Pengisian ilmu kebal yang di inisiasikan para oknum Kyai NU (saya sebut oknum karena tidak semua kyai NU suka ilmu sihir) kepada oknum anggota Banser untuk melawan FPI (Front Pembela Islam) adalah sebuah perbuatan sesat . Ilmu Kebal meski disertai bacaan-bacaan yang nampak Islami, atau rajah-rajah tulisan ayat suci Al-Qur’an itu hanyalah simbol-simbol atau cover belaka untuk pelegitimasian seolah Islami, padahal suatu penyesatan yang sungguh nyata.

Anggota FPI atau para mujahidin sejati tidak ada dan tidak pernah dalam setiap aksinya melawan kemaksiatan dan kemungkaran sebelum berangkat harus diisi ilmu kebal secara ghoib (atau dibekali ilmu tenaga dalam). Mereka berjihad dengan murni dan jika ada anggota mereka yang luka justru untuk saksi pada hari kiamat nanti bahwa mereka telah terluka dalam amar ma’ruf nahi munkar. Berani berperang juga harus berani menanggung resiko terluka dan meninggal, inilah sikap seorang Mujahid sejati!

Islam tidak mengajarkan ilmu kebal, justru melarangnya. Nabi Muhammad pun tak pernah mengajarkan ilmu kekebalan. Beliau pun terluka dan berdarah seperti manusia biasa lainnya (sesuai dengan sunnatullah) saat terkena senjata arab jahiliyyah yang menyerangnya. Pengisian kekebalan iu tidak lain meminta bantuan kepada bangsa setan laknatullah. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa seorang muslim supaya menghindari hubungan dengan jin karena dapat menyesatkan.

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” (Al-Jinn : 6).

Allah Ta’ala juga berfirman :

“Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al-Baqarah:102)

Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir kekebalan dengan meminta bantuan jin ( yang biasa disebut dengan khadam ilmu kesaktian) sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendatangkan sesuatu kebaikan. Mereka sesungguhnya telah memperjualbelikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman

“Dan alangkah buruknya perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir itu, seandainya mereka mengetahui” (Al-Baqarah:102).

Pengisian kekebalan banser NU seperti itu tak ada kamusnya dalam hukum Islam. Pengisian kekebalan itu adalah ilmu sihir dengan memakai simbol-simbol agama.

Dalam sejarah ilmu sihir, Indonesia pernah mengalami masa-masa ‘keemasannya,’ yaitu pada zaman bangsa ini masih dikuasai oleh kerajaan-kerajaan yang terdapat hampir di seluruh pelosok tanah air. Ketika itu, banyak sekali orang-orang sakti mandraguna dengan berbagai ilmu kedigdayaan, ajian-ajian, dan senjata-senjata andalan yang dimiliki.

Namun ternyata, segala macam ilmu klenik itu tidak berkutik ketika berhadapan dengan Belanda. Ilmu-ilmu yang konon sangat ampuh itu sama sekali tidak ada manfaatnya bagi penjajah Belanda. Mereka tidak mempan oleh ilmu-ilmu kesaktian. Bahkan kemudian, bangsa ini takluk di bawah penjajahan Belanda hingga 350 tahun lamanya. Sungguh ironis, karena tatkala Belanda menjajah, Indonesia masih berada dalam masa-masa ‘keemasan’ di dunia perklenikannya !

Selanjutnya, lebih ironis lagi. Sudah tahu ilmu-ilmu kesaktian tidak mempan melawan Belanda, anak bangsa ini masih saja banyak yang mempelajari dan percaya pada hal-hal yang berbau klenik (Tenaga dalam dan ilmu metafisika). Dan itu berlangsung terus hingga masa kita sekarang ini. Masa di mana kita sudah merdeka dan modern.

Celakanya lagi sekarang ilmu kekebalan sudah dikemas lebih modern (juga lebih terkesan ilmiah) dengan tidak lagi memakai jimat, tidak pakai puasa, tidak pakai mantra dan tidak memakai ritual yang aneh-aneh…..”Cukup latihan Tenaga Dalam dan menyerap energi alam” itulah kemasan modern ilmu kekebalan. Namun sesungguhnya esensinya sama….kekebalan dari TD atau TM tidak lain hanyalah tipu daya Iblis Laknatullah yang sudah di-update software ilmu kekebalannya mengikuti era modern saat ini. Hati-hatilah jangan menjadi orang pengecut yang takut mati hingga berbuat syirik, bid’ah dan khurafat dengan belajar ilmu kebal.

Khusus kepada saudara-saudara saya seiman dalam Islam yang saya cintai yaitu para anggota perguruan Hikmatul Iman yang mempelajari ilmu kekebalan metafisik “BAJU BESI” segera bertaubatlah sebelum ajal menjemput, prilaku kalian yang mendalami ilmu kebal adalah prilaku sesat. Jangan tukar akidah kalian dengan mempelajari ilmu sihir Kekebalan “BAJU BESI”. Celakalah kita semua yang sampai matinya membawa ilmu kekebalan ghoib, mari kita bertaubat sebelum ajal menjemput……

NB : Saya tidak akan heran / para pembaca jangan terkejut jika nantinya ada lagi bantahan dari oknum anggota HI yang mengelak bahwa ilmu metafisik kekebalan “BAJU BESI” bukanlah ilmu sihir melainkan ilmu ilmiah dan ada teori ilmiahnya……..Saya tidak habis fikir jika rambu-rambu syari’ah bisa diterabas seenaknya dengan klaim ilmu metafisik yang di ilmiahkan…..Na’udzubillah…..