Sempurnanya Suatu Amalan

Abu Abdillah An Nabaji Rahimahullah berkata:

“Ada lima karakter yang dengannya akan sempurna suatu amalan:

  1. Keimanan yang disertai pengetahuan yang benar tentang Allah Subhanahu Wata’ala
  2. Mengenal al-Haq
  3. Mengikhlaskan seluruh amalan hanya untuk Allah Subhanahu Wata’ala
  4. Beramal sesuai sunnah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dan
  5. Makan dari makanan yang halal
Apabila salah satu dari kelima karakter ini hilang maka tidak terangkat amalan-amalannya. Jika engkau mengenal Allah Subhanahu Wata’ala namun tidak mengetahui al-Haq, maka tidak ada manfaatnya. Dan andaikata engkau mengetahui al-Haq namun tidak mengenal Allah Subhanahu Wata’ala, juga tidak bermanfaat. Dan jika engkau mengenal Allah Subhanahu Wata’ala, mengenal al-Haq namun tidak ikhlas dalam amalan-amalanmu, maka tidak ada gunanya. Atau, engkau mengenal Allah Subhanahu Wata’ala, mengetahui al-Haq, ikhlas dalam amalan-amalanmu, namun tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam maka tidak ada faedahnya. Dan andaikata keempat perkara tersebut terpenuhi, namun engkau tidak mengkonsumsi makanan yang halal, maka tidak ada manfaatnya.”
(Jami’ul Ulum wal Hikam, hal 275-258)
Sumber: Majalah Asy Syariah 
Vol III/No 35/1428 H/2007 M halaman 1

 

5 thoughts on “Sempurnanya Suatu Amalan

  1. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    trim atas artikelnya, …….. jika ilmu kesehatan, maka 4 sehat lima sempurna !!!

    ***“Ada lima karakter yang dengannya akan sempurna suatu amalan***

    secara dzohir setelah ke lima faktor itu terpenuhi, dimanakah letak kesempurnaan amalan itu ( adakah mungkin tanda2nya yg terasa) ?

    mohon siapa sudi untuk membahasnya.

    wasallam.

  2. As wb

    === Jika engkau mengenal Allah Subhanahu Wata’ala namun tidak mengetahui al-Haq, maka tidak ada manfaatnya. Dan andaikata engkau mengetahui al-Haq namun tidak ikhlas dalam amalan-amalanmu, maka tidak ada gunanya. Atau, engkau mengenal Allah Subhanahu Wata’ala, mengetahui al-Haq, ikhlas dalam amalan-amalanmu, namun tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam maka tidak ada faedahnya.===

    Artinya jika sudah MARIFATULLAH tentunya akan tahu tentang AL HAQ, al haq itu sendiri harus diamalkan dengan IKHLAS, namun itu semua tdk sempurna jika tdk dilengkapi dgn SUNNAH,

    Kita tahu bahwa SUNNAH adalah amalan tambahan, jika dikerjakan dapat pahala, jika ditinggal tidak membuat dosa, dalam hal ini sy menangkap pesan seolah admin MENSEJAJARKAN asunnah dgn syariat wajib mohon penjelasan !!!!??

    Wasallam.

    • Pendapat yang benar bahwa yang dimaksud dengan Sunnah secara bahasa adalah jalan yang baik atau buruk, diantara dalilnya yaitu sabda Nabi Shalallahu’alaihi wassalam :

      “Barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam sunnah yang baik, maka bagi dia pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya. Barangsiapa yang mencontohkan sunnah yang jelek, maka atasnya dosa dan dosa orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim).

      lengkapnya ada disini :

      http://abunamira.wordpress.com/2011/01/19/pengertian-sunnah/

      ‘-
      Perkara fardhu dan sunnat, ada dilingkupan pembahasan fiqih… mungkin admin yg mau/nanti jelasin… hehehe pembahasan rada ngejlimet juga yah..!

      dilanjut!

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s