KESAKSIAN KYAI M. SADAT ISMAIL. “Uji Coba Sihir dengan menggunakan Hizib”

Pengantar Admin :

Kesaksian ini saya kutip langsung dari tulisan Kyai M. Sadat Ismail dalam bukunya yang berjudul “The Magic of Kyai” Kemusyrikan di Balik Selubung Kesalehan“. Penerbit mediacita. Hal 103-111. Kyai M. Sadat Ismail adalah alumnus Aqidah-Filsafat IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.  Kyai M. Sadat Ismail pernah mondok dipesantren ‘Al-Munawir’ Krapyak Yogyakarta, dan sempat juga mondok di Pondok ‘Sirajul Muchlasin’ Payaman Magelang. Kyai M. Sadat Ismail telah khusus menulis buku yang berjudul “The Magic of Kyai” Kemusyrikan di Balik Selubung Kesalehan. Untuk membongkar kedok pesantren-pesantren yang mempunyai Kyai yang merangkap tukang sihir yang mengajarkan atau melakukan ilmu sihir melalui media wirid, jimat atau Hizib yang bid’ah lagi syirik.

Baca lebih lanjut

Melawan Sihir Kiriman Pejabat

Orang-orang memanggil saya Marjo, lahir di Nganjuk 34 tahun yang lalu. Sejak tahun 1994, saya memiliki banyak kegiatan lintas kabupaten di Jawa timur.Mulai dari Nganjuk hingga Surabaya. Bepergian dengan sepeda motor Surabaya – Nganjuk sebanyak dua kali adalah rutinitas mingguan. Namun, sejak tahun 1998 saya mengurangi kegiatan luar kota, karena suatu seab yang saat itu belum saya sadari. Saya lebih banyak aktif di Nganjuk dan mendirikan LSM yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Hasilnya, banyak kecurangan pejabat yang terbongkar.Namun, rupanya mereka tidak rela kecurangannya diketahui banyak orang. Dan dengan cara kejam mereka membalas dendam. Dengan melakukan apa yang sering orang sebut dengan melakukan santet. Dua orang aktifis LSM meninggal. Sungguh licik memang.

Baca lebih lanjut

KISAH NYATA : Tiga hari Berjuang Mengusir Jin

Konon, rumah yang dibeli oleh mertua saya itu dahulunya ditinggali oleh orang Nasrani. Ketika dibeli kondisinya sangat berantakan dan kotor sekali. Sepertinya sudah lama sekali ditinggalkan. Tapi lantaran dijual dengan harga yang cukup murah, akhirnya rumah itu dibeli juga. Ketika itu, dari dua puluh empat rumah dalam satu blok di perumahan, baru tiga rumah saja yang terisi. Jadi kondisinya memang sangat sepi. Apalagi kebetulan posisi rumah saya berada di ujung blok, berbatasan dengan tanah persawahan yang sudah tidak digarap. Tanah itu sudah dibeli pihak BTN, tapi belum dibangun.

Setelah direnovasi ala kadarnya, saya, isteri dan satu anak saya boyongan ke rumah baru itu. Seperti dianjurkan dalam hadis saya membaca surat al-Baqarah sampai tamat bergiliran dengan isteri saya.Beberapa hari selanjutnya kami mulai merasakan suasana yang agak aneh. Sejak menempati rumah itu, anak saya yang waktu itu usianya kurang lebih 6 bulanan, setiap malam menangis histeris. Matanya melotot dan sulit sekali didiamkan. Karena tidak biasanya begitu, saya sudah mulai menduga mungkin ada apa-apa.

Baca lebih lanjut

FATWA KYAI MAHRUS ALI : MENJADI KASYAF BERKAT KHADAM MALAIKAT RAJAH ASMA’ AL-LATHIF

Abul Abbas Ahmad bin Ali al-Buni dalam kitabnya Syamsul Ma’arif menjelaskan. Barangsiapa yang membaca jimat tersebut akan dipermudah rezekinya, cepat mencapai tujuan dan akan mendapatkan belas kasih dari Allah (Syamsul Ma’arif halaman 462). Bila seseorang membuat tempat untuk khalwat dengan melakukan tirakatan/riyadhah sembari membacanya sebanyak 16641 sampai empat puluh kali yakni sekitar empat puluh hari, maka malaikat bernama Qatya’il kan turun padanya. Di berkata, ‘wahai Tuhanku!Hamba-Mu memanggilku dan minta kepadaku untuk memenuhi hajatnya.” Malaikat tersebut akan turun, baik saat tengah terjaga atau tidur, sesuai kemampuan dan kesiapan jiwanya. Lalu orang tersebut diberi kasyaf yakni bisa melihat kaan matinya atau hidupnya dan mengetahui apa yang dikehendakinya bahkan diberi beberapa keisimewaan lagi. Asma’ tersebut bisa untuk kebaikan dan keburukan, sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat. Bila dibaca oleh orang yang mengalami kesulitan maka kesulitannya akan dipermudah.”

Baca lebih lanjut

KISAH TOBAT KYAI AFROKHI DARI TBC (TAHAYUL, BID’AH, CHURAFAT)

Pengantar Admin : Pada kesempatan ini, saya akan memberikan kesaksian dari Kyai Afrokhi seorang mantan Kyai yang dahulunya terkena virus TBC (Tahayul, Bid’ah dan Churafat). Kesaksian ini akan saya lanjutkan dengan kesaksian Kyai Mahrus Ali mantan Kyai “TBC” lainnya yang telah bertaubat (harap sabar saya lagi mengetik ulang).

BERIKUT INI KESAKSIANNYA :
“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”

“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90)

“Kita biasa melakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita. Bagaimana tidak, contohnya adalah saya sendiri di kala masih berumur 12 tahun sudah mulai melakukan ziarah ngalap berkah dan kirim pahala bacaan, dan waktu itu saya belum tahu ilmu sama sekali, yang ada hanya taklid buta. Saat itu saya hanya melihat banyak orang yang melakukan, dan bahkan banyak juga kyai yang mengamalkannya. Hingga saya menduga dan beranggapan bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 210)

Beliau adalah Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren “Rahmatullah”. Nama beliau tidak hanya dibicarakan oleh teman-teman dari Kediri saja, namun juga banyak diperbincangkan oleh teman-teman pengajian di Surabaya, Gresik, Malang dan Ponorogo.

Baca lebih lanjut

Enaknya Jadi Orang Sakti

Jadi orang sakti? Wah pasti enak sekali. Bisa terbang, melompati pagar dan pohon, berjalan di atas air dan memiliki pukulan sedahsyat angin Tornado. Kalau marah tinggal mengibaskan tangan dan musuh terpental puluhan meter. Mau perempuan cantik juga tinggal pasang eksyen, pasti banyak gadis tergoda. Apalagi kalau ilmu kesaktiannya ditambah dengan kemampuan mempengaruhi perasaan orang lain. Wah, pokoknya enak… Muantep tenan..

Itu sebagian yang terpikir di kepala saya waktu pertama kali ikut perguruan tenaga dalam. Saat melihat orang-orang tenaga dalam melakukan atraksi di TV, saya tergoda sekali. Bagaimana tidak, saya lihat mereka begitu hebatnya. Bisa mematahkan besi dan beton hanya dengan pukulan tangan. Malah waktu ada yang coba memukul, si pemukul justeru terpental. Wah, pokoknya saya juga harus bisa.

Ya, harus bisa… itu tekad saya yang berbadan  kecil ini waktu itu. Saya tidak mau lagi jadi ‘bulan-bulanan’ anak sebaya saya yang badannya rata-rata besar. Sering saya harus memendam kesal karena tak berani melawan mereka. Kalau saya sudah bisa tenaga dalam, saya akan tantang mereka. Kalau mereka coba memukul saya, mereka pasti terpental tak berdaya. Nah, kalau sudah begini saya yang akan balas memukul dengan kekuatan tenaga dalam sampai tulang belulang mereka remuk. Wuih, sadis juga saya ya?

Baca lebih lanjut

Anak Indigo Bertingkah Aneh Karena Bisa Melihat Jin

Sosok anak kecil (8 thn) berkaca mata yang tinggal di Bekasi itu terkesan tenang dan pendiam. Tapi siapa sangka di balik ketenangannya itu ia menyimpan sebuah kisah penuh misteri. Awal mula keanehan itu seakan merupakan suatu kelebihan, karena si anak bisa melihat jin yang tidak terlihat oleh orang yang bersamanya. Namun, perjalanan selanjutnya ternyata melahirkan suatu penderitaan yang beruntun yang harus ditanggung oleh “si anak indigo” itu.

Dirumah orangtuanya yang asri, merangkap sebagai tempat pembelajaran anak-anak, Majalah Ghoib berbincang santai dengan kedua orangtuanya. Inilah penuturannya.

Baca lebih lanjut