AZIMAT BAJU KEBAL ONTOKUSUMO

Ini adalah azimat yang berbentuk ‘Baju Kebal’. Usia baju ini lebih 50-60tahun. Kononya baju ini mampu melindungi si pemakai daripada sebarang peluru dan benda tajam ketika berlakunya perang. Hal ini adalah sebahagian daripada kesyirikkan. Saya masih menyimpannya dan mahu menunjukkan kepada kalian betapa kuatnya pengaruh syirik dalam masyarakat orang Melayu.

Azimat diharamkan oleh syari’at Islam kerana ia mengandung makna keterkaitan hati dan tawakkal kepada selain Allah, dan membuka pintu bagi masuknya kepercayaan-kepercayaan yang rosak tentang berbagai hal yang ada pada akhirnya menghantarkan kepada syirik besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa menggantung azimat (jimat), maka ia telah melakukan syirik.”

[Hadith riwayat Ahmad (IV/156), al-Hakim (IV/417), dari sahabat 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani r.a. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no.492).]

Ibrahim an-Nakha’i rahimahullah (meninggal th.96 Hijrah) berkata:

“Mereka membenci azimat, baik yang berasal dari Al-Quran maupun yang bukan Al-Quran.” Yang dimaksud dengam mereka adalah sahabat Ibnu Mas’ud r.a. Mereka mengharamkan azimat secara keseluruhan.

[Fathul Majiid Syarah Kitaabit Tauhiid (hlm.153)]

51 gagasan untuk “AZIMAT BAJU KEBAL ONTOKUSUMO

  1. PER-UNTU-AN KI KUSOMOX!! :)

    omon2 kalo di kampung ana.. baju tsb ga ada namanya.. Uwa ana sih nyebutnya isim or wafaq baju :) warnanya item.. tulisannya luar dalem pake tinta emas.. suka disewa ama oknum tentara elite…

    kalo pengen kebal bom coba aja zimat “Untu Ki Kusumo”.. kalo Ki Kusumo ga ngasih.. coba aja paksa.. atau rontokin sekalian semuanya pake hanteman kaso.. layak dicoba lho!! jarang2 ana ngasih bocoran jimat!!

  2. mau tanya tentang kenapa para malaikat disuruh sujud kepada nabi adam,para malaikat semuanya menurut… terus iblis disuruh sujud ke nabi adam malah gak mau. berarti para malaikat tersebut syirik atau gimana ya…?soalnya kan malaikat tersebut sujud kepada nabi adam(makhluq),berarti iblis malah tauhidnya yang kuat karna gak mau sujud kepada nabi adam(makhluq)… gimana itu, mohon pencerahannya…?

    • Malaikat sujud kepada Adam karena patuh pada perintah Allah. Bukan karena syirik. Sebagaimana kita diperintahkan bersujud menghadap ka’bah. Apakah itu syirik?

      Iblis tidak mau bersujud kepada adam bukan karena tauhid, tapi karena merasa lebih sempurna daripada Adam. Karena kesombongan. Sebagaimana musuh2 Allah tidak mau bersujud menghadap ka’bah.

      Mungkin permisalan diatas bisa menjawab.

    • gimana maliakat bisa disebut syirik…? lah yang nyuruh kan ALLOOH sendiri…kalo yang nyuruh malaikat sujud kpd nabi Adam itu adalah malaikat sendiri…barulah bisa disebut malaikat itu musyrik…hati2 lah dengan pemikiran anda itu..sebelumiblis menyesatkan lebih jauh…

  3. berarti kalau kita bersholawat atas rasulullah sebagian dari wajib ya… karena Allah dan Malaikatnya aja bersholawat… dan kita diperintahkan oleh Allah untuk bersholawat… kenapa ya kok ada sebagian dari kalangan Islam Membid’ahkan mensesatkan orang2 yang bersholawat… memperingati maulid(kelahiran rasul) dikatakan bid’ah… semisal aja kita ulang tahun pasti kan kita senang kita syukur atas apa yang Allah berikan kepada kita umur yang panjang dll nikmat yang tidak dapat kita hitung… apalagi memperingati maulid rasul itu kan tanda kita bersyukur ke Allah bahwa pada hari itu Allah menurunkan Manusia mulia yang membawa kita dari alam jahiliyah menuju alam yang terang benderang dan penuh cahaya ke imanan, kenapa kok ada sebagian dari kalangan islam mengatakan hal tersebut bid’ah, sungguh disayangkan…

    • Kalo soal hukum2 shalawat, mungkin yg lebih paham bisa menjelaskannya.

      Kalo ane pribadi sih,
      Silahkan aja kalau mau sholawat sampe jungkir balik sesuai keyakinan ente. Yang penting jangan mengganggu ketentraman publik. Jangan bikin macet, jangan teriak2 atau rebana dan bikin kegaduhan yg mengganggu tetangga sekitar. Dan hormati jam belajar masyarakat.

      Jangan beralasan melaksanakan sunah tapi malah mendzalimi hak orang lain.

      • betuuul, apalagi kalo tiinggal di gang yang sempit dengan rumah berdempet, gak kebayang ributnya kayak apa, suara gendang bertalu-talu, sound system dengan diberi efek echo yang mendayu-dayu, bass juga full, alamaaak.

    • emangnya untuk apa bro, pake baju anti peluru segala? emangnya lagi berada di daerah konflik yah. kalo ane pas musim hujan gini pake payung biar gak basah kuyup.

    • Kalau pake baju anti peluru yang dikasih rajah dan jin tentu jadi syirik.
      Masalahnya bukan di alatnya.
      Tapi di bentuk permohonan/kerjasama/penghambaan kepada mahluk jin itu. Dan terutama penggunaan ilmu sihir, beserta simbol2 nya, itu jelas dilarang.

      Sekalipun ada huruf2 arab atau ayat2 alQur’an yang diselipkan di dalamnya. Justru itu merupakan penghinaan terhadap firman2 Allah.

  4. kita pake payung waktu hujan biar gak basah kuyup… kita sakit pergi ke dokter biar sakit kita sembuh… itu kan melalui perantara kan… kata anda kalo do’a sama allah gak usah pake perantara… coba aja pas hujan anda keluar rumah berdo’a mohon supaya gak kehujanan, saya yakin pasti basah kuyup… terus kalo sakit gak usah kedokter gak usah gak usah minum obat berdo’a aja supaya cepat sembuh… (semua itu bisa gak usah ke dokter gak usah pake payung bisa, tapi itu diberikan khusus untuk para kekasih Allah, kalo kita mah fakum awam jadi butuh wasilah/perantara)kita mau ngirim sms aja butuh operator…
    semua itu butuh wasilah mas,butuh ikhtiar trus kalo sudah ikhtiar kita iringi dengan do’a kalo semuanya sudah baru kita bertawakal berserah diri sama Allah… ilmu tauhid itu butuh proses mas, ilmu tauhid itu butuh sesuatu untuk meyakinkan… semisal kita percaya adanya Allah karna apa….?
    karna adanya kita dan alam ini… adanya kholik itu karna adanya makhluk, adanya pencipta karna ada yang diciptakan…

    • Tentu wasilah itu ada yang diperbolehkan, dan ada yang dilarang.
      Kalau kita lapar, makan sate kambing sebagai wasilah peyebab kenyang tentu diperbolehkan. Tapi kalau makan babi sebagai wasilah, tentu itu dilarang.

      Begitu juga mengenai perlindungan. Dengan wasilah baju anti peluru atau perisai tentu boleh. Tapi kalau pakai hal2 yg syirik ataupun sihir, tentu itu tidak dibenarkan.

      Benar ilmu tauhid itu perlu proses, butuh sesuatu untuk meyakinkan. Tapi kalau dalam proses itu menggunakan cara2 yang dilarang Allah dan rasulnya, itu justru bukannya menegakkan derajat tauhid, tapi justru malah merobohkannya.

      Contoh, kita butuh proses dan dana untuk membangun mesjid. Masjid itu diperlukan untuk meyakinkan masyarakat untuk sholat. Tapi apakah kira2 Allah akan menerima amal membangun mesjid dengan wasilah uang yang proses mendapatkannya dgn cara korupsi?

      • Yup. Kitab AlQur’an memang diturunkan melalui Jibril as, dan Muhammad saw. Mereka adalah para petugas yang syah dan diakui oleh Allah. Begitu juga syariat, dan ritual yang disampaikan oleh mereka juga syah dan diakui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

        Namun bagaimana dengan ritual dan syari’at yang diluar dari apa yg disampaikan oleh mereka? Apakah kira2 syah dan diakui Allah?

        Silahkan hati ente aja yg menjawab. Ga perlu ditulis di sini.

  5. @roboconac : kalo menurut anda silahkan bersholawat tapi tolong jangan membid’ah kan atau mengatakan orang lain yang tidak sepaham syirik/sesat… belajarlah bijaksana jangan memandang sesuatu dari sudut pandang kebenaran kita sendiri… apakah di zaman Rasulullah pernah Rasulullah mengatakan sesat kepada sesama muslim, bahkan semasa Rasulullah ada orang yang berbuat tidak baik kepada Rasul, para sahabat menyuruh Rasul mendo’akan yang tidak baik(supaya celaka), tapi apa jawaban Rasul, Rasul diutus untuk rahmat bagi seluruh alam bukan untuk mendo’akan yang tidak baik.
    apakah membid’ahkan/menyesatkan/mensyirikkan sesama termasuk dari tuntunan Rasulullah… coba renungi, kalo membid’ahkan/menyesatkan/mensyirikkan sesama bukan termasuk tuntunan Rasulullah, maka bukankah yang melakukan hal itu juga termasuk dalam bid’ah, karena melakukan hal yang bukan tuntunan Rasulullah… coba dibabar…

    • @Jati Diri
      Ya silahkan aja sih, diskusikan dengan yg lebih paham soal itu. Ane dari tadi juga nggak ada khan nuding ente bid’ah atau syirik? Berhubung itu bukan kapasitas ane.

      Lha wong ane pribadi walopun lebih cenderung ngikutin paham salaf, dan adik ane cenderung aswaja, tapi saling menghormati koq.

      Tapi kalo udah masalah tutup jalan, bikin kegaduhan, bakar petasan, dll yang bikin masyarakat jadi ngga nyaman dan melanggar ketertiban, tentu itu udah ngga bener.

      Apalagi ritual yg dilakukan itu bukan ibadah wajib (kalo ane bilang bid’ah ntar ente ngga terima lagi)

    • permisi numpang komeng akang akang………..menurut saya sih syiriknya bukan terletak pada bajunya tapi pada orangnya…hal misal keyakinan kita (iman) seandainya baju tadi tidak di pakai..yang jadi pertanyaan apaka keyakinan kita sama seperti waktu dipakai…kalau kurang yakin karena tak di pakai berarti keyakinannya sudah pindah ke baju untukisumo bukan ke ALLAH…itu berarti no1 : ingat baju no2:ingat ALLAH dalam proses kejadian menghadapi masalah,,,disitu sudak keliatan menomor dua kan ALLAH karena tidak yakin kalau tidak pakai baju untukisumo walau ALLAH ada…he..he.he,,, ini pendapat saya kang..syirik menurut saya menjurus ke keimanan sedangkan yang tampak adalah wujudnya perbuatanya gitu……

      • @mytha : buat perumpamaan aja, kalo hujan ente ingat payung kan… cari payung kan biar gak kehujanan… misal anda mau keluar rumah hujan, pasti kan anda tanya payungnya mana ya biar gak kehujanan, dalam konteks itu apakah yang anda cari atau nomor satukan…?
        yang namanya keyakinan ke Allah untuk bisa tauhid ke Allah itu harus ada sarana yang buat meyakinkan mas… saya mau tanya mas bisanya anda yakin Allah ada karna apa sedang anda tidak melihat Allah…?semua itu karena adanya dunia dan semua Ciptaan-Nya kan… makanya mau kita pake payung,jas hujan, baju anti peluru atau apapun itu cuma Wasilah kita ke Allah aja mas.. sebagai bentuk ikhtiar kita untuk yakin ke Allah, bahwa hakikatnya tetap Allah yang memberi keselamatan… tetap Allah lah yang menjadi sumber keselamatan kita.. mohon dicerna…

      • iya lah kang jati@ tipis banget bedanya…cuma dalam proses kejadian..misal kan hujan tak di temukan payung saya tetap pergi dengan keyakinan sampai dirumah…tapi kalau dalam masalah perang atau apa yang menyangkut keselamatan HIDUP mungkin kagak jadi pergi karena baju untukidumo tak di temukan dengan banyak pertimbangan…seandainya pergi juga karena keyakinan kepada ALLAH walau tanpa baju berarti baju itu sudah menjadi baju biasa bukan baju yang memberi kekuatan untuk selamat……..ohhh lupa kang saya mbak lho bukan mas…..

  6. marilah kita sesama muslim jalinlah persatuan dan kesatuan serta ukhuwah islamiyah, jangan diantara kita saling merasa paling benar bersudut pandanglah yang bijaksana karena perbedaan itu indah… karena sesama orang islam sepertu jasad tul wahid… dalam satu tubuh tidak mungkin kaki kaki semua, tangan tangan semua, pasti dalam satu tubuh itu macam2 ada tangan, kaki, kepala dll.. mohon menjadi perenungan bersama

  7. dulu khalid bin walid saat perang selalu membawa selembar rambut Rasulullah yang diselipkan diantara surban yang diikatkan pada kepalanya. pernah pada saat perang surbannya jatuh dan khalid bin walid sibuk mencari surban yang ada rambut rasulullah, saat ditegur karena tidak menghiraukan perang khalid bin walid menjawab “disurban itu ada rambut rasulullah, saya tidak pernah kalah berperang sejak memakainya. apakah khalid bin walid syirik?
    sahabat2 rasulullah juga selalu berebutan air wuduk yang jatuh saat rasul mengambil wuduk sampai seakan2 tidak ada setetes airpun jatuh ketanah. jelas air itu benda tapi ternyata sahabat berebut ingin barakahnya. apakah mereka juga syirik?. pernah juga sampai ada yang meminum darah rasulullah saat belliau berbekam, apakah dia juga syirik?

    • mungkin pertanyaan ente, salah satunya agak mirip dengan artikel di sini yah “http://www.as-salafiyyah.com/2011/08/tabaruk_06.html”.

      ane juga mohon pencerahan ini…

    • mungkin dulu itu kebudayaan masyarakat saat itu yang dulunya bertuhan kan berhala…hanya pertanyaan saya 1 ; pernakah rosul perang membawa rambut atau apa demi keselamatanya atau meminum air minum kakeknya karena lebih tua atau membawa tanah kuburan ibunya dengan tujuan keselamatan atau apalah..?? 2:sekarang yang kita ikuti rosul muhammad atao orang selain rosul muhammad…..mohon kang koreksi kalau salah..terimakasih

  8. @Roboconac : ana gak marah kok ente mau ngatain bid’ah atau sesat, itu mah masing2 keyakinan… harusnya kalau ente penganut salaf ente harus tahu sejarah ulama’2 salaf… bagaimana amalan2 para ulama salaf, walaupun sunnah ulama’2 salaf tidak berani menyepelkan/meremehkan… gak kaya ente mengatakan Apalagi ritual yg dilakukan itu bukan ibadah wajib..

    • @Jati diri
      Aduh ente nggak nangkep maksud ane.
      Point ane bukan di kata2 “bukan ibadah wajib” nya.
      Tapi point ane itu di : “Tutup jalan, bikin kegaduhan, bakar petasan, dll yang bikin masyarakat jadi ngga nyaman dan melanggar ketertiban”

      Ah udah ah. :D

      • @Roboconac : maksut ente bikin kegaduhan gimana…?ada orang ibadah kok dibilang bikin kegaduhan… orang yang non muslim aja gak ke ganggu dengan acara tsb kok.. ente orang muslim ada orang cinta rasul dengan memperingati hari lahirnya rasul malah merasa ke ganggu… piye tho…?
        abu lahab aja tiap hari lahirnya Rasulullah siksanya diringankan oleh Allah, karena apa…?karena ketika itu abu lahab merasa ikut bahagia/gembira/senang ketika rasulullah lahir… mudah2an menjadi perenungan bersama mengenai keutamaan rasulullah… kalo rasul tidak memiliki keutamaan tidak mungkin nama rasul bersanding dengan nama Allah yang agung.. “LAA ILAHA ILLA ALLAH MUHAMMADURRASULULLAH”

      • Alasan klasik.
        Gaduh tetap aja gaduh. Jangan karena alasan ibadah, tapi jadi mengganggu ketentraman umum.
        Orang non muslim itu diem aja, karena mereka takut rumahnya ditimpukin.
        Karena ane sesama muslim, jadi ane hanya mengingatkan, jangan sampai ibadah kita malah menjadi fitnah terhadap islam.
        Makanya di atas tadi ane bilang kalo ibadah wajib sih, masih bisa ditolerir.
        Lha ini, “ritualnya bukan ibadah wajib”, tapi malah mengganggu ketertiban.
        Giliran ditegur malah galakan mereka.
        Rasulullah saw sendiri pun kalo lihat kondisi kayak gitu pasti udah dibubarin tuh majelis. Mengelu2kan namanya, tapi menzhalimi ketertiban umum.
        Mudah2an jadi perenungan bersama, tentang apa sebenarnya yang Allah dan Rasulnya inginkan untuk umat ini.

      • Trusss, syahadat itu jangan dimaknai sebagai bersanding.
        Tapi lebih ke ikrar lanjutan.
        Sebalum Muhammad, syahadat orang2 beriman tentu sesuai nama nabi yg sedang ditugaskan.
        Contoh, Laa ilaaha illallah, ‘isa rasulullah. Atau muusa rasulullah, atau sulaimaanurrasuulullah, dsb.
        Nama nabi yg disebutkan sesudah ikrar tauhid pertama, sama sekali bukan berarti sandingan nama Allah. Namun lebih kepada ikrar untuk mengenali umat nabi siapakah si pengikrar itu.
        Tolong dipahami.

      • @Jati diri
        Sebagai renungan untuk kita.
        Semua umat islam tentu tidak menyangkal keutamaan Nabi Muhammad saw. Sehingga jangan ada tuduhan bahwa orang yg menolak maulid dan sholawat massal, adalah orang yang membenci Rasulullah.

        Mereka hanya tidak ingin penghormatan kepada Nabi Muhammad melampaui batas dari apa yang telah diatur dalam AlQur’an maupun hadits. Apalagi jika itu sampai berakibat pelanggaran ketertiban dan ketentraman publik.

        Dan Allah juga memerintahkan kita jangan melebih2kan antara nabi satu dengan yang lain. Ini tentu juga berlaku untuk nabi kita Muhammad saw.

        Mari renungkan, kenapa Allah berkali2 menekankan hal ini di beberapa ayat :

        Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (Al Baqarah:136)

        Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Al Baqarah:285)

        Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (Ali ‘Imran:84)

        Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nisaa’:152)

  9. sesungguhnya kecintaan kepada nabi muhammad dengan melaksanakan apa yg beliau perintahkan dan menjauhi segala yg beliau larang kita untuk mengerjakanya,,
    merayakan maulid sudah sama kita ketahui bahwa itu adalah bidah,,dan kitapun dilarang untuk mengerjakan bidah sbgaimna didalm hadits yg dkluarkan oleh ibnu majah dan abu daud ,”berhati-hatilah kalian terhadap semua perkara2 yg diada2kan dlm agama karna setiab bidah adlah sesat ” penggalan hdtnya krng lebih seperti itu

  10. anda makan terus kenyang, anda kenyang karena makankan, kalau anda meyakini kenyang karena makan maka anda syirik,
    anda tidak telanjang karena anda berpakaian dan anda meyakini itu berarti syirik,

    kok anda yakin allah ada kalau kenyataannya belum pernah melihat,

    tatalah hatimu dulu, sifat ilmu itu sombong,

    bacalah konspirasi dibalik sejarah islam, kesalahan terbesarmu adalah seakan-akan hanya kelompokmu yang masuk surga,,,, ngaji dululah

    • kang adad@ menurut say sih syirik itu menjurus ke masalah ketuhanan bukan yang lain. bagi saya sangat yakin ALLAH itu ada walau tak keliatan. maaf ya….

      • @Roboconac : Kalau Rasulullah tidak punya keutamaan di sisi Allah, gak mungkin Rasulullah itu Rahmatal lil Alamin…. bukan hanya namanya saja yang bersanding dengan Allah… Dan gak mungkin juga kan Rasulullah dijadikan sebagai penutup nabi dan Rasul… karena risalah yang di bawa Rasul itu yang sempurna, itulah diantara kemuliaan derajat Rasul disisi Allah…

      • @Jati diri
        Yang ngomong Rasulullah nggak punya keutamaan itu siapa?
        Baca tulisan ane diatas ok.

        Betul, ane sependapat bahwa risalah yang dibawa Rasulullah Muhammad saw itu sudah sempurna.
        Jadi kalau ada oknum yg mencoba menambah2 risalah itu, tentu itu sama artinya dia menghina kesempurnaan risalah nabi.

        Jika ente begitu memuja kemuliaan derajat Rasulullah, maka ikutilah cara ibadah yang diajarkannya. Jauhi cara ibadah yang tidak diajarkannya.
        Mudeng?

    • Islam itu mudah. Jangan dipersulit.
      Jika anda khawatir dianggap syirik kalau merasa kenyang karena makanan, ya silahkan saja untuk diri sendiri.
      Tapi jangan menganggap bahwa orang lain yg merasa kenyang karena makanan adalah syirik. Itu semua tergantung niat.
      Selama hal itu tidak dilarang oleh Allah dan Rasulnya.

      Bagi ane sih tidak mengapa orang merasa kenyang karena disebabkan oleh makanan. Tapi ketika orang itu meyakini bahwa sumber makanan itu bukan dari Allah. Baru boleh kita katakan syirik.

      Ngapain dipikir rumit2.
      Gitu aja repot.

  11. @Roboconac : gitu aja repot, tapi kenapa ngurusin masalah ibadah orang lain yang gak sepaham sama ente… membid’ahkan/menyesatkan segolongan muslim yang lain… kita itu harus introspeksi bahwa perbedaan itu sesuatu anugrah yang indah… karena perbedaan itu agar kita saling mengenal dan saling meghormati satu sama lain… di al – Qur’an kan sudah disebutkan… ngapain dipikir rumit2… wong udah jelas kita beda… ya gak usah disoalkan… gitu aja repot…

    • @Jati diri:
      Lho bukannya dari tadi ane nggak pernah membid’ahkan atau menyesatkan ente? Piye toh mas? :D
      Lalu, apakah ente sendiri udah introspeksi tentang perbedaan? Tidakkah terpikir “cara ibadah” ente jangan sampai mengganggu orang2 yang berbeda dengan ente?

      Jika seandainya di kampung ente ada umat non muslim, setiap minggu ibadah di rumah dengan alat musik dan speaker bersuara keras, kira2 orang kampung ente masih bisa menghormati perbedaan nggak? Ane yakin bakal diusir atau ditimpukin tuh. Banyak koq kejadian.

      Jadi nggak usah terlalu ideal bicara soal perbedaan kalo ente ga bisa nerapin. :D

      • @Roboconac : saya mau tanya apakah rasulullah menyalahkan sahabat abu bakar ketika abu bakar as. begitu cintanya kepada rasulullah…?bahkan harta sampe nyawanya pun dipertaruhkan untuk rasulullah, bahhkan abu bakar as. lebih memikirkan keadaan rasul daripada dirinya… ente emang tidak melmbid’ahkan/menyesatkan, tapi ente melarang kita cinta terhadap rasul secara berlebih.. apakah tidak sama aja membid’ahkan…. ente tahu darimana ente bisa kenal Allah…?apakah tiba2 ente bisa tau sendiri… itu semua kita bisa kenal Allah karena adanya rasulullah… kecintaan yang mendalam terhadap rasulullah yang mendalam akan membawa dampak kecintaan terhadap Allah juga lebih dalam… bagaimana kita bisa cinta sama Allah mendalam kalo kita mau mencintai rasulullah mendalam/berlebih aja dilarang…. sebagai perumpamaan bagaimana kita bisa ketemu presiden kalo kita tidak lewat ajudan/orang2 terdekat nya…
        untuk masalah seandainya di kampung ente ada umat non muslim, setiap minggu ibadah di rumah dengan alat musik dan speaker bersuara keras.. itu semua ada aturannya, cara mendirikan tempat ibadah juga ada aturanya dalam undang2… kalo jama’ah/pengikutnya sekian bisa beribadah disitu atau mendirikan tempat ibadah disitu… kalo dalam satu wilayah jama’ah/pengikutnya sama banyak, non muslim, mau setiap minggu ibadah di rumah dengan alat musik dan speaker bersuara keras.. ya kita harus saling toleransi… itu mungkin ente yang nimpukin, beda faham aja dikatakan bid’ah… apalagi beda agama..
        adanya aturan itu untuk kerukunan umat beragama, jadi jangan asal aja… pelajari yang cermat… kita pun kalo ngadain acara ada perijinannya, gak cuman asal gelar acara aia..

      • @Jati diri :
        Yang melarang bukan ane gan. Tapi Rasulullah Muhammad saw.
        Jangan protes sama ane. :

        لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ

        “Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.” [An-Nisaa': 171]

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ اَلْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ.
        “Jauhkanlah diri kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya sikap ghuluw ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
        HR. Ahmad (I/215, 347)

        لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.
        “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).’”
        HR. Al-Bukhari (no. 3445)

        ‘Abdullah bin asy-Syikhkhir Radhiyallahu anhu berkata, “Ketika aku pergi bersama delegasi Bani ‘Amir untuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (penguasa) kami!” Spontan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

        اَلسَّيِّدُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى.
        “Sayyid (penguasa) kita adalah Allah Tabaaraka wa Ta’aala!”

        Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.” Serta merta beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

        قُوْلُوْا بِقَوْلِكُمْ أَو بَعْضِ قَوْلِكُمْ وَلاَ يَسْتَجْرِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ.
        “Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaithan.”
        HR. Abu Dawud (no 4806)

        Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik di antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami dan putera sayyid kami!’ Maka seketika itu juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُوْلُوْا بِقَوْلِكُمْ وَلاَ يَسْتَهْوِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ، أَنَا مُحَمَّدٌ، عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُوْنِيْ فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِيْ أَنْزَلَنِيَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.
        “Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku.”
        HR. Ahmad (III/153, 241, 249)

      • @Jati diri
        Mending kita back to topic aja deh. Ini khan artikel membahas ilmu sihir.
        Koq malah jadinya ente malah bahas bid’ah?

  12. kalo pake baju itu beneran kebal, sharusnya dikembangkan untuk TNI atau di ekspor, daripada bangsa kita impor baju kebal berbahan kevlar produksi yahudi :p

  13. Pake baju anti peluru atau zirah spt jaman nabi dan percaya baju itu yg menyelamatkan bkn allah maka syirik! pake baju ontokusumo di atas meskipun pake rajah dekil dll jika niatnya percaya yg menyelamtkan allah itu gak syirik semua tergantung niat hatinya …..!

  14. inilah para ahli omong………….. apa saudara saudara sudah yakin besok masuk surga……. ane tunggu di akhirat……………. apkah anda2 semua benar benar orang suci ataw hanya pintar dalam berteori…… perbedaan adl permsuhan. ingat ituwww za…….. matur suwunnnnn……

  15. kbetulan saya tukang sablon kaos nh…tp untuk NYABLON yg satu ini…..AKIDAH saya nh taruhannya…astaghfirullahaladzimmmm…..ga mau ah….

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s