Oleh : Perdana Akhmad

Dan Jangan janganlah  kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya (QS Al-Isro’ ayat 36)

Ayat diatas telah tegas mengatakan kita jangan mau mengikuti ajaran atau keyakinan yang pada hakikatnya kita tidak mengetahui tentangnya. Pada pembahasan ini saya ingin mengkritisi keyakinan sesat Guru Utama Hikmatul Iman yang membuat paham/ajaran “MALAIKAT”nya yang sangat bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunnah juga pendapat para ulama. Sesungguhnya kang Dicky tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk mengupas hakikat malaikat namun dia dengan mudahnya menafsirkan sendiri hakikat malaikat hingga akan membuat anak muridnya bahkan orang lain tersesat.

Berikut ini pejabarannya :

A. Pada keilmuan Hikmatul Iman ada ilmu yang dinamakan “ILMU MEMANGGIL MALAIKAT” ilmu ini ditanyakan muridnya dengan pertanyaan : “banyak sekali pro dan kontra dari bahasan akang mengenai alam semesta dan seisinya, kang apa mungkin juga kita sebagai manusia dengan ilmu pemanggil malaikat kita bisa ketemu malaikat salah satu temen saya pernah mencobannya saat dia nyabut ilmu orang yang sudah tua yang berilmu khodam dia memanggil malaikat dan dia diberitahukan jam sekian orang ini akn mati dan terbukti ini bagaimanakang katanya yang datang malaikat ijroil apa jibril?”

Dan dijelaskan Kang dicky di sini bahwa “di Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah dijelaskan tentang bala bantuan  ribuan Malaikat apabila Allah mengizinkan… Kita tuh terlalu mensakralkan malaikat..jadi pengertian malaikat di AL-Qur’an itu luas..kalau malaikat  misalnya menyebutkan malaikat itu makhluknya dengan nama misalkan malaikat jibril…tapi kalau pengertian malaikat yang lain dalam  bentuk energi itu seringkali di istilahkan dengan sesuatu….jadi bukan malaikat yang datang berbondong-bondong yang di Al-Qur’an juga itu kiasan…kalau misalnya muncul kemudian ada kode-kode  dari alam yang berbicara trus dikatakan begini-begini dan ternyata betul  itu memang atas ijin Allah kita nggak akan pernah tahu kapan bisa…yang jelas kita harus berusaha semaksimal mungkin yang namanya malaikat yang wajib diketahuikan sepuluh nah diluar itukan masih banyak malaikat yang lain.seperti malaikat rahmat… malaikat penjaga  Ar-Rasy’…malaikat penjaga gunung dsb…disana tidak disebutkan malaikat apa yang datang yang jelas itu energi karena Al-Qur’an pun sering mengistilahkan energi itu malaikat…jadi PR kita untuk mengkajinya lebih jauh tapi kita melihatnya jangan pake emosi pasti fitnah ujungnya.”

Rangkuman pemikiran Kang Dicky dari tulisan “A” diatas

  1. pengertian malaikat adalah makhluk (yang punya nama) yang juga berwujud energi.
  2. Al-Qur’an sering mengistilahkan energi itu malaikat
  3. HI punya ilmu untuk memanggil malaikat yang berwujud energi yang dinamakan “ILMU MEMANGGIL MALAIKAT”

B. Ada lagi penjelasan Kang Dicky tentang hakikat malaikat di http://id.wikipedia.org/wiki/Hikmatul_Iman_Indonesia .Dijelaskan :  “Didalam Al-Quran surat Ar-Raad:11 dinyatakan bahwa manusia dijaga oleh sesuatu yang dibahaskan dalam tafsir Al-Quran dengan istilah malaikat, mungkin zaman dulu belum ada istilah energi sebab apabila yang dimaksudkan adalah malaikat, Al-Quran biasanya menyatakan dengan namanya, misalnya Malaikat Jibril.”


Teori HI mengenai energi :

ENERGI :Tenaga metafisik adalah energi yang menyelubungi tubuh manusia berupa aura. Energi ini dapat diperkuat melalui penyerapan tenaga dari alam. Apabila energi ini sudah kuat, gelombang frekwensi energi tersebut dapat diubah-ubah menjadi berbagai macam bentuk, jenis maupun sifat sebagaimana yang kita inginkan.

Rangkuman pemikiran Kang Dicky dari tulisan “B” diatas:

  1. surat Ar-Raad:11 menjelaskan manusia dijaga oleh energi yang diistilahkan dengan malaikat dalam Al-Qur’an
  2. Jaman Dulu tidak ada istilah “energi ” karena itu dinamakan dengan istilah malaikat
  3. Malaikat /energi adalah aura

Sebelum saya mengkritisi kesalahan ajaran “Malaikat” Kang Dicky ada baiknya saya jelaskan dahulu hakikat malaikat dari sudut pandang syari’at Islamiyah yang berdalil dari Al-Qur’an dan Sunnah disertai pendapat para ulama.

Pengertian Malaikat:

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, malaikat adalah makhluk Allah SWT yang taat, diciptakan dari cahaya, mempunyai tugas khusus dari Allah SWT.[1]. Sedangkan DR.’Umar Sulaiman al-Asyqar mendefinisikan malaikat sebagai makhluk Allah SWT yang bukan termasuk komunitas manusia atau jin. Mereka adalah makhluk yang mulia, sarat dengan kesucian, kebersihan dan kecemerlangan. Mereka makhluk yang bertaqwa, senantiasa menyembah Allah SWT dengan sebaik-baik penyembahan. Mereka selalu melaksanakan semua perintah yang dibebankan Allah kepadanya, dan tidak akan bermaksiat kepada Allah SWT selamanya.[2]

Asal Penciptaan malaikat :

Malaikat diciptakan dari cahaya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,“ Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (tanah)”. (HR.Muslim).

Tugas Malaikat :

Ada banyak sekali tugas malaikat, namun saya hanya memberikan sedikit contoh saja, yang saya jelaskan dibawah ini :

  1. Malaikat-malaikat itu adalah tentara-tentara Allah SWT sebagaimana yang diungkapkan Al-Qur’an,“ Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri“. (QS.al-Mutaddatsir: 31).
  2. Malaikat hanya tunduk Pada Perintah Allah. Hanya Allah SWT yang mengendalikan mereka. Tak seorangpun manusia, termasuk para Nabi dan Rasul yang bisa memerintah atau melarang malaikat. Allah SWT berfirman,“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jinril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.“ (QS.al-Qadr: 4). Malaikat tidak turun ke bumi kecuali dengan perintah Allah, bukan perintah manusia. Malaikat Jibril mengakui sendiri bahwa ia tidaklah turun kecuali atas perintah Allah SWT. Ia berkata, ”Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (QS.Maryam: 64).
  3. Malaikat Punya Tugas Khusus. Mereka diciptakan oleh Allah SWT dan masing-masing mengemban tugas khusus dari-Nya.
  1. Penjaga ‘Arsy. Ada malaikat yang ditugaskan untuk menyangga ‘Arsy, “Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS al-Haqqah: 17).
  2. Penjaga Gunung. Sebagaimana diceritakan Rasulullah SAW saat kaumnya yang tidak merespon seruan Rasulullah, ”Malaikat gunung mendatangiku dengan mengucapkan salam, lalu dia berkata: “Wahai Muhammad ! Sesungguhnya Allah SWT telah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu, saya malaikat gunung. Dan Tuhanmu (Allah SWT) telah mengutusku untuk mendatangimu, agar aku mengikuti apa yang kamu perintahkan, apa yang kamu inginkan. Kalau kamu mau, aku akan melemparkan dua gunung Mekkah kepada mereka.” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, yang aku inginkan semoga Allah SWT mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah SWT semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (HR.Bukhari dan Muslim).
  3. Ada malaikat yang ditugasi dengan tugas yang berhubungan dengan manusia secara langsung. Seperti mencatat amal manusia yang baik dan yang buruk,“Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS.Qaaf:18). Atau memohon ampunan untuk orang mukmin, “malaikat-malaikat yang memikul ’Arsy dan malaikat yang berada disekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman…“(QS. Al-Mukmin: 7). Menyampaikan salam orang mukmin ke Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai malaikat-malaikat yang menelusuri bumi untuk menyampaikan salam umatku kepadaku.“ (HR.Nasa’i, Hakim dan dishahihkan oleh Al-Abani dan Adz-Dzahabi). Sebagaimana ada juga malaikat yang ditugaskan untuk menjaga manusia, “Dan Dialah yang mempunyai kekuatan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga…“ (QS. Al-An’am: 61).

MENKRITISI KESALAHAN GURU UTAMA HIKMATUL IMAN

A. KANG DICKY MEMBUAT DALIL YANG SALAH

Kang Dicky sebagai Guru Utama Hikmatul Iman yang dipercaya anak muridnya mempunyai sel-sel otak yang sudah sangat aktif hingga mempunyai kecerdasan dan ketelitian yang super tingggi ternyata salah dalam memberikan dalil, Kang Dicky mengatakan :“di Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah dijelaskan tentang bala bantuan  ribuan Malaikat apabila Allah mengizinkan.”.

Saya sudah mengecek menggunakan software Al-Qur’an digital, tidak ada dalam surat Al Baqarah ada ayat yang menjelaskan bantuan ribuan malaikat, baik dari ayat-ayat yang bersifat muhkamat atau yang sangat jelas arti dan maknanya dan ayat yang bersifat mutasyabihat (ayat yang memerlukan pemahaman dan pengkajian secara khusus dan ilmiah)

Untuk membuktikannya saya akan menampilkan hasil pencarian saya mengenai ayat dalam surat Al-Baqarah yang ada hubungannya langsung dengan makhluk bernama malaikat. Berikut ini penjabarannya :

1. Konteks ayat Allah memerintahkan malaikat sujud pada Adam. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah[3] kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (QS AL-Baqarah ayat 30)

2. Konteks ayat Allah mengajarkan pengetahuan kepada Adam yang tidak diketahui malaikat. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (QS AL-Baqarah ayat 31)

3. Konteks ayat orang kafir adalah musuh Allah, malaikat juga rasul-Nya. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (QS AL-Baqarah ayat 98)

4. Konteks ayat orang kafir mendapat Laknat. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS AL-Baqarah ayat 161)

5. Konteks ayat Ruhul Kudus/malaikat Jibril yang meniupkan Ruh Nabi isa kepada maryam. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus[[4]]. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (QS AL-Baqarah ayat 87)

6. Konteks ayat kita harus beriman juga kepada malaikat.Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS AL-Baqarah ayat 177)

7. Konteks ayat menjelaskan malaikat Allah datang pada hari kiamat. Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan[[5]], dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan. (QS AL-Baqarah ayat 210)

8. Kontek ayat malaikat yang membawa Tabut. Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut[6] itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman. (QS AL-Baqarah ayat 248)

9. Kontek ayat menjelaskan rukun iman, yang salah satunya beriman kepada malaikat. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS AL-Baqarah ayat 285)

Hanya 9 ayat yang dengan secara jelas menyebutkan malaikat, namun sama sekali tidak ada masuk dalam kontek yang menjelaskan bantuan ribuan malaikat. Saya sangat yakin sudah terjadi kesalahan Kang Dicky dalam memberikan dalil bantuan ribuan malaikat sebab dalam surat Al Baqarah TIDAK ADA tafsiran baik secara muhkamat atau mutasyabihat yang menjelaskan/menjabarkan bantuan ribuan malaikat.

Saya sudah mencari dalam Al-Qur’an yang mempunyai konteks / yang menjelaskan adanya bantuan ribuan malaikat dan alhamdulillah sudah mendapatkannya. Ayat yang menjelaskan adanya bantuan ribuan malaikat tidak ada dalam surat Al Baqarah dan justru ada pada surat Al-Anfaal ayat 9 yang berbunyi : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Dan dalam surat Ali Imran juga dijelaskan bantuan ribuan malaikat :

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? (QS Ali Imran 124)

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (QS Ali Imran 125)

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan (malaikat) itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ali Imran 126)

Bantuan ribuan malaikat dalam surat Al Anfaal ayat 9, Ali Imran 124 dan 125 terjadi pada saat perang Badar. Selain itu ada juga ayat yang menjelaskan bantuan Allah kepada orang mu’min pada perang Badar dengan cara Allah membuat mata orang kafir melihat orang mu’min dua kali lipat jumlahnya pada surat Ali Imran ayat 13 yang berbunyi :

“Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur)[185]. Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

Nah…….sekarang Cuma diharapkan pengakuan dari Kang Dicky dan murid-muridnya sendiri bahwa dalil yang dikemukakan Kang Dicky Salah….Kesalahan Kang Dicky ini semestinya membuat anak muridnya juga menyadari bahwa Kang Dicky hanyalah Manusia Biasa yang bisa berbuat salah bahkan Kang Dicky dapat juga terjatuh dalam keyakinan-keyakinan syirik, bid’ah dan khurafat.

B. PENGISTILAHAN ENERGI = MALAIKAT YANG TIDAK SYAR’I

Guru Utama Hikmatul Iman (GU HI) mengatakan : Kita tuh terlalu mensakralkan malaikat..jadi pengertian malaikat di AL-Qur’an itu luas..kalau malaikat  misalnya menyebutkan malaikat itu makhluknya dengan nama misalkan malaikat jibril…tapi kalau pengertian malaikat yang lain dalam  bentuk energi itu seringkali di istilahkan dengan sesuatu….jadi bukan malaikat yang datang berbondong-bondong yang di Al-Qur’an juga itu kiasan. Lalu GU HI juga menjelaskan : malaikat penjaga  Ar-Rasy’…malaikat penjaga gunung dsb…disana tidak disebutkan malaikat apa yang datang yang jelas itu energi karena Al-Qur’an pun sering mengistilahkan energi itu malaikat.

GU HI menjelaskan : “Didalam Al-Quran surat Ar-Raad:11 dinyatakan bahwa manusia dijaga oleh sesuatu yang dibahaskan dalam tafsir Al-Quran dengan istilah malaikat, mungkin zaman dulu belum ada istilah energi sebab apabila yang dimaksudkan adalah malaikat, Al-Quran biasanya menyatakan dengan namanya, misalnya Malaikat Jibril.”

BANTAHAN SAYA :

GU HI dalam penjelasannya sama sekali tidak mempunyai pijakan dalil syar’i dan sama sekali bertentangan pendapatnya dengan penjelasan ulama, GU HI telah membuat Tafsiran yang seolah diilmiahkan padahal banyak sekali tafsirannya yang malah menerobos batas-batas syari’ah. Ayat yang menjelaskan pertolongan malaikat adalah ayat muhkamat jelas arti dan maknanya dan bukan ayat Mutasyabihat (samar tidak jelas arti dan maknanya) yang memerlukan pemahaman dan pengkajian secara khusus dan ilmiah.

Pengertian malaikat menurut GU HI adalah makhluk (yang punya nama) yang juga berwujud energi. Sekarang mari kita lihat pengertian energi menurut KD :  ENERGI :Tenaga metafisik adalah energi yang menyelubungi tubuh manusia berupa aura. Energi ini dapat diperkuat melalui penyerapan tenaga dari alam. Apabila energi ini sudah kuat, gelombang frekwensi energi tersebut dapat diubah-ubah menjadi berbagai macam bentuk, jenis maupun sifat sebagaimana yang kita inginkan.

Jika digabungkan Malaikat dengan mengertian energi menurut KD maka logikanya malaikat adalah energi (aura, tenaga dari alam) yang menyelubungi menusia dan dapat diperkuat/diambil malaikatnya melalui penyerapan tenaga dari alam. Apabila energi/malaikat ini sudah kuat, gelombang frekwensi energi tersebut dapat diubah-ubah menjadi berbagai macam bentuk, jenis maupun sifat sebagaimana yang kita inginkan. Artinya Malaikat dalam pengertian energi bisa dimanipulasi, bisa direkayasa untuk digunakan dalam berbagai keperluan oleh manusia.

Malaikat berupa energi bisakah dipanggil dan dimanipulasi untuk hajad manusia ?

Rasulullah SAW bersabda,“ Malaikat diciptakan dari cahaya”. (HR.Muslim).

Dari hadits diatas menunjukkan bahwa malaikat mempunyai wujud cahaya, karena berwujud cahaya malaikat punya kelebihan dapat menyerupai bentuk apapun juga yang di inginkannya, malaikat bisa tasyakkul (malih rupa) seberkas cahaya yang memancar dan bersinar terang.  Namun yang digaris bawahi, malaikat walaupun menyerupa seberkas energi TIDAK BISA dipanggil, perintah, dan disuruh-suruh sesuka manusia. Sebab malaikat hanya tunduk pada perintah Allah.

Dalam keilmuan HI ada ILMU MEMANGGIL MALAIKAT, ilmu ini menurut literatur yang saya baca mempunyai fungsi memanggil malaikat yang berwujud energi dan setelah dipanggil bisa di niatkan untuk hajad yang diinginkan. ILMU MEMANGGIL MALAIKAT milik HI ini adalah benar-benar ilmu syirik, bid’ah dholalah, sesat dan menyesatkan jika dikaji secara islami sebab sudah melanggar batas-batas syari’ah.

Hanya Allah SWT yang mengendalikan malaikat walaupun menyerupai seberkas energi cahaya. Tak seorangpun manusia, termasuk para Nabi dan Rasul yang bisa memerintah atau melarang malaikat! Allah SWT berfirman,“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.“ (QS.al-Qadr: 4). Malaikat tidak turun ke bumi kecuali dengan perintah Allah, bukan perintah manusia, apalagi menuruti perintah seorang Guru Utama Hikmatul Iman dan menuruti perintah murid-muridnya.

Setiap malaikat tidaklah turun kecuali atas perintah Allah SWT. Malaikat berkata, ”Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (QS.Maryam: 64). Malaikat tidaklah turun hanya karena Kang Dicky dan anak muridnya punya ILMU MEMANGGIL MALAIKAT, sangat sesat jika hanya karena mengaktifkan ilmu metafisik MEMANGGIL MALAIKAT lalu malaikat turun dari langit lalu merubah dirinya menjadi seberkas energi dan menuruti kehendak Kang Dicky dan anak muridnya………Apa GU HI seorang tuhan hingga bisa memerintah Malaikat ? Bahkan manusia sekelas nabi dan rasul pun tidak bisa memerintah malaikat sesuka hatinya.

Jelaskah ILMU MEMANGGIL MALAIKAT milik HI adalah suatu bentuk klaim kebohongan belaka dan jikapun ada seberkas energi/cahaya yang datang itu tidak lain hanya setan yang menyamar jadi malaikat. ILMU MEMANGGIL MALAIKAT adalah ilmu dusta dan sangat melampaui batas syar’ah yang sangat tidak disukai Allah, sebagaimana firman Allah :  “sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta” (QS. Yusuf:28)

Sekali lagi saya katakan, jika dianggap malaikat salah satu bentuknya berwujud energi/cahaya maka ilmu memanggil malaikat adalah ilmu sesat dan menipu sebab malaikat yang berwujud energi/cahaya tetap saja tidak bisa diperintah olah murid HI

C. BENARKAH MALAIKAT YANG BERBONDONG-BONDONG ADALAH ENERGI

Kang Dicky mengatakan : pengertian malaikat di AL-Qur’an itu luas..kalau malaikat  misalnya menyebutkan malaikat itu makhluknya dengan nama misalkan malaikat jibril…tapi kalau pengertian malaikat yang lain dalam  bentuk energi itu seringkali di istilahkan dengan sesuatu….jadi bukan malaikat yang datang berbondong-bondong yang di Al-Qur’an juga itu kiasan…kalau misalnya muncul kemudian ada kode-kode  dari alam yang berbicara trus dikatakan begini-begini dan ternyata betul  itu memang atas ijin Allah kita nggak akan pernah tahu kapan bisa

BANTAHAN KAMI :

Pada pembahasan sebelumnya KD mengatakan bahwa malaikat itu energi lalu pada pembahasan ini KD mengatakan “bukan malaikat yang datang berbondong-bondong yang di Al-Qur’an juga itu kiasan” (yang dimaksud KD yang datang berbondong-bondong itu energi alam semesta bukan malaikat)

Jadi menurut KD malaikat yang membantu Rasul pada perang badar adalah seberkas energi dan bukannya malaikat sebab ada penekanan kata “bukan malaikat. Menurut KD kata malaikat dalam Al-Qur’an hanyalah kiasan yang sesungguhnya menyebutkan energi. Ayat Al-Qur’an yang menjabarkan kedatangan malaikat yang berbondong-bondong ada pada Al Qur’an surat Al-Anfaal ayat 9 dan Ali Imran 124,125,126 dianggapnya energi prana/chi/qi/reiki yang datang berbondong-bondong.

Dari penjelasannya sendiri kita melihat kebingungan dan inkonsistensi yang nyata, KD mengatakan bahwa malaikat itu adalah energi namun dia juga mengatakan energi bukanlah malaikat ??? Atau dengan kata lain KD juga menganggap selain malaikat ada juga energi lain yang datang berbondong-bondong……

Jika KD meyakini bahwa malaikat terbagi dua yaitu yang berupa makhluk yang punya akal fikiran (seperti malaikat jibril) dan malaikat adalah energi aura/prana/chi (yang tidak berwujud makhluk yang punya akal fikiran) dengan kata lain berwujud energi alam semesta maka pengertian ini salah 100% sebab wujud malaikat benar-benar berupa makhluk dan bukan energi alam/aura. Energi alam (seperti energi / cahaya matahari) bukanlah malaikat. Sebab malaikat yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an adalah makhluk yang bisa melihat, bica bicara dan bisa berfikir sedangkan energi alam seperti energi matahari adalah makhluk yang tidak bisa bicara dan berfikir.

Saya sebagai seorang mantan praktisi Tenaga dalam dan Ilmu Metafisika dapat memahami maksud pernyataan KD, energi (bukan malaikat) yang datang berbondong-bondong mungkin bisa disamakan dengan film kartun Dragon ball dimana Sun Go Kong menyerap energi alam semesta dan juga menyerap energi yang dikirimkan makhluk hidup hingga membentuk bola energi yang besar yang dapat menghancurkan musuhnya.

Jika konteks yang dimaksudkan KD bahwa “malaikat yang datang berbondong-bondong” dalam surat Al-Anfaal ayat 9 dan Ali Imran 124,125,126 adalah seberkas energi yang datang berbondong-bondong maka KD telah membuat tafsiran sesat dan menyesatkan, KD berbicara tanpa dasar ilmu dan tanpa melihat dalil yang dijelaskan dalam hadits rasulullah juga kisah para sahabat.

Malaikat yang datang berbondong-bondong membantu Rasulullah dalam perang badar bukanlah seperti energi alam semesta (seperti dalam film kartun Dragon ball) yang meluncur lalu memasuki tubuh Rasulullah dan para sahabat hingga mempunyai kemampuan “super saiya”  seperti Go Ku. Atau dalam versi lain ada seberkas cahaya energi yang meluncur dari langit seperti jurus kame hame ha lalu langsung menghancurkan tubuh kaum kafir yang menyerang Rasulullah dan para sahabat. Sungguh semuanya itu hanyalah omong kosong dan bualan saja………….

Malaikat yang datang surat dalam Al-Anfaal ayat 9 dan Ali Imran 124,125,126 benar-benar makhluk yang punya akal fikiran, mengambil wujud seperti halnya manusia ketika datang berbondong-bondong. Makhluk bernama malaikat itu mengenakan senjata pedang atau cemeti, berbicara, mengendarai kuda putih, turun dari langit ketiga dan bukanlah berbentuk seberkas energi yang absrak.

Dalam Al-Musnad (2/194.Syakir) diriwayatkan : Ketika seorang tentara muslim akan menyerang tentara musyrik didepannya. Tiba-tiba ia mendengar pukulan cemeti diatasnya dan suara seorang penunggang kuda berkata “majulah haizun”! Sesaat kemudian  tentara musyrik yang akan diserangnya sudah jatuh tersungkur ditanah. Lalu dia mencoba melihatnya dari dekat. Maka dia melihat hidung tentara musyrik itu telah lenyap dan wajahnya hancur seperti terkena pukulan cemeti. Setelah peristiwa tersebut, datanglah seorang Anshar kepada Rasulullah dan menceritakan peristiwa tersebut kepadanya. Beliau menjawab, ” Aku mempercayainya. Karena itu merupakan pertolongan dari langit ketiga”.

Sementara itu, Ahmad (Bukhari/al-fath 15/181/n0.3995) menceritakan : Seorang  laki-laki Anshar perperawakan pendek datang dengan membawa Abbas sebagai tawanan. Dihadapan Rasulullah Abbas berkata ” Wahai Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya orang ini (seraya menunjuk pada orang Anshar tadi) bukan yang menawanku. Aku ditawan oleh seorang laki-laki botak, tapi sangat tampan dan dia menunggangi  seekor kuda belang. Sungguh tidak pernah aku melihat orang sepetrti itu di pasukanku. Maka orang Anshar tadi menyela, ” Ya Rasulullah akulah yang telah menawannya”. Rasulullah spontan berkata, ” diam..Allah telah memberikan kekuatan kepadamu dengan bantuan para malaikat yang mulia”.

Selain itu, beberapa hadits juga  ada yang meriwayatkan keikutsertaan para malaikat  dalam perang badar ini, sekalipun tidak menyebutkannya secara langsung/ Bukhari (Al-Mustadrak 3/361) misalnya ia meriwayatkan bahwa pada saat perang badar Rasulullah bersabda “itu adalah malaikat Jibril. Ia telah  memegang kepala kudanya seraya menenteng senjata”.

Ada banyak lagi yang tidak bisa saya tuliskan mengenai wujud malaikat yang benar-benar berwujud manusia dengan segala perlengkapan fisiknya dalam membantu peperangan. Dari dalil diatas membuktikan bahwa keyakinan GU HI bahwa malaikat yang datang berbondong-bondong ditafsirkan bukan malaikat melainkan seberkas energi adalah salah 100%.

Ada hikmah lain yang bisa kita ambil bahwa malaikat/Rasulullah dan para sahabat tidaklah mempergunakan energi metafisik hingga dapat memancarkan energi kilat seperti jurus chidori-nya Kakashi atau sasuke dalam film Naruto. Malaikat masih menyerupa manusia biasa, mengendarai kuda dan menenteng senjata seperti halnya Rasulullah dan para sahabat.

Ketika ada perguruan TD/TM yang mengiming-imingi kesaktian bisa sehebat Naruto atau mempunyai jurus mementalkan/menarik  orang dari jarak jauh seperti ilmu Pain (musuh Naruto yang mengalahkan Jiraiya) dan berbagai klaim kesaktian lainnya ketahuilah semua itu hanya omong kosong dan bualan belaka……..

D. BENARKAH MALAIKAT PENJAGA AR-RASY’, MALAIKAT PENJAGA GUNUNG DSB ADALAH ENERGI ?

GU HI mengatakan : yang jelas kita harus berusaha semaksimal mungkin yang namanya malaikat yang wajib diketahuikan sepuluh nah diluar itukan masih banyak malaikat yang lain.seperti malaikat rahmat… malaikat penjaga  Ar-Rasy’malaikat penjaga gunung dsb…disana tidak disebutkan malaikat apa yang datang yang jelas itu energi karena Al-Qur’an pun sering mengistilahkan energi itu malaikat:

BANTAHAN KAMI :

Saya sebagai mantan praktisi TD/TM hanya bisa tersenyum ketika melihat banyak sekali para guru tenaga dalam termasuk KD ini selalu mengkaitkan apapun bentuk TD/TM dengan energi bahkan sudah kelewat batas dengan mengatakan malaikat yang dimaksud dalam al-Qur’an adalah energi. Malaikat penjaga Ar-Rasy’ dikatakan energi, malaikat penjaga gunung dikatakan energi dsb.  Tapi ketika ada yang mengatakan bahwa TD/TM adalah energi jin mereka marah-marah ….

Malaikat penjaga  Ar-Rasy’ diciptakan oleh Allah SWT mengemban tugas khusus dari-Nya untuk menyangga ‘Arasy. “Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS al-Haqqah: 17).

Selain bertugas memikul ‘Arsy, para malaikat tersebut juga selalu bertasbih memuji Tuhannya dan memintakan ampun pada orang yang beriman, sebagaimana dalam Al-Qur’an dijelaskan :“malaikat-malaikat yang memikul ’Arsy dan malaikat yang berada disekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman…“(QS. Al-Mukmin: 7)

Saya tidak seberani KD yang menganggap malaikat penjaga  Ar-Rasy’ adalah energi tertentu seperti energi sinar matahari atau cahaya bintang/ energi prana/chi/qi/aura dan berbagai sebutan lainnya….Sehebat itulah KD bisa melihat wujud malaikat penyangga ‘Arasy hingga dengan beraninya mengatakan energi ?????? Saya tidak berani membayangkan wujud Malaikat ‘Arsy apalagi membayangkan bentuk ‘Arsy….Na’udzubillah….Ampuni kami ya Allah………….Maha Suci Engkau Ya Allah………

Malaikat penjaga gunung juga adalah makhluk yang mempunyai akal fikiran, bisa berbicara sebagaimana halnya manusia. Sebagaimana diceritakan Rasulullah SAW saat kaumnya yang tidak merespon seruan Rasulullah, ”Malaikat gunung mendatangiku dengan mengucapkan salam, lalu dia berkata: “Wahai Muhammad ! Sesungguhnya Allah SWT telah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu, saya malaikat gunung. Dan Tuhanmu (Allah SWT) telah mengutusku untuk mendatangimu, agar aku mengikuti apa yang kamu perintahkan, apa yang kamu inginkan. Kalau kamu mau, aku akan melemparkan dua gunung Mekkah kepada mereka.” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, yang aku inginkan semoga Allah SWT mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah SWT semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dari hadits diatas malaikat bukanlah seberkas energi sebagaimana sinar matahari atau cahaya bintang/ energi prana/chi/qi/aura dan berbagai sebutan lainnya. Para malaikat mendatangi rasulullah selalu mengambil wujud manusia biasa. Sebagaimana malaikat penjaga gunung yang mendapat perintah dari Allah menemui Rasulullah dan akan menuruti perintah Nabi. Dari hadits diatas Nabi tidak pernah dan tidak bisa memanggil malaikat gunung kecuali karena malaikat tersebut diperintah Allah. Apalagi jika sekelompok orang mengaku mempunyai ilmu sesat yang mengaku bisa memanggil malaikat, yang datang bukan malaikat melainkan hanyalah setan dan akan semakin disesatkan setan…….

E. MENAFSIRKAN SURAT AR-RAAD AYAT 11 SECARA SERAMPANGAN

“Didalam Al-Quran surat Ar-Raad:11 dinyatakan bahwa manusia dijaga oleh sesuatu yang dibahaskan dalam tafsir Al-Quran dengan istilah malaikat, mungkin zaman dulu belum ada istilah energi sebab apabila yang dimaksudkan adalah malaikat, Al-Quran biasanya menyatakan dengan namanya, misalnya Malaikat Jibril.”

BANTAHAN KAMI :

GU HI menganggap malaikat adalah energi atau aura. Saya mendapatkan info dari blog murid HI disini bahwa malaikat hafadzah adalah aura yang terdeteksi ada pada setiap makhluk hidup bernyawa. Sungguh keyakinan ini adalah keyakinan yang sesat. Jika memang malaikat hafadzah adalah aura maka tentu makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan tidak akan memiliki aura sebab malaikat hafadzah hanya ada pada manusia dan tidak ada pada makhluk hidup yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Suatu bukti bahwa teori yang terkesan diilmiahkan akan bertentangan dengan rambu syari’ah.

Didalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa malaikat hafadzah hanya ada pada manusia dan tidak ada pada makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan, sebagaimana firman Allah:“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah(QS Ar-Raad:11) Jika malaikat hafadzah adalah aura, jika dikaji dari ayat diatas maka tentu hewan dan tumbuhan tidak memiliki aura dan akan bertentangan dengan keyakinan sebagian besar praktisi TD/TM bahwa aura ada disetiap makhluk hidup.

Surat Ar-Raad:11 menjelaskan, tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. Dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah. Kelompok Malaikat Hafadzah telah diberi tugas oleh Allah Ta’ala untuk menjaga manusia, “Dan Dialah yang mempunyai kekuatan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga…“ (QS. Al-An’am: 61).

Sesungguhnya malaikat hafadzah selalu mengikuti dan menjaga manusia atas perintah Allah. Allah SWT berfirman, “Bagi manusia ada Mu’aqqibatun (malaikat-malaikat) yang selalu mengikutinya bergiliran, mereka menjaganya atas perintah Allah SWT.“ (QS.ar-Ra’d: 11).

Ibnu Abbas berkata, “Yang dimaksud dengan Mu’aqqibatun dalam ayat tersebut adalah malaikat-malaikat yang ditugaskan Allah untuk menjaga manusia didepan dan di belakangnya. Apabila ada sesuatu yang telah ditakdirkan Allah untuk menimpanya, maka para malaikat itu meninggalkannya,“ [7]

Bahkan Mujahid (murid Ibnu Abbas) berkata,“ Tidaklah seorang hamba kecuali baginya malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya di saat tidur atau terjaga, menjaganya dari gangguan jin, sesama manusia dan binatang buas. Dan tidaklah sesuatu yang akan menimpa hamba tersebut kecuali malaikat tersebut mengingatkannya, kecuali kalau sesuatu itu telah ditaqdirkan Allah SWT untuk menimpanya.“ [8]

Malaikat yang menjaga dan mengingatkan manusia dari mara bahaya hanya dapat “diaktifkan” melalui doa penjagaan yang kita baca. Ada banyak sekali doa ruqyah untuk penjagaan yang dapat kita jadikan sarana berdoa kepada Allah yang membuat malaikat penjaga memberi tahu kita melalui insting/perasaan yang datang tiba-tiba ketika akan mendapatkan mara bahaya.

DR. Wahbah az-Zuhali berkata, “ Ada dua malaikat yang menjaga manusia di depan dan di belakangnya. Dan ada juga dua malaikat lain yang ditugaskan Allah untuk mencatat amal baik dan buruk manusia yang berada di samping kanan dan kirinya. Allah berfirman,“ (yaitu) ketika dua malaikat mencatat perbuatannya, seseorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.“ (QS.Qaaf:17 – 18).

Berarti bagi setiap manusia empat malaikat di waktu siang dan empat malaikat di waktu malam, mereka bergiliran. Dua bertugas untuk menjaganya dan dua mencatat amalnya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, “para malaikat bergantian mengiringi kalian di malam hari dan di siang hari. Mereka berkumpul di waktu shalat shubuh dan shalat ashar. Maka ketika (malaikat) yang berjaga di malam hari naik, Allah akan menanyai mereka (padahal Allah lebih tahu dari mereka),“ bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaku?“ mereka menjawab,“sewaktu kami datang, mereka lagi shalat. Dan sewaktu kami tinggalkan, mereka juga lagi shalat,“ (HR. Bukhari).

Malaikat hafadzah bukanlah energi aura/chi/prana seperti anggapan KD dan juga sebagian besar praktisi TD/TM. Sebab jika malaikat hafadzah berupa energi aura/chi/prana tentu bisa dimanipulasi, bisa di rekayasa bisa digunakan untuk berbagai keperluan sebagaimana anggapan para praktisi TD/TM.

Contoh mudahnya ilmu tahanan maut milik Hikmatul Iman mempergunakan energi aura/chi (yang disamakan dengan malaikat) yang energinya bisa dimanipulasi untuk pertahanan ghoib dari serangan musuh. Atau menurut Choa Kok Sui seorang master energi Prana menjelaskan bahwa energi prana/aura tubuh bisa dimanipulasi dan direkayasa sekehendak manusia.

Tekhnik prana bebas nilai dengan kata lain bisa digunakan untuk berbuat baik atau jahat, menurut Choa Kok Sui jika tekhnik prana digunakan untuk berbuat buruk akan menghasilkan karma negatif. Seorang yang baik atau penjahat jika memiliki tekhnik memadatkan aura bisa membuat tubuhnya kebal dan lain sebagainya (sesungguhnya semuanya bantuan setan dan klaim aura/prana/chi hanyalah kamuflase pelegitimasian ilmu sihirnya).

Padahal sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya bahwa malaikat tidak bisa direkayasa, dimanupulasi, diperintah oleh manusia sebab malaikat bagaikan robot yang hanya mengerjakan perintah yang sudah diprogramkan Allah padanya. ”Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (QS.Maryam: 64). Akan sangat lucu jika malaikat hafadzah disamakan dengan energi aura/chi/prana jika di pertemukan dengan hadits : “Sesungguhnya ada (malaikat) yang tidak meninggalkan kalian kecuali saat di toilet dan ketika bersetubuh (dengan istri atau suami), maka malulah terhadap mereka dan hormatilah mereka“ [9]. Berarti ada energi / aura yang punya malu sebab akan meninggalkan manusia ketika buang hajad atau bersetubuh J

KESIMPULAN :

Memang ada malaikat yang selalu menyertai kita, dan yang mengendalikan mereka adalah Allah. Mereka bertugas atas perintah Allah Swt, bukan perintah manusia. Kalau manusia ingin supaya mereka terus melindunginya serta membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, hendaklah memohon kepada Allah SWT dengan membaca doa-doa ruqyah syar’iyyah. Dan cara memohon harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW tidak dengan cara-cara yang tidak syar’i seperti dengan memakai ILMU MEMANGGIL MALAIKAT milik HI. Kalau tidak sesuai syar’i seperti ilmu HI maka syetan akan bermain. Bukan malaikat yang turun, tapi malah jin atau syetan yang datang. Malaikat adalah tentara Allah bukan Khadam/pesuruh manusia !

Saya nasihatkan kepada murid HI “Bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui” (QS. An Nahl :43) jangan malah kita tersesat ikut paham yang bertentangan dengan akidah islam karena ketidak tahuan kita akan Ilmu Syar’i. Saya harap Murid HI jangan menanggapi nasihat saya dengan emosi, jika ada kebenaran dari tulisan saya terimalah dan jangan mencemo’oh dengan hawa nafsu jika ada yang tidak setuju.

Wallahua’lam…………..


[1] (Kamus besar bahasa Indonesia: 705)

[2] Kitab ’Alamaul Malaikatil Abrar: 7

[3] Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

[4] Maksudnya: kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mukjizat Isa a.s. Menurut jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril.

[5] Naungan awan bersama malaikat biasanya mendatangkan hujan yang artinya rahmat, tetapi rahmat yang diharap-harapkan itu tidaklah datang melainkan azab Allah-lah yang datang.

[6] Tabut ialah peti tempat menyimpan Taurat yang membawa ketenangan bagi mereka.

[7] Tafsir al-Munir: 13/123

[8] Tafsir Ibnu Katsir: 503

[9] Tafsir al-Munir: 13/123