Kekafiran Ajaran Kebatinan atau Kejawen

Berkas:Penganut kejawen.jpg

Pertama: Sinkretisme, mencampurkan antara Hindu, Budha dan Islam Aliran Kebatinan atau Kejawen tidak menganggap salah ajaran Hindu dan Budha, bahkan mereka mencampurnya dengan Islam hingga menjadi suatu ajaran tersendiri. Adapun dalam Islam, barangsiapa yang membenarkan agama selain Islam, berarti dia telah kafir kepada Allah Ta’ala dan mendustakan Al-Qur’an. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman: ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ُﻡَﻼْﺳِﻹﺍ “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19) Juga firman Allah Tabaraka wa Ta’ala: ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺘَﻎِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ ﺩِﻳﻨًﺎ ﻓَﻠَﻦْ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦَ َﻦﻳِﺮِﺳﺎَﺨْﻟﺍ “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Kedua: Mereka tidak meyakini Allah Ta’ala sebagai satu-satunya sesembahan yang benar Padahal inilah inti dari kalimat ]syahadat [ﻻﺇﻟﻪ ﺇﻻﺍﻟﻠﻪ, yang terdapat padanya dua rukun. Pertama: An-Nafyu (penafikan), yang tedapat dalam kalimat ][ﻻﺇﻟﻪ, maknanya adalah menafikan atau menganggap salah semua sesembahan selain Allah Ta’ala. Kedua: Al-Itsbat (penetapan) , yang terdapat dalam kalimat ][ﺇﻻﺍﻟﻠﻪ, yaitu menetapkan atau meyakini bahwa hanya Allah Ta’ala satu- satunya sesembahan yang benar. Sehingga makna kalimat [ﻻﺇﻟﻪ ]ﺇﻻﺍﻟﻠﻪ adalah, “Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah Ta’ala”. Makna ini terdapat dalam banyak ayat, diantaranya firman Allah Ta’ala: ﺫَٰﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞُ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ُﺮﻴِﺒَﻜْﻟﺍ “Yang demikian itu karena Allah Dialah yang haq (untuk disembah) dan apa saja yang mereka sembah selain Allah maka itu adalah sembahan yang batil dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al- Hajj: 62) Dan telah dimaklumi bersama bahwa syahadat [ﻻﺇﻟﻪ ]ﺇﻻﺍﻟﻠﻪ adalah pintu masuk ke dalam Islam, barangsiapa yang belum merealisasikannya berarti dia belum masuk ke dalam Islam. Demikian pula orang yang telah memasukinya, jika dia melanggarnya berarti dia telah keluar dari Islam.

Ketiga dan Keempat: Kesyirikan dalam rububiyyah dan uluhiyyah Keyakinan mereka bahwa setan- setan Merapi dan Pantai Selatan, seperti Kyai Sapu Jagat, Petruk dan Nyai Roro Kidul adalah pelindung- pelindung mereka, yang bisa memberikan manfaat dan juga menimpakan mudharat, adalah kesyirikan dalam rububiyyah. Mereka juga mendekatkan diri (taqorrub) kepada setan-setan itu dengan berbagai upacara dan mempersembahkan berbagai macam bentuk ibadah, maka ini adalah kesyirikan dalam uluhiyyah, sebagaimana telah kami jelaskan secara singkat pada artikel sebelumnya yang berjudul, Renungan Musibah Merapi.

Kelima: Tidak melaksanakan shalat Aliran Kebatinan atau Kejawen tidak mementingkan masalah shalat lima waktu, bagi mereka yang penting sudah eling maka itu cukup sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala. Ini adalah bentuk kekafiran kepada Allah Ta’ala, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam: ﺇﻥ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﺑﻴﻦ ﺓﻼﺼﻟﺍ ﻙﺮﺗ ،ﺮﻔﻜﻟﺍﻭ ،ﻙﺮﺸﻟﺍ “Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu‘anhuma) Permasalahan ini juga telah kami singgung dalam artikel yang berjudul, Keagungan Sholat dalam Islam. Jika telah jelas bahwa ajaran Kejawen bukanlah ajaran Islam dan penganutnya bukan muslim, maka wajib bagi setiap muslim untuk berlepas diri (bara’) dari ajaran sesat ini dan penganutnya. Yaitu meyakini bahwa ajaran Kejawen adalah kekafiran kepada Allah Ta’ala dan menganggap bahwa penganutnya adalah orang-orang kafir. Barangsiapa yang tidak mengkafirkan mereka atau malah membenarkan ajaran mereka atau sekedar ragu dengan kekafiran mereka maka dia juga kafir seperti mereka. Permasalahan ini telah kami bahas dalam ceramah yang berjudul, Pembatal-pembatal Keislaman. Demikianlah ulasan ringkas tentang kekafiran ajaran Kebatinan atau Kejawen yang masih dianut oleh sebagian orang Jawa dan menganggapnya sebagai ajaran Islam. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Wallahu A’lam.

 

 

 

50 gagasan untuk “Kekafiran Ajaran Kebatinan atau Kejawen

  1. Golongan ini muncul pada pemerintahan Bani Umayyah, tetapi semakin menghebohkan pemikiran keislaman pada pemerintahan Bani ‘Abbas dalam masa yang cukup panjang. Pada awal perkembangannya kelompok Mutazllah tidak mendapat simpati umat Islam, khususnya di kalangan masyarakat awam karena mereka sulit memahami ajaran-ajaran Mutazllah yang bersifat rasionalis dan filosofis itu. Kelompok ini baru memperoleh dukungan yang luas, terutama dari kalangan intelektual, pada masa pemerintahan Khalifah al-Ma’mun penguasa Abbasiyah (198-218 H/ 813-833 M). Kedudukan Mutazllah menjadi kokoh yaitu setelah al-Ma’mun menyatakannya sebagai mahzab resmi negara. Hal ini disebabkan karena al-Ma’mun sejak kecil dididik dalam tradisi Yunani yang gemar akan ilmu pengetahuan dan filsafat.

  2. Tapi ini bukan berarti merupakan kekurangan akal dalam segala hal atau kurang agama dalam segala hal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa kekurangan akalnya terjadi pada sisi ketidaktepatan dalam persaksian dan kekurangan agamanya terjadi pada kondisinya yang senantiasa meninggalkan shalat dan puasa ketika haidh dan nifas. Ini bukan berarti wanita senantiasa berada di bawah pria dalam segala sesuatu dan pria selalu lebih utama dari wanita. Memang, jenis kelamin laki-laki lebih utama dari wanita secara umum karena beberapa sebab, seperti yang difirmankan.

    • Oneng ni orang. Mas kalo ngga ngerti agama jgn ngomong deh. Demi allah kalo saja manusia itu tahu rahasia penciptaan, semua orang milih jadi perempuan. Laki laki lebih baik itu karena di ciptakan dalam kekurangan seperti anak manusia dengan anak ayam. ya enakan ayam lah procot langsung bisa jalan bisa makan sendiri lha kalo anak manusia bisanya nangis kalo baru lahir, cuman kalo udah dewasa ayam yang di makan manusia, hanya saja itu perbandingan hewan sama manusia. Sementara laki2 sama perempuan sama2 manusia. Itu yang jadi masalah. Paling anda pendapatnya kayak zainuddin mz ” seorang istri tidak dapat masuk sorga sebelum suaminya ridho” padahal sorganya bukan surga allah swt soalnya kalo surga allah swt, ketika allah mau memasukkan istri kesurga ngga perlu lapor dulu sama suaminya. Emang surga akhirat punyanya para suami apa????????? Ngaca. Yang nulis ini bukan perempuan. Makanya belajar yang bener baru pinter

  3. Assqum
    saudara Ahmad,sesungguhnya yg berhak menentukan seseorang SESAT atau KUFUR itu Allah Ta’ala bukan makhluk seperti anda.kalo sekarang ada orang yg mengembalikan kata KAFIR kepada anda,bagaimana PERASAAN anda?anda siapa kok bisa menentukan orang atau kelompok atau organisasi ini KAFIR?… Ingat BUNG,perkataan anda suatu saat akan jadi BUMERANG bagi anda.
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

  4. Adakah yg tau, Jati diri BANGSA INDONESIA? Jati diri bangsa Indonesia adalah KEBERSAMAAN, PERSATUAN, PERSAUDARAAN, yang berasal dari ajaran BUDI PEKERTI, BUKAN AGAMA….

    BUDI PEKERTI tak mengenal AGAMA…

    Semua MANUSIA adalah SAMA adanya jadi kalau ada AGAMA justru merusak KEBERSAMAAN, PERSATUAN, PERSAUDARAAN yg sudah terjalin selama ini, MEREKA BUKAN BANGSA INDONESIA….. Jangan mau kita diatur oleh mereka, kita seharusnya YANG MENGATUR MEREKA, sebab KITA adalah TUAN RUMAH…..

    APAKAH karena mereka merasa yg memiliki AGAMA sehingga mereka merasa lebih pantas mengatur? Jangan salah, awalnya AGAMA itu tak ada di Indonesia, Indonesia itu memiliki ajaran BUDI PEKERTI…..

    Makanya karena adanya ajaran Budi Pekerti tersebut, AGAMA bisa diterima….

    Kenapa sekarang kalian malah membela AJARAN yg merusak KEBERSAMAAN, PERSATUAN, PERSAUDARAAN yg sudah terjalin selama ini ?

    Berhentilah mengikuti AJARAN seperti itu, itu bukan JATI DIRI BANGSA INDONESIA…. BANGUNLAH, KEMBALI MENJADI JATI DIRI NUSANTARA…..

    Agama yg terakhir dan sempurna itu adalah semua AGAMA yg ada di NUSANTARA dan sudah NUSANTARAISME termasuk yg tak beragama pun…:)

    • Betul itu mas soalnya yang menciptakan langit dan bumi itu nusantara, dan karna budi baiknya kita semua tercipta dan bisa hidup secara berdampingan. Dan suatu saat nanti kalo mati juga akan kembali menjadi tanah nusantara, ngga bakalan ditanya waktu hidupnya ngapain aja. Yang akhirnya membuat negri terkorup di dunia. Jayalah nusantara

  5. @Ancur, tu kan pndpt anda yg muter 180drajat alias kebalik total tal tal tal, dlm hal ini sy bela agama (islam), kr budi pkerti luhur timbul krn ada agama. agamalah yg mngatur bd pkerti itu. tanpa agama prilaku manusia akn spt binatang. adapun manusia yg keblinger/blangsak yt mns yg tdk mngamalkn agamanya. jdlh mns ancurrr curr curr…

  6. aku bisa mau percaya klu agamamu bisa menghantarkan aku semua ke asal dimana aku dahulu sebelum aku di lahirkan…dan aku ingin tahu dgn kenyataan siapa yg kamu sembah..

  7. janganlah kalian saling mengkafirkan satu sama lain
    jika hanya dilihat dari sisi syariatnya memang sangat berbeda ajaranku benar ajaranmu salah, begitupula sebaliknya. itu semua jalan berbeda” untuk menuju satu tujuan yg sama tujuan yg Hak,
    jika sudah berani mengkafirkan orang lain hanya dengan bermodal ilmu syariat semua manusia akan rancuh membenarkan diri masing”lah yg paling benar,
    semua ada tahapan antara Syariat,Tarekat,Hakekat, dan Ma’rifat
    Jadi jangan saling mengkafirkan jika belum menguasai ke-4 itu

    contoh kecil saja
    anda pasti tau syarat masuk islam harus dengan membaca 2 kalimah syahadat
    dan anda pasti tau artinya itu

    “Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi Muhammad utusan Allah”

    kapan sampian pernah bertemu Allah kug sudah berani bersaksi tiada tuhan selain Allah, lha wong Allah itu tak terlihat dan sampian tak akan pernah melihat
    dan kapan sampian bertemu Muhammad kug sudah berani bersaksi Muhammad itu utusan Allah, wong Muhammad sdah wafat.

    kalau cuma islamnya cuma islam turunan yg ikut”an dari kecil ya seperti itu hasilnya hanya akan bisa menyalahkan orang dan dirinya yg benar
    ini masih syahadat dalam hukum syariat yg kita gunakan sehari”
    Belum syahadat lainya
    Belum lgi arti dari sholatmu di setiap gerakanya dan semua ayat” yg kamu baca
    belum lgi arti dari yg lain”nya yg masih belum kamu ketahui
    ( bukan cuma arti dalam hukum syariat )

    jika memang Allah sudah mengizinkan untuk mendalami dari syariat,tarekat,hakekat,dan ma’rifat dan sudah di baiat maka kalian pasti akan tau hakikat sebenarnya Allah menciptakan jagad raya ini

    saya hanya manusia biasa yg d balut baju badut

  8. Anda ini ngomong apa?? Sudahlah jangan suka mencampuri urusan orang lain!!
    Agama mu agama mu, agama ku agama ku, bukanlah itu tagline yang kalian yakini selama ini?
    biarlah orang mau memeluk keyakinan dan agamanya sendiri2, toh anda semua ga di rugikan sama sekali kan?? Keyakinan dan agama yang kalian yakini ini ad alah filsafat impor!! kenapa anda memusingkan hal yang bukan urusan kalian!! bila Orang2 Kejawen salah, biarlah mereka sendiri yang menyelesaikan dengan Tuhan, karena BUKAN HAK ANDAN UNTUK MENGATAKAN SESEORANG ITU BENAR ATAU SALAH!! HARAM ATAU HALAL!! KAFIR ATAU BUKAN!!! ini Indonesia bung, bila kalian tidak suka,anda bisa pindah ke arab atau ke timur tengah sekalian!!!!

    • Bagus komentarnya. Saya salut dengan pemikiran anda. Banyak orang Indonesia yang ke-arab2an, waktu Indonesia kena Tsunami yang banyak nolong malah yg “Kafir” alias orang bule. Arab nya mana yang dateng nolong ????

    • Waduh berarti indonesia ini.yang buat bukan allah ya. Sang hyang widhi kan yang buat. Kalo arab allah yang buat kalo eropa yesus yang buat kalo amerika dajjal yang buat. Wah bakalan perang dunia nih . Apa mendingan buat kolong langit sendiri sendiri aja biar ngga rame. Bilang tuh sama tuhan tanah kalian, cuman yang ada tuan tanah kayak tuan takur singh musuhny arjun

  9. pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst.

    Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut. Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”. Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-sama-makna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst. Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sbb;

    Klenik : merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci. Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada.

    Mistis : adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.

    Tahyul : adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam.

    Tradisi : dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat. Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan. Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst.

    Kejawen : berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran. Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.

    Ajaran Tentang Budi Pekerti, Menggapai Manusia Sejati

    Dalam khasanah referensi kebudayaan Jawa dikenal berbagai literatur sastra yang mempunyai gaya penulisan beragam dan unik. Sebut saja misalnya; kitab, suluk, serat, babad, yang biasanya tidak hanya sekedar kumpulan baris-baris kalimat, tetapi ditulis dengan seni kesusastraan yang tinggi, berupa tembang yang disusun dalam bait-bait atau padha yang merupakan bagian dari tembang misalnya; pupuh, sinom, pangkur, pucung, asmaradhana dst. Teks yang disusun ialah yang memiliki kandungan unsur pesan moral, yang diajarkan tokoh-tokoh utama atau penulisnya, mewarnai seluruh isi teks.

    Pendidikan moral budi pekerti menjadi pokok pelajaran yang diutamakan. Moral atau budi pekerti di sini dalam arti kaidah-kaidah yang membedakan baik atau buruk segala sesuatu, tata krama, atau aturan-aturan yang melarang atau menganjurkan seseorang dalam menghadapi lingkungan alam dan sosialnya. Sumber dari kaidah-kaidah tersebut didasari oleh keyakinan, gagasan, dan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat yang bersangktan. Kaidah tersebut akan tampak dalam manifestasi tingkah laku dan perbuatan anggota masyarakat.

    Demikian lah makna dari ajaran Kejawen yang sesungguhnya, dengan demikian dapat menambah jelas pemahaman terhadap konsepsi pendidikan budi pekerti yang mewarnai kebudayaan Jawa. Hal ini dapat diteruskan kepada generasi muda guna membentuk watak yang berbudi luhur dan bersedia menempa jiwa yang berkepribadian teguh. Uraian yang memaparkan nilai-nilai luhur dalam kebudayaan masyarakat Jawa yang diungkapkan diatas dapat membuka wawasan pikir dan hati nurani bangsa bahwa dalam masyarakat kuno asli pribumi telah terdapat seperangkat nilai-nilai moralitas yang dapat diterapkan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup manusia.

  10. setahu saya asli jogja itu tidak ada kata ‘ane’ kata itu hanya bagi orang bodoh yang ga pnya jati diri,orang tolol yang tidak tahu siapa yang melahirkan dan dimana dilahirkan.JOWO ORA NGERTI JAWANE.silahkan anda bangga dengan agamanya orang arab bila pelru jilat itu pantatnya orang arab(habib2),tapi kalau anda gak terlalu tolol,gak perlulah menghujat apa yang diyakini orang jawa, toh congormu itu juga dilahirkan oleh orang jawa,inget bapak moyang kamu itu orang jawa.Namanya orang memang ada aja yang tolol spt congormu itu, boleh tolol tapi jangan bodoh.

    BwtBABU/JONGOS Malaysia
    baru jadi budaknya orang malaysia aja bangga,namanya jg jongos, klo lu gak beragama sama dengan majikan lu,pasti ga slamet ya, okelah demi sesuap nasi seorang budak apapun boleh dilakukan termasuk menghujat keyakinan nenek moyangnya sendiri dan tergila gila pd keyakinan majikannya yaitu keyakinannya orang2 arab bejat demen perang , maniak sex, emang enak sih hidup bejat begitu hahahaha..

  11. pikiran msh dangkal sdh licin lidahnya,
    kalo sdh baik secara individu harusnya bisa aplikasikan toleransi di kehidupan dan perkataannya,ini bukan mslh halal haram,ini mslh kepercayaaan masing2 yg smua orang berhak meyakininya

  12. Memang susah bicara dengan orang fanatik, jika mengaku agama islam coba pelajari tentang haji, disana juga ada tradisi seperti yang dilakukan orang kejawen. ngapain orang berhaji koq lempar kerikil, maksudnya apa? bukan kah itu hanya sebuah simbol yang sama seperti yang dilakukan orang kejawen? asal anda tahu, bahwa semua agama yang masuk di tanah jawa hanyalah tamu, karena pada hakikatnya ajaran kejawen sudah ada sebelum adanya agama yang masuk ke tanah jawa. pelajari sejarah mas sebelum meruncingkan lidah.

  13. Islam adalah ajaran tauhid, yang meyakini bahwa Allah adalah Esa, tunggal, satu secara kuantitas/jumlah. Tiada Tuhan Selain Allah. Jadi, jika ada ajaran yang bertentangan dengan ke”satu”an Tuhan, ajaran itu dianggap syirik, kafir. Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam.

  14. jangan sok jd orang yg briman bro krn kta ga tau asli’y ajarn tu krn ktau tau bru dr kata’y bkan sm sumbr yg bnr2 tau tntng aliran tu,

  15. Jangan merasa paling benar para ustad semua, dikasih kebaikan malah balas merusak. Kalian Flashback deh, kenapa islam bisa masuk dan menyebar dipulau Jawa, yang jelas tertulis dieranya MAJAPAHIT.

    Dimana para ustad pada waktu itu diberi izin untuk mendakwah dipulaujawa sebelah pesisir utara, tapi lama-kelamaan, malah menyusun siasat menyerang Kerajaan, hingga runtuhnya MAJAPAHIT, itu balasannya??? Ajaran dari tanah Arab??? Ingat alam ini bergerak berputar, akan dapat balasan dari hal ini semua, kabeh ngunduh wohing pekerti, Diberi malah menginjak. Bisa Durhaka dengan leluhur nanti, ati-ati.

  16. istighfarlah para saudaraku sesungguhnya yang menulis artikel di atas lah yg sangat2 kurang pengetahuan dan sangat tidak bijaksana …BPK PERDANA AKHMAD yg saya hormati apakah agamamu islam dan kalau iya apakah kamu pernah mendengar hadist nabimu MUHHAMMAD SAW. pernah brkata tuntutlah ilmu sampai ke negri cina ,,,,dan apakah kamu tahu bahwa ALLAH SWT adalah maha bijaksana …apabila kamu tahu semua tentang 2 kata diatas sesungguhnya tdak akan ada artikel sprti di atas ..sebagai contoh kecil apakah bpk pernah ziarah ke makam sanak saudara yg telah berpulang ke hadiratnya /meninggal …kalau pernah apakah bpk berziarah menebarkan bunga juga di atas kuburnya …kalau itu jga bpk lakukan berarti bpk sedang tidak sadar ternyata bpk juga mlaksanakan budaya kejawen …kalau bpk bilang ajaran kejawen itu sesat sekarang saya tanya apakah bpk berani bilang di media social sprti ini bahwa para 9 wali allah (lebih di kenal wali songo) itu juga sesat … karna merekalah sesungguhnya islam di tanah jawa ini ada ..dan banyak ajaran mulia yg di tinggalkan ke anak cucunya hingga kini ….kalau boleh saya luruskan sedikit saja sesungguhnya yang sesat itu adalah pelakunya yg melakukan tindak tanduk yang kurang baik di mata ALLAH SWT bukan ajarannya bapak…….kiranya bapak kurang berkenan atas pendapat saya ini ada almt email saya pak…spancadewa@rocketmail.com

  17. mas samsul..ajaran apapun kalo memang isinya tidak sesuai dengan dalil syar’i , ya tetap saja sesat apalagi para pelaku yang menyebarkannya..mungkin diantara sebagian pihak ziarah ke makam dengan menebarkan bunga bisa dianggap perbuatan baik dgn asumsi bahwa bunga adalah perlambang keindahan dan kedamaian..namun harap dicatat yang baik itu belum tentu benar dan yang benar itu sudah pasti baik,..lalu point manakah yang kita cari sesungguhnya..sesuatu yang baik ? atau sesuatu yang benar?
    Terakhir mas samsul menyatakan bahwa seolah-olah 9 wali Allah adalah “representasi” dari kejawen,harap antum paparkan disini penjelasan yang mendukung statement mas itu… hatur nuhun

  18. dulu waktu jaman nya nabi kaum nya pada jahiliyah nyembah berhala makanya ada agama islam yg ngebenerin kaum nya biar ngga hancur. itu budi pekerti itu ajaran nya hindu-budha yg maksudnya manusia diatas segala gala nya bahkan melampui batas tuhan . udah jelas jelas kejawen nyembah setan dari ritual ritual nya, nah skarang aneh nih orang orang kejawen yg ngga mau bersih, makanya islam dateng ke indonesia buat ngajarin yg bener . gua aja kturunan jawa enek bner ama yg nama nya kejawen.

  19. mas hendra@ orang kejawen seumur bayi aja sudah tahu kalau setan itu tidak untuk di rituali apalagi di pakani atau disembah. hanya saja orang sekarang itu menggap setiap makhluk goib itu setan hahahaha bodoooooooohhhhhhhhhhhhh……….!!!!!

      • Didik Mrican@ asal ente tau ya mas setan itu bukan mahkluk gaib mas tetapi setan itu sifat kalau setiab makluk gaib di anggap setan brarti tuhan,malaikat, jin itu juga setan dong mas..???

      • Wah…. Malaikat jadi setan dunk….
        tuhan yg maha ghaib bagaimana ???
        Dasar bahluh ente !!!
        Omong nggak pake otak !!!

    • kalau orang jawa nyembah setan kenepa orang jawa tidak seperti setan? dari segi ahklak mereka juga sopan santun,saling menghargai,dan juga saling menolong. kok lucu ya kalau setan bisa membuat mereka berbudi baik dan membuat mereka hidup degan hati tentram? ya maklum orang arab berjuang untuk melenyapkan kearifan lokal dengan bersenjatakan agama .

  20. Percayalah kearifan lokal khususnya kejawen akan tetap eksis, sampai kapanpun walaupun dijajah dari segala penjuru, sebab Gusti Allah mboten sare, becik ketitik ala ketara, sekarang ini banyak orang yang sehat dan sejahtera tetapi tidak waras, berjilbab tapi selingkuh, predikat haji tapi korupsi, karena melupakan ajaran nenek moyang, yang edi luhung malah keblinger oleh dogma serta iming-iming yang belum tentu kebenarannya

  21. anda telah mendustakan ayat ayat allah dalam surat al-Baqarah, surat ke 2, ayat ke 62. Di dalam ayat ini Allah menyatakan:

    إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
    Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa pun dari mereka yang benar-benar mengimani Allah, Hari Akhir, dan berbuat kebajikan, niscaya mereka memiliki pahala di sisi Tuhannya; dan tidak ada ketakutan maupun kesedihan bagi mereka. (al-Baqarah, 2: 62)

    anda benar-benar mendustakan allah dan allah telah menggatakan dalam surat ali’-imran ,ayat ke 4 di dalam ayat in allah telah mengatakan:

    مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِ اللّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللّهُ عَزِيزٌ ذُو انتِقَامٍ

    Sebelum (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnyaorang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasalagi mempunyai balasan (siksa).

    anda itu sebetulnya harus lebih banyak belajar al quran dulu buung…..!!!!

  22. Janganlah kita memandang orang/kelompok lain hanya dari kulit luarnya saja, kebenaran hakiki hanya milik Alloh. Marilah kita sama-sama belajar menjadi lebih baik dan benar…

  23. aduuuuuuhhhh…… berbahaya. ingat kawan kita ini saudara, jgn bertengkar tanpa alasan yg jelas. saya jg orang jawa kawan……… kita ambil dari kejawen itu filosofinya, kearifanya agar baju kita tidak luntur dan kalo kita islam kita ambil syarikatnya sesuai alquran dan hadits, karena islam adalah penyempurna dari yg sudah ada. hati2 dgn tulisan sejarah karna sejarah bisa dibelokkan. contohnya saat penjajahan belanda, tujuanya satu agar kita gampang dipecah belah

  24. ha…ha…ha….
    lucu..
    kalo ngomong dasarnya agama/keyakinan masing-masing y ggak bakalan bisa.
    pasti agama/keyakinan sendiri yg paling bener, dan yg laen pasti salah….
    kalo agama/keyakinan sampean masing-masing itu bener, silahkan aja dilakoni…
    kita bisa membuktikannya sendiri-sendiri kalo nanti sudah mati..
    gitu aja kok repot..

  25. Yth: Perdana Akhmad S.Psi dan teman2 yang menganggap Ajaran Kejawen itu sesat, Ajaran Kejawen bukanlah Agama ataupun sekte yang selama ini anda ketahui, tetapi Ajaran Kejawen adalah Filosofi / Pegangan hidup untuk menjadi manusia yang baik / mendekati sempurna. Agama ageming aji = agama pakaian hidup dari makna kata2 tersebut sudah di ketahui bahwa di dalam Ilmu kejawen anda tidak di perbolehkan meninggalkan agama anda,karena agama anda adalah sarana untuk menuju manunggaling kawulo gusti. anda mengatakan bahwa orang selain islam adalah kafir kufur,musrik, bagaimana dengan umat islam? apakah mereka kafir kufur? musrik? jawablah pertanyaan saya dengan jujur ikhlas apapun jawabanya dan gunakanlah hati nurani anda untuk membantu anda dalam mencari jawaban tersebut. saya sangat menyayangkan pemerintah membiarkat pemikiran2 yang kerdil ini dapat tumbuh di negri kita, harusnya anda dan orang2 yang sepaham dengan anda itu…. ( Saya tidak tega untuk mengatakanya.
    Rahayu

  26. saya jadi curiga bahwa orang orang seperti ini adalah tokoh kelompok pemecah agama dan perusak agama dari dalam, mirip tokoh munafiqin yahudi Abdullah bin Ubay.
    mungkin saja ini adalah antek antek zionist yang menyamar masuk islam untuk merusak dari dalam mirip snouck horgunye yahudi belanda, ini bukan lagi kafir murni tetapi halal darah nya.
    dan miilitansi islam selalu siap memusnahkan umat yang merusak islam dari dalam karena ini lebih berbahaya dari ulat pete. maka pekikanlah jihad anda wahai para mujahid untuk membasmi pemecah belah agama perusak kerukunan bangsa demi NKRI harag mati

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s