Manusia Melihat Jin

Pengantar Admin

Artikel ini kami kutip dari Ar-Risalah sebagai bantahan dari murid-murid Hikmatul Iman yang meyakini bahwa jin bukan makhluk ghaib dan bisa dilihat dengan ilmu mata bathin level 3 ke atas yang mereka pelajari dari Kang Dicky. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, murid Hikmatul Iman bahkan meyakini bahwa mereka sanggup mendatangkan jin ke dunia nyata dengan ilmu metafisika mereka.

Manusia Melihat Jin

Antara percaya dan tidak percaya, begitulah sikap orang dalam kasus ini. Di antara kaum muslimin tak sedikit yang masih bimbang dan bingung dalam mengkompromikan antara dalil satu dengan yang lain, atau antara dalil dengan fakta dan pengakuan di lapangan.

Ada yang tidak percaya bahwa manusia bisa melihat jin, karena jin adalah makhluk gaib, tidak bisa dilihat. Juga berdasarkan firman Allah,

Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (QS Al-A’raf 27)

Manusia Melihat Jin


Lantas, bagaimana dengan riwayat-riwayat yang menyebutkan bahwa jin maupun setan pernah terlihat? Juga pengakuan banyak orang yang mengaku pernah melihat penampakan dan semisalnya?Seperti misalnya setan yang menampakkan diri dalam wujud Suraqah bin Malik ketika perang Badar. Juga tentang seorang sahabat Anshar yang bergulat dengan seekor ular, yang akhirnya keduanya mati, lalu Nabi katakan bahwa ular itu adalah jin. Kisah tentangnya diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dalam Shahih Muslim.

Abu Hurairah juga meriwayatkan dalam Shahih Bukhari, bahwa beliau menangkap makhluk yang mencuri harta baitul mal yang dijaganya, lalu Nabi berkomentar tentangnya, “dzaaka syaithaan”, ia adalah setan (dari golongan jin).

Sebenarnya, dalil dan fakta yang ada tidaklah saling bertentangan. Bahwa pada dasarnya manusia memang tidak bisa melihat jin. Hanya saja, jin bisa melakukan tasyakkul (penampakan) di dunia manusia. Bukan karena kemampuan manusia yang bisa melihat, tapi kemauan jin yang melakukan tasyakkul.

Meskipun jin adalah makhluk gaib, tidak menutup kemungkinan mereka menampakkan diri dan terlihat oleh manusia, tapi bukan dalam wujud aslinya. Sebagaimana Jibril yang merupakan makhluk gaib, pernah pula menampakkan diri dalam wujud laki-laki yang amat putih bajunya, amat hitam rambutnya dan tidak ada bekas safar. Dan para sahabat menyaksikan kejadian itu. Dia bertanya kepada Nabi perihal islam, iman, ihsan dan hari Kiamat. Setelah pergi, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengungkap identitas beliau, ”haadza Jibriil ja’a liyu’alliman naas diinahum”, dia adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan manusia perihal agama mereka. (HR Bukhari dan Muslim).

Begitupun halnya dengan jin yang pernah terlihat di dunia nyata. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan perkataan Imam Syafi’i, “Barangsiapa mengklaim dirinya dapat melihat jin, maka kami menganggap kesaksiannya batal, kecuali jika dia seorang nabi.”

Maksudnya, “Yang beliau katakan ini adalah bagi orang yang mengklaim melihat jin dalam bentuk aslinya sebagaimana dia diciptakan. Sedangkan orang-orang yang melihat jin dalam bentuk yang telah melakukan penyerupaan dalam bentuk hewan misalnya, maka hal itu tidak mengapa, karena berbagai riwayat telah menyebutkan tentang adannya tasyakkul jin.” ((Fathul Bari VI/396))

Adapun tentang ‘taghawul’ yang oleh orang kita disebut penampakan hantu, Umar bin Khathab berpendapat, “Mereka melakukan sihir sebagaimana kalian (manusia) ada yang melakukan sihir.” Wallahu a’lam bishawab. (Abu Umar Abdillah)

Kesimpulan Admin

Jin secara tabiat dasarnya tidak bisa dilihat. Namun ada kondisi-kondisi khusus yang memungkinkan manusia melihat jin. Ini tidak menjadi pembenaran akan ilmu-ilmu melihat jin yang diklaim para praktisi metafisika atau menjadi pembenaran bahwa jin bukanlah perkara ghaib dan sama saja dengan kebenaran oksigen yang kasat mata.

Apakah para shahabat sengaja melihat jin atau mempelajari ilmu tertentu untuk melihat jin sebagaimana murid-murid Hikmatul Iman? Jelas tidak. Kejadian terlihatnya jin oleh para shahabat adalah kejadian insidental, terjadi begitu saja. Tidak bisa dikatakan bahwa para shahabat memiliki ilmu atau kemampuan untuk melihat jin yang bisa diaktifkan kapan pun sebagaimana klaim para praktisi tenaga dalam dan metafisika.

Jin adalah salah satu perkara ghaib yang wajib kita imani berdasarkan informasi terpercaya dari dalil. Sebagaimana para shahabat dan ulama selalu mendasarkan pendapatnya tentang jin dari dalil. Informasi apa pun yang kita peroleh tentang jin harus kita timbang dengan dalil.

43 gagasan untuk “Manusia Melihat Jin

  1. ” jd JIN tdk termasuk GHAIB seperti ALLAH..,…Surga & Neraka..,Kiamat, ..dsb ”
    saya tdk mengatakan bahwa JIN bkn makhluk ghaib…,JIN adlh makhluk ghaib tetapi ke GHAIB an JIN tdk sama seperti ke GHAIB an Allah SWT..,Surga & Neraka..,Hari Kiamat ,Kematian ..dsb…..

    saya jg bkn murid HI saya hanya simpatisan HI krn saya memiliki beberapa kesepahaman dgn teori2 KD ( HI )…

    • @admin
      Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (QS Al-A’raf 27)
      lihat lagi apakah ada dalam surah tsb kata kata yang ditulis dalam kurung “iblis” yang saya tau tertulisnya syetan bukan iblis, ? dilain keterangan :”syetan dari golongan jin dan manusia”…tidak ada ungkapan “iblis dari golongan jin dan manusia”karena istilah iblis itu nama seekor mahluk sedangkan syetan itu istilah ungkapan yang dipakai untuk menunjukkan kata sifat jahat dari mahluk yang bernama jin dan manusia.jadi ayat tsb pas nya menerangkan bahwa kita tidak bisa melihat sebuah sifat dari manusia baik itu sifat soleh atau sifat salah, apakah kita sebagai manusia bisa melihat sifat jahat dari seseorang? misal dia orang jahat terus di kepalanya ada tanduk?dia orang baik trus di jidatnya ada tanda 2 hitam seperti di taboki hansip? tentu tidak kan.., kesimpulan ..ayat tsb tidak menjelaskan kita tidak bisa melihat jin tapi menjelaskan kita tidak bisa melihat watak.sikap,sifat dari manusia.

      • mantaaap nih kang anton..

        adminnya pasti bingung dan syok.. bukain tafsir al qur’an..

        boleh tau ga kang? ini tafsiran ulama mana?? dalam ayat ada kata “tempat”.. seharusnya dijelasin watak dan sifat tsb tempatnya di mana?

      • @td
        “tempat” yang dimaksud adalah dalam pikiran atau kebanyakan mengatakan dalam hati’.apakah kita bisa melihat tempat sumbernya si sifat baik atau buruk?

      • terjemahan asli surat al-a’raaf ( tdk ada yg ditambahi atau dikurangi )

        27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

        kata dalam kurung ( iblis ) adalah tambahan dari admin sendiri..,bukan terjemahan aslinya..silahkan di cek…

      • bahkan buku terjemahan byk tanda kurungnya (lihat cetakan 1993)

        al a’raaf 19, 21.. ada tambahan tanda kurung..

        jadi yg bener syaithon atau iblis yg ngeluarin adam dan hawa dari surga??

        konsisten dong ama tafsirannya!!

      • betul, penambahan keterangan dalam tanda kurung bisa berbeda2 dalam setiap buku/kitab terjemahan..,daripada ragu2 lebih baik mengambil aslinya tdk ditambah atau dikurangi dan lihat terjemahan keseluruhannya..

      • Al qur’an yang asli adalah yang berbahasa Arab. Jadi, lihat itu dan penjelasan tafsirnya jika memang mampu. Salah satu kesalahan fatal kang dicky dan para pengikutnya adalah menafsirkan dari terjemahan. Ini berdasarkan kesaksian dari mantan murid-murid Hikmatul iman.

      • @Sony

        kang sony ini pake terjemahan taun berapa? apakah anda mengkoleksi terjemahan al qur’an dari depag mulai edisi pertama?.. disana anda akan menemui puluhan literatur kitab tafsir dan hadits untuk bisa jadi sebuah terjemahan yg anda pegang sekarang.

        bahkan sekelas ustadz mutakhirin seperti Quroish Shihab aja pada buku tafsirnya banyak tanda kurung dan ratusan footnote..

        menterjemahkan ayat tidak cukup dengan buka kamus bahasa arab aja mas…

        coba anda buka linknya bung widjojo tentang iblis ini.

      • @all: gk usah banyak berdebat. sblm bertanya apalagi menuduh org lain, coba cek dulu lgsg ke Al-Qur’an. pertanyaannya : Sudahkah kalian baca langsung redaksi ayatnya???

        kata dasar yg disebutkan lgsg dlm ayat tsb itu apa, Syetan ataukah Iblis ??
        monggo cek langsung.

        stlh itu baru kita definisikan iblis dan syetan itu apa?
        apakah keduanya sama [bentuk,wujud,sifat,karakteristik,warna,..dll] ??

        @widjojo:
        “Salah satu kesalahan fatal kang dicky dan para pengikutnya adalah menafsirkan dari terjemahan.”

        coba tanya PA and the gank of Wah**i, apa sikap meraka jk ada ayat yg mnyebutkan sifat 4jjl … misal : ‘..tangan Allah…’ apakah mereka menafsirkannya leterlek…ditafsirkan bener2 tangan spt makhluk??

        om wid, sblm menuduh org lain biasakanlah muhasabah diri dulu. :D :D

      • menurut mas widjojo yg merasa mampu…, tlg dijelaskan tafsir surat an-naas berdasarkan bahasa arab aslinya ,,apa bedanya JIN dgn SETAN ?….

        mas TD ,saya tdk mempermasalhkan adanya tanda kurung ataupun footnote…adanya tanda kurung ataupun footnote tentu bertujuan baik…agar pembaca bisa lbh memahami maksud dr tiap kata dr ayat2 tsb….

        tetapi untuk memahami maksud dari sebuah ayat tdk bisa hanya kata perkata,tp harus keseluruhan agar kita bisa menangkap alur cerita yg sebenarnya…

        dalam tulisan ini admin ( mas widjojo ) mengutip surat al-a’raaf 27 tdk utuh

        ” Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka ”

        seharusnya..

        27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman

        wah mas widjojo ga konsisten nih..katanya kl mengutip dalil harus utuh.. :)

    • kmu percaya ulama yg mana?

      percaya ulama ahlussunah atau wahabi(wahabi itu kaum yg baru tercipta. jelas bkn ahlusnah)

      banyak kok ulama yg bisa melihat jin(mukasyafah

  2. seperti comment saya di artikel sblmnya…

    perhatikan & teliti setiap dalil2 yg digunakan dlm blog ini khususnya yg berkaitan dgn JIN & SETAN….,krn ini adlah 2 hal yg berbeda.jgn sampai rancu menggunakannya…

    SETAN adlah sifat jahat,membangkang (kafir, munafik, musyrik ,dsb)
    JIN adlah entitas makhluk

    terjemahan lengkap surat Al-Araf 27 :

    27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh SETAN sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan SETAN_SETAN itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

    • Sedangkan syaitan ialah jin yang durhaka. Dinamakan syetan karena durhaka dan memberontak kepada perintah Allah Ta’ala. Dan Iblis adalah biangnya syetan. Namun apakah iblis ini merupakan cikal bakal (nenek moyang) jin?
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan bahwa: “Iblis merupakan cikal bakal jin.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jid. IV)

      Yang jelas, Al-Qur’an al-Karim mengatakan:

      “Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya.” (Qs. Al-Kahfi: 50)

      Istilah syetan juga kadang disebutkan untuk memberikan sifat kepada manusia dan jin yang durhaka dan suka mengganggu manusia lain.

      Allah berfirman:

      “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (Qs. An-Nas: 4-6)

      http://www.konsultasisyariah.com/apakah-perbedaan-jin-syaitan-dan-iblis/

      • setuju mas widjojo…,artinya SETAN secara umum memiliki arti sifat jahat,membangkang..,dsb..,kecuali yg mendapatkan penegasan,seperti :

        “Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya.” (Qs. Al-Kahfi: 50)

        ” Abu Hurairah meriwayatkan dalam Shahih Bukhari, bahwa beliau menangkap makhluk yang mencuri harta baitul mal yang dijaganya, lalu Nabi berkomentar tentangnya, “dzaaka syaithaan”, ia adalah setan (dari golongan jin) “

    • @jo
      Sedangkan syaitan ialah jin yang durhaka. Dinamakan syetan karena durhaka dan memberontak kepada perintah Allah Ta’ala. Dan Iblis adalah biangnya syetan. Namun apakah iblis ini merupakan cikal bakal (nenek moyang) jin?
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan bahwa: “Iblis merupakan cikal bakal jin.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jid. IV)
      tanya:
      1.sebutan jin yang durhaka adalah syetan lalu bagaimana sebutan manusia yang durhaka menurut alquran?
      3.bagaimana keterangan syetan pada surah annas?
      4. buku/kitab (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jid. IV) VS alquran ciptaan Alloh pada surah annas…mana yang kita pegang? hemmmmmm

      • apakah menurut kang anton jin dan iblis itu berbeda?..

        dalam an nas gak nyebutin kata syaiton tuh.. ini berlawanan ama al khafi;50, kang anton mau pegang yg mana??

      • @KA

        tapi di an nas ga nyebutin nama iblis..
        logikanya ada 4 mahluk yaitu.. iblis, syaiton, jin dan manusia?

        kan ga sama atuh..

      • Liata aj annas ayat terakhir “dari jin dan manusia”, artinya setan itu dr golongan jin dan manusia, sedangkan Iblis itu “person”/nama, seperti malaikat Jibril, namanya jibril dr golongan malaikat. namanya Iblis dari golongan jin. begtu kira2 pemahaman saya.

      • @td
        sama tetep..jin itu ada golongan golongan na,jin kafir jin yang tidak /belum tau akan alquran,jin muslim jin yang paham akan alquran sedangkan iblis itu golongan jin yang tau alquran,tau tuhan itu alloh,tau adam itu ciptaan yang special, tau muhammad utusan terakhir penyempurna agama tau mana kesalahan mana kebaikan tapi karena punya angkuh,sombong,ego nya tinggi karena merasa sudah lama berdampingan dengan malaikat dsb lalu tiba tiba ada mahluk baru dan disuruh sujud ya timbul ke EGO an nya ..pikirnya masa senior harus patuh dan tunduk sama junior/anak kemaren sore (istilah manusianya)..jadilah disebut iblis.iblis itu banyak karena bukan nama satu mahluk tapi kelompok dan iblis juga ada ketua suku nya itulah yang membangkang pertama.(boleh percaya atau tidak) di dingding dalam kerajaan iblis terpampang foto/gambar dari para ulama ulama lo…ada yang besar ada yang kecil/redup,yang gambarnya paling besar itu yang dianggap ulama yang membahayakan misi penyesatan mereka..mungkin tanda buat mereka agar dalam menggodanya lebih intensif dari ulama yang redup gambarnya….walahualam

      • wow…
        ada foto2 ulama di dinding kerajaan iblis yah?

        #sambil nggitar n nyanyiin lagu iwan fals..

        “aku berteman iblisss..
        yg baik hati..” (22 januari)

      • wkkkkkwkkjkkkwkkkj
        gua baru tau nek d kerajaan iblis banyak poster ulama , kira2 dasarx dr mana yaaak masalah poster ulama d kerajaan iblis

  3. RAdmin nulis topiknya ttg X yg komentar malah bahas Z…. cpd xixixixi
    Terlepas dari Quran dan hadist, ada tayangan menarik media elektronik sebut langsung deh Uji Nyali edisi Lawang Sewu …. cari di Youtube key lawang sewu…. resultnya gambar org yg duduk di ruang model trowongan dan sedang melambai tangan…….

    Disana terlihat jika peserta tidak mampu melihat perubahan apa yg terjadi di pintu, dan memang kondisi yg ada adalah tanpa cahaya…. sedangkan di layar terdapat perubahan dipintu, sepintas seperti sosok perempuan..
    Tapi kenapa peserta ketakutan ya?… monggo dipikir…
    Jika ada yg ngemplang bilang itu cma rekayasa tekhnologi, monggo cobain sendiri kesana, 4 jam diruangan itu…ruangannya ada di bawah tanah yg becek dan berada di gedung kedua dibelakang gedung depan..

    Anyway setuju dgn tulisan admin jika manusia ga mampu liat jin,kecuali jin nya menampaka diri agar bisa terlihat manusia….kebanyakan halusinasi nya…..

  4. Kalau sepengetahuan ana, tentang penampakan-penampakan itu sering juga dialami oleh para sahabat,itu terjadi karena kebersihan hatinya hingga Allah membuka yang ghaib dilevel ini,kalau orang sekarang melihat penampakan itu karena frequensinya yang sama denga syetan-syetan itu…he..he..he..he…

  5. yg ngaku bs liat jin apa lg pake mata batin itu ma cuma permainan dan tipu daya setan aja…buktikan aja beberap org yg mengaku bs melihat jin coba terawang tempat yg dianggap angker dijamin hasil ngeliat lewat mata batinnya beda2…silakan coba..

    • pembuktian mengenai terlihat nya jin saat ini memang sulit…,contoh si A melihat jin di suatu tempat,dasar untuk mempercayainya melihat integritas dari si A, selama ini apakah si A orang yg jujur atau suka berbohong….., apakah si A dlm keadaan sadar sesadar2 nya atau sedang berhalusinasi….,murid2 HI percaya kpd Kang Dicky bisa melihat jin… ya itu hak murid2 HI mempercayainya…begitu pula yg kontra trhdp Kang Dicky…itu jg hak mereka tdk percaya…….terserah penilaian masing2……

      jd tdk perlu ngotot minta pembuktian…,krn sangat subyektif …kl masih ngeyel ya satu2nya jalan membuktikan sendiri……,misal selama seminggu kl malam begadang aja dikuburan sendiri…( kl berani )… memang sih ga ada manfaatnya …tp daripada ngotot trs,menghujat orang lain & penasaran ..ya ga ada slhnya dicoba…( sekali lg ..kl berani..,saya sendiri ngaku ga berani…haha….)…anggap saja bagian dari penelitian ilmiah…hehehe

      saya percaya jin itu bisa dilihat,meskipun saya belom pernah melihat jin & blm bisa melihat sendiri……,krn saya percaya orang ini :

      Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Idza taghawwalat lakumul ghilan, falahu bil azan.” (jika ada sosok yang menakut-nakuti kalian dari jin marga Al-Ghilan, usirlah dia dengan azan).

      1.hadist rasulullah itu buat seluruh ummatnya…,jd pemberitahuan rasulullah itu buat kita semua tanpa terkecuali…,artinya kita semua punya kemampuan melihat jin..

      2.Rasulullah menyebutkan sosok Jin berserta marganya yaitu Al-Ghilan….,artinya kita mampu melihat wujud asli dari Jin bkn hanya penampakannya…,kl kita tdk bisa melihat wujud aslinya bagaimana kita bisa membedakan marganya….

      tp kl ga percaya ama Rasulullah dan lbh prcaya admin blog ini atau orang lain…ya itu hak anda….

      • Pak Sony@

        Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Idza taghawwalat lakumul ghilan, falahu bil azan.” (jika ada sosok yang menakut-nakuti kalian dari jin marga Al-Ghilan, usirlah dia dengan azan).

        sudah jelas dalil diatas jin lah yg menakuti2 manusia mungkin salah satunya dg cara si jin menampakan diri..berarti bukanlah manusia yg dg sengaja bisa melihat jin..seperti yg kang dicky lakukan dan ajarkan kpd murid2nya.

      • Allah tu menciptakan jin tidak terlihat oleh mata manusia karena ada maksud tertentu, dan ga pentinglah berusaha untuk melihat hal ghaib. cukup mengimani saja, bahwa yang ghaib itu memang ada. sekarang malah manusia berupaya melihat jin. bukankah itu melanggar sunnatullah, kecuali emang allah berkehendak kita dapat melihat sperti nabi muhammad yang berdakwah di kalangan jin. bukan dengan mempraktekkan amalan-amalan aneh dan berupaya untuk menembus batas….

  6. Buat apa liat Jin ato Iblis, toh manusia sekarang lebih buas dan kufur dari biangnya… ingat pepatah ‘Guru kencing bediri, murid kuencing berlariii ‘ makanya bulan puasa si Iblis walaupun di belenggu tapi maksiat masih merajalela karena ajaran iblis udah turun temurun mendarah daging kepada manusia, tinggal petik hasilnya aja.

  7. A’uudzubillahhiminnasy syathan nirraziim “aqu brlindung dari godaan syaithan yg terkutuk”
    wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun “kami tidak ciptakan Jin dan manusia kecuali untuk bribadah kpd KU”

    dari kutipan kedua ayat tersebut sngtlah jelas, antara Jin dan syaithan itu berbeda, dlm setiap ciptaanNYA dlm al-quran Allah swt mnyebutkanNYA dgn jelas, antara lain
    Ya Ayyuhannas ” wahai manusia
    Malaikat
    Jin ,dan jg
    syaithan
    tdk ada yg hrs diperdebatkn!!!
    Apabila manusia mampu melihat mahluq ghaib, itu bkn hal yg aneh, spt melihat JIN, krn manusia pun mampu dgn ilmu – ilmu trtentu.

    • mas asep…,memang tdk ada yg perlu diperdebatkan mengenai perbedaan setan dgn jin…,hanya sekedar mengingatkan…agar perbedaan yg sudah dipahami itu dipergunakan dgn benar & konsisten…utamanya dlm menggunakan dalil2 al-quran atau hadist…jangan mencampur-adukkan atau sengaja mencampur adukkan dua hal yg berbeda itu ( setan dengan jin ) hanya untuk memaksakan dalil agar sesuai dgn keinginannya…

  8. coba deh rekan2 cari di literarur atau buku2 tafsir manapun…yg memberikan penjelasan dan definisi yg tegas mengenai perbedaan Setan dgn Jin…
    mungkin bisa dishare disini…
    ini penting..,krn definisi yg tegas & jelas akan sangat membantu dalam memahami dalil2 yg sering kita gunakan ….khususnya dlm blog ini….

  9. Ass.wr.wb,
    bismillaahirrohmaanirohiim,
    menurut saya sih begini,
    iblis adalah salah satu dari golongan dari jin.
    jin ini (iblis) durhaka terhadap Allah S.W.T.jenis jin ini berwatak buruk oleh sebab itu dikatakan syeitan dan telah dikutuk oleh Allah untuk selama-lamanya.
    seperti manusia yg berwatak buruk juga dikatakan syeitan,karena jenis manusia ini tidak deberi petunjuk oleh Allah untuk selama-lamanya(dikutuk).
    lain halnya dengan jenis jin yg golongan lain yaitu ada yg muslim dan kafir karena kafir belum tentu dikutuk masih ada kesempatan bertobat.

    insyaAllah mengerti.

    wassalamualaikum wr.wb,

    • iblis itu bukan dari golongan jin dan juga bukan nenek moyang jin. ntar tersinggung lagi mbah iblisnya. iblis itu sudah jauh diciptakan dari manusia dan jin itu sendiri. makluk yang termasuk bertaqwa karena sebelum durhaka ibli juga dizinkan untk berkomunikasi dengan ALlah secara langsung dan memiliki posisi yang tinggi, namun karena merasa udah hebat dan berada di level yang lebih tinggi , gengsi dan sombong muncul ketika manusia (adam ) diciptakan. makanya dikutuk. sedangkan jin, tidak ada sangkut paut dengan iblis.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s