Analogikal
hikmatul iman mempunyai cara dgn mengajarkan ilmu beladiri, tenaga dalam, dan metafisik yg memang tidak bertentangan dgn ajaran Islam.

Perdana
tidak bertantangan dengan islam??? Saya berbicara dengan dalil atas penyimpangan Dicky dengan HI nya. bisa dilihat di
http://ruqyah-online.blogspot.com/2009/06/fakta-tak-terungkap-keilmuan-hikmatul.html”
http://ruqyah-online.blogspot.com/2009/04/tantangan-debat-dari-hikmatul-iman-yang.html
http://ruqyah-online.blogspot.com/2009/03/mengkritisi-dicky-guru-besar-hikmatul.html
http://ruqyah-online.blogspot.com/2008/03/yoddy-seorang-murid-hikmatul-iman-telah.html
http://ruqyah-online.blogspot.com/2008/03/kang-dicky-dan-hikmatul-iman.html
http://ruqyah-online.blogspot.com/2008/03/tanggapan-artikel-misi-politis-dibalik.html
http://ruqyah-online.blogspot.com/2008/02/para-penentang-ruqyah-setali-tiga-uang.html
http://ruqyah-online.blogspot.com/2008/02/tanggapan-atas-kesalah-pahaman-guru.html

Analogical
1) sy tanya mengapa anda tidak mengatakan wali songo itu bid’ah/syirik?karena berbeda cara dakwah dgn Nabi Muhammad.

Perdana
saya tidak melihat adanya penyimpangan pada da’wah wali songo? maka saya akan malah bertanya kepada anda dimana da’wah wali songo yang berbeda cara da’wah dengan nabi muhammad hingga bisa dikatakan bid’ah??

Adapun cerita khurafat memang mengiringi da’wah wali songo karena sikap ghuluw ahli bid’ah (penikmat TD/TM).

Ada beberapa cerita palsu/khurafat penuh kesyirikan yang diklaim sebagai karomah / ilmu metafisik yang jika ditimbang dari sisi syari’at sangat menyimpang.

Menghadapi karomah wali harus ditimbang pada sisi syari’at apakah sesuai atau malah bertentangan, sebab jika bertentangan klaim karomah itu bisa berubah menjadi sihir dan wali yang diklaim wali Allah bisa berubah statusnya sesungguhnya malah wali syetan.

salah satunya diceritakan sunan kali jogo bertapa bertahun lamanya tanpa makan dan minum hingga tubuhnya dikelilingi oleh tumbuhan.

Jika ditimbang dari segi kesehatan TIDAK MUNGKIN manusia tidak makan dan minum bertahun lamanya masih tetap hidup.
Jika ditimbang dari sisi syari’at kisah tersebut adalah kisah khurafat sebab bagaimana mungkin seorang sunan kali jogo tidak melaksanakan syari’at Allah (shalat, puasa dll) lalu lebih mendahulukan bertapa??

Citra wali Allah yang baik telah dirusak oleh orang-orang yang dibuai angan oleh syaithan menjadi sakti mandraguna dengan membuat cerita palsu tersebut.

Analogikal
2)sy ingin memperkecil ruang pembahasan HI, yg anda katakan bertentangan itu keilmuan HI dalam TD/TM/silat, ketiga hal ini berbeda mas, silakan baca pengertiaanya di website kami.

Perdana

segala teori TD/TM bisa dibuat atau diotak atik menurut hawa nafsu manusia untuk melegitimasi prilaku syirik dan bid’ah.

Saya ingin menegaskan disini bahwa klaim palsu TD/TM yang bisa membuat seseorang jika belatih TD/TM secara tekun bisa memiliki kemampuan seperti mu’jizat nabi adalah bentuk kebohongan.

Banyak janji-janji muluk yang diberikan dalam TD/Tm hingga praktisinya membabi buta tidak ingat dia hanya manusia biasa yang lebih rendah kedudukanya dibanding para nabi yang “memanusiakan manusia” dan tidak “mendewakan manusia”

Klaim palsu TD yang saya baca di artikel HI bahwa jika TDnya sudah 80% mampu melakukan “dematerialisasi” tubuhnya sendiri hingga menjadi energy yg dpt bergerak sangat cepat sekali (teleportasi) hingga bisa kemanapun kedunia ini dengan mudah (seperti dalam filem kartun dragon ball sun go ku) , ini juga bentuk klaim palsu angan-angan semu. mengalahkan rasulullah yang jika berpergian menaiki unta (masih memakai kendaraan)

selain itu yang membuat saya geleng kepada, sungguh merupakan keanehan bisa bisanya mengukur kekuatan iblis 6 okta……hebat sekali ngalahin nabi bisa ngukur kekuatan iblis???

fakta bisa dilihat di http://dunialain.multiply.com/notes?&page_start=40
pada “Pembahasan Ilmu Hitam; rawarontek”

Analogikal

hukum dasar fiqih muamalat (arti luas) adalah mubah/boleh, kecuali memang ada yg diharamkan berdasarkan Ijma. di Indonesia yg berwenang adl MUI (bukan individu/suatu kelompok). kalau anda mengatakan HI syirik/sesat silakan anda mengadukan kepada MUI sehingga tercipta Tabayyun diantara kita. jadi bukan vonis kita sendiri.

Perdana
ya Insya Allah semua hasil debat ini akan jadi bahan rujukan saya dalam menulis buku terbaru saya yang berjudul “DEBAT TENAGA DALAM” dan akan saya berikan kepada MUI pusat (sebagaimana MUI Riau pernah meminta saya secara langsung untuk memberikan data-data kesesatan reiki)

Analogikal
sy ingin bertanya, Sahabat nabi saat perang banyak dibantu oleh malaikat (anda pasti stuju) contohnya, saat sahabat menjebol pintu gerbang dimana kekuatan beliau setara dgn 40 orang. yg sy tanyakan, bagaimana malaikat menjebol pintu gerbang tsb?(prosesnya)

apa didobrak layaknya manusia? dan jangan menjawab dgn izin Allah pasti bisa. sy juga tau apapun dgn izin Allah semua pasti bisa. jika anda menjawab seperti itu, berarti anda tidak berbeda menjawab seprti, “kenapa Indonesia dijajah Belanda?” anda jawab “takdir”. memang tidak salah tapi akankah lebih baik jika jawabannya lebih komprehensiv

Perdana

Tanyakan kepada Malaikat ketika anda meninggal nanti………..KENAPA SAYA BILANG BEGITU…

jangan anda selalu mencoba mengilmiahkan sesuatu yang anda tidak mempunyai pengetahun tentangnya.bisa saja guru kalian membuat suatu teori yang nyelenah yang berhubungan dengan malaikat, seperti teori guru kalian bahwa aura/energi itu adalah malaikat jibril ( http://id.wikipedia.org/wiki/Hikmatul_Iman_Indonesia ) lalu kalian taklid buta maka akan termasuk kedalam ancaman Allah:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa: 36).

Ketika anda berusaha dengan mengira-ngira teori apa yang cocok untuk mengilmiahkan peristiwa pertolongan malaikat kepada ali, maka anda termasuk orang yang pendusta.

Ketika anda membuat teori ilmiah maka harus melalui penelitian yang ilmiah juga. Apakah anda akan mendatangkan malaikat dan membuat suatu treatment kepada malaikat tersebut hingga anda membuat hipotesa dan menghasilkan penelitian ilmiah????

ketika anda tidak bisa mendatangkan malaikat maka jangan anda berbicara teori ilmiah sebab tanpa melalui penelitian maka teori kalian ga ilmiah alias tipu menipu dan main klaim saja

JANGAN menjadi seorang pendusta sebab mengilmiahkan yang tidak ilmiah sebab kalian akan menjadi temannya setan, sebagaimana firman Allah :
“Maukah kamu Aku beritakan kepada siapa turunnya para setan? Mereka turun kepada setiap pendusta yang banyak dosa “. (Asy Syu’araa: 221-222).

kesimpulannya :ada hal-hal yang bisa dicerna olah akal dan ada hal-hal yang tidak bisa dicerna akal dan cukup kita imani

Pertanyaan saya :

Wahai saudaraku yang “ilmiah” tolong jelaskan kepada saya yang bodoh ini, bagaimana proses ilmiahnya malaikat tersebut membantu ali secar komprehensif?

analogikal

pernyataan mas eeng berarti menguatkan konsep HI bahwa jin bisa dilihat bukan?hehe

perdana

Jin dapat dilihat pada beberapa kondisi:
1.Jin memperlihatkan dirinya sendiri dalam bentuk yg dikehendakinya kepada manusia (tidak perlulah pake kamera penangkap gambar jin seperti klaim dicky)
2.Belajar ilmu sihir seperti ilmu ngimpleng
3.Orang shaleh (para wali/manusia biasa yg diberi karomah/maunah)
4.Bekerjasama dgn jin/punya khadam jin seperti jin muhammad jibril-nya dicky

analogikal

mas KD hanya memberikan salah satu cara untuk dapat melihat jin (ektoplasma/vortex/orb), hanya SALAH SATU cara.

mas kenapa anda lebih menekankan bahwa KD orang yg belajar ilmu sihir/bersekutu dgn Jin ketimbang orang yg diberi maunah?hemm..

1 lagi KD tidak pernah bersekutu dgn Jin manapun dgn nama apapun seperti Jibril yg anda maksud. makannya tabayyun dulu…

Perdana

tabayyun itu diperlukan jika mendapatkan informasi tetapi kita tidak dapat membuktikan akan kebenaran info tersebut.

Saya tidak perlu tabayyun dengqan Dicky sebab saya sudah dapat bukti falid akan “hubungan intim” antara dicky dengan jin bernama muhammad jibril dan saya sudah dapat bukti falid akan keilmuan HI yang dari hadiah jin.
yang diperlukan adalah kejantanan murid Hi untuk mengakuinya.

Analogikal

mas apa tidak sempit tuh 1 badan diisi oleh roh, dan puluhan jin???apa tidak saling berebutan kontrol tuh? masa roh yg merupakan bagian vital dari manusia yg diciptakan Allah dgn “ditiup” langsung kalah sempit2an sama jin…hehe

Perdana

Perkataan anda ini menyiratkan anda mendahulukan akal dari pada penjelasan Al-Qur’an dan sunnah. Al_Qur’an dan sunnah sudah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa jin dapat merasuk kedalam tubuh manusia. Perkataan anda ini sama persis dengan ungkapan guru anda bahwa jin tidak dapat masuk kedalam tubuh manusia kerena ruh manusia lebih kuat.

Jika pake logika maka akan sangat masuk akal pernyataan anda yang mengatakan :”mas apa tidak sempit tuh 1 badan diisi oleh roh, dan puluhan jin???apa tidak saling berebutan kontrol tuh? masa roh yg merupakan bagian vital dari manusia yg diciptakan Allah dgn “ditiup” langsung kalah sempit2an sama jin”
namun jika dikritisi beradsarkan Al-Qur’an dan sunnah maka perkataan anda sangat sesat. Memahami Al-Qur’an dan sunnah harus pake iman dulu baru akal sebab jika pake akal dulu baru iman maka anda dapat tidak mempercayai penjelasan dalam Al-Qur’an dan sunnah sebab ga masuk akal.

Wahai saudaraku, Jin berwujud udara sedangkan manusia mempunyai pori-pori, karena itu jin bisa masuk dari bagian mana saja yang dia kehendaki dalam jasad manusia. Dalil bahwa jin berwujud udara adalah firman Allah: “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api” (QS. Ar-Rahman:15)

Ibnu Abbas berkata: yakni dari ujung nyala api, sedang ujung nyala api ialah udara panas yang keluar dari api.

Ketika jin masuk dalam tubuh manusia, dia berjalan melalui peredaran darah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Syayyidah Syafiyyah binti Huyay yang mengatakan bahwa Rasulullah saw berkata,”Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam sebagaimana darah yang mengalir dalam tubuhnya.” (HR.Muslim)

Dari aliran darah mereka berjalan langsung menuju otak dan melalui otak dia mempengaruhi bagian mana saja diantara anggota tubuh manusia dari sentralnya otak. Kajian-kajian kedokteran telah membuktikan bahwa penderita kesurupan memiliki gelombang yang sangat halus dan aneh yang berporos di otak.

Salah seorang jin pernah berkata pada Syaikh Wahid Abdus Salam Bali: “ Saya bisa mempengaruhi bagian mana saja dari anggota tubuh manusia. Saya (Syaikh Wahid Abdus Salam Bali) katakan kepadanya peganglah tangan, lal ia meluruskan tangannya, kemudian tangan itu dipegang oleh tiga pemuda kuat untuk dibengkokkan, tetapi mereka tidak mampu untuk melakukannya. Lalu dikatakan kepadanya lepaskanlah! Maka jin itupun melepaskannya seperti semula.

“Sesungguhnya darah itu terdiri dari banyak unsur yang mengalir di dalamnya, seperti besi, fosfat, kalsium dan unsur-unsur lainnya sebagaimana yang telah diperlihatkan kepada kita oleh penelitian-penelitian modern. Bahkan, mikroba dan kuman-kuman yang merupakan bentuk materi, bisa melubangi kulit dan masuk ke darah dan bertahan di dalamnya selama masa perkembangannya sampai menjadi banyak hingga akhirnya terjadi peperangan antara kuman-kuman tersebut dengan sel darah putih. Sedangkan setan tidak tercipta dari sebuah materi, akan tetapi dia tercipta dari bahan yang lebih halus, bahkan merupakan sesuatu yang sangat halus. Lalu, bagaimana kita mengingkari bahwa ia mampu menembus kulit dan berjalan di dalam darah sebagaimana mengalirnya puluhan benda keras, sedang kita tidak merasakannya ?

Imam adz-Dzahabi mengatakan bahwa jin memang bertubuh lembut. Dan tidak dapat diingkari pula adanya pencampuran jin dengan roh manusiawi, sebagaimana halnya bercampurnya antara darah dan dahak, meskipun ia berbentuk padat. Banyak contoh lain mengenai pencampuran zat yang lembut dengan zat padat. Roh merupakan sesuatu yang lembut yang dapat masuk ke dalam jasad sarat dengan kehendak Allah Ta’ala.

Disebutkan dalam As-Sunnah bahwa roh para muhajirin berada di dalam kantong burung hijau yang berkicau di dalam surga, dengan izin Allah, berada di jasad yang bukan jasad aslinya. Ia memiliki etika dan aksi yang khusus.

Hadits yang diriwayatkan Muslim dari Masruq, “Aku bertanya kepada Abdullah mengenai ayat, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Ali Imran : 169)

Abdullah menjawab, “Sesungguhnya kami telah bertanya tentang itu, lalu beliau bersabda, “Ruh mereka berada dalam rongga burung hijau yang memiliki kantornya tergantung di Arsy, mereka pergi dan datang dari surga kapan saja mereka kehendaki.” (HR. Muslim)

Malaikat merupakan roh yang berakal dan jasad-jasad yang hakiki. Meskipun berbeda alam dengan manusia, ada malaikat yang Allah wakilkan untuk masuk ke dalam rahim wanita dan berada pada mani, menuliskan rezeki, qadar, dan ajal calon manusia.

Hudzaifah bin Asid meriwayatkan bahwa Nabi saw, menyampaikan, “Malaikat masuk ke mani setelah mani itu berada dalam rahim selama 40 atau 45 malam, lalu (malaikat) bertanya, ‘wahai rabb! Apakah ia sengsara atau bahagia ?’Maka ia pun menulisnya, menulis amalnya, pengaruhnya, ajalnya dan rezekinya, kemudian dilipat lembaran (shahifah), tidak ada yang ditambah dan tidak pula dikurang.” (HR. Muslim)

Dalam As-Sunnah disebutkan mengenai keluarnya malaikat ini dari rahim wanita setelah sempurna penciptaan mani dan pembentukannya, dengan membawa catatan qadar di tangannya.

Amir bin Watsilah berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, “Apabila mani sudah berumur 42 malam, maka Allah mengutus malaikat lalu membentuknya, menciptakan pendengaran dan penglihatannya, kulit dan dagingnya, tulangnya, kemudian (malaikat itu) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Apakah laki-laki atau wanita ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya. Kemudian (malaikat itu) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Ajalnya ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya. Kemudian (Malaikat) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Rezekinya ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya, kemudian malaikat keluar dengan (membawa) lembaran (catatan) di tangannya, ia tidak menambah terhadap apa yang diperintahkan dan tidak pula mengurangi.” (HR.Muslim)

Inilah kenyataannya, bahwa malaikat masuk ke dalam jasad wanita sebagaimana dijelaskan dalam hadits pertama. Ia membentuknya, menulisnya, lalu setelah itu keluar dengan membawa catatan di tangannya sebagaimana dijelaskan pada hadits kedua padahal ia merupakan makhluk yang memiliki ruh dan jasad. Tidak ada yang menghalangi untuk melaksanakan perintah Allah azza wa jalla, termasuk, masuknya jasad lembut seperti jin ke dalam badan manusia, dan menimbulkan penyakit dan mudharat ?

Masuknya materi padat ke dalam badan manusia merupakan suatu hal yang nyata, misalnya makanan dan minuman, sebagian zat kecil hidup seperti bakteri, dan cacing yang masuk ke dalam badan lalu hidup di dalamnya.

Analogikal

pada dasarnya sulit untuk menyelaraskan pandangan, karena memang anda menafsirkan baik hadis/Quran tuh sangat textual sekali..

Perdana

maka dari itu mas anda harus merujuk pada pendapat para ulama yang merupakan pewaris ilmu nabi mengenai tafsiran Al-Qur’an dan Sunnah, saya tidak ada melihat kalian menggunakan dalil dari Al-Qur’an dan sunnah disertai pendapat para ulama?? Kalian Umat Islam apa umatnya Dicky Zainal Arifin???

Analogikal

bagaimana dgn fenomena anak indigo? apa mas mau berkata mereka anak iblis?hemm

Perdana
Ya anak indigo adalah kerjaan jin. dan banyak tipu daya setan didalamnya lalu dibumbui oleh klaim bahwa anak indigo adalah seorang anak yang telah bereinkarnasi, cakra ajna yang terbuka, bisa meramal masa depan, bisa melihat jin.bahkan meramal kiamat 2012 diramalnya

Analogikal

masalah pemberontaknorma nanti sy konfirm dulu ke dia sebelum jawab…

mas PA bagaimana mas menilai perilaku walisongo yg benar yg ini bukan yg itu?apa mas telusuri sanadnya? mas wali pernah berdakwah dgn mengubah istilah hindu seperti dewa menjadi malaikat dalam istilah Islam,apa gak syirik menurut mas karena mensejajarkan dewa dgn malaikat, dsb yg dilakukan wali.

Perdana

dimana anda mengatakan hal itu buktinya mana???

Perdana

1. Dari Utsman bin Abi Al-Ash Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Ketika aku bekerja untuk Rasulullah di Thaif, tiba-tiba aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa. Maka, setelah itu aku pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan Rasul berkata, “ Ibnu Abi Al-Ash ?”Aku menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Rasul bertanya, “apa yang membuatmu datang kemari ?” Aku berkata, “Wahai Rasulullah aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu aku sedang shalat apa.” Nabi bersabda, “Itu adalah setan, mendekatlah kemari !” Aku pun mendekat kepada Nabi, lalu aku duduk di atas, telapak kakiku.” Ibnu Abi Al-Ash berkata, “Lalu Nabi memukul dadaku dengan tangannya dan meniup mulutku sambil berkata, “Keluarlah musuh Allah,” Nabi melakukannya sebanyak tiga kali.”Dan selanjutnya beliau berkata, ‘Teruskanlah pekerjaanmu.”

2. Utsman bin Basyar menuturkan,“aku mendengar Utsman bin Abi Al-Ash Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku mengadu kepada Rasulullah Shalllahu Alaihi wa Sallam karena sering lupa akan ayat-ayat Al-Qur’an, lalu Rasul memukul dadaku dengan tangannya seraya berkata “Wahai setan, keluarlah dari dada Utsman.” Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” Lalu Utsman berkata, “Setelah itu aku tidak pernah lagi lupa akan Al-Qur’an dan selalu suka (senang) mengingatnya.”

Inilah dalil bahwa para sahabat nabi yang tidak juga lepas dari gangguan jin dan akhirnya diruqyah oleh nabi, LALU APAKAH KALIAN MERASA LEBIH HEBAT DARI PARA SAHABAT KARENA TERLEPAS DARI GANGGUAN SETAN SETELAH PUNYA ENERGI PERLINDUNGAN AURA ILMU METAFISIK? SOMBONG JIKA MERASA ILMU KALIAN LEBIH TINGGI DARI PARA SAHABAT BAHKAN NABI TIDAK LEPAS DARI GANGGUAN SETAN, YANG MELINDUNGI MEREKA ADALAH DOA PADA ALLAH

Analogikal

nabi Muhammad meruqyah sahabatnya menggunakan bahasa Arab (bahasa sehari2 di sana). sy mau tanya apa mas bisa meruqyah orang menggunakan bahasa indonesia?

sebaik2nya berdoa adl dengan bahasa yg dapat dimengerti oleh kaumnya (shahih bukhari).

Perdana

ya bisa saja dengan menggunakan bahasa indonesia asal tidak mengandung kesyirikan dan bisa dipahami maknanya dengan baik. Ulama’ yang membolehkan ruqyah dengan bahasa selain Arab memberikan persyaratan yang ketat. Termasuk syaratnya adalah, bisa dipahami maknanya, tidak mengandung unsur kesyirikan dan kekufuran seperti di dalamnya mencatut nama jin, malaikat, nabi, atau orang shahih dan tokoh yang dikagumi sebagai sosok yang diyakini bisa memberi pertolongan. DR.Abdullah bin Ahmad at-Thayyar berkata, “Ruqyah syirkiyyah (yang mengandung syirik) adalah bacaan yang di dalamnya memohon pertolongan kepada selain Allah SWT. Dan termasuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah, seperti meruqyah dengan nama-nama jin, malaikat, nabi dan orang-orang shahih.” (Kitab Fathul Haqqil Mubin : 106).

Ibnu Taimiyyah berkata, “Adapun pengobatan orang yang kesurupan dengan ruqyah, maka bacaan yang dibaca itu ada dua macam. Apabila bacaan ruqyah tersebut terdiri dari kalimat yang bisa dipahami maknanya dan dibolehkan oleh agama Islam, maka bacaan seperti itu dibolehkan. Karena telah ditegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan penggunaan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (Lihat HR.Muslim No.2200, red). Tapi bila di dalamnya mengandung kalimat yang diharamkan, seperti ada kesyirikan atau maknanya tidak bisa dipahami atau mengandung kekufuran, maka tidak seorang pun diperkenankan untuk memakainya. Walaupun terkadang dengan kalimat tersebut jin mau keluar dari tubuh orang yang kesurupan. Karena bahaya kekufuran lebih besar adanya daripada manfaat kesembuhan yang diperoleh.” (Majmu’ul Fatawa : 23/277).

Analogikal

anda bisa tidak meruqyah seperti hadis yg anda kutip dibawah yaitu hanya dgn memukul dada lalu jin keluar langsung? tanpa harus menggunakan lidi untuk menciprat2kan air (kaya orang hindu memberkati).

Perdana

mengusir jin dengan menggunakan sarana benda sudah dicontohkan oleh ulama, seperti Imam Ahmad bin hambal mengusir jin dengan mengancam akan memukul jin dengan terompah kayu: dalam kitab yang disusun oleh Imam Ahmad dan para sahabat dari Ali bin Ahmad bin Ali Akbari, ia berkata, “Ayahku hercerita kepadaku bahawa datukku berkata, “Pada suatu waktu saya berada di masjid Abu Abdullah Ahmad bin Hambal. Tiba-tiba datanglah utusan Al-Mutawakkil yang memberitahukan hahawa seorang gadis hamba sahaya yang telah kerasukan jin dan meminta Imam Ahmad bin Hambal agar mendoakannya kepada Allah demi kesembuhannya. Kemudian Imam Ahmad mengeluarkan terompah kayunya dan memberikannya kepada. seorang temannya seraya berkata, “Katakanlah kepada jin. “Mana yang engkau sukai; keluar dari wanita itu atau ditampar dengan terompab ini sebanyak tujuh puluh kali.” Sambil membawa terompah itu, utusan itu pun berangkat ke tempat orang yang kerasukan dan menirukan apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad. Melalui mulut orang yang kerasukan itu, jin tersehut herkata, “Saya mendengar dan akan mentaatinya Sekiranya Imam Ahmad mengusir kami dari negeri Irak, tentu kami pun akan segera meninggalkan tempat itu. Sebab, Imam Ahmad adalah orang yang taat kepada Allah. Siapa yang taat kepada Allah, akan ditaati oleh segala sesuatu, Kemudian jin itu keluar dari tubuh wariita tersebut dan ia pun menjadi tenang dan memperoleh keturunan yang ramai. Setelah Imarn Ahmad meninggal dunia, ternyata jin tersebut kembali kepada wanita tadi. Maka, Al-Mutawakkil mengirim UTUSan kepada teman Imam Ahmad yang bernama Abu bakar Al-Marwazi untuk memberitahukan masalah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Iman Ahmad, Al-Marwazi pun segera mengambil terompah dan pergi menemui wanita tadi. Melalui mulut wanita itu, berkatalah jin itu, “Saya tidak akan keluar dari wañita ini, tidak akan patuh kepada anda, dan tidak akan menerima apa pun daripada anda, kecuali jika anda taat kepada Allah sebagaimana Imam Ahmad, lalu memerjntahkan kepadaku untuk taat kepada-Nya.”

Ibnu taimiyyah memukul jin dengan kayu : Ibnu Taimiyyah berkata,”Dalam menyembuhkan orang yang kerasukan jin dan mengusirnya dari tubuh orang tersebut, terkadang diperlukan pemukulan dengan cara memukul dengan pukulan yang banyak sekali.” Lalu Ibnu Taimiyyah berkata lagi,”Pukulan tersebut hanya akan mengenai jinnya saja, sedangkan orang yang dirasukinya tidak akan merasakan apa-apa dan pukulan itu pun tidak akan menimbulkan bekas pada dirinya.”

jadi menggunakan sarana benda sudah dilakukan oleh para Ulama. tangan juga merupakan bagian benda dari tubuh manusia, maka kita dapat memukul dengan benda yang ada dari tubuh kita yaitu tangan atau sarana benda lain seperti kayu atau sapu lidi.

Adapun menciprat-cipratkan/mengusapkan air sudah ada tuntunannya mas .
rasulullah menggunakan sarana air untuk mengobati penyakit.
Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau digigit Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang digigit Kalajengkin, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan an-Nas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/ 111).

Analogikal

anda bisa menyembuhkan penyakit mata hanya dgn menggunakan ludah anda yg diusap ke mata pasien anda?

Perdana

Ya kita harus mengikuti sunnah rasulullah dalam meruqyah.megenai kesembuhan itu datangnya dari Allah.

Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda pada Perang Khaibar: “Saya sungguh-sungguh akan berikan bendera perang esok hari kepada orang yang dengannya Khaibar akan dibuka dan dia mencintai Allah dan Rasul Nya, sebagaimana Allah dan Rasul Nya mencintainya.” Malam itu para sahabat ramai membincangkan siapa yang akan mendapat kehormatan untuk mendapatkan bendera perang itu. Tatkala pagi menjelang, para sahabat segera menemui Rasulullah saw. Semuanya berharap semoga bendera itu diberikan kepadanya. Lalu Rasulullah saw. berkata: “Di mana ‘Ali?” Orang yang hadir saat itu berkata: “Dia sedang sakit mata.” Rasulullah saw. bersabda: “Datangkan dia ke sini!” Lalu para sahabat ra. menjemputnya untuk menghadap Rasulullah saw. ‘Ali ra. datang menemui Rasulullah saw., dan Rasulullah saw. menyemburkan ludah kepada kedua matanya dan berdoa (meruqyah). Dan sembuhlah kedua mata ‘Ali seakan-akan dia tidak pernah merasa sakit. Lalu Rasulullah saw. serahkan bendera itu kepadanya.

Analogikal

dalam kelebihan nabi ada yg namanya Khusussiyat, yaitu dimana keistimewaan yg hanya dimiliki nabi. (dlm arti luas)

contoh, istri2 nabi yg telah dicerai nabi itu tidak boleh dinikahi orang lain. nah beberapa ruqyah yg seperti hadis dibawah hanya bisa dilakukan nabi

Perdana

Ruqyah bukanlah kehususan yang hanya dimiiki rasulullah, sebab
Kebolehan menggunakan ruqyah ini sudah ada dasarnya berasal tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu sunnah qauliyah (sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), sunnah fi’liyah (perbuatan beliau), dan sunnah taqririyah (pengakuan atau pembenaran beliau terhadap jampi-jampi yang dilakukan orang lain).

ruqyah bisa dilakukan umat muslim dan dianjurkan oleh rasulullah, ini dalil bahwa ruqyah bukan kehususan yang hanya diberikan pada rasulullah.

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, yang artinya: “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasululloh, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa dilakukan selama tidak mengandung syirik’.” (HR: Muslim no. 2200)

Analogikal

antas kenapa tidak semua bayi yg lahir saja dikerjain sama jin??? kata tafsir anda malaikat berada dalam perut janin untuk menuliskan takdir, kalau jin kapan ya masuknya?duluan mana?

Perdana

bukan tafsir saya tapi FAKTA YANG ADA DALAM HADITS RASUL!
dalam hadits disebutkan mengenai keluarnya malaikat ini dari rahim wanita setelah sempurna penciptaan mani dan pembentukannya, dengan membawa catatan qadar di tangannya.

Amir bin Watsilah berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, “Apabila mani sudah berumur 42 malam, maka Allah mengutus malaikat lalu membentuknya, menciptakan pendengaran dan penglihatannya, kulit dan dagingnya, tulangnya, kemudian (malaikat itu) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Apakah laki-laki atau wanita ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya. Kemudian (malaikat itu) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Ajalnya ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya. Kemudian (Malaikat) bertanya, ‘Wahai Rabbi ! Rezekinya ?’ Maka Rabbmu memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, lalu malaikat menulisnya, kemudian malaikat keluar dengan (membawa) lembaran (catatan) di tangannya, ia tidak menambah terhadap apa yang diperintahkan dan tidak pula mengurangi.” (HR.Muslim)
kesimpulannya malaikat masuk sewaktu bayi masih dalam kandungan, adapun perkataan anda yang mengatakan “lantas kenapa tidak semua bayi yg lahir saja dikerjain sama jin???” YA SEMUA BAYI DIKERJAI SETAN SEWAKTU LAHIR.

Tangisan anak yang baru lahir disebabkan oleh setan (HR. Muslim)

rasulullah juga mengatakan :setiap anak cucu adam lahir maka setan menusuk lambung sijabang bayi dengan bayinya, kesuali Isa bin Maryam,ketika lahir setan berusaha menusuknya namu yang kena adalah plasentanya.

Maka dari itu kita dianjurkan meruqyah anak kita fsemenjak dalam kandungan dengan membaca “aku melindungkannya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.`(QS. 3:36)

ANALOGIKAL
pernyataan mas eeng berarti menguatkan konsep HI bahwa jin bisa dilihat bukan?hehe

PERDANA
Jin dapat dilihat pada beberapa kondisi:
1.Jin memperlihatkan dirinya sendiri dalam bentuk yg dikehendakinya kepada manusia (tidak perlulah pake kamera penangkap gambar jin seperti klaim dicky)
2.Belajar ilmu sihir seperti ilmu ngimpleng
3.Orang shaleh (para wali/manusia biasa yg diberi karomah/maunah)
4.Bekerjasama dgn jin/punya khadam jin seperti jin muhammad jibril-nya dicky

ANALOGIKAL
mas KD hanya memberikan salah satu cara untuk dapat melihat jin (ektoplasma/vortex/orb), hanya SALAH SATU cara.

mas kenapa anda lebih menekankan bahwa KD orang yg belajar ilmu sihir/bersekutu dgn Jin ketimbang orang yg diberi maunah?hemm..

1 lagi KD tidak pernah bersekutu dgn Jin manapun dgn nama apapun seperti Jibril yg anda maksud. makannya tabayyun dulu…

ANALOGIKAL
mas penafsiran kata Syetan dalam bahasa arab bukan hanya bermakna Syetan=Jin kafir, coba anda baca dalam kitab2 tafsir dimana tidak semua ulama menafsir Syetan seperti yg anda maksud.

“naikanlah air ke hidung saat setelah engkau terbangun dari tidurmu, karena setan telah bersemayam didalamya” (shahih bukhari)

memang sebagian ulama menafsir Syetan=Jin, tapi ada pandangan lain yg mengatakan yg dimaksud Syetan disitu adl Kotoran yg tersaring oleh bulu2 halus pada hidung. (Kitab Bulughul Maram).

jadi pemaknaan Syetan itu terletak pada bagaimana penempatan pada suatu kalimat. tidak menutup kemungkinan bahwa makna Syetan berbeda untuk setiap kondisi.

contoh, dlm bhs Inggris kata “Fuck” (maaf) bisa diartikan berbagai makna tergantung pada penempatan katanya.

FUCK you=persetan kau/brengsek/bejat dll.
what the FUCK are you?=penekanan pada kata “anda itu siapa sih?”
I will FUCK my girlfriend=aku ingin setubuhi pacarku.

nah kurang lebih kata Syetan itu bisa berubah makna tergantung kondisi seperti contoh diatas mas.

PERDANA
Ada hikmah yang lebih luas jika kita memahami Al_Qur’an dan hadits dengan pemahaman dan ilmu yang baik.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

Bila salah seorang dari kalian terjaga dari tidurnya, maka hendaknya ia memasukkan air ke dalam hidungnya lalu ia mengeluarkannya kembali, karena sesungguhnya setan bermalam di dalam hidungnya. (Muttafaqun ‘alaih).

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata: ‘Yang dimaksud dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sesungguhnya setan bermalam di dalam hidungnya’, bisa saja benar-benar setan berada dalam hidungnya; karena hidung merupakan salah satu lubang badan yang dapat menghubungkan ke hati kita, terlebih tidak ada lubang badan yang tidak bertutup selain hidung dan kedua telinga. Dan dalam hadits disebutkan, setan tidak dapat membuka sesuatu yang tertutup, sebagaimana kita diperintahkan untuk menahan (mulut agar tidak terbuka) ketika menguap, untuk mencegah masuknya setan melalui mulut kita.(Syarah Shahih Muslim, oleh Imam an-Nawawi, 3/127.)

hakikatnya dari penjelasan ulama tersebut memang jin jahat (setan) benar-benar bisa bermalam dihidung manusia.

Setan memang berupa sifat jahad mas, manusia atau jin bisa menjadi setan jika berbuat jahad.

hikmah disunnahkannya ber Istintsar selain untuk mengusir jin jahad, adalah jika ditinjau dari sisi kesehatan untuk membersihkan lobang hidung dari kotoran yang dapat membuat penyakit.

Sama seperti hadits tentang “menguap”

Rasulullah saw telah bersabda : “Menguap (dengan mulut terbuka) adalah merupakan gangguan dari setan. Apabila ada diantara kamu yang menguap maka hendaklah dia menutup mulutnya sekuat mungkin.” (HR. Bukhari Muslim)

Jika kita memaknai hadits tersebut maka setiap orang yang menguap sudah jelas diganggu syetan yang berada dalam tubuh manusia, sebab jika sudah berada dalam tubuh manusia syetan bisa memanipulasi susunan syaraf atau tubuh kita hingga kita bisa dibuatnya menguap terus menerus.

Namun ada hadits lain yang mengatakan bahwa menguap sebagai (reaksi alami tubuh kita yang mungkin letih, kurang tidur) penyebab setan mempunyai kesempatan masuk dalam tubuh kita jika tidak kita tidak tutup mulut ketika menguap, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Said bahwa Rasulullah bersabda, “Bila salah seorang dari kalian menguap hendaknya ia meletakkan tangan dimulutnya. Karena sesungguhnya syetan akan mempunyai kesempatan masuk kedalam mulut.” (HR. Bukhari dalam Abdul Mufrad hal. 277)

Jika dikaji lebih jauh ada Hikmah lain jika ditinjau dari sisi kesehatan yaitu para dokter di zaman sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.

Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!!

Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

ANALOGICAL
mas penafsiran kata Syetan dalam bahasa arab bukan hanya bermakna Syetan=Jin kafir, coba anda baca dalam kitab2 tafsir dimana tidak semua ulama menafsir Syetan seperti yg anda maksud.


PERDANA
maaf saya tidak pernah mengatakan setan itu=jin kafir! sebab manusia pun bisa jadi setan.

Setan atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata (شَاطَ) yang berarti terbakar atau batal.

Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan atau setan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan, yaitu dari jenis manusia dan Jin” – (Qs. 6 al-an’am : 112)

“Sungguh, aku melihat setan-setan Jin dan manusia lari dari Umar”
– Hadis Riwayat Tirmidzi

Dari ayat dan hadis tersebut, digambarkan oleh al-Qur’an bahwa setan itu terbagi atas dua jenis, yaitu setan dalam wujud manusia dan setan dalam wujud Jin.

Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)

Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).

Semua penjelasan para ulama menjelaskan bahwa setan itu benar-benar merupakan sifat jahad yang bisa dimiliki oleh manusia atau jin?

Bahkan Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manarnya bahwa makhluk-makhluk hidup yang halus yang dikenal orang sekarang dengan perantaraan mikroskop dan diberi nama mikroba ada kemungkinan juga termasuk jenis setan (sifat yang jahad) yang menjadi penyebab dari berbagai macam penyakit (Syaikh Muhammad al-Ghazali, Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw : Antara pemahaman tekstual dan kontekstual dengan pengantar : Dr. M. Quraish Shihab, Terj. Muhammad al-Baqir, Penerbit Mizan, 1993, hal. 125 )

PERDANA
ANALOGIKAL TOLONG ANDA JAWAB :

KEPERCAYAAN HIKMATUL IMAN MENGATAKAN :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hikmatul_Iman_Indonesia

Tiga Golongan Tenaga Metafisik didunia:

A. Tenaga metafisik hitam murni
Merupakan suatu jenis tenaga metafisik yang didalam mendapatkannya dengan cara-cara sesat. Misalnya harus meminum darah bayi setiap bulan sekali sampai ilmunya sempurna, harus juga meminum darah perawan sebanyak yang telah ditentukan, dan lain sebagainya yang sifatnya sesat serta dikutuk oleh seluruh agama.

B. Tenaga metafisik golongan hitam berselubung putih

Yaitu suatu jenis tenaga metafisik yang didalam mendapatkannya melalui jalan yang kelihatannya baik, tetapi menjurus kepada bid`ah dan syirik. Tenaga metafisik semacam ini biasanya menggunakan mantera-mantera keagamaan atau syarat-syarat yang sifatnya ritual. Misalnya dengan berpuasa kepada ayat-ayat suci Al-Quran dengan niat untuk mendapatkan ilmu, wirid-wirid yang mengada-ada, mantera-mantera dalam bahasa arab atau bahasa agama yang dianutnya, dan lain sebagainya seperti yang sudah dijelaskan dalam point penjelasan tenaga metafisik bantuan jin.

C. Tenaga metafisik golongan putih

Yaitu sejenis tenaga metafisik yang diberikan atau diturunkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantaraan dan syarat-syarat tertentu. Tenaga metafisik tersebut bila diturunkan kepada Nabiyullah disebut mukjizat, bila kepada wali atau penyebar agama Islam disebut karomah dan bila kepada manusia biasa disebut maunah, ada juga yang menyebut maunah sebagai ilmu laduni.

PERTANYAAN SAYA :

MAKA HIKMATUL IMAN TERMASUK KATEGORI MANA?? SEBAB KLAIM TENAGA MATAFISIK HIKMATUL IMAN DIPELAJARI DENGAN RITUAL2 BID’AH???

ANALOGIKAL
mas berpendapat bahwa HI menggunakan jin, apa dasarnya?padahal mas sendiri beranggapan jin tidak bisa dilihat.jadi mas tidak melihat jin tapi yakin bahwa HI menggunakan jin,hemm…mas mengutip dari disertasi orang Australia, mas yg namanya penulisan ilmiah sebangsa skripsi,disertasi,tesis itu subyektifitasnya tinggi.. kok disini mas percaya tu orang nonmuslim (orang australia), padahal mas sendiri bilang jangan terlalu percaya sama sains orang nonmuslim.

PERDANA
Mas, yang dicantumkan di http://wwwlib.murdoch.edu.au/adt/pubfiles/adt-MU20040210.100853/02Whole.pdf bukan penjabaran dari hasil penelitian melainkan hasil wawancara yang ditampilkan,

jika hasil penelitian mungkin saja subyektifitasnya tinggi namun dari hasil wawancara dengan dicky adalah sumber penelitian maka harus se falid mungkin.

ANALOGIKAL
mas pada dasarnya manusia memiliki kekuatan luar biasa dibandingkan makhluk lainnya, karena itu manusia disebut makhluk paling sempurna. malaikat berfungsi untuk “merangsang” kekuatan tersembunyi yg ada dalam sahabat itu, setelah itu sahabat bisa mempergunakan kekuatan itu, jadi malaikat membantu manusia dgn izin Allah dgn perantara manusia itu tersendiri.

PERDANA
ketika rasulullah membelah bulan lalu memasukkannya kedalam lengan bajunya apa hendak anda katakan malaikat merangsang kekuatan tersembunyi rasulullah hingga bisa membelah bulan? benar-benar tidak masuk akal. Mu’jizat Terbesar rasulullah adalah Al-Qur’an lalu apakah malaikat merangsang kekuatan tersembunyi rasul lalu hingga bisa membuat Al-Qur’an?
bisa sesat jika anda berpikiran seperti itu.

Mu’jizat adalah kekhususan nabi bukan ilmu metafisik,sebab jika mu’jizat itu ilmu metafisik maka konsekuensi logisnya bisa dipelajari seperti klaim HI,dan tiap manusia bisa setaraf mu’jizat Nabi.
jika malaikat merangsang kekuatan tersembunyi manusia hingga para sahabat bisa mempunyai kemampuan luar biasa maka tentu kemampuan tersebut bisa diulang-ulang sesekehendak hati sebab udah “dibuka” namun para sahabat tidaklah bisa berulangkali memiliki kemampuan luar biasa.

TOLONG JAWAB DENGAN TEGAS! Apakah manusia dengan potensi dirinya mampu menyamai karomah para wali bahwan mu’jizat para Nabi sebab jika seluruh manusia punya potensi yang sama maka tidak ada perbedaan antara manusia biasa dengan wali dan nabi dalam hal mendapatkan kemampuan ajaib.

ANALOGIKAL

1) Hikmatul Iman menggunakan bantuan jin dalam melakukan kegiatannya/Kang Dicky mempunyai khodam jin bernama Muhammad Jibril. (Kami jawab kabar tersebut tidak benar)

2) Hikmatul Iman ingkar Sunnah (kami tetap berpegang teguh pada Quran & Sunnah, yang terjadi adl perbedaan metode penafsiran antara HI dan PA)

3) Hikmatul Iman melakukan Bid’ah (dimana letak ke-bid’ahan kami? karena kami tidak menggabungkan metode keilmuan dengan tata cara peribadatan)

4) anggota Hikmatul Iman mengkultuskan Kang Dicky (Kang Dicky sendiri sering mengingatkan untuk melarang mengkultuskannya)

PERDANA

Jawaban 1 : Bukti sudah jelas, orang tersebut membuat penelitian ilmiah yang harus dipertanggung jawabkan secara ilmiah.maka tidak mungkin orang tersebut mengarang cerita (kecuali dengan mencari data dan fakta), dan tidak mungkin orang tersebut tahu Dikcy, Hikmatul Iman dengan mengarang cerita (kecuali bertemu dan bertatap muka). yang diperlukan sikap jantan saja untuk mengakuinya. Jikalau kalian tidak mau mengakuinya maka tunggulah nanti Hisab Allah nanti bagi orang-orang yang suka berbohong.

Jawaban 2 : bukti Dicky tidak mengakui hadits muslim juga tidak mengakui masuknya jin dalam tubuh manusia, tidak memepercayai doa-doa dari Al-Qur’an dan sunnah bisa menyembuhkan dan melindungi seseorang, ini pengingkaran terhadap sunnah

jawaban 3: bukti terlalu mengkultuskan Dicky hingga segala perkataan dicky ditimbang dengan emosi (membela mati-matian) bukan dengan dalil syar’i

ANALOGIKAL

sy sudah katakan bahwa rangsangan malaikat pada sahabat dikontekskan pada kasus sahabat mendobrak pintu, bukan pada nabi membelah bulan.
pada kasus membelah bulan Allahlah yg langsung merangsang potensi Nabi Muhammad mas, itu jelas terlihat pada firman dimana Allah meminta nabi menggunakan perantara jarinya untuk membelah bulan tsb. Subhanallah…

Ilmu Hikmatul Iman adl ilmu putih murni. Bid’ah dimana mas?
Bid’ah adl menambah2i sesuatu hal kedalam ajaran Islam (khususnya ibadah) hukumnya tertolak.

PERDANA

Hikmatul Iman golongan putih? Coba kita kritisi dari teori Ilmu metafisik Hikmatul Iman.

Tenaga metafisik golongan putih

Yaitu sejenis tenaga metafisik yang diberikan atau diturunkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantaraan dan syarat-syarat tertentu. Tenaga metafisik tersebut bila diturunkan kepada Nabiyullah disebut mukjizat, bila kepada wali atau penyebar agama Islam disebut karomah dan bila kepada manusia biasa disebut maunah, ada juga yang menyebut maunah sebagai ilmu laduni.

Sangat kontras dengan teori nyeleneh Hikmatul Iman, Ilmu metafisik HI dipelajari dengan perantara latihan tertentu (olah nafas, konsentrasi, jurus dll) dan syarat tertentu (harus ikut perguruan HI, pake syarat instal software dll)

rasulullah tidak pernah latihan mendapatkan mu’jizat? rasulullah tidak pernah ikut atau membuka perguruan tenaga dalam/ilmu metafisik atau meng-inisiasi para sahabat hingga sakti.

Perkara Mu’jizat, karomah, maunah adalah perkara ibadah pada Allah yang memerlukan dalil. keilmuan Hi bid’ah sebab rasulullah tidak pernah menyontohkan mengajarkan pada para sahabat bahkan rasul tidak pernah latihan untuk bisa ngimpleng, teleportasi, telepati, kebal, precognisi, dan berbagai klaim kesaktian lainnya.

Selain itu teori tersebut menyamakan antara Mu’jizat, karomah, maunah dengan teori ilmu metafisik yang bahkan orang kafir pun bisa memilikinya ketika belajar ilmu metafisik.

ga ada beda antara Nabi. wali dan orang kafir kalo gitu??? Asal belajar bisa menguasai ilmu metafisik .

ANALOGIKAL

APA MANUSIA BIASA TIDAK BISA MEMILIKI KEKUATAN LUAR BIASA SEPERTI NABI & WALI ?

Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi ALLAH, bagi RASUL-Nya dan bagi orang-orang MUKMIN, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (Munaafiquun 8)

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah MELEBIHKAN KEKUATAN TUBUH dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (A’raaf 69)

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan KEKUATAN kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud 52)

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai KEKUATAN YANG BESAR, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.(Israa’ 5)

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai KEKUATAN lagi Sangat Kokoh.(Adz Zariiyaat 58)

Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan KEKUATAN. (rahmaan 33)

PERDANA

Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi ALLAH, bagi RASUL-Nya dan bagi orang-orang MUKMIN, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (Munaafiquun 8)

Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat) :
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Abdullah bin Ubay dan pengikut-pengikutnya merencanakan, apabila kembali ke Madinah dari peperangan Bani Mustaliq mereka akan mengusir orang-orang mukmin dari Madinah, karena mereka merasa dan menganggap bahwa merekalah yang kuat, perkasa dan mulia, sedangkan orang-orang mukmin itu lemah dan hina.

Mereka tidak menyadari bahwa kekuatan, keperkasaan dan kemuliaan berada di tangan Allah dan pada Rasul-Nya serta pada orang-orang mukmin yang telah dimuliakan-Nya.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Ubay adalah orang mukmin yang benar-benar mukmin. Ia pernah mencabut pedangnya mengancam ayahnya Abdullah bin Ubay ketika mereka sudah dekat di Madinah dan berkata: “Demi Allah; saya tidak akan memasukkan pedangku ini ke dalam sarungnya sehingga engkau mengucapkan “Bahwa Muhammad itulah yang mulia dan sayalah yang hina”.

Abdullah tetap pada sikapnya itu, sehingga ayahnya mengucapkan pengakuan tersebut yaitu Muhammadiah yang mulia dan dia yang hina. Yang demikian itu, orang-orang munafik tidak mengetahui bahwa sesungguhnya kemuliaan itu ada pada Allah, pada Rasul-Nya dan pada orang-orang mukmin.

Kemenangan terakhir ada pada orang-orang yang bertakwa dan Allah itu akan memberi pertolongan kepada orang-orang yang menegakkan agama-Nya, sebagaimana diterangkan dalam ayat lain.

JIKA ANDA HENDAK MENJADIKAN DALIL SURAT TSB UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA MANUSIA BISA MEMILIKI MU’JIZAT SAMA SEPERTI NABI DAN KAROMAH SEPERTI WALI MAKA ANDA TELAH SALAH BESAR.

Kesimpulan inti bunyi ayat “Padahal kekuatan itu hanyalah bagi ALLAH, bagi RASUL-Nya dan bagi orang-orang MUKMIN” Ayat ini menegaskan bahwa kekuatan, keperkasaan dan kemuliaan hanya milik Allah yang diberikan pada RasulNya dan kaum mukminin.KEKUATAN ITU ADALAH KETAKWAAN PADA ALLAH yang menyebabkan Rasul dan orang mu’min mendapatkan pertolongan Allah.
Kekuatan tersebut bukan pada konteks ILMU METAFISIK melainkan KETAQWAAN (ibadah Ikhas tidak mengharap karomah, mu’jizat)

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah MELEBIHKAN KEKUATAN TUBUH dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (A’raaf 69)

Asbabun nuzul :
Dalam ayat ini, Allah swt. menerangkan kecaman Nabi Hud a.s. kepada pemuka-pemuka kaumnya bahwa tidaklah patut mereka merasa heran dan ragu-ragu terhadap kedatangan peringatan dan pengajaran dari Tuhan yang dibawa oleh seorang laki-laki di antara mereka.
Pengajaran Allah swt. itu datang kepada mereka justru pada saat mereka berada dalam kesesatan. Semestinya mereka tidak perlu heran dan takjub kepada pribadi orang yang membawa seruan. Hendaknya mereka mempergunakan akal pikiran memperhatikan seruan yang dibawa kepada mereka itu yaitu seruan yang benar, seruan yang menyelamatkan diri mereka dari azab Allah.
Laki-laki itu juga mengingatkan kepada mereka nikmat serta rahmat Allah bukan saja mereka sebagai ahli waris kaum Nuh yang diselamatkan Allah dari topan karena keimanan mereka kepada-Nya, tetapi juga Allah melebihkan mereka dari kekuatan fisik serta tubuh yang besar.
Oleh sebab itu hendaklah mereka bersyukur kepada Allah dengan bertakwa kepada-Nya. Kalau mereka tidak bersyukur, Allah akan menjatuhkan azab-Nya sebagaimana Allah menyatakan azab kepada kaum Nuh yang ingkar dan menggantikan kedudukannya dengan bangsa lain.
Mereka diingatkan kepada nikmat Allah itu supaya mereka bersyukur dengan menyembah-Nya seikhlas-ikhlasnya sehingga mereka menjauhi kemusyrikan dengan meninggalkan penyembahan berhala. Dengan demikian mereka harus meninggalkan penyembahan berhala untuk mencapai kebahagiaan pada hari kemudian dan mendapat tempat pada sisi Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamha-Nya yang bersyukur kepada nikmat-Nya.

dan konteks ayat “Tuhan telah MELEBIHKAN KEKUATAN TUBUH dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu)”

bahwa kaum nabi Hud diberi kelebihan tubuh yang perkasa dan tubuh yang besar dibanding kaum NUh namun kaum nabi Hud yang kafir itu tetap ingkar pada Allah bahkan menantang Allah. Sebagaimana dalam ayat selanjutnya “Mereka berkata: `Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar`.(QS. 7:70)

Ayat ini tidak bisa dijadikan dalil bahwa manusia kafir (seperti kaum nabi Hud) bisa memiliki mu’jizat seperti Nabi atau karomah seperti Wali Allah.

Kakuatan fisik/tubuh dan perawakan sangat berbeda konteksnya dengan mu’jizat/karomah. Kekuatan fisik/tubuh sudah diberikan Allah langsung pada kaum tersebut semenjak kecil (genetika) sedangkan mu’jizat dan karomah diberikan Allah hanya pada saat genting tertentu dan tidak bisa diulang lagi dan bukan termasuk kekuatan fisik/ghoib yang permanent

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan KEKUATAN kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud 52)

Penjelasan Ayat:
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Hud a.s. setelah mengajak kaumnya menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan melarang mereka menyekutukan-Nya dengan beribadah kepada berhala-berhala, lalu menyuruh mereka meminta ampun kepada Allah yang kemudian bertobat dengan penuh keikhlasan. Selanjutnya Hud a.s. menjelaskan apabila mereka berbuat seperti yang telan dinasihatkan itu, niscaya Allah akan menurunkan hujan lebat yang sangat besar manfaatnya bagi mereka sebagai bangsa yang banyak mempunyai tanam-tanaman dan kebun-kebun, juga Allah akan menambah kekuatan dan kemuliaan mereka sebagai yang diimpikan, di samping yang sudah mereka miliki. Oleh karena itu Nabi Hud a.s. memperingatkan kaumnya supaya jangan berpaling dari kebenaran yang telah dinasihatkan kepada mereka dan jangan meneruskan kesalahan-kesalahan besar yang sudah biasa mereka lakukan yaitu menyembah berhala-berhala, patung-patung dan terjerumus pada perbuatan jahat lainnya. kaum Hud a.s. itu yang disebut bangsa `Ad atau kabilah `Ad atau kaum Ad di samping terkenal sebagai bangsa yang kaya raya di bidang pertanian, mereka terkenal pula sebagai orang-orang kuat yang bertubuh kekar yang menyebabkan mereka bertambah sombong dan takabur sebagaimana yang diterangkan oleh Allah dalam firman-Nya:

فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ
Artinya:
Adapun kaum `Ad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka. Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami, maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksa yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.
(Q.S. Fussilat: 15, 16)

Penjelasan Khusus ayat yang bunyinya “Dia akan menambahkan KEKUATAN kepada kekuatanmu” Tidaklah menunjukkan bahwa kaum kafir ‘Ad bisa memilki karomah wali atau mu’jizat Nabi, sebab kekuatan mereka adalah kekuatan fisik semata bukan kekuatan ghoib atau mu’jizat/karomah.

Apakah anda ingin mengatakan kaum ‘Ad yang kafir kekuatannya adalah setingkat karomah/mu’jizat?

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai KEKUATAN YANG BESAR, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.(Israa’ 5)

Penjelasan ayat:
Bani Israel akan membuat keonaran di muka bumi dua kali, yakni di bumi Palestina, sehingga Allah menggerakkan musuh-musuh mereka untuk membunuh, merampas dan menghancurkan negeri mereka.
Sesudah mereka tobat, Allah SWT melepaskan mereka dan kesengsaraan ini, Allah mengembalikan kerajaan mereka, menganugerahi mereka kekayaan dan kekuatan, baik kekuatan dalam bidang harta benda maupun kekuatan dalam bidang keturunan dan pertahanan negara.

Akan tetapi mereka kembali membuat keonaran lagi, maka Allah SWT mengerahkan kembali musuh-musuh mereka, untuk menghancurkan mereka. Ini sebagai azab di dunia dan di akhirat kelak mereka akan mendapat azab neraka Jahanam.

Pembangkangan mereka ialah:
Pertama: Tidak mengindahkan kitab Taurat, mengubah isinya serta membunuh Nabi-nabi yang diutus kepada mereka seperti Nabi Sya’ya dan menawan Irmea di kala ia mengingatkan mereka akan kemurkaan Allah.
Kedua: Kekejian mereka membunuh Zakaria dan Yahya serta usaha mereka untuk membunuh Nabi Isa as.
Sesudah itu Allah menyebutkan sikap mereka pada saat melakukan pembangkangan-pembangkangan itu, yaitu mereka melakukannya dengan menyombongkan diri dengan penuh keangkuhan, yang menunjukkan bahwa kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan itu telah melampaui batas-batas kemanusiaan.

Sesudah itu Allah SWT menjelaskan akibat yang akan menimpa mereka, karena pembangkangan mereka yang pertama, yaitu pada saat telah tibanya hukuman Allah yang telah dijanjikan kepada mereka sebagai batasan yang setimpal atas kejahatan-kejahatan mereka, mereka akan mengalami kehancuran.
Baik juga diterangkan di sini, bahwa Bani Israel mulai tahun 975 SM telah terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan Yahuza di bagian selatan, yang terdiri atas dua suku Bani Israel, yaitu suku Yahuza dan Benyamin. Rajanya yang pertama ialah Rehoboam, putra Nabi Sulaiman, dan kerajaan Israel di bagian utara yang terdiri atas 10 suka lainnya. Rajanya yang pertama bernama Jeroboam bin Nebat.
Pada tahun 70 SM kerajaan Israel diserang oleh raja `Asyur namanya Syanharib. Raja ini dapat memasuki kota Samurra ibu kota kerajaan Israel. dia menawan Bani Israel dan membawa mereka ke `Asyur. Dengan demikian runtuhlah kerajaan Bani Israel itu sesudah hidup 250 tahun lamanya; Oleh karena keonaran Bani Israel ini tidak juga henti-hentinya maka Allah mengerahkan tentara Babilonia di bawah pimpinan rajanya Bukhtanassar yang dikenal juga dengan nama Nebukadnezar.
Tentara Babilonia ini memperluas negerinya dengan jalan membunuh, merampas dan merampok penduduk-penduduk negeri yang ditaklukkan. Mereka menyerang Bani Israel, para ulama dan pembesar dari kalangan mereka di bunuh kitab Taurat yang mereka miliki diporak porandakan dan di bakar, bahkan kota suci mereka Baitulmakdis (Yerusalem) dihancurkan. Itulah nasib yang mereka derita karena mereka telah menyimpang dari bimbingan wahyu Allah, cenderung menuruti kehendak hawa nafsu mereka, bahkan mereka mengalami nasib yang lebih jelek lagi, yaitu di antara Bani Israel itu ada yang di bawa ke Babilonia. Tiga kali mereka itu di tawan oleh Nebukadnezar. Penawanan yang ketiga dan terakhir terjadi pada tahun 558 SM. Akibat dari serangan Nebukadnezar ini runtuhlah kerajaan Yahuza.

KESIMPULAN

Ayat tersebut menderitakan kejahatan bani Israel 2 kali, hingga Allah menurunkan umat(pasukan raja `Asyur namanya Syanharib dan tentara Babilonia di bawah pimpinan rajanya Bukhtanassar ) yang mempunyai KEKUATAN YANG BESAR(persenjataan perang) yang menyerang bani israel.

Konteks KEKUATAN pada ayat tsb ga nyambung dengan bisa memiliki kekuatan seperti Mu’jizat Nabi atau karomah Wali. Kekuatan yang dimaksud adalah pasukan perang yang menyerbu bani israel bukan kekuatan setingkat mu’jizat atau karomah. Sekali lagi kekuatan strategi peperangan fisik, peralatan dan persenjataan perang yang besar.

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai KEKUATAN lagi Sangat Kokoh.(Adz Zariiyaat 58)
ga usah di tafsirkan sebab sudah jelas kata “KEKUATAN” pada ayat tersebut merupakan KEKUATAN ALLAH bukan dalil manusia biasa bisa memiliki karomah wali atau mu’jizat Nabi.

lihat pada ayat sebelumnya:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”(QS. 51:56)
Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.(QS. 51:57)
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.(QS. 51:58)

ALLAH ADALAH PEMBERI RIZKI YANG TIDAK MEMERLUKAN RIZEKI DARI MANUSIA ATAU JIN SEBAB ALLAH MEMPUNYAI KEKUATAN LAGI SANGAT KOKOH!!

Mas saya nasihatkan pada anda kalo cari dalil jangan asal comot dengan hawa nafsu anda untuk mencari pembenaran prilaku syirik lagi bid’ah dalam mempelajari ilmu metafisik yang membual seolah akan punya kekuatan karomah atau mu’jizat. SESAT-SESAT-SESAT SEKALI………….

Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan KEKUATAN. (rahmaan 33)
TAFSIR AYAT:
Ayat tsb menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian. Jika mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah Subhanahu wa Taala.

Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian “Sultan” pada ayat tsb adalah ilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu manusia dapat menembus ruang angkasa.

jadi KEKUATAN tersebut adalah ilmu dan teknologi yang telah dipelajari sebelumnya dari hasil penelitian dan bukan karomah atau mu’jizat yang seorang wali atau nabi tidak mempelajari cara mendapatkannya.

Ingat penjelasan saya sebelumnya seorang wali tidak pernah berniat mendapatkan karomah sebab dia hanya beribadah dan seorang wali tidak pernah belajar/mencari tahu cara mendapatkan karomah begitu juga para nabi mereka tidak pernah berniat mendapatkan karomah dan tidak pula mencari-cari cara untuk mendapatkan mu’jizat.

jadi dalil anda pada ayat tsb adalah dalil yang asal comot dengan hawa nafsu anda!!!!

saya akan mengupdate dan akan terus saya perbaiki hasil debat yang akan berlanjut……

DIKOLOM KOMENTARNYA,  SAYA MENAWARKAN KHUSUS DEBAT DENGAN ANALOGICAL  DAN TIDAK DENGAN YANG LAIN TURUT CAMPUR, JIKA ADA ORANG LAIN YANG TURUT CAMPUR MAKA AKAN SAYA DELETE!

JIKA ADA PERTANYAAN ATAU TANGGAPAN YANG BELUM TERJAWAB SEGERA TULISKAN DI KOLOM KOMENTAR YA MAS ANALOGICAL…………

SAYA TUNGGU TANGGAPAN ATAU LANJUTAN DEBAT DENGAN ANDA WAHAI ANALOGICAL!