TAUBATNYA SEORANG HABIB DARI PERDUKUNAN

Hidayah telah menyambutnya. Sehingga dia mengkajih ulang akan ajaran-ajaran yang telah diterimanya tempo dulu.
Hal ini seakan-akan mengingatkan seputar kisah kehidupan diri saya (Habib Ahmad bin Thalib) tempo dulu yang masih menjalankan praktek penyembuhan, dan bahkan foto diri saya sering muncul dicover depan majalah Liberty dengan bangganya memakai pakaian kebesaran sang habib yang serba tahu tentang hal-hal ghaib.

Namun sayang ternyata berita yang disajikan oleh majalah tersebut tidak sesuai dengan realita praktek pengobatan sehari-hari yang saya lakukan, itu hanya sekedar guna mempopulerkan melariskan praktek yang saya tekuni, walaupun saya seorang habib yang berprofesi menjalankan praktek pengobatan, namun dalam hal tersebut saya tidak pernah memberikan jimat kepada seorang pasienpun yang datang ke tempat saya.

Baca lebih lanjut

FATWA KYAI MAHRUS ALI : MENJADI KASYAF BERKAT KHADAM MALAIKAT RAJAH ASMA’ AL-LATHIF

Abul Abbas Ahmad bin Ali al-Buni dalam kitabnya Syamsul Ma’arif menjelaskan. Barangsiapa yang membaca jimat tersebut akan dipermudah rezekinya, cepat mencapai tujuan dan akan mendapatkan belas kasih dari Allah (Syamsul Ma’arif halaman 462). Bila seseorang membuat tempat untuk khalwat dengan melakukan tirakatan/riyadhah sembari membacanya sebanyak 16641 sampai empat puluh kali yakni sekitar empat puluh hari, maka malaikat bernama Qatya’il kan turun padanya. Di berkata, ‘wahai Tuhanku!Hamba-Mu memanggilku dan minta kepadaku untuk memenuhi hajatnya.” Malaikat tersebut akan turun, baik saat tengah terjaga atau tidur, sesuai kemampuan dan kesiapan jiwanya. Lalu orang tersebut diberi kasyaf yakni bisa melihat kaan matinya atau hidupnya dan mengetahui apa yang dikehendakinya bahkan diberi beberapa keisimewaan lagi. Asma’ tersebut bisa untuk kebaikan dan keburukan, sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat. Bila dibaca oleh orang yang mengalami kesulitan maka kesulitannya akan dipermudah.”

Baca lebih lanjut

KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 4) : MEMANGGIL KHADAM MALAIKAT UNTUK MENDAPATKAN ILMU KESAKTIAN

“Bila anda menggunakan rohaniyah Thomkholis untuk membuat tubuh tidak tampak di mata orang, berjalan diatas air atau terbang diudara  dan beberapa misteri yang tidak dipahami  oleh orang yang sudah terlatih dalam mendapatkan hikmah laduni, maka jimat di baah boleh ditulis di kertas dengan minyak misik, za’faran, air mawar lalu digantung di kayu zaitun, delima, kismis dan tamarisk.

Tapi waktu menjalankan, pakaianmu dan tempatmu bersih, berpuasa, riyadhah. Lalu bacakan wiridanya 40X setelah shalat wajib. Waktu malam 100x selama 7 hari. Pada hari ketujuh akan tampak cahaya di malam hari. Bila kamu melihatnya berkatlah “tampakkan tubuhmu”. Empat malaikat di mukamu, lalu berisyarat apa yang kamu maukan.

Katakan,”Aku berharap anda mengajari aku ilmu dan hikmah.

Lalu empat lagi menampak padamu. Jadi jumlahnya 8.

Katakan pada mereka:”siapakah mereka itu?

Lalu ada empat lagi yang menampakkan diri, masing-masing membawa mushaf.

Katakan pada malaikat yang membawa mushaf:Berikan janji taat.

Katakana pada mereka“Bicaralah kepadaku sebagaimana aku bicara padamu”

Mintalah Apa yang kamu maukan, mereka akan mengajari kamu ilmu dan hikmah dimana kam bias menyelinapkan tubuhmu dari pandangan orang, terbang diangkasa atau berjalan diatas air. Apa saja yang kamu maukan mereka akan memnuhi. Mereka tidak akan berpisah denganmu hingga apa yang kamu maukan terlaksana. (Manba’u Ushulil Hikmah, halaman 225)

Baca lebih lanjut

KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 3) : RITUAL BERTEMU DENGAN RAJA JIN ABU YUSUF

Sewaktu saya masih mengikuti ajaran yang syirik. Saya diijazahi oleh Gus Ali, Tulangan Sidoarjo. Dengan ijazah itu saya katanya bisa bertemu dengan Abu Yusuf (raja jin). Bila bertemu dengannya, saya bisa minta apapun darinya. Bahkan membayar hutang atau untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Harta itu diambilkan dari permata yang ada dilaut, emas yang masih terpendam didasar laut atau kapal-kapal yang tenggelam dan masih berada didasar laut yang memuat benda-benda yang berharga. Janji Gus Ali, saya bisa bertemu dengnnya, Dia bilang,”Abu Yusuf memang yang datang pada saya, bukan saya yang minta dia datang. “Saya disuruh melakukannya di makam Sunan Giri.  Ijazahnya saat itu membaca surat Jin atau surat al-Ikhlas, entah berapa kali saya lupa. Karena belum punya pekerjaan sementara punya tanggungan anak istri, saya waktu itu tanpa pikr panjang bersedia melakukannya. Saya berfikir bila bertemu dengan Abu Yusuf akan bisa minta apapun yang saya maukan, karena dia raja Jin. Kisahnya juga ada tercantum dalam kitab Syamsul ma’arif, bahwa raja jin itu akan datang dengan wajah bersinar seperti rembulan, lalu bertanya apa yang kamu maukan?’

Baca lebih lanjut

KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 2) : HIZB “SYIRIK” NASHR VS DOA RASULULLAH

Saya dulu punya ilmu (Hizb nasher) kanuragan ketika masih dilembah kesyirikan. Saya diberi ijazah oleh orang yang terkenal punya ilmu kanuragan, namanaya Dardiri dari kediri. Saya disuruh mengamalkan Hizib Nasher dengan puasa  7 hari dan puasa mutih. Tiap malam saya mandi keramas  dan membaca hizib Nasher 40 kali ketika masih menjalankannya. Setelahnya cukup dibaca sekali alam sehari. Saya baca dimuka kuburan Kyai saya tiap malam. Setelah selesai menjalankannya ada kejadian dikompleks atau asrama kami di pondok pesantren. Ada anak jagoan datang lalu menghantamkan kepada anak yang baru belajar. Entah ada apa yang terjadi sebelumnya antara dia dan anaka yang ditendangnya itu. Banyak orang yang bermaksud mendamaikannya tapi malah ditantang, dia melawan tidak mau menghindar.

Baca lebih lanjut

KESAKSIAN KYAI MAHRUS ALI (VOLUME 1) : CONTOH KYAI DUKUN SESAT

Alhamdulillah, tiada terkira kami bisa menyelesaikan kesaksian ini, setumpuk lembaran untuk menunjukkan berbagi kesyirikan yang banya dilakukan oleh masyarakat. Berbagai kalangan, dari rakyat jelata hingga pejabat, yang awam hingga yang pintar, tidak sedikit yang mempercayai dan mengamalkannya. Artis yang berangan-angan mendapat popularitas biasa menjadikannya pegangan. Pejabat yang ingin mendapat popularitas biasa menjadikannya pegangan. Pejabat yang ingin mendapatkan wibawa untuk mengekalkan kekuasaanya pun berbekal dengannya. Pendek kata banyak masyarakat yang menyimpan jimat, dzikir syirik, rajah-rajah, haekal, sihir, santet, gendam, gangguan jin, pelunutr kekebalan dan berbagai ilmu laku yang berasal dari dunia antah-berantah. Celakanya ilmu laku tersebut dihiasi dengan lafal, tulisan, dan amaiah yang sering dipandang bagian dari ajaran islam. Akibatnya banyak orang yang tertipu Baca lebih lanjut

KISAH TOBAT KYAI AFROKHI DARI TBC (TAHAYUL, BID’AH, CHURAFAT)

Pengantar Admin : Pada kesempatan ini, saya akan memberikan kesaksian dari Kyai Afrokhi seorang mantan Kyai yang dahulunya terkena virus TBC (Tahayul, Bid’ah dan Churafat). Kesaksian ini akan saya lanjutkan dengan kesaksian Kyai Mahrus Ali mantan Kyai “TBC” lainnya yang telah bertaubat (harap sabar saya lagi mengetik ulang).

BERIKUT INI KESAKSIANNYA :
“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”

“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90)

“Kita biasa melakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita. Bagaimana tidak, contohnya adalah saya sendiri di kala masih berumur 12 tahun sudah mulai melakukan ziarah ngalap berkah dan kirim pahala bacaan, dan waktu itu saya belum tahu ilmu sama sekali, yang ada hanya taklid buta. Saat itu saya hanya melihat banyak orang yang melakukan, dan bahkan banyak juga kyai yang mengamalkannya. Hingga saya menduga dan beranggapan bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 210)

Beliau adalah Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren “Rahmatullah”. Nama beliau tidak hanya dibicarakan oleh teman-teman dari Kediri saja, namun juga banyak diperbincangkan oleh teman-teman pengajian di Surabaya, Gresik, Malang dan Ponorogo.

Baca lebih lanjut