PENGALAMAN SPIRITUAL MENGHADAPI JIN SIHIR

Penjelasan Admin :

Artikel ini saya kutip dari tulisan seorang peruqyah, Apa yang terjadi adalah penjelasan dari tuturan kata jin tersebut yang sekali lagi harus kita timbang dari sisi syari’at, ada banyak berita-berita dari jin dalam artikel ini yang kita harus berhati-hati dalam menyikapinya. Saya pribadi tidak menyukai golongan jin terlibat dalam membantu urusan ruqyah, apalagi membantu peruqyah dalam mengatasi serangan sihir, karena peruqyah yang berpengalaman tidak butuh dengan bantuan jin karena sudah mencukupkan diri dengan cara yang disyari’atkan dalam Al-Qur’an dan sunnah, namun artikel ini bisa dijadikan pelajaran bahwa ada seorang peruqyah yang berani dan mau menceritakan kisah dan tekhniknya dalam meruqyah yang tentunya akan menjadi bahan pengalaman dan ibroh bagi kita semua.

Perlu diketahui tekhnik dalam meruqyah sangat luas dan beragam tergantung dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman peruqyah itu sendiri namun selalu ada titik temunya yaitu selalu menggunakan sarana Ayat Suci Al-Qur’an dan Sunnah.

Pesan saya bagi para peruqyah sangat dianjurkan untuk tetap memperdalam tekhnik-tekhniknya dan berhati-hatilah dalam bermuamalah dengan jin! Saya pribadi tidak ada kompromi dengan golongan jin yang tidak mau bertaubat dan saya tidak mau meminta bantuan jin dalam urusan ruqyah!

Jika ada jin muslim yang kadang datang menawarkan bantuannya maka selalu saya tolak dengan halus dan saya selalu akan mengatakan ” Saya tidak perlu bantuanmu sebab saya hanya meminta bantuan kepada Allah saja” malah jin itu akan saya bekali dengan “senjata” dari Qur’an dan sunnah untuk perlindungan dirinya.

berikut ini kisahnya :

Sejak zaman dahulu kala manusia telah berhubungan dengan makhluk halus yang disebut jin. Adanya jin diyakini manusia karena pengalaman sehari-hari dan kita sekarang terutama umat Islam meyakini adanya adanya jin karena disebut berulang kali dalam Al Quranul Karim. Manusia primitive yang belum menganut suatu agama sangat mengandalkan jin dalam segala aspek kehidupan. Untuk membangun tempat tinggal, berlayar, memulai bercocok tanam, mereka bertanya dulu kepada orang yang mampu memanggil jin yang disebut datu, pawang atau dukun. Dengan ritual tertentu sang dukun memanggil, sehingga jin masuk ke dalam tubuh dan apa yang ditanyakan akan dijawab oleh jin yang sedang berada dalam tubuh sang dukun.

Peristiwa masuknya jin kedalam tubuh sang dukun persis sama dengan yang kita sebut orang kesurupan, hanya bedanya pada orang kesurupan jin itu masuk tubuhnya tidak dengan diundang.

Menurut sejarah, Kaisar Jengis Khan bila ingin membuat undang-undang dalam negaranya Beliau minum arak dahulu, Kemudian berlari turun naik bukit sampai dia pingsan dan kesurupan. Apa yang diucapkannya selama dalam kesurupan dicatat oleh sekretaris kerajaan dan itu menjadi undang-undang dalam kerajaannya. Undang-undang yang berasal dari jin, bagi kita aneh bukan?

Pada zaman dahulu bila seseorang ingin berkuasa atau terhormat di tengan masyarakat harus belajar ilmu sihir atau menguasai tukang-tukang sihir untuk membekingnya seperti Firun dan Kaisar Kubilai Khan, yang istananya dipenuhi oleh tukang-tukang sihir. Konon kabarnya bila Kubilai Khan ingin minum, ia tak perlu memegang gelas minumannya tetapi gelas itu melayang di udara dan mendekat ke bibirnya. Dia tinggal menghirup minuman yang tersedia di dalam gelas. Gelas itu digerakkan oleh jin atas perintah tukang-tukang sihir.

Di zaman modern saat inipun sihir tetap menjadi primadona andalan sebagian orang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tak sedikit orang yang pergi ke dukun untuk minta dibuatkan jimat, atau minta tolong menyantet, meneluh lawannya.

Menurut isu yang berkembang saat ini kemungkinan juga sihir telah digunakan orang-orang tertentu untuk merusak akidah umat Islam seperti yang terjadi di Politani Unand Tanjung Pati pada tahun 2002 yang lalu dimana beberapa mahasiswa fakultas tersebut berulang kali kesurupan yang sangat mengganggu kegiatan perkuliahan. Anehnya pada saat terjadinya kesurupan tersebut ada yang menyebut-nyebut nama Yesus, padahal istilah Yesus tidak ada dalam Islam.

Pengalaman saya dalam merawat anak seorang anak yang kesurupan dari tanggal 31 Mai sampai 3 Agustus 2010, mengidentifikasi bahwa isu yang selama ini berkembang semakin memperkuat dugaan saya akan kebenaran isu tersebut sekalipun tak dapat dibuktikan secara hukum.

Adapun kronologis peristiwa yang saya alami itu adalah sebagai berikut :

Pada tanggal 27 Mai 2010, saya diminta oleh adik saya yang bernama Amri untuk mengobati seorang anak tetangganya yang sakit yang bernama Asti. Sebelumnya anak tersebut telah pernah diobatinya namun belum sembuh. Asti adalah pelajar kelas dua sebuah madrasah Tsanawiyah di Payakumbuh.

Menurut penuturan orang tuanya, Asti selalu didatangi oleh dua orang ; seorang gadis cantik yang dipanggilnya “Kakak” dan seorang makhluk hitam seram yang sangat menakutkan. Bila ditanya kepadanya ketika dia sadar, seperti apa makhluk yang mengganggunya itu, anak itu kelihatan sangat ketakutan dan bergegas mendekap orang tuanya.

Di sekolah Asti sering menjerit ketakutan yang katanya dia dicekik oleh makhluk hitam menakutkan itu yang selalu mengancam akan membunuhnya dengan kata-kata, “Kamu akan saya bunuh karena kamu telah membunuh anak saya”. Lain kali Asti tertawa-tawa dan bicara riang, seakan-akan dia bicara dengan seseorang dan ketika sadar dia mengatakan bahwa dia diajak jalan-jalan oleh kakak cantik yang selalu mendampingi nya.

Berdasarkan keterangan orang tuanya, saya berkesimpulan bahwa Asti mendapat gangguan jin jahat dan karenanya pada malam itu juga dia kami rukyah bersama-sama dirumahnya. Biasanya bila seseorang dirasuki jin jahat jika dibacakan ayat-ayat Al Quran, dia akan mengamuk dan bicara carut-marut tetapi Asti tenang saja dan bahkan ikut membaca Al Quran bersama kami.

Oleh karena kelihatan sehat Asti dibiarkan orang tuanya pergi ke sekolah yang berjarak kira-kira 12 kilometer dari rumahnya, tetapi ketika upacara bendera anak itu kesurupan. Itu terjadi hari Senin tanggal 31 Mai 2010. Anak tersebut dibawa oleh teman-temannya ke ruang UKS dan disana disiram dengan air mentah yang dibacakan ayat kursi oleh salah seorang temannya. Asti yang kesurupan itu berteriak, “Jangan dibakar!” . Ketika saya tiba di sekolahnya atas permintaan melalui handphone oleh salah seorang gurunya, asti saya dapati telah siuman.

Ketika ditanya mengapa dia berteriak,” Jangan dibakar! “ ketika kesurupan, Asti menjelaskan bahwa melihat perempuan cantik yang dipanggilnya “ Kakak” berkelahi dengan orang jahat jelek yang ingin memcekiknya dan dilihatnya orang jelek tersebut terbakar.

Pada hari Selasa tanggal 1 Juni 2010 kira-kira jam tiga belas siang anak tersebut kesurupan lagi di sekolahnya dan ketika saya tiba disana dia telah pula sadar. Saya jadi penasaran karena merasa dipermainkan oleh jin yang mengganggu anak tersebut. Untunglah saya menemukan cara untuk menjebaknya sehingga pada hari Sabtutanggal 5 Juni 2010 jin jahat tersebut berteriak-teriak melalui mulut Asti dengan berkata, “ Saya akan membunuh Asti karena dia telah membunuh anak saya. Anak kesayangan saya yang akan melanjutkan keturunan saya. Saya baru berhenti mengganggunya bila dia beranjak dari sini sejauh 70 kilometer”.

Asti dibaringkan di tengah rumah kosnya sementara saya serta teman-temannya mengelilingi sambil membaca ayat-ayat suci Al Quran. Kedua orang tuanya bersama dua orang laki-laki pegawai TU sekolahnya kewalahan memegangnya karena dia meronta-ronta dan berteriak carut-marut dengan tenaga yang amat sangat kuat. Dalam kondisi seperti ini kita tidak lagi berhadapan dengan yang punya jasad, melainkan dengan jin yang menguasai tubuhnya, karenanya saya berkata,”Asti tidak pernah membunuh siapapun!”

Jin        : “ Dia membunuh anak saya!”

Saya     : “ Kami manusia tidak bisa melihat jin, maka tak mungkin Asti

membunuh anakmu.”

Jin        : “ Dia membunuh keong, itu anak saya.”

Saya     : “ Nabi Muhammad SAW mengajarkan, barang siapa memakai baju

orang lain, jika dia mati darahnya tertumpah sia-sia. Jadi Asti tidak

bersalah.”

Jin        : “Saya akan membunuh asti, saya akan bals dendam nyawa di bayar

dengan nyawa!”

Saya     :” Kalau kamu mengganggu asti maka saya akan mengutuk mu dengan Al

Quran.”

Setelah berdebat dengan alot akhirnya jin penyurup bersedia berdamai dengan syarat kami harus mensema atau menabur garam disekitar sawah tempat anaknya terinjak dan tewas oleh Asti dan selanjutnya Asti tidak lagi mengulang lagi perbuatannya.

Selanjutnya saya berkata,”Sekarang keluarlah!”

Jin menjawab, “Ada pagar.”

Dengan mencuci kaki si sakit dengan sabun wangi, acara membuka pagar selesai dan jin penyurup keluar. Dalam hitungan detik, Asti anak kesurupan itu sadar dan ketika ditanya apa yang terjadi atas dirinya, dia tak tahu apa-apa. Salah satu janji si Jin yang kami pegang ialah bahwa dia tidak akan mengganggu Asti serta teman-teman kosnya dan siswa tsanawiyah tempat Asti belajar. Namun karena sifat syetan pembohong maka pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2010, seminggu sesudahnya, jin jahat tersebut merasuk lahi ke tubuhnya, padahal ketika itu dia sedang mengikuti ujian kenaikan kelas.

Setiba saya di sekolahnya  kira-kira pukul sembilan pagi, saya dapati dia sedang dipapah oleh teman-tewman serta ayahnya dan terus dibawa ke rumah kos tempat dia ngianap yang jaraknya kira-kira seratus meter dari sekolah.

Dengan sigap teman-temannya mengambil air wuduk dan kami langsung merukyah asti seperti yang dilakukan sebelumnya. Setelah meyakini bahwa jin yang menguasai anak tersebut benar-benar telah kepayahan dan kepanasan maka saya mulai bertanya,” Mengapa kamu masuk lagi padahal Sabtu yang lalu kamu sudah berjanji tidak akan mengganggu Asti lagi dan kami telah melakukan persyaratan yang kau ajukan?” Jin menjawab melalui mulut Asti,”Saya akan membunuh Asti karena dia telah membunuh anak saya, kecuali bila dia beranjak dari sini sejauh tujuh puluh kilometer.”

“Kalau kamu membunuh Asti, saya juga akan membunuhmu!” jawab saya tegas sambil mengancamnya denagn air dalam botol yang sudah di rukyah. Melalui wajah Asti saya dapat melihat bahwa sang jin sangat ketakutan mendengar ancaman saya. Mungkin karena ketakutan serta kesakitan, ketika saya mengajak masuk Islam dia menerimanya, namun ketika saya tuntun dia membaca dua kalimat syahadah, bacaanya tidak jelas kedengarannya, walaupun begitu dia tidak boleh dibunuh, karena membunuh orang Islam adalah dosa besar. Si jin saya persilahkan keluar dan kira-kira satu menit kemudian anak itu sadar.

Dengan keluarnya jin jahat tersebut dari tubuh Asti, kami yang hadir merasa lega, lebuh-lebih kedua orang tuanya, namun kelegaan itu hanya berlangsung beberapa saat saja, kaerna kira-kira lima menit kemudian anak itu merasa kepanasan dan kemudian berteriak-teriak histeris,”Asti akan saya bunuh karena dia telah membunuh anak saya”sembari berulang kali mengeluarkan ancaman, tangannya mencekik lehernya sendiri sehingga susah juga melepaskan dari lehernya.

Melihat keadaan demikian, jika jin tersebut menguasainya maka bias saja anak tersebut celaka. Apakah dengan menggantung diri atau menabrakkan diri ke mobil atau cara lain yang dikira oarng sebagai kecelakaan biasa.

Setelah melakukan sholat istikharah dua rakaat maka air mentah yang telah disiapkan sebelumnya saya tuangkan ke mulut Asti dan hanya dengan satu teguk, si sakitterkulai lemas. Saya ucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raajiun, dan berdiri untuk sholat dua rakaat lagim sedang ayahnya menagis karena seakan-akan analnya yang meninggal dunia. Sesudah sholat saya dapati si sakit telah sadar tetapi kakinya tidak dapat digerakkannya. Berdasarkan pengalaman, hal seperti ini menunjukkkan bahwa jin yang berada dalam tubuhnya sudah mati hangus terbakar. Abunya merupakan racun bagi tubuh manusia dan jika dibiarkan maka sisakit akan lumpuh beberapa hari, walaupun akhirnya akan sembuh juga karena racun tersebut akan keluar berangsur-angsur melalui keringat dan air seninya. Dengan meminumkan air jeruk nipis serta mengoleskan ampasnya mulai dari kelipatan sampai ujung jari kai, maka dalam hitungan detik kaki si sakit telah dapat digerakkan dan dalam tempo kira-kira lima menit dia telah dapat berjalan. Suatu peristiwa yang cukup mengherankan terutama bagi yang pertama kali menyaksikan.

Jin Sihir Dari Amerika?

Empat hari kemudian, tepatnya pada hari Rabu 16 Juni 2010 saya menerima telepon dari ayahnya asti bahwa anaknya telah kesurupan lagi di sekolahnya. Saya berjanji akan datang dan menyarankan agar mengajak adik saya Amri untuk ikut ke sana. Saya dapati mereka telah tiba duluan dan saya melihat Asti sedang dipapah oleh ayah dan teman-temannya. Ketika melewati saya asti ketakutan dan berteriak, “ tidaaak!” sambil menutup matanya dan kemudian pingsan.

Berdasarkan keterangan teman-temannyajin yang masuk ke tubuh Asti menagku datang dari Amerika karena disuruh oleh seorang penyihir yang disebut Patrick. Sesampai di rumah kosnya Asti kami rukyah lagi bersama-sama tetapi jin yang berada dalam tubuhnya tak mau menyerah, tak mau masuk Islam, tak bersedia bersumpah tidak akan mengganggu lagi, sekalipun dia meraung-raung kesakitan dan mohon agar jangan dibunuh. Setelah bermusyawarah dengan yang hadir maka air yang telah disediakan saya tuangkan kemulut si sakit namun anehnya sampai tiga kali tuang, si sakit masih menggerintang dan ketika saya pergi sholat dia duduk sebentar, kemudian baru lemas. Saya mengira jin yang berada dalam tubuhnya sudah mati, rupanya hanya pingsan saja.

Sekembali kami dari rumah guru kami untuk minta pendapatnya perihal pasien kami, saya dapati Asti sedang tidur. Dia dibangunkan ibunya untuk member tahu kedatangan saya, tetapi lagi-lagi dia kesurupan dan berteriak-teriak minta di keluarkan. Itu berarti si jin masih berada dalam tubuhnya dan minta dikeluarkan.

Oleh karena dia bersumpah tidak akan mengganggu Asti lagi, maka jij tersebut kami bebaskan. Belakangan saya tahu bahwa jni yang masuk ketika itu berjumlah tiga orang.

Pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2010 setelah sholat Jumat, anak tersebut kesurupan lagi. Setelah diperiksa, ternyata jin yang masuk pada hari itu adalah jin yang telah bersumpah pada hari Rabu sebelumnya, bahwa dia tidak akan mengganggu lagi.

Saya bertanya,  ” Mengapa kamu masuk lagi?”

Jin                    :” Karena Asti musuh saya !”

Saya                 :” Mengapa dia kamu musuhi?”

Jin                    :”Karena dia mendirikan sholat!”

Mendengar itu orang yang hadir terutama orang tua Asti sangat marah, menghujat serta mengutuk jin syetan tersebut. Oleh karena syetan musuh yang nyata bagi orang beriman, maka dengan tidak banyak soal saya tuangkan air yang telah dirukyah ke dalam mulut si sakit dan langsung layu kayak bunga disiram air panas. Beberapa saat kemudian Asti sadar.

Pada hari Sabtu tanggal 19 Juni 2010, yaitu hari yang kedua puluh saya merawat anak tersebut, tiba-tiab sekitar pukul sepuluh pagi, saya menerima telepon lagi dari orang tuanya mengatakan bahwa sakit ankanya kambuh lagi. Saya bergegas ke rumahnya dan disana saya dapati sudah banya orang sedang merukyah Asti. Orang tua Asti bertanya kepada jin yang menguasai tubuh anaknya :” Mengapa kamu masuk lagi ke dalam tubuh anakku?”

Jin menjawab,” Disuruh Patrick!”

Ibu Asti……..” Apa maksudnya Patrick itu??”

Jin…………..” Misinya empat macam, pertama menghabiskan keperawanan anak

sanawiyah, kedua mencegah mereka sholat, ketiga mencegah

mereka baca Al Quran, keempat menghancurkan Sanawiyah.”

Jin itu juga menerangkan bahwa teman-temannya telah mati empat orang dan yang masuk ketika itu berjumlah tiga orang dari jenis tuyul.

Dia memelas minta jangan di bunuh dan saya mengatakan tidak akan membunuh jika di bersedia balik menyerang dan membunuh Patrick.

“ Tidak bisa, Pak!” kami tidak sanggup,” jawabnya sungguhan.

“ Siapa yang bisa membunuhnya ?” Tanya ibu Asti.

“ Orang Islam bisa!” jawabnya.

“ Bagaimana caranya?” Tanya ibu Asti lagi.

“ Bacalah Al Quran satu juz satu malam dan niatkan untuk membinasakan

Patrick.” sambungnya.

Kemudian dia bersumpah tidak akan mengganggu Asti lagi karena dia kami bebaskan. Setelah jin keluar Astipun sadar.

Mengislamkan Jin Kafir

Sudah berulang kali saya mengobati orang yang kesurupan tetapi belum pernah mengahdapi kesukaran seperti yang dialami kali ini. Yang sudah-sudah hanya dua atau paling tinggi tiga babak, drama kesurupan telah dapat diakhiri.

Kali ini sejak tanggal 31 mai sampai 21 Juni, pasien saya telah mengalami delapan kali kesurupan. Mulai timbul was-was dan kekhawatiran dalam hati saya. Saya mulai ragu apakah saya mampu mengobati ank tersebut atau tidak. Ibu anak tersebut mulai pula terpengaruh oleh saran familinya agar berobat ke temapt lain. Hanya ayahnya yang tetap bertahan dan yakin bahwa pengobatan yang saya lakukan secara Qurani pasti berhasil.

Alhamdulillah, kekhawatiran saya jadi terhapus dan keyakinan ayah si sakit mulai terbukti, setelah kesurupan yang dialami Asti pada tanggal 20 Juni 2010.(sabtu)

Pada hari itu kira-kira jam 16.00 WIB sore saya menerima telepon dari ibunya Asti bahwa anaknya telah kesurupan lagi. Sebelum berangkat terlintas dalam fikiran saya untuk membawa tiga buah kitab untuk diperlihatkan kepada sisakit yang dikuasai jin. Saya persiapkan sebuah Injil Perjanjian Baru, Perjanjian Lama ( Al Kitab) dan sebuah Al Quran ukuran kecil.

Dalam tempo dua puluh lima menit saya telah sampai di tempat dan mendapati sudah banyak orang yang hadir termasuk adik saya Amri sedang merukyah si sakit dengan membaca surat Yasin. Menurut mereka yang hadir Asti berteriak-teriak sedih jangan dibunuh. Karena dia tidak niat datang kemari tetapi dipaksa.

“Jangan bunuh saya, Pak, keluarkan saya, Pak! Saya tidak bermaksud datang kemari, tetapi dipaksa, keluarkan saya, Pak!” katanya.

“Ya, ya, nanti kamu dikeluarkan sesudah jadi abu,” jawab adik saya Amri yang memimpin prosesi perukyatan. Mendengar jawaban adik saya, Asti yang dirasuki jin terlihat sangat ketakutan, sedih dan air matanya mengalir ke luar.

Dalam kondisi demikian seperti telah disinggung di atas apa yang diucapkan Asti adalah ucapan jin yang menguasai atau yang terkurung dalam tubuhnya, sehingga buat orang yang pertama kali menyaksikan pasti menimbulkan kebingungan dan bahkan ketakutan. Salah seorang bibi si sakit yang datang untuk menjenguk langsung menangis, ketakutan dan langsung pergi meninggalkan rumah sambil berkat,”Saya tidak tega melihatnya.”

Orang yang hadir meluangkan tempat untuk saya dan sambil memegang tiga buah kitab saya menghampiri si sakit yang tengah dipegang oleh empat atau lima orang termasuk ayahnya. Sewaktu si sakit melihat wajah saya lagi-lagi dia ketakutan dan berteriak,”Tidaaak!”sambil menyembunyikan wajahnya. Saya tahu bahwa yang di hadapan saya adalah seorang jin yang diutus oleh tukang sihir dengan maksud atau misi tertentu dan karenanya saya menguatkan dan meyakinkan diri saya bahwa sihir tidak akan menang dari manapun datangnya, seperti yang disampaikan oleh Allah dalam Al Quran surat Thaha akhir ayat 69. Seterusnya saya berkata,”Pilihlah salah satu di antara kitab ini!”,sambil saya perlihatkan Injil Perjanjian Baru. Si sakit tertawa melihatnya. Kemudian saya lanjutkandengan memperlihatkan Perjanjian Lama(Al Kitab) sambil berkata,”Yang ini!” Si sakit menggelengkan kepalanya, dan terakhir saya perlihatkan Al Quran ukuran kecil dan saya dekatkan ke mukanya. Si sakit berteriak,” Panas!”, sambil memejamkan matanya.

Kemudian saya melanjutkan,”dalam kitab ini(sambil mengacungkan Injil) kitab orang Kristen tidak ada tertulis satu ayatpun yang mengatakan bahwa agama Kristen itu adalah agama yang benar dan di dalam kitab ini ( sambil mengacungkan Al Kitab) kitab orang Yahudi tidak ada tertulis satu ayatpun yang mengatakan bahwa agama Yahudi adalah agama yang benar dan di dalam kitab agama manapun di dunia ini tidak ada ayatnya mengatakan bahwa agamanya adalah agama yang benar tetapi di dalam kitab ini. Kitabnya agama Islam tertulis bahwa satu-satunya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Kamu sendiri telah merasakan kehebatan Al Quran dan seandainya kamu saya pukul denganya, atau saya kutuk denganya, pastilah kamu binasa. Sekarang kamu boleh memilih, mau selamat atau binasa. Maukah kamu masuk agama Islam?”

Si sakit menngangguk dan wajahnya kelihatan tenang dan ini berarti jin yang menguasai tubuhnya rela dan bersedia masuk Islam.

“Sekarang ikutilah saya !” kataku melanjutkan.

Astagfirullahal azim, astagfirullahal azim, astagfirullahal azim, Asyhadu allaailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah.”

Semua bacaan saya diikutinya dengan lancar dan suasana menjadi sunyi, hening dan semua yang hadir terlena karena suatu kejadian yang belum pernah mereka saksikan. Saya dan orang tua Asti merasa lega, seakan-akan terlepas dari beban yang menghimpit.

Setelah Asti tenang karena jin yang di dalam tubuhnya sudah merasa aman dari ancaman pembunuhan terhadap dirinya yang sangat mengerikannya, saya suruh si sakit masuk kamarnya karena ada hal yang ingin saya tanyakan kepada jin yang masih terperangkap dalam tubuhnya dan tak perlu didengar orang banyak.

Kemudian saya bertanya, “ siapa namamu?”

Jin,       “ Sundel Bolong.”

Saya,    “ Kamu laki-laki atau perempuan?”

Jin,       “ Saya perempuan.”

Saya     “ Mengapa kamu mengganggu siswa Sanawiyah dan tidak mengganggu

gurunya?”

Jin,       “ Gurunya tidak perawan lagi.”

Saya,    “ Kalu begitu ganggulah teman-teman Asti yang lain!”

Jin,       “ Kasihan dia, Pak!” Dia orang Islam.”

Saya,    “ Sekarang kamu saya beri nama Aminah, maukah kamu?”

Jin,       “ Mau, Pak!”

Terlihat pada wajah Asti rasa gembira yang berarti jin dalam tubuhnya merasa senang. Saya bawa anak tersebut ke ruang depan dengan dipapah oleh ayahnya. Pintu di buka dan semua orang yang ada disitu saya suruh menghindar karena akan menghalangi keluarnya jin.

Dengan melayangkan tangan dari wajah sampai kaki, saya berkata,”Keluarlah!” Si sakit mengangkat kaki kirinya dan jatuh pelan-pelan kelantai. Beberapa detik berlalu Asti menyelangkan mata dan terheran-heran melihat orang banyak di rumahnya.

Melihat peristiwa langka itu orang yang hadir terkesima dan semua menyatakan kekagumannya atas keagungan dan kebesaran Al Quran.

“ Bertambah keimanan saya terhadap kebesaran agama Islam setelah menyaksikan peristiwa ini,”kata salah seorang di antara mereka .”Saya heran, kita empat orang dengan susah menguasai Asti, sedangkan oleh Pak Ibun (panggilan saya di kampung) hanya diiringkan saja masuk keluar kamar,”kata yang lain pula. Saya merasa sangat lega dan bersyukur kepada Allah karena telah diberinya hidayah untuk menundukkan salah seoarang jin kafir dan membawanya ke dalam Islam. Saya sangat yakin bahwa jin yang saya beri nama Aminah, masuk Islam dengan ikhlas berdasarkan bukti nyata yang di alaminya. Dia pasti menyaksikan teman-temannya tersiksa dan hangus terbakar ketika di rukyah dengan Al Quran dan dia juga merasakannya bahkan ketika saya mendekatkan Al Quran ke wajahnya dia menjerit kesakitan. Saya yakin dia menerima Islam dengan ikhlas dan hidayah dari Allah, karena ketika saya menyuruh mengganggu teman-teman Asti yang lain, Aminah menjawab, “ Kasihan dia, Pak! Dia orang Islam.”

Ini berarti hidayah Islam telah dimasukkan Allah ke dalam jiwanya yang diajarkan Nya lewat Al Quran, bahwa orang beriman itu bersaudara dan harus berbuat bika kepada sesama mereka. Bandingkanlan dengan manusia yang mengaku Islam dari nenek moyang, masih suka merusak dan menzolimi orang seimannya.

Perang Melawan Jin Sihir Patrick

Pengakuan dari jin-jin yang diinterogasi ketika menyurup ke tubuh Asti mengidentifikasikan dahwa kehadiran jin-jin tersebut adalah atas perintah tukang sihir yang membawa misi tertentu merusak umat Islam. Namun isu tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan karena tak mungkin membuktikannya. Kita tak bisa membuktikan siapa Patrick yang selalu disebut-sebut oleh jin yang menyurup ke tubuh si sakit pasien saya, dimana alamatnya, sebab dia hanya menyebutkan dari Amerika dan sebagainya yang menimbulkan berbagai pertanyaan di dalam hati kita.

Saya sadar, bila anda membaca kisah ini pasti akan timbul keraguan dalam hati anda atas kebenarannya tetapi bagi siapa yang telah menyaksikannya atau pernah mengalami akan berbendapat bahwa apa yang saya sampaikan disini bukanlah mengada-ada.

Berdasarkan pengalaman, bila jin diinterogasi dan terjebak dalam tubuh manusia maka kita dapat berdialog dengannya melalui lisan si sakit atau manusia yang disurupinya dan apa yang disampaikannya dapat kita jadikan masukan sekalipun tidak seratus persen benar.

Informasi yang di sampaikan oleh jin yang masuk ke tubuh Asti menagtakan bahwa tak ada yang bisa menghancurkan Patrick selain orang Islam, yaitu dengan membaca Al Quran satu juz semalam dan diniatkan untuk menghancurkan Patrick. Saya menyarankan kepada ibu dari Asti untuk merobah niat membaca Al Quran dengan niat yang lebih baik yaitu memohon kepada Allah agar Patrick yang dimaksud di tunjuki Nya hidayah Islam dan jin-jin yang di kuasainya menjadi jin muslim, sebab mendoakan orang kepada kebaikan adalah untuk kita sendiri, seperti yang diajarkan Al Quran surat Bani Israel ayat 7, “ Bila kamu berbuat baik maka kebaikannya untuk kamu dan bila kamu berbuat jahat, maka kejahatannya untuk kamu.”

Hasil nyata dari doa yang dipanjatkabn kepada Allah oleh kedua orang tua Asti ialah dengan masuk Islamnya salah seorang jin perempuan anak buah penyihir Patrick yang saya beri nama Aminah. Aminah kemudian yang memegang peran dalam perang melawan jin-jin anak buah Patrick, dialah yang member petunjuk bagaimana cara mengobati dan mengantisipasi sihir dari Patrick.

Aminah juga selalu menyampaikan hal-hal penting kami ketahui, antara lain :

a. Hari Senin tanggal 21 Juni 2010. Aminah memberi tahu bahwa dia telah bergabung dengan jin muslim dan mereka melindunginya dan dikatakannya juga bagaimana cara mengobati Asti.

b. Hari itu juga waktu sorenya Aminah datang lagi memberi tahukan bahwa Patrick mencari tukang sihir untuk membantunya karena sihirnya sudah melemah.

c. Hari Selasa tanggal 22 Juni 2010, jin Aminah datang tiga kali, sebelum asyar, sesudah magrib dan sesudah isya. Kedatangannya sebelum asyar memberi tahu bahwa dia telah berhasil membawa lima belas orang temannya masuk Islam dan telah bergabung dengan dia dalam melawan penyihir Patrick. Dikatakannya juga bahwa penyihir yang membantu Petrick telah tewas dan anaknya Petrick termakan racun yang direncanakannya untuk Asti dan ayahnya. Hal itu diketahui oleh teman-teman Aminah dan diberikannya kepada anak Patrick sehingga tewas pula. Aminah juga menyampaikan terima kasih kepada kami karena telah menyelamatkannya dan membawanya ke dalam Islam. Selanjutnya Aminah menjelaskan bahwa dia dikejar oleh jin-jin yang setia kepada Patrick dan dia merasa kelelahan. Dia minta diberi air yang sudah dirukyah dengan ayat-ayat Al Quran yang sudah tersedia di rumah Asti. Minumnya cukup banyak dan menurut perkiraan adik saya Amri, air tersebut dibawanya untuk dibagi-bagikan kepada teman-temannya sebagai senjata dalam menghadapi jin kafir anak buah Patrick. Dugaan ini diperkuat dengan kedatangan Aminah sesudah magrib, menyurup ketubuh Asti dan menyampaikan bahwa dia telah berkelahi dengan jin yang setia pada Patrick: dan dalam perkelahian itu aminah jatuh terduduk dan muntah. Muntahya mengenai lawannya dan langsung terbakar.

Aminah menanyakan apakah berdosa telah membakar jin tersebut. Adik saya Amri menjawab,” Tidak berdosa karena yang terbakar itu adalah syetan.”

Kedatangan Aminah sesudah isya memberi tahukan bahwa jin yang kena muntahnya dan terbakar, telah mati. Dia sedih dan takut berdosa karena telah membunuh.

d. Hari Kamis 24 Juni 2010, kira-kira pukul 3.50 sore Aminah datang lagi dan menyampaikan bahwa Patrick telah tewas. Berita ini saya sambut dengan kata”Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun.”

e. Hari Kamis tanggal 1 Juli 2010, yangwaktu itu Asti dan orang tuanya berada dirumah neneknya di Mangilang, jin Aminah datang lagi menyampaikan berita bahwa Patrick yang sudah mati qarinnya ( jin pendamping) menjelma menjadi jin kafir, dia memimpin jin-jin Kristen untuk menghancurkan keluarga Asti. Kira-kira pukul delapan malam, orang tua Asti menelepon saya menyampaikan bahwa Asti telah kesurupan jin Patrick dan saya mendengar teriakan-teriakan histerisnya melalui handfhone.

Orang tua Asti merencanakan untuk membawa anaknya pulang ke rumahnya di kampung saya untuk saya obati dan sayapun bersiap-siap untuk berangkat kerumahnya, tetapi kira-kira setengah jam kemudian adik saya Amri memberi tahu lewat handphonenya bahwa Asti telah sembuh tak kurang suatu apapun. Kabar itu diterimanya dari ayah Asti yang menyampaikan juga bahwa hubungan dengan handphone kurang jelas karena sinyal kurang baik dengan handphone saya. Dijelaskannya bahwa jin Aminah telah datang menolong Asti dan berhasil membunuh jin jahat jelmaan qarin Patrick, dan Asti sekarang sudah sehat.

Saya mengira bahwa Asti sudah benar-benar sembuh dari sakit yang dideritanya. Sejak tanggal 31 Mai 2010 anak tersebut telah mengalami lima belas kali kesurupan. Betapa sedih dan susah hati keduanya, disamping harus merawat anaknya harus pula mencari nafkah untuk keperluan hidup yang kerjanya hanya sebagai buruh harian. Karena keprihatinan inilah saya merelakan diri untuk merawat dalam menghadapi jin sihir seperti ini, Insya Allah saya akan menang.

f. Hari Senin tanggal 12 Juli 2010, hari pertama dia masuk sekolah pada sekolahnya yang baru karena pindah untuk keselamatannya, Asti kesurupan lagi dan pingsan. Gurunya di sekolah yang baru menelepon bahwa Asti pingsan di sekolah dan langsung di jemput oleh ayahnya. Setiba saya di rumahnya saya dapati dia sedang dipegang oleh ayah dan kakeknya dan ibunya sedang berdebat dengan jin yang sedang menguasai dirinya. Jin tersebut mengatakan bahwa akan membunuh Asti karena dia telah membunuh anaknya yang berbentuk cacing alasannya ditolak ibu Asti karena berarti dia yang mencari gara-gara untuk mempersalahkan anknya. Oleh karena alasannya tidak diterima si jin mengganti alasannya dengan sebab kematian Patrick.

“ Patrick telah mati disebabkan oleh Asti dan saya tinggal sendirian.” Katanya berulang kali. Perdebatan antara dia dengan ibu Asti berlangsung a lot dank eras, masing-masing tak mau kalah.

Seperti halnya ketika menghadapi jin Aminah pada tanggal 20 Juni yang lalu, jin yang terkurung di tubuh Asti kali ini saya ajak masuk Islam. Mula-mula saya berikan kepadanya Al Kitab tetapi dia melemparkannya, saya berikan kepadanya Injil Perjanijian Baru, dia mencium dan memeluk kitab tersebut dengan gembira. Ketika saya mendekatkan Al Quran ke wajahnya (si sakit) dia berteriak kesakitan dan saya berkata, “Kitab ini datang nya dari Allah sedangkan kitabmu itu adalah bikinan manusia. Al Quran ini aslinya tertulis di Luh Mhfuz dan dikawal oleh para malaikat, yang kami sebut Khadamnya Al Quran. Barang siapa umat Islam membaca Al Quran Khadam-Khadam Al Quran itu ditundukkan Allah kepadanya dan akan melindunginya dari segala bahaya dengan izin Nya. Anak ini atau kami tidak pernah membunuh Patrickmu, yang kami lakukan hanya membaca Al Quran dan berdoa, Ya Allah kami hadiahkan pahala bacaan Al Quran ini kepada Patrick, berilah dia hidayah Islam dan masukkanlah jin-jin pengikutnya sebagai jin muslim. Itu doa kami, tetapi lantaran Patrickmu berniat jahat, mungkin dia telah diserang oleh khadam Al Quran yang kami baca sehingga di mati. Sekarang kamu boleh memilih mau sengsara atau selamat. Kalau ingin selamat masuklah ke dalam agama Islam! Bagaimana mau ndak?”

“Tidaaak!” teriaknya keras.” Patrick sudah mati dan saya tinggal sendirian!” lanjutnya.

“Kalau begitu sebelum mati kamu harus disiksa dulu. Aminah siksalah dia!”kata saya.

Kelihatan si sakit seperti di cekik orang, air liurnya menyembur keluar dan dia menggerintang-gerintang. Rupanya jin Aminah yang setia mendampingi kami memang benar-benar melakukan apa yang saya katakan. Namun jin yang berada dalam tubuh si sakit tak mau menyerah dan menantang agar saya membunuhnya.

“Baiklah, saya mohon izin dulu kepada Tuhanku sebelum membunuhmu,” kataku berdiri untuk sholat istikharah dua rakaat. Selama saya sholat Ides ibu si sakit terus membujuknya, sambil berkata,”Kami sayang padamu, kalau kamu mati maka kamu sengsara dan di akhirat masuk neraka. Cobalah kamu tiru Aminah dia sudah aman bahkan mendapat ilmu dan telah kami beri senjata untuk menghadapi musuh-musuhnya. Sesudah sholat saya hampiri dia lagi dan meminta pendapatnya untuk masuk Islam, tetapi dia tetap menolak sampai akhirnya waktu sholat zuhur masuk dan saya sholat zuhur di ruang depan, tetapi dapat dilihat olehnya, sementara ibu Asti membujuknya agar masuk Islam dan saya menganjurkan agar dia memikirkan masak-masak. Tetapi si sakit yang dikuasai jin menolak dan mengancam kakeknya,”Lepaskan! Nanti cucumu ini akan sakit, yaitu sakit yang tak ada obatnya!”

“Biarlah, kami ada dokter,”jawab kakeknya karena dia tahu yang bicara itu bukan Asti cucunya, melainkan jinyang menguasainya. Tadi kamu mengatakan tidak takut dengan Pak Ibun, tetapi sekarang kamu tak berani menatap wajahnya. Ayo, tunjukkan keberanianmu”.

Jin tidak menjawab dan kakek Asti serta ibunya mendesak mengapa dia tak berani menatap wajah saya. Jin menjawab sambil menghardik,”mata saya serasa ditusuk-tusuk karena cahaya!”

“Kepada kami mengapa kamu tidak takut, apa tak ada cahaya di wajah kami?”Tanya kakek Asti.

“Ada sedikit”, jawab jin yang dalam tubuh cucunya.

Selama saya sholat si sakit melihat dan memperhatikan saya sambil berbisik dan mengangguk-angguk seakan-akan sedang berdialog dengan seseorang. Ides ibunya Asti menduga bahwa jin Aminah telah memberikan pengertian kepadnya tentang Islam dan dia mengangguk-angguk mendengarkannya, dan baru saja saya selesai sholat Ides memanggil saya,”Pak, dia mau masuk Islam.”Saya bergegas mendekati si sakit, seraya berkata,”Betulkah kamu mau masuk agama Islam?”Jin menjawab,”Ya!”

“Ikutilah kata-kata saya,” kataku melanjutkan. Kemudian saya tuntun dia membaca dua kalimat syahadat dan kemudian saya terangkan pokok-pokok ajaran Islam sesuai kemampuan saya.

Kemudian saya bertanya, Nama siapa?”

Jin        :”kuntilanak.”

Saya     :” itu bukan nama ! Sekarang kamu saya beri nama Abdul Aziz, maukah

kamu ?”

Jin        :”Mau.”

Saya     :”Berapa tahun umurmu?”

Jin        :”Sembilan ratus tahun.”

Saya     :”Kalau begitu bagaimana saya memanggilmu, bapak atau kakak?”

Jin        :”Kakak.”

Saya     :”Kakak atau abang, sebab kalu di alam jin saya sudah berumur tujuh ratus

sepuluh tahun tetapi di alam manusia baru berumur tujuh puluh satu

tahun.”

Kemudian si sakit saya suruh duduk dan mempersilahkan jin yang berada dalam tubuhnya untuk menyampaikan sesuatu. Dia berkata,”Keluarlah! Kalu terlalu lama anak ini bisa rusak.”Perkataan itu pasti bukan dari si sakit (Asti) tetapi mungkin dari jin Abdul Aziz atau juga dari jin aminah selalu mendampingi kami tetapi kami tidak dapat melihatnya. Anak tersebut dibawa ke ruang depan dan jin yang terkurung dalam tubuhnya yang sekarang sudah masuk Islam dengan nama Abdul Aziz, saya persilahkan keluar.

Dengan iringan dua kalimat syahadat, sambil tangan saya melayang diatas tubuhnya, si sakit menganggkat kaki kirinya dan pelan-pelan jatuh kelantai. Itu suatu tanda bahwa jin yang dalam tubunya sudah keluar.

g. Hari Senin, 19 Juli 2010, Asti kesurupan lagi di sekolahnya. Menurut keterangan teman-temannya dia berteriak-teriak dan kemudian pingsan. Setelah dia sadar diterangkannya bahwa jin Aminah sudah datang memberitahu kepadanya, bahwa yang datang sebentar tadi adalah jin Karin jahat yang sering berbuat onar dimana-mana. Dia telah dihadang oleh jin Abdul Aziz dan sekali pukul olehnya jin karin tersebut telah tewas.

h. Hari Sabtu, 31 Juli 2010, sejak pagi Asti sudah dipengaruhi oleh jin-jin jahat sehingga dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya sejak berangkat sampai pulang sekolah. Yang diingatnya hanya pesan jin Aminah yang menyampaikan dia bahwa dia  akan datang dan ingin menyampaikan sesuatu kepada saya. Sewaktu saya datang ke sekolahnya Asti telah pulang dan saya pergi kerumahnya dan menunggu sampai pukul 5.30 sore. Ketika itu hari hujan lebat dan ketika telah reda Asti berkata,” Nenek Aminah mau datang, Bu”.sebentar kemudian matanya redup dan tertidur. Kemudian dia duduk dan berkata, Assalamualaikum!”

“Alaikumsalam,” jawab kami serentak.

“Kak  Aminah?”, Tanya saya.

“Ya, Pak,” jawabnya.”Begini, Pak! Sihir yang ditanam Patrick dalam Asti belum sempurna habis, masih tinggal sedikit lagi. Itulah yang mengundang jin-jin jahat masuk ke dalam tubuhnya, tetapi setelah 40 hari kematian Patrick, sihir itu akan habis sendirinya. Setelah itu berilah inggu untuk dimakan Asti.”

“Ya, ya, saya juga sudah berfikir begitu,” jawab saya. Aminah berkata lagi,”Pak! Pak Abdul Aziz berpesan, dia mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan semuanya  karena telah menyelamatkannya dan memasukkannya ke dalam Islam.”

Saya     :”Ya, ya! Kak Abdul Aziz dulu berjanji akan membawa anak cucunya masuk

Islam. Apa berhasil?”

Aminah:” Ya, Pak.”

Saya     :” Berapa orang kira-kira yang telah masuk Islam termasuk keluarga kak Aminah,

sampaikah seratus orang?”

Aminah:” Lebih, Pak!”

Saya     :” Alhamdulillah. Ya Allah rahmatilah mereka, masukkanlah mereka ke dalam

golongan hamba-hamba Mu yang saleh dan masukkanlah mereka kelah kedalam

surga.”(Saya menangis karena terharu).

Aminah:” Amin ! Tak boleh mengis Pak.”

Beberpa saat kemudian jin Aminah pamit dan setelah mengucapkan Assalamualaikum dia pergi meninggalkan tubuh pasiensaya dan tak lama kemudian Asti sadar.

i. hari Senin, 2 agustus 2010. kira-kira pukul 9.00 pagi Asti kesurupan lagi di sekolahnya. Ketika saya sampai disana saya dapati ayahnya sudah disitu dan menyampaikan bahwa Asti sudah sadar dan jin Aminah berpesan melalui Asti bahwa akan ada jin jahat mengganggu Asti antara jam 11.00 dan 12.00 siang. Berdasarkan informasi jin Aminah tersebut kami berjaga-jaga di sekitar sekolah.

Setelah menunggu agak lama ternyata informasi jin Aminah memang benar. Kira-kira pukul 11.30 di saat pelajaran Agama asti berteriak-teriak dan memaki-maki dengan histeris sehingga guru agama dan ayahnya yang segera dating kewalahan memegangnya. Ketika teman-temannya membaca ayat kursi dia berteriak,”Tidak, tidaaak, sakiiiiit1” Saya menghampiri si sakit dan berkata,”Lihat lah saya !” Asti yang dirasuki jin menjawab,” Tidaaak, serasa ditusuk mata saya.”

Kemudian saya melanjutkan pertanyaan :

Saya     : Siapa namamu?”

Jin        : Sundel Bolong.”

Saya     : Laki-laki atau perempuan.?”

Jin        : Perempuan

Saya     : Berapa umurmu?”

Jin        : 1300 tahun.”

Saya     : agamamu apa?”

Jin diam dan berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah saya ajak masuk Islam setelah menerangkan kehebatan dan kebenaran Al Quran, tetapi semua anjuran saya ditolaknya, maka saya berkata :

“ Kak Aminah, Kak Abdul Aziz ! Siksalah dia!”

Anak yang dirasuki jin tersebut terlihat seperti benar-benar disiksa orang, matanya terbelalak, dia menggerintang-gerintang. Rupanya jin Aminah serta kawan-kawannya benar-benar melakukan anjuran saya. Kemudian saya berkata,” Coba kamu lihat, siapa yang di samping saya. Tahu kamu? Siapa itu?”

Jin yang merasuki Asti menjawab,” Haji Burhan.”

Saya     : Bagaimana kalau dia saya suruh menyiksamu.”

Jin        : Tidaaak, jangan Pak !”

Saya     : Kak Aminah, Kak Abdul Aziz ! Berilah dia pengertian tentang Islam!”

Kemudian saya pergi berwuduk dan solat dua rakaat tidak jauh dari si sakit. Mereka yang hadir melihat Asti yang dikuasai jin mengangguk-angguk, berbisik-bisik seakan –akan sedang berbicara dengan seseorang. Ini berarti bahwa Aminah dan kawan-kawannya yaitu jin-jin yang telah masuk Islam sebelumnya telah berusaha memberi pengertian tentang Islam kepada jin yang terkurung dalam tubuh Asti. Selesai solat saya diberi tahu oleh ayah Asti bahwa si jin telah bersedia masuk Islam bahkan telah dituntunnya membaca kalimah syahadat, walaupun demikian saya ulangi kembali prosesi pengislamannya, saya tutup dengan doa, yang isinya mendoakan agar si jin mendapat ampunan dan rahmat dari Allh dan sebelumnya dia saya beri nama” Fatimah”

Fatimah merasa dirinya telah saya selamatkan dan sangat senang dengan keislamannya, sehingga pada pukul sembilan malam itu juga saya menerima pesan dari jin Aminah melalui Asti, bahwa Jin Fatimah berterima kasih kepada saya karena telah menyelamatkannya dengan membawa masuk Islam. Jin Aminah juga menyampaikan bahwa besok siang akan ada jin jahat yang akan mengganggu Asti dan mengharapkan agar saya datang untuk merukyahnya.

j. Pagi-pagi hari Selasa tanggal 3 Agustus adalah hari ke empat puluh kematian penyihir Patrick dan sesuai dengan informasi dari jin Aminah, bahwa hari ke empatpuluh adalah hari terakhir kekuatan sihir yang ditanamnya dalam tubuh Asti; rupanya dimanfaatkan oleh jin-jin jahat dari seantero nusantara, ini terbukti dengan merasuknya seorang jin dari Thailand yang berumur 1.800 tahun ke tubuh Asti.

Berdasarkan informasi dari jin Aminah, sejak pagi hari saya dan orang tua Asti telah bearada di sekitar sekolahnya guna berjaga-jaga atas segala kemungkinan dan kira-kira pukul 10.30 handphone saya berbunyi karena panggilan dari orang tua anak itu.

Saya dapati Asti berteriak-teriak,” Ini Asti, Ini Asti, lepaskan,” Anak itu beristigfar dan membaca ayat-ayat Al Quran dan ketika melihat saya dia berkata,” Tuk ini Asti.”

Rupanya Asti belum benar-benar kesurupan tetapi telah ditanggap oleh orang tua dan teman-temannya. Kemudian anak itu dibawa ke kantor sekolah oleh orang tuanya dan tidak berapa lama kemudian jin Aminah datang menyurup ketubuh Asti dan mengatakan bahwa Asti harus di bawa ke Musalla untuk di rukyah karena sebentar lagi jin-jin jahat akan datang. Anak itu dibawa ke musalla dan tak berapa lama kemudian jin Aminah datang lagi dan memberi tahu lewat mulut si sakit bahwa jin-jin jahat tak berani datang jika Asti di musalla dan hendaknya untuk menjebak jin tersebut, si sakit dibawa keluar. Setelah saya serta guru-gurunya Asti menunggu agak lama; barulah sekitar pukul 11.30 siang tamu yang tak di sukai itu datang.

Dia dibopong oleh ayahnya dan ditidurkan di tengah-tengah musalla sembari dia berteriak-teriak dan memaki orang sekitarnya. Ketika saya mendekat, saya dihardiknya,” Mengapa kamu kemari ! Mengganggu saya. Ayo pergi !” hardiknya dengan mata galak.

Seperti halnya ketika menghadapi jin-jin penyurup yang telah berhasil saya Islamkan, kepada jin yang terkurung dalam tubuh Asti saat itu saya ceramahi dengan terlebih dahulu memperlihatkan Kitab Injil Perjanjian Baru. Si sakit yang dikuasai jin tertawa dan memegang kitab tersebut dengan gembira. Tahulah saya bahwa dia adalah jin Kristen dan ketika saya dekatkan Al Quran ke wajahnya dia berteriak kesakitan dan kepanasan. Anehnya, saya menerangkan kebenaran agama Islam tetapi dia melihat kea rah lain dan ketika ibunya ikut bicara, dia mengahardik,” Diam kau!”

Saya paham bahwa jin yang dalam tubuh Asti sedang mendengar ceramah dari teman-temannya yang telah lebih dahulu masuk Islam. Dia tersenyum, mengangguk-angguk dan kemudian memandang kearah saya. Saya agak heran, karena sebelumnya jin-jin penyurup ke tubuh Asti tak berani menatap wajah saya sebelum dia bersyahadat terlebih dahulu tetapi yang satu ini berani menatap saya dan bahkan menggertak saya menyuruh pergi. Beberapa saat berlalu dan kemudian ibunya menawarkan agar masuk Islam. Asti mengangguk sebagai tanda bahwa jin yang menguasainya telah bersedia masuk Islam.

Setelah jin yang terkurung dalam tubuh Asti saya tuntun mengucapkan kalimat syahadat dia saya beri nama “ Siti Azizah.”kepadanya saya berpesan agar membawa anak cucunya masuk Islam dan dia menyetujuinya; kemudian saya pesankan juga kepada jin-jin yang lain yang pasti hadir pada saat itu, agar mulai hari itu, hari keempat puluh matinya penyihir Patrick, tidak ada lagi acara pengislaman syetan dan akan langsung dikutuk dengan Al Quran.

Berdasarkan pengalaman saya ketika mengislamkan jin Aminah tanggal 20 Juni 2010, maka kepada setiap jin yang bersyahadat setelah dirukyah dengan ayat-ayat Al Quran, perlu diobati dengan meminumkan air yang telah dirukyah untuk membunuh jin itu sendiri. Mengapa? Ketika kita membaca Al Quran dengan niat mengusur jin yang terkurung dalam tubuh seseorang maka jin tersebut luka-luka terbakar, tetapi manakala dia bersyahadat air itu akan menjadi obat dan penyembuh baginya seperti yang dimaksud oleh Al Quranul Karim surat Bani Israil ayat 82.

Demikianlah juga halnya dengan jin Siti Azizah yang baru bersyahadat saya suruh minum air yang telah dirukyah dengan persetujuannya sendiri, tiba-tiba sedang minum pandangannya melotot ke depan dan menyembur dengan air kearah teman-teman Asti. Teman-teman Asti kaget dan segera menghindar, disangka mereka Asti yang tengah disurupi jin marah kepada mereka. Sebenarnya si jin marah kepada teman-temannya yang masih kafir yang memperolok-olokannya karena masulk Islam. Menurut perkiraan saya ada jin yang memperolok-olokan yang terbakar karena semburan air dari Siti Azizah. Patut juga saya catat, bahwa sebelum minum jin Siti Azizah yang katanya sudah merumur 1.800 tahun dan berasal dari Thailand, saya Tanya apakah tubuhnya sakit setelah dirukyah. Dia menjawab” Ya.” Dan setelah diminumkan air yang dirukyah dia mengatakan tidak ada lagi badanya yang sakit. Subhanallah. Benar Allah dengan segala Firman Nya.

Kemudian saya persilahkan dia ke luar dan dengan iringan kalimah syahadat jin Siti Azizah meninggalkan tubuh Asti.

Hanya kira-kira dua-atau tiga menit berlalu, saya menerima pesan dari jin Siti Azizah melalui lisan Asti yang disampaikan oleh jin Aminah bahwa dia berterima kasih kepada saya karena telah menyelamatkannya dan membawanya masuk agama Islam. Jin Aminah juga menyampaikan bahwa jin Siti Azizah telah berhasil mengislamkan tiga puluh orang pengiringnya di tempat itu juga dan sekarang sedang sibuk mengumpulkan anak-cucunya yang tersebar dari Thailand sampai ke Papua yang jumlahnya kira-kira enamratus orang dan sesuai dengan janjinya, dia akan mengislamkan mereka semua.

Jin Aminah juga memberi tahu bahwa ada sekelompok jin jahat yang berencana mengganggu pelajar sekolah Asti ini dan dia menganjurkan agar ditaburkan garam di sekeliling sekolah, hal itu dilaksanakan oleh ibunya Asti dan sebelum keluar dari tubuh Asti jin Aminah menyampaikan bahwa dia serta teman-temannya akan memelihara semua yang belajar di sekolah Asti ini. Teman-tem,an Asti yang hadir mendampinginya selam kesurupan serentak menjawab,”Amiiin !”

k. Hari Rabu, 4 agustus 2010 adalah kabar gembira yang disampaikan oleh jin Aminah. Pagi-pagi kira-kira pukul 6.00 Asti menelepon saya dan mengatakan bahwa jin Aminah memberi tahu tentang sihir jahat yang di dalam tubuh Asti telah hilang seluruhnya dan jin-jin jahat yang bermaksud mengganggu, berbalik melarikan diri.

Dengan berita dari jin Aminah tersebut kegundahan dan kekhawatiran orang tua Asti berakhirlah sudah dan jerih payah saya membatu penyembuhannyan tidaklah sia-sia.

Alhamdulillah Rabbil Alamin dan terima kasih jin Aminah yang dengan setia mendampingi dan membantu kami dalam mengobati Asti dan dalam usaha dakwah di golongan jin sehingga dengan mudah mereka diajak masuk Islam. Semoga Allah merahmati kita semua dan dipertemukannya di lain kesempatan. Amin !

60 gagasan untuk “PENGALAMAN SPIRITUAL MENGHADAPI JIN SIHIR

  1. Subhanalloh,sunggu pengalaman yang luar biasa..
    Ey, ini pengalaman ustadz sendiri atau temen ustadz? krn dlm dialog dg jin diatas,ustadz mengatakan telah berumur 71 tahun, sy kira ustadz masih muda??

  2. pertanyaan
    1.aneh kenapa alquran bisa dijadikan alat untuk mngutuk jin?
    2.Trus kenapa qt mau tnduk keinginan2 jin walau hanya menyuruh menaburkan garam doang?
    3.tau darimana jin yg terbakar abu nya bisa jdi materi yg membuat racun pd tbuh manusia?
    4.abu jin berarti jdi materi yg padat dong?krn sudah jdi racun..
    5.ucapan syahadat yg gk jelas menandakn jin brdusta masuk islam nya,kenapa anda tdk brpkir kearah sana,?
    6.kadang jin mnyuruh qt baca alquran agar dia pergi,nanti niat qt baca alquran bukan lillahi taala tapi lillahi jin dong?

    • mas anton, sudah belasan pertanyaan balasan saya yang tidak anda jawab, lalu anda mulai lagi membuat pertanyaan baru yang jika sudah saya jawab dan saya membuat balasan pertanyaan anda tidak menjawabnya.
      1.aneh kenapa alquran bisa dijadikan alat untuk mngutuk jin?
      Ada banyak dalam Al-Qur’an Allah mengutuk kejahatan makhluk-Nya, Rasulullahpun banyak mengutuk kejahatan umatnya, dimana yang aneh?

      2.Trus kenapa qt mau tnduk keinginan2 jin walau hanya menyuruh menaburkan garam doang?

      Garam mempunyai karateriksik mengikat “energi”negatif, bahkan radiasi nuklir diikat dengan zat garam, bukan tunduk pada jin, jika permohonan jin tidak melenceng dari hukum syari’at tidak alasan untuk menolaknya. Namun saya pribadi tidak menyukai mengikuti permintaan jin dalam soal tekhnik ruqyah tapi saya menghormati ijtihad peruqyah tersebut

      3.tau darimana jin yg terbakar abu nya bisa jdi materi yg membuat racun pd tbuh manusia?
      4.abu jin berarti jdi materi yg padat dong?krn sudah jdi racun..

      Apa anda sudah melihat partikel debu, partikel kecil semen? tidak terlihat dipandangan mata,namun jika terhisab kedalam tubuh bisa merusak jaringan sel tubuh yang akan membuat sakit. Jin mempunyai jasad, ketika jin masuk dalam tubuh manusia membawa serta sarana dan prasarana sihir, ketika sudah hancur menjadi debu maka sedikit banyak akan mempengaruhi sel tubuh manusia sebagaimana sewaktu jin itu masih hidup dan berada dalam tubuh manusia.
      Dan memang ketika meruqyah ada beberapa saat pasien tidak dapat menggerakkan tubuhnya, adapun anggapan peruqyah tersebut adalah analisis dia sendiri yang harus kita kritisi juga.

      5.ucapan syahadat yg gk jelas menandakn jin brdusta masuk islam nya,kenapa anda tdk brpkir kearah sana,?

      kami peruqyah sudah sangat sering berdiplomasi dengan jin dan sangat paham tipu daya jin dan kami selalu waspada

      6.kadang jin mnyuruh qt baca alquran agar dia pergi,nanti niat qt baca alquran bukan lillahi taala tapi lillahi jin dong?

      Apakah hanya karena alasan akhawatir lalu kita tidak mau membaca Al-Qur’an ? atakah kita memurnikan niat dahulu karena Allah?

      SEKARANG GANTIAN SAYA BERTANYA PADA ANDA DAN TOLONG ANDA JAWAB:


      1. APAKAH ANDA PERCAYA JIN DAPAT MASUK KEDALAM TUBUH MANUSIA ?
      2. APAKAH ANDA YAKIN BAHWA FIRMAN ALLAH DAPAT MENJADI SARANA MENGUSIR JIN?

      • 1. jin tidak bisa masuk kedalam tubuh manusia, dia hanya membuat manusia menjadi pupet saja, saya bicara begini karena bisa melihat jin walau tidak dalam wujud aslinya, jangankan wujud asli jin, wujud asli manusia saja kita tidak bisa melihat, yang kita lihat sekarang hanyalah presepsi fikiran kita saja.
        2. Bukan ayat Allah yang mengusir jin, tapi keyakinan seseoranglah yang membuat jin tersebut pergi, al qur’an bukan kumpulan mantra, tapi kumpulan wahyu yang harus diteliti dengan cara berfikir
        sy bicara begini karena saya juga sering mengobati orang yang kesurupan, maaf saja waktu itu malah ada seorang ahli ruqiyah yang akhirnya minta bantuan kesaya buat mengusir jin
        akhirnya dia malah belajar HI sekarang
        murid HI sangat banyak,tapi murid HI yang berkualitas dan bisa menggunakan ilmu-ilmu HI dengan baik jumlahnya sedikit
        silahkan anda berfikir sendiri
        dengan anda menyerang HI secara membabi buta sebenarnya malah menguntungkan HI sendiri, karena masyarakat akan makin penasaran dengan HI
        mungkin HI pernah menyerang anda dengan mengatakan ruqiyah syrik , atau ada misi politis dibalik rquiyah, tapi lihat serangan anda kepada HI..sangat banyak sekali
        jadi secara tersirat sudah terlihat siapa yang panik sebenarnya
        mungkin nanti diakhirat kita bisa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah

      • 2. Bukan ayat Allah yang mengusir jin, tapi keyakinan seseoranglah yang membuat jin tersebut pergi, al qur’an bukan kumpulan mantra, tapi kumpulan wahyu yang harus diteliti dengan cara berfikir.

        permasalahan apakah ayat Allah yang mengusir jin/tidak sudah dibahas di pembahasan ini sudah dikupas tuntas di http://metafisis.wordpress.com/2011/10/08/terbakar-takut-dan-larikah-setan-ketika-diperdengarkan-berdoa-dengan-ayat-allah-bantahan-untuk-keyakinan-sesat-ajaran-hikmatul-iman/ dan di http://metafisis.wordpress.com/2011/10/08/terbakarnya-setan-karena-mujizat-firman-allah-bantahan-untuk-hikmatul-iman-volume-2/

        sy bicara begini karena saya juga sering mengobati orang yang kesurupan, maaf saja waktu itu malah ada seorang ahli ruqiyah yang akhirnya minta bantuan kesaya buat mengusir jin akhirnya dia malah belajar HI sekarang

        Haaaa :D seorang ahli ruqyah tidak akan mungkin mau meminta bantuan pada anda artinye dia tidak ahli dong? Siapa orangnya saya tidak tahu, ruqyah juga terbagi 2 ada yang syar’i dan ada yang syirik , ada banyak juga mantan anggota Hi yang bertaubat dan akhirnya berada dibarisan terdepan untuk membongkar kesesatan paham HI

      • 1. jin tidak bisa masuk kedalam tubuh manusia, dia hanya membuat manusia menjadi pupet saja, saya bicara begini karena bisa melihat jin walau tidak dalam wujud aslinya, jangankan wujud asli jin, wujud asli manusia saja kita tidak bisa melihat, yang kita lihat sekarang hanyalah presepsi fikiran kita saja.

        Adakah dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah untuk mendukung keyakinan Guru Utama Hikmatul Iman dan murid-muridnya termasuk anda ? tolong jelaskan sebab jika cuma yakin thok tanpa didasari dalil syar’i maaf saja keyakinan anda keyakinan kosong dan tidak ilmiah !

      • 1. jin tidak bisa masuk kedalam tubuh manusia, dia hanya membuat manusia menjadi pupet saja,

        Keyakinan ini adalah BUKTI kebathilan ajaran hikmatul iman! Keyakinan tidak bisa masuknya jin kedalam tubuh manusia HANYA karena KD mengatakan Ruh manusia lebih hebat dari jin makanya jin tidak dapat masuk! Padahal perkataan Kang Dicky ini tidak berdalil dari al-qur’an dan sunnah! Tidak ada satupun ulama ahlussunah yang mengingkari masuknya jin dalam tubuh manusia, anda bisa tanyakan pada MUI , NU, MUhammadiah, Salafy, HT, Tablik dll semuanya mengimani masuknya jin dalam tubuh manusia, keyakinan bathil anda menyalahi Al-Qur’an dan Sunnah dan akan ada banyak sekali ayat-ayat Allah dan Hadits Rasulullah yang akan anda ingkari!
        Jin itu mampu berubah menjadi angin dan udara dengan izin Allah Subhaanahu wa ta’ala, sehingga mereka mampu untuk masuk ke dalam tubuh manusia dan berjalan di setiap urat dari urat-urat manusia sebagaimana mengalirnya air dalam urat-urat.

        dalil dari Al-Qur’an:
        “Orang-orang yang makan riba itu tidaklah dapat berdiri (bangkit dari kuburnya) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

        Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah sabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam

        “Sesungguhnya setan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, )

        hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad dan Al-Baihaqi: “Bahwasanya seorang bocah gila didatangkan di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (kepada jin yang merasukinya) : Keluarlah wahai musuh Allah! Aku adalah Rasulullah.’ Maka sembuhlah bocah tersebut.” (Al-Musnad, no. 17098, 1713)

        Jika anda mengingkari masuknya jin dalam tubuh manusia berarti anda mengingkari firman Allah dan hadits rasulullah…………..
        AJARAN GURU UTAMA HIKMATUL IMAN TELAH MENYALAHI AL-QUR’AN DAN SUNNAH, NYELEH DAN SESAT SEBAB MENYALAHI KESEPAKATAN DAN PENJELASAN SELURUH ULAMA AHLUSSUNNAH! ANDA LEBIH PERCAYA GURU ANDA DIBANDINGKAN DENGAN PERKATAAN ALLAH DAN RASUL-NYA ! JUGA ANDA LEBIH PERCAYA UCAPAN GURU ANDA DICKY ZAINAL ARIFIN DIBANDINGKAN PENJELASAN SELURUH ULAMA UMAT ISLAM!
        JIKA ANDA MENGAKU ISLAM MAKA RUJUKLAH DAN BERTAUBATLAH ! .

      • @perdana: sy sdh mgundang anda d dlm blognya kg ahfadz nmun trnyata krg mndpt respon positif dr anda.mari kita bincang2 ringan dsna. bgmn?

      • Ustad Pradana :
        ‘Namun saya pribadi tidak menyukai mengikuti permintaan jin dalam soal tekhnik ruqyah tapi saya menghormati ijtihad peruqyah tersebut”

        Apapun alasannya, saya rasa kita harus tegas, TIDAK BOLEH ADA KOMPROMI DENGAN JIN seperti menuruti keinginannya apapun itu walaupun tampaknya demi kebaikan. Karena itu hanya kan menambah kesombongan pada diri JIN JAHIL.

        misal ”
        1. Aku (jin) akan keluar kalau wanita ini menggunakan jilbab, atau
        2. Aku (jin) akan keluar kalau kamu mengaji 1 juz/ surat Yasiin

        JIN harus keluar tanpa syarat apapun.
        Saya memilik pengalaman, seorang siswa saya (M) yg sedang kesurupan, setelah diruqyah, si jin berteriak “panas..panas” dan berkata “saya akan keluar, tapi mana L, saya mau ketemu L (L adalah teman akrab M. Namun saya tetap berkata “keluar tanpa syarat’. Dan jin itupun keluar, siswi M langsung sadar. Dan jin itu tidak pernah menganggu lagi.

        Seikh Ibnu Taimiyah tampaknya memberikan kita contoh konkrit :
        ketika jin yang akan keluar berkata “SAYA AKAN KELUAR DEMI KEMULIAANMU” MAKA Ibnu Taimiyah menjawab “keluarlah karena Allah”

        Semoga ALLAH senantiasa memberikan nikmat kekuatan iman, kesehatan dan waktu luang kepada ustad Pradana agar terus dapat memberikan ilmu berupa posting atau pengalaman pribasi.

      • @perdana
        berarti di pabrik pabrik penghasil garam tidak ada energi negatipnya dong? malah jin-jin kafir nya juga tidak ada ?
        jawab
        1.percaya kalau tingkatan ilmu jin nya sudah seperti golongan iblis seperti orang yang memiliki ilmu rawa rontek ,batara karang dan pancasona itu jin kafir sudah menyatu dengan sel sel si orangnya.tapi kalau tingkat baru kesurupan mah beda dia masih diluar mengendalikan otak manusianya
        2.bukan firmannya tapi keyaklinan dia kepada Alloh,kalau yang menjadi sumber utama adalah bacaanya bagaimana jika yang membaca orang yang sedang takut dan dia tidak pernah solat lalu dia baca alquran..karena takut apa berfungsi mengusir jin ?

      • 2.bukan firmannya tapi keyaklinan dia kepada Alloh,kalau yang menjadi sumber utama adalah bacaanya bagaimana jika yang membaca orang yang sedang takut dan dia tidak pernah solat lalu dia baca alquran..karena takut apa berfungsi mengusir jin ?

        Sekarang saya tanya pada anda, jika keyakinannya kepada Allah tinggi lalu dia tidak membaca Al-Qur’an apakah bisa mengusir jin ? Permasalahannya KD mengajari murid-murid Hikmatul Iman untuk tidak mempercayai ayat suci Al-Qur’an sebagai sarana untuk mengusir jin! Keyakinan pada Allah tidak cukup tanpa disertai dengan cara yang benar sesuai syari’at ! logikanya ada orang yakin bisa terbang lalu dia meloncat dari gedung yang tinggi, maka apakah keyakinannya akan membuat dia terbang ? TIDAK ! Malah dia akan mati!

      • apakah anda perdana yakin klo bacaan ruqyah bs membebaskan manusia dr cengkraman jin..? sy yakin sebetulnya anda sendiri ragu klo bacaan ruqyah bisa membebaskan seseorang dr cengkraman jin..

      • jangan anda ragu malah JANGAN PERCAYA BACAAN RUQYAH BISA MEMBEBASKAN ORANG DARI CENGKRAMAN JIN, yang membebaskan dari cengkraman jin hanyalah Allah dan bukan yang lainnya :) sedangkan bacaan ruqyah hanya sarana ikhtiar yang dicontohkan rasulullah….

  3. kalau udah berani nentang ayat alquran,berarti hikmatul iman uda kafir tampa disadari,berpikirlah dengan akal sehat dong murit2 hikmatul iman,saya sendiri maantan murit hikmatul iman ranting DURI-RIAU.cobah bacah diktat hikmatl iman,seperti baca cerita deragon ball,

  4. @ multitser
    kalau mash pradasar mh bukan murid tapi calon.,apalagi kalau gk mau tanya dan brpikir..ah jajauheun kna di angkat murid..paling murid taman kanak2 bisa.

  5. @ perdama
    1.semen kan benda padat terliat/materi ya pasti partikelnya pun bisa berbahaya jika trhirup,la jin ,bukan benda materi/padat bgaimana yakin sisa debunya berbahaya buat tubuh?
    2.sy wktu ngobati yg kesurupan atau di gangu jin kalau tdk tarung,pake kyakinan tinggi pada Alloh dan berteriak ”hei jin kalau gk pergi saya bantai kamu semua!”.dan trnyata sembuh..

    • yang penting ilmu jangan lah di bahas kan lagi,,terserah pada ilmu masing2,,tapi ingat lah ilmu yang ada pada manusia cuma lah sedikit seperti setitis air di jari sedang kn ilmu ada seluas lautan pecae brunei

  6. @perdana
    1.apa anda meliat jin tsb jadi debu?ya minimal mencium bau gosong?(bukan gosong makanan lo)
    2.atau info tsb hanya mengira2 sj anda?siapa tau jinya tertawa kecil di samping anda

    • ( HR.MUSLIM No:4894 )
      Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Bahwa Rasulullah saw. pernah berdoa dengan membaca: “Ya Allah, kepada-Mulah aku berserah diri dan kepada-Mulah aku beriman, terhadap-Mu aku bertawakkal dan kepada-Mu aku kembali serta dengan (pertolongan) Engkau aku berperang. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, agar Engkau tidak menyesatkan aku, Engkaulah Yang Maha Hidup dan tidak akan mati sedang jin dan manusia semuanya akan mati”.

  7. @ perdana
    jika ada jin yg gamgu manusia lalu dia akan pergi jika anda bacakan ayat kursi,dan anda baca.
    1apa kah niat baca quran anda karna perintah Alloh atau perintah jin ?

  8. @ perdana
    jika ada jin yg gamgu manusia lalu dia akan pergi jika anda bacakan ayat kursi,dan anda baca.
    1apa kah niat baca quran anda karna perintah Alloh atau perintah jin ?
    2.apakah sesuai hukum syariat tunduk pada keinginan jin walau keinginanya rada berbau islami?darimana dasar hukum nya?
    3.apakah jin trmasuk ke dalam energi negatif?siapa ahli energi yg mengatakanya?apa ada dasar hukum dlm alquran?

    • Kang Anton? maaf saja pemikiran anda ini ala barat (nasrani) saran saya banyak-banyaklah baca Al-Quran dan terjemahanya. semua orang tahu jin/setan takut dengan Al-Quran

  9. cerita aneh! katanya perukyah tidak ada kompromi sama jin pengganggu tp kenapa tunduk pada kehendak si Jin? aneh bener..

    “Garam mempunyai karateriksik mengikat “energi”negatif, bahkan radiasi nuklir diikat dengan zat garam, bukan tunduk pada jin, jika permohonan jin tidak melenceng dari hukum syari’at tidak alasan untuk menolaknya.”

    gimana ini logikanya.. Tenaga dalam yg dilatih dengan olah fisik n pernafasan yg g ada unsur puasa, wirid dan lain2 dibilang bid’ah. tp menuruti kehendak jin tidak apapa.. anda tidak jujur nih bung.

    emang cara2 diatas (garam) pernah diajarin rasul? kalau menurut standar teori perukyah ini seharusnya bid’ah!!

  10. cerita yg penuh dengan keanehan!!
    1. si perukyah menuruti kehendak dari si jin.
    2. tabur garam??! emangnya pernah diajarkan rasul?

    3. Dalam cerita si perukyah jelas sekali bekerja sama dengan jin aminah dan jin abdul aziz. ini apa bedanya dengan memiliki khodam? bukankah ini termasuk syirik?
    4. si Asti sampai berulang kali kesurupan ini kenapa? apakah sholat si asti tidak dapat mencegah dia dari kesurupan yg masive seperti cerita diatas?? jelas ini ada yg salah dengan diri Asti! jgn2 gara2 metoda rukyah yg salah yg membuat si Asti menjadi gampang sekali kesurupan!!

    sya heran dengan para wahabies, knpa mempelajari Tenaga Dalam dengan metoda murni olah nafas dan fisik dikatakan bid’ah sedangkan hal-hal yang aneh seperti metoda digunakan perukyah diatas malah dijadikan salah satu acuan!!

    mohon nih ditanggapi oleh pada pembela blog ini.. (TD,Wdjo,PA)

  11. untuk kang anton
    kalau anda orang islam, coba anda tingkatkan membaca Al-Qur’an dan Al-Hadits, menjaga diri dari gangguan jin dan syetan dengan Ayat-ayat Al-Qur’an adalah Anjuran Rosulullah SAW, salah satunya :

    Dari Anas bin Malik r.a. berkata, “Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudhu dan mengerjakan shalat Subuh, niscaya ===Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan==== dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur’an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia.”

    Berkata Anas bin Malik, “Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?” Sabda Rasulullah S.A.W, ” Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jum’at.”

    Umat-umat dahulu hanya sedikit saja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang Al-Qur’an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

    jika anda ragu akan Rosullah SAW cukuplah anda sendiri dan jangan menggoda akidah muslim yang lain.
    jika anda orang muslim sadarlah !
    jika anda orang kafir dan bermaksud membuat orang muslim ragu akan mu’jizat Al-Quran semoga Allah memberikan hidayah-Nya
    jin aja mau diislamkan manusia masa manusia tidak, kan nabinya aja manusia…

  12. untuk pembuat blog ini / Pak perdana

    tulisan anda sangat bermanfaat untuk meningkatkan keyakinan kita akan mu’jizat Al-qur’an

    teruslah menulis, biarkan kang Anton mengoceh, jangan hiraukan.

    • benar.. sudah sangat pasti Alquran sangatlah bermanfaat (krn Alquran adalah firman Allah) .. terutama dalam mengusir/mencegah hal2 yg negatif/ tidak baik.. apapun itu.. dan sangatlah multifungsi.. sbg petunjuk, obat, pedoman hidup, dan manfaatnya pun ada yg terkandung dalam isi/maknanya (dgn meyakininya) serta dzohirnya (krn kesuciannya/perkataan Allah).. seperti halnya diri kita yg pernah tergoda syetan hingga melakukan dosa.. lalu kembali sadar/sembuh/terobati/tobat.. manakala kembali mengingat Allah dengan mendengar ayat-ayatNYA.. lalu sangat banyak orang kafir masuk islam karena mendengarkan ayat2 Al quran… SUngguh Lancang lisan ini jika mengingkarinya.. Astagfirullahaladzim..

  13. Subanalloh. Itulah kebesaran Alloh. Saya tdk banyak komentar. Hanya mohon doanya dri sodara seiman buat keluarga saya. Agar di hindarkan dri perbuatan makhluk yg selalu mengganggu keluarga kami. Info dri si jin dia akan mengganggu rumah tangga dan mencelakai keluarga saya. Itu terjadi semenjak saya nikah 4 april 2009 hingga sekarang. Alhamdulillah kluarga saya msh utuh kedua putra saya sehat. Tpi saya merasa jenuh dan ingin terlepas dri semua masalah ini. Inya Alloh saya akan terus berdoa. Mhn daonya

  14. Assalamu’alaikum wrwb
    Pak Perdana..saya benar2 perlu penjelasan nih. tolong dijawab ya biar ada kejelasan.Saya kawatir ikut tergoda kalau memang itu tidak sesuai syariat islam krn kelemahan dan ketidaktahuan saya

    1* saya ingin tahu hukumnya tayangan dua dunia yang ada pratisi supranaturalnya pak hakiem bawazier. beliau kan banyak mengungkap rahasia jin melalui mediumisasi ( apakah salah dan tidak sesuai dengan syariat Islam ? )
    2*Dalam tayangan dua dunia tersebut terlihat pak hakim bawazier mengetahui dan bahkan menggunakan energy energy.Bagaimana hukumya
    3*beliau juga selalu yakin kepada Allah SWT, sedangkan kelihatannya beliau juga menggunakan tenaga dalam saat mediumisasi..bagaimana ini
    4*Apakah kita tidak boleh mempelajari yang ghoib..maksud saya dengan bisa ilmu ghoib atau hikmah kan bisa lebih memperdalam lagi keimanan dan mengetahui kelemahan jin jin penggoda

    terimakasih untuk waktunya, InsyaAllah rahmat dan berkah untuk seluruh muslimin dan muslimat .

    wassalam

  15. ﴾ Al Jin:1 ﴿
    Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

    ﴾ Al Jin:8 ﴿
    dan sesungguhnya kami ( para jin ) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

    Kalo org2 salibiyin ngomongnya gini
    Imamat
    ( Pasal : 17 Ayat : 7 )
    Bangsa Israel harus tetap setia kepada TUHAN dan sekali-kali tak boleh menyembelih binatang di ladang-ladang untuk persembahan kepada jin-jin jahat. Peraturan itu harus ditaati untuk selama-lamanya.
    tapi nyatanya mereka berQurban bukan dengan nama Allah,tapi dengan nama manusia yang mendusta tentang isa dan akhirnya tersalib.

  16. ( HR.MUSLIM No:5356 )
    Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.: Tentang firman Allah: Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Ia berkata: Ada sekelompok jin yang masuk Islam. Sebelum itu mereka disembah manusia, maka orang-orang yang menyembah (jin) itu tetap menyembah mereka padahal sebagian jin itu telah masuk Islam.

  17. 1apa kah niat baca quran anda karna perintah Alloh atau perintah jin ?
    ini jawabannya
    ( HR.MUSLIM No:681 )
    Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. tidak membacakan kepada jin dan tidak pula melihat mereka. Beliau pergi bersama para sahabat menuju pasar Ukaz. Saat itu antara setan dan berita langit telah terhalang. Mereka dilempari panah api. Setan-setan itu kembali kepada kaum mereka dan berkata: Antara kami dan berita langit telah terhalang dan kami pun dilempari panah api. Ini tidak lain pasti karena sesuatu telah terjadi. Pergilah ke belahan bumi bagian timur dan barat, telitilah apa yang menghalangi kita dengan berita langit. Mereka pun pergi ke belahan bumi bagian timur dan barat. Sebagian mengambil arah Tihamah dengan tujuan pasar Ukaz (Nabi berada di Nakhl). Saat itu beliau sedang salat Subuh dengan para sahabat. Mereka mendengar Alquran yang dibaca beliau dan memperhatikannya. Lalu kata mereka: Inilah yang membuat kita terhalang dengan berita langit. Mereka kembali kepada kaum mereka dan berkata: Hai kaumku, Sesungguhnya kami telah mendengar bacaan yang mengagumkan, yang dapat mengantarkan kita kepada kebenaran. Maka aku beriman kepadanya, dan tidak akan menyekutukan Tuhanku dengan siapapun. Maka Allah Taala menurunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. Katakanlah, telah diwahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengarkan bacaan Alquran.

  18. sy .. punya guru yg biasa merukyah ternyata setelah jin di islamkan dan sekarang menetap di rumah tersebut …. ibadahnya sangat tekun … tiap hari kerjaannya hanya berzikir …. dia hanya istrihat berzikir klu sedang di panggil …konon katanya umur jin samapi 24000 tahun … usia 6000 tahun itu masih anak2 … .. sebenarnya tdk hanya Jin yg bisa untuk merukyah … karomah para Wali pun bisa masuk … seperti …mbah priok jakarta … n para wali seluruh dunia bisa di panggal … termasuk wali kutub

  19. Wah rame nih. Nemu jin rusuh mah ga usah diajak ngobrol. Langsung tampol aja.
    Moso ngobatin aja ampe lama bener, malah bawa2 jin amrik, gilingan2. Guru saya kalo ngobatin orang kesurupan ga banyak omong. Dia diem aja, sambil liat orang itu. ting tong, sembuh deh… alhamdulillah. ga ada acara negosiasi segala.

  20. aslamulaikum saya dari brunei dan saya asyik membaca komen antara kang anton itu,,tapi harus lah ingat,bacaan ayat kerusi memang senjata orang islam,ada kah kang anton tidak tahu,,kita manusia mempunyai akal dan hati,jadi dari hati lahir nya niat,so lau niat orang itu membaca ayat kerusi kerana allah memang ok,kalau dia baca kerana niat dia takut pada jin,boleh jadi jin itu lari juga,kerana allah lebih dekat dengan kita malah dia lebih dekat berbanding dekat nya hati,,ehe

  21. Subhanallah, artikel pak perdana ini sangat memberi masukan… Maju terus pak… Semoga Allah senantiasa menolong Hamba2nya yg beriman dan beramal soleh….

  22. Al Qur’an adalah Asy-Syifa’ atau obat bagi segala macam sakit, termasuk gangguan jin,
    Terlepas dari ritual tabur garam yg saya sendiri tidak setuju dengan itu, dan saya anggap itu bisa menjadi suatu kekhilafan manusia dimana peruqyah itu pun juga manusia yg bisa salah,

    Namun mengkritisi bahwa bermodal keyakinan sudah bisa mengusir jin, itu juga tidak ada dalilnya, jika benar ada dalil demikian tunjukkan… yg perlu dijadikan dasar untuk belajar ilmu-ilmu metafisik :
    1. Agama islam berdasarkan Al Quran dan As Sunnah, artinya ritual2 IBADAH selain yg disebutkan dari alquran dan hadits itu bidah… INGAT kata amalan IBADAH.
    2. Segala ilmu dan kemampuan adalah dari ALLAH SWT, dan Muslim TIDAK BOLEH MEMINTA selain daripada Allah.
    3. Al Qur’an adalah Asy-Syifa’ (OBAT), Al Furqon (Petunjuk).
    4. Jika kita ingin mengusir setan tentu dengan Niatan memohon bantuan kepada Allah, dengan cara yg telah disyariatkan, Manusia diajarkan untuk meminta tolong hanya kepada Allah, dan cara yg disyariatkan adalah melalui ayat2 Al-Qur’an sebagaimana disebut oleh Hadits2 Rasulullah, Kita mencntoh amalan Rasulullah, Jika kita mendapati ilmu2 yg tidak sesuai dengan apa yg telah diamalkan oleh rasulullah tentu itu kemurnian (dari Allah) sangat diragukan.
    5. Manusia tidak boleh sombong atau takabur dia bisa mengusir syetan, karena manusia mengusir syetan atas seizin Allah SWT, melalui cara-cara yg telah disyariatkan.

    —- berikut hadits yg menyatakan bahwa ayat kursi dapat mengusir jin atau setan :

    Dari Abu Hurairah r.a. katanya, “Rasulullah saw. berkata, ‘Dalam surah Al-Baqarah terdapat satu ayat yang merupakan penghulu ayat-ayat Alquran. Setiap engkau membacanya di dalam rumahmu, dan saat itu setan ada di dalamnya, pasti dia akan keluar. la adalah Ayat Kursi.”

    Ibn Qutaibah meriwayatkan, katanya, “Seseorang dari Bani Ka’b menuturkan .kepadaku, katanya, ‘Aku datang ke kota Bashrah untuk menjual kurma. Tetapi aku tidak menemukan satu rumah untuk ber-malam, kecuali satu rumah yang sudah penuh dengan sarang laba-laba.

    Aku bertanya kepada beberapa orang di sekitar rumah itu, “Mengapa rumah ini?” Mereka menjawab, “Rumah ini ada yang menempati.” Aku lalu bertanya kepada pemiliknya, “Maukah Anda menyewakannya kepada saya?”

    Orang itu menjawab, “Selamatkan diri Anda. Sebab, dalam rumah ini ada `Ifrit yang telah menjadikan rumah ini sebagai tempat tinggal-nya. Dia membunuh setiap orang yang memasukinya.”
    “Sewakan kepadaku, dan biarkan malam ini aku bersama dia. Mudah-mudahan Allah SWT menolongku menghadapinya.”
    “Terserah Anda sajalah,” kata pemilik rumah itu.

    Aku pun bermalam di rumah itu. Ketika malam tiba, datanglah kepadaku sesosok makhluk yang sangat hitam matanya, dengan sinar merah laksana bara api. Dia memiliki bayangan gelap, dan men-dekatiku. Aku membaca Ayat Kursi seluruhnya. Maka ketika bacaan-ku tiba pada firman Allah yang berbunyi, Dan Dia (Allah) tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar, maka makhluk itu tidak mengatakan apa pun kepadaku. Kuulangi mem-bacanya beberapa kali, sampai bayangan gelap itu menghilang. Aku kemudian menuju salah satu sudut rumah itu, dan tidur. Esoknya, aku menemukan di tempataku melihat makhluk itu, sisa-sisa sesuatu yang terbakar dan menjadi bara.

    Kemudian aku mendengar suara, “Engkau telah membakar `Ifrit yang sangat besar.” Aku bertanya, “Dengan apa aku membakarnya?” Dia menjawab, “Dengan firman Allah yang ber-bunyi, Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.

    (Sayyid Muhammad Haqqiy An-Naziliy, Khazanah Al-Asrar Jalilat Al-Adzkar, Maktabah ‘Abbas Syaqrun, Kairo, hlm. 137.)

  23. Wajib yakin kpda Allah harus melalui firman Nya yaitu Al Qur’an.. Sesama islam tiada arti saling menyalahkan,yg benar saling mengoreksi diri.. Tiada manusia paling hebat dan pintar selain beriman kpda Allah dan firman Nya(AL QUR’AN).

  24. to anton,
    mending antum coba diruqyah-
    ana kwatr siapa tahu didlm diri antum ada jin kafirnya,
    dng diruqyah,mudah2an antum merasakan mukjizat Qur’an(bukan peruqyah nya lho)
    dan mendapat hidayah.;-)

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s