21 Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan

Tahukah Anda apa persamaan malaikat dengan jin? Jawab: sama-sama makhluk Allah. Sama-sama makhluk gaib. Sekarang, tahukan Anda apa perbedaan malaikat dengan jin? Jawab: Kalau malaikat itu makhluk yang tunduk kepada Allah, kalau jin ada yang tunduk ada yang membangkang kepada Allah. Apalagi? Malaikan diciptakan dari cahaya, kalau jin dari api. Lalu apalagi ya? Nah di bawah ini ada sekitar 21 perbedaan malaikat dengan jin a.k.a setan dan disertai penjelasannya. Silakan menyimak.

Di antara kaum muslimin ada yang tidak mengetahui tentang perbedaan antara malaikat yang mulia dengan jin dan syaitan. Bahkan penyimpangan sebagian umat sampai kepada taraf menyamakan antara malaikat dengan jin. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam kitab At Tafsir Al Kabir yang disandarkan kepadanya (7/381), “Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab meyakini adanya malaikat meskipun mayoritas mereka menganggap bahwa malaikat dan syaitan itu merupakan satu jenis. Maka siapa diantara mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah Subhaanahu wata’aala, jatuhlah kedudukannya dan menjadi syaitan. “Kaum musyrikin Arab dan ahli kitab mengingkari bahwa iblis adalah nenek moyang jin dan mengingkari pula bahwa jin itu menikah, melahirkan, makan dan minum. Bahkan sebagian orang Arab menyangka bahwa malaikat adalah keturunan jin sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian ahli tafsir.

Baca lebih lanjut

SALAH PAHAM WONGALUSACEH TENTANG KHODAM MALAIKAT DAN JIN

Tulisan ini dibuat khusus oleh H.M Samsuri, Lc (Ketua Yayasan Ruqyah Surabaya) , semoga masyarakat tidak tertipu dengan hizbusyaithan wongalusaceh seorang dukun berkedok syekh ( www.wongalusaceh.wordpress.com) dan orang-orang serupa dengannya yang banyak menyesatkan masyarakat banyak dengan berbagi macam jimat, wirid dan hizib pemanggil khodam jin/malaikat gadungan. Terimakasih :)

Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

KHODAM JIN

Karena terobsesi kelebihan nabi Sulaiman as, berupa mukjizat dari Allah yang membuat beliau mampu memerintah bangsa jin untuk bekerja sesuai keinginannya. Sebagaimana firman Allah, “Dan [Kami tundukkan pula kepada Sulaiman] segolongan setan-setan yang menyelam [ke dalam laut] untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu, dan Kami yang memelihara mereka”. Al Anbiya’[21] 82

Hingga banyak manusia ingin memiliki kemampuan seperti Sulaiman as tersebut, yaitu menjadikan para jin sebagai khodamnya atau perewangan atau pesuruhnya. Hingga maqom [kedudukan] seseorang sering ditentukan oleh kemampuannya dalam hal tersebut. Seseorang semakin “KERAMAT” dan dianggap sebagai “WALI” bila memiliki banyak pasukan jin, yang mampu membantunya untuk mewujudkan keinginan hawa nafsunya, seperti : pamer kekuatan, pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, berjalan di udara atau di atas air atau di atas daun, kekebalan, kekuatan ajaib,terawangan, pagar ghaib dsb.

Baca lebih lanjut

FATWA KYAI MAHRUS ALI : MENJADI KASYAF BERKAT KHADAM MALAIKAT RAJAH ASMA’ AL-LATHIF

Abul Abbas Ahmad bin Ali al-Buni dalam kitabnya Syamsul Ma’arif menjelaskan. Barangsiapa yang membaca jimat tersebut akan dipermudah rezekinya, cepat mencapai tujuan dan akan mendapatkan belas kasih dari Allah (Syamsul Ma’arif halaman 462). Bila seseorang membuat tempat untuk khalwat dengan melakukan tirakatan/riyadhah sembari membacanya sebanyak 16641 sampai empat puluh kali yakni sekitar empat puluh hari, maka malaikat bernama Qatya’il kan turun padanya. Di berkata, ‘wahai Tuhanku!Hamba-Mu memanggilku dan minta kepadaku untuk memenuhi hajatnya.” Malaikat tersebut akan turun, baik saat tengah terjaga atau tidur, sesuai kemampuan dan kesiapan jiwanya. Lalu orang tersebut diberi kasyaf yakni bisa melihat kaan matinya atau hidupnya dan mengetahui apa yang dikehendakinya bahkan diberi beberapa keisimewaan lagi. Asma’ tersebut bisa untuk kebaikan dan keburukan, sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat. Bila dibaca oleh orang yang mengalami kesulitan maka kesulitannya akan dipermudah.”

Baca lebih lanjut

15 AMALAN UNTUK MENDATANGKAN MALAIKAT DI BULAN RAMADHAN

Di bulan Ramadhan myang mulia ini, alangkah indahnya kalau waktu demi waktu yang kita lalui, terisi dengan ibadah-ibadah yang banyak mendatangkan pahala. Sebagai deposito dan bekal kita di negeri akhirat yang kekal abadi. Betapa nikmat rasanya bila segala aktifituas ibadah kita di bulan suci ini dituerima yang bertepatan dengan malam seribu bulan (lailatul qadr). Karena di malam itu para Malaikat yang dikomandoi Malaikat Jibril turun ke bumi ini, mendoakan orang-orang yang beribadah dan bermunajat kepada Allah dan mengaminiu doa’doa mereka.

Berikut ini amalan yang apabila dilaksankan dengan ikhlas dan sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah, maka Allah akan menurnkan para Malaikatnya untuk menyambut amalan ibadah yang kita lakukan, atau untuk menyampaikan balasan dari Allah atau juga mendoakan kita sebagai pelakunya, baik di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan.

Baca lebih lanjut

“Malaikat” Gadungan

Rasulullah Bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, dan jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan cari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (tanah)”. (HR. Muslim)

Beriman kepada para Malaikat merupakan pengalaman dari rukun iman yang kedua. Berarti keimanan seorang hamba kepada Allah belum sempurna jika tidak dibarengi dengan rukun iman yang lainnya, termasuk beriman kepada para malaikat. Allah berfirman, “Rasul telah beriman kepada (Al-qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya pada para rasul-Nya, kitab-kitab dan para Rasul-Nya…”. (SQ. Al-Baqarah : 275). Ketika Rasulullah ditanya tentang iman, beliau menjawab, “Iman adalah hendaklah kamu percaya (beriman) kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan para Rasul-Nya. (HR. Muslim)

Baca lebih lanjut

Kita Perlu Allah, Bukan Khadam

“Dan ingatlah (pada waktu) Alah SWT mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Allah berfirman kepada malaikat : “Apakah mereka itu dahulunya menyembah kamu ?” Para malaikat menjawab : “Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung kami bukan mereka, justru mereka telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS.Saba’ : 34).

Malaikat adalah makhluk yang hanya tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT, bukan perintah manusia. Tugas mereka adalah mengabdi kepada Allah, bukan mengabdi kepada manusia, apalagi menjadi budak dan khadamnya. Kita sebagai orang mukmin harus mengimani adanya malaikat secara benar, dan tidak mengkultuskannya. Apalagi menjadikan mereka sebagai sekutu Allah atau tandingan-Nya. Kita tidak boleh minta bantuan kepada para malaikat tanpa terkecuali, termasuk malaikat Jibril. Karena minta bantuan kepada mereka untuk melindungi diri, memajukan usaha, menolak bencana, atau menyembuhkan penyakit dan yang lainnya adalah tindakan syrik dan menduakan Allah SWT.

Baca lebih lanjut

Qarin Malaikat Bukan Khadam !

“Tidaklah setiap orang dari kalian kecuali telah diberitakan kepadanya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.’ Para sahabat bertanya,’dan untukmu wahai Rasulullah? ’Rasulullah menjawab, ` Untukku juga, hanya saja Allah telah menolongku, sehingga qarinku masuk islam, dan tidak menyuruhku kecuali pada kebaikan’.“ (HR.Muslim)

Seorang ulama tersohor yang bernama DR.Umar Sulaiman al-Asyqar berkata, “Yang dimaksud dengan qarin malaikat pada hadist ini bukanlah malaikat yang bertugas menjaga dan mencatat amal manusia. Allah menugasi qarin malaikat ini untuk mengarahkannya kepada petunjuk kebaikan. Qarin manusia yang dari malaikat  memotifasi dan mengarahkannya kepada kebaikan, sedangkan qarin jin memprovokasi dan menggiringnya kepada keburukan.“[1]

Qarin atau partner yang selalu menyertai manusia mengemban tugas khusus dari Allah , sebagaimana ditegaskan Rasulullah dalam riwayat lain, “Sesungguhnya syetan itu punya bisikan untuk anak Adam sebagaimana malaikat juga punya bisikan. Adapun bisikan syetan adalah mengajak kepada keburukan dan mendustakan yang haq (benar). Sedangkan bisikan malaikat adalah mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang haq. Barang siapa yang mendapati dalam dirinya ajakan kebaikan, maka ketahuilah bahwa itu datangnya dari Allah, hendaklah ia memuji Allah (baca Alhamdulillah). Tapi kalau dia mendapati yang lain (ajakan keburukan), maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan syetan yang terkutuk (baca Isti’adzah). Lalu beliau membaca ayat 268 dari surat al-Baqarah,“Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan(kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari pada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) dan Maha Mengetahui.“ (HR.Tirmidzi dan Nasa’i dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya).

Baca lebih lanjut