Kitab Azimat Syamsul Maarif dan Kejanggalannya


KSM-Cover1

Oleh: Abu Daffa al-Mawardi.

Di kalangan masyarakat awam, sering kita melihat tulisan yang disebut Rajah, Wafaq ataupun Isim. Setiap bentuk dan tulisan pada benda tersebut dipercaya mengandung kekuatan magis disertai amalan-amalan tertentu.

Lazimnya benda-benda ini disebut dengan Jimat atau Azimat. Ada yang dipakai dalam dompet, ikat pinggang ataupun rompi dengan harapan sebagai penglaris, karisma bahkan kekebalan. Salah satu kitab yang terkenal dan tersebar di dunia Islam adalah Syamsul Maarif karangan Ali al-Buni. Disamping itu ada juga kitabnya yang lain berjudul Mambaul Hikmah. Kitab yang saya teliti adalah Syamsul Maarif jilid 1 hal. 19 tercantum gambar azimat seperti di bawah ini:

KSM

Jika anda perhatikan pada ring lingkaran yang saya beri nomor 1 tertulis nama-nama arab yang jika diterjemahkan akan masuk pada bidang Astrologi. Seperti contohnya, Asad yang artinya Singa / Leo, ‘Aqrab artinya Kalajengking / Scorpion, Mizan artinya Timbangan / Libra dan lain-lain:

nama-zodiak

Lalu pada ring lingkaran 2 tertulis nama-nama bulan Yahudi / Syria yang diadopsi perkumpulan rahasia/kebatinan Freemasonry seperti Elul, Tamudz, Tisyrin, Ab, Azar, Tsaubat /  Tsabat, Yistan dan lain-lain:

nama-bulan

Pertanyaannya sekarang, apakah kita diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mempercayai Ramalan Bintang seperti Astrologi? Lalu mengapa pada ring kedua terdapat nama-nama bulan Yahudi / Syria yang ditulis dalam huruf Arab? Bukankah nama-nama bulan umat Islam adalah Muharram hingga Dzulhijjah? Ada maksud apa dibalik pencampuran kepercayaan Penyembah Bintang dengan Yahudi / Syria?

Maka wajar jika para Ulama Salaf maupun Khalaf melarang kita mengamalkan ilmu-ilmu seperti ini. Karena apapun niatnya, akan terjerumus pada keraguan dan kemusyrikan. Terlebih setelah kita meneliti bentuk azimat diatas.

Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitab Nizhamul Islam bab Hadharah Islam menjelaskan tentang perbedaan Hadharah dan Madaniyah:

“Terdapat perbedaan antara Hadharah dan Madaniyah. Hadharah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan. Sedangkan Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Hadharah bersifat khas, terkait dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah bisa bersifat khas, bisa pula bersifat umum untuk seluruh manusia. Bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadharah, seperti patung, termasuk madaniyah yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang menjadi produk kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri tergolong madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia.” (Peraturan Hidup dalam Islam, bab Hadharah Islam)

Jadi jelaslah bahwa ilmu perbintangan atau Astrologi merupakan hadharah kehidupan orang kafir. Lalu Azimat, Rajah maupun Wafaq adalah satu bentuk madaniyah khusus yang mempunyai kaitan dengan unsur di luar Islam.

Harap diketahui bahwa Ali al-Buni adalah seorang ahli hikmah asal Irak yang banyak meramu ilmu magis dengan menggunakan bahasa Arab. Walaupun Irak pernah menjadi mercusuar dunia Islam ketika Khilafah Bani Abbasiyah berjaya, namun negeri ini dahulunya adalah negeri Babilonia, sebuah kerajaan kafir Penyembah Bintang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah al-Baqarah 2:102

 وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil (Babilonia) yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 102)

Faham Wihdatul Wujud atau Manunggaling Kawula Gusti juga pernah terkenal di wilayah ini dengan tokohnya yang tewas digantung karena mengaku dirinya Allah, Husein bin Manshur al-Hallaj. Muridnya pun pernah bercokol di Nusantara dan juga telah dibunuh oleh Wali Songo yaitu Syeikh Siti Jenar. Hingga sekarang pun Irak masih menjadi basis kedua setelah Iran bagi kaum Rafidhah, Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah.

Kembali ke permasalahan azimat, dalam Mitos Arab Jahiliyah mereka menyakini setiap huruf Arab (Hijaiyah) mempunyai nilai kekuatan pada setiap abjadnya. Pada kitab Mujarobat yang populer di Indonesia juga tercantum penjelasan seperti ini:

zimat-penolak-penyakit

Dari kekuatan huruf tersebut dibuatlah beragam azimat dengan tujuan tertentu beserta amalan-amalan sebelum menuliskannya. Salah satu contohnya ada pada kitab Mujarobat tentang Zimat Penolak Semua Penyakit:

zimat-penolak-penyakit1

Ini Zimat tolak semua penyakit,
sebelumnya supaya shalat dua rakaat,
rakaat pertama sesudah Fatihah membaca surat al-Kafirun
dan rakaat kedua sesudah Fatihah membaca surat al-Ikhlas.

Amalan dan praktik membuat zimat seperti diatas tidak akan kita jumpai dalam perjalanan hidup junjungan kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para Shahabat r.a. dalam kitab Sirah Nabawiyah. Jadi jelas bahwa hal seperti ini bukan berasal dari Islam walaupun diselingi dengan shalat dan huruf-huruf arab. Terlebih lagi dalam beramal menurut pandangan Islam harus memenuhi dua syarat:

1. Ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
2. Mengikuti tuntunan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Masih mengenai zimat, ternyata dalam Mitologi Yahudi kekuatan angka juga terdapat pada huruf Ibrani yang merupakan bahasa mereka. Selain itu diterapkan pada simbol kekuatan alam dan perbintangan:

the-hebrew-alphabet

12-simple-letters

square-of-jupiter

square-of-mars

square-of-the-sun

Dalam buku Senjata Mukmin terjemah Syamsul Maarif karangan Miftahus Salim terbitan Ampel Mulia, Surabaya terdapat bahasan khasiat amalan zikir Asma Barhatiyah. Anehnya setiap penyebutan asma tersebut sangat janggal bagi bahasa Arab, contohnya:

  1. بَرْهَيُوْلاً (Barhayuula) artinya: Maha Suci Allah, bukankah seharusnya: سُبْحَانَ اللهُ
  2. حَوْطِيْرٍ(Hauthiiriin) artinya: Wahai Zat Yang Maha Kuat, bukankah seharus-
    nya:  يَاقَوِّيُّ (Yaa Qowwiyu)
  3. غَلْمَشٍ (Ghalmasyin) artinya: Wahai Zat Yang Maha Terpuji, bukankah seharusnya:  يَاعَزِيْزُ (Yaa Aziizu)
  4. مَزْجَلٍ(Mazjalin) artinya: Wahai Zat Yang Maha Berdiri, bukankah seharus-
    nya:  يَاقَيُّوْمُ (Yaa Qayyuum) dan lain-lainnya.

Kesimpulannya, bahwa setiap perbuatan seorang Muslim harus terikat dengan Hukum Syara’. Jika kita mengambil sesuatu yang tidak ada tuntunan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam maka amaliyah dan ibadah kita akan tertolak. Wassalam.

Kiriman: Abu Daffa al-Mawardi.

dikutip dari sini

70 thoughts on “Kitab Azimat Syamsul Maarif dan Kejanggalannya

    • Kupasan yang Biasa aja….. Cenderung kurang kerjaan…. dan KACAW..

      logikanya, kalau saja kitab itu terindikasi banyak memuat kesalahan .. tentunya dari dulu sudah banyak ulama’ yang meluruskan nya….

      tapi KENYATAANNYA sampai sekarang masih banyak yang mengkajinya juga…

      itu bukti NYATA bahwa pandangan miring (tentang kitab tersebut) yang di tampilkan disini itu karena sudut pandang nya yang miring.. atau pikiran orang nya yang miring….

      semua juga jadi miring kalau begitu jadinya….

    • Kupasan gak Mutu, dibilang bagus. Mbahas Islam Kayak lo, bubar Islam. Pake ayat gak yambung disambung2ngin.

      Mbahas Jimat sampai wahdatul wujud dasar gak mutu. mbahas alhalaj gak nampilin biografinya, mbahas syech siti jenar gak jelas sejarahnya. dasar gak mutu.

      Mbahas ibadah dan amaliah pake kata ditolak, dasar gak tau istilah fikih.

      Pembahasan lo rusak wa su’bat:
      Lo sesatkan syeh siti Jenar dengan Dalih wali songo, ketika wali songo ngajarin wirid lo bid’ahkan, dasar Golongan Talfiq.

      Ngikuti Golongan lo Islam di Indonesia bubar, apalagi kaum awam.
      Yang ditonjolkan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist, Kayak Punya sanad Qur’an dan hadist, (paling banter ngacak2 kitab2 ulama do’ang – yg sesuai diakui pendapatnya yg tidak sesuai dibid’ahkan)

      Islam itu Cabang Ilmunya banyak: udah ada bagiannya sendiri2. Jadi klo mbahas sesuatu yg jelas, dimasukkan disiplin ilmu yang mana. Pake kata2 disiplin ilmu pun harus diatur gak kayak anak SD, asal2 lan. bahas fikih pake kata2 bidang akidah, kelihatan bodonya.

      Gak perlu, menyesatkan Para Ulama’ satu dengan yang lain, Karna sudah banyak kitab yang menerangkannya.

      Klo mau mbhas kitab, ngaji dulu, gak asal nulis yg akan menyesatkan kaum awam yg sok pintar.

  1. Ketahuan deh, rupanya bung lulus memakai kitab syamsul ma’arif makanya tersinggung banget trus emosi gak karuan tuh, makanya bung ngelmu itu gak usah cari yg gak jelas, pelajari tu ilmu ruqyah biar terjamin keselamatannya….

    • bung lulus memang keukeuh soal jimat. padahal, rasulullah saw nggak pernah bikin jimat dan nggak pernah membolehkan bikin jimat. bukankah rasulullah saw bersifat ummi tidak bisa baca tulis. mana mungkin beliau membuat jimat dan membolehkan ummatnya bikin jimat. yang dibolehkan beliau adalah ruqyah dengan bacaan. ada baiknya bung lulus utama belajar ruqyah sama powerilahiah

  2. Yang mengkaji itu blm tentu membenarkan kitab tsb,,tp ada jg tuh org lngsng ngikutin aja tuh kitab banyolan tanpa berpikir kritis.

    penulis kitab tsb ternyata masih banyak kesalahan atw benar2 gak tau ya, khususnya dlm hal penulisan sifat2 Allah SWT.

    Contoh =
    1. Barhayuula (Maha Suci Allah) bukankah seharusnya: سُبْحَانَ اللهُ?
    2. Hauthiiriin(Wahai Zat Yang Maha Kuat) bukankah seharus-
    nya: يَاقَوِّيُّ (Yaa Qowwiyu)

    Beginilah klo org2 MIRING menulis buku, Benar-benar KACAAAUUWWW…

    • memang, banyak orang tidak memperhitungkan dasar hukum dari suatu amalan, jadinya ada kitab yang miring dan kacau kayak gitu. yang lebih miring dan kacau lagi kalau ada seorang juru damai dan penggagas persatuan umat tapi ngamalin kitab miring syamsul maarif itu…

    • Klo gak tau tentang kitab Syamsul Ma’arif dan gak pernah ngaji jangan asal2 komentar, kelihatan bodonya. Hanya orang bodo yang sok tau Islam kata: Barhayuula adalah bahasa arab.
      Emang belajar Translite Ibrani ke Arab Barhayuula diganti dengan Subhanalloh.
      Dasar sok pintar, asal komentar gak pake Ilmu, kelihatan bodonya.

  3. Assalamu’alaikum. wr. wb. Pak Perdana, Bagaimana cara menghilangkan ilmu tenaga dalam yang ada dalam tubuh dan amalan2 yg tdk sesuai denga syariah karena sangat mengganggu selama bertahun tahun. terimakasih.
    Ardi P.

  4. @Rely
    Menurut hemat kami sebenarnya sebutan “Barhayula dan Barhatihin” itu bukan bertujuan memuji Alloh tapi itu merupakan sejenis mantera sebagai bentuk permohonan kepada Syetan, na’udzu billah min dzalik

  5. Baik pak. InsyaAllah saya laksanakan. Bolehkan “tehnik ikrar pemutus” saya lakukan sendiri tanpa ada perukyah? Maaf, saya masih awam dlm hal ini. Terimakasih.

    • Waw…. jurus apalagi itu…

      Siapa penciptanya….. Aneh deh … Saya belajar bertahun-tahun gak kenal nama IKRAR PEMUTUS itu… dalam dunia persilatan pun saya gak menemuinya….

      jangan-jangan nama nya di bikin-bikin sendiri…. biar kelihatan sangar…

      trus selain IKRAR PEMUTUS apa ada yang lainnya juga gak…

      misalnya
      IKRAR PENYAMBUNG
      IKRAR PENJAHIT
      IKRAR PENAMBAL
      IKRAR PERBAIKAN dan SERVIS…

      Gitu..??

  6. Selepas shalat Maghrib, saya jawab salam nya..
    Wa’alaikum salam……

    Kalau Salam nya gak pake Warohmatullohi Wabarokatuh, jawabnya juga gak pake…

    itu berarti salam yang Singkat.. maka jawab nya juga singkat…

    • @lulus utama
      emng klo d jwb wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh knp? kan lbh baik,
      sampean kan juru damai mestix smpean ksh cnth pd sy yg krng ilmu ini, knp smpean perhitngn bngt bls slm yg spele & remeh temeh

      • orang GALAK emang suka menganggap hal wajib itu sepele dan remeh temah… ( padahal menjawab salam itu hukumnya WAJIB)

        Tapi kalau membahas sunnah, lebih-lebih terkait sunnah yang masih jadi ikhtilaf .. GALAKnya Mintak Ampun deh….. Gak Ketulungan…. dikit-dikit BID’AH, dikit-dikit SESAT…

  7. salam..udah deh..jangan diributan..ikut aja ajaran islam yang bener dong…biarin aja dibilang pinter2 miring…kekekkeke

  8. bung lulus utama…sy sependapat dengan bung lulus utama…kalau penulis buku itu miring kita pembaca pun bisa ikut miring…kaya orang sinting…hehhe

  9. dari sini ketahuan bodoh nya dan begonya bung LULUS hahah.. dia itu taklid buta dan tidak mau menrima kebenaran.. biar kata itu salah kalo kalo guru nya bilaang benar ya di’ikuti..

    yang dicari itu kebenaran bung..!!!! bukan pembenaran ….

  10. Klo barhayula = subhanallah & subhanalah = maha suci Allah, Q mnt tlng apa yg bdkan istilah tsb dn tlng jg telaah kitab al aufaqx al gazali ?

  11. Yg trhmt abu daffa, mnurt pmikiran sy ktab itu mrpkn pngalamn spiritual pngarangx shg mdpt ilmu hikmah sprti yg trtuang, skrng sy mw tanya pngalaman spiritual apa yg sdr. dpt slama ini ? Adakah kitabx ? Klo sdr tk stuju dg ilmu prbintangan/astrologi/ilmu falaq/hisab bgmn sdr muslim kita yg brhari raya dg pdoman ilmu hisabx padahal dalilx udh jelas : shumu liru’yatihi wa aftiru liru’yatihi bkan bihisabihi dn ritual yg dilakukan dg lbih dahulu sholat sunnah itu ajaran Rasul bhw jk kita pux hajat dianjurkan sholat sunnah yg dbc bkn bacaan apa yg dbaca setan dn yg sdr kupas ini hanya 1 lbr bagaimana dg bab2 brikutx sprt doa2 asmaul husnax apa itu janggal ? Tlng sdr kaji lg ksluruhan jgn sptong2 agr tak salah pnafsiran mnrt sy sdr. Cuma baca tak mngkaji pd ahli atw ulma yg tahu dn mngerti !

    • Saya hanya membela diri saja…

      Situ kok akhir-akhir ini jadi GAK GALAK lagi kenapa ..?

      Jangan-jangan sudah berubah ya..?

      Tolong kasih sinyal yang jelas kalau sudah berubah.. biar saya gak salah sasaran…..

      Jadi gak enak nih…..

  12. halah ana bertanya ..!!!

    “bung LULUS apakah antum masih menolak kebenaran dan masih percaya dengan kitab tersebut.. padahal sudah jelas Hujah yang disampaikan???……..”

    dimanakah galaknya?????

    • Nah ini yang GALAK pemula itu ya ……

      Anda kok mengatakan saya percaya dengan kitab tersebut itu darimana dasarnya….? nah.. itu FITNAH kan…

      hayo ngaku aja… kalau ngaku saya maafkan.. kalau enggak saya tagih di akhirat….

      terserah mau pilih yang mana….

  13. Berarti anda Menolak “KEBENARAN” dan anda harus mengakui…

    COBA BUNG BANTAH DENGAN HUJAH DAN DALILNYA. BUKAN DENGAN AKAL2an…!!!

    SAYA KATAKAN ANDA INI BERKATA KATA TANPA ILMU…!!!!

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

    Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

    Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

    إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

    Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)

    Hadits ini menunjukkan bahwa “Barangsiapa tidak berilmu dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan tanpa ilmu, dan mengqias (membandingkan) dengan akalnya, sehingga mengharamkan apa yang Alloh halalkan dengan kebodohan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan dengan tanpa dia ketahui, maka inilah orang yang mengqias dengan akalnya, sehingga dia sesat dan menyesatkan. (Shahih Jami’il Ilmi Wa Fadhlihi, hal: 415, karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, diringkas oleh Syeikh Abul Asybal Az-Zuhairi)

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)
    Setelah menyebutkan pendapat para Salaf tentang ayat ini, imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Kesimpulan penjelasan yang mereka sebutkan adalah: bahwa Alloh Ta’ala melarang berbicara tanpa ilmu, yaitu (berbicara) hanya dengan persangkaan yang merupakan perkiraan dan khayalan.” (Tafsir Al-Qur’anul Azhim, surat Al-Isra’:36)

    Keterangan ini ana akhiri dengan nasehat: barangsiapa yang ingin bebicara masalah agama hendaklah dia belajar lebih dahulu. Kemudian hendaklah dia hanya berbicara berdasarkan ilmu. Wallohu a’lam bish showwab. Al-hamdulillah Rabbil ‘alamin.

    • nah benar kan….. sangat mudah di tebak….

      merasa paling berilmu dan suka ngata-ngatain orang lain gak berilmu… itu salah satu tanda orang-orang yang GALAK… (ini termasuk riya’, yang justru sangat di takutkan Rosululloh SAW)

      kalau ilmu hanya membuat orang menjadi sombong dan suka menebar FITNAH… itu bukan salah ILMU nya, tapi orang yang mengamalkan ilmu itu yang setengah-setengah… baru berilmu dikit tapi GALAK…

  14. ok ana closed

    tidak ada manfaatnya debat dengan bung lulus…

    tidak ada paksaan dalam beragama…!

    saya pribadi akan selalu terbuka menerima kebenaran dah hujah yang lurus kepada saya..!!!

    maka dari itu jauhilah kerasnya hati. dan jangang taklid hanya ikut ikutan dan tidak tahu dasar hukumnya dalam beragama.

    beribadah dan beramal tanpa ilmu … akan tersesat..!!

    ilmu itu sebelum amal

    ana pamit

    Asalamu’alaykum

    • Wach cucok banget,sy se tujuh eh se puluh kang gembel.Krn sangat pentgnya ilmu smp kt disrh cari ke negeri Cina, sekecil apapun tnp ilmu,bs gaswat tu…!

  15. Sok tahu deh….

    Masak harus tahu dalil sebelum ibadah… Terlalu LEBAY..

    Emang Sodara “GEMBEL” ini tahu dalil nya pelaksanaan sholat dhuhur kok jumlahnya 4 rokaat dan ashar juga 4 rokaat… (setiap hari sholat fardhu itu dilaksanakan, masak gak tahu dalil nya)

    Saya YAKIN dia gak tahu….. kalau sampai dalam 10 menit dia bisa jawab… berarti dia tahu.. kalau lewat 10 menit berarti dia gak tahu dan masih berusaha mencari tahu… (kata-kata “ILMU sebelum amal” itu gak berlaku untuk jumlah rokaat sholat dhuhur dan ashar?)

    ini BUKTI bahwa kita gak harus tahu semua dalil tentang semua ibadah kita….

    Sekali lagi.. Saya selalu menawarkan bukti…

    • jangankan sodara GEMBEL… Gurunya aja gak tahu…

      itu bukan berarti karena tidak ada…. tapi karena fokus orang-orang GALAK macam kalian ini hanya perbedaan, tujuannya hanya ingin menyalahkan orang lain saja….

      Padahal kesamaan diantara kita jauh lebih banyak…

  16. PISAU itu kalau dipegang anak kecil bisa membahayakan dan yang melihat juga ngeri. kalau yang megang ibu rumah tangga, bisa manfaat untuk memotong sayur.., buat masak. jangan salahkan pisau kalau anak anda terluka, ajari saja bagai mana cara memanfaatkan pisau. Semua ilmu itu dari Allah. dari Alllah,, bukan dari syetan, jin atau, sekelompok manusia, jika ada pikiran seperti itu, sama halnya anda membuat tandingan untuk Allah.,. jika penjahat mau menang dalam perang tentu ia akan mencari senjata yang keren dan mematikan, kalo polisi juga dilarang punya senjata yang mumpuni, apa jadinya..,

    “hati-hati dalam memberi petuah…,” perbanyak ISTIGHFAR dan SHOLAWAT… doakan kaum muslimin…, bukan SALING MENGHUJAT, begitulah ISLAM…

    Wallohu A’lam..

  17. Salam Semua….!!! Nama saya Syamsul Ma’arif dan saya Bangga dengan nama yang telah diberikan oleh orang tua saya.

    Terlepas dari tulisan dan komentar diatas. Buat apa sih rame… mending saling menghormati akidah dan kepercayaan orang lain. Bukan malah caki-maki sana-sini. Nabi Muhammad aja gak pernah caki-maki pendapat, pikiran dan omongan orang. Karena setiap pendapat orang pasti benar menurut orang tersebut, meski belum tentu benar menurut orang lain. dengan caki-maki maka kita telah memaksakan pendapat kita pada orang yang kita maki. Bukan kebenaran yang kita dapatkan malah yang terjadi bentrokan dan perpecahan.

    Terima ksih udah membaca.

    Salam,
    Syamsul Ma’arif

  18. Ass.Pak ustaz PA terima kasih telah memberikan penjelasan tentang hakikat kitab syamsul ma’arif dan akhirnya saya baru tahu setelah ana membaca penjelasan tadi sudah lama ana meragukan kitab tersebut ana pernah brtanya kepada ustad ana katanya boleh mengamalkan ilmu itu tetapi jawaban usta ana itu tidaklah logis dan terkesan taqlid dan juga ana pernah bertanya kepada teman ana tentang kitab tersebut tapi jawabannya tidak memuaskan saya;apakah yang harus ana lakukan terhadap kitab2 yang terlanjur ana miliki seperti kitab Syamsul ma’arif, mambau usulilhikmah,khozinatul asror,majmu’azhim,asrorul hikama’,syumusul anwar,dan,mujarrobatud dairobi dan bagaimana dengan group yang terlanjur ana buat yg mana kitab2 tersebut menjadi rujukannya?

  19. itu semua adalah hasil transformasi proses akulturasi ilmu rekayasa yahudi yang menyebar keseluruh dunia untuk membentuk semua keyakinan/kepercayaan berwarna abu-abu, ….sehingga melupakan misi dan visi asli kemanusiannya…???

  20. kitab setan bakar aja, kitab kayak gini koq dibilang kitab agama islam, mentang2 pake bahasa arab dibilang kitab islam, bahlul bner.

  21. mas ,kalau mau menafsirkan kitab yang benar.belajar dulu yang dalam agamanya baru ngomong.ulamk kita gak begok kalu sesat dah gak boleh beredar,oleh kementrian agama.jangan2 yang perlu di telusuri,penyusup yang gak tau agama. tenang umat muslim kita pya ulamak ,bukan penyusup jgan gampang di masuki doktrin yg gk berdasar,perlu kita berantas bersama

  22. sidik, on Juli 15, 2012 at 3:35 am said: ====>>>> ISLAM KTP nih orang …. sukanya menyesatkan…. sesatnya sendiri gak di perhatikan tapi senangnya menyesatkan orang…. itu apa namanya yah,,,,,,..??? yg suka sesat menyesatkan …!!!! Maju Terus,,,,,,, Pantang Mundur,,,!!!!

  23. kang…. monggo ayo adakan bahtsul masa’l antar pondok pesantren untuk mengulas tuntas tentang kitab ” Syamsul Ma’arif ” Monggo.

  24. Menyimpulkan komentar yg saya baca di atas, pada dasarnya argumen yg sudah lama berlangsung antara moyang kita dahulu, yaitu ada yang percaya atau yakin dan juga ada yg tdk percaya atau tdk yakin dan mengatakan semua yg ada di Kitab Syamsul Ma’arif itu semuanya bid;ah. Maklum ajamungkin saja moyang kita dahulu banyak juga yg tdk mengerti mengenai kitab yg sedang diperbincangkan, termasuk juga yg sedang komentar di atas, menurut saya kita tdk bisa menyalahkan sesuatu pengetahuan apapun sebelum kita mendalami pengetahuan itu, nisalnya kita tdk bisa mengatakan di dalam laut itu ada sesuatu sebelum kita menyelam ke dasarnya. Seperti kita ketahui bahwa perdebatan kaum tua dengan kaum Muda mengenai syariat hingga saat ini belum selesai karena masing-2 mempunyai argumennya masing-2 dan tdk pernah selesai, dan bahkan ada juga yang mengganggap para Waliyullah itu tdk ada, namun saya ada usul bila anda ingin tahu husnul khatimahnya seseorang lihat pada akhir hayatnya, bagaimana caranya meninggal dunia kemudian lihat pahamnya pada pendapat-2nya sebelumnya.

  25. Rasulullah SAW Pernah berdoa :
    1. Ya ALLAH Janganlah umatku menderita kelaparan hingga menyebabkan kematian
    ALLAH Kabulkan permintaan Rasullulah
    2. Ya ALLAH Berikanlah kemenangan di setiap pertempuran kaum muslim saat berperang dengan orang kafir, ALLAH kabulkan permintaan Rasullulah
    3. Ya ALLAH persatukanlah umatku nantinya, jangan ada yang berpecah belah.
    ALLAH tidak kabulkan permintaan Rasullulah…

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s