Beberapa Ritual Pesugihan di Tanah Air

Oleh: Muhamamad Abduh Tuasikal

1- Pesugihan lewat monyet atau kera (kethek)

Di Jawa Timur, ada banyak tempat untuk ritual pesugihan. Salah satunya di daerah Ngujang, Tulungagung. Di tempat ini terkenal dengan pesugihan monyet atau kera, atau dalam Bahasa Jawa biasa disebut ‘kethek’. Ada tata cara khusus untuk menjalani ritual pesugihan ini. Ada perjanjian-perjanjian khusus yang harus dipenuhi sang pemuja sebagai mahar (mas kawin). Di antara syarat yang harus dipenuhi dalam pesugihan ini adalah wajib memberi tumbal kepada mahkluk ghaib yang menguasai makam Ngujang selama si pemuja masih hidup.

Selanjutnya, dari zaman ke zaman, makam Ngujang atau Kethekan, dijadikan tempat mencari pesugihan. Barang siapa yang meminta juru kunci untuk membantu mencari pesugihan, dia (si pemuja) diberi seekor monyet yang dijadikan peliharaan untuk dapat mendatangkan rezeki. Konon kisahnya, di antara monyet yang ada adalah jelmaan dari dua santri yang dahulu enggan untuk ngaji di pesantren, ketika disuruh, mereka malah memanjati pohon. (Sumber: Merdeka.com)

2- Pesugihan lewat semedi di goa dan makam

Gunung Selok di Cilacap merupakan wisata yang nyaman mengasyikkan dan unik karena lokasi ini menyajikan perpaduan keindahan alam berupa hutan bukit goa-goa alam Benteng peninggalan Jepang yang konon ada 25 benteng dan pantai laut selatan .

Wisatawan yang datang berkunjung biasanya mempunyai minat berziarah atau ingin bersemedi di petilasan atau makam atau di goa-goa yang ada. Petilasan yang banyak dikunjungi dan dianggap keramat adalah Padepokan Jambe Lima dan Padepokan Jambe Pitu.

Goa yang ada di sana setiap hari dikunjungi wisatawan untuk berziarah dengan tujuan yang beraneka ragam ada yang menginginkan pangkat, kemuliaan, kesehatan, ingin punya jodoh, usahanya lancar dan sebagainya. (Sumber: Cirebonfree.blogspot.com)

3- Pesugihan lewat ngalap berkah pada pohon

Gunung Kawi merupakan petilasan dari tokoh-tokoh yang berbeda generasi. Tempat ini pernah menjadi pelarian Pangeran Kameswara dari Kediri pada tahun 1200-an Masehi.

Selain itu, di gunung ini juga terdapat makam Eyang Sujo dan Eyang Jugo, yang merupakan keturunan Mataram. Keduanya adalah pengikut Pangeran Diponegoro yang melarikan diri setelah ditangkapnya Pangeran diponegoro pada tahun 1830. Petilasan dan makam tersebut yang biasanya dikunjungi untuk ngalap berkah.

Di Gunung ini terdapat sebuah pohon yang bernama Pohon Dewandaru. Konon, pohon ini bisa mendatangkan keberuntungan. Para pengalap berkah akan menunggu daun, buah, dahan, atau ranting yang jatuh dari pohon tersebut yang dipercaya bisa mendatangkan apa yang diinginkan. (Sumber: Lipatan6.blogspot.com)

4- Pesugihan lewat tumbal, sembelihan dan sesajen

Gunung Srandil yang terletak di Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah ini menyimpan banyak kisah dan mitos. Selain dipercaya sebagi petilasan tokoh-tokoh sejarah seperti Kunci Sari dan Dana Sari yang merupakan pengikut pangeran Diponegoro, gunung ini juga diyakini menjadi petilasan tokoh-tokoh mitologis Jawa, seperti Hanoman dan Eyang Semar.

Para pencari berkah biasa datang ke gunung ini dengan membawa berbagai sesajen, baik berupa bunga-bungaan, hingga sembelihan seperti ayam atau kambing. (Sumber: Lipatan6.blogspot.com)

Pesugihan jenis ini dapat pula ditemui di Gunung Merapi. Merapi sejak dulu menyimpan sejuta misteri. Gunung teraktif di dunia ini, menjadi tempat yang banyak dikunjungi paca peziarah. Di antara mereka, ada yang datang untuk mencari jalan pintas untuk kaya.

Di Cangkringan, lereng Merapi sebelah selatan terdapat sebuah gundukan tanah yang dipercaya sebagai makam keramat. Lokasi ini dinamakan Watu Tumpeng. Konon di sini bersemayam jasad seorang sakti dari masa lampau.

Situs Watu Tumpeng ini ramai didatangi oleh mereka yang ingin mengubah nasib. Banyak persembahan diberikan pada penunggu ghaib dari situs tersebut. Konon, tempat ini memang tidak meminta tumbal fisik bagi mereka yang berhasil.

Meski secara fisik tidak meminta tumbal, namun secara rohani, mereka yang meminta di tempat tersebut telah menyerahkan jiwa mereka pada kekuatan lain selain Allah. (Sumber: Lipatan6.blogspot.com)

5- Pesugihan melalui sosok ghaib

Parangtritis dianggap sebagai pusat kerajaan siluman yang dipimpin Kanjeng Ratu Kidul. Sosok ghaib yang pasti dikenal akrab oleh orang Jawa, khususnya di wilayah Mataraman (Jogja-Solo dan sekitarnya). Dua sosok yang sering dimintai oleh para pencari pesugihan adalah Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul sendiri.

Konon, Nyai Blorong bisa mengabulkan uang sampai milyaran rupiah. Tak ayal, sosok satu ini menjadi pesugihan “kelas atas” di bandingkan jenis-jenis pesugihan lain. Wujud pesugihan ini berbentuk ular naga yang bersisik emas. Yang lebih dahsyat, bila pemilik pesugihan melakukan hubungan badan dengan Ular Blorong itu, maka sisik-sisiknya yang berupa emas dan permata akan rontok di tempat tidurnya. Namun semua itu harus ditukar dengan pengorbanan ‘tumbal nyawa’. Bagaikan orang yang mempunyai utang. Nyi Blorong sebelum menyanggupi untuk menolong calon kurban, sebelumnya mengadakan perjanjian untuk membahas masalah tebusan. Alkisah, pembicaraan tebusan itu dilakukan keduanya sembari bersenggama di tempat tidur. Sama persis dengan kekayaan yang diperoleh lewat jalur yang tidak direstui agama. Umur kekayaan versi Nyi Blorong, hanya tujuh tahun. Jika yang bersangkutan ingin memperpanjang, bisa diulur lagi, satu periode lamanya dan tebusan berupa mayat bisa dialihkan ke orang lain. Selanjutnya, korban tak boleh diwakilkan. Artinya, kelak setelah meninggal, harus menjadi pengikutnya.

Sedangkan Kanjeng Ratu Kidul, dikenal lebih welas asih. Sosok penguasa kerajaan ghaib ini tidak meminta tumbal nyawa. Konon, uang yang didapat dari Kanjeng Ratu Kidul tidak sebanyak yang diberikan Nyi Blorong. (Sumber: Lipatan6.blogspot.com)

Sebagaimana disebutkan dalam tulisan sebelumnya, bahwa ritual pesugihan di atas tidaklah lepas dari penyimpangan berikut ini.

1- Syirik dalam ibadah (uluhiyah) bahkan dalam rububiyah (karena yakin yang mengabulkan do’a adalah selain Allah).

2- ‘Ngalap berkah’ yang tidak syar’i bisa jadi syirik, bisa jadi amalan yang mengada-ngada.

3- Semedi atau i’tikaf tanpa ada petunjuk dalam Islam.

4- Meraih kekayaan dan hajat dunia lewat ritual maksiat seperti lewat ritual seks dengan bukan pasangan yang sah.

5- Tawassul yang tidak benar.

6- Harus memenuhi syarat pesugihan dengan menyajikan tumbal dan sesajen.

7- Tawakkal (menyandarkan hati) pada sesuatu yang bukan sebab atau mencari keberkahan lewat jimat.

8- Beramal akhirat hanya untuk mencari keuntungan dunia semata.

9- Melakukan safar terlarang ke gunung, petilasan dan kubur wali.

10- Mencontoh pelaku maksiat.

11- Melakukan ritual mengada-ada yang tidak pernah dituntunkan.

Penyimpangan di atas akan dijelaskan secara lebih detail dalam serial berikutnya. Moga Allah menolong dan memudahkan.

Artikel di atas hanya memuat sebagian tulisan, selengkapnya bisa dibaca di:
http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/4253-ritual-pesugihan-dan-ingin-kaya-mendadak-2.html

8 gagasan untuk “Beberapa Ritual Pesugihan di Tanah Air

  1. Ustad,. di tanah kelahiran saya, Temanggung, pesugihan dengan menggunakan kera/kethek telah dituding ber-andil besar dalam punahnya populasi kera/ kethek di banyak tempat di Temanggung.

    Sekitar tahun 80-an, saya masih bisa melihat populasi kera yang lumayan banyak di beberapa petilasan yang kebetulan menjadi habitat mereka, seperti di petilasan Dusun Tlahab, Petilasan Seroyo, Petilasan Paponan,. dsb.

    Tapi kini populasi kera di tempat petilasan yang saya sebutkan diatas sudah tidak dapat lagi ditemui. Satu-satunya habitat kera dekat petilasan yang masih terjaga adalah di Petilasan Jumprit, itu pun tak banyak lagi. Pemerintah telah melarang penangkapan kera didaerah itu (walau terlambat).

    Kita sebagai umat yang rahmatan lil alamin tergerak untuk melindungi kera-kera itu dari kedzaliman manusia, terutama praktek pesugihan ini.

  2. maaf saya mau nanya logicnya kondisi ruh yg dijadikan tumbal dalam pesugihan sbb :
    case 1 :
    saya pernah diceritakan bapak saya yg mengantar bos bapak saya(non muslim) melakukan pesugihan di gunung kawi. disana bos bapak saya disuruh oleh kuncennya untuk makan ikan bakar. setelah pulang kerumah salah satu anak bos bapak saya mati dan diyakini sendiri oleh bos bapak saya sebagai tumbal dari pesugihan yg dia lakukan.pertanyaannya adalah apakah benar ruh anak itu menjadi budak dinegeri siluman dimana ayahnya melakukan pesugihan.sedangkan anak kecil yg belum baligh kan belum ada hisabnya.
    case 2 :
    saudara saya seorang supir menjadi tumbal dari bosnya dengan menjadi korban kecelakaan yg menewaskannya.dan keluarganya mendapat santunan yg sangat besar dari bosnya.diantara anaknya meyakini ayahnya memang menjadi tumbal dari bosnya dikarenakan banyak kejadian aneh menjelang kecelakaan yg merenggut nyawa ayahnya.nah apakah benar orang yg gak ngerti apa2 pas meninggal harus menjadi budak dinegeri siluman dimana bosnya melakukan pesugihan?

  3. FYI.
    Ane pernah diceritain temen. Ada juga “Pesugihan Haji”.

    Sejenis pesugihan, dengan perjanjian bahwa si pelaku disyaratkan pergi haji.
    Trus waktu ritual lempar jumroh, batu jumrohnya ga boleh dilempar. Tapi dibawa pulang.
    Utk bukti ketaatan pada iblis.

    Logikanya, lempar jumroh itu adalah bukti pernyataan permusuhan sama iblis. Jadi menahan batunya dan tidak dilempar adalah bukti pernyataan persekutuan.

    Ane denger isu ini udah lama sekali. Wallahu a’lam bener atau nggaknya.

  4. kejawen emang geblek bner ya, di bodohi setan mau aja, psugihan emng udah jdi budaya di jawa, yaa tapi masih ada aja yg mau percaya dan ngelakuin. makanya islam turun kesini tuh buat ngilangin kbiasaan bgini biar ngga jadi sesat.

  5. semoga para pelaku pencari kekayaan dengan cara pesugihan disadarkan dan kembali mengingat akan penciptanya (allah)
    nauzubillah…karena allah maha pengampun dan maha pemberi rahmat.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s