnya juga ada, misalnya Serat Sastro Gendhing oleh Sultan

    Agung. Buku berjudul Ajaran Syekh Siti Jenar karya Raden Sosrowardojo

    yang menjadi buku induk karya Dr Abdul Munir Mulkhan itu sebenarnya

    merupakan gubahan atau tulisan ulang dari buku dengan judul yang sama

    karya Ki Panji Notoroto. Nama Panji Notoroto adalah samaran mantan

    Adipati Mataram penganut berat ajaran Syekh Siti Jenar. Ki Panji

    Notoro memberi informasi menarik, bahwa rekan-rekan Adipati

    seangkatannya ternyata tidak ada yang dapat membaca dan menulis. Ini

    menunjukkan bahwa setelah era Demak Bintoro, nampaknya pendidikan

    klasikal di masyarakat tidak berkembang sama sekali.

    Memahami Al Qur’an dan Hadits tidak mungkin kalau tidak disadari

    dengan ilmu. Penafsiran Al Qur’an tanpa ilmu akan menghasilkan

    hukum-hukum yang sesat belaka. Itulah nampaknya yang terjadi pada era

    pasca Demak, yang kebetulan sejak Sultan Hadiwidjojo agama yang dianut

    kerajaan adalah agama manunggaling kawulo Gusti. Di samping masalah

    pendidikan, sejak masuknya agama Hindu di Jawa ternyata pertentangan

    antar agama tidak pernah reda. Hal ini dengan jelas ditulis di dalam

    Babad Demak. Karena pertentangan antar agama itulah Mataram Hindu

    runtuh (telah diterangkan sebelumnya). Sampai dengan era Singasari,

    masih ada tiga agama besar di Jawa yaitu Hindu, Budha dan Animisme

    yang juga sering disebut Agama Jawa. Untuk mencoba meredam

    pertentangan agama itu, Prabu Kertonegoro, raja besar dan terakhir

    Singasari, mencoba untuk menyatukannya dengan membuat agama baru

    disebut agama Syiwa-Boja. Syiwa mewakili agama Hindu, Bo singkat Buda

    dan Ja mewakili agama Jawa.

    Nampaknya sintesa itulah yang, ditiru oleh politik besar di Indonesa

    akhir decade 1950-an dulu, Nasakom. Dengan munculnya Islam sebagai

    agama mayoritas baru, banyak pengikut agama Hindu, Budha dan Animisme

    yang melakukan perlawanan secara tidak terang-terangan. Mereka lalu

    membuat berbagai cerita, misalnya Gatholoco, Darmogandhul, Wali Wolu

    Wolak-walik, Syekh Bela Belu, dan yang paling terkenal Syekh Siti

    Jenar. Untuk yang terakhir itu kebetulan dapat di-dhompleng-kan kepada

    salah satu anggota Walisongo yang terkenal, yaitu Sunan Kalijogo

    seperti telah disebutkan di muka.

    Jadi Syekh Siti Jenar sebenarnya hanya sebuah gerakan anti reformasi,

    anti perubahan dari Hindu-Budha-Jawa ke Islam. Oleh karena itu isi

    gerakan itu selalu sinis terhadap ajaran Islam, dan hanya diambil

    potongan-potongannya yang secara sepintas nampak tidak masuk akal.

    Potongan- potongan ini banyak sekali disitir oleh Dr Abdul Munir

    Mulkhan tanpa telaah yang didasarkan pada dua hal, yaltu logika dan

    aqidah.

    Pernyataan-pernyataan

    Masalah pernyataan yang dibuat oleh penulis buku ini telah saya

    singgung di muka. Banyak sekali pernyataan yang saya sebagai muslim

    ngeri membacanya, karena buku ini ditulis juga oleh seorang muslim,

    malah Ketua sebuah organisasi Islam besar. Misalnya pernyataan yang

    menyebutkan: “ngurusi” Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan semakin tidak

    manusiawi, kelompok syariah yang dibenturkan dengan kelompok sufi,

    orang beragama yang mengutamakan formalitas, dan sebagainya.

    Setahu saya dulu pernyataan seperti itu memang banyak diucapkan oleh

    orang-orang dari gerakan anti Islam, termasuk orang-orang dari Partai

    Komunis Indonesia yang pemah menggelar kethoprak dengan lakon “Patine

    Gusti Allah” (matinya Allah,red) di daerah Magelang tahun 1965-an

    awal. Bahkan ada pernyataan yang menyebutkan bahwa syahadat, sholat,

    puasa, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji itu tidak perlu. Yang

    penting berbuat baik untuk kemanusiaan.

    Ini jelas pendapat para penganut agama Jawa yang sedih karena

    pengaruhnya terdesak oleh Islam. Rosululloh juga tidak mengajarkan

    pelaksanaan ibadah hanya secara formalistik, secara ritual saja.

    Dengan Islam mengajarkan kepada penganutnya untuk berbuat baik, karena

    kehidupan muslimin harus memenuhi dua aspek, yaitu hablum minannaas wa

    hablum minalloh.

    Di dalam buku, seperti saya sebutkan, hendaknya pernyataan disusun

    sedemikian rupa untuk membangun sebuah misi atau pengertian. Apa

    sebenarnya misi yang akan dilakukan oleh Dr Abdul Munir Mulkhan dengan

    menulir buku Syekh Siti Jenar itu. Buku ini juga dengan jelas

    menyiratkan kepada pembaca

    bahwa mempelajari ajaran Syekh Siti Jenar itu lebih balk dibanding

    dengan mempelajari fikih atau syariat. Islam tidak mengkotak-kotakkan

    antara fikih, sufi dan sebagainya. Islam adalah satu, yang karena

    begitu kompleksnya maka orang harus belajar secara bertahap. Belajar

    syariah merupakan tahap awal untuk mengenal Islam.

    Penulis juga membuat pernyataan tentang mengkaji Al Qur’an. Bukan

    hanya orang Islam dan orang yang tahun bahasa Arab saja yang boleh

    belajar Qur’an. Di sini nampaknya penulis lupa bahwa untuk belajar Al

    Qur’an ada, dua syarat yang harus dipenuhl, yaitu muttaqien (Al

    Baqoroh ayat 2) dan tahu penjelasannya, yang sebagian telah

    dicontohkan oleh Muhammad Saw. Jadi sebenamya boleh saja siapapun

    mengkaji Al Qur’an, tetapi tentu tidak boleh semaunya sendiri, tanpa

    melewati dua rambu penting itu. Oleh karena itu saya mengajak kepada

    siapapun, apalagi yang beragama Islam, untuk belaiar Al Qur’an yang

    memenuhi kedua syarat itu, misalnya kepada Ustadz Umar Budiargo,

    ustadz Mustafa Ismail, dan banyak lagi, khususnya alumni universitas

    Timur Tengah. Jangan belajar Al Qur’an dari pengikut ajaran Syekh Siti

    Jenar karena pasti akan tersesat sebab Syekh Siti Jenar adalah gerakan

    untuk melawan Islam.

    Catatan Kecil

    Untuk mengakhiri tanggapan saya, saya sampaikan beberapa catatan kecil

    pada buku Syekh Siti Jenar karya Dr Abdul Munis Mulkhan ini :

    1. Banyak kalimat yang tidak sempurna, tidak mempunyai subyek

    misalnya. Juga banyak kalimat yang didahului denga kata sambung.

    2. Banyak pernyataan yang terlalu sering diulang-ulang sehingga

    terkesan mengacaukan sistematika penulisan.

    3. Bab Satu diakhir dengan Daftar Kepustakaan, Bab lain tidak, dan

    buku ini ditutup dengan Sumber Pustaka. Yang yang tercantum didalam

    Daftar kepustakaan Bab Satu hampir sama dengan yang tercantum dalam

    Sumber Pustaka.

    4. Cara mensitir penulis tidak konsisten, contoh dapat dilihat pada

    halaman II yang menyebut: …… sejarah Islam (Madjld, Khazanah,

    1984), dan di alinea berikutnya tertulis:……. Menurut Nurcholish

    Madjld (Khazanas, 1984, hlm 33).

    5. Bab Keempat, seperti diakui oleh penulis, merupakan terjemahan buka

    karya Raden Sosrowardoyo yang pemah ditulis di dalam buku dengan judul

    hampir sama oleh penulis. Di dalam buku ini bab tersebut mengambil

    hampir separoh buku (halaman 179-310). Karena pemah ditulis, sebenamya

    di sini tidak perlu ditulis lagi melainkan cukup mensitir saja.

    Beberapa catatan ini memang kecil, tetapi patut disayangkan untuk

    sebuah karya dari seorang pemegang gelar akademik tertinggi, Doktor.

    Demikianlah tanggapan saya, kurang lebihnya mohon dima’afkan. Semoga

    yang saya lakukan berguna untuk berwasiat-wasitan (saling

    menasehati,red) didalam kebenaran sesuai dengan amanat Alloh Swt di

    dalam surat Al-’Ashr

    Amien.

    Wassalaamu ‘alaikum warokhwatulloohi wabarokaatuh.

    Yogyakarta, 24 Juli 2001

    maulana said:
    Januari 17, 2012 pukul 3:42 pm

    Justru seseorang yang mengklaim bahwa orang lain itu sesat perlu dipertanyakan ketauhidannya,keimanannya,keislamannya dan keihsanannya

    Solihin said:
    Januari 17, 2012 pukul 11:57 pm

    ASS…
    Dan tanpa mengurangi rasa hormat Saya.

    @ikut nimbrung.

    Anda: “tasawup tidak jelas artinya”

    saya: “apakah semua arti dari ayat2 alquran itu sudah jelas sedangkan terdapat banyak rahasia2 ALLAH didalamnya? Jwb saya, jelas tidak karna masi bayak ulama2 besar yg memperdebatkannya dari pada yg mengamalkannya.

    Pertanyaan saya:”apakah hal yang sipatnya rahasia dapat dikatakan jelas bagi yang tidak mengetahui isi rahasia itu?”

    Anda:”ada yang menyebut dari shuffah,bulu domba,shof terdepan,bahkn dari kata yunani:theo sophos.”

    saya:”1>bulu domba : dapat diartikan sesuatu yang tak terhitung jumlahnya bukan! seperti ILMU ALLAH YANG TAK TERHITUNG JUMLAHNYA, JANGANKAN ILMU TASYAWUF DAN APAPUN NAMA DAN BENTUKNYA SEMUA ILMU,bahkan ilmu iblis pun adalah ilmu ALLAH karna ALLAH LAH YG TELAH MENCIPTAKAN IBLIS.
    Logikanya lagi kalau orang mengatakan ILMU TASYAWUP ITU SESAT Berarti orang itu mengatakan ilmu ALLAH SESAT! DGN KATA LAIN MURTAD LAH KALIAN.
    2> shof terdepan adalah barisan terdepan setelah imam,imam adalah pemimpin,pemimpin islam adalah NABI BESAR MUHAMMAD SAW.dengan kata lain manusia yg memiliki ilmu tasyawuf ADALAH ORANG2 YG BERKEDUDUKAN NOMOR DUA SETELAH NABI MUHAMMAD DIMATA ALLAH.
    3>shuffah/bahasa yunani theo sophos maaf saya orang INDONESIA BUKAN ARAB/YUNANI

    Anda:”bagaimana mungki orang mempelajari sesuatu yg tidak jelas sebagai ajaran dari islam yang penting?”

    Saya:”benar ini tidak jelas, bagi orang2 yang akalnya sempit yg belum mendapat rahmat dari ALLAH! orang yang hanya bisa membaca dan menghafal tanpa mau mengamalkannya.

    CELAKALAH BAGI HAMBANYA YANG HANYA BANYAK TAU, TANPA MAU MEMETIK HIKMAH DARI SEGALA HAL.

    Mohon diralat kembali.
    Wasalam.

      IKUT NIMBRUNG said:
      Januari 18, 2012 pukul 9:51 am

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      Kepada @Solihin yang saya hormati, antum jangan cuma membaca mukodimah artikel diatas! bacalah secara tuntas,maka akan ada jawabanya.Bacalah dan cermati,Insya Alloh akan bermanfaat untuk antum dan yang lainya.

      Seharusnya orang yang mebela ajaran Tasawuf dan Siti jenar harus di DIRALAT/DIREFISI DAN RUJUK KEPADA AJARAN YANG BENAR.

      Tasawuf dan Ajaran Siti jenar adalah sama.Siti jenar adalahTasawuf produk lokal Indonesia.
      All Hallaj.Ibnu Arabi.Siti jenar terkenal di dunia Islam karena kesesatanya,bukan karena ajaranya yang benar.Yang menilai mereka sesat bukan orang awam,tetapi mereka adalah Ulama ulam besar. Kenapa sih kalian bela mati matian wong sudah jelas kesesatanya? coba Antum cek Kitab kitab para Ulama besar seperti Imam Malik,Assyafi’i,Imam Malik,Imam Ahmad.atau para ahli hadist seperti Imam Bukhori,Muslim,juga para Imam generasi pertengahan yaitu Imam Nawawi,Ibnu Hajar dan masih banyak lagi, Mereka satupun tidak ada membenarkan dan mengikuti ajaran Tasawuf.

      Kalau kita bicara siti jenar,tidak ada habisnya,karena Siti jenar adalah tokoh fiktif,dimunculkan untuk menolak Islam di Indonesia.Dari buku buku yang beredar tidak ada yang bisa dipercaya akan keontetikanya. Siti jenar tidak meninggalkan kitab ajarnya.Justru yang beredar adalah buku-buku dari kalangan orang munafik/zindik yang membenci Islam ada di tanah Jawa.kalau bicara Siti jenar, cuma KILA WA KOLA,Dari si fulan,si fulan berkata seperi ini dan itu,tidak ada rujukan kitab yang bisa dipertanggung jawabkan.

      Ana ucapkan kepada akhiy Perdana Akhmad.teruskan perjuanganmu…agar Umat Isalm tidak terbelenggu ajaran Tasawuf(Siti jenar)yang sesat dan menyasatkan Umat.

      Barokallohu fikum Jazakumullohu khayron katsiron

      IKUT NIMBRUNG said:
      Januari 18, 2012 pukul 1:17 pm

      Saudara Solihin menulis
      1. “2> shof terdepan adalah barisan terdepan setelah imam,imam adalah pemimpin,pemimpin islam adalah NABI BESAR MUHAMMAD SAW.dengan kata lain manusia yg memiliki ilmu tasyawuf ADALAH ORANG2 YG BERKEDUDUKAN NOMOR DUA SETELAH NABI MUHAMMAD DIMATA ALLAH.”

      Ini adalah menujukan kesesata pemahaman Tasawuf yang sangat Fatal,ini adalah pendapat pribadi kaum Tasawuf,adakah Rosululloh SAW berkata seperti itu?lalu dimana kedudukan para Nabi selain Nabi Muhammad Shololohu ‘alaihi Wassallam?,apakah kaum Tasawuf lebih mulia dari para Nabi?,Apakah Tasauf lebih mulia dari Shohabat abu bakar, Umar, Utsman, Ali, Rodhiallohu ‘Anhu?. Shubahanalloh.,Allohu Akbar,La Khaula wala kuwata illa billah
      Taubatlah Wahai Kaum Tasawuf sebelum ajal tiba…!

      2. “bahkan ilmu iblis pun adalah ilmu ALLAH karna ALLAH LAH YG TELAH MENCIPTAKAN IBLIS.”
      Sadarkah saudara Solihin dengan tulisan Antum?Anda menulis seperti itu, sama juga menyamakan Iblis dengan ALLOH Ta’ala…!apakah ALLOH berilmu seperi Iblis?
      ALLOHU MUSTA;AN, Yaaa Alloh ampunilah dan berilah hidayah agar kaum Sufi sadar kembali ke Al- Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman Shohabat sehingga mereka tidak tersesat

        Bejo said:
        Januari 25, 2012 pukul 6:01 pm

        @Ikut Nimbrung.
        Segeralah anda bertobat, banyak-banyaklah beristighfar karena anda menyimpulkan sendiri bahwa Iblis sama dengan Allah… ASTAGHFIRULLAH…
        Semua yg ada di alam semesta ini adalah ciptaan Allah.
        Untuk lebih jelasnya begini: jika saya dapat menciptakan rumus-rumus untuk membuat bom… jelas ilmu itu bukan ciptaan saya tapi itu adalah ciptaan Allah. Selanjutnya saya menggunakan bom itu untuk meledakkan rumah anda… itu merupakan perbuatan saya dan jika rumah anda meledak dan anda ikut tewas di dalamnya itupun atas idzin Allah.

        Pahamkah anda, pemisalan yg saya utarakan…
        maka pahamilah Islam secara benar dan mendalam… jangan hanya mengerti dikulit dan anda sudah menilai diri anda sudah mengerti tentang Islam.

        begoilmu said:
        Mei 5, 2012 pukul 6:02 pm

        Sesungguhnya beda antara orang2 yang mengkaji isi dan makna Alqur’an dengan orang2 yang tidak mengkajinya, orang2 itu hanya berpendapat dari nukilan pendapat orang lain.

    Agus Pramono said:
    Januari 22, 2012 pukul 1:51 am

    Yang merasa benar dan selama ini menyalahkan STJ.ngaca tu tengkukmu ….kenyataanya…..kelakuan KORUP pun berjamaah…low mang ente lebih baik dari STJ gimana tu …???!

    yudi islam cuma di ktp said:
    Januari 22, 2012 pukul 7:39 pm

    @ikut nimbrung
    salam kenal
    kalau anda betul memahami Qur’an tolong ksh penjelasan pd saya yg bodoh
    (al waaqi’ah 77-79 sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yg sangat mulia,pada kitab yg terlindung(lauh mahfuzh)
    Tidak menyentuhnya kecuali hamba2 yg disucikan)
    apa anda, ustat PA dan saudara2 yg dgn muda bilang ssj sesat sudah termasuk hamba2 yg di sucikan.
    dan tolong kalau pakai artikel orang lain jngn asal comot

    KANG MO said:
    Januari 23, 2012 pukul 1:39 am

    Dalam beragama ketika muncul pertanyaan Mengapa syari’at yg skrg ada dibawa oleh Rusullah itu tdk dimunculkan pada saat manusia pertama ada , kemudian secara pereodik datang Rosul yg baru hanya mempertegas tentang syari’at itu aja ? Jawabannya macam2 ada yang ‘itu hak Allah’, ada yang ‘kita tdk dibenarkan bertanya tentang itu’ ada yang ‘kita tdk tahu yg dikehendaki Allah’ dan lain2. Melihat secara pereodik dari Rosul ke Rosul yg diturunkan oleh Allahuta’ala ternyata ada persamaannya yg hny satu hal, yaitu mereka selalu mengajarkan ahklaqul kharimah. Dengan kenyataan ini apakah akhlaq ini merupakan syari’ah dan satu-satunya jalan menuju Allah ? Aturan tata cara beribadahnya dari Rosul keRosul selalu beda, tapi intinya tetap akhlak mulia.

    heruhadianmudjenan said:
    Januari 23, 2012 pukul 2:06 pm

    hmmm…mempunyai pandangan berbeda itu Rahmat…..tapi jika sudah merasa lebih suci dari Muslim lain dalam sebuah majelis itu yg bermasalah…..jika saya tuliskan disini Hadits Riwayat Muslim r.a tentang hal tersebut niscaya,setiap orng akan menahan emosi dan hawa nafsunya……hanya saja apakah klaupun dituliskan…kita semua akan bertafakur atau tidak?..sesungguhnya kita semua sudah mengetahui tentang hadits ini……san sebaiknya kembali mencernanya…:)

    Tarzo said:
    Januari 25, 2012 pukul 3:28 am

    Apa bener syeh siti jenar meninggak sholat lima waktu terus di anggap sesat oleh para wali songo

    Yudi islam hny di ktp said:
    Januari 25, 2012 pukul 12:22 pm

    @tarzan bknnya gak mau jelasin mslh syeh siti jenar nanti dikira membela mending mas cari tau sendiri,tapi yg jelas syeh siti jenar korban politik wali 9 dan sultan demak.
    atau anda baca buku kry achmad chodjim syeh siti jenar makna kematian seri 2 makna kehidupan

    fitz rustige manzen said:
    Januari 28, 2012 pukul 11:56 am

    rahayu rahayu rahayu….

    mul said:
    Januari 29, 2012 pukul 1:13 am

    dunia tempatnya bersalah salahan.jangan suka ngurusi hal orang.instropeksi diri lah.belum tentu yang kita kerjakan itu sudah betul dan belum tentu yang orang lain kerjakan itu salah.jadilah manusia yang beradab.

    samin soerosentiko said:
    Februari 2, 2012 pukul 9:16 pm

    assalamualaikum

    cerita tentang wali songo memang sudah menjadi Epic di berbagai daerah, mari kita kembali ke referensi selurus lurusnya…

    Agan-agan lihat dulu:

    Di istana Istambul (turki) terdapat refferensi asli. yang sekarang masih bisa didapatkan. Perihal wali songo:

    Asnan Wahyudi dan Abu Khalid. Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi dari sumber orisinil yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki. Menurut sumber tersebut, temyata organisasi Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I. Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat itu, Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang ilmu agama saja.. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim beberapa ulama yang mempunyai karomah.

    Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi.

    Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9 orang tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.

    2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.

    3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.

    4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.

    5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.

    6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.

    7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.

    8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.

    9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat.

    Dengan informasi itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu. Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam. Oleh karena gerakan ini mendapat perlawanan dengan gerakan yang lain, termasuk gerakan Syekh Siti Jenar.

    Menurut buku Haul Sunan Ampel Ke-555 yang ditulis oleh KH. Mohammad Dahlan,[1] majelis dakwah yang secara umum dinamakan Walisongo, sebenarnya terdiri dari beberapa angkatan. Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan, namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru-murid. Bila ada seorang anggota majelis yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya:

    Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M), terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419), Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Maulana Malik Isra’il (wafat 1435), Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435), Maulana Hasanuddin, Maulana ‘Aliyuddin, dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir.

    Angkatan ke-2 (1435 – 1463 M), terdiri dari Sunan Ampel yang tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq (wafat 1463), Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus yang tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il, Sunan Gunung Jati yang tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin (wafat 1462), Maulana ‘Aliyuddin (wafat 1462), dan Syekh Subakir (wafat 1463).

    Angkatan ke-3 (1463 – 1466 M), terdiri dari Sunan Ampel, Sunan Giri yang tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro (wafat 1465), Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1465), Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang yang tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin, Sunan Derajat yang tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin, dan Sunan Kalijaga yang tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir.

    Angkatan ke-4 (1466 – 1513 M, terdiri dari Sunan Ampel (wafat 1481), Sunan Giri (wafat 1505), Raden Fattah yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra, Fathullah Khan (Falatehan) yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Derajat, dan Sunan Kalijaga (wafat 1513).

    Angkatan ke-5 (1513 – 1533 M), terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517), Raden Faqih Sunan Ampel II yang ahun 1505 menggantikan kakak iparnya Sunan Giri, Raden Fattah (wafat 1518), Fathullah Khan (Falatehan), Sunan Kudus (wafat 1550), Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang (wafat 1525), Sunan Derajat (wafat 1533), dan Sunan Muria yang tahun 1513 menggantikan ayahnya Sunan Kalijaga.

    Angkatan ke-6 (1533 – 1546 M), terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu) yang ahun 1517 menggantikan ayahnya Syekh Siti Jenar, Raden Zainal Abidin Sunan Demak yang tahun 1540 menggantikan kakaknya Raden Faqih Sunan Ampel II, Sultan Trenggana yang tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah, Fathullah Khan (wafat 1573), Sayyid Amir Hasan yang tahun 1550 menggantikan ayahnya Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati (wafat 1569), Raden Husamuddin Sunan Lamongan yang tahun 1525 menggantikan kakaknya Sunan Bonang, Sunan Pakuan yang tahun 1533 menggantikan ayahnya Sunan Derajat, dan Sunan Muria (wafat 1551).

    Angkatan ke-7 (1546- 1591 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qahhar (wafat 1599), Sunan Prapen yang tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak, Sunan Prawoto yang tahun 1546 menggantikan ayahnya Sultan Trenggana, Maulana Yusuf cucu Sunan Gunung Jati yang pada tahun 1573 menggantikan pamannya Fathullah Khan, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1569 menggantikan ayahnya Sunan Gunung Jati, Sunan Mojoagung yang tahun 1570 menggantikan Sunan Lamongan, Sunan Cendana yang tahun 1570 menggantikan kakeknya Sunan Pakuan, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos) anak Sayyid Amir Hasan yang tahun 1551 menggantikan kakek dari pihak ibunya yaitu Sunan Muria.

    Angkatan ke-8 (1592- 1650 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qadir (Sunan Magelang) yang menggantikan Sunan Sedayu (wafat 1599), Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi yang tahun 1650 menggantikan gurunya Sunan Prapen, Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang tahun 1549 menggantikan Sultan Prawoto, Maulana Yusuf, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin, Syekh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani yang tahun 1650 menggantikan Sunan Mojoagung, Syekh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri yang tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos).

    baca lagi:

    “Angkatan ke-5 (1513 – 1533 M), terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517)”

    “Angkatan ke-6 (1533 – 1546 M), terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu)”

    Syekh Siti Jenar adalah pengganti Sunan ampel, sedang sunan Ampel adalah pengganti Maulana Malik Ibrahim (ahli mengatur Tata Negara/politik)

    apakah benar Epic yang selama ini berkembang di kalangan kita (masyarakat) ???? tentang beliau ? mari kita berusaha memahami dengan lurus…

    wassallam

    samin surosentiko said:
    Februari 2, 2012 pukul 9:29 pm

    assalamualaikum

    cerita tentang wali songo memang sudah menjadi Epic di berbagai daerah, mari kita kembali ke referensi selurus lurusnya…

    Agan-agan lihat dulu:

    Di istana Istambul (turki) terdapat refferensi asli. yang sekarang masih bisa didapatkan. Perihal wali songo:

    Asnan Wahyudi dan Abu Khalid. Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi dari sumber orisinil yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki. Menurut sumber tersebut, temyata organisasi Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I. Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat itu, Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang ilmu agama saja.. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim beberapa ulama yang mempunyai karomah.

    Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi.

    Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9 orang tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.

    2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.

    3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.

    4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.

    5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.

    6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.

    7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.

    8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.

    9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat.

    Dengan informasi itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu. Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam.

    Menurut buku Haul Sunan Ampel Ke-555 yang ditulis oleh KH. Mohammad Dahlan,[1] majelis dakwah yang secara umum dinamakan Walisongo, sebenarnya terdiri dari beberapa angkatan. Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan, namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru-murid. Bila ada seorang anggota majelis yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya:

    Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M), terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419), Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Maulana Malik Isra’il (wafat 1435), Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435), Maulana Hasanuddin, Maulana ‘Aliyuddin, dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir.

    Angkatan ke-2 (1435 – 1463 M), terdiri dari Sunan Ampel yang tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq (wafat 1463), Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus yang tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il, Sunan Gunung Jati yang tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin (wafat 1462), Maulana ‘Aliyuddin (wafat 1462), dan Syekh Subakir (wafat 1463).

    Angkatan ke-3 (1463 – 1466 M), terdiri dari Sunan Ampel, Sunan Giri yang tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro (wafat 1465), Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1465), Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang yang tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin, Sunan Derajat yang tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin, dan Sunan Kalijaga yang tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir.

    Angkatan ke-4 (1466 – 1513 M, terdiri dari Sunan Ampel (wafat 1481), Sunan Giri (wafat 1505), Raden Fattah yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra, Fathullah Khan (Falatehan) yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Derajat, dan Sunan Kalijaga (wafat 1513).

    Angkatan ke-5 (1513 – 1533 M), terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517), Raden Faqih Sunan Ampel II yang ahun 1505 menggantikan kakak iparnya Sunan Giri, Raden Fattah (wafat 1518), Fathullah Khan (Falatehan), Sunan Kudus (wafat 1550), Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang (wafat 1525), Sunan Derajat (wafat 1533), dan Sunan Muria yang tahun 1513 menggantikan ayahnya Sunan Kalijaga.

    Angkatan ke-6 (1533 – 1546 M), terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu) yang ahun 1517 menggantikan ayahnya Syekh Siti Jenar, Raden Zainal Abidin Sunan Demak yang tahun 1540 menggantikan kakaknya Raden Faqih Sunan Ampel II, Sultan Trenggana yang tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah, Fathullah Khan (wafat 1573), Sayyid Amir Hasan yang tahun 1550 menggantikan ayahnya Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati (wafat 1569), Raden Husamuddin Sunan Lamongan yang tahun 1525 menggantikan kakaknya Sunan Bonang, Sunan Pakuan yang tahun 1533 menggantikan ayahnya Sunan Derajat, dan Sunan Muria (wafat 1551).

    Angkatan ke-7 (1546- 1591 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qahhar (wafat 1599), Sunan Prapen yang tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak, Sunan Prawoto yang tahun 1546 menggantikan ayahnya Sultan Trenggana, Maulana Yusuf cucu Sunan Gunung Jati yang pada tahun 1573 menggantikan pamannya Fathullah Khan, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1569 menggantikan ayahnya Sunan Gunung Jati, Sunan Mojoagung yang tahun 1570 menggantikan Sunan Lamongan, Sunan Cendana yang tahun 1570 menggantikan kakeknya Sunan Pakuan, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos) anak Sayyid Amir Hasan yang tahun 1551 menggantikan kakek dari pihak ibunya yaitu Sunan Muria.

    Angkatan ke-8 (1592- 1650 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qadir (Sunan Magelang) yang menggantikan Sunan Sedayu (wafat 1599), Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi yang tahun 1650 menggantikan gurunya Sunan Prapen, Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang tahun 1549 menggantikan Sultan Prawoto, Maulana Yusuf, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin, Syekh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani yang tahun 1650 menggantikan Sunan Mojoagung, Syekh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri yang tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos).

    baca lagi:

    “Angkatan ke-5 (1513 – 1533 M), terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517)”

    “Angkatan ke-6 (1533 – 1546 M), terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu)”

    Syekh Siti Jenar adalah pengganti Sunan ampel, sedang sunan Ampel adalah pengganti Maulana Malik Ibrahim (ahli mengatur Tata Negara/politik)

    apakah benar Epic yang selama ini berkembang di kalangan kita (masyarakat) ???? tentang beliau ? mari kita berusaha memahami dengan lurus…

    wassallam

      Abdullah Fajar said:
      April 16, 2012 pukul 10:11 pm

      Hoe kang zofyand, Anda tahu dari mana kalau nabi2 mengucapkan 2 kalimah syahadat ? Sedangkan sebelum ada Rosulullah SAW sdh ada nabi. Jawab kang, wong aku rangerti saktenane ….

    kosong said:
    Februari 3, 2012 pukul 12:04 am

    Ya Alloh…….hanya Engkaulah Kebenaran Sejati. Maafkan kami semua jika ada rasa sombong , takabur, dalam dakwah kami…….berikanlah kedamaian dalam hati kami….jangan biarkan setan menguasai hati kami amien…..

    No name said:
    Februari 3, 2012 pukul 1:50 pm

    Alhamdulillah….dapat wawasan. Teruslah berdiskusi tp hati dan pikiran tetap dingin karena kalau ada kebaikan datangnya dari Alloh…..namun jika hati panas dan saling menghujat marilah kita sama-sama istigfar……memohon ampunan kepada Alloh. Jangan biarkan syetan menari-nari di hati kita.

    masjoko said:
    Februari 4, 2012 pukul 12:11 pm

    Bagi saya benar mungkin bagi anda salah, menurut saya salah mungkin menurut anda benar. Di dalam benar pasti ada salahnya, di dalam salah pasti ada benarnya, di dalam baik pasti ada buruknya, di dalam buruk pasti ada baiknya. maka ingatlah akan ayat yang berbunyi Laa kum dinukum waliyadin. Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku. Untukmu keyakinanmu, dan untukkulah keyakinanku. Untukmu kebenaranmu dan untukkulah kebenaranku. Untukmulah salahmu dan untukkulah salahku.

    bahrumsyah said:
    Februari 5, 2012 pukul 2:32 pm

    Heran ya !!!!…zaman skrg masih ada juga yang memfonis ….siapa kali sih kita ini..sholat aja ntah benar ntah tidak…natah diterima ntah tidak serta amalan yang lainya konon lagi memfonis….jujur sj sy orang awam dan bukan siapa-siapa,kotor,bau,papa dan nista, hari-hari penuh dengan dosa…menurutku biarkan mereka berjalan mencari tuhannya dengan metode yang dianggap benar melalui bimbingan guru mursyid yang sesuai dengan silsilahnya…terlalu ego kita memfonis…ampun ya allah,,,,mhn mf para ikhwanku….sifat diri kita aja tak terbawa baik apa lagi memfonis……

      Firman Asyhari said:
      Februari 6, 2012 pukul 12:35 pm

      kebenaran mutlak hanya milik Alloh semata, tak ada hak kita menilai orang dalam hal keyakinan.

    sayyid said:
    Februari 10, 2012 pukul 10:41 pm

    heran benar..tidak kenal,tidak tahu,tidak jumpa,tidak lihat, tidak duduk bersama.. hanya dengar dan baca .. sudah tuduh seperti itu.. pikir-pikir dahulu.. lihat diri kito sendiri dan kenal diri kito sendiri jangan nuduh.. tak baik.. jangan… sendakan Rasullullah sendiri nasihat sahabat nya jangan ikutan nafsu dan menuduh..

    al malik said:
    Februari 14, 2012 pukul 8:10 pm

    qun fayaqun
    innalillahi wainalillahi ro’dziun

    nasionalis said:
    Februari 18, 2012 pukul 11:49 pm

    Kalo banyak yang menyesatkan STJ, karena Wali songo yg menyesatkan. Wali Songo kan lebih berilmu ketimbang STJ. Aku lebih belain Wali Songo brow.

    vickramadhan said:
    Februari 21, 2012 pukul 2:54 am

    cuma sekedar mengutip sepenggal syiir ala gus dur:

    Akeh kang apal Qur’an Haditse (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
    Seneng ngafirke marang liyane (senang mengkafirkan kepada orang lain)
    Kafire dewe dak digatekke (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
    Yen isih kotor ati akale 2X (jika masih kotor hati dan akalnya)

    aden artjo wardoyo said:
    Februari 23, 2012 pukul 4:57 am

    ass.
    sesat gak sesat semua jga sama bakaln mati bakalan BERAKIR cerita di dunia fonis orang tpi klo di fonis wegah .lawong namanya urip di dunia kok ya.ye cmn kyk gini adanya renek sing gelem di salah ke gak ad yg mau mengalah.lawong agama itu cuman suatu rambu2 induk aturan manusia UNTUK BER AKAL BER BUDIpekerti YG BAIK buat peradapan manusianya yg LEBIH MANUSIAWI SEMPURNA DAN DAMAI nempatin bumi karna yg telah di ciptakan semua cuman ada 2 FAKTOR yg selalu berkesinambungan dan berkaitan.apa tujuan kita di ciptakan dan beragama islam klo di baca2 kok malah jdi pusing. satu agama rusuh satu agama saling maki satu agama saling mencela la Mbok do malu ma agama lain KATANYA ISLAM AGAMa YG TERAKIR YG SEMPURNA TAPI MALAH KYKNYA agama yg PENUH KONFLIK masih mencari kebanaran masing2 MALU MA AGAMA LAIN PAKE SEGALA WALI2 DI BAWA2. DULUAN DIA HIDUP DARI PADA kita di indonesia.se sesat2nya syech siti jenar tak lebih mana keji sama mereka yg BIKIN BOM.mereka ORANG BERAGAMA DAN mengatas nama kan ALLAH sebagai MANA dia mengangkat misi jihat NDASE kui jihat cman pesuruh dan di doktrin oleh orang yg bukan islam mengaku islam bukan asli murni buah pemikiran orang indonesia dan agama islam yg di buat tameng kedok ajh menjadikan islam suatu media atau alat untuk suatu misi tertentu yg hanya untuk menguntungkan satu golongan mereka saja.tapi tidak mementingkan bagaimana dia di mata tuhan nya di MATA ALLAHNYA tidak malu dan tidak mau berkaca islam AGAMA BESAR HAMPIR DI SETIAP RUANG BUMI INI. TAPI ISLAM PENGANUTNYA ADALAH KAUM MUNAFIK YG BENAR BENAR NYATA AGAMA YG SEMAKIN MERAGUKAN KEMURNIAN KESUCIAN ISLAM SENDIRI KARNA TER PECAH BELAH MENJADI BEBERAPA GOLONGAN DAN SALING MENGHUJAT ANTAR GOLONGAN dengan SATU SAMA LAIN.tapi sya sadar agama islam yg saya anut sampai 21 thn lamanya penuh kontroversi agama sekarang tak lagi murni tak orisinil banyak bumbu2 yg sudh di tambahkan sesuwai dengan perkrmbangan zaman dan manusianya. di bolak balik gak ketemu finis arah jalan perjalan islam yang hakiki hanya terpaku di kulit luarnya saja yg di agung2kan dikoar2kan tetapi isi dagingnya di lupakan. banyak ayat2 di perjual belikan demi uang bnyak sastrawan ahli kitab bersilat lidah membuat argumen buah pemikiran sendiri yg menjadikan tirai2 penutup kesamaran jalan yg benar2 hakiki kepada ALLAH yg MAHA TINGGi.membosan kan klo denger perdebatan antra satu agama.maaff andaikan ada yg terlewat batas paras sesepuh sedoyo mawon.
    wasalam.

    ONI said:
    Februari 24, 2012 pukul 9:40 pm

    lihat muzakaroh wali songo di Pesantren temboro.Sejarah wali songo yang kita kenal termasuk siti jenar adalah fersi kejawen atas pesanan belanda/orientalis.di ulas Dr.kuswandi. Intinya yang sesat itu muridnya siti jenar dalam memahami ajaran siti jenar dan yang dihukum mati adalah muridnya yang berjuluk syeh lemah abang.beda lemah abang dan siti jenar.

    BLACK said:
    Februari 27, 2012 pukul 7:37 pm

    Kebenaran itu tiada yg ada adalah kebaikan,kebaikan pun tiada yg ada adalah kebijakan dan kebijakan pun tiada yg ada adalah keikhlasan dan keikhlasan itupun tiada yg ada hanyalah “penyaksian ” ,penyaksian akan kesucian dan kebesaran Nya…..

    suwarno said:
    Februari 27, 2012 pukul 7:38 pm

    sedikit yg aku baca tentang artikel yg anda tulis…..
    dalam ungkapan yg tertulis jelas artikel ini mempunyai sbuah tujuan.
    namun juga tersembunyi sbuah pengakuan dan kesombongan. hal yg sangat biasa… untuk seorang mahkluk yg namanya manusia.
    ada hal yg penting namun sering dilupakan oleh manusia yaitu kesadaran manusia itu sendiri bahwa dia manusia…. secara lisani jelas dia sadar bahwa aku “manusia” akan tetapi…. dalam praktiknya dia jauh keluar dari yg namanya manusia.
    yg paling menonjol bagi manusia yg mulai sedikit mengetahui dan mengenal ilmu alloh dia sudah berani mengunakan baju alloh.
    dan hal ini sangat tidak disadari oleh makhluk yg namanya manusia, tuhan menciptakan hambanya tidak pernah membeda2kan. smua makluk di bumi semua adalah hambaNYA.
    lalu kenapa kita membedakan bahwa kamu muslim, kamu kristen kamu buda, nasrani dansebagainya dansebagainya.mengklaim diri masing masing paling benar. dan menuduh manusia yg lain sesat. yang berhak menentukan sesat dan tidak itu siapa.???
    masalah sesat dan tidak itu tanggung jawab manusia dengan sang pencipta , lalu kenapa kita bingung… sedangkan tuhan saja gak bingung…..
    orang yg selalu merasa paling benar dia tidak akan menyadari kalau telah masuk dalam jurang kesalahan dan beruntunglah manusia yg selalau mencari salah dalam dirinya sehingga dia bisa menemukan sbuah kebenaran tentang jati dirinya untuk mengenal tuhanya

    sariyanto said:
    Februari 29, 2012 pukul 11:29 am

    semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita Muhammad S.A.W,juga kepada keluarga dan para sahabatnya.

    ino orlando said:
    Maret 2, 2012 pukul 11:14 am

    Ass… Kaum awam sulit bagix utk mengetahui cerita yg sbenarx…

    Raden Mas Tiqo said:
    Maret 3, 2012 pukul 5:24 pm

    memang benar apa yg syekh ucapkan, saya pun juga berpendapat demikian. saya adalah seseorang dengan tingkat ke egoisan yg tinggi, tidak pernah menyuruh, mengatur, membenarkan atau menyalahkan. Akan tetapi konsep kepribadian yg saya miliki adalah tidak pernah menyakiti hati orang lain atau membuat orang lain sakit hati.

    Kawer-kawer said:
    Maret 5, 2012 pukul 11:34 am

    Bikin perut mual aja blog ini.

      rawana said:
      Maret 5, 2012 pukul 10:39 pm

      soale koen keplek

        Abdullah Fajar said:
        Maret 12, 2012 pukul 3:02 am

        Posted by http://www.MHabibM22.blogspot.com on 05:13
        Assalamu’alaikum saudara muslim sekalian. Kali ini saya terbitkan sebuah kisah yang mana jika kita dapat menghayatinya maka hati kita akan tersentuh bahkan tak kuasa mnahan air mata yaitu ketika Habibullah Muhammad kekasih kita mendapat ujian untuk membuktikan kenabian-Nya. Namun dia , ehh salah namun sebaiknya langsung saja dibaca ceritanya daripada sulit memahami salam saya ini. hhhe ^_^
        Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. (Ar-R’ad 13:11)
        Pada zaman jahiliah di antara beberapa orang raja ada seorang raja yang bernama raja Habib lbnu Malik di kota Syam. Orang-orang arab menggelarnya “Raihanah Quraisyin.”
        Ketika Raja Habib bersama angkatan tenteranya seramai 12,000 orang singgah di Abthah, iaitu suatu tempat dekat kota Makkah maka datanglah Abu Jahal beserta pengikut pengikutnya memberikan berbagai-bagai hadiah kepada raja Habib.
        Setelah itu Abu Jahal dipersilakan duduk di sebelah kanan raja Habib. Berkata raja Habib: “Wahai Abu Jahal katakan kepadaku tentang Muhammad.”
        Berkata Abu Jahal: “Tuan, silalah tuan tanya tentang Muhammad itu dari Bani Hasyim.”
        Raja Habib pun bertanya kepada Bani Hasyim: “Wahai Bani Hasyim, katakan pada beta tentang Muhammad itu.”
        Berkata Bani Hasyim: “Sebenarnya kami telah mengenal Muhammad itu sejak dia kecil lagi, orangnya sungguh amanah dan setiap katanya benar; dia tidak akan berkata selain dari yang benar. Apabila umur Muhammad meningkat pada 40 tahun dia telah mula mencela Tuhan kita dan dia membawa agama baru yang bukan datangnya dari nenek moyang kita.”
        Sebaik sahaja raja Habib mendengar penjelasan dan Bani Hasyim maka dia pun berkata: “Bawa Muhammad mengadap dengan cara baik, kalau Muhammad degil maka gunakan kekerasan.
        Setelah itu mereka pun mengutus salah seorang untuk menjemput Muhammad SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima pesanan raja, baginda pun bersiap-siap untuk pergi, sementara itu Abu Bakar ra dan Siti Khadijah menangis kerana takut baginda dizalimi oleh raja tersebut.
        Rasulullah SAW berkata: “Janganlah kamu berdua menangis, serahkanlah urusanku ini kepada Allah SWT.”
        Kemudian Ahu Bakar ra pun mengaturkan pakaian untuk RasuIulIah SAW yang terdiri dari baju berwarna merah dan serban berwarna hitam.
        Setelah Rasulullah SAW mengenakan pakaian tersebut maka baginda bersama Abu Bakar ra dan Khadijah ra pun pergi menghadap raja Habib. Setelah sampai di hadapan raja, Abu Bakar ra berdiri di sebelah kanan Rasulullah SAW sementara Siti Khadijah berdiri di belakang Rasulullah SAW.
        Apabila raja Habib melihat baginda Rasulullah SAW berdiri dihadapannya maka raja Habib pun bangun memberi hormat mempersilakan Rasulullah SAW duduk di sebuah kerusi yang diperbuat dari emas. Sementara itu Siti Khadijah yang merasa cemas berdoa kepada Allah SWT: “Ya Allah, tolonglah Muhammad dan mudahkanlah dia menjawab sebarang pertanyaan.”
        Sewaktu baginda duduk di hadapan raja Habib maka keluarlah cahaya memancar dari wajah baginda dan baginda duduk dengan tenang tanpa rasa takut.
        Raja Habib memulakan pertanyaan: ‘Wahai Muhammad, kamu pun tahu bahawa setiap Nabi itu ada mukjizatnya, jadi apakah mukjizat kamu itu?”
        Bersabda Rasulullah SAW: “Katakan apakah yang kamu kehendaki?”
        Berkata raja Habib: Aku mahu matahari itu terbenam dan bulan pula hendaklah turun ke bumi dan kemudiannya bulan hendaklah terbelah menjadi dua, kemudian masuk di bawah baju kamu dan separuh keluar melalui lengan baju kamu yang kanan dan sebelah lagi hendaklah keluar melalui lengan baju kamu yang kiri. Setelah itu bulan itu hendaklah berkumpul menjadi satu di atas kepala kamu dan bersaksi atasmu, kemudian bulan itu hendaklah kembali ke langit dan mengeluarkan cahaya yang hersinar dan hendaklah bulan itu tenggelam. Sesudah itu hendaklah matahari yang tenggelam muncul semula dan berjalan ke tempatnya seperti mulanya.”
        Setelah mendengar begitu banyak yang raja Habib kehendaki, maka baginda Rasulullah SAW pun bersabda:
        Apakah kamu akan beriman kepadaku setelah aku melakukan segala apa yang kamu kehendaki?”
        Berkata raja Habib: “Ya, aku akan beriman kepadamu setelah kamu dapat menyatakan segala isi hatiku.”
        Abu Jahal yang sedang menyaksikan percakapan itu segera melompat ke hadapan sambil berkata: “Wahai tuanku, tuanku telah mengatakan yang cukup baik dan tepat.”
        Rasulullah SAW pun keluar lalu pergi mendaki gunung Abi Qubais, kemudian baginda mengerjakan solat dua rakaat lalu berdoa kepada Allah SWT. Setelah berdoa maka turunlah malaikat Jibril as bersama dengan 12,000 malaikat dengan memegang panah di tangan mereka.
        Malaikat Jibril as berkata: “Assalamu alaika yaa Rasulullah, sesungguhnya Allah telah bersalam kepadamu dan berfirman:
        “Wahai kekasihku, janganlah kamu takut dan bersusah hati. Aku akan sentiasa bersamamu di mana sahaja engkau berada dan telah tetap dalam pengetahuanKu dan berjalan di dalam qada kepastianKu di zaman azali apa-apa yang diminta oleh raja Habib bin Malik pada hari ini; pergilah kamu kepada mereka dan berikan hujjahmu dengan tepat dan jelaskan keadaanmu dan keutusanmu. Ketahuilah sesungguhnya Allah SWT telah menundukkan matahari, bulan, malam dan siang. Sesungguhnya raja Habib itu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai kedua tangan, kedua kaki dan tidak mempunyai kedua mata. Dan katakan kepadanya bahawa Allah SWT telah mengembalikan kedua tangannya, kedua kakinya dan kedua matanya.”
        Setelah itu Rasulullah SAW pun turun dari gunung Abi Qubais dengan rasa tenang dan rasa gembira. Malaikat Jibril as di angkasa dan para malaikat berbaris lurus dan Rasulullah SAW berdiri di maqam Ibrahim. Dan adalah saat itu matahari terbenam.
        Matahari mulai seakan-akan berlari cepat, ertinya matahari cepat-cepat terbenam dan menjadi gelap gelita. Kemudian bulan terbit dengan terangnya, setelah bulan naik meninggi baginda Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan dua jari-jarinya kepada bulan itu, dan bulan seakan-akan berlari turun ke bumi dan berdiri di hadapan baginda Rasulullah SAW. Kemudian bulan itu bergerak-gerak seperti awan lalu bulan itu terbelah menjadi 2 dan bulan itu masuk di bawah baju Rasulullah SAW separuhnya keluar melalui lengan sebelah kanan baju baginda sementara yang sebelah lagi keluar melalui lengan sebelah kiri baju baginda. Kemudian bulan kembali bercantum mengeluarkan cahaya dengan terang lalu berdiri di atas kepala Rasulullah SAW dengan berkata: “Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu hamba Allah dan RasulNya sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang membenarkan engkau Muhammad dan rugilah orang-orang yang menyalahi engkau.”
        Setelah bulan berkata demikian maka bulan pun kembali ke langit menjadi terang dan menghilangkan dirinya. Sebaik sahaja bulan menghilangkan dirinya maka matahari pun timbul kembali. Oleh kerana raja Habib telah mengatakan bahawa Rasulullah SAW mesti memberitahu rasa hatinya maka diapun berkata: ‘Wahai Muhammad, kamu masih ada satu syarat lagi.”
        Belum sempat Habib hendak berkata maka baginda Rasululah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai dua tangan, tidak mempunyai dua kaki dan dia juga tidak mempunyai dua mata dan sesungguhnya ketahuilah olehmu Allah SWT telah mengembalikan kedua tangan, kedua kaki dan kedua matanya.”
        Sebaik sahaja raja Habib mendengar dan meihat segala galanya maka dia pun berkata: “Wahai ahli Makkah, tidak ada kufur sesudah iman dan tidak ada keraguan sesudah yakin, oleh itu ketahuilah oleh kamu sekelian bahawa sesungguhnya aku bersaksi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang satu dan tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahawa sesungguhnya Muhammad itu hambaNya dan utusan-Nya.”
        Raja Habib dan semua bala tenteranya masuk Islam. Kemarahan Abu Jahal meluap-luap dan dia berkata: “Wahai tuan raja, apakah tuan percaya kepada ahli syihir ini sehingga syihir itu telah mempersonakan tuan.”
        Raja Habib tidak menghiraukan kata-kata Abu Jahal, sebaliknya raja Habib kembali ke negerinya Syam. Apabila raja Habib masuk ke dalam istananya dia disambut oleh anak perempuanya dengan mengucap: “Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu” (Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan AlIah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu adalah pesuruhNya dan utusanNya).
        Raja Habib tercengang dengan kalimah yang diucapkan oleh anaknya maka dia pun berkata: “Wahai anakku, siapakah yang mengajarkan kepada kamu kalimah ini?”
        Berkata anak raja Habib: “Sebenarnya sewaktu saya tidur, telah datang seorang lelaki lalu berkata kepada saya: “Sesunguhnya ayah kamu telah masuk Islam, kalau kamu mahu masuk Islam maka aku kembalikan segala anggota kamu dengan baik.” Setelah itu saya pun tidur dan pagi ini diri saya tidak ada yang
        kurang seperti yang ayah lihat sekarang”
        Kemudian raja Habib bersyukur sujud kepada Allah SWT agar nikmat iman dan bertambahlah keyakinan. Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba
        dikirimkan kepada Rasulullah SAW.
        Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama kuncu-kuncunya lalu berkata: “Kamu semua milik siapa?”
        Berkata rombongan itu: “Kami semua ini milik raja Habib bin Ibnu Malik dan kami hendak pergi pada Rasullulah SAW.”
        Sebaik sahaja Abu Jahal mendengar jawapan dari rombongan itu maka dia cuba merampas semua barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh kerana rombongan itu enggan menyerahkan barang-barang tersebut maka berlakulah pergaduhan antara kedua belah pihak. Apabila berlaku peperangan diantara kedua belah pihak maka berkumpullah penduduk kota Makkah dan datang bersama mereka Rasulullah SAW.
        Melihat akan kedatangan orang ramai maka berkata rombongan diraja itu: “Kesemua barang yang kami bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berhajat untuk rnenghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW.”
        Abu Jahal berkata: “Raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada saya.”
        Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua suka kalau aku mencadangkan sesuatu?”
        Berkata penduduk Makkah: “Ya, kami setuju.”
        Bersabda Rasulullah SAW: “Kita hendaklah memutuskan percakapan unta ini, untuk siapakah sebenarnya harta ini.
        Berkata Abu Jahal: “Kita tentukan perkara ini esok pagi.”
        Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok hari maka Abu Jahal pun balik dan terus pergi kepada berhala-berhala yang disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.
        Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama bapa saudara baginda danAbu Jahal bersama kuncu-kuncunya. Sebaik sahaja Abu Jahal sampai maka dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata: “Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata.” Setelah Abu Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namum unta-unta itu tidak berkata apa-apa.
        Maka berkata penduduk kota Makkah: ‘Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad pula untuk melakukannya.”
        Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata: ‘Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan kekuasaan Allah.”
        Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima ekor unta lalu berkata: “Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Ibnu Malik untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.”
        Sebaik sahaja unta itu berkata demikian maka RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan semua emas dan perak yang
        ada di atas unta lalu dikumpulkan sehingga menjadi bukit lalu berkata: “Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi pasir.”
        Kemudian dengan sekejap sahaja kesemua emas dan perak itu menjadi bukit sehingga sekarang.

      abu muhaffazh said:
      April 27, 2012 pukul 9:12 pm
    boxer said:
    Maret 10, 2012 pukul 5:15 pm

    halahhhhhh urus urus aja nohh ribut sekalian pada banyak omong so paling bener ,, pinjem nohhh alat ny doraemon buat balik ke masa lalu ,,biar pada tau………hahahahahahahaha……yang penting skrg kita skrg “bertaqwa”…dengan itu bisa msuk surga…..
    mskipun mempelajari sejarah itu harus.wewwwwwww

    eko said:
    April 13, 2012 pukul 8:56 pm

    bagi saya berpedoman pada rukun iman, wali tidak termasuk dalam rukun iman, tidak mempercayai pun tidak dibebani dosa. Terserah mau menyanjung setinggi langit SSJ, bela-belain sampe mulutnya berbusa-busa, toh selain nabi adalah manusia biasa, yang diwajibkan untuk menjalankan syariat Islam yang diturunkan pada Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam, SSJ matinya juga ditanya di alam kubur, dihisab di alam barzakh. Cukup bagiku mempercayai kisah-kisah yang diceritakan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

      Abdullah Fajar said:
      April 13, 2012 pukul 10:39 pm

      Bagus itu. Habib, wali, syeh, kiai, dai, ulama jangan dipercaya, toh mereka juga manusia. kalau manusia percaya sama manusia artinya musyrik bukaaaaan ? jangan percaya dengan omongan manusia percaya saja sama firman Allah.

        zofyand said:
        April 14, 2012 pukul 4:50 pm

        Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Kang Abdullah Fajar bagaimana dengan sabda Nabi Muhammad Saw : “Ulama adalah pewaris-pewaris Rasulullah SAW (Nabi)” ini bukan omongan manusia tapi sabda Nabi

        Abdullah Fajar said:
        April 15, 2012 pukul 8:33 pm

        Adakah di Indonesia ini, Ulama seperti disabdakan Rosulullah SAW ? Siapakah orang Indonesia yang dikukuhkan/diwisuda menjadi Ulama ??? Kayaknya gak ada ya. Coba sebutkan kalau ada Ulama yang sesuai Sabda Rosulullah SAW ??? adakah kaaaang ??? Jangan2 Zofyand ngaku2 Ulama. xaxaxaxaxax Ulama itu ini kang “OE” kalau yang baru “U”

        zofyand said:
        April 16, 2012 pukul 1:04 am

        sekarang saya tanya kembali Apakah Kang Abdullah Fajar mengucapkan 2 kalimah syahadat?

        Nurani said:
        April 16, 2012 pukul 11:27 am

        Kang Zofyand … belum ngejawab pertanyaan udah balik nanya berarti kang. Zofyand orang kafir. Abdullah Fajar menjawab : setiap aku melakukan sesuatu doa selalu aku awali dengan membaca 2 kalimah syahadat. Mengapa ??? Pingin tahu gak jawabnya kang Zofyang

        zofyand said:
        April 16, 2012 pukul 4:52 pm

        maka para nabi pun semua melakukan hal sama.

        abu muhaffazh said:
        April 27, 2012 pukul 9:11 pm

        marilah kita mengena islam yang benar,jangan suka menghina .silakan baca http://csgrup.wordpress.com/2011/09/16/230/

      Abdullah Fajar said:
      April 16, 2012 pukul 10:25 pm

      Saya pikir2 rukun Islam menjadi lebih dari 5 yaitu. Iman kepada Wali Songo, Iman kepada Dai, iman kepada kiai. Waaaaah dosa ora iki ..

    Abdullah Fajar said:
    April 15, 2012 pukul 8:41 pm

    COBA SAYA BERTANYA KEPADA SIAPA SAJA YANG ADA DI BLOG INI : Apakah Nabi Muhammad SAW dan juga Nabi-nabi sebelumnya juga mengucapkan “2 Kalimah Syahadat” ??? HAYO JAWAB BISA NGGAK ???

    Abdullah Fajar said:
    April 15, 2012 pukul 8:47 pm

    COBA SAYA BERTANYA LAGI. Apakah benar Anda semua yang diskusi di blog ini mempunyai agama ??? Kalau punya Anda taruh dimanakah Agama kalian itu ??? HAYO JAWAB. Paling bisanya menunjukkan tulisan KTP !!! IYA TOH ???

    Abdullah Fajar said:
    April 15, 2012 pukul 8:50 pm

    KALAU TAK BISA JAWAB 2 PERTANYAANKU ITU BERARTI “ANDA semua Orang Kafir” yang mau meruntuhkan Islam Agamaku.

    eko said:
    April 22, 2012 pukul 8:22 pm

    apakah arti dari
    1. yakin
    2.ngainul yakin
    3.haqqul yakkin

    begoilmu said:
    April 27, 2012 pukul 12:03 pm

    Apakah mentang2 syareat itu mengharamkan BID’AH sehingga apa yang tidak diajarkan oleh Rasulullah itu adalah SESAT.
    Rasulullah Muhammad SAW. tidak pernah mengajarkan atau memerintahkan kepada umatnya untuk mengucapkan DUA KHALIMAH SYAHADAT lantas mengapa dua kalimah syahadat itu tidak bisa dikatakan sebagai BID’AH, padahalkan itu adalah bid’ah yang jelas2 Rasulullah tidak ajarkan..Rasulullah Muhammad SAW. tidak pernah mengakui dirinya itu sebagai Rasul dihadapan umatnya, apalagi sampai2 memperjelas persaksian, sombong sekali Rasulullah.

    Mengapa yah?…

      lukman mubarok said:
      April 27, 2012 pukul 8:20 pm

      anda tahu bid’ah itu apa???

        begoilmu said:
        Mei 5, 2012 pukul 12:47 pm

        Setahu saya Rasulullah dahulu sewaktu mentakhbiskan para sahabat menjadi muslim hanya menyampaikan kalimat LAILA HA ILALLAH hanya itu saja yang beliau sampaikan, tidak ada lagi kalimat2 lain dari ucapan beliau selain LAILA HA ILALLAH, begitu pula dari sahabat2 kepada orang2 yang hendak memeluk agama yang dibawa oleh Rasulullah ketika itu..Pertanyaannya.? Sejak kapan mulai diadakan ucapan2 persaksian menjadi dua kalimah syahadat, namanya saja diadakan, tentu tidak lepas dari mengada-ada atau di ada-adakan..

        Nurani said:
        Mei 5, 2012 pukul 1:03 pm

        Orang Islam notabene Ulama, Habib, Ustad dan sebagainya saja pada bingung kok, Nabi Adam AS dan Nabi Muhammad SAW dan nabi lainnya itu ngucap 2 kalimah shahadat atau tidak. Ayo jawab siapa yang tahu.

        begoilmu said:
        Mei 5, 2012 pukul 6:15 pm

        Orang yang ngakunya takut melakukan Bid’ah eh…taunya berkali2 ia lakukan Bid’ah, mungkin sehari bisa ia lakukan lebih dari 100 kali..

    abu muhaffazh said:
    April 27, 2012 pukul 9:08 pm

    untuk mengetahui tentang bid’ah,coba kita ulang untuk membaca http://csgrup.wordpress.com/2012/01/29/siapa-bilang-semua-bidah-itu-buruk/

    Bimo said:
    April 28, 2012 pukul 3:55 am

    Ya liat aja nanti di akhr jaman.. Ente pa yang anda bilang sesat td, sapa yang masuk surga….

    begoilmu said:
    April 29, 2012 pukul 10:10 pm

    Bodoh ach…sama Perdana Ahmad, mau dibilang Bid’ah kek sama dia, emang dia yang masukin kita2 itu keneraka…
    Selama kita masih berpegang pada tali ALLAH, bagaimanapun caranya, mau salto kek, mau gantungan gaya kekelawar kek, mau jalan mundur kek, yang tidak diajarkan oleh Rasulullah, asal masih sesuai dengan norma2 kehidupan dan tidak melakukan suatu kejahatan,, mengapa harus takut..kalau tali ALLAH yang kita pegang.

      Rely said:
      April 30, 2012 pukul 7:31 am

      silahkan sj maunya anda gmn,,yg salah itu klo anda puasa sambil salto2,,sholat dgn gaya kelelawar,,tawuf dgn jalan mundur,,

      Klo mo selamat jgn asal sesuai dgn norma2 kehidupan, Bukan kehidupan yg menilai kt,,,Tp Allah swt.

        begoilmu said:
        Mei 2, 2012 pukul 1:52 pm

        Klo mo selamat jgn asal sesuai dgn norma2 kehidupan, Bukan kehidupan yg menilai kt,,, Tp Allah swt.

        Bukankah Allah itu yang menilai kita bukan dia PA menilai, atas dasar apa PA menyatakan sesat, lantas masuk neraka…Itukan mau2nya PA yang mengatakan begitu,, emang dia itu TUHAN..

        Perdana Ahmad itu menulis diblog ini hanya berdasarkan NAFSU saja, UJUB dan RIYA…

    zofyand said:
    April 30, 2012 pukul 7:52 pm

    saudara-saudaraku, sudah kita jangan berdebat ga akan ada beresnya, kita kembali pada diri kita masing-masing.
    inilah caranya syetan, mereka bergembira kita terpecah belah, menjadikan kita saling bermusuhan satu sama lain.

    begoilmu said:
    Mei 2, 2012 pukul 2:11 pm

    Kalau ada orang yang bisa menyaksikan Syekh Siti Jenar didalam Neraka jahanam itu disiksa, saya berani naik saksi bahwa Syekh Siti Jenar itu adalah SESAT. Adakah orang yang pernah pergi kesana,,atau Ustadz Perdana Ahmad sendiri yang pernah pergi kesana sehingga dia katakan Syekh Siti Jenar itu sesat…OMDO (asal omong doang) tuh si Perdana Ahmad..

      Nurani said:
      Mei 3, 2012 pukul 10:54 am

      Kalau yang ngomong cuma Ustadz gebleg gak usah didengerin. siapa pula yg ngangkat dia si Ustadz Perdana Ahmad menjadi ustadz ? Allah SWT ? ya ndoboshs lah.

        Bejo said:
        Mei 5, 2012 pukul 7:41 pm

        Yang nyebut ustad kan cuma orang-orang yg mudah terpengaruh karena ketidaktahuannya, kita doakan aja agar orang-orang yg sudah terbawa sesat oleh ustad cubluk bin pethuk itu segera sadar…

      mora said:
      Juni 8, 2012 pukul 8:38 pm

      salam
      mas begoilmu aku mau tanya, aku juga ga mau bilang klo syekh siti jenar itu sesat tapi gimana caranya yah biar kebenaran ajaran syekh siti jenar itu ga menimbulkan manusia untuk saling membenci, bukankah syekh siti jenar menghendaki untuk menempuh jalan kehidupannya itu adalah suatu kebijaksanaan agar manusia dijaman itu saling mau menyadari? bukankah sesungguhnya suatu kebenaran itu adalah milik kita pribadi? bisa ga kita berargumen disini dengan kesadaran untuk mendapatkan satu kebenaran?
      makasih

    agnes said:
    Mei 3, 2012 pukul 6:18 am

    Memperebutkan kebenaran yg samar samar sama halnya dengan menyekutukan ALLAH,…
    Tidakkah kita ingat bahwa yg memiliki Kebenaran adalah ALLAH??, dengan sibuk berdebat kita semakin lupa pada ALLAH, karena konsentrasi kita terpecah dan lebih terfokus pada perdebatan, sementara yg kita perebutkan adalah kebenaran, dimana kebenaran itu hanyalah Hak ALLAH semata,…berdo’alah kita agar tidak dilaknat oleh ALLAH,..karena sekalipun kita dalam keadaan benar,..ALLAH mudah saja membalikkan posisi kita pada posisi salah,..semua atas kehendakNya,..jenganlah berselisih wahai sodaraku,..hati kita masih berpenyakit, mengapa lebih berusaha menyehatkan hati org lain smentara hati kita masih berpenyakit??ayo kita intropeksi diri,…
    Berperanglah dgn diri sndiri, karena sesungguhnya hal yg paling sulit adalah menyalahkan diri sndiri,…

      Nurani said:
      Mei 5, 2012 pukul 12:48 pm

      Agnes, boleh juga komentar kamu. salut lah

      begoilmu said:
      Mei 6, 2012 pukul 2:22 pm

      Semua orang yang koment disini juga tau kalau kebenaran itu adalah milik Allah, akan tetapi disini yang menjadi permasalahannya adalah golongan2 tertentu menganggap merekalah yang merasa benar, golongan2 yang lain salah… nah.? yang bikin ribut itu mengenai vonis SALAH terhadap golongan yang lain..itu yang bikin kisruh, apa lagi sampai memvonis SESAT, kalau mereka merasa benar cukup untuk keyakinan mereka saja yang diurus, jangan ngurusi keyakinan golongongan orang lain, memang keyakinannya sendiri yang BENAR…benari dulu syahadatnya sudah benar apa nggak..

    abu muhaffazh said:
    Mei 3, 2012 pukul 6:41 am

    berikut kami tampilkan salah satu syair gusdur yang terkenal.. http://csgrup.wordpress.com/kritik-pemahaman/

      Bejo said:
      Mei 5, 2012 pukul 7:46 pm

      Gak usah di klik, isinya gak beda dengan tulisan diatas, cuma menghujat orang yg sudah meninggal (astaghfirullah, mereka tak mengerti ajaran Islam) – kalo diklik ntar ratenya naik, nambah gedhe ndase…

        abu muhaffazh said:
        Juni 22, 2012 pukul 10:22 am

        alhamdulillah rate sudah terus naik..

    nur_wahid_5678 said:
    Mei 3, 2012 pukul 3:47 pm

    KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:

    1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

    2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

    3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

    4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun. Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.

    5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama.” Tidak bisa diterima akal sehat.

    Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:

    1. Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]

    2. Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
    3. Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]

    Wahai kaum muslimin…melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati….jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

    (Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, ‘s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817),

      Abdullah Fajar said:
      Mei 5, 2012 pukul 5:51 pm

      Lha ini dia komentar nur_wahid_5678 benar-benar Wahid, aku jadi lebih mantabs menghayati ajaran beliau yang mulia. Yang Mulia Syekh Siti Jenar adalah seorang Waliyullah yang sangat dekat dengan “Kuasa Allah” jadi apapun yang diinginkan pasti terwujud. Sehingga seperti sulapan saja. maka terus dianggap sebagai pesulap oleh orang-orang sinting lalu diangap Sesat. Di sinilah Eyang Syekh teruji kesabarannya yang luar biasa. Semoga yang menganggap sesat ajaran Eyang Syekh Siti Jenar tidak tersesat hidupnya di alam matinya, tidak nglambrang ke mana-mana mencari “tempat yang semestinya”. Saya yakin seyakin-yakinnya kalau Eyang Syekh Siti Jenar sudah berada di Surga Allah SWT. Sedangkan yang memusuhinya mungkin masih berada di kayu atau batu, entah pula masih di sungai atau di tempat-tempat wingit nan angker.

        lukman mubarok said:
        Mei 6, 2012 pukul 8:20 pm

        sumber referensinya dari mana tuh, valid ga? kalau yang setahu saya valid ialah bahwa syekh siti jenar telah mengobrak-abrik aqidah Islam, lalu lebih mendahulukan rasa atau dzauq daripada mengikuti al Quran dan al Hadits. lagian juga, sanad ilmu syekh siti jenar tidak sampai Rasulullah SAW.

    SIn Chan said:
    Mei 5, 2012 pukul 7:27 pm

    Orang ahli orang yang berpengalaman, orang belajar orang yang hanya membaca buku, orang berakhlak orang yang mengamalkan Qur-an secara hakekat, orang orangan orang yang hanya teori baca kitab tdk dilakukan dan hanya nurut tidak tahu makna hakekatnya, Yg bisa memutus sesat hanya Tuhan, manusia tidak punya hak menjadi hakim tentang kesesatan karena tidak dapat menentukan kebenaran sejati…

    oni said:
    Mei 7, 2012 pukul 1:21 pm

    koyo gust ialloh wae ngerti kabeh,padahal yang diketahui sangat sedikit. Aku kok sing bener aku.. aku ngerti kabeh. kowe bodo kabeh. aku sing pinter aku…aku..aku..aku…. aku…..
    aku ki sopo?

    Gibol said:
    Mei 7, 2012 pukul 3:36 pm

    Siti Jenar udah mampus dipengal dah dikubur dimakan cacing.

    lelembut said:
    Mei 9, 2012 pukul 8:36 am

    ini referensinya : (Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, ‘s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817),

    lelembut said:
    Mei 9, 2012 pukul 8:40 am

    lukman mubarok@ bukti referensi anda bahwa SYEIKH SITI JENAR/ SYEIKH LEMAH ABANG/ SYEIKH ABDUL JALIL itu apa???? ingat surat al-hujuurat 11-12

    lelembut said:
    Mei 9, 2012 pukul 8:48 am

    SETIAP TUDUHAN HARUS PUNYA DASAR YANG BISA DI PERTANGGUNG JAWABKAN, JANGAN ASAL JAWAB. KALO TIDAK TAHU LEBIH BAIK DIAM, AKAN LEBIH SELAMAT. JANGAN BIASAKAN BERPIKIRAN IKUT-IKUTAN, TETAPLAH PAKAI DASAR.
    “JIKA KALIAN MELIHAT SESUATU PERMASALAHAN YANG TIDAK JELAS HITAM PUTIHNYA, SEDANG KALIAN TIDAK MEMPUNYAI ILMU TENTANG PERMASALAHAN ITU, LEBIH BAIK JAUHILAH, ITU AKAN LEBIH SELAMAT”

    lelembut said:
    Mei 9, 2012 pukul 8:52 am

    KEPADA SAUDARA2 SEMUA, MOHON BACA SURAT AL-HUJUURAT 11-12, AGAR TIDAK ASAL2AN MEMBUAT ARTIKEL DAN KOMENT.

      Abdullah Fajar Cinta Damai said:
      Juni 23, 2012 pukul 1:08 pm

      Salut kepada “lelembut”. Kau lelembut ternyata lebih memiliki nilai karakter yang melebihi kiai, dai, ulama ahli agama Islam atau orang yang merasa menguasai al quran dan hadist yang gojek komen di blok ini. Lelembut diharap maklumnya karena kiai, dai, ulama, ahli agama Islam atau orang yang merasa menguasai al quran dan hadist ternyata belum pernah baca SURAT AL-HUJUURAT 11-12 makanya mulutnya bau anyir atau bau mayat banget suka menghujat dan mengkafirkan keilmuan orang lain sesama Islam apalagi non-Islam. Kalau menghujat semangat tapi ganti dihujat ngamuk. Aku kasihan banget kepada mereka.

    lelembut said:
    Mei 9, 2012 pukul 8:54 am

    al-hujuraat 11 : Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain, boleh jadi (yang diolok-olokkan) itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mengolok-olok kumpulan lainnya, boleh jadi yang diolok-olokkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim

    al-hujuraat 12: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    begoilmu said:
    Mei 9, 2012 pukul 12:49 pm

    Lebih baik mana.?

    Memandang Allah dalam Kesatuan (Widahtul wujud) atau
    memandang Allah dalam satu bayangan (Mengira-ngira).

    Yang mengira Allah ta’ala itu ada diatas langit adalah mereka yang selalu memandang rupa Allah dengan bayangan (mengira-ngira),
    entah itu berupa cahaya, berupa tulisan, berupa mahluk seperti raja atau…apalah? yang menurut mereka itulah Allah..
    Sesungguhnya apa yang mereka kira itu adalah Allah bukanlah Allah akan tetapi mereka ciptakan bentuk BERHALA dalam pandangan mereka. Mereka bersujud kepada BERHALA dari hasil ciptaannya sendiri. BERHALA yang tidak berwujud akan tetapi ada dalam bayangan mereka..

    Mungkin saja mereka yang bersujud dari hasil bayangan mereka sendiri itu kelak apabila sudah cukup umur mereka didunia akan menempati pohon-pohon, batu-batu, digunung-gunung, lembah-lembah atau sungai..
    Mereka menunggu kiamat akan datang untuk dikumpulkan dan ditimbang baik dan buruknya..HIIIIIIIIIIIIIIIII seremmmmm.?

      lukman mubarok said:
      Mei 9, 2012 pukul 1:34 pm

      lu aja yang mengira-ngira, anda percaya nggak sih sama al Quran dan hadits shahih? lu aja yang memandang Allah dalam satu bayangan. bagi kami cukuplah mengimani apa yang tertera dalam al Quran dan hadits shahih tanpa menambahi dan mengurangi, tanpa imajinasi or membayang-bayangkan, tanpa menyerupakan dengan makhluk, tanpa mereka-reka… semuanya yang ada dalam al Quran dan hadits shahih diterima apa adanya dan diimani benar-benar. silahkan anda mengkaji kitab-kitab tauhid. bisa anda download di islamhouse.com

      Cepot said:
      Juli 25, 2012 pukul 2:32 pm

      Memang kalo orang mati itu jadi hantu yah mas, nempel di pohon, baru atau gunung2?……gimana caranya supaya tidak jadi hantu?…apakah dengan cara meyakini Allah dalam Kesatuan (Widahtul wujud) bisa tidak menjadi hantu? atau dengan cara tidak solat 5 waktu dan tidak menjalankan syareat islam kita bisa terhindar jadi hantu?

    Abdullah Fajar said:
    Mei 9, 2012 pukul 10:19 pm

    Sekafir-kafirnya orang hanya menurut pendapat orang, lebih sangat kafir orang yang suka mengkafirkan orang lain, orang yang suka menganggap sesat keyakinan orang lain. Ingat segala hal yang ada pada diri jiwa raga manusia semua itu (kalau tidak salah) kehendak Allah

      Rely said:
      Mei 10, 2012 pukul 12:34 pm

      Org yg tidak mengatakan sesat kpd org sesat maka dialah yg Sesat…

        Abdullah Fajar said:
        Mei 15, 2012 pukul 1:17 am

        emangnya kalau mengatakan sesat kpd org sesat dapet pahala ??? Sesat itu kalau dosa kan yang nanggung pelakunya to kok malah yang tidak melakukan takut dosa, dosanya kan tidak menular ke orang baik2 pikir dong mikir pakai otak segar biar jernih pikirannya

        Cepot said:
        Juli 25, 2012 pukul 2:34 pm

        Yang sesat itu yang ngak tau jalan….yang udah tau jalan tapi kaga ngasih tau ama yang sesat tetap aja ngak akan sesat, kan udah tau.

    begoilmu said:
    Mei 9, 2012 pukul 10:20 pm

    Kebanyakan dari mereka yang memandang Allah bukan dari kesatuan (Widahtul wujud) adalah dengan cara memandang pada satu bayangan (Mengira-ngira). Anda termasuk Widahtul wujud apa bukan.?…Apa bila anda bukan maka anda tidak usah berbohong…apa yang anda lakukan adalah dengan cara mengira-ngira..

    Abdullah Fajar said:
    Mei 9, 2012 pukul 10:25 pm

    Orang yang masih mencari tempatnya Allah berada maupun melihat Allah, itu salah satu bukti kalau dirinya Tidak Iman kepada Allah.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 9, 2012 pukul 10:39 pm

    Begoilmu … Tak bakalan bisa manusia tahu dimana Allah. Kalau diketahui tempatnya lalu manusia membayangkan dan mereka-reka pakai pikirannya tentang meja kursi, tempat tidur dan lain-lainnya. Itu mah kurang ajar kalau begitu. Dah to pakai dalil apapun gak bakalan bisa. Allah itu Sangat-sangat SuperMisteri gak bakalan bisa ditembus dengan “ilmu” setinggi dan sepintar apapun. Tapi cukup Yakin sajalah bahwa Allah itu ada. itu saja.

    SIn Chan said:
    Mei 9, 2012 pukul 10:50 pm

    bahaya sunah jadi wajib, yang hukum wajib jadi haram, Qur’an yang Utama daripada Hadits. Qur’an kalam Tuhan, Hadist ada campur tangan manusia. Qur’an tersurat & tersirat, jangan menuduh orang sesat orang yang menjalankan Qur’an tersirat yang tidak tersurat…
    Apakah sunah rosul dulu naik Onta sekarang wajib naik onta, hahaha… berarti naik mobil, naik kendaraan, naik sepeda, naik pesawat semuanya haram & bid’ah… itu sih tindakan konyol, pikiran sempit tdk berkembang… Gimana Islam bisa berkembang Maju Coy…kalau pelakunya pemikirannya sempit… ada yang lebih cepat malah pilih yang lambat jadi kuno & Primitif… nanti jangan2 teknologi makin canggih yg tdk ada di sunah jadi haram & bid’ah… Itulah akibat Fanatisme yang berlebihan… Padahal Qur’an menjelaskan : Allah tdk menyukai orang2 yang berlebihan… jadi yang sedang2 aja coy…

    begoilmu said:
    Mei 10, 2012 pukul 7:04 am

    Benar saudara Abdulah Fajar@ mereka itu masih belum beriman mereka masih Taqlid (buta), mereka masih mencari-cari dan masih belum menemukan kehidupan sejati..

    Saudara Lukman M@ anda bisa saja mengakui bahwa anda adalah orang-orang lurus tapi anda masih buta, iman anda masih hanya sebatas ikut-ikutan beriman.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 10, 2012 pukul 9:34 am

    Begoilmu, kasihan mereka, kalau detik ini mereka masih belum yakin adanya Allah, bisa jadi masuk daftar seleksi alam dan tereliminasi masuk bui-neraka hengkang dari dunia ini.

    Rely said:
    Mei 10, 2012 pukul 12:38 pm

    kalian2 aja yg tersesat, jarang baca Alquran, jadinya tak kenal Allah swt itu berada dmn…kalian tak kenal malaikat2 Allah…KASIHAN……

    Makanya rajin blajar,,baca Alquran tuh kata pak Lukman mubarok

    muh4mm4d said:
    Mei 10, 2012 pukul 1:38 pm

    @abdullah fajar, @begoilmu dan lainnya yg masih blm bisa memahami Alquran…

    Anda sungguh Bodoh dan Jahil ! klo sampe di rumahnya, tolong buka-buka dan baca baik-baik Alquran(klo ada sih..)

    “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya” [QS. Al-A’raaf : 54]

    “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?, atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” [QS. Al-Mulk : 16-17]

    “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya” [QS. Huud : 7]

    BONUSSSS NIH,,,,MUDAH-MUDAHAN KALIAN BISA MENGERTI HADITS :) :) :)

    “Apabila kalian meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang paling tengah (letaknya) dan paling tinggi. Dan di atasnya terletak ‘Arsy Ar-Rahmaan (Allah)” [HR. Al-Bukhari no. 2790,7423; Ahmad 2/335,339; dan Ibnu Abi ‘Aashim dalam As-Sunnah no. 581]

    Adl-Dlahhak bin Muzaahim rahimahullah berkata :
    “Allah berada di atas ‘Arsy, dan ilmu-Nya bersama mereka dimanapun mereka berada” [lihat Al-‘Arsy oleh Adz-Dzahabiy, 2/201-202; shahih]

    Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu pernah berkata :
    “Antara langit yang terendah (langit dunia) dan (bumi) yang di bawahnya berjarak selama 500 tahun. Antara satu langit dengan langit yang lainnya berjarak 500 tahun. Antara langit yang ketujuh dengan kursi berjarak 500 tahun. Antara kursi dengan air berjarak 500 tahun. Kursi Allah itu letaknya di atas air. Dan Allah ‘azza wa jalla berada di atas kursi. Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan”

    Jadi jika seorang muslim tidak mengetahui dmn Allah swt, ia sungguh Bodoh! kalaupun Ia blm mengetahui, sesungguhnya ia dalam musibah…

    Namun jika Ia tidak percaya bahwa Allah swt berada di atas Arsy-Nya sedangakan ilmunya berada dimana mana, maka ia telah KAFIR krn tidak percya pada Kitab suci Alquran!

    Istigfar lah saudaraku….

      Rely said:
      Mei 10, 2012 pukul 1:55 pm

      Aku tambahin ya,,biar mereka tambah pintar dan tidak lagi bego’

      فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ * وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ * وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

      “Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka” [QS. Al-Haaqqah : 15-17].

      “قال الله تعالى الرحمن على العرش استوى إجماع أهل العلم أنه فوق العرش استوى ويعلم كل شيء في أسفل الأرض السابعة “.
      اسمع ويحك إلى هذا الإمام كيف نقل الإجماع على هذه المسألة كما نقله في زمانه قتيبة المذكور
      “Allah berfirman : ‘Allah Yang Maha Pemurah beristiwaa’ di atas ‘Arsy-Nya’ (QS. Thaahaa : 5).

      Para ulama telah bersepakat (ijma’) bahwasannya Dia berada di atas ‘Arsy ber-istiwaa’ (bersemayam), dan Dia mengetahui segala sesuatu (walaupun) di bawah bumi ketujuh yang paling dalam.”

      – Org berdoa tangannya menghadap keatas (artinya Allah berada diatas)
      – Alquran telah diturunkan oleh Nabi Muhammad saw melalui malaikat jibril (artinya diturunkan dari atas langit,, )

      Ketahuan Nih kalau kalian2 ini malas buka Alquran

        Abdullah Fajar said:
        Mei 12, 2012 pukul 1:38 pm

        Sejak kecil (SD) sudah tahu bro (Rely, muh4mm4d, juga lukman), kalau Alquran telah diturunkan oleh Nabi Muhammad saw melalui malaikat jibril. Usia makin bertambah, logika pun makin nggenah. Lha ya gak mungkin makan makanan yang sudah basi. Makan sate aja bisa jemu kok ya.

      Abdullah Fajar said:
      Mei 12, 2012 pukul 1:31 pm

      Anda pun pasti tidak tahu kok kalau ada api menyala kemudian api dimatikan. kemana api setelah mati itu. Manusia paling kafir di muka bumi ini adalah manusia yang menduga-duga keberadaan Allah dengn dalil-dalil, dan referensi dari siapapun. Orang yang yakin 100% kepada Allah tak akan menduga-duga dan mencari-cari, karena bagi orang yang telah Yakin. pasti yakin kalau Allah itu ada. TITIK. Apalagi ada yang mengaku dekat dengan Allah, jelas omong kosong. Tapi kalau dekat dengan Buku Al-Qur’an jelas banyak. Tapi kalau berperilaku sesuai ajaran Al-Qur’an ya yang tahu mereka-mereka itu.
      Aku heran banyak orang mengkambinghitamkan Allah. Contohnya ketika ada musibah gempa bumi bilang, banyak kiai bilang Allah sedang murka karena manusia banyak yang meninggalkan shalat. ketika orang sedang mengalami kerugian sedang sakit dan sebagainya, kiai bilang sedang diUji oleh Allah.

    begoilmu said:
    Mei 10, 2012 pukul 5:12 pm

    Anda mengerti dengan langit ? apa yang disebut dengan langit anda pasti BERANGGAPAN bahwa langit berada diatas bumi. BUMI tidak sejajar dengan langit, bumi bundar dan sangat kecil dibandingkan dengan langit, langit itu sangat luas dan tidak berbatas bahkan tidak berujung, kemana anda mencari Arasy Allah, apa yang anda bayangkan dengan Arasynya, anda itu hanya sebatas membayang-bayangkan saja. Begitulah orang-orang yang memandang ALLAH dalam satu BAYANGAN..

      lukman mubarok said:
      Mei 10, 2012 pukul 5:25 pm

      anda berlogika tapi logika anda tidak logis. coba menurut anda diantara langit dan bumi ini mana bagian yang terendah? mana bagian yang tertinggi? kalau anda duduk di atas meja apa ada orang akan mengatakan meja duduk di atas anda? mana yang ada di atas, meja atau anda? kasihan sekali anda ini menolak ayat al Quran yang nyata-nyata menyebutkan adanya ‘arsy. kasihan sekali, mengaku muslim tapi menolak al Qur’an

        begoilmu said:
        Mei 11, 2012 pukul 12:25 pm

        Anda paham dengan kata bumi tidak sejajar dengan langit ?, bumi bukanlah suatu hamparan luas seperti langit, yang mana bumi dan langit memiliki keluasan yang sama. Kata sejajar saja anda tidak paham, malah mengatakan mana bagian tertinggi dan mana bagian terendah, anak SD juga tahu kalau langit itu diatas dan bumi dibawah, sungguh anda ini orang-orang yang tidak berakal.

        Langit bukanlah suatu bentuk yang vertikal lurus keatas, langit itu sangat luas tidak bertepi, itulah anda memandang langit lurus keatas berbentuk vertikal, sungguh anda ini orang-orang yang tidak berakal.

        Apakah arasy Allah itu berada diatas langit dan Allah juga berada dilangit, sungguh anda ini tidak memahami arti dari ALLAH BERADA DIATAS ARASYNYA, apakah hanya karena dari ayat-ayat Al qur’an itu mengatakan bahwa Allah berada diatas arasynya lantas anda beranggapan bahwa Allah berada diatas langit, anggapan anda hanya menduga-duga, mengira-ngira, mencari-cari Ta’wilnya saja seperti apa arasy Allah itu dan anda hanya membayangkan bahwa Allah berada diatas langit, seperti DEWA saja Allah berada diatas langit, Allah tidak seperti Dewa yang berada diatas langit. Itulah orang-orang yang memandang Allah dalam satu bayangan, seperti Dewa.

        Tahukah anda ?.. Anda termasuk orang-orang yang seperti apa ? anda termasuk orang-orang yang seperti ini, orang-orang yang tidak menggunakan akalnya. “Kami beriman kepada ayat-ayat yang Mutasyabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”
        Dan tidak mengambil pelajaran/pengetahuan (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal.

        Al Qur’an nulkarim, ada 2(dua) pokok pembahasannya yaitu ;
        Dialah yang menurunkan alkitab (Al qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang Muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) Mutasyabihaat.
        Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang Mutasyabihaat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalami ilmunya berkata : “Kami beriman kepada ayat-ayat yang Mutasyabihaat, semua itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran/pengetahuan (dari padanya) melainkan orang-orang yang BERAKAL. (Q.S Ali Imran 3 : 7).

        lukman mubarok said:
        Mei 11, 2012 pukul 12:59 pm

        anda sendiri yang mentakwil ayat dengan yang bukan-bukan, anda sendiri mentakwil ‘arasy dengan tidak semestinya padahal banyak nash menunjukkan setelah lapisan langit ke tuju itu masih ada lapisan air… dan setelah air itu ada ‘arsy. itu berdasarkan nash dan bukan takwil. silahkan anda baca al Quran dengan teliti dengan pentafsiran berdasarkan nash hadits. atau buka aja tafsir ibnu Katsir, dan pendapat Abu Hasan al Asy’ari :
        Masalah penetapan sifat istiwaa’ dan fauqiyyah Allah ta’ala.
        Abul-Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah berkata :
        وقال تعالى حاكيا عن فرعون لعنه الله: (يا هامان ابن لي صرحا لعلي أبلغ الأسباب أسباب السماوات فأطلع إلى إله موسى وإني لأظنه كاذبا)، كذب موسى عليه السلام في قوله: إن الله سبحانه فوق السماوات .
        وقال عز وجل: (أأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض)
        فالسماوات فوقها العرش، فلما كان العرش فوق السماوات قال: (أأمنتم من في السماء) … لأنه مستو على العرش الذي فوق السماوات، وكل ما علا فهو سماء، والعرش أعلى السماوات، وليس إذا قال: (أأمنتم من في السماء) يعني جميع السماوات، وإنما أراد العرش الذي هو أعلى السماوات، ألا ترى الله عز وجل ذكر السماوات، فقال تعالى: (وجعل القمر فيهن نورا) ، ولم يرد أن القمر يملأهن جميعا، وأنه فيهن جميعا، ورأينا المسلمين جميعا يرفعون أيديهم إذا دعوا نحو السماء؛ لأن الله تعالى مستو على العرش الذي هو فوق السماوات، فلولا أن الله عز وجل على العرش لم يرفعوا أيديهم نحو العرش
        “Allah ta’ala juga berfirman mengenai hikayat/cerita Fir’aun : ‘Dan berkatalah Firaun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta” (QS. Al-Mukmin : 36-37). Fir’aun mendustakan Musa ‘alaihis-salaam yang mengatakan : ‘Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’ala berada di atas langit. Allah ‘azza wa jallaa berfirman : ‘Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu’ (QS. Al-Mulk : 16). Yang berada di atas langit adalah ‘Arsy (dimana Allah bersemayam/ber-istiwaa’ di atasnya). Ketika ‘Arsy berada di atas langit, maka segala sesuatu yang berada di atas disebut langit (as-samaa’). Dan bukanlah yang dimaksud jika dikatakan : ‘Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit’ ; yaitu semua langit, namun yang dimaksud adalah ‘Arsy yang berada di puncak semua langit. Tidakkah engkau melihat bahwasannya ketika Allah ta’ala menyebutkan langit-langit, Dia berfirman : ‘Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya’ (QS. Nuuh : 16) ? Bukanlah yang dimaksud bahwa bulan memenuhi seluruh langit dan berada di seluruh langit. Dan kami melihat seluruh kaum muslimin mengangkat tangan mereka – ketika berdoa – ke arah langit, karena (mereka berkeyakinan) bahwa Allah ta’ala ber-istiwaa’ di atas ‘Arsy yang berada di atas semua langit. Jika saja Allah ‘azza wa jallaa tidak berada di atas ‘Arsy, tentu mereka tidak akan mengarahkan tangan mereka ke arah ‘Arsy” [Al-Ibaanah, hal. 33-34].
        Tidak berbeda dengan yang dikatakan oleh Al-Imaam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dibawakan oleh Ibnu Abi Ya’laa rahimahumallaah :
        قيل لأبي عبد الله : والله تعالى فوق السماء السابعة على عرشه بائن من خلقه. وقدرته وعلمه بكل مكان ؟. قال : نعم، على عرشه لا يخلو شيء من علمه
        “Dikatakan kepada Abu ‘Abdillah : ‘(Apakah) Allah ta’ala berada di atas langit yang tujuh, di atas ‘Ars-Nya, terpisah dari makhluk-Nya. Adapun Kekuasan-Nya dan Ilmu-Nya berada di setiap tempat ?’. Beliau menjawab : ‘Benar, (Allah) berada di atas ‘Arsy-Nya. Tidak ada sesuatupun yang luput dari Ilmu-Nya” [Thabaqaat Al-Hanaabilah 1/341 – melalui perantaraan Al-Masaailu war-Rasaailu Al-Marwiyyatu ‘an Al-Imaam Ahmad fil-‘Aqiidah, 1/318 no. 306].

        lukman mubarok said:
        Mei 11, 2012 pukul 1:44 pm

        Beberapa nash tentang ‘arsy-Nya:

        Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra bahwa ia berkata:
        (( بَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا وَالَّتِيْ تَلِيهَا خَمْسُمِائَةِ عَامٍ، وَبَيْنَ كُلِّ سَمَاءٍ وَسَمَاءٍ خَمْسُمِائَةِ عَامٍ، وَبَيْنَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَالْكُرْسِيِّ خَمْسُمِائَةِ عَامٍ، وَبَيْنَ الْكُرْسِيِّ وَالْمَاءِ خَمْسُمِائَةِ عَامٍ، وَالْعَرْشُ فَوْقَ المَاءِ، وَاللهُ فَوْقَ الْعَرْشِ، لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ مِنْ أَعْمَالِكُمْ ))
        “Antara langit yang paling bawah dengan yang berikutnya jaraknya 500 tahun, dan antara setiap langit jaraknya 500 tahun, antara langit yang ketujuh dan Kursi jaraknya 500 tahun, antara Kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun, sedang Arsy itu berada di atas samudra air itu, dan Allah berada di atas Arsy, tidak tersembunyi bagi Allah suatu apapun dari perbuatan kalian.” (HR. Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari Aisyah, dari Zarr, dari Abdullah bin Mas’ud).
        Atsar ini diriwayatkan dari berbagai macam jalur sanad, demikian yang dikatakan oleh imam Ad Dzahabi.
        Al Abbas bin Abdul Muthalib ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
        (( هَلْ تَدْرُوْنَ كَمْ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ؟ قُلْنَا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ, قَالَ: بَيْنَهُمَا مَسِيْرَةُ خَمْسُمِائَةِ سَنَةٍ، وَمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ مَسِيْرَةُ خَمْسُمِائَةِ سَنَةٍ، وَكَثْفُ كُلِّ سَمَاءٍ مَسِيْرَةُ خَمْسُمِائَةِ سَنَةٍ، وَبَيْنَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَالْعَرْشِ بَحْرٌ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلاَهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، وَاللهُ فَوْقَ ذَلِكَ، وَلَيْسَ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ مِنْ أَعْمَالِ بَنِيْ آدَمَ ))
        “Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bum? Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, beliau bersabda: “Antara langit dan bumi itu jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara langit yang satu dengan yang lain jaraknya perjalanan 500 tahun, sedangkan tebalnya setiap langit adalah perjalanan 500 tahun, antara langit yang ketujuh dengan Arsy ada samudra, dan antara dasar samudra dengan permukaannya seperti jarak antara langit dengan bumi, dan Allah di atas itu semua, dan tiada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatu apapun dari perbuatan anak Adam.” ( HR. Abu Daud dan ahli hadits yang lain).

        muh4mm4d said:
        Mei 11, 2012 pukul 7:19 pm

        jadi begini..gini gini..begini ya
        pak lukman mubarok, percuma dibilangin sm nih org, gak bakalan ngerti dia..
        Namanya aja begoilmu, jd defenisi bego itu apa? Ilmu itu spt apa?

        Yg parahnya nih org, kayak org kafir aja, gak mau menerima alquran! Fir’aun kan dl gitu..

        Malah berani menafsirkan alquran dgn pendapatnya sendiri,,nauzubillah..

      begoilmu said:
      Mei 12, 2012 pukul 9:11 am

      Padahal banyak nash menunjukan setelah lapisan langit ketujuh itu masih ada lapisan air..dan setelah air itu ada arasy, ITU BERDASARKAN NASH DAN BUKAN TAKWIL..wkwkwkwkwkwk mengira-ngira saja, tidak ada seorangpun yang tahu tentang Arasynya selain Allah,, termasuk saya.
      Saya tidak pernah membayangkan Allah itu seperti apa, bentuknya, rupanya, apalagi Arasynya, saya tidak pernah memandang Allah itu berada diatas langit, saya berkeyakinan bahwa Allah berada diantara kita, anda, dan mereka-mereka yang masih hidup. Saya tidak mampu melakukan sesuatu baik itu sedang berjalan, berdiri, duduk, tidur, dll, tanpa Allah LAHAULAA WALA KUAWATAA ILA BILLAH.

      Memandang Allah berada diatas langit sama saja halnya dengan membayangkan seperti apa Allah, MUSTAHIL BAGI SAYA MEMANDANG ALLAH DIATAS LANGIT TIDAK MEMBENTUK SUATU BAYANGAN, siapa saja orangnya yang memandang Allah diatas langit sudah dipastikan akan membentuk suatu bayangan, membayangkan Allah dalam satu bentuk sama halnya dengan menyerupakan Allah dan Allah tidak ada yang serupa dengan dirinya baik itu dalam bentuk zhahir maupun bhatin, hukumnya SYIRIK, tertolak semua amalan-amalan dan ibadah-ibadahnya. NAUZUBILLAH.

        begoilmu said:
        Mei 14, 2012 pukul 8:29 am

        Lebih baik mana ?.. Memandang Allah dalam Kesatuan (Widahtul wujud) atau memandang Allah dilangit dalam bentuk bayangan.

    SIn Chan said:
    Mei 12, 2012 pukul 2:21 pm

    langit itu lapisannya banyak orang arab dulu menganggap angka 7 angka yang banyak dan terakhir, dianggap lapisan 7 artinya lapisan terakhir & jika di logika bukan lapisan yang ketujuh. bumi bulat langit bisa di atas & di bawah, coba saat siang dan malam, orang yg diatas siang langit malam di bawah, orang yg dibawah malam langit diatas siang, krn berputar langit bs di bwh kita. Ars ada di atas air. arti air adl sumber hidup. manusia tanpa air jasadnya tdk bs hidup, manusia hidup mengandung air yg ada di dlm diri manusia. secara fisik byk cairan yg ada dlm manusia: darah,lendir,air liur & cairan2 lainya. semua dalil harus dipraktekkan, tanpa bukti dalil hanya sebatas teori & wacana & cerita. Tetapi berbeda dgn Qur’an karena langsung dari Allah & terbukti kebenarannya

    abu muhaffazh said:
    Mei 12, 2012 pukul 5:07 pm

    untuk lebih adil,selain lisan kita memperingatkan muslim,kita juga melihat berita tntang obama.. http://csgrup.wordpress.com/2012/04/27/kritik-obama-di-facebook-marinir-as-dipecat/ agar tidak ada yang beralasan kenapa kita tak mencela orang kafir?

    SIn Chan said:
    Mei 13, 2012 pukul 9:34 am

    Islam adalah Agama Rahmatan Lil Alamin, apakah orang kafir tidak punya hak masuk islam??? semua tergantung prosesnya… Serta dakwah harus dilakukan secara halus. Apakah orang Yahudi & Israel tidak punya hak masuk islam?? Jk mereka masuk islam kalian senang apa membencinya??? Jika dakwah dilakukan melalui kekerasan, Gimana orang2 di dunia yg tdk tahu tentang islam melihat tahunya islam itu Keras, Penuh kebencian, tdk bisa berdamai

    SIn Chan said:
    Mei 13, 2012 pukul 9:54 am

    Dan Sekali Lagi kita harus hati2 & tetap Waspada terhadap Fitnah Dajjal yang mengatas namakan Islam yang tdk disadari Umat hingga saling berperang antar umat yang sesungguhnya mencoreng nama Baik Islam yang di Muliakan

    begoilmu said:
    Mei 14, 2012 pukul 8:42 am

    Tidak ada tanggapan..?? barangkali sudah habis dalil-dalil yang menyesatkan umat islam..

      lukman mubarok said:
      Mei 14, 2012 pukul 2:45 pm

      bukankah anda yang sesat dan menyesatkan, anda menolak al Quran dan anda mengadakan bid’ah melalui wihdatul wujud, bisa-bisa anda memandang tahi dan anda samakan memandangNya, na’udzubillah

        Bejo said:
        Mei 14, 2012 pukul 3:42 pm

        Astaghfirullah…na’udzubillahi mindzalik……kata2 mu benar2 telah melewati batas..!!
        Ini seperti kata2 @ikut nimbrung yg menyamakan setan dengan Allah..
        Sungguh2 perkataan ngawur ….. tanpa ilmu…..
        Astaghfirullahaladzim…..

    SIn Chan said:
    Mei 14, 2012 pukul 9:25 pm

    Hati2 Dajjal mengatas namakan Agama demi kepentingan pribadi & golongan. Tapi perbuatannya mencoreng agama dengan cara garis keras…

    begoilmu said:
    Mei 14, 2012 pukul 9:35 pm

    Ayat-ayat Al qur’an dipakai bukan untuk dijual dengan harga murah seperti anda, mencari-cari ta’wil kebenaran untuk memperkuat dalil-dalil yang menyesatkan..nauzubilah.

    Anda bisa mengatakan saya bid’ah,,,coba anda berkaca pada diri anda sendiri…apa yang anda bayangkan tentang Allah dilangit dan menyampaikan tentang Arasynya apakah itu bukan bid’ah, mengada-ada, mengira-ngira yang tidak ada di ada-adakan…padahal tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang arasynya selain Allah, Rasulullah pun tidak tahu tentang itu, langit adalah rahasia Allah begitu juga dengan RUH kecuali sedikit pengetahuan tentang itu.

    Anda bisa mengatakan saya kafir,,,,coba anda berkaca pada diri anda sendiri…apa yang anda bayangkan dilangit itu tentang Allah dengan bayangan yang banyak versi.
    Coba anda lihat orang-orang kafir itu, kemana mereka memandang, kelangit bukan ?…anda tidak jauh berbeda seperti mereka, orang-orang kafir.

      Abdullah Fajar said:
      Mei 14, 2012 pukul 10:30 pm

      Bagi kaum Islam yang masih punya keinginan membayangkan Allah, mengetahui keberadaan dimana Allah adalah manusia yang lancang nan kafir. adakah di dalam Al-Qur’an memerintahkan kepada manusia untuk membayangkan Allah dan mengetahui keberadaan Allah dimana. Kalau masih melakukan hal itu segeralah bertobat dengan membaca sahadat 999 kali sehari selama 999 hari tidak boleh lowong, kalau lowong diulang dari awal, dan memohon ampunan Allah SWT dan berjanji tidak mengulangi lagi..

        lukman mubarok said:
        Mei 14, 2012 pukul 10:57 pm

        siapa juga yang membayangkan,,, itu kan penafsiran anda…. coba yang menjelaskan Allah SWT di atas langit dan di atas ‘arsy bukan pembayangan,.. tapi jelas disebut dalam al Quran dan hadits shahih,,, sedangkan wihdatul wujud mana ada disebut dalam al Quran dan Hadits shahih,,,, wihdatul wujud adalah bid’ah dan perkara yang diada-adakan,,,, bertentangan dengan al Quran dan hadits shahih….

        begoilmu said:
        Mei 15, 2012 pukul 7:02 am

        To : Lukman mubarok.

        Anda ini manusia yang sempurna diciptakan oleh Allah SWT. tapi anda tidak jauh berbeda seperti keledai dungu diberi makan sayuran anda telan mentah-mentah..

        abu muhaffazh said:
        Mei 16, 2012 pukul 6:08 am

        mas lukman,kaum sufi itu merasa sudah matang dalam menuntut ilmu tanpa belajar.. menurut mereka kalau tidak pakai perasaan dan pengira ngiraan,lalu di bumbui tafsir guru sufi, terus di masak pakai api syetan , pasti oleh pengikut sufi di anggap masih mentah.. yang sudah jelas di katakan mentah dan yang di takwil2 oleh gurunya sufi di anggap sudah matang, tinggal makan dan telan.. ibaratnya pengikut sufi itu ga mau masak sendiri.. asal sudah di racik oleh gurunya, itulah yang matang.. kalau kita kan harus mikir2 dulu, kita memang cuma di kasih mentahnya saja supaya kita mau memasak (baca: berfikir)
        jadi benar kata fajar ini..

    giwo said:
    Mei 14, 2012 pukul 9:49 pm

    jangan terlalu mempersoalkan masalah ketauhidan.yg penting kita sebagai manusia yg lemah.benar.baik dan jujur taat apa yg diperintahkan olah agamanya masing2.mungkin tujuan nya sama.cuma jalannya aja yg berbeda.semua para wali baik siti jenar maupun wali yg lain nya.kita guma bisa membaca nya aja.tapi para wali semua tau tentang isinya al qur,an.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 14, 2012 pukul 11:40 pm

    Benarkah Masjid itu rumah Allah ??? Kalau salah mengapa di setiap ada pengajian da’i menyebut Masjid sebagai rumah Allah. padahal Masjid itu murni buatan manusia. Otaknya itu kebalik atau memang gebleg.

      Ramadani said:
      Mei 16, 2012 pukul 11:24 am

      anda beragama apa???????

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Juni 23, 2012 pukul 1:19 pm

        Ramadani kau tak bisa jawab. malah tanya apa agamaku. Aku beragama apapun atau tak beragama sekalipun ITU BUKAN URUSAN ANDA. ITU URUSANKU.

        Bejo said:
        Juli 19, 2012 pukul 12:34 pm

        Jawaban Abdullah Fajar ini jawaban brilian…. saya suka…..

        Sekarang orang sudah bukan menuhankan Allah lagi …tapi sudah menuhankan agama……. menyedihkan…… seperti para wahabi…. teriak kafir padahal mereka sendiri yg kafir…. terbukti pesan dari Rasulullah…….

      begoilmu said:
      Mei 16, 2012 pukul 1:21 pm

      Saudara Abdullah Fajar, mereka itu sudah bukan gebleg lagi lebih dari itu tidak punya otak seperti keledai dungu, jelas-jelas Masjid tempat ibadah dibilang rumah Allah, mereka mengira seolah-olah Allah turun dari langit meninggalkan Arasinya menuju rumahnya yang ada di Masjid…wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

        Abdullah Fajar said:
        Mei 18, 2012 pukul 11:56 pm

        Ki Begoilmu, sekarang banyak didirikan masjid sebagai rumah Allah. Memangnya Allah itu gelandangan yang tidak punya rumah lalu dibuatkan rumah oleh kaum mukminin ??? Aneh yah, katanya Allah itu berada di arsy kok pindah di masjid-masjid. emangnya Allah itu tidak hanya satu ??? Gimana Be tanggapan you ????

        begoilmu said:
        Mei 25, 2012 pukul 11:12 am

        Mereka beranggapan bahwa Allah memiliki ilmu sihir yang sangat hebat sehingga dapat mengawasi setiap mahluknya dari atas langit yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat jauh, dan apabila orang mukmin itu ingin bertemu dengan Allah maka Allah senan tiasa hadir dirumahnya (masjid). Mereka itu masih memandang Allah berupa mahluk, padahal Allah sesungguhnya tidak ada yang serupa dengan dirinya dan tidak pula menyerupai apapun dari sesuatu bentuk.

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Mei 26, 2012 pukul 1:04 pm

        Dunia/alam seisinya ini adalah guru bagi makhluk hidup yang paling sempurna di dunia ini untuk mengenal kebesaran Allah. Dari yang tidak terlihat oleh mata sampai yang terlihat adalah Karena kehendak Allah. Barang siapa tidak meyakini maka termasuk orang2 yang ingkar akan ciptaan Allah.
        Allah maha adil. Manusia diciptakan didunia ini notabene sudah suci lagi, kecuali Malaikat. Jarak manusia dengan Allah itu tidak terhitung jauhnya, maka diciptakanlah Malaikat oleh Allah sebanyak potongan tubuh dan jiwa manusia. Malaikat-malaikat itu ditugaskan oleh Allah untuk mendampingi manusia selama hidupnya di dunia ini. Semua manusia tanpa pandang bulu baik itu cacat mental, fisik, dan sebagainya semua itu diberi pendamping oleh Allah.(orang Jawa menyebut “sik ngemong” yang mengasuh) segala hal yang diinginkan manusia akan disampaikan oleh Malaikat kepada Allah.
        Maka jelaslah malaikat sebagai mediator antara Manusia dengan Allah. Malaikat diberi Kuasa oleh Allah untuk membagi rejeki, mengelola alam pikiran manusia, dan sebagainya. Sehingga lebih jelas lagi manusia tidak akan bisa dekat dengan Allah. Apalagi Allah kok hadir di Masjid yang notabene buatan manusia jelas itu urusan Allah. Maka apabila manusia dekat malaikat sama halnya dekat dengan Kuasanya. tapi tak bakal bisa dekat dengan Allah kecuali Allah menghendaki. Kalau hanya kehenda manusia ya mbelthut kalau bisa. Boleh percaya kalau tidak percaya sama halnya tidak percaya dengan Allah)

    Abdullah Fajar said:
    Mei 14, 2012 pukul 11:45 pm

    Kalau dilogika, Allah itu tidak butuh manusia, tapi manusialah yang butuh Allah. Herannya lagi kok dalam kotbah disebutkan Allah hanya mencari orang-orang mukmin. Lha buat apa orang mukmin bagi Allah ???

      Ramadani said:
      Mei 16, 2012 pukul 11:25 am

      kenapa gak anda tanya pada yg berkotbah…..

      begoilmu said:
      Mei 16, 2012 pukul 1:48 pm

      Saudara Abdullah Fajar, itulah kenapa mereka sampai begitu.. karena ya..itu, sudah banyak disesatkan oleh dalil-dalil yang menyesatkan seperti Abu abdilah yang mengatakan Allah ta’ala berada dilangit yang tujuh, diatas arasynya, TERPISAH DARI MAHLUKNYA. Adapun kekuasaannya dan ilmunya berada disetiap tempat.
      Kata-kata terpisah dari mahluknya, apakah Allah setelah menciptakan itu langsung meninggalkan begitu saja tanpa ada keterkaitannya sama sekali, Allah ta’ala dalam penciptaannya tidak seperti manusia yang membuat patung atau lukisan, begitu selesai ditinggalkan begitu saja, sungguh dungu sekali Abu Abdilah.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 14, 2012 pukul 11:49 pm

    Kiai Lukman Mubarok harus menjawab 2 pertanyaan saya tadi, karena anda telah mengajak saya untuk mengaji bersama dan anda saya jadikan sebagai guru.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 14, 2012 pukul 11:55 pm

    Pertanyaan kepada Kiai Lukman Mubarok. 1. Sesatkah orang yang melakukan Laku Kungkum tengah malam ??? 2. Sepanjang pengetahuan saya Laku Kungkum tengah malam “Lebih berat” dari Tahajud. 3. Berikan tanggapan Anda.

      abu muhaffazh said:
      Mei 16, 2012 pukul 6:25 am

      terjadi perbedaan pendapat dalam hal tamimah ==> http://csgrup.wordpress.com/2012/05/13/kitabut-tauhid-bab-hal-hal-terkait-ruqyah-dan-tamimah/
      untuk lebih hati2 sebaiknya di hindari

        Abdullah Fajar said:
        Mei 18, 2012 pukul 11:46 pm

        Laku KUNGKUM itu tidak mengganggu ketenangan orang lain, dilakukan dijauh dari keramaian, dilakukan dini hari, tidak ada kegaduhan, tidak berisik, tenang penuh kedamaian, menyatu dengan alam, tidak bersekutu dengan penunggu kali, dilakukan dengan sadar tanpa paksaan, penuh kepasrahan, Yakin bahwa Tuhan itu Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, mendoakan orang lain, tidak ada syakwasangka, tidak menjelek-jelekkan agama keyakinan lain. Apakah laku Kungkum itu DOSA ?

        abu muhaffazh said:
        Mei 20, 2012 pukul 6:48 am

        rosulullah tidak ingin memberatkan umat, bahkan Rosulullah melarang orang berpuasa dan tidak berbuka, tidak menikah selamanya,dan melarang orang sholat tiap hari tanpa tidur,berdasarkan dalil

        Sikap ekstrem atau berlebih-lebihan di dalam beragama dapat kita lihat dalam hal sebagaimana yg akan dilakukan oleh orang-orang yg diceritakan dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia berkata “Tiga orang sahabat datang menemui isteri-isteri Rasulullah utk menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah diceritakan kepada mereka tentang ibadah Rasulullah mereka menganggapnya terlalu sedikit. Sehingga mereka berkata “Keadaan kita dgn beliau jauh berbeda sesungguhnya Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa beliau yg lalu dan yg akan datang!”

        Maka salah seorang di antara mereka berkata “Aku akan shalat malam terus-menerus.” Seorang lagi berkata “Aku akan berpuasa terus-menerus tanpa putus.” Yang lain berkata “Aku akan menjauhi kaum wanita dan tidak akan menikah selamanya.”

        Lalu datanglah Rasulullah SAW menemui mereka beliau bersabda “Apakah kamu sekalian yg mengucapkan bagini dan begitu!” Demi Allah aku adl orang yg paling takut danpaling bertaqwa kepada Allah! Namun di samping berpuasa aku juga berbuka di samping shalat aku juga tidur dan aku juga menikahi wanita. Barangsiapa membenci sunnahku maka ia bukan termasuk golonganku.”.

        ‎فَإِنِّي أَنَامُ وَأُصَلِّي وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَنْكِحُ النِّسَاءَ فَاتَّقِ اللَّهَ يَا عُثْمَانُ فَإِنَّ لِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَصُمْ وَأَفْطِرْ وَصَلِّ وَنَمْ

        “Sesungguhnya aku tidur, aku juga shalat, aku berpuasa dan juga berbuka, aku juga menikahi wanita. Bertakwalah kepada Allah wahai Utsman, sesungguhnya keluargamu mempunyai hak atas dirimu, dan tamumu mempunyai hak atas dirimu, dan kamu pun memiliki hak atas dirimu sendiri, oleh karena itu berpuasa dan berbukalah, kerjakanlah shalat dan tidurlah.”

        (Shahiih; HR. Abu Dawud)

        laku kungkum sesat menyesatkan ummat, bukan bagian dari agama..
        agama telah sempurna,anda tau sendiri dalilnya..

        Abdullah Fajar said:
        Mei 21, 2012 pukul 10:04 am

        Kalau begitu Sunan Kalijaga itu Sesat ya Kiai Abu Muhaffazh. Sudah tahu dalilnya kok kungkum. jadi ada 2 tokoh agama Islam yang sesat ya … Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar. Begitu ya … Apakah Ilmu Agama Islam Sudah setara dengan para Sunan ??? kok tahu kalau laku kungkum itu sesat ???

    Ramadani said:
    Mei 16, 2012 pukul 11:21 am

    elus dada pegang kepala….
    sabar menanggapi dan memilih kita tak tau siapa lawan bicara kita…. Tp saudara 2 sudah tau kalau ada perbedaan pendapat kita kembali ke Al-Quran Dan Hadisth.

    indra said:
    Mei 16, 2012 pukul 11:01 pm

    Ass.mikum,
    mohon mf antum sblmny tnp brmaksud utk menggurui nampakny antum harus lebih mendalami ilmu tauhid agar antum memahami tauhidnya syeh siti jenar.
    trm ksh, wassalam

    Abdullah Fajar said:
    Mei 19, 2012 pukul 12:07 am

    Mengapa banyak orang gebleg ??? karena kalau mengaji tidak boleh tanya, tapi mendengar dan terus mendengar kata-kata pengajarnya. apa yang dia katakan dianggap kebenaran yang mutlak karena dirinya menganggap apa yang dikatakannya adalah bisikan dari Allah.

      abu muhaffazh said:
      Mei 20, 2012 pukul 6:19 am

      bukan tidak boleh bertanya,cuma ada adab dalam bertanya..
      tidak ada dosa bagi seseorang untuk tidak menjawab pertanyaan orang yang marah2 atau kurang adab.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 19, 2012 pukul 12:16 am

    Menyanyi itu haram. Tapi menyanyi setelah Adzan di dalam Masjid tidak haram. Apa bedanya ??? Bedanya Menyanyi sebagai profesi itu bayarannya mahal, sedang nyanyi setelah Adzan tidak dibayar. Apa bedanya Penyanyi dengan Da’i. Penyanyi dibayar tidak sesuai dengan komitmet, no problem, tetapi Da’i setelah ceramah honornya kecil ngomel-ngomel. Penyanyi sekali nyanyi honornya bisa buat makan sebulan, sedangkan Da’i ceramah nerocos sampai airliurnya menetes-netes honornya cuman dapat buat beli rokok 5 bungkus. maka lalu dicari-carikanlah dalil yang bisa mengharamkan menyanyi. Tapi ingat kalau nyanyi dipasung lama-lamaa banyak penyanyi yang murtad ganti agama. habis agama yang dipeluknya tidak dapat melindungi profesi ya mending ganti agama yang mau melindungi profesinya.

      dany said:
      Mei 21, 2012 pukul 6:13 pm

      pertanyaanmu di blog abu muhaffazh lum dia jawab. sy ngg2

        Abdullah Fajar said:
        Mei 21, 2012 pukul 6:42 pm

        INILAH JAWABAN ABU MUHAFFAZH KAWAN (Tidak sy kurangi tdk sy tambahi) : menyanyi setelah adzan di masjid adalah bid’ah sesat..
        rokok adalah haram, da’i yang mengomel karena honor kecil bukan da’i yang baik..
        tidak ada paksaan dalam agama, jika dia memang ingin masuk islam hendaklah mengikuti aturan islam, jika tidak mau tidak boleh dia dipaksa masuk islam, mau keluar juga terserah..
        tapi bagi yang sudah masuk islam,dia boleh dipaksa mengkuti aturan syareat islam,,
        ingat dalilnya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”,
        bukan ”bagimu syareatmu dan bagiku syareat menurutku”..
        orang islam harus tunduk pada syareat islam, jika tidak mau ,maka murtad atau tidak itu pilihan orang tersebut..tidak ada paksaan..
        toh neraka sudah pasti bagi orang yang kafir kepada Allah.. silakan kalau mau murtad dan ingin kekal di neraka..

    abu muhaffazh said:
    Mei 20, 2012 pukul 6:31 am

    menyanyi setelah adzan di masjid adalah bid’ah sesat..
    rokok adalah haram, da’i yang mengomel karena honor kecil bukan da’i yang baik..
    tidak ada paksaan dalam agama, jika dia memang ingin masuk islam hendaklah mengikuti aturan islam, jika tidak mau tidak boleh dia dipaksa masuk islam, mau keluar juga terserah..
    tapi bagi yang sudah masuk islam,dia boleh dipaksa mengkuti aturan syareat islam,,
    ingat dalilnya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”,
    bukan ”bagimu syareatmu dan bagiku syareat menurutku”..
    orang islam harus tunduk pada syareat islam, jika tidak mau ,maka murtad atau tidak itu pilihan orang tersebut..tidak ada paksaan..
    toh neraka sudah pasti bagi orang yang kafir kepada Allah.. silakan kalau mau murtad dan ingin kekal di neraka..

    abu muhaffazh said:
    Mei 20, 2012 pukul 6:37 am

    hanya oran berfaham liberal sesat yang menghalalkan yang haram karena takut pengikutnya pindah agama.. seprti orang bilang “kalau minuman keras dan judi kita haramkan,nanti bagaimana kalau pemabuk dan penjudi pindah agama?” pertanyaan tersebut boleh dijawab ” sesungguhnua kamu itu orang bodoh (tak tahu soal agama)”

    Rudhi Pramono said:
    Mei 20, 2012 pukul 5:13 pm

    Menurut saya ajaran syekh siti jenar tidak sesat tetapi karena kesalahan dia adalah mengajarkan tidak di mulai dari syari’at. padahal dalam mengaji itu di awali dari syari’at, hakekat, tasawuf/torekot dan masuk kepada makrifat.
    Syekh siti jenar langsung mengajarkan tingkat tasawuf sehingga karena tidak ada syari’at yang kuat maka takutnya orang2 ini sombong dan tidak menjalankan perintah syari’at Rasul.
    Sehingga para wali 9 bukan iri dll. Hanya agar mereka mengjai sesuai dengan tuntunan Rasul dan bisa sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa Rasul.
    Wali 9 sampe sekarang sebenarnya masih belum selesai dalam menuntun kita, dan kitalah yang harus meneruskannya. karena masih mengingat banyak ajaran yang dicampur dengan hindu budah di jawa ini. dan telah tersebar di Indonesai yang udah diyakini.
    Assalamualaikum

    Abdullah Fajar said:
    Mei 21, 2012 pukul 6:58 pm

    Kepada Kiai Abu Muhaffazh : Saya sebenarnya sanksi dengan kemampuan da’i, mubalig, ulama yang sering mengisi pengajian di indoor/exdoor masjid. Apakah mereka sudah mendapat rekomendasi atas kemampuannya menjadi penceramah dalam pengajian ??? Sepertinya kok tidak terorganisir asal keluar dari Ponpes lalu dengan angkuhnya ceramah di mimbar sehingga apa yang diceramahkan hanya pelajaran agama Islam tingkat Sekolah Dasar melulu. Menjadi penceramah pengajian hendaknya disamping pengetahuan Islam yang luas juga harus mempunyai pengetahuan sosial dana pengetahuan umum yang luas, sehingga setiap mengisi pengajian yang diomongkan tidak hanya dosa, neraka, pahala, dan surga melulu. Telinga kanan kiri jenuh mendengarnya. Belum pernah ada dalam pengajian itu mengajarkan misalnya : ini lho doa agar rejeki anda lancar, ini lho doa agar jualannya laris, dan sebagainya. dan itu harus dapat dibuktikan. Kalau orang perutnya lapar, utangnya banyak mana mungkin konsen dalama pengajian. Makanya banyak orang ikut pengajian juga tidak berubah perilaku nya juga tidak meningkat.

    Abdullah Fajar said:
    Mei 21, 2012 pukul 7:04 pm

    Abu Muhaffazh coba saya diberi pencerahan atas ganjalan pikiran saya ini : Mengapa Islam begitu banyak aliran banyak tafsir ? contoh ada NU, ada Muhammadiyah, ada Syiah, ada Sunni, dan lain-lain. Lalu Islam aliran yang mana yang paling benar di hadapan Allah SWT. Ibarat hasil fotocopi pasti ada sumber Aslinya. Nah sumber Aslinya Islam itu dimana atau Islam yang Sejati itu Islam yang Mana ???

      abu muhaffazh said:
      Mei 22, 2012 pukul 1:32 pm

      nu dan muhammadiyah itu organisasi, kita tidak bisa menyesatkan NU DAN MUHAMMADIYAH, tapi klau syi’ah jelas itu faham sesat,sedangkan kita harusnya berfaham sunni..

        Abdullah Fajar said:
        Mei 22, 2012 pukul 10:52 pm

        Faham Sunni menyatakan faham Syi’ah itu sesat, Faham Syi’ah menyatakan faham Sunni itu sesat. Ini bagaimana ??? Semua mengaku paling benar dan saling menuduh sesat. Faham Siapakah diantara Sunni dan Syi’ah itu yang paling benar atau paling sesat ??? Toh penerus2 Islam sekarang ini tinggal menerima Cerita dari tokoh-tokoh pendahulu saja. Sudah berapa turunankah cerita itu terestafet, tentunya tidak bisa dipungkiri pasti ada yang ditambah dan dikurangi cerita estafet itu. Saya tidak meragukan Islam, saya Yakin dengan Islam tapi saya ragu oleh faham-faham yang dicetuskan oleh orang-orang yang saling mengaku paling benar. Perlu diingat bahwa benar atau salah, semua itu butuh bukti valid kalau itu benar dan kalau itu salah.
        Ketika kita mengambil jalan dan ternyata jalan itu salah jurusan berarti itu kita telah tersesat jalan. Dalam kesesatan jalan itu ada buah yang dapat dipetik yaitu Hikmah dari tersesat. Hikmah tersesat diantaranya : kita menjadi tahu sendiri mana jalan yang benar untuk mencapai tujuan dan tentu saja menjadi tahu kalau jalan itu jalan yang menyesatkan. Tersesatnya itu mungkin ada tangan jahil yang membelotkan penunjuk arah tujuan, atau dipengaruhi orang dijalan yang mengaku tahu arah yang akan dituju padahal orang itu belum paham medan/jalur jalan yang akan dilewati dia hanya menunjukkan disana arahnya.
        Dengan demikian sesat dalam ketersesatannya itu hanya diketahui oleh dirinya sendiri kalau ternyata tersesat. Bukan orang lain karena orang lain tidak menjalani.

        abu muhaffazh said:
        Mei 23, 2012 pukul 5:49 am

        ya,hanya anda sendiri yang tau.. makanya belajarlah dengan benar.. carilah yang tidak di tambah dan dikurangi.. (bid’ah merupakan salah satu yang penambahan, jadi walau terkesan baik bid’ah itu sesat karena menambah2 syareat agama).
        jangan percaya begitu saja, tapi harus saya katakan 100x mungkin kpd anda,”belajarlah” atau iqro’ (bacalah).. percuma banyak tanya disini jika tidak mau belajar sendiri..
        sudahkah anda baca semua artikel ana? jika anda baca satu per satu, insya Allah itu lebih bisa membantu meluruskan pemahaman anda.. juga pemahaman sesat orang2 yang menekuni bidang filsafat yang hobi menambah dan mengurangi ..

    muh4mm4d said:
    Mei 22, 2012 pukul 8:30 am

    NU dan Muhammadiyah itu bukan aliran tp bentuk organisasi yg menekankan dakwah dlm islam..

    Klo mau tau islam sejati, ya…tentu lah yg berdasarkan alquran dan hadist..gak usah cari yg lain dan tak perlu ditambah2 dgn yg aneh2.

      Abdullah Fajar said:
      Mei 22, 2012 pukul 1:10 pm

      Kalau itu organisasi, mengapa ada perbedaan. contoh perbedaan dalam menentukan 1 syawal, 10 besar, dalam shalat tarawih, doa Qunut ketika shalat subuh, tahlil ketika ada saudara/tetangga meninggal, musyrik masuk makam menurut muhammadiyah, dan masih banyak lagi. “muh4mm4d kamu bukan nabi” tentunya paham. Maksudnya aneh-aneh itu apa coba jelaskan. Abstrak sekali tanggapan anda.

        abu muhaffazh said:
        Mei 22, 2012 pukul 1:25 pm

        oran yang berada di dalam NU,muhammadiyah,dsb..mereka tidak akan tersesat selama yang diikuti al-qur’an,hadist shahih, dan pemahaman sesuai shohabat.. perlu juga di terangkan oleh ulama2 mumpuni di bidangnya..
        kenapa ORANG2 NU merasa kami sesatkan? padahal kami bukan menyesatkan organisasi NU,tapi kami menyesatkan apa2 yang banyak di bawa berupa hadist2 palsu dan lemah,
        kalau NU,MUHAMMADIYAH,DSB belum tentu orangnya sesat.. tapi kalau ikut faham syi’ah,sufiyah,ahmadiyah, nah itu paham2 sesat yang tidak boleh di ikuti.. kita ikuti yang ahlussunnah wal jama’ah..

        Abdullah Fajar said:
        Mei 22, 2012 pukul 10:19 pm

        Berarti NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah dan lainnya itu Pengembang Islam ya ??? Lalu Islam yang sejati atau Intisari Islam itu yang mana/bagaimana ???

        abu muhaffazh said:
        Mei 23, 2012 pukul 5:38 am

        belajarlah…

    Abdullah Fajar said:
    Mei 22, 2012 pukul 1:15 pm

    ADA TETANGGU TOKOH ISLAM MENYATAKAN, MASUK MAKAM ITU MUSRIK. DALAM HATI SAYA BERTANYA : BERARTI KALAU DIA MENINGGAL DUNIA NANTI MENJADI GOLONGAN MUSRIK KARENA DI MAKAMKAN DI KUBURAN. TOKOH ISLAM KOK GEBLEG. EMANG KALAU MENINGGAL DUNIA NANTI MAU DIKUBUR DI BULAN APA ???

      cakra dewa said:
      Mei 29, 2012 pukul 11:22 pm

      nah itu baru logikanya masuk,salut buat fajar.

    abu muhaffazh said:
    Mei 22, 2012 pukul 1:28 pm

    masuk makam tidak musyrik, hanya orang bodoh yang mengatakan masuk makam itu musyrik.. yang musyrik itu kalau minta2 kepada penghuni makam,misal minta barokah kepada makam wali,dsb..

      Abdullah Fajar said:
      Mei 22, 2012 pukul 10:15 pm

      Abu Muhaffazh : Berarti yang dilakukan setiap Dzulhijah di Mekkah itu ngapain di makam Nabi Muhammad ???

        abu muhaffazh said:
        Mei 23, 2012 pukul 5:35 am

        belajarlah sendiri, sering2lah hadir di majelis ilmu, karena pertanyaan model “komentar” ini bisa satu lusin buku kalau dijawab satu akan tumbuh pertanyaan lain.. ibarat mengajari bayi jika dia belum faham terhadap agama .. pelajaran kelas satu sd saja butuh 5buku minimal,apalagi mengajari anda disini itu hal mustahil.. lebih baik anda baca2 artikelnya, pelajarilah baik2.. atau datangi lgsg orang yang bersangkutan kalau mau bertanya.. menerangkan kesesatan syiah saja orang pintar perlu buku tebal, tidak mungkin bagi ana menuliskan untuk anda.. baca sendiri..

        lukman mubarok said:
        Mei 23, 2012 pukul 8:16 am

        si fajar ini nggak tahu tapi pertanyaannya berbau angkuh dan mempermasalahkan, bukannya cari kejernihan terhadap kekeruhan masalah

        Kawer-kawer said:
        Mei 23, 2012 pukul 8:53 am

        Bila aku dianggap angkuh, aku memohon ampun kepada Allahku yang maha pemurah lagi maha mengampuni. Apa yang bisa dilihat adalah kenyataan yang tidak bisa ditutup-tutupi. Tak usah diperpanjanglah daripada tidak ketemu ujung pangkalnya. semoga apa yang diyakini benar semua karena semua itu ujung pangkalnya adalah bersujud kepada Allah walau dengan caranya masing-masing. Maka kebenaran hakiki adalah Allah yang maha tahu. sesat juga adalah Allah yang akan memerintahkan kepada malaikat untuk menghakimi manusia.

        Abdullah Fajar said:
        Mei 23, 2012 pukul 12:34 pm

        si fajar ini nggak tahu tapi pertanyaannya berbau angkuh dan mempermasalahkan, bukannya cari kejernihan terhadap kekeruhan masalah (O JADI PERTANYAAN ITU BISA MENYEBABKAN KEKERUHAN TO, JUSTRU ITU KALAU TIDAK DIJAWAB DAPAT MENYEBABKAN PERTANYAAN BANYAK ORANG. MUNGKIN BARU SAYA INI YANG BERTANYA BEGITU. JAWABAN ANDA JUSTRU MENIMBULKAN PERTANYAAN2 YANG TIDAK PERLU JAWABAN LAGI DARI ANDA. KARENA SY AKHIRNYA TAHU ANDA MUNGKIN TAKUT UNTUK MENJAWAB YANG SEBENARNYA)

        lukman mubarok said:
        Mei 23, 2012 pukul 4:37 pm

        ucapan lisan penuh makna sedangkan tulisan di kolom komentar penuh misteri,,,, terutama pertanyaan-pertanyaan yang memiliki bias tujuan

        abu muhaffazh said:
        Mei 24, 2012 pukul 2:52 pm

        kalau faham sufi sudah masuk susah menjelaskannya, tidak mau belajar hanya bertawakal pada allah, semua milik allah selesai..
        belajarlah ..

        lukman mubarok said:
        Mei 24, 2012 pukul 9:59 pm

        ajaran sufi tuh terpengaruh mitologi, jadi inti ajarannya banyak menggunakan dzauq atau rasa dan ketika memahami sesuatu terjebak ke dalam mitos-mitos…. ya begitulah kalau sudah terpengaruh mitologi…. entah itu yunani… majusi…. hindu….. buda…..dll. murnikanlah aqidahmu!

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Mei 26, 2012 pukul 12:38 pm

        Kiai Lukman Mubarok, saya bertanya ilmu Aqidah sama Ilmu Sufi lebih tinggi yang mana dan lebih sulit dipelajari yang mana ?

        Salim Widjojo said:
        Mei 25, 2012 pukul 8:39 am

        Meyakini bahwa Pepsodent adalah odol ajaib yang mampu menjamin gigi kita sehat, tidak akan kena penyakit, lebih hebat dari kemampuan Allah adalah musyrik!

        Jika Pepsodent itu disimpan di tempat khusus, dimandikan tiap malam Jum’at, maka itu musyrik.

        Berarti semua yang pake Pepsodent musyrik?

        Itu tergantung dari niat dan amalannya.

        Widjojo said:
        Mei 25, 2012 pukul 8:45 am

        Meyakini bahwa Pepsodent adalah odol ajaib yang mampu menjamin gigi kita sehat, tidak akan kena penyakit, lebih hebat dari kemampuan Allah adalah musyrik!

        Jika Pepsodent itu disimpan di tempat khusus, dimandikan tiap malam Jum’at, maka itu musyrik.

        Berarti semua yang pake Pepsodent musyrik?

        Itu tergantung dari niat dan amalannya.

    Abu Shamil said:
    Mei 22, 2012 pukul 4:46 pm

    Abdullah Fajar, beranikah Anda mempertanggungjawabkan di hadapan Allah ‘azza wa jalla tentang ucapan Anda bahwa ada tokoh Islam yang mengatakan masuk makam itu musyrik ? Atau anda salah mendengarkan informasi dan Anda katakan bahwa itu adalah ucapan sang tolkoh Islam ? Sudahkah Anda bertabayyun ? Takutlah akan hari dimana Allah meminta pertanggungjawaban atas semua ucapan dan perbuatan kita.

      Abdullah Fajar Cinta Damai said:
      Juni 23, 2012 pukul 1:36 pm

      Wahai Abu Shamil, aku Abdullah Fajar sebesar apapun aku tidak pernah takut mempertanggungjawabkan sesuatu yang sahih dan nyata di hadapan Allah ‘azza wa jalla. bahwa benar adanya bahwa ada tokoh Islam yang mengatakan masuk makam itu musyrik. Orangnya masih hidup. Dah mau anda apakan sang tokoh itu coba ??/

    omcimahi said:
    Mei 22, 2012 pukul 5:43 pm

    Wajar jika Allah mengurus urusan mahluknya. Yang tidak wajar adalah jika manusia merasa mampu mengurus urusan Allah. Sifat Allah, Wujud Allah adalah urusan Allah. Hanya orang yang sombong saja yang mengurusi hal itu.

    SIn Chan said:
    Mei 24, 2012 pukul 1:48 am

    Surga bukan milik golongan, mau jalannya ke kanan ke kiri terus atau berkelok2 yang penting menuju ke satu Allah (kembali pada-Nya), ada banyak jalan menuju Allah, yang sesat adalah yang berjalan tidak sampai tujuan ke Allah, malah mampir kemana-mana… Jika anda pulang ke rumah pasti ada banyak jalan menuju ke rumah anda, terserah anda mau lewat jalan mana… yang penting sampai ke rumah anda…

    Sang Pencari said:
    Mei 25, 2012 pukul 3:26 pm

    Ass.wr.wb.
    To All wabil khusus untuk administrator blog ini ( Ust.PA ) kalo boleh saya berpendapat,sebetulnya keberadaan blog ini sangatlah tepat sebagai syiar Islam menghadapi serangan-serangan dan tipu daya Iblis yang masuk dari berbagai segi..Saya sangat mengapresiasi sekali,karena isi nya sangat bagus dan berkualitas karena semuanya bersandar pada dalil Agama. Namun menurut Saya dlihat dari berbagai komen-komen yang muncul justru banyak sekali ditemukan, penghujatan,kecam mengecam,kata-kata kasar,caci mencaci,sesat menyesatkan…ck ck masya Allah,Saya sangat prihatin karena a terkesan menjadi Blog /Wadah ‘perang pemikiran’ antara sesama Muslim yang buat Saya terlalu lepas kontrol dan kebablasan. sehingga jika Orang-orang Kafir melihat ini mereka tentu saja bertepuk tangan.

    Saya tidak bermaksud mempersempit atau anti perbedaan,karena kata orang ( Saya gak tahu sumbernya ) perbedaan itu rahmat namun buat Saya malah jadi dosa manakala perbedaan itu tidak di ‘manage’ dengan skill morality yang baik,maka kalo saya pribadi cenderung berpedapat’ jika memang masih ada persamaan,buat apa dicari perbedaan?’. ( terserah orang mau bilang Saya terlalu main safety atau pengecutlah )

    Besar harapan saya kepada Ikhwan wal akhwat yang saling berperang pemikiran,sampaikan lah dengan sebaik-baiknya dan untuk Ustad PA jikalau bisa dikarenakan banyak sekali ‘orang-orang yang bisa berceloteh agama’ namun penyampaiannya tidak jauh beda dengan orang yang tak beragama maka hendaknya digunakan lagi filter yang lebih tegas,kalo perlu langsung Banned jika didapati kata-kata kunci dari nama binatang misalnya..supaya keasyikan Saya sebagai salah satu pemerhati blog Anda yang haus akan kebenaran tidak tercemari lagi.

    Demikian Pendapat dan saran Saya sampaikan,smoga berkenan dan kalo ada yang salah dari Saya mohon di maafkan. Barakallahu fikh.

    Wass

      Abdullah Fajar Cinta Damai said:
      Juni 23, 2012 pukul 1:42 pm

      Wahai Sang Pencari saya katakan : kalau cari ilmu jangan ngetem di blog ini anda tersesat dong. Blog ini blog penghujat, pengafir orang lain, kafir, sesat dan musrik.

    Abdullah Fajar Cinta Damai said:
    Mei 26, 2012 pukul 1:23 pm

    Coba kalau kita rasakan, suara adzan di kala subuh itu betapa indahnya, tapi akan lebih indah kalau tidak keras-keras. agar tidak mengganggu orang tidur. Sebaik apapun kalau implikasinya membuat orang lain tidak senang pada akhirnya tidak ada apa-apanya. coba kalau yang pakai pengeras suara dari manusia selain beragama islam, pasti akan dikeroyok. Nah dalam ranah ini dimana rasa saling menghormati sesama pemeluk agama. Tapi yang terjadi sekarang ini umat islam memaksakan kehendak untuk menang sendiri, benar sendiri. dan tidak ada salah. beginikah jalan pikiran manusia yang notabene berakhlak mulia, santun, dan agamis ???

    Abdullah Fajar Cinta Damai said:
    Mei 26, 2012 pukul 1:29 pm

    Dunia/alam seisinya ini adalah guru bagi makhluk hidup yang paling sempurna di dunia ini untuk mengenal kebesaran Allah. Dari yang tidak terlihat oleh mata sampai yang terlihat adalah Karena kehendak Allah. Barang siapa tidak meyakini maka termasuk orang2 yang ingkar akan ciptaan Allah.
    Allah maha adil. Manusia diciptakan didunia ini notabene sudah TIDAK SUCI lagi, kecuali Malaikat. Jarak manusia dengan Allah itu tidak terhitung jauhnya, maka diciptakanlah Malaikat oleh Allah sebanyak potongan tubuh dan jiwa manusia. Malaikat-malaikat itu ditugaskan oleh Allah untuk mendampingi manusia selama hidupnya di dunia ini. Semua manusia tanpa pandang bulu baik itu cacat mental, fisik, dan sebagainya semua itu diberi pendamping oleh Allah.(orang Jawa menyebut “sik ngemong” yang mengasuh) segala hal yang diinginkan manusia akan disampaikan oleh Malaikat kepada Allah.
    Maka jelaslah malaikat sebagai mediator antara Manusia dengan Allah. Malaikat diberi Kuasa oleh Allah untuk membagi rejeki, mengelola alam pikiran manusia, dan sebagainya. Sehingga lebih jelas lagi manusia tidak akan bisa dekat dengan Allah. Apalagi Allah kok hadir di Masjid yang notabene buatan manusia jelas itu urusan Allah. Maka apabila manusia dekat malaikat sama halnya dekat dengan Kuasanya. tapi tak bakal bisa dekat dengan Allah kecuali Allah menghendaki. Kalau hanya kehenda manusia ya mbelthut kalau bisa. Boleh percaya kalau tidak percaya sama halnya tidak percaya dengan Allah)

    yudi islam cuma di ktp said:
    Mei 27, 2012 pukul 1:52 pm

    Innasholati wanusuki wamahya ya wamamati lillahi robbil alamin,katanya hidup,sholat, mati hny unt beribadah kpd allah tapi kenapa anda2 yg mengaku ahli agama ahli sholat kok tetap pamri,sholatnya krn ingin dpt ganjaran pahalanya di hitung siang malam,klau di undang uang sakunya gak mau datang,tapi mengaku semuanya karena allah,ingin selalu di puji pdhal tau hanya Allah yg pantas kita puji,katanya bersaksi nabi muhammad rossulallah kapan kita ketemu kanjeng nabi ? apa nggak palsu wong katanya saksi tapi gak pernah menyaksikan.Katanya Al’quran ayat2 nyata yg ada di dlm dada orang2 yg diberi(al ankabut 49) ternyata tdk prnh dibaca sehingga dgn seenaknya ngomong bid’ah sesat syirik musryk sampai kafir,betapa hebat2nya anda yg sedang mabuk ayat dan dalil,ingat saudara agama itu jalan bukan sekedar dogma dan doktrin.
    maaf pak ustat atau pak kyai atas komen saya yg beragama islam cuma di ktp

      begoilmu said:
      Juni 6, 2012 pukul 7:45 pm

      Islam tuh agamanya tapi ahlaknya seperti Abu Sofyan bani umayyah seperti orang bar-bar haus dengan kekuasaan, poltik licik menghasut kelompok lain agar supaya tidak kembali duduk sebagai khalifah yang arif, dengan atas nama rasulullah ia menggunakan hadist-hadist palsu yang memang sengaja dipalsukan sebagai alat politik. Jauh-jauh sekali dari ahlak Rasulullah, sampai sekarangpun masih menjadi trendi pengikut islam fundamentalis yang mengkafirkan kelompok-kelompok islam lainnya…. awas bahaya Laten Wahabi salafiah.

        mora said:
        Juni 7, 2012 pukul 11:04 pm

        salam untuk semua

        sebagai seorang manusia aku anggap kalian semua saudara, yang islam,yang kafir ataupun yang murtad ataupun siapa saja termasuk buat diri saya sendiri;
        ‘siapapun kalian, jika belum kuat imanmu maka janganlah kalian mencari satu kebenaran terlebih dahulu, apalagi saling menyangkal kebenaran orang lain,dan sesungguhnya kesadaran utamalah kebenaran yang tak dapat disangkal oleh siapapun
        cinta, kasih dan sayang yang terkendali itulah kesadaran dan kesadaran itulah sebuah kebenaran agama Allah
        agamaTuhan tidak pernar mengajarkan manusia untuk saling membenci ataupun saling menyalahkan
        maaf aku rasa kalian pasti lebih pandai untk membaca dan mengkaji Al quran,tapi disini aku sarankan bacalah kembali dengan melepaskan sebuah kebencian dalam hati klo perlu bacalah semua kitab suci dan ingat jangan ada kebencian dalam hatimu. sesunguhnya apabila masih ada kebencian dalam dirimu maka apapun kitabnya yang kalian baca itulah ayat-ayat syetan yang penuh dengan kesesatan.

        trimakasih untuk semua
        salam

        mora said:
        Juni 12, 2012 pukul 10:26 pm

        janganlah kau mencari ilmu selagi hatimu masih di kuasai oleh iblis
        ilmu dicari utuk pengetahuan dan pengetahuan hanya untuk sebuah kesadaran dan jika ilmu dapat kau raih dari sebuah kesadaran maka akan banyak sebuah kebijaksanaan yang dapat kau lahirkan untau menghilangkan sebuah kebencian dan itulah sebaik-baiknya sebuah pengendalian bagi orang-orang yang berpikir

    Permana83 said:
    Mei 28, 2012 pukul 4:03 pm

    Bagi2 orng yg mau berfikir, sudah kelihatan siapa yg jahil, ckckck….
    Moga anda yg pnya blog, nikmatin aja apa yg anda miliki..hehe.

    cakra dewa said:
    Mei 29, 2012 pukul 11:06 pm

    Asalamusampurasun.ikut nimbrung ah,orang yg merasa islamisme,tidak akan pernah menghujat sesamanya,karena orang yang baik,pasti akan mengurus dirinya sendiri dari pada mengurus urusan orang lain,terkecuali,orang tersebut belajar arabmisme,jadi ikut-ikutan jahilliyah.konon menurut cerita yang masuk logika,sebelum islam turun ke dunia ini,nabi kita ma,rifat dl ke pada allohnya,baru ada islam,[awallu dini mak,rifattullohitaala],awal-awal manusia harus menjalankan agamanya,harus tau dulu kepada allohnya.jadi ilmu ssj,ilmu awal nabi kita semua,itu baru namanya sunah rosul,bukannya punya istri 4 atau jenggot panjang,karena siapa yang tau bahwa nabi kita berjanggot,photonya aja gak ada.sekarang aliran agama banyak banget,sementara nabi sendiri gak punya aliran,hanya islam saja.dan setiap aliran,hanya mementingkan kepentingan alirannya,seharusnya umat muslim bersatu,malah sesama muslim saling menghancurkan.kalau umat manusia ingin selamat dunia akhirat,jangan pernah membela agamanya,karena ujung-ujungnya berterkar,hati jadi kotor,pikiran ngeres terus sama yang lain,karna sudah merasa benar dirinya,yang lain jelek,padahal alloh gak pernah cerewed,tapi manusia adubilahhimindalik,cerewet minta ampun.Nah pemirsa,untuk urusan surga di masarat kita gak pernah ada habis cerita.jadi bagi yang butuh surga,kalau saya kebagian surga,akan saya berikan bagi yang mau,saya gak butuh surga,yang saya butuhkan,asal dari alloh,saya mau kembali lagi kepadanya,kembali ke sisi alloh atau ke surga,saya gak mau,karna semua yang di ciptakan alloh akan rusak/hancur/tidak abadi/jadi takut surganya hancur,jadi saya gak mau kesana.

    bokir said:
    Juni 6, 2012 pukul 12:14 am

    Jika terjadi beda persepsi dari sesuatu maka perlu dicari sumbernya. Jika terjadi beda persepsi pada sumbernya maka perlu dicari siapa yang membuat sumbernya. Jika ketemu pembuat sumbernya maka tanyakanlah apa maksudnya sehingga orang berbeda persepsi.
    Jika tidak ketemu pembuat sumbernya bagaimana kita bersikukuh membenarkan maksudnya….???
    Aku prihatin jika pembenaran persepsi hanya didasari “kata si Anu, menurut si Una, atau Ani menceritakan si Anu kenal si Una”…… sementara kenal saja tidak dengan si Anu, Una dan Ani ………
    Al Qur’an, artinya tidak sekedar “terjemahan” yang banyak beredar di pasaran, tapi tidak cukup dituliskan jika hanya menggunakan air laut sebagai tintanya.
    Jadi istighfarlah ….. mohon petunjuk pada Yang Maha Punya Petunjuk …….. Hingga dapat kehendak-Nya.
    Coba bayangkan, seberapa marahnya Sang Maha Berilmu dipecundangi oleh kecongkakan ilmu yang kita miliki ???
    Selamat berpencarian ……

    bruu said:
    Juni 6, 2012 pukul 9:51 am

    yudi islam cuma di ktp: di era sekarang kita mengenal manusia alay,..biasanya itu identitas2 atau perilaku2 anak muda (yg katanya gaul) yang menjadi fenomena dan mewabah meskipun sebenarnya sangat kampungan sekali. nah dalam dunia agama juga saya rasa ada seperti ustad “alay” yang selalu mengedepankan ego masing2 tapi tidak bisa berbuat apa2 bagi kemajuan umat

    mora said:
    Juni 8, 2012 pukul 8:10 pm

    baru tes

    abu muhaffazh said:
    Juni 13, 2012 pukul 3:30 pm

    setuju, kita tidak boleh haus kekuasaan dan tidak boleh memalsukan hadist, tidak boleh mengkafirkan orang2 islam.. awas terhadap faham wahabiyah dan awas juga terhadap orang2 yang suka menuduh orang yang berpegang keras terhadap sunnah dengan tuduhan wahabi.. apakah hanya karena orang mengamalkan hadist untuk memanjangkan jenggot, celana tidak isbal, bercadar, dan suka menghafal qur’an lantas di katakan sebagai wahabi? apakah hanya karena orang menjelaskan arti “syirik”, “bid’ah”,dan “maksiat” lantas kita sebut mereka “mengkafirkan” dan kita pojokkan mereka?apakah karena kita sudah ‘mengakar’ benih kebodohan yang di ajarkan orang tua kita, lantas kita tidak mau mendengar penjelasan tentang “syirik dan bid’ah ” hanya karena takut “sakit hati”?

    abu muhaffazh said:
    Juni 13, 2012 pukul 3:39 pm

    mas begoilmu, belajarlah yang benar daripada di permainkan doktrin akhlaq, akhlaq memang perlu,bahkan rosulullah diutus untuk menyempurnakan akhlaq , tapi jangan tertipu.. kita sama2 belum berakhlaq baik, jangan menuntut akhlaq orang lain.. belajarlah, lalu klo sudah faham agama ganti nickname anda jadi lebih baik, “penuntut ilmu” misalnya.. karena orang pintar akan males ngomong sama orang bego. dan orang bego itu tidak pantas di dengar omongannya..

      lukman mubarok said:
      Juni 13, 2012 pukul 9:56 pm

      yang harus diprioritaskan nomor satu adalah tauhid yang selamat dari berbagai noda, nomor dua adalah ibadah yang shahih, nomor tiga baru akhlaq yang mulia

        popokusi said:
        Juni 14, 2012 pukul 4:43 pm

        tes…komen
        mas lukman maaf ya ni baru tes coment

        sony said:
        Juni 15, 2012 pukul 1:24 am

        tdk ada yg lbh prioritas antara satu dgn yg lain dr ketiga hal tsb..,ketiganya sama pentingnya..:)

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Juni 20, 2012 pukul 9:14 am

        Kalau kalian mau Ngaji sama eyang Syech Siti Jenar, Sayangnya eyang Syech Siti Jenar sudah wafat. kalian tentu tidak akan kedlarung-dlarung (sesat) tiap hari baca buku. tapi lupa mengamalkan kepada sesama dan alam tercinta ini. pernahkan kalian mendoakan alam dan sekitarnya ? boro2 mendoakan alam, mendoakan anak/sasudara aja belum tentu pernah. orang hari2nya cuma memikirkan yang tidak perlu dipikir dan membicarakan yang tidak perlu dibicarakan.

    lia said:
    Juni 13, 2012 pukul 3:41 pm

    duh nih ustadnya mana sih?

    popokusi said:
    Juni 14, 2012 pukul 11:11 pm

    Menilik sejarah para ilmuan telah begitu banyak membantu sehingga kebenaran akan terus dapat terungkap. syeh siti jenar adalah salah seoarang tokah di tanah jawa yang namanya begitu melegenda, dimana ada sebagian yang menganggap bahwa kebenaran adalah suatu kebenarannya yang nyata dan dilain pihak sebaliknya bahwa kebenarannya itu adalah suatu yang sesat dan semu
    sejarah begitu banyak persi yang masing -masingnya memiliki pembuktian, sehingga sejarah yang begitu banyak tentu akan melahirkan sebuah perbedaan mengenai sudut pandang, dari latar belakang yang ada masing-masing memiliki pembuktian tentang kebenarannya. disisi lain dari jaman kejaman perobahan adalah fakta yang selalu menyesuaikan dengan latar belakang yang ada
    manakah sejarah syeh siti jenar yang benar ? bagaimanakah kebenaran tentang syeh siti jenar? seperti apa kebenaran ajarannya? pertanyaanpun keluar dari benak pikiran kita yang demikian. anggap saja, semua sejarah yang ada itu benar dan untuk membenarkannya sejarah jangan di artikan sebagai kebenarannya tetapi sejarah adalah latar belakang ilmu pengetahuan kita yang semua masing-masing memiliki latar belakang yang berlainan dan perbedaan adalah hal yang sangat wajar, perbedaan bukanlah suatu kesalahan dimana dalam komunitas kehidupan manusia apapun bentuknya perbedaan tidak dapat disamakan dan persamaan manusia bukan tidak ada melainkan dihadapan Tuhan semuanya itu sama dan itulah bentuk keadilanNya. Siti jenar memiliki pandangan yang begitu luas, dia hidup dijaman berkembangnya sebuah kepercayaan dan itu melatar belakangi pengetahuaannya sebagai mana dirinya seorang manusia yang dilahirkan ditanah jawa pandangannya yang tidak mau lepas akan citra dirinya sebagai orang jawa. Siti jenar mengembangkan sebuah kepercayaan jawa kuno yang masih asli sebagai kepercayaan yang masih murni dari Tuhan, dan kemampuannyalah yang dijadikannya sebagai ajaran pandangan hidup sebagai seorang jawa yang murni. Kemurnian bukanlah suatu ketetapan yang abadi melainkan perkembangan yang baik adalah penyesuaian yang benar, kepercayaan yang mampu mengalami perkembangan dengan benar bukan berarti hilangnya sebuah kemurnian tetapi kebenarannya adalah hanya Tuhan yang abadi. Bersambumg…

    ahdi popos said:
    Juni 16, 2012 pukul 11:23 pm

    kita sekilas mengingat ajaran syekh siti jenar, syekh siti jenar mengajarkan MANUNGGALING KAWULU GUSTI, ada sebagian orang menyalahkan dan ada sebagian orang membenarkan, sesungguhnya untuk mengetahui benar dan salahnya ajaran tersebut kita harus mengambil sumber yang falit, pertama kita harus mengetahui sumber sejarah syekh siti jenar dari sumber yang benar-benar BENAR, kedua kita harus memahami …ajaran agama dengan benar, saya beri ayat ini Qs. Qaf : 16: dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya. kita jangan hanya terjebak di logika analisis, begitu juga dengan filsafah ibnu al farobih yang mengatakan WAHDATUL WUJUD, untuk mengetahui benar dan salah kita harus melihat sejarah secara utuh dan apa yang di hadapi ummat pada waktu itu dan memahami ajaran agama islam, so kita orang islam di perinta berfikir bijak terhadap sesuatu masalah, bagaimana tanggapan anda? Satu catatan dalam Qs.3:18 : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan dia, yang menegakkan keadilan. salam

    begoilmu said:
    Juni 16, 2012 pukul 11:51 pm

    Alhamdulillah…jangan didengar omongan saya, keutamaan ibadah ada pada pemahaman tauhidnya, kalau tauhidnya salah tentu ibadahnya pun jadi salah penempatannya.
    Kemana arah tujuan ibadah yang kita lakukan kalau bukan kepada Allah yang benar dan yang sebenar-benarnya, bukan kepada Allah yang berupa mahluk dalam bayangan yang bisa turun kelangit dunia,
    dan Dia tidak ada yang serupa dengan dirinya (Q.S. Al ikhlas : 4 ).

    popokusi said:
    Juni 17, 2012 pukul 8:10 pm

    Menilik sejarah para ilmuan telah begitu banyak membantu sehingga kebenaran akan terus dapat terungkap. syeh siti jenar adalah salah seoarang tokah di tanah jawa yang namanya begitu melegenda, dimana ada sebagian yang menganggap bahwa kebenaran adalah suatu kebenarannya yang nyata dan dilain pihak sebaliknya bahwa kebenarannya itu adalah suatu yang sesat dan semu

    sejarah begitu banyak persi yang masing -masingnya memiliki pembuktian, sehingga sejarah yang begitu banyak tentu akan melahirkan sebuah perbedaan mengenai sudut pandang, dari latar belakang yang ada masing-masing memiliki pembuktian tentang kebenarannya. disisi lain dari jaman kejaman perobahan adalah fakta yang selalu menyesuaikan dengan latar belakang yang ada

    manakah sejarah syeh siti jenar yang benar ? bagaimanakah kebenaran tentang syeh siti jenar? seperti apa kebenaran ajarannya? pertanyaanpun keluar dari benak pikiran kita yang demikian. anggap saja, semua sejarah yang ada itu benar dan untuk membenarkannya sejarah jangan di artikan sebagai kebenarannya tetapi sejarah adalah latar belakang ilmu pengetahuan kita yang semua masing-masing memiliki latar belakang yang berlainan dan perbedaan adalah hal yang sangat wajar, perbedaan bukanlah suatu kesalahan dimana dalam komunitas kehidupan manusia apapun bentuknya perbedaan tidak dapat disamakan dan persamaan manusia bukan tidak ada melainkan dihadapan Tuhan semuanya itu sama dan itulah bentuk keadilanNya. Siti jenar memiliki pandangan yang begitu luas, dia hidup dijaman berkembangnya sebuah kepercayaan dan itu melatar belakangi pengetahuaannya sebagai mana dirinya seorang manusia yang dilahirkan ditanah jawa pandangannya yang tidak mau lepas akan citra dirinya sebagai orang jawa. Siti jenar mengembangkan sebuah kepercayaan jawa kuno yang masih asli sebagai kepercayaan yang masih murni dari Tuhan, dan kemampuannyalah yang dijadikannya sebagai ajaran pandangan hidup sebagai seorang jawa yang murni. Kemurnian bukanlah suatu ketetapan yang abadi melainkan perkembangan yang baik adalah penyesuaian yang benar, kepercayaan yang mampu mengalami perkembangan dengan benar bukan berarti hilangnya sebuah kemurnian tetapi kebenarannya adalah hanya Tuhan yang abadi. Siti jenar mengembangkan keyakinan yang ada di tanah jawa pada saat itu dimana pada saat itu tanah jawa mengalami perubahan jaman dengan runtuhnya kerajaan majapahit, kebudayaan timur tengah yang masuk dalam bentuk idiologi orang asingpun mulai memiliki peran dalam perobahan jaman untuk kemajuan jaman itu, siti jenar memiliki latar belakang sebai orang jawa dimana dia dilahirkan ditanah jawa dan untuk kemajuan jaman siti jenar dengan kemampuannya menuntut ilmu sampai ke timur tengah hingga sejarah mengatakan bahwa syekh siti jenar telah masuk ajaran islam . dalam pencarian suatu kebenaran siti jenar belum merasa cukup dengan hal itu maka pada saat ia kembali di tanah kelahirannya berusahalah ia untuk mengembangkan sebuah idiologi yang ada agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman yang ada.

    Dasar yang menjadi kebenararn pada pandangan siti jenar yang pertama itu ada dalam dirinya sendiri, dalam idiologinya semua manusia memiliki kebenarannya masing-masing. Ketika seseorang dengan kemauannya berusaha untuk mendalami tentang kepribadiannya sendiri, dimana yang pertama dia akan mengenal siapa tentang dirinya, lalu ia akan mengintrofeksi dengan dirinya, maka dari kesadarannyalah lahir kepribadian yang sempurna, baik sempurna dalam arti yang baik ataupun sempurna dalam arti yang sebaliknya. Karena itu baginya kesempurnaan adalah kehendak pribadinya sebai kehandak Tuhanya. Kebenaran- kebenaran pandangannya tidak dapat disangkal dengan kebenaran pada saat itu, tetapi sejarah pada saat itu menyatakan bahwa pandangan ajarannya menyestakan (sesat).pemerintahan yang begitu keras pada saat itu dengan adanya perpolitikan pemerintahan yang baru dari runtuhnya kerajaan majapahit yang akhirnya mampu merubah suatu tatanan pemerintahan negara. Kekuasaan dapat mengalahkan segalanya,kebenaran tidak dapat dijadikan sebagsi prioritas yang utama,politik yang berperan dapat menggunakan segala cara, semuanya dianggap sebagai kehendak Tuhan dan itulah kepribadian yang nampak menjadi kebenaran. Sejarah jaman, dari jaman kejaman, kekuasaan dan politik terus mengikuti perkembangan, kebenaran hanya dianggap sebagai perbincangan biasa bahkan menjadi suatu hal yang tabu. Melihat fakta kekuasaanlah yang dapat memilki kebenaran, sekalipun kejahatan, kebohongan, dan ketidak adilan semakin angkuh tetapi tetap saja kekuasaan hanya menginginkan kehancuran. Jika manusia menginginkan akan suatu kebenaran maka kekuasaan bukanlah prioritas yang utama, akan tetapi SEGALA SESUATU KEMBALIKANLAH KEPADAKU

    abu muhaffazh said:
    Juni 18, 2012 pukul 5:06 pm

    nah inilah pentingnya kita belajar..,jika kita tahu ada hadist shohih yang menjelaskan bahwa allah memang turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, seharusnya kita yakini sabda rosulullah dan itu wajib, tapi kita juga tidak boleh menggambarkan atau membayangkan “bagaimana keadaan Allah waktu turun dan bagaimana bentuk Allah” ,yang jelas allah berbeda dengan makhluqnya.. barangsiapa menolak/tidak percaya hadist shohih nabi,tentu artinya menganggap rosul pendusta, semoga kita terlindung dari itu.. karena itu dapat mengeluarkan seseorang dari umat nabi muhammad, dia bisa disebut kafir kalau tidak segera beristighfar mohon ampun kepada allah(bertaubat),lalu dia harus percaya hadist nabi yang shohih..

      om borneo said:
      Juni 19, 2012 pukul 11:27 am

      akur-akur…..alamaaak lama gak singgah ke blog ini, cape juga ngebaca komen2 nya.

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Juni 20, 2012 pukul 9:07 am

        Duh kasihaaan, banyak manusia sesat yang pingin melihat Allah. Sampai kalian dikucirin gak bakal bro bisa ketemu melihat Allah. Orang kalian manusia kotor gak pernah sesuci jiwa raga. Gak usah aneh2 bro ntar gila sendiri. Allah itu Veri veri super misteri. Akui saja itu sudah cukup kalau Allah itu ada. gak usah ngereka-reka Allah ada dimana, bersemayam dimana apalagi mereka-reka Allah turun di bumi. kalau sampai ada yang begitu berarti sudah gila amat.

        abu muhaffazh said:
        Juni 22, 2012 pukul 10:21 am

        abdullah fajar, bagaimana kalau Allah yang bilang bahwa dia bersemayam di atas arsyi dalam al qur’an?

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Juni 22, 2012 pukul 10:55 am

        Apa anda abu muhaffazh pernah dengar bahwa allah bilang bahwa bersemayam di atas arsyi ?

    Rely said:
    Juni 19, 2012 pukul 1:38 pm

    Susah bicara dgn org yg gak ngerti Hadits…

      lukman mubarok said:
      Juni 19, 2012 pukul 9:56 pm

      memang susah bicara sama orang yang nggak pake pedoman, yang dipakainya hanya asumsi akal sendiri dan hawa nafsu

        lukman mubarok said:
        Juni 19, 2012 pukul 10:07 pm

        zakat-maal
        Selasa, 24 April 2012 05:00 Muhammad Abduh Tuasikal Belajar Islam
        Bismillah … Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

        Ulama besar di abad ke-3 hijriyah telah menyebutkan pula mengenai keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai keberadaan Allah di atas ‘Arsy dan itu menunjukkan sifat ketinggian bagi Allah. Jika ada yang menanyakan bahwa keyakinan seperti ini berarti menetapkan Allah itu jauh, padahal dalam banyak ayat dibuktikan kalau Allah itu begitu dekat. Jawabannya, pada makhluk kita dapat mengatakan ia tinggi tetapi dekat. Jika itu mungkin pada makhluk, maka pada Sang Kholiq lebih-lebih mungkin karena tidak ada yang mustahil bagi Allah. Selanjutnya, simak dalam tulisan sederhana berikut.

        Zakariya As Saaji[1]

        قال الإمام أبو عبد الله بن بطة العكبري مصنف الإبانة الكبرى في السنة وهو أربع مجلدات حدثنا أبو الحسن أحمد بن زكريا بن يحيى الساجي قال قال أبي القول في السنة التي رأيت عليها أصحابنا أهل الحديث الذين لقيناهم أن الله تعالى على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء وساق سائر الإعتقاد وكان الساجي شيخ البصرة وحافظها وعنه أخذ أبو الحسن الأشعري الحديث ومقالات أهل السنة

        Al Imam Abu ‘Abdillah bin Battoh Al ‘Akbari, penulis kitab Al Ibanah Al Kubro fis Sunnah yang terdiri dari empat jilid, ia berkata bahwa Abul Hasan Ahmad bin Zakariya bin Yahya As Saaji berkata bahwa ayahnya, Zakariya As Saaji berkata, “Perkataan dalam As Sunnah yang kulihat bahwa sahabat kami para ulama hadits yang pernah kami temui meyakini Allah di atas ‘Arsy yang berada di ketinggian-Nya, namun Dia dekat dengan hamba-Nya sesuai yang Dia kehendaki”. Lalu As Saaji menyebutkan berbagai i’tiqod yang lain.

        Adz Dzahabi mengatakan bahwa As Saaji adalah ulama di Bashroh dan seorang hafizh terkemuka. Abul Hasan Al Asy’ari mengambil hadits dan perkataan Ahlus Sunnah lainnya dari beliau. Beliau pernah melakukan rihlah untuk belajar dari Muzanni (murid Imam Asy Syafi’i) dan Ar Robi’. As Saaji memiliki kitab ‘Ilalul Hadits dan kitab Ikhtilaful Fuqoha.[2]

        Pelajaran penting:

        Dalil-dalil yang menyebutkan kedekatan Allah adalah sebagai berikut. Pertama, firman Allah Ta’ala,

        وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

        “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah [2] : 186)

        Begitu juga terdapat dalil dalam Shohih Muslim pada Bab ‘Dianjurkannya merendahkan suara ketika berdzikir’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        وَالَّذِى تَدْعُونَهُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ عُنُقِ رَاحِلَةِ أَحَدِكُمْ

        “Yang kalian seru adalah Rabb yang lebih dekat pada salah seorang di antara kalian daripada urat leher unta tunggangan kalian” (HR. Muslim no 2704).

        Sedangkan ayat yang menyebutkan keberadaan Allah di ketinggian amat banyak sekali, salah satu contohnya adalah,

        أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

        “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di (atas) langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (QS. Al Mulk : 16).

        Yang jelas, keberadaan Allah di atas ‘Arsy tidaklah bertentangan dengan kedekatan Allah dengan makhluk-Nya. Masa’ kita katakan ayat-ayat Al Qur’an saling bertentangan? Kita dapat katakana bahwa Allah berada di ketinggian, namun juga dekat pada hamba-Nya.

        Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Al Aqidah Al Wasithiyah berkata, “Kedekatan dan kebersamaan Allah yang disebutkan dalam Al Kitab dan As Sunnah tidaklah bertentangan denga ketinggian Allah Ta’ala. Tidak ada sesuatu pun yang semisal dengan-Nya dalam setiap sifat-sifat-Nya. Allah Maha Tinggi, namun dekat. Dia Maha Dekat, namun tetap berada di ketinggian.”

        Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak ada pertentangan sama sekali antara kedekatan dan ketinggian Allah. Karena sesuatu ada yang jauh namun dekat. Ini kondisi yang ada pada makhluk. Jika makhluk demikian, bagaimana lagi pada kholiq (Sang Pencipta)?! Allah bisa saja dekat sekaligus berada di ketinggian. Allah itu begitu dekat dengan kita dari urat leher hewan tunggangan”.[3]

        Muhammad bin Jarir Ath Thobari[4], penulis kitab tafsir terkemuka

        Disebutkan dalam kitab tafsir karya Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath Thobari yang banyak berisi perkataan para salaf, ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,

        ثُمَّ اسْتَوَى إلَى السَّمَاءِ

        “Dan Dia berkehendak (menuju) langit” (QS. Fushshilat: 11). Yang dimaksud dengan ayat ini kata Ar Robi’ bin Anas adalah,

        ارتفع إلى السماء

        “Naik di ketinggian”.[5]

        Sedangkan mengenai ayat,

        ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

        “Kemudian Allah berada tinggi di atas ‘Arsy” Yang dimaksudkan dengan ayat ini kata Ath Thobari,

        علا عليه

        “Tinggi di atas ‘Arsy”[6]

        Pelajaran Penting:

        Ibnul Qayyim dalam bait sya’ir An Nuniyah memberikan empat definisi istiwa’: 1-istaqorro (menetap), 2-‘alaa (tinggi), 3- irtafa’a (naik), dan 4-sho’ada (naik).

        Sehingga sifat istiwa’ menunjukkan Allah tidak di mana-mana dan bukan di setiap tempat serta tidak bersatu dengan makhluk-Nya karena Allah berada tinggi di atas seluruh makhluk-Nya.

        Syaikh Muhammad Kholil Harros hafizhohullah mengatakan, “Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani yang diberikan dari Allah tentang diri-Nya yaitu bahwasanya Allah beristiwa’ di atas ‘Arsy-Nya dan terpisah dari makhluk-Nya dengan kaifiyah (cara) yang tidak diketahui hanya oleh-Nya. Sebagaimana kata Imam Malik, “Istiwa’ itu ma’lum (sudah diketahui maknanya), sedangkan kaifiyahnya (hakekatnya atau cara istiwa’) itu tidak diketahui”.[7]

        Ibnu Khuzaimah[8]

        Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata,

        من لم يقر بأن الله على عرشه استوى فوق سبع سمواته بائن من خلقه فهو كافر يستتاب فإن تاب وإلا ضربت عنقه وألقي على مزبلة لئلا يتأذى بريحته أهل القبلة وأهل الذمة

        “Siapa yang tidak menetapkan keberadaan Allah di atas ‘Arsy dan Dia beristiwa’ (menetap tinggi) di atas langit yang tujuh, terpisah dari makhluk-Nya, maka ia kafir dan dimintai taubat. Jika ia tidak mau bertaubat, maka dipenggal saja lehernya dan dibuang ke tempat sampah supaya baunya tidak menyakiti ahlul kiblat (muslim) dan ahlu dzimmah (non muslim)” .

        Ibnu Khuzaimah adalah ulama terkemuka dalam ilmu hadits dan juga fikih. Beliau di antara dai Ahlus Sunnah dan ulama yang keras dalam penetapan nama dan sifat Allah. Beliau memiliki kedudukan mulia di Khurasan. Ibnu Khuzaimah mengambil fikih dari Muzanni -murid Imam Asy Syafi’i- dan mendengar ilmu dari ‘Ali bin Hajr dan ulama semasanya. Beliau meninggal dunia dalam usia 80-an.[9]

        Tsa’lab, imam Al ‘Arobiyah, ulama pakar bahasa[10]

        Al Hafizh Abul Qosim Al Lalika-i dalam kitab As Sunnah berkata bahwa ia mendapat tulisan tangan Ad Daruquthni dari Ishaq Al Kadzi Abul ‘Abbas –dikenal dengan Tsa’lab- berkata,

        استوى أقبل عليه وإن لم يكن معوجا ثم استوى إلى السماء أقبل و استوى على العرش علا واستوى وجهه اتصل واستوى القمر امتلأ واستوى زيد وعمرو تشابها في فعلهما وإن لم تتشابه شخوصهما

        “Istiwa bermakna menuju (أقبل عليه) walau tidak persis menetap. Sedangkan makna istawa ilas samaa’ adalah menuju (أقبل). Adapun makna istawa ‘alal ‘arsy adalah tinggi (علا). Makna istawa wajhuh adalah bersambung (اتصل). Makna istawal qomar adalah penuh (امتلأ). Sedangkan makna istawa Zaid wa ‘Amr adalah keduanya mirip dalam perbuatan walau tidak mirip orangnya. ”[11]

        Abu Ja’far Ath Thohawiy[12], ulama terkemuka Hanafiyah

        Dalam kitab akidahnya, Ath Thohawiy berkata,

        والعرش والكرسي حق كما بين في كتابه وهو مستغن عن العرش وما دونه محيط بكل شيء وفوقه

        “‘Arsy dan Kursi adalah benar adanya. Allah tidak membutuhkan ‘Arsy-Nya itu dan apa yang ada di bawahnya. Allah mengetahui segala sesuatu dan Dia berada di atas segala sesuatu.”[13]

        Abu Muhammad Al Barbahariy Al Hasan bin ‘Ali bin Kholf[14], ulama besar Hanabilah di Baghdad

        Dalam Syarhus Sunnah, Al Barbahariy berkata,

        وهو على عرشه استوى وعلمه بكل مكان ولا يخلو من علمه مكان

        “Allah berada di atas ‘Arsy dan menetap di atas-Nya. Namun ilmu Allah di setiap tempat. Tidak ada suatu tempat yang lepas dari ilmu Allah”.[15]

        Pelajaran penting:

        Ayat berikut mendukung pernyataan di atas yaitu Allah menetap tinggi sedangkan yang di mana-mana adalah ilmu Allah,

        هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

        “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia menempat tinggi di atas ‘Arsy-Nya. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Hadid: 4). Ayat ini begitu jelas tidak mempertentangkan keberadaan Allah di atas ‘Arsy dan ilmu Allah yang mengetahui segala tempat. Sebagaimana kata Ibnu Taimiyah rahimahullah,

        فَأَخْبَرَ أَنَّهُ فَوْقَ الْعَرْشِ يَعْلَمُ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ مَعَنَا أَيْنَمَا كُنَّا

        “Surat Al Hadid ayat 4 menyebutkan bahwa Allah berada di atas ‘Arsy dan Dia mengetahui segala sesuatu. Meskipun begitu Allah pun bersama kita di mana saja kita berada”.[16]

        Masih tersisa satu ulama terkenal di abad ke-3 hijriyah yang belum kami sebutkan mengenai perkataannya. Beliau adalah Abul Hasan Al Asy’ari. Mengenai perkataan beliau tentang keyakinan Ahlus Sunnah ini akan kami bahas dalam tulisan selanjutnya -dengan izin Allah-.

        Semoga Allah senantiasa memberi hidayah dan taufik kepada akidah yang lurus. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

        @ Ummul Hamam, Riyadh-KSA, 2 Jumadats Tsaniyah 1433 H

        http://www.rumaysho.com

        [1] Zakariya As Saaji meninggal dunia tahun 307 H.

        [2] Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar hal. 205 dan Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 223.

        [3] Syarh ‘Aqidah Al Wasithiyah, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan keempat, 1424 H, 2: 53.

        [4] Ibnu Jarir Ath Thobari hidup pada tahun 224 – 310 H.

        [5] Tafsir Ath Thobari, 1: 456

        [6] Tafsir Ath Thobari, 13: 411

        [7] Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, Syaikh Muhammad Kholil Harros, terbitan Ad Durur As Sunniyah, cetakan keenam, 1429 H, hal. 172.

        [8] Ibnu Khuzaimah hidup pada tahun 223-311 H.

        [9] Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar hal. 207 dan Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 225-226.

        [10] Tsa’lab meninggal tahun 291 H.

        [11] Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar hal. 213 dan Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 230-231.

        [12] Ath Thohawiy hidup pada tahun 239-321 H.

        [13] Lihat Syarh Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah, Syaikh Sholeh bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh, terbitan Darul Mawaddah, cetakan pertama, 1431 H, 1: 428.

        [14] Al Barbahariy meninggal dunia pada tahun 329 H.

        [15] Syarhus Sunnah, Al Hasan bin ‘Ali bin Kholf Al Barbahariy Abu Muhammad, terbitan Dar Ibnul Qayyim, cetakan pertama, 1408 H, hal. 24.

        [16] Majmu’ Al Fatawa, 5: 103.

        http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/3773-di-manakah-allah-9-ketinggian-dan-kedekatan-allah-.html

        Abdullah Fajar Cinta Damai said:
        Juni 20, 2012 pukul 9:00 am

        Anda ngerti hadist, tapi cuma ngerti doang gak pernah menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. iya toh xaxaxaxaxa

    begoilmu said:
    Juni 20, 2012 pukul 2:23 pm

    Hadist ko bertentangan dengan Al qur’an,, Dia tidak ada yang serupa dengan dirinya ( qs. al ikhlas : 4) apa ini yang dikatakan hadist sahih, tidak lain ini adalah bid’ah dan menyesatkan,, atas nama Rasululllah.

    abu muhaffazh said:
    Juni 21, 2012 pukul 8:34 am

    begoilmu,hadist shohih itu apa?

    mautmu said:
    Juni 21, 2012 pukul 10:46 am

    kok ribut ae kayak bener jadi manusia.coba kalahkan dulu nafsu2 dalam diri kalian
    nafsu gk bisa dihilangkan tapi bisanya di kendalikan.

      abu muhaffazh said:
      Juni 22, 2012 pukul 10:17 am

      ya benar,kendalikan nafsu anda..

    begoilmu said:
    Juni 21, 2012 pukul 11:57 am

    ” Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka (shahih Bukhari).

    Maka berhati-hatilah dari berdusta atas Rasulullah saw, dengan mengatakan sesuatu dari beliau padahal tidak demikian. Oleh karena itu jika kita melihat riwayat shahih Muslim diawal-awalnya adalah ucapan para sahabat dan yang sebenarnya adalah berat untuk mengucapkan hadist-hadist Rasulullah saw tersebut.

    abu muhaffazh said:
    Juni 21, 2012 pukul 4:19 pm

    justru orang bewgo ilmu ini telah membayangkan allah seperti makhluqnya jika demikian, apakah orang seperti ini juga akan mengingkari allah punya tangan ,padahal qur’an trlah menyebutkan demikian.. yang karena kebegoan nya menganggap bahwa hadist trsebut bertentangan?

      begoilmu said:
      Juni 22, 2012 pukul 4:59 pm

      Anda pastinya memandang Allah itu dilangit..?? itu tidak jauh berbeda sama seperti orang kafir yang memandang tuhannya dilangit, Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dll, anda sejajar seperti mereka menyeru tuhannya yang dilangit.

        abu muhaffazh said:
        Juni 22, 2012 pukul 6:32 pm

        kesimpulan itu sesuai dengan nama anda..

        begoilmu said:
        Juni 22, 2012 pukul 9:49 pm

        Orang-orang kafir itu nyata sesatnya mereka tidak tahu jalan kembali, surga yang menurut mereka adalah tempat kembali tidak lain hanyalah mimpi dan angan-angan, berlomba-lombalah anda dengan mereka..wek wek wek wek

      om borneo said:
      Juni 25, 2012 pukul 4:25 pm

      alamaaaak begitu susahkah mengenal Allah? yang enak gimana sih, yang dikira-kira semua bisa faham. versi wahabi gimana, versi siti jenar gimana.

        begoilmu said:
        Juli 20, 2012 pukul 1:51 pm

        Jangan ikuti versinya wahabi/salafy,,ulama-ulamanya banyak mengubah kitab para ulama mazhab, mendustakan hadist Rasulullah dan ayat-ayat Al qur’an…

    Abdullah Fajar Cinta Damai said:
    Juni 22, 2012 pukul 11:01 am

    Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata,

    من لم يقر بأن الله على عرشه استوى فوق سبع سمواته بائن من خلقه فهو كافر يستتاب فإن تاب وإلا ضربت عنقه وألقي على مزبلة لئلا يتأذى بريحته أهل القبلة وأهل الذمة

    “Siapa yang tidak menetapkan keberadaan Allah di atas ‘Arsy dan Dia beristiwa’ (menetap tinggi) di atas langit yang tujuh, terpisah dari makhluk-Nya, maka ia kafir dan dimintai taubat. Jika ia tidak mau bertaubat, maka dipenggal saja lehernya dan dibuang ke tempat sampah supaya baunya tidak menyakiti ahlul kiblat (muslim) dan ahlu dzimmah (non muslim)” .
    Kekejaman Orang Islam sudah ada sejak dulu kala dan menurun hingga di zaman sekarang.

    sabdoalit said:
    Juni 25, 2012 pukul 6:08 pm

    Aneh

    1. Tidak semua 9 wali tersohor namanya hidup sezaman dengan siti jenar, jadi film dan banyak buku bercerita bohong karangan orang belanda yang di akui sebagai kyiai haji, snouck hurgronje.
    2. “Manunggaling kawulo lan gusti” artinya itu diplesetkan oleh pihak demak yang kala itu berkuasa, manunggaling kawulo lan gusti tidak lain adalah bentuk pemerintahan yang demokratis, karena sebegitu dekatnya keinginan antara pemimpin dan rakyatnya, Sistem ini dikembangkan oleh syech siti jenar karena prihatin oleh sistem pemerintahan yang ada, ISLAM kala itu hanya di gunakan sebagai alat kekuasaan……sistem itu yang ingin di dobrak oleh si syech, jejek peninggalan si syech ini bisa di lihat dari kampung2 yang di namakan lemah abang, atau tanah abang yang banyak menjamur dinusantara, termasuk di malaysia. Setiap desa ini tumbuh menjadi desa mandiri yang terus berkembang dan membuat nyaman rakyatnya, karena di khawatirkan berkembang terlalu pesat, maka di matikanlah…….syech siti jenarnya sendiri tidak di bunuh, karena haram bagi wali membunuh sesamanya, berbeda