Wawancara dengan Adam Amrullah, Mantan anggota LDII, Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq

Alhamdulillah, melalui perantara blog ini kami telah sedikit membantu mengungkap kebatilan yang ada di masyarakat. Kali ini kami ingin mengangkat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Keberadaan LDII telah meresahkan masyarakat karena banyak kabar tentang kesesatannya, namun faktanya masih samar bagi mereka. Benarkah mereka bukan aliran sesat dan hanya salah satu ormas Islam lainnya sebagaimana Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, atau Salafy? Untuk menjawab ini, kami mewawancarai Ustadz Adam Amrullah, mantan anggota LDII dan kini aktif mengungkap fakta LDII melalui Forum Ruju’ Ilal Haq.

Wawancara

Assalamualaikum ustadz, bisakah sebelumnya memperkenalkan diri pada pembaca kami?

Saya Adam Amrullah bin Bastaman, tinggal di Bintaro, karyawan swasta di peusahaan IT / Telco.

Pendidikan Kuliah: tamatan ISTN Teknik Elektronika Telekomunikasi

Pendidikan Agama setelah keluar dari LDII :

  • Tauhid : Ahlussunnah Waljamaah
  • Tahsin Tahfidz : Muntadha ahlulQur’an,
  • Bahasa Arab : MT XL, Lughtauna, Assunnaa,
  • Imam, Khatib, Da’i : FUI, DAINA
  • Ruqyah Syariyyah : QH, ARSYI
  • Bekam : Rumah Bekam Albani
Ustadz Adam Amrullah. Sumber: Facebook.

Ustadz Adam Amrullah. Sumber: Facebook.

Bisa diceritakan hubungan Anda dengan LDII?

Saya sejak lahir di LDII / Islam Jamaah, selama 31 tahun. Seluruh keluarga saya ada di LDII/Islam Jamaah

Alhamdulillah ibu dan adik saya keluar juga dari LDII/Islam Jamaah setahun setelah saya keluar, beberapa saudara ibu juga keluar.

Silakan diceritakan sejarah LDII dari semenjak kemunculannya sebagai Islam Jamaah?

LDII dahulunya adalah Quran Hadits Jamaah/Jamaah Quran Hadits terus berubah nama menjadi Lemkari, sekarang LDII. Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971).

Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972). Namun dengan adanya UU No. 8 tahun 1985, LEMKARI sebagai singkatan Lembaga Karyawan Islam sesuai MUBES II tahun 1981 ganti nama dengan Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat juga LEMKARI (1981). Pengikut aliran tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR, kemudian LEMKARI berafiliasi ke GOLKAR dan kemudian berganti nama lagi sesuai keputusan konggres/muktamar LEMKARI tahun 1990 dengan nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Perubahan nama tersebut dengan maksud menghilangkan citra lama LEMKARI yang tidak baik di mata masyarakat.

ALLAAAAAHU AKBAR 23 APRIL 2013

Apa saja paham-paham di LDII yang Anda yakini sudah menyimpang?

Mengkafirkan yang tidak mau berbaiat dan bergabung dengan jamaahnya karena pengkafiran ini lahirlah ijtihad imamnya seperti:

  1. tidak boleh shalat berjamaah dengan selain jamaah mereka.
  2. tidak boleh nikah dengan selain mereka.
  3. kalo gak jamaah mereka gak boleh mewaris harta.
  4. wajib berdusta untuk menjaga kelangsungan ajarannya, wajib hanya mengaji ke jamaahnya saja.
  5. gak boleh bertanya agama kepada selainnya.
  6. gak boleh baca buku agama selain dari yang diterbitkan oleh jamaahnya saja.

Ijtihad Bathil imamnya yang lain:

  1. Perintahnya adalah wajib ditaati.
  2. Wajib setor upeti bulanan sebesar 10% dari penghasilan.
  3. Wajib tobat dengan menulis surat tobat ke imamnya dengan menyertakan uang tebusan.

Saat ini, mereka mengklaim sudah memiliki paradigma baru. LDII menurut mereka tidak lagi terkategori sebagai aliran sesat. Betulkah?

Dusta, mereka wajib merahasiakan ajaran aselinya. Mereka sebut itu bithonah. Persis seperti taqiyyah-nya Syiah. Bukti kedustaannya ada di Nasehat Adam Sekjen FRIH.

Apakah informasi di situs resmi LDII bisa kita percayai sebagai ajaran mereka sebenarnya?

Mayoritas Isi situs resmi LDII isinya adalah Dusta dan Politik Pencitraan. Demikian juga video mereka di youtube. Itu bukan ajaran aselinya. Akan selalu begitu.

Dalam rangka merekrut jamaah baru, mereka melakukan politik pencitraan. Salah satunya dengan menunjukkan orang-orang terkenal atau artis yang ikut jamaahnya.

Apa saja kebohongan LDII pada masyarakat luas?

Semua paradigma baru mereka itu dusta.. mereka masih islam jamaah 100%. Kemarin di MUI Bogor pun terungkap, mereka memalsukan Surat MUI yang belum resmi, tanpa stempel.. oleh mereka sekarang udah ada stempelnya.

Beberapa anggota LDII sudah menjadi anggota MUI dan sangat dekat dengan oknum MUI Pusat, dan DEPAG, serta tokoh-tokoh masyarakat yang sering meresahkan umat

Selain penyimpangan agama, apakah ada motif penipuan secara materi (uang) juga di LDII?

Motif itu Nampak jelas. Karena sejak dulu Nurhasan juga minta dipinjami oleh jamaahnya Emas namun gak pernah dikembalikan. Jamaahnya harus menyetor uang ini dan itu.

Untuk yang terbaru ada beberapa. Di antaranya yang paling heboh adalah penipuan 11 Trilyun. Sampai ada yang terbunuh dan ada juga yang dipenjara padahal tidak bersalah. Itu karena mereka sanggup membeli oknum-oknum pengacara, hakim, jaksa, dan kepolisian untuk membela mereka

Apa saja keuntungan yang didapat para pengurus pusat LDII dari anggotanya?

Hampir semua warga jamaah LDII ini terdoktrin : “kalau gak taat imam, wajib masuk neraka”. Jadi mudah sekali bagi imamnya untuk minta ditaati. Selain setor harta, imamnya juga menyuruh jamaahnya mentaati apapun perintahnya. Misal jamaahnya diminta kerja di kebunnya, menjaga pom bensinnya, dsb.

Jadi, apapun perintahnya dia harus taat. Terlalu banyak keuntungan yang bisa didapat karena ketaatan jamaahnya itu

Menurut Anda, kenapa hingga saat ini LDII belum difatwa sesat oleh MUI?

Karena ada Oknum MUI Pusat dan Daerah, Oknum DEPAG yang membela LDII. Juga karena masyarakat yang peduli akidah masih sedikit dan kurang bersatu karena banyak umat islam yang cinta dunia dan takut mati.

Sebagai penutup wawancara ini, menurut ustadz apa saja yang perlu kita lakukan untuk menghindarkan diri dan keluarga dari paham LDII?

Harus mengetahui akidah asli mereka, tidak mudah tertipu oleh tipuan mereka, tidak menerima hadiah mereka. Harus belajar akidah ahlussunnah wal jamaah dan bisa mewaspadai akidah-akidah menyimpang seperti: Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Syiah Rafidha, Sekuleris, Pluralis, Liberalis, dan semua akidah menyimpang lainnya

Apakah sudah ada ulama yang memfatwa LDII sesat?

Salah satu ulama yang dijual namanya adalah Syaikh Yahya Almudarris, pengajar Masjidil Haram. Beliau dianggap membenarkan ajaran LDII ini. Namun, alhamdulillaah, Allah berhasil mempertemukan kami dengan Syaikh Yahya dan kami mendapat fatwa tersebut.

Ada juga fatwa-fatwa pengajar Ummul Quraa yang terkenal, yaitu Syaikh Bazmul.

Apakah LDII memiliki anak organisasi atau kedok yayasan lain yang perlu kita waspadai?

Ada banyak. Kedok mereka saat ini :

  1. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) –dulunya Lemkari.
  2. Cinta Alam Indonesia (CAI) –Organisasi Kepemudaan
  3. Sentra Komunikasi Mitra Polri (SENKOM) –Semacam intel mereka
  4. Persatuan Silat Nasional (PERSINAS ASAD) –pasukan perang mereka
  5. Yayasan Wali Barokah –salah satu yayasan

Mereka juga punya Usaha Bersama (UB) –semacam Koperasi mereka, Yayasan lain, KBIH, Travel Haji dan Umroh dsb.

LDII ASAD SENKOM Imam Islam Jamaah ke2

Terima kasih atas kesediannya meluangkan waktu untuk wawancara ini. Kami doakan agar perjuangannya mengungkap paham LDII semakin menggema dan bisa menyadarkan para pengikutnya.

Naam. Kunjungi Forum Ruju’ Ilal Haq. untuk bukti kesesatan LDII dan fatwa ulama mengenai ajaran LDII. Syukran wa Barakallaahufiikum.

252 thoughts on “Wawancara dengan Adam Amrullah, Mantan anggota LDII, Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq

    • hehehe….Adam….pe kabar dam? sejak kapan lu jadi ustadz baru tau gw dam?…jadi inget di ISTN dulu….thanks nih dul berkat elu ngoceh sono -sini Alloh memberikan lebih banyak pertolongan sama kaum yang lu expos…xixixi….ya semoga lu dpt yang terbaik aje …btw gelar ustazz lu dpt dari mane dam?

    • hai Adam, lama juga 31 tahun ikut Jamaah LDII, dan sudah pinter dong ( ud nglotok Qur’an Hadist nya ),.dan selama 31 tahun ngga ada perkembangan untuk tempati posisi atau jabatan yang lebih tinggiiiiiii,ya Jadi AMIR gitu, ada yang tawari posisi jabataan Sekjen, bahagia dong sekarang, nanti ditendang dari SEKJEN jangan jelek2in organisasi lu sekarang lagi, kasihan ama diri lu

    • si AAAAAAAAAAAdam,,,,,,, mengapala ko.. ni dam… lebih baik ko pikir anakmu tu untuk esok apa mau di makan… daripada ko pikirkan ldii ni….

      • tulah ko dam…… masa pengajian……bules…… jarang datang…. mungkin ko salah niat kan dam….. sehingga ko komentar yang bukan22 tak masuk akal……. he… dam..dam… semoga ko di berikan hidayah dam………..ingat tu dam mati sewaktu2……..

    • apa yang ku herankan ko ni dam.. ko di ldii sudah 32 thun.. seingat saya lama betul tu dam baru sekarang ko kata sesat pula…. macam tak masuk akal pula.. mungkin ko tak perna mengajikan.. @ mungkin komarah orang di sana ni sehingga ko kata begitu……. ya kah dam… sebab apa yang ko kata sesat memang tak masuk akal..dari dulu benda yang sama juga di komentarkan……. hairan saya… adakah mengaji Qurhan hadis dikatakan sesat…. semua negara mengesahkan Qurhan hadis harus dikaji dengan cara mangkul……betulkan dam….. itu yang dimaksudkan mengaji…dam..takkan tak tau…. dam…..dam…. ingat tu dam Tuhan sekarang tengah melihat ko ni dam…….apa yang ko buat…… ingat tu mati sewaktu22….

  1. para pengikut LDII memang seperti mayat hidup,..gak punya pikiran dan bebalnya gak ketulangan,..rekan kerja saya di kantor pun LDII,tiap jumatan dia pergi naik motor ke mesjidnya sendiri,lalu shalat zuhurnya selalu antara jam 14 s/d 14.30, asharnya sekitar jam 5 saking ngak maunya shalat jamaah sama kita kita… kata orang jerman sih
    uyuhan weh..teu cape hirup jiga kitu… :lol:

      • @ bang Udin dan Bang Tri,
        lihat semua kejanggalan hidup golongan kalian,
        kalian telah dikotakkan, telah di cuci otaknya, tdk boleh berfikir dan cukup hanya manqul ajja yg berpikir, gimna itu dikataen bener,
        5 tahun ane kumpul orang LDII emang mereka semua PINTER dan JAGO Bang dalam Urusan Ngibulin/BOHONG n menutup-nutupi keboborokan dan kesesatan LDII.

      • si adam ni….. kefahaman agamaye tidak ada apa22 ye… ni pula mau menyedarkan ahl iulama Qurhan hadis…. ko enak…

      • apala ko ni lurus bendul…. adakah memburuk dan memfitnah dikatakan benar….. bendul betul ko ni….. kan jelas2 si adam ni otakye tak betul….. atau si adam ni gila nama mungkin……

    • seingat saya bukan awak ke seperti mayat hidup yang masih kebingunan dalam bab agama mau beribadah seenakye jak…..pakai buku karangan yang tak jelas dan tiada tuntunan qurhan hadis….. malah mau menyalakan orang lain…..

  2. kelompok yg dianggap bukan bagian dari mereka dinilai nazis seperti bangkai hidup semua nauzubillah..!!
    Karena lingkungan tempat sy tinggal bertetangga dng mereka lahan2 kosong pun sudah padat dibangun untuk jamaah mereka n jangan coba2 sholat dimasjid mereka biasanya setelah selesai tempat asal kita duduk langsung dipel beberapa kali masya allah..

    • kalo saya sih abis sholat di mesjid mereka… suka belaga pilon.. pura2 duduk dulu, jalan2 pura liat2 daleman mesjid, pegang sana-sini.., sekalian deketin tempat imamnya..

      #biar sekalian di cuci tuh daleman, elap sana sini :lol: :mrgreen:

      • Biasanya isu tentang “pel mengepel” ditujukan ama umat islam yg cetek ilmunya. karena golongan ini yg paling mudah diprovokasi. untuk umat islam yg rada2 berilmu, isunya beda lagi… yaitulah trik2 zionis utk mengadu domba umat. Silahkan datang dan kunjungi pengajian LDII, terbuka untuk semua

      • @Tri..

        sy bukan LDII.. apakah menurut anda saya kafir??

        sy ngaji di NU.. dan ustadz saya yg bersanad ke rosul.. apakah ilmu yg saya dapat bathil??

    • Jangan belajar jadi pendusta besar & pemfitnah yg bodoh mengatakan kalau orang lain ldii sholat dan duduk di masjid ldii bekasnya di pel yang logiklah bagaimana kalau orang lain ldii yang datang bergantian (tidak satu waktu) bukankah pengurus masjid itu bunuh diri ngepel terus menerus, aku dah buktiin aku bertetangga dengan warga dan masjid ldii tidak pernah bekas duduk aku sholat dipel baik sholat magrib isya’ dan jum’atan (pembuktian sering aku intip setalah aku sholat disitu)

  3. jangan berdusta ah, kalau anda melihat yg kurangnya lalu diceritakan. Coba perbuatan baik yang anda temukan dari islam yang sebenarnya lalu ceritakan kepada orang yang hanya percaya pada tulisan.Kenapa anda sudah 31 tahun hidup dengan islam yang dilaksanakan secara qur’an Hadist diam saja; sedangkan sekarang sudah males beribadah ngomong ke sana ke mari tapi membohongi umat.Kalau menurut saya; saya sering berkumpul dengan orang persis,orang NU, orang LDII, orang jamaah tablig; mereka baik-baik ko; solat sendiri OK, solat berjamaah OK, saling tolong menolong,perhatian sesama umat. kalau ane ngga perycaya sama orang bohong-sudah kelihatan orang yang suka menjelekan orang laian adalah cirinya orang yang jelek. Lebih baik ajaklah umat untuk watawassaubil haqqi watawassaubisobri. Silahkan yang membinanya mau NU-mau persis-mau LDII-mau al wasliah; yang jelas mereka mengamalkan qur’an hadist, mau ber inpaq utk menolong faqir miskin, syiar islam dapat berjalan dengan baik dengan tanpa bayaran tetapi bagi yang melakukan syiar islam anak istrinya dicukupi oleh baitul mal.Pokoknya bersatulah umat islam ,jangan mau dipecah belah dengan pendusta-pendusta yang sakit hati; lebih baik kita dengan yang menyejukkan umat yang menyemangatkan umat utk berfastabiqul khoiro. semoga islam makin bersatu.Semoga Alloh melindungi kita dari berbagai kejahatan yang lahir di permukaan bumi ini.

    • @aa bandung…

      coba ente add aja tuh akunnya Mas Adam di atas.. sekalian kunjungi link yg di bawah artikel.. di sini ga ada yg sakit hati atau pendusta.. baitul mal ente gak jelas pembukuannya>

      • aduhhh,,, drmn lo tau dy ga skit hti??? sotoy!!! mna ad yg tau hati seseorang, kita bsa ukur dlm’y lautan tp kt gbsa ukur dlm’y hati mnusia. kya tau aje lo pembukuan’y. tnya adam org keuangan’y bkn??? lo cb aj telusurin sndiri, lo bsa liat sndiri dan nnti jlsin ssat’y dmn!!! LDII klo emg sesat lo kluar!!!

      • Apa anda tidak pernah mengaji tentang orang yang meminta kembali pemberiannya itu ibarat seekor anjing yang menjilat kembali muntahannya?
        Apa anda tidak pernah mangqul Hadits Shohih Bukhori, bahwa bershodaqoh kepada pencuri, pelacur, anjing saja mendapat pahala dan Alloh Ta’alaa memasukkan surga kepada yang bershodaqoh?
        infak sodakoh kok pake nanya pembukuan?? Insya Alloh di LDII amanah. mudah banget sih di adu domba. sampai pembukuan infak sodakoh diurusin. buktinya masjid LDII bagus2 dan megah2 yg dibiayai dari infak sodakoh.

    • Biasanya isu tentang “pel mengepel” ditujukan ama umat islam yg cetek ilmunya. karena golongan ini yg paling mudah diprovokasi. untuk umat islam yg rada2 berilmu, isunya beda lagi… yaitulah trik2 zionis utk mengadu domba umat. Silahkan datang dan kunjungi pengajian LDII, terbuka untuk semua.

      • emang sekarang tentang pel mengepel sudah tidak lagi,krn gencarnya isu ini bbrapa taun lalu,shg (ijtihade bp imam ) pusat mengintruksikan untuk tdk terlalu menyolok (direvisi kali yaah…) tapi tetep harus dijaga kesucian masjid, …naah ada lagi nih yang di..(revisi …? ) tentang ucapan amiin…. (ma’mum) saat shalat imam akhir baca alfatihah, sejak dulu..bacaan amiin harus dan wajib benar harkatnya (diwajibkan sama seluruh indonesia lafad aaa… brapa harkat, miiin… brapa harkat,jika salah harkat maka artinya malah melaknat allah katanya..percuma tidak diterima sholatnya)
        nah kini direvisi melalui penjelasan dalam tex bulan maret’13.. sekarang dipersilahkan bebas…. mau panjang mau pendek… pokoknya ucap amiin.. ..KOK GAK ISIN YOO… BIYEN SALAH UCAP AE DIPENDELIKI…. SAK IKI GAK OPO2…..
        Maksud ku sing genah nek ngajari wong… jangan mewajibkan nek ternyata salah…. utowo gak bener..!

  4. kalau semua ngomong ini sesat, itu sesat dan saling menyesatkan terus yang benar yang mana ????/ aduh bingung aku .. tunjukin donngg harus ikut islam yang apa

    • yg jelas jangan cuma diem aja dirumah!!!! kunjungi aja setiap ada pengajian, jangan lupa pengajian LDII juga dikunjungi. nanti saudara akan bisa menilai sendiri. selamat mencari kebenaran, semoga Alloh menunjukan jalan. amiin

  5. setahu ane di dalam al quran di jelaskan ” orang2 munafiq kalau berkumpul dengan orang iman dia berkata: aku temanmu) tapi setelah kembali ke golonganya dia juga berkata aku temanmu) dan dia akan memusuhi serta berhianat kepada orang iman, saya bukan menuduh penulis ,tapi apa penulis itu sama dengan ayat al quran trsbut yaaa.

    • jangan salah di mesjid2 LDII selalu ada intelnya,jika ada satu orang aja yang asing/selain anggota meraka, meskipun sedang serius mengaji maka langsung sipembicara diberi isyarat husus,dan… langsung mengalihkan pembahasan yang pastinya sudah diseting dan ada protapnya untuk itu, para mubaleg sudah dibekali dan di training khusus dipusat kediri, pengalihan pembicaraan dilakukan seperti pengajian yang umum biasa, dokrin2 yang selalu disisipkan pada setiap pengajian apapun tidak diucapkan…. he he aku ini masih ngaji diLDII sampe sekarang meskipun aku sudah muak dengan kebohongan2 .

    • Sampeyan dah pernah ngaji tempat lain ndak, atau berusaha mencari ilmu lain, atau sudah merasa cukup di LDII, dr tadi anda hanya bisa menjawab datang aja ke pengajian LDII spy lebih jelas, anda tidak pernah menjawab, saya ulangi pertanyaannya, mohon dijawab :
      1. Apakah LDII adalah yang benar, dan lainnya sesat/kafir?
      2. Apakah anda berani menjamin bahwa kelompok anda masuk surga dan selain kelompok anda masuk neraka? saya ikut…
      3. Apakah ulama seluruh dunia bodoh selain ulama LDII

      • mas shofwan:
        1. saya yakin LDII benar! karena ilmu dan yg di amalkan murni quran hadist dan tanpa bid’ah. bukan hanya LDII yang benar tapi setiap orang yang berpdoman quran dan sunnah dan tidak bid’ah maka dia benar.
        sementara ini di indonesia memang saya mencari ilmu hanya di LDII.tapi selain itu saya belajar di arab saudi pada jaliyat islamic centre yaitu sebuah lembaga dakwah milik kerajaan arab saudi .dan ternyata tdk ada yang bertentangan dengan ajaran LDII karena memang benar2 murni quran haddist.
        jadi jelasnya LDII benar dan siapapun yang benar2 berpedoman pada quran dan sunnah pasti benarnya.
        2. yang menjamin masuk surga dan neraka bukan kami , tapi allah SWT.allah menjamin masuk surga pada hambanya yang toat allah dan rosulnya yaitu orang2 yang ibadah menurut tuntunanNya.dan di LDII sudah pas sesuai quran hadist, jadi saya yakin masuk surga, dan siapapun (bukan hanya LDII) yang ibadahnya murni atas dasar quran dan sunnah pasti amalnya di terima allah.BAGAMANA? mau ikuttttt………………???????????????
        3.tidak ada ulama bodoh ya akhi… apakah anda juga berfikir ulama LDII bodoh? yang jelas tidak ada orang yang paling pintar di dunia ini, makanya kembalikan semua pada quran dan sunnah dan amalkan isinya tidak usah saling lempar pendapat
        mudah2an manfaat jaza kumullahu khoir

      • Bagaimana dengan pernyataan Abdullah Syam, ketua LDII, di bawah ini?

        kalo kita tidak jamaah,walaupun bener tetep salah, karena endingnya hasil akhirnya tetep masuk neraka.

        man amila yabtaghil firqoh, barang siapa beramal ibadah mencari firqoh, dirinya oleh Allah tidak dipilih jadi orang jamaah, fa ashoba, teori praktek kelihatan pas secara QH, tapi lam ya taqobalillah minhu, jawabannya tetap ibadahnya tidak diterima, wa in akhto fal yatabawa makhdahu minna nar, jika dia sholat jelas, walaupun kata2nya silahkan duduk diatas api neraka, tetap di neraka itu polnya siksaan, polnya kesengsaranan.

        Rekamannya ada di http://www.rujuilalhaq.blogspot.com/2013/01/ketua-ldii-membongkar-rahasia-ajaran.html.

  6. Ya jelas LDII tidak sesat toh mas Adam memang ajaran mereka sedikit ada perbedaan dg umat muslim yang ada perbedaan itu terjadi karena kyai nya berbeda sehingga yg di prio ritaskan berbeda…tapi ajaran LDII ada dalilnya semua….

    • @ rival
      Benarkah demikian,?? Ajaran JM sama dengan umat muslim lainnya.?
      yg paling simpel saja kenapa orang diluar LDII Sama2 umat Islam kok gak boleh nikah dngn orang LDII,?
      Apa dasar dan landasannya,?

  7. KITA UDAH TAU BAHWA ISLAM ITU HARUS JAMAAH. (SURAT ALI IMRON WAAKTASIMUUBIKHABLILLAH JAMIAAN WALA TAFAROQUU) BERPEGANG TEGUHLAH DENGAN TALINYA ALLOH DENGAN SECARA BERJAMAAH. JAMAAH ADALAH PERINTAH ALLOH.
    Kalau orang belum belum jamaah berarti kita tidak melaksanakan perintah ALLOH. artinya menentang ALLOH. semua orang tau kalau orang menentang ALLOH akan dimasukan ke dalam neraka.
    Kalau saya pikir LDII itulah agama yg paling benar. soalnya orang2 menyebut LDII adalah islam JAMAAH.
    kok orang2 tidak menyebut golongan lain seperti NU, NU jamaaah, atau muhamadiyah, Muhamadiyah jamaah, atau Salafi, Salafi Jamaah, atau Syiah, syiah jamaah
    itulah tanda2 kebenaran yg datang dari ALLOH,

    • innalillahi ………………………………
      begitu to mas, jk tak berjamaah masuk neraka,,, jangan sampailah mas….
      mungkin inilah yg di katakan klau islam akan ada 73 aliran, dan semuanya mengaku yg paling benar dan akan masuk sorga, seperti om YAMAN, YA kan om, om nanti masuk surga kan om. kan om berpikir yg paling benar di antara kebenaran,,,,tentunya yg benar serta kebenaranlah yg baik, yg baik tentulah mendapat hasil yg baik, yg saya heran jika kita tidak berjamaah, maka kita menentang-NYA. lalu bagaimana kalau selama ini iya slalu berjamaah, dan ketika di usia senjanya serta kondisinya tak memungkinkan iya untuk pergi berjamaah, wah sia sia puluhan tahun berjamah dan di akhir dia tak mampu untuk berjamah lantas mati dan masuk neraka tanpa ada perhitungan hisabnya… kacau juga tu mas….. untuk mas harus slalu sehat dan kuat lo mas, jgn sampai sakit menjelang ajal, ntar gk bisa jamaah, sekali saja langsung masuk neraka lo mas, betul gk mas, kan intinya jk tak berjamah, meskipun sekali menjelang ajal tak berjamaah, ketetapanya tidak berjamaah, dankitab yang mas gunakan apa ya mas, kalau AL QUR AN rasanya tak adatu yg mengatakan kalau tidak berjamaah menentang tuhan dan masuk neraka,
      dan islam itu tidak sulit lagi tidak mempersulit, islam adalah suci, dan terkutuklah orang2 yg menganggap kalau ALLAH memiliki pemikiran serta pengetahuan yg dangkal seperti yg mas ungkapkan, dan tak ada yg tau atau yakin kalu dirinya masuk surga, Namun Allah telah memberikan gambaran sesiapa yang akan masuk surga, tidak juga islam, kristen buddha dan hindu, dan mereka penghuni surga itu ialah, ORANG ORANG YANG BERIMAN, dan tak satupun menyebutkan agama atau kepercaan mana yg masuk surga,,,,
      ALLAH MAHA MENGETAHUI, dan janganlah di antara kita yg mengatakan sesuatu kelompok itu akan masuk neraka, krna itu termasuk dosa besar, di krnakan ketentuan2 itu hanya milik ALLAH dan tak ada yg menyamainya, intinya jika kita berkata mereka itu akan masuk surga atau neraka maka hal itu sudah termasuk menyamai ALLAH……..karna hanya dia yg tau tentang itu HANYA DIA, DAN HANYA DIA, HANYA DIA HANYA DIA, Dan kalau mas juga tau sesiapa yg masuk neraka berarti mas menyamainya…. ingatlah “HANYA ORANG2 BERIMAN” HAI ORANG ORANG YANG BERIMAN DAN SLALU ORANG2 BERIMAN, yg masuk surganya… ENTA KALAU AL KITAB YG MAS PEGANG SAYA GK TAU, mungkin beda…………….

  8. masa sesama umat islam saling menjelekkan, ngak ada dalilnya untuk itu perbedaan itu rahmad bukan di cari untuk di hujad dst. mohon ampunlah pada ALLOH dan kepada semua umat islam

  9. Iya tuh sih adam stresss. hadehhh,,,
    yang jelas kita belajar alqur’an dan hadist. ga ada ajaran yang sesat menyimpang dari ajaran nabi dan rasull. klo sesat itu kita ga bakal taat sholat,ibadah ngjauhin larangan’y. emg itu sesat???? klo pun shlt’y beda itu kita bner” bljr dr hadist lgs bkn dr karangan manusia!!!! smga org yg ngejelekin LDII dpet ganjaran’y ALLAH ga tidur. sekarang klo emang sesat kasih penjelasan yang bner” jlas/ mendetail sesatnya dalam hal apa??????? klo cuma organisasi emg salah,? sah ko d mata negara pemerintah, justru skrg itu organisasi penting dalam masyarakat org klo mau krja aj d tnyain pernah ikut organisasi apa??? udahlah klo emg ga mau ikutin ajaran Al quran n Hadist kluar” aj, ga usah repot ngejelekin ksna kemari, ribettt loooo, remmponggg!!!!

    • Anggap pemahaman mbak itu benar. Tapi ayat manakah yang mewajibkan mengikuti imam anda, tunjukkan pada kita semua satu ayat dan hadist yang kuat dan mewajibkan kita mengikuti imam anda. Coba dibuka surat al-Baqarah 124, bahwa yang dimaksud imam adalah keturunan Nabi Ibrahim. Apakah imam anda keturunan Nabi Ibrahim ? ini kalo mau bicara tentang imam. Peace

      • Untuk mas widjojo, klo pemahaman sy setelah sy mengaji qur’an hadist bahwa islam mesti berjamaah dan namanya jamaah mesti memiliki imam serta mesti ber baiat. Mungkin banyak beda pemahaman dengan ajaran2 islam yg lain yg berkembang khususnya di indonesia. tapi itukan pilihan tiap2 orang untuk memilih ajaran islam yg mana yang diyakini tanpa harus memaksakan kepada orang lain. Klo sy meyakini pemahaman sy yg paling benar ya sangat wajar namanya juga keyakinan ya harus yakin. dan klo mas widjojo meyakini pemahaman anda yg paling benar ya itu juga sangat wajar. paham ya mas? sebetulnya yg mengatakan masuk neraka tuh bukan p nurhasan, beliau hanya menyampaikan hadist hadist yg dipelajarinya dan dipahaminya. klo aliran islam mas widjojo beda pemahaman dan yg tidak sesuai pemahaman mas widjojo masuk neraka, bagi saya boleh2 aja meng klaim demikian tentunya harus ada dasar qur’an hadist nya dan bukan pendapat pribadi. mas widjojo, ulama2 jaman dulu pun seling berselisih pendapat tentang penafsiran dan pemahaman qur’an hadist. tapi pada akhirnya dikembalikan ke pemahamannya masing masing. 4 imam mazhab pun juga berbeda pendapat kok. padahal masa mereka lebih dulu dari para imam spt bukhori, tirmizi, abu dawud dll

  10. murtad wis murtad ae rek,, rasah koar koar sing ura jelas,, ketemu aku tak clurit sampean,, ws khalal sampean,,,

      • Bukan berubah apa nggak, anda ngomong nu sesat ke anak banser juga bisa di clurit,
        Jadi nggak usah nyesat-nyesatin orang lain, nggak usah percaya fitnah2 tentang mesjid yg di pel, logikanya kalo harus di pel sebagai pengurus masjid mending melarang untuk masuk daripada harus nge pel,
        Intinya kalo mau tau yg sebenernya, dateng, ikut ngaji, kalo nggak suka atau nggak cocok tinggalin….simpel kan?

  11. wah…. wah….. tambah hari tambah siip ajj tu orang….. buat pak adam, mending lebih introspeksi dri dulu ajje dech…. lebih di tata atine…… masa bru keluar ajj udd bkin sensasi jelek-jelekin ajaran yang pernah diyakininya……. mau terkenal bukan kayak gini caranya, yang halal !!!! ingat, mulutmu, harimaumu….. ingat, mati sewaktu2….. lebih banyak berbuat baik ajj….

      • mas Widjojo silahkan bongkar, tapi bukan memfitnah, krn banyak tulisannya adam yang mayoritas fitnah. ( entah fitnah atau dia nga ngerti alias salah tafsir) perbedaan itu biasa mas Jo, jdi jgn mas jo yang kebakarn jenggot hehehe… saya juga ikut Liqo nga masalah tuh.

  12. apanya yang mau dibongkar….. sesat dari sisi mana :D…. kita juga mengkaji qur’an, hadist….. terserah pada ngomong yang model gimana, saya tetap yakin meskipun tertimpa 1000 cobaan, selalu ada satu juta pertolongan…….

  13. Kok agak subjektif ya? Harusnya kalo emang mau ngebahas masalah ldii meresahkan masyarakat atau enggak itu jangan dari 1 sudut pandang aja. Tanya orang ldiinya, trs tanya masyarakat yg lain, mereka merasa diresahkan gak? Kan setiap org beda2 loh.. Kalo kayak gini mah sama aja kayak mau mempengaruhi orang buat jadi gak suka sama ldii, padahal belum tentu anggapan dia sama org lain tuh sama. Mungkin ada yg emang bukan ldii dan gak punya latar belakang yg berhubungan dgn org ldii merasa kalo mereka gak diresahkan dsb. Jangan menilai dari 1 sudut pandang aja dong

  14. saya juga mengaji di LDII, tapi tidak pernah menemukan seperti yang ditulis diatas, sholat ya sholat seperti saya sebelum di LDII, membaca apa saja yang saya mau, tapi kan dianjurkan dan alangkah baiknya kalau kita memprioritaskan qur’an dan hadist, ya..kan?, orang kita inikan semuanya bakal mati, jadi perbanyaklah ibadah.

    • Dalam Shahih Ath-Tirmidzi 2: 297, kitab manaqib, bab 20:
      Imran bin Hashin berkata: Pada suatu hari Rasulullah mengirim pasukan di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib (sa). Setelah peperangan itu terjadilah musibah pada seorang budak perempuan, lalu mengingkarinya. Empat orang dari sahabat Nabi saw saling berjanji dan berkata: Jika nanti kami berjumpa dengan Rasulullah saw, kami akan memberitakan kepadanya apa yang dilakukan oleh Ali (sa). Ketika kaum muslimin kembali dari perjalanannya, mereka menjumpai Rasulullah saw, lalu mengucapkan salam padanya lalu mereka pulang. Kemudian datanglah rombongan pasukan dan mereka mengucapkan salam kepada Nabi saw, lalu berdirilah salah seorang dari empat orang sahabat itu dan berkata: Ya Rasulallah, tidakkah melihat Ali bin Abi Thalib melakukan demikian dan demikian? Kemudian Nabi saw berpaling darinya. Kemudian yang satu lagi berdiri dan berkata seperti yang pertama, kemudian Nabi saw berpaling darinya. Kemudian yang ketiga berdiri dan berkata dengan perkataan yang sama, kemudian Nabi saw berpaling darinya. Kemudian yang keempat berdiri dan berkata dengan perkataan yang sama. Lalu Rasulullah saw menghadap kepada mereka dengan nampak marah di wajahnya dan bersabda:
      ما تريدون من عليّ ؟ ما تريدون من عليّ ؟ ما تريدون من عليّ ؟ إن علياً مني وأنا منه ، وهو ولي كل مؤمن بعدي

      “Apa yang kalian inginkan dari Ali? Apa yang kalian inginkan dari Ali? Sesungguhnya Ali adalah dariku dan aku darinya, dia adalah pemimpin setiap mukmin sesudahku.”

      Hadis ini juga terdapat dalam kitab:
      1. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 4 halaman 437, hadis ke 19426.
      2. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 110, kitab Ma’rifah Ash-Shahabah.
      3. Musnad Abu Dawud, jilid 3 halaman 111, hadis 829.
      4. Hilyah Al-Awliya’, Abu Na’im, jilid 6 halaman 294.
      5. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 6 halaman 399: Fadhail Ali (sa).
      6. Khashaish An-Nasa’i, halaman 23.

      Dalam Shahih At-Tirmidzi 2: 299, bab 21, hadis ke 3716:
      Barra’ bin ‘Azib berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Ali (sa):
      أنت مني وأنا منك

      “Engkau dariku dan aku darimu.” (juga dalam Khashaish An-Nasa’i, halaman19)

      Dalam Shahih At-Tirmidzi 2: 299, kitab Manaqib, bab 21, hadis ke 3719:
      Habasyi bin Junadah berkata bahwa Rasulullah saw:
      عليّ مني وأنا من عليّ ولا يؤدّي عني إلاّ أنا أو علي

      “Ali dariku dan aku dari Ali, dan tidak akan mengenalku yang sebenarnya kecuali aku dan Ali.”

      Hadis ini juga terdapat dalam:
      1. Sunan Ibnu Majah, halaman 12, Mukaddimah, bab 11, hadis ke 119.
      2. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 4 halaman 164 dan 165, hadis ke 17051, 17052, 17056, 17057, 17058.
      3. Khashaish An-Nasa’i, halaman 19 dan 20.
      4. Ar-Riyadh An-Nadhrah, Muhibuddin Ath-Thabari, jilid 2 halaman 174.

      Hazrat Ali ( A.S ) and Twelve Stars

      Dalam Mustadrak Al-Hakim 3: 124, manaqib Ali bin Abi Thalib (sa): Ummu Salamah (isteri Nabi saw) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
      عليّ مع القرآن والقرآن مع عليّ لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض

      “Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersama Ali, keduanya tak akan terpisahkan sehingga keduanya kembali kepadaku di telaga surga.” Al-Hakim mengatakan: Hadis ini shahih.

      Hadis ini dan semakna juga terdapat dalam kitab berikut:
      1. Faydh Al-Qadir, Al-Manawi, jilid 4 halaman 356.
      2. Kanzul ummal, jilid 6 halaman 153, hadis ke 32912.
      3. Majma’ Az-Zawaid, jilid 9 halaman 134.
      4. Nurul Abshar, Asy-Syablanji, halaman 72.

      Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 75: Dalam suatu riwayat dinyatakan: menjelang wafatnya Rasulullah saw bersabda:
      أيها الناس يوشك أن أقبض قبضاً سريعاً فينطلق بي وقد قدمت اليكم القول معذرة اليكم : ألا إني مخلف فيكم كتاب ربي عزوجل ، وعترتي أهل بيتي ، ثم أخذ بيد علي (عليه السلام) فرفعها فقال : هذا عليّ مع القرآن والقرآن مع عليّ لا يفترقان حتى يردا علي الحوض فاسألوهما ما خلفت فيهما

      “Wahai manusia, sebentar lagi aku akan meninggalkan kalian, aku akan menyampaikan pada kalian perkataan yang berat bagi kalian: Ingatlah, aku tinggalkan pada kalian kitab Tuhanku Azza wa Jalla dan keturunanku Ahlul baitku.” Kemudian Nabi saw memegang tangan Ali (sa) dan mengangkatnya lalu bersabda: “Ini Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersama Ali, keduanya tidak akan pernah terpisahkan sehingga keduanya kembali kepadaku di telaga surga. Maka hendaknya kalian bertanya kepada keduannya tentang apa saja sepeninggalku.”

      Hazrat Ali ( A.S ), Hazrat Pir Haci Bektas Veli, Pir Sultan Abdal…

      Dalam Shahih At-Tirmidzi 2/319, bab 61, hadis ke 3870:
      Zaid bin Arqam berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husayn (sa):
      أنا حرب لمن حاربتم وسلم لمن سالمتم

      “Aku memerangi orang yang kalian perangi, dan berdamai dengan orang yang kalian berdamai dengannya.”

      Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 25:
      Rasulullah saw juga bersabda:
      أنا حرب لمن حاربكم وسلم لمن سالمكم

      “Aku memerangi orang yang memerangi kalian, dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian.”

      Dalam Musnad Ahmad 2/442, hadis ke 9405:
      Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw memandang pada Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husayn (sa), lalu bersabda:
      أنا حرب لمن حاربكم وسلم لمن سالمكم

      “Aku memerangi orang yang memerangi kalian, dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian.”

      Hadis-hadis tersebut dan yang semakna juga terdapat dalam:
      1. Sunan Ibnu Majah, bab 11, hadis ke 145.
      2. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 149, kitab ma’rifah shahabah.
      3. Usdul Ghabah, Ibnu Atsir, jilid 5 halaman 523, hadis ke 2479.
      4. Kanzul ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 6 halaman 216, bab Fadhail Ahlul bait (sa), hadis ke 34159, mengutip dari Ibnu Hibban. Jilid 7 halaman 107, bab Fadhail Ahlul bait (sa), hadis ke 37618, mengutip dari Ibnu Syaibah, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani, Al-Hakim dan Adh-Dhiya’ Al-Muqaddisi.
      5. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 169, bab Fadhail Ahlul bait (sa).
      6. Ar-Riyadh An-Nadhrah, jilid 2 halaman 199, bab 3 Manaqib Ali bin Abi Thalib (sa).
      7. Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 23, bab Fadhail Ahlul bait (sa).
      8. Ad-Durrul Mantsur, tentang surat Al-Ahzab: 33.

      Hazrat Ali ( A.S )

      Hadis ini menegaskan bahwa Allah swt menghendaki manusia selamat dari kebinasaan, fisik dan ruhani, di dunia dan akhirat. Hadis ini merupakan penegasan jaminan keselamatan bagi umat Islam. Allah dan Rasul-Nya mengumpamakan Ahlul bait (sa) seperti bahtera Nabi Nuh (as) dalam hal menyelamatkan umatnya. Redaksi hadis ini bermacam-macam, antara lain:

      Rasulullah saw bersabda:
      مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق وهوى

      “Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam dan celaka.”
      مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

      “Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam.” Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak menyatakan bahwa hadis ini shahih berdasarkan persyaratan Muslim.
      انما مثل أهل بيتي فيكم كمثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

      “Sungguh tiada lain perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam.”
      الا ان مثل أهل بيتي فيكم مثل سفينة نوح في قومه من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

      “Ingatlah, sesungguhnya perumpamaan Ahlul baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh bagi kaumnya, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam.”
      الا ان مثل أهل بيتي فيكم مثل سفينة نوح في قومه من ركبها سلم ومن تركها غرق، وان مثل أهل بيتي فيكم مثل باب حطة بني إسرائيل من دخله غفر له

      “Ingatlah, sesungguhnya perumpamaan Ahlul baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh bagi kaumnya, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang meninggalkannya ia akan tenggelam; dan sesungguhnya perumpamaan Ahlun baitku bagi kalian seperti pintu benteng Bani Israil, barangsiapa yang memasukinya ia akan diampuni dosa-dosanya.”
      مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تأخر عنها هلك

      “Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang terlambat ia akan binasa.”
      مثل أهل بيتي فيكم كسفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها هلك

      “Perumpamaan Ahlub baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menakinya ia akan selamat, dan barangsia yang tertinggal ia akan binasa.”

      Hadis Safinah sangat mutawatir, dan dengan bermacam-macam redaksinya hadis ini terdapat di dalam kitab:
      1. Mustadrak Al-Hakim, jilid 2, halaman 343, jilid 3, halaman 151.
      2. Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 184 dan 234.
      3. Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, halaman 235.
      4. Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 30 dan 370,cet Al-Haidariyah; halaman 27 dan 308, cet. Islambul.
      5. Muhammadiyah, Mesir; halaman 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.
      6. Tarikh Al-Khulafa’, oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i
      7. Is’afur Raghibin, oleh Ash-Shabban Asy-Syafi’I, halaman 109, cet. As-Sa’idiyah; halaman 103, cet. Al-‘Utsamniyah.
      8. Faraid As-Samthin, jilid 2, halaman 246, hadis ke 519.
      9. Al-Mu’jam Ash-Shaghir, oleh Ath-Thabrani, jilid 1, halaman 139.
      10. Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, halaman 235.
      11. Majma’uz Zawaid, jilid 9, halaman 168.
      12. Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 148 dan 234, cet. Al-Muhammadiyah; halaman 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.
      13. Nurul Abshar, oleh Asy-Syablanji, halaman 104, cet. As-Sa’idiyah.
      14. Manaqib Al-Imam Ali bin Abi Thalib, oleh Al-Maghazili Asy-Syafi’I, halaman 132, hadis ke: 174,175,176 dan 177, cet. Pertama, Teheran.
      15. ‘Uyunul Akhbar, oleh Ibnu Qutaibah, jilid 1, halaman 211, cet. Darul Kutub Al-Mishriyah, Kairo.
      16. Al-Fathul Kabir, oleh An-Nabhani, jilid 1, halaman 414; jilid 2, halaman 113.
      17. Ihyaul Mayyit oleh As-Suyuthi (catatan pinggir) Al-Ittihaf, halaman 113.
      18. Muntakhab Kanzul ‘Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, jilid 5, halaman 95.
      19. Syarh Nahjul Balghah, oleh Ibnu Abil Hadid, jilid 1, halaman 73, cet. Pertama, Mesir; jilid 1, halaman 218, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl.
      20. Kunuzul Haqaiq, oleh Al-Mannawi, halaman 119, tanpa menyebutkan cetakan; halaman 141, cet. Bulaq.
      21. Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman: 27,28,181,183,193,261 dan 298, cet. Islambul; halaman 30,31,213,217,228,312 dan 375. cet. Al-Haidariyah.
      22. Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 9, halaman 270-293, cet. Teheran.
      23. Muhammad wa li wa banuhu Al-Awshiya’, oleh Al-‘Askari, jilid 1, halaman 239-282, cet. Al-Adab.
      24. Faraid As-Samthin, jilid 2, halaman 244, hadis 517
      Hazrat Ali ( A.S )

      Hadis Tsaqalayn adalah hadis yang menegaskan bahwa umat Islam wajib berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Ahlul bait Nabi saw. Redaksi hadis ini bermacam-macam, antara lain:

      Rasulullah saw bersabda:
      إِنِّي تَارِكٌ فِيْكُمُ الثَّقَلَيْنِ كِتَابُ اللهِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي، مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا

      “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka yang berharga: Al-Qur’an dan ‘Itrahku, Ahlul baitku.”
      يَا أَيُّهَاالنَّاسُ إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا: كِتَابُ اللهِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي

      “Wahai manusia, sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian, yang jika kalian bepegang teguh dengannya kalian tidak akan tersesat: Al-Qur’an dan ‘Itrahku, Ahlul baitku.”
      إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدِي إِنْ اِعْتَصَمْتُمْ بِهِ كِتَابُ اللهِ وَعِتْرَتِي

      “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan tersesat sesudahku: Al-Qur’an dan ‘Itrahku.”
      إِنِّي تَارِكٌ فِيْكُمُ خَلِيْفَتَيْنِ ـ اَوِ الْخَلِيْفَتَيْنِ ـ: كِتَابُ اللهِ وَعِتْرَتِي، مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدِي

      “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua khalifah: Al-Qur’an dan ‘Itrahku. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, kalian tidak akan tersesat sesudahku.”
      إِنِّي تَارِكٌ فِيْكُمُ الثَّقَلَيْنِ كِتَابُ اللهِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي، مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدِي، فَلاَ تُقَدِّمُوهُمَا فَتَهْلِكُوا، وَلاَ تُقَصِّرُوا عَنْهُمَا فَتَهْلِكُوا، وَلاَ تُعَلِّمُوهُمْ فَإِنَّهُمْ أَعْلَمُ مِنْكُمْ

      “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka yang berharga: Al-Qur’an dan ‘Itrahku, Ahlul baitku. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan tersesat sesudahku. Maka janganlah kalian mendahului keduanya sehingga kalian binasa, jangan menganggap enteng keduanya sehingga kalian binasa, dan jangan mengajari mereka karena mereka lebih tahu dari kalian.”
      إِنِّي تَارِكٌ فِيْكُمُ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدِي، أَحَدُهُمَا أَعْظَمُ مِنَ اْلاَخَرِ: كِتَابُ اللهِ حَبْلٌ مَمْدُوْدٌ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى اْلاَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي، وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ، فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخَلَّفُونِي فِيْهِمَا

      “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian sesuatu jika kalian berpegang teguh dengannya kalian tidak akan tersesat sesudahku, yang satu lebih agung dari yang lain: Al-Qur’an adalah tali penyambung dari langit ke bumi dan ‘Itrahku, Ahlul baitku. Keduanya tidak akan terpisahkan sehingga keduanya kembali padaku di telaga surga, maka perhatikan bagaimana sikap mereka kepada keduanya sesudahku”

      Hadis Tsaqalayn dengan bermacam-macam redaksinya terdapat dalam:
      1. Shahih At-Tirmidzi, jilid 2, halaman 219; jilid 5, halaman 662 dan 663, no: 3786 dan 3788, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Bairut.
      2. Musnad Ahmad, jilid 5, halaman 492, no: 1878; jilid 6, halaman 232, no: 21068, 21145, dan 244.
      3. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, halaman 109.
      4. Thabaqat Ibnu Sa’d, jilid 1, halaman 194.
      5. Al-Mathalib Al-‘Aliyah, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, no hadis: 1873.
      6. Mu’jam Al-Kabir, Ath-Thabrani, jilid 3, halaman 62, no hadis: 2678; jilid 5, halaman 186-187, cet. Dar Ihya’ at-Turats Al-‘Arabi.
      7. Mashabih As-Sunnah, jilid 4, halaman 190, no hadis: 4816, cet. Dar Ma’rifah, Bairut tahun 1407 H.
      8. Jami’ul Ushul, jilid 1, halaman 278, no hadis: 66, cet. Darul Fikr, Bairut tahun 1403 H.
      9. Ash-Shawa’iqul Muhriqah, Ibnu Hajar, halaman 90, 231, 233, cet Darul kutun ilmiyah, Bairut tahun 1414 H.
      10. Usdul Ghabah, jilid 1, halaman 490, cet Darul Fikr, Bairut tahun 1409 H.
      11. Tafsir Ar-Razi, jilid 8, halaman 173.
      12. Tafsir Al-Khazin, jilid 1, halaman 277, cet Darul kutub ilmiyah, Bairut tahun 1415 H.
      13. Kitab As-Sunnah oleh Ibnu Abi ‘Ashim, halaman 336, no: 754, cet. Al-Maktab Al-‘Arabi, Bairut tahun 1405 H.
      14. Majma’uz Zawaid, jilid 9, halaman 165, cet. Darul kutun al-‘Arabi, Bairut tahun 1402 H.
      15. Al-Jami’ush Shaghir bisyarhil Manawi, jilid 3, halaman 14.
      16. Faydhul Qadir, jilid 3, halaman 14, syarah hadis ke 2631, cet Darul Fikr, Bairut tahun 1391 H.
      17. Jami’ul Ushul 1/ 277.
      18. Sunan Al-Darimi 2/ 310
      19. Sunan Al-Baihaqi 2/ 148
      20. Al-Bidayah wan-Nihayah 5/ 209
      21. Kasyful Astar 3/ 221
      22. Tarikh Baghdad 8/ 443
      23. Tarikh Ash-Shaghir 1/ 302
      24. Al-Ishabah, Ibnu hajar 7/ 78, no: 4767
      25. As-Sirah Al-Halabiyah 3/ 274.

      Para Perawi hadis Tsaqalayn dari kalangan sahabat
      1. Imam Ali bin Abi Thalib (as)
      2. Imam Hasan bin Ali (as)
      3. Abu Dzar Al-Ghifari
      4. Salman Al-Farisi
      5. Jabir bin Abdullah Al-Anshari
      6. Abul Haytsim Ibnu An-Tihan
      7. Hudzaifah Al-Yamani
      8. Hudzaifah bin Asid Abu Syarikhah
      9. Zaid bin Tsabit
      10. Abu Said Al-Khudri
      11. Khuzaimah bin Tsabit
      12. Abdurrahman bin Auf
      13. Thalhah
      14. Abu Hurairah
      15. Said bin Abi Waqqash
      16. Abu Ayyub Al-Anshari
      17. Amru bin Ash
      18. Fatimah Az-Zahra’
      19. Ummu Salamah Ummul mukminin
      20. Ummu Hani (saudara perempuan Imam Ali as)

      Para Perawi pasca sahabat:
      1. Said bin Masruq Ats-Tsauri
      2. Sulaiman bin Mahran Al-A’masy
      3. Muhammad bin Ishaq, shahibus Sirah
      4. Muhammad bin Sa’d, shahibuth Thabaqat
      5. Abi Bukar bin Abi Syaibah
      6. Ibnu Rahawaih, shahibul Musnad
      7. Ahmad bin Hanbal, shahibul Musnad
      8. Abd bin Humaid, shahibul Musnad
      9. Muslim bin Hujjaj, penulis Shahih Muslim
      10. Ibnu Majah Al-Qazwini, shahibus Sunan
      11. Abu Dawud, shahibus Sunan
      12. At-Tirmidzi, penulis shahih Tirmidzi
      13. Abu Bakar Al-Bazzar, penulis Musnad.
      14. An-Nasa’i shahibush Shahih
      15. Abu Ya’la Al-Mawshili, shahibul Musnad
      16. Ibnu Abi Ashim, penulis kitab As-Sunnah
      17. Muhammad bin jarir, mufassir dan penulis Tarikh.
      18. Abul Qasim Ath-Thabrani, penulis Mu’jam
      19. Abul hasan Ad-Daraquthni Al-Baghdadi
      20. Al-Hakim An-Naisaburi, penulis Al-Mustadrak
      21. Abu Na’im Al-Isfahani
      22. Abu Bakar Al-Baihaqi, penulis Sunan al-Kubra
      23. Ibnu Abd Al-Birr, penulis Al-Isti’ab
      24. Al-Khathib Al-Baghdadi, penulis Tarikh Baghdad
      25. Razin Al-Abdari, penulis Al-Jam’u bayna Ash-Shahhah As-Sunnah
      26. Muhyissunnah Al-Baghawi, penulis Mashahihus Sunnah
      27. Al-Qadhi ‘Iyad, penulis kitab Asy-Syifa’
      28. Ibnu Asakir Ad-Damsiqi, penulis Tarikh Damsiq
      29. Ibnu Atsir Al-Juzuri, penulis Usdul Ghabah
      30. Fakhrur Razi, penulis Tafsir Al-Kabir
      31. Abu Zakariya An-Nawawi, penulis syarah Shahih Muslim
      32. Abul Hujjaj Al-Muzzi, penulis Tahdzibul Kamal
      33. Syamsuddin Adz-Dzahabi, penulis kitab-kitab yang masyhur
      34. Adh-Dhiya’ Al-Muqaddasi, pwnulis kitab Al-Mukhtarah
      35. Ibnu Katsir Ad-Damsiqi, mufassir dan penulis Tarikh
      36. Nuruddin Al-Haitsami, penulis kitab Majma’uz zawaid
      37. Jalaluddin As-Suyuthi, penulis kitab-kitab yang terkenal
      38. Syihabuddin Al-Qasthalani, pensyarah Al-Bukhari.
      39. Syamsuddin Ash-Shalihi Ad-Damsiqi, murid As-Suyuthi, penulis Sirah An-
      1. Nabawiyah.
      40. Syihabuddin Ibnu Hajar Al-Asqalani.
      41. Syamsuddin Ibnu Thulul Ad-Damsiki.
      42. Syihabuddin Ibnu Hajar Al-Makki, penulis Shawaiqul Muhriqah
      43. Al-Muttaqi Al-Hindi, penulis Kanzul Ummal.
      44. Ali Al-Qari Al-Harawi.
      45. Al-Mannawi, pensyarah Jamiush Shaghir.
      46. Al-Halabi, penulis Sirah.
      47. Dahlan, penulis Sirah.
      48. Manshur bin Nashib, penulis At-Tajul Jami’ lil-Ushul.
      49. An-Nabhani, penulis terkenal.
      50. Al-Mubarak Yuri, pensyarah shahih Tirmidzi.

      Adakah dari sekian banyak riwayat yang menunjukkan untuk mengikuti madigol ??????

      • Mhn maaf bpk. Alfaqir, rupanya bpk salah pengertian….. coba bapak mencari info yg berimbang. Insya Allah akan memahami metode-metode yg dimaksud LDII, dan siapa itu Nurhasan. kami menghormati beliau sama sebagai mana NU dan Muhamadiyah menghormati para kyai-kyai pendirinya.

        Hormati kami, karena kami sangat menginginkan surga dg keyakinan kami. Alangkah baiknya kalo kita berkolaborasi untuk membina/ menyadarkan orang muslim yg blm mau sholat, mabuk2an, org yg suka memfitnah dll. Insya Allah ibadah kita pasti yakin diridhoi Allah SWT..AMIN..

    • Secara organisasi tidak ada yang perlu dipermasalahkan, tetapi secara aqidah dan syariat itu persoalannya. Semua mengaku semua pengikut Rasulullah dan menggunakan alquran Hadist, tapi apakah kemudian sesuai benar dengan apa yang dibawa Rasulullah. Mengklaim sebagai islam yang murni, lalu sebelum adanya madigol gak ada islam yang murni kalo begitu? Baiat pertama? apa gak ingat baiat Ridwan dan ghadir khum… Adakah sebuah kewajiban dalam alquran dan hadist yang mengharuskan “berbaiat” pada keturunan nurhasan. Adakah ayat yang menjamin kesucian mereka karena alquran melarang manusia mengikuti orang yang pernah berbuat dosa. Peace

      • @widjojo, saya kira semua dikembalikan dgn keyakinan masing-masing dan semua pasti mengaku paling benar. NU yakin dgn Nu nya, Muhamadiyah yakin dgn Muhamadiyah nya, demikian juga dgn LDII. Saya kira cukup itu saja yg kita pegang agar bisa saling menghargai.

      • bpk. Alfakir, untuk masalah kewajiban baiat/ keimaman silahkan bapak diskusi dengan teman2 PKS, HTI, Ihwanul Muslimin…. Insya Allah mrk bisa menjawabnya. Kalo kami yg menjawab akan seperti biasanya tidak akan didengar.

        berbaiat ke Nurhasan di dalam quran/ hadist tidak ada, tetapi berbaiat ke org yg dianggap pas sesuai syarat2 dlm quran/ hadist adalah sebuah kewajiban. Bpk. Nurhasan pd saat itu (sekitaran tahun 1941) adalah yg kami yakini.

        Bpk. Nurhasan berbuat dosa…. Allahualam….. Insya Allah beliau tidak melakukan seperti dituduhkan orang selama ini. Tapi kami menghargai berbagai versi negatif dr orang2 yg tidak sepaham, karena kita masih hidup di dunia yg fana ini. Wajar2 saja kiranya…..

      • @widjojo, Jika kami salah dgn baiat versi kami, padahal itu adalah upaya kami untuk berupaya menjalankannya sebagai suatu kewajiban seorang muslim. Kalo bpk Widjojo punya versi baiat paling benar…, apakah bpk sudah menjalankan syariat wajib ini…? dan kepada siapa…?

    • Begini ya pak ya, anda kaji tuh Alquran & Hadist nya secara murni teori dan prakteknya,baik bacaan makna keterangan,sehingga tahu apa isi Aquran sebenarnya, juga cara2 rosullulloh beribadah disitu juga ada gamblang jd jgn hanya katanya2, tahu sendiri dasar2 melaksanakan ibadah ini,kmi ldii dengan senang hati akan menjelaskan,shg tahu salah benar ,hak batil,suci najis,halal haram dll,dgn diniati muhlis mengharap Ridho Alloh selamat dari neraka Alloh,

  15. Sy tulen LDII sejak kecil, ibu, kakak kandung sy juga mengaji di LDII, tetapi kakak ipar dan Bapak sy tidak ngaji di LDII sampai sekarang. Hidup kami di lingkungan umum, keluarga kami hidup rukun degan warga sekitar, malah kakak saya diangkat jadi ketua RT oleh warga. Ada hal yg seharusnya membuka mata kita: Bapak saya tidak mengaji di LDII tapi pada tahun 2012 me-wakaf kan sebidang tanahnya untuk Mesjid LDII. Pada saat pembangunan mesjid dimulai ada suatu kejadian yang luar biasa yaitu semua warga kampung ikut gotong royong membantu, mulai pasang pondasi sampai pengecoran atap mesjid. Alhamdulillah awal bulan Juni 2013 ini sudah bisa digunakan dan kami bisa beribadah lbh khusyu dalam bulan Ramadhan tahun ini.

    Mudah-mudah cerita ini bisa membukakan hati kita semua. Kami menghormati semua aliran apapun termasuk teman2 yg pernah mengaji di LDII dan sdh tidak aktif lagi. Karena ini adalah pilihan hidup oleh sebab itulah saya pribadi tidak bisa memaksa keyakinan sendiri kepada siapapun.

    Alhamdulillah Jazakumullahu khoiron….
    Semoga kita semua masuk surga selamat dari nerakanya Allah SWT.

    • Untuk mas widjojo, klo pemahaman sy setelah sy mengaji qur’an hadist bahwa islam mesti berjamaah dan namanya jamaah mesti memiliki imam serta mesti ber baiat. Mungkin banyak beda pemahaman dengan ajaran2 islam yg lain yg berkembang khususnya di indonesia. tapi itukan pilihan tiap2 orang untuk memilih ajaran islam yg mana yang diyakini tanpa harus memaksakan kepada orang lain. Klo sy meyakini pemahaman sy yg paling benar ya sangat wajar namanya juga keyakinan ya harus yakin. dan klo mas widjojo meyakini pemahaman anda yg paling benar ya itu juga sangat wajar. paham ya mas?

  16. Saya ngga peduli dengan omongan Adam, dan konco2nya yang selalu menjelek-jelekan ldii dengan fitnah dan kebencian. Saya tahu ldii sebelum mengaji dari kelompok sempalan jamannya Alm. Bapak Bambang irawan cs karena ada keluarga yang masuk dalam lingkaran tersebut dan alhamdulillah sekarang sudah balik ke ldii. Saya tahu orang-orang yang sudah keluar dari ldii gimana kehidupan mereka dan sampai sekarang munculnya kasus Adam. Awalnya saya bingung karena keluarga ada yang ikut sempalan dan ada yang di ldii, tetapi ternyata, maaf saya menggunakan logika dan akal sehat ternyata secara organisasi ldii lebih baik, dan secara penyampaian atau mendeliver pengetahuan agamanya baik itu Al-qur’an dan Hadits bisa dikatakan baik word by word jadi bila disimpangkan kita sebagai murid apalagi pada saat ini (tidak bodoh dan perlu kritis), pengurusnya juga mempunyai rasa care terhadap anggotanya. Klau kita pergi ke luar negeripun ada yang bisa bantu dan kasih perhatian seperti di Jepang, Australia, Hongkong dll ada perwakilan-perwakilan ldii, ini yang salut dengan organisasi ldii. Saya sebagai orang ldii yang menjalani dan melihat kenyataan keseharian bingung kenapa orang benci dengan organisasi ldii.

    Saya pikir rekan-rekan sesama ldii pun akan berpikiran sama dengan saya, kenapa kita tidak membantu menyadarkan masyarakat Islam yang masih belum sholat, suka mabuk2an dan hal-hal negatif lainnya, itu lebih baik daripada menguras energi untuk menjelek-jelekkan pihak lain yang tidak sejalan dengan kita (jangan penuhi hati kita dengan kebencian). Cobalah berpikir secara positif, dan dingin tanpa menggunakan emosi… untuk apa?? benci kepada seseorang atau pengurus atau oknum jangan membawa organisasinya. Organisasinya tidak salah kecuali memang klau kita iri atau dengki …yah itu di luar logika dan akal sehat.

  17. Untuk para anggota dan jamaah yg ikut komen di thread ini coba tolong jawabannya dgn jujur walau terus terang sy agak pesimis bakal mendapatkan jawaban yg jujur dari anda2 karena prinsip taqiyah anda pegang teguh trhdap kelompok lain diluar anda..
    Menurut anda2 bagaimanakah status kami2 yg bukan jamaah LDII ini,..apakah kafir?? Bagaimana kalian bisa yakin dan merasa nyaman di dalam lingkungan jamaah ini sementara kalian mengkafirkan orang lain??
    Tentang pengkafiran (takfir) terhadap seorang muslim Nabi telah memperingatkan hal ini, beliau bersabda, “Siapa saja seseorang yang mengatakan kepada saudaranya, “hei kafir” maka julukan itu akan kembali kepada salah seorang dari keduanya. Jika orang yang dituduh itu benar, maka sesuai dengan apa yang dituduhkan, tapi jika tidak, maka tuduhan itu akan kembali kepada yang melemparkannya.” (HR. Muslim). Di dalam hadits yang lain Rosululloh juga bersabda, “Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, kecuali akan kembali kepada si penuduh jika orang yang dijuluki itu tidak demikian keadaannya.” (HR. Bukhori)

    • @bang SP, sy yakin tidak. Kalo benar seperi abang katakan mungkin sudah terjadi pertumpahan darah. Sy jamin tidak. Kalo orang2 dulu mungkin saja, krn mungkin saja keadaan islam tidak seperti saat ini yg sdh sangat2 banyak org indonesia yg belajar langsung di Mesir dan Arab Saudi.

      Saya kira ini adalah pernyataan yang sangat JUJUR

  18. Astagfirulloh ,, sesama muslim tidak boleh saling menjatuhkan,, Šά̲̣Ɣά̲̣ kira bapak cerdas? Ternyata ilmunya secuil pun tidak ª∂a̲̅. Pikir-pikir dulu KªL☺ mau nulis sesuatu… Jazakumulloh,

  19. Kalau melihat nama perkumpulannya pak adam sebagai sekjen sebetulnya yang merasa paling benar siapa .. lagipula saya bingung masa baru tahu kalau ldii itu seperti yang dituduhkan si adam sudah bercokol puluhan tahun. Kalau di amati dan lihat perkembangani ldii itu pimpinannya prof, dan yang prof bukan pimpinannya saja ada beberapa orang, juga ada lulusan S3, S2 dan S1. Di dalam ldii juga ada pejabat negara, pejabat tinggi, jenderal tni dan polisi dan masih banyak orang penting lainnya .kalau dilihat prilaku anggotanya juga santun-santun dan berpendidikan , walaupun mereka bukan orang kalangan kecil tetapi kalangan menengah ke atas. Secara ekonomi orang2 ldii kebanyakan orang2 berduit bisa dilihat dari mobil-mobil mereka. dan banyak juga dari kalangan rakyat pada umumnya.

    Di pemerintahan juga ldii banyak diterima sampai ke presiden dan para menterinya, menteri agamapun mau berkenan hadir di acara ldii, jadi menurut pandangan ” awam” yang bodoh dan salah pak adamnya atau para pejabat yang menerima ldii secara organisasi. Masalah yang dituduhkan juga tidak pernah berubah itu, itu aja. ldii kan sudah banyak ditentang dan dilarang, tetapi makin kesini bukan makin kecil tetapi organisasinya makin besar.Klau ada yang salah dengan ldii mungkin sudah ditinggal orang dari dulu, dan di ldii sepertinya sama dengan organisasi lainnya. klau suka yang terus klau ngga suka yang nyaman2 aja di dalam organisasi tersebut.

    menurut pendapat saya, kalau pak adam mau berubah sebetulnya harus merubah dari dalam dan jangan keluar dari ldii. Itu baru yang benar, perubahan harus dari dalam kalau memang salah. Klau pak adam merubah dengan cara keluar dengan cara memfitnah dan mengajak orang lain yang sejalan untuk menjelek-jelekan ldii itu namanya kerdil dan pengecut, bukan itu caranya di alam keterbukaan ini.

    saran saya kepada pengurus organisasi ldii, sikap pak adam yang tidak sejalan harus ditindaklanjuti secara arif dan bijaksana karena memang mungkin ada yang masih salah di organisasi tetapi juga sabar, karena dilihat perkembangan ldii walaupun banyak tentangan tetap berjalan dengan baik, junjunglah kebenaran secara agama islam yg haq dan taatlahkepada negara melalui empat pilar yang dihormati oleh bangsa Indonesia, jangan berafiliasi dengan partai politik manapun, jalanlah dengan amanah sesuai kepercayaan yang diberikan oleh anggota organisasi.

    • Alhamdulillah…. Semoga Islam tetap jaya, kita sdh dipusingkan dengan keadaan negara yg bobrok ini dan jangan ditambah pusing lg di dalam islam sendiri yg saling menjelek2an….

      ya Allah… Ampunilah kami semua….. Amin…

  20. ini ada pertanyaan dari anak saya yg nota bene baru mau daftar sma dia dpt informasi dr temenya yg LDII temenya ngomong ” kalo orang yang diluar islam yg dimaksud islam adalah LDII disebut musyrik” anak saya tanya ke saya itu bener gak yah? trus saya jawab ya udah kamu mesti hati2 thdp temenmu perihal aqidah khususnya LDII ternyata masih belum berubah juga LDII tsbt ini kejadian baru2 ini, perlu diketahui lingkungan tempat tinggal saya LDII banyak juga.

  21. organisasi ldii harus terus menerus sosialisasi mengenai perubahannya sampa ke tingkat terbawah organisasi mengenai sikap-sikap yang ekslusif dan, hal ini tidak bisa dipersalahkan karena perubahan dari satu sikap ke sikap lain perlu waktu dan sosialisasi yang tidak mudah. Yang penting adalah secara aqidah agama Islam apa yang dianut oleh ldii tidak menyimpang bahkan berusaha untuk memurnikan agama Allah.

    Perubahan ini kadangkala tidak diketahui oleh masyarakat umum dan juga sebahagian anggota organisasi ldii sendiri tetapi pengurus organisasi sebaiknya harus sabar dan tidak kenal lelah untuk menjelaskan permasalahan ini. Permasalahan ini pernah menjadi sikap sebagian organisasi ldii jaman dahulu dan menjadi bumerang bagi pengurus sekarang karena menjadi triger bagi orang-orang atau organisasi lain yang iri atau benci untuk mendiskreditkan ldii.

    Upaya yang telah dilakukan organisasi untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan negara sudah cukup baik Sudah lebih dari 85% seluruh propinsi di Indonesia mengakui dan memberikan legitimasi terhadap ldii sebagai organisasi Islam yang baik, dan bisa menjadi suri tauladan dalam ke kompakan dan tulus sejalan dengan karakater orang-orang Indonesia yang sudah agak meluntur. Dalam kehidupan kemasyarakatan ldii banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat serta banyak mengkampanyekan hal-hal yang positip tentang kehidupan kemasyarakatan yang aware terhadap perkembangan global.

    Ciri-ciri harus dipertahankan dan dikembangkan dalam prikehidupan masyarakat….

    • Propaganda:

      Sudah lebih dari 85% seluruh propinsi di Indonesia mengakui dan memberikan legitimasi terhadap ldii sebagai organisasi Islam yang baik, dan bisa menjadi suri tauladan dalam ke kompakan dan tulus sejalan dengan karakater orang-orang Indonesia yang sudah agak meluntur.

      Sumber: Budi Asman

      Fakta:

      Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin membantah bahwa MUI telah menyatakan aliran sesat LDII memiliki paradigma baru yang berbeda dengan Islam Jamaah yang pernah difatwakan sesat oleh MUI.

      Sumber: VOA-Islam

  22. Maaf Pak Widjoyo, saya ini mengamati dan agak pro ke ldii . Klau menurut faktanya, saya mendengar langsung dari Bapak Dr. KH. Mas’ruf Amin di suatu forum (anda bisa cek ke Beliau) lebih dari 22 propinsi telah memberikan pengakuan terhadap ldii tetapi angka 85% itu saya dengar perkiraan dari orang ldii. Jadi angka itu mungkin bisa diperbaiki (terima kasih).

    Kalau menyangkut “proganda” menurut anda, mungkin menurut saya tidak. Keputusan jalannya suatu organisasi dan kemana arahnya harus dijalankan berdasarkan keputusan bersama dan terbuka. Di dalam keputusan tersebut dihadiri oleh pengamat baik dari pemerintah dan organisasi lain tentunya mereka mengikuti jalan dan terbentuknya suatu keputusan. ldii itu tidak seperti organissi kecil dan tingkat rt, disitu duduk bermacam-macam orang dari berbagai kalangan setiap kepala tentunya akan berbeda pendapat.. Jadi keputusan itulah yang dijalankan….

    Setiap organisasi tentunya akan berusaha mempropagandakan atau mensosialisasikan keputusan organisasinya kepada masyarakat… seperti politik dagang: marketing berusaha untuk menjual barangnya kepada orang l ain. Hal ini tidak salah menurut pemikiran Anda, namun keputusan organisasi besar tidak mungkin atau kecil kemungkinan untuk merekayasa keputusan bersama yang menentukan jalannya organisasi.

    • Apa hubungannya dengan pengakuan provinsi? Mau diakui amerika dan eropa seperti Ahmadiyah sekalipun tidak ada urusannya. Jangan mengalihkan bahasan.

      Sudah jelas beritanya, KH. Ma’ruf Amin membantah bahwa MUI telah menyatakan aliran sesat LDII memiliki paradigma baru yang berbeda dengan Islam Jamaah yang pernah difatwakan sesat oleh MUI.

  23. Kalau dilihat dari analisa anda, bahwa apa yang ada dibenak anda bahwa apa yang telah diperbuat ldii adalah salah. Percuma melakukan pengupasan suatu masalah dengun sudut pandang yang berbeda dan tidak mencoba untuk memberikan kontribusi kritik membangun terhadap keberadaan ldii. Terima kasih atas masukan dari Pak WIdjojo…

  24. @budi, sudah mas ngga usah diperpanjang lagi biarkanlah anjing mengongong kafilah berlalu…..kebencian dan iri itu tidak bisa melihat hal yang positip dan kebenaran.

    • tu khan mas budi, org LDII menganggap semua orng yg diluar LDII sebagai anjing….walaupun diungkapkan lewat peribahasa, hal ini kalo tdk salah udah diungkapkan 2 kali.

  25. @Mas Didik sudahlah saya menghormati pendapat masing-masing orang, Klau memang kita tidak suka, jangan saling menjelekkan. Keyakinan akhirnya juga berpulang kepada diri kita masing-masing, dan kita akan mempertanggung jawabkannya di depan Allah, Anak SD juga sudah tahu pribahasa tersebut jadi jangan disalah artikan atau diplesetkan. Intinya saya mengetahui perubahan ldii ke depan. Untuk dalil-dalil agama saya tidak paham. saya ngga mau klau pendapat saya menimbulkan perselisihan. Terima kasih, mohon maaf kalau ada salah-salah kata,

    • maslahnya bukan hanya menghormati pendapat dan perbedan pendapat saja, tetapi kebohongan LDII yg mengatakan ada surat dr MUI bhw LDII tdk sesat spt yg dituli oleh adam amrullah kalo memang anda benar buktikan bhw Adam Amrullah lah yg bohong baru saya bisa terima pendapat bhw LDII tdk sesat.

      • karena kebencian yg sangat memang bisa menjadikan hal yg baik selalu jelek sesuai pandangannya sendiri…. Semoga Allah membukakan hatinya….. minimal berkurang sifat benci dan dengkinya…. Amin…

      • terserah maunya pak Didik aja…… kami tetap khusyu beribadah saja apapun jeleknya yg dikatakan bpk…

  26. @wong darjo.
    Wah berarti egois dong…kalo ente merasa nyaman dan khusu beribadah dalam jeratan lingkaran LDII, berarti ente merasa sudah pada posisi yg haq dong… semestinya ente terbuka dan menjelaskan kepada kami2 ini dalam rangka syiar.. bukankah umat Islam itu harus ama ma’ruf nahi munkar??? So ente-ente harus bisa membuktikan kalo organisasi LDII ini memang di ridhoi oleh Allah SWT,minimal ente bisa mengcounter statement2 orang diluar LDII

  27. untuk yang tidak senang dan membenci keberadaan LDII: jika bertanya tentang bagaimana sholat kami, bagaimana cara ibadah kami, bagaimana cara shodaqoh kami, bagaimana kami mempelajari kemurnian Qur’an Hadit’s dalam bentuk jamaah, sebaiknya tidak perlu dibahas di forum seperti ini, monggo datang ke pengajian2 LDII yang berada dekat dengan tempat tinggal saudara2, pastikan apakah ajarannya tersebut memang sesat atau malah benar. silahkan jadi jangan memberikan statement yang sekiranya itu tidak dibuktikan secara langsung, yang hanya didapat dari KATANYA DAN KATANYA, langsung membuktikan saja sendiri, semoga Alloh memberikan HIDAYAh pada kita semua umat Muslin untuk masuk ke surga selamat dari neraka.

  28. @Arrayan : …sekedar ente tahu..saudara ane dari ayah adalah pengikut LDII, temen sekerja ane adalah LDII bahkan di dekat sma ane dulu dimana ane pernah shalat jumat disitu juga LDII, jadi bukan katanya katanya dan katanya…ane sudah bersinggungan langsung dgn orang2 LDII.
    pertanyaan sederhana saja, temen kerja ane sampei detik ini pun gak pernah mau shalat jamaah bareng di mushola tempat kerja ane..dia selalu menyendiri kala mushala terlihat sepi….tanya kenapa????? ;)
    jadi gan…ane bukan termasuk orang yg sok tahu..ane cukup tahu keganjilan2 LDII

    • Jika sudah jelas faktanya, apa masih perlu tabayun jungkir balik sampai berdarah-darah?

      Betul sekali, Bung SP. Jelaskan saja keganjilan-keganjilannya. Jangan mengalihkan bahasan dengan mengaburkan fakta.

  29. btul..tul.. mangkane ayo dulur2 jamah ldii elingo, tobatlah… nek dulur2 isin utowo takut diancam sama pengurus takut diteror bahkan takut disuruh cerai ama suami/istri ente ato diputus ahli waris , yo… pelan2 ae….. sing penting ono niat insyaallah kan ono sadulur muslim (wong jobo) sing bantu ruju ilal haq..yang ternyata mereka lebih benar dari pada ajaran 354 . mugi Allah paring barokah..

  30. iya iya iya…. kami hargai pendapat kalian semua….
    Waktu yg akan membuktikan…..
    semoga kalian semua tetap sehat waras sampai waktu membuktikan kebenaran dari ALLAH SWT….
    Amin….

  31. Kalau memang yang pro dengan LDII di forum ini merasa benar dengan akidah dan ajaranya, mengapa tidak setuju dengan ajakan Pak Adam untuk bermubahalah??? jangan diam saja, buktikan kebenaranya. Jadi kalo pak Adam yang salah, maka dia akan dilaknat Alloh tetapi jika antum-antum yang pro LDII yang salah maka kalianlah yang akan dilaknat Alloh. Selesaikan? kebenaran itu harus dibuktikan! jangan didiamkan!

      • @ Widjojo : Iya betul mas, kita tidak perlu berdebat panjang lebar. Tinggal bermubalah saja, nanti biar Alloh yang menentukan kepada siapa kebenaran akan diputuskan. Karena, menurut ustad di daerah saya (Insyaalloh ASWAJA) dulu Mirza Ghulam Ahmad (Pendiri Ahmadiyah) itu diajak oleh para Ulama untuk bermubahalah. Siapa yang akidah dan ajaranya salah maka dia akan mati dan dilaknat Alloh SWT. Terbukti, Mirza Ghulam Ahmad itu mati didalam Toilet dan mayatnya baru ditemukan beberapa hari kemudian

  32. Saya orang ldii yang sering sholat di tempat umum dan karena sering tugas ke daerah saya seringkali sholat jum’at bergabung dengan mesjid yang bukan ldii. Karena saya merasa sholat di imami bukan orang orang ldii, sama2 menyembah Allah, yang penting bagi saya niat. Untuk di mesjid yang beraliran salafy hampir ada persamaan dalam tatacara, namun untuk selain itu banyak perbedaan. Memang kebanyakan para jama’ah banyak yang ngobrol walaupun khotib sudah baik mimbar, masih ada merokok, masih asyik bermain dengan hp, kadang-kadang tidak menjaga kesucian mesjid dll. Hal ini memang tidak bisa dipersalahkan karena mereka tidak tahu ilmunya.

    Untuk kalangan ldii secara umum yang sangat giat mencari ilmu Allah (Al Qur’an dan Hadits) tahu ilmunya, mereka tidak bisa dipersalahkan untuk sholat di tempat yang sama-sama dalam beribadah, karena hampir setiap hari waktunya dalam seminggu ada pengajian-pengajian. Pak Adam mengakui kalau orang ldii adalah orang2 yang giat mencari ilmu. Ini sebetulnya yang harus dicontoh…untuk orang-orang yang mantan ldii pasti mengetahui hal tersebut. Susah untuk dicontoh untuk kalangan luar ldii, Saat ini banyak orang waktunya habis untuk mencari keduniaan dan tidak menyempat-nyempatkan dirinya untuk ingat kepada Allah, dan mau melakukan pembelaan baik waktu, harta dan jiwa raganya untuk fisabilillah.

    Saya secara pribadi tidak bisa menyalahkan orang ldii tidak mau sholat bergabung di kalangan umum, padahal perubahan nasehat pengurus ldii sudah banyak perubahan tetapi pelaksanaannya berpulang kepada para jama’ahnya. Untuk masalah kepemimpinan dalam agama, kalau boleh jujur “dalilnya sudah ada” selain ldii pun organisasi lain sama bentuknya tetapi memang dalam realitas kenapa masih ada saja orang memperdebatkannya. Saya sebagai orang ldii sangat yakin kebenaran apa yang di ajarkan di ldii karena penyimpangan secara agama sangat sulit disebarkan sudah banyak rujukan. Saya setuju dengan @wong darjo hanya kebencian yang membutakan mata kita akan kebenaran dan nilai-nilai kehidupan yang positip. Semoga Allah membukakan mata hati mereka…para sedulur sing sabar

  33. Mas. M..ane tanggapin komentar ente yaa..
    Menurut ane keluhan2 ente dan orang2 LDII bahwa orang2 luar LDII kalau di masjid masih ada yang ngobrol lah..yang main hp lah atau yang merokok lah…tetap saja tidak bisa di justifikasi bahwa serta merat masjid itu tak cukup layak untuk di makmurkan…atau jangan2 hanya masjid LDII saja yang layak?? Ini sih justru makin memperkuat anggapan bahwa kalian hanya mengakui LDII ini saja yang pantas,layak dan sesuai syariat dan yang lain tidak… ckckck..
    Dan satu lagi ; lalu apa karena kami2 ini “tidak cukup pantas” dan layak dalam hal beragama hingga saat kami shalat jumat ditempat kalian,bekas sujud kami kalian lap dan pel hingga kami ini seolah seperti najis?? :roll: , air tempat wudhu kami kalian kuras dan diganti yang baru seolah kami makhluk menjijikan yang bisa mencemari air kalian??? Astaga naga!!! Apa diseluruh dunia ini hanya orang2 LDII saja yang suci dan milyaran umat Islam lain tidak??? Saran ane gak usah berdalih lagi… smoga ente dan orang2 LDII lain dapat hidayah …

  34. Saya ini orang ldii dan saya sudah biasa sholat lima waktu atau sholat jum’at dimesjid dimana saya berada. Saya secara pribadi ngga masalah menjadi ma’mum dengan orang di luar ldii, yang pentingkan niatan. Tetapi jangan menyalahkan orang yang berusaha untuk bisa menetapi ibadah dengan orang-orang yang sejalan dan itu biasa ko di realiatas kehidupan. Orang akan nyaman bersosialisasi di habitatnya.
    Ungkapan apa yang di sebutkan oleh Mas SP itu tidak keluar dari orang ldii tetapi anggapan Mas SP saja dan mungkin orang lain secara sepihak dan terlalu dilebih-lebihkan. Kalau ada orang mau sholat di mesjid ldii juga boleh ngga ada yang melarang, kalau bekas-bekasnya di pel itu mah cerita lama, silahkan cek sendiri dan alami dengan Mas SP ke lapangan. Saya pun sebagai orang ldii biasa sholat di mesjid yang bukan milik ldii, jadi ma’mumnya lagi, ngga ada yang salah, dan saya ngga mau susah payah mempersulit diri saya untuk mencari dan sholat di mesjid ldii dimana sya berada.. Saya menceritakan di atas karena saya mengalami sendiri dan biasa melakukan, kalau Mas SP mau studi banding lakukan lah sendiri dan lihat perbedaannya cek n recheck..

  35. Mas M
    Astaga naga…sekedar info ya…semuanya ane alami sendiri..WALLAHI!! ane bukan ngarang2… saudara ane orang LDII baik suaminya maupun istrinya,.temen ane dikantor juga LDII, temen ane waktu di bandung dulu juga orang LDII,..jadi mas..ane sudah cukup tahu siapa dan bagaimana kesan2 orang LDII :)
    Bukan asal cuap.. pertanyaan ane di awal juga gak ada yg bisa menjawab : kenapa temen ane sekantor gak pernah mau shalat jamaah bareng di mushola,..dia shalat saat mushala sudah sepi,kalau zuhur jam 14 kadang 14:30 dan ashar biasanya jam 4.45,..tanya kenapaaaa???? Buat ane itu sih sudah bukan biasa dalam realitas kehidupan, itu cenderung mengisolir diri…lalu kalau memang haq, kenapa musti mengisolir diri???? Sekedar perbandingan saja,..pemahaman ane thdp Islam cenderung modernis dan bertolak belakang dgn islam2 tradisional macam NU-lah.. tapi ane gak pernah tuh merasa risi shalat jamaah bareng di masjid NU..

  36. assalamualaikum.. ikwan & ukhti.
    saya ada satu pertanyaan yg membuat saya penasaran. yaitu kenapa temen2 LDII memilih utl sholat di “masjidnya sendiri” pdhl dideketnya ada msjd tp bkn masjid LDII? Q blg gitu soalnya tmn Q yg LDII sperti itu.

  37. Wealaikumussalam, shobatq…….
    Q juga punya temn LDII jga….
    yg Q thu cih, memag intruksi dri bpk. imannya itu jmaah LDII di wjibkan untk shlat d masjdnya sndri,.
    yaaaaaaaaaaaaaaaa mugkin klu jmaah LDII shlt d msjid non LDII, mugkin msjidnya tkut sepi kale…

  38. dak usah beda2lkan aliran islam di Ind.yg penting bisa melaksn.ibadah sesuai rukunnya dan pedomannya, /Alloh,Mohammad ,Qur’an, Hadist ya sama,tak masalah ,jng menambah beban/masalah krn ini kan urusan akhirot,jadi nafsi2 lah,jng pula yg ini menyudutkan yg.ono,yg sini menyalahkan yg.sono dsb…ayo rukun…rukun…rukun ,sesama muslim itu saudara , kita lain agama saja bisa rukun (kpd.Kristen,Budha,Hindu dll),dan pada agm sendiri( islam) tgk bisa rukun dan saling mencemo’oh saling berebut benar…sadar …sadar.. sblm kita mati,
    Al mu’min haqul mu’min,harom damuhu,maluhu wa irdhuhu= org iman itu sdr.nya org iman,haram darahnya (sl.bunuh/berantem) hartanya ataupun rahasianya……….azzk.

  39. Allah tdk mmbeda-bedakan ummatx,…
    nmun Manusia sndrilah yg mmbeda – bedakan drix..
    krn sfat mnusialah yg mmbuat seket d’antara ssama mnusia.. Klu Qt mmbaca sjrah Manusia dngn syetan, mk Qt akan mmahami sfat Manusia dan syetan itu sndri…
    syetan tdk mau sjud k’Nabi Adam krn merasa syetan lbih baik drix,.
    dan tanpa Qt sdari, sfat syetan tryata ada pda dri Qt, yaitu tdk mau mnerima prbedaan antara umat manusia dan mrasa drix pling baik dri Orang lain…
    pdahal smua itu adalah sunnah Tullah….

  40. Maaf untuk temen2 yang sudah lama di LDII saya mau nanya adakah anggota dari LDII yang lulusan S1 atau S2 atau S3 bidang ilmu Al-Qur’an, ilmu hadist atau ilmu syari’ah dari Universitas Mekah atau Medinah. Sehingga bisa membandingkan ilmu mereka dengan yang didapat dari LDII. Dengan demikian ilmu yang didapat bisa dibandingkan kebenarannya (tidak hanya dari satu sumber saja). Sehingga kita-kita yang ilmu agamanya masih sedikit bisa yakin dengan ilmu yang diajarkan di LDII adalah sesuai dengan yang diajarkan ulama2 soleh terdahulu.

  41. maaf tmn” smua, sya bkan orng LDII.. , yg sy ktahui tntang LDII mmang krang mndlam.. nmun krn sya pya tmn dri LDII ……. hmpir smua warga LDII itu myekolahkan anknya di lingkp Muhammadiyah, ya krn LDII sndri tdk mmpunyai atau tdk brgerak dlam bidang pndidikn,…
    klu mslah srjana S1 tau S2 dll, itu sya krang fham… krn tmn sya crita klu stelah lu”s SMP/SMA, mka anknya di wjibkan untk mondok di pondok LDII yaitu d kediri, agr mmperdalami ilmu mangkul,. stelah lu”s pondok dlam 1 thun atau slbihnya, itu akan di tugaskan k daerah” atau pelosok” indonesia, untk myebarkan agama ap yg dy fahami atau dy peljari.. dn orng di LDII di hramkan untk mnikah dengn orng slain LDII,. kecuali orng yg dinikhi mau msuk LDII dan brbaiat di hdpan IMAMnya, yaitu di kediri….

  42. Kalo menurut saya (sekali lagi menurut saya pribadi) untuk memperoleh agama islam yang benar dan diridhoi oleh Alloh subhanahuwata’ala diantaranya:
    1. Sering2 berdo’a dengan khusyu’ (dengan bangun malam misalnya) dan sungguh2 dihayati kepada Alloh subhanahuwata’ala untuk ditunjukkan jalan yang lurus, agama islam yang haq yang diridhoi oleh Alloh subhanahuwata’ala yang bisa mengantarkan ke surga dan menjahui neraka. Karena skrg kita dihadapkan berbagai banyak aliran agama islam (dalam hadist ada 73 aliran), dan masing2 aliran meng-claim aliran mereka yang paling benar. Bukankah dalam Al-Qur’an Alloh subhanahuwata’ala telah berfirman bahwa Alloh subhanahuwata’ala akan mengabulkan doanya orang yang berdoa (tentu doa yang bersungguh-sungguh/bukan doanya orang yang lalai)
    2. Jangan merasa kita paling benar sendiri (ilmu agamanya paling top) dengan menyalahkan orang lain bahkan ada yang mengkafirkan yang tidak sealiran. Krn itu termasuk kesombongan yaitu meremehkan orang lain dan tidak mau menerima nasehat dari orang lain krn merasa sudah merasa paling benar.
    3. Tetap membuka diri /saling menasehati dan terus menerus menambah ilmu agama diantaranya dengan banyak bertanya atau mendengarkan nasehat dengan berbagai sumber sehingga menambah wawasan kita tentang agama islam yang benar. Yang benar kita pakai yang tidak benar kita tinggalkan intinya tetap berpedoman pada 2 perkara Al-Quran dan Al-Hadist (bukan logika) dengan penafsiran dan pemahamannya para sahabat/ulama soleh yang terdahulu bukan penafsiran/pemahaman orang sekarang atau bahkan dengan logika/pikiran mereka sendiri.
    4.Sering2 mengkoreksi atau bermuhasabah terhadap diri sendiri.
    5. Menjaga persatuan dalam islam (boleh berbeda tapi jangan saling menjatuhkan dan saling menghujat dan saling bermusuhan).Bukankah amal kita adalh kita sendiri yang memetiknya dan amal mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri diakherat kelak.
    6. Mungkin ada tambahan lainnya teman2 bisa menambahkan sendiri.

  43. Sobat Sarul, itu yang saya maksud bahwa kalo benar yang Anda utarakan bahwa setamat SMA langsung mondok dan langsung ditugaskan berarti ilmunya hanya satu sumber saja yaitu dari pondok LDII saja. Sedangkan ilmu di LDII katanya dibawa dari Mekah dan Medinah hanya oleh satu orang saja, tentu seorang pembawa tersebut kan mempunyai guru/bbrp guru dan guru2 tersebut mempunyai murid-murid yang lain ditempat Sekolah/Pondok/Universitas di Mekah dan Medinahnya dulu. Kalo ilmu yang dibawanya benar tentu sampai sekarang ilmu di Mekah dan Medinah sama persis dengan ilmu yang ada di LDII dan ini perlu pembuktian jangan hanya percaya katanya.Bukti bisa didapat dari adanya anggota LDII yang lulusan S1 atau S2 atau bahkan S3 bidang ilmu syari’at atau bidang ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Al-Hadist dari lulusan Universitas Mekah dan Medinah shg bisa membandingakan ilmu yang didapat di LDII dan ilmu dari Mekah dan Medinah adalah sama, kalau berbeda berarti cara penafsiran dan pemahaman Al-Qur’an dan Al-Hadist oleh LDII perlu dipertanyakan. Karena sumber boleh sama Al-Qur’an dan Al-Hadist tapi kalo cara menafsirkan dan memahaminya dengan caranya sendiri, ini yang membuat berbagai banyak aliran dalam agama Islam. Makanya kita harus banyak mengambil referensi dari berbagai sumber ini fungsinya.

  44. ya luqman shbatq….. akn FGangakn trjwab jka qt dkat lagsug pda xg brsangkut,…
    bgtu jga driku, aq hya megugkpkn ap xg aq lhat n ap xg aq fhami, krn slma in aq jga surve lagsug k tmpat gjix itu, dn smpai skragpun aq msih proses kbenarn ldii,…
    smpai saat inipun sya sdah msuk dlam kkeluargaanx…. hehehe dlam artian. (menantux).
    krn xg sya tau bhwa, mobaligh”ldii tdk ad xg bljar k mekkah,, n bpk.nur hasan pndri ldii itu jga d prtyakn., apkah bpk.nur hasan bner” bljar d mekkah, jka bner mka, muridx akn megikutijejak sag grux itu yaitu bljar k mekkah….
    jka engkau sring ikt pgjianx, n ustx bhs tntag sjrahx bpk. nur hasan, mka smua tdk msuk akal….
    krn aq jga org dlm, mka sya jga fham….

  45. Betul sekali shbtq Sarul… kalo memang bpk nur hasan pendiri LDII adalh lulusan Mekah atau Medinah seharusnya muridnya banyak yang dikirim kesana untuk belajar pendalaman ilmu. Justru Anda bilang tdk ada mubalignya/santrinya dikirim kesana ini menurut saya sebuah PERTANYAAN BESAR yang perlu dipertanyakan dan dicari tahu KENAPA BEGITU.
    Shbtq aku sedikit mempelajari teori2 brainwashing(cuci otak) penanaman ideologi suatu sekte atau kelompok tertentu salah satu caranya adalah dengan pemberian kata/kalimat/doktrin ideologi sekte tersebut yang diucapkan/dibacakan dengan cara yang diulang-ulang setiap waktu/pertemuan. Krn suatu kesalahan kalo kita dengar berkali2 dikatakan suatu kebenaran dan dikatakan oleh org banyak dan berkali-kali, lambat laun otak kita akan mengatakan bahwa hal yang salah tadi bisa menjadi kebenaran, demikian juga sebaliknya kebenaran akan menjadi salah. Pertanyaan saya selama ini Anda mengaji disana adakah doktrin2/ucapan2/kalimat2 yang sama yg selalu diucapakan setiap pengajian yg awalnya Anda ragu2 lambat-laun menjadi yakin?Kalo demikian Anda harus hati2 sering-seringlah berdoa agar ditunjukan agama Islam yg lurus spt yg saya katakan sebelumnya diatas.
    Kalo yang saya tahu tidak hanya LDII yang mempunyai sistem jamaah dan amir, tetapi ada bbrp yang ada di Indonesia dan Malaysia, intinya mereka menafsirkan dan memahami kata jamaah dan Amir itu berbeda dengan penafsiran dan pemahaman para sahabat atau ulama2 sholeh terdahulu shg terjadilah kelompok2 tersebut. Dan biasanya mereka yang masuk kesana adalah orang2 yang awalnya ilmu agamanya / ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Hadistnya sedikit (makanya sobat Arul saya tanya adakah di sana S1,S2,S3 dari Universitas Mekah atau Medinah) sehingga krn sedikit ilmunya maka mrk mudah menerima hal-hal pengajaran penafsiran dan pemahaman model/metode mereka.Dan apabila sudah masuk pemahaman/penafsiran model kelompok mereka, mereka sulit menerima penafsiran/pemahaman lain yang lebih benar karena mereka rata2 dilarang oleh kelompoknya untuk mempelajari/mendengar dari ulama selain ulama dari kelompoknya (ilmunya tdk berkembang).
    Pertanyaan terakhir buat sobatq Sarul adakah disana pernyataan2 tentang kebenaran menurut mereka tetapi tidak boleh diungkapkan atau diperdengarkan kepada selain kelompoknya. Kalo ada, ini pertanyaan besar lagi kenapa begitu? Padahal Agama Islam yang benar dan lurus adalh dibangun diatas kebenaran dan Rosululloh tidak pernah mengajarkan untuk menyembunyikan kebenaran.

  46. assalamu’alaikum….
    Paham LDII hampir mirip dengan NII, yaitu menganggap orang diluar jamaah masih kafir atau musyrik karena belum berbaiat. Kesalahan dalam memahami makna jamaah sebenarnya adalah akar permasalahannya. Hadist hadist tentang wajibnya berjamaah & berbaiat dijadikan alat untuk menakuti orang agar masuk kejamaahnya & hadist tentang mati jahiliayah bagi yg keluar jg demikian.Biasanya mereka juga memakai atsar Umar bin Khottob untuk mengokohkan argumennya, : Laa islaama illa biljama’ah, laa jamaa’ata illa bil imaroh……..dst.
    Padahal maksud JAMAAH yg dimaksud adalah bersatunya kaum muslimin dalam satu kepemimpinan islam / JAMA’ATUL MUSLIMIN/khilafah bukan JAMA’ATUL MINAL MUSLIMIN(jamah bagian dr kaum muslimin/ kelompok). Tentunya penempatan dalil tentang wajibnya berjamaah tidak bs dipakai untuk jamaah kelompok karena setiap kelompok menggunakan dalil ini yg terjadi adalah setiap kelompok men JAHILIYAH kan kelompok yg lain atau jama’atul minal muslimin lainnya. Dalil yg digunakan benar tp penempatan dalil yg tidak pada tempatnya. Akibtnya adalah orang LDII juga orang NII berbekal dalil dari Alqur’an & hadist tentang wajibnya berjamaah & berbait jg taat kepada pimpinan menfonis orang diluar masih jahiliyah dan yg keluar dr jamaah murtad amalan terhapus walaupun amalannya sesuai dgn contoh rosul / ittiba’. Wahai saudaraku di LDII bersikap adillah kepada Alloh dgn menempatkan dalil sebagaimana mestinya. Hari ini kita kaum muslimin belum memiliki jamatul muslimin, dimana seorang yg kita angkat menjadi imam memiliki wilayah yg merdeka untuk mengatur kaum muslimin dgn hukum Alloh. Jika sudah ada IMAM(bukan IMAM ecek2an) dan memiliki wialayah untuk mengatur kaum muslimin baru datang atas kita untuk berbaiat & taat, dan siapa saja yg keluar dari jamaah maka matinya jahiliyyah

  47. orang yang baik selalu berkata dan berbuat baik, dulu sy gak suka ldii karena …..tapi setelah sy selidiki langsung eh, sekarang sy ikut ldii. semua orang sekarang sudah pintar , gfak percaya pada tulisan doang, harus dibuktikan

  48. saya ldii anak sy sekolah di sd muhammadiyah, sy juga shodaqoh di mesjid nonj ldii dekat rumah, kebetulan lingkungan mesjid, non ldii juga banyak yang jumatan di masjid ldii.

  49. ni sy jg lagi mempelajari ldii sebagai bahan tesis, tapi sy lihat orang ldii santun. sy suka pada sikapnya walaupun dibilang sesat, tetap baik. (maaf saya komentar ini)

  50. Wahai shbat2 sya yang di muliakan Allah SWT. smoga Doa qt,Rukuk Qt, Sjud dan amal ibadah qt, mudah2an di terima Allah SWT… Amiiin…….
    maaf jika kta2 sya myinggung shbatq smuanya.. jika Qt berbicara mslah santun atau brkata baik dengn masyarakat sya rasa bukan hanya orang muslim, bahkan orang non muslimpun kadang lbih santu dari orang muslim…. karena smua Agama mengajarkan ummatnya untuk brkata santun dan baik, agar dpat di terima di msyarakt atau dpat bersosialisasi dengn mnusia lainnya……
    Qt kmblikan k syariat islam, maaf karena saya dlu prnah mgambil Ilmu tntang hukum – hukum islam,.
    yang brhak menentakan amalan itu di tolak atau di trima dan sesat atau tidak sesat itu hanya Allah SWT. tidak ada yang lain….
    untuk kakanda mantan NII. mamang bner otak kita itu terhipnotis dengan kata – kata yg berulang – ulang atau otak kanan kita yg di pergunkan untuk brfikir atau mengingat itu jika dimsuki kata berulang, mka akan di terapkan di msyarakat..
    untuk kakanda Aki, maaf ya mas, mamang pndapat anda juga bner, krna kakanda Aki adalah orang LDII, krna ga mugkin orang yg msih aktif di LDII itu menyebarkan mslah LDII, cba anda kaji kmbli ke pada bapak imam anda tntang LDII atau pndiri LDII, krna di LDII itu mengharamkan pngurusnya untuk menanyakan tntang pndiri LDII itu sndri,. sya yakin jika anda tanya sperti yang sya srankan, bpk. imam anda akan jawab. bahwa org yg menanyakn kberdaan atau pndiri LDII itu sma halnya dengn mmbka aib dri sndri atau mmbuka kelaminnya kpada msyarakt…………
    karena jawabn itu sudh d intruksikn dari pusat LDIIk pada smua bpk imam yg ad di lDII. apa lagi di stiap kelompok2nya…………………………………..
    maaf kakanda Aki, mertua sya itu mmang LDII, mlahan beliu adlh bpk imam d lDII, jdi syaa lbih faham dri anda… mskipun sya ad di kluarga LDII, sya kuat dengn prinsip sya, sya tdk akan berbai’at kpada imamnya lDII.
    trimaksih………………… Wessalamualaikum.Wr.Wb.
    tolong smuanya di kaji kmbli, jgn smpai Qt smua trperangkap dlam hasutan syetan/jin dan manusia…

  51. heheheheh………..
    sya lupa klau sya lom ngomentri kakanda fx jonh…
    kakanda jonh, tolong jka anda mlakukan tesis, maka anda hrus tpat sasarn, dlam artian peryataan yg sebenarnya, jgn smpe ad kebohongan antara prtayaan dan jwban,..owh ya mas john, jgn smpe anda trpesona dgn perempuan2 LDII, jka sdah terpesona oleh perempuan LDII dn anda suka kpada dy, mka yg di mnta dya adlah berbai’at dlu,….
    untuk kakanda wjojo, tlong kakanda jgn emosi dlu ya.. emosi adlah sifatnya sytan kang…./////////!!!!
    yg Qt btuhkan bukan emosi, nmun tindkan dan fakta yg ad di lpangan,. kadang orang pintar bicara nmun kdang dlam tindkan atau fakta itu lemah…………..
    yg pnting katauhidan kakanda jgn smpai tergoyangkan hanya krn mslah ini………
    maaf ya kang, bkan sya menggurui, nmun sya hanya sllu brlomba – lomda dalm kebaikan dlam mncari ridho Allah SWT….
    terima ksih smuanya…………….

  52. bersabarlah sodara2q semua….
    alfirqotu adab….
    kita sedang diuji…
    apa mau kita diberi adzab oleh alloh hanya karena kita saling membenci dan menganggap kita yg paling benar????
    lihatlah zaman rosululloh yang semua hidup rukun saling bergandengan…

    cobalah kita tidak usah berdebat dan saling menjelek2an,
    kita instropeksi diri,.. kita fokus ibadah pada Alloh…
    krna sesungguhnya surga diwariskan bagi orang yang beramal….
    bukan orang yang ahli ilmu dan ahli berdebat…

    islam itu indah klo kita bener2 menjalaninya dgn penuh syukur, penuh dedikasi…
    ngga usahlah saling berdebat….

    mari kita bersatu, hilangkan benci, hilangkan amarah….
    apapun wadahnya tujuanya satu : SURGA ALLOH….

    aMIIIN….

  53. sesat dari mana dam ngji sampe tahunan bru blg sesat sekarang haha modus… alloh adil ya org kya kmu gk pntas ada di ldii krna kmu pemecah umat… suka dusta dan fitnah kita buktikan aja di akhrot sp yg bnar.

    • Bukan masalah bermanfaat atau tidak, tapi Anda menyebar spam. Bahkan kalaupun Anda menuliskan seluruh isi qur’an dalam komentar, itu kami anggap sebagai spam.

      Cukup saja tunjukkan link-nya, bukan copy paste.

  54. @widjojo, anda memang pintar…… menghindari orang membaca langsung isi nya…. dan anda berdalih mengarahkan dengan link nya agar gak ketemu dan orang jadi malas mencarinya, apalagi yg kontra ama LDII tambah malas mencarinya…. anda memang politikus pintar.

    lain cerita kalo isinya kontra dgn LDII, PASTI OKE – OKE AJA TUH…… BUKTINYA BANYAK KOMENTAR KONTRA LDII PANJANG LEBAR DAN COPY PASTE SAMPAI HARI INI TIDAK DI DELETE..

    HAYOOOOOO….. MO ALASAN APALAGI…..!
    oke deh sy cuma tamu kok…..

  55. iya gan…ane juga punya sodara satu keluarga semua LDII,emang ganjil sih, setiap sholat mereka nggak pernah mau jadi ma’mum ane, kalo ane sih positif thinking aja mungkin emang bacaan ane nggak fasih jadi mereka nggak mau jadi ma’mum. trus kalo ane silaturahmi kerumahnya dan dateng waktu sholat lalu ane pas mau sholat pasti dikasih sajadah yang baru dan pernah juga ane pinjem sarung buat sholat tapi nggak dikasih,padahal sarung yg ane mau pinjem udah nggak dipake lagi sama dia karena dia udah selesai sholatnya,ane malah diambilin sarung yang baru…..
    dan yg makin terasa kejanggalannya pas idul fitri hari kedua kemaren kan hari jum’at ya gan,,,nah posisi ane sama mereka waktu itu udah jam 12 kurang dari rumah mereka,otomatis kita semua terburu2 untuk sholat jum”at,dan pada saat itu kebetulan ane yg menyetir kendaraan,ane berusaha mencari masjid yg terdekat supaya nggak ketinggalan sholat jum’at…tapi pas sampe mesjid terdekat ane malah disuruh jalan terus…laaaahhhh,,,ane bingung,tapi ane turutin juga maunya mereka dan ternyata ane diajak kemasjid LDII,,ane nggak mau pusing sampe dimasjid langsung ambil wudhu dan langsung masuk masjid,,aneh lagi gan pas didalem masjid ane diliatin sama banyak orang disana,ane berasa orang asing…tapi tau akh gelap yg penting ane sholat..daripada dosa karena nggak sholat,,
    kalo masalah setelah ane sholat trus tempat sholat ane di pel atau nggak, ane nggak tau deh, nggak nungguin sampe sepi sih, selesai sholat kita ya langsung pulang…

    pertanyaan ane,apa emang begitu ya warga LDII..???? harus sholat dimasjidnya sendiri??
    kalo emang begitu cape amat ya jadi warga LDII…kalo lagi diluar kota trus ga ada warga LDII dikota tsb,nggak sholat jum’at dong..apalagi kalo sampe sebulan lebih harus keluar kota yg nggak ada warga LDII nya..sebulan dah nggak sholat jum’at…kafir dah lebih dari 3 kali ga sholat jum’at….
    lagian kenapa harus begitu sih,kenapa harus golongan kayak gitu??? sholat harus di tempat ibadahnya sendiri,ngaji harus di perkumpulannya sendiri….udah kayak umat kristen aja harus beribadah di gerejanya sendiri…
    males akh kalo harus repot gitu..kan islam agama yg memberikan kemudahan bagi umatnya..yang flexible dalam segala kondisi dan berlaku sampai akhir jaman karena ALLAH maha tahu…

  56. LDII itu menganggap drinya bner, dan mnaggap orang lain atau organisasi lain salah atau myimpang ( belum mndapatkan hidayah ),.
    yg aku pesnkan pda saodara'”Q, jan smpai Qt trpengaruh dengan adanya Hal semacam LDII, Qt umat islam yg sllu memnta ptunjuk pada Allah, bukan pda orang lain…. klu LDII mnta petunjuknya kan hanya kepda Bpk. Imamnya….

  57. @Iwan
    Jumpa lagi..mumpung senggang…ane mau tanya apakah pernyataan antum bisa dipertanggung jawabkan? Bisa dijelaskan lebih lanjut dari pernyataan bahwa “Kebenaran Al Quran dan Al hadist yg akan benar smpai ilayaumil qiyamah, skrg sdh ada wadahnya di LDII..” itu bisa mengundang penafsiran dari berbagai sisi..

  58. Penafsiran dr berbagai sisi apa bro?apa2 amalan ibadah yg dikerjakan dan dikaji di pengajian LDII benar2 ada dasarnya yaitu Al Qur’an dan Al hadist bs dipertanggungjawabkan dan bs dibuktikkan fisik dalil2nya, jd bukan penafsiran dan angan2 manusia belaka dlm mengamalkan ibadah…

  59. Sy tdk mengatakan bahwa LDII adalah yg paling benar, tp selagi amalan berpedoman kpd Al Quran dan Al hadist yg dikerjakan scr murni tdk dicampuri bid’ah, syirik, takhayul dan kemaksiatan/pelanggaran itu adlh yg benar.

  60. @Iwan
    “…Sy tdk mengatakan bahwa LDII adalah yg paling benar, hmmm apakah ini salah satu gaya system: “Taqiyyah, Fathonah, Bithonah, Budi luhur Luhuring Budi karena Allah.”????
    Lalu menurut antum klaim bahwa Nur Hasan mengaku bahwa dirinyalah satu-satunya jalur untuk menimba ilmu secara musnad muttashil di Indonesia bahkan di dunia., atas dasar itu ia mengharamkan untuk menimba ilmu dari jalur lain….apakah itu juga bisa dijadikan salah satu alasan keyakinan antum bahwa LDII adalah tempat yang tepat untuk mengkaji Al-Quran dan hadits??

  61. Apakah LDII percaya Pak Nurhasan sebagai jalan sanad satu2nya di dunia?

    LDII dari dulu sampai sekarang berusaha menyebarkan mubaligh2nya untuk menimba ilmu dari guru2/syekh2 yang bisa dibuktikan mempunyai ijazah sanad. Entah itu di Saudi, Thailand atau negara lain tidak masalah..

  62. @Iwan
    Hmmm tanggapan antum tidak menjawab kegundahan saya, malah cenderung mengeluarkan statement baru yang bisa menjadi bola liar… :(
    Sekali lagi sy tanya dgn lebih gamblang…apa yang membuat antum yakin bahwa Nur Hasan adalah satu-satunya sanad musnad muttashil dan sampai pada Rasul SAW?? Lalu apakah menurut antum salah satu syarat sampainya ilmu harus melalui manqul?? Bukankah Allah telah berfirman: وأوحي إلي هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ “Dan diwahyukan kepadaku Al Quran ini untuk aku peringatkan kalian dengannya dan siapa saja yang Al Quran sampai padanya” [Al An'am:19]

  63. Wah mas bro ini msh g paham jg, istilah manqul itu hanya metode belajar dari murid ke guru, begini selengkapnya
    Manqul itu bahasa arab berasal dari kata Naqola. Manqul secara harfiyah artinya yang dipindahkan. Adapun arti menurut agama Islam adalah belajar mengaji Quran dan Hadis dengan cara berguru atau ilmu Quran dan Hadis yang dimiliki oleh seseorang itu diperoleh melalui proses pemindahan ilmu dari guru ke murid. Adapun sistem manqul
    ada beberapa macam cara antara lain:-
    a) Guru yang membacakan ilmu, murid mendengarkan.
    b) Guru sedang mengajar ilmu kepada muridnya kemudian ada orang lain mendengarkannya.
    c) Dengan sistem munawalah yaitu guru memberi hak/persetujuan kepada muridnya yang dipandang sudah menguasai ilmu manqul untuk mengerjakan dan mengajarkan ilmu tersebut atau guru berkirim surat yang berisi Al Quran dan atau Hadis kepada muridnya tentang suatu masalah lalu murid membaca dan melaksanakannya.

  64. @Iwan
    Hmm ane cukup ngerti kok mas.. :) tapi setahu ane di LDII juga ada dikenal ajaran MMM
    ( manqul musnad muttashil ) manqul = proses transformasi ilmu dari guru ke murid dgn berbagai cara ( seperti yg antum sebut ) , musnad : artinya sandaran yg disebut sanad dan muttashil artinya bersambung ke Rasul SAW, jadi kalo di perjelas, menurut LDII proses penyampaian ilmu itu harus memiliki sanad yang bersambung langsung ke Rasul SAW.. nah sekali lagi ane nanya mas… atas dasar apa Nur Hasan mengklaim bahwa ajarannya memiliki unsur 3 M ini ??

  65. Pak Nurhassan Al Ubaidah pada waktu mengaji secara manqul di tanah Hijjaz Mekah Al Mukarramah-Madinah dlm waktu 10 tahun. Alhamdulillah atas kuruniaan Alloh dalam waktu 10 tahun itu beliau dapat menerima kemanqulan Al Quran 30 juz bacaan, makna dan keterangan dengan ilmu alatnya, Qiro’atussab’a (21 macam bacaan) dan dapat menamatkan kitab-kitab hadis yang kesemuanya berjumlah 49 Kitab Hadis, semua itu dengan cara manqul dan beliau benar-benar faham terhadap Al Quran dan Hadis yang diterima secara manqul.

    Setelah pulang dari Mekah, beliau terus amar makruf kepada sanak saudara, handai taulan, sahabat-sahabatnya, kenalannya dan siapa sahaja untuk diajak menetapi agama Islam yang haq berdasarkan Al Quran dan Hadis secara berjama’ah. Mereka ada yang bergabung dan ada yang menolak juga ada yang merintangi/menentang tetapi beliau tidak jatuh mental/takut, tetap bersemangat dalam amar makruf dengan bermacam-macam cara, di antaranya beliau selalu mengadakan pengajian khataman/asrama Al Quran dan Hadis secara manqul-musnad-muttashil dan tempat pengajiannya berpindah-pindah. Dalam waktu kurang lebih satu bulan setiap khataman/asrama bisa mengkhatamkan Al Quran 30juz bacaan, makna dan keterangan secara jelas, dan mudah difahami sehingga para peserta khataman pulang dari pengajian merasa puas, senang, gembira dan mantap.

  66. @Iwan
    Okelah …coba kalau begitu dan kalau bisa screen shoot bukti atau copy ijasah manqulnya Nurhasan..
    Lalu menurut antum sendiri bagaimana kedudukan MMM ini dalam aqidah…jika ilmu2 agama yang saya dapat selama ini tidak MMM apakah itu berarti aqidah sy batal dan bathil? ( kyai haji Kastaman, kiyai LDII dinukil dari bahaya LDII hal.253)

  67. Mendingan mas bro cek sendiri di ponpes walibarokah kediri…knp ilmu agama yg didapat harus manqul-musnad-muttashil……
    Menurut aslinya mengkaji atau mempelajari ilmu Al quran dan Hadis itu harus dengan metode manqul-musnad- muttashil dan muhlis kerana Alloh. Kerana penyampaian ilmu Al Quran dan Al Hadis dengan cara manqul, musnad, muttashil adalah cara yang dipraktikkan oleh Rsululloh SAW, para sahabat, para tabi’in dan ulama-ulama salafusssholihin.

    Dari beberapa ayat Al Quran dan Hadis yang dikaji bersama secara manqul telah mendapatkan keterangan-keterangan yang jelas bahwa Alloh menurunkan wahyu kepada Rosululloh SAW dengan sistem manqul yaitu dimanqulkan oleh Malaikat jibril secara teori dan praktikal. Misalnya ketika Rosululloh SAW menerima kemanqulan bacaan Al Quran diperingatkan untuk tidak tergesa-gesa menggerakkan lisan-lisannya mendahului Malaikat Jibril tetapi supaya memperhatikan dahulu setelah Malaikat Jibril selesai membacakan Al Quran, lalu Rosululloh SAW baru disuruh mengikuti bacaan tersebut.

    Firman Alloh yang bermaksud: “Kamu jangan menggerakkan lisanmu (untuk mendahului Malaikat Jibril dalam membaca Al Quran) kerana tergesa-gesa dengannya. Sesungguhnya atas kami pengumpulan Al Quran dan bacaannya. Maka ketika selesai kami bacakan Al Quran itu maka ikutilah bacaannya kemudian sungguh ada pada kami keterangan Al Quran itu. (Al Qiyaamah 16-19)
    Inilah bukti Rosululloh SAW menerima wahyu secara manqul. Contoh lagi ialah pada waktu Alloh menurunkan wahyu pertama kali yaitu surah Al-Alaq, Malaikat Jibril membacakan lafaz iqro, maka Rosululloh SAW juga menirukan lafaz iqro. Contoh lagi ialah pada waktu Alloh menurunkan wahyu tentang waktunya solat. Malaikat Jibril menunjukkan waktunya solat dengan cara mengajak solat bersama setiap waktu solat selama 2 hari berturut-turut yaitu hari pertama dikerjakan waktu awalnya solat dan hari kedua dikerjakan pada waktu akhirnya solat. Setelah itu Rosululloh SAW dan ummatnya disuruh mengerjakan solat pada waktu yang telah ditentukan antara awal dan akhirnya waktu solat.
    Para sahabat dan para tabi’in juga menggunakan ilmu manqul. Sufyan bin Uyainah pernah bercerita : Zuhri (perawi hadis) pada suatu hari meriwayatkan sebuah hadis, maka aku berkata ” Ceritakan padaku tidak usah pakai isnad”. Imam Zuhri menjawab: “Apakah engkau bisa naik loteng tanpa naik tangga?”.
    Imam Tsaury berkata: “Isnad itu senjata orang mukmin”
    Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Mencari isnad yang luhur itu sunnah orang dahulu kerana sesungguhnya teman-teman Abdullah itu berangkat dari Kufah menuju Madinah, mereka belajar dari Umar dan mendengarkan beliau”. Jadi orang dahulupun mencari ilmu pada orang yang berguru.
    Ibnu Mubarak (perawi hadis) berkata di dalam mukadimmah Hadis Riwayat Muslim
    “Dari Ahli Marwa berkata, saya mendengar Abdan bin Usman berkata, saya mendengar dari Abdullah bin Mubarak ia berkata “Isnad itu termasuk (bagian dari) agama dan seandainya tidak ada isnad maka orang akan berkata (masalah agama) sesuka hatinya”

    Imam Hakim dan lain-lainnya meriwayatkan dari Mathor al Waroq mengenai firman Alloh:
    “… datanglah kepadaku dengan kitab sebelum ini atau atsar/labet/isnad dari ilmu jika kamu sekelian orang-orang yang benar” (Surah Al-Ahqaaf :4)
    Dia berkata: “Atsarotin adalah isnadul Hadis”
    Muhammad bin As Syafie yang menyusun kitab Hadis Musnad Syafie beliau mempelajari kitab Hadis Muwatta’ yang disusun oleh Imam Malik. Beliau hafal di dalam kepala seluruh isi kitab Muwatta’ tersebut dan faham isinya. Mengingatkan wajibnya manqul maka Imam Abu Idris As Syafie memerlukan datang ke Madinah semata-mata untuk menemui Imam Malik dan mengesahkan ilmunya dengan cara manqul langsung, Imam As Syafie membaca kitab Muwatta’ secara hafalan dan Imam Malik diam mendengarkannya.
    Di dalam Hadis Bukhari diriwayatkan : Jabir bin Abdillah merantau sejauh perjalanan satu bulan menemui Abdullah bin Unais hanya untuk mendapatkan satu Hadis Sahaja. Ini menunjukkan wajibnya manqul.
    Mengkaji Al Quran dan Hadis dengan cara manqul, musnad, muttashil bukan sekadar methode/cara tetapi hukumnya “WAJIB”
    “Kamu mendengarkan dan akan didengarkan dan orang yang telah mendengar dari kamu akan didengar pula.” (Riwayat Abu Daud)
    “Dari sahabat Jundab ia berkata: Rosululloh SAW telah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan (menerangkan) kitab Alloh yang Maha Mulia dan Maha Agung dengan ro’yu/pendapatnya (secara tidak manqul), walaupun benar maka sungguh ia telah salah” (Riwayat Abu Daud). Sedangkan mengkaji Al Quran dan Hadis tanpa manqul atau Ro’yi dilarang dalam agama Islam dan diancam dimasukkan ke dalam neraka. Berarti hukumnya “HARAM” berdasarkan dalil
    “Dari Ibnu Abbas r.a berkata bahwa Rosululloh SAW bersabda “Barang siapa membaca Al Quran tanpa ilmu (tidak sanad/isnad/manqul) maka hendaklah menempati tempat duduknya di Neraka” (Riwayat At Tirmizi)

  68. @ Iwan
    Menurut saya yang bodoh ini mas..transformasi ilmu tidak mesti dengan manqul, bahkan kapan ilmu itu sampai kepadanya dan ilmu itu benar, maka ilmu itu adalah sah dan harus ia amalkan seperti firman Allah: …وأوحي إلي هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ “Dan diwahyukan kepadaku Al Quran ini untuk aku peringatkan kalian dengannya dan siapa saja yang Al Quran sampai padanya” [Al An'am:19]
    Mujahid mengatakan: dimanapun Al Quran datang maka ia sebagai penyeru dan pemberi peringatan. Kata (ومن بلغ) Ibnu Abbas menafsirkannya: “Dan siapa saja yang Al Quran sampai kepadanya, maka Al Quran sebagai pemberi peringatan baginya.”

    Demikian pula ditafsirkan oleh Muhammad bin Ka’b, As Suddy [Tafsir at Thabari:5/162-163], Muqatil [Tafsir al Qurthubi:6/399], juga kata Ibnu Katsir [2/130]. Sebagian mengatakan : “Berarti bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemberi peringatan bagi orang yang sampai kepadanya Al Quran.” Asy Syinqithi mengatakan: “Ayat mulia ini menegaskan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pemberi peringatan bagi setiap orang yang Al Quran sampai kepadanya, siapapun dia. Dan dipahami dari ayat ini bahwa peringatan ini bersifat umum bagi semua yang sampai kepadanya Al Quran, juga bahwa setiap yang sampai padanya Al Quran dan tidak beriman dengannya maka ia di Neraka”. [Tafsir Adhwa'ul Bayan:2/188 lihat pula tafsir-tafsir di atas-pen] Maka dari tafsir-tafsir para ulama di atas – jelas bahwa tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa sampainya ilmu harus dengan musnad muttashil atau bahkan manqul ala LDII.

    Bahkan siapa saja yang sampai padanya Al Quran dengan riwayat atau tidak, selama itu memang ayat Al Quran, maka ia harus beriman dengannya apabila tidak maka nerakalah tempatnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:بلغوا عني ولو آية”Sampaikan dariku walaupun satu kalimat” [Shahih, HR Ahmad Bukhari dan Tirmidzi]. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengharuskan cara manqul ala LDII dalam penyampaian ajarannya.

    http://www.darussalaf.or.id/hizbiyyahaliran/membongkar-kesesatan-ldii-apa-itu-manqul-1/

    • Banyak sekali penyimpangan yang Ustadz Qomar tuliskan di sini. Silakan cek lagi di LDII terdekat dari tempat Anda untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana LDII menyebarkan dakwahnya dan apa saja pokok-pokok ajaran LDII.

  69. Wah anda malah tambah kacau…mungkin ilmu anda selama ini yg di dpt dg membeli buku2 islam di toko buku kmd anda baca dan anda memahami ilmu itu dg akal dan pikiran anda sdri dg tanpa guru….wah lbh bodoh lg anda

  70. Sesuai dg Firman Alloh SWT: “Dan janganlah kamu mengatakan/mengerjakan pada apa-apa yang tidak ada ilmu bagimu (sanad/isnad/ilmu manqul). Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati semuanya itu akan ditanya/diurus oleh Alloh (Surah Al Isra’:36)
    “Dari sahabat Jundab ia berkata: Rosululloh SAW telah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan(menerangkan) kitab Alloh yang Maha Mulia dan Maha Agung dengan pendapatnya(secara tidak bersanad/isnad/ manqul), walaupun benar maka sungguh ia telah salah” (Riwayat Abu Daud)

    Orang yang mangaji Al Quran dan Hadis dengan ro’yi (tidak manqul) sama halnya dengan orang yang menggunakan mata uang asli tetapi dengan cara yang tidak sah. Umpamanya uang itu hasil curian atau separti masuk rumah orang lain tanpa izin pemiliknya atau masuk rumah tidak melalui pintu atau merosakkan pintu.

  71. Lafal bira’yihi dalam hadits riwayat Abu Dawud itu artinya, dengan pendapatnya. Tetapi oleh LDII diartikan, “dengan pendapatnya (secara tidak manqul)”. Perlu kita pertanyakan: Dari mana didapatnya kata-kata “secara tidak manqul” itu?

    Demikian pula, lafal bighairi ‘ilmin itu artinya: tanpa ilmu. Tetapi oleh makalah pelajaran LDII/Islam Jama’ah, bighairi ‘ilmin itu diartikan, “tanpa ilmu (tidak manqul)”. Kita pertanyakan pula: Dari mana pula kata-kata “tanpa manqul” itu?

    Anehnya, kata-kata “secara tidak manqul” dan “tanpa manqul” yang diada-adakan untuk dipaksakan dalam menerjemah hadits itu justru dijadikan landasan untuk mewajibkan manqul, dan mengharamkan yang tidak manqul.

  72. Dg pendapatnya artinya mengatakan ilmu Al Quran dan Al hadist dg pendpatanya sdri tanpa belajar kpd guru yg tahu ilmu.
    Berdasarkan sabda Rosululloh SAW yang bermaksud: “Takutlah kamu pada Hadis dariku kecuali apa-apa yang kamu ketahui. Barang siapa yang dusta atasku dengan sengaja (hadis bukan dari Nabi dikatakan dari Nabi atau dari Nabi dikatakan bukan dari Nabi) maka hendaklah menempati tempat duduknya di Neraka dan barang siapa yang mengatakan tentang Al Quran dengan pendapatnya sendiri (bid’ah, taqlid, takhoyul, syirik, khurofat, dll) maka hendaklah menempati tempat duduknya di Neraka” (Riwayat at Tirmizi)

  73. @ Iwan :
    Di dalam ilmu ushul fiqih ada dalil ‘aqli (akal) dan dalil naqli (dinukil/dikutip dari ayat atau hadits).

    Kata “manqul” itu dari naqala yanqulu naqlan fahuwa naaqilun wa dzaaka manquulun. Manquulun itu arti harfiyahnya adalah yang dipindahkan, dinukil, dikutip. Dalil yang diambil dari Al-Qur’an dan Al-Hadits itu namanya manqul, artinya dinukil dari Al-Qur’an atau Hadits. Jadi bukan seperti yang mereka (LDII) fahami.

    Sedangkan untuk memahami ayat atau hadits manqul (yang dikutip), maka perlu dicari penafsiran yang benar. Mengenai penafsiran yang benar itu Ibnu Katsir berkata: Kalau ada orang bertanya, manakah jalan terbaik dalam ilmu Tafsir? Jawabnya adalah: Sesungguhnya jalan terbaik dalam ilmu tafsir adalah Al-Qur’an ditafsirkan dengan ayat. Yang mujmal (global/garis besar) dalam satu ayat maka akan diperinci dalam ayat lain. Apabila belum cukup jelas, maka dengan As-Sunnah atau Hadits, karena sunnah adalah penjelas dari Al-Qur’an, seperti firman Allah,

    وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ(64)

    “Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an), melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (An-Nahl:64).

    Dan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

    أَلاَ إِنِّى أُوتِيتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَه

    “Ketahuilah aku diberi Al-Qur’an dan semisalnya bersamanya, yakni As-Sunnah Al-Muthahharah. (HR. Abu Dawud)

    Kesimpulannya, carilah Tafsir Al-Qur’an dari Al-Qur’an. Jika tak dijumpai, maka dari As-Sunnah. Apabila tidak kita jumpai pula, maka kita kembalikan kepada perkataan sahabat-sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena mereka itulah yang lebih tahu tentang ayat-ayat itu.

    Dari sini, manqul ajaran Nurhasan Ubaidah/Islam Jama’ah/LDII itu sangat berlainan, sangat menyimpang bahkan sesat dan menyesatkan; padahal dalilnya sama.

    Contoh Kebohongan Manqul

    Contoh manqul menurut Nurhasan Ubaidah yang diajarkan kepada jama’ahnya (Islam Jama’ah yang kini bernama LDII) sebagaimana dituturkan oleh Hasyim Rifa’i yang berguru kepada Ubaidah selama 17 tahun: Dalam surat Al- Isra’ ayat 71,

    يَوْمَ نَدْعُوا كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا(71)

    Terjemahan ayat itu: “(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya, dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.” (Al-Isra’: 71).

    Menurut tafsir manqul H. Ubaidah; Pada hari kami panggil setiap manusia dengan imam mereka (maksudnya dengan Amir mereka), sehingga yang tidak punya Amir maka masuk neraka.

    Padahal kalau kita kembalikan ke penafsiran otentik/asli, makna imam; pertama artinya: Al-Kitab Lauh Mahfudh ataupun kitab (catatan amal), sesuai dengan surat Yasin ayat 12,

    وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ(12)

    “Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Yasin: 12)

    Kemudian mari kita perhatikan bunyi ayat selanjutnya: (Al-Isra’: 71)

    فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا(71)

    “Dan barangsiapa yang diberi kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan tidak dianiaya sedikit pun.”

    Di dalam hadits Al-Bukhari dan Muslim diterangkan, setiap umat akan didatangkan di Hari Kiamat bersama nabi/rasulnya masing-masing.

    128 حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ إِذْ رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ فَظَنَنْتُ أَنَّهُمْ أُمَّتِي فَقِيلَ لِي هَذَا مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَوْمُهُ وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيمٌ فَقِيلَ لِي انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ الْآخَرِ فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيمٌ فَقِيلَ لِي هَذِهِ أُمَّتُكَ وَمَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ ثُمَّ نَهَضَ فَدَخَلَ مَنْزِلَهُ فَخَاضَ النَّاسُ فِي أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ فَقَالَ بَعْضُهُمْ فَلَعَلَّهُمِ الَّذِينَ صَحِبُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ فَلَعَلَّهُمِ الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الْإِسْلَامِ وَلَمْ يُشْرِكُوا بِاللَّهِ وَذَكَرُوا أَشْيَاءَ فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا الَّذِي تَخُوضُونَ فِيهِ فَأَخْبَرُوهُ فَقَالَ هُمِ الَّذِينَ لَا يَرْقُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ فَقَامَ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ أَنْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ قَامَ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ *

    “Ditampakkan kepadaku (Muhammad) umat-umat sebelumku. Ada seorang nabi datang diikuti beberapa orang antara tiga sampai sembilan. Ada yang diikuti satu orang, dua orang, dan ada juga yang tiga orang. Bahkan ada nabi yang datang sendirian tanpa pengikut satu pun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku golongan yang besar. Aku menyangka mereka adalah umatku. Tiba-tiba dikatakan, mereka adalah Musa dan umatnya. Kemudian ditampakkan padaku, golongan yang lebih besar lagi, dan dikatakan lihat lah di ufuk sana, lihatlah di ufuk sana, lihatlah di ufuk sana, semuanya penuh, dan dikatakan kepadaku, mereka itulah umatmu. Dari mereka akan masuk surga 70.000 orang tanpa hisab, dan tanpa siksa sama sekali. Kemudian setelah para sahabat bertanya, siapa mereka ya Rasulallah? Rasulullah menjawab, mereka adalah orang-orang yang tidak minta suwuk (ruqyah/jampi) dan tidak bertathoyyur (menganggap suara-suara burung dsb sebagai alamat-alamat sial dsb), dan tidak berobat dengan kei (jos dengan besi panas). Kemudian ‘Ukasyah bin Mishan berdiri dengan melambai-lambaikan selimutnya. Ya Rasulallah, berdo’alah kepada Allah, supaya Dia jadikan aku termasuk golongan mereka. Dan beliau jawab: Ya, engkau masuk golongan mereka. Kemudian berdirilah orang berikutnya, berkata juga seperti itu, dan Rasulullah menjawab, ‘Ukasyah telah mendahuluimu dengannya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

    Dari hadits ini jelas bahwa setiap umat di Hari Kiamat datang bersama imam, atau nabinya masing-masing dan tidak menafikan mereka datang dengan membawa kitab catatan amalnya masing-masing. Sedangkan H. Ubaidah menafsirkan dengan tafsir yang lain, yaitu amir, bukan nabi, agar anak buahnya selalu patuh kepadanya, yaitu keamirannya. Ketika ada yang tidak patuh maka ia tidak diaku sebagai anak buahnya, dan dinyatakan di Hari Kiamat tidak punya imam, lalu ditakuti dengan hadits mauquf (tidak sampai pada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam) dari Umar bin Khatthab,

    “Laa Islaama illaa bil jamaa’ah, walaa jamaa’ata illaa bil imaarah, walaa imaarata illa bil bai’ah, walaa bai’ata illaa bit thaa’ah” (menurut mereka riwayat Ahmad). Artinya, “Tidak ada Islam kecuali dengan jama’ah, dan tidak ada jama’ah, kecuali dengan amir, dan tidak ada amir kecuali dengan bai’at, dan tidak ada bai’at kecuali dengan taat.”

    Kemudian oleh dia (Ubaidah) dijelaskan dengan dibaca terbalik:

    Jika tidak taat kepada amir, maka lepas bai’atnya, jika lepas bai’atnya, maka tidak punya amir. Jika tidak punya amir, maka bukan jama’ah. Jika bukan jama’ah, maka bukan Islam. Jika bukan Islam, maka apa namanya, kalau tidak kafir.

    Sampai-sampai, kalau mereka memberi penjelasan tentang pentingnya jama’ah mereka katakan: “Saudara-saudara sekalian, jika di antara saudara ada yang punya pikiran, ada yang punya sangkaan bahwa di luar kita (di luar jama’ah Ubaidah) masih ada yang akan masuk surga tanpa mengikuti kita, maka sebelum berdiri, saudara sudah faroqol jama’ah (sudah terpisah dari jama’ah) sudah kafir, dia harus taubat dan bai’at kembali. Jika tidak , maka dia akan masuk neraka selama- lamanya.”

    Itulah bukti kebohongannya yang amat dahsyat, hingga mengkafirkan segala, hanya berlandaskan manqul bikinan dan dikuatkan dengan hadits mauquf dari Umar. Padahal hadits mauquf itu tidak bisa jadi landasan, tetapi oleh imam Islam Jama’ah/LDII justru untuk menentukan kafir tidaknya seseorang.

    http://nahimunkar.com/kebohongan-ajaran-manqul-bikinan-islam-jamaah-ldii/

  74. Artikel nahimunkar adalah artikel yg menyesatkan yg ditulis oleh Hartono Ahmad Jaiz
    “Apakah kamu belum tahu (Muhammad) bagaimana Alloh membuat gambaran kalimat yang baik(kalimat yang menunjukkan haq, kalimat tauhid, Al Quran), kalimat yang baik separti pohon yang baik, akarnya kuat, daunnya rimbun dan berbuah setiap musim dengan izin Tuhannya. Demikian Alloh membuat gambaran untuk manusia supaya mereka ingat” Sebaliknya orang yang mengkaji Al Quran dan Hadis dengan tidak manqul, musnad, muttashil, tidak dapat memberi “Guna”(manfaat). Meskipun ilmunya banyak, peribadinya tidak dapat mengamalkan, Alloh menggambarkan dalam Surah Ibrahim:26
    “Dan gambaran kalimat yang jelek/buruk (kalimat yang batil, kalimat yang sesat) sebagaimana pohon yang tidak kuat, mudah tumbang dari atas bumi”

  75. @ Iwan
    darimana antum bisa menyimpulkan kalau artikel bikinan Ust.Hartono Ahmad Jaiz itu menyesatkan? …bukannya terbalik ? ;) apa dasarnya? :roll:
    setahu saya beliau (Ust.Hartono-red) adalah salah seorang ulama yang aktif membongkar kesesatan organisasi dan jamaah macam LDII, JIL,Ahmadiyah, liberal dan antek2nya,bacaan2 beliau objektif,apa adanya dan penuh rujukan ilmu yg sesuai Al-Quran dan Sunnah..

  76. Saya sering membaca artikel nahimunkar isinya adalah kebanyakan fitnah, propaganda dan provokasi, hal2 yg benar tdk pernah ditulis dan dimuat….lucu bgt dan bodoh bgt yg nulis spt hartono itu

  77. @ Iwan
    Kalau begitu coba bandingkan dengan ini nukilan dari buku2 atau kitab2 LDII yang sebagian besar karangan Nur Hasan…sesat mana kira2 .. :)
    Menganggap kafir orang Muslim di luar jama’ah LDII. Dalam Makalah LDII dinyatakan: “Dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi,” (Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/ 97, halaman 8).

    Surat 21 orang keluarga R. Didi Garnadi dari Cimahi Bandung menyatakan sadar, insyaf, taubat dan mencabut Bai’at mereka terhadap LDII, Oktober 1999. Dalam surat itu dinyatakan di antara kejanggalan LDII hingga mereka bertaubat dan keluar dari LDII, karena: Dilarang menikah dengan orang luar Kerajaan Mafia Islam jama’ah, LEMKARI, LDII karena dihukumi Najis dan dalam kefahaman Kerajaan Mafia Islam Jama’ah, LEMKARI, LDII bahwa mereka itu BINATANG. (Lihat surat 21 orang dari Cimahi Bandung yang mencabut bai’atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu’minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, dimuat di buku Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).

    Menganggap najis Muslimin di luar jama’ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (vagina busuk). Ungkapan Imam LDII dalam teks yang berjudul Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI (Cinta Alam Indonesia, semacam jamboree nasional tapi khusus untuk muda mudi LDII) di Wonosalam Jombang tahun 2000. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman): “Dengan banyaknya bermunculan jamaah-jamaah sekarang ini, semakin memperkuat kedudukan jamaah kita (maksudnya, LDII, pen.). Karena betul-betul yang pertama ya jamaah kita. Maka dari itu jangan sampai kefahamannya berubah, sana dianggap baik, sana dianggap benar, akhirnya terpengaruh ikut sana. Kefahaman dan keyakinan kita supaya dipolkan. Bahwa yang betul-betul wajib masuk sorga ya kita ini. Lainnya turuk bosok kabeh.” (CAI 2000, Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI Wonosalam. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman).

    Menganggap sholat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga dalam kenyataan, biasanya orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya, hingga mereka membuat masjid-masjid untuk golongan LDII.Bagaimanapun LDII tidak bisa mengelak dengan dalih apapun, misalnya mengaku bahwa mereka sudah memakai paradigma baru, bukan model Nur Hasan Ubaidah. Itu tidak bisa. Sebab di akhir buku Kitabussholah yang ada Nur Hasan Ubaidah dengan nama ‘Ubaidah bin Abdul Aziz di halaman 124 itu di akhir buku ditulis: KHUSUS UNTUK INTERN WARGA LDII. Jadi pengakuan LDII bahwa sekarang sudah memakai paradigma baru, lain dengan yang lama, itu dusta alias bohong.

    Penipuan Triliunan Rupiah: Kasus tahun 2002/2003 ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan. Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja. Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah. Di antara korban itu ada yang menyetornya ke isteri amir LDII Abdu Dhahir yakni Umi Salamah sebesar Rp 169 juta dan Rp 70 juta dari penduduk Kertosono Jawa Timur. Dan korban dari Kertosono pula ada yang menyetor ke cucu Nurhasan Ubaidah bernama M Ontorejo alias Oong sebesar Rp22 miliar, Rp 959 juta, dan Rp800 juta. Korban bukan hanya sekitar Jawa Timur, namun ada yang dari Pontianak Rp2 miliar, Jakarta Rp2,5 miliar, dan Bengkulu Rp1 miliar. Paling banyak dari penduduk Kediri Jawa Timur ada kelompok yang sampai jadi korban sebesar Rp900 miliar. (Sumber Radar Minggu, Jombang, dari 21 Februari sampai Agustus 2003, dan akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah karya H.M.C. Shodiq, LPPI Jakarta, 2004. )

    • Begini bro mengenai kasus Triliunan yg perlu di luruskan :
      Maryoso adalah nama salah seorang (mantan) warga LDII yang memiliki rencana bisnis untuk menanamkan modal di suatu perusahaasn. Orang yang menanamkan modalnya, dalam jangka waktu tertentu akan diberikan bagi hasil sebagai imbalan atas investasi yang dimasukkan.
      Untuk mengumpulkan uang dari para investor tersebut, ada orang-orang yang bekerja sebagai pengepul. Pengepul dijanjikan akan mendapatkan uang komisi jika bisa mendapatkan uang dari para investor.

      Salah satu ‘iming-iming’ yang diberitahukan kepada warga adalah bahwa ‘Pengurus saja banyak yang ikut lho, masa sampeyan tidak?’ atau hal sejenisnya, yang menyebabkan orang banyak yang mau ikut.

      Pada awalnya, rencana berlangsung dengan baik. Para investor menanamkan modalnya dan mendapatkan bagi hasil yang dijanjikan. Karena ada keuntungan, para investor menanamkan modal lebih besar lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi.

      Setelah beberapa waktu berjalan, ternyata keuntungan tidak keluar lagi. Alasannya bermacam-macam. Perusahaan sedang bermasalah lah, perusahaan saat itu tidak untung, dll.

      Usut punya usut, ternyata uang yang diberikan kepada para investor yang diakui sebagai uang bagi hasil itu adalah uang dari investor baru, yang diberikan kepada investor lama. Bisa dikatakan, gali lubang tutup lubang. Dan ini baru diketahui belakangan setelah beberapa lama.

      Uang bagi hasil tidak keluar, banyak orang yang mulai curiga. Investor dalam bisnis ini ada yang nilainya berkisar hanya ratusan ribu, jutaan, namun ada juga yang mencapai milyaran. Bahkan ada yang menjual tanah dan rumahnya segala.

      Bisnis seperti ini bukan hanya terjadi di bisnis Maryoso, namun juga sudah ‘populer’ di kalangan umum. Untuk lebih jelasnya, bisnis seperti ini disebut dengan Ponzi Scheme. Anda bisearching di Google untuk mencari tahu lebih jelas mengenai Ponzi Scheme ini, yang intinya adalah usaha ‘gali lubang tutup lubang’, uang dari investor baru digunakan untuk membayar investor lama.

      Kelihatannya, banyak orang, terutama warga LDII yang tertipu bisnis ini. Ya, memang menyedihkan. Namun aksi orang-orang ini yang membuat blog dan mengaitkan-ngaitkan bahwa pengurus LDII yang mempelopori kasus Maryoso adalah sangat tidak bisa diterima. Para pengepul yang banyak berasal dari para pengurus dan para pengepul berusaha sekeras mungkin untuk mengembalikan uang para investor, bahkan banyak yang melunasi dengan menjual harta kekayaannya. Sudah berusaha mati-matian seperti ini, tetap saja ada pihak-pihak yang semakin membuat para pengurus dan para pengepul itu ‘sakit’.

      Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kabarnya Maryoso? Orang-orang yang sakit hati mengatakan bahwa ‘LDII menyembunyikan Maryoso’. Padahal, Maryoso sudah entah dari kapan, ‘menghilang’ dari LDII. Sampai saat ini tidak ada yang tahu di mana keberadaannya.

  78. Mengakunya hartono adalh yg tidak sesat dan menuduh sesat ormas lain….sblm menuduh sebaiknya intropeksi diri sendiri, dulu pernah di solo hartono ketakutan menghadapi jama’ah LDII di solo dan lucunya lagi ngumpet di balik meja mimbar dan klo nagkunya benar knp tdk dihadapi lucu bgt kan….

  79. @iwan
    Apakah perlu sy kasih link2 yang menceritakan kebrutalan jamaah LDII yang ngakunya berbudi luhur di SOLO juga dikota2 lain, silahkan antum baca sendiri deh kronologi nya yang objektif ya… :)
    Ane pun bisa pula mencibir kelakuan sobat2 antum itu,..kalo memang merasa tidak sesat apakah penyampaian paham harus dilakukan dgn cara barbar kayak begitu? :lol:

    http://www.islampos.com/kisah-penyerangan-ribuan-massa-ldii-di-masjid-karanganyar-1-63969/

    http://www.islampos.com/massa-ldii-tendang-pintu-masjid-dan-dorong-mimbar-hingga-al-quran-berjatuhan-63263/

    cukup itu saja dulu,kalau sy tampilan link lain lagi ntar ama mas widj di anggap spam lagi :(

  80. @iwan
    Apakah perlu sy kasih link2 yang menceritakan kebrutalan jamaah LDII yang ngakunya berbudi luhur di SOLO juga dikota2 lain, silahkan antum baca sendiri deh kronologi nya yang objektif ya…
    Ane pun bisa pula mencibir kelakuan sobat2 antum itu,..kalo memang merasa tidak sesat apakah penyampaian paham harus dilakukan dgn cara barbar kayak begitu?

    http://www.islampos.com/kisah-penyerangan-ribuan-massa-ldii-di-masjid-karanganyar-1-63969/

    cukup itu saja dulu,kalau sy tampilan link lain lagi ntar ama mas widj di anggap spam lagi

  81. Masih banyak bro yg masuk ke LDII dibanding yg keluar paling beberapa segelintir aja trs knp pula dlm buku karangan LPPI itu tdk dimuat org2 yg masuk di LDII… aneh kan, knp sebagian itu keluar ada sebabnya ada yg sakit hati ato memang iman yg belum kuat.

  82. @Iwan
    pelurusan antum thdp kisah penipuan itu tidak bisa dgn gampangnya saja ane percayai, masih perlu pembuktian terbalik, dan pelusuran,…apalagi penerapan medote taqiyah demi melindungi kelompok antum begitu kuat, jadi sulit rasanya orang lain menerima begitu saja

    Ane harap kalo memang antum mampu dan memberikan sanggahan,sanggahlah secara utuh jangan sepotong-potong,banyak sekali statement2 ane yang tidak /belum antum komentari…

    • Jelas kasus itu sdh sesuai fakta apa yg sy tulis diatas yg dilakukan oleh oknum yg skrg mantan LDII, iya itu memang cobaan dan sebagian jg sdh ada yg melaporkan ke pihak yg berwajib

  83. @iwan
    Banyak atau tidak nya yang masuk LDII atau siapa yang masuk LDII bagi ane tidak penting dan tidak ada urugensinya sama sekali trhdap kebenaran ajaran yang di bawanya…
    Kalaupun seluruh artis,selebritas,pejabat, militer,polisi dsb diseluruh dunia ini masuk LDII, kalau memang sudah jelas LDII itu sesat dan menganggap orang lain diluar LDII itu kafir dan najis, ya sesat
    Sesat dan salah, ane gak perduli..krn bukan ukuran untuk menilai kebenaran Al-Quran dan Assunah

    • Sesat menurut siapa apa menurut MUI?tidak semua anggota MUI mengatakan LDII sesat, coba anda cek sampai sejauh mana ulama yg mengatakan LDII sesat itu dilihat dr segi ilmunya…apakah dia langsung belajar ilmu agama langsung kpd ulama mekah spt halnya pak nurhasan dulu?paling2 dia bs mendoktrin sesat krn sering byk baca buku2 yg menyudutkan LDII dan tdk tahu kondisi yg sebenarnya di LDII…..lebih baik cek sendiri ke LDII….

  84. Hehe…msh ada sj isu2 yg dibawa katanya diluar LDII kafir dan sy selama mengaji tdk ada pernah mendengar bahwa diluar LDII adalh kafir. Coba dasarnya apa di Al Qur’an dan Al Hadist klo ada sebagian umat islam yg mengatakn kafir adlh sesat?…..org islam saja klo tdk melakukan sholat jum’at 3 x secara berturut2 bs disebut kafir. Org yg menentang perintah Alloh SWT dan Rasululoah SAW itulah yg disebut kafir….

  85. @iwan..
    antum kayaknya masih under estimate sama sy..mas sekedar antum tahu sy itu sudah begaul dgn banyak pengikut LDII bukan hanya melalui dunia maya tapi di kehidupan langsung,..bahkan saudara ane sendri pun orang LDII,…dan sy tahu percis taqiyah orang2 LDII…hehehe

    eh,..ane tanya sekali lagi,maksudnya sih sama tapi pertanyaannya berbeda..hmmm ane tanya kalo memang harus MMM dan bersertifikat…apakah di Indonesia ini yg punya sertifikat itu cuma LDII aja? :roll: lalu kalau memang iya,..bagaimana nasib kaum muslim yang lain ya?

  86. Iya syukurlah anda msh mau dan bs bergaul dg org LDII saran sy anda sdri cek ke LDII spt apa kegiatan mrk apalagi ada saudara anda yg berada di LDII…kaji betul apa2 tujuan dan kegiatan ibadahnya, dan sy hy meluruskan berita2 yg salah thd LDII…
    Mengkaji ilmu itu jgn setengah2, mengkaji ilmu itu diusahakan bs khatam jd akan mengetahui kesemuanya yg diperintahkan oleh Alloh SWT dan Rasululloh SWT, sy tdk yakin bahwa ilmu itu bs dimengerti hy mengikuti pengajian model ceramah2 ataupun bedah2 buku karangan spt hal2nya yg sy alami dulu…stlh sy cari2 ternyata hy di LDII yg megadakan acara pengajian dg mengkhatamkan ilmu2 Al Quran dan Al Hadist….

  87. ane tanya sekali lagi….jangan muter2 dong….hmmm ane tanya kalo memang harus MMM dan bersertifikat…apakah di Indonesia ini yg punya sertifikat itu cuma LDII aja? lalu kalau memang iya,..bagaimana nasib kaum muslim yang lain ya?

    katanya harus “bersertifikat” lalu kalo kayak ane yang belajarnya “cuma dgn ustad kampung” ..apa dong statusnya…?????

  88. Sy tdk bs mengatakan mengenai status maupun nasib umat muslim yg lain, mnrt sy klo kita mengamalkan suatu amalan dg dasar manqul-musnad-muttashil ilmu kita akan terjaga kebenarannya krn selalu bersambung dr murid ke guru (bersanad) dari guru ke guru dan seterusnya smpai kpd Rasululloh SAW. Ilmu digambarkan air, sumber mata air menggambarkan asalnya ilmu yaitu dari Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Sedangkan pipa yang baik dan kuat digambarkan sebagai isnadnya. Isnad yg baik dg dasar manqul-musnad-muttashil. Jd kita tdk akan ragu lagi dlm mengamalkan suatu amalan.

  89. @Iwan
    Tidak bisa,tidak mau atau sebetulnya tahu kalau umat2 lain selain LDII adalah “turuk bosok” kabeh? ;)
    Itu bukan kata sy lho …tapi kata pendiri LDII sendiri dimana para pengikutnya menjulukinya sebagai mujahid…

  90. @Iwan
    Mas..jika pola dakwah yg benar harus selalu mengutamakan MMM itu sama aja mem-birokratisasikan agama…itu sekali lagi bertentangan dgn Quran dan hadits seperti yang sudah sy nukil..
    Antum akui atau tidak, bertaqiyah atau tidak, bagi ane tetap saja sama, kalau ujung2nya bagi umat muslim yang tdk “MMM” itu kafir kalau tidak ikut LDII,..pikirkan saja baik2 dari yang terkecil dan terdasar; ane diajari syahadat dan shalat dari kecil oleh ustad kampung yg gak pernah ke Mekah,orang sunda asli, jika kemudian syahadat dan shalat ane dianggap “tidak syah” krn guru ane tidak memiliki sertifikat MMM, berarti logika sederhanannya syahadat dan shalat ane menjadi batal dong?? :cry:
    Kalo syahadat dan shalat ane batal, maka sudah barang tentu nilainya nol alias gak pernah syahadat dan gak pernah shalat,…so berarti ane kafir donk? :mrgreen: bukankah yang membedakan kafir dan bukan adalah shalat?? :roll:

    • Istilah manqul-musnad-muttashil itu hy dasar metode dan sy anggap yg pas untuk mencari ilmu agama islam scr benar, anda bs belajar mencari ilmu agama islam selain di LDII selagi ilmu itu bs dipertanggungjawabkan kebenarannya. tp hati2 klo ilmu yg kita dpt tetapi mengandung bid’ah, syirik dll, maka ilmu yg kita amalkan hy akan sia2 saja dan diancam akan dimasukkan neraka sebagaimana sabda dari Rasululloh SAW.

      • @Iwan
        Apakah antum bisa memberikan contoh dan saran kira2 organisasi2,lembaga2 atau pihak lain yang kredibel selain LDII yang memiliki sertifikasi MMM???

      • Sy kira susah mencari spt halnya yg ada di LDII, sy kecil belajar dg kyai NU, sekolah belajar dg guru yg menganut muhamadiyah, terakhir pernah diajak tmn yg di PKS tp tdk menemukan metode yg disampaikan spt yg di LDII.

  91. Hehe….knp itu yg harus selalu dilihat, itu kan hy nasehat yg tertuang dlm teks CAI tahun 2000, mnrt sy itu dulu hy buat pemicu semangat spy agar masing2 selalu menjaga keimannya, kadang2 nasehat bs enak didengar kadang2 jg tdk enak didengar tp semata2 tujuan nasehat adalah pengingat kita agar selalu meningkatkan ibadah dan keimanan thd Alloh SWT

    • @Iwan
      Berarti benar kan..? gampangnya antum menganggap LDII saja yang paling pas..??? :roll:
      Kalaupun antum berdalih bahwa pijakanya adalah perbedaan metode,cara / tatacara, tetap saja salah kaprah jika ini dijadikan justifikasi bahwa orang2 lain yang menggunakan metode berbeda itu tidak syah,disamakan dengan najis bahkan kafir…

  92. @Iwan
    Aduh mas ini gimana ya… :(
    Pepatah usang mengatakan ‘burung dikenal dari nyanyiannya, manusia dikenal dari kata2nya’, sy pikir sangat wajar kalau kata2 itu sangat melekat disebagian besar pihak2 yang kontra dengan LDII, karena antum juga pasti setuju dengan ana, diakui atau tidak kata2 itu sangat2 tidak pantas oleh “sesepuh” yang katanya mujadid….justru sangat tidak sesuai dengan dakwah Rasul SAW yg perangainya bagai Al-quran yang berjalan..bukankah Allah SWT sendiri mengatakan “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS An-Nahl.125 ), nah apakah layak menurut antum seorang “pembaharu” menyamakan saudara2 seiman yang lain dengan sesuatu yang …Masya Allah,…kok ada Ulama yang “bersertifikat” bisa berkata-kata seperti itu…ckckckck….

  93. Gimana apanya?nasehat spt itu tdk mencerminkan keseluruhan dakwah di LDII, justru sy lebih byk mendengar nasehat ajakan2 yg baik spt selalu tetap dan mempersungguh menetapi Al Quran dan Al hadist dan kyknya klo hy ngomongin umat lain adalah tdk bermanfaat dan tdk berguna. Lebih baik ilmu yg kita cari bkn mencari kesalahan2 yg lain.

  94. Ibarat kata anda lebih senang dg casingnya drpada isinya, casingnya sbgamana tuduhan2 drpd pihak2 yg tdk senang dg LDII sedangkan isinya adalah ilmu Al Quran dan Al hadist, ilmu yg pokok yg harus dicari umat islam. klo ibarat makanan kacang kulit anda lebih senang mkn kulitnya drpd kacangnya….

  95. @Iwan
    Sy tidak mengatakan kalau kata2 tak pantas dari beliau itu sebagai cerminan keseluruhan dakwah LDII lho… : )
    Yg sy komentari adalah komentar antum yang ini ;
    Hehe….knp itu yg harus selalu dilihat, itu kan hy nasehat yg tertuang dlm teks CAI tahun 2000, mnrt sy itu dulu hy buat pemicu semangat spy agar masing2 selalu menjaga keimannya, kadang2 nasehat bs enak didengar kadang2 jg tdk enak didengar tp semata2 tujuan nasehat adalah pengingat kita agar selalu meningkatkan ibadah dan keimanan thd Alloh SWT

    Kok bisa2 nya ya kata2 seperti itu dianggap pemicu semangat juga dijadikan sandaran untuk meningkatkan ibadah dan keimanan thd Allah SWT??? :roll:
    Apakah yang seperti itu masih pantas dianggap nasihat??

  96. @Iwan
    Mas Iwan..sy rasa antum setuju jika islam itu adalah agama yang paripurna..dan juga seimbang, dia tidak mendahulukan isi sembari mencampakan kulit, atau sebaliknya mengkedepankan pencitraan sembari mengabaikan isi,..bagi sy cara,metode, isi,penyampaian dan makna haruslah dibentuk dan terjadi dengn cara yang benar dalam arti sesuai syariah,bagaimana mungkin kita mengimani agama sementara tata cara penyampaiannnya justru bertolak belakang dgn salah satu inti sari ajarannya yakni pelajaran akhlak??

  97. Iya memang benar harus seimbang, justru di kalangan warga LDII warganya sdri tdk mengkultuskan pendapat (ro’yi) ulama dr LDII tapi lebih mengedepankan ilmu. Pendapat (ro’yi) bs benar ato salah, klo memang benar itu yg wajib diikuti klo salah tdk wajib diikuti serta terbuka atas saran dan kritik yg sifatnya baik. Klo umpama itu memang benar perkataan dari makalah CAI tsb sy sdri dan sebagian besar warga LDII mengatakan bahwa kata2 tsb salah dan harus dikoreksi dan itu bukan pendapat/penyampaian yg dilakukan oleh pak nurhasan. Klo mnrt sy mslh yg lebih berat untuk dipertanggungjawabkan di akherat kelak adlh umat islam yg katanya semuannya berpegang kpd Al Quran dan As Sunnah scr teori disampaikan tp tdk memprkatekkan setiap apa2 yg diperintahkan bahkan menyelisihi, sungguh ini sgt bertolak belakang dan menyesatkan..

  98. @Iwan
    Menurut pendapat antum sendiri bagaimana? Pendapat yg mengatakan bahwa kami2 ini “disamakan” dengan t*********k???

    Iwan said :”…Klo mnrt sy mslh yg lebih berat untuk dipertanggungjawabkan di akherat kelak adlh umat islam yg katanya semuannya berpegang kpd Al Quran dan As Sunnah scr teori disampaikan tp tdk memprkatekkan setiap apa2 yg diperintahkan bahkan menyelisihi, sungguh ini sgt bertolak belakang dan menyesatkan..”
    Lalu apakah maksud antum itu bahwa dng mengikuti pengajian LDII itu “tdk menyelisihi”? ;)
    Bukankah pula dengan mainstream LDII yang menganggap najis umat muslim lain, tidak mau menjadi ma’mum non LDII, memaksakan pola MMM , dan yang terbaru merusak masjid non LDII lalu membungkus semua kejadian demi kejadian dengan ‘bertaqiyah’ juga sangat bertolak belakan dan menyesatkan????

  99. Iya anda terlalu lama hy membahas mslh tuduhan thd umat islam lain dan MMM, kita harus bisa membedakan antara Oknum(bisa ulama, bisa warga), dan Sistem (kegiatan mengaji Al Qur;an dan Al Hadist), pengajian yg dilakukan oleh LDII sama spt yg dilakukan oleh ulama2 d saudi, stlh pak nurhasan byk mubalegh2 LDII yg dirim khusunya ke saudi. utk menimba ilmu d sana bs dibuktikkan dg sanad, klo anda mengatkan bahwa mengaji di LDII itu menyelisihi berarti anda sdri yg menyelisihi Al Qur’an dan Al hadist. Anda terlalu byk teori ini ato itu berarti anda sdri msh bimbang tentang aqidah yang anda yakini….klo saya sdh mantap dan yakin sehingga omongan apapun dr anda tdk akan mengubah pendirian saya.

  100. Hehe…. anda dikasih solusi untuk meyelidiki dan mengetahui isi yg didalam LDII biar tdk ada yg ditutup2i tp tdk mau…klo org cerdas haruslah berpikir sblm mengeluarkan statment…

  101. @Iwan
    Oh iya dong pasti menyelisihi kalo memang ikut pengajian macam LDII selama mainstreamnya tetap seperti apa yang Nurhasan ajarkan.. kan ana sudah bilang kalo cara dan isi itu satu paket,okelah kalo memang penyampaian ilmu itu harus MMM lalu apakah caranya harus dnengan mengatakan umat Muslim lain t*********k???? antum gak usah berdalih deh..atau memang anda di taqiyahin oleh amirnya amir antum ya? :) kalo Nurhasan memang mencap kami seperti itu… sebeelum antum mengajak2 orang lain untuk ikutan ngaji di LDII lebih antum cek dan crosscheck dulu bener gak sih? Kalo Nurhasan mengatakan itu…. Jangan Cuma katanya-katanya dan katanya..:)
    Jadi buat ane bukan solusi yang “cerdas” kalo antum menawarkan untuk mengaji di LDII,..masih banyak organisasi2 Islam yang lebih berakhlak, yang lebih kompenten dan yang lebih selamat di banding LDII yang bisa ana pilih,..and then ane gak pernah tuh berniat untuk mempengaruhi antum untuk “berpindah keyakinan” atau berubah haluan seperti langkah yang dilakukan Ustd.Adam, itu bukan wewenang ane,..biar hidayah Allah SWT saja yang bisa menuntun antum untuk memilih jalan,mana yang benar dan mana yang salah,..ane hanya mengajak antum untuk lebih cerdas dan tidak terlalu taqlid…

  102. Alhamdulillah sy telah diberi hidayah oleh Alloh SWT bisa menetapi agama yg haq sesuai dg Al Quran dan Al hadist, silahkan anda pilih organisasi yg sesuai dg keyakinan anda perbanyklah belajar ilmu bukan belajar mjd org yg fasik.

  103. @Iwan
    Menyamakan umat Muslim lain yang tdk sepaham dgn sebutan t********k , ane kira itu bukan bentuk hidayah Allah kalee :) …. Bagaimana bisa hidayah Ilahi menjerumuskan suatu kelompok untuk mencaci umat muslim lain bahkan menjatuhkan vonis kafir???? Hidayatullah atau hidayatusyaithon???
    Insya Allah,..ane tdk pernah punya keinginan belajar untuk menjadi orang fasik,apalagi untuk memvonis kafir pihak lain, itu sama aja merendahkan aqidah orang lain namanya……

  104. Wah isu2 itu lagi yg dibawa sptnya anda sdh terpaku berdiri disitu iya sudah…berarti anda sdri yg merasa disebut kafir padahal sy sdri tdk pernah mengatakan anda kafir. Klo org blm tahu LDII jgn ngomong sdh tahu tentang aqidah LDII. Skrg byk yg berbeda paham byk tuh yg mencaci dan menuduh salah yg lain bukankah skrg ini sdh dalam kondisi nyata sesuai dg sabda rasululloh SAW bahwa umat islam akan terpecah belah menjadi 73 golongan yg 72 masuk neraka yg 1 masuk surga. semuanya akan mengklaim dialah yg satu itu.

  105. @Iwan
    ane tidak pernah mengatakan bahwa antum mencap yg tidak sepaham itu kafir…kapan dn buktikan? ane harap antum gak usah berdalih,..stigma itu sudah memang sudah terbukti kok?..baca saja link2 yang ane kasih…
    kalaupun antum ngotot membela bahwa LDII tdk pernah menganggap pihak lain kafir,just say it!! prove it!! bukankah indikasi2 yang mengarah kesitu???? bagaimana mungkin saudara ane seibu gak pernah mau, ane ulangi lagi TIDAK PERNAH mau shalat bareng dng kami2 keluarganya,tanya kenapa? lalu temen kantor ane pun shalat jumat PASTI di masjid LDII, tidak pernah sekalipun shalat di masjid ja’mi…lalu bekas shalat ane,sekali lagi bekas shalat ane disalah satu masjid LDII dibandung langsung di lap…??? tanya kenapa????
    apakah organisasi yg seperti ini yg sesuai ajaran RAsul SAW?? sesuai dan bersertifikat MMM?? apakah yang begini “umat yang satu” dari 73 firqah yg nanti bakal terpilih????? :mrgreen:

  106. Sy hy mengklarifikasi bahwa LDII menuduh kafir pd umat islam lain adlh tdk benar, selama sy mengikuti pengajian LDII di berbagai tempat tdk pernah ada ucapan kata2 dr mubaligh/guru mengajarkan mengatakan kafir kpd umat islam lain justru byk di ajarkan sikap sabar berbudi luhur utk berbuat baik kpd siapa saja. Sy sdri kadang2 sholat dimasjid perumahan sy yg bkn masjid LDII, bahkan meubaleghot LDII d tmpt saya scr rutin di undang utk mengisi acara pengajian ibu-ibu baik di masjid ato di perumahan yg sebagian besar bukan dr LDII. Jd antara warga LDII dan non LDII tdk ada mslh tuh malah bs hidup berdampingan.
    Klo mslh saudara anda yg tdk mau sholat bareng bkn berarti telah menuduh klrga anda kafir, ini bs jd bentuk kehati2an bs jadi ada praktek sholat yg tdk dipraktekkan sesuai tuntunan rasululloh tp malah dijalankan dan ini sdh mengandung bid’ah, krn apa2 amalan bid’ah walupun itu kelihatan baik dan indah mnrt manusia amalan itu tdk akan diterima. Klo mslh masjid LDII yg di pel anda jgn tersinggung dulu, karena kesucian adalh hal yg utama di LDII, masjid 2 LDII sdh rutin melakukan kebersihan masjid, ini semata2 utk menjaga kesucian krn sahnya sholat salah satu syartnya adalah suci dari najis mnkgn pas pd waktu itu itu anda sholat, baik itu yg sholat warga LDII sdri ato bkn memang pas ada kegiatan kebersihan masjid.

  107. @Iwan…
    Eh iseng2 nongol disini lagi ,ini salah satu umat LDII masih ngeyel membela-bela membabi buta ckckck… :mrgreen:
    Eh mas..kalo pengajar2 LDII berkeliaran untuk “berdakwah” itu sih sudah biasa…gak aneh, da’i2 yang lain pun selalu berdakwah, bahkan ane pun terkadang suka menyelipkan pesan dakwah thdp rekan ane yang non muslim…bukankah itu juga bagian dari dakwah? Hal itu menurut ane lumrah saja dilakukan oleh hampir semua organisasi baik ormas,swasta,lsm,organisasi agama bahkan organisasi politik pun begitu,..ibarat seorang pedagang menawarkan “dagangannya”.. kalaupun para penyeru ldii tidak menawarkan dagangannya thdrp pihak lain..mungkin sejak dulu LDII gak akan kayak sekarang mengguritanya..
    Oklah kalau antum untuk bersikukuh bahwa di pengajian LDII tdk pernah terucap bahwaLDII tdk mengkafirkan orang lain,bahkan katanya justru diajarkan untuk berbudi luhur,baik sama siapa saja..lalu mengitimidasi Ust.Adam dan keluarganya apakah itu cerminan dari berbudi luhur dan bithonah??? Hanya karena beliau tdk lagi berbaiat???
    Sekali lagi mas,..walaupun antum tetap berdalih bahwa LDII tdk pernah mengkafirkan yang lain namun fakta dan gaya berkata lain! Bukankah ukhuwah Islamiyah yang LDII pegang hanya berlaku diinternal LDII saja?? apa yang sudah LDII ‘sumbangkan” thdp kemajuan Umat Muslim di Indonesia bahkan di Dunia?apa peran LDII thdap berbagai kejadian dan tragedi yang dialami oleh umat Islam di indonesia dan didunia? Dari mulai tanjung priok,malari,poso,stigma teroris,bosnia,palestina,moro,rohingya,suriah dsb…hmmmm gak terdengar tuh gaungnya :roll: lalu ukhuwah model apa ini? ;) ingat hadits ini ?

    وَسَلّمَ ، قَالَ : الْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ . وَمَنْ كَانَ فِى
    حَاجَةِ أَخِيهِ . كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ . وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً ، فَرَّجَ اللهُ
    عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَمَنْ سَتَرَمُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اخرجه البخاري فى : – كتاب المظالم: – باب لايظلم المسلم المسلم ولايسلمه .
    Artinya:
    Abdullah bin Umar r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (Bukhari, muslim).
    Atau maaf,jangan2 mau ane hamburin berbagai hadits yang ane tahu disini akan menjadi sia-sia dimata antum karena ane tindak punya sertifikat manqul???
    Oh iya mas mengenai lantai bekas ane shalat dipel itu harap dicatat ya…yang dipel itu lantai hanya bekas ane saja ya..tidak seluruhnya padahal waktu itu masjidnya cukup lenggang..kalo memang dibersihin ya semuanya aja sekalian,kenapa ubin hanya bekas ane saja yang dipel? Bukankah itu mengindikasikan bahwa tubuh ane menurut pengurus masjidnya kotor? Padahal ane berwudhu lho…bukankah itu artinya wudhu ane dianggap tidak syah? Jika wudhu sudah dianggap tidak syah..bukankah itu sama saja mendiskreditkan keyakinan ane? Mungkin antum inget hadits ini
    “Bahwasanya utusan suku Tsaqiif datang menemui Nabi s.a.w., maka Nabipun memasukan mereka ke dalam masjid agar hati mereka lebih lembut” (H.R. Ibnu Khuzaimah 2/285 No 1328, dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 4/218)
    Nabi s.a.w.memasukan sebagian orang musyrik di Masjid, kalau seandainya tubuh orang musyrik najis tentunya Nabi tidak akan membiarkan mereka menajisi mesjid (lihat Al-Mabshuuth 1/47, Badaai’ As-Shanaai’ 1/64).
    Ane tidak pernah mendengar atau membaca kelanjutan hadits ini yang mengisyaratkan bahwa bekas duduk suku tsaqiif itu dibersihkan…lalu mengapa pula orang2 LDII membersihkan lantai bekas2 shalat orang yang bersyahadat??? Bukankah itu artinya menganggap orang2 non LDII itu derajatnya lebih rendah dari musyrikin atau kafir???

    • Adamnya kali yang berhalusinasi sehingga seolah2 dikerjar karena perbuatannya sendiri, intmidasi seperti apa? bukankan adam yg selama ini malah yg nge fitnah LDII? kalo punya maslaah pribadi sama LDII selesaikan dong…..jgn ngefitnah melulu….

    • ah … blogster/wongpinter ini mah orang ldii juga … gaya bithonah nya nampak kaleeee …. bwt mentemen ldii, cepat2lah keluar dari ldii trus cepet2 tobat … mumpung masih sempet … ngapa-in sih ngikutin ente2 punya emir yang ga jelas asal-usul ilmunya … klo dia bener ilmu quran hadist nya … dicetak aja seperti tafsir punyanya ibnu katsir … jelas terbuka … gak sumput2an …. mana kita tau yang diomongin sama ente2 punya mubalig/ustad bener ataw ngaco … yang saya tahu malah banyak plintiran-nya seperti gayanya mentemen dari syiah ….

      • dan gak usah ngajakin kite2 bwt ikutan ngaji quran hadis di ldii … wong kite2 udah pada tahu koq disitu awalnya proses cuci-otak kalian dan indoktrinasi2 hal2 sesat … plintir2 terjemahan n tafsir quran … ngambil2 hadis yang gak shoheh tapi dibilang shoheh … sorry yaaa … ogah gua ngikutin ente2 punya emir yang oleh ulama2 dari 2 mesjid suci sudah dianggap sesat

      • Hehe siapa yg ngajak2 situ….banyak tuh yg mau ngaji di LDII, semua hadis2 shahih maupun dhoif ada dasarnya bukan hasil karangan2 ulama, itulah pentingnya ilmu agama itu harus belajar kpd ulama yg mpy sanad tdk asal sembarang menafsirkan. Di LDII sdri sdh sejak lama menerapkan hal itu….klo anda mungkin belajarnya dg membeli buku2 agama di toko buku terus anda tafsirkan sendiri, sama jg anda sdri yg bodoh

      • Boim:

        banyak tuh yg mau ngaji di LDII, semua hadis2 shahih maupun dhoif ada dasarnya bukan hasil karangan2 ulama

        Tolong sebutkan satu saja hadits shahih dengan sanadnya secara lengkap mulai dari Anda sendiri, guru Anda di LDII, gurunya, gurunya, hingga ke rasul!

  108. bagi ane sama saja..stelah membaca sedikit isinya,sudah jelas walau dia orang mengaku bukan LDII namun terlihat banget taqiyahnya.. gak beda jauh dengan Nurhasan yang menanggap diluar jamaah dia itu “t**********K” kabeh” sementara dia orang menganggap diluar jamaah LDII itu gerombolan salafi bodong,sembari memberikan ancaman bagi para penulis komen diblog nya untuk menulis dengan sopan sementara stigma yang dia sebut sendiri sangat jauh dari sikap arif…

    • ah … blogster/wongpinter ini mah orang ldii juga … gaya bithonah nya nampak kaleeee …. bwt mentemen ldii, cepat2lah keluar dari ldii trus cepet2 tobat … mumpung masih sempet … ngapa-in sih ngikutin ente2 punya emir yang ga jelas asal-usul ilmunya … klo dia bener ilmu quran hadist nya … dicetak aja seperti tafsir punyanya ibnu katsir … jelas terbuka … gak sumput2an …. mana kita tau yang diomongin sama ente2 punya mubalig/ustad bener ataw ngaco … yang saya tahu malah banyak plintiran-nya seperti gayanya mentemen dari syiah ….

  109. Biasany sih klo orang yg murtad/keluar dari Ldii tuh yaah gthu lah suka jelek2in, saya maklum ug lagiaan. Yg bilang ldii sesaat maaf ya. Mau u bilang sesat sosot seset sesot emm klo yg bilang itu orang yg murtad WAJAR lah. Bg yg cuma DENGER doang. Yakin tuh ga mau

  110. Hehe siapa yg ngajak2 situ….banyak tuh yg mau ngaji di LDII, semua hadis2 shahih maupun dhoif ada dasarnya bukan hasil karangan2 ulama, itulah pentingnya ilmu agama itu harus belajar kpd ulama yg mpy sanad tdk asal sembarang menafsirkan. Di LDII sdri sdh sejak lama menerapkan hal itu….klo anda mungkin belajarnya dg membeli buku2 agama di toko buku terus anda tafsirkan sendiri, sama jg anda sdri yg bodoh

  111. Hehe siapa yg ngajak2 situ….banyak tuh yg mau ngaji di LDII, semua hadis2 shahih maupun dhoif ada dasarnya bukan hasil karangan2 ulama, itulah pentingnya ilmu agama itu harus belajar kpd ulama yg mpy sanad tdk asal sembarang menafsirkan. Di LDII sdri sdh sejak lama menerapkan hal itu….klo anda mungkin belajarnya dg membeli buku2 agama di toko buku terus anda tafsirkan sendiri, sama jg anda sdri yg bodoh

  112. Goe Gabung nih…….
    OWH Iya mas Boim…. atas daras apakh anda mnjelaskan bahwa Nur Hasan bljar lagsug dri sanadnya…
    apakh engkau prnah mmpelajari biogarafi nur hasan secra mendetail…
    dari prkataannya antum sja sudah menjlaskan bagi sya, bahwa antum adlah produk LDII yg sllu menyelahkan atau menyesatkan ormas yg tidak sepaham dengan antum..
    anda sllu myalahkan buku” ke islaman, padahal buku” itu sdah ad rujukan dan sudah d sahkan,.
    padahal LDII sndri brdiri di indonesia itu masih blom di sah kan oleh Indonesia…

  113. Kalau menurut saya ya. apapaun pembelaan yang dilakukan oleh temen dari LDII ujung2nya pasti akan selalu di salahkan, sehingga dari pada banyak menulis berdebat dll, lebih baik fokus ibadah saja, kita buktikan bahwa LDII bukan sebatas mengaji untuk pintar debat, pintar memelintir kepahaman dan sok paling benar, biarkanlah mereka yang mengaku paling hebat. kita fokus saja sama ibadah kita kepada Alloh dan hanya itu yg bisa kita buktikan.

  114. Wahai MANUSIA…BERHUJJAHLAH DENGAN DALIL YANG BERASAL DARI KITABULLOH DAN AS SUNNAH (YANG MEMANG DARI NABI ATAU KHULUFAUR RASYIDUN)…JANGAN MENGGUNAKAN PENDAPAT…..PENGGUNAAN PENDAPAT PASTI NYEMPLUNG NERAKA

    (al Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al­Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awanah menceritakan kepada kami dari `Abd alA`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati-hati dalam memegangi) hadis‑hadis dariku kecuali yang benar‑benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al‑Qur’an dengan ra’yu-nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka

  115. Itu bner,,kami warga meruya selatan jakbar,,kami warga asli sini tidakk pernah sholat dimasjid’a LDII ini,,krna jikalau sholat dimasjid’a,,bagaikan najis,,dulu masjid pernah mau dibakar warga,,,tolong dibubarkan,,mreka bnar” sesaatt,,

  116. Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?’. Beliau menjawab:’Ya”. Aku bertanya lagi:”Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?”. Beliau menjawab”Ya, akan tetapi didalamnya ada “dukhn” (kotorannya”. Aku bertanya lagi:”Apa kotorannya itu?”. Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari”. Aku kembali bertanya:”Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab:”Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM.SIapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya”. Aku kembali bertanya:”Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami”. Beliau menjelaskan:”Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:”Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:”Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)”. Aku kembali bertanya:”Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?”. Beliau menjawab:”Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu”. (HR Bukhori 3338)

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s