GILA AKIBAT BELAJAR TASAWUF SUFI DAN ILMU HIKMAH

Pertemuan saya dengan si fulan ini secara tidak sengaja, pada hari jum’at tanggal 21-01-2011 pagi hari saya melihat si fulan ini berjoget-joget diluar kantor PEMDA Mesuji mengikuti irama musik Senam Kesegaran Jasmani yang sedang diputar. Saya melihat si fulan ini walau gila namun tubuhnya sangat bersih dan pakaiannya rapi dan juga memakai kopiah.

Saya lalu langsung menekati si fulan yang sedang berjoget-joget. alhamdulillah si fulan yang sedang dalam keadaan junun (gila) ini tidak ngamuk ketika saya dekati.  Saya lalu mengajaknya ngobrol untuk mengorek keterangan darinya. Dia sembari terus-menerus menggerakkan tangannya menceritakan bahwa dia punya ilmu Nabi Sulaiman, dia bisa bahasa binatang,bisa menaklukkan jin. Seluruh malaikat bisa dia panggil dan bisa dimintai pertolongan.

Saya sembari tersenyum lalu memintanya untuk memperlihatkan khodam jin yang sudah dia taklukkan, Si fulan ini lalu memegang dadanya dan melemparkan tangannya dihadapan saya sembari mengatakan “ ini jin saya coba kamu lihat dia sekarang berada dihadapanmu” . Beberapa Petugas SATPOL PP yang sedari tadi berada di samping saya lalu tertawa terbahak-bahak lalu mencemo’oh tingkah polah si junun ini :D .Saya lalu menyuruhnya diam dan langsung merefleksi kepala dan lehernya dan selama beberapa menit meruqyahnya.

Dari pengalaman saya meruqyah orang gila, saya mencurigai bahwa orang ini mengalami kegilaan goncangan bathin alam bawah sadarnya, sebab ketika saya refleksi beberapa titik di kepala dan lehernya tidak menunjukkan gejala gangguan atau kerusakan syaraf otak.

Baca lebih lanjut

Membongkar Kedok Sufisme Sesat di Hadramaut

Oleh : Syaikh Ali Ba Bakar bin Yahya


Diberi kata pengantar oleh :
1. Asy-Syaikh Alwi bin Abdul Qodir As-Segaf
2. Asy-Syaikh Abu Bakar bin Haddar Al-Haddar
3. Asy-Syaikh Shalih bin Bekhit Maula Dawilah
Cetakan pertama 1426 H / 2005 M

[Mereka semua Alul Bait dari keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu].

Muqaddimah
Oleh : Asy-Syaikh Alwi bin Abdul Qodir As-Segaf

Segala puja dan puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, penghulu kita, kekasih kita dan penyejuk pandangan kita Muhammad bin Abdillah, yang telah bersabda : (yang artinya)

“Barangsiapa mengada-ada (sesuatu yang baru) dalam urusan kami ini yang bukan darinya maka (sesuatu yang beru yang diada-adakannya) itu tertolak.”

Baca lebih lanjut

KASYAF ADALAH KHURAFAT DARI SUFI

oleh : Ustadz Hartono Ahmad jaiz

Kasyf, menurut kaum shufi adalah melihat hal yang ghaib dan menyaksikannya dengan tegas. Dengan demikian mereka mengaku atau meyakini, kalau sampai pada derajat kasyf itu maka mereka dapat mengetahui hal-hal yang gelap, rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan memecahkan segala soal-soal yang pelik. (lihat HSA Al-Hamda­ni, Sanggahan terhadap Tashawuf dan Ahli Sufi, PT Al-Ma’arif Bandung, cet. kedua, 1972, hal. 16).

Di antaranya ialah kepandaian membedakan hadits yang shahih dari yang dha’if (lemah). Maksud tujuannya ialah memperkuat madzhab dan kepercayaannya dengan hadits-hadits yang dibikin-bikin dan hadits-hadits yang dha’if, lalu dianggap sebagai hadits shahih dengan perantaraan kasyf itu. (ibid, hal 16).
Baca lebih lanjut

PERBEDAAN POKOK ANTARA ISLAM DAN TASAWWUF SUFI SESAT MENYESATKAN!

Oleh : Ustadz hartono Ahmad Jaiz
Manhaj dan jalan Islam berbeda sama sekali dengan manhaj Tasawwuf, dan perbedaan itu mengenai hal yang sangat mendasar. Yaitu perbedaan dalam hal sumber-sumber pengambilan agama dalam aqidah dan syari’ah. Demikian penegasan Abdur Rahman Abdul Khaliq dalam buknya Fadhoihus Shufiyyah (Cemar-cemarnya Sufisme), Maktabah Ibnu Taymiyyah, Kuwait, 1404H/ 1984M, halaman 43.

Dijelaskan, Islam menjadikan sumber pengambilan aqidah terbatas pada wahyu yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul saja, yang hal itu yang kita miliki adalah Al-Quran dan As-Sunnah (Hadits Nabi SAW) saja. Adapun agama sufisme (Ad-Dienus Shuufii) –istilah Abdur Rahman Abdul Khaliq– yang mereka jadikan sumbernya adalah bisikan yang didakwakan datang kepada para wali, dan kasyf (terbukanya tabir hingga mereka tahu yang ghaib) yang mereka dakwakan, dan tempat-tempat tidur (mimpi-mimpi), perjum­paan dengan orang-orang mati yang dulu-dulu, dan (mengaku berjumpa) dengan Nabi Khidhir ‘alaihis salaam, bahkan dengan melihat Lauh Mahfudh, dan mengambil (berita) dari jin yang mereka namakan para badan halus (ruhaniyyin).

Adapun sumber pengambilan syari’at bagi ahli Islam adalah Al-Kitab (Al-Quran), As-Sunnah (Al-Hadits), Ijam’ (kesepakatan para ulama terdahulu generasi awal Islam), dan qiyas (perbandingan, yaitu pengambilan hukum dengan membandingkan kepada hukum yang sudah ada ketegasannya dari nash/ teks Al-Quran atau Al-Hadits, dengan syarat kasusnya sama, misalnya beras bisa untuk zakat fitrah karena diqiaskan dengan gandum yang sudah ada nash hadit­snya).
Baca lebih lanjut

Mujahidin Membom Kuburan Sufi Yang Dikeramatkan Warga

PESHAWAR (Arrahmah.com) – Sebuah bom meledak Kamis (5/3) di makam penyair Sufi abad ke-17 di barat laut Pakistan, semakin menegaskan garis pemisah antara Muslim ‘garis keras’ dan penduduk daerah itu yang memeluk Islam secara tradisional dan mistis.

Sebuah surat diantarkan tiga sebelum serangan pada pemelihara makam penyair Sufi Rehman Baba di pinggiran Peshawar yang isinya mengperingatkan agar tidak melanggengkan budaya keramat, ujar Sahibzada Mohammad Anees, seorang pejabat pemerintah kota tersebut.
Baca lebih lanjut

Penghancuran kuburan keramat di Somalia

video 2 tahun lalu tentang penghancuran makam2 yang dikeramatkan oleh kelompok – kelompok Sufi di kota Kismayo, Somalia yang dikuasai oleh kelompok Al Shahab. Walaupun Al Shahab dikatakan sebagai pemberontak, namun kenyataannya Al Shahab pernah memerintah Somalia selama… kurang lebih 2 tahun hingga digulingkan oleh pasukan Ethiopia yang kemudian membentuk pemerintahan boneka yang didukung oleh Uni Afrika. Bahkan hingga saat inipun Al Shahab tetap menguasai sebagian besar Somalia dan hampir separuh ibukota Mogadishu. Sedangkan pemerintahan boneka Somalia hanya menguasai setengah Mogadishu dan beberapa daerah disekitarnya.

Pejuang Islam dari harakah Al-Shabaab telah menghancurkan sebuah kuburan yang diyakini merupakan kuburan dari Sheikh Mohudin Eli, seorang ulama besar di Somalia.  Jenazahnya dikuburkan di distrik Karan, utara Mogadishu.

Mujahidin Al-Shabaab selain menghancurkan kuburan Sheikh Mohidin Eli, juga menghancurkan kuburan Sheikh Ahmed Haji.

“Orang-orang melakukan pemujaan di kuburan ini.  Untuk pertama kalinya kami membongkar kedua kuburan tersebut.  Kami akan terus melanjutkan operasi seperti ini untuk menghancurkan kuburan yang dijadikan tempat pemujaan,” ujar salah seorang petinggi Al-Shabaab.

Di sisi lain, Sheikh Abdukadir Sheik Abukar (Somow), salah seorang petinggi kelompok “Ahlu Sunnah wal Jama’a” yang ikut memerangi Mujahidin Al-Shabaab dan bekerjasama dengan pemerintah mengutuk keras perusakan kedua kuburan tersebut.  Mereka mengatakan bahwa Sheikh Mohidun eli merupakan ulama besar Somalia yang sepatutnya dihormati. Namun apakah penghormatan yang dimaksud adalah dengan melakukan pemujaan di depan kuburannya?
Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/7300/menjadi-pusat-kesyirikan-al-shabaab-hancurkan-kuburan#ixzz173odQFcQ

Video terbaru mengenai penghancuran makam2 keramat lainnya di Somalia silakan buka http://www.youtube.com/watch?v=gC3UmGlP4io untuk melihat video penghancuran makam keramat lainnya di Somalia

Aku Adalah Allah, Tuhanmu! (pengakuan Jin sufi)

Marak sekali wirid-wirid bid’ah yang tidak ada dalil dari Hadits dan Al Qur’an sekarang beredar. Bahkan perguruan beladiri yang memakai tenaga dalam dengan merapal wirid-wirid tertentu. Kadang berbahasa Arab, bahkan tak pelak kata Allah sering disangkut pautkan kedalam wirid-wirid mereka.

Ini sebuah kisah nyata, seorang anak muda yang “katanya” sudah memiliki ilmu paling tinggi dalam Thariqah. Pada suatu kali datang di ruqyah massal, niatnya sih baik. Yaitu mau ikut membantu para peruqyah untuk menyembuhkan orang-orang yang sedang terganggu oleh para Jin Jahil. Saat sesi taujih (ceramah/nasehat) semuanya duduk diam mendengarkan seorang ustad yang memberikan taujih tentang dunia para jin. Dan tentang orang-orang yang diganggu jin. “Jangan menganggap orang yang tidak shalat saja yang terganggu oleh Jin. Bahkan orang-orang yang biasanya memakai wirid atau dzikir yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah apalagi niatnya juga salah, mereka malah yang lebih mudah diganggu oleh Jin”. Tetapi pemuda tersebut kayaknya tidak ingin mendengarkan taujih yang di sampaikan ustad yang sedang mengisi taujih. Saya diajak berbincang-bincang terus oleh pemuda itu.

Baca lebih lanjut