Ternyata Ada Sahabat RASULULLAH dari Indonesia !!!

(Fenomena Guru Ijai Al-Banjari dan Habib Munzir)

Oleh : Ustadz Firanda

Definisi sahabat –sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar al-’Asqolaani (seorang ulama besar madzhab Syafi’i) adalah : Orang yang bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan beriman kepadanya dan meninggal dalam keadaan beriman kepadanya pula.

Karenanya barang siapa yang –setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- masih bisa bertemu dengan Nabi dalam keadaan terjaga (tidak tidur) maka ia adalah termasuk jajaran para sahabat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah. Beliau berkata :

 ونُقِلَ عن جماعة من الصالحين أنهم رأوا النبي صلى الله عليه وسلم في المنام ثم رأوه بعد ذلك في اليقظة وسألوه عن أشياء كانوا منها متخوفين فأرشدهم إلى طريق تفريجها فجاء الأمر كذلك قلت وهذا مشكل جدا ولو حمل على ظاهره لكان هؤلاء صحابة ولأمكن بقاء الصحبة إلى يوم القيامة ويعكر عليه أن جمعا جما رأوه في المنام ثم لم يذكر واحد منهم أنه رآه في اليقظة وخبر الصادق لا يتخلف

“Dinukilan dari sekelompok orang-orang sholeh bahwasanya mereka telah melihat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dalam mimpi lalu merekapun melihatnya setelah itu dalam kondisi terjaga. Lalu mereka bertanya kepada Nabi tentang perkara-perkara yang mereka khawatirkan, maka Nabipun memberi arahan kepada solusi, lalu datanglah solusi tersebut. Aku (Ibnu Hajar) berkata : Ini merupakan perkara yang sangat menimbulkan permasalahan. Kalau nukilan ini dibawakan kepada makna dzohirnya maka para orang-orang sholeh tersebut tentunya adalah para sahabat Nabi, dan akhirnya kemungkinan menjadi sahabat Nabi akan terus terbuka hingga hari kiamat. Dan yang merusak makna dzohir ini bahwasanya ada banyak orang yang telah melihat Nabi dalam mimpi lalu tidak seorangpun dari mereka menyebutkan bahwa ia telah melihat Nabi dalam kondisi terjaga. Dan pengkhabaran orang jujur tidak akan berbeda” (Fathul Baari 12/385)

Baca lebih lanjut

TOKOH FACEBOOKER FIR’AUN ABAD INI YANG MENGAKU TUHAN

TOKOH FACEBOOKER FIR’AUN ABAD INI YANG MENGAKU TUHAN
——————————————————————————-


Wihdatul Wujud, yakni keyakinan bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyatu dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Demikian juga Al-Hulul, yakni keyakinan bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dapat masuk ke dalam makhluk-Nya ADALAH AJARAN KAFIR PENUH KESESATAN.

Diberbagai zaman ada tokoh-tokoh yang mengaku Tuhan atau berpaham wihdatull wujud dan hulul seperti :

1. AL HALAJ mengucapkan “ ana Al haq”. Ia harus mengakhiri hidupnya di atas tiang gantungan dengan pesetujuan khalifah al-muqtadir billah dan gurunya, hazrat junayd .

2. SYEKH SITI JENAR mengucapkan “ Ana Al haq”. Akhirnya dihukum mati oleh Sultan Demak, Raden Fatah atas persetujuan Dewan Wali Songo yang dipimpin oleh Sunan Bonang. Sebagai algojo pelaksana hukuman pancung adalah Sunan Kalijaga, yang dilaksanakan di alun-alun kesultanan Demak. (“Serat Syeikh Siti Jenar” oleh Ki Sosrowidjojo)

3. FIR’AUN mengatakan “Ana Al haq”, Akhirnya dia dihukum mati oleh Allah tenggelam di laut merah.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan Fir’aun berkata, ‘Hai pembesar kaumku, aku tak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. (Qs. Qashas: 38) Baca lebih lanjut

Kisah Gila Akibat Belajar Ilmu Tarekat

Status dari Sahabat ana, Abu Fahd NegaraTauhid, mengenai kegilaan yang didapat dari belajar tarekat yang isinya wirid bid’ah dan over dosis dan ajaran nyeleneh lainnya.

Kata byk org: “Jgn belajar agama dalam2 nanti bisa gila”. Pernyataan ini keliru, tapi ada benarnya jg jika yg dimaksud ‘belajar agama’ tsb adalah belajar ilmu Tasawuf. Ana byk melihat org2 bhkan tmn2 ana sndiri yg mjadi gila atw hilang akal akibat mempelajari ilmu Tasawufnya. Berikut kisah mereka: …
————————————————————–
Tetangga ana ada bebrp org yg menjadi gila karena itu. Orang pertama gila padahal baru bebrp bulan mendalami ilmu tasawuf di gurunya. Awalnya dia mengamalkan bebrp wiridan yg diberikan oleh gurunya, setelah itu tingkah lakunya semakin lama semakin aneh sehingga akhirnya org2 mencapnya sbg gila atau hilang akal. Sering dia melakukan keonaran di jalan2 seperti menghancurkan mobil2 atau kendaraan, menggangu manusia di jalan, dsb. Akibatnya keluarganya mengurungnya di rumah.

Orang kedua juga sama sebabnya dgn org kedua, Tapi tdk separah org pertama. Dia masih mau shalat, dan tidak berani mengganggu manusia atau bikin keonaran. Hanya saja akalnya sudah tidak normal. Baca lebih lanjut

UCAPAN KUFUR OKNUM ANGGOTA TAREKAT SUFIYAH SIDDIQIYAH

Kata-kata Kufur telah keluar dari Lisan oknum penganut tarekat sufiyah siddiqiyah di losari ploso Jombang. Pujo Hadi Hasto Mulyo dengan entengnya mengatakan :

” LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBKHAA NAKA INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIN, smoga dengan rusaknya aqidah & keyakinan yg sy yakini SHANG HYANG WIDHI WASE memberikan Rohmat & ampunan kpada kami, karna sesungguhnya kebenaran sjati adalah milikNYA, dan smoga anda slalu dalam rohmatNYA. Smoga sukses” ………………………………………………………………………

Baca lebih lanjut

Ajaran Islam Datang untuk Menjaga Akal, Ajaran Shufi Datang untuk Menghilangkan Akal

Satu sebab utama diharamkannya khamr bagi kaum muslimin karena khamr adalah minuman memabukkan yang dapat menghilangkan akal. Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” [QS. Al-Maaidah : 90].

KESESATAN TAREKAT NAQSYABANDIYAH

Tarekat/Tariqat/Tariqah Naqshbandiyah/Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia  serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Dagestan, Russia.

Kata Naqsyabandiyah/Naqsyabandi/Naqshbandi نقشبندی berasal dari Bahasa Arab iaitu Murakab Bina-i dua kalimah Naqsh dan Band yang bererti suatu ukiran yang terpateri, atau mungkin juga dari Bahasa Persia, atau diambil dari nama pendirinya yaitu Baha-ud-Din Naqshband. Sebagian orang menerjemahkan kata tersebut sebagai “pembuat gambar”, “pembuat hiasan”. Sebagian lagi menerjemahkannya sebagai “Jalan Rantai”, atau “Rantai Emas”.

Tarekat ini didirikan oleh Imam Tariqat Hadhrat Khwajah Khwajahgan Sayyid Shah Muhammad Bahauddin Naqshband Al-Bukhari Al-Uwaisi , dilahirkan pada bulan Muharram tahun 717 Hijrah bersamaan 1317 Masihi iaitu pada abad ke 8 Hijrah bersamaan dengan abad ke 14 Masihi di sebuah perkampungan bernama Qasrul ‘Arifan berdekatan Bukhara. Ia menerima pendidikan awal Tariqat secara Zahir dari gurunya Hadhrat Sayyid Muhammad Baba As-Sammasi dan seterusnya menerima rahsia-rahsia Tariqat dan Khilafat dari Syeikhnya, Hadhrat Sayyid Amir Kullal .

Shah Naqshband telah berkata: Pada suatu hari aku dan sahabatku sedang bermuraqabah, lalu pintu langit terbuka dan gambaran Musyahadah hadir kepadaku lalu aku mendengar satu suara berkata, “Tidakkah cukup bagimu untuk meninggalkan mereka yang lain dan hadir ke Hadhrat Kami secara berseorangan?”………….

********

Baca lebih lanjut

SUJUD SYIRIK PENGIKUT TAREKAT SUFIYAH

Lihatlah yang ditandai bulatan kuning, anda sekalian akan melihat beberapa pengikut tarekat sufiyah Naqsyabandi Haqqani bersujud ketika Sang Mursyid lewat dihadapan mereka! Bahkan mengagungkan foto-foto sang mursyid!

Nalar dan logika para sufi ini sudah miring semua, terlalu ghuluw hingga mau merendahkan diri sujud kepada selain Allah dengan segenap keridoan mereka! Na’udzubillah… mereka semua telah melakukan syirikan yang besar!

Prilaku mereka mendekati Riddah dengan sebab perbuatan sujud kepada selain Allah!

Prilaku mereka ini menyalahi larangan Nabi untuk bersujud kepada seseorang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain tentu akan kuperintahkan seorang isteri untuk bersujud kepada suaminya”Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya. Al Albani mengatakan, “Sanadnya sahih sesuai dengan kriteria Muslim” (Silsilah Shahihah jilid 3 hal 202 hadits nomor 1203).

Allahumusta’an!!!!!

Lihat bukti nyata video pengikut sufi bersujud dan menyembah dibawah kaki Mursyidnya, pada video dibawah ini :

Dk_vS5qn32A

 


Antara Zuhud Sunni dan Zuhud Sufi

Pernahkah Anda merasakan kesedihan ditinggal mati oleh orang yang Anda kasihi di dunia ini? Atau pernahkah Anda kehilangan harta melimpah yang pernah Anda miliki? Itu semua menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Dunia ini bukanlah hunian abadi bagi manusia. Kehidupan hakiki adalah kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, selayaknya orang yang berakal, lebih mengutamakan kenikmatan yang kekal daripada kehidupan fana ini. Bagaimana caranya? Agama Islam mengajarkan dengan zuhud di dunia. Sahl bin Sa’d As-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhuma berkata:

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ

Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan. Jika aku mengamalkannya, niscaya Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku!” Rasulullah bersabda: “Zuhudlah di dunia, niscaya Allah mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada tangan-tangan manusia, niscaya mereka akan mencintaimu!’.[1]

Baca lebih lanjut

Kesesatan Tarekat Naqsyabandi Haqqani

Oleh, Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI)

Mengenal Syaikh Muhammad Hisham Kabbani

Syaikh Muhammad Hisham Kabbani adalah seorang ulama dan Syaikh Sufi (guru besar sufi) dari Timur Tengah, lulusan dari American University Beirut (Libanon) dalam bidang ilmu kimia, dan lulusan dari fakultas Hukum Islam (Islamic Law) dari Universitas Damaskus. Kemudian dia pergi ke Belgia untuk meneruskan kuliahnya dan mengambil jurusan kedokteran di Universitas Louvain.

Sejak masa kanak-kanak, Hisham Kabbani selalu menemani Syaikh Abdullah Ad-Daghestani dan Syaikh Muhammad Nazhim Al-Haqqani, Grandsyaikh (master sufi) dari Tarekat Naqsyabandiyah yang dianggap paling mulia di abad 21 ini. Hisham Kabbani banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara di Timur Tengah, Eropa, dan Timur Jauh untuk menemani syaikhnya itu.

Baca lebih lanjut