KISAH TAHAYUL DIBALIK MUNCULNYA SHALAWAT NARIYAH


Pembahasan Pertama

Asal usul Shalawat Nariyah

Siapa yang tak kenal dengan shalawat Nariyah? Mayoritas kita mungkin mengenalnya, atau bahkan telah menghafalnya, atau setidaknya pernah mendengar nama tersebut. Tepat sekali, nama ini begitu masyhur di kalangan masyarakat kita sehingga banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan saya sendiri dulu pernah menghafal dan sering membacanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sekarang saya meninggalkannya. Alhamdulillah.

Konon kabarnya shalawat Nariyah ini adalah gubahan shalawat dari seorang sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Begitulah cerita yang saya dengar dari kaum Nahdhiyin. Untuk mengetahui kisah itu selengkapnya, bacalah nukilan artikel yang saya dapatkan dari sebuah website berikut ini:

Shalawat Nariyah adalah sebuah shalawat yang disusun oleh Syaikh Nariyah. Syaikh yang satu ini hidup pada zaman Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syaikh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga Syaikh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut shalawat dan Syaikh Nariyah adalah salah satu penyusun shalawat Nabi yang disebut shalawat Nariyah.

Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti Syaikh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa karena Syaikh Nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam? dan justru Syaikh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syaikh Nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi Nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bershalawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/shalawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bershalawat.

Inilah riwayat singkat shalawat Nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan shalawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan Syaikh Nariyah. Dan ada baiknya shalawat ini dibaca 4444 kali karena Syaikh Nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran Syaikh.

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak. (http://www.indospiritual.com)

Dari tulisan dalam website itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengarang shalawat Nariyah adalah Syaikh Nariyah yang merupakan sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang telah dijamin oleh Allah dengan surga-Nya. Bagaimana tindakan kita dalam menyikapi cerita ini dan yang semisalnya? Apakah kita langsung mempercayainya tanpa melakukan tabayyun?

Seorang muslim hendaknya tidak langsung percaya begitu saja dengan cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tersebut. Inilah tabayyun, yakni meneliti kebenaran sebuah cerita yang didisampaikan kepada kita sebelum kita menentukan benar tidaknya cerita tersebut. Terlebih lagi hal ini merupakan permasalahan agama, maka hendaknya kita lebih waspada lagi dalam menerima cerita yang disampaikan kepada kita.

Janggal dan Tidak Lazim

Dari cerita tersebut di atas, ada beberapa hal yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama, yang pertama yakni: Benarkah ada sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bernama Syaikh Nariyah?

Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang telah dimuliakan oleh Allah dan dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya dengan pujian Khairun Naas (Manusia Terbaik). Oleh karena itu, banyak diantara kalangan para ulama yang menaruh perhatian yang sangat besar tentang biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi. Oleh karena itu begitu banyak kitab yang ditulis yang mengumpulkan biografi dan perjalanan hidup generasi terbaik ini dan beberapa generasi yang hidup di zaman kemuliaan Islam tersebut. Sebut saja Hilyatul Awliyaa` yang ditulis oleh Al-Hafizh Abu Nu’aim Al-Asfahani. Ada lagi kitab Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Al-Mizzi, Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi, Al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dan berbagai kitab sejarah lainnya yang intinya adalah para ulama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi.

Para dewan redaktur majalah As-Sunnah mengatakan, “Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??”

Sebenarnya ada sebuah kejanggalan pada nama orang yang disangka sebagai sahabat Nabi tersebut, yakni: jika kita terbiasa berinteraksi dengan hadits-hadits Nabi dan biografi para sahabat, belum pernah kita jumpai adanya nama sahabat Nabi yang mendapat ‘gelar’ “SYAIKH”. Perhatikanlah nama di atas, “Syaikh Nariyah”. Ini adalah sesuatu hal yang sangat tidak lazim terjadi di kalangan para ulama salaf, terlebih lagi para sahabat Nabi. Cobalah seandainya seseorang sedikit saja membaca kitab para ulama yang menuliskan biografi para sahabat, ketika mendengar atau membaca nama Syaikh Nariyah yang disangka sebagai sahabat Nabi, maka ia akan merasakan sesuatu yang aneh, ganjil dan tidak lazim. Mungkin –Allahua’lam- orang yang membuat kisah ini adalah orang yang tidak terbiasa berinteraksi dengan nama para sahabat Nabi, sehingga ia melakukan tindakan yang cukup fatal dan dianggap ganjil oleh orang-orang yang terbiasa dengan biografi para sahabat Nabi. Dari sini saja kita sudah sangsi tentang keshahihan kisah tersebut sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah. Jadi, penyandaran shalawat ini kepada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah sangat diragukan kebenarannya.

Kemudian yang kedua, kisah tersebut di atas dinukil dengan tanpa sanad sehingga bagi orang-orang yang memahami betul pentingnya sanad dalam sebuah riwayat, mereka akan sangat sulit melacak keotentikan cerita di atas. Jangankan sanad, artikel tersebut juga tidak mencantumkan referensi dari mana kisah itu dinukil. Sepertinya, -Allahua’alam- orang yang membuat kisah di atas bukanlah orang yang memiliki amanah ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan karena gelapnya asal-usul dan periwayatan kisah tersebut di atas.

Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam muqaddimah Shahihnya)

Fenomena Yang Sangat Memprihatinkan

Tersebarnya berbagai kisah yang gelap asal-usulnya di masyarakat luas merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan. Apalagi jika kisah tersebut membawa-bawa nama Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Sungguh kita mengkhawatirkan mereka karena bisa terjatuh ke dalam kedustaan yang diatasnamakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)

Berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidaklah sama dengan berdusta atas nama selain nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Jika berdusta kepada selain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam saja merupakan sebuah dosa, tentu berdusta atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dosanya jauh lebih besar ketimbang berdusta atas nama selain beliau dikarenakan kedudukan Rasulullah yang mulia, dan dikarenakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam akan memunculkan suatu hukum tertentu dalam agama yang mana hukum tersebut tidak pernah ada yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan yang sangat besar.

Kita ambil saja contohnya dari kisah shalawat Nariyah di atas. Berapa banyak orang yang meyakini bahwa shalawat tersebut berasal dari Syaikh Nariyah yang ‘disangka’ sebagai sahabat Nabi? Berapa banyak orang yang salah kaprah dalam amaliah mereka? Semua itu adalah akibat dari adanya kisah dusta di atas yang diatasnamakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Inilah salah satu sebab beredarnya hadits-hadits palsu di tengah umat, yakni adanya tukang-tukang cerita yang mengarang-ngarang cerita, kemudian disandarkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Jika kisah asal usul dari shalawat Nariyah ini tidaklah shahih, merupakan kedustaan atas nama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan merupakan kisah yang gelap asal-usulnya, maka masihkah kita meyakininya dan mengamalkan shalawat ini? Kita katakan tidak. Hendaklah kita meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas asal-usulnya, terlebih lagi menyangkut persoalan agama dan ibadah. Tentu hal ini akan menjadi suatu keharusan untuk meninggalkannya dan beralih kepada amaliah yang shahih yang datangnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Bukan berarti orang yang meninggalkan shalawat Nariyah dan tidak mau mengamalkannya adalah orang-orang yang tidak cinta kepada shalawat dan tidak mau bershalawat. Tidak demikian adanya. Hanya saja yang kita kehendaki adalah hendaknya kita bershalawat sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melalui hadits-hadits yang shahih.

Shalawat merupakan sebuah ibadah yang agung. Oleh karena itu, mustahil kalau Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak mengajarkan kepada kita tatacara bershalawat yang benar. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita dengan jelas tentang bagaimana kita bershalawat. Beliau juga mengajarkan kepada kita lafazh-lafazh atau bacaan-bacaan shalawat yang benar. Semua itu telah beliau ajarkan sehingga tidak perlu lagi menggubah atau mengarang-ngarang tatacara dan bacaan shalawat sendiri. Bahkan parahnya lagi adalah jika kita mengiringinya dengan kisah dan cerita yang kita pun mengarangnya sendiri kemudian kita sandarkan kisah dan cerita kita atasnama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai upaya pembenaran terhadap sesuatu yang batil.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru yang tidak kami perintahkan, maka hal tersebut tertolak (di sisi Allah)” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan atas amalan tersebut, maka amalan tersebut tertolak (di sisi Allah)”. Allahua’lam bish-showab.

Referensi tulisan:

http://www.indospiritual.com

As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010

Ditulis oleh Abu Shofiyah Aqil Azizi di: http://almadinahpekanbaru.wordpress.com/2011/05/26/menyoal-asal-usul-shalawat-nariyah/

Pembahasan Kedua:

Letak Kesyirikan Shalawat Nariyah

Shalawat nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi.

Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Secara lengkap, lafazh shalawat nariyah itu adalah sebagai berikut,

“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.”

Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo’a.Setiap muslim tidak boleh berdo’a dan memohon kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada Allah).

Al-Qur’an mengingkari berdo’a kepada selain Allah, baik kepada para rasul atau wali. Allah berfirman,

“Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-lsra’: 56-57)

Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berdo’a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.
Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan,”Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al-A’raaf: 188)

“Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam lalu ia berkata kepada beliau, ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu.” Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda, ‘Apakah engkau menjadikan aku sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah, “Hanya atas kehendak Allah semata.” (HR. Nasaa’i, dengan sanad shahih)

Di samping itu, di akhir lafazh shalawat nariyah tersebut, terdapat pembatasan dalam masalah ilmu-ilmu Allah. Ini adalah suatu kesalahan besar.
Seandainya kita membuang kata “Bihi” (dengan Muhammad), lalu kita ganti dengan kata “BiHaa” (dengan shalawat untuk Nabi), niscaya makna lafazh shalawat itu akan menjadi benar. Sehingga bacaannya akan menjadi seperti berikut ini:
“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk Muhammad, yang dengan shalawat itu diuraikan segala ikatan …”Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam adalah ibadah, sehingga kita boleh ber-tawassul dengannya, agar dihilangkan segala kesedihan dan kesusahan.
Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid’ah yang meru-pakan perkataan manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah yang merupakan ajaran AI-Ma’sum ?

sumber: http://ibnujafar86.wordpress.com/2009/02/25/seputar-shalawat-nariyah/

Pembahasan Ketiga:

seputar permasalahan shalawat nariyah

Salah Seorang kiyai Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta menulis sebuah artikel tentang sholawat Nariyah, yang mana jika seorang muslim tidak memiliki pemahaman Ilmu yang benar, maka bisa jadi ia akan terpengaruh oleh syubhat yang dilontarkannya, dimana ia mengatakan bahwa “shalawat Nariyah”, adalah salah satu bacaan yang sangat popular di kalangan kaum muslimin, baik di desa maupun di kota, Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan, maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan Shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.
Berikut ini adalah bacaan shalawat Nariyah:
اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
yang artinya adalah, Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror halaman 179 dijelaskan, bahwa “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah, karena jika umat Islam mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, maka mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, kemudian tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah.”
Selain itu, imam Dainuri mengatakan bahwa : Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat Fardhu sebanyak 11 kali, serta digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping itu, ia akan mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Demikianlah apa yang difahami oleh sebagian besar kaum muslimin di negri ini, dan mungkin diantara kita pun ada yang pernah membaca shoalwat ini. Dan sebenarnya membaca sholawat adalah hal yang sangat disunnahkan oleh Rasulullah, akan tetapi kita sebagai kaum muslimin hendaknya tidak begitu saja seta merta meyakini apa yang diucapkan oleh seseorang, sekalipun yang berkata adalah seorang Kiyai. Kita harus mencari tahu mengenai kebenaran perkataan tersebut.
Nah untuk mengetahui apakah benar Shalawat Nariyah yang dibaca sebanyak 4444 kali itu dapat mendatangkan rizki dan solusi atas problem hidup yang sulit dipecahkan?
Berikut ini akan kami ulas secara tuntas.

Menurut Kiyai Mahrus Ali, ternyata sumber dan asal-usul shalawat Nariyah ini tidak diketahui, padahal beliau telah menelaah buku dan kitab hadits, fiqih, dan tasawuf. Dengan demikian maka jelaslah bahwa sholawat Nariyah adalah sholawat bid’ah yang jika dilakukan maka pelakunya akan diancam dengan Nar alias neraka.
Selain itu, jika kita perhatikan Dari segi isi shalawat, maka akan kita temukan banyak sekali kekeliruannya, terutama pada lafadz-lafadz yang artinya: “.. Yang dengannya, maksudnya dengan (Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) maka segala ikatan menjadi lepas, dengannya segala kesulitan akan lenyap, dan dengannya segala keinginan akan tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terpenuhi.”.
Dengan demikian jelaslah bahwa Menurut shalawat tersebut, yang melepaskan ikatan, kesulitan dan mengabulkan segala keinginan adalah Rasulullah, bukan Allah.

Hal ini jelas mengandung kesyirikan dan bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dimana Allah subhanahu Wata’ala berfirman dalam surat Yunus ayat 31, yang artinya: “Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Allah.’ Maka katakanlah ‘Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”
Kemudian dalam ayat yang lainnya, Allah subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat14, yang artinya:
“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.”

Demikianlah ayat-ayat yang sangat jelas, bahwasanya hanya Allah subhanahu Wata’ala lah yang berhak dan mampu melepaskan berbagai kesulitan dan mengabulkan permohonan, bukan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, sebab beliau shalallahu’alaihi wa sallam hanyalah manusia biasa yang diberi kelebihan oleh Allah subhanahu Wata’ala dibanding manusia lainnya.
Namun bukan berarti kita anti-shalawat. Kita tetap harus bershalawat pada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 56, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”
Selain itu, di dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.”

Inilah dalil-dalil yang sangat kuat, yang menunjukan bahwa kita diperintahkan untuk bersholawat kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, Akan tetapi hendaknya kitapun mengilmui bagaimana Cara ber-shalawat yang benar kepada Rasulullah, yakni harus sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Dan salah satu bentuk bacaan sholawat yang paling singkat adalah dengan mengucapkan “Shalallahu ‘Alaihi Wassalam”.
Oleh: Yusuf Supriadi
Sumber Referensi: 1. http://muza36.wordpress.com/2008/09/10/shalawat-nariyah/
2. http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/

Sumber: http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/01/bolehkan-mengamalkan-sholawat-nariyah.html

521 thoughts on “KISAH TAHAYUL DIBALIK MUNCULNYA SHALAWAT NARIYAH

    • shalawat nariyah tdk jelas asal usulnya mas, juga nyerempet ke perbuatan syirik..

      coba mas baca lagi artikelnya… :) cukup jelas untuk dikatakan bid’ah bukan??

      • Apakah yang di forum ini sudah pernah ketemu atao minimal bermimpi bertemu Rasulullah Saw. ? Semoga Allah berkenan mempertemukan kita dengan Rasulullah Saw. baik di dunia maupun akhirat dalam naungan Rahmat-Nya, agar kita bisa mendapat petunjuk yg meyakinkan tidak terjerumus dalam perselisihan dan pertengkaran.
        Kalo belum pernah ketemu Beliau ( walau sekedar mimpi ) mohon tidak berkomentar dulu.

      • cukupkah kita memandang dgn dalil” yang kita ketahui dn apa yg kita lihat secara kasat mata trus mengambil kesimpulan bahwa itu adalah bid’ah n nyerempet syirik…dri salah satu contoh” perhatikan orang pergi kekubur dn berdo’a diatasnya” sebelum anda ketahui tentang niat dn tujuan pasti anda akan bilang bida’ah ,syirik dsb…sesungguhnya Alloh yg maha menhetahui bahwa itu adalah bid’ah n syirik….sesungguhnya Alloh swt akan membangkitkan kita sesuai dngan niat /tujuan masing”…Maha suci Alloh ..

      • wei bukannya kalian pernah bilang berdoa klo ga bisa pake bahasa arab pake bahasa sendiri,….nah apakah doa kita dengan bahasa jawa,sunda,dll sudah benar tata bahasanya, bukan kah DARI NIATNYA NIATNYA NIATNYA. SELAIN JUGA MAKNAY APAKAH JIKA KITA MENGIKUTI DOA (YANG DIBAHASA ARABKAN) DARI SEORANG USTADZ YG MAKNA/ARTINYA,TUJUANNYA SUDAH BENAR LANTAS KITA IKUT MENGAMALKANNYA APA PERBUATAN SALAH……

      • siapakah yang dapat menilai amal ibadah seseorang………hanyalah ALLOH SWT…..jadi kita harus punya keyakinan yang kuat,bukanlah manusia yang dapat menilain amal ibadah kita….

      • kiai mahrus ali yang disebutkan diartikel diatas,kuarang cerdas…sholawat kok dibilang bid’ah..aduh…lok wajahnya arab gitu mending deh,coz munkin masih ada gaya arb lah,..tapi lok muka muka deso..ya,termasuk bid’ah muke tau…wkwkwkw…

      • Lagi baca artikel kok sudah menyirikan sholawat. makane yen ngaji karo sing ngijazahi sholawat, ojo karo tukang bid’ah, biar tau sastra arab mas!

      • Lha wong jelas koyok ngono dibilang gak jelas. Fatwane Ahlul bid’ah yg ndak jelas.

        “orang yg paling dekat dengan-Ku adalah yg banyak bersholawat dengan ku.”

      • hehehehe…. kalo posting mbok ya sekali-kali jangan disini aja, yg notebenenya bukan kumpulan para ustad dan yg paham tentang agama, coba aja masuk masjid warga NU trus teriak2 hei sholawat ini salah sholawat itu bid’ah, baru hebat, masjidnya jg ya yg ada ulamanya dong jgn masjid sepi dimasukin, sama juga bo’ong. lagian terjemahan sholawat nariyah dalam bahasa indonesia yang kamu tulis gak lengkap tuh, ada yang disunat….. sengaja ya untuk pembenaran postinganmu, klo yg posting ini pingin nyontoh Baginda Nabi secara mutlak yg artinya gak butuh pendapat para ulama, cukup Al Qur’an dan Hadits dengan pemahaman berdasarkan “pikiranmu”, emang lu sebaik apa..?? yg kamu makan 100% halal, atau gak pernah liat TV atau apa? oh ya yg posting nanti kalo ibadah haji aku tunggu ya… soalnya aku naik pesawat jadi duluan dong, sementara kmu kan ingin seperti Baginda nabi jadi ya lama karena mesti naik unta hehehe…. :D

    • itu orang stress…brani skali bilang bid’ah..kaya’ udh jd Nabi aja..padahal yg menentukan baik buruh hanya Alloh….

    • kerjaan orang di luar islam adalah menabur kebencian dan permusuhan antar sesama umat islam dengan dalih pemurnian aqidah ibadadan dan sejenisnya melalui berbagai macam cara termasuk dengan artikel yang ga mutu ga produktif dan nora serta ketinggalan jaman

    • Yg dimaksud “terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik” bukan lah menganggap nabi Muhammad adalah pemberi semua itu, tapi nabi adalah utusan yg membawa ISLAM yg dengannya (islam) manusia dapat terbebas dari segala ikatan kekufuran, dipenuhi segala kebutuhan (hati) melalui keimanan, dicapai segala keinginan mengenal islam dn kesudahan yg baik (husnul khatimah)

      Tanpa diutusnya Rasulullah saw, manusia selamanya akan terikat pada kekufuran, akan menerima kesedihan (kerugian) dunia akhirat dan akan mati dalam keadaan tanpa iman (kekufuran)..

      nau’dzubillahi min dzalik..

      • ASSALAMU ALAIKUM WR WB, ALHMDLLH SY SANGAT SEPAHAM DENGAN BACAAN DIATAS SESUAI DENGAN PEMAHAMAN SAYA BAHWA
        SETIAP YG IBADAH YG AKAN KITA KERJAKAN
        HARUS BERDASARKAN ALQURAN DAN SUNNAH/HADIS AGAR IBADAH KITA TDK SIA-SIA

      • klo mo sholawat pake aja sholawat yg diajarkan Rasul, ngapain bikinan org2 yg ga jelas mang pada alergi bgt sih pake sholawat yg shahih, kenapa? apa kurang panjang kata2nya? apa kurang lengkap mewakili aspirasi umat untuk bersholawat? yg aman ya udahlah pake yg shahih dan diajarkan oleh Rasulullah karna itu adalah firman Allah juga.

      • Dasar Oon, suka baca hadist, ndak tau maknanya hadist. pantesan masjid saya kebanjiran, klo sholat pada dilipat celananya.

        Ente mungkin lebih suka majlis band, dangdut, daripada majlis sholawat.

        makanya klo mikir pake dzikir, jangan dzikir pake mikir.

        Para Ulama’ sudah dzikir sholawat, lho masih mikir, sahih ndak, bid’ah ndak, syirik ndak?

      • Itukan menurut ente,… tapi kalu menurut yang lain lagi berbeda, jadi kalau ada 1000 orang akan ada 1000 penafsiran.. nah yang mana satu yang jadi pedoman.. semuanya jadi gk jelas dan menyimpang

        Telah ada Contoh dan suri Tauladan dari nabi kita dan apa apa yang di ajarkan oleh Rasullulah maka itu sudah cukup, tidak perlu menambah nambah

      • Janganlah berlebih lebihan terhadap orang shalih :
        Ini Dalilnya : adalah hadist dari Umar Bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian memujiku sebagaimana orang nashrani memuji Isa bin Maryam, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah ‘ Hamba Allah dan RasulNya”(HR. Bukhari no 3445).

        Dari artikel Melampaui Batas dalam Mengagungkan Orang Shalih — Muslim.Or.Id by null

    • coba gunakan akalmu, dari segi isi saja mengandung kesyirikan. Yang bisa menyelesaikan masalah itu Allah, yang mengabulkan hajad allah bukan nabi Muhaammad. Janganlah kamu memposisikan nabi seperti allah.

      • Mas Nasbian yang sok Tau, Klo mbahas Sholawat dari dalilnya, pengertian sholawat itu apa, batasannya itu apa? hati2 membatasi sholawat Nabi, apalagi dengan kata syirik!!!!!! Tak ada satupun dalil baik Qur’an, Hadist, Ijma’ yang membatasi sholawat. kecuali orang-orang yang cari2 dalil dengan akalnya sendiri, seperti Blok Oon ini.

        Tunjukkan pada saya Tafsir imam siapa dalam QS Al Isra’ 56-57 yang menerangkan dan mengaitkan batasan sholawat dengan syirik?

        1. Bahasan Makna sholawat sudah saya paparkan dalam komen

        2. dan sudah tidak diragukan dan banyak hadist shahih yang menerangkan para sahabat Nabi bertawasul pada beliau agar Alloh memenuhi hajadnya.

        3. Banyak orang menyangka dengan menerjemahkan dari potongan kalimat sholawat Nariyah ini dan menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad yang menjadi pokok terkabulnya hajad dan terurai semua kesulitan, tapi hal itu menunjukkan bahwa dia tidak memahami makna sholawat Nariyah itu sendiri. Ketahuilah saudaraku, setiap Ayat Al-Qur’an, Hadist, sholawat, bahkan karya Ulama’ yang masyhur itu butuh penjelasan kalo dalam bahasa pesantren syarah. berapa banyak syarah yang ditulis para Ulama misal syarah Alfiyah, syarah bulughul marom (bulughul marom) termasuk sholawat Nariyah.

        Klo ente teriak syirik dengan syarah logika anda silahkan itu hak anda, tapi klo ente menganggap sholawat itu syirik, itu menunjukkan anda tidak memahami syirik?

        semua ‘Ulama yang ahli bahasa dan yg sepakat dengan dibolehkannya tawasul kepada Baginda Nabi, itu sudah jelas maknanya.

        Coba sampean buka kitabnya Ibnu taimiyah, bagaimana pendapat dia soal tawasul dengan Nabi? itu syah (dibolehkan). itu Ulama’ rujukan ente sendiri. andai saja dia mengharamkannya pasti sudah ditulis fatwa keharamannya.

        saya hanya mengingatkan saja, klo ente blom paham syirik, jangan sekali2 menyirikan sesuatu dengan dalil2 yang anda cari-cari dan ente tafsirkan menurut hawa nafsu ente. karna itu menunjukkan kedangkalan aqidah ente.

        Mempercayai barokah Nabi aja ndak mau, lha ngapain ente mempercayai Nabi? ibarat ente percaya pada peso itu tajam, tapi ndak pernah menggunakan peso itu.

      • ALLAH,yg ciptakan akal,syrikpun demikian.berpikir mmposisikan nabi besar MUHAMMAD S.A.W,sbg sandingan atau disebut dgn nama yg lainnya baik sadar atau tdk sadarpun tetap di sebut sesat.hati2 dalam menyingkapi maksud.

    • “Al-Qur’an mengingkari berdo’a kepada selain Allah, baik kepada para rasul atau wali”
      Adakah di dalam uraian sholawat nariyah itu meminta kepada selain Alloh atow menuhankan selain Alloh… sedangkan dalil yang anda hadirkan adalah meminta kepada selain Alloh….. gak nyambung kayaknya….

      • disa’at kita ketemu dengan mas’alah,atau ketidak cocokan dalam keyakinan;apakah kita jauh lebih baik jika kita bermusyawarah atau menggali lgi pengetahuan ilmu agama lbih dalam.mari kita sama-sama mencari sumber biografi/silsilah para nabi,sahabatnya,dan ulama-ulama salaf,mungkin dengan begitu kita akan sedikit meringankan perdebatan yg sllu muncul….setelah itu kita sama-sama kembali kepada alloh swt .wallohu a’lam bissawab.

    • alhamduli saya jadi pintar dengan dengan adanya internet,, tapi ingat komputer bukan guru saya apa lagi tuhan saya. begiupun nabi muhammad saw beliau hanya wasilah sebagai mana lafadz bihi yang ada dalam sholawat kamilah. dikit-dikit masih inget ilmu nahwu, shorof, balaghoh,bayan, mani’ jadi masih ingat antara, ta’wil-i’rob-tafsir-nukil dan tarjamah itupun masih sedikit.. akhiri perdebatan ini yuk kita sama-sama belajar

  1. dasar wahabi ngantuk…..solawat nariyah dibilang bid,ah…ckckckckck

    wahabi adalah musuhnya para alim ulama,bahkan andaikan kaum wahabisme ini hidup dimasa rasulullah mungkin kaum wahabi ini akan memisahkan diri dari kaum rasulullah dengan alasan syirik…

    di televisi asing saya mendapat informasi
    wahabisme muncul lantaran kecewanya mereka atas alim ulama…..

  2. wah eluuu,,,,, belajar yang bener dungggg….. sok pinter banget…. ilmu masih sebutir debu banyak BACOTTTTT…. mending elus2 tengkuk yang dalam… bung..

  3. klo sya orang awam maz, tapi sya liat dari segi arti g ada masalah dengan sholawat nariyah….. disitu pujian” terhadap tuhan dan mendo’akan nabi, klo setelah baca lalu allah memberi kemudahan pada para pembacanya itu urusan allah, justru sya merasa aneh ktika anda menyebut sholawat hanya “Shalallahu ‘Alaihi Wassalam”.yang artinya ( sholawat dan keselamatan atasnya) anda tdk nyebut objec disitu ( g ada kata muhammad )
    maz anda ini sapa ??? mudah”an anggapan salah terhadap sampean …

  4. Assalamuaikum…..
    Itu pendapat saudara silahkan, jangan meminta orang utk ikuti pendapat saudara. Setiap orang punya pengalaman rohani yg berbeda2 tentang ilmu sekali satu guru. Para Nahdiyin menempatkan Muhammad SAW tertinggi disisi Allah SWT dibanding para Rosul yg lain. Kita semua tau seperti apa Allah SWT menempatkan Kekasihnya Muhahmmad SAW disisiNya. Dan itu tidak bisa dipungkiri lagi saya rasa saudara juga tau. Masa iya kami2 saudara ajari jangan meminta pada makhluk tetapi memintalah pada Khaliknya. Saudara mengatakan membaca Salawat Nariyah adalah Bid’ah dan Sirik. Sepertinya anda sudah merasa paling pintar sendiri.ck..ck..ck…
    Justru kalau saya menilai tulisan anda, anda cuma melihat yg tersurat saja. Bukan apa yg tersirat. Kalo memang itu yang anda punya jangan terburu2 gampang mengatakan Bid’ah dan Sirik karena jd sensitif sekali masalahnya. Apalagi ini hanya bersifat furu’iyah Ilmu itu luas saudaraku….
    Wasslam….

    • mas zainuddin

      saya juga orang awam nih mas. kalo saya sih,, pengen cari aman aja,, ilmu agama saya cethek soalnya. mmm,, jadi keinget info tentang islam akan pecah jadi 73 golongan dan cuma satu yang selamet. ane ngga tau sih,, kali ajaaaaa sholawat nariyah itu ngga termasuk golongan 1 itu (who knows?). mending kalo saya pake yang dari hadist aja deh,, jauuuuuh lebih aman,, insyaallah,, hehe

      CMIIW…

  5. memang banyak hal yang terkadang menurut orang2 yang meneliti, namun hasil penelitian itu tidak jelas asal usulnya maka hal itu merupakan bid’ah, namun jika kita tela’ah lagi arti shalawat nariyah itu ternyata hal itu merupakan do’a dan memiliki arti yang baik, kenapa hal itu harus dijadikan masalah?

    • Semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada kita semua,..Amiin

      Kita telah dianugrahi hati, Akal, pikiran dan nafsu. Allah SWT

      memerintahkan kepada kita semua untuk mempergunakan akal dan berfikir serta tidak menuruti nafsu. Karena itulah Rasul diutus dan Alquran diturunkan untuk menerangi hati kita semua, Baca dan bacalah alquran,..lalu pahami dan pelajari juga Al Hadits (yg shahih), itulah inti dari petunjuk Allah. Jangan katanya, katanya….. Kata siapa?……..

      Kalau sudah menyangkut soal ibadah (apapun itu), yg dengan
      mengerjakannya kita mengharapkan pahala,… maka WAJIB bagi kita untuk untuk merujuk kepada dua hal yaitu Al quran dan sunnah Rasul !! Carilah sendiri atau beramai-ramai untuk memastikan ada landasan hukumnya tentang ibadah tsb, baik di dalam alquran maupun alhadits (yg shahih), dan jangan lupa dicontohkan jg oleh rasulullah…. (itulah gunanya kita dikasih akal dan pikiran)…

      Ritual ibadah (yg tdk jelas) yang diajarkan oleh para imam, sunan,
      ulama, guru dan kiyai bahkan oleh bapak kita sendiripun janganlah kita telan mentah-mentah dan tanpa kendali. Kenapa???… karena
      mereka tidaklah ma’shum (terlepas dari kesalahan). bahkan kita
      sendiripun jika tekun belajar bisa mendapatkan gelar spt mereka…. kecuali bapak, ….kamu hrs kawin dulu dan punya anak..hehehe lebih gampang rupanya….

      Tetaplah lurus dalam barisan Nabi besar kita, Muhammad SAW…. jangan lakukan ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, jika engkau tetap tidak memperdulikan itu,…Maka betapa kejinya engkau menuduh rasulullah bodoh dan dungu karena tdk becus dalam menyampaikan risalah dari Allah SWT sehingga engkau perlu menambah dan menyempurnakannya ……..

      • lo tuh yang g becus ngomong, asal aja, sholawat nariyah mana ada bacaan yg syirik?trus kl tahlilan n yasinan juga lo bilang bith’ah juga?dasar wong edan

      • pasukan nya dajal,…regu nya syetan. nyari teman buat ke neraka. kl kamu dengar sendiri dr nabi atau dari sahabat nabi baru boleh kamu bagi2 ke orang, lah ini cuma hasil bacaan juga…..capek deh

      • Alhamdulillah saya pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad Salallah alaihi wasalam..
        ketika bener2 mengikuti standar apa yg ditelah dicontohkan Nabi..jadi sebenernya simple ikut standar aja ..ada pengalaman spiritual
        yg menambah motivasi..
        dan mimpi itu sampe 5 kali..

    • ASSALM \,MAKLUM YANG POSTING DISNIN ADALAH ORANG2 WAHABI,YANG NOTABENE GA SUKA PUJI2AN KE[PADA RASULL,INNALAHAHA WAMALAIKATUHU YUSHOLUNA ALA NABI YA AYUHALAZINA AMANU SHOLU ALAIHIWASALIMU TASLIMA,ARTINYA KURANG LEBIH SEPERI INI,ALLAH MENYURUH MALAIKAT DAN MANUSIA AGAR BERSAHLAWAT KEPADA NABI.

      • pangapunten sakderengengipun,…dari yg saya tau,…wahabi juga salawat kepada nabi Muhammad saw,…ketika shalat fardlu, shalat sunah dll,…dengan batasan bacaan yg pernah nabi ajarkan…” Allahumma Shalli `ala Muhammad wa `ala aali Muhammad, kamaa shallaita `ala Ibrahim wa `ala aali Ibrahim. Wa baarik `ala `ala Muhammad wa `ala aali Muhammad, kamaa barakta `ala Ibrahim wa `ala aali Ibrahim. Innaka hamidun majid.’ ….kita kembali pada keyakinan masing2,…apa yg menurut orang baik blum tentu menurut Allah itu baik n sebaliknya…jangan melihat sbuah kbenaran dri siapa yg mngucapkannya ( mski dia kta anggap musuh) tpi kaji lebih dalm brfkir dngan akal dan hati, mohon petunjuk Allah akan jaln yg lurus yg prnah nabi ajarkan pda kita…Kita tdak diwajibkan Allah utk mngklaim yg lain itu sesat atau kafir,..tpi seandainya kta mnuduh orang lain kafir/sesat, sdg Allah merahmati org yg kta tuduh itu,.maka akan berbalik pda kita…Ustd. PA mnyampaikan ini tntu ada dasrnya,…n pnjenengn sndri ga stuju jga pnya dasar,..niat ust. PA jg baik,…yg ga baik adl niat zionis yg brusaha memecah belah ukhuwah Islam…Islam sdg sakit krna sring kna fitnah yg dilakukan zionis melalui media2 yg sbagian besar dikuasai oleh mreka,(mka jngan telan mntah2 apa yg dkabrkan media, tpi marilh merujuk pda Qur’an n Sunnah agr kita tau skenario mreka )…saya,pnjenengan, ustd. PA tntu sja sma2 berjuang utk mnegakkan agama yg diridloi Allah( Islam ) n kta pnya tanggung jawab yg besr di hadapn Allah kelak,..

      • Semua hukum ibadah itu adalah HARAM bila tidak ada tuntunannya dari Al’Quran dan Assunah dan kebenaran itu tidak dapat dilihat dari banyak pengikut, tapi kebenaran itu dapat dilihat dari dua pusaka ( Al Qur’an dan Assunah) sebagaimana yang telah dipesannkan oleh Nabi MUHAMMAD .SAW

      • waaahhhhh ngomongin agama kok kayak bukan yg beragama yah< ahlak pada ga dijaga, setan iblis pada seneng tuh!!! celaan, ejekan, umpatan, bicara kotor, adalah bukan hal yg diajarkan nabi Muhammad< sdh terpancing juga yah kalian smua. walaupun cuma dgn jari dan keyboard, namun malaikat di kiri tetap aktif menulis perbuatan kalian, yaudah kl ga stuju, nafsi2 aja nape, toh hitam putih abu2 daridulu jg ga bisa dihapus< tul ga??? DEMI TU'HHHAAAAAAAAANNNNN (ARYA WIGUNA)

      • ane setuju bgt dengan bang ries,nabi Muhammad SAW di utus kedunia adalah untuk menyempurnakan islam,jadi setelah kewafatan nabi,Islam itu sudah sempurna,jadi ga perlu di tambah atau pula di kurangi,Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan kita bacaan shalawat,ya sudah itu saja yang kita baca dan yang kita amalkan,gampang kan….

    • klo dpkr2 skrg bid’ah smuanya: khutbh pke bindonesia, kita naik motor bukan naik onta, kita mkn pke piring sendok ga pke tangan, khitan pke laseer, nkah di KUA, ke jakarta naik kereta api bkn naik onta, ke batam naik psawat bid’ah bgt trus yg ngmng bid’ah trnya smua udah nglakuin yg aq sebutin pkr dechhhh

      • kalo naik motor itu bukan bid’ah goblooooooooooook…kalo gak ngerti pengertian bid’ah jangan ngasih komentar dong…malu coy.

  6. assalamualaikum…wr….wb….
    sedulurku smoga Allah meridhoi ….apa yg niat hati masing2
    kata TeBe makin tinggi ilmu agamanya makin menunduk…
    selamatkanlah dirimu,,,keluargamu,,,baru orang lain
    semua ilmu hanya milik allah
    belajarlah wudlu dulu….dan belajarlah seperti bayi suci .
    apakah diri kita benar ….
    ingat iblis dikeluarkan dr surga hanya gara2 kesombongannya…karena merasa dirinya yg benar
    mhn mf jikalau ilmu saya dangkal karena hamba seorg hina,bodoh
    byk melakukan dosa…..
    mhn mf sedlm2nya jika tdk berkenan dihati

    ——–wassalam——

  7. belajar lagi tentang agama yang mendalam, memang hakikatnya yang memberi pertolongan itu Allah, orang muslim yg paling bodoh pun juga tahu hal itu, kalau kita melakukan tawassul dengan bershalawat kepada Nabi kan hakekatnya hanya Allah yang memberikan manfaat dari tawassul itu sendiri. itu itikad kami yg bertawassul. tawassul sebuah perantara ttp yg memberikan manfaat dari perantara itu hanya Allah. belajar lagi deh agama…

  8. astghifirullah,sholawat nariyah itu memang bidah tidak ada dalam hadits,tapi yang mengarang itu seorang auliya bukan tukang becak apalagi tambal ban ( tanpa meremehkan derajat manusia ) tolong dipahami,apa dikalangan anda tidak percaya sama auliya…hemmm..emang dikalangan salafi enggak ada yang jadi auliya coba ada yang jadi auliya pasti tobatan nasuhaa semua itu para salafi-salafiaann..ckckckckck

    • Arif # Kebenaran itu bukan dari seseorang, Meskipun Auliya, ustadz,Kyai habib
      Tetapi kebenaran tersebut dari mana ia mengambilnya( ALquran & As-Sunnah)
      Semua perkataan bisa diambil dan bisa tertolak kecuali Nabi Muhammad SAW

  9. jgn suka menganggap suatu solawat itu sesat. bid’ah yg di bolehkan oleh agama itu.yaitu bid’ah hasanah.menurut saya solawat nariyah itu merupakan tawasul kita kepada baginda Muhammad SAW.
    contoh yg real aja deh…ente bilang setiap yg bid’ah itu sesat…kl begitu ente menggunakan teknologi internet itu haram donk…karena tidak ada hadis nya…apakah ente setuju,kl di bilang sesat…???pikir pake otak…..

    • Kayanya belum ngerti tentang bid’ah ya? Emang Nabi pernah ngajarin tentang bid’ah hasanah? Nabi bilang semua bid’ah itu sesat lho. Maksudnya adalah bid’ah dalam hal agama. Agama sudah sempurna maka ga perlu ditambah-tambah lagi. Kalo teknologi itu ya boleh. Maka itu cukupkan aja dgn shalawat yg memang pasti diajarkan Nabi. Ga perlu ngarang2 sendiri apalagi kalo memang shalawat spt nariyah ini yg ga jelas asal usulnya lebih baik tinggalkan.

      • Pantesan lho oon, memahami Hadist yang mulia aja bertentangan, gimana mau memahami dalil sholawat, ya saling tumbukan.

  10. masuk akal lah… tapi belum ke tahap masuk hati……
    kalau merasa ingin menghilangkan kemungkaran, mestinya jangan menciptakan kemungkaran yang lebih besar….
    Berapa banyak orang islam tersakiti dari ulasan ini….orang islam menyakiti islam lain juga tdk bagus sob…..hanya karena berdasar penulisan selawat, tega mensyirik2kan sodara sendiri…???!!!
    Adakalanya makna sebuah kalimat tidak harus yang tersurat……

  11. he…e.eee ya mungkin dalil yg dibacanya hanya tersirat di pikirannya aja !!! bukan di Qolbun Salim …?? jadinya dia bisa memfatwakan lewat pikirannya dari bacaan dalil2x yg di terima lewat Halusinasinya !!! jadi Kata Iqra’ = tdk sejalan..

      • TD,,,! sesungguhnya shalawat itu baik dimata rosul dan Allah, yang tidak baik adalah selalu melanggar perintahnya. anda hanya bisa mengutak ngatik isi alquran sehingga alquran anda salh gunakan, semoga allah mengampuni kita semua sebagai umatnya. biginilah orang sok pintar yang bisa menghancurkan islam.Allahuakbar

      • kalau saya baca semua kata/balasan komentar TD, kayak anak kecil. Anak SMA saja seharusnya merasa malu berdebat dengan anak kecil seperti TD. Dia Belum tahu ilmu sosial, belum tahu ilmu budaya, belum tahu cara menghargai orang lain, pokoknya anak-anak banget.
        Agama itu bukan urusan sepele, sudah ada sumber hukumnya, yakni Al quran, hadits, Sahabat, Tabi’in, Tabiut Tabi’in, kemudian para Ulamak. TD/penulis text di atas ini masuk golongan yang mana? Perusak agama?
        Cara anda merespon komentar pembaca kayak anak kecil, tidak bijaksana. Apa seperti itu cara ulamak menyampaikan ilmu?
        TD, anda tidak tahu siapa sebenarnya orang-orang di sekeliling anda.
        Ada cerita: suatu hari Ali ra. memberikan uangnya yang hendak ia gunakan untuk membeli makanan kepada seseorang yang lebih mmebutuhkanya di jalan, Fatimah gembira mendengar berita ini. Singkat cerita, kemudian Ali bertemu dengan seseorang yang hendak menjual kuda, Ali ra. yang sudah tidak punya uang, menolak untuk membelinya, tapi orang tersebut mengatakan agar Ali membawa dulu kuda itu dan menjualnya kepada orang lain, baru uangnya ia kasihkan pada orang tersebut. Ali pun menyetujui. Di jalan, Ali bertemu orang lagi yang ingin membeli kuda. Si penjual kuda hanya meminta harga 100 (dirham, jika tidak salah satuannya), ternyata si pembeli menawarnya 300 dirham.
        Ali menyampaikan peristiwa ini pada Nabi Muhammad saw. Sabda Nabi, ternya si penjual kuda itu adalah Jibril dan si Pembeli adalh Mikail. Allah yang mengutus kedua malaikat itu.
        TD, Tidak pernahkah terlintas di benakmuu, siaapa sebenarnya orang-orang di sekelilingmu? yakinkah kamu bahwa selain kamu ini adalah manusia? semua inderamu adalahh Allah yang menciptakan, Dia yang menjadikanmu mampu melihat, merasa, berpikir, mengetahui, dsb.
        Bagaimana jika seandainya orang-orang selain kamu ini ternyata tidak seperti yang kamu lihat, tapi hanya bentuk ujian dari Allah karenaengkau sudah ditambah ilmunya oleh Allah; allah hanya ingin tahu bagaimana kamu mengamalkan ilmumu, dengan cara yang bijaksanakah/sebaliknya.
        Islam mengajarkan yang baik-baik.
        Mengenai kata “benar” dan “salah”, siapa yang tahu pasti? bukankah manusia mengenal kedua kata tersebut karena Allah yang menciptakan. Seandainya Allah menghendaki membalik maknanya, siapa yang berhak menegur Allah?
        TD, kamuu sekarang tidak sedang di kelas sekolah/madratsah, ini dunia. Di dunia ini ada jin, malaikat, yang sewaktu-waktu, atas ijin Allah, bisa berwujud manusia atau merubah halusinasimu. Ilmu bukan alat kesombongan untuk mendebat orang lain atau menyalahkan saudaramu.
        Kamu tidak tahu hakikat dunia ini, apa sebenarnya yang setiap hari kamu lihat dan kamu dengar. Hanya Allah yang pasti.
        Aku tanya padamu, TD, tunjukkan hadits/kisah yang menunjukkan kisah Nabi atau sahabat yang cara merespon komentar orang sama sepertimu! Tunjukkan sejarahnya! Aku ingin tahu.
        Apa cara kamu menyampaikan dan menjawab komentar orang lain ini sudah sesuai tuntunan Al quran, sesuai tuntunan Rasulullah dan sahabat? tunjukkan ayat dan haditsnya.
        Aku menantangmu, kalau perlu kita bertemu dan berdebat di depan media.

      • Shalat menggunakan baju/kaos itu tidak ada contohnya. pada zaman nabi, hadits itu tidak ditulis karena nabi melarangnya, tapi TD menggunakan hadits sebagai rujukan, bahkan menuliskan hadits pada teks di atas. Nabi juga tidak pernah mencontohkan berdakwah dengan blog, apalagi blog gratisan.

      • Banyak tindakan para sahabat Nabi yg Nabi sendiri membiarkanya n itu artinya boleh. menrt sy njgan perbanyak lg ilmu agamanya mas..

  12. Tahunya memaknai dari segi lafadznya sich. Mengenai sholawat it jgn cma pke logika akal aja,pake logika hati.
    Sekolah tinggi2 malah dadine keminter. Pintere dari membaca sich.
    Belajar donk kyai-kyai sepuh.biar atine dpat petunjuk.

  13. sok tau,memponis bid’ah,
    para wali songo juga baca solawat nariyah,
    doa nurbuat di anggap sesat,
    semua doa itu baik,doa yg mencelakai lah yg tidak baik,
    solawat nariyah mempunyai sir,
    juga doa nurbuat mengandung rahasia2,
    tidak bisa di jelaskan dgn pemikiran2 orang2 berdasi.

    • @zizie dan arif,

      coba anda pikirkan logika 4444 kali? jelas tdk masuk akal dan tdk dalilnya..

      coba anda tanya pada kyai2 pengamal sholawat tsb… anda akan lebih sering mendapatkan jawab “kata ulama terdahulu.. kata si anu.. katanya.. katanya..” :)

      • ini kata que… gue pernah amalin cma 11 kali sehari.. hasilnya.. memuaskan.. hidup gue lancar.. rejeki lumayan… bid’ah atau gak. ora urusan.. yg penting gue ibadah,, taqwa, hidup dan terus kerja.. habis cerita

      • sneng banget liat banyak Comment disini, ga kaya’ di TB.Gramedia, waktu ada lelang, 80% nya buku tentang Islam, yang secara tidak langsung menyiratkan buku tersebut tidak laku di pasaran,

        coba kita bijaksana menyikapi yang terjadi disekitar kita, permasalahanya kan hanya pada bahasa, kalo kita ga bisa bahasa arab ya pake bahasa yang kita tau aja, ga usah pusing, Allah maha tau kok., don’t worry.

        setiap amalan juga wajib mengetahui ILMUnya,
        se khusuk-khusuknya orang sholat (ILMU Sholat) yang tidak mengetahui ilmunya, masih lebih baik orang tidur yang mengetahui ILMUnya (ILMU Tidur).,
        makanya kita diWAJIBkan untuk menuntut ILMU, mungkin sang penulis belum mengetahui ILMU dari Sholawat Nariyah,

        kesimpulanya apa yang kita Imani, jalani, dengan catatan kita sudah mengetahui ILMUnya, ga usah khawatir Bid’ah atau tidak, sudah ada yang menanggung kok, siapa.?, ya jelas yang memberi kita ILMU itu,
        makanya seorang Kyai sepuh tidak sembarangan memberikan amalan, karena jika salah dia yang menanggung dosa tersebut.

        semoga bermanfaat untuk semua saudara Muslim ku, apapun Maghdab mu.

  14. siapa Abu Shofiyah Aqil Azizi?lahir dimana, sekitar tahun berapa? tolong di jelaskan, saya benar2 butuh pencerahan dari masalah ini (serius lumayan galau), terus shalawat, doa, atau kalimat2 apa yang benar baik atau resmi dan tidak sesat di dlm islam?, anda juga tidak menjelasakan.. klo menurut saya baca isi dr kalimat shalawat ini isinya baik2 saja puji2an Kpd Rasul dan Allah S.W.T, tanpa ada kata yg tidak bermanfaat,, contoh : kata pertama YA Allah…….(kita memohon kpd Allah)
    dan kata terakhir, Whai Dzat yg menguasai seluruh alam…. (kita memuji kebesaran Allah), menurut saya doa yg kita buat selama isinya puji2an yg mengandung nama2 Allah adalah baik,, untuk nabi kita ataupun sesama manusia,

  15. Ingatlah:

    “Katakanlah (Muhammad) : “Apakah mau Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya (amalnya) dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (Q.S Al-Kahfi :103 – 104)

    Allah berfirman:”Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”(QS.Al Hasr:7)

    Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda
    ”Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan nya tertolak.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim)

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa batas, maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu, maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi).

    Semoga kita semua mendapatkan hidayah dan petunjuk agar kita tetap berada dlm al haq

  16. aku sering membaca nya,trus jadi apa dong,kan aku g tau,yg nama nya baca sholawat kan boleh,trus sholawat yg benar sepreti apa,aku memang org bodoh yg sekolah nya cuma smpe sd,tp msh mendingan tau sholat dsb dr pada org yg sekolah tinggi2 dan tau agama tp msh sering melakukan kemaksiatan dsb.

  17. shalawat apapun, do’a apapun kalo dibarengi dgn niat atau pamrih tanpa rasa ikhlas membaca dan mengamalkannya ya tetep ngaco, jd tolong untuk penulis disini jgn lsg memvonis segala sesuatu dgn seenaknya ( SALAH ). apalagi shalawat, saya mau tanya arti shalawat itu apa sih ? yg seperti apa shalawat yg benar itu ? anda bisa menyalahkan tentu bisa memberikan pernyataan yg benar dan dpt di pertanggung jawabkan pula secara shahih nya.

  18. Dasar paimen dpt cerita syeh nariah drmana? yg mengarang solawat nariah adalah syeh al taji.masalah tawasul kita punya pedoman sendiri, emang cuma lo yg paling pinter? ingat tulisan ini di saksikan semua malaikat, dg mengatakan pengamal solawat nariyah adlh sirik maka anda mengatakan semua orang suni seluruh dunia adalah sirik, krn mayoritasny adlah pengamal2 nariah/ solawat yg lain. menurut para ulama` Barang siapa mengatakan saudaranya sirik padahal bukan maka hukum itu kembali padanya`. tlg jaga semangatmu anak muda , jangan sampai di masuki setan krn kedangkalan ilmmu. lihatlah ilmu allah begitu luas.[bukan hanya pemahamanmu saja yg benar]

  19. SSesungguhnya masalah keutamaan/fadilah2 sholawat adalah kesukaan masing masing pengamal.jadi yg suka ya akan mengamalkan sebanyak2nya dn dengan kesungguhan hati agar maksudnya tercapai.tapi bagi yg ngga suka ya begitulah. namanya saja ngga suka ya bermacam macam cara dgn menggunakan ndalil ini itu.bahkan kalau bisa ia pengaruhi orang lain agar tidak suka pada solawat itu.tapi ketahuilah ternyata masalah keagamaan atau amalan2lebih banyak yg tersirat daripada yg tersurat.karena menurut saya yg bodoh ini,mengamalkan solawat itu tidak sembarangan.kita selalu di bimbing dan pantau oleh mursyid2 kita.dan mursid2 kita juga dlm mendapatkan ijazah solawat itu tidak mudah mereka harus melaksanakan atau menjalani proses2 yg di ajarkan oleh mursyi2 mereka.baru setelah mursyid memandang pantas atau layak,baru di ijazahkan solawat itu setelah di lihat dari kaca mata batin mereka.itulah sekedar sekelumit penyampaian solawat pada murid2.itu tidak hanya terjadi pda solawat nariyah saja tetapi masih banyak lagi solawat2 yg lain.jadi yg ingin saya tanyakan pda orang yg ngga suka amalan2 solawat bahkan sampai mensyirikan.sampai dimanakah perjalanan bathin anda dan sampai dimana pengalaman2 ruhaniah anda?apakah anda pernah bermimpi ketemu Rosululloh?dan bagaimana kalau mursyid2 kami telah beberapakali mimpi bertemu Rosululloh apakah itu bathal?bukankah mimpi bertemu dgn Rosululloh adalah suatu keutamaan?bahkan ada suatu hadist yg mengatakan bahwa tidak akan masuk neraka orang2 yg pernah melihat Rosululloh.dan mimpi bertmu Rosululloh itu sama dgn melihat Rosululloh karena syetan tidak bisa bisa menyerupakan Rosululloh.mereka tidak hanya bertemu dalam mimpi saja tetapi dlm keadaan berdzikir.itu yg terjadi pd mursyi kami apalagi mursidnya lagi dan mursyid2 nya lagi dan mursyidnya mursyid mursyid.maaf munkin cerita begini jga di anggap perbuatan syetan bagi mereka2 yg tidak suka dengan amalan2 sholawat..karena mereka melihatnya hanya dengan yg tertulis saja.tidak pernah melakukan atau mengalami perjalanan bathin.Coba lihat dan tanyakan pada hatimu sampai dimanakah kekusyuan dan kedekatanmu sehingga seumur hidupmu belum pernah bertemu dgn rosululloh biar dalam mimpi sekalipun.mana yg lebih aku percayai omongan yg selalu mengandalkan Qur’an dan hadist tapi hatinya Kosong atau yg hatinya penuh ma’rifat billah? maaf kalau mau mensyirikkan atau membid’ahka solawat hendaklah perdalami dulu solawat2 itu pd orang yg ahlinya baru katakan itu bid’ah atau syirik.karena ijazah2 yg demikian itu tidak perlu di tulis apalagi di cetak dan dijual di emperen2 toko.saya termasuk orang2 yg tadinya ragu dan tidak percaya solawat2 itu tetapi setelah saya masuk kekalangan jamaah solawat baru saya tahu ternyata mereka2 dalam mengamalkannya tidak asal taklid buta.kami selalu menyebut sanad2nya yang sampai pada Rosululloh,malaikat dan Alloh SWT.apakah semua ini tercantum dalam hadist?tidak!!!tapi mengapa sanad2nya ada semua sampai rRosululloh.dan apakah jga dlam sanad mengaji alqur’an terdapat dalam hadist?tidak!!!tapi alhamdulillah dalm mengaji AlQuran pun kami punya sanad yg sampai ke Rosululloh.apakah semua itu batahal?syirik?atau bid’ah?karena tidak ada dalam hadist?wallohu a’lam bisshowab.

  20. Memang sulit untuk mengembalikan kaum muslimin yang terjebak ke dalam syirik dan bid’ah, karena menurut perasaannya/anggapannya selalu benar. Mereka umumnya enggan untuk mengoreksi dan memperbaiki diri, mereka lupa bahwa perintah ALLAH yang pertama bagi manusia adalah “IQRA”.
    Teruslah berkarya untuk memberikan pencerahan bagi umat, khususnya kaum muslimin.

    Salam, jagona

  21. apa yg sudah mendarah daging memang susah utk di hilangkan.. apa yang haq di anggap sesuatu yg baru.. yang penting apa yg menjdi kewajiban kita untuk menyampaikan yg haq sudah di jalankan dan sekarang semua kembali kepada Kehendak Allah azza wajalla…
    Islam itu datang dalam keadaan terasing dan akan kembali dalam keadaan yang terasing pula, maka berbahagialah orang orang yang terasing tersebut…!
    Buat mas Perdana Akhmad lanjutkan terus…!
    nb : kalo bisa di webnya jgn ada foto2 lah !

    • @mas sayno,

      terima kasih pencerahannya dan sudah mampir diblog ini mas…

      o iya.. kami telah menjelaskan masalah foto sebagai alat bantu di kolom “ARENA BERDISKUSI” (klik linknya di atas).

  22. wow…smoga kita tidak terpecah dengan masalah ini..masih banyak masalah yang harus dipecahkan oleh bangsa ini…btw…adakah referensi mengenai shalawat nariyah dibuat oleh siapa….karena mungkin banyak orang hanya berfikir ucapan ini hanyalah pujian dan alat bantu agar keinginan tercapai…dan kita semua hendaknya lihat jangan hanya dari 1 sudut pandang saja tapi lihat dari segala arah inilah yang membuat kita dan islam semakin dewasa….thx bro…

    • melihat perkara ibadah hanya bisa pada “satu sudut pandang” saja, yaitu “kitabullah dan sunah rosul”.

      jika melihat dari sudut pandang lain, hanya akan melahirkan perkara mengada2/diada-adakan saja, seperti halnya shalawat nariyyah di atas.

      • akhi, pernyataan akhi tentang ibadah hanya bisa pada “satu sudut pandang” saja, yaitu “kitabullah dan sunnah rasul”, y memang benar, tetapi ilmu yang mempelajari dan mendalami tentang tata cara beribadah adalah fiqih, dan sekarang saya tanya? mazhab apakah yang akhi anut? dan jikalau memang akhi menganut mazhab tertentu berarti akhi telah melakukan bid’ah karena mazhab itu datangnya setelah wafatnya Rasulullah SAW? dan jikalau akhi tidak bermazhab dan langsung mencontoh tata cara shalat nabi Muhamamd SAW, apakah akhi pernah bertemu langsung beliau sedangkan di dalam hadits tidak dijelaskan bagaimana tata cara beribadah kepada Allah tetapi itu terdapat dalam ilmu Fikih yang sekarang ini kita kenal dengan 4 Mazhab, sedangkan ke-4 imam besar tersebut hidup pada zaman 300 tahun sesudah wafatnya nabi yang berarti masih tergolong ke dalam “salafush shalih”????

        jazakallah khairan…….

  23. aahhhhh…yg bid’a-bid’ah itu asyik…yg menilai amal itu hanya Allah, bukan orang yg pinter keblinger…jd jgn sok menilai yg berlebihn….hahah…hidup Sunny !!!

  24. lakukan saja seperti yg sudah di contohkan,gak usah menambah2hi atau mengurangi sebuah amalan,….kalo jenegan2 mau ngeles make sepeda motor,internet..atau apa saja bid’ah karena tidak d ajarkan islam….brarti jenengan mencoba mempersempit ajaran islam

    • kalau masalah agama, tanyakan adakah perintahnya.
      kalau masalah dunia, tanyakan adakah larangannya.
      semoga membantu.

  25. assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh,,,saudaraku sekalian mohon maaf jikalau saya lancang mencampuri kalian namun pendapat saya pribadi adalah kita jangan saling memperdebatkan yang hak dan bathil diantara sesama saudara dikarenakan ujung ujungnya pasti ada perpecahan,kita jalani keyakinan kita masing masing,biarkanlah mereka mempertahankan pendapatnya sesuai dalil nakli dan aklinya,,toh semua itu pasti ada pertanggungjawaban dan balasannya di hadapan gusti alloh ta’ala,,,,,,,

  26. Terima kasih artikelnya. Insya Allah akan saya tinggalkan, karena Rasulullah saw sangat menolak pengkultusan dirinya, selain itu saya khawatir masuk dalam syirik yg mana Allah mengampuni dosa hamba selain syirik (jangan diartikan sbg legitimasi dalam perbuatan dosa).
    Dilanjut syiarnya, masih banyak dalam prikehidupan muslim di tanah air yg sudah melembaga, menjadi tradisi padahal sebenarnya bukan dari ajaran islam.

  27. Mas perdana tolong jelaskan apakah segala kesaktian wali songo bid’ah sbb setau saya semua keilmuan di ranah indonesia berasal dari mereka Saya pernah berdebat dengan anda masalah tenaga dalam dan anda diam jangan2 anda orang non muslim yang ingin merusak segala tatanan yg sudah berlaku umun coba anda jelaskan ilmu sunan bonang yg bisa merubah pohon biasa jadi emas coba jelaskan 4 mahzab di dunia ini Saya berpendapat anda bukan orang muslim malah orang dari agama lain yg telah mempelajari Al Quran dan menjelek2kan sesuatu.

    • Banyak ilmu hikmah itu yang hanya kiasan.. tapi kadang dipahami secara tekstual… oleh beberapa kalangan…

      PARAH nya lagi.. pemahaman yang Tekstual itulah yang justru di serang oleh golongan-golongan yang GALAK itu…

      padahal itu hanya “kiasan” saja…

      yang memahami secara tekstual itu kurang tepat… tapi JAUH lebih PARAH lagi yang “menyerang” pemahaman tesktual itu…

      mau melancarkan AKSI JAHAT kok gak mikir dulu….

      GALAK tapi GAK mikir…..

    • didi berkata:
      mas perdana damha,saya mau berbagi sedikit ilmu,klo para wali bisa punya kelebihan,itu namanya karomah,kelebihan yang ALLAH kasih ke para wali krna kdekatanyya dengan ALLAH.ilmu itu ga pernah d peljari.seperti mukjizat yang d miliki para nabi.beda org2 sekarang,ngelmu pengen kebal,sampai puasa mutih,ngrowot yang jelas2 puasa kaya gitu d haramkan sama islam.nabi aja ga kebal koq,ngapain kita pengen kebal.mau lbih hebat dari nabi…
      kan nabi muhammad waktu dakwah ke thoif,nabi d lempari batu sampai kakinya berdarah,berarti nabi ga kebal.

  28. benar ato tidak,sirik ato tidaknya shalawat trsebut,kembali lagi kpada niat yg mengamalkannya,sik penting kie ibadahmu marang Gusti Alloh,rasah kakean menghujat,yang menilai semua itu Alloh mas,so pasrah saja,sik penting niate,Gusti Alloh itu Maha Mengetahui,jadi ga usahlah bikin2 artikel kaya gini,marai giduh ntar mas,maaf,saya hanya orang islam yang biasa2 saja,bukan super seperti njenengan

  29. Hahahahaaaaa…..

    Kang Perdana Akhmad Bin Ahmad…
    Aku Suka Artikelmu di atas…..
    Ayoooo…BIKIN ARTIKEL LAGI YANG SEJENIS INI….
    BIAR SODARA-SODARA SESAMA MUSLIM KITA SALING SALING PENDELI’-PENDELI’AN.
    TERUS ISI OTAKMU DENGAN ILMU-ILMU DARI BUKU2 & KITAB2 APA AJA YANG MAMPU MEMBUAT SESAMA MUSLIM NGOTOT-NGOTOTAN!!!
    BIARKAN MUSUH-MUSUH KITA DILUAR SANA MEMANFAATKAN SITUASI INI UNTUK MEMPERLANCAR USAHA MEREKA MENGKRISTENISASIKAN SODARA-SODARA KITA YANG MASIH LABIL…!!!

    GAK USAH KUATIR, JERIH PAYAHMU NANTI PASTI DI NILAI OLEH ALLAAH SUBHAANAHU WATA’ALAA…!!!!!

    BILA PERLU, CALONKAN DIRIMU MENJADI PERSIDEN RI, BIAR DAKWAHMU LEBIH SEPPPPPPP…..

    Hahahahaaaa…..

    • @Nashir,

      dibaca lagi mas artikelnya.. sy rasa sudah cukup jelas dan disertai dalil :) dari tawa anda yg cukup keras.. kami percaya anda orang yg riang dan penuh kasih sayang :)

      semua berpulang kepada pembaca..

      • Hahahahaaa…..

        Hmmmmm…..Tebakan Anda tidak jauh Meleset….

        Saya sudah Baca Artikel di Atas..

        Menurut Saya bukan masalah membaca atau Enggak tentang Artikel di Atas….

        Namun, dari Judulnya saja SUDAH PASTI AKAN MENIMBULKAN PERSELISIHAN YANG TIDAK AKAN ADA UJUNGNYA SAMPAI KAPANPUN…!!!!!!!

        Sebagai Seorang Muslim Yang Taat, Saya Yakin Anda & Gol Anda Faham Bagaimana Menjadi Muslim & Mu’min Yang Baik!!!!!

        Da’wah Tidak harus Menimbulkan Perselisihan sesama Sodara Sendiri.

        Jika Golongan Anda Merasa Paling Benar & Paling Lurus, maka Gunakanlah Cara2 Yang Bijak & ‘Arif dalam Berdakwah…!!!!

        Kita Semua Tahu, Rosulullaah Tidak Pernah Mengajarkan Hal2 yan Menimbulkan Permusuhan & Perselisihan, Saling Melecehkan apalagi Memusyrikan Sesamanya.

        Jika Anda & Golongan Anda merasa ada sebagian Umat Muslim yang menyimpang dari Al-Qur’an & Al-Hadist, maka ajaklah mereka kembali ke Jalan yang Benar, Tentunya dengan Cara-cara yang di Ajarkan Oleh Al-Qur’an & Baginda Rosulullaah!!!!!

        Sejarah Sudah Mengajarkan Kepada Kita, bagaimana Sunan Kali Jaga Menyembarkan Islam di kalangan Masyarakat yang Jahil, Masyarakat yang Jauh dari ISLAM!!!

        Dan Sejarah juga Telah Mengajarkan, Bagaimana Majapahit Runtuh & Luluh Lantah dan Juga Kerajaan2 yang dahulu Hancur Berantakan Tak Lain karna PERANG SODARA!!

        Baginda Rosulullaah sudah mewasiatkan, bahwa suatu saat Islam akan terpecah menjadi Beberapa Golongan, dari Golongan tersebut Hanya SATU YANG DI TERIMA/BENAR!!!!

        Monggo…Kita Hidup Rukun Berdampingan di Bawah Naungan ISLAM!!!

        Fatawakkal ‘Alallaah….Hanya Allah Yang Berhak Menilai Segala Amal Ibadah Hamba-Nya…!!!

        Jika Anda & Golongan Anda masih terus Gembar-Gembor Tentang Perbedaan Pendapat….dan lain sebaginya, Maka sadarlah…Bahwa di Dunia ini TIDAK ADA YANG PALING BENAR!!!!

        Jika Anda & Golongan Anda merasa Sudah sesuai dengan apa yang ada di Al-Qur’an & Hadist, Bersujud SYUKURLAH…dan JANGAN MENYAKITI HATI & PERASAAn ORANG LAIN!!!!!

        Ahmadiyyah Adalah Masalah Besar bagi Ummat ISLAM, Mengapa Anda & Golongan Anda TIDAK BERFIKIR UNTUK MENOLONG MEREKA YANG TELAH TERPEROSOK KE AHMADIYYAH!!!!

        ISLAM TIDAK AKAN HANCUR OLEH MUSUH-MUSUHNYA, TAPI ISLAM AKAN HANCUR KARNA KEANGKUHAN & KESOMBONGAN UMATNYA SENDIRI!!!

        Hamba Hanya Manusia Miskin….
        Miskin Harta & Miskin Ilmu…
        Tapi Jika suatu saat Allah mengabulkan PermohonanKu, Maka Jika Masih Ada yang GEMBAR-GEMBOR MENIMBULKAN PERSELISIHAN DALAM ISLAM, AKAN BERHADAPAN DENGANKU!!!!!

        PELANGI TIDAK AKAN PERNAH TERLIHAT INDAH JIKA TIDAK MENYATU WARNANYA!!!

        Kenapa Kita Tidak membaca Petunjuk Allah tersebut!!!
        Masalah AMAL IBADAH BIARKAN ALLAH SAJA YANG MENILAINYA!!

        Kebenaran Mutlak Hanya Milik Allah…!!!

        ( mohon maaf jk tatabahasa saya ngalor ngidul ngetan ngulon, karna memanglah saya ini Miskin Ilmu )

      • bidah dan ngafirin sama orang islam……… kalo gak salah memang udah jadi ajaran pokok wahabi ya….
        “bukannya mengislamkan orang kafir eh malah mengkafirkan orang islam” mules dah ana… hohoho…

    • justeru artikel ini membuat penerangan bagi orang mau sadar mas. karena kita sebagai muslim adalah saudara dan saling mengingatkan. aku rasa bagus sekali pencerahan di artikel ini.

    • betul…kita jangan saling menyalahkan satu muslim dengan lainnnya..kita itu satu saudara bung…jangan juga merasa benar trus menyalahkan lainnya, terkdang sampai mengkafirkan dan membencinya. itu bukan sifat seorang muslim…muslim itu menerima perbedaan karena perbedaan itu rakhmat..semoga alloh memberikan ridhoNya pada kita semua.dan jangan mencari pahala atau surga carilah ridho alloh.amin

  30. Assalamualaikum wr.wbr. semua juga Bung Perdana;

    Alm. KH Zainuddin MZ sebelum wafat, dlm satu acara tabligh atau ceramah ditayangkan oleh TVOne, menyatakan antara lain, bhw kita yg ngaku Muslim ini punya TIGA penyakit: salah satunya adalah “kutil”
    , yakni KURANG TELITI!!!

    Jelas, dlm Al-Fatihah yg kita lafadzkan/baca setiap kali shalat APAPUN, ada ayat ke-5 yg SEMUA sdh tahu MAKNANYA!!!

    Lha kok ya masih minta tolong sama ALMARHUM Rasulullah s.a.w. Paling parah, di Timur Tengah, ada penganut Sunni bahkan manakala sdg di padang pasir TERSESAT, lantas ybs./mrk langsung nyeluk alias bengak-bengok MEMANGGIL dan minta tolong ALMARHUM Syech Qodir Jaelani!!!

    Ini org2 yg menepuk dada mendaku.mengaku Muslim tahu ga sih, MAKNA ayat2 yg kita baca/lafadskan manakala sdg shalat dan atau “ngaji”???

    Ga usah jauh2, “Qulhu”/Surah al-Ikhlas saja, MENGESAKAN Allah SWT, Ayat kedua jelas artinya, bhw Allah SWT sbg satu2nya TEMPAT BERSANDAR; ayat TERAKHIR al-Insyirah begitu pula….

    Salaam dr Kang Ucup mahadha’if di http://www.scribd.com/tjoaginsing

  31. Hari gini masih ngurusin bid’ah…..!
    basi bangat tau…!
    Cape deh…….!
    Bisa ga sih jgn ngomongin dan membid’ah-bid’ah kan yg sudah dilakukan orang jauh sebelu nenek kamu Lahir !
    Sebagai generasi muda bingung..nih, ” Kaya lebih baik kami di suguhkan artikel bagai mana membedayakan dan membangun ekonomi umat muslim, ….karena kami yakin klu ekoneominya dah mantab…ga perlu lagi deh …..baca-bacaan yg panjang apalagi ampe ribuan..,..Cape deh.., Sudah lah ga usah Repot membid’ah -bidah kan orang Lain,…hancur umat ini klu kamu Berda’wah dgn cara begitu, Hargai Wali Songo yg telah menyebarkan Islam di Tanah Air kita.
    Bukankah Gurumu, Nenek, kakek, Bapak dan Ibumu juga belajar agama Di negara ini yg jelas agamanya di sebar luaskan oleh para Wali ….!

  32. Salaam! Nimbrung lagi donk ah uh….sblm kiamat to yo!

    Begini, ini DIN (Jalan Hidup tuntunanNya!) esensinya adalah melakukan “amar makruf wa nahi munkar”. Anything LESS (tanpa itu) is NOT the DIN (Islam).

    Al-Qur’an “di-sms” kan kpd Nabi Muh. s,a.w. untuk DISAMPAIKAN kpd seluruh (ulang, SELURUH) ummat manungsa/manusia dan JINN, sbg PETUNJUK ttg segala hal/isu yg HAQ dan yg BATHIL. Period dudes!

    Mari KITA semua membuka lagi Al-Qur’an dgn TERJEMAHAN/tarjamah (?) “terbagus” yg paling mendekati MAKNA/arti sebenarnya, wong kita BUKAN org Arab (asal tahu sj, bhw tim perdana penyusun Qur’an menggunakan TUJUH dialek Bhs Arab; tapi entah mengapa yg dominan dialek Qurais). Ada bbrp ayat, yg Allah SWT declared ttg “Kumudahkan Qur;an untukmu/kalian…” Cek jika masih ragu….

    Ane memakai Al-Qur’an dgn terjemahan, yg menurut ane, baguslah, yakni dari Tim Pembinaan Mental dulu ABRI/TNI-AD. Semua itu haji dan S1 ada jg kalau ga salah ingat yg S2… saya mah S lilin….

    Yg dgn terjemahan Bhs Inggris, dan setahuku paling banyak menjadi rujukan bakal-calon dan calon mualaf — yaitu oleh Syech Jusuf Ali meski ada yg lebih bagus tapi sy belum punya….ya ngOnline sj to membacanya ntar ane susulkan irl-nye…Insha Allah ga lupa..

    Kembali ke mangsud pertama Al-Qur’an di-sms-kan, next disebar-luaskan nyampe ke kita, adalah dgn mangsud bagi KITA untuk mempelajarinya/mentaddaburi-nya, sbg PETUNJUK ttg yg bathil dan yg HAQ.

    Jadi, ketika ada orang yg sdh “ngelotok” taddabur-nya, sudah beribadah haji, dan umrah bbrp kali apalagi mampu memahami Bhs Arab, so lebih mudah memahami Al-Qur’an; lantas BERBAGI “ilmu” yg HAQ ttg aneka bid’ah dan apalagi SHIRIK/Shirk — seyogyanya KITA dengarkan. Bukannya malah dicerca sbg sok-tahu.

    Astaghfirullah… pliz, bener HENTIKAN mencerca org2 yg punya nyali dan cukup ilmu untuk mengangkat isu mahapenting itu….Kecuali kita mau KUWALAT. Naudhubillah!

    Ada Shahih Hadith ttg anjuran ALMARHUM Rasulullah bagi KITA untuk menyampaikan SATU ayat saja atau shahih hadith, demi amar-makruf nahi munkar, kendatipun itu TERDENGAR pahit bagi yg mendengarKANnya!!!

    Tahu mengapa negeri kita ini menjadi “Negeri Maling” — sebab, BANYAK yg MUNAFIK tidak berani melakukan KEWAJIBAN beramar-makruf nahi munkar; Yang ada justru “nyambi” munkar! Menyibukkan diri dgn aib mrk, yakni berprofesi sbg perampok intelektual…. Duh Gusti…

    So gitu lho…
    wong super dha’if and fakir Kang Ucup at http://www.scribd.com/tjoaginsing

  33. c*ki*a* SENSOR ADMIN……KATA-KATA JOROK
    lu nge analisa dri mana ???
    wong edan yg blang sholawat nariyah bid’ah ..
    cba pelajari lgi ilmunya .. jgn cman blajar dri buku doang ..
    belajar tanpa ada gurunya brarti gurunya setan c*ki*ay (SENSOR ADMIN)…

    • tulisan mas lukman : bahasa anda yg kotor… menjelaskan siapa guru anda sebenarnya!

      pendapat saya : kalau kata-kata yang keluar itu KOTOR berarti gurunya KOTOR..

      bagaimana kalau kata-kata yang keluar itu BID’AH, SYIRIK, SESAT, KAFIR..??

      Trus GURU nya kayak apa..?? Hayo… mau bilang Apa….??

      sebenarnya kalau Anda gak pake mikir itu tulisannya jauh lebih bagus deh….

      Daripada pake mikir malah kacaw kayak gitu.. meskipun lumayan juga sih.. bikin ketawa-ketawa yang baca..

  34. kalau bicara shalawat nariyah itu bid’ah…baiknya kang perdana berbicara dengan para ulama2 salaf dan dari kalangan nadiyin….klo mau saya bisa kenalkan salah satunya….beliau ulama cukup di akui kearifannya…dia senang jika kang perdana mau bertabayun mah…orngnya baik,lemah lembut dan tdk mencerca golongan lainnya…mau kang??….bersilaturahmi dengan para ulama khan mengasyikkan..apalagi mungkin mau ditanyakan perkara rukyah yang anda lakukan ini apakah pake jin atau tidaknya..Insya Allah beliau akan memberikan pemikirannya untuk anda…bener2 enak diajak diskusilaah….:)

  35. Yang memberikan rizki, menghilangkan kesedihan memang hanya Allah swt. Tapi, ada amalan tertentu yang dapat mengantarkan kita untuk mendapatkan itu. orang yang membaca shalawat ini bukan meminta kepada Nabi, atau MEYAKINI Nabi sendiri yang menurunkan hujan tanpa ijin Allah. Perhatikan deh, ada kata “alladzi tanhallu BIHIL uqodu..” dll. Kalimat BIHI itu jelas menunjukkan makna “dengan wasilahnya (Nabi)”. Kalau memang syirik bunyinya seharusnya “alladzi YANHALLUL UQODA” dengan memaf’ulkan UQOD dan tidak merofak kannya.
    Bagaimana kalau kita diskusi? Ya..itung-itung silaturahim Mas.
    Ni email saya : fariedghozi@ymail.com

  36. Kenapa sih banyak yg ga mau tinggalkan bid’ah? Padahal Nabi sudah memperingatkan untuk jauhi bid’ah karena semua bid’ah (dalam agama) adalah sesat. Tolak ukurnya kan jelas, sholawat itu ada dalam hadits ga? Apakah memang diajarkan oleh Nabi atau tidak? Kalo ga ada ya tinggalkan. Jgn sombong & keras kepala.

    • Kenapa sih banyak yg ga mau tinggalkan bid’ah?
      pertanyaan ini merupakan kepedulian terhadap umat. Tetapi kurang tepat bila ditujukan pada mahluk, karena ini essensinya adalah harapan, berharap itu hanya pada Allah. Di hati saja berharapnya, ya

  37. ya sudah, semua sholawat itu baik, yang penting niat dan tujuannya. untuk itu mari kita sama sama berdoa pada Allah untuk memohon ampunan terhadap diri kita, orang tua kita, saudara kandung kita, maupun saudara muslim lainnya. jangan saling mengatakan ini bid’ah itu bid’ah, wong kita sendiri aja belum paham / tidak paham sekali makna Al’Quran seluruhnya so yang penting Kita jalankan perintah Allah dan jauhi larangannya aja deh. sehingga selamat dunia & akhirat. amiennnn

  38. Assalamualaikum…,sebagai hamba Allah yang masih awam ilmu, saya sangat apresiatif dengan artikel ini, saya tahu maksud dari artikel ini bukanalah untuk mendiskreditasikan suatu amalam ibadah, dalam artian bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad saw, atau menciptakan polemik antara kaum muslimin, artikel di atas hanya ingin menjelaskan kepada kita semua tentang bagaimana menggunakan akal fikiran kita yang sehat untuk menelaah kebenaran tentang suatu hukum, karena memang mengoreksi suatu tradisi yang sudah sangat mengakar itu kadang akan menimbulkan penentangan2 dari para pengamalnya,terlepas karena itu memang berdasarkan akal atau memang karena dalih sudah tradisi

  39. sikapi dengan sebijak-bijaknya bahwa kembalikan semua yang bersumber pada al-quran dan alhadist,…niscaya kita tidak akan terjerumus,….aamiinnn yaa rabb

  40. penjelasan di atas juga menurut seseorang(Menurut Kiyai Mahrus Ali, ternyata sumber dan asal-usul shalawat Nariyah ini tidak diketahui….)padahal kita juga tidak tahu seberapa besar ilmunya,apakah kita hanya membid ah kan sholawat ini hanya gara2 menurut seseorang yang melakukan penelitian yang terbatas,sedangkan ia tidak hidup pada jaman ketika sholawat tersebut ada…penelitian yang dibuat manusia tidak bisa di jadikan sandaran untuk membidahkan sholawat narriyah..

    • Astaghfirullaah!!!

      Bung, sampeyan MENGERTI ga sih MAKNA dua kalimat terakhir di Nar(=api=meraka!)iyah itu??? Itu amat sangat ber-lebih2an, menyelisihi bbrp AYAT di Al-Qur’an ttg siapa yg menurunkan HUJAN, dan mengurai segala kesulitan MANUSIA/HambaNya…

      Tak secuilpun ayat di sana menyebutkan bhw semua itu DILAKKUKAN oleh ALMARHUM Rasulullah s.a.w. atau ketika beliau s.a.w. masih “sugeng” (hidup…). Singkatnya dua kelimat terakhir itu bersifat GHULLU atau ber-LEBIH2an. Cenderung mengarah ke SHIRIK/Syirik. dan jelas PENGAGUNGAN BERLEBIHAN Nabi s.a.w.m yg artinya MENYELISIHI Hadith Shahih beliau s.a.w. agar TIDAK terlalu meng-agung2kan beliau s.a.w.

      Manakala kita memakai bhs sekaran, sahabatpun bertanya: “Maaf bos, Rasul Allah; kenapa sih kagak boleh begitu?” dan beliau s.a.w. menjawab: “Apakah kalian sudah lupa dgn yg TELAH terjadi pada/dgn SAUDARAKU Isa a.s.?” “Oh iya bos, Rasul Allah. Maaf Kanjeng Nabi.” Sahabat baru “mudeng” atau paham….

      Juga amat sangat MENYELISIHI ayat ttg MENYERU hanya kepada Allah SWT. Tolong deh TADDABURI lagi Al-Qur’an anda, semoga Dia memberimu hidayah….

      Ada minimal DUA ayat ttg TIDAK BENARNYA kelompok MAYORITAS…. bhs Qur’annya ketika diterjemahkan ke bhs Indonesia menjadi “Orang2 Kebanyakan”… Insha Allah ane belik dgn dua ayat itu kelak dlm wakyu dekat, lupa ayat yg mana di Surat yg mana pula. Padahal, baru 2-e hari yl. saya membacanya…Salaam….

  41. bismillah…

    hati2 dengan ajaran wahabi…yg bermisikan agar umat Islam menjauhi mencintai nabi….teruskan bersholawat….mencintai rosul sampai akhir hayat….
    penulis adalh salah seorang wahabi…saya kenal dgn dia..

  42. klo g2 Alqur’an mushaf Usman juga bid’ah…. kitb2 hadis juga bid’ah………… karena tidak ada perintah tuh dari nabi…….. dan tidak ada dalil dlm Al-qur’an untuk mengumpulkan menjadi 1 mushaf……. jadi bid’ah semua ini….. tidak ada dalil jg utk mngkti 4 madzhab…tidak ad jg dalil untuk mngkuti kelompok Wahabi… wah semua bid’ah nih klo gitu……. ayo bagaimana ni!!!!! coba cari dalilnya!!!!!!!!!

  43. kalau dasarnya sirik…. banyak cerita2 dlm Al-Quran yang menceritakan mukjijat2 para nabi, meminta nabi berdoa untuk mereka agar mereka terlepas daribencana dll. apakah ini sirik….?. kalau syirik mengapa para nabi memenuhi permintaan mereka. tentu ini semua karena Allah. karena hanya Allah asal segala sebab, sedang nabi hanya perantara….. kita yakin ……bahwa para nabi tak terkecuali nabi Muhammad adalah kekasih Allah. yang apa bila berdoa pasti doanya dikabulkan. dan kita juga percaya bahwa nabi itu apa bila di doakan pasti akan membalas dengan doa yang lebih baik…..mari kita bershalawat kepada nabi.

  44. asslamualaikum.

    lagi2 golongan ini yang mgatakn ssat n syirik.
    udalah mas..blok anda gak mutu…

    blok anda ini cm mghjat…..anda mrasa cuma glongan anda aja yg pling benar…

    agama islam bkn cm pnya 1 golongan…
    klo mmng anda mrsa bnr dgn kykinan anda y gk usa mgatkn ini-itu sirik….

    klhtn’y anda kpgin eksis y….pdhl anda sndri da syrik n ssat…
    knp anda syrik n ssat ?????
    krn anda mghkimi suatu glongan n mgatkn ini -itu srik,..
    cm allah yg brhak mgatkn itu bnr atau salah.

    sprti’y ada sok ngrti agama….ngrsa pling pnter n benar…klo bgni semua kn tau klo anda tu yg sbnr’y bodoh n sirik.
    krena mghkimi suatu golongan n mgtakn ini itu sirik.,..karena hanya allah yg brhak mnilai..bkn manusia seperti anda.

    ingat mas.blm tntu jg ibadah anda d terima allah..jd gk usa mghjat suatu golongan.

    saya punya prtnyaan buat anda…siapa pembawa agama islam d indonesia mnrut anda?????

    wassalamualaikum.

  45. maaf sebelumnya, saya yang dangkal sekali ilmunya ini tdinya udah mulai ragu ama shlawat nariyah yg saya dawamkan gara gara ARTIKEL PEMBAWA PERSELISIHAN ini, tapi stelah udah tau, yg nulis ini WAHABI.. saya akan terus mendawamkan shalawat ini…

    kan wahabi kebiasaannya ngebid’ahin orang ya?

    fiuh…
    kalo mau ngedepat NU atau Nahdliyin, pelajari dulu donk smua tentang NU.

  46. Wah… aneh sekali …. aneh sekali ..
    Ibaratnya Nabi menawarkan makanan yang lezat… dan si fulan bin fulan menawarkan bangkai ( maaf ).

    Eh… kok banyak yang mengambil bankai ??????

    Nabi sudah mengajarkan cara bershalawat …….. eh kok mengambil shalawat buatan fulan bin fulan ????

    Aneh bin ajaib ….. katanye pecinta nabi kok yang dipilih fulan bin fulan ????

    Dari pada ribut ribut pakai saja shalawat ajaran nabi !!!!!…. AYO SIAPA YANG NGGA SETUJU … angkat tangan dong ??????

    • saya bukan wahabi atau nu ..tapi menurut saya yang lebih aman itiu yang murni jadi ngak susah cari argument dihadapan Allah subhana wataala dan pelaksanaannya simple langsung yang kasih contoh Nabi Muhammad Salallah alaihi wasalam

  47. Nih ada contoh shalawat yang shahih … diajarkarkan nabi kita dan dalilnya :

    “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).

    Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.” (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, Sebagaimana Engkau telah memuliakan Ibrahim; dan berilah berkat oleh-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.” (HR. Al-Bukhârî dan Abû Sa’îd).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.” (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).

    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).

    Ya Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad Nabi yang ummi dan akan keluarganya.” (HR. Abû Dâud dari ‘Uqbah bin ‘Amir).

    Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).

    Apakah shalawat shalawat diatas itu tidak cukup ??? dan anda merasa kurang sempurna dengan shalawat shalawat diatas kemudian mengambil shalawat shalawat dari fulan bin fulan

  48. Semua Cinta Butuh Bukti

    Cinta bukanlah hanya klaim semata. Semua cinta harus dengan bukti. Di antara bentuk cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ittiba’ (mengikuti), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Karena ingatlah, ketaatan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah buah dari kecintaan.

    Penyair Arab mengatakan:

    لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ
    إِنَّ المُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ مُطِيْعٌ

    Sekiranya cintamu itu benar niscaya engkau akan mentaatinya
    Karena orang yang mencintai tentu akan mentaati orang yang dicintainya

    Cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah dengan melatunkan nasyid atau pun sya’ir yang indah, namun enggan mengikuti sunnah beliau. Hakikat cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mengikuti (ittiba’) setiap ajarannya dan mentaatinya. Semakin seseorang mencintai Nabinya maka dia juga akan semakin mentaatinya. Dari sinilah sebagian salaf mengatakan:

    لهذا لما كَثُرَ الأدعياء طُولبوا بالبرهان ,قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ

    Tatkala banyak orang yang mengklaim mencintai Allah, mereka dituntut untuk mendatangkan bukti. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali Imron: 31)

    Seorang ulama mengatakan:

    لَيْسَ الشَّأْنُ أَنْ تُحِبَّ وَلَكِن الشَّأْنُ أَنْ تُحَبْ

    Yang terpenting bukanlah engkau mencintai-Nya. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintai-Nya.

    Yang terpenting bukanlah engkau mencintai Nabimu. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa mendapatkan cinta nabimu. Begitu pula, yang terpenting bukanlah engkau mencintai Allah. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintai-Nya. (Lihat Syarh ‘Aqidah Ath Thohawiyah, 20/2)

    Allah sendiri telah menjelaskan bahwa siapa pun yang mentaati Rasul-Nya berarti dia telah mentaati-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

    مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

    “Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Qs. An-Nisa’: 80)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada ajarannya. Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits,

    فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

    “Berpegangteguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)

    Salah seorang khulafa’ur rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

    لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

    “Tidaklah aku biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Abu Daud no. 2970. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa atsar ini shohih)

    Itulah saudaraku di antara bukti seseorang mencintai nabinya –shallallahu ‘alaihi wa sallam- yaitu dengan mentaati, mengikuti dan meneladani setiap ajarannya.

    Kebalikan Cinta

    Dari penjelasan di atas terlihat bahwa di antara bukti cinta adalah mentaati dan ittiba’ pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berarti kebalikan dari hal ini adalah enggan mentaatinya dan melakukan suatu ibadah yang tidak ada ajarannya. Karena sebagaimana telah kami jelaskan di muka bahwa setiap orang pasti akan mentaati dan mengikuti orang yang dicintai.

    Dari sini berarti setiap orang yang melakukan suatu ajaran yang tidak ada tuntunan dari Nabinya dan membuat-buat ajaran baru yang tidak ada asal usulnya dari beliau, walaupun dengan berniat baik dan ikhlash karena Allah Ta’ala, maka ungkapan cinta Nabi pada dirinya patut dipertanyakan. Karena ingatlah di samping niat baik, seseorang harus mendasari setiap ibadah yang dia lakukan dengan selalu mengikuti tuntunan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itulah yang engkau harus pahami saudaraku, sebagaimana engkau akan mendapati hal ini dalam perkataan Al Fudhail berikut.

    Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala berkata mengenai firman Allah,

    لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

    “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk [67]: 2), beliau mengatakan, “Yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

    Lalu Al Fudhail berkata, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19)

  49. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Shalawat Nariyah cukup populer di banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya. Berikut ini adalah bunyi shalawat tersebut:”

    اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك

    Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka

    Artinya:

    “Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak orang yang Engkau ketahui jumlahnya.”

    Syaikh berkata:

    “Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali. Allah berfirman yang artinya:

    أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

    “Bahkan sesembahan yang mereka seru (selain Allah) itu justru mencari kedekatan diri kepada Rabb mereka dengan menempuh ketaatan supaya mereka semakin bertambah dekat kepada-Nya dan mereka pun berharap kepada rahmat-Nya serta merasa takut akan azab-Nya. Sesungguhnya siksa Rabbmu adalah sesuatu yang harus ditakuti.” (QS. Al-Israa’: 57). Para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang berdoa kepada Isa Al-Masih atau memuja malaikat atau jin-jin yang saleh (sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Katsir).”

    Beliau melanjutkan penjelasannya:

    “Bagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa merasa ridha kalau beliau dikatakan sebagai orang yang bisa melepaskan ikatan-ikatan hati dan bisa melenyapkan berbagai kesusahan padahal Al-Qur’an saja telah memerintahkan beliau untuk berkata tentang dirinya:

    قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    “Katakanlah: Aku tidak berkuasa atas manfaat dan madharat bagi diriku sendiri kecuali sebatas apa yang dikehendaki Allah. Seandainya aku memang mengetahui perkara ghaib maka aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak ada keburukan yang akan menimpaku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raaf)

    Pada suatu saat ada seseorang yag datang menemui Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Atas kehendak Allah dan kehendakmu wahai Rasul”, Maka beliau menghardiknya dengan mengatakan, “Apakah kamu ingin menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah? Katakan: Atas kehendak Allah semata.” Nidd atau sekutu artinya: matsiil wa syariik (yang serupa dan sejawat) (HR. Nasa’i dengan sanad hasan)

    Beliau melanjutkan lagi penjelasannya:

    “Seandainya kita ganti kata bihi (به) (dengan sebab beliau) dengan bihaa (بها) (dengan sebab shalawat) maka tentulah maknanya akan benar tanpa perlu memberikan batasan bilangan sebagaimana yang disebutkan tadi. Sehingga bacaannya menjadi seperti ini:

    اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد التي تحل بها العقد

    Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Allati tuhillu bihal ‘uqadu (artinya ikatan hati menjadi terlepas karena shalawat)

    Hal itu karena membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibadah yang bisa dijadikan sarana untuk bertawassul memohon dilepaskan dari kesedihan dan kesusahan. Mengapa kita membaca bacaan shalawat bid’ah ini yang hanya berasal dari ucapan makhluk biasa sebagaimana kita dan justru meninggalkan kebiasaan membaca shalawat Ibrahimiyah (yaitu yang biasa kita baca dalam shalat, pent) yang berasal dari ucapan Rasul yang Ma’shum?”

    ***

    Penulis: Muhammad Jamil Zainu

  50. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

    “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”[1].

    Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut[2], karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala[3].

    Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

    - Banyak bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam[4], karena para ulama mengatakan: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya”[5].

    - Yang dimaksud dengan shalawat di sini adalah shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih (yang biasa dibaca oleh kaum muslimin dalam shalat mereka ketika tasyahhud), bukan shalawat-shalawat bid’ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang datang belakangan, seperti shalawat nariyah, badriyah, barzanji dan shalawat-shalawat bid’ah lainnya. Karena shalawat adalah ibadah, maka syarat diterimanya harus ikhlas karena Allah Ta’ala semata dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [6]. Juga karena ketika para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Wahai Rasulullah), sungguh kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, maka bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah: Ya Allah, bershalawatlah kepada (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau…dst seperti shalawat dalam tasyahhud[7].

    - Makna shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia memuji dan mengagungkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang beliau bawa. Dan di akhirat dengan melipatgandakan pahala kebaikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memudahkan syafa’at beliau kepada umatnya dan menampakkan keutamaan beliau pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk[8].

    - Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya[9]. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya,

    {هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}

    “Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).

    وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

    Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

  51. Ueleh-weleh2x sekarang sy baru tahu kalau syalawat nariyah itu bid’ah, kasihan amat sy, niatnya ingin beribadah dgn mengagungkan Rasululloh eh kenyataAnya mlh syirik. semoga Allah mengampuni dosa2sy dan menunjuki jln yg bnr didlm beragama..amiin. Kalaulah diriku ini merasa bth dgn kebodohan, manalah mungkin ku tahu kalau syalawat nariyah itu bid’ah, kalaulah hobyku tetap hanya mau ber taklid [tapi tdk mau ber i'tiba] mana mungkin ku bisa tahu hadis tersebut sohih atau tdk.

  52. apapun shalawat yg kita baca semua kembali pada pemahaman diri sendiri dan dibawa kemana shalawat itu smua tergantung niat. jk kt membaca shalawat nariyah dgn niat memohon kepada Allah atas diberikan keselamatan terlepas dr segala masalah seperti yg Allah berikan kepada nabi Muhammad SAW mengapa harus dikatakan bid’ah? pahamilah arti dan maksud a.shalat itu tdk lepas dr pada permohonan kepada Allah. Jika kita mendo’akan nabi Muhammad SAW dan kemudian beliau berdo’a kepada Allah ats org@ yg mendoakan dirinya maka Allahpun mendengarkan do’a rasul a. semua a ini tergantung niat jk yg baik kt bawa yg tdk baik maka tdk baiklah dia begitu jg sebalik a

  53. Maaf tanpa bermaksud seudzon atau fitnah. Jangan2 penulis di blog ini adalah generasi penerus neo kolonialisme di bidang agama jurusan pengrusakan akidah! Saya lebih percaya bahwa anda mungkin seorang agen illuminati atau freemason yg menyamar menjadi ahli agama yg bijak dibanding seorang ustadz kampung atau bahkan ulama besar seklipun!!

    Hati2 buat yg pemahaman agamanya masih sedikit jangan langsung ditelan bulat2 seluruh artikel di blog gratisan ini, coba lihat FB nya semua daftar situsnya dari blog gratisan semua, itu artinya orang ini menyembunyikan identitas aslinya dan suatu waktu bisa menghilang begitu saja sambil terbahak-bahak jika keruwetan yg terjadi sudah makin membabi buta. Apa kontribusi anda selama ini untuk umat Muslim Indonesia sampai dengan begitu mudahnya mencetuskan sebuah fatwa sesat bid’ah dll??

    Saya akan membantah seluruh pemahaman miring anda, demi menjaga saudara2 sesama muslim agar tidak mudah jatuh kedalam jurang kesesatan yg anda bangun selama ini………….. MAAF,

  54. @ tina ….
    Shalawat itu ibadah …. ibadah harus ittiba kepada nabi ….
    Kenapa sih … nabi sudah mengajarkan shalawat yang paling afdhal … tetapi kalian keras kepala tidak mau menerimanya … malah menggunakan shalawat shalawat buatan manusia yang belum tentu matannya sesuai .
    Anda sudah benar bawah shalawat mendoakan nabi.. keluarga dan sahabatnya…. dan lakukkanlah sesuai dengan ajaran beliau.
    Tolong perhatikan isi dari shalawat nariyah dengan teliti ….. jangan niat mau masuk sorga tetapi jadinya terpeleset.
    Mau aman ??? pakailah shalaat yang diajarkan nabi …. SETUJU ???

  55. @Satrio piningit , statemen anda :

    Maaf tanpa bermaksud seudzon atau fitnah. Jangan2 penulis di blog ini adalah generasi penerus neo kolonialisme di bidang agama jurusan pengrusakan akidah! Saya lebih percaya bahwa anda mungkin seorang agen illuminati atau freemason yg menyamar menjadi ahli agama yg bijak dibanding seorang ustadz kampung atau bahkan ulama besar seklipun!!

    maaf pengetahuan anda tentang aqidah ternyata masih sangat kurang dan pengetahuan anda tentang freemason dan illuminati sangat menggelikan.

    Blog gratisan ? … anda mengada ngada saja ..
    Mana ada blog sejenis ini yang berbayar ? … kecuali anda penggemar blog berbayar yang isinya ” gambar gambar serem”
    Hii.. hii. hiii ….. serem ………

    • @dodo:
      memangnya pengentahuan ente tentang akidah sudah sangat dalam ya mas? luar biasa ya.. wkwkwk
      soal freemason dan illuminati apakah ente sudah sangat paham apa inti pemahaman dan misi yg mereka emban sebagai bagian dari zionisme di Indonesia? ente tau kan arti “pengrusakan akidah dan moral secara terselubung”?

      justru saya yg sangat geli dengan statement anda soal blog berbayar yg menurut pemikiran anda hanya berisi “gambar2 serem” aja wkwkwk
      baru tau internet kemaren sore ya mas???
      “Mana ada blog sejenis ini yang berbayar?” kok tanya saya..cari donk di google sangat banyak tuh blog sejenis yg lebih berkompeten dan ber kredibilitas tinggi sumbernya (sorry, malas menyebutkan situsnya)

      Kalo ente lebih yakin dengan fatwa dari kabar burung seperti ini ya itu hak anda, tapi saya mau tanya nih. Apakah para Wali dan Ulama Besar dunia seperti syekh Abdul Qodir Jailani tidak diakui keilmuan dan pemahamannya yg tinggi soal Islam oleh Allah? ente Islam masuk ajaran mana sih? Ahlussunnah Wal Jamaah, Muhammadiyah, liberal, NII, atau jangan2 ahmadiyah? wkwkwk..
      Sudahlah jangan karena keterbatasan ilmu yg ente punya, malah menganggap otak kerdil ente itu yg paling benar, itu sama saja menuhankan otak sendiri, alias musyrik mas..!! dan itu tandanya anda telah sukses terperosok ke jurang pemahaman freemasonry!!

      Semoga kita semua bisa mati dalam keadaan husnul khatimah, mari tinggalkan JIL yg sesat dan menyesatkan menurut pemahaman yang tersesat. Dan mari kita bentengi iman dengan pemahaman2 baru yg penuh syirik dan tidak jelas seperti ini.

      Wassalam,

  56. Maaf, mengenai wahabi mana nih artikelnya?? kok dihapus?? http://metafisis.wordpress.com/2011/07/19/seorang%20wahabi-bershalawat-ratusan-kali-setiap-hari/ Banyak menuai perdebatan ya..?

    Mau menambahkan nih mas, menyikapi banyaknya artikel nyeleneh di blog ini, tolong agama jangan di samakan dengan politik, sebab agama hanya butuh hati nurani dan ia akan masuk kedalam hati melalui cahaya yg diberikan oleh Allah, sedangkan politik itu hanya butuh logika otak dan harus selalu masuk akal pikiran disertai dengan bukti2 otentik dengan metode penelitian yg sangat panjang. Karena sampai kapan pun agama dan politik tidak akan harmonis dan selalu bertabrakan, jika agama di pahami dengan cara politis maka akan banyak terjadi perdebatan dan kejanggalan diluar nalar dan logika manusia… Yg saya maksud politik disini adalah, tentu saja “politik anda” yg menurut keyakinan anda itu sudah pasti benar. Karena sepanjang sejarah nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin, Islam itu jauh dari paham liberalisme….!!!

    Jika memang penelitian soal sesat dan bid’ah itu benar2 terbukti kebenarannya, kami butuh bukti kuat disertai pembahasan yg lebih akurat dan terpercaya melalui mediasi para ulama besar Indonesia sampai benar2 di patenkan secara resmi, tentu anda tidak akan berani kan..? dan tidak semudah itu! Hanya orang2 bagian dari kaum zionis saja yg membedah dan mendalami kitab suci (Al-Qur’an dan Al-Kitab) tapi hanya untuk dicari kelemahan, kesalahan, serta penafsirannya saja, yg kemudian di gembar-gemborkan disertai dalil2 yg menguatkan sesat dan bid’ah seolah-olah pemikiran mereka itu “BENAR” hanya demi misi “Lubang Hitam Agama”. Saya pernah sedikit mempelajari ilmu “teologi” itu mas waktu dulu dengan orang2 JIL. Itulah kenapa Al-Kitab sudah banyak sekali perubahan isi ajarannya sepanjang sejarah, tetapi Al-Qur’an tidak. Tentunya anda paham akan arti “Ukhuwah Islamiyah” kan?

    Jika kedua agama dan science sudah disatukan hasilnya akan seperti kejadian pada bangsa romawi kuno yg menyembah dewa matahari (ra) dengan mediasi berhala yg perayaan kelahirannya diyakini oleh mereka setiap tanggal 25 desember. Terjadilah konspirasi agama yg dibawa oleh paus paulus dan kaisar romawi saat itu (contantinopel) agar ajaran kristen bisa masuk (akal) dan diterima oleh bangsa romawi, yg akhirnya seluruh bangsa romawi memeluk ajaran kristen dengan tetap meyakini bahwa yesus itu lahir pada tanggal 25 desember, serta harus selalu ada sinar (cahaya) matahari di setiap lukisan yesus. Dan dibuatlah patung (berhala) yesus agar kesan penyembahan dewa tidak hilang begitu saja lalu di bumbui dengan peng kultusan roh kudus kepada yesus dan juga kesucian bunda maria… itulah doktrin trinitas!!

    Terserah anda mau terima atau tidak itu HAK anda, soal pro dan kontra itu hal lumrah kan seperti halnya berita piramida di gunung padang dll, hehehe. Yang kami lakukan hanya ingin agar saudara sesama Muslim paling tidak bisa sedikit terhindar dari marabahaya dogma baru yg di sebar luaskan oleh pihak2 terselubung seperti ini. Kami bukan siapa2 hanya orang biasa, dan saya yakin anda pun bukan siapa2 hanya orang biasa, tapi tolong jangan bawa2 orang2 biasa lainnya agar serta merta ikut2an dengan pemahaman dan pemikiran anda, jika di duga ada kejanggalan “menurut anda” cukuplah telan oleh anda sendiri, jangan sok pintar membagi2kan informasi (gosip) terbaru yg tidak jelas kepada orang2 biasa yg notabene masih terlalu polos untuk menerima info panas seperti ini.

    Kecuali lain halnya jika anda “merasa” adalah orang luar bisa (dengan blog2 gratisannya), coba kalo bisa kami minta anda rubah pandangan dan kebiasaan umat Muslim se Indonesia mengenai kebiasaan 40 harian, 100 harian, mauludan, ngabuburit, selametan, syukuran, dll. Yg kesemuanya itu adalah tradisi dan ciri khas dari setiap bangsa dan negara yg berbeda2 tapi tetap masih berada pada jalur syariat Islam yg lurus dan benar, apakah ada hal2 tersebut dalam hukum Al-Qur’an dan Hadits?

    Kurang lebihnya saya mohon maaf jika ada perkataan yg menyakiti hati, sama halnya seperti hati ini yg tersakiti dengan tulisan2 nyeleneh di blog (gratisan?gak jelas!) ini. Wassalam,

  57. hahaha…… komentar2 kami yg meluruskan dan beritikad baik dihapus oleh pemilik blog ini, ada apa gerangan? ada udang di balik batu berhala? aneh bin nyeleneh..

    Kenapa anda harus takut dengan komentar2 saya mas? coba tolong hapus segera artikel2 menyesatkan yg anda tulis mas!! pegang kata2 saya ini!! suatu saat kami akan angkat pemberitaan dari artikel (gosip) yg sesat dan menyesatkan ini. Kami bisa saja angkat berita ini ke media cetak atau bila perlu ke media visual agar lebih ramai lagi kabar tersiarnya “fatwa sesat” ini dan seluruh masyarakat Indonesia akan mencari-cari anda. Karena ini sama saja dengan penistaan agama Islam dan pemecah belah umat. Tak ada yg mustahil mas, masih ingat kasus video porno Ariel-Luna kan? beberapa penyebarnya bisa ditangkap oleh aparat. Ingat satu hal , Allisaanu Asyadduka (lidahmu harimau mu). Tanpa bermaksud menakut-nakuti, hanya mencoba mengingatkan saja dengan tempo waktu tertentu, karena sudah terlalu banyak laporan dan masukan kepada kami soal kontroversi blog anda ini. Terima kasih,

    Wassalam,

  58. @satrio piningit .. yang emosional …..

    “Jangan2 penulis di blog ini adalah generasi penerus neo kolonialisme di bidang agama jurusan pengrusakan akidah! ”

    Bukankah anda membuat statemen ngaco seperti diatas .
    Tulisan yang dibuat penulis justru untuk memperbaiki aqidah umat , tapi barangkali anda salah dan menilai atau anda tersinggung karena anda sendiri pengamal shalawat tersebut.

    “justru saya yg sangat geli dengan statement anda soal blog berbayar yg menurut pemikiran anda hanya berisi “gambar2 serem” aja wkwkwk
    baru tau internet kemaren sore ya mas???”

    Lho mana ada blog berbayar untuk hal semacam ini ??? … udah salah galak juga si satrio ini ..

    Apa hubungannnya bawa bawa syeh Abdul kadir ? …beliau adalah orang yang berilmu tinggi dan istiqomah …. tapi setahu saya banyak yang ngaku ngaku pengikut beliau tapi cuma pengikut taqlid saja,

    “Semoga kita semua bisa mati dalam keadaan husnul khatimah, mari tinggalkan JIL yg sesat dan menyesatkan menurut pemahaman yang tersesat.”

    Analisa anda juga cuma tuduh sini tuduh sana … dari mana anda tahu saya orang JIL ???? , mana statement saya orang JIL ???

    Apakah statemen saya tentang shalawat tersebut salah ?? justru saya menyarankan agar PEGANGLAH SUNNAH NABI …., bershalawatlah dengan shalawat yang diajarkan oleh beliau .

    wass

    • sok mangga lakukan yang anda suka…. bermudzakarahlah seperti yang banyak dilakukan para ulama…. disaksikan umum dan didokumentasikan untuk disebar luaskan hasilnya dan juga untuk menjaga fitnah tentunya…. senantiasa anda akan mendapatkan sambutan hangat dari ulama-ulama yang akan menjadi rival anda…. kami yang awan ini nanti yang akan menyimpulkan siapa yang sesat dan siapa yang benar setelah melihat hujah atow dalil dalam acara terebut…

  59. @ mas satrio yang galak …
    ini ada sedikit shalawat shalawat nabi yang diajarkan langsung oleh nabi kita :

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.” (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).

    : “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.” (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).
    Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).

    “Ya Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad Nabi yang ummi dan akan keluarganya.” (HR. Abû Dâud dari ‘Uqbah bin ‘Amir)

    “Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).

    Semoga mas satrio dapat memahami dan mengamalkannya

    w

    • @dodol:
      sebenarnya saya berkomentar disini hanya untuk menanggapi tulisan dalam artikel2 di blog ini yg selalu saja dengan mudahnya men judge bahwa ini sesat itu bid’ah, dll. Tapi kok malah si dodol ini ya yg paling aktif berkicau..? maaf masbro, saya gak ada urusan dengan anda sebelumnya, dan saya tak mau punya urusan dengan orang pandai bicara seperti anda! Malah pake ngajarin saya soal sholawat segala, pake bahasa Indonesia lagi, emangnya buat lagu2 pujian di gereja? hehehe… dapet dari mana sumbernya itu mas…mas….???!!!

      Ente punya “Kitab Barjanji” yg berisi sholawat2 dan pujian untuk junjungan kita nabi besar Muhammad SAW? atau ini aja deh yg gampang, ente hapal gak Shalawat Nariyah?
      Btw ente tau gak sih siapa saja nama-nama untuk 7 perawi hadits shahih yg paling di akui? yg sebagian namanya ada di atas (yg ente tulis). Dan satu lagi nih, apakah ente tau siapa nama sebutan untuk dua orang perawi hadist sohih yg paling terpercaya (Bukhari dan Muslim)?
      Kalo ente gak tau jangan coba2 selalu mengomentari saya dan mengajari saya jika pertanyaan basic saya itu tidak mampu anda jawab!!

      Akhirnya, sekencang apapun anda berkicau itu malah semakin menandakan kecetekan ilmu dan pemahaman anda soal akidah apalagi agama, bahkan apalagi jika anda sudah bicara soal internet, saya tertawa terpingkal-pingkal membaca statement murahan anda ini “Lho mana ada blog berbayar untuk hal semacam ini ??? … udah salah galak juga si satrio ini ..”
      jawabnya simple saja, ya ga bakal ada lha blog (menyesatkan) seperti ini yg berani pake blog berbayar (domain dan hosting), karena gak mau identitas dan kredibelitas nya terbongkar dan malah menyerang balik ke dirinya sendiri. Lagipula mana ada arena berdiskusi (lahan adu domba umat) seperti ini >> http://metafisis.wordpress.com/arena-diskusidebat/ (gak modal banget sih)

      Saya doakan semoga Allah SWT membukakan pintu hidayah yg seluas-luasnya untuk ente, terima kasih dan wassalam… :)

  60. @Perdana
    Semoga segala apa yang anda tulis berdasar dan memiliki hujjah,Jika anda benar2 muslim smg Allah merahmatimu,jikalau engkau perusak agama smg Allah melaknatmu,…
    Semoga kita sebagai hamba Allah selalu mendapat taufik dan hidayah dari-NYA…..
    Salam kasih dari hamba Allah yang penuh dosa dan mengharap rahmat-NYA…
    Sejauh ini salut buat anda :-)

  61. Assalamu’alaikum Wr.WB.
    Alhamdulillahirobbil Alamin
    Allohuma SHolli Ala Sayyidina Muhammadin Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wasallim…

    Astaghfirullah al Adziimm..
    Astaghfirullah al Adziimm..
    Astaghfirullah al Adziimm..

    Semoga kita selalu dalam Rahmat dan Lindungan Allah SWT…Amin

    Saudaraku Seiman… sesungguhnya inilah yang diinginkan oleh orang diluar Islam, agar kita selalu terpecah belah dan selalu bertentangan, sehingga tidak adalagi ukuwah Islamiyah.

    Di Indonesia jaman dulu, saya ingat pada apa yang sering diceritakan orang2 tua kita, bahwa Segolongan besar Organisasi Islam Besar dengan Organisasi Besar Islam lain nya saling bertikai karena saling merasa benar terhadap masalah Hilafiah.Bahkan katanya sampai ada terjadi perang antar kampung.

    Padahal Guru-guru Organisasi Besar Islam tsb, semasa hidupnya saling rukun dan tak pernah menghujat satu sama lain. Masing2 menghormati pendapat yang diyakini.

    Pada dekade terakhir, ulama2 dari Organisasi Besar Islam tsb akhirnya bersepakat untuk mengupayakan kepada seluruh Umat untuk saling menghormati dengan tidak menghujat atau megejek atau memvonis, umat Islam lain demi tercipta rasa persaudaraan.

    Saya masih ingat betul ucapan Almarhum Ustadz Zainudin MZ ( Semoga ALlah merahmati beliau ) ,Salah satunya kira2 sbb :
    “Yang baca Qunut salah gak ? Gak Salah….”
    “Yang Gak Baca Kunut salah gak ?… Gak salah juga..”
    “Jadi siapa yang salah ??”
    “YANG SALAH YA.. YANG GAK SHOLAT..”
    Dst..dst….dst…

    Nah penggalan ucapan beliau itu , saya kira merupakan salah satu upaya meredam dan mendamaikan suasana agar kita selalu tetap berada dalam SATU BARISAN… BARISAN UMAT ISLAM YANG SOLID….

    Jangan lagi ada pertikaian,jangan lagi ada saling menghujat selama kita : masih satu akidah : La Ilaha IllAllah MuhammadarRosululloh = Tiada Tuhan Selain ALlah, dan Muhammad Utusan Allah”

    Jika kita masih saling menghujat dan memvonis masalh hilafiah, maka kita telah kembali mundur kebelakang, dan akhirnya umat diluar Islam akan bersorak sorai kegirangan….

    WaAllahu A’lam Bishowab

    MOhon maaf atas segala kesalahan ,Semoga ALlah Merahmati kita semua.

    Salamu’alaikum Wr.WB

    Umat Islam Bersatu

  62. asalamualaikum..
    alhamdulillah
    kuikhlaskan seluruh amal ibadahku yg cetek ini pahalanya untuk rasullulah saw..
    seluruh puji-pujian yg bisa dbuat manusia dari awal zaman sampai akhir zaman sungguh tidak akan membandingi pujian Allah buat rasul tercinta nya yg termaktub dalam alqur’an..
    nariah- itu hanya menampung sedikit saja hati yg terbakar rindu..solualannabi
    sekiranya saja aq seorang pujangga, aq ingin membuat kalimat sanjungan melebihi solawt nariah itu…
    mahasuci Allah pemilik sgala khasanah
    solawat atasmu ya rasululah..
    sebanyak,seluas.semampu,sekuat puji-pujian yg mampu keluar dari lidah dan terbetik dari hati..Ayah dan Ibu kami sebgai tebusan kebenaran mu ya rasulullah..
    Allah serta malaikatnya pun memuji..

    wasalah

  63. Amalan yg lebih dulu akan dinilai adalah “SHALAT”….maka dirikanlah shalat…..perbaikilah shalat…..apakah kita semua sdh lupa…??? apakah kita semua sdh merasa bhw shalat yg kita kerjakan itu sdh benar? apakah kita semua sdh yakin bhw shalat yg kita kerjakan itu pasti diterimaNYA…???

  64. @alta kamila….

    Hati hati saudari … jangan jangan sifat ghuluw bersemayam dihati anda.
    Cintailah nabi anda dengan mengamalkan sunnah sunnah nya …., sesuaikan perkataan dan perbuatan ( sangat sulit lho dalam kenyataan ).

    Masih banyak sunnah sunnah nabi yang belum kita amalkan , tetapi banyak umatnya yang pengamalan hanya di lisan saja .

    Cinta bukanlah hanya klaim semata. Semua cinta harus dengan bukti. Di antara bentuk cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ittiba’ (mengikuti), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Karena ingatlah, ketaatan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah buah dari kecintaan.

  65. alhamdulillaahirabbil’aalamiin ( Segala puji2 bagi Allah, Tuhan semesta alam. )

    Bukankah jelas segala puji hanya milik Allah ?? …..bukankah ayat tersebut kita lafazkan setiap saat ?? bukankah itu suatu ikrar ???.
    Dalam ibadah puji puji HANYA ditujukan kepada Allah , bukan kepada malaikat ataupun mahluknya …….

    Berhati hatilah saudariku …….dengan lisan lisan yang keluar dari tulisan ..

  66. bng haris m@
    trimakasih atas nasehatny yg sngguh brmanfaat…
    tntang kwajibn2 atw sunah2 yg lain itu biarlah menjadi rahasia saya dan Allah swt yg maha mengetahui..
    coment sy hany fokus tntang solawat nariah…
    dn tolong berikn kpada sy batasan guluw yg sar’i..mngkin itu lebih maslhat..
    dalam nariah saya mlihat kekuatan kecintaan digabungkan dengan perasaan yg teramat dlm..bukan lg terliht dari zahir lirik tapi sudah dwilayah batin penggubahny..
    dan klw kt mau menghakimi atw mngoreksi kt haruslah masuk dlm wilayah itu, bukan hanya memandangx dari jauh kmudian menghujatnya..kurng objektib akhirny ,dan sangat perlu di prhatikn untuk mngoreksi patut lh dibedakan lugah kta sehari-hari dgn bbrp buah bait sastra,..perlu pemahaman yg lbih lg tntang kaidah2 ilmu sastra
    maaf bng kpanjangan..salam ukhuwah
    wasalam

  67. @alta kamila….

    Mohon maaf bila tulisan tidak berkenan …..
    Saya mencoba untuk mengamati antara shalawat yang diajarkan Nabi kepada kita dan shalawat yang dibuat oleh syeh Nariah.

    Dari contoh shalawat yang diajarkan nabi yang diriwayatkan dari berbagai kalangan ,,,,,(HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah),
    (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd)., (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah). .. bahwa isinya adalah doa dari umatnya agar dicurahkan rahmat , kemuliaan dll kepada Nabi , keluarganya dan sahabat sahabatnya.

    Saya tidak melihat adanya puji pujian yang berlebihan … terhadap beliau . mungkin saya sebagai orang awam tidak bisa menangkap rahasia pujian pujian pada shalawat tersebut.
    Tetapi pada shalawat nariyah dengan mata awam saya …. merasakan adanya puji pujian yang berlebihan ( ghuluw ) , dan apalagi kalau diperhatian lagi pengamalannya dengan jumlah bilangan tertentu …

    Mungkin saya sangat orthodok dalam mengamalkan amalan amalan Nabi . sehingga terlihat kaku ….. tetapi itulah sikap saya saat ini.
    wasallam …

  68. Sebenarnya tujuan utama bershalawat adalah mendapatkan syafaat Nabi di hari kiamat nanti ……bukannya seperti yang yang dimaksud dengan shalawat nariyah

    Inilah klaim fadhilah shalawat Nariyah ……. dan jawabannya

    1.Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang …..baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah. ………….. lebih baik mengikhlaskan barang yang hilang dan lebih waspada dalam menyimpan

    2. Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari…….. lebih baik bekerja dan bertaqwa untuk mendapatkan pelindunganNya

    3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk …………………. jangan bengong aja ..lebih baik mencari ilmu yang syariii dan bermanfaat untuk dunia akhirat.

    4. Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun…… wah kan ada petunjuk dari nabi yang diamalkan setelah shalat seperti membaca surat

    5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin.

    Mana yang baik setelah shalat mengamalkan shalawat nariyah atau hal dibawah ini ……….

    1. Membaca ‘Istighfar’ . Hal itu sesuai dgn hadis Nabi saw yg diriwayatkan oleh Tsauban ra dia berkata “Rasulullah saw apabila selesai salat membaca Istighfar 3 kali dan membaca ‘Allahumma antas salaam waminkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroomi’.” . 2. Membaca zikir ini “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qodiir” dan membaca “Allahumma laa maani’a limaa ‘a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.” Hal itu sesuai dgn hadis dari al-Mughirah bin Syu’bah ra bahwasanya Nabi saw membaca zikir tiap selesai salat fardhu “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli sya’in qodiir” “Allahumma laa maani’a limaa ‘a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu’ ” . 3. Membaca Tasbih 33 kali Tahmid 33 kali dan Takbir 33 kali lalu pada hitungan keseratus membaca “Laa ilaha illallohu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qadiir.” Hal itu sesuai dgn hadis dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa membaca tasbih 33 kali tahmid 33 kali dan takbir tiap selesai salat hitungan tersebut berjumlah 99 dan dia membaca pada hitugan keseratus ‘Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli sya’in qodiir’ maka diampunilah segala dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih air laut.” 4. Membaca zikir/do’a seperti yg diriwayatkan Sa’d bin Abi Waqqash utk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kekikiran sifat penakut umur yg hina/pikun fitnah dunia dan fitnah kubur. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan kepada Allah tiap kali selesai salat dgn bacaan “Allahumma inni a’udzu bika minal bukhli wa a’udzu bika minal jubni wa a’udzu bika min an urodda ilaa ardzalil umri wa a’udzu bika min fitnatid dunya wa a’udzu bika min adzaabil qobri .” . 5. Membaca zikir/doa “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika’. Hal ini sesuai dgn hadis Muadz bin Jabal bahwa Rasulullah saw berkata kepadanya “Aku berwasiat kepadamu wahai Muadz janganlah Engkau benar-benar meninggalkan tiap kali selesai salat membaca ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika’ .” . 6. Membaca ayat Kursi yaitu surah Al-Baqarah ayat 255 “Allahu laa Ilaaha Illa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardhi mandzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illa bi idznihi ya’lamu maa baiina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyain min ‘ilmihi illa bimaa syaa’a wasi’a kursiyyuhus samaawati wal ardho wa laa yauduhu hifdzuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adziim’ . Hal itu sesuai dgn hadis dari Umamah ra Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa membaca ayat Kursi tiap kali selesai salat maka tidak akan menghalangi dia masuk surga kecuali dia tidak mati

  69. Buah dari kita bershalawat adalah mendapatkan syafaat dari nabi ….itupun dengan persyaratan atau kriteria tertentu.
    Tidak semua orang yang bershalawat kepada Nabi mendapatkan syafaatnya dikemudian hari..
    ini ada sepenggal tulisan Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, …mungkin bermanfaat

    “Dari Abu Hurairah r.a beliau menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Setiap Nabi alaihis salam memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Dan aku menyimpannya sebagai syafa’at bagi ummatku, kelak di hari kiamat. Maka, syafa’at tersebut Insya Allah akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Syafaat berasal dari kata asy-syafa’ (ganda) yang merupakan lawan kata dari Al-witru (tunggal), yaitu menjadikan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, seperti membagi satu menjadi dua, tiga menjadi empat, dan sebagainya. Ini pengertian secara bahasa.

    Sedangkan secara istilah, syafaat berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak mudharat, yakni pemberi syafaat itu memberikan manfaat kepada orang itu atau menolak mudharatnya.

    Syafaat terdiri dari dua macam :

    Pertama , Syafaat yang didasarkan pada dalil yang kuat dan shahih, yaitu yang ditegaskan Allah Swt dalam Kitab-Nya , atau dijelaskan Rasulullah. Syafaat tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas; karena Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang paling bahagia mendapatkan syafaatmu?” Beliau menjawab, “Orang yang mengatakan,’Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas dalam hatinya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhori, kitab Al-Ilm, bab “Al-Hirsh ‘ala Al-Hadits.”

    Syafaat mempunyai tiga syarat:

    Allah meridhai orang yang memberi syafaat.
    Allah meridhai orang yang diberi syafaat.
    Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberi syafaat.
    Syarat-syarat di atas secara global dijelaskan Allah dalam firman-Nya, “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (An- Najm:26)

    Kemudian firman Allah Ta’ala , : “Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (Al- Baqarah:255)

    Lalu firman Allah Ta’ala , : “Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.” (Thahaa: 109)

    Kemudian firman Allah Ta’ala , : “Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada- Nya.” (Al-Anbiya: 28)

    Agar syafaat seseorang diterima, maka harus memenuhi ketiga syarat di atas. Menurut penjelasan para ulama, syafaat yang diterima, dibagi menjadi dua macam:

    1. Syafaat umum. Makna umum, Allah mengizinkan kepada salah seorang dari hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang diperkenankan untuk diberi syafaat. Syaaat ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw, nabi-nabi lainnya, orang-orang jujur, para syuhada, dan orangorang shalih. Mereka memberikan syafaat kepada penghuni neraka dari kalangan orang-orang beriman yang berbuat maksiat agar mereka keluar dari neraka.

    2. Syafaat khusus, yaitu syafaat yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad saw dan merupakan syafaat terbesar yang terjadi pada hari Kiamat. Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orangorang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafaat. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafaat hingga mereka datang kepada Nabi saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Allah pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya. Ini termasuk kedudukan terpuji yang dijanjikan Allah di dalam firman-Nya : “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’:79)

    Di antara syafaat khusus yang diberikan kepada Rasulullah Saw ada l ah syafaatnya kepada penghuni syurga agar mereka segera masuk surga, karena penghuni surga ketika melewati jembatan, mereka diberhentikan di tengah jembatan yang ada di antara surga dan neraka. Hati sebagian mereka bertanya-tanya kepada sebagian lain, hingga akhirnya mereka bersih dari dosa. Kemudian mereka baru diizinkan masuk surga. Pintu surga itu bisa terbuka karena syafaat Nabi saw.

    Kedua, Syafaat batil yang tidak berguna bagi pemiliknya, yaitu anggapan orang-orang musyrik bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memintakan syafaat kepada Allah.

    Syafaat semacam ini tidak bermanfaat bagi mereka seperti yang difirmankan-Nya, “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.” (Al-Mudatstsir : 48)

    Demikian itu karena Allah tidak rela kepada kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu dan tidak mungkin Allah memberi izin kepada para pemberi syafaat itu, untuk memberikan syafaat kepada mereka; karena tidak ada syafaat kecuali bagi orang yang diridhai Allah. Allah tidak meridhai hamba-hamba-Nya yang kafir dan Allah tidak senang kepada kerusakan.

    Ketergantungan orang-orang musyrik kepada tuhan-tuhan mereka dengan menyembahnya dan mengatakan, “Mereka adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”, (Yunus: 18), adalah ketergantungan batil yang tidak bermanfaat. Bahkan demikian itu tidak menambah mereka kecuali semakin jauh, karena orang-orang musyrik itu meminta syafaat kepada berhala-berhala itu dengan cara yang batil, yaitu menyembahnya. Itulah kebodohan mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah, tetapi sebenarnya tidak lain hanya menjadikan mereka semakin jauh.

  70. asalamualaikum
    ikhwan yang kucintai krna Allah..
    harus diakui pemahaman kita memang tidak selalu sama,
    ada beberapa bagian yg sejalan dan ada pula sebaliknya, saya sllu berhusnozon bahwa kita menuju lautan yang sama namun melewati sungai pemahaman yg berbeda,
    terkait solwt nariah..
    tidak satu kalimat pun saya temui yang mengarah kesirik.
    terkait kalimat (saya memakai terjemahan saudara PA@)::
    “dan sebab beliau yang mulia, terurai segala ikatan,hilang segala kesedihan,dipenuhi sgl keperluan,dicapai sgl keinginan dan kesudhn yang baik, serta diturunkan hujan dgn wjahnya yang mulia”.
    kenapa kalimat itu langsung divonis sirik hanya karena pemahaman bahasa yang tidak sesuai dgn saudara tapi arti nya sungguh bermakna lebih terang bagi saudara muslim yg lain.
    kalau dicermati kalimat itu mengandung beberapa poin penting:
    # tidak ada indikasi penggubah solawat itu memohon kepada selain Allah..
    #bukan kah karena kelahiran / keberadaan nabi, kita mendapat nikmat agama ini. dari semula jahiliah menjadi berakhlak mulia, dari kesedihan dosa_dosa kepada kebahagiaan ampunan, dari buntunya jalan ilahi kepada terpenuhinya keperluan jalan itu, dari suul menjadi husnul hotimah., bukankah ini semua karunia Allah asbab dari hadir nya nabi yg mulia, beliau didatangkan untuk mengurai segala ikatan ikatan itu..subhanallah..
    kalau saudarku berargumen bahwa ini hanya hak Allah.
    saya pun akan mengatakan hal yang sama. ‘tidak ada satu helai daunpun gugur tanpa ijin Allah, hanya karena Allah’
    itulah hakikat, dan terasa aneh berargumen dengan hakikat untuk mengoreksi yang wujud, karena nanti bisa saja ada selentingan ‘buat apa diutus rasul, toh semua karna Allah’ nauzubillah..
    # itu lah sebabnya penggubah solwat N ini melalui gaya bahasanya yang indah meminta kepada Allah karena kemulian nya yang nampak pada kemulian wajah rasulnya, yg diutus untuk memberi kabar gembira dan penghilang duka cita ini kepadanya solawat dan salam..
    #untuk kalimat ”yang diturunkan hujan dgn wajahnya yg mulia”. rujuk kpd riwayat istigosahnya sahabat Umar r.a ,
    Saya cukupkan smpai disini dl penjelsn yg sdikit ini.
    semoga kita lebih bijak dgn perbedaan
    jgn terlalu gampang mmponis saudara muslim yg lain hanya karena perbedaan pemahaman tntang gaya bahasa..
    jujur banyak yg bisa diambil manfaat dari teman diblog ini
    tentang semangat mendakwahkan pemahamannya.
    namun saran saya telitilah lbih dahulu, kalau perlu keulama-ulama yg berbeda pandangan dengan kita. sebelum membuat wacana ini kemasyarakat,
    salam buat abang-abng semua
    alhamdulillah

  71. asalamualaikum
    ikhwan yang kucintai krna Allah..
    harus diakui pemahaman kita memang tidak selalu sama,
    ada beberapa bagian yg sejalan dan ada pula sebaliknya, saya sllu berhusnozon bahwa kita menuju lautan yang sama namun melewati sungai pemahaman yg berbeda,
    terkait solwt nariah..
    tidak satu kalimat pun saya temui yang mengarah kesirik.
    terkait kalimat (saya memakai terjemahan saudara PA@)::
    “dan sebab beliau yang mulia, terurai segala ikatan,hilang segala kesedihan,dipenuhi sgl keperluan,dicapai sgl keinginan dan kesudhn yang baik, serta diturunkan hujan dgn wjahnya yang mulia”.
    kenapa kalimat itu langsung divonis sirik hanya karena pemahaman bahasa yang tidak sesuai dgn saudara tapi arti nya sungguh bermakna lebih terang bagi saudara muslim yg lain.
    kalau dicermati kalimat itu mengandung beberapa poin penting:
    # tidak ada indikasi penggubah solawat itu memohon kepada selain Allah..
    #bukan kah karena kelahiran / keberadaan nabi, kita mendapat nikmat agama ini. dari semula jahiliah menjadi berakhlak mulia, dari kesedihan dosa_dosa kepada kebahagiaan ampunan, dari buntunya jalan ilahi kepada terpenuhinya keperluan jalan itu, dari suul menjadi husnul hotimah., bukankah ini semua karunia Allah asbab dari hadir nya nabi yg mulia, beliau didatangkan untuk mengurai segala ikatan ikatan itu..subhanallah..
    kalau saudarku berargumen bahwa ini hanya hak Allah.
    saya pun akan mengatakan hal yang sama. ‘tidak ada satu helai daunpun gugur tanpa ijin Allah, hanya karena Allah’
    itulah hakikat, dan terasa aneh berargumen dengan hakikat untuk mengoreksi yang wujud, karena nanti bisa saja ada selentingan ‘buat apa diutus rasul, toh semua karna Allah’ nauzubillah..
    # itu lah sebabnya penggubah solwat N ini melalui gaya bahasanya yang indah meminta kepada Allah karena kemulian nya yang nampak pada kemulian wajah rasulnya, yg diutus untuk memberi kabar gembira dan penghilang duka cita ini kepadanya solawat dan salam..
    #untuk kalimat ”yang diturunkan hujan dgn wajahnya yg mulia”. rujuk kpd riwayat istigosahnya sahabat Umar r.a ,
    Saya cukupkan smpai disini dl penjelsn yg sdikit ini.
    semoga kita lebih bijak dgn perbedaan
    jgn terlalu gampang mmponis saudara muslim yg lain hanya karena perbedaan pemahaman tntang gaya bahasa..
    jujur banyak yg bisa diambil manfaat dari teman diblog ini
    tentang semangat mendakwahkan pemahamannya.
    namun saran saya telitilah lbih dahulu, kalau perlu keulama-ulama yg berbeda pandangan dengan kita. sebelum membuat wacana ini kemasyarakat,
    salam buat abang-abng semua
    alhamdulillah.

  72. Bukankah kita setuju bahwa alquran bukanlah syair …. bukankah kita setuju bahwa yang keluar dari mulut nabi bukanlah untaian syair ????

    Saudariku alta kamila…..melihat dari sudut pandang seorang ahli syair , dimana bisa saja orang berbeda pendapat….

    Tetapi kita bicarakan bukan masalah syair … yang kita bicarakan adalah masalah ibadah ………, dimana untuk masalah itu sudah ada tuntunannya..

    Bukankah kita sepakat … bila sesama muslim terjadi perselisihan kembalikan pada quran dan hadist/ sunnah nabi ……..
    Jadi saya yakin saudariku alta kamila setuju dengan pendapat abang ……

  73. Bukankah kita bacakan shalawat kepada nabi kita … dengan mengharapkan syafaat dari beliau di hari kiamat kelak ???.
    Bukankan itu yang dijanjikan oleh Nabi kita kelak ????

    Apakan nabi kita berkata : bila shalawat ini dibaca 4444 kali karena memperoleh karomah seperti …Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang … , Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, ..
    Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk … dan fadhila fadhilah lainnya ???………………….
    Apakah statement tersebut ada pada kitab kitab hadist shahih ,, seperti Bukhari , Muslim , abu daud atau lainnya ???

    Apakah shalawat nariyah tersebut keluar dari mulut yang mulia nabi kita ?????

    Kalau isi dari shalawat tsb lebih bagus dari shalawat yg disunnahkan … maukah saudara saudaraku mengganti lafal shalawat dalam shalat dengan shalawat nariyah ???

    Bukankah lebih baik kita mengamalkan shalawat shalawat yang diajarkan oleh nabi kita ???

    Kuncinya adalah …ikhlaskah kita menerima apa yang keluar dari ucapan nabi kita ????

  74. Saya yakin .. semua tulisan diatas sebenarnya adalah suatu nasihat dari saudara sesama muslim kepada saudara muslim yang lainnya , tidak ada niatan untuk mengkafirkan atau menuduh saudara sesama muslim dengan tuduhan syrik atau semacamnya.

    Bukankah sesama muslim kita saling nasehat menasehati untuk kebenaran ???

    Kebenaran mutlak datang dari Allah ,,,kesalahan pastinya datang dari manusia ……

  75. afwan
    HM@ saya sungguh bersepakat trhadap tulisan trakhir abng, tentang saling menasehati dalam kebaikan, tidak sirik menyirikkan, dan mengembalikan sgala urusan kepada Alquran n hadits,
    terhadap artikel ini, isi nya perlu diperhatikan lg , konsekuensi nya sungguh menimbulkan mudorat yang lebih besar daripada manfaatnya yaitu perselisihan,perpecahan di tubuh umat, yg seharusnya permasalahan ini didiskusikan ditingkat ulama ulama kedua belah pihak dahulu sebelum melempar permasalahan ini langsung ketengah kt yg awam ilmu, yg pada akhirnya kita sling bermusuhan..sungguh sedih.
    adakalanya kebenaran itu di anggap sampah bila disajikan tanpa memperhatikan cara penyajian yg baik..dan akhirnya iyapun menjadi salah..amat disayangkan…
    contohlah akhlak nabi dlm teknik penyajian ini, beliau menyampaikan dengan orang2 yg berpengaruh (exs: ulama) dahulu secara diam diam sebelum menyampaikannya kpd orang awam.
    mudah-mudahan kita selalu dalam rahmat Allah swt..

  76. afwan
    HM@ saya sungguh bersepakat trhadap tulisan trakhir abng, tentang saling menasehati dalam kebaikan, tidak sirik menyirikkan, dan mengembalikan sgala urusan kepada Alquran n hadits,
    terhadap artikel ini, isi nya perlu diperhatikan lg , konsekuensi nya sungguh menimbulkan mudorat yang lebih besar daripada manfaatnya yaitu perselisihan,perpecahan di tubuh umat, yg seharusnya permasalahan ini didiskusikan ditingkat ulama ulama kedua belah pihak dahulu sebelum melempar permasalahan ini langsung ketengah kt yg awam ilmu, yg pada akhirnya kita sling bermusuhan..sungguh sedih.
    adakalanya kebenaran itu di anggap sampah bila disajikan tanpa memperhatikan cara penyajian yg baik..dan akhirnya iyapun menjadi salah..amat disayangkan…
    contohlah akhlak nabi dlm teknik penyajian ini, beliau menyampaikan dengan orang2 yg berpengaruh (exs: ulama) dahulu secara diam diam sebelum menyampaikannya kpd orang awam.
    mudah-mudahan kita selalu dalam rahmat Allah swt…

  77. Yang penting semua para sholat gak, percuma ngomong panjang lebar. Kembali kepada aliran ajaran masing2. Balik kanan grak. Maturnuwun

  78. Mengutip @Askartasas/Ade, on Januari 2, 2012 at 5:11 pm said:
    Memang sulit untuk mengembalikan kaum muslimin yang terjebak ke dalam syirik dan bid’ah, karena menurut perasaannya/anggapannya selalu benar. Mereka umumnya enggan untuk mengoreksi dan memperbaiki diri, mereka lupa bahwa perintah ALLAH yang pertama bagi manusia adalah “IQRA”.
    Teruslah berkarya untuk memberikan pencerahan bagi umat, khususnya kaum muslimin.

    Terima kasih atas artikelnya yang sangat berguna bagi saya. Katakanlah Yang Benar Walau Itu Pahit Sekalipun!!

    • “IQRA” bukan perintah Allah yang pertama bagi Manusia, perintah yang pertama diturunkan kepada Nabi Adam…. secara Nabi Adam juga MANUSIA GITU LOHHHH….

      baru ngaji sampe juz ‘amma ya pakk….
      coba deh baca lagi tafsir qur’an…….
      jangan asal posting komen aja…..
      jadinya seperti acara TV : “Ups,,, Salah!!!!”

    • asslammu’alaykum
      ya kebenaran memang dr Allah dan RasulNya.
      Tulisan ini bkn lah sbuah vonis bhwa pengamal solawat ini ‘sesat’.
      Yg perlu kita ketahui yakni kaidah fiqih dalam beribadah : ‘semua ibadah itu haram, kecuali yg diperintahkan’
      Solawat itu ibdh, jd iktn yg dicnthin oleh Rasul ja.
      Itu aja ada bbrapa kaya yg dtlis ama yg komen d atas ane.
      Trus jgn nganggep remeh yg namany bid’ah gan. Bnyk dikatakan Rasul ttg bid’ah dlm sbdny.
      Kalo ada yg blngin suatu ibdh mrpkn bid’ah dan kbtlan qt pengamal ibdh tsb, jgn dlu su’udzon dong. Telaah dlu kta2 org tsb, pake ilmu pa g (ilmu dlm islam itu smbrny qur’an n sunnah). Brbaik sangkalah bhwa saudara kita sdg watawa shoubil haqq ama kita.

  79. wong embongan_ngenteni banyu bening liwat_nek banyune ngalor melok ngalor_nek ngidul melok ngidul_sak karepe Allah_anane mung Lailahailallah muhammadarusulullah............ berkata:

    Ass.wr.Wb.
    Telah saya baca semua artikel di wordpress dan blogspot anda.Dan sangat hebat uraiannya.Bagaimana tidak hebat,la wong Allah selalu memberikan sedikit kehebatanNya kepada anda dan rupanya anda lalai dan terlena….sadarlah bahwa semua itu dapat berarti cobaan bagi anda.Sholawat nariyah adalah sholawat yang benar, karena apa…dibelakangnya berjajar ribuan kyai khos.Contoh Alm.KH.Kholil Bangkalan Madura…siapa yang tidak mengenal beliau…..alm.KH.Hamid,Pasuruan…..dan masih banyak lagi…..Beliau-beliau itu selalu istikomah tiap malam selama hidupnya…………….
    Ilmu Allah itu sangat luas dan jangan mudah menuduh bid’ah dan langsung memvonis negatif…….dan sampai sekarang pun masih ada seorang hamba Allah yang tiap malam,tanpa putus sama sekali melantunkan sholawat nariyah ini….dan sudah ribuan kyai yang datang ke beliau sekedar silaturrohim…….Sekarang juga anda harus sujud di hadapan Allah untuk meminta petunjuk yang sebenarnya……kalau memang anda adalah hamba Allah dan BUKAN HAMBA YANG LAIN………kalau pingin bukti,seperti yang telah anda tulis sebelumnya, hanya Allahlah tempat memohon petunjuk…….

    “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.”

    ADALAH MUSTAHIL BAGI SEMUA MAKHLUK UNTUK BISA MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH,TAK TERKECUALI MALAIKAT JIBRIL,APALAGI JIN DAN MANUSIA……..HANYA RASULULLAH MUHAMMAD SAW SAJA YANG BISA DAN SEMUA TAHU ITU.BUKANNYA MENYEMBAH KEPADA MUHAMMAD TETAPI “TITIP” KEPADA BELIAU AGAR DISAMPAIKAN KEPADA ALLAH SWT…………
    TIDAK KAGET JIKA SYECH SAHABAT RASULULLAH BERDOA SEPERTI DI ATAS…..
    “..yang dengan beliau,semua ikatan akan terurai segala ikatan…”
    “yang dengan beliau” berarti jika bersama beliau rasulullah Muhammad,semua ikatan akan terurai…………ini adalah perwujudan hati dan fikiran makhluk lemah dan menyadari hal yang telah tersebut diatas, dimana jika ingin cepat terkabul doanya,maka harus “titip” ke beliau dan bukan menyembah beliau…..kalau anda berdoa langsung kepada Allah dan “sering” dikabulkan,saya kuatir dengan kesaktian anda yang langsung dan sering dikabulkan doa anda……carilah kebenaran dengan sering bersilaturrohim kepada para hamba Allah yang tidak pernah putus sholat malamnya dan sangat menyesal jika hamba tersebut meninggalkannya…..dan waktu yang tepat adalah malam hari diantara jam 24.00 – 01.00,disanalah para hamba Allah menunggu jawaban dari langit dan tidak serta merta dikabulkan seperti anda…..

    Tolong dicerna dengan pikiran dimana raga sudah dibasuh air wudlu dan jika belum ketemu,jangan termakan emosi,tunda sampai malam hari.Bangun diantara jam 24.00-01.00,dirikan sholat malam dan memohonlah petunjuk yang benar kepada Allah SWT…..dan hapus posting menyesatkan ini,sebelum murka Allah datang kepada Anda dan tidak menjadi fitnah yang berkepanjangan.
    Dan ada pesan dari hamba Allah yang mencoba menyucikan diri agar dapat lebih mendekat kepada rasululullah walau lewat tawasul dan Yang Maha Suci Allah SWT:
    “…dadi wong ojo gampang rumongso….”

    Wassalam………

  80. @ anda yang menyalahkan Solawat Nariyah
    anda semua lucu… lucu sekali. anda mengartikan solawat Nariyah dengan pemahaman bahasa arab orang-orang yang kurang mengenal hakikat makna. lalu anda mengatakan bid’ah. kenapa tidak bilang aja anda yang membuat itu jadi bid’ah?
    mas, kalau memaknai suatu ayat / solawat anda harus belajar tentang hakikat makna.

    • akan jadi lebih bagus kalau “cukup kerjakan ibadah yang disyariatkan” tanpa RESEK dengan ibadah orang lain…

      RESEK terhadap orang lain adalah SUMBER MASALAH…

      Waspadalah.. Waspadalah….

  81. jadi ikut bingung dnger coment2nya,,,
    kok semua merasa yang paling bener sich?
    tp clo di madura banyak kok yang membaca sholawat nariyah,,,

  82. kalau anda bilang syirik kenapa sholawat itu di awali dgn lafaz allahumma kemudian bi dalam kalimat itu artinya dengan berkat atau dengan sebab allah menjadikan sesuatu dengan melalui sebab didalam alquran dijelaskan وجعلنا لكل شيئ سببا artinya kami jadikan sesuatu itu melalui sebab adanya umat islam karna ada sebabnya yaitu rasul yg menyampaikan dakwahnya kpd manusia kemudian dalam mengartikan kalimat arab anda juga harus paham nahu shorop jangan serampangan seperti kalimat tanhallu itukan piil sulasi mazid dua hurup yg binaknya adalah binak mutowa,ah artinya hasil atau akibat dari piil binak mutaaddi jadi makna tanhallu itu sebenarnya adalah menerima lepas berarti ada yg melepaskan yg melepaskannya adalah allah bukan terlepas sendiri seperti arti yg anda sebutkan jadi kalau mau mengkritik para ulama cukupkan dulu ilmu anda karna menurut saya ilmu anda masih cetek, ilmu shorop saja anda belum paham bagaimana anda mau mengkritik ulama yg ilmunya sudah melaut

  83. (Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad)
    “ini menggambarkan rasa terima kasih kita kepada Rasulullah, Allah beserta para malaikatnya juga bershalawat kepada Nabi Muhammad”

    (yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih)
    “sebelum Nabi Muhammad diturunkan, kita mengenal adanya zaman jahiliyah. namun setelah Nabi Muhammad diutus beliau memecahkan segala kesulitan orang-orang yang mengikuti beliau (muslim), beliau melenyapkan kesusahan orang-orang yang mengikuti beliau (muslim), dan beliau memberikan yang didambakan orang-orang yang setia pada beliau (muslim) serta husnul khatimah dapat diraih (surga)”

    lantas apa yang salah dari shalawat ini??????? aku kasi tau ya….. yang salah itu orang yang mempermasalahkan shalawat nariyah itu sendiri…..

    makanya jika belum tau apa-apa g usah sok komentar dehh…..

    jika bukan karena Nabi pujaan kita nih…. Nabi Muhammad kita semua ada dalam kerugian….

    jadi aku saranin buat orang-orang yang mempermasalahkan shalawat nariyah… segeralah bertaubat sebelum anda dipermasalahkan oleh Allah dan Rasulnya….

  84. bagi saudara-saudaraku sekalian shalawat itu kita baca agar kita senantiasa dicintai oleh Allah karena kita telah mencintai Rasul pilihan Allah, jika demikian wajar jika Allah memberi kemudahan orang yang bershalawat sebanyak-banyaknya…… ikhlas atau tidak kita pasti dapat balasan kebaikan karena membaca shalawat….

  85. Terimakasih dakwahnya. Semoga Alloh memberikan berkah dan
    rahmatnya kepada anda. Saya jadi tahu mana yang sebenarnya hak dan yang batal.

  86. saya orang yg tidak begitu paham agama, tapi saya punya keyakinan bahwa sholawat itu tidak bid’ah,kalo anda mengatakan bid’ah berarti anda bermain2 dg blog ini pun bid’ah,,, bagaimana mungkin, dg melantunkannya atau mendengarnya saja hati saya bisa bergetar dan mengingat baginda rosul dan Allah sang maha pencipta kok dikatakan bid’ah.sepeda,mobil,jam tangan dan komputer anda yg anda gunakan untuk membuat tulisan ini bukan bid’ah kah??
    sekedar cerita,,, dulu pernah terjadi di kampus saya, kampus umum bukan seperti IAIN atau UIN,,, pernah qt mengadakan maulid dziba’ di masjid kampus,,, yah, masjid yang merupakan fasilitas kampus,untuk semua mahasiswa kampus kami( bukan untuk satu golongan saja tentunya), dan ternyata di tengah2 acara qt diusir oleh mereka para pengurus masjid yg pastinya berbeda aliran dan pemahaman dg kita soal sholawat,mungkin pula se aliran dg anda dengan mengatakan bi’ah,,, lucunya lagi mereka malah mengizinkan dan bahkan tdk membidahkan nasyid,mreka malah membentuk grup nasyid,, yah tau sendiri lah ada musik acapelanya yang kayak gitu itu bandingkan dengan sh0lawat yg mereka bid’ah2kan itu… hahaha lucu sekali,, itulah akibat dari ilmu yg dangkal disertai rasa ke soktahuannya dan merasa benar sendiri.
    0ya saya mau tanya kepada anda penulis artikel ini,,, menurut anda dan golongan anda bagaimana hukumnya banjari? bolehkah saya memainkannya lalu mrngiringi sholawat dengan banjari tersebut???
    BID’AH lagi,,,, b0sen deh dengernya,,,,, g akan pernah habis perdebatan s0al ini,,,

    jangan suka mengklaim suatu golongan tertentu syirik, siapa tahu anda sendiri yg syirik,semua punya keyakinan sendiri2,yg penting tdk menyalahi aqidah,,, yg mau mengamalkan sh0lawat nariyah itu ya biarkan aja lah, yg g mau ya g usaah mengamalkan dan g perlu meng klaim 0rng yg mengamalkannya sebagai perbuatan syirik dll dan menghujjatnya,,,, gtu aja k0k rep0t,,, yg maha tau dan maha benar hanya Allah bukan anda,,,

    jangan2 anda memang benar antek2 wahabi ,,,, waspadalah bagi 0rang awam yg membaca artikel ini (termasuk saya) hehehe.. perlu kajian yg lebih dalam s0al ini, jgn hanya dg membaca tulisn ini qt langsung percaya begitu saja…

    maaf kalo salah..lagi dlm pr0ses belajar nich.

  87. Assalamualaikum.
    Panjang sekali perdebatannya,
    Salut buat akhi luthfi maulana, dan mungkin yang lainnnya yang serupa komentarnya, saya baru membaca separuh perdebatannya.
    Saya teringat petuah seorang dai di radio dulu di kota saya, Bondowoso. Beliau menyampaikan 3 rumus, yakni 3B. apa itu?
    ya: Baik tujuannya, Baik caranya, (insya Allah) Bermanfaat hasilnya.
    Begitu saudaraku.
    Sebagai muslim, kita memang wajib belajar dan menyampaikan ilmu kepada saudara kita yang lain. Akan tetapi, Rasulullah menganjurkan agar melakukan sesuatu dengan ilmu.
    Sebagai pendai, penyampi ilmu, tentulah kita perlu bertanya, siapa kita di mata masyarakat dakwah kita (orang yang didakwahi)?, kemudian, bagaimana kondisi masyarakat dakwah kita? strategi dakwah seperti apa yang pantas, yang ramah buat mereka? dan lain-lain.
    Saya rasa, ilmu komunikasi, psikologi komunikasi, psikologi dakwah, perlu diperhatikan dalam berbicara ataupun menulis.
    Jika ingin menyampaikan sesuatu, kita perlu memperhatikan kesiapan si penerima pesan yang hendak kita sampaikan.
    Satu contoh, misalkan, saya datang ke rumah anda (penulis), kemudian, setelah dipersilahkan duduk, saya bilang kepada anda, “Mencuri itu dosa, Pak/Mas”.
    Coba bayangkan, bagaimana perasaan anda. Saya kira anda akan bertanya-tanya dalam hati, “Memangnya saya pencuri”
    Yang disampaikan memang benar, tapi kurang baik. Benar bukan berarti baik.
    Psikis penerima pesan perlu diperhatikan, karena mereka manusia, punya HATI. percuma menyampaikan kebenaran, jika tidak diterima.
    Dan satu hal yang sangat penting menurut saya, Persepsi yang akan muncul di hati masyarakat dakwah (objek dakwah). Bisa jadi dalam hati mereka akan muncul persepsi yang buruk terhadap citra agama, karena disampaikan dengan cara yang kurang baik, kurang tepat. Jangan sampai mereka berpersepsi, orang berilmu itu suka menjatuhkan orang lain, suka menyalahkan orang lain, dan semacamnya (ini pernah terjadi di daerah saya, saya sempat dianjurkan agar jangan menjadi orang alim, jangan belajar agama terlalu dalam, karena takut akan menjadi orang yang tidak punya rasa hormat).
    FATAL, KAN…!!!
    Sekali lagi, saya mewakili masyarakat pembaca yang masih awam soal agama, “Kami manusia, cari tahulah tentang kami, kami adalah mahluk yang sangat kompleks. Pahami kami. Sentuhlah hati kami.”
    Penulis yang baik, bila anda mampu menyentuh hati masyarakat dakwah, apapun yang anda katakan, insya Allah akan mereka ikuti.
    Saya sependapat dengan ustadz Fauzil Adhim dalam bukunya, saya lupa buku yang mana, begini kira-kira kalimatnya “Sifat manusia sekarang merupakan hasil belajarnya sejak ia lahir hingga sekarang, untuk merubahnya, tentu ia perlu belajar …” semoga umat islam mampu belajar berubah lebih cepat dari proses sebelumnya.
    Keyakinan pada shalawat nariyah, sudah sekian lama, Saudara, kenapa anda begitu mudahnya melontarkan kata-kata di atas.
    Pahami agama secara kontekstual, jangan tekstual.
    ______________________________________
    Saran saya, wacana apapun yang sejenis dengan tema di atas, sebaiknya cukup disampaikan pada para dai, para alim yang sudah mumpuni ilmunya, sehingga bisa dimusyawarahkan strategi penyampaiannya. Jangan ditempat umum. Mengajari tanpa membuat mereka sadar diajari, saya rasa itu lebih baik, Saudara, karena mereka tidak meresa direndahkan, tidak merasa dianggap bodoh. (saya rasa semua manusia senang dianggap pintar, sifat dasar manusia ingin dipuji, jangan anda lupakan ini). Wacana di atas, bukan hanya merendahkan, saya rasa, tapi menginjak-injak. Logis saja saudara, kalau diinjak-injak, kan ‘mati’ atau ‘Pingsan’, terus, tersampaikan ke mana/ke siapa dakwahnya?
    _______________________________________
    *Terakhir dari saya, tidak ada manusia yang sempurna, kita sebagai muslim diwajibkan belajar hingga akhir hayat. Dari itu, jangan bosan bersilaturahmi dengan sesama, terutama sesama muslim, terlebih dengan orang-orang berilmu. Mohon maaf, Saudaraku, bila kata-kataku terlalu menyakitkan, saya ingin menyampaikan (tidak dengan bahasaku) bahwa setiap tindakan ada konsekwensinya.
    Semoga kita semua, baik penulis dan yang berkomentar, selalu mendapat petunjuk dari Allah, saling memaafkan adalah lebih baik. Betapa indahnya hidup bila banyak saudara, hadapi perbedaan dengan bijaksana.
    Sebagai jalan silaturahmi kita semua:
    email saya: sisunmail@gmail.com, facebook saya juga di situ.
    Saya harap silaturahim selalu terjaga.
    Waalaikumsalam.

  88. assalamu’alaikum….shalawat nariyah brti bid’ah???
    mnurut pemahamn saya sesuai dgn isinya shalawat nariyah itu adlh do’a sekligus kisah hikmah Nabi Muhammad Saw atas kehendak Alloh SWT…dn yg mnjdikn syirik adlh tidak menyandarkan kepada ALLoh swt..sebaiknya dlm penyampaian kita harus hati” karna yg lebih tau adalh yang maha tau…hanya Dia yg bs memutuskan…..

  89. orang islam…berbau klenik sedikit…bisa buat sakti, kaya, masuk surga, mudahkan rejeki…apalagi yang ngomong kyai yang sorbannya 10 meter…pasti langsung percaya……..

    umat islam banyak yang tidak memahami Alquran dan hadist …semua asal taklid yaitu mengikut suatu petunjuk ajaran tapi tanpa pengetahuan akan yang dipelajari…acara selamatan pake sajen…ditanya kenapa…??? soalnya pak kyai ini pakai sajen..

    mayoritas kita umat islam sdmnya kuantitas bukan berkualitas…
    apa aja asal bahasa arab, terus ditulis sumbernya syek kyai haji al habib bla…bla…bla…langsung percaya bahkan cium tangan…

    banyak mereka orang2 kafir mempelajari agama kita …mereka bahkan lebih mengerti dari pada kita…sehingga mereka dengan mudah melencengkan kita dari agama kita…

    sebenarnya Nabi telah memberikan 2 filter kepada kita yang mana dengan filter itu kita insya Allah akan selamat dunia dan akhirat…yaitu Al-Quran dan sunnah Nabi ….pelajari dan amalkan..jangan rajin baca koran tapi Qur’an setahun sekali…sunah Nabi malu kita mengikutinya…tapi kalau sunnahnya orang barat…rambut pank,celana ketat, seksi, aurat terbuka, tidak pakai BH, tato, bangun malam tahajud 2 rakaat malas, begadang semalaman nunggu sepak bola hobi banget dan yang aneh2 lainnya dibilang kemajuan …nah kaya gini mau dicintai Nabi….kalau dicintai iblis kayanya sudah pasti

    ingat saudara2ku apapun itu …mesti di telaah dan dicari sumbernya jangan asal taklid….

    shalawat itu bagus…tapi liat kandungan dan artinya……syirik atau tidak…jangan mentang2 disebut Nama Nabi kita tercinta terus semua bisa masuk diakal…ingat semua itu atas ijin Allah….

    tawasul atau bersolawat itu tidak salah…karena sebagai salah satu bukti kita cinta kepada Beliau…

  90. Yg berani katakan shalawat nariyah bukan bid’ah apa berani taruhan potong kepala dengan saya,jika ternyata memang bid’ah,klo anda benar kepala saya siap dipotong,tp klo anda salah apa berani kepala anda saya penggal,jika saya bisa membuktikan kebid’ahannya,saya tantang siapa pun,termasuk kyai-kyai,orang pintar,tunjukkan semua ilmu anda,saya tdk akan mundur

    • hanya orang bodoh yang menyelesaikan permasalahan dengan patang portong kepala ga ada kerjaan lain apa yah serahkan semuanya sama allah dialah yang mempunyai hak penilaian dan penerimaan atas amal ibadah bukan anda karena semua itu terjadi atas kehendak Allah…..Allah tidak butuh dengan semua ibadah hamba ….Allah tidak punya kepentingan dan keuntungan dengan ibadah hambanya Allah tidak bertambah mulia dengan ibadah hambanya dan berkurang kemuliannya dengan maksiat hambanya…..ibadah manusia merupakan bukti ketaatan lahir dan yang hakiki terletak pada hatinya ……kayak gituan aja di permasalahkan ga produktif dan nora kaya ga ada kerjaan lain yang lebih bermanfaat

  91. Saya ingin bertanya pada semua orang yang sudah menyadari dirinya punya ilmu.
    Apakah anda-anda semua memiliki strategi yang bagus buat menyadarkan orang yang belum berilmu, orang yang belum menyadari bahwa dirinya belum berilmu, dan orang yang menyadari dirinya belum berilmu dan punya semangat tapi belum mampu merealisasikan.
    Diantara mereka ada anak-anak yang sedikit sekali bahkan hampir tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua, ada orang tua yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ada wanita dan ibu-ibu yang dikecewakan suaminya.
    Mereka punya banyak alasan untuk tidak belajar.
    Adakah strategi yang bagus? mohon sharingnya, karena dengan sedikitnya ilmu, MEREKA AKAN BERBUAT BANYAK KESALAHAN, BAHKAN MERASA KESALAHANNYA ITU BENAR

    • Program ini sudah masuk dan terlaksana di salah satu ormas islam yg saya ikuti.. salah satunya yaitu mencegah permurtadan anak2 muslim jalanan dan tidak mampu.. sy akui masih dalam sekala kecil.. mudah2an dapat terealisasi dgn baik.

      • Semoga berhasil segala usaha kebaikan.
        Saya pribadi tidak menyalahkan seperti apapun bentuk pemikiran orang lain, asal tidak merugikan dan tidak keterlaluan. Saya punya motto “Life is Learning”. Ya, menurut saya hidup ini adalah belajar. Yang salah adalah mereka yang berhenti belajar, karena belajar hukumnya wajib dalam islam. Saya rasa wajar bila muncul pemikiran yang berbeda, bahkan bertentangan, karena kita (muslim) dianjurkan berfikir, bahkan katanya, pahalanya berfikir sejenak itu lebih besar dari shalat seribu rakaat.
        Dan perbedaan yang muncul akan merekatkan ikatan persaudaraan sesama muslim, karena mendorong kita (yang memiliki pandangan berbeda) untuk bersilaturahmi dan menyelenggarakan musyawarah seperti yang dianjurkan dalam surat Asy syuura.

  92. Coba bagi yang merasa ilmunya paling dualaaaam seeekali, Camkan kalimat ini, dan gunakan akalmu !

    “Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah.”

    Benarkah cukup dibaca hanya semalam?

    Coba hitung dalam detik, misal shalawat nariyah dibaca 1 x memakan waktu 20 detik, jadi jika dibaca sebanyak 4444, maka 4444 x 20 = 88880 detik. Terus dijadikan menit, 88880 : 60 = 1481,33 menit. Sekarang dijadikan jam, 1481,33 : 60 = 24,68 jam.

    Jadi kesimpulannya, shalawat sebanyak itu tidak mungkin terbaca hanya dalam waktu semalam. Buat tidur, makan, ee, pipis, sholat wajib, sholat sunnah mana? Jika dibaca 1 x memakan waktu 10 detik saja juga keburu lewat subuh bukan?

    Dari kesimpulan di atas, mungkinkah jika shalawat ini yang begitu memberatkan dan ribet mendapat legalitas dari Rasulullah Salallahu’alaihi wasallam ? Adakah risalah yang disampaikan Rasulullah Salallahu’alaihi wasallam begitu makan banyak waktu, sampai waktu untuk menjalankan yang fardlu saja kecaplok?

    Gimana akalmu wahai makhluk yang katanya ilmunya dalam? Tidak cukupkah ajaran Rasulullah hingga perlu ditambah-tambahi?

    • @Mas Eko..

      penjelasan anda :
      SANGAT MASUK AKAL!! :)

      Semoga pengunjung lainnya dapat mencerna argumen mas Eko ini..

      thks mas Eko.

      • ” Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) ke atas Nabi (Muhammad ). Wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu ke atasnya dan ucapkanlah salam dengan penghormatan. [Al-Ahzab: 56]

        menurutku daripada kita saling serang kuat2tan dalil hadist tentang sholawat marilah kita kembali ke Kitab Suci paling Tinggi umat islam yaitu Kitab Suci al Quran.
        pengertian sy, Salawat itu adalah salam dengan penghormatan berupa kepada Nabi muhammad SAW berupa Do’a kepada baginda Nabi SAW, yang mana telah jelas dalam Al Quran bahwa banyak sekali jumlah macam salawat di dunia ini, cuman sayang yg di kritisi perdana ahmad di sini adalah salawat nariyah yg notabene,salawat tsb telah diamalkan ratusan tahun oleh kaum aliran sunni Ahlussunnah wal jamaah’. bahkan orang wahabi sendiri baca salawat dalam sholatnya ..kenapa di ributkan melalui sebuah Blog jika dampaknya hanya untuk menyakiti /menyinggung orang2 di luar wahabi???
        Firman Allah yang artinya:

        “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain “. (QS 49:12).

        dan janganlah kita menjelek-jelekan amalan mereka senyampang mereka tidak keluar dari islam, meski mereka melakukan Bid,ah, tetapi Bid’ah itu ada dua.:Bidah yg tidak sesuai syariat Islam dan Bidah yg sesuai syariat Islam seperti Membaca salawat berjamaah, kumpulan orang2 ingin bersedekah melalui jamah yasin dan tahlil dan lain2ya, mengapa mereka2 itu di musuhi dan di syirik2kan???apa salah mereka??daripada melakukan Bidah yg diluar islam seperti mengharamkan Rokok yang jelas2 hukumnya Makruh sejak zaman sahabat Nabi SAW…daripada menyerang sesama saudara muslim mending kita menyerang kaum zionis israel itu dengan apa yg kita mampu krn yg jelas2 memusuhi kaum muslimin

        Sebagai orang yang beriman kita tidak bisa menghina, mencela dan mengutuk seseorang, sebagaimana firman Allah I yang artinya: ” Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok kaum yang lain, karena bisa jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain, karena bisa jadi wanita-wanita (yang diolok-olok itu) lebih baik dari wanita yang mengolok-olok, dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan buruk sesudah iman dan barang siapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim “. (Qur’an S 49: 11).

    • pikiran semacam anda itu logis tapi keyakinan tidak bisa dilogiskan mas .. kalo begitu isro mi’raj juga ga bener dong menurut logika anda yang semuanya dihitung secara matematis awas yahudi memecah belah umat islam melalui perdebatan yang semacam ini ga produktif dan nora

      • Subhaanalloh….jawaban logika anda kepada mereka yang meragukan salawat adalah sangat benar dengan mengacu peristiwa isrok Mikroj..semoga mereka diberi hidayah supaya tidak memecah belah umat dengan tulisan2 model mensyirik2kan orang yg mencintai nabi SAW…Islam dipelajari dan diamalkan tidak dengan logika saja tetapi juga dngan Keimanan yang hakiki, sedang keimanan itu letaknya ada di Keyakinan hati yang ada di tengah2 dada itu…apa bisa dilogikakan apa isi hati di dalam dada itu menurut mereka itu ….kaum wahabi Indonesia

      • Dari berbagai macam komentar diatas, komentar mas A Muntaha Hr sangat bagus, memang benar, pengertian tentang ilmu islam tidak bisa cuma diukur dengan logika dan secara sistematis atas dasar pikiran seseorang itu sendiri,seperti ilmu umum algoritma,hehe tapi mesti dengan hati dan disertai iman dan taqwa. memang banyak hal yang terlihat tidak logis, tapi “kun fayakun” terjadi maka terjadilah.

    • hahaaa
      kalau mau nGetes kdalaman imu jgn spt itu bro…
      kudhu Guyu q…
      jgn hnya memakai akal n pkiran untuk mengetahui hakikat amalan
      apalagi dLam hal beribadah,,,
      sia2 idup km bro,,,
      kalau Allah menghendaki dlam 1 malam bsa membaca sholwat nariyah 10.000x gmn?
      apa masih g mw mmbntah?????
      silahkan dbntah kalau anda g pcy sma Kuasa Allah….

    • mas eko sampean membaca shalawat nariyah 10 s/d 20 detik pantas shalawat ini nda bisa diamalkan untuk yg ngga ada niat…
      cukup bagi sampean tapi jangan sampai menghalangi orang untuk bershalawat….
      dari tulisan terlihat amal ibadah sampean dan penulis bisa terukur dan terhitung dangkal…
      dalam penulisan diatas jelas tertulis hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
      “Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.”
      bisa kalian yg mengatakan bid’ah setelah mendengar orang memyebut 4444 x nama rasulullah kalian tidak ikut bershalawat…..
      sadar sebelum terlambat bung

    • Saya juga pernah ngitung sama persis hitungannya kaya antum…. namun saya buletin jadi 25 jam…
      Berarti Pak Nariyah ini benar-benar orang sakti….

      Dan yang tidak saya pahami seolah shalawat Nariyah ini sepertinya dianggap lebih afdhol dibanding dengan bacaan shalawat ketika shalat…
      Buktinya: dalam suatu perhelatan syukuran (tawasulan) shalawat ini dibaca sampai 3x bolak-balik dan diakhiri dengan membaca shalawat ( dalam shalat) hanya 1x saja…

      Maaf ana hanya menyampaikan apa yang memang terjadi dan saya alami.

      • yang mau terus ngamalin sholawat nariyah silahkan, slama yakin bahwa tidak ada bid’ah dan syirik d dalamnya.

        yang merasa sholawat nariyah bid’ah & syirik, yaa tinggalkan. perbanyak bacaan sholawat yg anda yakini kemasyru’annya.

        selama antum yang mengamalkan atw tidak siap bertanggung jawab nanti dihadapan Alloh atas apa yg antum amalkan atw tingglkan, siap mmprtnggungjwbkan apa yg antum puji atw caci.

        ALLOOHUMMA TAQOBBAL MINNAA SHOLAWAATANAA
        WA TAMMIM TAQSHIIRONAA
        YAA MUJIIBA DA’WATANAA

  93. Yang saya dengar dari beberapa orang yang suka membaca amalan shalawat nariyah, atau amalan-amalan lain yang ada hitungannya (angka-angka), katanya bukan angka kuantitas. Artinya, angka-angka itu adalah angka simbolic. Contoh angka simbolik di Indoneisa, diantaranya: 7 turunan, 7 keliling, kaki 1000, 1001 malanm. Kalau dalam bahasa Inggris: a dozen people, a half dozen. Angka-angka itu menjadi simbol dari kata “Banyak”
    Menurut pemahaman saya, tentang angka-angka ini, ada benarnya, karena datangnya Islam bertepatan pada zaman kejayaan sastra. Jadi, bahasanya sastra (bermajas).
    Banyak terjadi kesalahpahaman tentang pemahaman bahasa kontekstual semacam ini di desa, (entahlah, salah menurut pandangan siapa, tapi saya sepakat mereka salah paham), yakni pada perintah memukul anak yang tidak mau mengerjakan sholat saat sudah cukup usianya.
    Beberapa ustadz mengatakan, pukulan di situ, maksudnya (kontekstualnya) adalah “Diperketat” aturannya/didikannya dibuat lebih intensive. Jadi, bukan dipukul pakai kayu.
    Saya sepakat dengan pemahaman kontekstual (contextual approach)
    Kemudian, mengenai benar dan salah tentang tata cara ibadah. Sebagai orang yang baru belajar, sering saya merasa bingung. Ada beberapa ustadz yang mengatakan, “agar ibadah kita diterima, ibadahnya harus benar.”
    Nah, benar menurut siapa? ukuran benar itu berdasar siapa/apa? ada yang mengatakan, jika sesuai tuntunan Nabi.
    Tetapi, setahu saya, Nabi Muhammad saw. sudah dijamin diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang oleh Allah. Menurut pemahaman saya, ini berarti, bahwa yang dilakukan Nabi itu benar. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa nabi masih nangis-nangis minta ampun pada Allah, bahkan katanya sampai bengkak kakinya karena kelamaan berdiri sholat?
    Mestinya, kalau sudah benar ibadahnya, kan sudah enak, bisa tenang-tenang saja, sudah terjamin pasti masuk surga. Yang penting mengerjakan perintah sesuai ketentuan, seperti beberapa ustadz yang pernah saya kenal.
    Entahlah? Bagi saya, kebingungan itu adalah motivasi untuk belajar.

    • @mistersunsite,

      salam kenal mas :)

      syarat diterima ibadah adalah “niatnya benar dan caranya benar”.. dan ini sudah diajarkan dan dicontohkan oleh rosul.. “lebih selamat” ikuti saja contohnya… bukankah kalo kita mengada2 tanpa dalil akan merepotkan kita nantinya di akhirat??..

      jika anda diberi janji dan dijamin mendapat hadiah yg anda “sangat inginkan…” sy rasa anda akan tetap/terus berharap sampai hadiahnya ada ditangan anda.. kalo hadiahnya udah 100% ada di tangan.. pasti kita tenaaanng. :)

      • kita akan masuk surga bukan karena amal kebaikan kita yang banyak, tapi karena cinta Allah, Cinta Allah, Cinta Allah.
        Kalau hanya dengan pemahaman fiqih semacam ini sudah yakin akan masuk surga dan berani menyalahkan orang lain, apa ini jalan untuk meraih cinta Allah?
        Buat mistersunsite, itu karena Nabi Muhammad saw. mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, juga sebagai bentuk syukurnya. Allah itu punya kuasa mutlak. Jadi, jangan merasa yakin akan masuk surga hanya karena sudah tahu sedikit ilmu fiqh, apalagi hanya dengan teori ilmiah standard manusia. Akalmu (penulis) itu apa.

        “syarat diterima ibadah adalah niatnya benar dan caranya benar,” ini pendapatmu. Lalu, apa Allah kamu samakan dengan pejabat/bosmu di kantor, yang hanya dengan ini kamu bisa protes? ingat, siapa yang menyuruh Tuhan menciptakan alam serta isinya? kehendak-Nya, kan! Ia punya kehendak dan Kuasa Mutlak. Sepertinya, kamu itu orang yang suka mencari kesalahan orang lain. Kalau kamu berbuat ini untuk kebaikan, beberkan juga kesalahanmu. Sepeertinya ini untuk kepentingan marketingmu. Kau jadikan agama sebagai kendaraan promosi.

        Kamu berani menyakiti saudaramu yang juga belajar mencari jalan kebenaran dengan ini hanya karena merasa paham agama, padahal yang kamu tahu hanya fiqh. Fiqh itu hanya semacam administrasi di kantor. kamu tidak paham hakikat beragama.

        Apa Nabi mengajarkan seperti itu cara mengingatkan?

        tentang hadits di bawah, tolong tunjukkan, bagaimana para sahabat, tabi’in, hingga ulamak terdahulu memahami hadits di bawah ini:
        ”Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru yang tidak kami perintahkan, maka hal tersebut tertolak (di sisi Allah)” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa)
        Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan atas amalan tersebut, maka amalan tersebut tertolak (di sisi Allah)”. Allahua’lam bish-showab.

        Dan ayat di bawah ini juga.
        “Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-lsra’: 56-57)

        Orang yang merasa punya banyak salah akan selalu terdorong untuk minta ampun, bukan terdorong menyalahkan orang lain. Bukankah hisap amal itu individu. Orang yang merasa benar dan sedikit salah, mudah terpeleset dan lupa diri, karena yang ada dalam ingatannya hanya kesalahan orang lain. Seolah-olah dirinya adalah Tuhan yang berhak mengontrol cara beribadah orang lain. “Urus dirimu sendiri”

      • sy ulang sampe 3 kali baca.. sy tetap ga ngerti arah komen @pemuda harapan bangsa ini..

        #mudah2an sy doang yg ga ngerti :)

    • @mistersunsite,

      seperti kata anda di atas..
      “yg penting mengerjakan perintah SESUAI DENGAN KETENTUAN”…

      bukankah suatu masalah jika kita mengerjakan yg TIDAK ADA KETENTUANNYA?? :)

      maaf yah mas.. sy bukan bermaksud menggurui.. sy juga baru dan sedang belajar :)

      • TD, tidak apa-apa.
        Sedikit data kadang cuma mampu menyadarkan, tapi belum mampu membuat saya melakukannya. Semakin banyaak data, akan semakin memperkuat dorongan untuk melakukannya. Terima kasih.

  94. “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan (bershalawat kepada) beliau (hamba mengharap imbalan kepada Engkau) terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.”

    Ini pemahamanku tentang shalawat ini. tidak seperti yang diterjemah di atas.

    Aku ingin bertanya kepada penulis, berapa banyak kesalahan anda sendiri dalam beribadah atau lainnya???? (dalam sebulan lalu/setahun lalu)

    biasanya, orang yang punya perhatian lebih pada orang lain, sering lalai akan dirinya.

  95. Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????
    Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini disebar ke media cetak, biar orang tahu profokator konflik agama/etnis?????????Bagaimana kalau tulisan di blog ini dise

    • @pemuda

      pusing sy liat komen ente, rasanya mau mual,,

      klau mmg anda merasa keberatan dan tidak suka blog ini, skalian aja ente lapor polisi, itu lebih baik, kan kt negara hukum..jgn bikin pusing org achh!!!

  96. Bertindak itu memang perlu memikirkan orang lain.
    Pemuda membuat muh4mm4d pusing dan mual.
    Penulis blog ini juga menggemparkan orang banyak, membuat satu golongan islam marah.
    Saya rasa sama.

  97. UDAH DRI PADA RIBUT ISLAM DENGAN ISLAM, MASING2 MERASA BENAR UDAH AJA KITA MASUK AGAMA HINDU DLL ADEM MAYEM…….ISLAM KO SALING TUDUH, SALING MENCACI, SALING MERASA BENAR….
    KANG MAS SEMUA BAGAIMANA KLO KITA MENDOAKAN ORANG YG BERAGAMA ISLAM AGAR BENAR2 MENJADI KAUM YG DIRIDHOI ALLAH, JANGAN SAMPAI YG SUDAH IBADAH BERDOA DENGAN BENAR KHUSYU MISAL DOA NARIYAH DICACI/DISALAHKAN KENAPA KO PROSTITUSI, PERJUDIAN,MABUK2-AN,TOGEL DISEKITAR KITA TDAK DIHIRAUKAN.MASIH BYK YG HARUS KITA DOAKAN NAH ORANG2 YG BARUSAN SYA SEBUTKAN..BUKAN KAH ITU TUGAS KITA SEMUA TIDAK HANYA APARAT YG BERWENANG,YANG PENTING MAH AMAN (MANUSIA-MANUSIANYA) KALAU MANUSIA DENGAN ALLAH….YAH ITU MAH URUSAN YG DIATAS COY, SIAPA TAHU YG KITA CERCA,MUSYRIK ADALAH AHLI SURGA (MUNGKIN DIA DAPAT HIDAYAH RAHMAT)……SADEREK NGARARATI TEU, MUN REK KRITIS COBA PAKE BAHASA NU SOPAN NU LERES, DA MEREUN MANEH TEH USTADZ. SORRY
    SYA NU NULIS TUKANG JUDI/ZINA LAIN USTADZ…….. JADI BAHASANA KIEU. PUNTEN PISAN AKANG2 SADAYANA. NUPENTING DOA URANG ULAH MENTA KA SETAN,IBLIS KA SALIN ALLAH KEUN DOANA TI MANA TISAHA TEU JANTEN MASALAH ASAL ULAH TEPIKA DOANA MENTA URANG KA NARAKA, DOA NU MATAK NYILAKAKEUN PRIBADOS/SARENG NU SANES (KOMO MENTA KA JURIG MAH)…………GENING ENDOG GE TINU BUJUR HAYAM NU KOTOR ARI MANFAATNA HADE TUR MATAK SEHAT GENING DI HAKAN KU URANG. AH LIEUR ……PUNTEN PISAN RADA LIEUR

  98. Assalamu’alaykum.. Buat saudaraku semua, jalan yang selamat adalah jalan yang di contohkan oleh Rosullullah Sallallahu A’laihi Wa Sallam yang diikuti oleh para Sahabatnya dan diikuti oleh para Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Islam sudah sempurna, semua yang diperlukan sebagai jalan untuk mendapat ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah disampaikan dan dicontohkan oleh Rosullullah Sallallahu A’laihi Wa Sallam. Sesuatu yang sempurna tidak akan menjadi lebih sempurna lagi kalo ditambahi. Lalu kenapa kita mencari jalan lain untuk menambah ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala? kenapa kita harus mempersulit diri kita sendiri dengan menambah2x ibadah? Padahal masih sangat banyak sunnah sunnah Rosullullah Sallallahu A’laihi Wa Sallam yang belum kita kerjakan. Kenapa kita mencari pahala dari jalan dari orang yang menjanjikan pahala dari suatu ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rosullullah Sallallahu A’laihi Wa Sallam? Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berhak menjanjikan pahala dari suatu ibadah, bukan syech, kyai, atau ulama, dari mana asalnya janji ini “barangsiapa membaca sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi”. Lalu ini “Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat Fardhu sebanyak 11 kali, serta digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping itu, ia akan mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya” pernahkah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ataupun Rosullullah Sallallahu A’laihi Wa Sallam menjanjikan ini?. Wahai Saudaraku, marilah kita kembali kepada jalan yang sudah dicontohkan oleh Rosullullah Sallallahu A’laihi Wa Sallam. Karena itulah jalan yang paling benar, jalan untuk mendapat Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.. Wassalamu’alaykum.
    Wallahu A’lam.

    • Eaalaikumsalam. Nabu Muhammad tidak pernah mengajarkan membaca Basmalah ketika naik mobil. Dulu tidak ada mobil, beliau juga melarang pencatatan hadits, hanya Al quran yang dibolehkan untuk dibukukan. Yang harus dicontoh dari diri nabi bukan hanya perbuatannya, tapi niatnya, tujuannya, alasannya, caranya juga. Kalau hanya perbuatannya yang harus ditiru, salah semua orang dijaman sekarang, termasuk penulis blog ini yang menuliskan hadits yang dilarang oleh nabi dahulu

  99. saya benar2 copo soal agama….. saya tahu penulis blog ini orang yang benar2 ingin berjuang di jalan Allah…, tapi mohon jangan mempofokasi untuk perpecahan umat islam,

    bila ingin berdakwah bukankah lebih baik dari hal yang kecil….ex: lebih mengingatkan mengenai rukun islam, rukun iman, bersuci, rukun sholat,dll.. …. bukankah yang seperti itu lebih penting lebih mengingatkan bagi para pembaca…???karena terkadang hal2 kecil seperti itu sering di sepelekan/lupakan…makasih.. mohon maaf bila ada salah ketik
    o ya maaf nyempil mohon bimbingan buat membaca Al qur’an,,,, makhraj…dll..,,, saya masi bingung soalnya…makasih lagii.

    —Wassalamu’alaikum Wr.Wb. —-

  100. Anda-andakan baru jebol dari perut ibukan baru kemarin, kok bisa-bisanya bilang syirik dan bid’ah. Ibadah cara Rasulullah SAW, emanya anda pernah lihat nabi SAW langsung ibadah (seperti kita melukis langsung melihat contohnya)

  101. Semua pesan Rasulullah SAW adalah dititipkan oleh para ulama terdahulu, bukan ulama2an seperti sekarang yang ngacak2 agama sendiri. Jangan2 Andalah AHLUL BID’AH (yang membuat2 urusan agama).

  102. Penulis blog ini dan teman-temannya sepertinya pengecut. Kalau memang ingin meluruskan paham yang dianggap salah, mestinya datang pada pimpinan golongan yang dianggap salah. Bukankah yang berhak berbicara hukum itu ulamak tingkat atas. Kalau tidak salah, yang disalahkan penulis adalah golonngan Nahdiyin. Kenapa tidak datang saja ke kantor NU atau ke MUI. Setahu saya, di NU itu ada yang namanya Bahsul Masail untuk membahas masalah hukum yang belum ada dalam Al quran dan hadits.
    Kalau hanya menulis di blog seperti ini, ini bukan cara yang bijak. Karena yang membaca blog ini banyak orang, bukan hanya orang-orang yang sudah mumpuni untuk berbicara hukum.
    Sekali lagi, sepertinya ini cara pengecut

    • betul-betul… setujuuuuh… mungkin sengaja dia,,, sono dialog terbuka dengan pakar-pakar yang anda anggap “salah”… bila perlu live biar bisa ditonton banyak orang,bawa sono sekalian kitab-kitab andalan ente,,,, biar “kelihatan”. jangan pakek cara beginian bang… atau memang mampunya anda cuma dengan cara menulis kayak beginian di blog biar bisa meracuni orang-orang awam?
      gak berani berdiskusi langsung,,, pengecut ente bang,,, !!!!!

  103. aslm….maaf jika pengetahuan agama sya dangkal.sya mungkin tidak sepintar dan sedalam penulis dalam pengetahuan agama…maaf jika ada kesalahan karena kbenaran hanya milik Alloh SWT..Yang ingin sya tanyakan…Apakah kita semua masuk surga hanya karena amalan kita semua???Krena sesungguhnya bukankah kita msuk surga hanya smua karena Rahmat Alloh??hanya krena Ridho Alloh??Sya yakin smua yg membaca termasuk penulis sangat mencintai islam dan Rasulnya..insya Alloh..akan tetapi yang hrus kita pahami mungkin bahwa kita msuk surga kelak bukan karena amalan kita..akan tetapi hanya krena Rahmat Alloh semata..amalan yang baik belum tentu membawa kita ke surga apabila ada sebiji saja rasa kesombongan di hati kita..kesombongan bahwa kita lebih baik dalam segi pemikiran dibandingkan orang lain..(naudzubillah)..“Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olok), dan jangan pula wanita-wanita (memperolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olok lebih baik dari wanita yang memperolok-olok dan janganlah kamu mencela diri (saudara) kalian sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk buruk pangilan ialah (pangilan)yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.’’(QS.Al-Hujurat ayat 11),,smoga niatan baik kita tidak tercemar dengan saling memperolokan golongan yang lain..smoga yang tidak menggunakan shalawat nariyah mendapat rahmat Alloh…smoga juga yang menggunakan shalawat nariya dan memiliki niat bukan menyekutukan Alloh mendapatkan rahmat Alloh karena kecintaannya kepada nabi yang begitu besar..insya Alloh..Kebenaran hanya milik Alloh dan hanya kepadanyalah kita kembali..

    • aku kira penulis bukan memperolok yg lainnya. tapi penulis peduli pada kita kaum muslim agar tidak terjebak pada amalan yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

  104. pengetahuan manusia tentang apa itu baik dan apa itu benar sangatlah dangkal dan sangatlah sedikit tidak ada manusia yang mengerti dan memahami tentang syariat dengan sempurna ,,,itupun baru syariat,,,belum lagi Tariqat,,,hakikat,,dan ma’rifat . Jadi janganlah menilai ibadah seseorang itu salah bahkan sesat beristighfarlah karena yang berhak menyalahkan dan membenarkan hanyalah Allah Azza wajalla,,,Kita semua pasti belum pernah mendengar Rosulullah SAW menilai suatu ibadah apapun yg ditujukan kepada Allah SWT dengan perkataan salah ataupun sesat,,,beliau hanya memberikan pernyataan,,,sempurna/ tidak /kurang sempurna,,,afdhol/ tidak/ kurang afdhal …

  105. Alhamdulillah setelah bca tulisan ini saya insyaallah smkin yakin buat trus ngamalin sholawat trmasuk sholaawat nariyah inii.. :-) trimakasiii kakaaaa :*

  106. Assalamu’alaykum wr wb,,” Maaf sebelumnya ,dengan segenap kerendahan hati saya juga ingin ikut serta menambahkan/mengurangi, ilmu ghaib memang berbenturan tentunya dengan ilmu syara’ ini jika di tilik dari luar saja tanpa sirr” dan sirr tidak akan dapat di buktikan oleh syara’ namun semua haruslah syara’ yg didahulukan syara’ tersurat sebagai pedoman nyata….dan tuntunan keyakinan iman , selanjut nya ++ dari ke imanan tersebut selama sesuatu itu tidak menduakan allah swt, tiadalah salah kiranya bagi orang2 yg meyenangi ke utamaan…….

  107. mas pd,
    anda jgn mengatakan kl sholawat nariyah itu sesat,yg sesat itu anda,banyak para ulama salafussalih yg menciptakan sholwat,spt shlwt burdah,sholawat syekh abuhasan assyazili,sholawat syekh abdul qodir zaelani dll,dan nama sholawat itu ratusan jmlhnya
    ,itu semuakan doa,berdoa kpd allah dg berwasilah kpd nabi muhanad saw.menurut para ulama fiqih dibolehkan,ada hadist dan dalil nya.
    makanya ngaji ,jgn bsnya baca dari buku2 aja
    dan menurut pendapat sendiri,

  108. Assalamu’alaikum wr,wb.
    Puji syukur kehadirat Allah swt,yg telah melimpahkan nikmat iman dan islam kepada kita. sholawat dan salam bagi junjungan Nabi Besar Muhammad saw,berikut keluarga,sahabat dan umatnya. seringkali kata bid’ah menjadi suatu yg dapat dijadikan alasan untuk memojokan kelompok muslim (Ahlu al Sunnah wa al Jamaah) yg melaksanakan agamanya berdasarkan tuntunan Alim Ulama yg saleh yg memiliki ilmu agama dari ulama sebelumnya
    yg tersambung tanpa terputus dari satu ulama ke ulama generasi sebelumnya dan sanad tersebut berhenti pada sosok Rasulullah saw,kata bid’ah tidak seluruhnya termasuk sesat (dholalah),tetapi banyak bid’ah yg termasuk terpuji (hasanah). semoga dapat memberikan hujjah yg sesuai syar’i terhadap amaliyah islamiyah yg sudah dilaksanakan oleh kaum muslimin selama ini.

    mengenal sekilas tentang Bid’ah oleh: Dr.KH.Samsul Ma’arif, MA

    “seburuk-buruk perkara adalah hal yg baru,dan semua perkara yg baru adalah bid’ah,dan bid’ah adalah sesat” (shahih Muslim,jilid II hal 591).
    sejak dulu sampai sekarang para ulama berbeda pendapat dalam memahami masalah bid’ah. diantara mereka ada yang sangat ketat (tekstual),ada yang longgar dan ada juga yang liberal. semua perbedaan tersebut bermuara pada perbedaan pemahaman

    terhadap hadits di atas. kelompok pertama menganggap segala sesuatu yg tidak pernah ada contoh pada jaman Rasulullah dan pada masa sahabat,khususnya tiga abad pertama hijriyah maka dianggap bid’ah yang sesat,maka harus dihindari dan ditinggalkan. Mereka tidak mengakui pembagian bid’ah,tidak ada pembagian bid’ah baik dan buruk,semua bid’ah adalah sesat. Kelompok kedua yang merupakan mayoritas,lebih moderat memandang bid’ah,tidak semua bid’ah sesat.Ada kalanya bid’ah itu dianggap baik dan terpuji yg tidak menyalahi ajaran agama. Dan kelompok ketiga adalah yg tidak pernah peduli apakah perkara baru itu bid’ah atau bukan,yg penting dianggap mashlahah (al-mashalihul khams yg meliputi kemaslahatan untuk agama,jiwa, akal,keturunan dan harta benda) bagi manusia maka dibolehkan dalam islam.

    PENDAPAT PARA ULMA TENTANG BID’AH..

    bid’ah adalah anonim sunnah bid’ah,adalah sesuatu yg baru yg tidak ada sebelumnya.Dalam kajian Islam bid’ah di artikan segala sesuatu yg diada-adakan oleh siapapun,yg tidak di contohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat. pada intinya semua perkara yg muncul sesudah Rasulullah saw adalah bid’ah,baik berkaitan dengan agama ataupun tidak. Imam Asy-Syathibi menyatakan bahwa bid’ah adalah suatu cara dalam agama yg diciptakan untuk menyamai aturan syara’,
    dengan tujuan untuk dilakukan sebagaimana melakukan perintah-perintah syara’.kemudian Asy-syathibi membedakan antara perkara baru tersebut ada yg berkaitan dengan masalah ibadah dan ada yg berkaitan dengan tradisi diluar ibadah. Menurut Asy-syathibi semua bid’ah yg berkatitan dengan ibadah adalah sesat,sedangkan yg diluar ibadah ada bid’ah-bid’ah lain yg dinilai baik.

    Imam Ibnu Taimiyah mengatakan, Perkara yg tidak pernah dikenal pada zaman Nabi saw,tetapi dilihat oleh umat islam setelahnya sebagai suatu yg maslahat,maka dibenarkan untuk melakukannya sesuai dengan kebutuhan.
    Imam Al-Ghazali menyatakan, Tidak semua bid’ah menjadi terlarang,akan tetapi sesuatu yg dilarang itu tersebut bid’ah karena bertentangan dengan sunnah Rasulullah saw.
    Imam Syafii berkata,bid’ah ada dua macam, bid’ah terpuji dan tercela,bid’ah yg sesuai dengan sunnah adalah terpuji dan bid’ah yg bertentangan dengan sunnah itulah yg tercela.
    Menurut Imam Nawawi (dalam syarah Shahih Muslim) bid’ah terbagi menjadi lima, yaitu bid’ah yg hukumnya wajib,sunnah,haram,makruh dan mubah. Imam Izzudin bin Abdussalam (Qawidul Ahkam) juga berpendapat bahwa bid’ah ada lima macam:

    1.bid’ah wajib,yaitu semua kreatifitas baru yg bertujuan menyelamatkan agama dan umatnya,yg tidak mungkin semua itu dilakukan tanpa cara-cara atau upaya tersebut. seperti membuat argument sebagaimana yg dilakukan oleh para ahli kalam untuk menjatuhkan argument kaum ateis dan pembuat bid’ah sesat. termasuk dalam kategori ini adalah menentang orang-orang yg menyeleweng dan juga belajar ilmu Nahwu.
    2.bid’ah haram,seperti bid’ah dalam bidang aqidah.

    atau menghalalkan hal-hal yg jelas ada hukum keharamannya dalam al-Qur’an atau hadist atau Ijma’.
    3.Bid’ah sunnah,hal ini sangat banyak bentuknya,seperti: melakukan shalat tarawih berjama’ah,mendirikan lembaga-lembaga pendidikan,penulisan ajaran-ajaran tasawuf yg benar,atau penelitian-penelitian ilmiah yg membawa manfaat dengan mengadakan laboratorium-laboratorium,teknologi persenjataan,pembangunan jembatan dan rumah-rumah sakit,membuat madrasah,

    4.bid’ah makruh,seperti menghiasi masjid yg berlebihan (sehingga dapat mengganggu konsentrasi ibadah,melagukan Al-Qur’an, bentuk-bentuk makanan dan minuman yg bercitra kemewahan meskipun barangnya halal,termasuk dalam bid’ah ini adalah merobek Al-Qur’an.
    5.bid’ah mubah (dibolehkan), seperti menciptakan alat-alat transportasi, perlengkapan elektronik,penggunaan perabot rumah tangga,seperti penyaringan tepung dan tradisi budaya yg tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah atau aqidah Islamiyah yg sudah jelas.
    Imam Nawawi juga menjelaskan,bahwa sabda Rasulullah saw bahwa semua bid’ah adalah sesat harus dipahami sebagai sesuatu yg umum.karena maksud dari hadist tersebut (hadist yg menyatakan kullu bid’atin dhalalah) mengandung pengertian mayoritas bid’ah,bukan semua bid’ah.
    jika kita perhatikan pendapat-pendapat para ulama di atas,maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa mayoritas ulama menyatakan bahwa tidak semua bid’ah dianggap sesat,namun tidak juga semuanya baik. Apabila perkara baru tersebut memiliki sandaran dalil yg berasal dari Al-Qur’an dan hadist maka tidak bisa langsung dihukumi sebagai bid’ah yg sesat. Apalagi perkara baru tesebut termasuk dalam wilayah hukum yg masih mukhtalaf fihi (diperdebatkan).maka tidak boleh langsung dihukumi sesat. berbeda dengan persoalan-persoalan yg sudah disepakati (muttafaq alaih).

    para ulama tersebut memahami bid’ah dengan menggunakan pendekatan tafshil dan taqsim,artinya ada pembedaan dan pembagian,ada bid’ah hasanah dan ada bid’ah sayyi’ah,bahkan dibagi dalam macam-macam kategori sebagaimana diungkapkan oleh Imam Nawawi.
    pembagian bid’ah diatas bukan tidak berdasarkan dalil.

    para ulama merujuk kepada sebuah hadist shahih yg diriwayatkan oleh Imam Muslim,bahwa Rasulullah saw bersabda yg artinya: siapa yg mengada-adakan perkara baru yg baik dalam islam maka ia akan mendapatkan pahala atasnya dan pahala orang yg turut mengerjakannya dengan tidak mengurangi dari pahalanya sedikitpun,dan siapa yg mengada-adakan suatu perkara baru yg jelek maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa-dosa orang yg ikut mengerjakannya,dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.

    Menurut hadist diatas ada perkara-perkara baru (bid’ah) yg dianggap baik dan terpuji menurut syari’at bahkan mendapatkan pahala. selain juga ada bid’ah yg dianggap tercela dan sesat menurut syari’at dengan ancaman akan mendapatkan dosa. Wallahu a’lam bishawab.

    .

    himbauan:

    Dalam dunia Islam dewasa ini dimana terdapat macam” kelompok yg membawa faham agama yg berbeda-beda dan mengklaim sebagai faham yg paling benar,paling sesuai dengan Nabi saw sehingga membuat masyarakat yg tidak memiliki ilmu agama yg baik (awam) menjadi risau,terombang ambing dan timbul keraguan didalam mengamalkan ajaran Islam yg selama ini diterima dari Ulama/Habaib yg mengajarkannya dan telah diyakini kebenarannya.

    jalan untuk keluar dari fitnah dan tetap selamat berada dalam hidayah Allah SWT,adalah untuk kembali kepada Ulama/Habaib (Ahlu al Sunnah wa al Jama’ah)…

      • @mas yanto
        mas.. intinya sampeyan fahami dulu tentang Bid’ah dan penjelasannya dari para ulama salaf ahlussunnah waljama’ah diatas, itulah rujukan para kyai Nahdliyyin.. jangan mempermasalahkan terus dengan dalih setiap sesuatu harus berasal dari al qur’an dan sunnah/hadis (anak tk,sd sdh tau itu mass) mereka para ulama bukan manusia bodoh jahiliyyah (yg tdak bersumber dr alquran dan hadis) ibarat seseorang yg mudah sekali menyalahkan,menyesatkan orang2 terlebih orangnya itu saudaranya semuslim sendiri.. apalagi hanya bersumber dari buku2 tarjamahan impor dari saudi arabia yang perlu di teliti lagi maksud dan tujuannya, Na’udzubillah..
        Silahkan berdakwah asal dalam kapasitas yg benar dan meneliti kembali dari sumber yang sekiranya berseberangan sebelum menyalahkan dan menyesatkan orang lain..
        Ulama/Habaib (sunni) hanya sebatas menyampaikan pesan keilmuan dari para ulama atau kitab salafussholihin yang juga bersumber dari alqur’an dan sunnah nabawiyyah.

  109. Abuhurairoh, on Mei 1, 2012 at 12:11 am said:
    Anda-andakan baru jebol dari perut ibukan baru kemarin, kok bisa-bisanya bilang syirik dan bid’ah. Ibadah cara Rasulullah SAW, emanya anda pernah lihat nabi SAW langsung ibadah (seperti kita melukis langsung melihat contohnya)

    Assalamu’alaykum..
    aneh, ya allah nabi sendiri yang tidak menginginkan dipuja secara berlebihan..

    لا تطروني كما أطرت النصارى بن مريم فإنما أنا عبده فقولوا عبد الله ورسوله

    “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku sebagaimana orang Nashrani berlebih-lebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba. Maka katakanlah : Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya“ (HR. Bukhari no. 3261).

    miris lihat komentar kamu ini, malu maluin nama sahabat nabi yang sangat banyak meriwayatkan hadits, yaitu Abu Hiroiroh radhiallahu anhu..
    kita tidak pernah melihat nabi shallalahu ‘alaihi wasallam, tapi kita sudah sedikit tahu akan adanya hadits shahih..
    aneh mas ini, semua orang di zaman ini memang belum melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi kan zaman ini kita bisa meneladani beliau dengan hadits shahih atau minimal hasan..
    salafi selalu beribadah dengan kehati-hatian mas..
    tidak berlebihan, atau tidak mengikuti apa yang tidak dicontohkan nabi ataupun hal yang tidak mendapat persetujuan dari nabi..
    mas, apa sih susah nya ninggalin shalawat nariyah ??!!
    bukannya ada hadits shahih bagaimana cara ber shalawat kepada nabi ??!!

    sadar mas, menangislah !
    nabi tidak pernah mengajarkan shalawat nariyah seperti ini, bahkan mana ada hadits tentang shalawat ini yang disetujui nabi..
    tinggalkan keraguan mas !
    kebenaran ada di depan mata, namun hanya kita yg tidak mau tau kebenaran itu !

    Shahih al-Bukhâri no. 2497 yang disampaikan oleh Sahabat yang bernama Ka’b bin Ujrah radhiyallâhu’anhu. Sahabat mulia ini menceritakan bahwa para Sahabat pernah menanyakan kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang bagaimana bershalawat kepada beliau.

    Beliau menjawab dengan mengatakan:

    “Katakanlah:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

    كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

    كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

    ngapain repot membaca ribuan kali shalawat yg ga ada contoh nya, mending baca shalawat yg shahih..

    barakallahu fiikum

  110. sudah gak usah diperdebatkan…
    sebaiknya kita jalan masing-masing aja sesuai dengan amalan yang kita punya.. ngapain membid’ah2kan orang lain juga… kita belum tentu benar kok…
    yang mau mengamalkan shalawat nariyah ya monggo… Insya Allah kita bisa menikmati nikmatnya ZIKIR kepada Allah…
    yang kerjanya membid’ah2 kan amalan orang lain ya silahkan.. tapi rugi pastinya gak akan dapat menikmati Indahnya berzikir, hanya lisan aja sampe berbuih2 gak akan masuk ke dalam hati….

  111. Salam semua
    ak baru lihat blog ni ak jadi tertawa geli muak panas telinga eh mata (kan lagi baca) singkt aja: pada semua mau wahabi,SI,Nahdiyyin atau lainnya tolong kalau mau menganalisa pahami dulu. Jangan asal pahami makna tersurat tersiratnya, tekstual kontektualnya, makna dhahir bathinnya dulu jngan asal tok jangan asal referensi. Gitu looh bagi yang punya akal mau berfikir mestilah paham maksud saya ini. Mohon maaf bila ada yg tersinggung. Ingat KITA SEMUA SAUDARA
    jangan saling menyakiti INGAT TUMBUHKAN FANATIK ISLAM bukan GOLONGAN

  112. astaqfirullah hala adzim semoga ALLAH memberikan hidayah dan pintu toubat buat anda. Gegabah sekali anda ini berani brni blng shlwt nariyah sesat. Shalawat nariyah ini merupakan shalawat yg di dawawkan juga oleh syeh Abdul Qodir AL jaelani AL Bagdadi seorang waliyullah. Di sesatkan shalawatny oleh seorng yg bru jdi kmren yg ilmuny pun tdk ada apa apanya di bndingkan dnpn waliyullah syek abdul qodir…. Smga Allah mengampuni dosa dosamu. Cepat cepat bertaubatlah kamu sblm ajal menjemputmu Cilaka lah drmu

  113. heyyy…………. dasar ABTA ( anak baru tau agama ) makanya ngaji doooong…. biar tau seperti apa kedudukan Nabi Muhammad SAW disisi Allah SWT bahkan dunia ada karena Nabi Muhammad SAW seandainya Allah tidak menciptakan Muhammad maka dunia ini tidak akan diciptakan. makanya kalo mau menjelaskan tentang agama pelajari dulu semuanya biar gak salah dasar tolol ………

  114. hmmm… terlepas dari apapun juga,
    mengapa kita tidak coba melihat perspektif yang ditunjukkan oleh penulis, terkait itu benar atau tidak, silakan melihat dan mencari literaturnya sendiri. kalau anda merasa itu benar silakan dilakukan (dengan dasar kuat tentunya), ibaratnya penulis hanya ingin menyampaikan kepada kita selaku pembaca dengan pola berfikir beliau?
    apa itu salah??
    seandainya setiap orang langsung dihakimin seperti seperti anda menghakimi penulis pasti tidak ada lagi orang yang mau menulis dari umat Islam, dan itu tandanya ilmu pengetahuan akan semakin jauh dari genggaman kita.

  115. apa yang diajarkan oleh nabi pasti dari Allah dan yang terbaik..
    apa yang diajarkan oleh selain beliau belum tentu baik.. meskipun orang tersebut “mendapat” ulama, syeh, kyai, ustads dsb..

    So, pilih mana? yang jelas2 aja ato yang nggak jelas..
    pilih 1, jangan salah soalnya hasilnya juga jelas.. surga atau neraka … :)

  116. Agama adalah suatu keyakinan yang dijalankan dgn hati dan dtriima dng fikiran, dng artian bukan ber-intuisi, perbedaan adalah rahmat, namun jika menyangkut masalah agama, benar tdknya sesuatu yang belum jelas bukan hak manusia untuk memvonisnya krn Hanya Allah SWT yang maha benar. apalagi berbicara tentang ilmu semua adalah kepunyaanNya. agamaku2 agamamu2…… namun ingat jika Anda ragu tinggalkan. dan sangat jelas Al quran tidak ada keraguan sedikitpun d dalamnya. intinya permantap aja yang wajib. dan untuk yang sunnah sebaiknya pelajari sejarahnya dan jangan lupa pula ada sholat istikharah.

  117. tetap pada keimanan masing2 yang dipelajari dari guru yang alim..kalo yang ini jangan di imani , biarkan saja…toh allah maha mengetahui, profokasi berbau tendensi, mungkin jika diraba, hanya untuk mencari keprofitan saja hahaha….hati2 dan waspadalah karena tidak menutup kemungkinan bahwa disekitar kita ada org semacam ini…

  118. Salam.
    Kalau dari sebuah buku yang saya baca, sholawat nariyah itu sekadar sholawat, sementara nanti ditutup dengan doa
    Allahumma inna nas’aluka, wanatawassalu ilaika, wanatasyaffau indaka bissholati ala nabiyyikal karim…bla…bla…an takdia hajatina fainnahu la yaktadi hajata ahadin illa anta ya hayyu ya qoyyum birohmatika ya arhamarrohimin…
    Jadi, nggak minta sama nabi, doanya tetap kepada Allah setelah kita memuji-muji utusannya, nabi Muhammad.
    Sama-lah kalau kita mau minta duit sama bos, kalau kita puji2 anaknya yang ganteng bla-bla-bla, insya Alloh kan lebih cepet daripada minta langsung.
    Tapi, wallahu’alamlah.

  119. ulasan text saudara TD tersebut patut dipertanyakan, kalau mau posting saya harap jangan dengan sesuatu bisa memperpecah belah umat islam, kecuali anda dari NoN MUSLIM, yang tidak memperdulikan apakah dampak dari postingan saudara terhadap umat islam diluar blog ini?? kalau anda mau mempertahankan opini bid’ah tentang Sholawat Nariyah kenapa anda tidak datang ke MUI untuk menyampaikan Argumen saudara bahwa itu bid’ah, tujuannya supaya tidak terjadi distorsi diantara sesama umat muslim.

  120. KALO MEMANG ARTIF……TOLONG DALAM MENGULAS JANGAN DITINGGAL SATU KATAPUN BIAR TIDAK SALAH PENGERTIAN…….“.. Yang dengannya, maksudnya dengan (Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) maka segala ikatan menjadi lepas, dengannya segala kesulitan akan lenyap, dan dengannya segala keinginan akan tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terpenuhi.”. ….YANG BENAR…….“.. Yang SEBAB dengannya, maksudnya dengan (Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) maka segala ikatan menjadi lepas, dengannya segala kesulitan akan lenyap, dan dengannya segala keinginan akan tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terpenuhi.”.

  121. saudara saudaraku se agama . tolong dong jangan meributkan masalah agama seperti ini sampe saling memaki seperti ini . . sedih deh jadinya…..

  122. Assalamualaikum…
    sesama muslim sangat tidak dianjurkan mengatasi masalah dgn amarah hingga saling menghujat.
    biasakan memberi komentar dgn dilandasi alasan yg akurat.
    blog tsb mengatakan bahwa shalawat nariyah adalh bid’ah dgn alasan bahwa tidak ada sahabat nabi yg bernama SYAIKH NARIYAH selain itu isi shalawat nariyah lebih merujuk meminta kpd nabi muhammad bkn dgn Allah,nah terbukti yg membuat tulisan diatas memiliki alasan yg insya Allah bisa di anggap akurat.
    sekarang coba bagi anda2 yg tidak setuju bahwa shalawat nariyah adalah bid’ah tolong komentari dgn sebuah alasan juga yg bisa diterima akal,jd jgn sebatas tidak setuju doank tanpa bisa mengemukakan alasannya.
    bukan berarti saya setuju dgn isi blog tsb,saya sendiri masih bimbang.
    disini kita sama2 belajar dan kita tidak boleh menerima mentah2 begitu saja.
    tapi sekali lg kemukakan dgn suatu alasan yg tepat bkn dgn saling menghina.
    wassalam

    • @tieka////////orang bimbang jgan belajar lwat blog,,,,nambah ruwet<,,,& ga usah komen,bahaya ,,belajar aja ma guru yg bisa terlihat,nyata,dan bsa bertanggung jwb,atas ajarannya,jgn belajar ma orang yg ga punya nyali wat syiar agama (pngecut(penulis)yg hnya komentari,komentar orang2 yg suka,dan setuju aja atas tulisannya,ga mutu balasan komentarnya<danbuat@nick jgn suka nntang2,klo ent kencingny msih berdiri,,,????????????

    • anda sebaiknya memahami dulu arti dari bacaan sholawat nariyah? kata mana yang merujuk kita meminta pada nabi Muhammad?
      mungkin ini saya kasih arti dari Sholawat Nariyah. sebagai manusia kita dikasih akal dan pikiran yang bisa berkembang, dan bisa memahami…
      Artinya:
      Ya Alloh, Limpahkanlah Rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dapat melepas beberapa kerepotan atau ikatan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, mendapatkan beberapa hajat atau keinginan, mendapatkan beberapa kesenangan, diberikan khusnul khotimah dan curahan rahmat sebab wajah mulia pada tiap saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui, dengan kerahmatanMU wahai Dzat yang paling belas kasih.

  123. Sy sangat setuju dng @tieka…Dengan membaca sekian banyak komentar yg memusingkan di atas, komentar ini yg sedikit bikin “adem” krn kebijaksanaannya…. Yupz betul sekali @tieka,penulis blog sudah panjang lebar menununjukkan alasan mengapa sholawat Nariyah dianggap mempunyai makna syirik beserta dalil2nya. Sekarang giliran anda-anda yang menilai penulis blog “gila atau pemecah belah umat” yg menulis bhw sholawat Nariyah itu tidak syirik, sertakan dalil2 sahihnya…agar kita semua tahu bahwa semua itu tidak mengada-ada.
    Memang hanya Allah yg berhak menilai hamba2Nya itu benar/tidak dan bertakwa/tidak. Tetapi sampai kapanpun kita harus belajar agar kita terhindar dari segala macam bentuk ibadah yg ternyata pada hakikatnya tidak berasal dr Allah Swt dan tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW yg ujung2nya trnyata bersifat syirik. Dan tidak perlu bermimpi Rasul jika ingin mengetahui hal itu benar atau tidak krn smua itu tergantung keimanan kita, hanya saja seseorang wajib menyampaikan risalah yg diketahuinya walopun itu pahit, dan tidak mjd dosa apabila itu benar adanya,tergantung kita mau menerimanya atau tidak Jika kita bingung dengan segala pendapat kembalikanlah semuanya kepada Al-quran dan sunnah Rasulullah SAW.
    Kalau anda memang tidak suka dengan pendapat janganlah menghardiknya membabi buta tapi berikan penjelasan dan dalil2nya yg sahih spt penulis blog ini.
    Berdoalah selalu kepada Allah utk memohon diberi kemudahan dalam menerima kebenaran yg sesungguhnya jangan dibutakan nafsu dan akal diatas iman. Sesungguhnya orang2 yg mengedepankan nafsu diatas iman adl orang2 yg munafik, dan orang2 yg menengedepankan akal diatas iman adalah fasik. Naudzubillah…sesungguhnya smua itu adl sifat2 zionis.setan,iblis dan dajjal, Semoga kita semua terhindar dr sifat2 itu. Amiiin…
    Alhamdulillah secara pribadi sy bisa menerima tulisan di blog ini…Melihat arti dan maknanya saja (shoalawat Nariyah) sy setuju dengan blog ini. Lalu bagaimana dng sholawat munjiyat,Tausi’ul Arzaq,Dawa’,An Nur, dan Thibbil Qulub seperti yg tertulis di buku2 kecil surat Yaasiin wahai saudaraku seiman “penulis blog”?mohon ulasannya?! Thanx b4…
    Memang di jaman sekarang sulit sekali mengendalikan peredaran2 segala sesuatu yg bersifat bid’ah yg bernilai syirik krn sekarang tdk ada kekhalifahan murni spt jmn rasul dan para sahabat, kita seribu tahun lbh jauh dr jmn Rasulullah SAW. Seperti sabda Rasul sebelum beliau wafat bhw setelah sepeningggal beliau akan byk org yg sesat, keblinger,menyimpang,kacau dan sampai menganggap dirinya itu nabi terakhir. Semoga kita dijauhkan dr kesesatan.
    Jika tidak suka dengan pendapat jangan menghardik kemukakan saja dengan santun sesuai dengan akhlak Rasullullah SAW.Yang menghardik tanpa dasar belum tentu pintar dan benar,sesungguhnya justru dia yg sedang ditunggangi syaitan. Begitupula utk penulis blog jgn mudah marah ya dng kritikan2 pedas terima saja dengan lapang dada selama kritikan itu tidak menghujat Allah SWT dan RasulNya.
    Wahai penulis….sesungguhnya Islam itu bagaikan memegang bara api….
    nb: Teknologi (IT,otomotif,dll) itu jg bid’ah tp boleh digunakan selama cara dan tujuannya benar krn teknologi yg kita nikmati sampai saat ini adalah Ilmu Allah SWT bukan ilmu org2 kafir dan zionis! Allaahu Akbar!
    Kalau soal Ahmadiyah (menurut saya dengan merujuk Al-quran dan sunnah) itu sesat tetapi kita tidak bisa membantai mrk,yg penting kita sadar kalau aliran itu tidak benar dan jangan mengikutinya dan berusaha membatasi penyebarluasannya.

  124. tahukah anda cerita tamsil tiga orang buta berdebat tentang seekor gajah. coba i’tibarkan dengan diri anda….. termasuk yang mana? apakah jadi orang yang hanya memegang ekornya saja…? atau yang memegang perutnya saja…? atau malah pas bagian tahinya. jadi karena keterbatasan ilmu anda, anda mengatakan gajah itu….tahiiiii….!

    • tidak ada. tapi ada dalil quran yang menyuruh kita bersolawat. seghot sholawat macem2. silakan pilih mana yang sesuai dengan anda. hakekat solawat adalah doa.

  125. Assalamualaikum……para saudaraku sesama muslim hindari pertentangan …..beribadahlah dg ilmu bukan dg otot leher,berpikirlah dg pikiran yang tenang dan jernih jangan tergesa-gesa,memohanlah petunjuk sebelum mengambil keputusan karena ibadah tanpa ilmu akan membuat kita taqlik(ikut-ikutan) jangan sampai kita salah dalam mengambil keputusan karena ini masalah ibadah,yang kelak akan menjadi pertanggungjawaban kita dihadapan ALlah swt demikian semoga kita selalu dalam petunjuk kebenarannya bagi penulis …terima kasih jadi membuat kita tambah pemahaman tentang macam-macam sholat wasalam…….

  126. Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti Syaikh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa karena Syaikh Nariyah sudah minta terlebih dahulu.
    Mengapa sahabat itu ditolak Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam? dan justru Syaikh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syaikh Nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

    Dilihat sejarahnya shalawat nariyah masih jaman Nabi, akan tetapi Nabi tidak melarangnya ,karena Nabi Muhammad pastilah tahu amalan yang dilakukan Syaikh Nariyah dan juga pastilah para sahabat ingin tahu dan menanyakan kepada Nabi Muhammad amalan apa yang dia baca sehingga beliau mendapatkan perlakuan Istimewa .

    menurut saya penjelasan pada riwayat itu terlalu subyektif ke arah Bid ah,dan tidak mendetail di bumbui dengan dalil -dalil yang tidak lengkap

    Sekarang apakah salah membaca shalawatnya yang di baca Syaikh Nariyah sedang itu masih jaman Nabi ?
    dan yang dibaca Syaikh Nariyah terbukti mendapat karomah dari Allah. Kalaupun kita membaca Shalawat tersebut tidak dikabulkan permohonan kita seperti keinginan Syeikh Nariyah ,saya rasa tidak ada salahnya , sama halnya kita mendoakan orang tua kita yang Non muslim

    Yang di sebut Bid’ah adalah melebihkan sesuatu yang telah diatur seperti sholat magrib ditambah rokaat nya menjadi 4

    Jangan-jangan Maulid Nabi di bilang bid’ah juga … terlalu kaku pemikirannya . hilanglah syiar Islam kalau begini

  127. Berikut ini jawaban Habib Munzir Al Musawwa mengenai sholawat nariyah

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,

    ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.

    Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)

    semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,

    mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.

    mengenai bacaan 4444X atau lainnya itu adalah ucapan sebagian ulama, tidak wajib dipercayai dan tidak ada larangan untuk mengamalkannya,

    shalawat ini bukan berasal dari Rasul saw, namun siapapun boleh membuat shalawat atas nabi saw, sayyidina Abubakar shiddiq ra membuat shalawat atas nabi saw, Sayyidina Ali bin abi thalib kw membuat shalawat, juga para Imam dan Muhadditsin, shalawat Imam Nawawi, Shalawat Imam Shazili, dan banyak lagi, bahkan banyak para muhadditsin yg membuat maulid, bukan hanya shalawat.

    syirik?, yah.. syirik tentunya bagi orang orang wahabi, mereka memang tak diperuntukkan untuk mendapat kemuliaan shalawat, kasihan juga kalau Abubakar shiddiq dibilang syirik, juga Ali bin Abi Thalib kw, juga para muhadditsin lainnya,

    karena mereka membuat shalawat,

    tawassul adalah diajarkan oleh nabi saw tawassul pada beliau saw dan pada amal shalih dan pada orang shalih, demikian riwayat shahih Bukhari dari Umar bin Khattab ra dan lainnya.

    Lalu bagaimana dg Abubakar shiddiq ra bicara pada jenazah Rasul saw setelah Rasul saw wafat (shahih Bukhari), tentunya dalam faham wahabi hal ini musyrik

    juga Umar bin Khattab ra wasiat minta dikuburkan dekat kubur nabi saw seraya berkata : “Tidak ada yg lebih kudambakan selain pembaringan disebelah nabi itu”, (shahih Bukhari), tentunya dalam faham wahabi hal ini musyrik

    para sahabat pun semuanya akan divonis musyrik, karena berebutan potongan rambut Rasul saw, (shahih Bukhari)

    dan Asma binti Abubakar shiddiq ra pun akan difitnah musyrik karena bila ada yg sakit ia membasuh jubah nabi saw lalu airnya diminumkan pada yg sakit (shahih Muslim)

    Dan boleh tawassul pada benda, sebagaimana Rasulullah saw bertawassul pada tanah dan air liur sebagian muslimin untuk kesembuhan, sebagaimana doa beliau saw ketika ada yg sakit : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit pada kami, dg izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194)

    Hanya wahabi saja yg mengingkarinya dari dangkalnya pemahaman mereka pada tauhid dan ilmu hadits.

    Dan mengenai tabarruk pun merupakan sunnah Rasul saw, dan Rasul saw mengajari Tabarruk bahkan Istighatsah.

  128. Shalawat ini sangat masyhur di tengah masyarakat dimana mereka berkeyakinan dengan membaca shalawat ini segala hajat dapat dikabulkan dan segala kesusahan dapat dihilangkan. Shalawat dan keyakinan ini bukanlah berasal dari dalil shahih sepengetahuan kami. Bahkan bila kita mencermati arti dari lafadh tersebut, niscaya akan diketahui beberapa ungkapan ghuluw dan syirik di dalamnya. Secara lengkap, lafadh shalawat tersebut adalah :

    اللَّهُمَّ صَلِّي صَلاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُ بِهِ اْلعُقََدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ اْلكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ اْلحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ اْلرَّغَائِبُ وَحُسْنُ اْلخَوَاتِيْمِ وَيَسْتَسْقَى اْلغَمَامُ بِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كلِّ مُعْلُوْمٍ لَكَ

    “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan shahabatnya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui “.

    ==> Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Qur’an menyeru, dan yang dengannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah ta’ala semata yang kuasa mengurai segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta manusia ketika berdoa. Setiap muslim tidak boleh berdoa dan memohon kepada selain Allah ta’ala untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya, bahkan meski yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada Allah ta’ala). Al-Qur’an mengingkari berdoa kepada selain Allah ta’ala, baik kepada rasul atau wali. Allah ta’ala berfirman :

    قُلِ ادْعُواْ الّذِينَ زَعَمْتُم مّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضّرّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً * أُولَـَئِكَ الّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىَ رَبّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنّ عَذَابَ رَبّكَ كَانَ مَحْذُوراً

    “Katakanlah,’Panggilah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharap rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti”. (QS. Al-Israa’ : 56-57).

    Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berdoa dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat, dan hamba-hamba Allah yang shalih dari jenis makhluk jin.

    ==> Bagaimana mungkin Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau dikatakan kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an turun menyeru kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk memaklumkan :

    قُل لاّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاّ مَا شَآءَ اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسّنِيَ السّوَءُ إِنْ أَنَاْ إِلاّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    “Katakanlah : ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudlaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudlaratan. Aku tidak lain hanya pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman “ (QS. Al-A’raf : 188).

    أَنَّ رَجُلا أَتَى النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ في بَعْضِ اْلأَمْرِ فَقَالَ مَا شَاءَ اللهُ وَشِئْتَ فَقَالَ النَّبيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَجَعَلْتَنِي للهِ عَدْلا قلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَه

    Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam, lalu ia berkata kepada beliau,”Atas kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,”Apakah engkau menjadikan aku sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah : Hanya atas kehendak Allah semata“ (HR. Nasa’i no. 1085 dengan sanad hasan).

    ==> Apabila hal ini dimaksudkan sebagai tawassul terhadap diri Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam, dimana beliau telah wafat, maka tawasul seperti ini tidak dapat dibenarkan. Tidak pernah diriwayatkan satu atsar shahih pun dari para shahabat yang melakukan demikian setelah beliau wafat. Juga Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan lain-lain dari kalangan para imam kaum muslimin yang terpercaya. Adapun yang dianggap dalil oleh sebagian orang sebagai dasar perbuatan mereka bertawasul terhadap diri Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam, maka hal ini tidak terlepas dari dua kemungkinan :

    a. hadits tersebut adalah dla’if, maudlu’, atau bahkan tanpa asal;
    b. salah ber-istidlal dan ber-istimbat terhadap suatu dalil shahih.

    Ada beberapa buku bagus yang membahas tentang hal tersebut, dan salah satu yang kami punyai adalah buku “Tawasul & Tabaruk” oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani dan Dr. Al-‘Ulyani. Kalau ukhti ingin membacanya, pintu kami selalu terbuka untuk antunna, insya allah.

    Dalam Kitab Dalaailul-Khairaat terdapat shalawat dengan lafadh sebagai berikut :

    اللهم صل على محمد حتى لا يبقي من الصلاة شيء، وارحم محمدا حتى لا يبقي من الرحمة شيء

    “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan atas Muhammad, sehingga tidak tersisa lagi sedikitpun dari keberkahan, dan rahmatilah Muhammad sehingga tidak tersisa sedikitpun rahmat”

    ==> Lafadh shalawat di atas, yaitu menjadikan keberkahan dan rahmat, yang keduanya merupakan bagian dari sifat-sifat Allah, bisa habis dan binasa. Hal ini bertentangan dengan firman Allah ta’ala :

    قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

    “Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku; meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” (QS. Al-Kahfi : 109).

    Lafadh shalawat berikut dan yang semacam/semakna :

    الصلاة والسلام عليك يا رسول الله ضاقت حيلتى فأدركنى يا حبيب الله

    “Semoga keberkahan dan keselamatan dilimpahkan untukmu wahai Rasulullah. Telah sempit tipu dayaku, maka perkenankanlah (hajatku) wahai kekasih Allah “.

    ==> Lafadh shalawat di atas sangat jelas dan nyata bertentangan dengan firman Allah ta’ala :

    أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

    “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya? (QS. An-Naml : 62).

    Dan juga sabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :

    إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله

    “Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah; dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolonganlah kepada Allah“ (HR. At-Tirmidzi no. 2516; shahih).

    Dan lain-lain.
    Ukhti……, adapun maksud disampaikannya beberapa penjelasan di atas tidak lain adalah karena kami sering mendengar (dari rumah kami) lafadh-lafadh ‘shalawatan’ dari perkumpulan ibu-ibu yang membaca salah satu shalawat di atas; di rumah ukhti. Dan bila tidak salah,…pertemuan itu diadakan setiap Kamis sore (mohon dikoreksi bila ternyata tidak benar).

    Ukhti fillah……… kami pernah membaca sebuah hadits yang dinisbatkan secara shahih dari Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallm tentang larangan ghuluw (sikap berlebih-lebihan) kepada beliau shallallaahu ’alaihi wasallam :

    لا تطروني كما أطرت النصارى بن مريم فإنما أنا عبده فقولوا عبد الله ورسوله

    “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku sebagaimana orang Nashrani berlebih-lebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba. Maka katakanlah : Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya“ (HR. Bukhari no. 3261).

    Para shahabat radliyallaahu ‘anhum ajma’in adalah contoh terbaik bagi kita tentang bagaimana sikap mereka dalam mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa harus berlebih-lebihan (apalagi dengan selain beliau shallallaahu ’alaihi wasallam ?) Anas bin Malik radliyallaahu ’anhu pernah mengabarkan tentang keadaan para shahabat :

    لم يكن شخص أحب إليهم من رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : وكانوا إذا رأوه لم يقوموا لما يعلمون من كراهيته لذلك

    “Tak seorangpun yang lebih dicintai shahabat daripada Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam. Tetapi bila mereka melihat Rasulullah (hadir), mereka tidak berdiri untuk beliau. Sebab mereka mengetahui bahwa beliau membenci hal tersebut” (HR. At-Tirmidzi no.2754 ; shahih).

    Marilah kita contoh para shahabat yang merupakan generasi terbaik ummat. Dan marilah kita bersihkan iman kita dari sikap ghuluw dalam agama. Karena…akibat dari sikap ghuluw inilah yang membinasakan umat-umat sebelum kita dan menjerumuskannya dalam lembah bid’ah serta kesyirikan. Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda :

    وإياكم والغلو في الدين فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو في الدين

    “Janganlah kamu ghuluw (melampaui batas) dalam agama. Sebab sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kamu adalah karena ghuluw (melampaui batas) dalam agama“ (HR. An-Nasa’i no. 3057, Ahmad no. 1851, dan Ibnu Majah no. 3020; shahih).

    Allah ta’ala berfirman :

    لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Jika kamu berbuat syirik (mempersekutukan Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi“ (QS. Az-Zumar : 65).

    Ukhti yang disayang Allah ta’ala………, dalam hal ini kami tidak berusaha menghalang-halangi ukhti (atau yang lain) berbuat mencintai Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam ataupun malah…… meremehkan beliau. Tidak sama sekali tidak…!! Tidak ada amal apapun dari kita yang akan mampu membalas jasa-jasa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam atas diri kita. Setelah hidayah dari Allah ta’ala, melalui perantaraan beliaulah kita dapat menikmati indahnya Islam dan iman. Kami hanya ingin mengajak bersikap pertengahan (terutama bagi diri kami sendiri) tanpa berlebihan dan meremehkan. Bila mengucapkan shalawat, hadits-hadits shahih dari beliau shallallaahu ’alaihi wasallam telah mencukupi kita. Dan itu adalah yang paling utama sebagai seorang muslim yang mengaku mencintai beliau shallallaahu ’alaihi wasallam sepenuh hati, yaitu dengan mengamalkan sunnah-sunnah yang beliau shallallaahu ’alaihi wasallam wariskan kepada kita.

    Terakhir wahai ukhti fillah,……janganlah surat ini menjadi sebuah awal keretakan hubungan persaudaraan kita. Kami sangat berharap bahwa kita dapat lebih saling “dekat” dan cinta. Saling cinta karena Allah ta’ala, dan membenci karena-Nya pula. Bila terdapat kebenaran itu datangnya dari Allah ta’ala, dan apabila terdapat kesalahan maka itu datangnya dari diri pribadi kami yang bodoh lagi lemah dan dari syetan; Allah ta’ala dan Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berlepas diri. Tegur sapa dari ukhti senantiasa kami harapkan…wallaahu a’lam

    • IKUTIN AJARAN RASULLALAHU,JANGAN FANATIK DENGAN GURU,DAN TRADISI.MASALAH INI SAMA SEPERTI SHALAWAT AL FATIH YG BISA MEMBUAT MASUK SURGA JIKA DIBACA 1x.ANEH!!G PERLU SHALAT DONK

      • maaf, anda tampak bodoh. Ibarat orang jual beli, akan mendapat bonus-bonus. Kalo kita seorang pembeli ditawari barang dengan syarat membeli akan dapat bonus. Contoh, jika anda membeli baju maka akan dapat hadiah sandal, misalnya. Kalau anda mau sandalnya saja dengan tidak membeli bajunya, itu tidak berlaku. Ibadah pun demikian, semua kewajiban yang telah disyariatkan kepada kita adalah sebagai modal utama. dan semua itu harus kita lakukan. baru nanti amalan-amalan lain yang mengandung banyak fadhilah akan berlaku untuk kita.

        gimana orang bs masuk sorga kalo tinggalin sholat? mikirnya cetek banget

  129. bismillah, Pendapat saya, tidak baik mas admin sampai memberi ‘cap’ musyrik atau ‘syirik’ kpada sodara muslim yang lain..
    Kalau memang mereka mengamalkan sholawat2 nariyah atau lainnya, biarlah, yang ga mau menamalkan juga biarlah..
    Yang berhak menghakimi hanya Allah swt.
    Lebih baik koreksi diri pribadi masing2,,jangan menyalahkan apalagi menghakimi orang lain
    sebagai ‘musyrik’..
    Atau ms admin merasa diri lebih tau dari pada Allah swt.?? Na’udzubillah..
    Kalau niatnya dakwah alangkah baiknya tanpa ‘menyerang’ pihak lain dengan ,menganggap mereka syirik..

  130. MASA ALLAH, SHOLAWAT NARIYAH DI BILANG SESAT???
    KAUMMUSLIMIN, JANGAN MENYALAHKAN SIAPA SIAPA. mereka hanya salah memaknai artinya sajaa. mungkin mereka belum mendapat hidayah dari Allah swt betapa pentingnya sholawat nariyah tersebut

  131. sy tidak ikut dg pertentangan saudara2ku seiman, hanya mengajak marilah kita amalkan yg sdh di ajarkan rosul kpd para sahabatnya. apakah kita tdk senang membaca sholawat yg sdh jelas-jelas di ajarkan oleh rosul?. kita tdk perlu menghujat pendapat orang, andaikan sepaham boleh kita ikuti tapi kl tdk sepaham tinggalkan saja cari referensinya dalil yg kuat dr yg lain. kl kita mengikuti satu forum ambillah manfaat yg positif dan tinggalkan yg negatif, itu akan menjadikan kita dewasa dan bijaksana dlm menilai orang. mudah2an Alloh memberikan hidayahnya kpd kita semua. aamiin

    • ya jelas itu bid’ah atung kang…wong edan gimana? bukankah bid’ah itu sering ditafsirkan pada sesuatu yang tidak ada contohnya dari Rasul..apakah Rasul suka memuji-muji dan bershalawat untuk dirinya sendiri?? ya jeruk makan jeruk dong :)

  132. agama islam itu rohmatalilalamin……
    semua dlm keyakinan kita masing2,semua kesalahan dan dosa akan di pertanggung jwbkan di hari akhir,disana akan terjwb kebenaran yg anda2 perdebatkan,ALLAH SWT ada di dlm sangka umatnya,jd siapa yg berprasangka yg tidak2 dgn apa yg telah di perdebatkan di atas,maka akan sprti itu ALLAH kpd mereka
    ASTAGFIRULLAH……………………….

  133. -yang jelas intinya, sholawat ini berisi doa, dan tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah.
    Jadi, apa salahnya kalau berdoa.

    -semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka bisa menyimpang, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,
    -mengenai bacaan 4444X atau lainnya itu adalah ucapan sebagian ulama, tidak wajib dipercayai dan tidak ada larangan untuk mengamalkannya,
    -Sholawat ini bukan berasal dari Rasul saw, namun siapapun boleh membuat shalawat atas nabi saw, sayyidina Abubakar shiddiq ra membuat shalawat atas nabi saw, Sayyidina Ali bin abi thalib kw membuat shalawat, juga para Imam dan Muhadditsin, shalawat Imam Nawawi, Shalawat Imam Shazili, dan banyak lagi, bahkan banyak para muhadditsin yg membuat maulid, bukan hanya shalawat.

  134. -yg namanya ibadah kpd ALLAH hrs sesuai dg syariah/tuntunan Rosul, termasuk salawat.
    -Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:
    قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
    “Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” niat baik sj tdk cukup, hrs disertai cara/perbuatan yg benar.
    -sedangkan untuk urusan dunia, ky internet, blog, naik pesawat dll yg notabene dl tdk ada pd zaman nabi, itu tdk masalah

  135. Shalawat Nariyah adalah dari Sahabat Qurthubi di buat semasa Rasulullah SAW masih ada, belum wafat. Ketika Shalawat Nariyah tersusun diberitahukan kepada Rasulullah SAW oleh Para Sahabat, dan Rasulullah SAW hanya diam karena Rasulullah SAW tidak suka dipuji. Rasulullah SAW hanya diam menandakan tidak melarang alias menyetujui Sahabat Qurthubi. Maka Sahabat Qurtubi mengamalkannya diam-diam semasa Rasulullah SAW masih ada, dan ketika Rasulullah SAW wafat maka Shalawat Nariyah diamalkannya secara terbuka, karena Rasulullah SAW sudah wafat… dan iikuti oleh para sahabat yang lain dengan mengamalkan secara terbuka. Dan kemudian kaum Muslimin dari berbagai macam belahan dunia mengamalkannya sampai sekarang… Harap selalu diingat, bahwa Allah SWT dan Para Malaikat-Nya bershalawat kepada Rasulullah SAW, jadi kita kaum Muslimin harus bershalawat kepada Rasulullah SAW… Rangkaian Shalawat Nariyah adalah salah-satu yang terbaik dari segi redaksional-nya yang berupa do’a itu, kalau ia tidak yang terbaik di antara shalawat-shalawat yang ada, bahkan (saya ingin mengatakan) Shalawat Nariyah adalah puncak-nya shalawat…

    • Tunjukkan pada saya siapa perawinya, juga derajat haditsnya? jika tidak ada maka anda telah berusta atas nama Rasululullah dan balasannya neraka.
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8 )

      • FATWA SESAT MENYESATKAN

        Dari dulu kok cuma bicara bid’ah, syirik dan neraka

        bicara hadist juga ndak punya sanad hadist!
        Bicara Qur’an juga ndak punya sanad Qur’an!
        apalagi bicara fatwa juga ndak jelas asal usul fatwanya!
        Paling banter bersumber pada pemikiran, yang tidak dapat dipertanggung jawabkan!

        walhasil para sahabat (Abu bakar, Umar, Ustman, Ali) dan para Ulama’ (Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Imam al-Husain r.anhuma, AlQurtubi, Imam Sanusi, Imam ad-Dainuri, Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dll) antum julukin ahli bid’ah!

        emang dapat pemahaman darimana, bisa membid’ahkan para sahabat?

        Sah-sah saja orang berpendapat atau beristihaj, tapi harus memenuhi syarat Ijtihaj, dan tidak selayaknya menyesatkan para sahabat, para ulama’ apalagi membid’ahkan (naudubillah).

        Jika ada lafaz dlm sholawat nariyah antum anggap bid’ah, bukankah sudah dijelaskan itu ma’na kiyasan dan sudah ada penjelasannya dalam balaghoh. jika antum tidak paham sebaiknya tabayun bukan ditafsirkan menurut akal antum!

        memahami teks agama tidak cukup dengan hadisnya mana? shohih atau tidak? jika tidak berarti bid’ah, setiap bid’ah di neraka!

        Bukankah Alloh menyuruh bersholawat kepada Nabi?

        sebagaimana Alloh bersholawat pada Nabi : “Assalamu’alaika ayyuhan Nabi……..”

        dan apakah sholawat yang disampaikan (dibuat) para sahabat tidak boleh dibaca, jika dibaca adalah bid’ah,
        misal: Anta Syamsun anta Badrun (Fii Dalailun Nubuah Ibnu Katsir).
        tentunya Para sahabat masuk neraka paling dahulu. Padahal Rosululloh tau tentang hal itu.

        Misalkan lagi: pada waktu Rasul Hijrah sampai dimadinah, para sahabat Anshor menyambutnya dengan “Thola’al Badru ‘alaika” (Shirun Nabawiyah)
        jika hal itu bid’ah dan masuk neraka, semua sahabat anshor adalah ahlun Nar (naudzubillah bi fatwa dholal)

        dan masih ribuan jenis sholawat yang dibuat para sahabat.

        dari sedikit uraian ini menunjukkan pendapat anda sesat menyesatkan.
        jika memahami Tex Agama seperti antum sudah barang tentu antara ayat Al-Qur’an satu dengan yang lain bertentangan, begitu juga Hadist Nabi yang mulia.

        “Berbeda Pendapat sah-sah saja, tapi bagi yang arif tidak seharusnya membid’ahkan dan menyesatkan para Ulama satu sama yang lain.”

        “Berijtihaj sah-sah saja asal memenuhi syarat Ijtihaj”

        Dan tidak ada dalilnya (sumbernya) bersholawat masuk Neraka, yang ada Ahlus Sholawat Ahlul Jannah.

    • kita cukup mengamalkan shalawat yg jelas dan ada tuntunannya dari rasulullah, tidak perlu berlebihan, krn sesungguhnya Allah tdk suka org yg berlebihan.

      Bahkan Nabi sendiri yg melarang umatnya agar tidak terlalu berlebihan trhdp beliau, spt kaum nabi isa yg terlalu berlebihan trhdp putra maryam ini.

      Dan mohon anda jgn ngarang2 kisah nabi untuk mendukung argumen anda! Krn itu sm sj dgn berbohong..apalagi jika anda seorang muslim, istigfar lah saudaraku.

  136. Asalammu’alaikum,
    Tdk bermaksud riya’, Saya sbg umat nabi saw jg insya Allah snantiasa mengamalkan shalawat di stiap slesai shalat & saat2 trtentu, namun sya lebih memilih/menyukai membaca shalawat dgn lafadz/bacaan yg diajarkan oleh nabi saw sendiri, krn pngikut ahlussunah wal jamaah yaitu jamaah yg mengikuti & mencintai sunnah2 nabi saw. Baca shalawat adlh sunnah, & mncukupkan dgn lafadz bcaan shalawat yg diajarkan nabi saw juga adlh sunnah.
    Mngenai lafadz bcaan salawat tijani,nariyah,dsb, berdasar sumber apa bs dketahui fadilahnya bila dbaca sekian kali akan mdpat ini & itu??, sdngkan tiap amalan hrus brdasar Quran & hadits nabi saw.

    Dan inilah bcaan shalawat andalan saya & kaum muslimin pda umumnya, yaitu,

    SHALAWAT NABI SAW :
    Dari Abu Mas’ud al-Badri r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. datang kepada kita dan kita semua sedang dalam majelisnya Sa’ad
    bin ‘Ubadah, lalu Basyir bin Sa’ad berkata kepada beliau s.a.w.: “Allah menyuruh kita supaya kita membaca shalawat kepada
    Tuan, ya Rasulullah, maka bagaimanakah cara kita mengucapkan shalawat kepada Tuan itu?” Rasulullah s.a.w. lalu diam, sehingga kita semua mengharapkan, alangkah baiknya kalau tadi-tadi Basyir tidak bertanya kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ucapkanlah:

    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kama shallaita ‘ala Ibrahim. Wabarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kamabarakta ‘ala ali Ibrahim. Innaka hamidum majid. (Hadits Riwayat Shahih Muslim).

    Dan fadilah dari bacaan tsb sesuai sabda nabi saw adlh : “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali shalawat, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali dengan sebab sekali shalawat tadi.” (Riwayat Muslim)

    Mari saudaraku, giatlah beribadah dgn landasan quran & sunnah, dan cukupkanlah dengan apa2 yg diajarkan Nabi Saw.
    Wasalamu’alaikum.

    • NDEREK MATUR

      membahas suatu bacaan sholawat dengan penilaian picik dengan membid’ahkan satu sholawat dan mengambil satu sholawat dalam hadist yang mulia. lalu anda tarjih (bahasa org muhammadiyah) ini shohih dan ini bid’ah.

      Apakah hanya demikian saja anda memahami ma’na firman Alloh yang sangat luas dan dalam: Innalloha wa malaikatahu yu shollu……………”

      Niscaya semua sahabat Nabi yang mulia dan Para Ulama’ anda bid’ahkan, karna mereka semua mempunyai sholawat khusus yang senantiasa mereka sampaikan pada nabi sebagai bentuk cintanya pada Beliau.

      Kalau memang sudah jelas ma’na yang dikehendaki dalam Nash, adlh menyuruh kita bersholawat, bukankah pertanyaan yang paling tepat adalah sampai batasan mana sholawat itu yg diperbolehkan dan dilarang?

      bukan seperti Ustadz P A (ahlul Bid’ah), yang dengan memelintir dalam mengambil kesimpulan hukum syara’ dengan memasukkan Sholawat adalah Ibadah, dan setiap ibadah harus mendapat tuntunan Nabi. dan yang tidak mendapat tuntunan Nabi adalah sesat.

      Pemahaman yg demikian hanya saya jumpai pada pengambilan istimbat hukum islam belakangan dan cenderung mengedepankan akal, sehingga yang keluar dari pertanyaan adalah mana hadistnya shoheh ndak? ini adalah kebodohan.

      Perhatikanlah Firman Alloh ttg perintah sholawat dan Hadist Nabi yang mulia, dan kajilah (mutholaah dengan hati2). Alloh tidak bilang beribadahlah pada Nabi, tapi bersholawatlah. Alloh Aza wa Jalla sendiri bersholawat. Malaikat juga bersholawat.

      dan tidak sepatutnya menyebut sholawat adalah ibadah, sebab yang berhak diibadahi hanya Alloh. tapi Alloh sendiri bersholawat pada Nabi

      dan kalopun sholawat dimasukkan dalam ibadah kita membahasnya dengan metode Fiqih. dalam metode Fiqih tidak ada kata bid’ah, sesat. (hanya orang awam fiqih yang membahasnya demikian).

      dan kesemuanya ini sudah dibahas oleh para Ulama’, hanya orang sok tau aja yang sebenarnya tolol yang membahas sholawat acak-acakan seperti diblog ini (BLOG AHLI BID’AH)

      Hati2lah – dengan Ahlul Bid’ah yang selalu teriak Bid’ah. yang mengharamkan sesuatu tanpa dalil (dengan akalnya).

      Sesungguhnya Bid’ah dalam ibadah dan mu’amalah itu terjadi ketika menyalahi syarat dan rukun ibadah itu sendiri. dan hanya Fuqoha’ saja yang tau tentang hal ini.

      Banyak sekali Ulama’ jaman sekarang yang suka membagi2 bid’ah, mengelompokkan Bid’ah menurut akalnya (tidak ada dalil Nashnya).

      Dan banyak sekali yang menuduh sahabat mulia Sayyidina Umar Ahlul bid’ah, dengan mengatas namakan Hadist Rasululloh yang tidak sanggup memahaminya.

      Sungguh bodoh umat sekarang ini, dan gampang membid’ahkan saudaranya.

      dan belum pernah ku jumpai dalil Nash yang membagi bid’ah dalam hal ibadah. Yang ku jumpai adalah dalam urusan-Ku (Agama).Agama tidak hanya ibadah tapi juga muamalah.

      dan sungguh sesat orang berpendapat dalam urusan muamalat boleh membuat bid’ah. sebab dalam muamalat Alloh dan Rasulnya sudah mengaturnya (meletakkan prinsip) dengan sempurna.

      dan ku Jumpai dalam dalil Nash itu Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyiah. dan hanya Fuqoha’ dan ahli Fiqih yang sanggup memahami ma’na ini.

      hanya sedikit sekali ucapan Fuqoha’ yang memberi batasan tentang hal itu: “yang menyepakati sunnah adlh Bid’ah Hasanah dan yang menyelesihi Sunnah adalah bid’ah sayyiah” tapi begitu dalam dan luas ma’nanya.

      Banyak orang terjebak memahami semua ini karna kedangkalan ilmu agamanya. sehingga mereka berkesimpulan boleh membuat bid’ah hasanah!

      Ingatlah saudaraku kata menyepakati sunnah itu dalam dan luas ma’nanya. karna itu masalah prinsip. anda harus mengetahui dalil Nash (Qur’an, Hadis, Ijma’, Qiyas, ihtisan, maslahah mursalah dll).

      walaupun dalil Nash itu dhoif seperti hadist dhoif lebih baik dari ucapan berdasarkan akal.

      Ingatlah Nasihat imam Ahmad r.a; ” Hadist dhoif lebih saya sukai dari pada pendapat akal.”

      Tidak pernah kujumpai para Fuqoha’ (ahli hukum) menghukumi sesuatu baik dalam ibadah dan muamalah tanpa dalil.

      dan Hanya Ulama’ Muta’akhirin yang banyak menggunakan akalnya (pemahaman metode) dalam menghukumi sesuatu.

      dari uraian singkat, apakah boleh kita membaca (mengamalkan) sholawat Nariyah?

      Jelas Boleh. alasannya
      1. Dalil Nash (Qur’an dan Hadist) menyuruh kita bersholawat.
      2. Lafazdnya adalah pujian pada Baginda Nabi tidak mengandung kesyirikan dan berlebihan, hanya orang yang awam balaghoh yang menganggap syirik dan berlebihan.
      tentang hal Lafaz sholawat para Ulama membagi menjadi 2: Masru’ dan Ghoiru Masru’
      3. membacanya dalam jumlah tertentu, boleh. sebab hukum membaca sholawat kata Fuqoha’ itu wajib (minimal 1 kali seumur hidup). dan memperbanyak membaca sholawat adalah dianjurkan.

      • heri pekalongan

        Assalammualaikum,
        Trima kasih atas kritiknya, namun stelah dikaji dlm buku shifat sholat nabi (karya syaikh Al Albani) bhwa semua lafadz shalawat yg dibaca para sahabat nabi isinya TIDAK ada perbedaan signifikan dengan lafaz shalawat anjuran nabi saw. Dan perlu anda ketahui bhwa boleh manusia membuat shalawat sendiri, namun patut diperhatikan agar isinya tidak mengandung syirik/ berlebihan thdp nabi Saw.
        SILAHKAN ANDA BACA SENDIRI DAN BANDINGKAN LAFAZNYA DENGAN LAFAZ SHALAWAT NARIYAH.
        semoga bs difahami.

        Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

  137. Biarin kata orang tidak mencontoh Rosul……………………..,
    Biarin kata orang disebut bid’ah ………………………………….
    Biarin kata orang dikatakan sesat ………………………………..
    Biarin kata orang saya bukan ahli surga ……………………….
    Biarin kata orang saya termasuk orang yang bodoh……….
    Biarin kata orang saya termasuk orang yang merugi ……..

    Tapi…………………………………………………………………………

    Saya mah tetep akan berdoa dengan menggunakan …….

    Bahasa Sunda………biar lebih afdol dapat lebih menjiwai.

    Banyak orang pinter keblinger………………………………………….
    Banyak orang sedikit pinter berlagak sangat pinter……………..
    Banyak orang yang tidak pinter menyalahkan orang pinter…..

    Tukang reparasi mobil menyalahkan Habibie tentang teori ekor pesawat
    Tukang petasan menyalahkan Albert Einstein tentang teori relativitas
    Tukang pijit berlagak lebih pintar dari dokter spesialis
    Tukang parkir mobil berlagak lebih hebat dari Michael Schumaker

    dan

    Tukang Googling di internet yang baru tahu alif “bingkeng” sudah berani menyalahkan para sahabat, para imam Mazhab tentang kemampuannya memahami Islam (Al Quran, hadits, ilmu nahwu dsb) dan bahkan menuduhnya berbuat bid’ah.

    Dunia ini panggung sandiwara………
    Banyak peran yang dimainkan………
    Dari sekian banyak peran, yang paling parah adalah peran sebagai Tuhan……..
    Menjatuhkan vonis……………………….
    si Fulan, si Badu, si Tole masuk neraka………..
    sedangkan si Abu masuk surga………….

    Emangnya……wani piro…..!!!!

  138. Beberapa contoh sholawat yang dibuat oleh Ulama Wahabi.

    Komisi Fatwa Tetap Kerajaan Arab Saudi (fatwa Wahhabi) dalam mukaddimah dokumen fatwanya menyebutkan shalawat:

    اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمًُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

    Al-Albani dalam Majmu’ Fatawinya menyebutkan:

    وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى الرَّسُوْلِ اْلكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ الصَّادِقِ اْلاَمِيْنِ

    Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawi Ibni Bazz:

    وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اْلأَمِيْنِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِيْنَ

  139. Berkata Abu sa’id Al Khudriy ra saat Nabi saw sedang membagi bagi harta pada beberapa orang, maka datanglah seorang lelaki, matanya membelalak, kedua pelipisnya tebal cembung kedepan, dahinya besar, janggutnya sangat tebal, rambutnya gundul, sarungnya pendek, berkata: Bertakwalah pada Allah wahai Muhammad…!, Sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang taat pada Allah kalau aku bermaksiat? apakah Allah mempercayaiku untuk mengamankan penduduk bumi dan kalian tidak mempercayaiku?” dan berkata Khalid bin Walid ra: Wahai Rasulullah, kutebas lehernya..! Rasul SAW melarangnya, lalu beliau SAW melirik orang itu yang sudah membelakangi Nabi saw, dan Rasul saw bersabda: “Sungguh akan keluar dari keturunan lelaki ini suatu kaum yang membaca Alqur’an namun tidak melewati tenggorokannya (tidak meresap ke hatinya), mereka semakin jauh dari agama seperti menjauhnya panah dari busurnya, mereka memerangi orang islam dan membiarkan penyembah berhala”, jika kutemui kaum itu akan kuperangi seperti diperanginya kaum ‘Aad”
    (Shahih Bukhari).

    Perhatikan kata : sarungnya pendek ( mereka membangga-bangakan diri non isbal )
    Perhatikan kata :janggutnya sangat tebal ( mereka bangga diri dengan jenggot )

    Kemudian perhatikat kata ini sekali lagi :
    Rasul saw bersabda: “Sungguh akan keluar dari keturunan lelaki ini suatu kaum yang membaca Alqur’an namun tidak melewati tenggorokannya ( tidak meresap ke hatinya ), mereka semakin jauh dari agama seperti menjauhnya panah dari busurnya, mereka memerangi orang islam dan membiarkan penyembah berhala”, jika kutemui kaum itu akan kuperangi seperti diperanginya kaum ‘Aad

    Dan ternyata keturunan mereka juga ada di Indonesia menyebarkan paham yang menyimpang berupa faham-faham eksklusif (karena menyempal dari pemahaman Para Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah), siapakah Mereka ?

  140. capek bacanya, banyak amat yang komentar, terus komentarnya disertai caci maki, padahal baru saya mau hafal sholawatnya, daripada bingung mendingan baca tahiyat akhir aja,.
    hoammmmm semalaman komentar ini di baca, belum selesai pula bacanya

    terima kasih rekan2 sesama muslim saya dapat pelajaran nih
    dan yang penting komentarnya jangan mencaci maki biar enak dibaca
    perbedaan pendapat itu adalah suatu rahmat dari Allah SWT.

  141. gitu aja rame…. kalo q pribadi mending ngamalin solawat ibrahim, solawat yang pernah diucapkan mulut orang yang paling mulia, yaitu nabi Muhammad. bukan solawat yg lain walaupun bukan bid’ah.

  142. maksudnya sholawat nariyah adalah smoga dg bersholawat kpd junjungan nabi besar Muhammad SAW doa kita cpt dijabani oleh Allah,ajaran ini baik tergantung niat si pembaca,maksudnya dg beliau terurai segala ikatan adalah bagi org yg bpikiran luas dg ijin nabi Muhammad sbg kekasih Allah dan juga rahmat Allah tentunya,bukankah terlihat lebih sempurna doa kita,walopun tdk jelas asal usulnya toh ajaran ini baik knp kt tdk mengamalkannya???
    smua tergantung niat awal kita berangkat,..yg berhak memutuskan baik atau tidaknya hanyalah Allah,kita hanya manusia yg hina yang sering berbuat salah….
    krn mengartikan sebuah kata2 juga tergantung manusianya bisa memiliki bnyk arti,selama kita niat Allah ta’ala,Allah pasti mengerti krn Allah Maha Tau…

  143. jangan bikin umat rasulullah bingung dan bimbang, jangan bikin beliau sedih… iya klo mas bener, klo mas salah…ya gapapa klo mas berani menanggung kesedihan rasulullah…(mesjid adalah tempat ibadah…lebih baik makan roti dimesjid dari pada kencing di mesjid…bagi orang yang awam atau sedikit ilmunya)

  144. bid’ah..,.muke lo bid’ah….ni yang nama nya nulis di blog kaya gini,browsing internet,…ini bid’ah..bilang salawat nariyah bid’ah..,nah lo sendiri ahli bid’ah.., klo ngomong dipikir dulu woooi mahluk…lo cinta ama isteri n anak lo tanpa lo sadari rasa cinta lo lbih besar kpd isteri n anak lo ktimbang ama rasulullah SAW,,,itu bid’ah..lo browsing sampe nulis di blog ini itu bid’ah.,muke lo juga bid’ah jaman Rasul SAW gada model muka kaya elo..,salawat nariyah lo bilang bid’ah..pengecut orang model kaya elo..,ngancurin islam ni sama aja…beraninya cuma lewat blog model kaya gini..,dasar toloy..sorry gua emosi..,deket gua pites lo..KAMPREEET..!!!

  145. Celakalah Jika sebuah kebenaran diukur dari rasa dan nyata… maka ketika rasa dan nyata tidak ditemukan maka ia akan menolak sesuatu sebagai kebenaran….

    Buat TS pembuat Blog yg caem… Pinter.. dan ALIM :) Bhs arab itu menurut sy majemuk.. aneh tp lucu.. bgmn anda mengartikan “BIHI” sebagai “dengan” adalah hak anda… mka sy mengartikan “BIHI” sebagai “bersama” itu adalah hak saya….

    Saya salut dengan TS yg bs mengartikan bhs arab dengan Lugas padahal >> orang arab dan penyair arab aja bingung ngartikan bahasa arabnya contohnya ketika surah al-baqarah turun “alif lam mim” penyair pada mumet…. :)

    Apa yg anda cr dr tulisan di blog ini.. anda sendiri yg tahu.. tp jika benar anda muslim maka berhati2lah dengan hati anda…

    “Sekeji2nya seorang muslim adalah ketika mengatakan muslim yg lain adalah sesat” >>>>> sesat atau tidak itu hanya Hak Allah… mengapa anda mendebatkan arti sebuah kata sedang diluar sana msh banyak yg perlu dibin… Anak2 anda misalnya… Saudara misalnya…. Allahu akbar jika semua sudah terselesaikan mulailah debatkan dengan yg alim juga dan dr berbagai golongan aliran… Kami miskin Ilmu.. Tapi kami tak pernah menutup mata dan hati kami hanya demi sebuah Golongan…. NU, MUHAMMADIYYAH dll dll siapa yg paling benar :) andakah yg paling benar…… ??? tanyakan dan jwb sendiri…..

    Anda punya sholawat….??? kami juga punya :) utk apa mengklaim ini benar ini salah jika yg menurut anda benar tidak anda sertai dengan sebuah keikhlasan….

    Jika menurut anda jalan anda lurus…. kemanakah anda akan bertuju…..??? surgakah…. :) ????

    Sy yg dhoif biarlah memilih jalan yg menurut anda belok dan bengkok…. Jika surga tujuan anda monggo silahkan…. :) cm mengingatkan sj
    “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un” >>>> bukan >>>> “”Innalillahi wa inna jannati roji’un

    Celakalah Jika sebuah kebenaran diukur dari rasa dan nyata… maka ketika rasa dan nyata tidak ditemukan maka ia akan menolak sesuatu sebagai kebenaran….

    • anda mengartikan tatabahasa menurut “fikiran” anda sendiri, gunakan tatabahasa yang benar, kalau ga tau jangan sok tau padahal salah kaprah, makanya belajar dulu bahasa arab yang bener baru bisa bicara yang betul, bukan menurut saya, menurut kamu, menurut dia, dlllll tanpa ada dasar yang benar.

      Syari’at islam adalah tuntunan dan pedoman hidup, selain itu???? ” anda bisa fikir sendiri kalau melakukan sesuatu yang tdk ada tuntunan nya”….
      Katakanlah yang bernar itu benar, dan yang bathil itu bathil

  146. KALO ENTE2 MGAKU UMAT ROSULULLOH SAW, UCAPKAN SHOLAWAT SESUAI YG ROSUL AJARKAN:
    Allahhumma sholli ‘alaa Saidina Muhammad wa ‘ala aalihi Saidina Muhammad”
    kamaa sholaita ‘ala saidina Ibrahiim wa ‘ala aalihi saidina Ibrahiim, wa baarik ‘ala saidina Muhammad wa ‘ala aalihi saidina Muhammad, kamaa baarakta ‘ala saidina Ibrahiim wa ‘ala aalihi saidina Ibrahiim, fil alamina innaka hamiidum majiid.”
    ITULAH SEBAIK2 SHOLAWAT YANG ROSULULLOH AJARKAN KEPADA PARA SAHABATNYA DAN PARA UMAT ROSULULLOH SAW.

    • Jangan suka mencela sholawat jenis apapun, hati2lah, sebab sholawat itu dianjurkan dan mafhum ‘alaih melarangnya. dan belum pernah aku jumpai jenis sholawat yang sampai menimbulkan kesyirikan sebagaimana sangkaan sebagian saudara2 kita yang hanya memelintir sebagian dalil Nash dan pemahamannya bertentangan dengan Nash itu sendiri.

      Ketahuilah setiap ragam sholawat itu mempunyai sir sendiri2, jangan pernah membanding2kan sholawat jenis ini dengan yang lain jika anda hanya berdasarkan Dzon (sangkaan belaka).

      Berterimakasihlah pada Ulama yang ‘Arif (yang mengetahui sir) dan mau menjelaskan keutamaan2 jenis sholawat kepada kita. sehingga kita bisa menjadikannya sarana mahabbah kita pada Nabi yang paling sempurna budi pekertinya dan paling tinggi derajatnya. tentunya juga sebagai washilah do’a kita pada Alloh yang Maha Kuasa.

      Apakah anda akan mengkiyaskan Nabi yang mulia dengan berhala yang tiada manfaat sebagai penafsiran sebagian saudara kita yang memelintir QS Al-lsra’: 56-57. ?

      andai saja sholawat ini syirik pastilah tidak diletakkan lafadz Ya Alloh diawal bacaan sholawat. dan sudah sangat jelas apa yang dimaksud dengan kalimat dengan Beliau terurai………, bagi orang yang paham balaghoh tentunya.

      Ingatlah Baginda Nabi itu manusia biasa (segi biologis) tapi tidak seperti manusia biasa (dalam hal akhlaq dan sifatnya serta kemuliaannya)

      Ketahuilah saudaraku antara hamba dengan Alloh itu terdapat hijab. yang tiada terbuka hijab itu kecuali dengan membaca sholawat.

      Sebagian Saudara kita mengambil kesimpulan yang fatal, memaknai sholawat dari akar bahasa: “Sholla – Yushollu – sholaawatan” yang artinya Do’a yang dengan tanpa berfikir panjang memasukkannya kedalam bab ibadah. sehingga implementasi dan metodologi Fiqih dimasukkannya dalam bab Ibadah. sehingga dengan gampangnya menghukumi bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

      inilah pemikiran dan metodologi pemahaman yang menyimpang hanya berdasarkan dzon (sangkaan) dan menyesatkan. alasannya tiada lain:

      1. Kajilah kembali Nash perintah sholawat:

      ” Innalloha wa Malaikatahu yusholluna ‘alan Nabi Yaa ayyuhalladzina aamanu shollu’ ‘alaihi wa sallimuu tasliman”

      apakah dalam ayat yang mulia lafadz yushollu akan anda ma’nai Alloh dan malaikat-Nya akan/sedang berdo’a pada Nabi? dan Alloh ‘Azza wa Jalla menyuruh orang2 yang beriman pada-Nya untuk berdo’a pada Nabi?

      dan kenapa Alloh SWT memakai lafadz Nabi dalam ayat tersebut? bukankah Nabi jumlahnya 313? bisa jadi yang dimaksudkan bersholawat untuk para Nabi walaupun lafadznya tidak jama’?

      2. Klo dalil Nash tersebut dima’nai Do’a dan dimasukkan dalam ibadah, berarti Alloh SWT dan malaikat-Nya beribadah pada Nabi? kita orang beriman juga disuruh beribadah pada Nabi?
      lalu kenapa dibilang syirik?

      3. Anda mencoba membangun inplementasi dengan metode Fiqih, ” menggolongkan Do’a dalam kategori Ibadah, tapi kenapa anda menyimpang dalam menghukumi bid’ah dengan para Fuqoha’?
      bukankah para fuqoha’ telah memasukkannya hukum bid’ah dalam hukum Ta’lifi, yang lima?
      kecuali anda tidak memahami metodologi para Fuqoha’!
      karna yang dihukumi bukan ajaran tetapi perbuatan. sehingga pemahaman yang dibangun dalam Fiqih adlh perbuatan yang menyalahi dan sejalan dengan Nash, bukan ajarannya! oleh sebab itu perbuatan itu dikatakan sah (diterima) dan batal (ditolak) dan tidak ada kata sesat dan neraka dalam fiqih!

      Ketahuilah Saudaraku
      yang dikehendaki dalam Nash (perintah sholawat) tersebut adalah penghormatan dan memulyakan Baginda Nabi Muhammad!
      Lafadz “Nabi” yang diletakkan Alloh dalam Nash tersebut adalah merupakan gelar yang sangat agung yang hanya diberikan Alloh pada Nabi Muhammad, dan tidak diberikan pada Nabi2 yang lain.

      menghukumi sholawat dalam kategori ibadah, menandakan kebodohannya dalam memahami Nash! karna yang berhak diibadahi adalah Alloh yang maha tinggi.

      karna Sholawat adalah bentuk penghormatan dan memulyakan Nabi. sholawat adlh sarana untuk mahabbah (cinta) pada baginda Nabi Muhammad.
      oleh sebab itu jangan heran jika kita jumpai banyak sholawat yang bersumber dari para sahabat dan Ulma’. Karna yang dikehendaki Nash adalah demikian.
      hal tersebut juga menjadi tanda bukti cinta mereka pada Nabi.

      Hati2lah saudaraku dengan faham2 Islam yang baru yang suka mencela para sahabat, para Ulama’ dan membid’ahkan serta menyesatkan sesama saudara muslim dengan mengatasnamakan Hadist Nabi yang sesungguhnya mereka tidak memahami hadist Nabi, karna Hatinya penuh kesombongan.

      Belajarlah Agama dengan Ahlinya. belajarlah Al-Qur’an dari Guru Alqur’an yang mempunyai sanad muttashil, begitu juga dengan Tafsir, Hadist, Fiqih, dan Akidah, balaghoh (Sastra).

      Belajarlah Akhlaq pada Ulama Tasawuf, karna mereka akan mengajarimu bagaimana akhlaq beribadah pada Alloh, pada Nabi, dan bergaul pada manusia. sesungguhnya mereka yang akan mengantarkanmu sampai pada Alloh.

      Janganlah anda belajar agama kepada buku karna anda akan tersesat dan mudah terombang-ambing oleh fatwa2 yang menyesatkan yang banyak memakai logika dan hawa nafsunya. walhasil anda ikut2tan membid’ahkan saudara sesama muslim.

      Tinggalkanlah sifat suka mencela, membid’ahkan, apalagi menghina, para sahabat yang mulia dan para Ulama’ yang ‘Arif, karna sifat2 tersebut bukanlah ajaran Nabi yang mulia.

      segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan.

      Belajarlah dari sejarah para Ulma’ ahli debat yang akhirnya bertobat.

      Dan telah ku baca sebagian besar isi artikel di Blog ini, isinya kebatilan, pencelaan, dan penghinaan, penyesatan dan pembid’ahan terhadap saudara2 sesama Muslim berdasarkan Nafsu dan akal dalam memahami Nash.

      apakah ini karakter yang mengklaim dirinya sebagai pengikut sunnah salafus sholih???????? (sunah mencela, sunah membid’ahkan, sunah menyesatkan)

      menghukumi sesuatu berdasarkan pemahaman Nash itu sah-sah saja, tapi memutlaqkan hukum tersebut hanya Hak Alloh SWT.

      • heri pekalongan

        Asalammualaikum,
        Trima kasih atas kritiknya, namun stelah dikaji dlm buku shifat sholat nabi (karya syaikh Al Albani) bhwa semua lafadz shalawat yg dibaca para sahabat nabi isinya TIDAK ada perbedaan signifikan dengan lafaz shalawat anjuran nabi saw. Dan perlu anda ketahui bhwa boleh manusia membuat shalawat sendiri, namun patut diperhatikan agar isinya tidak mengandung syirik/ berlebihan thdp nabi Saw.
        SILAHKAN ANDA BACA SENDIRI DAN BANDINGKAN DENGAN LAFAZ SHALAWAT NARIYAH.
        semoga bs difahami.

        Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

    • Karepmulah leeeee… saiki we omong shalawat nariyah bid’ah sesok we arep omong Tawassul bid’ah….. Rugi ngurusin orang kyk kamu… mending tak ngurusin ibadahku sendiri…. wes terserah kamu mau bunyi apa.. yg penting dah diingetin… dah diingetin ngeyel ya wessss…

      ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

      Dari artikel Tafsir Surat Al ‘Ashr: Membebaskan Diri Dari Kerugian — Muslim.Or.Id by null

  147. kalau mau jujur nih kita seharusnya berterimakasih pd yg menyampaikan ini tentang sholawat nariyah karena kita kebanyakan baca sholawat tapi tdk tau artinya. ngapain marah2 dibela mati2an kalau kenyataan ternyata bid’ah sementara sholawatnya rosul sendiri sdh ada dan pahalanya dijamin oleh Allah…. … kalau sholawat nariyah siapa yg menjamin ? apalagi didlmnya ada kata kata “: Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ” yang seharusnya ini semua hanya milik Allah …. itu saja renungkanlah saudaraku , meninggalkannya bukan berdosa tapi insya Allah dpt pahala

  148. masa bodo.. sakarepmu… mau shalawatan bid’ah lah.. tahlilan bid’ah lah.. yasinan haram lah… MASALAH BUAT LOH..??? kl gak suka gak usah lakuin itu smua.. beres kan !!!

  149. ini yang nulis masalah ini kunyukk……….orang tolol ngaku berilmu.goblok.apa dikira kamu lebih pinter dari ulama2 sekelas syekh jauhar balerante,atau sekelas K’H Hasyim asy’ari apa?koplok

    • jangan asal njeplax, ente lihat dulu, pahami,,,,, asbabun nuzulnya para ulama yang pinter sholawatan tu metode dakwah yang kebanyakan masyarakatnya waktu itu belum mengenal islam….

      nah sekarang zaman sudah canggih, informasi ke islaman yang benar2 murni bisa qt dapatkan dari segala macam media, internet, dll

      apa ente merasa lebih pinter dari rosulloh muhammad SAW???? wong rosululloh aja ga perbah mengajarkan demikian….

  150. pas ustadz , nanya dong, klo ceramah jumat pake bhs indonesia bid’ah nggak? kan gak pernah ada di jaman rosul…trus klo masalah syirik karena mengagungkan rosul, bagaimana pendapat pak ustadz tentang penghuni syurga yg bersujud kepada nabi adam?

    • Adapun Kutbah Jum’ah dgn Bhs Indonesia itu bid’ah hasanah (dalam arti Bid’ah Lughoh). Haltersebut tidak termasuk bid’ah Syari’ah. Sabda Nabi:
      “Man Ahdatsa Fi Amrina Hadza Maa Laisa minhu Fahuwa Rodun”
      yang dikehendaki dalam hadist tersebut adalah prinsip syari’at. Prinsyip syari’at dalam hal Kutbah menyampaikan nasehat agama, dan menyampaikannya dengan tujuan agar jama’ah memahami nasehat tersebut adalah yang dikehendaki.

      adapun mengagungkan Nabi sangat dianjurkan, bahkan Alloh sendiri menyebut baginda Nabi Sayyiduna Muhammad (semoga kita diakui umamatnya) dengan kata “Nabi” firman Alloh:
      “Innalloha wa Malaikatahu yu sholluna ‘alan “Nabi”….ila akhiri ayat.
      Kata Nabi adalah sebutan Gelar yang sangat Agung diberikan Alloh kepada kekasihnya Sayyiduna Muhammad. sebagimana Nabi Ibrahim mendapatkan gelar Kholilulloh, masih kalah agungnya dengan gelar Nabi itu sendiri.
      Alloh subhanahu Wa’atala tidak pernah membatasi masalah mengagungkan Nabi, bagaimana mungkin manusia dengan takaburnya tanpa dalil berani membatasi masalah mengagungkan Nabi, naudzubillahhi min dzalik. apalagi dengan menyangka hal tersebut adalah syirik, itu menandakan kedangkalan ilmunya dan akidahnya.

      Banyak orang bodoh berhujah dengan firman Alloh QS. Ar-Ra’d ayat14. untuk menyirikkan mengagungkan nabi. sehingga mereka berargumen tawasul kepada Nabi adalah syirik. Apakah tawasul berarti meminta Nabi? itu adalah sangkaan yang tidak memahami tawasul. tidak ada seorangpun orang Islam yang tawasul kepada Nabi atau para wali dengan memohon kepada Nabi atau wali. adapun tawasul tersebut adalah meminta pada Alloh dengan lantaran orang2 yang dicintai Alloh. Klo Alloh sudah cinta kepada hambanya pastilah apa yang dimintanya pasti dikabulkan. dan tawsul sudah tidak diragukan lagi banyak dilakukan sahabat2 Nabi. Ratusan hadist yang menjelaskan hal tersebut.

      Adapun masalah sujud kepada Sayyiduna Adam, dalam firman Alloh:
      “Waidz Qoola Robuka lil Malaaikatis Judu liaadama fasa jadu illa Iblis, aba was takbar…. ilaa akhiri ayat”
      yang dimaksud “sujud adalah hormat” ini adalah etika syari’at. karna syari’at juga menyuruh kita menghormati orang2 mulia, walidaini, para Nabi, Auliya’ dan Ulama’. jelaslah kalau kita memahami kandungan ayat ini, tidak punya Etika kepada para orang2 yang agung, kita tergolong orang yang takabur. Naudzubillahimindzalik.

      Makanya cukup saya katakan, kami tidak meragukan Dalil Nash yang yang anda bilang shohih, memang dalil itu shohih. tapi kami meragukan pemahaman anda tentang Nash itu sendiri. Karna anda memahami Nash berdasarkan hawa Nafsu dan jauh dari cahaya Alloh.

      Jika anda menjumpai Golongan yang suka membid’ahkan, menyesatkan, bahkan mengkafirkan sesama orang Islam, maka jauhilah dan tinggalkanlah Golongan tersebut. Karna Golongan tersebut jauh dari petunjuk Syari’at.

      Nabi SAW bersabda:

      “Siapa yang memanggil seorang dengan kalimat ‘Hai Kafir’, atau ‘musuh Allah’, padahal yang dikatakan itu tidak demikian, maka akan kembali pada dirinya sendiri”. Hadits riwayat Bukhori, Muslim

  151. Ketika Nabi dihina dengan dibuatnya gambar karikatur Nabi,maka seluruh kaum muslimin di dunia yg mencintai Nabi murka,dan ketika shalawat kpd Nabi juga yang sebagai bukti kecintaan dikatakan bid’ah,maka para pencinta Sholawat yg ketika dibacakan sholawat pada berlinang air mata karena sebab kecintaan dan kerinduan kpd Nabi yg mana disaat akhir hayat beliau tiada yg disebut selain “umati,…umati”,….maka tentu saja ini sangat menyakiti seluruh kaum muslimin yg mencintai sholawat,…….kini Saudi Arabia dikuasai oleh org2 wahabi yg membid’ahkan sholawat,dlm sejarah tidak pernah kedua tanah suci mekkah dan madinah di injak oleh orang kafir selain saat dipimpin negara Arab oleh org wahabi,yaitu saat Amerika menjadikan Saudi Arabia sebagai pangkalan militer saat menyerang Iraq yg mana Warga Iraq adalah kaum muslimin saudara kita,……..Agama bukan hanya sebatas wacana,….org yg bikin posting disini kayaknya memang sengaja ingin menyakiti kaum muslimin pencinta sholawat,……

  152. Sungguh aneh….di tempat lain mereka pada sibuk menanyakan mana sanadnya mana sanadnya, walaupun yg disampaikan adalah kebenaran…. giliran diminta sanadnya shalawat Nariyyah malah mencaci maki….Maka menjadi kewajibanlah bagi pendukung Shalawat Narriyah untuk membawakan haditsnya bahwa Shalawat Narriyah memang berasal dari zamannya Nabi…semata2 sebagai pertanggungjawaban ilmiah kalau tidak mau dikatakan berdusta atas nama Nabi…

  153. shalawat nariyah ternyata shalawat syirik ya? wah, ane masygul, ternyata ada shalawat yang disebut mengandung kesyirikan!
    ga setiap kalimat difahami secara harfiah, mas! la hawla wala quwwata illa billah

  154. Assalamu’alaikum wr wb

    Sblumnya mohon maaf kl ada kata yg salah. Setelah mmbaca artikel & komen2 saudara di atas sepertinya dpt di simpulkan kl tujuan kita smua adalah baik, yaitu untk menegakkan syariat islam. Islam adalah agama yg baik, slh 1 kebaikannya yaitu Islam adalah agama yg damai, begitu pula dgn jujungan kita Rasullah SAW, begitu santun dan bersahaja. Oleh krna itu perlu di ingat oleh kita smua untuk mencontoh sikap rasullah tersebut, terlebih dlm menegakkan agama islam, karna membawa nama Allah, Rasul & Islam, sebaiknya kita tidak mencampurkan kata2 yg tdk baik (spti yg sy baca pd beberapa komen di atas) bersamaan dgn nama2 tsb, walaupun mksud kita baik (mengingatkan).
    Hendaklah ini jgn di jadikan perdebatan, tp jadikanlah jajak pendapat yg baik yg dpt menambah iman & pengetahuan kita. Hormati pendapat org lain & tegurlah bila slh (dgn cara yg baik)

    wasalam….

  155. kita nanti akan lihat siapa yang masuk neraka…..dan siapa yang selamat…yang membidahkan dan mensyirikkan sholawat ini…atau…siapa…serahkan semua kepada ALLAH SWT

  156. Saya paling takut dengan yang namanya sirik.Dan sirik atau biad’ah bisa kita hindari dengan kejelian kita memahami arti,isi dan asal muasalnya.Dan bencana terbesar dalam keimanan kita adalah manakala kita terkalahkan oleh ego dan ujub kita sehingga bahan2 atau esensi yg menjernihkan justru malah memperkeruh.Buat sdr perdana akhmad,Terimakasih artikel anda,semakin meneguhkan saya agar saya terus berhati hati dalam menjalankan aqidah islam ini sacara kafah dan ihtisab.

  157. TD … Anda mungkin orang yg termasuk hebat … hebat dan luar biasa …. namun bila lebih hebat lagi bila anda menghargai hak dan privasi se”orang … mungkinkanh anda meneliti sendiri ? ato hanya browsing di internet saja ? ato bertanya pada guru anda ? guru anda juga menjawab kata guru saya, kata teman saya, kata nenek moyang saya ? wah g asli dunkz penelitiannx …. sumbernya kurang meyakinkan …. so, jangan sekali” anda mengatakan Bid’ah …. Astaghfirullah ….

  158. kata anda shalallahu’alaihi wa sallam hanyalah manusia biasa yang diberi kelebihan oleh Allah subhanahu Wata’ala dibanding manusia lainnya.ya jelas beda dong ibarat orang bodoh dan orang berilmu jelas bedanya apalagi gelar utusan alloh itu diberikan sang maha pencipta khusus untuk yang terpilih jangan jangan anda befikiran malaikat sama dengan jin makhluk yang tidak terlihat oleh kita cermati gelar yang diberikan alloh, kalau nabi dikatakan sama anda manusia biasa anda sendiri manusia apa

    • tata suherlan: Rasulullah adalah manusia seperti kita yang membutuhkan makan dan juga mengalami sakit, merasa suka dan duka. Beliau juga seorang hamba yang tidak memiliki kekuasaan pada dirinya untuk menolak segala kemudaratan atau kemanfaatan, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Dalam al-Qur’an Allah berfirman: “Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (al-A’raf: 188).

  159. kamu ini,,, jauh dari keturunan Nabi saja berani bilang tidak benar jika ini tidak benar Sholawat ini sudah hangus dari zaman dulu ,,, ternyata sampai sekarang masih lengkap tidak kurang titik komanya ,,, yang jelas ini sakti ,,, sampai cucu buyut kamu juga tetap ada Sholawat ini …. kamu tahu sendiri jika tidak percaya goib maka kamu sudah pasti tidak percaya sama ALLAH SWT ,,, hanya Nabi Muhammad SAW yang tahu rahasia ini ,,, emang nya kamu siapa ,,, keluarga Nabi saja tidak protes kamu yang jauh dari keluarga Nabi malah uring-uringan ,,, tahu diri dong

  160. Anyel anyel tak santet siji – siji ugh,,,
    Gur udur ra enek enteke,,
    Marai emosi,, sek nulis artikel iki barang, mancing” emosi. Islam po ra jane tho,,,,
    Genah” gusti Allah gawe umat islam dadi pirang” golongan tujuane ben saling menghargai
    Lha iki malah mancing emosi…
    tunggal”ane bani israil yo ngeneki, tekok wae ra enek enteke,,,,,,
    Jalok d santet po piye,,,,

  161. Astagfirullah ……
    yang salah ..yang tidak sholat…yang keliru…yang tidak membayar zakat…yang tidak membaca sholawat…yang tidak berhajji jika mampu..yang.tidak disenangi penyakit hati, ujub, riya, sombong,takabbur,ghozab, iri,dengki,merasa paling benar, tamak,rakus,korup,…..surga dan neraka itu HAK MILIK ALLAH biarkan lah yang HAK ALLAH yang menentukan, apakah kalian semua akan di tempatkan diantara salah satunya atau tidak ditempatkan diantara keduanya HAK Qudrat dan Irdat ALLAH…yang punya surga dan neraka saja ngak ribut…kok kalian saling ribut…rebutan surga neraka apalagi merasa paling benar diantara salah satunya….(kayak mbahmu aja yg bikin surga neraka xixixixixi….hehehehe)
    Cobalah bercermin sekarang saja banyak permasalahan Modern di depan mata…banyak yang buka situs bokep..17 thn xxx…video porno…apalagi anak smp sudah ehok2 di wilayah publc….ehok di sekolah…ehok di kebun..ehok di hotel..ehok di kost….ehok dikontrakan…ehok diwarnet….ehok..ehokk..ehokk..di mana-mana….
    dan yang bikin tulisan ini juga…apa tidak coba mengangkat permasalahan yang betul2 merusak generasi bangsa saat ini….merusak moral Agama yang nyata2 kelihatan di depan mata….banyak lhoooo (kemiskinan yang mendekati kekufuran…nafsu birahi…xxx merajalela….)
    and for all…..one more before ENNNDDD….
    setiap orang punya pendapat hargailah, setiap pendapat karna perbedaan adalah hikmah seperti kalian melihat sebungkus rokok dari atas, samping , depan, belakang tampilannnya berbeda begitu juga perspektif pemikiran juga berbeda-beda jadi jangan menghujat dan merasa benar sendiri ya….karena semua hakikatnya ingin menegakkan al-qur’an dan as-sunnah dan ini sdh berlangsung dari zaman Shahabat hingga saat ini ” hal ini adalah karena semangat qur’ani dalam diri setiap muslim yang mana “Allah Memberikan pengetahuan pada kalian semua” …”AKU Meniupkan RuhKu padamu” ….sehingga kalian mengetahui Al-Qur’an Tersurat dan tersirat……
    mari kita sama-sama Istigfar…ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM….ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM…ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM…ALLADZI LAILAHILLAHUWAL HAYYUL QOYYUM WAATUBU ILAHI…AMIN ALLAHUMMA AMIN

    wassallam

  162. Ambil jalan tengah tidak usah mengurusi amalan orang lain, yang tahu benar atau salah hanya Allah serahkan semua urusan pada Allah, bagi yang sudah mengamalkan suatu amalan silahkan kerjakan terus jgn ragu amalan itu salah atau benar, bid’ah atau tidak, yang penting kita berprasangka baik Kepada Allah, bahwa amalan yang kita kerjakan ini akan diterima oleh Allah. tidak usah ragu lagi berprasangka baiklah kepada Allah, ingat BERPRASANGKA BAIKLAH KEPADA ALLAH. teruskanlah amalan kalian jangan ragu, ragu-ragu itulah membuat kita salah dalam beramal. serahkan semuanya amal,kebaikan dan apapun yg kita kerjakan pada ALLAH

  163. Pinter ngaji ama yg beriman lbih utama mana???Smua hrs pke ilmu, lo cma karangan orang ngk jels jg jgn trs djadikan pdoman,dan dikuti bgtu sja,,bkankah sudah cukup yg diajarkan nabi,, jangan dtmbah” ato dkurangi.. Klo soal ibadah,, n klo maslh dunia kita lbih tau dri nabi,,krna msa dan eranya dah beda,, tpi klo soal agama dah ckup tu ajaran nbi ,,

  164. assalamualaikum wr wb.

    coba lihat sudut pandang ini (sambil ngopi ya, biar santai :-) ), very-very simple bin sederhana :
    sholawat kepada nabi Saw adalah wajib, Allah SWT yg memberi perintah. Dan seperti perintah Allah yang lain harus berlandaskan dalil, dicontohkan dan diajarkan Nabi Saw. Jadi tidak akan boleh berdasarkan saran (yang dianggap) ulama.
    Sederhana sekali skemanya, contoh:
    1. Allah memerintahkan sholat, diajarkan dan dicontohkan lewat Nabi, kita laksanakan.
    2. Allah memerintahkan sholawat, diajarkan dan dicontohkan lewat Nabi, kita laksanakan.
    Bukan :
    1. Allah memerintahkan sholat, diajarkan dan dicontohkan lewat Nabi, ditambahkan oleh (yang dianggap) ulama lalu kita laksanakan.
    Atau
    2. Allah memerintahkan sholawat, diajarkan dan dicontohkan lewat Nabi, ditambahkan oleh (yang dianggap) ulama lalu kita laksanakan.

    Kan kalo skema yang terakhir berarti “(yang dianggap) ulama” itu selevel nabi dong, mendapat wahyu juga dari Allah. Hal yang ga mungkin, karna wahyu sudah terputus sejak meninggalnya nabi Muhammad Saw.

    Tapi, sekali lagi bebas dah, udah pada dewasa.
    penulis sy rasa sekedar menggugurkan kewajiban : ngingetin saudara muslim aja.

    nb: buat penulis: judul tulisan ini agak syerem yah, saran; next time diperhalus, n diberi CATATAN: BAHWA YG DI KRITISI ITU RITUAL TAMBAHANNYA, BUKAN PELAKUNYA…

    waalaikumsalam wr wb.

    • Yup setuju sama rosatriani, dimana fenomena sholawatan seakarang hanya dijadikan ajang cari duit oleh oknum, kalo menurut saya sih acara sholawatan hanya seperti konser kasidah saja, dimana malah menghambur2kan uang untuk manggil pimpinan sholawat dengan nominal puluhan juta rupiah, bahkan dalam rekaman sholawat ada lirik bahasa indonesia yang berisi kata2 yang kurang pantas bila dijadikan satu dengan konser kasidah “ada orang bodoh ngomong tahlilan bid’ah” begitu bunyi dari liriknya, saya bisa mencarikan untuk sekedar contoh, insyaallah saya kirim ke email PA, sekali lagi bukan masalah sholawatnya, tapi masalan kegiatanya yang dianggap setara dengan kewajiban.mohon maaf apabila ada salah2 kata

  165. udaah laah tadz,, apa gak ad perkajaan laen lagi selain mencari-cari terussssss keslahan dan kkrangan orang lain, mentang-mentang sdah hafal 1000000 hadits sebgtu mudahnya menganggap orang salah, skrg sdah bnyak orang yang ahli ibadah tp gak sdikit pula yang matinya su’ul khotimah,, knp??? krn sdh mrasa mnjd tuhan

  166. mas huda, ayo-ayo berfikir sederhana, coba kita cek bacaan sholawat kita…
    kemungkinan besar (yg membaca nariyah) minimal menambahkan sayidina dalam bacaan sholawat.
    otomatis, SUDAH MERUBAH apa yg diajarkan Nabi SAW, karena dari semua bacaan sholawat yg diajarkan TIDAK ADA SATUPUN yg memakai sayidina.
    yang dinamakan pewaris para Nabi adalah MEWARISI bukan MENAMBAHKAN dan atau MERUBAH.
    jadi, patuh kita itu ditujukan kepada siapa? kepada Nabi SAW dengan ajarannya atau kepada ulama/syekh/guru yang merubah ajaran Nabi SAW.

    dan, cukup disini saja mas, pendekatan dalil sudah, pendekatan logika sudah.

  167. sy g pduli sjarahnya dr mana. inti/core bacaan tiap sholawat itu kan pada kalimat “shollalloohu ‘alaa muhammad” atw “alloohumma sholli ‘alaa muhammad” . slbihnya kan klimat rayuan/doa/pmanis.
    jdi bs sj klo ana buat soal, buatlah redaksi sholawat dengan mengisi titik2 (menghiasi core bacaan) dibawah ini:
    cth form : alloohumma sholli ……………….. ‘alaa ………………….. muhammad …………………..
    cth mdifikasi : alloohumma sholli sholaatan ‘alaa sayyidibni aadam muhammadin khoiril anaam
    anda bebas membwat form & mdifikasi sndiri, yg penting inti/core bacaan sholawatnya tetap ada.

    stiap orang berhak membuat redaksi sholawat sendiri, sperti halnya stiap org berhak mmbuat redaksi doa.
    msal sy berdoa ingin digampangkan dlm pekerjaan, trs ana kolaborasikan keinginan ana dengan sholawat jadi rangkaian doa:
    “alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin.sahlun bihaa ‘amalii”,

    jdi bleh sj kan klo ana bilang khasiat doa ini agar digampangkan ujian (note: stiap doa pasti dikabul) dibaca terserah sbnyaknya (note:Alloh suka hamba yg bnyak brdoa kpd-Nya). boleh jga d baca dgn blngan trtntu msal 1000x (note:batasan tdk brsfat wjib tpi agar istiqomah).trs utk kprluan identifikasi ana namain doa ini sholawat ‘amaliyyah. bebs kan.

    • ralat:
      jdi bleh sj kan klo ana bilang khasiat doa ini agar digampangkan PEKERJAAN (note: stiap doa pasti dikabul) dibaca terserah sbnyaknya (note:Alloh suka hamba yg bnyak brdoa kpd-Nya). boleh jga d baca dgn blngan trtntu msal 1000x (note:batasan tdk brsfat wjib tpi agar istiqomah).trs utk kprluan identifikasi ana namain doa ini sholawat ‘amaliyyah. bebs kan.

  168. ass.wr.wb. maaf saya numpang geser kata,biar tak berdebat lebih baik ambil positifnya saja …, bagi yang percaya akan sholawat nariyah silakan di amalkan, bagi yang merasa tidak percaya/bid’ah/merasa sholawat nariyah itu syirik lebih baik tidak usah mengamalkannya..dan mengamalkan menurut keyakinan nya masing-masing… TERIMAKASIH DAN MOHON MAAF:D

  169. mohon dibaca lagi artikelnya mas… diartikel itu ditulis bahwa salawat nariah adalah amalan seorang sahabat.. bukan amalan rasulullah jadi tidak bisa dikategorikan bid’ah, karena bid’ah adalah mengatakan suatu amalan rasullullah tetapi ternyata bukan…. tolong diperdalam lagi ilmunya mas

    • Jadi bingung ane solawat nariyah dikatakan amalan seorang sahabat !!
      Kalau yg dimaksud sahabat Rosul ini lagi-2 perkara yg diadaakan ..terus sahabat siapa ya bro

  170. tolong mas anda belajar dulu jngan bilang sedikit2 bid’ah,…bagi saya sholawat nariyah adalah wasilah atau mengagungkan allah swt perkara rizqi itu urusan allah kita cuma bisa berusaha dan berdoa.

  171. tolong mas anda belajar dulu jngan bilang sedikit2 bid’ah,…bagi saya sholawat nariyah adalah wasilah atau mengagungkan nabi muhammad saw perkara rizqi itu urusan allah kita cuma bisa berusaha dan berdoa.

  172. Membaca Sholawat adalah ibadah….
    Sedangkan asal hukum ibadah (Mahdoh/ghoer mahdoh) adalah “diam/haram”, sampai ada dalil (shohih) yang memerintahkannya.
    Tinggal cermati ajah apakah shalawat diatas ada atau tidak dalil yang memerintahkannya.

    • kita sepakati dulu doa & sholawat, keduanya adalah ibadah karena ada dalil yang memerintahkan.

      namun yg jadi permasalahan mengenai REDAKSINYA. apakah contoh rosul dalam redaksi doa maupun sholawat bersifat mewajibkan ?????

      dalam hal doa,
      walaupun rosulullooh saw menyontohkan banyak redaksi doa, bukankah kita diberi kebolehan untuk berdoa dengan redaksi kita sendiri ?????

      begitu pula sholawat,
      walaupun rosulullooh saw menyontohkan banyak redaksi sholawat, kita diberi kebolehan untuk bersholawat dengan redaksi kita dgn tambahan doa.

      sebagaimana yg dicontohkan nabi saw, intinya kan dalam redaksi sholawat nariyah di atas ada kalimat sholli atw sholla kmudian d tunjukan kepada nabi muhammad saw. adapun tambahan yang lainnya itu kan masuknya doa, dimana kita boleh membuat redaksi sendiri.

  173. pusing, yang nulis ilmunya ketinggan. ampun dj. intinya aja apa jgn muter2. ya / tidak ? itu saja
    agama bukan untuk diperdebatkan. mendingan ngurus dapur masing2 liur ahhh

  174. Alhamdulillah, khazanah ilmu saya bertambah, dan terima kasih mas atas pencerahannya, saya koq cocok kalo kata Bihi di rubah jadi Biha sesuai dengan ilmu kosa kata…sehingga apa yng dimaksud ber wasilah dengan Sholawat jadi tepat…….Semoga Semua yang ada di Forum ini di Beri curahan Rahmat Allah Swt dan kemuliaan karena gabung dalam majelis Ilmu, dan TETAP RAPATKAN BARISAN dan LURUSKAN SHAF……untuk berjuang menegakan kalimat LA ILA HA ILALLAH MUHAMMAD ROSULULLAH……………

  175. APAKAH SEMUA HADITS NABI TERTULIS ??????????,
    SY YAKIN ADA HADITS NABI YANG TIDAK BERBENTUK TULISAN, TAPI BERBENTUK AMALAN.
    KRN ITULAH STIAP AMALAN SYARIAT YANG BERSANAD YANG TURUN-TEMURUN DIAMALKAN DARI SETIAP GENERASI KE GENERASI, DAN SAMPAI KE GENEASI TERDAHULU DARI TABIUT TABIIN,TABIIN,SAHABAT,DST SY YAKIN ITU PERKARA YANG TERPUJI, WALAUPUN KITA BELUM MENEMUKAN HADITS TERTULISNYA.

    WALLOOHU A’LAMU BISHSHOWAAB

    • yg gak tertulis itu yg keabsahanya dipertanyakan jadi pake yg tertulis aja mas jangan yg tdk tertulis mustahil untuk dirunut riwayatnya nyampe ke nabi gak karena perawinya yg dekat dng nabi udah pada meninggal jadi kebenaranya patut dipertanyakan/dinyatakan dhoif. maaf bahkan orang sekelas sayapun berani mendoifkan hadist yg tdk diketahui/tdk tertulis hanya berdasarkan katanya2.

  176. Klo memang sholawat nariyah itu ada kbaikannya, tentu para sahabat nabi tlh mengamalkannya. Faktanya anda yg membela shalawat nariyah, tdk satu pun dr kalian yg membawakan hujjah (dalil) yg kuat ttg kbaikan sholawat nariyah ini. Meskipun satu hadistpun.

    • *kyai taufiq… ya wajarlah, sebab saudara2 kita itu adalah golongan:
      1. Ga peduli kalau suatu amalan (ritual) itu harus ada perintah dari Allah SWT dan contoh dari Nabi SAW.
      2. Ga percaya kalau Allah SWt sudah menyempurnakan dien ini, jadi merasa perlu ditambah dengan ritual baru.
      3. Lebih percaya sama guru/ulama/kebiasaan masyarakat dibanding dengan Nabi/Sahabat/kaum salaf yg sdh terbukti kekuatan imannya.
      4. Ga percaya kalau bid’ah itu adalah dosa yg paling disenagi iblis, karena pelakunya ga sadar kalau melakukan dosa.
      5. Bahkan untuk melegalkan ritual baru guru/ulama mereka ga segan2 menggunakan dalil palsu untuk melegalkan ritual tambahan tersebut: adhas.wordpress.com/2010/04/04/maulid-nabi-saw/

  177. Kita baca apapun kalo yakinnya terhadap yg kita baca bkn krn Allah itu jg syirik.apalagi kalo ikut majelis lalu berebutan cium tangan sm habib cm dgn pemikiran mencium tgn habib bs dpt berkah dan masuk surga..kasian dong org yang tinggal dluar jakarta,diluar jakarta tidak ada habib,habib cm ada di betawi..
    Tp yg berhak memasukkan k surga atau neraka itu Allah bkn manusia,,jd krg apik kalo manusia bs menilai masuk neraka atau surga,apalagi manusia jaman sekarang

    • setuju saudaraku. kita harus yakin bahwa yang memberikan manfaat dan mudhorot dari apa yang kita baca adalah Alloh.
      yang ingin saya tanyakan kepada Anda:
      1. bagaimana hukumnya kita mencium tangan orang yang lebih ‘alim atau lebih tua dari kita ?
      2. apa yang dimaksud dengan berkah ?
      3. apakah memang ada bukti di lapangan orang dengan pemikiran mencium tgn habib bs dpt berkah dan masuk surga. mohon disertakan buktinya agar ini tidak menjadi fitnah sesama muslim
      4. yang berhak memasukkan ke surga atw neraka itu Alloh. mohon tunjukan & buktikan siapakah manusia yang bs menilai masuk neraka atau surga ?????

  178. Bagi kita yang mau berfikir seharusnya sudah bisa memilah mana pendapat yg benar dan mana yang salah, silahkan dibaca dari awal, mana kelompok yang menggunakan kalimat2 nasehat, dan halus yang sesuai dengan apa yang di contohkan oleh Rosullullah dalam ber amar ma’ruf nahi mungkar dan mana kelompok yang menggunakan kalimat2 yang kotor dan kasar, demi membela kelompok dan keyakinannya secara membabi buta, apakah yang seperti ini yang sesuai dengan ajaran Rosullullah??? Silahkan berfikir wahai saudaraku..

    • setuju yaa akhii, siapapun yang mengingkari satu ayat saja dalam al-quran klow kburu mati dan ga tobat.maka tempatnya di neraka. dan ia murtad dari dinul islam
      “Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 217)

    • @abu syafiq
      yaa akhii, apakah redaksi sholawat yang terdapat dalam hadits bersifat membatasi, sehingga tidak boleh bagi kita membuat redaksi sendiri ?.
      kalau ana liat perilaku sahabat & ulama dalam memahami hadits tentang redaksi sholawat, mereka sepertinya memahami bahwa redaksi sholawat dalam hadits tidak bersifat membatasi.
      berikut redaksi sholawat beliau-beliau;
      shalawat Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Salamah al-Kindi yang dinukil dari kitab asy-Syifa’ karya al-Qadhi ‘Iyadh:
      اَللَّهُمَّ دَاحِىَ اْلمَدْحُوَّاتِ وَبَارِئَ اْلمَسْمُوْكَاتِ اِجْعَلْ شَرَائِفَ صَلَوَاتِكَ وَنَوَامِى بَرَكَاتِكَ وَرَأْفَةَ تَحَنُّنِكَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ اْلفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَاْلخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَاْلمُعْلِنِ اْلحَقَّ بِاْلحَقِّ وَالدَّامِغِ لِجَيْشَاتِ اْلأَبَاطِيْلِ كَمَا حُمِّلَ فَاضْطَلَعَ بِأَمْرِكَ لِطَاعَتِكَ مُسْتَوْفِزًا فِي مَرْضَاتِكَ وَاعِيًا لِوَحْيِكَ حَافِظًا لِعَهْدِكَ مَاضِيًا عَلَى نَفَاذِ أَمْرِكَ حَتَّى أَوْرَى قَبَسًا لِقَابِسٍ، آلاَءُ اللهِ تَصِلُ بِأَهْلِهِ أَسْبَابَهُ، بِهِ هُدِيَتِ اْلقُلُوْبُ بَعْدَ خَوْضَاتِ اْلفِتَنِ وَاْلإِثْمِ وَأَبْهَجَ مُوْضِحَاتِ اْلأَعْلاَمِ وَنَائِرَاتِ اْلأَحْكَامِ وَمُنِيْرَاتِ اْلإِسْلاَمِ فَهُوَ أَمِيْنُكَ اْلمَأْمُوْنُ وَخَازِنُ عِلْمِكَ اْلمَخْزُوْنِ وَشَهِيْدُكَ يَوْمَ الدِّيْنِ وَبَعِيْثُكَ نِعْمَةً وَرَسُوْلُكَ بِاْلحَقِّ رَحْمَةً اَللَّهُمَّ افْسَحْ لَهُ فِي عَدْنِكَ وَاَجْزِهِ مُضَاعَفَاتِ اْلخَيْرِ مِنْ فَضْلِكَ مُهَنَّئَاتٍ لَهُ غَيْرَ مُكَدَّرَاتٍ مِنْ فَوْزِ ثَوَابِكَ اْلمَحْلُوْلِ وَجَزِيْلِ عَطَائِكَ اْلمَعْلُوْلِ اَللَّهُمَّ أَعْلِ عَلَى بِنَاءِ النَّاسِ بِنَاءَهُ وَأَكْرِمْ مَثْوَاهُ لَدَيْكَ وَنُزُلَهُ وَأَتِمَّ لَهُ نُوْرَهُ وَأَجْزِهِ مِنِ ابْتِعَاثِكَ لَهُ مَقْبُوْلَُ الشَّهَادَةِ وَمَرْضِيَُّ الْمَقَالَةِ ذَا مَنْطِقٍ عَدْلٍ وَخُطَّةٍ فَصْلٍ وَبُرْهَانٍ عَظِيْمٍ

      Shalawat Abdullah bin Mas‘ud:
      وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَبَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ وَإِمَامِ اْلمُتَّقِيْنَ وَخَاتَمِ النَّبيِّيْنَ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ إِمَامِ اْلخَيْرِ وَرَسُولِ الرَّحْمَةِ اَللَّهُمَّ ابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَغْبِطُهُ فِيْهِ اْلأَوَّلُوْنَ وَاْلآخِرُوْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

      Shalawat yang diciptakan oleh Imam asy-Syafi’i:
      Yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bayan berikut: “Aku bermimpi bertemu Rasulallah. Aku bertanya kepada beliau: ‘Andai engkau memberi manfaat dengan sesuatu kepada putra paman engkau, asy-Syafi’i atau memberinya sesuatu secara khusus?!’ Rasulallah menjawab: ‘Ya, aku telah minta kepada rabb-ku untuk membebaskan hisab baginya.’ Kemudian aku kembali bertanya: ‘Dengan sebab apa?’ Rasulallah menjawab: ‘Karena dia bershalawat kepadaku dengan shalawat yang tidak ada yang menyamainya.’ Aku kembali bertanya: ‘Apakah shalawat tersebut?’ Rasulallah kembali menjawab: ‘Dia bershalawat berikut :
      اَللَّّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ اْلغَافِلُوْنَ

      Diceritakan dari Ibnu Abdil Hakam, beliau mengatakan: “Aku bermimpi bertemu dengan Imam asy-Syafi’i dan aku bertanya kepada beliau: ‘Apa yang sudah Allah lakukan kepada engkau?’ Asy-Syafi’i menjawab: ‘Allah telah memberi nikmat dan mengampuni dosa-dosaku serta aku bermalam pertama di dalam surga seperti halnya malam pertamanya sepasang pengantin dan disebar sesuatu di depanku seperti halnya disebar sesuatu di depan sepasang pengantin.’ Aku kembali bertanya: ’Dengan apa engkau mencapai kedudukan seperti itu?’ Beliau menjawab: ’Sebab aku bershalawat di dalam kitab ar-Risalah-ku berikut:
      وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَعَدَدَ مَا غَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ اْلغَافِلًُوْنَ
      Shalawat Imam asy-Syafi’i tersebut juga dicantumkan oleh Ibnu Qasim al-Ghazzi dalam kitabnya yang terkenal barakah, Fath al-Qarib al-Mujib syarah Abi Syuja’ dan juga dalam Ratib Tahlil.

      Sholawat Fatwa Tetap Kerajaan Arab Saudi (fatwa Wahhabi) dalam mukaddimah dokumen fatwanya:
      اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمًُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

      Sholawat Al-Albani dalam Majmu’ Fatawinya:
      وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى الرَّسُوْلِ اْلكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ الصَّادِقِ اْلاَمِيْنِ

      Sholawat Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawi Ibni Bazz:
      وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اْلأَمِيْنِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِيْنَ

      Dengan keterangan di atas, menyalahkan dan mencela pengamal shalawat Nariyyah (Taziyyah), al-Fatih dan Thibb al-Qulub dengan tuduhan bid’ah karena shalawat tersebut bukan datang dari Rasulallah adalah salah alamat. Sebab, berarti mereka mengatakan juga shahabat Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud dan ulama-ulama agung di atas merupakan ahli bid’ah yang sesat.

      • ya akhi.. tidak ada yang melarang redaksi sholawat yang bermacam macam tapi sudahkah antum membaca artikel diatas secara penuh? tidakkah antum lihat arti dari sholawat nariyah yang menyimpang? yang meminta kepada Rosullullah? BUkankah kita hanya boleh meminta HANYA kepda Allah? bukankan itu Syirik? Inna syirka la dhulmun adhiim… dan satu lagi ya akhi.. ritual membaca sholawat nariyah 4444 kali, adakah nash yang shahih yang menjelaskan tentang itu? dan janji janji pahala bagi yang menjalankannya? bukankah setiap muamalat itu pada dasarnya halal sampai datang larangan dan setiap ibadah itu ada dasarnya haram sampai datang perintah untuk mengerjakannya?

    • ya akhi.. tidak ada yang melarang redaksi sholawat yang bermacam macam tapi sudahkah antum membaca artikel diatas secara penuh? tidakkah antum lihat arti dari sholawat nariyah yang menyimpang? yang meminta kepada Rosullullah? BUkankah kita hanya boleh meminta HANYA kepda Allah? bukankan itu Syirik? Inna syirka la dhulmun adhiim… dan satu lagi ya akhi.. ritual membaca sholawat nariyah 4444 kali, adakah nash yang shahih yang menjelaskan tentang itu? dan janji janji pahala bagi yang menjalankannya? bukankah setiap muamalat itu pada dasarnya halal sampai datang larangan dan setiap ibadah itu ada dasarnya haram sampai datang perintah untuk mengerjakannya?

      yaa akhii ana sudah baca artikel diatas secara penuh.
      ana liat dalam redaksi sholawat di atas tidak ada kalimat permintaan kepada Rosulullooh SAW.
      justru permintaan ditujukan kepada Alloh (Alloohumma……).
      adapun mengenai kalimat Bihi….., haraf “BI” tersebut bermakna tawassul dengan …….., dimana ulama berselisih pendapat mengenai boleh tidaknya tawassul binnabi ba’da wafaatihi. ada yang mngtakan syirik & bukan syirik.

      ana sepakat syirik adalah kezaliman yg besar, tapi dalam menghukumi sebuah amalan itu syirik atau tidak ini perlu kehati-hatian.

      yang meyakini redaksi sholawat diatas bukan syirik krn yakin bolehnya tawassul binnabi ba’da wafatihi, silahkan amalkan sholawat tsb tapi jangan membatasi dengan bilangan tertentu dgn mngnggap blngan tsb disyariatkan. adapun jika membatasi dengan bilangan hanya untuk keistiqomahan/mudawwamah dalam beramal silahkan.

      adapun mengenai fadhilah sholawat, lebih aman jika kita berdalil dengan dalil2 sahih mengenai keumuman hadits keutamaan sholawat

      betul yaa akhii, ibadah itu harus ada dalil yang memerintahkan. dalil perintah sholawat sudah sarih dlm al-quran dan hadits sahih.

  179. Ane baca teks solawat ini:

    اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

    “Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

    Kemudian ane menjadi takut setelahnya membaca ini:

    قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
    “Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

    • pengamal sholawat nariyah meyakini bahwa kalimat “BI” dalam redaksi sholawat d atas adalah bermakna wasilah/tawassul. jadi ganti terjemahan “dengannya” menjadi “dengan wasilahnya”.

      • keyakinan itu hrs ada dalilnya, “pengamal sholawat nariyah meyakini bahwa kalimat “BI” dalam redaksi sholawat d atas adalah bermakna wasilah/tawassul” pertanyaanya yg membuat shalawat tersebut apa menjelaskan maksud kata “bi” sbgmana yang akhi maksud?

      • @didik mrican
        brdasarkan terjemahan antum, sholawat tsb memang bs jdi syirik:
        bihi=dengannya

        tpi, klo “bi” di artikan wasilah/tawasul/sababiyah, mk shlawat tsb tdk syirik:
        bihi:dengan wasilahnya atw dgn sbabnya (tawasul)

        ana bertanya kepada antum, apa dasarnya antum dlm mmaknai kata “bihi” hanya dengan mngrtikan “dengannya” ????.

        krn yg ana tau, makna BI dalam grammar bahasa arab (nahwu) itu krang lebih ada 13 makna:
        1. ilshooq
        2. ta’diyyah
        3. isti’aanah
        4. sababiyyah
        5. mushoohabah
        6. zhorfiyyah
        7. badal
        8. muqoobalah
        9. mujaawazah
        10. isti’laa
        11. tab’iidh
        12. qosam
        13. ghooyah
        salah menerjemahkan, menyebabkan salah pemaknaan, yg akhirnya bisa salah dalam menghukumi suatu amalan.

  180. maksudnya yg ini:

    hugusula05 berkata:
    “Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

    Kemudian ane menjadi takut setelahnya membaca ini:
    “Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

      • setuju ya akhi, klw yg diabca itu SHOLAWAT TERJEMAHAN antum mk bs jadi syirik

        tapi klw yg dbca shlawat tsb dlm bahasa aslinya (arab), mk myritas ulama memahami kata bihi dalam sholawat tersebut sbg tawasul. dan dlm hal tawasul ini ada prbdaan pndapat:
        1. syiriknya bertawasul kpd nabi saw setelah kewafatannya
        2. bolehnya bertawasul kepada nabi saw setelh kwftannya

      • Alloh berfirman kepada Nabi kita shalAllohu ‘alaihi wa sallam, “Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa disisiku gudang-gudang rezki Alloh, dan akupun tidak mengetahui hal yang ghaib”. (Al An’aam: 50).

      • dan perlu dipahami bahwa tawasul dengan nabi itu bukan berarti meminta kepada nabi. karena pemilik segala sesuatu itu adalah Alloh tabaaroka wata’aalaa. dan pemilik gudang rezeki adalah Alloh, dan yang mengetahui perkara ghaib adalah Alloh

  181. belajarlah dulu yg benar.seorang muslim tidak boleh sembarangan berucap hati hati.anda tanyakan sama para kyai tw mui jangan saling membid ‘ahkan

  182. Wahai saudara-saudaraku……yang seiman…..Amalkan saja sholawat Ibrahimiah………….yang sudah pasti ke tauhidtanya………ikuti kata hati yang paling murni dan suci niscaya kita akan bisa membedakan mana yang pantas ataupun tidak untuk diamalkan, lebih baik perbanyak ber zikir dari pada ber tawasul.

    • berdoa kepada Alloh dengan cara bertawasul dengan nabi saw adalah disyariatkan. bahkan dalam hadits yang sahih dinyatakan bahwa nabi adam ketika memohon ampun kepada Alloh swt, beliau bertawasul dengan nabi muhammad saw, padahal nabi saw belum dilahirkan. klow sblum beliau saw dilahirkan saja bertawasul itu boleh, apalagi setelah beliau saw dilahirkan.
      nabi muhammad saw pun dalam salah satu doanya bertawasul dengan nabi2 sebelum beliau saw.

      tidak ada satu ulama pun yang mengingkari disyariatkannya tawasul.

      banyak hadits lain yang menjadi dalil tawassul adalah sunnah Rasululloh saw, sebagaimana hadits yang dikeluarkan oleh Abu Nu’aim, Thabrani dan Ibn Hibban dalam shahihnya, bahwa ketika wafatnya Fathimah binti Asad (Bunda dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, dalam hadits itu disebutkan Rasul saw rebah/bersandar dikuburnya dan berdoa : “Allah Yang Menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Hidup tak akan mati, ampunilah dosa Ibuku Fathimah binti Asad, dan bimbinglah hujjah nya (pertanyaan di kubur), dan luaskanlah atasnya kuburnya, Demi Nabi Mu dan Demi para NabiMu sebelumku, Sungguh Engkau Maha Pengasih dari semua pemilik sifat kasih sayang.”,

      Maka jelas sudah dengan hadits ini pula bahwa Rasululloh saw bertawassul di kubur, kepada para Nabi yang telah wafat, untuk mendoakan Bibi beliau saw (Istri Abu Thalib). Demikian pula tawassul Sayyidina Umar bin Khattab ra. Beliau berdoa meminta hujan kepada Allah : Wahai Allah.. kami telah bertawassul dengan Nabi kami (saw) dan Engkau beri kami hujan, maka kini kami bertawassul dengan Paman beliau (saw) yang melihat beliau (saw), maka turunkanlah hujan..”. maka hujanpun turun. (Shahih Bukhari hadits no.963 dan hadits yang sama pada Shahih Bukhari hadits no.3508).

      baik dzikrulloh maupun tawasul adalah disyariatkan oleh Alloh swt, maka amalkanlah keduanya. jangan hanya mengamalkan yg satu tapi menafikan yg lain.

  183. bersholawat kepada Nabi. sholawat artinya memohon keselamatan. memohonkan keselamatan adalah do’a. bersholawat meski berisi do’a untuk Nabi meski Nabi sudah dijamin oleh Allah itulah tanda kecintaan kita kepada Nabi kita. sholawat pake bahasa indonesia juga boleh..semoga Allah memberikan keselamatan pada Nabi Muhammad utusan allah…tapi lebih enaknya pake bahasa arab tidak kepanjangan..pake bahasa apapun boleh soalnya nggak ada anjuran harus pake bahasa arab…kita aja yang berpikiran sempit

      • yang mengajak dengan santun, meluruskan dengan hati menegur dengan bijak, bukan menjudge dengan nafsu ke Akuan.

    • @yang fakir berkata:
      Mei 20, 2013 pada 7:11 am, mengajak dlm islam itu hrs sesuai dng Al-qur’an dan Alhadist, meluruskan dlm islam dng dalil yg kuat, menegur dng perkataan yg benar dan menjudge dengan hujah walaupun itu semua pahit dirasa tapi kalo kita menerima dng ketulusan hati insya Allah kita akan mendapatkan petunjuk dr Allah SWT, jgnlah kita menutup hati kita dr kebenaran sesungguhnya org kafir itu disebut kafir oleh Allah SWT krn mereka menutupi kebenaran ( kafir dari kata kafaro dan kafaro berarti menutupi). hendaklah jadi org yg tahu kalo dirinya tidak tahu dan mau diberitahu oleh yg tahu, dan yg maha tahu telah menurunkan hidayahnya ( kebenaran ) berupa Al-qur’an dan al-hadist jadi berpagang teguhlah kita pada keduanya itulah jalan yg lurus, kesimpulannya yg tdk sesuai dng keduanya berarti kita tdk berada dijalan yg lurus entah kita dijalan yg mana?

  184. kayknya kita musti belajar banyak sebelum menyimpulkan,,coba kalo kita mau pelajari syahadatnya para wali songo, pasti kita semua bilang bid’ah tapi apakah sederajat wali gak ngerti bid’ah sorry OOT.

  185. Begitu juga Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (H.R. al Bukhorí).

    Adapun bagaimanakah teks shalawat yang seharusnya, itu tidak ada ketentuan paten dan Rasulullah, karena shalawat ítu termasuk dalam golongan ibadah muthlaqoh ghoiru muqiyyadah(ritual bebas tak terikat). #Copas# Tribun lampung-kutua MUI lampung

  186. last but not least.
    buset panjang bgt cape bacanya ………
    jika aku rasul gimana caranya aku men-sholawati diriku sendiri ???
    untungnya aku cuma orang yang berusaha mengikutinya agar aku menemukan DIA . . . . .
    dan ternyata lebih mudah menggenggam bara ….
    bagaimana caranya negatakan kepada sesama muslim bagimu agamamu dan bagiku agamaku ….
    hadehhhhh ………
    sholalloh ‘ala muhammad, 4444X
    mohon tulisan sholwatnya di koreksi cos aku ga bisa nulisnya dalam bhs indonesia.

    Binyax XXX

  187. Kalo ragu mending cari aman aja. Skrg cuma banyak2 baca sholawat yg sesuai hadits yg shahih aja. Ngapain panjang2 kalo ternyata ga bener, toh yg penting keikhlasan hati qta utk membacanya. Allah SWT ga akan meremehkan qta hanya krn membaca sholawat yg pendek. Peace! :D

  188. hati-hati , dengan propaganda kaum Wahabie , dengan segala logica mereka coba untuk men-jauhkan kaum Muslin dari Ittiba’ kepada Rosullulah … karakter kaum Wahabie sama dengan karakter kaum Yahudi : serang dari satu sisi untuk sembunyi-kan maksud ter-selubung , serang NU untuk meng-angkat pamor organisasi massa Islam di luar NU … hati-hati dengan Kaum Wahabie , karena Kaum Wahabie di-didik di Inggris oleh Kaum Oriental-ism Yahudi untuk hancurkan Islam ( NU ) dari dalam ….

  189. acuan Fikih Kaum NU adalah Sayyid ( dari Ahlul Bait ) keturunan Fatimah Az Zahro , bukan Ulama Wahabie , yang di-didik dengan Konsep Barat ( Yahudi ) …. Jangan sampai kita di-nilai , dari luar tampak Islam , dari dalam ber-watak Yahudie

  190. Astagfirullah..
    Sholawatan malah dibilang bid’ah jeh..
    Atas dasar apa kamu memvonis orang yang ingin mengingat-ingat rasulnya,serta mengagungkan rasulnya,eh malah kamu bilang bid’ah,serta dibilang tidak baik.. Malah yang saya simpulkan dari artikel kamu,eh dibilang syirik jeh..
    Kamu bilang asal usulnya ga jelas???hehe..
    Coba kamu liat TUJUANNYA,NIATNYA,KEIKHLASANNYA syaikh Nariyah dalam memulyakan junjungan kita,rasul kita,nabi besar MUHAMMAD SAW.
    Meski dalam fikiran kamu sholawat adalah bid’ah,sesungguhnya jika sholawat ini adalah bid’ah seperti yang KAMU FIKIRKAN!!!,maka sholawat nariyah tergolong bid’ah hasanah,yaitu kebaikan,kamu ga mau tah mengikuti kebaikan? Apalah kamu bilang semua itu bid’ah,bid’ah,dan bid’ah???kalo lo ga pengen bid’ah,jangan nonton tv,jangan naik sepeda fixie,jangan makan kentucky,jangan fb an,jangan internetan,jangan naik mobil,naek onta aje lo sono.. ,karena semua itu bid’ah.. (tidak ada pada zaman nabi).. Harusnya kita dapat mem filter sesuatu.. Termasuk bid’ah yang lu sebut-sebut.. Bedain coba mana bid’ah hasanah dan dlolalah.. Bid’ah mulu yang lu sebut-sebut.. Ziarah kubur bid’ah,sholawatan bid’ah,sekali lagi lu ngomong BID’AH,mati aja sono.. Karena lu tu juga bid’ah.. (ga da pada zaman nabi) emang lu idup pada zaman nabi???
    Lu renungin tu baek baek..
    Wassalam..

  191. jalan terbaik adalah shallat istikhoroh, minta petunjuk kepada ALLAH S.W.T
    APAKAH boleh mengamalkan sholawat nariyah atau tidak
    ketimbang berdebat dengan segala dalil dalil yg dipaparkan baik yg pro dan kontra TP GAK ADA HABISNYA….
    gitu aja kok repot….
    langsung minta petunjuk kepaDA sang pencipta… udah gak usah berdebat lagi
    kebenaran hanya milik ALLAH S.W.T

  192. Mas bro…
    Islam itu di hati,, islam itu satu tujuan menyembah allah swt,, dan hanya kepadaNya lah kita akan kembali..
    Klo ente ngrasa sholawat nariyah itu bid’ah ya gg usah di amalin n gg usah dijabarin kayak ente kurang kerjaan aje … Gitu aja kok susah,, kayak org susah aja sih loe!!!

  193. TD@ saya hanya menyarankan kepada anda : sebaiknya jangan anda pelajari Al-Quran dan hadist hanya untuk sekedar men’salah’kan kelompok lainnya.
    Sementara kelompok lain (pengamal Solawat Nariyah) itu punya sandaran hukum (Al-Quran+hadist) juga.
    Sebaiknya Anda alihkan ilmu anda yang hebat untuk mempelajari Al-Quran+Hadist untuk kemajuan umat dunia, dengan demikian nantinya umat islam menjadi umat yang maju dan dihormati bukan umat yang dikenal suka bertengkar antar sesama, teror dan saling bakar.
    Saya yakin dengan ijin Allah anda akan menemukan ilmu pengetahuan yang baru.
    Bukankah semua ilmu pengetahuan manusia baik yang sudah ada maupun yang belum diketahui semua berasal dari Allah di Al-Quran ?.
    Janganlah anda ungkapkan di media publik ini, hal-hal sensitif di kalangan umat islam. Karena hal ini akan menimbulkan perpecahan dikalangan umat.
    Coba dengan mendalami Al-Quran, anda temukan misalnya sumber energi baru atau hal lain yang lebih bermanfaat untuk umat Islam.
    Coba anda renungkan, siapa yang merasa menang dengan perselisihan ini ? .
    Saya kira yang menang kaum Zionis Yahudi dengan skenario besarnya.
    Demikian urun rembug dari ku yang bodoh, semoga bermanfaat.

  194. Syeitan dan PARA PENGIKUT langkah syeitan memang berhobi NGEYEL!!! Sudsh jelas diterjemahkan artinya masih dieyel!!! Begitu itu manakala sudah keracunan NAR (Neraka/api). Nariyah kok dilafadzkan 4444x terus dikemanakan shalat fardlumu??? Seminggu ngendon sembunyi di kamar haram terima tamu! Ajaran SYETAN!!! Masih dieyel lagi!!! Astaghfieullah. Makanya ketika NGAJI berupaya secara maksimal MEMAHAMI maknanya, artinya MENTADABURInya. Biar nggak kaya burung beo…..

    Semoga Allah SWT memberi para tukang ngeyel itu petunjuk dan hidayah. Amin. Sebelum dikafani rek!!!
    Salam — tjoaginsing (Cari dgn Google dll)

  195. Saya bukan pengikut Qur’an Only atau pun pengikut “Submitters” (cari dgn Google dll). Tapi saya baca di sana penjelasan yg MASUK AKAL (Orang beerakal dan lebih penting dgn HidayahNya. sanghat dimuliakan Allah SWT) menyangkut Allah dan Malaikat bersalawat kepada Nabi….
    Yang menulis hal itu mampu berbahasa Arab 100 persen benar! Diterangkan, bahwa Bersalawat kepada Nabi, artinya kerika beliau MASIH ADA/HIDUP berjuang barjihat vs KAFIRUN/Munafik/Munafikin. Artinya bersalawat menurut pengkajinya itu, adalah MENDUKUNG/MEMBANTU/MENOLONG Nabi saw!!! Jadi bukan bertetiak-teriak MELANTUNKAN/MELAFADZKAN salawat kepada Nabi seperti yg banyak dilakukan orsng di berbagai masjid/mushola.

    Kan aneh, MALAIKAT dan Rabb kita berteriak-teriak “bersalawat” padahal artinya mendukumng/membantu/menolong menurut kajian itu. Ya kalau kita ngaku Muslim dan mencintai beliau saw, konsekuensinya kita WAJIB membantu ALMARHUM Rasululllah MELESTARIKAN SHAHIH SUNNAH belua saw! Titik. Buykan malah menjadi org2 yg INKAR Sunnah, gemar syirik!!! Contohnya, manggil2 para JIN edan kanthir! Minta2 tolong kpd para JIN bodoh!

  196. bid’ah di akhir zaman ibarat semut berjalan di atas batu hitam…tak terasa dan tak terlihat
    sebaik baiknya dan sebenar benarnya shalawat adalah shalawat yg kite baca di dalam takhhyat sholat kite brow!!…kalo shalawat nariyah dipake cuman bwt mengingat Alloh doang sih ga apa2,apalagi dikasih musik bwt lagu religi,kan jadi makin enak….seeep dah!

  197. SHOLAWAT DI BILANG BID’AH,,,,,,,, HARAAAMMMM,,,, SESAAATTT,,,,, MASUK NERAKAAA,,,,,

    KALO KONSER MUSIK????? ACARA TELEVISI????? GAK PERNAH DI BID’AHKAN,,, GAK PERNAH DIPERANGI OLEH ORANG2 YANG MENGAKU SEBAGAI PEMUSNAH BID’AH.

    KUMAHA IYEU???

  198. ni orang kyak nya ga tau soal wasilah,, jgn” ga pernah tau soal dzikir.. ente paham syafa’at ga?
    para mentri aja klo mau ketemu presiden aja harus ada aturan maennya biar cepet ketemu. Lah ini mendoakan Nabi Muhammad kok di katakan syirik..
    kyk nya belajar ilmu agama cuma dr buku aja ya bos..??

  199. Apapun kebaikan halal hukumnya. Yg haram adalah melarang orang melakukan kebaikan yg tidak merugikan agama dan beragama( anda sangat hebbat terutaama dalam hal kritik ) saran untuk anda berlombah2lah ddengan kepandaian anda untuk membuat terobosan2 Apapun Apapun kebaikan halal hukumnya. Yg haram adalah melarang orang melakukan kebaikan yg tidak merugikan agama dan beragama( anda sangat hebbat terutaama dalam hal kritik ) saran untuk anda berlombah2lah ddengan kepandaian anda untuk membuat terobosan2 Apapun keb

  200. Ga’ ada shalawat yang Bid’ah dan Syirik…Dan Didalam Shalwat Kita selalu Meminta dan Mengutamakan Pertolongan Allah Azza Wa jalla….

  201. orang yg menulis artikel ini saya jamin hidup nya tdk akan lama lg dan dia akan menemukan nasib kematian yang jelek dengan mati yg mengenaskan alloooohuakbar semangat jihat berkobar kembali

  202. indahnya perbedaan,… kita harus syukuri perbedaan ini dgn segenap jiwa yg damai, krn cinta ada dijiwa jiwa yg damai. yg ke masjid silahkan, ke greja silahkan, kepure silahkan, ke mbah subur silahkan, semua milik Alloh, kita hanya wayang, apa kata dalang

  203. betul tuh fidya kamarani….tapi kok bisa baca Al Qur’an ya…??? padahal sebelumnya AlQur’an itu tidak bisa dibaca oleh orang luar arab, tapi melalui jasa para waliyullah kita bisa baca Al Quran, kalo gitu fidya pasti hidup sejak jaman sahabat sampai sekarang??? wah sip dah ( ma’af bukan nyindir lho :D )

  204. @TD
    Nih Bung ayatnya tentang KACAUNYA kaum MAYORITAS/”orang2 kebanyakan”:
    “Dan jika kamu menuruti kebanyakan (mayoritas) orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan diri kamu

    dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap

    Allah)”. (QS. Al-An’am, 6:116)

  205. smoga Allah memberi hidayah kepada yg punya blog ini…. pesen ana kalo belajar jgn sma guru”an ato ga dri syaiton(ga ada gurunya) menggunahan pemahaman sendiri…. belajarlah dengan ulama pewaris para nabi(Aulia Allah) ato ga guru” yg mempunyai rantai emas sampai ke Rasulullah (s) biar ga pake paham sendiri nyesat”in orang, fitnah orang…

  206. bismillah
    pendapat saya ,kalau bersholawat kepada rosululuoh adalah mendoakan untuk kebaikan rosululoh dan keluaganya ,yang sudah jelas rosul dan para shabatnya pasti selamat sesuai banyak hadis yang shahih,yang pada akhirnya rosululoh akan memberikan safaatnya untuk kita yang bersholawat,seharusnya orang yang bersholawat itu orang yang sangat mencintai rosulnya maka ia akan mengikuti semua sunah yang di kerjakan beliau ,dan bersama kaum muslimin menjaga keaslian hadist hadist beliau,cobalah murnikan hati ,mantapkan hati bahwa yang lurus harus tetap di katakan lurus ,kalau memang sebuah hadis memang tidak ada sanadnya atau dolalah ya udah jangan di belain terus,ingat murka alloh swt tidak main main kerasnya ,memang iya kalau sudah berkaitan dengan teknis di lapangan akan sangat sulit ,apalagi kalau hubunganya dengan mata pencaharian, nama .title ,kekuasana dsb ,tapi barang siapa meninggalkan keburukan karena alloh maka alloh akan menggantinya dengan lebih baik(taqwa),lagian jaman rosul secara akal mana sempet sih sholawat sampai 4444 kali manabacaanya panjang lagi ,kan masih jaman perang ,memperbaiki ,merekuntruksi,menyebar dakwah ke seluruh dunia,mencatat ayat dan hadist pokoknya banyak pekerjaan yang harus di kerjakan ,kan harus imbang antara ibadah ,kerja,istirahat,keluarga,belajar,pas lagi sibuk kaya gitu aneh banget kan kalau ada yang rame rame nyanyi di masjid gitu mana kadang gak tau arti dari kata katanya ,subahanaloh

  207. seorang anak manusia yang memohon, meminta, berdo’a langsung kepada Allah, maka dia lah yang syirik..!! dan do’anya PASTI tertolak (sama halnya ia menyamakan dirinya dengan Allah, sementara Allah bukanlah makhluk, dan itu sudah jelas..!! tiada satu pun insan/ makhluk/ apapun di dunia ini mampu memohon langsung kepada Allah kecuali Dia-lah Diri Sendiri Yang Menghendaki, makhluk hanya mampu meminta kepada sesama makhluk, bukan Allah sang pencipta yang maha suci).
    Nabi Adam As memohon ampun kepada Allah selama 300 tahun tidak terampuni dosanya kecuali setelah menyebutkan nama Nabi Muhammad Saw. ketahuilah, sebelum anak adam mempromosikan memyebut-nyebut mengagungkan Nabi Muhammad Saw di muka bumi ini, Allah sudah mempromosikan nama Muhammad Saw di alam arsy yang di sandingkan dengan nama-Nya, bahkan sebelum jasad Nabi Muhammad Saw dilahirkan.

    sholla, sholli, shollu itulah sholawat, selebihnya adalah rangkuman do’a dan kata mutiara yang mungkin masih belum pantas untuk mengagungkan Nabi Muhammad Saw, akan tetapi, setidaknya ulama’ terdahulu telah berusaha sebaik mungkin untuk merangkai do’a-do’a dan kata mutiara yang di padukan dengan sholawat, terutama untuk sholawat ghoiru ma’tsuroh.

    sudah jelas..!! makhluk hanya mampu meminta kepada makhluk, jika memang do’a itu terkabul tanpa perantara, mengapakah Allah menciptakan malaikat??
    mengapa Allah menciptakan nabi??
    mengapakah tidak di islamkan saja semua manusia sejagad ini??
    mengapa ada surga dan neraka??
    sesuatu apapun melalui perantara, jika tanpa perantara bisa terjadi, berarti dia adalah Allah..!!

    memangnya Allah itu sama kayak bapak lu apa?? kalau lu minta ama bapak lu itu wajar, lu bisa liat, lu bisa berkomunikasi langsung, lu bisa bersentuhan, karena lu ama bapak lu sama-sama manusia (makhluk) yang udah saling kenal, nah lu sekarang mohon ama Allah langsung, emangnya lu siapa?? lu kenal Allah juga enggak??

    • sekarep wez: komentar orang yang tdk punya dasar hukum syari’at ya kayak kamu. hablumminalloh kok diartikan sak karep e pikiran dewe, ck ck ck ck

  208. Aku seorang makhluk yang hina,dan Alloh Tuhanku,Tuhan seluruh alam ini,,yang maha tau atas segala sesuatu,,Ya Allah, meski aq hina di dunia tapi aq gak mau hina di akherat,,,Amiiin,Subhanallah 33x alhamdulilah 33x,Allohuakbar 33x,,Laailaahaillalloh 33x,,,,,,,

  209. Tergatung dari kyakinan masing2 bagiku mengamalkan sholawat bukan termasuk bid’ah,sholawat yg ada 2000 thn sblum di jdikn nbi adam yaitu
    صلى الله على محمر

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout</