sufi

KASYAF ADALAH KHURAFAT DARI SUFI

Posted on Updated on

oleh : Ustadz Hartono Ahmad jaiz

Kasyf, menurut kaum shufi adalah melihat hal yang ghaib dan menyaksikannya dengan tegas. Dengan demikian mereka mengaku atau meyakini, kalau sampai pada derajat kasyf itu maka mereka dapat mengetahui hal-hal yang gelap, rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan memecahkan segala soal-soal yang pelik. (lihat HSA Al-Hamda­ni, Sanggahan terhadap Tashawuf dan Ahli Sufi, PT Al-Ma’arif Bandung, cet. kedua, 1972, hal. 16).

Di antaranya ialah kepandaian membedakan hadits yang shahih dari yang dha’if (lemah). Maksud tujuannya ialah memperkuat madzhab dan kepercayaannya dengan hadits-hadits yang dibikin-bikin dan hadits-hadits yang dha’if, lalu dianggap sebagai hadits shahih dengan perantaraan kasyf itu. (ibid, hal 16).
Baca entri selengkapnya »

PERBEDAAN POKOK ANTARA ISLAM DAN TASAWWUF SUFI SESAT MENYESATKAN!

Posted on

Oleh : Ustadz hartono Ahmad Jaiz
Manhaj dan jalan Islam berbeda sama sekali dengan manhaj Tasawwuf, dan perbedaan itu mengenai hal yang sangat mendasar. Yaitu perbedaan dalam hal sumber-sumber pengambilan agama dalam aqidah dan syari’ah. Demikian penegasan Abdur Rahman Abdul Khaliq dalam buknya Fadhoihus Shufiyyah (Cemar-cemarnya Sufisme), Maktabah Ibnu Taymiyyah, Kuwait, 1404H/ 1984M, halaman 43.

Dijelaskan, Islam menjadikan sumber pengambilan aqidah terbatas pada wahyu yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul saja, yang hal itu yang kita miliki adalah Al-Quran dan As-Sunnah (Hadits Nabi SAW) saja. Adapun agama sufisme (Ad-Dienus Shuufii) –istilah Abdur Rahman Abdul Khaliq– yang mereka jadikan sumbernya adalah bisikan yang didakwakan datang kepada para wali, dan kasyf (terbukanya tabir hingga mereka tahu yang ghaib) yang mereka dakwakan, dan tempat-tempat tidur (mimpi-mimpi), perjum­paan dengan orang-orang mati yang dulu-dulu, dan (mengaku berjumpa) dengan Nabi Khidhir ‘alaihis salaam, bahkan dengan melihat Lauh Mahfudh, dan mengambil (berita) dari jin yang mereka namakan para badan halus (ruhaniyyin).

Adapun sumber pengambilan syari’at bagi ahli Islam adalah Al-Kitab (Al-Quran), As-Sunnah (Al-Hadits), Ijam’ (kesepakatan para ulama terdahulu generasi awal Islam), dan qiyas (perbandingan, yaitu pengambilan hukum dengan membandingkan kepada hukum yang sudah ada ketegasannya dari nash/ teks Al-Quran atau Al-Hadits, dengan syarat kasusnya sama, misalnya beras bisa untuk zakat fitrah karena diqiaskan dengan gandum yang sudah ada nash hadit­snya).
Baca entri selengkapnya »

Mujahidin Membom Kuburan Sufi Yang Dikeramatkan Warga

Posted on

PESHAWAR (Arrahmah.com) – Sebuah bom meledak Kamis (5/3) di makam penyair Sufi abad ke-17 di barat laut Pakistan, semakin menegaskan garis pemisah antara Muslim ‘garis keras’ dan penduduk daerah itu yang memeluk Islam secara tradisional dan mistis.

Sebuah surat diantarkan tiga sebelum serangan pada pemelihara makam penyair Sufi Rehman Baba di pinggiran Peshawar yang isinya mengperingatkan agar tidak melanggengkan budaya keramat, ujar Sahibzada Mohammad Anees, seorang pejabat pemerintah kota tersebut.
Baca entri selengkapnya »

Penghancuran kuburan keramat di Somalia

Posted on Updated on

video 2 tahun lalu tentang penghancuran makam2 yang dikeramatkan oleh kelompok – kelompok Sufi di kota Kismayo, Somalia yang dikuasai oleh kelompok Al Shahab. Walaupun Al Shahab dikatakan sebagai pemberontak, namun kenyataannya Al Shahab pernah memerintah Somalia selama… kurang lebih 2 tahun hingga digulingkan oleh pasukan Ethiopia yang kemudian membentuk pemerintahan boneka yang didukung oleh Uni Afrika. Bahkan hingga saat inipun Al Shahab tetap menguasai sebagian besar Somalia dan hampir separuh ibukota Mogadishu. Sedangkan pemerintahan boneka Somalia hanya menguasai setengah Mogadishu dan beberapa daerah disekitarnya.

Pejuang Islam dari harakah Al-Shabaab telah menghancurkan sebuah kuburan yang diyakini merupakan kuburan dari Sheikh Mohudin Eli, seorang ulama besar di Somalia.  Jenazahnya dikuburkan di distrik Karan, utara Mogadishu.

Mujahidin Al-Shabaab selain menghancurkan kuburan Sheikh Mohidin Eli, juga menghancurkan kuburan Sheikh Ahmed Haji.

“Orang-orang melakukan pemujaan di kuburan ini.  Untuk pertama kalinya kami membongkar kedua kuburan tersebut.  Kami akan terus melanjutkan operasi seperti ini untuk menghancurkan kuburan yang dijadikan tempat pemujaan,” ujar salah seorang petinggi Al-Shabaab.

Di sisi lain, Sheikh Abdukadir Sheik Abukar (Somow), salah seorang petinggi kelompok “Ahlu Sunnah wal Jama’a” yang ikut memerangi Mujahidin Al-Shabaab dan bekerjasama dengan pemerintah mengutuk keras perusakan kedua kuburan tersebut.  Mereka mengatakan bahwa Sheikh Mohidun eli merupakan ulama besar Somalia yang sepatutnya dihormati. Namun apakah penghormatan yang dimaksud adalah dengan melakukan pemujaan di depan kuburannya?
Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/7300/menjadi-pusat-kesyirikan-al-shabaab-hancurkan-kuburan#ixzz173odQFcQ

Video terbaru mengenai penghancuran makam2 keramat lainnya di Somalia silakan buka http://www.youtube.com/watch?v=gC3UmGlP4io untuk melihat video penghancuran makam keramat lainnya di Somalia

Aku Adalah Allah, Tuhanmu! (pengakuan Jin sufi)

Posted on Updated on

Marak sekali wirid-wirid bid’ah yang tidak ada dalil dari Hadits dan Al Qur’an sekarang beredar. Bahkan perguruan beladiri yang memakai tenaga dalam dengan merapal wirid-wirid tertentu. Kadang berbahasa Arab, bahkan tak pelak kata Allah sering disangkut pautkan kedalam wirid-wirid mereka.

Ini sebuah kisah nyata, seorang anak muda yang “katanya” sudah memiliki ilmu paling tinggi dalam Thariqah. Pada suatu kali datang di ruqyah massal, niatnya sih baik. Yaitu mau ikut membantu para peruqyah untuk menyembuhkan orang-orang yang sedang terganggu oleh para Jin Jahil. Saat sesi taujih (ceramah/nasehat) semuanya duduk diam mendengarkan seorang ustad yang memberikan taujih tentang dunia para jin. Dan tentang orang-orang yang diganggu jin. “Jangan menganggap orang yang tidak shalat saja yang terganggu oleh Jin. Bahkan orang-orang yang biasanya memakai wirid atau dzikir yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah apalagi niatnya juga salah, mereka malah yang lebih mudah diganggu oleh Jin”. Tetapi pemuda tersebut kayaknya tidak ingin mendengarkan taujih yang di sampaikan ustad yang sedang mengisi taujih. Saya diajak berbincang-bincang terus oleh pemuda itu.

Baca entri selengkapnya »

Hakikat Jaljalut

Posted on Updated on

Jaljalut, yaitu rangkaian doa yang berasal dari doa syair orang-orang yang dianggap shaleh, seperti jaljalut Sayidina Ali bin Abi Thalib, atau kutipan bait-bait Burdah, dan sebagainya.

Ada pula ilmu hikmah yang berupa shalawat.[1] Banyak ayat AI­-Quran yang po­puler yang kemudi­an dijadikan wifiq. Rangkaian ayat itu kemudian disusun dalam sebuah na­dham (syair) AI-­Jaljalut dan Durra­tul Yatimah karya Syekh Muham­mad AI-Bushiri yang dikenal de­ngan nama Kasi­dah Burdah. Misal­nya nadham-Hu­mul jibalu fasal ‘anhum mushadimahum, ma dza ra-a min­hum min kulli mush-thadami – hingga tujuh bait ke belakang dipercaya bisa menolak marabahaya, seperti sihir, pencuri, hama pertanian, dan sebagainya.
Baca entri selengkapnya »

MEWASPADAI PENYIMPANGAN KITAB ILMU HIKMAH ‘GADUNGAN’

Posted on Updated on

kitab sesatSuatu hal yang membanggakan. Buku-buku bernafaskan Islam saat ini sangat fenomenal. Puluhan judul setiap hari terbit dalam berbagai segmennya, mulai dari buku akidah, fikih, akhlak dengan berbagai aspeknya, sampai masalah politik dan isu-isu Islam kontemporer.

Ada buku produk lokal yang ditulis oleh cendekiawan Muslim dan ulama Indonesia dan tidak sedikit pula buku-buku berbahasa asing yang diterjemahkan. Buku-buku terjemahan yang paling mendominasi di pasaran adalah buku-buku yang berasal dari bahasa Arab, baik sifatnya klasik (turats) maupun kontemporer (‘ashri).

Baca entri selengkapnya »

Wifiq (isim & Azimat) adalah Ilmu Hikmah gadungan

Posted on Updated on

Wifiq, dalam kamus bahasa Indonesia tidak ditemukan definisinya. Dan dalam kamus bahasa Arab, mungkin Wifiq diambil dari kata Wafqun, yang artinya cukup atau sekadar. Biasanya para pengguna Wifiq meyakini bahwa Wifiq itu dirasa cukup baginya untuk melindungi dirinya atau untuk membantunya memenuhi hajat hidupnya.