Benarkah NU berdiri atas Restu Orang Mati?

Posted on Updated on


http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,39797-lang,id-c,nasional-t,Sunan+Ampel+Restui+Berdirinya+NU-.phpx

screenshot sebagai bukti jika berita ini saya ambil dari website www.nu.or.id : http://www.mediafire.com/?7hnvdd6b7vxckaw)

—————-
Cirebon, NU Online
Para ulama pendiri NU jelas bukan sembarang ulama. Mereka orang-orang khos yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa di zamannya.

Salah satu pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah, selain pendirian NU kepada kepada KH Hasyim Asy’ari, beliau meminta persetujuan waliyullah tanah Jawa. Yaitu Kanjeng Sunan Ampel.

Dituturkan salah satu putra Mbah Wahab, KH Hasib Wahab, ayahnya itu menulis surat kepada Sunan Ampel dalam Bahasa Arab. Surat tidak dilipat tapi digulung seperti nawala di zaman kerajaan kuno. Lalu dibungkus kain terus dimasukkan ke dalam makam Sunan Ampel di Surabaya.

“MBAH WAHAB BILANG KE BEBERAPA KYAI DAN PENDEREKNYA, JIKA SURAT ITU DALAM TIGA HARI HILANG DARI TEMPAT DIA MEMASUKKAN, BERARTI SUNAN AMPEL MERESTUI BERDIRINYA NU,” ujar penerus Kiai Wahab mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang ini. Dia ceritakan kala diwawancarai di sela sarapan pagi di lokasi Munas & Konbes NU di Ponpes Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9).

Tutur Kiai Hasib, setelah tiga hari memasukkan surat tersebut, Mbah Wahab ziarah lagi ke makam Sunan Ampel. Malah membawa rombongan lebih banyak. Ternyata nawala tersebut tak berada di tempatnya lagi. Akhirnya Kiai Wahab mantab, lalu pulang dan segera menemui KH Hasyim Asy’ari agar segera mendeklarasikan berdirinya NU.

“SURATKU WIS DITERIMA KANJENG SUNAN AMPEL. BERARTI DIRESTUI UNTUK MELANJUTKAN DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA, ”
ujar Kiai Hasib menirukan ucapan ayahnya yang dia dengar dari penuturan sahabat Mbah Wahab yang pernah bercerita kepadanya.

—————-
PERTANYAAN :
1). Kutip :
“MBAH WAHAB BILANG KE BEBERAPA KYAI DAN PENDEREKNYA, JIKA SURAT ITU DALAM TIGA HARI HILANG DARI TEMPAT DIA MEMASUKKAN, BERARTI SUNAN AMPEL MERESTUI BERDIRINYA NU,”
>
Apakah anda membenarkan perkataan ‘mbah wahab’ yg telah memastikan hal ghaib ??

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi’, kecuali (dengan menyebut) ‘Insya Allah’…” (Al-Kahfi :23-24)

(Asbabun Nuzul : ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. tentang roh, kisah ashhabul kahfi dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, “datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.!”. Dan beliau tidak mengucapkan ‘Insya Allah’. Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas)

2). Kutip :
“SURATKU WIS DITERIMA KANJENG SUNAN AMPEL. BERARTI DIRESTUI UNTUK MELANJUTKAN DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA, ”
>
Bagaimana ‘mbah wahab’ bisa memastikan bahwa surat tersebut telah diterima sunan ampel ??
jika hanya dengan alasan ‘hilangnya surat dari tempat dimasukkan’, bisa jadi diambil oleh petugas kebersihan makam atau sebab lainnya. intinya TIDAK ADA kepastian dalam hal ini..
Dan pasti juga bukan Sunan Ampel yang mengambil..

“RENUNGKANLAH WAHAI ORANG-ORANG YANG DIBERI AKAL”

179 thoughts on “Benarkah NU berdiri atas Restu Orang Mati?

    tukang sandal said:
    September 18, 2012 pukul 6:54 pm

    NU mmng LUARRRRE BINASA NU gitu loach

    Nafisah said:
    September 18, 2012 pukul 7:40 pm

    HOAX. Apakah ada ‘hacker’ atau ‘sesuatu’ dibalik berita ini? Ya Allah, kepada-Mu kami mohon perlindungan dari orang-orang yang ingin memecah- belah. Innallaha khairulmaakiriin.

    jaka geledek said:
    September 18, 2012 pukul 10:33 pm

    aneh bnget nih…ane lihat para pengikut ini blog pada menentang pendapat org yg beragama memakai akal…

    tpi skarang dia malah nyuruh pakai akal…

    dri awal berdirinya blog sy sdh sering ngliat ketidak konsistenan admin..

    ifan ardiansyah said:
    September 19, 2012 pukul 8:20 am

    maaf sebelumnya admin metafisis tolong dengan hormat untuk tidak membuat statement yang mungkin dirasa para pengikut NU di seluruh indonesia merasa tersinggung karena NU dan Muhammadiyah adalah organisasi pendiri bangsa Indonesia. Jadi dengan hormat untuk tidak menyinggung kelompok,organisasi islam tertentu.

      Perdana Akhmad S.Psi responded:
      September 20, 2012 pukul 5:55 am

      Bismillah, maaf saya sama sekali tidak meenyinggung NU, artikel diatas 100% shahih ada linknya, adapun berita di web NU tersebut bisa saja dibuat oleh orang yang ghuluw pada Kyai wahab, hingga membuat cerita khurafat yang bisa saja berita tersebut tidak benar, maka pada judul artikel saya buat “Benarkah NU berdiri atas Restu Orang Mati? ” sebab saya juga masih bertanya tanya kok bisa cerita tsb di posting di web NU ?

        toelprabangkara said:
        September 10, 2013 pukul 9:42 am

        Artinya yg menyalin artikel (kata si PA ‘dari cerita web NU’) ini ber otak KERBAU alias DUNGU alias PA, alias hatinya sombong munafik hobinya adu domba, bahkan si PA ini biangnya ghuluw pada KH Abdul Wahab Hasbullah

    abumasir said:
    September 19, 2012 pukul 12:08 pm

    Kalo orang mati dimintai persetujuannya, kenapa gak minta persetujuan ke makam rosululloh, kan lebih afdhol……
    Maka bisa dibuat ”ROSULULLOH MERESTUI BERDIRINYA NU”.

      Nahdliyin said:
      April 22, 2013 pukul 4:30 am

      Kalo belum jelas berita itu benar pa tidak meski ada link nya dan anda sudah berani mengangkat i treat membuktikan anda adalah ahlul fitnah hanya berusaha menonjolkan konsep diri anda saja bersembunyi dibalik kata tanya….

      ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan janganlah kalian berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (H.R Bukhari, no (6064) dan Muslim, no (2563).

      Bertobatlah …. anda dakwah sunnah tapi tukang fitnah!

    RAKYAT said:
    September 19, 2012 pukul 9:57 pm

    Kacau,,kacau,,kacau,,
    Hati2 dlm memasang thread ini..

    jika memang admin nya Gentelman dan merasa paling benar, Silahkan sampean datang Ke salah satu turunan pendiri NU yang masih ada..
    tanya dahulu secara LANGSUNG, jangan hanya COPAS dr WEB ny..

    Mulut mu harimau mu..
    Koe kalo tak ngerti wis diem..

    bisa juga said:
    September 19, 2012 pukul 11:09 pm

    Postingan bagus nih

      Perdana Akhmad S.Psi responded:
      September 20, 2012 pukul 6:03 am

      sekarang jaman modern tidak perlu pakai surat untuk berdialog dan mencari restu orang mati dikuburan, ada habib yang bisa bercakap-cakap dengan orang mati, lihat di http://www.youtube.com/watch?v=1wBn2K_0AKc

        Nahdliyin said:
        April 22, 2013 pukul 4:23 am

        ahlul fitnah!

        toelprabangkara said:
        September 10, 2013 pukul 9:59 am

        si “p a” ini biangnya ghuluw pada KH Abdul Wahab Hasbullah

    Penonton said:
    September 20, 2012 pukul 12:04 am

    Waduh … kalau ceritanya bener begitu, kacau deh…

    joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
    September 20, 2012 pukul 8:50 am

    andaikan iya emang kenapa to, ko’ pd ribut

      Atletis said:
      September 20, 2012 pukul 10:20 pm

      gak konsisten aja, satu sisi memerangi bid’ah dan khurafat, satu sisi jadi praktisi hal2 tsb :p

      umat muslim said:
      September 26, 2012 pukul 5:50 pm

      itu kan syirik …..kang..

    heru said:
    September 20, 2012 pukul 10:13 am

    Assalamu Alaikum wr wb ,pak PA,yang terhormat yang bertitel yang berakal,hati – hati,sekali lagi hati – hati panjenengan dalam menulis artikel tanpa penielitian yang betul2 teliti jangan sampai pendapat dari satu orang di jadikan patokan, bahaya .negara kita lagi dibombardir berbagai isu jangan sampai statmen panjenegan menimbulkan sara,lebih baik panjenengan berda’wah di mimbar atau jihad di miyanmar di mana saudara kita lagi sengsara di paksa meninggalkan agamanya dari pada bikin artikel memicu perdebatan dan dendam saling menjatuhkan,tidak ada untungnya makasih,wassalam.

      lukman mubarok said:
      September 20, 2012 pukul 10:57 pm

      dulu ane baca majalah sabili yang cover depannya lambang NU, entah tahun berapa.. di sana dideskripsikan latar belakang pendirian NU.. nyatanya pihak NU nggak keberatan.. apalagi ini yang cuman copas.. ane kira ga masalah..

    watchman said:
    September 20, 2012 pukul 1:03 pm

    Tidak aneh lah…om PA ini kan lagi pingin lebih eksis, lebih kontroversial lebih bagus bagi dia…

    pujangga said:
    September 20, 2012 pukul 3:19 pm

    dari pada asik mengungkit-ungkit sesalahan se iman mending tu jihad brantas yang sudah pasti yaitu orang2 kafir yang menghina nabi muhammad dengan videonya.dan sekalian lenyapkan kemaksiatan yang ada dibumi pertiwi ini.mari bersatu berjabat tangan sesama muslim tuk hancurkan kemaksiatan.jgn cuma cerita aja dan buat gosip-gosip yang gak ada untungnya malah dapat dosa.mari kita berpikir bagai mana cara kita tuk berantas itu semua. ada yang bisa buat solusi….

      anti kurafat said:
      April 26, 2013 pukul 11:10 am

      Yg haq dan yg batil itu tdk bisa bersatu.islam tp sk syirik,sk bidah itu pd dsrnya musuh dalam selimut.

    alhassy said:
    September 20, 2012 pukul 3:24 pm

    hehe makin lucu aja ni blog

    pujangga55 said:
    September 20, 2012 pukul 4:26 pm

    assalamu alaikum

    AMIR BABEL said:
    September 20, 2012 pukul 4:59 pm

    sobat…..mari bersilaturahmi, mari bertukar pikiran, mari berbagi pengalaman, mari saling menghargai, mari bersatu umat islam.
    pendapat boleh beda tapi jangan saling dendam dan membuat opini kehancuran.
    NU……Subhanallah
    Muhammadiyah……Subhanallah
    yang lain….oke2 saja selama bertuhan ALLAH dan bernabi terakhir Baginda MUHAMMAD S.A.W

    Amir, BabEL

      NU Watch said:
      September 22, 2012 pukul 2:24 pm

      Silahkan antum merujuk pemikiran kaum Murjiah, dari komentar antum sudah mirip dengan faham mereka. afwan

    enyoong said:
    September 20, 2012 pukul 7:54 pm

    eh pak PA S.PSi.. menurutq g smw tlsn di internet tu betul. nek berani coba anda kroscek dulu. jang asal copas dr blog laen.

      NU Watch said:
      September 22, 2012 pukul 2:26 pm

      kalau copas dari website resmi NU bagaimana? berarti kalangan dalam NU sendiri yang membuat dan PA hanya mengkritisi.

      Nahdliyin said:
      April 22, 2013 pukul 4:32 am

      pas… NU watch pas banget ente seperti khowarij… gampang nuding

        Didik Mrican said:
        April 22, 2013 pukul 9:03 am

        yg gampang nuding siapa hayo?????????

        anti kurafat said:
        April 26, 2013 pukul 11:04 am

        Nadliyin : ente seperti org buta dan tuli sj.sdh di bilang keyakinan kurafat ini bersumber dari situs NU jd kenapa anda anggap tuduhan ?.klo anda mo membantah ya cek sj di situsnya klo tdk ada or tdk pernah ada maka blh anda blg tkg fitnah dll.yg ada anda cuma pembela NU yg membabi buta plus tuli.bila di ingatkan kebenaran marah itu ciri khas pengikut hawa nafsu.

    joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
    September 20, 2012 pukul 11:38 pm

    inilo maksudnya apa dan tujuanya apa, kata siapa ndak masalah

    Penonton said:
    September 21, 2012 pukul 12:16 am

    hmmmmmm … bisa heboh nih berita kirim surat ke kuburan … jadi pengen tahu, ada gak ya sahabat yang kirim surat ke makam Nabi Muhammad SAW …

    Abdullah yazid said:
    September 21, 2012 pukul 4:41 am

    assalamu’alaikum wr wb.saudaraku sekalian,hendaklah bila ada perselisihan dikembalikan pada alqur’an dan as sunnah,kroscek,dan cobalah untuk menasihati bila ada yang salah secara BIJAK!!.untuk sdrku warga NU, ingat jangan emosi dulu.berita ini dari web NU sendiri. Admin hanya copas….! Maaf tunda dulu ya .mo sholat subuh dulu.

    Abdullah yazid said:
    September 21, 2012 pukul 5:12 am

    lanjut ya!

    sandhi yudono said:
    September 21, 2012 pukul 4:34 pm
    jatimoro said:
    September 21, 2012 pukul 5:13 pm

    pernah denger juga sejarahnya emang seperti ini :-)

    4nwa said:
    September 21, 2012 pukul 8:34 pm

    he.he.he. itu aja gak tau

    pujangga55 said:
    September 21, 2012 pukul 8:48 pm

    ja.jadian

    susuhunan said:
    September 21, 2012 pukul 9:04 pm

    Pembahasan menarik dari admin,.
    Hanya sebagai catatan, bagaimanapun juga NU punya andil besar dalam peranannya sebagai lembaga dakwah dan syiar Islam di Indonesia ini. Dan saya pun melihat (walaupun saya bukan anggota organisasi atau pun hidup ditengah2 organisai NU) bahwa tidak semua warga NU berfaham seperti ini.
    Masih banyak warga NU yang “memakai akal” seperti yang dimaksudkan catatan admin dalam paragraf terakhir.

    Saya cenderung berasumsi bahwa NU hanya terlalu mempertahankan kebudayaan sebelum Islam yang digunakan Sunan Kalijaga dsb untuk mempromosikan Islam di tanah Jawa (akulturasi dan asimilasi,?) walaupun seringkali justru berbenturan dengan nilai-nilai aqidah islam yang sesungguhnya.

    Sebenarnya pada zaman sekarang ini kita telah sangat mampu untuk meninggalkan metode ini, atau dengan kata lain tidak ada lagi alasan untuk terus-terusan terjebak dengan metode seperti ini.

    Mengutip kata-kata admin ; “RENUNGKANLAH WAHAI ORANG-ORANG YANG DIBERI AKAL”

      joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
      September 22, 2012 pukul 3:02 am

      lha kuwe dewe yo ora gelem angen2 lan mikir ko’

        susuhunan said:
        September 22, 2012 pukul 2:53 pm

        Mas Joyo, kawulo sampun mikir.

        Tapi saya gak mau terlalu pusing mikirin anda, nanti dikira saya niru-niru kiyai NU yang pusing mikirin partai politik,. ya to?

        hehe,. ini cuma becanda mas, buat mencairkan suasana aja,. seng kalem nggeh mas,.

        TD said:
        September 22, 2012 pukul 3:12 pm

        @Mas Joyo..

        artikelnya diambil dari link NU.. kami tidak mengatakan semua orang NU itu begitu.. banyak juga Kyai2 NU yg Ahlus Sunnah. Anda dipersilakan membantah artikel diatas jika anda keberatan. Disini kita hanya saling mengingatkan. Semua berpulang kepada pembaca.. jadi kesempatan buat anda bagaimana caranya meyakinkan pendapat anda kepada pembaca lainnya.

        dilanjutkeenn.

        @Mas Susuhan.. kemana aja nih? sehat kang?

        susuhunan said:
        September 22, 2012 pukul 4:03 pm

        @Mas TD,. Alhamdulillah masih diberi kesehatan hingga hari ini,. beberapa pekan yang lalu saya masih disibukkan dengan urusan sehari-hari. Cuma beberapa kali sempet mampir dan baca artikel-artikel disini yang semakin menarik saja setiap harinya.
        Atau sesekali sekedar menyapa admin melalui sms.

        Mas TD sendiri apa kabarnya? tulisan-tulisan anda juga semakin menarik, saya banyak terkesan dengan tulisan dan pemikiran serta kajian anda.

      susuhunan said:
      September 22, 2012 pukul 4:20 pm

      Sebagai catatan tambahan, jika kita tengok kembali hingga ke sejarah berdirinya Muhammadiyah, agama Islam (di Jawa) dianggap kuno dan primitif oleh pemerintah Belanda karena masih mengamalkan (mengadopsi, lebih tepatnya) berbagai bentuk amalan dari generasi yang dianggap primitif (animisme), seperti membuat sesajian, larungan, gendurenan, dsb. yang hingga kini mati-matian dilestarikan oleh (maaf) NU dengan dalih budaya.

      Persyarikatan Muhammadiyah tiada lain adalah untuk mendukung usaha K.H. Ahmad Dahlan, yakni untuk memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak dipengaruhi hal-hal mistik, beliau ingin menunjukkan bahwa Islam tidaklah kuno dan berbda dengan kepercayaan animisme.

      Islam tidak mengajarkan tawassul pada mayat seperti kepercayaan animisme yang percaya pada kekuatan roh-roh leluhurnya.Islam tidak mengajarkan memberikan sesajian, sesembahan dsb, kepada roh orang yang sudah meninggal…

      wah,. calon kepanjangan,. dicukupkan sampai disini dulu,. ada yang mau menambahi?

        Widjojo said:
        September 22, 2012 pukul 8:31 pm

        Assalamualaikum Pak Susuhunan. Semoga sehat-sehat saja. :)

        TD said:
        September 22, 2012 pukul 9:28 pm

        @Mas Widj

        maaf sy posting disini
        nickname YP lupa password emailnya.. sebaiknya anda add akun beliau saja. beberapa kali ana dapat inbox dari beliau.

        Widjojo said:
        September 23, 2012 pukul 8:21 am

        Ana hubungi YP lewat FB antum saja. Tolong dicek inbox FB.

        susuhunan said:
        September 24, 2012 pukul 11:03 am

        Waalaikumussalam Mas Widjojo., Semoga anda pun selalu kesehatan dan keselamatan,.

        abusabil said:
        September 27, 2012 pukul 3:24 pm

        setuju.sudah saat ny mnggal kan cra yg bidah dan syirik.anae bngung .ktua Nu ngrokok ny kuat

      LIBRA UTAMA said:
      September 26, 2012 pukul 2:16 pm

      Dalam aqidah dan syari’at Islam, tidak ada istilah dan proses akulturasi dan asimilasi ajaran, dengan kebudayaan maupun tradisi, yang ada adalah TAAT KEPADA ALLAH DAN ROSULNYA, bukan taat pada nenek moyang dan tradisi, sehingga setiap ibadah dan tindakan harus sesuai dengan AL QUR’AN DAN HADIST, ada dalil kerjakan tidak ada dalil tinggalkan…..

      tradisi dan budaya sering berbenturan dengan syari’at….
      setiap benturan akan menimbulkan kerusakan….
      merusak syariat dan aqidah pelakunya…
      NA’UDZUBILLAHI MIN DZALIIK….

    uwen said:
    September 22, 2012 pukul 5:15 pm

    hehhe.. Kok aneh lw ente gak stuju ya gak papa kalie…lw pean mw nyalain simbah yai wahah ya bzok ja tmui d ahrat. . .

    heru said:
    September 22, 2012 pukul 8:47 pm

    panjenengan semua mohon maaf,sebenarnya pak PA ini menggiring panjenengan semua ke opinininya dia secara halus,maksudnya seakan -akan pakPA ini ingin mengatakan pendirian NU atas dasar Hurafat dan kesirikan,Atau bid’ah dan sebagainya,hingga akhir kita di bawa kepaham atau idiologi wahabisme,kenapa saya mengatakan demikian,kerna dalam setiap artikel dia hanya dia saja yang benar, orang di luar paham dia adalah sesat,coba panjenengan baca artikel ustad arifin ilham tentang wahabi,maaf wassalam

      TD said:
      September 22, 2012 pukul 9:19 pm

      @Heru.

      mohon mas lihat lagi artikelnya :
      1. judul sengaja diberi tanda tanya.
      2. ada bukti screen shoot dari sumber link
      3. lihat penjelasan sdr PA di koment diatas.

      Mengenai artikel Ustd Arifin Ilham yg anda maksud.. itu adalah sebagian diskusi kami dgn sdr wongalusaceh.. wongalusaceh mengatakan “yg mengharamkan jimat/wifiq adalah wahabi” Sedangkan Ust Arifin mengharamkan jimat/wifiq.. anda bisa simpulkan sendiri..

      silakan anda kunjungi blog wongalusaceh, disana anda akan menemukan keterkaitan tulisan

        heru said:
        September 23, 2012 pukul 1:06 am

        Assalamu Alaikum andika TD,saya ,manggil andika kerna umur sudah tua, maaf kalau lebih tua dari saya,salam buat sluruh kluarga moga dilimpahkan rahmat dan kesehatan,Amin yarobbal Alamin.andika sebenarnya saya tdk suka berdebat,ya anggaplah berbagi pendapat,betul yang andika bilang ada linknya cuma maksud saya nga’usah di bahas, iya kalo benar kalau tdk,kalau mau nulis artikel,sumbernya yang betul2 dari tokohnya jadi bisa dipertanggung jawabkan, saya rasa pendirinya juga punya akal tidak segampang itu,pasti punya pertimbangan mendasar.kedua :bukankah rasul melarang kita mencela sesama muslim apalagi mengkafirkan ,bahkan mencela kepada non muslim,kecuali yang harbi,saya tidak ada sangkut pautnya dengan wong alus aceh atau pendapat beliau,kerna saya punya referensi sendiri :blog SYAR ISLAM, tentang wahabi, siapa wahabi.masalah ustad arifin ilham saya tidak ada membahas mengenai penolakan atau kesukaan dia pada wifik dan sebgainya, saya cuman mengtakan kalau mau tau tentang wahabi dan pendapat ustad arifin ilham ,andika saya takut mengkafirkan sesama muslim,selagi Illahnya Allah SWT,dan muhammad adalah rasulnya, mungkin itu saja,skali lagi mohon maaf jikalau ada kehilafan kata.wassalam.

        TD said:
        September 23, 2012 pukul 2:06 pm

        @KANG HERU..

        matur suwun kang, insyaallah sebisa mungkin kami memperbaiki diri dalam diskusi..

        @ALL

        Kita mesti membedakan mana oknum.. mana organisasi. Sy sendiri acapkali salah dalam berkata. mhn maaf.

        akan lebih baik jika diskusi dibarengi dengan argumen yg baik.. kita hindari emosi dalam berkata2..

        Kepada siapapun yg telah memberi masukan kepada kami.. insyaallah kami selalu memperhatikan tanggapan/komen2 pengunjung.

        okehhh dilanjutken

        susuhunan said:
        September 24, 2012 pukul 11:21 am

        Assalamualaikum,. Permisi Kang TD,. Saya mau melanjutkeun,..

        Mas Heru berkata ;

        ,betul yang andika bilang ada linknya cuma maksud saya nga’usah di bahas, iya kalo benar kalau tdk,kalau mau nulis artikel,sumbernya yang betul2 dari tokohnya jadi bisa dipertanggung jawabkan, saya rasa pendirinya juga punya akal tidak segampang itu,pasti punya pertimbangan mendasar.

        ——————
        Susuhunan berkata;

        Sumber artikel saya rasa sudah cukup valid untuk dirujuk. Website nu.or.id adalah website / situs resmi NU seperti yang dicantumkan pada site tersebut. Tanpa hasil wawancara yang valid, saya rasa tidak mungkin pengelola website resmi sebuah organisasi sebesar NU berani menerbitkan sebuah artikel, apalagi menyangkut nama seorang tokoh.

        Sumber artikel itu saya rasa pun langsung dari tokoh yang diwawancara, KH Hasib Wahab (salah satu putra Mbah Wahab),. bahkan disebutkan jelas mengenai kronologi didapatkannya pernyataan tersebut.

        Dalam artikel aslinya (dari nu.or.id) disebutkan ; ujar penerus Kiai Wahab mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang ini. Dia ceritakan kala diwawancarai di sela sarapan pagi di lokasi Munas & Konbes NU di Ponpes Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9).

        Jadi artikel tersebut cukup valid untuk dirujuk.

        Nah,. kalau masalah rujuk-merujuk artikel sudah “clear”, apa wewenang anda untuk melarang orang lain membahasnya ?

        Saya yakin sebuah artikel diterbitkan untuk dibahas, itu berlaku untuk semua artikel. Sisi pro kontra adalah konsekuensi yang harus berani diambil sang penulis dan penerbit artikel. Kalau gak mau ada yang bahas, apalagi kontra mending artikelnya di save di “My Dokumen” aja, gak usah diterbitin.

        Belum lagi pada pembahasan ini penulis (pak perdana) tidak lupa menambahkan tanda tanya (?), jadi ini bukan upaya penggiringan opini apalagi upaya menjelek-jelekkan seorang tokoh.
        Lagian siapa yang mau opininya digiring-giring sama orang lain, emangnya bola,. hehe,.

    bisa juga said:
    September 22, 2012 pukul 10:21 pm

    NU itu berdiri sebagai respons atas kaum muwahhidun yang berhasil menjaga wilayah hijaz dari TBC

    banyugeni said:
    September 24, 2012 pukul 8:53 am

    ahli goib harus dgn ahli goib baru nyambung,ahli goib dgn yg tdk ahli goib kayak apapun tdk nyambung.hal goib dengan akal pasti rancu sudah umum,berarti yg goblog yg buat artikel ..gitu saja kok repot.

      susuhunan said:
      September 24, 2012 pukul 11:25 am

      Tiada tuhan selain Allah mas,. Satu-satunya ahli (yang mengetahui) masalah ghaib hanyalah Allah, gak ada yang lain.. dan gak mungkin Allah ada dua, jadi gak mungkin ada Ahli Ghoib (Allah) bertemu dengan ahli ghoib lainnya…

    banyugeni said:
    September 24, 2012 pukul 8:56 am

    mirip seperti sinetron ustadz fotocopy. .antara ustaf safi’i vs ustadz makmur..he.he.he..
    Saya salut dgn blog healingnya tapi muak dgn blog metafisisnya.

    banyugeni said:
    September 24, 2012 pukul 9:05 am

    KHUSUS UNTUK PA : TELUNJUKMU JGN MUDAH KE ORANG LAIN,TAPI MARI KE ARAH DIRI SENDIRI DULU.

    MANCING AH DI SUNGAI….

    Sang Pencari said:
    September 24, 2012 pukul 10:49 am

    @Bayu Geni : …. Pendapat anda sendiri bagaimana? Saya rasa sudah jelas toh…jika anda mau membuka mata, banyak sekali fenomena2 ritual ala NU yang memang nyeleneh bin aneh yang tidak sesuai dengan syariah Islam yang telah dituntunkan oleh Rasul SAW. Itu Satu, Yang Kedua perkara dibuatnya thread2 yang isinya “menyangkut” tentang holaqoh orang lain,menurut saya tidak mengapa atas dasar syiar dan ilmu, apalagi bila yang dijadikan topik adalah aqidah2 atau praktik ibadah yang tidak diajarkan agar khalayak mengetahui dan bisa memilah mana yang murni dan mana yang “tidak” atau abu-abu. Ketiga ciri khas NU yang sy tahu adalah ekslusif maksudnya mereka cenderung menyendiri dalam hal ukuwah, dimedan jihad manapun (poso,ambon,mindanao,palestin,bosnia,afghanistan dsb) belum pernah saya dengar ada entitas2 dari NU seperti banser atau fatayat NU yang ikut terjun langsung,mereka cenderung apriori dan malahan “membela” non muslim ( Exp :jadi Satpam Gereja :) ) hanya demi sebuah realitas semu seperti pluralisme dan pancasila ( apakah ini lahir dari dogma liberal yang ditanamkan oleh Said Agil dan ULIL Cs? Atau hasil didikan bertahun-tahun mbah Gusdur Alm?), Keempat NU yang saya tahu menempatkan Pluralisme diatas Kitab Suci Al-Quran…(hm..agak tendensius sih.. ) namun jujur kenyataan yang saya tangkap dilapangan memang seperti itu, kegigihan mereka membela minoritas tertindas ( kata siapa? ), dibolehkannya pemimpin Non Muslim, menutup mata pada gerakan2 kristenisasi dan ikut mempercayai dan meyakini bahwa stigma terorist pada sebagian umat Muslim hanya semakin menambah keyakinan saya saja, bahwa mereka cenderung menempatkan kebhinekaan diatas keyakinan. Mohon maaf jika tidak berkait langsung dengan tema, ini karena “kekecewaan” saya saja terhadap NU secara organisasi yan tadinya sangat saya harapkan sebagai pelopor kebangkitan para ulama Islam diIndonesia, namun ternyata oh ternyata…. :)
    Terakhir , besar harapan saya agar semua simpatisan NU sedikit membuka mata dan pikiran bahwa apa yang saya sampaikan atau mungkin Admin sampaikan bukanlah bentuk dari monopoli kebenaran versi Kami namun sebagai bentuk penyampaian atau koreksi dan tolong-menolong dalam kebaikan kepada saudara atau ikhwan seiman

      banyugeni said:
      September 24, 2012 pukul 10:05 pm

      NU TERLALU BESAR,TERLALU FULL.NU THE BEST,jenengan ngajinya kurang full jadi kaget..he3x

        NU Watch said:
        September 24, 2012 pukul 10:18 pm

        Pokoknya NU = Aswaja = Asli Warisan Jawa, walau kadang melanggar syariat atau membuat hal-hal baru.. terus kalau ada kelompok yang suka protes terhadap bid’ah2 NU tinggal dimusuhi seperti Wahabi, sudah banyak kajian NU yang temanya memusuhi gerakan wahabi termasuk 3 buku karya syeh idarham, dan buat syi’ah yang banyak samanya sama NU kayak baca barjazi dll, yang kata (alm) Gusdur: NU itu “Syiah minus imamah” NU bela dan tidak disesatkan meski syi’ah suka mencaci maki sahabat2 rodiallho anhum dan menuduh ummul mukminin Aisyah ra penzina.. Jadi sudah jelas NU memusuhi siapa dan berkoalisi dengan siapa.

        susuhunan said:
        September 25, 2012 pukul 10:48 am

        Nu memang cepat menjadi besar berkat pendukung-pendukung fanatik seperti Om Bayugeni.. apapun yang terjadi NU IS THE BEST, gak perlu mikir 2 kali.

        LIBRA UTAMA said:
        September 26, 2012 pukul 2:22 pm

        TAQLID BUTA…

        abusabil said:
        September 27, 2012 pukul 3:36 pm

        dasar gendeung!kau orang bcra ssuai syari .mlah d suruh ngji.sna tuh tgur si ulil cs.sma ktua Nu yg doyan ngrokok ky krta

      Rely said:
      September 26, 2012 pukul 7:58 pm

      masalahnya siNU suka sekali mencampur adukkan yg baik & buruk..ciri kaum yg dibenci Allah dan RasulNya.

    nanda said:
    September 24, 2012 pukul 11:06 am

    Bismillah, Mohon maaf sebelumnya saya yg lemah dan bodoh ini sedikit numpang saran, kalau saya pribadi, saya adlh orang netral artinya baik NU/Muhammadiyah/Persis/LDII/wahabi / salafy dll, itu kan organisasi Islam, selagi mereka mengajarkan ajaran islam sesuai Al-Quran & Al-Hadist kita terima ajarannya, tapi kalau ada ajarannya yg menyimpang ya jgn kita pakai ajaran itu, kan kata junjungan kita BAGINDA ROSULULLOH SAW. yg nanti masuk surga adalah “Ahlusunnah Waljamaah / golongan yang senantiasa mengikuti jalan hidup Rasul SAW. dan jalan hidup para sahabatnya. Atau, golongan yang berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah (Tariqah) para sahabat, lebih khusus lagi, sahabat empat (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Talib). Jadi Ahlusunnah Waljamaah, mohon maaf Bukan NU/Muhammadiyah/Persis/LDII/wahabi / salafy dll. —–

    Dengan kata lain, Ahlussunnah Waljamaah ialah golongan yang senantiasa mengikuti jejak hidup Rasul SAW. dan jejak hidup para sahabatnya, dengan senantiasa berpegang teguh kepada al-Qunan dan A-Sunnah.

    Lebih tegas lagi diungkapkan dalam hadits yang berbunyi:

    وَالَّذِىْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ, لَتَفْتَرِقُ اُمَّتِى عَلىَ ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. فَوَاحِدَةً فَى الْجَنَّةُ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِى النَّارِ. قِيْلَ: مَنْ هُمْ يَارَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: اَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ (رواه الطبرانى)

    (Rasulullah SAW) bersumpah: Demi zat yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku bakal terpecah, menjadi 73 golongan. Maka yang satu golongan masuk syurga, sedangkan yang 72 golongan masuk neraka. Sedang sahabat bertanya : Siapakah golongan yang masuk itu ya Rasulullah? Jawabnya Yaitu golongan Ahlussunnah Waljamaah” (HR. al-Tabrani)

    Teks Hadits secara langsung menyebutkan kata “Ahlussunnah Waljamaah” sebagai satu-satunya golongan yang dinyatakan bakal masuk surga.

    heru said:
    September 24, 2012 pukul 9:21 pm

    @All baca : cinta-syamsudin.blogspot.com/2011/06/sejarah-berdirinya-nu.html?m=1 @ andika susuhunan, jangan di piesetkan lagi ah kata menggiring,jadi menggiring bola,andika pintar juga melucu, saya suka saya suka ha ha ha monggo andika di lanjut,wassalam

      susuhunan said:
      September 25, 2012 pukul 10:43 am

      Banyak hal yang saya katakan, tapi cuma kata menggiring bola yang anda perhatikan,.

    heru said:
    September 24, 2012 pukul 9:23 pm

    @All baca : cinta-syamsudin.blogspot.com/2011/06/sejarah-berdirinya-nu.html?m=1 @ andika susuhunan, jangan di plesetkan lagi ah kata menggiring,jadi menggiring bola,andika pintar juga melucu, saya suka saya suka ha ha ha monggo andika di lanjut,salam buat andika dan keluarga. wassalam

    banyugeni said:
    September 24, 2012 pukul 10:08 pm

    hak allah juga yg memberi pengetahuan goib ke manusia walau sedikit..he3x.ingat lo disini sedikit ukuran allah.beda sedikit ukuran manusia.

      susuhunan said:
      September 25, 2012 pukul 10:41 am

      Bethul itu mas,,.
      Allah bisa saja memberi kita pengetahuan ghaib melalui mimpi, melalui firasat, bahkan melalui pengalaman langsung.,

      Tapi inget juga mas, atas ijin Allah syaiton juga mampu mengelabui manusia dengan seolah-olah memberi pengetahuan akan hal-hal ghaib. Ciri-cirinya adalah pengalaman ghaib yang “menyesatkan”. Anda pasti mengerti apa maksud saya, ya to?

      Contohnya aja pengalaman ghaib orang yang mengaku sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad di jaman milenium ini.. Apa mungkin pengalaman ghaib begini bukan dari syaiton?

      jadi kita bisa mengambil ciri-ciri bagaimana pengetahuan ghaib yang dari syaiton dan yang bukan, karena kita diberi akal untu berfikir seperti yang dikatakan Ustad PA. Setiap pengalaman ghaib yang menyelisihi Al-Qur’an, Assunah, mengandung kemungkaran, kesyirikan, khurafat, bid’ah dst.. patut difikirkan kembali… ya to?

      Inget-inget, Allah akan memberi pengetahuan pada siapa yang dikehendakinya. Gak perlu kita ngalap, bertapa, berendem, dsb, kaya ahli nujum hanya untuk merasakan pengalaman ghaib, karena mengalami pengalaman ghaib itu konsekuensinya berat, kita harus mampu membedakan dari mana pengalaman itu berasal, patut dicurigai jangan-jangan dari godaan syaiton lagi,.. ya tho?

    banyugeni said:
    September 24, 2012 pukul 10:14 pm

    hak allah juga yg memberi pengetahuan goib ke manusia walau sedikit..he3x.ingat lo disini sedikit ukuran allah.beda sedikit ukuran manusia.
    ingat semua hal cerita,kejadian,pengalaman,.kegoiban di dunia bagian sedikit.

    heru said:
    September 25, 2012 pukul 1:06 pm

    Assalamu Alaikum Wr wb,@ andika susuhunan,kata andika sudah clear terus saya harus komentar apalagi,kan sudah bener menurut andika tapi belum tentu buat yang lain makanya saya tulis referensi link saya @ all,baca,saya disini bukan untuk berdebat andika cuma tukar pendapat,dan mengai hak melarang,saya tidak akan komentar kerna akan mengarah ke perdebatan maaf,saya tidak mencari pembenaran cuma sedikit berbagi pengetahuan, jangan sampai adanya kesalahan pemahaman,ibarat orang buta di suruh menjelaskan tentang peta pasti banyak kesalahan ,bagi orang yang paham pasti di jelaskan jalan sebenarnya menurut peta,tapi buat yang awam bisa jadi tersesatkan atau kebingungan,makasih andika,mohon maaf kalau ada kata yang salah,wassalam .

      susuhunan said:
      September 25, 2012 pukul 1:26 pm

      Kan sudah jelas artikel yang ditulis admin diatas dimuat dalam situs resmi NU, sumbernya jelas , dan wawancaranya jelas.

      Kalau anda sangka ilmu sejarah, kronologi sejarah, dan peristiwa sejarah hanya terbatas seperti apa yang tertulis pada cinta-syamsudin.blogspot.com/2011/06/sejarah-berdirinya-nu.html?m=1 , maka anda salah.

      Seperti halnya sebuah ukiran/ patung, sejarah mempunyai detail-detail kecil. Artikel yang dimuat dalam website NU itulah salah satu detail kecil yang dimaksudkan. Sedangkan sejarah berdirinya NU yang ada di buku sejarah, wikipedia, adalah tulisan secara global/ penggambaran keseluruhan.

      Sepanjang adanya sejarah, tidak pernah ada SATU literatur/ kesaksian yang mampu merekam sebuah peristiwa sejarah hingga ke detail terkecilnya. Diperlukan mengkaji RATUSAN atau lebih literatur/ kesaksian berbeda untuk mengetahui detail-detail sejarah.

      Saya tidak menampik rujukan yang anda ajukan, saya pahami itu juga sebagai salah satu detail dalam sejarah berdirinya NU. Namun perlu anda maklumi juga, bahwa kisah yang dimuat dalam situs resmi NU yang dijadikan bahan pembahasan kita juga salah satu detail lain dalam sejarah berdirinya NU.

      Semoga anda mengerti maksud saya.

    heru said:
    September 25, 2012 pukul 3:12 pm

    Assalamu Alaikum, silahkan andika pegang pendapat andika saya sangat menhormati, dan saya berpegang pada pengdapat saya yang penting persaudaraan tetap terjalin,cuman aneh salam saya kok nga’ pernah dibalas, cirikanlah diri sebagai islam,tebarkan salam,mungkin ini komen saya yang terakhir,mohon maaf, sekali lagi mohon maaf jikalau ada perkataan saya yang salah,sebagai manusia kebenarannya nisbi yang mutlak hanya Allah swt, wassalam.

      susuhunan said:
      September 25, 2012 pukul 3:32 pm

      Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuuh,.
      Maaf, kelupaan, dan terimakasih diingatkan,.. :)

    Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
    September 25, 2012 pukul 3:52 pm

    Asslm’alkm, saudr2ku seiman dn seagama, masalah ini ndak usah di perpanjang, krn prcma waktu kita mubadzir, sbab di sini ada perbedaaan yg 1 cuma ngerti ilmu yg tertulis yg 1nya tau jg ilmu yg gk tertulis, jd sampai qiamat jg gk nyambung, thnkyou

    lukman mubarok said:
    September 27, 2012 pukul 11:02 pm

    buat warga NU maaf ya saya nggak ikut 1000 harinya Gus Dur, nggak ada tuntunannya, bid’ah

      susuhunan said:
      September 28, 2012 pukul 2:20 pm

      Bicara tentang perayaan 1000hari kematian,. itu amalan ada tuntunannya. Beneran….
      Tuntunannya ada dalam agama Hindu.

      Assalamualaikum Bung Lukman M.., lama tak bersua.

        lukman mubarok said:
        September 28, 2012 pukul 7:54 pm

        wa’alaikumussalam Bung Susuhunan

    muh4mm4d said:
    September 28, 2012 pukul 4:06 pm

    Bukan cuma di agama Hindu mas,,,ada jg di Kristen (Hari Kenaikan Yesus Kristus) klo gak salah peringatan 40 hari-nya ya???

    gans said:
    September 28, 2012 pukul 9:33 pm

    Kang… Salut dg artikel2nya.. Yang bisa merusak persatuan umat…sayang sekali… Hobby anda hanya menjelek2an orang.. Beginikah spirit islam yang benar? Beginikah rasullullah mengajarkan umatnya? Beginikah akhlak muslim yang baik.. Berdalih saling nasehat menasehati dalam kebaikan.. Tapi banyakan mudharatnya.. Tilik dirimu dulu kang sebelum tilik orang lain… Kalau anda masih berada di tahap syariat dan tidak bisa memahami tahap berikutnya nggak usah usil..

      Perdana Akhmad S.Psi responded:
      September 28, 2012 pukul 10:51 pm

      tolong tunjukkan dimana pada artikel tersebut saya menjelekkan seseorang atau kelompok?

        susuhunan said:
        September 29, 2012 pukul 5:13 pm

        Sabar ya Mas PA,. Kang Gans sedang membaca ulang artikel diatas,..

      Jacky Satuss Seketsiji said:
      Oktober 2, 2012 pukul 5:31 am

      tidak tepat jika anda tuduh ‘merusak persatuan umat & menjelek-jelekkan org’.. artikel diatas mengutip total dari website resmi NU, lalu admin beri 2 pertanyaan..
      mana yg anda maksud menjelek-jelekkan??

        gans said:
        Oktober 3, 2012 pukul 8:57 am

        betul, memang khusus artikel NU ini ambil dari website resmi NU….tapi isi dari semua topik di metafisis wordpress ini banyakan nunjuk kesalahan orang atau organisasi atau aliran yang beda dengan anda…. seolah2 manhaj salafi -wahabi yang anda ikuti adalah yang paling benar… yang beda dengan manhaj anda salah,….. sesat… kafir……..tidakkkah anda berpikir?????? anda begitu terbuai dg hadist yang mengatakan islam terbagi 73 golongan yang masuk surga menurut paham anda…. golongan salafi wahabi kan ????? yang lain sesat….anda udah kavlingkan surga milik anda…..

      Jacky Satuss Seketsiji said:
      Oktober 4, 2012 pukul 6:03 am

      untk sdr gans, tolong jawab pertanyaan saya :

      “dalam artikel diatas, mana yg anda maksud menjelek-jelekkan??”

      Justu ketika saya baca komentar anda, banyak saya temukan fitnah..

    joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
    September 29, 2012 pukul 7:34 am

    wah, ini ada dwan juri yg nilai amalan org lain, 40, 100hari, dibilang bid’ah lah, amalan org hindulah, kristenlah. Lha nilai ko’ gak adil

    gans said:
    September 29, 2012 pukul 12:12 pm

    kang, ingat bahwa engkau berjalan di atas jalan terbaik dan mengikuti Nabi Muhammad SAW sbg teladan yang mulia. Sadarlah bahwa engkau mengikuti panduan wahyu yang paling sempurna dan ekspresif. Jadilah adil dan seimbang dalam menilai, karena banyak orang tidak mendapatkan anugrah ini.

    gans said:
    September 29, 2012 pukul 1:32 pm

    qu anfusakum waahlikum naaroo …. jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. itu dalil yang amat2 bagus, krn sebelum menengok orang lain cerminlah diri sendiri….apakah kita sudah benar? kok begitu mudah menyesatkan orang lain. anda sibuk melihat dan menengok orang lain.. tapi diri sendiri tdk pernah kau lihat. tdk pernah bercermin kau…..jangan2 orang lain yang kau jelek2kan lebih dekat dg ALLAH

      Sang Pencari said:
      September 30, 2012 pukul 10:41 pm

      Itulah ciri khas NU Dan para simpatisannya…lebih care Dan mengutamakan diri sendiri dulu, gak peduli orang lain mau masuk neraka atau syurga Ɣ∂Ϟg penting diri sendiri dulu harus masuk syurga…
      Saking gak perduliinya Sama orang lain,mau umat Islam dijajah Dan diperngi, mau umat Islam di pimpin orang kafir kek, mau 1000 lady gaga datang kek, mau gereja dibangun ditengah2 komunitas Muslim kek, mau orang2 palestina habis dibabat kek,mau preman ambon nashrani melahap habis para Muslim ambon kek,gak perduli dehhh :) pokoke urus ibadah diri sendiri dulu, inilah ukhuwah ala NU

        joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
        Oktober 1, 2012 pukul 3:42 pm

        apapun pendapat anda tentang nu, memang itulah pengetauan anda tentang nu,.. Nu adlh organisasi yg di dlmnya trbntk bnyak pengurus, dn di dlm pngurus trdapat beberp kelompok, dn tiap2 klmpok trdiri bebrp bagian, dn msng2 bagian punya tugas, dn stiap tugas hrs di jalnkn sswai prosdur. Sblm anda menilai nu lbh jauh, lhatlah nu scara luas dn seimbang, dn yg jelas tdk semua kjadian bisa di lhat, dn d fahami lewat gambar, dn tdk semua prkembangan bisa di dengar lewat berita.

        TD said:
        Oktober 2, 2012 pukul 4:42 am

        @Joyo..

        jelasin dong..
        komen anda itu ga bisa ngebantah komen @bung Sang Pencari..

        NU sekarang itu makin hari makin kecil komunitasnya.. terlihat besar.. karena ada umat lain yg nebeng nyari aman lewat NU.. dan fakta berita dan kenyataan di lapangan NU pembela umat lain :( :( :( :roll: :roll: dan JARANG TAMPIL sebagai pembela umat islam..

    Rely said:
    Oktober 2, 2012 pukul 5:29 am

    Pemimpin aja org munafik(S.A.S), masa SYIAH dibilangnya bukan ajaran sesat!

    #SYIAH itu sesat Bung!

      gans said:
      Oktober 3, 2012 pukul 10:29 am

      Sibuk banget siy sesat2kan SYIAH…..ulama inginnya damai kok ente pengennya bertikai ……
      Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat): “Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam.” (rakyatmerdekaonline.com)

      KH. Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU) : “Ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat.“ (tempo.co)

      Prof Dr.Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah): “Tidak ada beda Sunni dan Syiah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama muslim.” (republika.co.id)

      KH. Abdurahman Wahid (gus Dur) : “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah”.

      Prof. Dr. Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah/Ketua MPR RI ): “Sunnah dan Syiah adalah mazhab-mazhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.“(satuislam.wordpress.com)

      Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta): “Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, Alqurannya, dan nabinya juga sama.” (republika.co.id)

      Prof. Dr.Syafi’i Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah): “Kalau Syiah di kalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima.” (okezone.com)

      Marzuki Alie (Ketua DPR RI): “Syiah itu mazhab yang diterima di negara manapun di seluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syiah adalah aliran sesat.“ (okezone.com)

      KH Nur Iskandar Sq (Ketua Dewan Syuro PPP): “Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah.” (inilah.com)

      KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia): Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermazhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam (tempointeraktif)

      PERTANYAAN: JIKA TOKOH-TOKOH INDONESIA MENGANGGAP SYIAH MUSLIM DAN SAUDARA MEREKA, MAKA SIAPAKAH ORANG-ORANG TAKFIRIYAH (KELOMPOK PENGKAFIRAN) YANG MEMUSUHI SYIAH INI?

        susuhunan said:
        Oktober 3, 2012 pukul 11:35 am

        Kang Gans yang ngotot bahwa Syiah bukan aliran sesat, dan ngotot kita dan Syiah harus bersatu.. Dengan segala pembenaran yang anda sampaikan..

        Silahkan anda ngotot menganggap syiah tidak sesat, dan anda merasa nyaman berkoalisi dengan mereka seperti petinggi organisasi anda,. SILAHKAN,.
        Bahkan jika anda mau pindah agama menjadi Syiah pun, SILAHKAN…

        Yang jelas,. saya yakin insyaAllah MUI Jatim walaupun sendirian (yang diketuai KH Abdusshomad Buchori) tidak akan mencabut fatwa Syiah sesat yang telah dikeluarkan sejak 21 Januari 2012.

        konferensi “Silaturrahmi Ulama-Umara, Menyikapi Berbagai Faham Keagamaan di Jawa Timur” yang dihadiri sekitar 50 ulama Jatim pada 06/03/2012, para ulama (termasuk wakil PWNU dan PW Muhammadiyah) tak menunjukkan perbedaan pendapat tentang kesesatan Syiah.

        Yah, walaupun Pak Said Aqil Siradj mengatakan sebaliknya, namun kalau merujuk ke ulama kharismatik pendiri NU sendiri, KH. Hasyim Asy’ari, justru beliau dari jauh hari telah memperingatkan akan sesatnya ajaran Syiah.

        Dalam kitab Qonun Asasi li Jam’iyyati Nadlah al-Ulama’, KH. Hasyim Asy’ari menilai fenomena Syiah merupakan fitnah agama yang tidak saja patut diwaspadai, tapi harus diluruskan.

        Dalam kitab itu Kiai Hasyim mengecam golongan Syi’ah karena mencaci bahkan mengkafirkan sahabat Nabi SAW. Oleh sebab itu, beliau menghimbau agar para ulama’ yang memiliki ilmu untuk meluruskan penyimpangan golongan yang mencaci Shahabat.

        susuhunan said:
        Oktober 3, 2012 pukul 11:37 am

        PERTANYAAN: JIKA TOKOH-TOKOH INDONESIA MENGANGGAP SYIAH MUSLIM DAN SAUDARA MEREKA, MAKA SIAPAKAH ORANG-ORANG TAKFIRIYAH (KELOMPOK PENGKAFIRAN) YANG MEMUSUHI SYIAH INI?

        Saya jawab,. salah satu-nya pendiri NU,. KH. Hasyim Asy’ari

        Rimbun Sampurna said:
        Mei 11, 2015 pukul 7:09 am

        Baguslh… Skrg kita tdk prlu lg brdebat soal syiah, sunni atau sekte” lain dlm islam. Krn negara mnjamin kebebasan bragama. Dan sya scra pribadi mahfum, bhw skrg apa yg dihaditskn Rasulullah itu tlh trbukti. Kelak diakhir zmn akan timbul huru-hara yg mninmpa umat islam. Skrg benihnya sdh tumbuh d mna”. Buat sdrku yg msh brpegang teguh pd Al-Quran dan hadits, rapatkn shaf dan prkuat akidah ketauhidan. Prcuma mmperdebatkn agama kpd org” yg serakah kpd dunia tp pelit kpd akhirat. Cinta jabatan tp benci pd kesederhanaan. Suka dipuja tp benci klu dihina. Krn Allah Berdiri Dgn Sendiri-Nya. Dan Al-Quran tdk akan rugi jika kita tdk mngimaninya dgn sesungguh hati. Kemudian Rasulullah jg tlh dijnjikn syurga oleh Allah. Tinggal skrg kita hanya prlu memikirkn diri kita sndiri. Mau dibwa kemna badan kita diakhirat kelak.

      gans said:
      Oktober 3, 2012 pukul 10:31 am

      berarti semua ulama yang bilang syiah itu tidak sesat munafik semua dong????????? terlalu mudah mulut kalian memunafikkan orang, mensesatkan orang…..

      gans said:
      Oktober 3, 2012 pukul 1:52 pm

      @ SUSUHUNAN : bukan SAS aja yang bilang syiah nggak sesat… yang bukan NU pun mengatakan sama… terlihatkan wahabi sangat anti NU….hahahaha lips service tdk sesat2kan NU….

        susuhunan said:
        Oktober 3, 2012 pukul 2:43 pm

        Kenyataaanya masih lebih banyak juga ulama’ yang tetap berpendirian bahwa syiah itu sesat? apakah anda hendak pungkiri itu? tentu saja tidak bisaa,..

    Primadi said:
    Oktober 2, 2012 pukul 8:22 am

    Sebaiknya jangan Organisasi nya deh yang di bicarakan, tapi “Oknum” person nya karena ada beberapa yg saya anggap kredible sebagai pemimpin NU (tidak termasuk yang sekarang :)

    Sang Pencari said:
    Oktober 2, 2012 pukul 9:08 am

    @Pak Joyo ; apa yang saya sampaikan adalah fakta yang ada di lapangan dan tak terbantahkan.
    Walau bagaimanapun sepak terjang NU tentu tidak bisa dilepaskan dari seluruh elemen yang ada didalamnya, semuanya justru terlihat seperti seiya sekata dalam mengusung liberalisme sekaligus memelihara warisan klenik masa lalu yang JELAS2 TIDAK ADA TUNTUNANNYA dari Rasul SAW……
    Jadi tolong kasih saya bukti satu saja, yang bisa membantah statement saya terdahulu.

    Buat Pak Permadi,…justru secara pribadi sy tidak melihat satupun tokoh NU yang aktif berkecimpung langsung di organisasi semenjak era Said Agil yang masih memiliki ghirah yg bebas dari SEPILIS ( Sekular,plural dan liberal ) dan punya daya kritis terhadap ritual2 yang aneh-aneh… mereka justru seperti digiring menjauh manhaj Islam yang sesungguhnya…seperti saya bilang sebelumnya , Kesatuan Rakyat diatas kesatuan umat… mau umat Islam cerai berai,lumpuh dan sengsara yang penting hbungan sosial dengan non muslim tetap terjaga…

      NUR ROHMAT said:
      April 22, 2013 pukul 8:33 am

      akeh kang apal qur’an hadise, seneng ngafirke marang liyane, kafire dwe gak digatekne

    joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
    Oktober 2, 2012 pukul 4:09 pm

    sdr td, dn sang pncri. Apa yg hrs di jelasin, krn tlsan sy adlh jwbanya. Kalo anda minta cnth, baiklah sy ksh cnth 1 sja, coba anda dtng di jw tmur, anda akan menemui ratusan ponpes, yg mana disitu mendidik santri dan menerjunkan santri yg sdh senior ke berbagai daerah, bhkn ada yg di kalimantan, mrk berjuang dgn jln damai untuk memberi pencerahan trhadap umat, menyatukan umat, andaikn di tengah2 perjuangan trjadi mujadalah/ perdebatan, maka akan di lakukan skira tdk mendatangkan mafsadah. itulah satu cnth yg ada, sbnrnya msh banyak contoh2 yg lain, yg mungkin luput dari pndngan dn pendengaran anda.

      lukman mubarok said:
      Oktober 2, 2012 pukul 5:14 pm

      ane pernah di jawa timur.. memang NU di ponpes tu damai-damai aja.. namun ketika ada ancaman bagi ideologi NU dan figur sentral diserang, saya nggak heran dengan aksi anarkis mereka.. yang tadinya cinta damai tiba-tiba ngasah golog dan berombongan nglurug sampai pernah ada yang bakar-bakar.. namun peristiwa itu jarang.. pada umumnya memang adem ayem aja suasananya.. yang penting ideologi dan tokoh sentral tidak diserang itu aja..

      Sang Pencari said:
      Oktober 3, 2012 pukul 10:18 am

      @Pak Joyo : bisa anda jelaskan maksud pencerahan utk umat disana? Seperti apakah? Bagi saya itu tetap tidak bisa menjawab secara utuh.. karena pada kenyataannya secara keseluruhan umat kita tetap terpinggirkan, dekadensi moral menyerang dengan hebat, belum lagi srangan halus kristenisasi terjadi dimana-mana ini terlihat dari menurunnya jumlah umat Islam di Indonesia (sensus th 2000 ) masih sekitar 88% dan tahun 2011 ini hanya sekitar 70% atau kurang lebih 180 Juta jiwa, berarti selama 11 tahun ini saja rata-rata berkurang 18% atau 1.6% per tahun!!!…bagaimana fenomena ini bisa terjadi?
      Lalu “sumbangsih apa” melalui pencerahan ala NU yang anda maksud??
      Sekali lagi tidak ada monopoli kebenaran disini, kebenaran hanya milik Allah,namun tugas kita semualah untk saling menjaga dan mengingatkan, bukankah sesama muslim itu bersaudara?

    gans said:
    Oktober 3, 2012 pukul 8:32 am

    itulah beda NU dgn kaum cingkrang,jidat item,n jenggot dowo walo 6 helai……kita perbaiki diri dulu n keluarga dulu…..Quran Nda…..shg outputnya…..nggak ngafirkan org, nggak nyirikkan org, nggak bidahkan org…..kayak dirinya yg paling bener…..Syiah bersatu ma NU…..lu yg bingung ntar……

      Sang Pencari said:
      Oktober 3, 2012 pukul 10:21 am

      @pak Gans : ..anda benar diri sendiri dan keluarga adalah yang terpenting dan seperti Aa Gym bilang perbaikilah / mulailah dari yang terkecil.
      Tapi itu tidak berarti mengabaikan begitu saja fenomena2 lain diluaran sana,terutama nasib kemajuan umat…intinya tolong seimbangkan

        gans said:
        Oktober 3, 2012 pukul 10:43 am

        lha emangnya kita kudu syiar2 dalam memajukan umat…. heboh pamer…. nggak gitulah….emang ente pikir kita2 cuma sibuk ngurus diri sendiri….. pastinya kita juga tolong menolong dong dg sesama…. sesuai kapasitas kita. tapi saya ngomong urus keluarga dan diri sendiri mengenai hubungan kita dg allah…. nggak usah sibuk sesatkan orang lain… bid”ah2kan…. kafir2kan… apalagi memusuhinya…. jika kita mulai belajar tilik diri kita sendiri aja… benar2 tilik, malu menunjuk orang lain salah atau sesat…. wong kita ini aja masih banyak dosa salah….. banyak kurang…. hati ini banyak kotornya… tap.i ini siy yang saya rasakan. mungkin kalau golongan anda sudah bener2 bersih, nggak ada salah

    Sang Pencari said:
    Oktober 3, 2012 pukul 11:45 am

    Dengan kata lain bapak, merasa NU sudah merasa ada di “trek” yang benar? Dengan lebih membela Non Muslim seperti jadi satpam gereja misalnya? Cuek pada semua serangan moral seperti kedatangan lady gaga dan J-lo? Atau dipimpin oleh oleh Non Muslim atau membiarkan gereja tumbuh subur sementara sumbangan masjid hanya mengadalkan sumbangan jalanan??? Seperti itukah “trek” yang benar menurut anda??
    Sekali lagi saya tegaskan kita tidak merasa paling benar atau malah menjudge NU itu sesat atau bahkan kafir, yang saya kritisi adalah sepak terjang NU yang sudah terjangkit SEPILIS (sekuler, pluralis dan liberal) yang demikian parah dan budaya klenik nya yang wuiiiiiih Masya Allah buat saya menghawatirkan….
    QS 103:3 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
    Sesuai ayat itu, sudah tugas kita untuk saling mengingatkan dan menasehati….

    gans said:
    Oktober 3, 2012 pukul 1:33 pm

    ah lips service…..buktikan tidak menjudge NU sesat…. di blog ini aja yang dituju kan NU terus,,,,,sholawat… sufi sesat…..dan lain2….. bangun mesjid saya juga setuju nggak minta dijalanan….tapi juga nggak mau minta dana dari RAJA SAUD…. nanti mesjidnya jadi beraliran wahabi saud…. kami saat ini juga sdg bangun islamic centre…. mesjid, RS untuk masyarakat, pendidikan sd-sma…. tidak minta uang dari jalanan, tidak minta uang dari arab sono….. saya juga setuju dg QS 103:3 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
    Sesuai ayat itu, sudah tugas kita untuk saling mengingatkan dan menasehati….
    Tapi coba renungkan dan baca dengan nurani anda… apakah cara PA menulis dan mengkaji dari tema2 yang ada di blog ini menasehati????? banyakan menjelekkan…. sudah dalam kategori GHIBAH…. tapi kalian semua menikmatinya…..seolah batin anda terpuaskan dengan mengejek atau usl terhadap orang lain………

      Sang Pencari said:
      Oktober 3, 2012 pukul 2:27 pm

      @Pak Gans yang baik… sekedar anda tahu, sy bukanlah “konco” ust.PA, justru dalam hal pemahaman beladiri sngat bersebrangan jauh…namun untuk yang ini kebetulan saja kami agak sepaham..jadi jika anda lihat sendiri banyak juga komentar2 saya yang mengcounter pemikiran Ust yang dirasa tidak pas…jadi jika anda menyangka saya menikmatinya,saya rasa tidak tepat.
      Kemudian sebelum saya menjawab pertanyaan anda perihal judging,…bisa disebutkan di thread atau postingan mana yang menegaskan jika kami menjudge NU?

    gans said:
    Oktober 3, 2012 pukul 3:54 pm

    sama aja….ente2 semua wahabi wahabi juga…..baru ngaji 3 minggu dah benar benar sendiri…..kita kita yg ngaji bertahun tahun…….toleransi dgn segala umat….kalian tau,intrik2 semua keruwetan dunia islam arab adalah SAUDI INGGRIS N AMERIKA……kasihan Yahudinya dijadikan alasan terus…..padahal SAUD/ KILAFAH ISLAMIYAH menurut wahabi

    gans said:
    Oktober 3, 2012 pukul 3:59 pm

    WAHABI jelek2kan SYIAH karena takutnya Raja SAUD kekuasaannya yang sudah nyaman diminta ahlul bait (SYIAH)…. wahabi di indonesia banyak dapat suntikan dana dari arab sono…. bikin blog, universitas, beasiswa, buku……buat nyerang syiah dan aliran sunni (NU) krn HABIB2 AHLUL BAIT banyak yang aliran NU dan beberapa di Syiah……

      susuhunan said:
      Oktober 5, 2012 pukul 5:03 pm

      Nabi kita tidak punya anak laki-laki, saya rasa (dengan logika saya, maaf bila salah) ini menjadi salah satu hikmah yang bisa diambil dari takdir Allah ini.
      Kalau saja ada laki-laki keturunan Nabi Muhammad, pastilah bukan para khulafaurrasyidin yang meneruskan tampuk kepemimpinan sepeninggalan Nabi kita..
      Bisa jadi Islam malah menjadi sebuah dinasti kerajaan seperti Romawi, atau malah nantinya akan ada yang me-Nabi-kan salah satu putra Nabi dengan asumsi padahal nabi-nabi yang lain mempunyai putra-putra yang juga menjadi nabi (seperti Nabi Ibrahim yang punya anak Nabi Ismail dan Nabi Ishaq; Nabi Ya’qub punya anak Nabi Yusuf; Nabi Daud punya anak Nabi Sulaiman)..

      Saya jadi bertanya,. apakah betul memang ahlul bait memang punya hak yang lebih untuk menjadi penguasa (karena garis keturunan) sehingga yang selain ahlul bait hak-nya kurang?

        susuhunan said:
        Oktober 5, 2012 pukul 5:04 pm

        tidak punya anak laki-laki yang hidup sampai usia dewasa maksud saya..

    Sang Pencari said:
    Oktober 3, 2012 pukul 4:26 pm

    Oh…iya berarti sudah jelas siapa sekarang yang merasa paling benar…. Saya tidak masalah jika dicap wahabi yang penting dalam hal ibadah saya selalu menjauhi sifat taqlid yang justru dipelihara baik oleh NU
    Di iingatkan kok malah seperti itu…malah terlihat jelas sifat taqlid buta bapak…yang penting apa kata para sesepuh…mau benar apa salah… ckckck…
    Semakin terang benderang ..anda menempatkan pancasila di atas Al-Quran…ckckck…

      Muh4mm4d said:
      Oktober 3, 2012 pukul 7:46 pm

      Mmmm,,, Kang SP, akhirnya ketauhan jg kedok siNU ini, Yg hidup berdasarkan asas plularism dan liberalism!

      Kebanyakan dr mereka (tdk semuanya sih) malah menyuburkan TBC, seperti yg kang sebutkan, mereka lebih senang membela dan melindungi kaum kafir..

      sangat bertolak belakang dgn akhlak Rasulullah

      “sesungguhnya Nabi Muhammad saw sangat keras terhadap kaum kafir dan berkasih sayang terhadap sesama muslim”

        gans said:
        Oktober 3, 2012 pukul 8:41 pm

        ngaji lagi kowe kang……kasihan nama besar Rosululloh…..lu bawa2 dg nulis “sesungguhnya Nabi Muhammad saw sangat keras terhadap kaum kafir dan berkasih sayang terhadap sesama muslim”
        inget cerita tiap hari Rosululloh kena air kencing yahudi……inget perjanjian hudaibiyyah…..lemah lembutnya terhadap semua orang……nggak kyk lu lu

        Sang Pencari said:
        Oktober 4, 2012 pukul 8:24 am

        Betul Kang,….dan itu diperparah oleh sikap “ membebek” dari Umat Nahdiyin dengan terus bertaqlid apa kata para sesepuh, gak perduli salah benar, gak perduli mau umat muslim diperbudak habis…masya Allah..
        Coba akang lihat saja,….BANSER NU ( barisan Anshor ) yang katanya didukung seribu jin muslim,…coba kalo keberadaannya dimanfaatkan untuk membela umat muslim sedunia seperti di suriah,di palestina, atau dithailand…atau gak usah jauh-jauh dimanfaatkan sebagai “penjaga kesucian bulan Ramadhan” seperti yang FPI lakukan dengan memberangus club atau hiburan malam…alangkah indahnya :)

        Perdana Akhmad S.Psi responded:
        Oktober 4, 2012 pukul 9:35 am

        Konon Wahab , salah satu pendiri NU sebelum mendirikan NU kirim surat ke kekuburan sunan ampel, minta izinnya. Harus Bilang ” Wow” begitu . Dongeng nina bobo ibuku persis dongeng tersebut. Maunya menunjolkan kalau oknum kyai kyai NU adalah ulama ulama Khos setingkat wali qutub yang bisa berkomunikasi dengan arwah dan ghaib lainnya.

        Dongeng Wahab itu hanya sekedar mistik kebohongan belaka, guna membodohi orang orang awam. Ingin menunjukkan pada publik kalau pribadi pribadi NU orang orang dekat tuhan. Sebuah antagonisme dalam memahami tauhid model NU, sehingga membayangkan kalau kenabian itu masih ada, kendati tak berani menyatakan dirinya nabi.

        Mungkin kalau saja oknum kyai kyai NU diberi kesempatan jadi Nabi, pasti para OKNUM kyai NU ngaku nabi semua. Konon di NU merupakan padepokan orang orang sakti, bisa terbang, bisa menghilang, kebal, bisa membunuh orang jarak jauh.

        Masa Gusdur diturunkan , konon mngerahkan pasukan JIn untuk menculik Pak Amin Rais. Terutama pasukan khususnya yang sakti sakti guna menggagalkan Sidang Istimewa MPR yang dipimpim Pak Amin Rais dalam menurunkan Gus Dur, nyatanya gus Dur yang ambisi terus akan menduduki tahta kepresidenan harus mundur juga dengan kepala terpanggang karena banyak berpikir.

        Kenyataan banyaknya kyai kyai terbunuh di banyuwangi oleh pasukan khusus ditahun 80 hingg 90 an yang meresahkan para kyai sejawa timur, menyebabkan para santri di warga Nu tidak bisa tidur menjaga para kyainya agar tidak dibantai. Loh mana ya orang orang hebat di Nu waktu itu…..Banyolan oknum NU memang lucu

        Sekali lagi saya bicara OKNUM bukan NU keseluruhan harap dimaklumi kritikan ini :)

    joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
    Oktober 3, 2012 pukul 8:23 pm

    sdr sang pncri, masa anda mlht kt pencerahan umat msh bingung, bgmn anda menilai nu yg bgt luas, dn anda blng umat di serang melalui moral, lha makanya kt ajarin bgmn moral/ akhlaq yg baik, kt mulai dr diri kt dl. anda blng serangan kristiani menyerang d mn2, dgn bkt menurunya umat islam indonesia, kt jgn slhkn org lain dl, kt kaca dr kt dl, jgn2 kt sndr umat islam yg terlalu sibuk mencari kkurangn org lain, tentang sumbangsh nu trhdp umat, sngat2 bnyak, anda jg blng kebenaran milik Alloh, knp kt kadang2 saling menyesatkan, anda jg blng kt wajib mengingatkan, itu benar kt anda, tpi kadang2 kt slh dgn cr yg tdk tepat, sy sngt setuju kl anda blng kt saudr, ttpi kdng2 mengapa kt sprt lawan.

      gans said:
      Oktober 3, 2012 pukul 8:43 pm

      kang Joyo susah ngomong karo wong ora level……..anak anak PAUD wahabi mending kita zikir……mari kita jadi ahlul bid’ah hasanah

        gans said:
        Oktober 3, 2012 pukul 8:44 pm

        otaknya secingkrang kathoknya……..

        gans said:
        Oktober 3, 2012 pukul 8:45 pm

        sholat baru setahun jidat item…….sholat dijeduk jeduke jubin

        gans said:
        Oktober 3, 2012 pukul 8:46 pm

        jenggot 6 glinter didawake…….malah lucu

        joyo.manguntopo.3@yahoo.com said:
        Oktober 3, 2012 pukul 9:04 pm

        iya kang gans, kt yg sbr.

      Sang Pencari said:
      Oktober 3, 2012 pukul 11:42 pm

      @Pak Joyo : hmmmm bagi sy pencerahan itu turunannya ilmu, eksistensi kita sbgai seorang Muslim harus lah dirasakan oleh sekitarnya,oleh krn itu melalui sarana ilmu itulah Cara kita utk menegaskan keberadaan kita utk kemashalatan umat.. Jadi menurut saya, jika kita selalu berpatokan “mulai dari kita dulu” terus menerus,kapan kita berbuat utk umat? Haruskah niat suci kita itu hanya menjadi sebuah kesia-siaan manakala maut sudah menjemput?? Kemudian apakah berarti ilmu kita yg hanya baru sejengkal kita tidak berhak utk berdakwah bil haq? Bukankah kita.harus selalu “menyampaikan” walau satu ayat??
      Pak, mohon maaf jika sy salah ucap Dan menyinggung, buat saya keberadaan organisasi NU ini jujur saja, hanya bagaikan duri Ɣ∂Ϟg menusuk Islam dari dalam, jika Anda mau fair,silahkan lihat statement2 dari ketua umum Anda (said agil ) Ɣ∂Ϟg justru banyak menohok aqidah Islam Ɣ∂Ϟg suci, silhkan Anda browsing sendiri.

    Muh4mm4d said:
    Oktober 3, 2012 pukul 10:30 pm

    Ini nih yg ana maksud, mengajak org lain berbuat bid’ah,,,jelas2 bid’ah itu sesat, dan tempatnya ya…di neraka bung!

    Bukan kah siNU org nya pada toleran, sangat menghargai org kafir, apalagi sodara sendiri, tp kok bicaranya kayak gini?

    diskusilah dgn arif bung,,,klo memang punya dasar & argumen untuk dibahas disini, jgn sungkan2…monggo,,,jgn asal koar2 gak jelas ngomong apaan,,,

      Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
      Oktober 3, 2012 pukul 11:07 pm

      Mas muhmmd, ente blng bid’ah sesat tmptnya di nrka, oke! Ane tanya ma ente apa itu bid’ah?

        Sang Pencari said:
        Oktober 3, 2012 pukul 11:19 pm

        Kang mas, baca aja lagi artikel di atas, menurut kang mas itu bid’ah bukan? Atau jika masih bingung, apakah dijaman Nabi praktik2 ini dilakukan tidak?

      Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
      Oktober 3, 2012 pukul 11:23 pm

      Berarti sgl sswt yg ndk di lakukn ROSUL adlh bid’ah mnrt ente!

        TD said:
        Oktober 4, 2012 pukul 1:48 am

        @ALL..

        Mari kita turunkan ketegangan/emosi kita.. jika ingin saling mengingatkan.. Tolong berikan argumen yg baik..

        Yg ada ilmunya/dalilnya silakan disampaikan tanpa harus saling menguji2 pengetahuan tentang dalil.

        Mohon Hindari kata2 kasar/SPAM dsb.. kami tidak sungkan2 mendelete komen/mem-banned pengunjung yg memberikan argumen yg isinya cuma olok2 saja.

        dilanjutkennn!!

        Sang Pencari said:
        Oktober 4, 2012 pukul 8:07 am

        @Kang mas : saya tidak menyebutkan segala sesuatu lho ya.. :) jika praktek2 atau hal2 yang secara prinsip diluar ibadah sudah barang tentu tidak disebut bid’ah,..seperti misalnya menggunakan pasta gigi dibanding menggunakan siwak, atu adzan menggunakan alat bantu to’a, supaya lebih jelas silahkan buka link dari Imam Syafii yang tak lain adalah mazhab rujukan mayoritas kaum nahdiyin http://pustakaimamsyafii.com/definisi-bidah.html

      Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
      Oktober 4, 2012 pukul 10:12 am

      Oke ane kmbl ke komen mas mhmmd, dia dgn ringan mengatakn bid’ah sesat, tmptny d nrk. Dia hrs tnggng jwb dgn kt2nya, jd tlg di jelasin bid’ah yg mn?

        Sang Pencari said:
        Oktober 4, 2012 pukul 11:21 am

        @kang Mas.. mungkin Kang Muhammad sedang sibuk hari ini, biarlah saya yang bodoh ini mewakili beliau..
        Sebetulnya permasalahan Bid’ah ini memang masih menjadi perdebatan hebat dikalangan para ulama, ada yg berani mengelompokkan bid’ah ini menjadi bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah dan ada yang pula yang berani mengatakan bahwa semuanya tercela/sesat.. tidak ada pengelompokan sama sekali.
        Saya pikir semuanya mempunyai hujjah yang kuat, kebetulan mungkin saya dan Kang Muhammad termasuk pihak yang berkeyakinan bahwa semua bid’ah itu sesat atau tercela.
        Adapaun Dalil yang saya tahu ada beberapa yakni :
        Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam suatu khuthbahnya (yang artinya): “Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no.867)

        Dari ‘Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang mendalam, yang karenanya berlinanganlah air mata (karena terharu) dan membuat hati kami bergetar. Seseorang dari kami berkata: Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Maka beliau bersabda (yang artinya): “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyi (Etiopia). Barangsiapa hidup (berumur panjang) di antara kalian niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa`ur Rasyidin yang mendapat petunjuk (yang datang sesudahku), gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama, pent.). Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Ahmad 4/126, Abu Dawud no.4607, At-Tirmidziy no.2676 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ no.2546)

        Dari ‘Aisyah berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): “Barangsiapa yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam urusan (agama) kami ini, apa-apa yang tidak ada darinya (tidak kami perintahkan, pent.) maka ia tertolak.” (HR. Al-Bukhariy no.2697 dan Muslim no.1718)

        Dari ‘Abdullah bin ‘Ukaim, bahwasanya ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah perkataan Allah dan sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, ketahuilah sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Wadhdhah dalam Al-Bida’ hal.13 dan Al-Laalikaa`iy hadits ke 100 (1/84))

        Berkata ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu: “Semua bid’ah adalah sesat, walaupun manusia memandangnya sebagai kebaikan.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam Al-Ibanah hadits no.205 (1/339) dan Al-Laalikaa`iy hadits no.126 (1/92))

        Saya pikir cukup rasanya, dalil2 diatas mewakili pendapat Kang Muhammad juga saya, mungkin Kang Mas punya pendapat lain? Watur nuhun

    muh4mm4d said:
    Oktober 4, 2012 pukul 3:48 pm

    Terima kasih Kang SP atas ilmunya,,,Ana memang sekarang lg sibuk sibuknya (sebagai PNS) apalagi menjelang akhir tahun, Ana yakin uztd. PA jg paham situasi seperti ini, apalagi jika APBD-Perubahan ditetapkan, very busy!

    Benar Kang SP katakan bahwa di bumi manapun(emangnya bumi banyak?)
    gak ada yg namanya bid’ah hasanah(yang baik) dan bid’ah bid’ah madzmumah (yang tercela)

    Rasulullah SAW sendiri telah berkali kali mengingatkan umatnya bahaya Bid’ah ini
    ” Tidaklah datang kepada manusia satu tahun kecuali mereka membuat-buat bid’ah dan mematikan sunnah di dalamnya. Hingga hiduplah bid’ah dan matilah sunnah” (Al-Haitsami berkata dalam Majma’uz-Zawaaid, 1/188, Bab Fil-Bida’i wal-Ahwaa)

    sedangkan Abdullah bin ’Umar radliyallaahu ’anhuma berkata :
    ”Setiap bid’ah itu adalah sesat walaupun manusia memandangnya sebagai satu kebaikan” [Diriwayatkan oleh Al-Laalikai dalam Syarh Ushulil-I’tiqad no. 205 dan Ibnu Baththah dalam Al-Ibaanah no. 205 dengan sanad shahih]

    Dan dari beberapa hadits yg Kang SP bawakan, sangat sangat jelas tidak ada satupun perkataan Rasullullah saw pernah menyinggung atau mengelompokkan Bid’ah! Coba Mas Buyut baca baca lg ya,,,

    Baik Nabi maupun para sahabat sahabatnya tidak pernah mengecualikan bid’ah dengan kata hasanah (baik), karena seluruh bid’ah menurut mereka adalah sesat. Barangsiapa yang mengklaim ada bid’ah yang tergolong hasanah, maka pada hakekatnya ia telah menuduh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak menyampaikan semua risalah,,,

    “Dan barangsiapa yang menyangka Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari apa-apa yang diturunkan Allah, sungguh ia telah membuat kedustaan yang sangat besar terhadap Allah. Padahal Allah telah berfirman : ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (QS. Al-Maidah : 67) [HR. Al-Bukhari no. 7380 dan Muslim no. 177]

    KECUALI jika anda pernah mendengar tanpa membaca dan meneliti suatu riwayat yang dibawakan oleh Abu Nu’aim tentang perkataan Asy-Syafi’iy
    Harmalah bin Yahya meriwayatkan :
    ”Aku mendengar Imam Asy-Syafi’i – rahimahullah – berkata : ’Bid’ah itu ada dua macam : (1) Bid’ah yang terpuji, dan (2) Bid’ah yang tercela. Apa-apa yang sesuai dengan Sunnah, maka hal itu adalah (bid’ah yang) terpuji. Sedangkan yang menyelisihi sunnah, maka hal itu adalah (bid’ah yang) tercela” [Hilyatul-Auliyaa’ oleh Abu Nu’aim 9/113, Daarul-Kutub Al-’Ilmiyyah, Cet. 1/1409 H].

    Ini mgkn yang anda jadikan dasar kuat untuk membagi bagi Bid’ah,,,padahal
    Asy-Syaikh ‘Ali Al-Halabiy hafidhahullah telah menjelaskan bahwa selain riwayat ini bertentangan dengan perkataan Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah yang telah dinukil sebelumnya, juga sanadnya lemah, karena dalam sanadnya terdapat perawi yang majhul [lihat ‘Ilmu Ushuulil-Bida’, hal. 121; Daarur-Raayah, Cet. 2/1417]

    Selamat berfikir,,,dan semoga bermanfaat.

      benjo191 said:
      Oktober 4, 2012 pukul 7:38 pm

      alhamdulillah sangat mencerahkan..
      saya ambil kesimpulan dari uraian mas yg panjang tsb..
      bahwa ada bid;ah hasanah dan dolalah
      ”Aku mendengar Imam Asy-Syafi’i – rahimahullah – berkata : ’Bid’ah itu ada dua macam : (1) Bid’ah yang terpuji, dan (2) Bid’ah yang tercela. Apa-apa yang sesuai dengan Sunnah, maka hal itu adalah (bid’ah yang) terpuji. Sedangkan yang menyelisihi sunnah, maka hal itu adalah (bid’ah yang) tercela” [Hilyatul-Auliyaa’ oleh Abu Nu’aim 9/113, Daarul-Kutub Al-’Ilmiyyah, Cet. 1/1409 H].

    Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
    Oktober 4, 2012 pukul 8:22 pm

    Yaa akhi, antum ber ulang2 blng smua bid’ah sesat, tdk kh antum sdr, bhwa spninggal ROSULULLO4H ada bid’ah yg d lkukan, oleh pr sahabat contoh: mengumpulkn ayat2 al qur’an mnjdi mushaf yg skrng antum bc, mmbri tanda waqof dll, adakh itu tuntunan dr ROSUL, kl antum nyuruh ane bc, Al hamduliLLAH ane gk cm bc, tpi ngaji pd guru yg brilmu

      Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
      Oktober 4, 2012 pukul 8:49 pm

      Antm jg blng, syp yg mngatakan ada bid’ah yg trglong hasanah, hakikatnya dia mengira ROSUL menyembunykan risalah, dan itu kdustaan yg sngt bsr trhdp Alloh, apa antum jg lp bhwa sayyidana umar prnah brkata, alangkah bagus bid’ah ini. Apa antum berani mengatakn sayyidina umar brdusta pd Alloh, sprt yg antm ktkn

        Sang Pencari said:
        Oktober 5, 2012 pukul 8:22 am

        @Kang Mas buyut : makasih…oklah jika anda berpendapat ada pengelompokan bid’ah, sy hargai itu,…tapi menurut anda sendiri bagaimana dengan artikel ini? Apakah praktik seperti itu bisa digolongkan bid’ah khasanah? Atau mungkin dibenarkan dalam Islam?

      Sang Pencari said:
      Oktober 5, 2012 pukul 8:28 am

      @Kang Mas buyut : itu beda konteks dong….sama halnya dengan penggunaan toa saat adzan,atau sajadah saat shalat, ini tentu sifatnya hanya mempermudah ibadah…sekali lagi coba deh kang mas buka link yang saya kasih diatas…agar lebih jelas

        Buyut_sersan.9@yahoo.com said:
        Oktober 5, 2012 pukul 8:59 am

        Brarti ente stuju dnk, tdk smua itu bid’ah, sprt yg ane ksh cnth di atas, dgn dalil mempermudah ibadah,

        muh4mm4d said:
        Oktober 5, 2012 pukul 9:38 am

        Percuma kang ngasih linknya,,,org nya gak mau baca, gmn mau ngerti ilmunya, dijelaskan pun blm tentu ngerti.

        Pengumpulan Al-Qur’an di jaman Abu Bakar memang tidak pernah dilakukan pada jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Namun apakah hal ini bisa disebut sebagai bid’ah ? Jawabnya : TIDAK . Mengapa ? Karena faktor atau sebab yang mendorong dilakukan pengumpulan di jaman Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam itu belum ada. Pada waktu itu, Al-Qur’an dijaga dalam dada para shahabat melalui hafalan mereka. Ini sekaligus sebagai faktor penghalang dilakukannya pengumpulan Al-Qur’an. Oleh karena itu, pengumpulan Al-Qur’an di jaman Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam BELUM DIRASA PERLU sehingga hal itu belum/tidak dilaksanakan di jaman beliau shallallaahu ’alaihi wasallam.

        NAMUN setelah tragedi perang Yamamah ketika Khalifah Abu Bakr radliyallaahu ’anhu menumpas orang-orang murtad dan gerombolan pengikut nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab, banyak para penghafal Al-Qur’an yang MATI (sebanyak 70 orang). Dari sinilah kemudian muncul faktor pendorong atau sebab dilakukannya pembukuan Al-Qur’an – sekaligus menggugurkan faktor penghalang yang dulu di jaman Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam ada. Ini tercermin pada perkataan ’Umar bin Khaththab kepada Abu Bakr radliyallaahu ’anhuma :
        ”Dalam peperangan Yamamah para shahabat yang hafal Al-Qur’an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para shahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya, sehingga banyak ayat-ayat yang perlu dikumpulkan”.

        Apa yang dikatakan oleh ’Umar merupakan sebab yang sangat kuat dilakukannya PENGUMPULAN Al-Qur’an DEMI KEMASLAHATAN kaum muslimin.

        Hal yang sama juga seperti kasus pembubuhan titik dan harakat pada huruf hijaiyyah.Setelah banyak terjadi kesalahan dalam bacaan dan banyaknya perselisihan karenanya, maka dipandang perlu untuk membubuhkan tanda-tanda dalam Al-Qur’an sebagaimana dirintis oleh Abul-Aswad Ad-Dualiy, yang kemudian dilanjutkan (disempurnakan) oleh Naashir bin ’Ashim dan Yahya bin Ya’mar pada jaman kekhalifahan ’Abdul-Malik bin Marwan; dan kemudian disempurnakan lagi oleh Al-Khalil. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan dalam bacaan Al-Qur’an.

        Nah Bagaimana dgn MAULID NABI yg dikatakan NU bukan Bid’ah?
        ”Apakah hal itu dilakukan di jaman Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam (atau jaman shahabat setelah Nabi wafat) ?”. Jawabannya : TIDAK.

        Apakah ini disebut BID’AH? Jawabannya adalah : YA
        Mengapa ? Karena faktor pendorong dan sebab untuk dilakukan di jaman Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam ada. Juga, faktor penghalangnya pun tidak ada. Namun realitas menyatakan bahwa Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam dan para shahabatnya tidak melakukannya. Apa artinya ? Artinya, MAULID NABI BUKAN MERUPAKAN AMALAN YG DIANGGAP dalam syari’at secara asal.

        Jika ada yang mengatakan : ”Kami melakukannya dengan tujuan (faktor pendorong) untuk meramaikan syi’ar-syi’ar Islam dan sebagai wujud rasa syukur kami kepada beliau shallallaahu ’alaihi wasallam”. Jika memang itu faktor pendorong Anda, maka kami jawab : ”Bukankah faktor pendorong yang sama sangat mungkin ada pada jaman Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam dan para shahabatnya serta tidak ada halangan bagi mereka untuk melakukannya ? NAMUN ternyata MEREKA TIDAK MELAKUKANNYA!.
        Jadi, itu merupakan amalan BID’AH. Bukan teranggap sebagai kemaslahatan dalam syari’at.

        Apabila Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam meninggalkan satu ibadah dari jenis-jenis ibadah yang ada, padahal faktor dan sebab yang menuntut dikerjakan ada, sementara faktor penghalangnya tidak ada, maka melaksanakan ibadah tersebut adalah bid’ah

        So,,,Ada dua kata kunci di sini yg perlu diperhatikan untuk menilai suatu ibadah, yaitu :
        1. Keberadaan faktor dan sebab yang menuntut dilakukannya amalan tersebut.
        2. Ketiadaan faktor penghalang untuk mengerjakan amalan tersebut.

        Doniel Tamal Pedropta said:
        Juni 21, 2013 pukul 9:34 pm

        @muh4mm4d : Assalamu’alaikum Wr Wb… Sejauh pengetahuanku, Maulid Nabi pertama kali diadakan pada jaman Sultan Salahudin Al Ayubi (maap, bener ga penulisannya??)… Dari sumber2 buku & artikel yang Saya dapatkan meriwayatkan bahwa alasan diadakan Maulid Nabi adalah membangkitkan kembali semangat para Mujahidin Perang Salib pada saat itu yang sedikit mengendur…

        Kalo ingin lebih jelas, silahkan hunting aja sumber2nya ber Tema kan Perang Salib / Salahudin Al Ayubi… Kbetulan Saya masih nyimpen salah satu buku tentang Perang Salib yang tebelnya skitar 400-500 halaman (capek bacanya & jadi lupa sebagian besar isinya), Covernya dominasi depan putih+belakang merah (lupa siapa pengarangnya)…hehe…

        Intinya :
        Saya sepakat dengan Anda kalau tidak adanya Faktor & Penyebab Yang Kuat untuk mengamalkan Maulid Nabi seperti yang Anda jelaskan… Karena membangkitkan semangat juang kaum Muslim (Mujahid) bisa dengan banyak cara & kapan saja selama tidak berselisih dengan Syariat Islam… Bisa saja inisiatif Sultan Salahudin pada saat itu mengadakan semacam lomba atau sejenisnya (misalnya lomba hafalan Al Quran) sengaja bertepatan dengan hari lahir Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam…

        Penutup :
        Ada 2 jenis ILMU yang Saya ketahui dimana faktor Bid’ah menguntit dibelakangnya seperti yang dijabarkan dalam Al Quran dan Hadist… Ilmu yang Saya maksud adalah Ilmu Gaib & Ilmu Dunia…
        @All : Semua pasti sepakat kalo Manusia diciptakan dengan segala “kesempurnaan & keterbatasan”nya sebagai Makhluk Ciptaan… Sudah pasti semua juga tau kalo manusia diberi yang namanya “AKAL” / penglihatan, pendengaran, hati (bener ga sih??)… Ilmu Gaib & Ilmu Dunia tentunya sudah dijelaskan dalam Al Quran & Hadist… Hanya saja perbedaan terbesar Ilmu Gaib & Ilmu Dunia adalah :
        1. Dunia = Kita diberi karunia berupa akal, hati & jasmani untuk menjadi khalifah di bumi… Secara fisik, kita diciptakan untuk memelihara & dilarang membuat kerusakan di muka bumi… Disini kita diberi kebebasan untuk memilih mau “menjaga” atau “merusak” dengan segala kemampuan kita sebagai Makhluk yang disebut sebagai Manusia (Makhluk paling sempurna “jika mentaati perintah” & “menjauhi larangan”-Nya)…
        2. Gaib = Kita hanya diberi penjelasan & gambaran2nya saja, misalnya Surga/Neraka, cara beribadah (shalat, puasa, zakat dll)… Meski kita diberi AKAL tetapi kenyataanya kita mengetahui keberadaan Dzat Allah terbatas hanya dari memahami Makhluk Ciptaan-Nya tanpa bisa melihat-Nya sebelum kita MATI (pelajaran dari cara Nabi Ibrahim mengenal Rabb-nya)… Sama seperti amalan2 yang kita lakukan, kita tidak tahu apakah diterima atau tidak sebelum DIBANGKITKAN… Disinilah bisa muncul Bid’ah…

        Sekian dari Saya yang berilmu sangat dangkal kalo berhubungan dengan dalil2 jadi mohon maap jika salah, tolong dikoreksi…

    Sang Pencari said:
    Oktober 5, 2012 pukul 9:37 am

    Saya tidak mengatakan tidak semua bid’ah itu sesat, saya masih tetap berpendapat “yang diada-adakan dalam agama” itu tetap lah sesat sesuai dalil-dalil yang pernah saya ungkap diatas.
    Supaya lebih jelas, saya uraikan lagi …
    bid’ah itu ada dua bagian :
    [1] Perbuatan bid’ah dalam adat istiadat (tradisi) ; seperti adanya penemuan-penemuan baru dibidang Sain (juga termasuk didalamnya penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah mubah (diperbolehkan) ; karena asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) adalah mubah.
    [2] Perbuatan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Barangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Artinya : Barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak”.

    MACAM-MACAM BID’AH
    Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :
    [1] Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.
    [2] Bid’ah fil ibadah : Bid’ah dalam ibadah : seperti beribadah kepada Allah dengan apa yang tidak disyari’atkan oleh Allah : dan bid’ah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu :
    [a]. Bid’ah yang berhubungan dengan pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syari’at Allah Ta’ala, seperti mengerjakan shalat yang tidak disyari’atkan, shaum yang tidak disyari’atkan, atau mengadakan hari-hari besar yang tidak disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.
    [b]. Bid’ah yang bentuknya menambah-nambah terhadap ibadah yang disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar.
    [c]. Bid’ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yang sifatnya tidak disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan cara berjama’ah dan suara yang keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    [d]. Bid’ah yang bentuknya menghususkan suatu ibadah yang disari’atkan, tapi tidak dikhususkan oleh syari’at yang ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamullail itu di syari’atkan, akan tetapi pengkhususannya dengan pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.
    HUKUM BID’AH DALAM AD-DIEN
    Segala bentuk bid’ah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    “Artinya : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih].
    Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam Ad-Dien (Islam) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan tertolak.
    Artinya bahwa bid’ah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram.
    Tetapi pengharaman tersebut tergantung pada bentuk bid’ahnya, ada diantaranya yang menyebabkan kafir (kekufuran), seperti thawaf mengelilingi kuburan untuk mendekatkan diri kepada ahli kubur, mempersembahkan sembelihan dan nadzar-nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdo’a kepada ahli kubur dan minta pertolongan kepada mereka, dan seterusnya. Begitu juga bid’ah seperti bid’ahnya perkataan-perkataan orang-orang yang melampui batas dari golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah. Ada juga bid’ah yang merupakan sarana menuju kesyirikan, seperti membangun bangunan di atas kubur, shalat berdo’a disisinya. Ada juga bid’ah yang merupakan fasiq secara aqidah sebagaimana halnya bid’ah Khawarij, Qadariyah dan Murji’ah dalam perkataan-perkataan mereka dan keyakinan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan ada juga bid’ah yang merupakan maksiat seperti bid’ahnya orang yang beribadah yang keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shiyam yang dengan berdiri di terik matahari, juga memotong tempat sperma dengan tujuan menghentikan syahwat jima’ (bersetubuh)…jadi menurut saya kang, contoh2 yang anda sebut dan juga saya sebut sebelumnya bukanlah termasuk dalam bid’ah Ad-dien…namun bagian dari adat istiadat atau peradaban…

      muh4mm4d said:
      Oktober 5, 2012 pukul 9:44 am

      Like (jempol) : )

      agus said:
      Desember 26, 2012 pukul 12:41 pm

      sangat jelas sekali
      dulu saya pernah berguru ke salah satu habib..saya pikir akan mendapatkan tuntunan. untuk mengikuti sunah nabi ..tapi malah di beri azimat..seperti wafak. razah.bambukuning.batang kuningan. apel zin.sapu tangan yang ada razahnya.minyak dalam botol.. cincin perak yg ada razahnya mandi kembang. sesajen buat abdul qodir jaelani..ziarah kubur ke cikundul.makam keramat…sungguh saya bodoh sekali..Alhamdulillah saya diberi kesempatan kehidupan untuk mengikuti sunah nabi yang simpel dan menentramkan hati…
      jadi buat temen2 hati klo menuntut ilmu kesiapaun klo bertentangan Alquran dan hadist Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasalam

      Doniel Tamal Pedropta said:
      Juni 21, 2013 pukul 10:17 pm

      I’m Loven it (lima jari)… heheh

    Bagas adiwijaya said:
    Desember 28, 2012 pukul 12:53 pm

    Jahil bin jahil jangan ikuti suatu kbodohon seperti yg d lakukan oleh orang2 dahulu. Suatu kebodohan yg amat bodoh bahkan sangat bodoh. Karna Kebodohan setelah datangnya kebenaran & kebodohan yg d lakukan oleh orang yg berilmu ngakunya kiaya tp kok goblok. Emang islam punya mbah hasbulloh/ne2k moyang d bsa d bikin ver$i sendiri dasar makrum.

    lutfiesuckseed said:
    Januari 11, 2013 pukul 11:50 pm

    SubhanAllah…sesuatu yg ghoib kadang jarang dimengerti oleh pemahaman pikiran manusia karena masih belum tahu keterbatasan otak kita…namun bila tahu makna dr surat Al Baqoroh ayat 2-4 InsyaAllah percaya kejadian tersebut krn pelakunya seorang yang alim,dan hanya Allah yg lebih tahu…….

      Didik Mrican said:
      Maret 15, 2013 pukul 8:44 am

      nek mbek sing mati iku wong alim aku percoyo nek iku wong alim tapi nek kon percoyo oleh restu teko wong mati iku itekmu sing ra nyandak, wong mati koq iso ngwenehi restu piye to pi’-pi’?

      Doniel Tamal Pedropta said:
      Juni 21, 2013 pukul 10:11 pm

      Kita memang terbatas mas bero… Salah satu keterbatasan kita adalah kita tidak mampu menguasai seluruh Ilmu Dunia Akhirat (Al Quran)… Jangankan ilmu akhirat, ilmu dunia aja belum tentu kita kuasai semua (banyak perdebatan ga jelas disana sini)… Contohnya kita sanggup dan lebih mampu menguasai ilmu fisika dibanding orang lain tetapi dalam ilmu kimia?? orang lain melampaui jauh diatas kita…

      Gimana ilmu agama / akhirat / goib?? disini butuh pemahaman lebih… silahkan dicoba sendiri…

    kang pardi said:
    Februari 4, 2013 pukul 7:42 am

    golongan yang satu dan bersatu itu adalah NU sementara 72 golongan yang lain adalah varian WAHABI

      Didik Mrican said:
      Maret 15, 2013 pukul 8:40 am

      sopo sing ngomong? nek sing ngomong awakmu yo pantes ae.

        mansyur said:
        Mei 11, 2013 pukul 8:43 am

        benar kawan, sejarah telah membuktikan…..NU terhubung secara historis dengan Nabi Muhammad SAW melalui HABAIB YAMAN yang kemudian dikenal dengan nama WALISONGO….

    andre said:
    Maret 7, 2013 pukul 12:03 am

    Astagfirullaah…Ulama kq dibiarkan dihina org2 kaya dblog ini…Warga NU jgn diam harus ambil tindakkan..jgn biarkan Org2 kaya diblog ini berkeliaran…ini udh menghina Ulama pendiri NU namanya..Na’udzubillah mindzaliik…

      mansyur said:
      Mei 11, 2013 pukul 8:45 am

      salah satu tanda-tanda kiamat adalah hilangnya para ulama sebagai penerang umat, dan jauhnya orang-orang dari ulama. bahkan malah memaki dan mencaci, inilah fenomena hari akhir…..

    dany said:
    Maret 14, 2013 pukul 6:04 pm

    ada 2 pengembala kambing yg sedang ribut karna masing2 merasa yg memiliki 1 anak kambing. sebut saja si A dan si B. mereka merasa perlu untuk mencari hakim u/ menyelesaikan masalah meraka. akhirnya si A bertanya kpd kyai syariat:”pak kyai,si B ini merasa yg memiliki anak kambing ini padahal anak kambing ini menyusu pd induk kambing saya,gmn pak kyai?”jawab:”karna anak kambing itu menyusu pd induk kambing si A berarti,anak kambing itu milik si A. Dan karna jawaban tsb terasa kurang bagi si B maka si B mencari seorang hakim lainnya yaitu kyai ma’rifat dan si B bertanya kpd kyai tsb:”pak kyai,si A ini merasa yg memiliki anak kambing ini karna menyusu pada induk kambingnya,sedangkan saya yakin bahwa anak kambing ini milik saya,gmn pak kyai?”jawab:”karna induk kambing si B berhenti mengeluarkan air susu,maka anak kambing itu menyusu pd induk kambing si A. jd sebenarnya anak kambing itu milik si B.

    pasti ada yg nyeletup,ah gak percaya klo blum tes DNA

    itulah kehebatan kyai sepuh NU

      Doniel Tamal Pedropta said:
      Juni 21, 2013 pukul 9:57 pm

      Walah, belum pernah liat anak hewan yang justru diasuh spesies hewan lain?? Secara langsung saya pun belum pernah melihatnya tetapi teknologi sudah semakin maju (Youtube mas bro)… Tes DNA juga hasil perkembangan teknologi tp jika kjadiannya belum ada teknologi tes DNA??

      Gampang mas bro, liat aja jenis kelamin Kambing A dan Kambing B… Alasan anak kambing menyusu kambing A karena kambing A betina & kambing B pejantan yang menghamili kambing A… Maka ketika anak kambing lahir dengan golongan darah AB, ya menyusunya pada kambing A… Jadi siapa pemilik anak kambing?? Ya penggembala A & B… (pdhl kalo dipikir2, biasanya yg disebut “induk hewan” pasti “betina” bukan “jantan”)… Wkwkwkwk…

      Itulah kekonyolan saya meski belum sepuh…

    Muttabi'in Badry said:
    April 22, 2013 pukul 10:57 am

    عن أبي يعلى شداد بن أوس ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله كتب الإحسان على كل شيء ، فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة ، وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبحة ، وليحد أحدكم شفرته ، وليرح ذبيحته . رواه مسلم
    هذا الحديث خرجه مسلم دون البخاري من رواية أبي قلابة ، عن أبي الأشعث الصنعاني ، عن شداد بن أوس ، وتركه البخاري ، لأنه لم يخرج في ” صحيحه ” لأبي الأشعث شيئا وهو شامي ثقة . وقد روي نحوه من حديث سمرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إن الله عز وجل محسن فأحسنوا ، فإذا قتل أحدكم ، فليحسن مقتوله ، وإذا ذبح ، فليحد شفرته ، وليرح ذبيحته خرجه ابن عدي . وخرج الطبراني من حديث أنس ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إذا حكمتم فاعدلوا ، وإذا قلتم فأحسنوا ، فإن الله محسن يحب المحسنين

    karemas said:
    April 23, 2013 pukul 1:20 pm

    Wah kalo getu bisa minta cap jempolnya wali dung,,, tp mana mungkin la wong yg sudah wafat di dalam kuburnya pun sibuk dgn urusannya masing2 terlebih yg penuh dosa, begitu pun dgn wali tanggung jawab beliau sebagai pendakwah jauh lebih berat dan tidak mudah serta perbuatan tsb jauh secara logika, ayo dung berfikir, berfikir. Jika benar adanya coba ulangi lg perbuatan tsb dgn di rekam banyak kamera berikut juga di saksikan khalayak ramai bila memang di kabulkan oleh si mayit dan mayit pun keluar atau bangkit dari kubur dan berbentuk fisik wali atau layaknya org hidup itu baru betul bin benar, jgn mudah menelan katanya ini, itu karena perbuatan tsb termasuk tipu daya iblis yg pada akhirnya menjauhkan umat islam kpd agamanya dan Allah SWT. Perbuatan tsb termasuk dosa besar syirik yg sulit di ampuni Allah SWT dan terhalang masuk syurga maka buanglah jauh2 termasuk perbuatan bid’ah.

    Afif said:
    April 26, 2013 pukul 11:15 pm

    Kenapa orang NU fanatik,bukankah sikap fanatik adalah ciri orang kafir..

    Humaidullob said:
    April 28, 2013 pukul 1:16 pm

    Berarti yg wahabi sebenarnya itu NU. Tuh pendiriannya si Abdul Wahab. Gitu menghina salafy dg wahabi. Ternyata NU, THE TRULY WAHABI.

    mansyur said:
    Mei 11, 2013 pukul 8:37 am

    anda terlalu fanatik dengan non NU…. coba pelajri yang betulll, baru anda bicara…. bru lihat BRANDnya anda sudah mencaci…. sungguh tidak akademis sma se-X. afalaa tadzakkarun….!!!!

    ali said:
    Juli 13, 2013 pukul 11:59 pm

    debat kusir,tampa ada tindakan dan perubahan,tong kosong. gaya sampean semua percis anggota dpr,banyak bicara dan argumen tp hasil NOL. rakyat menderita dan apa sumbangsih nyata sampean? cuma adu bako. memalukan..

    djoesman said:
    Agustus 10, 2013 pukul 9:20 pm

    PADA MAU MASUK SURGA SEMUA YA………………..????????? YG JENGGOTAN, YG CELANA CINGKRANG, YG PAKE SURBAN, YG GAK MAU TAHLILAN, YG MAU IKUT 40 HARI AN…… SEMUA PENGEN MASUK SURGA….. MASIH LUAS SURGA ITU BUNG…..!!!!! JANGAN DIMILIKI SENDIRI OLEH YG NGERASA BENAR DONK…… YG TIAP HARI MABOK, TIAP HARI BERJUDI TIAP HARI MAKSIAT AJE KEPENGEN JG MASUK SURGA…….. ORG KAFIR BINGUNG KLO MAU MASUK ISLAM KLO LO ORANG BEGINI DEBAT GAK KARUAN….. SALING MENGHUJAT, MENJELEK2KAN SESAMA, BAHKAN MENGKAFIRKAFIRKAN….HADEHHHHHH…….. UDAHLAH BERSATU KITA TEGUH,BERCERAI MENDING PERGI AJA DARI INDONESIA TERCINTA INI…….

    joko bodo said:
    Agustus 19, 2013 pukul 2:04 am

    Jangan lah kalian mengira apa yg orang lain lakukan itu salah dan apa yang kalian lakukan itu benar kebenaran mutlak milik allah dan rosul nnya dan orang 2yg mengikutinya .anehnya diakhir jaman ini banyak anak kemaren sore yg merasa paling pintar paling benar .dengan mudahnya menuduh soudara nya sendiri kapir ,syirik.dsb.sedangkan berburuk sangka itu dosa besar.hati hatilah soudaraku hanya alloh yg maha tahu amal ibadahnya seseorang.

      joko bodo said:
      Agustus 19, 2013 pukul 2:39 am

      Ilahadoroti nabiyil mustafa rosulillahi solallahu alaihi wasalam alfatihah.
      Ilahadoroti anbiya walmursalin waalaalihi wasohbihi ajmain alfatihah.
      Ilahodoroti asyeh abdul qodir jailani ra.wusulihim wafuruihim saeiulilahumulfatihah.

      Yallah aku memohon kepada engkau pemilik semua alam
      Dan aku memohon kepada mu dengan haknya nabi mu yaitu nabi muhamad saw.dan para auliyamu ampunilah aku saudara saudaraku yang sepaham yang belum paham .karena hidayah itu adalah kehendakmu. Amin yaallah

    dede daudin said:
    September 4, 2013 pukul 1:29 pm

    Kalau memang kebenaran nya seperti itu yang sudah, mau apa lagi ? seharusnya ditanya dulu ke pihak yg bersangkutan, sebagai sumber aslinya, jangan nanya orang lain yang gak tau dong, gak nyambung ah !

      gusdorr said:
      September 10, 2013 pukul 11:19 am

      NU emang wahabi tulenn… kok ngolok2 pihak lain sbg wahabi.?

    xaverius said:
    Oktober 24, 2013 pukul 10:09 pm

    Syukron ustadz buat tulisannya. Alhamdulillah –meski pelan– dakwah sunnah mulai banyak diterima dan semoga mereka mulai meninggalkan penyakit TBC

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s