Banyak Murid Hikmatul iman sangat ingkar dengan ruqyah yang telah dituntunkan rasulullah, mereka beranggapan ruqyah tidak ada tuntunannya dan prilaku jahiliah dan pada zaman modern sekarang ini tidak ada ruqyah lagi. Maka dari itu saya akan menanyakan beberapa hal terutama buat para pengingkar ruqyah :

RUQYAH PENGOBATAN

  • Dari ‘Asiyah ra berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila sakit, jibril meruqyahnya. Ia berkata : “Dengan nama Allah, dia membebaskanmu, dan dari setiap penyakit dia menyembuhkanmu, dan dari setiap orang yang dengki ketika dengki, dari setiap orang yang punya mata berbahaya.” (HR. Bukhari, Muslim).

Pertanyaan saya :

  1. Ketika seorang peruqyah membaca doa ( mencontoh doa yang dibacakan malaikat Jibril kepada rasulullah ketika sakit ) untuk mendoakan dirinya atau orang lain apakah ini tidak diperlukan lagi pada zaman modern saat ini?

  2. Membaca doa yang dibacakan jibril adalah merupakan bentuk ruqyah/jampian, lalu apa alasan kalian mengingkarinya?

  3. Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah Jibril adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?

  4. Kalian sangat mengingkari ruqyah lalu Apa alasan kalian mengingkari hadits diatas ketika jibril meruqyah rasulullah?

  • Abu Sa’id Al Khudry ra meruqyah pimpinan kaum yang terkena gigitan ular berbisa dengan membacakan Al Fatihah dan mengumpulkan ludahnya kemudian meludahkannya, hadiah sekelompok kambing dan disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau menyambut :“Kenapa kamu tahu bahwa ia (al Fatihah) itu ruqyah ?” Kemudian beliau bersabda : “Sungguh kalian benar, buatkan untukku satu bagian bersama kalian !” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa.” (HR.Bukhari dan Muslim). Secara jelas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :“Fatihatul kitab obat untuk segala penyakit.” (HR.Ad Darimy)

Pertanyaan saya :

1. Ketika seorang peruqyah membaca surat Al-fatihah ( mencontoh doa yang dibacakan Abu Sa’id Al Khudry kepada pimpinan kaum yang terkena gigitan ular berbisa) untuk mendoakan dirinya atau orang lain apakah ini tidak diperlukan lagi pada zaman modern saat ini?

2. Membaca doa dengan surat Al-fatihah adalah merupakan bentuk ruqyah, lalu apa alasan kalian mengingkarinya?

3. Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah dengan membaca Alfatihah adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?

4. Kalian sangat mengingkari ruqyah lalu Apa alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan Abu Sa’id Al Khudry membaca alfatihah untuk menyembuhkan pimpinan kaum yang terkena gigitan ular berbisa?

  • Dari ‘Aisyah ra berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan aku agar aku minta diruqyah dari ‘ ain (pandangan mata yang berbahaya).” (HR.Bukhari 7/23 dan Muslim dengan Syarah An Nawawi 4/184)

Pertanyaan saya :

1. Ketika Peruqyah dimintai tolong oleh seseorang untuk meruqyah orang tersebut dari ‘ain (sebagaimana Aisyah disuruh Rasul untuk diruqyah) apakah pada zaman sekarang tidak diperlukan lagi ?

2. Mengapa ketika seorang peruqyah mendoakan seseorang yang terkena penyakit ‘ain tidak diperbolehkan oleh kelompok kalian yang ingkar sunnah ruqyah? sebutkan alasannya ?

3. Apa alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan Aisyah disuruh Rasul untuk minta diruqyah/dijampi?

  • Dari ‘Aisyah ra berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ada orang sakit diantara kami, beliau menyentuhnya dengan tangan kanannya, kemudian beliau berkata : Hilangkanlah sakit, wahai Tuhan manusia, dan sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan tanpa meninggalkan rasa sakit.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Pertanyaan saya :

1.Ketika seorang peruqyah meniru doa Rasulullah (seperti yang tertulis diatas) sembari meletakkan tangannya ke pasien atau dirinya yang sedang sakit pada zaman sekarang ini tidak diperlukan lagi ?

2.Doa yang dibacakan rasulullah diatas adalah merupakan bentuk ruqyah/jampian lalu kenapa kalian mengingkarinya ?

3.Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah Rasululah kepada para sahabat (yang dicontoh oleh para peruqyah saat ini) adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?

4.Apa alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan rasulullah menjampi/meruqyah para sahabat yang sakit?

  • Utsman bin Abi al-Ash RA ketika ia mengeluhkan rasa sakit yang dideritanya. Rasulullah SAW bersabda kepadanya,

ضَعْ يَدَكَ عَلىَ الَّذِيْ تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلاَثاً وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Letakkanlah tanganmu di atas tubuhmu yang terasa sakit dan bacalah: Dengan nama Allah (tiga kali), dan bacalah tujuh kali: Aku berlindung kepada Allah SWT dan kepada kekuasaanNya dari kejahatan yang kudapatkan dan kutakutkan.” (HR. Muslim, kitab as-Salam (2202)

Pertanyaan saya :

1.Benarkah pada zaman modern ini para peruqyah mengikuti petunjuk rasulullah (sebagaimana Rasulullah menyuruh Ustman menjampi diri sendiri ketika sakit) dengan membaca doa yang sudah diajarkan rasulullah untuk meruqyah orang lain atau dirinya yang sakit adalah bentuk kesalahan karena sekarang zaman modern dan tidak diperlukan lagi meruqyah dan diruqyah ?

2. Doa yang dibacakan rasulullah diatas adalah merupakan bentuk ruqyah/jampian lalu kenapa kalian mengingkarinya ?

3.Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah Rasululah ajarkan kepada kepada Ustman (yang dicontoh oleh para peruqyah saat ini) adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?

4.Apa alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan rasulullah mengajarkan ruqyah/jampian kepada Utsman?

  • Allah berfirman dalam Surat Al Isra’ ayat 82 :Dan kami turunkan Al Qur’an yang dia itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”Dan Allah berfirman dalam surat Fushshilat ayat 44 :“Katakanlah : Dia (Al Qur’an) bagi orang-orang yang beriman sebagai petunjuk dan obat.”

Syekh Asy Syinqithi rahimahullah berkata : “obat yang mencakup penyakit-penyakit hati seperti ragu-ragu, kemunafikan, dan yang lainnya, juga obat yang mencakup penyakit-penyakit fisik apabila diruqyahkan kepadanya, sebagaimana kisah seorang yang terserang binatang berbisa kemudian diruqyah dengan Al Fatihah.” (Lihat Adhwaul Bayan 3/624).

Pertanyaan saya :

Cemo’ohan Kang dicky di  http://positiveinfo.wordpress.com/2007/12/25/tamimah-ruqyah-dan-tiwalah-adalah-syirik/ mengatakan :

“Allah SWT di ayat tersebut jelas sekali menyuruh kita untuk berpikir, dan terdapat puluhan ayat lagi yang menyuruh kita berpikir, tidak ada satupun ayat di Al Qur’an menyuruh kita untuk menjampi jampi. Maka oleh sebab itu, marilah, sebagai umat muslim sejati, sebaiknya pandai memilah milih, mana yang haq, dan mana yang bathil , karena perbedaannya sangat tipis sekali.”

Kalian sangat mengingkari mu’jizat Al-Qur’an yang bisa mengobati penyakit fisik dan psikis, kalian selalu mengatakan Al-Qur’an itu untuk IPTEK dan bukan untuk ruqyah mengobati orang yang sakit, dan tidak ada dalilnya al-qur’an untuk mengobati penyakit, lalu ketika kalian melihat dalil diatas apalagi alasan kalian mengingkari Surat Al Isra’ ayat 82 dan Fushshilat ayat 44 dan penjelasan Syekh Asy Syinqithi rahimahullah ?

RUQYAH UNTUK PENJAGAAN

  1. RUQYAH MENGUSIR JIN :

Diriwayatkan dari Nu’man bin basyar bahwa Nabi Bersabda “…jika kalian membaca 2 ayat penutup al-baqarah dalam rumah niscaya setan menjauh dari rumah tersebut selama tiga malam.(Al-hakim dalam al-Mustadrak (1/562) beliau berkata “hadits ini shahih”)

Pertanyaan saya :

  1. Wahai kalian para ingkar sunnah ruqyah! Tunjukkan alasan kalian yang menganggap seorang peruqyah membaca dirumahnya atau rumah pasiennya 2 ayat penutup al-baqarah untuk mengusir jin pengganggu sesuai dengan yang diajarkan rasul pada hadits diatas MERUPAKAN BENTUK PERBUATAN TUKANG SIHIR/JAHILIAH?
  2. Renungi dengan hari nurani dan keimanan kalian (jika masih ada) ! Menggunakan ruqyah dengan membaca 2 ayat penutup Al-baqarah untuk mengusir jin ADA DALILNYA. SEDANG metode TD/TM untuk mengusir jin menggunakan …..TIDAK ADA DALILNYA DARI RASUL, LALU SILAHKAN PILIH YANG MANA YANG AKAN KALIAN IKUTI ! SUNNAH RUQYAH RASUL ATAU METODE TD/TM YANG TIDAK ADA DALILNYA. Tolong jawab, jawaban kalian akan menunjukkan apakah kalian Umat Islam atau umat non Islam.
  3. Bayangkan jika semua praktisi TD/Tm menggunakan ilmu sihirnya lalu tidak menggunakan cara-cara yang dituntunkan rasul untuk mengusir jin maka akan hilanglah sunnah tsb sebab kalian semuanya ingkar dengan hadits diatas dan lebih menggunakan cara-cara syirik kalian dalam mengusir jin. RENUNGKANLAH!

2. RUQYAH PENANGKAL SENGATAN KALAJENGKING DAN SEGALA MARA BAHAYA

Dari Abu Hurairah, dia berkata, seseorang mendatangi Nabu dan berkata, “Wahai Nabi, tadi malam aku disengat kalajengking” Rasul bersabda, Jika di sore hari engkau mengucapkan A’Udzu bi kalimatillah at-tammah min syarri ma khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya) niscaya tidak akan membahayakanmu (HR. Muslim).

Pertanyaan saya :

Jika seorang peruqyah membaca doa tersebut untuk melindungi dirinya atau orang lain dari sengatan kalajengking atau mara bahaya menurut kalian (para ingkar sunnah) apakah yang kami lakukan termasuk perbuatan tukang sihir/jahiliah? Dan apakah perbuatan kami salah sebab menurut kalian sekarang jaman modern dan tidak diperlukan lagi sunnah yang diajarkan Rasulullah tersebut? Jelaskan alasan kalian ?

Wahai para ingkar sunnah ruqyah jika kalian merasa benar maka tolong jawab semua poin-poin pertanyaan saya, saya mau melihat apakah kalian bisa mempertanggung jawabkan perkataan kalian yang ingkar sunnah ruqyah.