Benarkah Syetan Dibelenggu di Ramadhan

Oleh: Ust. Hasan Bishri, Lc. (Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)

Alhamdulillah wal hamdulillah, was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah.

Muqoddimah

Ramadhan adalah bulan mulia dan penuh berkah bagi siapa saja yang mau mengisi siangnya dengan berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan berbagai aktifitas ibadah yang telah diajarkan Rasulullah.

Dalam menjelaskan betapa mulianya bulan Ramadhan, ada banyak hadits Rasulullah yang telah diriwayatkan oleh para shahabat, diantaranya adalah hadits dibelenggunya syetan ketika Ramadhan datang.

Berkaitan denga hadits tersebut, banyak orang yang menyimpulkan bahwa jika syetan-syetan dibelenggu di bulan Ramadhan, pasti tidak akan terjadi kemaksiatan di bulan tersebut yang dilakukan anak manusia, karena provokator kemaksiatan telah diikat. Tapi realitanya, maksiat masih banyak. Lalu bagaimana kita memadukan hadits tersebut dengan realita yang ada.

Makna Syetan

Syetan itu sifat, berasal dari kata “Syathona-yasythunu”, yang artinya jauh, lawan dari dekat. Maksudnya, ia jauh dari kebenaran dan rahmat Allah. Ada juga yang mengatakan bahwa syetan berasal dari kata “Syatho-yasythu”, yang artinya hancur atau binasa. Imam al-Azhari rahimahulloh (370 H) berkata, “Pendapat yang pertama adalah pendapat mayoritas ulama’.” (Lihat Kamus Tahdzibul Lughoh dan Lisanul Arob). Allah berfirman, “Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112).
Baca lebih lanjut