bisa dilihat di http://energythropus.wordpress.com/2008/03/10/kang-dicky-dan-hikmatul-iman/

saya dulu ikut HI, krena terbuai dengan subhat bahwa HI tidak memakai jin, tetapi pake aura dan mengolah potensi diri. namun sesuatu yang luar biasa apalagi metafisik yg ghoib, jk itu benar pasti sdh diajarkan Nabi SAW, namun tidak pernah kita dapati beliau SAW mengajarkan tenaga dalam, apalagi kidang kencana,baju besi(biar kebal)spujagat dll. beliau luka ketika perang, tanggal giginya. lalu apakah kita akan mengatakan beliau lupa tidak mengajarkan tenaga dalam? jika ia mk kita telah menuduh nabi SAW menghianati risalah, karena ayat terakhir turun menjelaskan bahwa agama ini telah sempurna, sdh dijelaskan semuanya oleh nabi SAW. mk yg tidak beliau ajarkan berarti bukan bagian dari agama islam. atau apakah anak HI akan bilang, nabi tidak tahu tenaga dlam, sedangkan kang Dicky lebig tahu dan lebih hebat? maka ini adalah tuduhan keji kepada Nabi yang mulia SAW. apalagi menamakan “hikmatul iman” seakan-akan apa yg dipelajari di HI adalah buah dr keimanan seorang, pdhl siapakah yg imannya melebihi Nabi SAW? jwb wahai org yang berakal. apalagi HI mengimani aura yg notabene adalah keyakinan diluar Islam.

memang kejadian luarbiasa bisa dialami seseorang, bahkan menjelang kiamat nanti Dajjal akan membelah manusia dan menghidupkannya lg, tapi jangan lah heran, ini semua adalah istijrad, sebagaimana tukang-tukang sihir punya kemampuan bermaca-macam. ini semua bukan buah dari iman, apalagi maunah (sombong sekali menganggap diri punya maunah) namun buah dari syirik, menghamba syaitan. apalagi kita tahu kang dicky dlm mendapatkan ilmunya (berdasarkan cerita pelatih saya dulu) lewat bayang-bayang yang mengajarinya. maka apakah beliau bs memastikan itu bukan jin yang hendak memperdayainya? karena perbedaan sihir dengan karomah adalah sihir bisa dipelajari siapapun asal sesuai persyaratan syaitan, sedangkan karomah tidak dapat dipelajari dan diulang-ulang sekehendak hati. pikirkan wahai orang yang punya akal…!
apalagi (pasti) mulai timbul fanatik dan pengkultusan pada perguruan dan uru besar, apapun yang dikatakan guru besar langsung di iyakan tanpa menimbangnya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah shohihah.
apabila anak HI dalam masalah, maka yg diingat adalah TD dan metafisiknya, dan minta tolong pd guru besar, mk ini telah menggeser tawakalnya. seorang muslim adalah apabila ditimpa musibah mengadunya pada Allah. tidak sombong dengan kekuatan pd dirinya.
takutlah pada Allah yang nerakanya menjulang kehati,tidak bisa di hadapi dengan TD ataupu metafisik …