TEKHNIK PAMUNGKAS UNTUK MENYEMBELIH/EKSEKUSI JIN JAHAT

Saya sebetulnya agak khawatir jika tekhik ini saya tampilkan di blog sebab dampaknya bisa menjadi pro dan kontra dan bisa disalah gunakan untuk “memudahkan” urusan peruqyah “amatir” yang ga mau repot untuk main pancung saja terhadap jin-jin pengganggu yang masuk kedalam tubuh pasien. Padahal pada diri-diri jin tersebut mereka punya hak untuk mendapatkan da’wah islamiyah bahkan ada beberapa dikalangan jin mereka dipaksa rajanya untuk menyakiti manusia dan ada beberapa diantara mereka ga bisa keluar karena diikat oleh tukang sihir atau raja mereka hingga mau tidak mau mereka terpaksa untuk tunduk. Maka jika kita main eksekusi saja tanpa kita da’wahi dan diberi kesempatan untuk bertaubat maka tentunya  kita telah membunuh mereka tanpa sebab yang dibenarkan oleh syari’at dan ini merupakan bentuk kesesatan yang nyata dan termasuk dosa besar!

Kepada ustadz Abi dari cirebon yang sedang menangani kasus besar berhadapan dengan raja jin dalam ruqyahnya saya persembahkan artikel ini semoga bisa menjadi ilmu buat umat islam seluruhnya.

Sandaran hukum membunuh jin :

Dari Abu Said al-Khudri r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:”Sesungguhnya di Madinah terdapat sekelompok jin yang telah Islam. Maka barang siapa yang telah melihat jin-jin ini, beri izinlah dia tinggal selama tiga hari. Jika sesudah tiga hari telah diperingatkan supaya pergi, tetapi dia masih kelihatan, bunuhlah. Karena itu adalah syaitan.”(Muslim) dari hadits ini kita diperbolehkan untuk membunuh jin tentunya dengan alasan yang diperbolehkan oleh syara’
Sandaran Hukum menggesekkan tangan/dengan alat untuk menyakiti/membunuh jin
Penggunaan sarana benda seperti tangan atau alat untuk menyiksa/mengusir ada sangat banyak berikut ini bberapa hadits yang berkenaan:
1. Dengan usapan/gesekan tangan
Dari Aisyah ra berkata : “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah peniup untuk dirinya dalam keadaan sakit menjelang wafatnya dengan bacaan Al Mu’awwidzat, surat Al Ikhlash dan Al Mu’awwidzatain. Maka ketika beliau kritis, akulah yang meniupkan bacaan itu dan aku usapkan kedua tangannya ke tubuhnya karena keberkahan tangannya.”  (HR. Bukhari, Muslim)
2. Dengan menempelkan tangan
Diriwayatkan dari ‘Utsman ibn Abi al-‘Ash ats-Tsaqafi mengenai terapy ruqyah untuk mengobati penyakit fisik bahwa ia berkata,”Aku telah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan sebuah penyakit yang hampir saja membinasakanku. Maka beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, ”letakkanlah tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu bacakanlah:“Dengan nama Allah (7kali) aku berlindung kepada Allah dan kodrat-Nya dari kejahatan berbagai penyakit, baik penyakit yang sedang menimpaku maupun yang akan datang.”‘Utsman ibn Abi al-Ash melanjutkan,”Maka aku amalkan petunjuk Rasulullah tersebut sehingga Allah SWT menghilangkan penyakit itu dariku.
3. Dengan pukulan/tepukan
Dari Mathar bin Abdur Rahman, ia berkata: “Telah diceritakan kepadaku ummu Abbad dari bapaknya bahwa kakeknya Az-Zari pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa anaknya yang gila, diceritakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul punggung anak itu seraya berkata ”Keluarlah hai musuh Allah” Kemudian anak itu menatap dengan pandangan yg sehat tidak seperti sebelumnya.”
Bahkan Imam Ahmad bin Hambal menggunakan terompahnya untuk memukul jin jika tidak mau keluar juga Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah dalam meruqyah menggunakan rotan untuk memukuli jin yang menyurupi seseorang.
dari contoh riwayat diatas maka menggunakan gesekan, tepukan, pukulan, tekanan dengan benda tertentu (seperti tangan/alat lainnya) adalah diperbolehkan olah syari’at dan tentunya harus dibarengi dengan doa kita pada Allah dengan doa yang disyari’ahkan. Maka jika dihubungkan dengan teknik sembelihan dengan menggesekkan tangan/ alat lain ke leher pasien 100% ada sandaran haditsnya, apapun treatmen yang kita lakukan kita boleh menggesekkan tangan/benda lain seperti besi keberbagai sudut tubuh pasien seperti dada, punggung, bahkan leher diperbolehkan dalam meruqyah.
tekhnik Pancungan /sembelihan ini awalnya saya pelajari dari Ustadz Fadlan lalu saya kembangkan sendiri dengan tekhnik yang lebih sempurna ditambah lagi saya banyak dapat ilmu dari Ustadz Abdul Madjid dari Akademi Rawatan Islam Nur Ehsan (Akrine) di Malaysia dalam penyempurnaan tekhnik sembelihan ini.
Tingkat keberhasilan tekhnik ini mencapai 80 % dlam membunuh jin pengganggu tentunya dengan izin Allah, adapun kegagalan tekhnik sembelehan ini selain dikarenakan belum ajalnya juga dikarenakan adanya shield/tameng yang dikenakan pada tubuh jin tersebut biasanya dari besi atau kulit hewan (dari alamnya) selain itu kegagalan tekhik ini jika jinnya kabur duluan atau belum dilemahkan dengan bacaan ruqyah pendahuluan.
Adapun tekhniknya adalah :
1. Lemahkan dahulu jin yang berada dalam tubuh pasien dengan membacakan ayat-ayat ruqyah pembakar jin/pemusnah sihir
2. Hancurkan pelindung leher jin dengan membacakan surat Al-hasyr 21 berulangkali dengan memutarkan ujung jari-jari tangan menempel pada leher berlawanan dengan jarum jam dengan niat menghancurkan shield/tameng pada leher jin melalui perantara leher pasien, lalu tiup leher pasien dengan juga niat menghilangkan sisa-sisa shield yang sudah kita hancurkan.
3. baca shalawat nabi 3 x lalu niatkan dalam hati untuk menyembelih jin tersbut dengan perantaraan leher pasien
4. a. tekhnik “Pedang” ayat Kursi (nama ini saya buat sendiri agar lebih enak membedakannya  v(^_^)v nama ini tidak falid bisa diubah-ubah semau kita aja)
bacalah ayat kursi 1-3 kali lalu hembuskan ketangan dengan niat dan visualisasikan pisau tangan kita berubah jadi pedang yang sangat tajam dialam jin. Lalu gesekkan pisau telapak tangan kita keleher pasien sembari membaca “yasiin” berulangkali atau baca ” kaaf ha ya aiin soood” (QS.Maryam 1) niatkan waktu menggesekkan leher jin tergorok hingga putus karena pedang tangan kita. bisa ditambah Al-Anfaal 17 .bacaannya :
falam taqtuluuhum walaakinnallaaha qatalahum (Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka)
b. tekhnik “Pedang” ………… (silahkan buat sendiri)
bacalah doa  ini Allahumma Inna Naj’aluka Fi Nuhurihim, Wa Na’udzubika min Syururihim 7 x hembuskan ketangan lalu niat dan visualisasikan pisau tangan kita berubah jadi pedang yang sangat tajam dialam jin. Lalu gesekkan pisau telapak tangan kita keleher pasien sembari membaca “yasiin” berulangkali atau baca ” kaaf ha ya aiin soood” (QS.Maryam 1) niatkan waktu menggesekkan leher jin tergorok hingga putus karena pedang tangan kita. bisa ditambah Al-Anfaal 17 .bacaannya :

falam taqtuluuhum walaakinnallaaha qatalahum (Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka)
dalilnya :

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya dan juga diriwayatkan oleh An Nasa’ie dalam As Sunanul Kubra. Al Imam An Nawawi menshahihkan riwayat ini. Dalam riwayat tersebut diceritakan, bahwa Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu anhu meriwayatkan : Bahwa Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bila takut dari kejahatan suatu kaum maka beliau berdo’a dengan lafadl berikut ini :

اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

Allahumma Inna Naj’aluka Fi Nuhurihim, Wa Na’udzubika min Syururihim

“Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya) dan aku berlindung dari keburukan mereka.“
Alhamdulillah video  dibawah ini berisi rekaman Ustadz fadlan yang mengajarkan kita sedikit (saya bilang sedikit sebab yang dijelaskan beliau adalah tekhnik ruqyah tingkat dasar) tekhnik ruqyah dan ada bagian beliau menjelaskan tekhnik “sembelihan”pada menit ke 28 :
Bacakan ayat “pedang” pada telapak tangan
arahkan “pisau” tangan kita keleher pasien dengan niat untuk menyembelih jin melalui media leher pasien
Gesekkan “pisau” tangan ke seluruh bagian leher pasien
c. Tekhnik “Pedang” Dzulfikar

tekhnik ini masih kontroversial, saya cuma sekali menggunakannya ketika saya berhadapan dengan sihir kelas berat yang berasal dari padang “Gasing tengkorak” namun saya memutuskan untuk menunda menggunakannya lagi sebelum saya benar-benar mendapatkan penjelasan akan keabsahan penggunaannya dari para ulama salaf. ketika menggunakan pedang ini tangan saya bergetar dengan kerasnya dan ketika saya hantamkan kekepala pasien, pasien langsung muntah dan sayapun ikut-ikutan muntah juga (baru kali itu saya dan pasien sama-sama muntah serempak lagi :D sampe sekarangpun saya masih bingung kok bisa muntah juga)!
Dikalangan peruqyah tekhnik ini masih kontrofersial ada yang memperbolehkan dan ada yang mengatakan mengandung syubhat yang harus dihindari. dan saya memilih untuk tidak mengunakannya lagi.
Adapun salah satu blog peruqyah yang  menggunakan tekhnik pedang dzulfikar ini ada di http://www.urutbatinrawatsihir.com/2011/08/dipancung-tak-mati-pocong-sorok-nyawa.html dan http://www.urutbatinrawatsihir.com/2011/08/akhirnya-rahsia-hantu-pocong-terbongkar.html blog ini adalah salah satu dari grup peruqyah dimalaysia yang memperbolehkan penggunaan tekhnik pedang dzulfikar .
Namun saya tidak menyukai isi blognya banyak mengandung syubhat dan bisa “menyesatkan” bagi masyarakat awam . Bacaan tehnik Pedang Dzulfikar sangat simpel diambil dari sirah nabawiyah dari perkataan rasulullah yang dari sisi ucapan tidak mengandung syirik sedikitpun namun sikap kita harus tetap berhati-hati agar tidak terjerumus dalam kesalahan.
tambahan lagi :
Selain menggunakan tangan bisa juga menggunakan media lain seperti mistar panjang, besi panjang…. Alhamdulillah rekaman Video ustadz fadlan ada di youtube dan gambarnya sudah saya upload tinggal  rekaman video dari ustadz Abdul Madjid lagi saya cari , doakan saja ketemu…..
Peringatan…. jangan terkejut jika kita menggunakan tekhnik diatas jin yang kita sembelih menggelepar-gelepar lalu mengeluarkan suara menggorok persis seperti sapi yang disembelih
Stay tune…tunggu artikel selanjutnya TEKHNIK RUQYAH “RAHASIA” MENARIK PAKSA JIN  

24 gagasan untuk “TEKHNIK PAMUNGKAS UNTUK MENYEMBELIH/EKSEKUSI JIN JAHAT

  1. trus kalo memunculkan jin kealam nyata ada tidak caranya??
    soalnya kan kalo cuma kira-kira tidak obyektif..
    jinnya ditarik saja kealam nyata

  2. saya pernah mengamalkan bacaan “subhanal malikil qudduus subbhuhunquddusurrobbuna wa robbulmalaa’ikati warruuh” untuk menarik paksa jin dari tubuh pasien.

  3. Mau Tanya Ustad Ahmad yang Ahli Ruqyah Yang Bisa Online Kapan saja di internet

    Mohon Bantuan Nya (serius jujur)

    Kan Teman Ku Punya Pengalaman gini cerita nya

    Temanku tuh takut Sama Jin atau setan ketika Shalat sendiri
    terus temanku tuh pernah tidak bernai sholat kalau tidak ada yang menemani nya
    lalu temanku Aku Tanya” Apakah kamu sudah berdoa”
    lalu teman ku Menjawab” Sudah tapi tetap kaya di ganggu”
    Lalu aku tanya lagi apakah kamu berbohong?
    lalu temankan menjawab “gak, gak percaya lo coba kalau lo di ganggu”
    Lalu temanku sambil bilang Allah Maha Mengetahui
    Aku menjawab” Emang lo di ganggun jin benar”
    teman ku menjawab” gak tau ”

    Terus temanku tuh di bawa orang tua nya ke Kyai bisa rajah bisa menghilangkan orang kesurupan kyai itu guru bisa fiqih pernah jadi imam, mendalami hadis dan alquran

    Lalu kyai itu menyuruh temanku di rajah
    lalu temanku mau di rajah oleh kyai itu

    dan setelah berapa hari katanya temanku kayak nya ada yang menggoda/menggangu misal: (tidur tidak nyaman, shalat ketakutan, menangsi, berkata kasar di dalam hati, suka membanting barang).

    lalu temanku mengadukan ke kyai itu setelah di rajah tidak apa apa

    dan kyai itu menyarankan meminum yang ada kertas bertulisan

    Cara praktik nya

    bahan:
    Beli air Aqua
    kertas
    tinta // buat nulis

    lalu setelah bahan ada di buatlah satu buah Air yang berisi tulisan entah tulisan apa itu (kyai)
    Ketika tutup botol air aqua di buka
    lalu kyai itu melbarkan kertas dengan lebar lalu di situ ada tulisan Asma Allah atau bertulisan Arab dan setelah di tulis dengan apa yang di tulis oleh kyai itu dan setelah itu di lipat kotak dan stelah di lipat menjadi kotak lalu di masuk kan ke botol air Aqua itu

    kyai itu berkata: Minum ini

    dan setelah itu teman ku meminum
    bahkan setelah meminum itu
    besok nya kyai itu buatin lagi dan di minum lagi

    setelah merasakan kasiat nya (kata temanku ” hati menjadi normal”)
    lalu temanku masih aja takut sama jin

    apa jawaban ada apakah boleh meminum air itu?
    apakah Rasul mengajarkan?

    apakah untuk mengusir jin perlu beginian

    apakah untuk menangkal santet gangguan makhluk halus perlu meminum apa yang di buatkan kyai ini

    apakah untuk membuat hati tentarm dengan cara meminum ini apakah Rasul Mengajarkan?

    Rincian tambahan
    GINI……

    APAKAH HARAM ATAU HALAL

    KALAU HARAM TEMANKU BERHENTI MEMINUM ITU

    KALAU HALAL TEMANKU MEMINTA LAGI KE KYAI ITU YANG ALIIM

    WARNING: ANAK KYAI ITU NAMA NYA LULUK ANAK NYA BISA MELIHAT JIN

    WARNING: APAKAH INI BIDAH ATAU HATIDS

    mohon jawab ustad ahli ruqyah ahli ruqyah jin

  4. Kitab(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa(2:2)

    Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan(al-jin:1)

    apakah al-quran dijadikan HANYA JAMPI PENAKUT (mereka(JIN) itu tidak takut TAPI TAKJUB hai saudara muslim ku)…..????????? apakah kamu mau menukarnya dengan perkara yang kecil??????? apakah kamu tidak menetapkan alquran sebagaimana mestinya sebagai petunjuk bagimu……apakah kamu tidak berpikir ???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

    • menafsirkan Al-Qur’an seenak perutnya sendiri, juga merendahkan Al-Qur’an bukan sebagai sarana untuk berdoa pada Allah ini khas tulisan lawas para anak murid hikmatul iman , jika Al_Qur’an bukan menjadi ikhtiar sarana untuk perlindungan, pembentengan, penyembuh maka tolong jawab pertanyaan saya di http://metafisis.wordpress.com/2011/08/24/diskusi-dengan-abah-tea-murid-hikmatul-iman/
      Anda ingkar sunnah ruqyah maka jawab pertanyaan saya di http://metafisis.wordpress.com/2009/11/06/pertanyaan-kepada-para-ingkarus-sunnah-ruqyah/

      dalil Al-Qur’an sebagai jampi adalah :
      irman Allah (17:82):

      وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

      “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

      Dan Firman Allah SWT (10:57):

      يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

      “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

      Telah berkata Imam Ibn Qayyim: Al-Quran adalah penawar yang lengkap bagi semua jenis penyakit hati dan penyakit badan, penyakit dunia dan penyakit akhirat. Dan bukan semua orang layak dan berjaya untuk berubat dengan al-Quran. Jika orang mengubati itu menggunakan penawar ini dengan keyakinan dan keimanan, penerimaan yang penuh, iktikad yang kuat serta menepati semua syaratnya, maka tiada penyakit yang dapat mengatasinya.

      Bagaimana penyakit mampu untuk mengatasi Kalam Tuhan sekalian bumi dan langit yang jika diturunkan kepada gunung akan berkecai atau diturunkan ke atas bumi akan terbelah?! Tidak ada suatu penyakit hati dan badan melainkan terdapat di dalam Al-Quran dalil yang menunjukkan ubat dan sebabnya. (Zadul Ma3ad: 4/322-323)

      Imam Ibn Qayyim menyebut lagi (Zadul Ma3ad: 4/167-169): Ruqyah digunakan adalah untuk menjaga kesihatan dan mengubati penyakit.

      Pertama: Menjaga Kesihatan, contohnya ada disebut dalam Sahih Bukhari dan Muslim:

      Diriwayatkan dari Aisyah: Setiap kali Rasulullah s.a.w hendak tidur (malam hari) Nabi s.a.w menangkupkan kedua tangannya dan meniupnya setelah membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan Al-Nas, lalu mengusapkannya ke seluruh bagian tubuhnya. Dimulai dari kepala, wajah, dan bahagian depan tubuhnya. nabi s.a.w melakukannya tiga kali.

      Contohnya lagi dalam Sahih Bukhari dan Muslim:

      Dari Ibnu Mas’ud Al Anshari r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca kedua ayat itu, yakni dari akhir surah Al Baqarah, nescaya keduanya akan memeliharanya dari bencana.”

      Kedua: Mengubati penyakit, contohnya ruqyah dengan surah al-Fatihah seperti apa yang disebut dalam Sahih Bukhari dan Muslim:

      Diriwayatkan dari Abu Sa’id r.a.: Sebagian para sahabat Nabi s.a.w melakukan perjalanan hingga malam hari mereka tiba di suatu tempat yang menjadi daerah kekuasaan suatu suku Arab. Para sahabat Nabi s.a.w meminta para penduduk untuk memperlakukan mereka sebagai tamu, tetapi mereka menolak. Kepala suku Arab itu digigit seekor ular berbisa dan orang-orang dari suku itu berusaha mengubatinya tetapi sia-sia. Mereka berkata (satu sama lain), ‘Tidak ada yang dapat mengubatinya, pergilah kamu menemui orang-orang yang tinggal di daerah ini malam ini, mungkin mereka memiliki ubat penawar racun.” Beberapa orang menemui para sahabat nabi s.a.w dan berkata,”Wahai Kafilah pemimpin kami digigit ular berbisa. Kami telah berusaha mengubati semampu, tetapi sia-sia. Apakah kalian memiliki ubatnya?” Salah seorang dari sahabat nabi s.a.w berkata, “Ya, Demi Allah! Aku akan membaca ruqyah untuknya, tetapi kerana kami telah ditolak menjadi tamu kalian aku tidak dapat membacakan ruqyah kecuali apabila kalian memberikan kami upah untuk itu.” Mereka setuju membayar dengan sejumlah biri-biri. Kemudian salah seorang sahabat nabi s.a.w pergi (Ke tempat mereka) dan membaca (ayat dari surah AlFatihah): Alhamdulillah Rabbal-alamin (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam), dan menipu tubuh si kepala suku yang seketika tampak sihat kembali, seakan-akan telah terbebas dari semacam ikatan, lalu bangun dan mulai berjalan, tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan, Mereka pun membayar dengan upah yang telah disepakati sebelumnya. Sebagian dari mereka (Para sahabat nabi s.a.w menyarankan agar mereka membagi rata upah itu, tetapi salah seorang dari mereka menolak dan berkata, “jangan dahulu dibagikan sebelum kita bertemu dengan Rasulullah s.a.w , untuk menceritakan apa yang telah kita alami, dan menunggu perintahnya.” Maka mereka pun pergi menemui Rasulullah s.a.w setelah mendengar seluruh cerita mereka, Rasulullah s.a.w bersabda, “bagaimana kamu tahu Surah Al-Fatihah dapat dibacakan sebagai ruqyah?” Kemudian nabi s.a.w menambahkan, “Apa yang telah kalian lakukan benar. bagi rata upah kalian, dan berilah aku bagian.” sambil mengatakan hal itu Rasulullah s.a.w tersenyum jenaka.

      dikutip dari http://abuumair1.wordpress.com/soal-jawab/al-quran-dan-hadis/02-004/ kecuali anda dan GU anda mengingkari hadits dan Al-Qur’an :) sudah terang-benderang Al-Qur’an bisa menjadi jampian

  5. Kitab(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa(2:2)

    Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan(al-jin:1)

    apakah al-quran dijadikan HANYA JAMPI PENAKUT (mereka(JIN) itu tidak takut TAPI TAKJUB hai saudara muslim ku)…..????????? apakah kamu mau menukarnya dengan perkara yang kecil??????? apakah kamu tidak menetapkan alquran sebagaimana mestinya sebagai petunjuk bagimu……apakah kamu tidak berpikir ???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
    APA BEDANYA KAMU DENGAN BANGSA NABI MUSA YANG MENYEMBAH SAPI……, DAN BANGSA SEBELUM ADA ALQURAN YANG MENGAGUNGKAN JAMPI-JAMPI………….?????????????????SEDANGKAN ALQURAN ADALAH PENYEMPURNA KITAB SEBELUMNYA DAN PETUNJUK BAGI MU……

    • Jampi-jampi atau ruqyah telah ada sejak jaman Jahiliyah BAHKAN PADA ZAMAN NABI MUSA, maka ketika Islam datang masih dibolehkan melakukan hal tersebut asalkan tidak mengandung kemusyrikan, dan dicontohkan atau disetujui oleh Nabi SAW, sebagaimana sabda rasul berikut : Dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’iy ia berkata, “Dahulu kami biasa melakukan jampi-jampi di masa Jahiliyah, lalu kami bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang yang demikian itu ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Perlihatkanlah dulu kepadaku bagaimana jampi-jampi kalian. Tidak mengapa menjampi selama tidak mengandung syirik”. [HR. Muslim juz 4, hal.1727]

      NAH DALILNYA TERANG BENDERANG BAHWA JAMPIAN TETAP DIPERBOLEHKAN ASAL TIDAK SYIRIK ! jUSTRU AL-QUR’AN PENYEMPURNA YANG MENUNTUN UMAT MANUSIA UNTUK MENJAMPI DENGAN AL-QUR’AN DAN BUKAN DENGAN SELAIN AL-QUR’AN
      WAHAI ENGKAU KELOMPOK HIKMATUL IMAN YANG INGKARUSSUNNAH ! INGKARIALAH HADITS DIATAS !

      jika Al_Qur’an bukan menjadi ikhtiar sarana untuk perlindungan, pembentengan, penyembuh maka tolong jawab pertanyaan saya di http://metafisis.wordpress.com/2011/08/24/diskusi-dengan-abah-tea-murid-hikmatul-iman/
      Anda ingkar sunnah ruqyah maka jawab pertanyaan saya di http://metafisis.wordpress.com/2009/11/06/pertanyaan-kepada-para-ingkarus-sunnah-ruqyah/

  6. Assalamualaikum.. Afwan akhiii… Ana pernah melihat hal tersebut dan orang yg melakoninya sama seperti yg di gambarkan itu.. pertanyaannya darimana gerakan itu berasal..?? jika dikatakan dari tafsir hadits tersebut tidaklah menganjurkan untuk mengerakkan dengan “menyembelih” Jin yg terdapat di dalam tubuh manusia itu, padahal yg di praktekkan oleh ulama Ahli ruqiyah “Ahlussunnah” tidak memakai metode tersebut, hanya dengan bacaan saja dan Jin tersebut merasa terbakar dan pasien sembuh total walau di adakan kunjungan untuk memastikan bahwa jin itu memang hialng dari tubuh pasienn… Ana khawatir cara ini termasuk dalam kategori Bid’ah… mudah2an kita diberikan Ilmu dan iman untuk menghadapi dan mengalahkan Jin/syetan dan Sihir…aminnn.. Barakallahufikm

    • Wa’alaikumsalam. Ya akhi, mungkin sama kasusnya dengan syaikhul islam Ibnu Taimiyyah yang menggunakan rotan/kayu untuk memukul jin melalui perantara tubuh orang kesurupan, prilaku Ibnu Taimiyyah tidak ada contohnya dari rasulullah sebab rasulullah memukul dengan tangan bukan dengan kayu,begitu juga dengan Imam Ahmad yang hendak memukul dengan terompahnya. Namun sandaran pukulan, usapan, tepukan sudah dicontohkan rasulullah dan melalui ijtihad Ulama seperti syaikhul islam melalui sarana benda selain tangan yaitu rotan/kayu. Pengembangan metode ruqyah sangat beragam namun tetaplah ada asbab sandaran haditsnya. Wallahu a’lam…..

      padahal yg di praktekkan oleh ulama Ahli ruqiyah “Ahlussunnah” tidak memakai metode tersebut, hanya dengan bacaan saja dan Jin tersebut merasa terbakar dan pasien sembuh

      Jika hanya memakai bacaan saya itu kurang akhi, contoh rasulullah dalam meruqyah tidak hanya membacakan tetapi ada tekhnik minum air ruqyah, pukulan, usapan, konsumsi qurma ajwah dll.

  7. baca artikel ini kok jadi pengen ketawa ya, sejak kapan makhluk halus bisa disembelih… yang ada orang yang dianggap kemasukan jinnya kesakitan karena lehernya “disembelih”…, ngga rasional banget pengobatan macam ginian

    • monggo jika ga percaya saya tidak bisa memaksakan anda harus percaya dengan setiap artikel yang saya tulis :) tertawalah sepuas anda namun jangan berlebihan sebab akan mematikan hati, adapun orang yang kesakitan tidak mungkin sebab cuma menggesek dengan gesekan ringan bukan dengan tekanan kuat yang penting niat :) , ada banyak yang tidak rasional didunia ini yang belum ketemu ilmiahnya termasuk dalam hal ini pengobatan ruqyah, maka sebagai umat islam imanilah dahulu lalu telitilah dan carilah pembuktian ilmiahnya……..

  8. Assalamualaikum wr.wb,
    semalam saya datang ke tempat seseorang yg kemasukan jin.
    saya beri dia(jin) salaam(assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh), dia tidak menjawab sampai 3 kali,saya mengerti bahwa dia bukan muslim.biasanya saya bacakan firman-firman Allah pada kitab suci Alquran tetapi kali ini saya hanya menyentuh tangan pasien saja, dia(jin) sudah menjerit kesakitan.saya lantas menyebut nama Allah agar mengampuni dia(jin) dan dia(jin) reda kembali.saya kemudian membacakan bebarapa ayat agar dia sadar bahwa perbuatannya adalah zholim kemudian dia minta maaf. saya ajak dia masuk islam tetapi dia belum mendapat hidayah dari Allah untuk menjadi muslim.oleh karena tiada paksaan menerima islam,saya suruh dia meninggalkan pasien.tiada alasan bagi saya untuk membunuh dia.kita sebagai umat muhammad s.a.w wajib menerangkan soal agama islam kepada mereka karena kita adalah umat yg dimuliakan.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid habib.

  9. @perdana
    1.disni siapa yg pertama x mengunakan menemukan teknik pedang?ulama jaman dulu atau anda?
    2.Siapa yg lahir duluan,anda atau kang dicky?
    Kalau teknik ini di tmukan para peruqiah seperti klaim anda

  10. sederhana…
    jin = energy negatif
    buang energy negatif trsbut dengan sumber energy positif
    alam sudah menyediakan dan dengan kekuatan Alloh SWT seluruh alam semesta tunduk.
    ALAM MENYEDIAKAN ENERGY POSITIF DAN DENGAN KEKUATAN ALLOH SWT SELURUH ALAM SEMESTA TUNDUK.

  11. assalamualaikum ustad. alhamdulillah dg menggunakan.teknik.tarik paksa saya dapat menarik.jin dari dalam tubuh pasien. tapi sebagian masih tidak mau.seperti tidak berpengaruh waktu di tarik. apa yang kurang dari cara saya mohon bimbingannya

  12. saya setuju dengan ustad… biarkan saja mereka smua tertawa… mereka smua tdk setju mungkin pengethauannya y cuman segitu.. :)
    Allah maha tahu
    ustad saya pernah di ajarkan ayat2 pedang oleh ssorang peruqyah jg, tolong ustad kasih tau saya bacaan ne bnar pa ga krna yg saya teliti dia ini alirannya syiah, maaf y ustad kalo tulisannya salah2 tp bacaannya sprti ne : Kuunu launa mingkulli nawaib kunnu hammiw wagomming sayanjali binubuwwatika yarosulullah wabiwilayatika yaa imam ali, laa fatta illa ali wala saifan illa julfikor wala mauta illa bil ajalli khomsatun utfibiha harrol waba ilkothima almustofa walmurtado wabbna huma wafathima… yg benar itu wala saifa, apa wala saifan..
    kemudian sya di ajarkan,, ayat2 pelindung tameng.. bisa juga buat tali ghoib.. bacaannya sprti ne : wilatu aliyyibni abi tholib hisni faman dakhola hisni amina min azhabi..

    krna sya ne masih bljr ustad.. mohon koreksinya untuk bacaan di atas.. dn mohon di jawab.
    krna sya hnya ingin mengamalkan amalan yg syar’i sja takut menjadikan syirik kpd allah … tak tunggu y ustad trmiks :)

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s