Artikel ini saya buat karena adanya keyakinan para murid hikmatul iman termasuk guru utamanya kang Dicky bahwa sel otak manusia normal hanya 10% yang aktif sedangkan jika lebih dari 10% maka akan punya kemampuan paranormal dan jenius. Betulkah keyakinan ini merupakan bentuk fakta ilmiah atau hanya sekedar pseudoscience saja?

Para murid HI memiliki keyakinan bahwa Kang Dicky memiliki sel otak lebih dari 10% aktif hingga diklaim memiliki kesaktian yang tinggi.

Ada tanggapan dari murid hikmatul iman bernama  Gito di sini dia mengatakan ”

buat perdana kata siapa anak indigo itu sesat..coba deh anda baca teori-teori baru dalam fisika..
manusia melihat dengan OTAK bukan yang divisualkan melalui mata..makanya setiap dari manusia ada titik buta pengelihatan yaitu keadaan dimana kita tidak bisa melihat apa2 walaupun klita bisa melihat..apa itu titik buta penglihatan coba ggogling diinternet..
para ahli sekarang jg mengakui bahwa manusia hanya menggunakan dibawah 10 % dari sel otaknya..ini bukan HI yang bicara..tp data dari para ilmuwan..yang jadi pertanyaan apa mungkin pemikiram dan pemahaman manusia yang sel otaknya aktif lebih dari 10 % sama dengan manusia rata-rata


Lalu ada juga artikel dari murid HIkmatul Iman di http://fusion-kandagalante.blogspot.com/2008/09/penguasaan-otak-ke-energy.html

Yang artikelnya berisi keyakinan bahwa kesaktian seseorang ditentukan dari lebih 10% sel otak yang aktif.

Berikut ini artikelnya :

Tanpa direaksikan dengan O2 pun, ATP bisa menghasilkan energy, dengan cara penguasaan otak keenergy (konsentrasi). Seperti kita ketahui otak merupakan “komandan tertinggi” dari seluruh tubuh dan setiap metabolisme sel tubuh selalu dimulai dari otak. 

Otak manusia yang terdiri dari 100 trilyun sel otak (Neuron). Neuron mempunyai fungsi untuk menerima, memproses, menyampaikan pesan perintah keseluruh tubuh yang mengendalikan fungsi bicara, visual, gerakan otot, pikiran, emosi, dan kerja semua organ tubuh dengan sinyal elektrokimia. Neuron mempunyai sifat dan bagian yang sama dengan sel tubuh lain, tapi aspek elektrokimianya membuat mereka bisa memancarkan sinyal dengan jarak jauh (sampai beberapa meter) dan mengirim pesan kesatu sama lainnya.

Neuron terdiri dari tubuh sel (yang mengandung unsur penting sel seperti nucleus (menyimpan DNA), endoplasmic reticulum dan ribosomes (untuk membuat proteins) dan mitochondria (membuat energy). jika tubuh sel mati, neuron juga mati).

Tubuh sel neuron ini mempunyai saluran memanjang bernama Axon yang berfungsi membawa pesan elektrokimia (nerve impulse atau action potential) sepanjang sel, dan ujung-ujung neuron bernama Dendrites (ujung syaraf) yang mempunyai fungsi membuat neuron saling berhubungan dan berkomunikasi dengan sel lain, menerima pesan dari neuron lain dan merasakan lingkungannya. Neuron bisa mempunyai dendrites lebih dari satu.

Sel yang merelay sinyal antar neuron ialah interneuron. Setiap permukaan neuron mempunyai ruang sempit yang disebut Synapse, neuron berkomunikasi dengan neuron lainnya dengan memancarkan pesan kimia (vesicles) melalui synapse, lalu pesan ini ditangkap neuron lain dan diteruskan ke neuron lainnya, dan setelah sinyal sampai ke sel yang diinginkan, pesan kimia ini bisa kembali ke neuron asal.

Setiap 1 neuron bisa menjalin hubungan dengan lebih dari 10.000 neuron lainnya. Dan kalau kita bayangkan kerja sel-sel otak ini adalah seperti trilyunan orang yang saling memanggil dan berkomunikasi satu sama lainnya, akan sangat rumit, kompleks, dan sangat menakjubkan.

Semakin banyak sel-sel otak ini bisa menjalin hubungan dengan sel-sel otak lainnya, maka otak akan semakin aktif dan semakin bisa menggunakan semua fasilitas kemampuan tubuhnya lebih baik lagi (salah satunya jadi semakin pintar dan semakin sehat). Sebagai contoh Albert Einstein, setelah otaknya diteliti, ternyata bagian otak yang berhubungan dengan matematika dan bahasa, 15% lebih besar dari manusia umumnya.

Otak memerintah seluruh tubuh dengan mengirim sinyal-sinyal elektrokimia neurotransmitter ketubuh lewat jaringan syaraf yang menyebar dan menjangkau seluruh tubuh. Jaringan-jaringan syaraf ini akan menghubungi otak dengan seluruh sel, setiap kelenjar, senyawa kimia tubuh dan anggota-anggota tubuh.

Sinyal-sinyal neurotransmitter ini bertindak seperti utusan-utusan dari otak yang membawa perintah-perintah khusus kepada seluruh sel, setiap kelenjar, senyawa kimia tubuh dan anggota-anggota tubuh untuk melakukan reaksi / hal-hal yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai dengan panduan rancang bangun genetik tubuh manusia DNA.

Begitu pula dalam hal produksi energy tubuh, otak memerintahkan dengan sinyal neurotransmitter ke setiap kelenjar dalam hal ini khususnya kelenjar hipotalamus dan pituitary untuk memproduksi enzim ATPase yang mereaksikan ATP untuk menghasilkan energy di tingkat sel.

‘Perintah’ sinyal neurotransmitter dari otak ini sangatlah penting dalam setiap reaksi sel dalam tubuh, temasuk dalam produksi energy, semakin aktif sel-sel otak, semakin kuat sinyal perintah neurotransmitter dan semakin bagus jaringan syaraf maka otak akan semakin bisa mengendalikan, memerintah, maupun menjangkau lebih banyak bagian tubuh dan tubuhpun akan bermetabolisme lebih bagus lagi.

Perumpamaannya adalah seperti telepon rumah, untuk membuat telepon rumah ada beberapa hal yang harus ada yaitu sentral telekomunikasi yang memancarkan sinyal listrik yang membawa kode digital suara, pesawat telepon rumah penerima yang bisa menerjemahkan kode digital sinyal aliran listrik menjadi suara dan saluran kabel yang menghubungkan keduanya.

Semakin kuat sinyal listrik yang dipancarkan dari sentral telekomunikasi, semakin cepat dan kuat arus listrik yang dialirkan kabel telepon yang menghubungi, dan semakin bagus pesawat telepon yang menerima, maka suara yang didengarpun akan semakin jelas dan jernih.

Begitujuga dengan energy tubuh manusia, semakin aktif sel-sel otak, semakin kuat sinyal perintah neurotransmitter yang dikirim otak dan semakin bagus jaringan syaraf yang kita punyai, maka semakin tubuh kita bisa menjadi lebih sehat, lebih kuat, termasuk lebih sakti !

Contoh lainnya adalah proses bagaimana kita lupa akan sesuatu yang pernah kita lakukan atau alami, sebetulnya memori / data rekaman kenangan tetap ada tersimpan diotak, tapi karena otak tak bisa mengirim sinyal perintah ke bagian otak tempat memori tersimpan, jadi otak tak bisa mengakses / mengingat data memorinya.

Dan karena sel-sel otak manusia umumnya yang aktif hanya sedikit (sekitar 2,5%) maka otak hanya mampu menjangkau dan mengendalikan sedikit sekali bagian-bagian tubuh termasuk ATP-ATPnya. Karena sinyal otak neurotransmitter yang dikirim tidak sampai kebagian tubuh dan ATP yang dikehendaki, dan metabolisme tubuh juga tidak mendukung., sehingga menyebabkan energy tubuh yang bisa digunakan dan dibangkitkanpun hanya sangat sedikit sekali (sekitar 2,5%) dari total cadangan energy dalam tubuh manusia.

Jika kita menggunakan seluruh otak yang kita punya (100%) kita akan menjadi sangat sakti, karena kita bisa membangkitkan semua cadangan energy tubuh yang kita punya.

Oleh : edward Christian

ILMIAHKAH ARTIKEL TERSEBUT ATAU CUMA SEKEDAR PSEUDOSCIENCE SAJA?

(artikel mengenai pseudosciende lihat di sini )

MARI KITA KAJI DARI SISI ILMIAH KEYAKINAN HOAX PARA MURID HIKMATUL IMAN DAN PENIKMAT ILMU METAFISIKA YANG MENGGENERALISIR PRILAKU SYIRIKNYA DENGAN SEL OTAK YANG AKTIF LEBIH DARI 10% :

Penggunaan sel otak manusia hanya 10 %  sama sekali informasi yang tidak berdasar.  Tidak seorang pun yang mengetahui dari mana asal cerita ini – namun kita telah mengetahuinya sejak lama.  Ketika pertama kali klaim palsu ini beredar, paranormal mengatakan bahwa hal ini menjelaskan kenapa sebagian orang mempunyai kemampuan paranormal sedang yang lain tidak, dan katanya kekuatan paranormal dimiliki oleh orang yang telah mengembangkan penggunaan otaknya lebih dari 10 %.  Mereka percaya bahwa beberapa bagian otak, jika diberi kejutan, bisa menghasilkan kemampuan berkekuatan batin.  Hal ini berdasarkan beberapa buku yang diterbitkan dan mengajar orang-orang bagaimana caranya mengembangkan kekuatan ini. Jadi apakah kebenarannya?  Jawabannya adalah setiap manusia menggunakan 100% dari otaknya – itulah sebabnya otak itu ada di kepala kita!  Sebagai buktinya adalah kasus hemispherectomy – prosedur yang berhubungan dengan pembedahan yang mengangkat sebagian dari otak.  Ketika pembedahan dilakukan, pasien menjadi lumpuh separuh tubuhnya.

Otak manusia sangatlah kompleks dan merupakan sumber dari semua perasaan, perilaku, pengalaman, serta gudang dari memori dan kesadaran. Tapi apa benar manusia hanya menggunakan 10 persen dari otaknya seperti yang sering kita dengar dari para motivator?

Otak sangat misterius, dan satu tambahan misteri lainnya adalah asumsi bahwa manusia hanya menggunakan 10 persen dari otaknya. Jika setiap orang bisa memanfaatkan 90 persen otak lainnya, mungkin semua orang dapat menjadi ilmuwan dan memiliki kekuatan telekinetik.

“Meskipun ide yang menarik, ‘mitos 10 persen’ sangat tidak benar, dan sangat menggelikan,” ujar Barry Gordon, ahli saraf di Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, seperti dilansir dari ScientificAmerican terbitan Mei 2010 lalu.

Menurut Gordon, mitos berasal dari konsep-konsep orang tentang otaknya sendiri. Kelompok ini melihat kekurangan dirinya sebagai bukti bahwa materi abu-abu (korteks otak yang berisi sel saraf tubuh) belum maksimal dimanfaatkan.

Ini adalah asumsi yang salah. Mungkin benar, pada saat-saat tertentu dalam hidup seseorang, seperti pada saat beristirahat dan rileks hanya menggunakan hanya 10 persen dari otak. Tapi ini tidak berlaku untuk kondisi lainnya.

“Ternyata kita menggunakan hampir setiap bagian otak, dan kebanyakan otak aktif hampir sepanjang waktu. Otak merupakan tiga persen dari berat badan dan memerlukan 20 persen dari energi tubuh,” tambah Gordon.

 

 

Berat rata-rata otak manusia sekitar tiga pon (1,3 kg) dan terdiri dari otak besar, otak kecil, dan batang otak.

Otak besar merupakan merupakan porsi terbesar dan melakukan semua fungsi kognitif yang lebih tinggi. Otak kecil bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi motorik, seperti koordinasi dan keseimbangan gerakan. Sedangkan batang otak didedikasikan untuk fungsi bernapas.

Sebagian besar energi yang dikonsumsi otak merupakan kekuatan awal untuk memicu penembakan jutaan neuron (saraf) agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Para ilmuwan berpikir bahwa penembakan saraf dan koneksi tersebut yang menimbulkan fungsi otak lebih tinggi.

Energi yang tersisa digunakan untuk mengendalikan aktivitas lain yang tidak disadari seperti denyut jantung, maupun yang disadari seperti mengendarai mobil.

Meskipun benar bahwa setiap saat semua bagian otak tidak tertembak secara bersamaan, tetapi peneliti menggunakan teknologi pencitraan otak untuk menunjukkan bahwa otak sama halnya dengan otot-otot tubuh, yang terus aktif selama 24 jam.

“Bukti menunjukkan bahwa manusia menggunakan 100 persen otak,” ujar John Henley, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Rochester, Minn.

Bahkan menurut Henley, dalam keadaan tidur sekalipun, ada bidang-bidang otak yang tetap aktif, seperti korteks frontal yang mengontrol hal-hal pada level tinggi seperti berpikir dan kesadaran diri, atau wilayah somatosensori yang membantu orang mengenali lingkungan sekitar.

Sebagai contoh sederhana pada saat kita menuangkan kopi di pagi hari, bagian otak yang aktif adalah lobus oksipital dan parietal, motorik sensorik dan korteks motorik sensorik, basal ganglia, otak kecil, dan lobus frontal. Aktivitas saraf hampir terjadi di seluruh otak dalam jangka waktu hanya beberapa detik.

“Hal ini bukan berarti bahwa jika otak rusak, kita tidak dapat melakukan tugas sehari-hari,” ujar Henley.

Ia menuturkan bahwa seseorang yang mengalami luka di otak atau sebagian otaknya telah dihapus, masih bisa hidup dengan cukup normal. Tetapi ini karena otak memiliki cara berkompensasi dan memastikan bahwa bagian otak yang tersisa bisa mengambil-alih tugas aktivitas.

Mitos 10% otak adalah mitos bahwa semua manusia hanya menggunakan 10 persen otaknya saja. Mitos ini biasanya dihubungkan dengan beberapa tokoh, seperti Albert Einstein.[1]

Gagasan bahwa sebagian besar otak masih belum digunakan merupakan gagasan tanpa landasan yang kuat. Setiap bagian otak telah diketahui fungsinya.[2][3][4]

Barry Beyerstein, seorang ahli otak, menunjukan tujuh bukti kesalahan mitos ini:[5]

  • Penelitian kerusakan otak: Jika 90% otak tidak digunakan, berarti kerusakan terhadap wilayah tersebut tidak akan merusak performa otak. Sementara itu, kerusakan sekecil apapun terhadap otak dapat memberikan dampak yang besar.
  • Evolusi: Otak sangat berharga bagi anggota tubuh lain. Jika 90% otak tidak penting, maka akan muncul kemungkinan bertahan yang lebih besar bagi manusia dengan otak yang lebih kecil dan efisien.
  • Citra otak: Teknologi seperti Positron Emission Tomography (PET) dan Functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) membuat aktivitas otak dapat dipantau. Bahkan saat manusia sedang tidur, semua bagian otak menunjukan aktivitas. Otak hanya memiliki bagian yang “tidur” jika mengalami kerusakan berat.
  • Lokalisasi fungsi: Otak terdiri dari beberapa bagian, yang memiliki fungsinya masing-masing. Penelitian telah memetakan fungsi otak, dan tidak ada wilayah otak yang tak berguna.
  • Analisis mikrostruktural: Dengan teknik single-unit recording, peneliti memasukan elektroda kecil ke otak untuk memantau aktivitas sel. Jika 90% sel tidak digunakan, maka teknik ini seharusnya telah menunjukan hal tersebut.
  • Penelitian metabolis: Teknik ilmiah lainnya mempelajari penyerapan molekul 2-deoksiglukosa oleh otak. Jika 90 persen otak tidak digunakan, maka sel yang tak aktif akan ditunjukan sebagai wilayah kosong dalam radiograf otak.
  • Penyakit otak: Sel otak yang tidak digunakan memiliki kecenderungan untuk mengalami degenerasi. Jika 90% otak tak digunakan, otopsi otak dewasa akan menunjukan degenerasi berskala besar.

Mitos 10% otak telah menyebar luas, bahkan terkadang muncul dalam iklan-iklan.[6] Beberapa tokoh Zaman Baru mengklaim bahwa sembilan puluh persen bagian yang belum digunakan ini dapat memunculkan kekuatan psikik.[2]

  1. ^ Do People Only Use 10 Percent Of Their Brains. Scientific American. Diakses pada 7 Februari 2008.
  2. ^ a b Radford, Benjamin The Ten-Percent Myth. snopes.com. Diakses pada 13 April 2006.
  3. ^ Chudler, Eric Myths About the Brain: 10 percent and Counting. Diakses pada 12 April 2006.
  4. ^ A Piece of Our Mind – About Ten Percent. The Two Percent Company. Diakses pada 12 April 2006.
  5. ^ Beyerstein, Barry L. (20 Oktober 1999). “Whence Cometh the Myth that We Only Use 10% of our Brains?”. di dalam Sergio Della Sala. Mind Myths: Exploring Popular Assumptions About the Mind and Brain. Wiley. hlm. 3–24. ISBN 0471983039.
  6. ^ Neuroscience For Kids. Eric H. Chudler, Ph.d(University of Washington, Director of Education and Outreach).