Pengantar Admin :

Seorang  Dukun Ahmaq muda aceh dalam blognya di http://wongalusaceh.wordpress.com/2010/12/28/32-khodam-musalat-ghazaly/ mengatakan bahwa ada khodam asma’ dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan “babu” yang bisa disuruh-suruh, benarkah semua itu ? Mari kita kaji bersama tahdziran Ustadz Ahmad Sarwat, Lc untuk dukun Ahmaq muda aceh dan para dukun serupa dengan dia!

FATWA ULAMA

Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagian orang jahil dan sesat mengatakan bahwa tiap ayat bahkan tiap huruf di dalam Al-Quran ada khadamnya. Dengan batil mereka mengutip ayat Quran yang tidak ada kaitannya.

Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal (ali imran 7)

Dan Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya, “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. (QS. Al-Anbiya”: 89)

Oleh para jin dan penipu, ayat ini dipelintir sedemikian rupa seolah-olah menjadi dalil dari adanya khodam buat tiap-taip ayat atau huruf Al-Quran.

Sungguh sebuah pemahaman keliru dan batil, sayangnya umat Islam memang terlala lugu dan awam. Sehingga mudah saja dikibuli mentah-mentah oleh rombongan penyihir yang berpakaian ala ustadz.

Tentu saja tidak benar bahwa tiap ayat punya khadam atau jin. Karena ayat Al-Quran itu adalah firman Allah SWT kepada kita manusia. Bagaimana mungkin firman (perkataan) Allah SWT mengandung jin?

Padahal justru Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah SWT dari godaan syetan, jin dan sejenisnya. Bahkan beliau mengajarkan untuk membaca surat Al-Baqarah, Al-Jin, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan ayat-ayat lainnya untuk mengusir jin.

Kemungkinan yang sesungguhnya terjadi bukanlah setiap ayat ada khadamnya, tetapi jin-jin itu menipu manusia dengan mengaku-ngaku sebagai khadam dari suatu ayat Al-Quran.

Padahal tidak ada kaitannya antara suatu ayat dengan jin tertentu. Sebaliknya, jin itulah yang menipu manusia di balik bacaan suatu ayat. Misalnya, untuk memanggil atau mengaktifkan jin tertentu, korban diminta untuk membaca suatu ayat di dalam Al-Quran. Dibuat kesan seolah-olah ayat itu punya hubungan dengan jin tersebut. Padahal tidak ada sama sekali.

Tipuan sesat macam ini bisa dengan mudah menelan korban, yaitu umat Islam yang jauh dari pengajaran agama, awam dengan syariah, kurang banyak wawasan aqidah dan kurang bergaul dengan ulama.

Mungkin anda akan bertanya, kok bisa ya suatu ayat dibaca lalu jin tertentu mau melakukan perintah?

Sebenarnya trik licik itu sederhana saja. Dan sesungguhnya jin itu bisa saja dipanggil tanpa harus membacakan suatu ayat. Karena sudah ada kesepakatan sebelumnya antara jin dan dukun yang menjadi agen jin kepada manusia untuk melakukan sesuatu dengan bayaran tertentu.

Bayarannya apa?

Bayarannya adalah menemani jin itu nanti masuk neraka. Caranyaberagam tapi intinya agar korban itu melakukan berbagai macam jenis dosa besar yang tak terampuni. Misalnya syirik kepada Allah, atau mengingkari salah satu rukun Islam, atau menghina dan menginjak-injak Al-Quran. Pendeknya, apapun jenis dosa yang sekiranya bisa menjebloskan yang bersangkutan ke dalam neraka jahannam. Naudzu billahi min zalik.

Salah satunya adalah mengubah cara pandang tentang Al-Quran. Sengaja jin berpura-pura menjadi khadam satu ayat tertentu, agar korban punya pandangan yang salah tentang Al-Quran.

Dan itu sudah termasuk bagian dari ingkar kepada Al-Quran. Padahal ingkar kepada Al-Quran dengan cara salah persepsi memang salah satu cara untuk masuk neraka.

Sangat boleh jadi ketika seseorang memanggil jin dengan membaca ayat tertentu, dia diminta untuk membaca ayat itu dengan cara yang salah, entah ketambahan suatu huruf, kata, kalimat atau malah terbolak-balik. Buat orang awam, mungkin kesalahan itu biasa. Tapi bagi jin, semua itu jerat dan jebakan.

Di sini, jin telah berhasil memasang jerat untuk para calon korbannya. Jerat itu sedemikian halus, lebih tipis dari benang jaring laba-laba. Tapi sekali terjerat, korban tidak bisa terlepas lagi, hanya bisa meronta tanpa daya. Lalu aqidahnya berguguran rontok oleh dosa syirik, sihir, tamimah, tathayyur, dan lainnya.

Bagi kita, tidak ada istilah khadam-khadaman bagi ayat Al-Quran Al-Kariem. Semua ayat itu suci dan merupakan firman Allah SWT.

Wallahu a”lam bishshawab, wassalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

c