BERIKUT INI DISKUSI DAN DEBAT KAMI, SELAMAT MEMBACA :

Fusionlate :
apa bedanya ruqiyah dengan agama hindu or selain islam yang mencoba mengobati orang dengan membaca mantra2x? al-quran jadi mantra juga kan… tinggal si pengobat memberikan sedikit campuran agar seolah 2x itu islami…. taktik dagang alias jual obat dengan selubung islam biar laris dijual diantara orang2x islam…. wkwkwkwkwk

Perdana
capeek dech diulang-ulang terus.apa cuma setingkat ini intelegensi anda (maaf) andakan bisa mencerna dari pembahasan yang telah lewat.
MENGGUNAKAN JAMPI-JAMPI Adakah Ajarannya di Dalam Islam ?‎
yang bisa anda lihat di http://mimbarislami.or.id/?module=buletin&opt=default&action=detail&blid=37
kalo ga mau sadar juga, terserah anda, cuma saran saha hati-hati jangan anda sampai mengejek sunnah rasul

Fusionlate

bagaimana seorang peruqyah tahu bahwa seseorang itu dimasukin jin?
padahal para perukiyah sendiri tidak bisa lihat jin dan seenaknya dia memfonis seseorang menggunakan jin, hihihihi lucu

dia hanya menembak2x dan membandingkan dengan tingkah laku diri si peruqiyah… waduh subjektif dong

Perdana

mas yang “pinter”, anda tahu bagaimana dokter mendiagnosa pasiennya?
Ketika ada pasien mengeluh datang padanya, maka dokter mendiagnosa penyakit pasien tersebut dan tidak langsung main vonis, ntar kena kasus malpraktek dong.

contoh mudahnya sakit demam berdarah, dokter tidaklah tahu seseorang menderita demam berdarah kecuali dengan melihat ciri dan tanda-tanda yang ada pada penderita.seperti panas tinggi, bercak-bercak merah dikulit yang tidak hilang walau kulit direnggangkan, dan perlu anda tahu ketika dokter mendiagosa dokter tidaklah dapat melihat kuman penyakit pada tubuh pasien.

Begitu juga dengan ruqyah, seorang peruqyah tidaklah dapat melihat jin yang ada dalam tubuh pasiennya sepertti dokter tdak dapat melihat kuman penyakit yang ada dalam tubuh penderita.

Peruqyah dapat mengetahui tanda-tanda awal seseorang menderita penyakit fisik, psikis gangguan jin atau sihir dengan melihat dan mendiagnosa pasien tersebut. jadi ga asal tebak bos….

Fusionlate

contoh2 yg digunakan segai alasan peruqiyah juga kebanyakan oleh para sahabat atau orang2x jadul alias jaman dulu, sedangkan nabi sendiri gak ada tuh riwayat yang dia melakukan ruqyah…

DAN BAHWASANYA TATKALA HAMBA ALLAH ( MUHAMMAD ) BERDIRI MENYEMBAH – NYA ( MENGERJAKAN IBADAT ) , HAMPIR SAJA JIN – JIN ITU DESAK – MENDESAK MENGERUMUNINYA . al-jin:19

KATAKANLAH ( HAI MUHAMMAD ) : “TELAH DIWAHYUKAN KEPADAKU BAHWASANYA : TELAH MENDENGARKAN SEKUMPULAN JIN ( AKAN AL – QURAN ) , LALU MEREKA BERKATA : SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENDENGARKAN AL – QURAN YANG MENAKJUBKAN , ”
al-jin : 1

jin aja sampai terkesima mendengarkan al-quran… luar biasa al-quran hanya sayang dicemarkan oleh orang2 yang tidak berilmu

Perdana

pertanyaan anda yang diulang kembali sama seperti sanggahan Mas teguh.

Satu contoh lagi anda mencari pembenaran melalui akal yang pendek dan bukan diatas dalil syar’i. Jin yang mendekat ketika dibacakan Al-Qur’an adalah jin muslim atau jin yang ingin dan telah bertaubat.
sebagaimana tercantum dalam firman Allah :
“Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Al-Qur’an, lalu mereka berkata :
Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan. Yang memberikan petunjuk kepada jalan yang benar, karena itu kami mempercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah dengan siapapun juga.(QS.Al Jin1-2)

Sedangkan jika jin kafir akan lari dan sangat takut jika diperdengarkan ayat-Al-Qur’an dan doa rasulullah.Apalagi jika memang disertai niat untuk mengusir jin

Dalilnya :

Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Jangan jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al- Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 1/539).

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda:
“Jika anak Adam membaca ayat sajadah lalu bersujud, setan menghindar sambil menangis dan berkata: aduh celakalah! Anak Adam diperintah sujud lalu bersujud, maka baginya surga, dan aku diperintah sujud lalu aku membangkang, maka bagiku neraka.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika adzan dikumandangkan, setan melarikan diri yang disertai dengan suara kentut hingga tidak mendengar adzan, bila adzan telah selesai, dia kembali lagi dan jika mendengar iqomah, lari lagi…..” (Muttafaqun ‘alaih)

Ada juga dalil jin akan jatuh tersungkur ketika mendengar ruqyah yang dibacakan rasulullah :

Nabi Muhammad saw. melihat Jin Ifrit yang membuntuti beliau dengan membawa obor. Setiap kali beliau menoleh, beliau melihatnya. Kemudian malaikat Jibril berkata, “Maukah Tuan saya ajari doa yang apabila tuan membacanya, maka obornya akan padam dan masuk ke dalam mulutnya?” Rasulullah saw. bersabda, “Baik!”. Lalu malaikat Jibril berkata, “Ucapkan:

اَعُوْذُ بِوَجْهِ اللّهِ الْكَرِيْمِ وَبِكَلِمَاتِ اللّهِ التَّمَّاتِ الَّتِيْ لاّ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَاَ فِى الأَرْضِ وَمِـنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًـــــا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَّا رَحْمنُ .

Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada orang yang baik dan tidak pula orang yang durhaka dapat melampauinya, dari kejahatan apa saja yang turun dari langit dan dari kejahatan apa saja yang naik ke langit; dari kejahatan apa saja yang masuk ke dalam bumi dan dari kejahatan apa saja yang keluar dari bumi; dari fitnah-fitnah di waktu malam hari dan di waktu siang hari; dari bencana-bencana dari malam hari dan siang hari, kecuali bencana yang datang dengan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang!

Setelah Nabi Muhammad saw. membaca doa tersebut, maka jin Ifrit yang membuntuti beliau jatuh tersungkur dan obornya padam.

Fusionlate

perhatikan pendapat anda:
“Aku ambil segelas air zamzam dan membacakan padanya surat al Faatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar.”

sama tidak dengan orang2x yang datang ke dukun sambil membawa air dan di doa2xkan… hihihihi
dukun sekarang banyak yg pake sorban nih…

ternyata para peruqiyah melakukan praktek perdukunan seperti yang anda ucapkan sendiri

Perdana
hati-hati, kata-kata “Aku ambil segelas air zamzam dan membacakan padanya surat al Faatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar.” BUKAN PERKATAAN SAYA tetapi perkataan Ibnu Qayyim yang keilmuannya diakui sepanjang jaman.

Orang bisa menilai betapa piciknya fikiran dan hati anda dan betapa besarnya kebencian anda terhadap sunnah rasulullah.
Ketika anda mencemo’oh sunnah rasulullah yang menggunakan sarana air untuk mengobati penyakit maka anda termasuk golongan orang-orang kufur.

kepada sahabat HI yang masih mempunyai semangat keislaman tolong nasihati teman anda ini (sebagai pengikut HI yang militan) yang telah kufur terhadap sunnah rasul.

Apakah ini cermin didikan akhlak dan akidah Dicky Zainal Arifin??Hingga menghasilkan orang-orang yang ingkar sunnah?bahkan berani menghina ulama dan Rasulullah?

rasulullah menggunakan sarana air untuk mengobati penyakit.
Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau digigit Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang digigit Kalajengkin, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan an-Nas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/ 111).

Walau sama-sama menggunakan air namun yenag membedakan antara sunnah rasul dan cara dukun adalah bacaan yang digunakan. Dukun menggunakan mantra yang syirik sedangkan Rasulullah menggunakan doa-doa yang disyari’ahkan.

Fusionlate

Ketujuh, Merutinkan wirid dan doa penjagaan diri. “

melakukan wirid ini biasanya dilakukan oleh orang2x hindu dan juga orang2x kebatinan supaya dirinya aman dan terjaga dari hal2x yang menurutnya tidak menyenangkan…
menyedihkan kesesatan dibalik ruqiyah lalu digemborkan biar orang mengikuti dia…

Perdana

Mas , saya nasihati jika ingin berdebat harus intelek dikitlah, anda ini sangat awam terhadap agama sendiri, bahkan anda sanggup menyamakan wirid dan doa penjagaan diri yang JELAS sudah dituntunkan rasulullah untuk anda samakan dengan mantranya orang Hindu.

Apakah ini sekali lagi cerminan para murid-murid Hikmatul Iman?

Bedanya wirid orang hindu dengan Wirid orang ISlam adalah Wiridnya orang hindu ya tentu berdoa dengan dewa-dewi mereka dan wiridnya orang Islam berdoa dengan Allah.

MASAK PELAJARAN AGAMA ANAK SD ANDA TIDAK BISA MEMBEDAKAN???

Fusionlate

dari mana anda bisa tahu bahwa jin itu menyerang balik dll seperti pendapat anda:
“Karena musuh yang dihadapinya tidak nampak dan siap untuk membalas kapan saja”
berarti anda sendiri pelaku hal2x yang anda tidak boleh lakukan.
hahaha…
kasihan jin itu difitnah oleh anda, karena subjektifitas anda itu dan anda lemparkan kepada praktisi HI or organisasi tertentu or orang2x yang mengharamkan ruqiyah… menyedihkan

Perdana

Kita sebagai muslim harus selalu waspada sebab setan selalu mencari celah untuk menyerang dan menyesatkan manusia.

. Al Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 36 menyebutkan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Allah, maka akan Allah adakan baginya setan yang mengajaknya pada kesesatan dan syetan itu kemudian akan menjadi teman yang selalu menyertainya.

maka kita jangan pernah lalai dari doa-doa penjagaan untuk melindungi kita dari serangan setan (bukan dengan tenaga dalam/tenaga metafisika).

Hal ini terungkap dalam hadits Rasulullah Saw yang menyatakan, “Apalagi kamu hendak tidur di pembaringan, bacalah ayat kursi sampai tuntas. Niscaya Allah senantiasa menjagamu dan setan tak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR Bukhari, dari Abu Hurairah r.a.)

fusionlate

orang2x yang mempelajari tenaga metafisik secara benar tidak ada tuh wirid2x malahan peruqiyah melakukan wirid2x… yang sesat siapa y? hihihi

Perdana

Ya Allah, anda telah membuka kedok anda sendiri bahwa ORANG YANG BELAJAR TENAGA METAFISIK TIDAK PERLU PAKE WIRID-WIRID, Inilah yang saya sebut sebagai Talbis Iblis, kalian yang belajar tenaga metafisik tidak lagi memerlukan wiri-wirid yang dianjurkan rasulullah malah kalian mencukupkan diri dengan Ilmu Metafisik saja untuk melindungi diri dari segala mara bahaya termasuk gangguan jin atau setan adalah suatu bentuk kesesatan yang nyata. Inilah suatu bentuk keberhasilan Iblis menjauhkan manusia untuk selalu berdikir dengan wirid-wirid yang disyari’ahkan.

Sangat berbahaya jika Aliran sesat Ilmu metafisik ini dibiarkan sebab meracuni umat Islam….

Firman Allah ‘Azza wa Jalla
“Hai orang–orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak–banyaknya. Dan bertasbihlah kepada – Nya di waktu pagi dan petang.” (Al Ahzab : 41 – 42)

Maka….Saya lebih baik selalu berdzikir dengan wirid yang disyari’ahkan untuik meningat Allahd an meminta pertolongan Allah daripada harus meninggalkan wirid demi belajar ilmu metafisik yang penuh kesesatan.

Fusionlate

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)”

bagaimana kita bisa mendahului allah swt dan rasullnya, toh mereka semua yang mengajarkan kepada kita tenaga dalam dan tenaga metafisik…

Perdana

Kita dilarang mendahului Allah dan rasul-Nya.Tapi HI Justru yg mendahului Allah dan rasulnya dgn mengatakan

rasulullah mengajarkan tenaga dalam dan tenaga metafisika.
Jika cuma sebatas kemampuan lahiriah seperti berkuda,bergulat/memanah itu bukan hakikat TD/TM
yg kalian pelajari.
Klaim TD/TM yg sudah kalian katakan bahwa dgn potensi manusia bisa melakukan mu’jizat ala nabi dan rasul! Ini yg sesat dan menyesatkan! Padahal mu’jizat adalah khususiyah yg hanya dimiliki nabi dan tidak mungkin dimiliki oleh manusia biasa.Tidak ada dalilnya nabi mengajarkan cara mendapatkan mu’jizat.
Beda dgn ruqyah yg nabi mengajarkan dan menganjurkannya.

Tafsir Depag (departeman Agama) Al-hujurat ayat 1 :
Di ayat ini, Allah SWT mengajarkan kesopanan kepada kaum muslimin ketika berhadapan dengan Rasulullah saw. dengan dua cara: pertama, dalam perbuatan, dan kedua, dalam hal percakapan. Mengenai yang pertama, Allah SWT memperingatkan kaum mukminin supaya jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam menentukan suatu hukum atau pendapat.
Mereka dilarang memutuskan suatu perkara sebelum membahas dan meneliti lebih dahulu hukum Allah dan (atau) ketentuan dari Rasul-Nya terhadap masalah itu supaya keputusan mereka jangan menyalahi apalagi bertentangan dengan syariat Islam, sehingga dapat menimbulkan kemurkaan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)”

Firman Allah tersebut lebih cocok dikenakan kepada para praktisi TD/TM yang mengklaim/menetapkan hukum bisa setara dengan karomah para wali atau setara dengan mu’jizat para nabi dan rasul. Kalian mendahului Allah dan rasulnya dalam KHUSUSIYAH menetapkan siapA yang bisa menjadi wali dan siapa yang telah ditakdirkan Allah menjadi rasul.

Fusionlate

mendahuluinya sebelah mana?

lihat nabi mengajarkan berkuda, memanah, pedang dll itu semua menggunakan tenaga dalam, coba seseorang yang tidak menggunakan tenaga emang bisa melakukan makan?
atp -> adp + o2
lihat dong, pelajaran biologi itu semua adanya di dalam tubuh, energi dalam tubuh itu yang kita manfaatkan untuk makan, minum, beol dll, jadi kesesatannya di sebelah mana? perluas ilmu pengetahuan anda, sungguh memalukan kan jika memfitnah dan memfonis tenaga dalam itu sesat

toh kita sendiri juga menggunakan tenaga dalam -> membaca, menulis, ngetik…

Perdana

di http://ruqyah-online.blogspot.com/2007/12/kesesatan-tenaga-dalam_27.html Sudah dijelaskan bahwa Kita jangan tertipu dengan istilah tenaga dalam yang terkadang rancu penjabarannya.Jika ‘tenaga dalam’ dari hasil pembakaran zat-zat makanan dalam tubuh hingga menjadi energi untuk kekuatan dan kelangsungan kesehatan tubuh itu bisa kita terima karena pengistilahan ‘tenaga dalam’ itu adalah energi yang didapat dari zat-zat makanan yang kita makan tanpa ada unsur metafisika.

Akan tetapi jika tenaga dalam yang bisa memantalkan orang,bisa membuat kebal,bisa,meringankan tubuh,bisa menyakiti orang lain lewat gerak dan fungsi jurus yang telah kita latih tentu berbeda sangat jauh dan janganlah disamakan dengan ‘tenaga dalam’ dari hasil “pembakaran” zat-zat makanan.

fusionlate

rasullulah sudah meninggal dan dia mewariskan al-quran, berarti kita harus gunakan akal kita dong, masa mau gunakan akal orang laen sih, ga nyambung dong

perdana

Jangan pake akal Dicky atau akal anda sendiri yg faktanya bnyk bertentangan dgn pendapat para ulama.memahami Al-Qur’an harus merujuk pada penjalasan Rasul,para sahabat,tabi’in,tabit tabi’in,juga penjelasan para ulama.

FUSIONLATE

anda bisa tidak membuktikkan bahwa jin di gunakan di anggota HI?
bukan lewat tulisan tapi pembuktian… gak usah ngomong doang lah berhadapan… bawa bukti di depan umum tapi kalau anda tidak mampu hanya lewat cuplikan kata2x dan kata orang ….kelaut aja deh…
, sampai saat ini belum ada anggota HI yang kesurupan tapi peruqiyah sering tuh kesurupan….
ternyata peruqiyah lemah ya, bisa sampai kesurupan…

PERDANA

Insya Allah dalam dalam 1 atau 2 bulan ini saya akan menemui para akhwat/wanita yang dulu pernah menjadi pelatih Hikmatul Iman yang ketika diruqyah bereaksi keras semua di purwokerto yang juga akan saya rekam dalam video.

kesaksian wanita mantan Hi di http://perdanaakhmad.multiply.com/video/item/27 diruqyah dan ternyata ada khodam ilmu Hi, dan dia menginformasikan ada beberapa wanita pelatih Hi yang bereaksi keras ketika diruqyah di purwokerto ini akan saya buktikan kepada anda.

Kata-kata nada semakin mnguatkan bahwa keilmuan HI sangat arogan dengan meyakini bahwa dengan berlatih TD/TM jin tidak mempu mendekati para murid HI, ini bukti bahwa HI adalah sesat dan menyesatkan sebab merasa lebih utama dari Nabi dan para sahabat yang masih diganggu setan dan hanya doa ruqyah yang bisa menyelamatkan mereka dari tipu daya setan

Sebutkan siapa peruqyah yang kesurupan, peruqyah yang mana?

FUSIONLATE

Ya Rasulullah, dahulu kami mengadakan jampi-jampi (ruqyah), bagaimana menurut pendapat engkau?” Kata Nabi,“Kemarilah, aku lihat ruqyah yang kamu gunakan.” Kemudian beliau mengatakan, “Tidak mengapa engkau melakukannya, selama tidak ada syirik di dalamnya.”
mau diulang berapa kali pun sudah jelas ruqiyah =jampi2x

jampi-jampi (ruqyah)

HAHAHAHAHA
sunnah rasul yang mana, itu mah bukan sunah rasul tapi KEBIASAAAN orang Arab…

sama saja dengan kebiasaan orang jawa sebelum ada Islam, mereka

PERDANA

“…di dalam jasad itu ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad itu seluruhnya, dan jika ia rusak, maka rusaklah jasad itu seluruhnya. Alaa wahiyal qolbu. Itulah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)

contoh seorang murid Hikmatul Iman yang dalam berdiskusi dan berdebat cuma bisa cengengesan, sudah diberi dalil masih ingkar, sudah diberi contoh pendapat para ulama masih ingkar, sudah diberi bukti hasil penelitian ilmiah akan kemampuan ruqyah dalam mengobati masing juga ingkar.

sudah terlalu prilaku buruk anda dalam menghinakan hadits rasulullah, menghinakan para ulama…kekotoran hati anda menyebabkan mulut anda berbicara kotor menghina agama sendiri! Tidak ada satupun rujukan dan penjelasan para ulama anda terima. na’udzubillah……

Inilah contoh pendidikan akhlak Dicky Zainal Arifin pada anak muridnya.

“Tidaklah manusia itu wajahnya dipanaskan dengan api neraka, melainkan karena akibat lidahnya.” (HR. Tirmidzi, ibnu Majah dan Al-Hakim).

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

FUSIONLATE

@malaikat yg mana? Harus jelas dong, di al-quran juga disebutkan nama2x malaikat tapi ada juga malaikat yang tidak disebutkan namanya yang berarti malaikat apaan, tolong dijelaskan? Apaan dong yang masuk ke perut wanita itu?

PERDANA

Pertanyaan bodoh! Anda cerna sendiri tugas malaikat itu! Ketika rasulullah tidak menjelaskan nama malaikat juga tidak ada penjelasan dalam Al-Qur’an, sunnah dan para ulama kita cukup mengimani. malaikat tidak terhitung jumlahnya ga mungkin harus ditulis satu-persatu namanya.
COBA ANDA JAWAB SENDIRI SAJA KALO BISA

FUSIONLATE

Tangisan anak yang baru lahir disebabkan oleh setan (HR. Muslim)
@shahih ga hadistnya?

PERDANA

Pertanyaan bodoh! Anda tahu hadits Muslim ga? Ini menunjukkan anda sama bodohnya dengan guru anda! BELAJAR AGAMA DULU BARU KOMENTAR YANG BERBOBOT!

Berikut ini, daftar para jumhur ulama yang menyatakan seluruh hadits Muslim adalah shahih seperti juga hadits bukhari, yang akan membantah anggapan bathil Dicky .Sumbernya bisa dilihat disini :

1.Al Imam Al Hafidz Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Asy-Syafi’I (Imam Nawawi) rahimahullahu ta’ala berkata tentang kedudukan kitab Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim :

“Para ulama rahimahullahu ta’ala telah bersepakat bahwa kitab yang paling shahih stelah Al-Qur’anul “Aziz adalah kitab Sahih Al-Bukhari dan sahih Muslim.

Kedua kitab itu telah terbukti diterima dengan lapang dada dan tangan terbuka oleh ummat Islam”

Dan juga beliau rahimahullahu ta’ala juga berkata :

“Karya hadits yang dianggap paling sahih,bahkan dianggap memiliki otoritas mutlak dalam dunia ilmu pengetahuan Islam adalah dua kitab Ash-shahih yang telah disusun oleh dua imam besar yakni Abu `Adillah Muhammad bin Isma’il Al Bukhari dan abul Husain Muslim bin Al Hajjaj Al Qusyairi radliallahu’anhumma.Tidak ada karya hadits yang mampu
menyaingi kedua kitab induk ini.”

2. Asy-Syaikh Abu `Amr bin Ash-Shalah rahimahullahu ta’ala (yang dikenal juga dengan Imam Ibnu Shalah) berkata :

“Semua hadits yang oleh Muslim rahimahullah ta’ala telah dianggap sebagai hadits shahih di dalam kitab ini, maka derajat keshahihannya bisa dikatakan pasti dan bisa dipertanggung jawabkan secara teoritis (ilmiyah).Begitu juga dengan hadits-hadits yang oleh Al-Bukhari telah ditetapkan sebagai hadits shahih di dalam kitab Ash-Shahihnya.

Hal ini karena ummat telah menerima kualitas shahih kedua kitab tersebut secara ijma’.”

3. Imam Al Haramain rahimahullahu ta’ala berkata :

“Seandainya ada seseorang yang bersumpah akan menceraikan istrinya kalau seandainya sabda Nabi shalallahu `alihi wa sallam yang terkandung dalam kitab Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim ada yang diragukan keshahihannya,maka perceraian itupun tidak mungkin
terjadi.Bahkan diapun tidak akan pernah dianggap melanggar kalimat sumpahnya.

Sebab para ulama kaum muslimin telah berijma’ atas kesahihan kedua kitab hadits induk tersebut.”

Dari penjelasan para Imam Hadits di atas maka dapat diringkas bahwa :

1.Kesahihan hadits-hadits dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim adalah pasti.

2.Penerimaan keshahihan hadits-hadits pada ke dua kitab tersebut sudah menjadi ijma’ ulama dan ummat muslimin.
3. Jika mengingkarinya (seperti pengingkaran Anda dan Dicky) maka termasuk golongan ingkarul hadits atau golongan syi’ah.

FUSIONLATE

Maka dari itu kita dianjurkan meruqyah anak kita semenjak dalam kandungan dengan membaca “aku melindungkannya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.`(QS. 3:36)

@bacaan itu merupakan doa bukan ruqiyah, kalau doa fine, kalau misalnya ruqiyah sama dengan doa kenapa ada hadis yang menyatakan ruqiyah, tamimah, tiwalah itu syirik. kenapa y?
coba perhatiin dari asal katanya aja sudah beda

PERDANA
RUQYAH ITU DOA DALAM BAHASA INDONESIA DAN JAMPI DALAM BAHASA TRADISIONAL!!!

Makna Ruqyah Secara Terminologi
Makna ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya. (Lihat An-Nihayah fi Gharibil Hadits karya Ibnul Atsir rahimahullahu 3/254)
¨ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ul Fatawa 10/195 : “Ruqyah artinya memohon perlindungan. Al Istirqa’ adalah memohon dirinya agar diruqyah. Ruqyah termasuk bagian dari doa.”

¨ Sa’ad Muhammad Shadiq dalam Shira’Bainal Haq wal Bathil halaman 147 berkata : “Ruqyah pada hakekatnya adalah berdoa dan tawassul untuk memohon kepada Allah kesembuhan bagi orang yang sakit dan hilangnya gangguan dari badannya.”
¨ Ruqyah menurut para Ulama adalah suatu bacaan dan doa yang dibacakan dan ditiupkan untuk mencari kesembuhan. Ruqyah ada dua macam yaitu Ruqyah Syar’iyyah dan Ruqyah Syirkiyyah.

Adapun makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengangkat bala/penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. (Lihat transkrip ceramah Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh yang berjudul Ar-Ruqa wa Ahkamuha oleh Salim Al-Jaza`iri, hal. 4)

Nah sekarang cerna sendiri dari perkataan dan penjelasan ulama….
Ayo belajar menganalisa dan belajar menghargai para ulama….

FUSIONLATE

@ disini terlihat juga bahwa ruqiyah itu perilaku orang2x jahiliyyah, sama juga saat para wali berusaha meng islamkan orang2x jawa jaman dulu dia tidak langsung merubah acara kehinduan tapi merubahnya secara perlahan, nah sekarang orang udah semakin mengerti dengan islam kenapa juga tindakan bidah itu kita tinggalkan….
toh aturannya jelas ruqiyah itu haram

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.”

coba bandingkan kekuatan hukumnya dan ketegasannya dengan hadist

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, yang artinya: “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasululloh, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa dilakukan selama tidak mengandung syirik’.” (HR: Muslim no. 2200)

disitu rasullulah belum memutuskan hanya berkata “selama tidak mengandung syirik”

tapi lihat ketegasan di hadist “Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” sudah jelaskan hukumnya

PERDANA
Cukup pendapat dan penjelasan para ulama untuk memberi pengetahuan untuk anda dan coba belajar memahami dan menghargai ulama sebagai pewaris ilmu para nabi

Setelah Islam datang, seluruh ruqyah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali yang tidak mengandung kesyirikan. Islam mengajarkan kaum muslimin untuk berhati-hati dalam menggunakan ruqyah. Sehingga mereka tidak terjatuh ke dalam pengobatan ruqyah yang mengandung bid’ah atau syirik.

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:

كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

“Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)

Kebanyakan manusia terpedaya dengan penampilan ‘shalih’ dari orang yang meruqyah. Sehingga mereka tak lagi memperhatikan tata cara dan isi ruqyah yang dibacakan.

Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh hafizhahullah (semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaganya) berkata: “Penyebaran kesyirikan banyak terjadi di negeri-negeri Islam melalui para tabib, orang yang mengobati dengan ramu-ramuan dan mengobati dengan Al-Qur`an. Ibnu Bisyr menyebutkan pada permulaan Tarikh Najd, di antara faktor penyebab tersebarnya kesyirikan di negeri Najd adalah keberadaan para tabib dan ahli pengobatan dari orang-orang Badwi di berbagai kampung sewaktu musim buah. Manusia membutuhkan mereka untuk keperluan meruqyah dan pengobatan. Maka mereka memerintahkan manusia dengan kesyirikan dan cara- cara yang tidak disyariatkan….” (Ibid, hal. 2)

Hukum Ruqyah

Ruqyah telah dikenal oleh masyarakat jahiliyyah sebelum Islam. Tetapi kebanyakan ruqyah mereka mengandung kesyirikan. Padahal Islam datang untuk mengenyahkan segala bentuk kesyirikan. Alasan inilah yang membuat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para shahabat radhiallahu ‘anhum untuk melakukan ruqyah. Kemudian beliau membolehkannya selama tidak mengandung kesyirikan. Beberapa hadits telah menjelaskan kepada kita tentang fenomena di atas. Di antaranya:

1. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz- Dzahabi. Asy-Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya. Lihat Ash-Shahihah no. 331)

2. Dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?” Beliau menjawab: “Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik.” (HR. Muslim no. 2200)

3. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى فَجَاءَ آلُ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: إِنَّهُ كَانَتْ عِنْدَنَا رُقْيَةٌ نَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ وَإِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَعَرَضُوْهَا عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَا أَرَى بَأْسًا، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Lalu keluarga ‘Amr bin Hazm datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu memiliki ruqyah yang kami pakai untuk meruqyah karena (sengatan) kalajengking. Tetapi engkau telah melarang dari semua ruqyah.” Mereka lalu menunjukkan ruqyah itu kepada beliau. Beliau bersabda: “Tidak mengapa, barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim no. 2199)

4. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ لِيْ خَالٌ يَرْقِي عَنِ الْعَقْرَبِ، فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَأَتَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى وَأَنَا أَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ, فَقَالَ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ

“Dahulu pamanku meruqyah karena (sengatan) kalajengking. Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Maka pamanku mendatangi beliau, lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau melarang dari segala ruqyah, dan dahulu aku meruqyah karena (sengatan) kalajengking.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: ‘Barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi manfaat bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim no. 2199)

5. Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ‘anhu beliau berkata:

كُنْتُ أَرْقِي مِنْ حُمَةِ الْعَيْنِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ. فَلَمَّا أَسْلَمْتُ ذَكَرْتُهَا لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اعْرِضْهَا عَلَيَّ. فَعَرَضْتُهَا عَلَيْهِ، فَقَالَ: ارْقِ بِهَا فَلاَ بَأْسَ بِهَا

“Di masa jahiliyyah dulu aku meruqyah karena (sengatan) kalajengking dan ‘ain (sorotan mata yang jahat). Tatkala aku masuk Islam, aku memberitahukannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Perlihatkan ruqyah itu kepadaku!’ Lalu aku menunjukkannya kepada beliau. Beliau pun bersabda: ‘Pakailah untuk meruqyah, karena tidak mengapa (engkau) menggunakannya’.” (HR. At-Thabrani dan dihasankan oleh Al-Haitsaimi dalam Majma’ Az-Zawa`id. Lihat tahqiq Al-Huwaini terhadap kitab Al-Amradh karya Dhiya`uddin Al-Maqdisi, hal. 220)

6. Dari Syifa` bintu Abdullah radhiallahu ‘anha:

أَنَّهَا كَانَتْ تُرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ، قَالَتْ: لاَ أَرْقِي حَتَّى اسْتَأْذَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُهُ. فَقَالَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ارْقِي مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا شِرْكٌ

“Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam, maka dia berkata: ‘Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Silahkan engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik’.” (HR. Al- Hakim, Ibnu Hibban, dan yang lainnya. Al-Huwaini berkata: “Sanadnya muqarib.” Ibid, hal. 220)

Demikianlah mereka melakukan ruqyah di masa jahiliyyah. Ruqyah mereka mengandung perbuatan syirik sehingga dilarang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau membolehkannya bagi mereka selama tidak mengandung kesyirikan. Beliau membolehkannya karena ruqyah itu bermanfaat bagi mereka dalam banyak hal.

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits sebelumnya menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah- ruqyah yang syirik dan tidak dipahami. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik).
Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda: ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah- ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.” (Ahkamur Ruqa wa At-Tama`im hal. 35)

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

“Tidak ada ruqyah kecuali karena ‘ain (sorotan mata yang jahat) atau humah (sengatan kalajengking).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Turmudzi, dan Ibnu Majah dari shahabat ‘Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu)

Menurut sebagian pendapat bahwa ruqyah tidak diperbolehkan kecuali karena dua hal yang telah disebutkan dalam hadits di atas. (Lihat Fathul Bari, 10/237, cetakan Darul Hadits)

Ini adalah pendapat yang lemah karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan sabdanya tersebut untuk melarang ruqyah pada yang selain keduanya. Yang beliau maksudkan bahwa ruqyah yang paling utama dan bermanfaat adalah ruqyah yang disebabkan karena ‘ain atau humah. Hal ini terlihat dari uraian hadits. Ketika Sahl bin Hunaif terkena ‘ain, dia bertanya: “Adakah yang lebih baik dalam ruqyah?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ نَفْسٍ أَوْ حُمَةٍ

“Tidak ada ruqyah kecuali karena satu jiwa dan humah (sengatan kalajengking).”

Demikian pula hadits-hadits yang lain, baik yang bersifat umum atau khusus, seluruhnya mengarah kepada makna di atas. (Lihat Zadul Ma’ad, 4/161, cet. Muassasah Ar-Risalah)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Para ulama berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan untuk membatasi ruqyah hanya pada keduanya dan melarang dari selain keduanya. Yang beliau maksudkan adalah tidak ada ruqyah yang lebih benar dan utama daripada ruqyah karena ‘ain dan hummah karena bahaya keduanya sangat dahsyat.” (Syarh Shahih Muslim 14/177, cet. Al-Maktab Ats-Tsaqafi)

KALO ANDA TETAP BERPENDIRIAN BAHWA RUQYAH SYAR’IYYAH HARAM ANDA SUDAH BERSEBERANGAN DENGAN PARA ULAMA DAN DENGAN KATA LAIN ANDA SEORANG ZINDIK DAN MUNAFIK

FUSIONLATE
@orang hindu dan kristen juga melakukan pencipratan air sebagai pemberkatan, lihat saja saat misa juga acara2x ritual lainnya juga saat pengusiran jin, lalu kita mengikuti cara2x mereka, bukankah orang yang mengikuti cara peribadatan mereka itu berarti sama dengan mereka.

Acuan kita itu nabi atau para ulama sih?

PERDANA

Orang peke tasbih itu menyerupai orang kafir atau orang islam, orang kafir sujud kita juga sholat sujud, orang kafir pake pengeras suara di tempat ibadahnya kita juga peke pengeras suara ketika shalat atau mengaji, rasulullah mencipratkan air untuk mengobati dan orang kair mencipratkan air untuk memberkati. rasul pake air lalu meruqyah orang kafir pake air lalu dimantrai.

nah sekarang cerna sendiri ya, yang mana termasuk katogori tasyabbuh dan yang nama yang bukan. serupa tapi tak sama atau serupa dan sama??

YANG PALING BERHAK MENJABARKAN DAN MENAFSIRKAN HADITS NABI SIAPA MAS??? Ulama atau anda sendiri?

Ulama itu siapa mas?? Orang bodoh atau pewaris ilmu Nabi?

Kita berlajar dari siapa mas untuk tahu ilmu agama? Dari ulama atau dari orang kafir??

Mas belajarlah untuk bisa menganalisa dan menulis yang lebih berbobot lagi.

FUSIONLATE
Acuan kita itu nabi atau para ulama sih? Kalau nabi menjelaskan berarti penjelasan paling akhir ialah penjelasan yang paling kuat atas semua hukum yang berlaku mengenai itu, contoh khamer:
1.nabi tidak melarangnya
2.nabi memberi tahu bahwa manfaatnya lebih sedikit dari akibatnya
3.nabi menjelaskan perbuatan itu perbuatan setan
4.nabi melarangnya

alhasil seluruh khamer yang dimiliki oleh orang muslim di Madinah di buang kejalan2x. karena mereka patuh akan nabinya Muhammad SAW.

anda membawa rujukan ruqiyah saat keberapa dari keputusan nabi itu?
Kalau putusan terakhirnya bahwa ruqiyah itu di haramkan akankah kamu nerima hal itu?

Kalau kamu tidak menerimanya sama saja dengan golongan yahudi yang tidak menerima keputusan Allah bahwa nabi muhammad sebagai nabi terakhir utusan Allah. Lalu kamu libatkan dengan berbagai alasan biar mendukung keputusan kamu. kalau anda merasa bahwa siapa yang tidak menjalankan keputusan nabi itu salah maka tanyakan aja pada diri kita sendiri, masih maukah mengikuti langkah2x yang salah?

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.”

perhatikan disitu bahwa hadist ini sudah menyatakan suatu keputusan, berbeda dengan cerita or fatwa2x yang anda ajukan yang cenderung nabi itu terdiam dan tidak memutuskan atau cerita para ulama yang mengikuti atau mengajarkan ruqiyah.

PERDANA

KHAMER BEDA JAUH DENGAN RUQYAH, ULASAN ANDA GA NYAMBUNG DENGAN HUKUM RUQYAH,

1. KHAMER TIDAK ADA ULAMA YANG MEMBAGI KHAMER HALAL DAN KHAMER HARAM SEDANG RUQYAH ULAMA MEMBAGI RUQYAH HALAL DAN ADA RUQYAH HARAM

2. KHAMER BENDA SEDANG RUQYAH BACAAN

3. MAS PADA AKHIR HIDUP NABI SAKIT BAHKAN MENYURUH AISYAH UNTUK MERUQYAH PADA TANGANNYA LALU DIUSAPKAN KESELURUH TUBUH NABI. DIMANA PADA AKHIRNYA HIDUPNYA NABI MELARANG?

4. KESEPAKATAN SELURUH ULAMA BAHWA RUQYAH DISUNNAHKAN.

JIKA ANDA MENGHARAMKAN RUQYAH, SILAHKAN UNTUK BERDIRI SENDIRI “MEMBELAKANGI” KESEPAKATAN SELURUH ULAMA AHLUSSUNAH WAL JAMA’AH.

SILAHKAN PAKE AKAL LOGIKA ANDA DALAM MEMAHAMI AL-QUR’AN DAN SUNNAH.

Semua orang akan mengikuti pendapatnya para ulama sebab mereka umat islam yang tanpa bisa mengerti agama selain dengan belajar dengan para ulama.

Anda mengikuti logika anda sendiri tanpa ilmu agama sedikitpun.

Tidak ada yang berani meragukan pendapat jumhur ulama kecuali orang munafik, tidak ada yang berani menghina Nabi (yang disamakan dengan orang kafir) dan para ulama kecuali hizbusyaithan

FUSIONLATE

#Orang peke tasbih itu menyerupai orang kafir atau orang islam, orang kafir sujud kita juga sholat sujud, orang kafir pake pengeras suara di tempat ibadahnya kita juga peke pengeras suara ketika shalat atau mengaji, rasulullah mencipratkan air untuk mengobati dan orang kair mencipratkan air untuk memberkati. rasul pake air lalu meruqyah orang kafir pake air lalu dimantrai.

@masa ?
@coba cerna: agama yahudi hari ibadahnya minggu sedangkan islam jumat, dengan alasan membedakan bahwa islam itu tidak mengikuti yahudi.
@kristen menggunakan lonceng untuk panggilan ibadah tapi islam menggunakan adzan
masih banyak lagi dan itu semua bukan asumsi tapi sudah jelas terjadi di jaman nabi sendiri
dan nabi menolak kita melakukan hal yang sama dengan orang2x non muslim

PERDANA

Orang peke tasbih itu menyerupai orang kafir atau orang islam, orang kafir sujud kita juga sholat sujud, orang kafir pake pengeras suara di tempat ibadahnya kita juga peke pengeras suara ketika shalat atau mengaji, rasulullah mencipratkan air untuk mengobati dan orang kair mencipratkan air untuk memberkati. rasul pake air lalu meruqyah orang kafir pake air lalu dimantrai.

ada lanjutannya, jawab dulu oleh anda sendiri!
nah sekarang cerna sendiri ya, yang mana termasuk katogori tasyabbuh dan yang nama yang bukan. serupa tapi tak sama atau serupa dan sama??

FUSIONLATE
tapi pertanyaannya apakah anda seorang ulama mas, bisa maen tabok dan mengatakan bahwa pendapat anda itu benar?
sedangkan anda sendiri tidak mampu mendefinisikan banyak hal hanya hasil googling sana sini

PERDANA
Pertanyaannya adakah anda mengutip penjelasan para ulama???kalo menghujat ulama mah iya! kalo saya mengakui bahwa saya mengutip pendapat para ulama?
anda justru asal tabok saja mempertahankan pendapat anda benar? sedangkan anda justru tidak mampu mendefinisikan banyak hal hanya hasil googling sana sini

FUSIONLATE

definisi ulama apaan?
kenapa kita harus patuh kepada ulil amri bukan kepada ulama mas?
PERDANA
definisi Ulil Amri apaan?
kenapa kita harus patuh pada ulil amri dan bukan pada ulama dalam hal ilmu agama?
yang lebih tahu ilmu agama ulil amri atau ulama?
ulil amri (pemimpin/penguasa) justru dalam ilmu agama bertanya pada ulama. contoh: pemerintah indonesia bertanya apakah faksin meningitis halal atau haram?? ulama yang berperan dengan dalil Al-Qur’an dan sunnah dalam berfatwa

FUSIONLATE
#Kita berlajar dari siapa mas untuk tahu ilmu agama? Dari ulama atau dari orang kafir??
@belajar itu bisa dari siapa saja, dari orang tua, teman dan lain2x

PERDANA
tolong jawab! lebih tahu orang tua , teman dan lain-lain atau para ulama dalam ilmu agama??
Ulama itu paham agama ga mas?
apakah orang tua, teman dan lain-lain bisa disamakan dengan ulama?

FUSIONLATE

#Mas belajarlah untuk bisa menganalisa dan menulis yang lebih berbobot lagi.
@mas belajarlah untuk menjawab lebih baik lagi disertai bukti bukan cuplikkan kata hasil googling
PERDANA
bukti dapat diambil dari googling, termasuk bukti guru anda bersekutu dengan jin juga dapat dari hasil googling(penelitian orang barat),bukti keilmuan HI cuma klaim belaka dari hasil googling (dari hasil pengakuan murid Hi sendiri di forum sepeti Tahanan Maut cuma bohongan, ilmu ngimpleng murid HI super payah gimana bisa melihat alam ghoib jika melihat kartu aja ga bisa).
Googling haram ga mas???

FUSIONLATE
KESEPAKATAN SELURUH ULAMA BAHWA RUQYAH DISUNNAHKAN.
@ulama yang mana?

PERDANA
Anda pernah belajar agama ga? siapa ulama yang anda kenal? kalo anda ga kenal ulama maka wajar anda ga ngerti ulama yang mana
FUSIONLATE
@khamer juga pada awalnya tidak ada larangan mas, dengan alasan yang beragam
jadi esensinya khamer dan ruqiyah itu sama2x dilarang sesuai keputusan terakhir

PERDANA
ya keputusan anda sendiri!. saya maklumi aja otak anda memang ga bisa menerima penjelasan dan pendapat para ulama.
anda memang ga tahu ulama itu apa dan ga mau tahu penjelasan ulama.

saya akan mengupdate dan akan terus saya perbaiki hasil debat yang akan berlanjut……

DIKOLOM KOMENTARNYA,  SAYA MENAWARKAN KHUSUS DEBAT DENGAN FUSIONLATE DAN TIDAK DENGAN YANG LAIN TURUT CAMPUR, JIKA ADA ORANG LAIN YANG TURUT CAMPUR MAKA AKAN SAYA DELETE!

JIKA ADA PERTANYAAN ATAU TANGGAPAN YANG BELUM TERJAWAB SEGERA TULISKAN DI KOLOM KOMENTAR YA MAS FUSINLATE…………

SAYA TUNGGU TANGGAPAN ATAU LANJUTAN DEBAT DENGAN ANDA WAHAI FUSIONLATE!