Jakarta, DETIKHEALTH :
Jika mengalami nyeri akut akibat tersandung atau menyentuh benda panas, tidak usah buru-buru memakai obat pereda nyeri. Gunakan tangan sendiri untuk mengusapnya, sebab sentuhan dan usapan tersebut dapat membantu meredakannya.

Ilmuwan di Inggris mengungkap, seluruh tubuh manusia terhubung pada peta nyeri yang terdapat di otak. Sentuhan tangan di permukaan tubuh dapat mempengaruhi pemetaan tersebut, sehingga pusat nyeri yang berada di otak juga akan terpengaruh.

Teorinya sama seperti pada fenomena phantom limb yang terjadi setelah amputasi, yakni sensasi untuk dapat merasakan bagian tubuh yang sudah tidak ada. Misalnya setelah amputasi kaki,phantom limb menyebabkan sensasi seolah-olah masih bisa merasakan ada kaki di tempat semula.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Current Biology baru-baru ini, ilmuwan melakukan eksperimen untuk membuktikan pengaruhnya terhadap rasa nyeri. Rangsang nyeri diberikan pada jari tangan para partisipan dengan mencelupkanntya pada air panas.

Jari telunjuk dan jari manis dicelupkan di air bersuhu 42,78 derajat celcius, sementara jari tengah dicelupkan di air bersuhu 13,89. Ternyata, trik ini membuat jari tengah ikut merasakan nyeri yang dialami oleh 2 jari di sebelahnya.

Segera setelah itu, para partisipan diminta mengusap-usap jari tersebut dengan tangan yang satunya. Dilaporkan, rasa nyeri yang dialami para partisipan langsung berkurang hingga 64 persen.

Dikutip dari Livescience, Selasa (28/9/2010), ilmuwan meyakini sentuhan itu telah mengembalikan persepsi yang benar di otak terkait suhu yang sesungguhnya di masing-masing jari. Bukan sekedar lewat sensor perasa di tangan yang mengusapnya, melainkan lewat pemetaan ulang bagian-bagian tubuh yang merasa sakiT.

Penjelasan Admin :

Sungguh pada zaman Rasulullah sudah banyak hadits yang menjelasakan bagaimana cara meruqyah sakit pada tubuh dengan tekhnik mengusap tangan pada daerah yang sakit, sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits.

1.      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meniup kedua tangannya dengan membaca Al Ikhlash. Al Falaq, dan An Nas disaat beliau sakit menjelang wafatnya, kemudian beliau mengusapkan kedua tangannya ke seluruh tubuhnya.

Dari Aisyah ra berkata : “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah peniup untuk dirinya dalam keadaan sakit menjelang wafatnya dengan bacaan Al Mu’awwidzat, surat Al Ikhlash dan Al Mu’awwidzatain. Maka ketika beliau kritis, akulah yang meniupkan bacaan itu dan aku usapkan kedua tangannya ke tubuhnya karena keberkahan tangannya.” (HR. Bukhari, Muslim).

2.        dar i ‘Aisyah ra berkatan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ada orang sakit diantara kami, beliau menyentuhnya dengan tangan kanannya, kemudian beliau berkata : Hilangkanlah sakit, wahai Tuhan manusia, dan sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan tanpa meninggalkan rasa sakit.” (HR.Bukhari dan Muslim)