ZIARAH HEBOH! HABIB CURHAT & MINTA-MINTA PADA KUBURAN!

Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati dapat mendengar”

(QS. An Naml: 80)

Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar”

(QS. Fathir: 22)

Video ini berisikan tentang seorang Habib terkenal sedang melakukan kesyirikan, yaitu meminta-minta kepada kuburan (orang yang sudah mati).
Nama Habib tersebut dirahasiakan, tapi bagi yang sering berinteraksi dengan para Habaib niscaya mengenal Habib tersebut, khususnya yang sering kumpul di Markaz Habaib di Al Busyro, CItayam (sebelah Bojonggede, Bogor). Habib itu anaknya Habib Abd*** Rah*** Asseg*** yaitu Habib Al** ceramahnya lebih banyak tertawa alias ngelawak.

Berikut ini salah satu ucapan sang habib yang heboh itu:“Doain ye. Do’ain anak-anak  biar rezekinya makmur, doain angota (majelis taklim) biar sabar, tidak terpengaruh komunis, dan jadi orag baik semua….Jangan doa’in anak-anak biar cepet kawin, nanti (ngajinya) berhenti, kurang ajar. Mau kawin minjem duit ama guru, orang (gini) separuh setan…Juga, doain saya mau umrah lagi. Jangan tanya duitnya dari mana…..” dan seterusnya.”

Point Obrolan habib Alwi

1.Minta di do`akan kepada Ahli Kubur yang tidak seorangpun tahu apakah Ahli Qubur itu mendapatkan Siksa atau Nikmat

2.habib minta yang baik-baik juga yang tidak baik, seperti supaya jangan di do`ain pada kawin dan memvonis orang yang kawin pada kurang ajar

3. Nyumpahin murid-muridnya sebagai orang-orang separuh setan (dan nampaknya murid-muridnya pada seneng di bilang setengah setan yang ahli neraka) dasaaarr… (kalo dibilang setengah anjing demen kagak ya)

4. beberin Aib Ahli kubur, si Ahli kubur yang manggil si alwi ini mirip setan

5. bisa boong bisa enggak Ngatain si alwi ne pake pakaian kayak Jibril (ambigu apakah Malaikat jibril, Abu jibril ato yang lainnya)

6. banyak sumpah serapah, alwi gondrong kayak kebo mati.. dan nampaknya penonton pada suka habibnya di sumpahin macam gitu

7. ternyata dia buka aib sendiri “melabeli diri sebagai orang yang biasa nipu”

karena kasus ini yang memposting Video tersebut di laman facebook bernama Abu Fahd Negara Tauhid mendapatkan perlakuan buruk dari pendukung habib. lihat beritanya di

jika ingin memberikan dukungan moril, doa dan metaril bisa mengunjungi Group 1.000.000 ahli tauhid mendukung kebebasan Abu Fahd Negara Tauhid

52 thoughts on “ZIARAH HEBOH! HABIB CURHAT & MINTA-MINTA PADA KUBURAN!

    • Admin yang terhormat mbok ya ayat2 jangan di potong2 sak enake wudelmu mas, dalam Ayat An-Naml 80 kan ada terusanya ayat kenapa anda Potong sehingga maknanya bisa melenceng dari yang sebenarnya, maksudnya ayat tersebut adalah menerangkan orang2 kafir bukan orang mukmin, dan maksud ayat ini bukan membahas orang di kuburan bisa mendengar apa tidak….kalau anda membaca ayat secara komplit tanpa di potong maka akan menyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya. lihat fiil mudhorinya pakai kata2 Tusma’u artinya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar Mendengarkan Hidayah) dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar PANGGILAN (HIDAYAH) di sambung akhur ayat “apabila mereka telah berpaling membelakang.”… jadi maksud ayat ini adalah masalah mendengar kepada petunjuk Allah, coba lihat ayat 81 yang menjadi penjelasan dari ayat 80 Allah berfirman ” Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri ” dan di perkuat dengan tengah2 surat Fathir ayat 22 “………Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya……..” jadi Allah memberi pendengaran unutk menerima Hidayah bagi orang2 yang beriman, bukan pada orang Kafir yang berpaling sesaui dari akhir ayat an-naml ….

  1. gila banyak bener dalilnya. hebat..hebat.. siapa sih gurunya…? jangan2 nggak punya guru yg bener nih hahahaa…abisnya langsung ke Rosul, kayak yang hidup di jaman rosul.
    ngopi bareng nyok mass,,, nyamper aja k citayam deh…

  2. klo gurunya buku ya begini jadinye…stres/korsleting/steleng/ tingkat benua…makenye klo belajar jgn beguru am binatang ya mas bro…

    • Setuju banget ama @HT dan @HT..

      Jangan berguru ama kuburan, apalagi binatang.. paraahh.. Jangan sampai kita seperti oknum dalam Video diatas..

      mari baca kembali dalil2 di atas..

      • Pak perdana yg saya hormati tata cara membaca manaqib yg anda tunjukan terlalu berlebihan, ijazah yg q dpt cukup di baca aja gak usah pake’ gitu2an .
        Kayaknya saudara mengharamkan manaqib dan mengharam wasilah pd wali2 alloh yg kedudukannya dkt dg alloh.
        Bagaimana kisah sunan kalijogo dia bertapa selama 3 th sama seperti beliau.
        Satu lagi bukannya rosululloh pernah menyuruh qt minta pd alloh dg menyebut nama2nya yg agung sebagai wasilah bagaimana itu menurut saudara, apa itu syirik dan jg waktu qt sakit pergi ke dokter sebagai perantara penyembuh apa itu syirik ?

        Jgn lht alqur’an dr ayat2nya saja atau hukum2nya saja tp lihatlah hikmah di dlmnya. Al quran itu penuh dg hikmah.

      • @Bocah gresik

        cara membaca manaqib yg anda
        tunjukan terlalu berlebihan

        jwb: mnurut sampen bagijan mana yg berlebihan ??

        Satu lagi bukannya rosululloh
        pernah menyuruh qt minta pd
        alloh dg menyebut nama2nya yg
        agung sebagai wasilah

        jwb: itu berart rosululloh langsung memohon kpda Allah bkan pake wasilah / perantara untuk mnyampaikan doax pd Allah.

        mohon maap apabila slah mohon d koreksi.

      • @bocah gresik.

        1. manaqib kan artinya biografi.. isinya cuma kisah aja, dibaca buat pengetahuan yah ga masalah.. ambil yg positifnya.. emang manfaat lainnya apa?
        2. buat apa pake wasilah ke orang udah wafat mas? minta langsung aja.. insyaallah langsung didenger Allah.. lagian kan yg dimintain wasilah juga bingung.. mana yg mesti diprioritasin dulu.. lamaaa.
        3. kalo tapa 3 taun, kapan nyari duitnya mas?
        4. itu dalil/artikel di atas udah sangat jelas.

    • Assalamualaikum wr wb ……. untuk admin & kawan2x seiman

      @ Bocah gresik

      Hahahaha ……. buru – buru amat bos mo kmane sih …?
      coba bocah gresik baca mudah-mudahan willywow gak salah …..
      QS: Al-Maidah(5) ayat 103
      disitu dijelaskan apa itu washiilah & warisan jahiliyah ……. ni willywow copas in ayat & artinya :

      مَا جَعَلَ اللّهُ مِن بَحِيرَةٍ وَلاَ سَآئِبَةٍ وَلاَ وَصِيلَةٍ وَلاَ حَامٍ وَلَـكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ

      Allah sekali-kali tidak pernah mensyari’atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

      • Ayat lanjutannya lebih mantab lagi :

        Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

        QS: Al-Maidah(5) ayat 104

  3. Perdana @ amien . . Dan smoga anda jg di beri hidayah serta rahmatNya yg tlh mengharamkan berwasilah pd wali2 alloh .
    Perlu di ingat bid’ah itu ada 2 :
    1. Bid’ah hasanah (baik)
    2. Bid’ah dholalah (jelek/sesat)
    Selagi itu dlm kategori bid’ah hasanah sah2 aja qt mengamalkannya untuk menambah amal ibadah qt.

  4. all@perdana ahmad itu pengen disebut ustadz…padahal sih imitasi…jgn dengerin omongan dia…dia itu bocah “sawah” (salafi wahaby)……

  5. all@bagi yg bermanhaj AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH…perlu diketahui ciri2 sekte “sawah” (salafi wahaby) trmsk perdana ahmad itu,mengharamkan maulid,tahlil,ziarah kubur,tawassul,manaqib,dll & mreka benci pd para HABAIB….acuan riwayat hadits mereka condong kpd syeikh syekh muhammad bin abdul wahab (pencetus sekte wahaby),syekh albani & syekh ibn baz….

  6. TD@manhaj ntu bhs simpelnya adlh aliran dlm TAUHID…ntu SANG HABIB bkn minta2 am kuburan,tp BELIAU melakukan AD-DU’AA BITTAWASSUL (berdo’a lwt perantara) melalui SANG SHOHIBUL MAGOM yg mempunyai derajat AL-WALIYY MIN AWLIYAA’ILLAAH (org yg dekat) dgn ALLAH ‘AZZA WA JALLA yg sudah barang tentu do’a PARA WALI ntu mustahil ALLAH tolak…krn ruh PARA NABI,SYUHADA,PARA WALI & SHOLIHIN ntu “HIDUP”, berbeda dgn manusia biasa..krn BELIAU merasa manusia biasa yg penuh dosa & salah,maka dr ntu BELIAU minta dido’akan kpd ALLAH melalui lidah SANG WALI agar do’anya dikabulkan…sdngkn manhaj ‘sawah’ (salafy wahaby) trmsk perdana ahmad,mengharamkan tawassul,krn mereka merasa dirinya bersih dari dosa,merasa dekat dgn ALLAH & merasa do’anya akan dikabulkan ALLAH ‘AZZA WA JALLA…..kita hrs “NGACA” apakah diri kita NABI/SYUHADA/WALI/SHOLIH yg dekat dgn ALLAH ‘AZZA WA JALLA…?!…I’TABIR (renungkanlah) !!!……WALLAHU A’LAM

    • Tawassul dengan cara Habib mendatangi kubur-kubur keramat merupakan tawassul yang menyalahi syari’at, karena tidak ada satupun dalil yang dapat dipertanggungjawabkan tentang pelaksanaan, sedangkan tawassul yang dibenarkan adalah tawassul yang bersesuaian dengan syari’at. Tawassul kepada penghuni kubur sekalipun ia seorang nabi, wali maupun orang-orang shalih termasuk kedalam katagori tawassul yang syirik.

      Tawassul yang syirik, yaitu menjadikan orang yang sudah meninggal sebagai perantara dalam ibadah seperti berdoa kepada mereka, meminta hajat atau memohon pertolongan sesuatu kepada mereka.

      Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

      أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُفِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

      Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar ( QS.Az-Zumar : 3 )

      Tawassul dengan meminta doa kepada orang mati tidak diperbolehkan bahkan perbuatan ini adalah syirik akbar. Karena mayity sudah tidak bisa berdoa seperti ketika ia masih hidup. Demikian juga meminta syafa’at kepada orang matiu, karena Umar bin Khattab radlyallahu’anhu, Mu’awiyah bin Abi Sufyan radlyallahu’anhu dan para sahabat yang bersama mereka, juga para tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik, ketika ditimpa kekermingan mereka memohon diturunkannya hujan, b ertwassul dan meminta syafaat kepada orang yang masih hidup, seperti kepadfa Abbas bin Abdul Muthalib dan Yasid bin al-Aswad. Mereka tidak bertawassul,meminta diturunkannya hujan melalui Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam, baik di kuburan beliau ataupun dikuburan orang lain, tetapi mereka mencari pengganti dengan orang masih hidup.

      صحيح البخاري ٩٥٤: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

      كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُسْقَوْنَ

      Shahih Bukhari 954: dari Anas bin Malik bahwa ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu ketika kaum muslimin tertimpa musibah, ia meminta hujan dengan berwasilah kepada ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib seraya berdo’a, “Ya Allah, kami meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami,, maka turunkanlah hujan untuk kami.” Anas berkata, “Mereka pun kemudian mendapatkan hujan.”

      Mereka menjadikan al-‘Abbas radlyallahu’anhu sebagai pengganti dalam bertawassul ketika mereka tidak lagi bertwassul kepada Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam sesuai dengan yang disyari’atkan sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya. Padahal sangat mungkin bagi mereka untuk datang ke kubur Nabi shalallahu’alahi wa sallam dan bertwassul melalui beliau, jika itu memang hal itu dibolehkan. Mereka (para sahabat) meninggalkan praktek-praktek tersebut merupakan bukti tidak diperbolehkannya bertawassul dengan orang mati, baik meminta doa maupun syafa’at kepada mereka . Seandainya meminta doa atau syafa’at, baik kepada orang mati atau maupun yang masih hidup itu sama saja, tentu mereka tidak berpaling dari Nabi shalallahu’alaihi wa sallam kepada orang yang lebi rendah derajatnya ( dalam hal ini al-‘Abbas bin Muthalib. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

      وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاء وَلَا الْأَمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَاء وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِي الْقُبُورِ

      dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang ma ti. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar ( QS.Faathir : 22 )

      Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dikemukakan diatas maka sangatlah jelas bahwa tawassul kepada orang-orang yang sudah mati merupakan tawassul yang diharamkan, karenanya patut bagi setiap muslim untuk meninggalkannya, karena masih ada cara lain untuk bertawassul sesuai dengan syari’at. Carilah jalan yang menyelamatkan diri ajab neraka dengan hanya berjalan diatas syari’at ( Al-Qur’an dan As-Sunnah ).

      • Assalmualaikum wr wb …….

        @hendra

        Cakep nih penjelasan dari admin …………… tu udah jelas ndra, ” Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar ( QS.Faathir : 22 ) ” ………… jangankan menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar, coba ngomong sama orang budek yang masih nafas aja susah ………. hahahaha

      • yang nyembah kubururan siapa???? dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang ma ti. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar ( QS.Faathir : 22 ) sekarang saya mau tanya dengan anda mengenai ayat ini…. adakah di jelaskan mutlak bahwa orang yang sudah di kubur itu tidak bisa mendengar dan menjawab orang yang masih hidup di alam dunia….??? yang di terangkan adalah – Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar ” bagaimana kalau seorang hamba memohon pada Alloh untuk di perdengarkan manusia yang sudah ratusan tahun dikubur??? dan Alloh memperkenankannya???video ini menayangkan sesudah al habib alwi berdoa memohon pada Alloh S.W.T, mengenai di ijabah atau tidaknya doa beliau itu ada dalam kuasa Alloh S.W.T, namun sangka baik pada Alloh S.W.T harus di utamakan. apakah kamu tahu siapa mereka itu??? jangan main klaim syirik pada ummat yang belum faham seperti kamu belum paham, tanyakan dulu ilmu yang bersangkutan, kalau kamu yaqin dengan ilmumu benar dan hendak meluruskan ummat, jangan main asal bicara…. dan akhirnya menjadi pemecah belah bangsa…. adakah kamu tahu pengarang tawasul ‘ibadalloh rijallalloh” yaitu sulthon hasanudin banten, saat menghadapi peperangan melawan belanda??? siapakah ibadalloh dan rijalalloh yang dimaksud??? apakah kamu tahu??? lalu mengapa di sholatmu ada bacaan assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullohi wa barokatuh…. sedangkan menurutmu Nabi S.A.W telah mati, mengapa di ucapkan salam seperti orang hidup??? ada salah satu contoh Rasulullah saw bersabda: Ketika Adam mengakui kesalahannya, dia berkata: ‘Wahai Tuhanku, jika aku memohonmu atas nama Muhammad, Engkau pasti akan mengampuniku’. Lalu Allah bertanya: ‘Wahai Adam, bagaimana kau tahu tentang Muhammad sedang Aku belum menciptakannya?’ Adam menjawab:’Tuhanku, sesungguhnya ketika Engkau menciptakanku, aku mengangkat kepalaku, dan aku melihat di kaki ‘Arsy tertulis “Laa ilaha illa Allah, Muhammadur Rasulullah”, dan aku tahu, bahwa Engkau tidak akan pernah menyambungkan nama-Mu kecuali dengan ciptaan yang sangat Engkau cintai’. Allah berfirman: ‘Kau benar wahai Adam, Muhammad adalah makhluk yang paling aku cintai, dan ketika kau memohon kepadaku atas namanya, maka Aku telah mengampunimu. Kalau bukan karena Muhammad, Aku tidak akan menciptakanmu”. Dalam riwayat Imam Thabrani ditambahkan:”….dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu”. nahhhh disini nabi Adam A.S bertawwasul pada nabi yang secara jasad nye belum tampak??? gimana nih??? anda mau bilang itu kan nabi Muhammad kekasih Alloh S.W.T, terus anda mau mengkufurkan bahwa ada kekasih Alloh dan Rosululloh tidak mendapatkan salah satu bentukkarunia itu?? terus Ar Rosul juga bertawasul dengan wasilah nabi2 sebelum beliau saat ibundanya pulang ke rohmatulloh…“Allah yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dialah yang hidup tidak mati; Ampunilah! Untuk Ibu saya Fathimah binti Asad dan ajarkanlah kepadanya hujjah (jawaban ketika ditanya malaikat) kepadanya dan luaskan kuburnya dengan wasilah kebenaran Nabimu dan kebenaran para Anbiya’ sebelum saya, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Rasulullah takbir empat kali dan mereka memasukkan ke dalam kubur ia (HR Thabrani). saya bukan mencari musuh, tapi saya amat menyayangkan… mengapa anda berbicara langsung diruang publik dan menyiarkannya… sebelum anda mengklarifikasikannya…. Demi Alloh S.W.T, Nabi Muhammad S.A.W itu tak pernah berbuat menyebarkan berita yang beliau belum jelas mengetahuinya. lalu anda mengikuti siapa, adakah orang2 sholeh langsung menghardik dan menyerang tanpa ia tahu siapa yang di serangnya??? seandainya mereka tahupun, akan mereka datangi dan di beri tahu, bukan asal main lempar batu di belakang pintu…
        tolong dijawab jika anda muslim yang baik, jangan di hapus.

      • yang nyembah kubururan siapa???? dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang ma ti. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar ( QS.Faathir : 22 ) sekarang saya mau tanya dengan anda mengenai ayat ini…. adakah di jelaskan mutlak bahwa orang yang sudah di kubur itu tidak bisa mendengar dan menjawab orang yang masih hidup di alam dunia….??? yang di terangkan adalah – Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar ” bagaimana kalau seorang hamba memohon pada Alloh untuk di perdengarkan manusia yang sudah ratusan tahun dikubur??? dan Alloh memperkenankannya???video ini menayangkan sesudah al habib alwi berdoa memohon pada Alloh S.W.T, mengenai di ijabah atau tidaknya doa beliau itu ada dalam kuasa Alloh S.W.T, namun sangka baik pada Alloh S.W.T harus di utamakan. apakah kamu tahu siapa mereka itu??? jangan main klaim syirik pada ummat yang belum faham seperti kamu belum paham, tanyakan dulu ilmu yang bersangkutan, kalau kamu yaqin dengan ilmumu benar dan hendak meluruskan ummat, jangan main asal bicara…. dan akhirnya menjadi pemecah belah bangsa…. adakah kamu tahu pengarang tawasul ‘ibadalloh rijallalloh” yaitu sulthon hasanudin banten, saat menghadapi peperangan melawan belanda??? siapakah ibadalloh dan rijalalloh yang dimaksud??? apakah kamu tahu??? lalu mengapa di sholatmu ada bacaan assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullohi wa barokatuh…. sedangkan menurutmu Nabi S.A.W telah mati, mengapa di ucapkan salam seperti orang hidup??? ada salah satu contoh Rasulullah saw bersabda: Ketika Adam mengakui kesalahannya, dia berkata: ‘Wahai Tuhanku, jika aku memohonmu atas nama Muhammad, Engkau pasti akan mengampuniku’. Lalu Allah bertanya: ‘Wahai Adam, bagaimana kau tahu tentang Muhammad sedang Aku belum menciptakannya?’ Adam menjawab:’Tuhanku, sesungguhnya ketika Engkau menciptakanku, aku mengangkat kepalaku, dan aku melihat di kaki ‘Arsy tertulis “Laa ilaha illa Allah, Muhammadur Rasulullah”, dan aku tahu, bahwa Engkau tidak akan pernah menyambungkan nama-Mu kecuali dengan ciptaan yang sangat Engkau cintai’. Allah berfirman: ‘Kau benar wahai Adam, Muhammad adalah makhluk yang paling aku cintai, dan ketika kau memohon kepadaku atas namanya, maka Aku telah mengampunimu. Kalau bukan karena Muhammad, Aku tidak akan menciptakanmu”. Dalam riwayat Imam Thabrani ditambahkan:”….dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu”. nahhhh disini nabi Adam A.S bertawwasul pada nabi yang secara jasad nye belum tampak??? gimana nih??? anda mau bilang itu kan nabi Muhammad kekasih Alloh S.W.T, terus anda mau mengkufurkan bahwa ada kekasih Alloh dan Rosululloh tidak mendapatkan salah satu bentukkarunia itu?? terus Ar Rosul juga bertawasul dengan wasilah nabi2 sebelum beliau saat ibundanya pulang ke rohmatulloh…“Allah yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dialah yang hidup tidak mati; Ampunilah! Untuk Ibu saya Fathimah binti Asad dan ajarkanlah kepadanya hujjah (jawaban ketika ditanya malaikat) kepadanya dan luaskan kuburnya dengan wasilah kebenaran Nabimu dan kebenaran para Anbiya’ sebelum saya, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Rasulullah takbir empat kali dan mereka memasukkan ke dalam kubur ia (HR Thabrani). saya bukan mencari musuh, tapi saya amat menyayangkan… mengapa anda berbicara langsung diruang publik dan menyiarkannya… sebelum anda mengklarifikasikannya…. Demi Alloh S.W.T, Nabi Muhammad S.A.W itu tak pernah berbuat menyebarkan berita yang beliau belum jelas mengetahuinya. lalu anda mengikuti siapa, adakah orang2 sholeh langsung menghardik dan menyerang tanpa ia tahu siapa yang di serangnya??? seandainya mereka tahupun, akan mereka datangi dan di beri tahu, bukan asal main lempar batu di belakang pintu…
        tolong dijawab jika anda muslim yang baik, jangan di hapus

      • biar jelas kita dialog langsung yuk mas bro,bila perlu dipublikasikan lwt media elektronik..jgn berani.a dsni doang..

      • maaf bung,, bukanya kita meminta -minta pada kuburan …
        karena kita mengambil tolak ukur diri kita yang hina ini,,kurang kearifan atas hamba sahaya yg hina ,
        karena lho kurang baca buku.lho piker apa diri lho

      • hey bung perdana yang pintar dan ahli dalam menafsirkan segalasesuatu berdasarkan kedengkian dan hasut serta kedangkalan dalam menafsirkan hukum Allah khususnya kepada Ahlul bait , yang mana itu memang sudah tertanam dalam hati dan pikiran kalian yang tersesat dan jauh dari rahmat Allah. maka sesungguhnya dirimulah yg benar sesat ., hanya neraka jahannam tempat kembalinya orang2 yg hasut dengki kepada ahlul bait . jauh dirimu dari hidayah jauh pula dirimu tersesat dalam prinsip akidah palsu , dan asas kebencian kepada ahlul bait dan keturunannya! Allah yahdik !

  7. klo minta sama kuburan mending minta sama keluarga yg dah meninggal soalnya kan pernah kenal jd mestinya lebih diutamakan…:)

  8. debat masalah keyakinan ga kan ada selesai nya,masing2 punya dalil dan cara tafsir sendiri2,intinya kita di dunia ini berlomba2 jihad di jalan allah,mencari ridho-NYA. amiin

  9. “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing”
    Tinggal pilih kita termasuk yang mayoritas atau minoritas
    “Jika kalian berselisih paham, maka kembalikanlah kepada Al-Quran dan As-sunnah” bukan hawa nafsu

  10. Ikhwan fillah, bukankah sebaiknya kita “hanya” menjadikan Rasulullah sebagai teladan? sekiranya perbuatan ‘habib” itu 100% benar dan baik, ‘Pastilah” lebih dulu dilakukan oleh Rasulullah kepada ahli kuburan para “nabi” sebelumnya, lalu Ummul mukminin Aisyah kepada ahli kuburan suaminya “Rasulullah”, Fatimah az-Zahra kepada ahli kuburan ayahnya “Rasulullah”. Lalu bersamaan dgn itu khulafaa’ur rasyidiin. Tolong ingat, “Hanya” Rasulullah sajalah yg “Ma’sum”, selebihnya tdk. Dan Rasulullah “sebaik-baiknya teladan”, sekiranya selain Rasulullah berbuat kesalahan, “Salah dan bahkan berdosalah dia”.

    Think about it: Rasulullah kerjakan ini itu “dalam hal peribadahan” maka wajib tanpa koma kita mengikutinya. Lebih dari itu, salah. Jika kita tdk mau melihat bahwasanya “hanya cara beribadah” Rasulullah-lah yg paling baik utk dicontek, mari kita berlomba2 menconteknya.

    Seandainya memohon kepada Allah Ta’aala “lebih utama melalui hamba2nya yg sudah wafat”, pastilah Allah Ta’aala memerintahkan secara JELAS dan GAMBLANG utk meramaikan kuburan para Nabi2 dan Rasul2nya. Adakah itu??

    Baarakallahu fiyq.

    (sengaja tulisan ini tanpa dalil, krn diantara kita kebanyakan lebih mengedepankan aqal, -kalo tdk dibilang akal2an-), wallahua’laam bishshowwab.

  11. sepakat ama @ikhwan dan @andy. Lebih baik berlomba mengamalkan yang sudah jelas, gamblang dan pasti dari tuntunan Rasululloh aja. Sisa hidup tinggal dikit, masih banyak yang perlu dikejar buat bekal di akhirat :D

  12. Pada dasarnya tidak ada masalah atau bukan hal yang bathil, apa yang disampaikan oleh Habib Alwi Abdurrohman Asegaf. Namun cara atau gaya beliau membawakannya yang kurang dapat diterima oleh orang-orang yang “serius”.

    Begitupula sebagaimana yang terlukis pada Tafsir Ibnu Katsir pada ( QS An Nisaa [4] : 64 ) Scan kitab tafsir dapat dibaca pada http://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2011/09/ikjuz5p281_285.pdf diriwayatkan bagaimana seorang bertawassul dengan mengucapkan sholawat yang artinya “Hai sebaik-baik orang yang dikebumikan di lembah ini lagi paling agung, maka menjadi harumlah dari pancaran keharumannya semua lembah dan pegunungan ini. Diriku sebagai tebusan kubur yang engkau menjadi penghuninya; di dalamnya terdapat kehormatan, kedermawanan, dan kemuliaan.“

    Berikut kutipannya

    **** awal kutipan *****
    Al-Atabi ra menceritakan bahwa ketika ia sedang duduk di dekat kubur Nabi Shallallahu alaihi wasallam, datanglah seorang Arab Badui, lalu ia mengucapkan, “Assalamu’alaika, ya Rasulullah (semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Rasulullah). Aku telah mendengar Allah ta’ala berfirman yang artinya, ‘Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka menjumpai Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang‘ (QS An-Nisa: 64),

    Sekarang aku datang kepadamu, memohon ampun bagi dosa-dosaku (kepada Allah) dan meminta syafaat kepadamu (agar engkau memohonkan ampunan bagiku) kepada Tuhanku.”

    Kemudian lelaki Badui tersebut mengucapkan syair berikut , yaitu: “Hai sebaik-baik orang yang dikebumikan di lembah ini lagi paling agung, maka menjadi harumlah dari pancaran keharumannya semua lembah dan pegunungan ini. Diriku sebagai tebusan kubur yang engkau menjadi penghuninya; di dalamnya terdapat kehormatan, kedermawanan, dan kemuliaan.“

    Kemudian lelaki Badui itu pergi, dan dengan serta-merta mataku terasa mengantuk sekali hingga tertidur.

    Dalam tidurku itu aku bermimpi bersua dengan Nabi shallallahu alaihi wasallam., lalu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Hai Atabi, susullah orang Badui itu dan sampaikanlah berita gembira kepadanya bahwa Allah telah memberikan ampunan kepadanya!”
    ***** akhir kutipan *****

    • Hmm.. Ane perhatikan kisah2 semacam ini banyak digunakan untuk membenarkan bid’ah. Coba deh kalo dicermati biasanya kronologinya seragam.

      Dimulai dari melakukan sesuatu, lalu diakhiri dengan mimpi (biasanya klaimnya mimpi bertemu Rasulullah saw).

      Lalu mimpi itu dijadikan hujjah untuk membenarkan bid’ah itu.

      Muuv ane cuma numpang lewat. Monggo dilanjutken diskusinya.

  13. Adz-Dzahabi; dalam karyanya; Siyar A’lam an-Nubala’, jld. 9, cet. 9, tentang biografi Imam Ma’ruf al-Karkhi; beliau adalah Abu Mahfuzh al-Baghdadi. Dari Ibrahim al-Harbi berkata: “Makam Imam Ma’ruf al-Karkhi adalah obat yang paling mujarab”. Adz-Dzahabi berkata: “Yang dimaksud ialah terkabulnya doa di sana yang dipanjatkan oleh orang yang tengah kesulitan, oleh karena tempat-tempat yang berkah bila doa dipanjatkan di sana akan terkabulkan, sebagaimana terkabulkannya doa yang dipanjatkan di waktu sahur (sebelum subuh), doa setelah shalat-shalat wajib, dan doa di dalam masjid-masjid……”.

    Siyar A’lam an-Nubala’, jld. 12, cet. 14, tentang biografi Imam al-Bukhari (penulis kitab Shahih); beliau adalah Abu Abdillah Muhammad ibn Isma’il ibn Ibrahim al-Bukhari, dalam menceritakan tentang wafatnya. simak tulisan adz-Dzahabi berikut ini: “Abu ‘Ali al-Gassani berkata: “Telah mengkhabarkan kepada kami Abu al-Fath Nasr ibn al-Hasan as-Sakti as-Samarqandi; suatu ketika dalam beberapa tahun kami penduduk Samarqand mendapati musim kemarau, banyak orang ketika itu telah melakukan shalat Istisqa’, namun hujan tidak juga turun. Kemudian datang seseorang yang dikenal sebagai orang saleh menghadap penguasa Samarqand, ia berkata: “Saya punya pendapat maukah engkau mendengarkannya? Penguasa tersebut berkata: “Baik, apa pendapatmu?”. Orang saleh berkata: “Menurutku engkau harus keluar bersama segenap manusia menuju makam Imam Muhammad ibn Isma’il al-Bukhari, makam beliau berada di Kharatnak, engkau berdoa meminta hujan di sana, dengan begitu semoga Allah menurunkan hujan bagi kita”. Sang penguasa berkata: “Aku akan kerjakan saranmu itu”. Maka keluarlah penguasa Samarqand tersebut dengan orang banyak menuju makam Imam al-Bukhari, banyak sekali orang yang menangis di sana, mereka semua meminta tolong kepada Imam al-Bukhari. Kemudian Allah menurunkan hujan yang sangat deras, hingga orang-orang saat itu menetap di Kharatnak sekitar tujuh hari, tidak ada seorangpun dari mereka yang dapat pulang ke Samarqand karena banyak dan derasnya hujan. Jarak antara Samarqand dan Kharatnak sekitar tiga mil”

    Para Sahabat , bertawassul dan bertabarruk ke makam Rasulullah sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu katsir dalam kitab tarikhnya 7/105: “Berkata al hafidz Abu Bakar al Baihaqi, telah menceritakan Abu Nashar bin Qutadah dan Abu bakar al Farisi, mereka berdua berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Umar bin Mathor, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ali Addzahli, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari ‘Amasy dari Abi Shalih dari Malik Ad Daar Ia berkata, “Orang-orang mengalami kemarau panjang saat pemerintahan Umar. Kemudian seorang laki-laki datang ke makam Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan berkata “Ya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah binasa”. Kemudian orang tersebut mimpi bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan dikatakan kepadanya “datanglah kepada Umar dan ucapkan salam untuknya beritahukan kepadanya mereka semua akan diturunkan hujan. Katakanlah kepadanya “bersikaplah bijaksana, bersikaplah bijaksana”. Maka laki-laki tersebut menemui Umar dan menceritakan kepadanya akan hal itu. Kemudian Umar berkata “Ya Tuhanku aku tidak melalaikan urusan umat ini kecuali apa yang aku tidak mampu melakukannya” (Sanadnya shahih adalah penetapan dari Ibnu katsir. Malik adalah Malik Ad Daar dan ia seorang bendahara gudang makanan pada pemerintahan Umar,ia adalah tsiqoh)

    Al hafidz Ibnu Hajar al Asqolani dalam fathul bari juz 2 pada kitab aljumah bab sualun nas al imam idza qohathu”, Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari riwayat Abu Shalih As Saman dari Malik Ad Daar seorang bendahara Umar. Ia berkata “Orang-orang mengalami kemarau panjang saat pemerintahan Umar. Kemudian seorang laki-laki datang ke makam Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan berkata “Ya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah binasa datanglah kepada Umar dst..dan laki2 itu adalah Bilal bin Haris al Muzani”.

  14. Contoh lain

    Sayyidah Nafisah putri al Hasan al Anwar ibn Zaid al Ablaj ibn al Hasan ibn Ali karramallahu wajhah. Beliau radhiyallahu anha dilahirkan di kota Makkah Al Mukarromah pada hari rabu 11 rabiul awal tahun 145H.

    Ketika sayyidah Nafisah telah dewasa, telah siap untuk menempuh jenjang pernikahan dan telah mumpuni dari segi ilmu maupun ketaqwaannya. Karena hal itu banyak sekali pemuda yang datang kepada Ayahnya untuk melamar beliau, baik dari keturunan Rasulullah, pembesar-pembesar ulama’ ataupun suku Quraisy.

    Termasuk yang sangat ingin menikahi beliau adalah Ishaq ibn Ja’far as Shadiq, yaitu pemuda yang tekenal diantara teman-temannya dengan julukan Al Mu’tamin karena sifat amanah dan keteguhan imannya.

    Ishaq bukanlah orang yang asing lagi bagi sayyidah Nafisah, karena ia adalah putra imam Ja’far al Shadiq ibn Muhammad al Baqir ibn Ali Zainal Abidin ibn Husain cucu Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Ia telah melihat banyak sekali pemuda-pemuda yang datang kepada Ayah sayyidah Nafisah guna melamarnya, tetapi beliau selalu mengatakan: “Aku ingin menyampaikan amanah kepada pemiliknya, aku ingin mengembalikan tetesan ke dalam lautan dan aku ingin menanam mawar di dalam kebunnya”.

    Maka ketika setiap pemuda yang mendengarnya akan mengurungkan niatnya untuk meminang, mereka berkata: mungkin ada suatu rahasia dari balik perkataan tersebut yang kita tidak ketahui.

    Meskipun demikian Ishaq menganggap ia harus tetap mencoba kesempatannya. akhirnya ia beristikharah kepada Allah kemudian pergi bersama pembesar-pembesar Ahli Bait untuk meminang sayyidah Nafisah, akan tetapi penolakanlah yang ia dapatkan sehingga ia pulang dengan hati yang hancur karena lamarannya ditolak.

    Kemudian ia pergi ke Masjid Nabawy dan melakukan shalat. Setelah itu ia masuk ke dalam ruang makam Rasulullah dan berdiri di samping makam seraya berkata:

    “Semoga rahmat dan keselamatan selalu tercurah kepadamu wahai Rasulullah, wahai Penghulu para rasul, Penutup para nabi, dan kekasih Tuhan semesta alam.aku datang untuk memberitahukan engkau keadaanku, aku limpahkan hajatku kepadamu supaya engkau membantuku , kepadamulah manusia mengadukan hajat mereka dan meminta bantuan pertolongan, aku telah melamar Nafisah kepada ayahnya tetapi ia menolakku“. kemudian Ia mengucapkan salam dan pergi dari makam Rasulullah.

    Keesokan harinya Ishaq dikagetkan dengan berita bahwa ia di panggil oleh al Hasan al Anwar, dan ketika ia menemuinya al Hasan berkata: “Tadi malam aku mimpi bertemu dengan kakekku Rasulullah dengan rupa yang sangat menawan, beliau mengucapkan salam kepadaku seraya berkata: “Wahai Hasan nikahkanlah putrimu Nafisah dengan Ishaq al Mu’tamin!”.

    Kemudian dilangsungkanlah pernikahan mereka pada hari Jumat tanggal 1 Rajab 161 H, sehingga lengkaplah cahaya berkah Hasan dan Husein di rumah itu karena sayyidah Nafisah adalah keturunan Hasan, sedang suaminya keturunan Husein radhiyallahu ‘anhuma. Sayyid Ishaq juga terkenal keagungannya, sifat wara’, banyak orang yang meriwayatkan hadist dan atsar darinya karena beliau juga terkenal sebagai Muhaddist yang berkompeten.

  15. Allah punya kuasa atas apapun dan kepada sisapun…jadi Allah mau memberikan kepada sisapun sedikit kuasanya g masalah mas…tolong jangan mengkafirkan sesama muslim bahaya..nanti mulutnya bisa korengan loh

  16. Bingung sayah.. Pak perdana tidak konsisten atau kelupaan, dalam posting tertulis bahwa nama habib itu dirahasiakan, tapi ko kemudian disebutkan… ???

    pertama :
    “NAMA HABIB TERSEBUT DIRAHASIAKAN, tapi bagi yang sering berinteraksi dengan para Habaib niscaya mengenal Habib tersebut, ….. yaitu Habib Al** ceramahnya lebih banyak tertawa alias ngelawak.”

    kemudian :
    “Point Obrolan habib Alwi” …

  17. heey perdana jangan kau sesatkan orang lain dengan kesesatan dan kedangkalan ilmu yang kau rasa hebat betapa angkuh dan sombong nya , kau itu termasuk dalam golongan orang munafik ,dan dan kau adalah sehina hina manusia di akherat boro-boro dapet syafaaat dari Nabi Allah SAW. , cepet tobat sebelum terlambat kau itu hasut iri dengki dan hanya menyebar fitnah karna kehinaanmu !

  18. Admin yang terhormat mbok ya ayat2 jangan di potong2 sak enake wudelmu mas, dalam Ayat An-Naml 80 kan ada terusanya ayat kenapa anda Potong sehingga maknanya bisa melenceng dari yang sebenarnya, maksudnya ayat tersebut adalah menerangkan orang2 kafir bukan orang mukmin, dan maksud ayat ini bukan membahas orang di kuburan bisa mendengar apa tidak….kalau anda membaca ayat secara komplit tanpa di potong maka akan menyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya. lihat fiil mudhorinya pakai kata2 Tusma’u artinya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar Mendengarkan Hidayah) dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar PANGGILAN (HIDAYAH) di sambung akhur ayat “apabila mereka telah berpaling membelakang.”… jadi maksud ayat ini adalah masalah mendengar kepada petunjuk Allah, coba lihat ayat 81 yang menjadi penjelasan dari ayat 80 Allah berfirman ” Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri ” dan di perkuat dengan tengah2 surat Fathir ayat 22 “………Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya……..” jadi Allah memberi pendengaran unutk menerima Hidayah bagi orang2 yang beriman, bukan pada orang Kafir yang berpaling sesaui dari akhir ayat an-naml ….

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s