Kisah ini benar-benar terjadi dan saya alami sendiri pada bulan Agustus tahun 2010 , kisah ini sudah saya ceritakan di facebook namun saya lupa mempostingkannya di Blog ini, kronologis kejadiannya dimulai ketika istri saya kehilangan uang 150.000, istri saya sangat bingung sebab hitungan uang tiba-tiba berkurang, mau mencurigai  pembantu rasanya tidak mungkin. Maka istri saya lalu menyimpan uangnya ditempat paling rahasia yang  bahkan saya sendiri tidak dapat mengetahui tempatnya.

Setelah kurang lebih 1 minggu berlalu  ternyata simpanan uang istri saya kembali berkurang 100.000, karena kebingungannya istri saya lalu menceritakan keanehan yang dialaminya pada tetangga rumah, ternyata tetangga rumah juga mengalami kejadian yang sama persis, uang simpanannya juga hilang. Karena penasarannya lalu istari saya kembali menceritakan keanehan peristriwa kehilangan uangnya pada beberapa tetangga yang juga mempunyai toko yang menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga (kebetulan kami menyewa ruko dipasar Desa Brabasan Lampung untuk usaha rumah makan)dan mereka juga ternyata mengalami kejadian aneh persis seperti yang dialami istri saya.

Mereka juga bercerita sebetulnya kasus kehilangan uang sudah terjadi dalam satu bulan terakhir dan bertambah parah ketika memasuki bulan puasa, tiap hari mereka selalu kehilangan uang berkisar dari 20.000 sampai 100.000 rupiah. Mereka juga tidak habis pikir karena uang yang mereka hitung sendiri dan sudah distreples atau diikat dengan erat masih juga berkurang. Contohnya ada  tetangga yang mengelompokkan uang 500.000 yang sudah dihitung dan di ikat dengan erat namun tidak baberapa lama kemudian jumlahnya berkurang tingga 400.000rupiah, aneh memang jika salah hitung kenapa terjadi hampir setiap hari dan setiap warga yang punya toko juga mengalami kehilangan uang.

Rupanya kejadian kehilangan uang ini terjadi hampir pada seluruh warga pasar terutama yang membuka usaha jualan di toko dan warga pasar ternyata sudah meyakini bahwa lokasi pasar Brabasan kabupaten Mesuji Lampung sudah menjadi target pesugihan (mengikat perjanjian dengan jin untuk memperkaya diri) dan target operasinya adalah uang yang disimpan para pedagang.

Lalu istri menceritakan keanehan peristiwa yang dialaminya dan warga pasar kepada saya. Saya lalu bertanya pada Istri saya apa dia tidak membaca bismillah ketika menyimpan uang, dengan sedih istri saya mengatakan dia lupa membaca Bismillah. Saya lalu menasihati istri saya agar setiap mengerjakan sesuatu selalu diawali dengan membaca bismillah agar selalu mendapatkan rahmat dan ridho Allah. Istri saya juga menyampaikan pesan dari para pedagang agar saya bisa meruqyah pasar sebab mereka yakin peristiwa kehilangan uang diakibatkan adanya pesugihan (mereka tahu saya bisa meruqyah setelah melihat saya dan rekan-rekan PNS dari dinas sosial mengadakan swiping orang gila yang sering berkeliaran di Pasar dan mereka melihat saya meruqyah dan melakukan terapi bekam pada orang gila yang berhasil ditangkap, insya Allah jika ada waktu saya postingkan video pada saat kami swiping orang gila dan pada saat saya meruqyah orang gila).

Setelah mendengar cerita istri, saya penasaran dan langsung mengadakan infestigasi. saya lalu mengadakan wawancara dengan pedagang pasar, salah satunya saya bertanya dengan pedagang ikan yang kebetulan mampir di Rumah makan kami. Saya menanyakan isyu adanya khabar bahwa warga pasar brabasan telah menjadi korban pesugihan hingga selalu kehilangan uang. Pedagang ikan tersebut dengan geramnya juga menceritakan kebenaran banyaknya kasus kehilangan uang di Pasar Brabasan dan dia dengan kesalnya juga mengatakan bahwa tiap hari uangnya yang sudah dia hitung jumlahnya selalu berkurang ketika disimpan ditas dan  dia sangat yakin tidak salah hitung.

Setelah saya yakin kejadian kehilangan ini peristiwa luar biasa yang diluar akal sehat, maka saya pada malam harinya (dibulan ramadhan) sekira pukul  22.00 wib setelah berwudhu saya membacakan ayat-ayat ruqyah pada air yang sudah dicampur garam sebanyak  1 ember penuh. Setelah selesai membacakan ruqyah pada air saya dengan berjalan kaki menuju pasar brabasan yang gelap gulita (tidak ada lampu karena tidak ada listrik dan saya tidak bawa senter) saya sepanjang perjalanan mengitari pasar sendirian. Saya tiada henti-hentinya membaca Ayat Kursi secara berulang kali sembari memercikkan air ruqyah ke tiap sudut pasar. Belum ada kejadian aneh yang terjadi kecuali saya melihat ada sosok-sosok bayangan yang melintas dikegelapan malam (walau bulu kuduk saya berdiri saya tetap berkeyakinan bayangan itu cuma orang lewat)

Setelah selesai meruqyah pasar sayapun beranjak pulang. Tak dinyana tiba-tiba persis dibelakang ruko (rumah toko)  saya, saya melihat dengan sangat jelas padahal malam itu gelap  gulita penerangan tidak ada,  ada makhluk persis seperti babi berwarna putih terang (sangat jelas warna putihnya) yang melompat  dengan kelebatan sangat cepat kira-kira 2 meter jeraknya dari tubuh saya lari keluar pasar tanpa sempat saya kejar lagi. Saya cukup terkejut! Dan Cuma dapat melihat makhluk tersebut melompat seperti terbang lalu langsung menghilang dikegelapan malam.

Wallahua’lam apa ada hubungannya, satu hari setelah saya melihat makhluk aneh seperti babi berwarna putih terang yang  lari, malam berikutnya saya bermimpi  ada sesosok makhluk yang hendak menarik kepala  saya namun tidak berhasil kareana saya dalam mimpipun membaca ayat kursi (saya setiap hendak mimpi buruk selalu  secara spontan dalam alam bawah sadar saya/alam mimpi  membaca doa-doa ruqyah).

Setelah beberap hari kemudian,  alhamdulillah uang simpanan istri ga ada yang hilang lagi, dan uang warga pasar juga  ga ada yang kehilangan lagi.

Pelajaran yang dapat dipetik:

1.       Selalu awali setiap kegiatan dengan membaca basmalah

2.       Ayat kursi bisa mengusir jin