Berikut ini adalah hasil rekaman percakapan saya dengan para pasien yang telah mendalami dan mempelajari berbagai macam ilmu kesaktian yang telah diruqyah di Kota Gede Yogyakarta yang saya tampilkan dalam bentuk tulisan.

1. Kesaksian Pasien yang Mempelajari Senam Pernapasan Tenaga Dalam Prana Shakthi.


Pasien kami ini sebelumnya hanya mengantarkan anaknya untuk menjalani terapi ruqyah karena mengalami gangguan jin. Namun sewaktu ia menemani anaknya yang waktu itu kami terapi dengan membacakan ayat-ayat ruqyah tiba-tiba tanpa dapat ia sadari tubuhnya bergerak-gerak sendiri dan ia merasa mual dan muntah-muntah, maka seketika itu juga dia kami ruqyah dan menunjukkan reaksi yang sangat keras. Berikut ini kesaksian Pak Mardiono:
Tanya : Namanya siapa pak ?
Jawab : “Pak Mardiono”.
Tanya : Alamatnya dimana Pak ?
Jawab : “Kwarasan Nogotirto, Gamping, Sleman”.
Tanya : Ada nomor yang bisa dihubungi ?
Jawab : “Tidak ada pak”.
Tanya : Nomor rumah berapa Pak?
Jawab : “Rumahnya no 50 Pak”.
Tanya : Apa alasan Bapak ikut perguruan tenaga dalam ?
Jawab : “Pertama dulu itu saya tidak ingin diremehkan orang lain, saya di STM itu sering berkelahi jadi saya diam-diam harus mempunyai tenaga dalam.”
Tanya : Perguruan apa Pak ?
Jawab : “P S”.
Tanya : Berapa lama belajarnya ?
Jawab : “Satu tahun. Lalu ketemu teman saya untuk diajak ngaji (mendengarkan ceramah) jadi setelah itu saya hentikan sama sekali”.
Tanya : Maaf bisa diceritakan metode pembelajaran pernafasannya ?
Jawab : “jurus-jurus tertentu, jurus itu ada 10”
Tanya : Ada fungsi-fungsi jurus ngak ?
Jawab : “Fungsi-fungsi jurus ada”.
Tanya : Fungsi jurus 1 – 10 bisa dijelaskan ?
Jawab : “Jurus 1 untuk pertahanan , jurus 2 untuk perlawanan, ke 3 untuk mematahkan perlawanan, ke 4 untuk pertahanan, yang ke 5 jurus yang mematikan, ke 6 jurus untuk pemagaran, yang ke 7 jurus pemukulan, yang ke 8 jurus untuk memusnahkan lawan dan menyapu semua lawan, ke 9 jurus untuk sangat mematikan dengan sangat kejam, yang ke 10 jurus yang terakhir ini jurus yang sangat berbahaya eh.. tapi sangat halus kelihatannya hanya diam bisa hanya memandang tapi yang dipandang bisa terbakar gitu”.
Tanya : Apa yang bapak dapatkan selama ikut perguruan tenaga dalam itu, kemampuan apa saja ?
Jawab : “Kemampuannya tidak tampak tapi kalau dia ada musuh lalu mendahului memukul maka sekali pukul lawannya bisa jatuh”. Kemampuan lain seperti tangan saya itu seperti dituntun orang, bisa bergerak sendiri, seperti ini (dia memperagakan gerakan tangannya) dengan niat mencari dimana barang itu (atraksi kepekaan mencari barang yang hilang) disembunyikan maka tangannya bergerak sendiri. Setelah sampai tangan ini berhenti ya sudah barang itu disitu”.
Tanya : Bisa bapak jelaskan buktinya dalam kejadian nyata?
Jawab : “Sudah sekali waktu latihan di Samas itu, itu kan ada salah sorang teman yang menyembunyikan tapi saya ngak tahu karena apa karena tangan saya itu bergerak mencari itu ketemu gitu”.
Tanya : Apa dulu bapak percaya nggak kalau tenaga dalam itu kekuatan jin ?
Jawab : “Saya dulu percaya bukan dari kekuatan jin, sayakan memilih-memilih mana perbedaan yang islami dan yang tidak ternyata saya terjebak juga disitu ya”.
Tanya : Jadi bapak tidak menyangka bahwa ternyata tenaga dalam itu dari jin setelah terapi ruqyah ?
Jawab : “Iya, tidak menyangka tapi saya ngak tahu”.
Tanya : “Ibadah bapak selama belajar tenaga dalam gimana bagus, biasa-biasa saja, atau malah tambah jelek ?
Jawab : “Setelah ikut tenaga dalam he..eh saya belajar agamanya malah semakin turun gitu. Semakin menurun dan tambah rusak dan hafalan-hafalan yang saya bisa biasanya dulu dii SMP itu 7 ayat dari Al Baqarah itu saya bisa hafalkan 1 hari sekarang itu satu ayatpun untuk menghafalkan susah hilang-hilang terus gitu. Sampai berusaha untuk menghafalkan bermacam-macam cara udah, sampai istri saya mengatakan tiap bikin buku untuk hafalan itu gugur, hafalan itu ngak jadi-jadi terus sampai sekarang ini”.
Tanya : Bapak mengenal terapi ruqyah darimana ?
Jawab : “Dari waktu saya iktikaf di Masjid Mataram waktu tahun 1997 Pak Ustad Fadlan sendiri dan saya waktu itu masih yakin dengan tenaga dalam saya, karena belum lama ikut saya yakin mungkin ngak ada. Ngak ada jinnya ditempat saya”.
Tanya : Jadi pernah di ruqyah pak ?
Jawab : “Belum, tapi saya sudah meyakinkan kalau ngak ada jinnya jadi saya, saya tidak ikut ruqyah gitu”.
Tanya : Bapak tertarik ikut ruqyah kenapa pak ?
Jawab : “Ya ini nggak sengaja karena saya mengantarkan anak saya ngak mau sekolah selama 3 bulan, eh mungkin gangguan seperti itu makanya saya ajak ke sini untuk meruqyahkan anak ini tapi ternyata saya sendiri yang kena (orang ini ikut menemani anaknya sewaktu diruqyah tetapi malah dia sendiri yang bereaksi keras) dan yang ada itulah pada diri saya bahwa jinya itu menggangu anak saya yang tiap mau berangkat ke sekolah dia itu tampaki bayang-bayang yang sangat menyeramkan sehingga dia takut kalau ditanya memang jawabannya ngak tahu-tahu soalnya dia ngak menyangka kalau jinnya itu dari bapaknya atau anaknya”.
Tanya : Apa yang bapak rasakan sewaktu terapi ruqyah ?
Jawab : “Sangat pusing dan ada gerakan-gerakan tangan walau saya sudah berusaha untuk mengendalikan tapi tidak bisa saya kendalikan bergerak sendiri”.
Tanya : Waktu bapak muntah apa yang bapak rasakan ?
Jawab : “Ya pokoknya saya udah berusaha untuk menahan itu dengan sendirinya muntah itu”.
Tanya : Setelah selesai diruqyah ini apa yang bapak rasakan ?
Jawab : “Kepala itu terasa ringan tidak seperti kemarin pusing yang mudah mengantuk dan pikiran itu ngak apa ya mudahlah yakin ada keyakinan mudah untuk menghafal ayat suci Al Qur’an seperti apa yang saya harapkan”.
Tanya : Setelah bapak mengetahui ada jinnya masihkah bapak mengikuti perguruan P S?
Jawab : “Ngak pak udah kapok..ha…ha… ha tujuannya ya itu bagaimana saya bisa untuk menghafal Al Qur’an.”
Tanya : “Pesan bapak untuk yang belajar tenaga dalam ?
Jawab : “Janganlah ikut seperti itu seperti tenaga dalam karena sangat merusak dan sangat merugikan bagi kita e… terutama karena anak juga yang tidak tahu apa tidak ikut campur ternyata dia kena dampaknya mungkin itu saja pak.”

2. Kesaksian Pasien yang Mempelajari Ilmu Aji-aji Kesaksian dan Suka Memasang Susuk.

Pasien kami ini adalah seorang yang mendalami ilmu kesaktian yang menggunakan mantra-mantra jawa untuk bisa memperoleh ilmu kekebalan sewaktu akan atraksi menjilat besi, dan pasien kami ini juga pernah memasang susuk untuk kekebalan, kewibawaan dan pengasihan. Berikut penuturannya setelah ia diterapi ruqyah:
Tanya : Siapa namanya mas ?
Jawab : ” Heri wibawanto”
Tanya : Alamat dimana ?
Jawab : “Ngunadan, Prambanan”.
Tanya : Pendidikan sekarang ?”
Jawab : Eh saya kuliah tapi belum selesai”
Tanya : Pernah belajar ilmu-ilmu atau puasa-puasa ?
Jawab : “Eh puasa udah pernah puasa mutih, yang lain belum”.
Tanya : Seperti apa puasa mutihnya itu ada bacaan-bacaan?
Jawab : ”Eh nggak ada Cuma habis melaksanakan puasa mutih ditransfer ada rapakan do’a gitu”
Tanya : Yang mentransfer siapa ?
Jawab : ”Kakak saya, kakak ipar”
Tanya : Kemarin langsung dicoba atau tidak?”
Jawab : “Yang dicoba jadi itu pisau dipanasi sampai merah itu saya jilat nggak apa-apa nggak sakit”
Tanya : Masih ingat rapalannya?
Jawab : “Yang merapal kakak ipar, saya hafal juga sih”
Tanya : “Apa bacaannya?”
Jawab : “Dibacakan ya pakai bahasa jawa nggak apa-apaya. Gamane Allah dorkumolo sak bilang rogone kabeh pamudek jeruning kebet las-les manang gutatulo akibat kendali aku njaluk lampi lantaraning besi sak kandale, sak kebel dawane sang petrune aji kejebret rahayu kabeh. ya itu bahasa Jawa semua”.
Tanya : Selain itu masalah-masalah goibnya lain ?
Jawab : “Susuk udah”
Tanya : “Ada berapa susuk ?”
Jawab : 3 aja fungsinya yang pertama atosan (kekebalan) kemudian yang kedua pengasihan,ketiga kewibawaan”.
Tanya : Itu bentuk susuknya kelihatan ?”
Jawab : ya kelihatan “dimasukinya kelihatan ?” kelihatan semua”
Tanya : Atosan itu apa?”
Jawab : “Ya dibacok nggak apa-apa “yang kedua ?” kedua kewibawaan kalau orang ngelihat biar gimana gitu pokoknya wibawalah, yang ketiga pengasihan itu ? “ yang ketiga untuk pengasihan biar orang lain senang”.
Tanya : Mas selama mempelajari ilmu-ilmu seperti itu ibadah mas gimana ?”
Jawab : “Kacau mas, kuliah aja, nggak pernah dengan pakai lebih rajin kalau nggak pakai, lebih enteng dibadan”
Tanya : Mas tahu ruqyah darimana ?’
Jawab : “Dari teman saya, teman kerja juga sih”
Tanya : Kenapa mas mau diruqyah yang menyadarkan mas siapa ?
Jawab : ” Ya Allah melalui penantara teman saya.”
Tanya : Dia bicara apa kemarin ?
Jawab : “Ikut ruqyah biar kita ibadahnya bagus, cari rejeki juga nggak ngoyo”.
Tanya : Mas pertama diruqyah ini ?
Jawab :“ya”
Tanya : “Apa yang mas rasakan setelah diruqyah ini, sebab saya lihat tadi tangan bergerak-gerak sendiri ?
Jawab : “Eh ya tangan bergerak sendiri ya mungkin itu pengaruh jin itukan mau keluar tadi setelah itu lebih enteng lebih enak, maksudanya lebih optimis lebih enteng”
Tanya : Mas sadar nggak tangan bergerak-gerak sendiri mas bisa kontrol nggak itu?’
Jawab : “Nggak bisa walaupun saya tahu saya saya gimana tapi itu bergerak sendiri saya nahan saya nggak bisa”
Tanya : Sama seperi muntah itu?
Jawab :”Iya sama”
Tanya : Sekarang mas yakin bahwa sesungguhnya ilmu-ilmu kekebalan itu berasala dari setan walaupun menggunakan ayat-ayat Allah ?
Jawab : ”Dulu nggak percaya sekarang harus percaya itu memang berasal dari setan”.
Tanya : Pesan mas untuk orang yang masih ikut-ikut tenaga dalam atau pasang susuk ?”
Jawab : “Pesan saya mari bersama-sama sadarlah, kita semua cobaan Allah, semua Allah yang mengatur. Rejeki, jodoh, semua Allah yang mengatur”.
Tanya : Mas rencananya mau kesini mau memberitahukan nggak pada yang lain bahwa sesungguhnya pada kakak ipar mas ?
Jawab : ”Iya kalau mau dicek ada jinnya apa nggak dicek dulu?” iya insyaallah nanti saya ajak kesini lagi”.

3. Kesaksian Pasien yang Mempelajari Wirid-wirid Dzikir untuk Mendapatkan Ilmu Kesaktian.

Pasien kami ini mengamalkan wirid untuk bisa punya kesaktian melindungi diri dari segala mara bahaya. Sewaktu mengamalkan wirid ini tanpa ia sadari tubuhnya bisa bergerak-gerak sendiri mengikuti irama wirid yang ia baca dan ia bisa merasakan adanya sesuatu yang bergerak dibadannya. Berikut ini kesaksiannya:
Tanya : Namanya siapa mas?
Jawab : ”Edi”
Tanya : Alamatnya dimana mas ?
Jawab : “Matesih, karanganyar, Solo”
Tanya : Mas pernah ikut apa ?”
Jawab : “Wirid aja”
Tanya : Wiridnya seperti apa, tata caranya ?
Jawab : Ya Cuma habis sholat wajib itu kita luangkan waktu biasanya sekuatnya, untuk kita wirid, wiridnya ya wirid-wirid biasa,mungkin Allah berapakali, astaghfirullah itu berapa kali biasanya ada yang memandu dari kita terus kalau bisa kita malam.”
Tanya : Selama wirid ada reaksi-reaksi tertentu?
Jawab : ” Waktu wirid ada, seperti ada gatal-gatal didalam tubuh seperti ada nyamuk kecil-kecil itu terus biasanya ada aliran yang masuk bergerak seperti aliran darah bergerak kedalam tubuh.
Tanya : Niat mas wirid itu untuk apa ?
Jawab : ” Kalau untuk yang pertama kan saya juga baru mengenal Islam niat saya untuk mendekatkan pada Allah lama-kelamaan udah berubah niat kan untuk seperti-seperti ini ya 100 kali, bisa menjadikan seperti ini.”
Tanya : Contohnya ?
Jawab : ” Mungkin untuk menjaga kalau kita jalan misalnya ke suatu tempat kita baca ayat kursi berapa kali 3 x atau 4 x, berapa kali kita akan selamat seperti itu “.
Tanya : Saya dengar tadi badannya bisa bergerak-gerak sendiri ?
Jawab : ” Ya itu seperti kungfu seperti gerak silat itu tapi yang menggerakkan bukan kita, kita seperti nggak sadar, gerak sendiri.”
Tanya : Mas kemarin udah bergerak-gerak sendiri ?
Jawab :”Ya latihannya terus jadi bergeraknya seperti itu dan yang pertama kali kan yang mengajarkan itu kan untuk kesehatan saya tertarik itu untuk kesehatan.”
Tanya : Kata yang menyuruh wirid itu yang menggerakkan siapa ?
Jawab : ” Kata dia malaikat”
Tanya : Mas tahu ruqyah darimana ?
Jawab :” Saya tahu ruqyah dari PKS”
Tanya : Mas sadarnya bahwa wirid-wirid yang untuk suatu tertentu yang tidak disyariatkan itu ada unsurnya jin darimana, dari PKS juga ?”
Jawab : Dari PKS dari ustad saya di PKS”
Tanya : Pertama kali diruqyah dimana mas ?
Jawab : “Ditempat saya di matesih meronta-ronta dan juga gerakan-gerakan tubuh juga kalau dibacakan ayat biasanya menangis tapi nggak sampai muntah-muntah seperti ini.”
Tanya : Mas berangkat kesini sama siapa saja?
Jawab : “Disini juga sama teman-teman saya wirid yang kemarin sudah mau ruqyah”
Tanya : Ada reaksi semua?
Jawab : “Iya ada reaksi semua, 3 orang , 3 orang bereaksi semua”
Tanya : Sekarang mas menyakini kalau wirid-wirid yang tidak disyariatkan itu bisa mengundang jin untuk masuk ke dalam tubuh kita ?
Jawab : “Ya sadar insyaallah.”
Tanya : Pesan mas untuk orang yang masih sering wirid-wirid itu apa?
Jawab : “Ya mungkin cepat-cepatlah meninggalkan itu kalau perlu langsung ruqyah aja karena itu merugikan mendingan sekarang cepat-cepat. “

4. Kesaksian Pasien yang Mempelajari Kundalini Reiki Hingga Tingkat Master Pengajar.


Pasien yang kami terapi ini adalah seorang master pengajar dari aliran kundalini reiki. Sewaktu pasien kami ini mengikuti terapi ruqyah, ia menunjukkan reaksi yang sangat keras dimana khodam reiki dengan menggunakan tubuhnya melakukan gerakan-gerakan yang sangat membahayakan tubuh manusia yang jin itu tumpangi juga berteriak-teriak kepanasan karena jin tersebut terbakar dengan mu’jizat Al-Qur’an. Berikut ini adalah kesaksiannya:
Tanya : Siapa namanya mbak?
Jawab : “Rini”
Tanya : Asal dari mana?
Jawab : “Riau”.
Tanya : Alamatnya dimana?
Jawab : “Di Serangan Yogyakarta”
Tanya : Ikut aliran reiki apa?
Jawab : “Kundalini reiki”
Tanya : Selain itu adalagi aliran reiki lain yang diikuti?
Jawab : “Dari aliran Waskita.”
Tanya : Dimana tempatnya?
Jawab : “Iya, di Novotel.”
Tanya : Udah tingkat berapa itu? “
Jawab : “Disitu tingkat I, kalau yang kundalini reiki udah sampai master”.
Tanya : Oh, Iya sampai master? Metodenya seperti apa pada saat attunement?
Jawab : “Cuma dibacakan dengan seijin Tuhan Yang Maha Esa saya memberikan energi ini kepada Rini dan energi ini akan bekerja mulai dari saat ini sampai dengan selesai hanya begitu saja.”
Tanya : Ada memakai simbol-simbol nggak?
Jawab : “Simbolnya hanya ada kalau ada penyakit-penyakit berat seperti DNA reiki.”
Tanya : Udah bisa ngasih attunement keorang lain master?
Jawab : “Insyaalloh bisa.“
Tanya : Yakin nggak kalau reiki dari jin waktu pertamanya?
Jawab : “Nggak yakin”.
Tanya : Kenapa?
Jawab : “Karena kekuatannya the best banget ha ha ha saking the bestnya lupa gitu”. (Ia sering memberikan energi pengobatan pada teman-teman kosnya bahkan ia juga memberikan attunement kepada siapa saya yang menginginkan bisa mengalirkan energi kundalini reiki dengan sensasi yang luarbiasa pada saat pemberian attunement)
Tanya : Waktu diterapi ruqyah pertama kali dimana?(sebelum wawancara berlangsung ia mengatakan ikut terapi ruqyah pertama kali dikampus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.)
Jawab : “Terapi ruqyah di UAD (Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) Kampus III”
Tanya : Reaksinya dulu pertama?
Jawab : “Reaksinya kayak gitu juga ngamuk tapi yang kedua kayaknya lebih parah lagi beraksinya”. (saya melihat pasien ini berteriak-teriak kepanasan seolah-olah terpanggang diatas api sewaktu diperdengarkan ayat-ayat ruqyah)
Tanya : Buku-buku reiki ada banyak di rumah?
Jawab : “Udah dibakar semua tinggal kasetnya dua”,
Tanya : Kaset meditasi ya?
Jawab : “ya”.
Tanya : Apa tanggapan mbak tentang terapi ruqyah?
Jawab : “Tanggapannya wah luar biasa beda waktu mendalami ilmu reiki, Alhamdulillah dapat petunjuk-Nya”.
Tanya : Master mbak sampai sekarang masih berhubungan nggak?”
Jawab: “Ya sering SMS-san, apalagi waktu pertama kali dia tahu saya udah ikut ruqyah……wah tak tahu mungkin punya indra ke-6 kali langsung datang ke kost”.
Tanya : Reaksinya seperti apa dia?
Jawab : “Ya pasti marah-marahlah menghianati kepercayaan ha ha ha”.
Tanya : Sekarang mbak yakin kalau reiki itu dari jin soalnya selain mbak banyak lagi yang pasien-pasien reiki di ruqyah di tempat Ustadz Fadlan?
Jawab : “Yakin sekali yang bikin bimbang dalam kundalini reiki itu nggak pakai ayat-ayat Al Qur’an masak sih hanya bilang DNA reiki, kundalini reiki bisa langsung menyembuhkan pas hari itu juga lagi. Aduh…”
Tanya : ”Asal muasal reiki tahu nggak mbak? Juga asal muasal kundalini reiki?”
Jawab : “Kundalini reiki dari tumo katanya”
Tanya : Dari tumo…….? nggak maksud saya pernciptanya siapa?
Jawab : Mikao Usui? ( Pasien ini walau sudah mencapai tingkat master tetapi tidak mengetahui kenyataan sesungguhnya bahwa Kundalini Reiki dikembangkan oleh Olle Gabrielson. Didasarkan pada hasil meditasi chanelling dari Master Kundalini, yaitu Ascended Master Kuthumi. Dipercaya Kuthumi adalah salah seorang yang sudah mencapai pencerahan sempurnya terlepas dari jalur reinkarnasi dan setelah meninggalnya ia hidup abadi menjadi tubuh cahaya yang sering membantu orang untuk menjadi seperti dirinya. Dalam tinjawan syari’at Islam tidak ada manusia setelah mati ruhnya terlepas dari nikmat atau azab kubur bahkan ruhnya bisa berkeliaran seenak dirinya. Maka tidak lain yang memberikan inisiasi kundalini reiki pada Olle Gabrielson adalah khodam kundalini reiki itu sendiri yang tidak lain dari sebangsa jin yang mengaku-aku roh manusia yang telah meninggal. Aliran ini terdiri atas 9 level. Aliran ini mengklaim bisa membangkitkan kundalini dengan aman, pembangkitan kundalini diberikan pada level 2.)
Tanya : Bagaimana mbak mempertanggang jawabkan kepada teman-teman yang mba obati dan mengikuti kundalini reiki?
Jawab : “Nah itulah sampai saat ini masih dipikirkan ha ha ha”. “Doakan aja , insyaallah”.( Pasien kami ini turut juga membawa teman-teman kosnya untuk diterapi ruqyah juga. Dan mereka menunjukkan reaksi yang keras seperti reaksi yang dialami Rini yang menunjukkan adanya jin dalam tubuh mereka)