KRONOLOGI PENIPUAN DAN KEDUSTAAN NURSYIFA’

Kesaksian Yoseph

Alkisah saya dan papa pergi mencari buku dengan judul “Belajar Pemograman dengan Bahasa Pemrograman C++ dan Java” di daerah Senen setelah berputar-putar sampailah di daerah Kwitang dekat Toko Buku Gunung Agung akhirnya disini kami menemukannya setelah lama kami mencari sebelumnya di beberapa toko buku didaerah kami seperti Gramedia, Gunung Agung, dkk. dst.

Pertama kali perjumpaan kami (papa & saya) dengan Terapi Nusyifa’ di tahun 2010 hari sabtu jelang adzan magrib papa diterapi sebelumnya kami membeli buku ke kwitang setelah dapat akhirnya kami pergi Nursyifa’ karena dia menderita wasir tetapi tidak ada perubahan berarti karena klaim di web. Setelah selesai terapi saya diajak masuk ke dalam dan di tawari oleh asisten untuk Buka Aura Nur Ilahi tapi saya kurang tertarik. Dan disuruh bayar 150rb tuk biaya terapi, dkk padahal di web mereka pasien terapi pertama hari sabtu gratis tapi nyatanya ditagih biaya tulisan dan perbuatan tidak sesuai. Papa saya beralasan nanti kembali lagi.

Setelah beberapa hari (14 Juni 2010) saya beniat untuk membayar biaya terapi ayah saya dan mengajak kerjasama karena di rumah ada bebrapa alat- alat kesehatan yang tidak terpakai (masih baru) kepunyaan orang tua saya. Akhirnya pada hari itu kami datanmg ke nursyifa setelah sebelumnya memuat janjian dengan ketua yayasannya Reno Wilopo, SE. Sekitar jam 1an kami sampai dan saya langsung menghubunginya dan di persilahkan naik ke ruangnya. Setelah itu kami sampaikan maksud dan tujuan kami. Kemudian saya serahkan uang sebesar 150rb dan saya bilang untuk bayar terapi papa saya waktu dulu terus diterima dan dia bilang ikhlaskan jadi di kembalikan lagi kesaya. Terus kelanjutan kerjasama ini karena surat perjanjian lom ada maklum masih anak SMA yang belum lulus waktu itu. Akhirnya di bikin surat pernyataan barang tersebut di titipan (Mas Reno tidak akan mempergunakan sampai ada kejelasan perjanjiannya) dan ini di saksikan oleh papa saya dan asistennya Joko. Dikarenakan saya ditak membawa alat tulis dan kertas akhirnya di pinjamkan spidol biru dan kertas akhirnya di kertas tersebur di tuliskan dan di tanda tangani mewakili Nursyifa Reno Wilopo, SE sebagai Ketua Yayasan Nursyifa. Kemudian saya dan papa pulang segera pulang kerumah tanpa sadar spidolnya biru Nursyifa’ terbawa oleh saya besok pagi harinya menelpon mas Reno menyampaikannya saya akan simpan untuk di kembalikan nanti dan tidak saya pergunakan.

Baca lebih lanjut

KLINIK NURSYIFA JUAL JIMAT SYIRIK

HM Bambang Irawan S beserta Isteri dan Para Penyembuh Terapi NurSyifa’

Saya sudah lama mengamati sepak terjang H. Bambang Irawan, semua dimulai ketika beberapa tahun yang lalu ada sebuah blog mantan paranormal yang menginformasikan bahwa Pengobatan Nursyifa itu palsu dan penuh kebohongan di :

http://paranormalsakti.freehomepage.com/photo.html

Lihat sceenshotnya :

Baca lebih lanjut