Menilik Ilmu Kebal, Adakah Dalam Ajaran Islam ?

Posted on Updated on

div style=”text-align:justify;”>Pada acara harlahnya (hari ulang tahunnya) yang ke 85, salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia mengumumkan tentang dibentuknya sebuah Detasemen Khusus (Densus) yang mereka namai Densus 99. Densus ini merupakan badan yang dibawahi oleh Banser yang merupakan salah satu pasukan pengaman oraganisasi ini. Angka 99 itu mereka ambil dari mengambil nama jumlah asmaul husnaberjumlah 99 untuk menjaga keamanan masyarakat dari teror kelompok garis keras yang akhir-akhir ini marak terjadi di Indonesia dan untuk mengabdikan diri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam mencegah aksi terorisme.

Di acara harlah yang diselenggarakan di Glora Bung Karno itu, mereka menampilkan sebuah atraksi pertunjukan kebal dari petasan. Pada sekujur tubuh empat personel Densus 99 dililitkan rentengan ratusan petasan. Personel yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Densus 99’ di punggungnya, bercelana hijau dan menyematkan slayer di kepalanya itu terlihat berdoa komat-kamit sebelum memamerkan ilmu kebalnya. Lalu duar… duarr… duarr, petasan di tubuh keempat pria itu pun meledak.

Sampai petasan terakhir meledak, keempatnya terlihat baik-baik saja, tidak ada luka sedikitpun di tubuh maupun baju yang terbakar. Aksi ini mendapat tepuk tangan orang-orang yang hadir.

Untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal itu, para personel Densus 99 diwajibkan puasa 30-40 hari sebagai upaya melatih kekebalan.

Itu adalah sekelumit kejadian yang menggambarkan kepada kita tentang adanya kaum muslimin yang memiliki sebuah ilmu yang dinamakan dengan ilmu kebal. Banyak atraksi yang mempertontonkan aksi unjuk ilmu kebal. Ada yang mempertontonkan atraksi kebal terhadap bacokan senjata tajam, tusukan pisau, pedang dan semacamnya; ada yang kebal terhadap tembakan peluru; dan berita di atas menunjukkan kepada kita adanya ilmu kebal terhadap ledakan.

Beragam Cara Untuk Mendapatkan Ilmu Kebal

Di Indonesia ini yang merupakan negeri yang subur akan perklenikan, ada banyak praktisi yang menawarkan ilmu kebal ini. Adapun tatacara atau metode untuk mendapatkannya bisa bermacam-macam tergantung dari praktisi tersebut.

Tersebutlah Kiai Salik, seorang guru kekebalan. Hanya dengan komat-kamit membaca mantra, Salik dikabarkan mampu menyetrum manusia dengan kesaktian. Hasilnya, dalam sekejap, seseorang jadi superman. Pedang setajam apa juga tak akan mampu merobek kulit. Pelor pun hanya mampu menyentuh dan lantas mental jatuh ke tanah. Sedang panas api membara tak berdaya menghanguskan mereka yang sudah ditulari ilmu. Syarat-syaratnya pun ditanggung ringan. Cukup datang dan berminat.

Salik buka praktek seperti dokter. Pasiennya mengalir setiap hari. Bisnis “mengisi” agar orang jadi kebal itu telah mengangkat hidup Salik. Kini ia tak perlu lagi bertani dan berdagang untuk mengasapi dapurnya. Biasanya, sebelum mantra sakti dibisikkan, pasien yang datang kepada Salik terlebih dahulu melewati serangkaian upacara sederhana. Para langganan harus duduk di atas golok yang diletakkan di atas sajadah. Tapi sebelum itu tidak boleh lupa meletakkan duit di dekat golok. Besarnya lebih dari Rp 10 ribu. “Duit itu memang bagian dari upacara pengisian kekebalan,” kata Salik. Sebelum dikerudungi kain putih, “calon orang kebal” harus minum sebagian dari segelas air putih yang ditaburi sejumput ketan hitam. Sisanya dibasuhkan ke sekujur tubuh. Sembari memegang kepala pasien, Kiai Salik baru membacakan mantra saktinya. Maka, selesai rangkaian prosesi itu.

Di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, ada Sunarwi juga pasang tawaran ilmu. Namun, menularkan kiat kekebalan Sunarwi lebih berat dibanding Salik. Muridnya untuk mendapatkan kekebalan diwajibkan mengadakan kenduri opor ayam dan nasi putih. Ayamnya jago putih mulus, berasnya empat kilogram. Bila jatuh tepat 1 Syuro, murid-murid Sunarwi wajib mandi di sungai sebatas dada, tepat pada jam 24.00. Mereka juga kudu menyelam sebanyak 49 kali. Entahlah, apa makna angka-angka itu. Yang jelas, setiap malam Jumat, murid Sunarwi harus keluar rumah, tepat jam 24.00. Menghadap ke arah timur, untuk bersemadi meminta ampun kepada Allah. Barulah Sunarwi memberi jimat yang berbau kearab-araban.

Ilmu Kebal dalam perspektif Islam

Seorang muslim hendaknya mengembalikan setiap permasalahan dan problematika kehidupannya kepada Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wasallam, yakni dengan mengembalikannya kepada hukum-hukum Islam yang berasaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih. Sehingga jelas hukum dan jawaban dari permasalahan tersebut. Termasuk juga mengembalikan permasalahan ilmu kebal ini kepada Islam itu sendiri.

Berbagai ritual diadakan untuk mendapatkan ilmu kebal tersebut. Pada kisah yang pertama, disebutkan bahwa untuk mendapatkan ilmu kebal tersebut, mereka diwajibkan menjalankan ritual puasa selama 30-40 hari. Secara sekilas, nampaknya ritual yang dilakukan adalah ritual yang syar’i, yakni berpuasa. Tapi betulkah seperti itu? Ternyata tidak. Cobalah periksa lebih lanjut, maka akan timbul beberapa pertanyaan berkenaan ritual yang dilakukan untuk mendapatkan ilmu kebal ini, yakni:

Adakah puasa yang lebih banyak dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diajarkan oleh beliau kepada umatnya melebihi banyaknya puasa di bulan Ramadhan, yakni selama 29 atau 30 hari (satu bulan penuh)? Setelah kita menilik hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, tidak kita jumpai beliau berpuasa lebih banyak dari bilangan di bulan Ramadhan. Akan tetapi coba perhatikan bilangan puasa yang ditentukan oleh manusia-manusia sakti ini! Untuk mendapatkan ilmu kebal, mereka diwajibkan berpuasa selama 30-40 hari! Allaahulmusta’an.

Kemudian, hal lain yang perlu kita cermati adalah para manusia sakti tersebut diwajibkan berpuasa selama 30-40 hari untuk memperoleh kesaktian berupa ilmu kebal ini. Apakah mereka memiliki Tuhan selain Allah ta’ala yang mewajibkan puasa untuk mendapatkan ilmu kebal? Atau apakah mereka memiliki Nabi dan Rasul  yang lain selain Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang mensyari’atkan puasa untuk memperoleh ilmu kebal? Jika mereka jawab tidak, lalu siapa yang mewajibkan dan mensyari’atkan mereka untuk berpuasa selama 30-40 hari untuk memperoleh ilmu kebal?

Puasa yang diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wasallam hanya ada tiga, yakni puasa wajib di bulan Ramadhan, puasa nadzar dan puasa qadha` untuk membayar hutang puasa. Selain dari tiga puasa itu tidaklah wajib hukumnya. Maka, dari mana mereka bisa mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya?

Allah ta’ala memperingatkan kita agar tidak mengikuti selain apa yang Dia turunkan. Allah ta’ala berfirman,

اتَّبِعُواْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكُمْ مِّن رَّبِّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti selain itu. (QS. Al-A’raf: 3)

Allah ta’ala memerintahkan kepada kita untuk mengikuti apa yang datang dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman,

وَمَا ءَاتٰكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهٰكُمْ عَنْهُ فَانتَهُواْ

Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah. Danapa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pun telah memberitahukan kepada kita bilangan bulan dalam Islam, yakni terkadang 29 hari, terkadang 30 hari. Termasuk juga bilangan hari di bulan Ramadhan adalah 29 atau 30 hari. Dan bilangan inilah bilangan puasa di bulan Ramadhan yang mana pada bulan tersebut kita diperintahkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh, yakni 29 atau 30 hari. Lalu bagaimana mungkin para pendekar sakti itu diwajibkan berpuasa 30 bahkan sampai 40 hari untuk memperoleh ilmu kebal?

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa puasa untuk mendapatkan ilmu kebal seperti itu bukanlah ajaran Islam. Dahulu, ketika saya masih berada di lingkungan Nahdhiyin, saya pernah mengikuti sebuah perguruan bela diri “Pagar Nusa”. Saat itu sampailah saya mempelajari tenaga dalam. Sebelum latihan tenaga dalam itu, ada beberapa bacaan yang saya dan teman-teman saya harus baca. Di antara bacaan itu adalah ayat-ayat mu’awidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dan beberapa bacaan lainnya yang juga berasal dari Al-Qur’an. Maka, bacaan-bacaan itulah yang harus dibaca setiap kali mengeluarkan jurus tenaga dalam tersebut. Setelah membaca bacaan-bacaan itu, kami pun melakukan gerakan-gerakan bela diri dengan mengolah pernapasan. Terkadang kami disuruh untuk menarik napas panjang-panjang, menahannya dan mengeluarkannya. Maka, ketika kami menghentakkan tangan kanan ke depan sebagai tanda memukul, maka lawan yang berada di depan kami terhempas ke belakang tanpa harus menyentuh lawan tersebut.

Saya tidak ragu lagi bahwa kekuatan-kekuatan tersebut didapatkan dengan melibatkan bantuan jin. Meskipun mendapatkan kekuatan itu dengan mengamalkan amalan-amalan yang diklaim sebagai amalan yang Islami. Akan tetapi setelah kita telisik lebih jauh, ternyata amalan-amalan tersebut tidak diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sementara, kita dilarang meminta tolong kepada jin untuk mendatangkan manfaat atau menolak mudharat. Allah ta’ala berfirman,

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al-Jin: 6)

Melihat Kembali Kepada Generasi Terbaik

Menilik kembali sejarah Islam dari generasi Islam yang terbaik, atau melihat kembali sejarah para Nabi dan Rasul, kita akan mendapati suatu kenyataan bahwa tidak ada satupun dari generasi terbaik tersebut yang pernah mempelajari ilmu kebal. Padahal mereka adalah generasi yang telah dipuji oleh Allah dalam Al-Qur’an. Tilik saja berbagai peristiwa peperangan yang telah dilalui oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya bukanlah orang-orang yang kebal bacok, atau kebal sayatan pedang. Mereka juga terluka bahkan sebagian sahabat gugur sebagai syahid di medan perang. Ini menunjukkan bahwa ilmu kebal bukanlah ilmu yang diturunkan dari para Nabi dan Rasul, tidak juga berasal dari generasi salaf yang shalih.

Bacalah kembali sirah para Nabi dan Rasul. Bacalah sirah Nabi Zakariyah ‘alaihissalaam. Beliau wafat dalam keadaan digergaji oleh kaum beliau yang membangkang. Padahal, kalaulah hal itu diperbolehkan, beliau akan meminta bantuan jin untuk memperoleh ilmu kebal dengan melakukan ritual-ritual di atas agar tidak mempan dibacok.

Demikian juga bagaimana perjuangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah patah gigi beliau dalam peperangan atau bagaimana beliau dilempari batu oleh penduduk Tha`if. Lihat juga bagaimana perjuangan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum dalam berbagai peperangan! Lihatlah para sahabat radhiyallaahu ‘anhum yang gugur di medan perang!

Kenapa mereka semua tidak menggunakan ilmu kebal? Karena mereka tahu bahwa ilmu kebal seperti itu bukanlah ilmu yang berasal dari ajaran Islam yang benar dan melibatkan bantuan jin. Kalaupun ada, hal itu adalah karamah yang telah Allah ta’ala karuniakan kepada mereka yang lurus aqidahnya. Para mujahidin juga tidak menang tidak menang berjihad melawan orang kafir karena ilmu kebal, atau karena diisi atau dengan mengamalkan amalan tertentu, atau karena rajah atau diberikan amalan tertentu. Mereka menang karena semata pertolongan Allah.

Satu-satunya Nabi dan Rasul yang diberikan mukjizat yang diberikan wewenang dan kekuasaan untuk memanfaatkan kekuatan jin hanyalah Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Hanya beliaulah satu-satunya manusia yang diberikan wewenang itu. Setelah beliau, para nabi yang lain tidak diberikan wewenang itu. Para Nabi itu diperintahkan untuk berjuang dengan segala resiko fisik, bahkan resiko kematian. Dan betapa banyak Nabi dan Rasul wafat dibunuh oleh para pembangkang.

Dengan demikian, kita tahu bahwa ilmu kebal bukanlah ajaran Islam. Ilmu kebal yang didapatkan dengan melakukan berbagai ritual tidak lain dengan melibatkan bantuan jin yang mana meminta bantuan jin dalam hal seperti ini hukumnya haram. Allaahua’lam bish-shawaab.

Ditulis oleh Abu Shofiyah Aqil Azizi

 

 

 

50 thoughts on “Menilik Ilmu Kebal, Adakah Dalam Ajaran Islam ?

    Rely said:
    Agustus 16, 2012 pukul 11:52 am

    Kebal=bantuan Jin=Sesat=Neraka

    Serem banget!!!

      dummy said:
      Januari 9, 2013 pukul 12:36 am

      Ayo kira rame 2 belajar ilmu kebal bokek, biar punya duit terus … wkwkwk

    tukang sandal said:
    Agustus 16, 2012 pukul 11:58 am

    ayo sopo yg masih seneng kebal2an

      TD said:
      Agustus 16, 2012 pukul 12:41 pm

      cara menguji ilmu kebal itu ampu atau tidak :
      1. benturin hidung ke dinding sekuat mungkin, rasakan apakah sakit dan berdarah?? jika tidak..
      2. coba minta teman anda agar memukul sekeras mungkin ke hidung anda pakai kaso atau balok kayu.. rasakan sakit atau tidaknya..

      selamat mencoba!!
      note : ingat lakukan sekeras mungkin.. sebab ilmu kebal biasanya berfungsi ketika kepepet dan darurat..

    joko hungkul said:
    Agustus 16, 2012 pukul 1:56 pm

    Mungkin dikiranya keren kalau punya ilmu kebal. Jatuh dari motor masih babak belur kok he.. he.. Yang pasti ilmu-ilmu kayak gitu sirik, walaupun ngakunya islam, dalam ritualnya mereka meminta selain kepada Allah … hadoooh gampang bener sih ketipunya. Islam gak pernah ngajarin jadi sakti … afalaa ta’qilun …

    Tanak said:
    Agustus 16, 2012 pukul 3:10 pm

    Di bawah ini saya posting tulisan yang merupakan e-mail saya kepada Perdana Akhmad dengan judul “Review Diri dan Mohon Tanggapan” yang telah saya kirimkan ke alamat perdanaakhmad@yahoo.com pada tanggal 2 Agustus 2012 dinihari dan hingga kini belum mendapat tanggapan entah karena apa. Sekarang saya posting dengan tujuan agar sidang pembaca blog ini yang memberikan tanggapan. Bila Perdana Akhmad tidak berkenan dengan cara saya ini,saya mohon maaf. Saya tidak ada maksud lain selain membutuhkan tanggapan atau masukan atas apa yang terjadi dengan saya dan sikap saya terhadap bangsa jin. Terima kasih.

    Assalamualaikum Wr Wb,saya mantan karateka dan pernah
    menyandang sabuk hitam karate. Di aliran karate yang saya ikuti,teknik
    pernapasan di ajarkan sejak awal. Di karate,tenaga dalam tidak diakui
    secara eksplisit dan kalaupun diakui hanya terbatas sebagai: “KEKUATAN
    UNTUK MENAMBAH BOBOT PUKULAN,TENDANGAN DAN TANGKISAN SERTA MENAMBAH
    DAYA TAHAN TUBUH TERHADAP BENTURAN AKIBAT PUKULAN,TENDANGAN,TANGKISAN
    DAN BANTINGAN”.
    Semester kedua tahun 2000 saya sekali mengamati teknik
    pengobatan tanpa sentuhan di suatu perguruan tenaga dalam. Berdasarkan
    hukum kekekalan energi,yaitu:”ENERGI TIDAK DAPAT DICIPTAKAN ATAU
    DIMUSNAHKAN HANYA DAPAT DIUBAH DARI SATU BENTUK KE BENTUK LAINNYA”
    saya melatih diri tanpa berguru kepada siapapun dan tanpa wirid apapun
    dengan cara berlatih pernapasan,konsentrasi dan visualisasi untuk
    memiliki kemampuan:”MEMPERBAIKI SEL,JARINGAN DAN ORGAN TUBUH YANG
    MENGALAMI GANGGUAN DENGAN ENERGI HASIL PERUBAHAN ENERGI MELALUI PROSES
    METABOLISME TUBUH DARI MAKANAN,MINUMAN,AIR DAN SINAR MATAHARI.
    Beberapa bulan setelah berlatih sendiri saya memiliki kemampuan
    tersebut sehingga tanpa sentuhan dan atau dengan cara menempelkan
    telapak tangan di bagian tubuh yang sakit,Allah menetapkan kesembuhan
    banyak orang melalui perantaraan saya,entah apa alasanNya.
    Di akhirat kelak setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban
    atas segala perbuatannya didunia sebagai INDIVIDU bukan sebagai
    INDIVIDU YANG MENDAPAT BANTUAN JIN. Allah pun TIDAK PERNAH MEMBERIKAN
    PERINTAH,HAK ATAU KEWENANGAN KEPADA BANGSA JIN UNTUK MENDEKATI APALAGI
    MASUK KE DALAM JASAD MANUSIA. Oleh karena itu saya berhak
    menyatakan:”SAYA MENOLAK SEJELAS-JELASNYA,SETEGAS-TEGASNYA DAN
    SEKERAS-KERASNYA SERTA MELAKNAT DENGAN SEBESAR-BESARNYA LAKNAT ALLAH
    KEPADA SIAPA SAJA DARI BANGSA JIN YANG MENDEKATI APALAGI MASUK KE
    DALAM JASAD SAYA,MELAKUKAN TINDAKAN SEKECIL APAPUN DAN DALAM BENTUK
    APAPUN YANG SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG MENCAMPURI KEHIDUPAN
    SAYA DALAM ASPEK APAPUN.
    Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jin dalam jasad saya
    maka beberapa kali saya di rukyah syar’iyah secara langsung oleh
    beberapa orang yang berbeda-beda (saya suka melakukan eksplorasi dalam
    hal-hal tertentu yang bersifat positif) dan beberapa orang diantaranya
    dikenal oleh Anda secara pribadi serta saya pun melakukan rukyah
    mandiri dengan cd rukyah yang saya download dari blog
    Anda,www.quranic-healing.blogspot.com. Ketika di rukyah secara
    langsung reaksinya tidak sekeras dirukyah mandiri dengan cd
    rukyah,entah apa sebabnya. Dalam salah satu “sesi tanya jawab” antara
    perukyah dengan jin yang ada dalam jasad saya ada jin yang dengan
    begitu ekspresif mengungkapkan KEBENCIAN DAN KEMARAHANNYA KEPADA SAYA
    KARENA SAYA SERING MENGHINA DAN MELECEHKAN BANGSA JIN BAHKAN MEMAKI
    MEREKA DENGAN MAKIAN DALAM BAHASA JERMAN DAN BELANDA. JIN ITUPUN
    MENGUNGKAPKAN BAHWA SYIRIKNYA SAYA BUKAN DENGAN MEMAKAI JIMAT,MEMBACA
    MANTERA DAN SEBAGAINYA TAPI SYIRIKNYA SAYA ADALAH DENGAN
    MEMPERTUHANKAN AKAL DAN LOGIKA. Ketika dirukyah mandiri dengan cd
    rukyah reaksinya keras bahkan sangat keras tapi tanpa meraung-raung
    atau menangis melainkan melakukan gerakan-gerakan yang sebagian
    besar,lebih dari 90 % merupakan gerakan-gerakan ilmu bela diri
    termasuk jurus pernapasan yang dahulu sering saya latih tapi SAYA
    TETAP SADAR SEPENUHNYA KARENA SAYA TIDAK MENGIZINKAN SIAPA PUN DARI
    BANGSA JIN MENGAMBIL ALIH KESADARAN SAYA. Saya berpikir apa yang salah
    dengan semua latihan-latihan fisik disertai pernapasan yang selama ini
    saya lakukan. Setahu saya hanya ada dalil naqli bahwa SETAN MASUK KE
    DALAM MANUSIA MELALUI ALIRAN DARAH dan TIDAK ADA dalil naqli bahwa JIN
    MASUK KE DALAM MANUSIA MELALUI PERNAPASAN. Ada pula jin yang mengklaim
    bahwa dia lah yang membantu saya ketika saya mengobati orang lain tapi
    dia secara jujur mengakui bahwa dia TIDAK BISA MEMVERIFIKASI
    PERNYATAANNYA.
    Semua ini menimbulkan kontroversi antara hipotesis saya selama
    ini bahwa tenaga dalam yang didefinisikan sebagai kekuatan untuk
    menambah bobot pukulan,tendangan dan tangkisan serta menambah daya
    tahan tubuh terhadap benturan akibat pukulan,tendangan,tangkisan dan
    bantingan serta dalam format lain dapat diaplikasikan untuk pengobatan
    merupakan bentuk transformasi energi berdasarkan hukum kekekalan
    energi dengan klaim sepihak dari bangsa jin bahwa hal itu merupakan
    kinerja mereka. Hipotesis saya tersebut tidak bisa diverifikasikan
    karena sampai saat ini belum ada alat ukurnya dan klaim sepihak bangsa
    jin pun mereka tidak bisa memverifikasikannya. Adanya reaksi ketika
    dirukyah bukanlah alat ukur untuk memverifikasi kebenaran klaim
    sepihak bangsa jin. Bisa saja seorang pesenam yang mampu salto di
    udara ketika dirukyah ada jin yang mengklaim bahwa kemampuan tersebut
    adalah hasil kinerja mereka.
    Sebagai muslim sudah seharusnya bersikap wara oleh karena itu
    saya menyatakan:”SAYA TERAMAT SANGAT TIDAK KEBERATAN SEKALI BAHKAN
    TERAMAT SANGAT MENGINGINKAN SEKALI SEMUA KEMAMPUAN TERSEBUT SIRNA
    SEMPURNA UNTUK SELAMA-LAMANYA”.

      TD said:
      Agustus 16, 2012 pukul 3:18 pm

      kayak quantum yah?

      muh4mm4d said:
      Agustus 16, 2012 pukul 3:50 pm

      @tanak

      apa antum sdh pernah mencoba ikrar pemutus buhul/jin?

      harycahngujang said:
      Agustus 23, 2012 pukul 9:54 pm

      jin suka berbohong

      ali yunus said:
      Maret 8, 2013 pukul 9:05 pm

      @tanak : mnrut saya ilmu yg ddpt dr olah nafas(scra alami)
      adalah proses tersmbunyi yg dlbihkn kpd mnsia oleh allah.sbb tdk smua yg bs diolh olh otak mnsia.nmun allah mnyruh kt brusha n untk mslh hsl kt serahkn kpd allah.contoh kt mnnam tanmn dg ilmunya.jk mslh tmbuh kpn brbunga kpn bnga itu mnjd buah n brpa bnyk hsl kpn matinya itu urusan allah.kt tdk bleh smbong n kt hrs brserah diri kpd allah.dan itu ada pada rukun iman yg ke 6.(percaya pada kadar baik dan kadar buruk.semuanya ketetapn allah swt)

    Tanak said:
    Agustus 16, 2012 pukul 5:26 pm

    @TD
    Saya belum mempelajari lebih jauh tentang fisika quantum jadi tidak bisa menjawab pertanyaan Anda,maaf.

    @muh4mm4d
    Saya telah berkali-kali mengeluarkan pernyataan keras kepada bangsa jin sebagaimana ditulis dengan huruf kapital semua dalam e-mail saya tersebut di atas yang saya pikir substansinya lebih komprehensif daripada ikrar pemutus lagipula saya tidak pernah secara sadar mengizinkan siapa pun dari bangsa jin mencampuri kehidupan saya dalam aspek apapun,sekecil apapun dan dalam bentuk apapun.

    Alhamdulillah,belakangan ini ketika diruqyah mandiri reaksinya tidak keras lagi dan saya akan terus menerus,tapi tidak setiap saat,diruqyah sampai “TIDAK ADA SATUPUN JIN DI SETIAP SEL-SEL DAN JARINGAN TUBUH SAYA DARI UJUNG KAKI SAMPAI UJUNG RAMBUT”.

    admin@ksatria.us said:
    Agustus 16, 2012 pukul 9:17 pm

    bisa dijelaskan lebih detil mengenai pernyataan bung tanak “saya melatih diri tanpa berguru kepada siapapun dan tanpa wirid apapun
    dengan cara berlatih pernapasan,konsentrasi dan visualisasi untuk
    memiliki kemampuan:”MEMPERBAIKI SEL,JARINGAN DAN ORGAN TUBUH YANG
    MENGALAMI GANGGUAN DENGAN ENERGI HASIL PERUBAHAN ENERGI MELALUI PROSES
    METABOLISME TUBUH DARI MAKANAN,MINUMAN,AIR DAN SINAR MATAHARI.”
    prosesnya gimana tuh kok kayaknya gak jauh beda dengan latihan pernafasan tenaga dalam yang saya tahu

      Tanak said:
      Agustus 17, 2012 pukul 8:36 pm

      Sebagaimana ditulis dalam e-mail tersebut,saya mantan karateka dan pernah menyandang sabuk hitam karate. Di aliran karate yang saya ikuti,teknik pernapasan diajarkan sejak awal. Penyandang sabuk hitam karate memiliki wewenang dan kualifikasi sebagai pelatih. Dengan demikian tidak sulit bagi seorang penyandang sabuk hitam karate untuk melatih diri tanpa berguru kepada siapa pun dan di karate sama sekali tidak ada wirid atau bacaan apapun.

      Di karate diajarkan teknik pernapasan dan konsentrasi. Untuk memiliki kemampuan pengobatan,hanya menambah teknik pernapasan dan konsentrasi dengan visualisasi bahwa energi hasil metabolisme tubuh dari makanan,minuman,air,udara dan sinar matahari ditransformasikan berdasarkan hukum kekekalan energi menjadi energi untuk memperbaiki sel-sel,jaringan dan organ tubuh yang mengalami gangguan yang disalurkan melalui telapak tangan..
      Ketika seseorang sakit berarti ada sel-sel,jaringan dan atau organ tubuh yang mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat diperbaiki salah satunya dengan energi hasil transformasi energi tersebut.

      Untuk lebih jelasnya kita analogikan tubuh kita seperti lampu pijar atau setrika listrik. Lampu pijar adalah alat transformasi energi listrik menjadi energi cahaya berdasarkan hukum kekekalan energi. Setrika listrik adalah alat trasformasi energi listrik menjadi energi panas berdasarkan hukum kekekalan energi. Tubuh manusia dapat dijadikan semacam alat transformasi energi hasil metabolisme tubuh menjadi energi untuk memperbaiki sel-sel,jaringan dan organ tubuh yang mengalami gangguan berdasarkan hukum kekekalan energi. Caranya dengan latihan pernapasan,konsentrasi dan visualisasi.

      Perlu digarisbawahi bahwa saya tidak pernah membuka praktek pengobatan komersial menggunakan tenaga dalam melainkan hanya menjalankan praktek pengobatan insidental karena saya cenderung menyembunyikan kemampuan saya. Ada seorang shihan (guru besar karate) yang mengemukakan filosofi “Celana Dalam” terkait karate,yaitu:”Celana Dalam Perlu Dimiliki Dan Dipakai Tapi Tidak Untuk Diperlihatkan Kepada Orang Lain,Begitu Juga Kemampuan Karate Perlu Dimiliki Dan Dipakai Bila Perlu Tapi Tidak Untuk Diperlihatkan Kepada Orang Lain” .

      Semoga jawaban ini memuaskan. Terima kasih.

        admin@ksatria.us said:
        Agustus 18, 2012 pukul 9:58 pm

        itulah tenaga dalam (inner power) yang sebenarnya yang saya tahu, kalaupun ada yang membumbui tenaga dalam murni dengan amalan-amalan tertentu(puasa mutih, wirid, dsb.) saya yakin akan adanya tujuan lain dibalik amalan tersebut, yang pada ahirnya justru malah lebih mengedepankan amalan tersebut dari pada latihan tenaga dalam murninya, ibarat nasi goreng yang tentu pake bumbu nasi goreng, ya gak lucu jadinya kalau kita memakan bumbunya nasi goreng saja tanpa nasi itu sendiri, karena terlalu mengedepankan bumbu .hehe.

    om borneo said:
    Agustus 17, 2012 pukul 12:01 am

    apa Islam model begini yang bikin dunia Barat berbondong-bondong masuk Islam?

    ADjamal said:
    Agustus 18, 2012 pukul 3:40 pm

    Assalamu alaikum,
    Bagaimana mnurut mas Ahmad Perdana tentang Astral Projection..??
    sekarang yang lagi banyak menarik minat karena dapat dijelaskan secara ilmiah.

    mohon penjelasannya dari sudut pandang Islam mas.

    salam

    ADjamal said:
    Agustus 18, 2012 pukul 3:55 pm

    saya pun tertarik dengan Astral Projection karena menurut logika saya yang masih awam ini Astral Projection tidak ada unsur bi’dah karena dapat dilakukan tanpa amalan,wirid maupun puasa mutih maupun lainnya.

    Astral Projection adalah proses “Pengaktifan” Kesadaran pada saat memasuki alam tidur karena pada saat itu proses perpindahan kesadaran dari alam sadar ke alam bawah sadar (tidur).

    Proses ini sering terjadi pada saat kita tertidur namun pada saat proses itu berlangsung (Astral Projection) kondisi kesadaran kita tidak dalam keadaan “ON”.

    mohon maaf ini adalah pemahaman saya yang awam,
    menurut Pandangan Islam bagaimana ya???

    -wasalam.

      TD said:
      Agustus 18, 2012 pukul 5:38 pm

      apa maksud anda belajar “astral projection”
      (manfaat dan tujuannya)??

        ADjamal said:
        Agustus 18, 2012 pukul 6:38 pm

        salam kenal mas TD,
        sebenarnya scara sederhana saya ingin menggali potensi diri yang diberikan Allah SWT.

        namun dari sisi pandang Agama saya belum paham tentang boleh atau tidaknya mempelajari Astral Projection.

        mohon pendapatnya.

        Minal Aidin wal Faidzin

        TD said:
        Agustus 18, 2012 pukul 7:38 pm

        @Kang ADjamal

        sama2 kang :)

        sambil menunggu penjelasan Ust PA.

        astral projection cuma nama keren dari meraga sukma. pada titik blank pengkonsentrasian pikiran.. saat itulah rentan oknum setan jin masuk, dia bisa berbuat apa saja.. melalui pikiran, pendengaran dan penglihatan anda. anda jgn terjebak dengan penjelasan ilmiahnya.

        silakan anda baca artikel ini :
        https://metafisis.wordpress.com/2012/01/03/alien-jin-dan-teknologi-dajjal/

        disana kolom yg tepat jika ada yg ingin anda tanyakan kepada kami :)

    ADjamal said:
    Agustus 18, 2012 pukul 11:42 pm

    mkasih atas linknya mas TD

    alhamdulillah dapat ketemu blog yang SANGAT BERMANFAAT..
    Smoga Allah senantiasa memberi anda sekalian Kesehatan, Kekuatan dan Kesabaran dalam berdakwah…

    Amin…

    salafi said:
    Agustus 24, 2012 pukul 12:38 am

    Saran saya jgn terburu jg kaitkan ilmu kebal dgn ilmu yg di dpt dari jin sebab besar kemungkinan itu hanya ngibul belaka alias trik.logikanya dlm setiap atraksi ilmu kebal ya begitu2 sj gayanya.cb klo sy di ksh kesempatan tusuk dan bacok klo gak berdarah2 insyallah…hehe.hendaknya kita muslim tdk terburu kaitkan itu bantuan jin lah,spt jg muslim yg bodoh dikit2 blg tuh kerjaan yahudi,amerika.kita hrs obyektif dan gunakan ilmu meski kita tau jin itu ada dan harus kita imani dan yahudi dan nasrani adalah kafir yg selalu memusuhi kaum muslimin.

    Riffqi Playing Finger said:
    Agustus 26, 2012 pukul 8:52 pm

    GINI AJA DAH ..
    DULU SAYA PERNAH GITU2 AN SAMA GURUKU BELA DIRI ..
    BISA DI BILANG ADA PEREWANGAN .. TAPI DULU SAYA BELOM SEBERAPA TAU KALO SPERTI ITU SALAH ..
    SETELAH SAYA PIKIR2 NABI-NABI DAN PARA ROSUL DAN SAHABAT2 ,,DAN KOLIFAH2 ISLAM BGITU BNYAKNYA SAJA YANG MEMENANGKAN PERANG2 DENGAN MUSYRIKIN,,CONTOHNYA PERANG BADAR,,TABUK..DLL,,PERANG SALIB (((tidak PUNYA ILMU KEBAL))) ..rosull giginya patah ketika di lempar batu,,bahkan sahabt rosulpun ada yg mati terbunuh …
    dari kesimpulan di atas yg membuat saya membuang perewangan/ilmu kebaladalah pertanyaan di bawah ini ..
    1.apakah dengan ilmu itu kita bisa/sudah bisa mengalahkan atw mennang perang berbagai macam musyrik dan kafir ?Lalu fungsinya apa ilmu semacam itu ..
    2.apaakah diri kita Lebih hebat dari pada para nabi dan ulama terdahulu sehingga kita punya apa yang tidak di punyai para nabi dan ulama terdahulu ? (jawabannya pasti tidak)
    LALU SEPERTI ITU AJARAN SIAPA . . .apakah di al qur an di tuntun buat pelajari ilmu semacam itu ??
    kalo tidak berpedoman pada Qur an lantas sebagai islam apa kitab yang kita anut ??
    apa tidak sesat ??

    Abdullah yazid said:
    September 15, 2012 pukul 10:13 am

    assalamu’alaikum wr wb. Mas perdana akhmad,ana tertarik pada komen mas tanak. Tolong masukannya tentang seluk beluk tenaga dalam terutama yang berasal dari olah fisik.bila ada teknik tenaga dalam yang tidak melanggar syari’at mengapa tidak dipelajari? Demi mewujudkan muslim xang kuat.mohon pula masukan tentang tenaga dalam dari thifan po khan xang mengklaim sesuai syar’i

    yazid said:
    September 15, 2012 pukul 11:31 am

    kok komenku hilang ya?

    Abdullah yazid said:
    September 15, 2012 pukul 3:33 pm

    Assalamu’alaikum wr wb. Mas perdana akhmad,ana tertarik pada pengalaman bung tanak.sepertinya kurang tepat bila tenda(tenaga dalam) versi olah pernafasan difonis dengan dalil antum di artikel ini. Kalau dilihat dari kacamata bid’ah,ya memang ini bid’ah. Tapi bagaimana dgn ilmu olah tubuh yg lain yg nota bene jaman rosullulloh belum ada? Mohon tanggapannya.

    Abdullah yazid said:
    September 15, 2012 pukul 3:51 pm

    buat mas riffki playing finger,perbolehkan ana mengkritik pola fikir anda.hendaknya permasalahan ilmu(apapun jenisnya) tidak dikaitkan dengan fonis bid’ah ataupun qudwah rosululloh,karena akan menjadi rancu dan double standar. Tapi yang perlu di bedah adalah termasuk sihir atau syirik tidak? Maaf ya!

    yazid said:
    September 15, 2012 pukul 4:25 pm

    mas perdana akhmad,tolong masukannya lewat artikel antum tentang seluk beluk sihir dan tipu muslihat jin dan syaiton.agar kaum muslim cerdas dalam menyikapi kehidupan. Mohon tidak subyektif ya!

    Riki O'Bey said:
    Januari 12, 2013 pukul 2:25 am

    ass wr.wb. Permisi ijin komentar..
    saya iseng” browsing dan membaca salah satu Komentar, yah menurut saya sedikit menghibur, haha..
    sudah tahun 2013, jaman sudah berubah, banyak orang katanya KEBAL PUKULAN tapi tidak KEBAL AKHLAK nya, mohon maaf skr sudah jaman ilmu pengetahuan bukan ilmu kekebalan, menurut saya, pengetahuan dan keyakinan anda lah yang membuat anda HEBAT / SAKTI..? Sekuat tubuh apapun kalau pikiran / akhlak mudah di racuni, lain lagi.. :) mohon maaf kalau tulisan saya ada unsur ‘flaming’, saya hanya mengutarakan pendapat / komentar,, NICE THREAD 4 TS..thx
    -iluminati0ns-

    Machmuddipo said:
    Januari 27, 2013 pukul 8:20 pm

    .BOLEH JG KANG MAS !
    Bagaimanapun itu jg ijin Alloh. Manusia tdk bs apa2.

    Petaling said:
    Januari 28, 2013 pukul 11:46 am

    ilmu kebal ………/\???..anti peluru,anti abcok,anti tusuk tapi ANTI DIGIGIT NYAMUK GAK YA…….hi,.hi.hi kalo dh kena demam berdarah tuh ilmu kebalnya untuk apa…….???

    alwyptra said:
    Februari 4, 2013 pukul 5:25 pm

    ass. Mau tanya , hukum islam. Kalo umat islam mengadakan upacara adat, terus memandikan keris dan memberi sesaji, apa hukumnya ?

    Arya soma said:
    Februari 4, 2013 pukul 5:41 pm

    Daripada cari kebal kulit mening cari ilmu kebal isi dompet!

    ilmuku said:
    Februari 13, 2013 pukul 2:09 pm

    wah gitu ya, dulu saya pernah belajar pernafasan, teman-teman saya bisa dengan mudah, saya tetep tidak bisa tapi alhamdulillah tubuh saya jadi segar, itu yang pernah saya alami

    avienk said:
    Februari 22, 2013 pukul 12:29 pm

    assalamu’alaikum..

    Av¡enk said:
    Februari 22, 2013 pukul 12:41 pm

    mendingan jg kita belajar mengkaji Al qur’an & Al hadist..
    udah pasti ketahuan manfaatnya di dunia & di akherat.. :-)

    yuniar said:
    Maret 3, 2013 pukul 8:07 pm

    kata siapa kebal itu bantuan jin?
    wali allah juga banyak yg memiliki ilmu kebal, contoh syeh rahmat suci, syeh arifin ilham

    jadi sejarah nya gini ketika zaman rasullulah, musuh2 nya itu tidak ada yg memiliki ilmu kebal, sedangkan pada zaman wali allah di tanah jawa/nusantara musuh2 nya bnyak yg menganut ilmu hitam, malahan kerajaan jin dari jawa pernah menolak ajaran islam ketika syeh magribhi menyebarkan islam, maka dari itu allah menurunkan kelebihan kepada wali wali allah berupa ilmu kebal, dan kesaktian lain nya. yg di sebut karomah.

    inti nya allah maha adil, ,

    agus kosasi said:
    Maret 6, 2013 pukul 2:53 pm

    karna ilmu qaromah tiap wali-wali itu berbeda-beda artix ilmu qaromah wali dan syehk itu tidak dibisa disyariatkan

    agus kosasi said:
    Maret 6, 2013 pukul 3:11 pm

    hanya mukjijat nabi muhammad yang disyariatkan yaitu alqura,an dan alhadist. klo ilmu qaromah para wali itu tidak disyariatkan.

    jack said:
    Mei 1, 2013 pukul 5:48 pm

    agus ..
    bener2

    Jufriansyah Al-Banjari said:
    Mei 8, 2013 pukul 7:59 pm

    Pembahasannya terlalu berlebihan dan berani menghakimi itu syirik dan bantuan jin, memangnya kamu tau kalau itu bantuan jin, memang kamu bisa lihat kalau jin itu membantu, kukjizat nabi itu banyak, rasul saja 25, belum lagi nabi, bagaimana nabi yusuf yang bisa mentakwilkan mimpi, bagaimana nabi daud melemahkan besi, bagaimana anda bisa menjawabnya, memang ilmu itu tidak bisa di syariatkan karena tidak mungkin orang lain semua bisa, ilmu seperti itu saja jika di ajarkan belum tentu yang belajar bisa, kalau hati dan ucapan meminta kepada Allah ya artinya tidak syirik, kalau mintanya sama penunggu gunung, atau selain Allah jelas lah syirik, kita sesama manusia dan hamba tidak boleh salih menghakimi, hanya Allah yang berhak, kalau pada jaman nabi tidak ada lalu tidak boleh di lakukan jadi kita juga tidak boleh pakai jas, sepatu, motor, mobil, pesawat, dan tidak boleh menggunakan bahasa selain arab jaman nabi, kenapa bukankah meniru sesuatu kebiasaan orang kafir maka menjadi kaum kafir tersebut, Agama itu mempermudah, Allah tidak mempersulit hamba-Nya, tetapi hamba-Nya sendiri yang mempersulit diri.

    Jufriansyah Al-Banjari said:
    Mei 8, 2013 pukul 8:04 pm

    Mukjizat tentunya hanya untuk para Rasul, karomah untuk para Wali Allah, tetapi saya yakin seyakin-yakinnya kalau masih banyak rahasia yang belum kita ketahui tetapi Allah memberi ijin untuk kita kuasai, makanya Allah memberikan kita Akal untuk menemukan dan membuka tabir rahasia tersebut, asal jangan bertapa di gunung atau dengan cara menzalimi diri sendiri, tentu kita tau yang bagaimana ritual yang jelas-jelas tidak sesuai dan tidak pantas untuk dilakukan bagi orang yang berakal.

    Riyadh said:
    Mei 29, 2013 pukul 8:28 pm

    hati-hati saudaraku, jangan pernah mau mengikuti perintah orang untuk ngelmu.
    Dosa ngelmu itu dosa paling besar. Karna itu adalah syirik, dosanya tidak pernah diampuni seumur hidup.

    Karna mereka berdzikir/puasa bukan karna Allah, tapi karna ingin ilmu, disesatkanlah manusia itu, akhirnya jin jahat/setan lah yg membantunya.

    Jika kita sedang dalam masalah, minta bantuan lah sama Allah. Niscaya kita akan selamat di akhirat

    Riyadh said:
    Mei 29, 2013 pukul 8:35 pm

    Saya ingin memukul orang yg punya ilmu kebal sampe kepalanya hancur.
    Cukup dengan Bismillah dan izin Allah, kepalanya pasti hancur.

    wahyu mantan santri said:
    Juli 23, 2013 pukul 1:03 pm

    Benar.Pengalaman saya mondok di beberapa pesantren tradisional membuat saya smakin yakin untuk meninggalkan jamaah tersebut.Apalagi kepercayaan ttg kyai khoriqul ‘adah apalagi kyai jadzab adl bathil.

    syeikh ahmad said:
    Juli 7, 2014 pukul 11:55 am

    mohon maaf kalau boleh saya bertanya tlg di jwb? tentang cerita nabi musa. Padahal nabi yang paling alim, tetapi masih ada lagi orang yang lebih alim yaitu Qidir. Apakah Qidir ini mempunyai jin ?? Kok Dia tau apa yang terjadi di masa yg akan datang? Dan berbuat di luar akal logika? Padahal waktu itu nabi musa adalah nabi yang di muliakan alloh. Tapi kenapa dia masih di suruh berguru oleh alloh ke orang alim tsb ??? dan apakah nabi sulaiman juga kafir ?? jin dan manusia kan di ciptakan alloh hanya untuk beribadah padaNYA.? Mohon maaf kisana, tulisan2 anda kurang mumpuni dalam dunia ilmu. Apa yg anda tau hanyalah kulit saja tapi sejatinya anda tak tahu isi di dalamnya . Mohon maaf sekali lagi, anda masih perlu belajar HAKIKI ILMU DAN HAKEKATNYA HIDUP. Insyaallah jika anda iklas dan sudah faham benar..maka anda tergolong orang alim yg di muliakan alloh TANPA EMBEL2,TANPA RASA IRI DENGKI DI HATI,TANPA KESOMBONGAN. karna hakekatnya ilmu itu di atas langit masih ada langit. Dan maaf saya rasa anda hanya belajar sebagian saja,dlm ilmu agama dan masih dipenuhi dengan riyak dalam hati anda. padahal kesombongan itu hanya milik alloh saja.@

    Matafisik said:
    Agustus 13, 2014 pukul 12:07 pm

    Ha…ha… banyak yang tertipu oleh tipu daya iblis sang pengadu domba. Mudahnya mempercayai perkataan iblis golongan jin dari mulut orang yg sedang di rukyah, kebal karena mereka, tenaga dalam karena mereka, ilmu gaib karena mereka, prana karena mereka DLL karena mereka. Padahal mereka setan2 dari bangsa jin sama sekali tidak punya daya upaya gaib kecuali atas ijin dan qudrat iradat Allah. Mereka setan2 dari bangsa jin merasuki org yang sedang dirukyah untuk menyebarkan fitnah adu dombanya. Siapa yg bisa jamin bahwa setan2 jin itu sdh lama ditubuh org yg dirukyah tersebut, padahal mereka merasuki hanya ketika sedang di rukyah utk menipu manusia dengan berkata ini dan itu
    Secara ilmiah org yg sedang dirukyah trace, pusing, muntah2 dan bicara tidak karuan semua bisa terjadi. Hal tersebut dikarenakan ada rasa bersalah dalam diri kemudian disugesti bahwa ada jin dalam diri orang tersebut, karena sugesti dilakukan terus-menerus dalam waktu lama sehingga alam bawah sadar org yg merasa bersalah tadi aktif, tentunya disertai pusing dan muntah2
    Karena pengobatan orang yang diganggu jin dengan ilmu Allah tidak perlu lama2 dan tidak perlu harus diaktifkan jin yg ada dalam tubuh org tersebut. Hanya dengan tiupan atau segelas air putih bahkan hanya dengan sebuah pesan seperti yang dilakukan oleh Sulthonil Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani RA. Jin yang mengganggu pada kabur terbirit2.

    mulyo said:
    November 21, 2014 pukul 7:01 am

    kalo puasanya cuma tiga hari itu keluar dari ajaran islam ga….?

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s