Dikaji Oleh Perdana Akhmad S.Psi

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan artikel yang mengkritisi sebuah rekaman video yang dibuat anggota hikmatul Iman. Kajian kritis ini saya buat kecuali untuk nasehat dan menasehati dan amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana Firman Allah :” “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. [Al-Ashr : 1-3].

Video tersebut juga diposting di blognya guru utama Hikmatul Iman di sini

Mari kita tonton dulu video kesaksiannya :



Berikut ini kami akan mengkritisi video yang direkam para murid HIkmatul Iman :


Rekaman ini diawali dari adanya acara kajian “SEPUTAR JIN DAN RUQYAH MASSAL” yang diadakan oleh Tim Ruqyah Majalah Ghoib pada hari ahad 5 Juli tahun 2005, pukul 08.30 sampai 12.00 WIB Di Masjid Baitur Rahman Depok .

Terlihat pada gambar diatas seorang Ustadz sedang memberikan ceramahnya dan didengarkan dengan khusyuk oleh para pengunjung yang datang (gambar dibawah).


Namun coba rekan-rekan sekalian lihat kelakuan para murid Hikmatul Iman ini (gambar dibawah). Sangat tidak terlihat orang yang haus akan ilmu agama, dia terlihat sangat santainya melambaikan tangan seolah-olah majelis ilmu yang didatanginya sebagai sarana rekreasi saja dengan santainya tertawa-tawa dan melambaikan tangannya.


Bahkan orang ini dengan sombongnya memegang baju kebesarannya dan berulangkali digoyang-goyang dan ditunjukkan didepan kamera.

Ada banyak bukti yang menunjukkan para murid HI ini tidaklah mendengarkan dengan khusyuk penjelasan dan tauziyah para ustadz melainkan hanya tertawa-tawa dan berulangkali memegang-megang baju HInya. Wahai kalian para murid HI, terlihat dari prilaku kalian, kalian datang bukanlah dengan niat yang ikhlas mengharap ridho Allah, melainkan hanya sekedar untuk gagah-gagahan dan dipenuhi kesombongan. Padahal Allah tidak memandang dari tubuh kalian yang besar dan gendut atau wajah kalian yang ganteng atau jelek, atau juga pada kebesaran perguruan atau kebanggaan baju kalian yang keren. Melainkan keikhlasan hati kalian ketika mendatangi majelis ilmu.
“Sesungguhnya ALLAH SWT tidak memandang kepada bentuk tubuhmu dan tidak juga pada rupa wajahmu, tetapi IA memandang kepada keikhlasan hatimu.” (HR Muslim)

Lalu tibalah saatnya terapi ruqyah missal, pada gambar berikut ini terlihat gambar seorang ustadz membacakan ayat-ayat ruqyah dengan khusyuk.

Namun sangat disayangkan, terlihat lagi para murid Hi ini sama sekali tidak mengikuti prosesi ruqyah dengan baik, terlihat dengan, prilaku murid Hi yang sangat tidak pantas dengan lagi-lagi tertawa cengengesan lalu menggoyangkan baju Hinya. Padahal sikap seorang muslim yang baik ketika mendengar orang yang membaca Al-Qur’an adalah kalian mendengarkan mereka dan kalian harus merasa takut kepada Allah. Sebagaimana dalam hadits dinyatakan :“Sungguh sebaik-baiknya suara manusia yang membaca al-Qur’an ialah yang jika engkau mendengar suara bacaannya maka engkau merasa bahwa ia seorang yang sangat takut kepada Allah.” (HR Abu Daud)

Pada gambar dibawah terlihat orang yang memakai baju biru (sangat mirip dengan baju HI) mengalami reaksi keras karna jin dalam tubuhnya terbakar dengan bacaan ruqyah (Namun ini diingkari oleh Kang Dicky dengan mengatakan Murid Hi tersebut hanya berpura-pura bereaksi keras ketika mendengarkan bacaan ruqyah untuk menipu para peruqyah dan prilaku menipu ini atas suruhan Kang Dicky sendiri dengan alasan untuk melihat apakah para peruqyah mengetahui hal ghoib yaitu bisa tahu orang yang ada jin atau tidak ada jinnya ketika diruqyah)

Ketika diruqyah terlihat lagi peristiwa yang sangat miris, ketika orang-orang yang hadir mendengarkan bacaan ruqyah dengan khusyuk terlihat lagi prilaku murid HI yang nyeleneh. Tertawa-tawa ketika bacaan ruqyah dibacakan lalu mondar-mandir sama sekali tidak mendengarkan secara khusyuk bacaan ayat suci Al-Qur’an dan Doa rasulullah. Padalah sikap seorang muslim adalah ketika dibacakan dihadapan kalian ayat-ayat Allah dengarkan dengan dengan khusyuk, Sebagaimana firman Allah : Dan apabila dibacakan dihadapan mereka ayat-ayat ALLAH, maka mereka segera bersujud sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (QS Al-Israa’, 17:109). Lihat gambar dibawah.

Dan sekali lagi dengan sombongnya mendongakkan kepala lalu tertawa pada saat bacaan ayat suci Al-Qur’an diperdengarkan. dan berulangkali menggoyangkan baju hikmatul iman seolah hendak menyombongkan diri bahwa kalian murid hikmatul iman tidak mempan ketika diperdengarkan bacaan ruqyah? dalam sebuah hadist nabi mengatakan: “Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya masih terdapat perasaan sombong, meskipun hanya satu zarah (atom)”. Sikap kalian sama sekali tidak pantas sebab sikap kalian menyiratkan kesombongan dan keangkuhan yang akan mengakibatkan kalian tidak akan masuk surga-Nya Allah.

Lalu sekoyong-koyong, ada seseorang murid Hi yang bernama Adi sembari berdiri lalu menggoyang-goyangkan tangannya kedepan kebelakang dan tersenyum mengatakan “Aman hikmatul iman aman” (lihat cuplikan gambar dibawah).


Coba rekan-rekan sekalian tonton video rekamannya pada menit 05.18 pada saat itu bacaan ayat suci Al-Qur’an masih berlangsung dan orang-orang masih banyak yang duduk khusuk mendengarkan, akan tetapi berbeda sekali dengan sikap murid-murid hikmatul iman, mereka mondar-mandir, menggoyang-goyangkan tubuh sembari tertawa mengucapkan aman-aman ?????

Saya bertanya kepada kalian, apakah dibenarkan sikap seorang seorang muslim ketika mendengarkan bacaan ayat suci Al-Qur’an kalian mondar-mandir, senyum dan tertawa-tawa lalu menggoyangkan tubuh seenaknya Allah Ta’ala telah berfirman:”Dan apabila dibacakan Al-Qur’an,maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”(Al-A’raaf:204).

Seharusnya sikap kalian haruslah duduk dengan rapi lalu mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan khusyuk dan tenang agar kalian mendapatkan rahmat dan perunjuk dari Allah.
Sangat wajar kalian TIDAK akan mendapatkan rahmat dan petunjuk Allah dari acara ruqyah tersebut sebab maaf sikap, prilaku dan tindak-tanduk kalian tidak mencerminkan adab seorang muslim.

Lihat beda prilaku kalian dengan prilaku orang lain yang khusyuk mendengarkan bacaan ruqyah (pada gambar dibawah ini), ketika yang lain mendengarkan dengan khusyuk tetapi salah satu anggota HI malah mengacungkan jempol.
lalu membuat bentuk victory (kemenangan) pada tangan kalian, apa kalian merasa menang melawan ayat-ayat Allah ???

KEIRONISAN MURID HIKMATUL IMAN YANG AMAT SANGAT

Cuplikan gambar diatas adalah serombongan murid-murid hikmatul iman yang sedang beristirahat sehabis merayakan kemenangannya karena merasa kebal dengan bacaan Al-Qur’an. Dan diakhiri dengan peristiwa yang MEMBUKTIKAN MASUKNYA KEMBALI SYETAN KEDALAM TUBUH MURID HIKMATUL IMAN DAN SETAN ITU TERTAWA MELALUI MULUT MURID HIKMATUL IMAN TERSEBUT.

Lihat gambar dibawah ini.


Seorang murid Hikmatul iman yang menguap dengan sangat lebarnya tanpa sama sekali menutup mulutnya.Dari peristiwa inilah saya menjamin 100% syetan telah kembali memasuki tubuh murid HI tersebut Dalilnya adalah diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri dia berkata, Rasulullah bersabda:”Apabila seseorang diantara kalian menguap, hendaknya dia menahan dengan tangannya diatas mulutnya, karena sesungguhnya syetan akan masuk (HR.Muslim).
Dan syetan tersebut tertawa melalui tubuh murid HI.
dalilnya Rasulullah bersabda: menguap itu dari setan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, maka hendaknya dia menahannya sebisa mungkin. Karena apabila kalian mengucapkan “Aaaaaah” maka setan akan tertawa (HR.Bukhari)

Tidak ada dalilnya sama sekali ketika seseorang sudah berlatih tenaga dalam atau ilmu metafisika lalu tubuhnya diselubungi aura yang kuat hingga jin/setan tidak dapat mendekat. Sebab jika prilaku kita jauh dari sunnah rasulullah maka prilaku kita adalah prilaku setan, kita bisa menjadi setan dan kita akan tetap dirasuki dan dipengaruhi setan.

Jika ada Murid Hikmatul Iman yang berkomentar “coba buktikan pada kami dengan anda menghadirkan jin ke hadapan kami untuk membuktikan adanya setan dalam tubuh kami” maka saya jawab “ Saya 100% tidak bisa menghadirkan khadam jin HI muncul dan bisa dilihat siapa saja di alam manusia, namun saya tetap mengimani Hadits masuk dan tertawanya setan ketika seseorang menguap tanpa menutup mulutnya. Jika ada murid Hi yang tetap mengelak bahwa diri mereka dirasuki jin maka ingkarilah hadits yang menyatakan setan akan masuk dan tertawa jika ada seseorang menguap tanpa menahan dan menutup mulutnya.” Dan pada akibatnya anda semua termasuk golongan ingkar sunnah….