Ada syetan dibalik tenaga dalam.

Demikian cuplikan tulisan dari Ustad Abu Aqila pada majalah Insani edisi September 2005 hal 110 s/d 113.

Berikut saya salin tulisan Ustad Abu Aqila tersebut, tanpa diubah sedikitpun isinya.

Semoga tulisan ini dapat semakin menyadarkan kita, bagaimana kita sebagai muslim dapat bersikap terhadap hal-hal yang berhubungan dengan hal-hal Haram & Subhat seperti ilmu-ilmu pernafasan, TD, TM.

Ingat QS. Al Fatihah, ayat 5 : Iyyaa ka na’budu wa iyyaa ka nasta’in

Sebagai muslim kita hanya taat/tunduk/menyembah kepada Allah Azza Wa Jalla bukan berdasarkan ucapan manusia (sandarkan semuanya pada Al Qur’an & Hadist) sehingga selalu menjauhi hal yang dilarang & tidak disukai oleh Allah Swt, mengerjakan hal yang diperintah & diredoi / disenangi Allah Swt serta selalu hanya mengharapkan keredoannya atas semua perbuatan & amal didunia ini.

Sebagai muslim agar selalu menjaga kemurnian Tauhid pada diri sendiri/keluarga dan lingkungan (Tauhid yang bersih adalah dasar semua amal dan perbuatan kita diterima dan diredoi oleh Allah Swt dan sebagai dasar Allah dapat memberikan ampunannya kepada hambanya karena Tauhid yang tidak bersih (Syirik) adalah dosa yang tidak terampunkan dan suatu hal yang paling dibenci Allah.

Sebagai muslim harus selalu membela serta menempatkan hukum & aturan Allah diatas segalanya dalam kehidupan didunia, dalam urusan apapun harus selalu memohon pertolongan hanya kepada Allah dan bertawakal hanya kepada Allah, jauhi perkara yang samar, dan hiduplah sesuai sunatullah dimana manusia ditakdirkan /fitrahnya oleh Allah untuk tidak memiliki kekuatan badan yang super/ aneh / mendeteksi alam ghaib seperti juga Rasulullah yang hanya manusia biasa.

Berikut salinan tulisan tersebut :

TITIK KRITIS TENAGA DALAM

Pertanyaan :

Ustad, saya diajak seseorang teman mengikuti olah raga pernafasan. Saya sempat mengikuti beberapa kali . Katanya selain untuk kebugaran, tenaga dalam, olah raga ini juga untuk pengobatan. Tapi orang tua saya melarang. Alasannya olah raga semacam itu rawan terhadap aqidah. Padahal selama saya ikut berlatih saya tidak menemukan keanehan. Malah ada beberapa do’a diambil dari ayat Al Qur’an. Dan gurunya menyatakan diri siap di ruqyah, untuk memastikan dia tidak ada khodamnya. Kalau tidak aman, bagaimana saya bisa mengajak teman saya untuk berhenti ? Terima kasih Ustad.

Ardiansyah Utomo, Cimanggis Depok.

Jawab :

Akhi Ardiansyah yang dirahmati Allah SWT, Olah nafas dengan tujuan olahraga bisa menyehatkan. Misalnya pernafasan saat pemanasan, laithan nafas untuk berenang dan sebagainya. Tapi kalau kemudian olah raga ini sudah mengarah jadi pengobatan atau membuat digdaya atau dengan harapan bisa menjatuhkan orang dari jarak jauh, kepingin aneh, maka niat pelaku sudah salah. Pada saat yang sama, setan punya peluang untuk melakukan infiltrasi.

Dari sisi medis, orang melakukan teknik pernafasan seperti tenaga dalam, tarikan nafasnya berat dan dalam seperti orang sedang tidur. Dalam hadist riwayat Thabrani disebutkan, saat kita tidur, biasanya terbentuk uqod (simpul setan). Simpul ini membuat kita dikuasai setan. Simpul pertama akan lepas, jika kita bangun membaca doa. Simpul berikutnya akan lepas disaat kita selesai berwudlu. Simpul berikutnya terlepas setelah kita shalat.

Tenaga dalam sederhananya ilmu ngeden (mengejan). Kalau mau cari aman jauh dari subhat lebih baik olah raga biasa saja. Seperti saran rasulullah SAW, berenang, memanah dan berkuda. Dua olah raga terakhir, kini relatif mahal. Berenang atau olah raga berlari seperti sepak bola bisa menjadi pilihan.

Sementara kalau kita telusuri ilmu pernafasan datanya dari Shaolin. Mereka jelas bukan uswah (role model) kita. Kalau ilmu semacam itu hebat dan diperbolehkan pasti dimasa rasulullah dipakai untuk membekali pasukan perang Badar, dan pertempuran lain. Ternyata tidak. Yakinlah ini hanya pengelabuan dari setan. Lebih baik pilih olah raga yang lebih melatih olah fisik. Kalau ingin senam pilih yang biasa saja.

Olah raga ini mengambil media hawa (udara). Sementara jin (setan) hidup diantara hawa yang ada. Mereka mudah masuk, olah raga seperti oleh nafas, meditasi, yoga merupakan media sensitif dan efektif yang mereka gunakan untuk masuk kedalam tubuh manusia.

Teknik bernafas dengan cara menahan dalam waktu tertentu, membuat orang mudah di Infiltrasi oleh setan. Biasanya orang yang mengidap kolestrol tinggi dan pernah terjatuh dimasa kecil sangat sensitif dirasuki jin atau setan. Setelah masuk biasanya orang tersebut punya keanehan tertentu. Diantaranya keanehan mempunyai kekuatan bioenergi. Mereka jadi mampu mengobati orang dari jarak jauh, punya energi panas dan sensitif dengan makhluk gaib.

Saudara Ardian, mengajak kembali orang kejalan kebenaran bukan hal yang mudah. Ini persoalan hidayah. Kadang-kadang orang yang lama bergelut dalam dunia semacam ini sering merasa benar. Seolah olah yang mereka miliki sesuatu yang rasional. Apalagi guru-guru mereka, akan sulit jika diingatkan. Mereka akan berhitung secara ekonomi. Akan dikemanakan pengikutnya yang banyak. Mereka sering berdalih dengan alasan pengobatan dengan pembuktian kesembuhan orang sakit. Hal ini sudah menjadi persoalan aqidah, biasanya mereka yang mengikuti aktifitas dengan motivasi kesehatan akan lebih mudah meninggalkan. Tapi kalau mereka yang ingin aneh, biasanya sulit.

Orang semacam ini kalau ingin keluar dari dunianya harus di ruqyah. Prosesnya agak perlahan dan lama. Selain juga harus ada motivasi dari dalam dirinya. Azam (tekad kuat) untuk meninggalkan hal-hal aneh yang selama ini dia nikmati. Selain juga di padukan dengan membiasakan diri puasa sunah, membaca surat Al Baqoroh dan doa Al Ma’tsurat pagi dan petang.

Membaca surat dalam Al Qur’an bukan menjadi masalah jika tanpa diiringi dengan motivasi ingin aneh. Misalnya membaca Al Fatihah karena ingin mempunyai keanehan, maka setan yang masuk. Tapi bukan masalah, malah berbuah pahala jika membaca Al Fatihah disaat sholat. Jadi sangat bergantung pada niatnya.

Kalau ada tokoh mereka (Ilmu Pernafasan/TD/TM) yang menantang dengan sombong untuk di Ruqyah demi membuktikan kebenaran ilmunya, itu pertanda dia punya Khodam (jin Pengawal). Salah satu sifat setan adalah abaa was takbaro (sombong dan merasa besar). Pola pikir orang tersebut jelas dikuasai setan. Sedang ada kalanya saat di ruqyah jin nya tidak ada, pergi. Karena ada tipe khodam yang sifatnya hanya mengikut. Tidak perlu mauk kedalam tubuh seseorang. Dan khodam sangat bergantung kepada pemiliknya, semakin pintar dia, khodam nya pun akan setara. Jadi kalau posisi dia Guru ilmu tenaga dalam, bisa dipastikan khodamnya juga pintar. Bisa jadi sangat jenius.

Billa anda memiliki masalah gangguan jin, depresi, bekam (al hijamah(, jasa psikiater, konsultasi keluarga dan pelatihan terapi gangguan jin dan Depresi, silahkan hubungi bengkel rohani.

Wallahualam bisawab.