MARI BELAJAR DARI “SETAN” BERWUJUD WONGALUSACEH DAN BERWUJUD JIN

Lihat kisah yang sudah admin tulis di   http://metafisis.wordpress.com/2011/06/19/ketika-abu-hurairah-r-a-menangkap-setan/ , bagaimana setan mengetahui fadhilah ayat kursi, padahal itu sama sekali tidak ada gunanya bagi dirinya. Malah Abu Hurairah yang memanfaatkan apa yang diajarkan setan kepadanya. Begitulah setan, terkadang dia mengetahui sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, tapi tidak ada manfaatnya bagi dirinya sendiri. Demikian pula dengan manusia. Terkadang seseorang mengetahui hal-hal yang baik dan berguna bagi dirinya, namun ia tidak mengamalkannya. Lalu ilmunya diambil oleh orang lain dan bermanfaat.

Kalau kita perhatikan, hampir tidak ada bedanya atau bahkan tidak berbeda sama sekali antara setan dengan orang yang suka menyuruh untuk berbuat baik tetapi dirinya sendiri tidak melakukan yang dia katakan (contohnya menyuruh orang untuk bertauhid namun dia sendiri berbuat syirik) . Atau orang yang mempunyai banyak ilmu tetapi ilmunya tidak bermanfaat bagi dirinya. Ilmu yang dimilikinya sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi kehidupan beragamanya dan fikrahnya. Orang yang seperti ini sama saja dengan setan. Bahkan bisa jadi mereka lebih setan daripada setan. Sebab setan memang dari sananya sudah memproklamirkan dirinya sebagai musuh Allah dan orang-orang mukmin. Jadi wajar kalau mereka tidak mau melakukan amal kebaikan meskipun mereka mengetahui.

Orang-orang model beginilah yang disinyalir oleh Allah Swt dalam firman-Nya, “Apakah kalian menyuruh orang-orang untuk berbuat baik sementara kalian melupakan diri kalian sendiri padahal kalian membaca Al-Kitab?” (Al-Baqarah: 44)

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan? Besar sekali kebencian di sisi Allah kalau kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (Ash-Shaff 2-3)

Namun meskipun mereka “cuma pintar ngomong”, bukan berarti kita tidak boleh mengambil perkataan mereka  (seperti wongalusaceh yang menjadi “setan” manusia , kita tetap harus mengambil perkataannya yang baik :)  ) . Selama itu tidak melenceng dari Al-Qur`an dan Sunnah, boleh saja kita mendengarkan apa yang mereka katakan. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu pernah berkata, “Unzhur maa qoola, walaa tanzhur man qoola” Lihatlah apa yang dikatakan, dan jangan kau melihat siapa yang mengatakan.

*   *   *

Ada lagi yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dari setan. Setan itu terkadang berbuat baik kepada kita tetapi sebetulnya malah merugikan atau bahkan mencelakakan. Jadi kita mesti hati-hati dan waspada terhadap segala bentuk kebaikan setan. Karena setan itu licik. Contohnya Kadang banyak setan menyamar menjadi khodam ayat,kodam jaljalut,khodam jimat yang menawarkan kebaikan berupa bantuan ilmu hikmah (ilmu ghoib) tetapi sebetulnya menggelincirkan kita untuk berbuat syirik ( memperjualbelikan khodam jin oleh master dukun wongalusaceh di blog syiriknya )

Pernah suatu hari Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta, hendak pergi ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Di tengah jalan dia terjatuh dan terperosok di sebuah lubang. Besoknya Ibnu Ummi Maktum pergi lagi ke masjid seperti biasa, namun kali ini ada seseorang yang berbaik hati yang menuntunya. Tentu saja Ibnu Ummi Maktum heran karena orang itu tidak turut sholat berjamaah. Tetapi Ibnu Ummi Maktum hanya mengucapkan terima kasih seraya berkata “Kau ini baik sekali, siapakah kau ini sebenarnya?” Jawab orang itu, “Aku adalah setan.” Kaget Ibnu Ummi Maktum mengetahui siapa yang telah berbuat baik kepadanya. Kata Ibnu Ummi Maktum, “Apa maksudmu menolongku?” Jawab setan yang berujud orang baik itu “Kemarin ketika kau jatuh terperosok, setengah dari dosamu diampuni oleh Allah. Aku khawatir kalau kali ini kau jatuh lagi, maka habislah dosamu.”

Setan memang licik setan. Dia tolong Ibnu Ummi Maktum bukan karena bermaksud ikhlas ingin menolong. Tapi dia tidak mau kalau sampai dosa Ibnu Ummi Maktum diampuni oleh Allah semuanya. Ada udang dibalik batu, kata orang. Jadi bukannya kita su’uzh-zhon dengan orang-orang yang bertipe macam setan begini (wongalusaceh) . Namun sekadar hati-hati dan waspada.

Sekarang ini banyak orang-orang model setan bergentayangan di sekililing kita. Mereka belajar agama, banyak membaca buku-buku keislaman dan banyak mengetahui hukum-hukum Islam, tapi volume ibadahnya tidak berubah tetap saja berbuat syirik dan bid’ah. Iman dan akhlaknya tidak ada bedanya dengan orang yang tidak tahu agama (baca: orang awam). Bahkan bisa jadi akhlak mereka lebih buruk dibanding orang awam ( lihat contoh keburukan akhlak wongalusaceh walau dia banyak belajar ilmu agama tetapi akhlak dan aplikasi keilmuannya dibawah standar manusia normal yang sehat mentalnya lihat buktinya di sini ).

Selain itu juga tidak sedikit orang belajar Islam justru untuk menyerang sendi-sendi Islam yang telah mapan (contohnya mengatakan wahabi kepada siapapun yang berusaha untuk bertauhid dengan murni kepada Allah). Atau untuk menyelipkan pikiran nyeleneh dengan mengambil dalil dari Al-Qur`an, Sunnah, sirah, maupun perkataan ulama dalam posisi yang tidak tepat. Seenaknya saja mereka memakai dalil. Tampaknya maksud mereka baik, ingin memperbarui Islam. Namun sejatinya mereka malah menghancurkan Islam dari dalam. Ada lagi yang sering mengisi pengajian di sana-sini, tapi hanya sebatas menyampaikan ilmu. Bermanfaat bagi yang hadir namun tidak ada artinya bagi dirinya sendiri. Memang benar kata sya’ir, ”Al ‘Ilmu bilaa ‘amalin, kasy-syajari bilaa tsamarin.” Ilmu tanpa amal, bagaikan pohon tanpa buah.

Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa yang berkenaan dengan Abu Hurairah dan Abdullah bin Ummi Maktum. Pertama, bukan tidak mungkin ada orang yang buruk akhlaknya dan pas-pasan imannya, tetapi mempunyai ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Kedua, bolehnya kita belajar atau mendengarkan perkataan orang-orang yang “cuma pintar ngomong’ , ilmu diennya paspasan selama itu benar dan tidak melenceng dari Al-Qur`an dan Sunnah. Ketiga, orang yang mempunyai suatu ilmu tetapi tidak mau mengamalkannya/salah memahami ilmu, tidak ada bedanya dengan setan. Keempat, kita mesti hati-hati terhadap kebaikan-kebaikan orang-orang model setan ini, karena siapa tahu ada maksud jahad di balik kebaikannya.

pesan admin : jangan khawatir sahabat, walau kita dicela wongalusaceh sebagai orang bodoh selama ucapan kalian tidak menyalahi Al-Qur’an dan sunnah tetaplah menyampaikan kebenaran dan tetap terhitung pahala sebab tipe wongalusaceh sendiri adalah tipe ketiga dan keempat

(disarikan dari tauziah Abduh Zulfidar Akaha)

32 thoughts on “MARI BELAJAR DARI “SETAN” BERWUJUD WONGALUSACEH DAN BERWUJUD JIN

  1. AssWrWb …… @admin smoga Allah selalu merahmati

    Saya sangat amat suka postingnya, tapi menurut saya buat apa belajar dari manusia yg bersekutu dengan Jin dan sudah pasti dukun yg jelas-jelas walinya setan …… wongalusaceh tidak segan-segan memfitnah agama dengan segala macam jimatnya, tidak ada pelajaran yang sebenarnya dia berikan ataupun dia katakan hanya copas sana-sini atau menafsirkan ayat-ayat qur’an seenak jidatnya kalaupun ada dalil atau beberapa hukum dan hadits agama pun dia hanya sekedar mengetahuinya kalau untuk mengerti ……??? yang wongalusaceh ketahui dari banyaknya pengetahuan yang dia miliki bagaimana cara nya itu semua bisa jadi jimat …….. whahahaha……… kalau dulu ada teman saya gila menjadi aparat, segala macam atribut aparat di beli nya, sampai akhirnya teman saya tersebut tertangkap karena mencuri salah satu atribut aparat di sebuah toko, jadilah ia seorang keparat ……….. wongalusaceh dan sebangsanya ini manusia yang gila dan tergila-gila dengan jimat sampai akhirnya membuat org lain dan umat nabi Muhhamad SAW ini sesat ……… jadi kewajiban kita semua untuk mendamprat ……… whahahaha ….. wongalusaceh dan perkumpulannya ini seperti org cacat mental takut menghadapi hidup tanpa jimat dan JIN nya takut untuk menjadi manusia normal takut untuk menjadi seorang hamba Allah SWT ……. whahaha ……. mungkin yg ada di pikiranya wongalusaceh itu …….. “Untuk apa saya menjadi hamba di surga kalau saya bisa jadi raja di neraka” …………….astagfirullah ….mudah-mudahan saya tidak mendahului Allah SWT dengan tulisan dan perkataan saya

    Jazakamullah Khoiron Katsiro, Wassalamu’alaikum wr.wb.

    • semoga tidak ada yg tersinggung

      ya memang kita tak dapat memungkiri “apa yg diciptakan allah pasti ada gunanya” kita sepadankan saja dengan “apa yg keluar dari pantat ayam, jika itu telor maka ambillah !!”

      bisa buat didadar atau telor mata sapiiiiiiiiiiii !!!

  2. @musafir ilmu

    وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُواً أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
    Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
    وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِراً كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْراً فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
    Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
    إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
    Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
    (QS:31; 6,7,34)

    Maaf mas musafir ilmu seharusnya saya yang tersinggung dengan ulah wongalusaceh dan sejenisnya yg ingin sakti tapi tidak tahu diri dengan mengaku bisa mengetahui sesuatu hal sebelum hal tersebut terjadi.

  3. Asssalamu’alaikum,,,ni pendapat ane yg nubi lho,,,,seharusnya umat islam harus bersatu padu jangan mencela satu dengan yg lainnya,,,saling mencela ini yg disukai orang2 kafir untuk menjatuhkan,melemahkan kita,,,umat islam disluruh dunia harus bersatu padu mendirikan kholifah di bumi dengan begitu InsyaAlloh atas izin Alloh bangsa israel dan bpknya amerika skutu2nya tidak brani lg menganiyaya umat muslimin di sluruh dunia,,,,amieen,,,Allohuakbar!!!!

  4. ===seperti wongalusaceh yang menjadi “setan” manusia===

    ===Kadang banyak setan menyamar menjadi khodam ayat,kodam jaljalut,khodam jimat yang menawarkan kebaikan berupa bantuan ilmu hikmah (ilmu ghoib) tetapi sebetulnya menggelincirkan kita untuk berbuat syirik ( memperjualbelikan khodam jin oleh master dukun wongalusaceh di blog syiriknya )===

    ===contoh keburukan akhlak wongalusaceh walau dia banyak belajar ilmu agama tetapi akhlak dan aplikasi keilmuannya dibawah standar manusia normal yang sehat mentalnya===

    ===pesan admin : jangan khawatir sahabat, walau kita dicela wongalusaceh sebagai orang bodoh selama ucapan kalian tidak menyalahi Al-Qur’an dan sunnah tetaplah menyampaikan kebenaran dan tetap terhitung pahala sebab tipe wongalusaceh sendiri adalah tipe ketiga dan keempat===

    mksh tad,…….. hampir saja sy salah ambil keputusan, mksh !!!!!!!!!!!!!!!

  5. ada tips yg diberikan wongalusaceh, disini :
    http://wongalusaceh.wordpress.com/2011/06/20/solusi-untuk-semua-masalah-super-berat/

    melihat ayat dan surat yg disarankan wong, menurut ana sih ga masalah. Hanya saja ”yg bikin masalah itu” harus/disarankan dibaca 100 kali.

    siapa yg bisa menjelaskan harus dibaca 100x atas ayat yg ditulis wong, mungkin wongalusaceh mau share di sini? :)

    banyak dijumpai, buku2 ”tuntunan berdoa” yg isinya mengobral pahala/janji luar biasa yg jika kita membacanya diharuskan dgn jumlah bilangan tertentu.

    kadang ana masih menjumpai orang yg mengunakan alat hitung otomatis (apa namanya?) sebagai penganti biji tasbih.

    dgn rokok ditangan kiri, dan alat hitung ditgn kanan, dia ”berdzikir”, tak lupa pula diselingin senda gurau karena dia lakukan sambil ngobrol2 dgn teman2nya.

    jika dilakukan seperti itu… kok kayak lagi ngitung orang lewat dipinggir jalan yah? :)

    seand

  6. Assalamu’alaykum,
    salam kenal semua,
    terkadang ada orang yang mengambil kesempatan dalam kesusahan orang lain, seperti para penjual jimat padahal dia tau jimatnya tdk berguna apa2 tapi dijual dg harga yg mahal.

  7. Ass wr wb ….. @admin mohon penjelasannya

    ini hadist shahih gak ya ….?

    hadits yang diriwayatkan oleh al-imam Muslim di dalam Shohih-nya 4/2053 dari Aisyah rodhiallohu ‘anha bahwasanya dia berkata:
    “Rosululloh shollalohu ‘alaihi wa sallam membaca ayat: ‘Dialah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat. Itulah pokok-pokok isi al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang didalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya utuk menimbulkan fitnah, untuk mencari-cari ta’wilnya, padalah tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Alloh. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: ‘Kami beriman dari ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Robb kami.’ Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)melainkan orang-orang yang berakal.’ Aisyah berkata: “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘ Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat maka merekalah yang disebut Allah, waspadalah dari mereka.”

    Jazakamullah Khoiron Katsiro, Wassalamu’alaikum wr.wb.

    • hmm.. sy juga blm tau shohih atau ga-nya.. btw sy pernah copas yg bahas kyk gitu (lupa linknya),

      Ali Imran 7 – 9
      Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat (ayat-ayat yang samar) untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya. Padahal tidaklah mengetahui akan ta’wilnya itu, melainkan Allah. Dan orang-orang yang telah mendalam kepadanya ilmu, berkata mereka: Kami percaya kepadanya, semuanya itu adalah dari sisi Tuhan kami. Dan tidaklah akan mengerti, kecuali orang-orang yang berakal.

      Bukhari meriwayatkan hadits dari Aisyah ia berkata, Dialah yang menurunkan al-quran kepada kamu di antara isinya ada aya-ayat yang muhkamat. Itulah pokok-pkok isi ajaran al-Quran dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya.

      Ia (‘Aa-isyah) berkata,Rasulullah berkata,

      Bila engkau melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutashyabihat maka merekalah yang Allah namakan sebagai orang-orang yang harus dijauhi. (HR. Bukhari Muslim).

      Dari Amiril Mukminin Umar bin Al-Khathab, bahwa ia berkata,

      Akan datang manusia mendebat kalian dengan ayat-ayat mutaysabihat maka balaslah mereka dengan sunah-sunnah karena Ahlus Sunnah lebih mengetahui akan kitabullah.

      hmm… kumaha atuh??
      dilanjut… ana mau nyari yg jelas2 dulu :) .

  8. @jadulloh,amar ma’ruf nahi mungkar,,amar ma’ruf lbh mudah drpd nahi mungkar,krn amar ma’ruf menyuruh orang lain utk berbuat kebajikan,sedangkan nahi mungkar lbh sulit krn mencegah kemungkaran,,klo ad org yg brbuat mungkar, kita sbg sesama muslim wajib mengingatkan/mencegahya..bukanya malah membiarkannya krn alasan rasa pakewuh..

    • benar !!!!!! ………walau dgn resiko kadang kita malah dikatain ‘so suci’ atau malah dibenci lingkungan.

      sehingga dgn konsekwensi kita akan selalu berusaha berjalan dijalanNya.

  9. Assalamu’alaykum…semuanya…

    Wuiih keren metode “nahi munkar”nya…
    Bolehkah sy ber”nahi munkar” juga…
    Sebisa mungkin jangan ghibah !!! Kan bisa disebutin scr umum aja.

    Maaf, jika kurang berkenan.

    Wassalamu’alaikum.

  10. @ kang musyafir ‘ilmu
    iya nih… Baru bisa silaturrahmi ke sini. Sy bukan blogger aktip, paling seminggu dua-tiga kali OL.

    Jujur, koq ditempat sy belajar ga pernah diajarin jimat2 gitu yach. Apa mungkin generasinya dah beda kali.

    Oiya… @kang pernah denger do’a gini ga. Soalnya do’a ini biasa kami baca saat latihan silat.

    1. Ya azizu, ya azizu, alisni aztuka ja’ala fi yaadihi harbatan min quwwatin qohrika.
    2. Laa tudrikul abshoru, wahuwa yudrikuhul abshoro, wahuwal lathiful khobiir.

    Makasih…

  11. ya ya ya pernah sy lakukan itu, kalimah itu merupakan kalimah yang wajib diamalkan (jaman sy dulu harus diwirid dan malah dipuasain mutih segala, memang instan, langsung jadi, tapi kini tak lagi kupakai, hanya sebatas dzikrulloh saja)

    sy hanya saran, seandainya anda tahu nanti ada khodamnya, dan itu jin !!!, lebih baik kita kerjakan saja yang resmi yg ada tuntunannya.

  12. @samaranji..lbh baik ga usah belajar tenaga dalam,krn sy sndri jg mantan praktisi tenaga dlm,dr brbagai macam metode dr olah napas,wirid s/d meditasi dah pernah sy lakukan,,memang kita bs ini itu..tp dbalik semua kelebihan itu ad rasa yg tdk nyaman ddlm tubuh ini,ad semacam mahkluk yg mengendalikan diri kita,,emosi yg tk terkendali..mudah marah n trsinggu,memang pd awaly gejala spt blm nampak tp lambat laun pasti akan muncul,mungkin itulah triky syetan dlm menjerumuskan umat manusia kelembah kesyirikan yg nyata,,dan biasay akan timbul suatu penyakit yg kita sndri tdk bs mengobatinya,walaupun kita sendiri memiliki kelebihan utk menyembuhkn penyakit org lain,klo misaly dbawa ke dokter/medis,mk kondisi tubuh kita normal2 saja..alias penyakit kita tdk terdeteksi oleh medis,jln satu2y bertaubat n lakukan ruqyah(bs mandiri/menyuruh org lain utk meruqyahy),semoga bermanfaat..

    • setuju dgn permburu al-haq.

      Sebenarnya praktisi td itu menyadari mana saja titik2 lemah tenaga dalam. sebaiknya teruslah periksa kemampuan2 lebih yg dimiliki. mintalah kepada Allah agar ditunjuki.

    • Insya-Allah tidak….
      Silat di tempat kami ansich olah fisik, olah ‘ilmu adalah mengaji, olah spiritual adalah ibadah mahdhoh terutama sholat.

      Pamit dulu semuanya….
      dah ashar….

      Wassalamu’alaikum….

  13. @samaranji,klo dsebut secara umum org lain tdk akan tahu..sdh dsebut secara terang2an aj masih ad aj org yg pergi kesana,,ghibah itu membuka aib org lain dgn tujuan utk menjatuhkan org lain,klo nahi mungkar membongkar keangkamurkaan dgn tujuan supaya org yg bersangkutan menghentikan perbuatanya yg bertentangan dgn syariat islam dan supaya org lain tau bahwa perbuatan tsb salah serta jgn sampai mengikuti jejaky..mf bkn maksud menggurui..klo mslh wongalusaceh sy yakin mas PA dah menegury secara santun tp yg brsangkutan mungkin dah kebal..jdi ga mempan nasehat..

  14. @pmburu haq,anda mengatakan anda praktisi TD,bleh sy tanya:
    1.apa sih definisi tenaga dalam?
    2.apa definisi tenaga goib?
    3.apa bedanya TD dgn cara wirid2 dn olah nafas?

  15. berikan kebenaran dgn cara yg baik,bijak,dan ikhlas..(ikhlas :tdk memaksakan pendapat kpd orglain dn tdk gmpang mencap seseorg itu sesat ) bukankah itu contoh dakwah nabi kpd kaum kafir.?
    @utk samaranji,hati2 silat dgn disertai dgn wirid2 yg mengada2.,wlau sepertinya pke bacaan islami

  16. asalamu`alaikum. sy dulu jg ikut td 5 taon pake wirid, dzikir, olah napas, jurus, ada puasa mutih jg 7 hari tiap ambil ajian. tp setelah sy puasai semuanya. koq sy mlh jd ragu sendiri. sholat sy tekun tambah dzikir. tp sy pikir apa mungkin zaman nabi muhamad saw dulu jg ada ilmu plus ajian ? atau ini islam yg campur dg ajaran nenek moyang tanah jawa dulu ? jd pusing sendiri. skrng sy istirahat dari td. msh ragu …

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s