Syarat mutlak sebuah beladiri dikatakan islami adalah:

1. Islami dari segi Aqidah

2. Islami dari segi kesehatan

Keterangan: ISLAMI DARI SEGI AQIDAH Hal ini berarti bahwa beladiri tersebut haruslah bebas dari syirik, takhayul, khurafat, bid’ah, tasyabuh dll yang membahayakan aqidah.

Untuk lebih jelasnya, agar kita terbebas dri segala bentuk perusak aqidah kita, gunakan metode penyelesaian sebagai berikut:

1. Teliti janji yang diucapkan dalam beladiri.

Janji memegang peranan penting dalam beladiri dan akan menjiwai setiap gerak-gerik murid, sebagai muslim tentunya yang kita inginkan adalah jnji yang tidak menyalahi syariat 2. Teliti lambang yang digunakan

Apakah lambang yang digunakan dlm beladiri itu menyalahi aqidah atau tidak? Contoh : Swastika (aqidah budha), Bintang segi enam yang terdiri atas dua buah segitiga sama kaki (lambang yahudi), dll

3. Teliti cara penghormatannya

Sikap tangan dalam penghormatan,tanpa kita sadari sering melambangkan akidah agama lain. Berikut kutipan arti sikap tangan (MUDRA) dalam kitab weda prikrama susunan G. Pudja terbitan tahun 1972 halaman 57: “Tiap arah dengan nama mudra tersendiri dan tiap mudra melambangkan aspek dewata dengan arti dan tujuan tertentu” Jadi jika kita melakukan suatu sikap penghormatn dengan sikap tangan yang melambangkan dewa tertentu, berarti kita telah menyekutukan Allah secara tidak langsung. Semoga Allah memaafkan ketidak tahuan kita.

4. teliti pernafasan yang digunakan memahami teknik pernafasan sama pentingnya dengan memahami sikap tangan.

Banyak teknik pernafasan yang menggunakan metode pernafasan agama lain yang bagi agama tersebut metode pernafasan itu ada sangkut pautnya dengan ibadah mereka (contoh pernafasan yoga)

5. Teliti cara meningkatkan kemampuan diri

Latihan fisik haruslah benar benar mengerahkan kemampuan fisik kita, jangan sampai kita campuri dengan sesuatu yang akan membuat kita terjebak dalam bid’ah, dan jangan pula terjebak dalam kesyirikan (semisal menggunakan bacaan bacaan tertentu dan upacara tertentu untuk meningkatkan kemampuan)

6. Teliti cara melakukan gerakan jurus/ gerakan

dalam beladiri Rosulullah shollallohualaihi wasallam melaknat wanita-wanita yang menyerupai (dalam berpakaian dan bersikap) pria, dan juga pria-pria yang menyerupai wanita (HR. Abu Daud) Hasil latihan dalam beladiri akan mempengaruhi fisik dan mental seseorang, jika perempuan mempelajari gerakan yang sebenarnya cocok untuk laki-laki, maka perempuan yang mempelajarinya akan terbawa ke alam laki-laki, tubuhnya akan menjadi kerasberotot bagaikan penarik gerobak, sehingga hal ini akan merusak fitrahnya sebagai perempuan.

Dari cara berpakaian pun laki-laki dan perempuan tidak boleh sama, perempuan harus menggunakan pakaian yang tertutup auratnya namun tidak mempengaruhi gerakannya. Perempuan dan laki-laki tidak dapat berlatih dalam satu tempat yang sama, karena dikhawatirkan akan mengaburkan niat dalam berlatih beladiri

ISLAMI DARI SEGI KESEHATAN suatu beladiri dikatakan islami dari segi kesehatan apabila beladiri tersebut sesuai dengan fitrah manusia dan tidak mencederai tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang