Rasulullah memberitahukan kepada kita dalam sabdanya, “Setiap anak Adam akan diganggu syetan ketika dilahirkan oleh ibunya kecuali Maryam dan anaknya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Anak adalah karunia Allah yang paling berharga bagi kedua orang tuanya. Anak juga amanah bagi orangtua yang harus dipertanggungjawabkan di depan Allah. Anak adalah buah hati belahan jiwa, obyek orang tua untuk mencurahkan kasih sayang dan membangun harapan yang dapat meneruskan visi dan misi orangtua dalam kancah kehidupan ini. Sebagaimana anak juga merupakan investasi masa depan kedua orangtuanya untuk kepentingan kehidupan orangtua di akhir hayatnya dan di kehidupan kahirat kelak. Maka dari itu, orangtua harus memelihara, merawat, membesarkan, menyantuni dan mendidik anak-anaknya dengan tanggung jawab penuh dan kasih sayang tulus.

Dalam perjalanan melaksanakan tugas tersebut, tidak jarang orangtua mengahdapi permasalahan yan gpelik, kejadian yang rumit dan kondisi yang sulit. Setiap orangtua akan merasa resah dan gelisah bila pertumbuhan anaknya tidak stabil dan kesehatannya terganggu. Apalagi bila kondisi fisiknya tidak normal. Atau ada kelainan-kelainan yang mengganggu proses pertumbuhan.

Pertanyaannya, mungkinkah gangguan fisik atau non fisik yang menimpa nak-anak itu ada campur tangan syetan sebagai musuh abadi manusia di dunia ini? Apakah gangguan-gangguan tersebut merupakan gangguan syetan yang sedari dulu menaruh dendam kepada Adam dan anak cucunya?

Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang sarat dengan keghoiban seperti di atas membutuhkan referensi yang tepat dan akurat. Dalam hal ini hanyalah Al-Qur’an dan Sunnah yang bisa kita jadikan sebagai referensi yang benar.

Allah menceritakan kepada kita sosok orangtua yang bertanggung jawab terhadap anak keturunannya, yaitu pasangan Imron bin Yasyim dan Hannah binti Faqud yang tertuang dalam surat Ali Imron. “Maka tatkala istri Imron melahirkan anaknya, dia pun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan – dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya – dan anak laki-laki tidaklah seperti nak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta keturunannya kepada Engkau (Allah) daripada syetan yang terkutuk.” (QS. Ali Imron: 36). Istri Imron divonis kebanyakan orang sebagai istri yang mandul. Padahal ia sangat berkeinginan untuk memiliki seorang anak. Dia terus memanjatkan do’a kepada Sang pencipta makhluk jagat raya ini. Ketekunan dan keyakinannya akan kekuasaan Allah akhirnya membuahkan hasil. Allah mengabulkan do’anya, dia hamil di usia senja, betapa gembiranya sosok calon ibu tersebut. Ketika dia melahirkan ternyata bayi yang dilahirkanya itu berjenis kelamin perempuan dan diberi nama “Maryam” yang berarti “Pelayan Tuhan”. Lalu dia berdo’a untuk untuk mohon perlindungan kepada Allah atas anaknya (Maryam) dan keturunannya (Isa) dari gangguan syetan. Allah pun mengabulkan permohonannya.

Rasulullah memberitahukan kepada kita dalam sabdanya, “Setiap anak Adam akan diganggu syetan ketika dilahirkan oleh ibunya kecuali Maryam dan anaknya.” (HR. Bukhori-Muslim).

Istri Imron mengajatkan kepada kita akan pentingnya pernjagaan anak sejak dini, yaitu dengan berdo’a kepada Allah untuk perlindungan anaknya Maryam. Lantunan do’a tersebut merupakan ungkapan tanggung jawab ibu dengan menyerahkan keselamatan anaknya kepada yang menciptakannya yaitu Allah. Ia berharap agar Allah senantiasa menjaga dan melindungi anak dan keturunannya dari gangguan dan jerat-jerat syetan yang terkutuk. Begitulah penjelasan Sayyid Qutb dalam Tafsir fi Dzilalil Qur’an.

Bahkan Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengambil tindakan pencegahan lebih dini lagi, yaitu menyuruh kita (para suami-istri) apabila mau melakukkan hubungan suami-istri agar berdo’a terlebih dahulu. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, hendaklah berdo’a: “Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari (keturunan) yang Engkau kanruniakan kepada kami.” Kalaupun keduanya ditakdirkan untuk mempunyai anak, maka anak tersebut tidak akan diganggu oleh syetan selamanya.” (HR. Jama’ah kecuali Nasa’i)

Maksud dari “lan yadhurrohu” dalam redaksi hadits tersebut artinya “tidak akan diganggu” tidak meliputi semua jenis gangguan dan tidak berarti di ma’shum (terjaga dari dosa). Karena perlakuan tersebut hanya khusus bagi para nabi dan rasul. Dan juga tidak berarti dia terjaga dari semua maksiat. Namun ada yang mengatakan dia akan aman dari kesurupan, ada juga yang berpendapat jasadnya tidak akan diganggu komitmennya dalam beragama. Sedangkan Mujahid menafsirkan: “Syetan tidak akan menyertai suami dalam menggauli istrinya.” (Nailul Author 3/183)

Tafsiran manapun yang kita pilih, dalil di atas memberitahukan kepada kita bahwa gangguan syetan itu ada dan tidak mengada-ada. Istri setelah melhirkan hendaknya langsung meminta perlindungan kepada Allah untuk anak yang tercinta. Demikian juga tips yang diberikan rasulullah kepada pasangan suami-istri yang mau berhubungan. Semunya merupakan penjagaan sedini mungkin karena syetan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun untuk mendakwahkan kesesatan dan menebar jarring-jaringnya kepada anak cucu Adam.

Karena itulah, ketika kedua cucunya lahir (Hasan dan Husein) Rasulullah langsung meruqyah dengan melantunkan adzan ke telinga keduanya dan mengiqomatinya, serta berdo’a kepda Allah dengan do’a perlindungan: “Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala (gangguan) syetan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang menimpanya (yang akhirnya mengakibatkan sakit.” (HR. Bukhari) dalam riwayat Abu Dawud Rasulullah menambahkan: “Bapak kalian (Ibrahim) membacakan do’a ini untuk Ismail dan Ishaq.” (HR. Abu Dawud)

Rasulullah teladan kita sangat sigap dalam mengambil tindakan. Tidak mau didahului oleh syetan, langsung bergegas memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Perkasa untuk kedua cucunya yang tercinta. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita lantunkan adzan dan iqomat pada telingan anak-anak kita ketiaka mereka dilahirkan? Sudahkah kita panjatan ruqyah do’a perlindungan dari gangguan syetan? Kalau semuanya belum pernah kita lakukan, makaajarkanlah mereka segera do’a-do’a perlindungan dari gangguan syetan dan bala tentaranya. Semoga kita dan keturunan kita dilindungi Allah dari gangguan syetan terkutuk dan jangan sampai kita menjadikan anak kita sarana setan menyesatkan manusia dengan menjadi anak indigo yang dikira kelebihan namun pada hakikatnya tipu daya syaithan!