Simpatisanhi
Assalamu’alaikum wr wb
mas Perdana, saya ikutan nulis yoo

tentang tulisan mas Perdana kalo JIN LEBIH KUAT DIBANDING MANUSIA dengan mengutip ayat An Naml 39 – 40 : Berkata ‘Ifrit dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”. Berkatalah SEORANG yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.

SEPERTINYA malah manusia yg lebih hebat dari jin khan ? bukannya jin lebih kuat dari manusia.

Wassalamu’alaikum wr wb

Perdana

Maaf saya tidak hendak mengatakan bahwa jin lebih kuat daripada manusia, yang saya jelaskan adalah jin punya kelebihan dan kekurangan sebagaimana juga manusia.

baiklah saya akan menjabarkan dati penjelasan Firman Allah yang berbunyi :
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab: ‘Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.’, maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: ‘Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirihu sendiri dan harangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. an-Naml: 40)

seseorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab menyatakan kalimatnya sehingga singgasana itu bercokol di depan Sulaiman. Ia mampu menghadirkan singgasana itu lebih cepat atau lebih sedikit dari kedipan mata ketika mata itu tertutup dan terbuka.

Al-Qur’an al-Karim tidak menyingkap kepribadian seseorang yang menghadirkan singgasana itu. Al-Qur’an hanya menggaris bawahi bahwa orang itu mempunyai ilmu dari al-Kitab. Al-Qur’an tidak menjelaskan kepada kita, apakah ia seorang malaikat atau manusia.
Begitu juga Al-Qur’an al-Karim sepertinya menyembunyikan kitab yang dimaksud di mana darinya orang tersebut mempunyai kemampuan yang luar biasa ini. Al-Qur’an sengaja tidak menyingkap hakikat kitab yang dimaksud.

Kita sekarang berhadapan dengan mukjizat yang besar yang terjadi dan dilakukan seseorang yang duduk di tempat Sulaiman. Yang jelas, Allah SWT menunjukkan mukjizat-Nya, adapun rahasia di balik mukjizat ini, maka tak seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah SWT. Demikianlah, konteks Al-Qur’an menyebutkan kisah tersebut untuk menjelaskan kemampuan Nabi Sulaiman yang luar biasa, yaitu kemampuan yang menegaskan adanya seseorang alim ini di majelisnya. Ada sebagian ulama mengatakan bahwa malaikat jibril lah yang dimaksud dengan “seseorang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab.

Ada juga ulama yang mengatakan bahwa seorang alim manusia biasa bernama Ashif bin Barkhiya dengan menggunakn doa ruqyah ismullah al-A ‘dzham (nama Allah SWT yang agung) untuk menghadirkan singgasana. yang dimana jika ismullah al-A’dzam jika dibaca seketika kabulkan doanya (doa ruqyah ini hingga sekarang masih menjadi misteri dan ada banyak perbedaan pendapat ulama akan redaksional doa tersebut.)

Jin berkata : “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. ” Dari perkataan jin ini kita pahami bahwa jin tersebut benar-benar menggunakan kekuatan dirinya sendri untuk bisa membawa singgasana tersebut, namun “seseorang” bernama Ashif bin Barkhiya yang punya ilmu dari Al-Kitab lebih hebat lagi dia hanya menggunakan doa ruqyah dan tidak dengan kekuatan dirinya namun mampu untuk memindahkan istana tersebut.

namun jika hakikatnya jibril sendiri yang memindahkan istana ratu balqis, kita tidak meragukan lagi kemampuan malaikat Allah tersebut, bahkan gunung / bukit bisa diangkat dengan kekuatannya.

Simpatisanhi

di Al Qur’an,
jin : “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu …
seorang : Aku akan membawa singgasana itu kepadamu …

menurut mas Perdana kalo jin bisa membawa dengan kekuatannya sendiri.
tapi kalo (seorang) manusia membawa dengan menggunakan doa ruqyah.

mas Perdana bisa aja hehehe – mentang2 ahli ruqyah trus di-kait2kan dng ruqyah.
padahal di Alquran sama2 tertulis : … membawa singgasana itu kepadamu …
mas Perdana sepertinya terlalu ter-kagum2 dng jin tapi mengecilkan arti kekuatan manusia

Kalo Al Qur’an dan Hadits tidak menulis nama orang serta bagaimana cara nya, bagaimana bisa ada ulama bisa berpendapat kalo orang itu Ashif bin Barkhiya bahkan menggunakan doa ruqyah ?

Perdana

maaf anda harus konsentrasi lagi mencerna dan membaca tulisan saya, saya menjelaskan Dalam Al-Qur’an tidak ditulis dengan jelas siapa seseorang itu, saya tidak mengatakan dalam hadits tidak pernah tertulis kisah Asrif bin barkhiya
berikut ini saya ulang penjelasan saya :”
Al-Qur’an al-Karim tidak menyingkap kepribadian seseorang yang menghadirkan singgasana itu. Al-Qur’an hanya menggaris bawahi bahwa orang itu mempunyai ilmu dari al-Kitab. Al-Qur’an tidak menjelaskan kepada kita, apakah ia seorang malaikat atau manusia.
Begitu juga Al-Qur’an al-Karim sepertinya menyembunyikan kitab yang dimaksud di mana darinya orang tersebut mempunyai kemampuan yang luar biasa ini. Al-Qur’an sengaja tidak menyingkap hakikat kitab yang dimaksud.”

cerita Ashif bin Barkhiya menggunakan doa ruqyah ismullah al-A’dzam (nama Allah yang agung) hingga seketika diijabahkan doanya bisa anda baca rujukannya di “70 kisah teladan berdasarkan Al-Qur’an dan hadits-hadits pilihan” penerbit Al Bayan Mizan karya DR. Musthafa Murad. semua ada rujukannya anda beli dan baca bukunya dan bukan saya yang mencoba mengkait-kaitkan dengan ruqyah.

saya akan mengupdate dan akan terus saya perbaiki hasil debat yang akan berlanjut……

DIKOLOM KOMENTARNYA,  SAYA MENAWARKAN KHUSUS DEBAT DENGAN SIMPATISANHI DAN TIDAK DENGAN YANG LAIN TURUT CAMPUR, JIKA ADA ORANG LAIN YANG TURUT CAMPUR MAKA AKAN SAYA DELETE!

JIKA ADA PERTANYAAN ATAU TANGGAPAN YANG BELUM TERJAWAB SEGERA TULISKAN DI KOLOM KOMENTAR YA MAS SIMPATISANHI…………

SAYA TUNGGU TANGGAPAN ATAU LANJUTAN DEBAT DENGAN ANDA WAHAI SIMPATISANHI!